Month: November 2025

  • Cerita Diet Pria Berbobot 100 Kg Sukses Pangkas BB, Ukuran Baju dari XL ke S

    Jakarta

    Seorang pria di Singapura menceritakan kondisi kesehatannya yang parah. Pada tahun 2023, Raeza Ibrahim divonis mengidap beberapa penyakit parah, seperti kolesterol tinggi, perlemakan hati, risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit hati.

    Saat itu, berat badan Raeza mencapai 100 kg, kondisi yang mengerikan dalam hidupnya.

    “Saya sadar bahwa saya kelebihan berat badan, tetapi tidak membayangkan seberapa parah kerusakannya,” tuturnya yang dikutip dari South China Morning Post.


    Raeza menceritakan sebelumnya ia mengeluhkan sakit punggung kronis selama bertahun-tahun karena kelebihan berat badan. Ia pun dirawat di rumah sakit dengan nyeri dada pada tahun 2017.

    Pada tahun 2020, Raeza juga didiagnosis mengidap apnea tidur obstruktif. Kondisi ini dapat berakhir jika ia mulai mengubah gaya hidupnya.

    Dalam waktu enam bulan, kadar kolesterol, lemak hati, dan tekanan darahnya kembali normal. Masalah apnea tidur dan nyeri punggungnya juga mulai hilang..

    Pada bulan Agustus 2024, berat badannya turun 26 kg dan lemak tubuhnya berkurang dari 34,8 persen menjadi 14,5 persen.

    Hal itu juga berpengaruh pada ukuran pakaiannya yang turun dari XL menjadi S.

    Saat ini, ia berada dalam kondisi terbaik dalam hidupnya, secara fisik maupun mental.

    Proses Perubahan Gaya Hidup yang Drastis

    Pria 38 tahun itu awalnya sangat aktif secara fisik saat masa sekolah dan perguruan tinggi. Ia biasa bermain bulu tangkis, rugbi, dan kriket.

    Namun, di awal karier hukumnya yang menuntut, ia bekerja 10 hingga 14 jam sehari, lima atau enam hari seminggu. Berat badannya mulai bertambah.

    “Saya tidak cukup tidur, tidur pukul 3 pagi dan bergegas berangkat kerja pukul 8 pagi. Waktu makan saya tidak teratur. Saya makan apa pun yang saya inginkan, kapan pun saya mau. Saya bangun dengan perasaan lesu dan tidur dengan perasaan yang sama,” kata Raeza.

    Kenaikan berat badannya juga sangat berdampak buruk secara emosional. Ia merasa diburu-buru oleh waktu dalam melakukan aktivitas, tidak menyukai penampilanya, dan merasa kurang percaya diri.

    Selama bertahun-tahun, ia melakukan berbagai upaya untuk bisa kembali bugar. Tetapi, tidak ada yang berhasil.

    Pada tahun 2016, ia mengambil cuti panjang selama tiga bulan untuk mendaftar di Tiger Muay Thai, sebuah tempat kebugaran di Phuket, Thailand. Ia berhasil menurunkan berat badan 6 kg, tetapi berat badannya naik lagi saat ia kembali bekerja.

    “Rasa takut kehilangan nyawa mendorong saya untuk bertindak. Merasa buruk tentang penampilan adalah satu hal, merasa bahwa hidup Anda mungkin berakhir sebelum waktunya karena kelalaian Anda sendiri adalah hal yang sama sekali berbeda,” tutur Raeza.

    Ia pun mendaftar di pusat kebugaran Singapura pada Maret 2024 yang dibimbing oleh pelatih. Raeza dilatih melakukan split, angkat beban, dan diharuskan berjalan 10.000 langkah setiap hari.

    Selain berolahraga, Raeza mulai mengubah pola makannya dengan masak sendiri dan makan secara teratur. Ia disarankan untuk mengikuti diet 1.800 kalori per hari, dan melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu.

    “Makan dulunya adalah cara untuk mengatasi stres. Saya makan untuk menghilangkan perasaan buruk saya. Makanan adalah pelepas lelah dan kesenangan yang cepat,” terang Raeza.

    Untuk sarapan pada pukul 8 pagi, ia biasa mengkonsumsi roti sourdough dengan telur atau buah. Kemudian, pada 11 siang ia minum protein shake.

    Untuk makan pukul 1 siang, Raeza biasanya makan salad dengan protein. Sebagai camilan pukul 5 sore, ia biasa mengkonsumsi semangkuk buah yang membuatnya kenyang hingga waktu makan malam.

    Menu makan malamnya, Raeza biasa makan daging tanpa lemak atau ikan dengan sayuran dan ubi jalar.

    Setelah mengalami perubahan yang drastis, Raeza mengunggah menu sehatnya ke media sosial. Ia mulai menerima banyak pujian dan membuat banyak temannya termotivasi dengan perubahannya.

    “‘Suka’ dan pujian yang saya terima dari keluarga dan teman memotivasi saya untuk terus menjalankan diet baru saya,” terang Raeza.

    “Bisa memperlihatkan lengan yang kencang dengan sedikit perut six-pack itu menyenangkan,” sambungnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Begini Cara Diet Pria yang Turun 26 Kg, Termasuk Rutin Jalan Kaki 10 Ribu Langkah


    Jakarta

    Pria di Singapura bernama Raeza Ibrahim menceritakan pengalamannya setelah divonis dengan berbagai kondisi kesehatan parah. Ia didiagnosis mengidap kolesterol tinggi, perlemakan hati, risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit hati.

    Mengetahui itu, Raeza bertekad untuk menurunkan berat badannya yang saat itu mencapai 100 kg. Pada Maret 2024, ia mulai mendaftar di pusat kebugaran Singapura dibantu personal trainer atau PT, Haziq bin Elvis.

    Di hari pertama, ukuran tubuhnya dicatat. Setelah melihat banyak foto di pusat kebugaran, ia semakin termotivasi untuk mengubah hidupnya.


    Mulai Rutin Olahraga

    Bin Elvis memulai dengan menyuruh Raeza melakukan split squat sambil memegang dumbel seberat 2 kg di masing-masing tangan. Hampir setahun kemudian, ia melakukan beberapa set split squat dengan beban 26 kg.

    Rencana latihan Bin Elvis mengharuskan Ibrahim berjalan 10.000 langkah setiap hari, mengikuti diet 1.800 kalori per hari, lebih sedikit kalori daripada yang ia bakar dan melakukan latihan kekuatan tiga kali seminggu.

    “Kami berusaha membuat Raeza kuat dengan gerakan dasar gabungan seperti split squat, incline chest press, pull up, dan berbagai gerakan dead lift” dan berusaha menargetkan kelompok otot yang lebih kecil seperti trisep dan bahu, kata bin Elvis yang dikutip dari South China Morning Post.

    Setelahnya, Raeza mulai berjalan kaki kemana-mana. Di kantor dan pusat perbelanjaan, ia mulai sering naik tangga. Ia juga mulai berlatih Muay Thai dan hiking di akhir pekan.

    Mengubah Pola Makan

    Ia juga mengubah pola makannya, mulai dari memasak sendiri dan makan secara teratur.

    “Makan dulunya adalah cara untuk mengatasi stres. Saya makan untuk menghilangkan perasaan buruk saya. Makanan adalah pelepas lelah dan kesenangan yang cepat,” jelas Raeza.

    Untuk sarapan, di jam 8 pagi Raeza biasa makan roti sourdough dengan telur atau buah. Sebelum makan siang, ia juga minum protein shake.

    Raeza biasa makan siang pukul 1 dengan salad dan protein. Ia juga mengkonsumsi semangkuk buah pada jam 5 sore untuk membuatnya kenyang sampai waktu makan malam.

    Malam harinya pukul 8, Raeza makan daging tanpa lemak atau ikan dengan sayuran dan ubi jalar.

    Tidur Lebih Awal

    Dia juga mulai tidur lebih awal pukul 11 malam, dengan waktu tidur selama 6-8 jam per hari. Pria 38 tahun itu juga rutin minum empat hingga tujuh liter air setiap hari.

    “Jika Anda merasa lapar, kemungkinan besar Anda sebenarnya haus,” tutur Ibrahim.

    Menurutnya, hal yang tersulit dalam hidupnya untuk hidup lebih sehat adalah datang untuk sesi latihan.

    “Rasa takut kehilangan nyawa mendorong saya untuk datang latihan. Haziq menghubungi saya secara teratur untuk mengetahui perasaan saya. Ketika saya harus makan di luar, dia akan membantu mencari menu restoran dan menyarankan pilihan yang paling sehat. Dia berusaha keras, dan saya merasa bertanggung jawab kepadanya,” terang Raeza.

    “Harus mengisi detail seperti kalori yang dikonsumsi, tidur, dan tingkat hidrasi pada aplikasi setiap hari membantu saya tetap pada jalur yang benar,” sambungnya.

    Namun, perubahan di hidupnya membuatnya puas. Ia merasa lebih bersemangat, percaya diri, dan lebih produktif dan tidak bekerja selama berjam-jam lagi.

    “Saya merasa bisa melakukan apa pun yang saya inginkan. Itu memungkinkan saya menjadi teman, saudara, dan pemimpin tim yang lebih baik, dan membuat saya disiplin dalam bidang lain dalam hidup saya,” tuturnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Jurus Diet Tanpa Nyiksa ala Jennifer Aniston, Tetap Body Goals di Umur 55


    Jakarta

    Aktris Jennifer Aniston terlihat masih awet muda di usia 55 tahun. Ternyata ada rahasia di balik tubuhnya yang langsing dan bugar.

    Aniston mengaku dirinya rutin menjalani olahraga dan diet sehat. Program diet yang dilakukannya adalah 80/20.

    “Saya melakukan diet 80/20, di mana saya dapat makan apapun yang saya inginkan sehari-hari. Saya tidak membatasi diri,” katanya kepada TODAY.com.


    Aniston mengungkapkan 80 persen waktunya berfokus untuk mengkonsumsi makanan padat nutrisi. Sementara 20 persen lainnya, ia dapat makan apa saja yang diinginkannya.

    Menurutnya, diet 80/20 yang dijalani cukup membosankan. Selama diet, Aniston banyak mengkonsumsi protein, sayuran, salad, dan minum banyak air.

    “Tantangan terbesar saya adalah tidur. Saya pikir itu semua bagian dari kebersihan nutrisi kita. Itu seperti jumlah air yang kita konsumsi serta jumlah tidur yang kita dapatkan,” jelas Aniston.

    “Kombinasi dari semua hal itulah yang membuat olahraga Anda paling efektif,” sambungnya.

    Meski menjalani diet, Aniston juga tetap bisa mengkonsumsi camilan. Pilihannya terdiri dari popcorn, protein bar, dan protein shake.

    Saat makan, Aniston suka membuat perubahan kecil yang berpengaruh pada dietnya, seperti tidak menambahkan garam dan mengurangi saus salad. Dia juga mempelajari ‘kekuatan bumbu’ dan cuka untuk menambah rasa pada hidangannya.

    “Hal-hal seperti itu akan menciptakan rasa yang sangat lezat, di mana Anda tidak hanya menaburi semuanya dengan garam dan mentega atau minyak zaitun untuk membuatnya terasa enak,” tuturnya.

    Saat waktu bebasnya, Aniston bisa makan makanan yang disukainya. Seperti burger hingga pizza yang gurih.

    “Itu bisa berupa burger keju dan kentang goreng atau makanan Meksiko, pasta, pizza, semuanya itu gurih. Saya bukan orang yang suka makanan manis, seperti es krim atau kue. Saya lebih suka makanan gurih,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    Source  : unsplash.com / Jonas Kakaroto
  • Youtuber Mukbang Nikocado Avocado Operasi Pengangkatan Kulit usai Turun 113 Kg


    Jakarta

    Nikocado Avocado yang dikenal sebagai bintang ‘mukbang’ di YouTube, mengungkap dirinya telah menjalani operasi pengangkatan kulit. Ini dilakukan setelah berhasil menurunkan berat badannya sebanyak 113 kg.

    “Saya memiliki banyak kulit yang kendur. Saya tahu itu akan terjadi dan selalu menyembunyikannya di balik celana,” ungkap pria bernama asli Nicholas Perry itu.

    “Maka dari itu saya akhirnya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan kulit,” lanjutnya yang dikutip dari laman People.


    Awalnya, Perry hanya melakukan facelift untuk mengencangkan bagian wajahnya. Saat itu, ia belum ada pertimbangan untuk mengangkat kulit berlebih di tubuhnya karena prosesnya yang mungkin lebih rumit.

    Selama masa pemulihan, Perry berkonsultasi dengan dokter bedah untuk menjalani operasi pengangkatan kulit. Keputusan ini diambil karena ia mulai merasa terganggu dengan kulit di area perutnya.

    “Saya sedang berbelanja pakaian untuk pesta pernikahan, tidak ada yang pas, dan saya harus terus menekan perut saya ke dalam celana. Itu sangat menyebalkan dan menjijikkan dan saya berpikir harus menghilangkan ini,” tuturnya.

    Perry melakukan 360 body lift, yang menurut American Society of Plastic Surgeons dilakukan untuk menghilangkan kulit dan lemak kendur yang berlebih. Prosedur ini juga dapat memperbaiki permukaan kulit yang kendur dan tidak teratur.

    Operasi seperti yang dijelaskan Perry, dilakukan dengan sayatan yang melingkari seluruh tubuhnya, seperti ikat pinggang. Selama prosedur, tim dokter berhasil mengangkat sekitar 4,5 kg kulitnya.

    Setelah operasi, Perry membagikan hasilnya di media sosial. Ia terlihat memakai korset pinggang dan memperlihatkan penampilan barunya.

    “Saya suka hasilnya dan merasa sangat baik. Saya belum pernah merasa sebagus ini seumur hidup,” kata Nikocado, memamerkan bekas luka di bawah lengan dan di pinggangnya.

    “Saya tidak pernah merasa sebahagia ini. Saya tidak sabar untuk pergi ke pantai dan menyaksikan matahari terbit, bermeditasi, merasakan matahari, merasakan angin, dan menghirup udara itu,” pungkasnya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Wanita 24 Tahun Sukses Pangkas BB 30 Kg, Transformasinya Bikin Pangling

    Jakarta

    Seorang wanita di India sukses menurunkan berat badan hingga 30 kg hanya dalam waktu 6 bulan. Metode yang dijalani adalah defisit kalori dan olahraga teratur.

    Keberhasilan wanita bernama Sonia dalam menurunkan berat badan itu ia bagikan di media sosial Instagram pribadinya, @its.sonia086. Unggahan itu mencuri perhatian warganet dan telah ditonton sampai 3 juta kali.

    Menjalani Defisit Kalori

    Defisit kalori merupakan salah satu jenis diet yang dilakukan dengan mengurangi asupan kalori harian tubuh. Jika dilakukan dengan konsisten, defisit kalori dapat membantu menurunkan berat badan.


    Begitu juga yang dijalani Sonia selama dietnya. Ia mengurangi asupan kalorinya per hari. Setiap hari, wanita 24 tahun itu menyusun menu makannya dengan makanan tradisional India.

    Dalam salah satu videonya, Sonia biasanya minum dua gelas air sebelum makan. Ia juga memilih makan dengan piring kecil untuk membantu mengendalikan porsinya.

    Dikutip dari Food NDTV, menu makannya pun diatur agar tetap seimbang. Setengah dari porsinya diisi dengan salad dan sayuran hijau, seperempat bagian makanan kaya protein.

    Sementara seperempat sisanya diisi dengan makanan lemak sehat dan karbohidrat seperti roti atau nasi.

    Sonia juga sempat memamerkan salah satu menu makannya di akun Instagram miliknya. Dalam satu piring, terlihat ada setengah porsi tumis sayuran dan potongan buah, seperempat bagian berisi kacang-kacangan, seperempat ghee, dan seperempat bagian lainnya untuk roti.

    Rutinitas Harian Selama Diet

    Dalam unggahan lainnya, Sonia juga membagikan rutinitas harian yang mendukung penurunan berat badannya. Ia biasa bangun pukul 5 pagi, dilanjutkan dengan minum air putih dan lari.

    Setelah olahraga, ia akan makan dengan menu yang mengenyangkan dan seimbang. Tidak lupa juga minum air putih sebanyak 3-4 liter per harinya.

    Saat malam, Sonia akan melakukan latihan kardio di rumah. Meski diet, ia tetap bisa makan malam tentunya dengan menu yang seimbang.

    Makan malamnya terdiri dari sup, dada ayam, paneer (sejenis keju), telur, dan juga salad. Setelah makan, Sonia akan berjalan-jalan sebentar agar makanannya dapat terproses dengan baik.

    Menurut Sonia, untuk mencapai tujuan penurunan berat badan harus konsisten. Mulailah dengan mengubah gaya hidup, menghindari makanan seperti junk food, dan rutin berolahraga setiap hari.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Rahasia yang Bikin Warga Jepang Tetap Langsing Meski Doyan Makan Nasi

    Jakarta

    Nasi menjadi makanan yang dikonsumsi sehari-hari di Jepang, misalnya dalam bentuk sushi dan onigiri. Selain itu, nasi juga kerap dikombinasikan dengan sup, hidangan utama, dan beberapa lauk.

    Meski memakan nasi setiap hari, sebagian orang Jepang dapat menjaga tubuhnya agar tetap proporsional. Bahkan, terlihat tanpa adanya lemak di perut. Bagaimana caranya?

    Banyak ahli percaya hal tersebut terjadi karena filosofi Hara Hachi Bu yang diterapkan oleh orang Jepang. Dikutip dari Women’s Health, Hara Hachi Bu menerapkan kebiasaan makan sampai 80 persen merasa kenyang.


    Ahli diet Kouka Webb menjelaskan konsep ini sudah diterapkan masyarakat Jepang sejak lebih dari 300 tahun lalu. Konsep ini serupa dengan mindful eating, yang memperhatikan menu makanan yang dikonsumsi.

    Jika hal itu diterapkan dengan baik, seseorang akan bisa merasa kenyang dan cukup dengan porsi yang dikonsumsi.

    Webb mengungkapkan Hara Hachi Bu ini dapat membantu mengontrol berat badan. Namun, konsep ini bukanlah diet.

    “Ini mendorong seseorang untuk makan dengan penuh kesadaran dan kontrol porsi, tanpa perlu menghitung kalori yang ketat atau menghilangkan makanan tertentu,” jelasnya.

    Hara Hachi Bu disebut bisa lebih berkelanjutan dan menyehatkan. Kebiasaan ini dinilai mampu mempertahankan 1.900 kalori saja yang masuk ke dalam tubuh dalam sehari.

    “Dengan berfokus pada rasa, tekstur, dan aroma makanan, orang-orang bisa mendapatkan kepuasan lebih dari makanan mereka,” sambungnya.

    Hara Hachi Bu Jadi Rahasia Panjang Umur

    Selain mengelola berat badan, ternyata Hara Hachi Bu dipercaya menjadi resep seseorang agar bisa berumur panjang. Ahli diet Asako Miyashita membeberkan caranya.

    Hara Hachi Bu dapat membantu mengatasi masalah gastrointestinal atau sistem pencernaan, dan mendorong pola pikir yang lebih sehat. Tak hanya itu, Webb juga menyebut konsep makan ini mampu menurunkan risiko penyakit kronis, seperti kanker, stroke, dan penyakit jantung.

    (sao/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Sederet Kebiasaan yang Bikin Diet Gagal, Salah Satunya Jarang Jalan Kaki

    Jakarta

    Diet memang bukan hal yang mudah untuk dijalani. Terkadang, diet yang sudah dimulai dengan susah payah bisa berujung gagal.

    Ada banyak cara atau metode diet yang populer di masyarakat. Namun, jika tidak konsisten, hasilnya akan sulit untuk didapatkan. Salah satu penyebabnya adalah beberapa kebiasaan yang bikin diet gagal.

    Berikut beberapa kegiatan yang tidak berhubungan dengan berat badan tetapi bisa membuat diet gagal:


    1. Jarang terpapar sinar matahari

    Penelitian menunjukkan terpapar sinar matahari langsung saat pagi dapat menurunkan risiko kenaikan berat badan, terlepas dari makanan yang dikonsumsi.

    Para peneliti berteori bahwa sinar matahari pagi membantu menyinkronkan metabolisme, sehingga tubuh dapat membakar lemak lebih efisien.

    2. Langsung minum kopi saat bangun tidur

    Beberapa orang menjadikan kopi sebagai minuman pertama saat pagi. Padahal, yang dibutuhkan tubuh di pagi hari untuk membantu menurunkan berat badan adalah air putih.

    Setelah itu, baru dianjurkan minum kopi. Dengan begitu, seseorang bisa merasa lebih kenyang dan tidak akan mengkonsumsi kalori yang berlebih saat sarapan.

    3. Skip makan protein

    Jika sedang berusaha menurunkan berat badan, mengkonsumsi protein di setiap waktu makan adalah suatu keharusan. Nutrisi sangat mengenyangkan, sehingga dapat menghindari ngemil di sela waktu makan.

    Selain itu, protein juga terbukti dapat meningkatkan massa otot yang meningkatkan metabolisme dan meningkatkan pembakaran kalori setelah makan hingga 35 persen.

    4. Menghindari konsumsi susu

    Kalsium pada susu berperan penting dalam mengatur cara tubuh memetabolisme makanan. Selain itu, diet yang kaya kalsium juga dapat membantu membakar lemak lebih banyak.

    5. Jarang jalan kaki

    Rata-rata manusia menghabiskan waktu 67 jam dalam seminggu untuk duduk. Sementara itu, manusia hanya menghabiskan tujuh jam dari setiap 24 jam untuk bergerak.

    Ditambah dengan pekerjaan yang sangat tidak banyak bergerak, membakar 100 kalori lebih sedikit per hari dibandingkan 50 tahun yang lalu. Untuk membantu menurunkan berat badan, cobalah rutin untuk berjalan kaki.

    Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Society of Nephrology, berjalan kaki selama dua menit setiap jam dapat mengimbangi efek dari terlalu banyak duduk.

    6. Tidak tidur cukup awal

    Menurut sebuah studi, tidur selama delapan setengah jam setiap malam dapat mengurangi keinginan untuk makan junk food hingga 62 persen. Bahkan cara ini dapat mengurangi nafsu makan secara keseluruhan hingga 14 persen.

    Peneliti Mayo Clinic mencatat temuan serupa. Dalam studi tersebut, orang dewasa yang tidur 1 jam 20 menit lebih awal dapat mengontrol konsumsi kalori per harinya.

    (sao/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Transformasi Wanita Turun 72 Kg Berkat Diet GLP-1, Seperti Beda Orang


    Jakarta

    Viral di TikTok seorang wanita membagikan transformasinya sukses turun berat badan dengan diet GLP-1. Metode ini menggunakan obat diabetes untuk menekan nafsu makan.

    “Bisakah kau percaya Ozempic melakukan ini?” tulisnya di salah satu video unggahannya di akun @amyinhalf yang sudah dilihat lebih dari 8 juta pengguna.

    Amy Kane (35) pernah berbobot 136 kg sebelum akhirnya memutuskan untuk mengubah pola hidupnya. Kenaikan berat badannya juga dipicu karena kondisi PCOS atau polycystic ovary syndrome.


    Kondisi itu membuatnya sering merasa lapar yang membuat dia makan berlebihan. Selain itu Amy juga berjuang melawan depresi pasca persalinan yang memicu dia makan banyak untuk meredakan emosinya.

    “Penurunan berat badan selalu menjadi tantangan yang sangat besar bagi saya,” katanya kepada Newsweek.

    “Hal ini menyebabkan pola makan yang tidak teratur selama bertahun-tahun dan hubungan yang tidak sehat dengan makanan,” tuturnya.

    Saat ini, ia makan secukupnya, dengan fokus pada protein dan hidrasi. Ia tidak membatasi diri atau menghilangkan kelompok makanan, tetapi makan dengan penuh kesadaran.

    Ke depannya, ia berencana untuk melakukan operasi pengecilan perut, atau abdominoplasti, prosedur bedah kosmetik yang menghilangkan kelebihan lemak dan kulit dari perut sekaligus mengencangkan otot perut.

    Menurut University of Chicago Medicine, obat-obatan seperti Ozempic, Wegovy, Zepbound, dan Mounjaro telah ada selama bertahun-tahun, tetapi baru-baru ini menjadi berita utama karena popularitasnya yang meningkat sebagai agen penurun berat badan.

    Obat-obatan ini termasuk dalam kelas yang dikenal sebagai agonis reseptor peptida-1 mirip glukagon (GLP-1RA), yang meniru hormon (GLP-1) dalam tubuh yang membantu mengendalikan kadar insulin dan glukosa darah sekaligus meningkatkan rasa kenyang.

    (kna/kna)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Ternyata Ini Waktu Terbaik Sarapan dan Makan Malam untuk Hilangkan Lemak Perut


    Jakarta

    Peneliti telah menentukan waktu terbaik untuk sarapan dan makan malam jika ingin menghilangkan lemak perut. Sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti Spanyol menunjukkan bahwa diet seseorang juga dapat membantu menghilangkan lemak perut, semuanya berkaitan dengan waktu makan.

    Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin oleh Universitas Granada dan Universitas Negeri Navarra meneliti manfaat puasa intermiten dalam hal mengurangi lemak.

    Puasa intermiten mengacu pada tidak makan untuk jangka waktu yang lama, sering kali dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori pada hari-hari tertentu dalam sepekan atau tidak makan di antara waktu makan malam dan waktu makan pertama pada hari berikutnya.


    Salah satu jenis puasa intermiten yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir melibatkan pengurangan jumlah jam yang dihabiskan untuk makan dan perpanjangan jam puasa-tidak makan-setiap hari. Ini dikenal sebagai makan dengan pembatasan waktu.

    Dalam penelitian tersebut, waktu makan peserta dikurangi menjadi 6-8 jam. Penelitian tersebut melibatkan 197 peserta berusia antara 30 dan 60 tahun yang mencoba tiga metode puasa berbeda selama 12 minggu. Berikut ini pembagiannya.

    Puasa dini: makan antara pukul 9 pagi dan 5 sore (49 peserta)

    Puasa larut: makan antara pukul 2 siang dan 10 malam (52 peserta)

    Puasa yang dipilih sendiri: memilih slot waktu makan yang diinginkan, biasanya antara pukul 12 malam dan 8 malam (47 peserta)

    49 peserta sisanya mengikuti program edukasi gizi tentang diet Mediterania dan gaya hidup sehat.

    Temuan penelitian mengungkapkan bahwa puasa intermiten tidak lebih efektif daripada program nutrisi dalam mengurangi lemak visceral, lapisan lemak yang berada lebih dalam di rongga perut dan mengelilingi organ vital.

    Namun, kelompok yang berpuasa, terlepas dari jenis puasa mereka, kehilangan lebih banyak berat badan (rata-rata 3 hingga 4 kg) dibandingkan dengan peserta yang makan secara normal.

    Kelompok yang berpuasa lebih dini kehilangan lebih banyak lemak subkutan perut dibandingkan kelompok lain yang kehilangan lebih banyak lemak subkutan perut, yakni lemak yang berada tepat di bawah kulit perut. Artinya, sarapan pada pukul 9 pagi dan makan malam sebelum pukul 5 sore bisa jadi cara terbaik, menurut penelitian yang dipublikasikan di Nature Medicine.

    Seorang profesor madya di Fakultas Ilmu Olahraga di Universitas Granada, Jonatan Ruiz, mengatakan kepada Sun Health mengatakan makan dengan batasan waktu, khususnya menyelesaikan makan sebelum pukul 5 sore, bisa menjadi strategi praktis dan efektif untuk mengelola berat badan dan mengurangi lemak perut setelah periode makan berlebihan.

    “Pendekatan ini selaras dengan ritme sirkadian alami, yang meningkatkan kesehatan metabolisme dan pengurangan lemak,” katanya, dikutip dari The Sun.

    “Jika Anda sarapan sekitar pukul 8 pagi dan makan terakhir sekitar pukul 10 malam, ini berarti jendela makan Anda sekitar 14 jam sedangkan jendela puasa Anda adalah 10 jam,”

    Makan pada waktu yang tidak teratur atau larut malam dapat mengganggu ritme biologis tubuh dan meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan diabetes tipe 2 , klaim tim studi.

    (suc/suc)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied
  • Tetap Makan Nasi, Sesimpel Ini Diet Wanita Lombok Pangkas BB Lebih dari 40 Kg


    Jakarta

    Kata siapa diet harus sepenuhnya menghindari nasi? Pemilik akun TikTok @isatanrodiah berhasil membuktikan keberhasilan diet bahkan bobot tubuhnya menyusut hingga lebih dari 40 kg. Sebagai mantan obesitas, Isa sempat tidak menyangka kini berhasil mencapai berat badan ideal di 54 kg.

    Pasalnya, selama dinyatakan obesitas, wanita di Lombok itu kerap mendapat ejekan bahkan hinaan tak akan pernah kurus semasa hidupnya. Adapun gendut yang dialami Isa sempat dikaitkan dengan genetik.

    Isa memilih tidak menghindari nasi, untuk tetap mendapatkan asupan karbo di kegiatan sehari-harinya. Berikut pola makan Isa yang memilih diet intermittent fasting:


    “Jadi aku 16 jam puasa, delapan jam bebas makan,” terang dia.

    06:00: minum air putih
    06:30: jalan kaki 30 menit
    12:00: makan siang, nasi, sayur, sumber protein, minum air putih
    13:00: camilan buah dan snack rendah kalori, minum air putih
    18:00 makan malam nasi, sayur, sumber protein.
    19:00: camilan buah

    “Tidak boleh begadang, kualitas tidur harus teratur, jangan lupa sebelum tidur juga minum air putih. Aku sehari minum 2 liter air putih,” terangnya.

    BACA JUGA:

    Wanita berusia 21 tahun itu menyebut tantangan besar selama diet adalah godaan makanan tinggi tepung dan gula. Ia kerap harus menahan, meskipun sesekali masih menyempatkan waktu ‘cheating day’ satu hari dalam sepekan.

    “Tantangan terbesar aku itu pas lihat teman-teman makan gorengan dan lain-lain, sama kadang juga ada waktunya bosen ngejalanin diet, tapi balik lagi ke tujuan awal aku,” tuturnya.

    “Dan selama aku diet, orangtuaku juga mengontrol apa yang aku makan,” pungkas dia.

    BACA JUGA:

    (naf/naf)

    Sumber : health.detik.com

    Alhamdulillah sehat wal afiyat اللهم صل على رسول الله محمد
    image : unsplash.com / Jonas Weckschmied