Month: December 2025

  • Jangan Pakai 2 Warna Seprai Ini, Bikin Kutu Kasur Berdatangan



    Jakarta

    Salah satu hewan yang senang hidup di kasur adalah kutu kasur. Hewan kecil penghisap darah ini pernah menjadi wabah di Eropa beberapa tahun lalu karena gigitannya dapat menyebabkan rasa gatal, luka, hingga infeksi kulit.

    Keberadaan kutu kasur sulit ditemukan karena hewan ini aktif saat malam hari di saat manusia tengah tertidur. Mereka muncul karena tertarik pada karbon dioksida dan panas yang dikeluarkan manusia saat tidur.

    Cara membasmi kutu kasur adalah dengan rajin membersihkan kasur, mulai dari menyedot debu dengan vacuum cleaner, menggunakan kasur baru bukan bekas terutama setelah terendam banji, dan menjaga kebersihan kasur.


    Selain itu, dilansir CNN, ada satu faktor lain yang membuat kutu kasur tertarik hidup di kasur adalah warna seprai yang dipakai gelap seperti hitam dan merah tua. Lho kenapa gitu?

    Hal ini sudah dibuktikan dalam sebuah penelitian berjudul Journal of Medical Entomology pada 2016 lalu. Penelitian itu menguji kutu kasur yang diletakkan di cawan petri dengan ‘tenda’ yang berbeda warna.

    Hasilnya menunjukkan jika kutu kasur langsung berlari menuju tenda warna hitam dan merah dibandingkan tenda berwarna terang, seperti putih, kuning, atau hijau.

    Dalam sebuah penelitian urban entomologi Universitas Florida, ilmuwan Roberto Pereira mengatakan kutu kasur menyukai warna gelap karena dapat memberikan perlindungan lebih dari serangga yang lebih besar, seperti laba-laba dan semut.

    Alasan lainnya adalah kutu kasur salah mengira warna merah dan hitam sebagai warna teman-teman mereka. Sebenarnya warna kutu kasur adalah merah kecoklatan, tetapi saat jumlahnya banyak warna tersebut lebih terlihat hitam dan merah.

    “Alasan lainnya mungkin karena warna-warna cerah membuat serangga ini terpapar dan semakin sering serangga terpapar, semakin banyak mereka kehilangan air, dan jika kehilangan banyak air, mereka akan mati atau harus makan lagi,” ujar Pereira, dikutip dari CNN, Jumat (2/8/2025).

    “Sulit untuk mengetahui apa yang ‘dipikirkan’ oleh kutu kasur, jika kita bisa menggunakan terminologi tersebut,” tambahnya.

    studio shot of black themed bedding sheets and white pillowstudio shot of black themed bedding sheets and white pillow Foto: Getty Images/Suradech14

    Meskipun begitu, Pereira menegaskan warna seprai tidak menjadi faktor utama kutu kasur ditemukan di kasur. Faktor utamanya tetap karena kutu kasur menyukai suhu tubuh manusia, karbon dioksida, dan darah. Jika ketiga faktor tersebut ditemukan, mereka bisa bersarang di kasur meskipun seprai yang digunakan berwarna terang seperti putih, hijau, atau kuning.

    Hal lain yang perlu diketahui adalah kutu kasur tidak hanya ditemukan di kasur, melainkan bisa di barang-barang berbusa di rumah berbulu dan penuh debu seperti kursi, sofa, karpet, atau wallpaper dinding.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menambal Keramik Pecah dengan Rapi


    Jakarta

    Keramik adalah salah satu pelindung lantai yang memiliki ketahanan yang cukup kuat. Kekurangannya adalah apabila pemasangannya asal-asalan, permukaannya bisa pecah dan retak.

    Kondisi keramik lantai yang sudah pecah atau retak agak sulit diperbaiki karena tidak mudah untuk dibongkar. Mau tidak mau harus ada cara lain yang lebih efektif untuk memperbaiki keramik lantai yang pecah.

    Salah satunya adalah dengan cara ditambal apabila bagian pecahannya masih berada di tempat atau retakannya tidak begitu dalam.


    Dilansir Family Handyman berikut cara menambal keramik lantai yang pecah.

    1. Bersihkan Permukaan Keramik yang Pecah

    Mulai dengan membersihkan area yang akan diperbaiki. Hal ini penting terutama jika retakan sudah ada cukup lama dan kotor. Untuk area yang pecah atau retak dengan tepi tajam, bagian yang tajam tersebut perlu diampelas terlebih dahulu dengan amplas halus.

    Cara membersihkannya bisa dengan sikat yang lembap dan lembut serta sabun cuci piring. Apabila ada genangan air, keringkan memakai tisu kertas. Setelah area tersebut bersih dan kering, keramik siap untuk ditambal.

    2. Tambahkan Nat

    Untuk ubin yang berwarna-warni dengan permukaan yang tidak mengkilap, cara menyamarkan retakan atau pecahannya bisa dengan menambal menggunakan nat. Hasilnya nanti permukaannya akan mulus. Nat yang dipakai harus memiliki warna yang sama atau mendekati dengan warna keramik yang pecah atau retak.

    Biarkan nat mengering. Biasanya membutuhkan waktu 20-30 menit. Bersihkan sisa residu dengan spons nat.

    3. Cat

    Sebenarnya cat bukan solusi permanen untuk mengatasi pecahan pada ubin. Cara ini hanya bisa dipakai untuk retakan pada ubin yang kondisinya tidak begitu dalam.
    Pilih cat berbahan dasar air yang sesuai dengan warna ubin atau beli cat khusus ubin keramik. Oleskan cat ke area keramik yang rusak memakai kuas. Pastikan cat mengisi rongga yang ada di keramik. Setelah cat mengering, aplikasikan lapisan akrilik bening berbahan dasar air agar menutupi rongganya. Kemudian, pilih hasil akhir permukaan yang sesuai, seperti matte, satin, atau gloss.

    4. Cat Epoksi

    Untuk retak yang cukup dalam, bisa memakai cat epoksi. Caranya dengan mengisi retakan atau serpihan. Terus tuang cat poksi dan pengampelas hingga area yang rusak rata dengan permukaan ubin. Terakhir, cat dan finishing area yang baru diperbaiki tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Menghemat Listrik Tanpa Mengurangi Kenyamanan


    Jakarta

    Tagihan listrik merupakan pembayaran wajib bagi penghuni rumah per bulannya. Besar tagihan tersebut dapat berbeda-beda. Jika memakai token listrik, batas pemakaian listrik tergantung pada jumlah daya yang dibeli.

    Meskipun pembayaran listrik merupakan kewajiban, pemilik rumah bisa lho menyiasati agar biaya pemakaian listrik tidak begitu mahal. Caranya dengan menghemat pemakaian listrik di rumah

    Dilansir The Times of India, berikut tips menghemat listrik tanpa merusak kenyamanan.


    Tips Hemat Listrik di Rumah

    1. Strategi Pasang AC

    Tidak bisa dipungkiri, saat ini hampir setiap rumah memakai AC sebagai perangkat pendingin udara paling praktis. Pada kenyataannya penggunaan AC ini salah satu penyedot daya terbesar pada listrik rumah.

    Jika pemilik rumah tetap ingin memakai AC, tapi dengan listrik yang hemat coba ikuti trik ini. Atur suhu AC 24 celsius sambil kipas untuk mendinginkan udara di dalam ruangan. Sebab, semakin rendah suhu AC, semakin banyak listrik yang digunakan.

    2. Manfaatkan Pencahayaan Alami

    Salah satu cara menghemat listrik di rumah adalah meminimalisir penggunaan lampu. Buat banyak ventilasi cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Bisa dengan membuat jendela yang lebar dan besar, atau skylight yang bisa menerangi baik siang dan malam. Bisa juga mematikan lampu utama, lalu hanya menyalakan lampu tambahan yang wattnya lebih kecil di rumah saat tidak begitu dibutuhkan.

    3. Pakai Bohlam LED

    Untuk lampu utama, pilih yang hemat listrik. Bisa dengan membeli bohlam LED karena jenis lampu satu ini tidak menggunakan begitu banyak listrik. LED bisa menghemat 80 persen energi dan tahan lama. Meski bohlam ini lebih mahal, biaya listrik ke depannya lebih murah.

    4. Cabut Aliran Listrik yang Tak Terpakai

    Perlu diingat setiap perangkat listrik, termasuk kabel, sebaiknya dicabut apabila tidak digunakan. Sebab, listrik tetap akan terpakai apabila tidak dicabut dari stop kontak. Selain itu, membiarkan kabel masih tersambung ke stop kontak juga berbahaya apabila terjadi korsleting listrik.

    5. Pilih Perangkat Hemat Energi

    Selain lampu yang hemat energi, coba pilih perangkat elektronik yang berjenis sama. Harga perangkat tersebut mungkin terasa mahal di awal, tetapi selanjutnya akan menguntungkan karena bisa hemat listrik.

    6. Hemat Penggunaan Mesin Cuci

    Salah satu perangkat yang menyita daya listrik cukup tinggi adalah mesin cuci. Pastikan mesin cuci terisi penuh saat hendak mencuci pakaian. Penggunaan tenaga dan air akan lebih optimal dalam sekali waktu, sehingga tidak perlu buang-buang listrik mencuci terlalu sering.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal yang Menyebabkan Kamar Mandi Tergenang Air



    Jakarta

    Kamar mandi yang sering tergenang air bisa bikin tidak nyaman dan bahkan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan maupun kerusakan struktur rumah. Air yang tak kunjung surut bisa menjadi sarang nyamuk, memicu lumut, dan menyebabkan lantai jadi licin hingga membahayakan.

    Masalah ini ternyata umum terjadi di banyak rumah, terutama yang sudah lama berdiri atau yang sistem drainasenya kurang optimal. Lantas, apa saja penyebab kamar mandi tergenang air? Simak 6 penyebab umumnya berikut ini.

    1. Saluran Pembuangan Tersumbat

    Penyebab paling umum adalah saluran pembuangan yang tersumbat. Biasanya, sumbatan berasal dari rambut rontok, sabun, sampah kecil, atau endapan kotoran lainnya. Jika saluran sudah mampet, air pun sulit mengalir dan akhirnya menggenang.


    Menurut laman The Spruce, penyumbatan ringan bisa diatasi dengan larutan baking soda dan cuka, atau menggunakan alat seperti plumbing snake. Namun, untuk sumbatan parah, sebaiknya panggil jasa sedot WC atau tukang ledeng profesional.

    2. Kemiringan Lantai Tidak Sesuai

    Kemiringan lantai kamar mandi sangat penting untuk membantu aliran air menuju lubang pembuangan. Jika kemiringannya kurang atau bahkan rata, air akan menggenang dan tidak mengalir dengan baik.

    Mengutip laman Houzz, idealnya kemiringan lantai kamar mandi adalah sekitar 1-2% atau setara 1-2 cm setiap 1 meter ke arah floor drain. Jika kemiringannya tidak sesuai, perlu dilakukan renovasi ringan dengan cara mengupas dan meratakan ulang lantai.

    3. Floor Drain Kecil atau Tertutup

    Ukuran lubang pembuangan yang terlalu kecil juga bisa menyebabkan air tertahan. Apalagi jika floor drain sering tertutup kotoran atau penutupnya tidak memiliki lubang yang cukup besar. Cek apakah tutup lubang pembuangan perlu diganti dengan model yang lebih baik.

    Sumber dari Bob Vila, pakar renovasi rumah asal AS, menyarankan menggunakan penutup floor drain berbahan stainless steel dengan lubang lebar agar aliran air tidak terhambat.

    4. Penumpukan Sabun dan Sisa Sampo

    Sisa-sisa sabun, sampo, dan produk mandi lainnya bisa mengendap di saluran air dan menciptakan lapisan licin yang memperlambat aliran. Jika dibiarkan terus-menerus, endapan ini bisa mengeras dan memperparah sumbatan.

    Solusinya, bersihkan secara berkala saluran pembuangan dengan air panas dan cairan pembersih khusus yang aman untuk pipa.

    5. Kerusakan Pipa atau Sambungan

    Pipa yang bocor atau sambungan yang tidak rapat bisa menyebabkan air kembali keluar dan tergenang di permukaan lantai kamar mandi. Selain itu, air juga bisa merembes ke dinding atau bagian rumah lainnya.

    Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan seperti rembesan di dinding, bau tidak sedap, atau lantai yang selalu basah, segera lakukan pemeriksaan pipa.

    6. Volume Air yang Berlebihan

    Kadang-kadang, volume air dari shower atau keran terlalu deras sehingga melebihi kapasitas saluran pembuangan. Hal ini bisa menyebabkan air menggenang sesaat, terutama jika floor drain tidak cukup besar atau dalam kondisi kurang bersih.

    HomeAdvisor, platform jasa rumah tangga asal Amerika Serikat, menyarankan untuk menyesuaikan tekanan air, terutama jika menggunakan shower dengan tekanan tinggi.

    Agar kamar mandi tetap kering dan nyaman, bersihkan saluran pembuangan minimal seminggu sekali, cek kemiringan lantai secara berkala, dan hindari membuang kotoran ke lubang drainase.

    Jika masalah tetap berlanjut, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tukang bangunan atau jasa profesional untuk mengecek kondisi kamar mandi secara menyeluruh.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Pengusir Nyamuk yang Mudah Dirawat


    Jakarta

    Kehadiran nyamuk kerap mengganggu manusia. Selain gigitannya yang bikin gatal-gatal, nyamuk juga bisa memicu penyakit DBD atau Demam Berdarah Dengue.

    Salah satu solusi untuk membasmi nyamuk di rumah adalah dengan menggunakan obat semprot nyamuk. Namun, kandungan zat dan aromanya dapat membahayakan manusia jika dihirup terlalu lama.

    Namun jangan khawatir, kamu masih bisa mengusir nyamuk dengan menanam beberapa jenis tanaman. Bahkan, tanaman ini juga mudah dirawat lho. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Pengusir Nyamuk yang Mudah Dirawat

    Ada sejumlah tanaman pengusir nyamuk yang disebut efektif dan mudah dirawat. Dilansir situs Real Simple dan Garden Design, berikut daftarnya:

    1. Lavender

    Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukFoto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

    Lavender merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan untuk mengusir nyamuk. Aroma dari tanaman ini tidak disukai nyamuk, lalat, dan kecoak sehingga memilih untuk menghindar.

    Lavender termasuk tanaman yang dapat bertahan hidup di kondisi kering dan hanya membutuhkan sedikit sinar matahari. Meski begitu, lavender dapat tumbuh subur di daerah yang lebih hangat.

    “Lavender menyukai udara panas dan kering, jadi cocok untuk musim panas,” ujar pakar tanaman Carmen Johnston.

    2. Serai

    Tips memasak dengan seraiFoto: Getty Images/iStockphoto

    Sama seperti lavender, aroma serai yang menyengat membuat nyamuk memilih untuk ‘putar balik’. Tanaman yang juga disebut sereh ini juga efektif mengusir hama di halaman rumah.

    Serai termasuk tanaman yang mudah dirawat karena dapat tumbuh besar. Cukup ditanam di dalam pot besar dan letakkan di area yang terkena cukup sinar matahari.

    3. Rosemary

    Tanaman yang satu ini kerap digunakan sebagai bumbu masak agar lebih wangi dan sedap. Selain itu, rosemary ternyata juga ampuh untuk mengusir nyamuk di rumah lho.

    Rosemary dapat tumbuh subur di iklim panas dan kering. Kamu bisa menanamnya di dalam pot lalu diletakkan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung.

    4. Mint

    Mint termasuk salah satu tanaman yang efektif mengusir nyamuk, lalat, dan semut. Aroma kuat dari mint membuat serangga hingga hama memilih menjauh sehingga tidak akan masuk ke dalam rumah.

    Menanam mint juga terbilang mudah. Kamu bisa menanamnya di pot dan diletakkan di teras rumah. Bahkan, kamu bisa memetik daun mint untuk dikonsumsi atau digunakan sebagai pengusir serangga di dalam rumah.

    “Sebaiknya tanam mint di dalam pot dan petik daunnya secara teratur agar tanaman tetap dalam kondisi terbaiknya,” kata pakar gaya hidup Peyton Lambton.

    5. Basil

    Aroma kuat dari basil atau kemangi ternyata dinilai ampuh mengusir serangga seperti nyamuk. Pakar penata tanaman Chris Lambton mengatakan merawat tanaman basil terbilang mudah, pastikan dalam kondisi lembap, selalu cek saluran airnya, dan letakkan di lokasi yang banyak terkena sinar matahari langsung.

    “Pastikan tanaman ini mendapatkan sinar matahari penuh selama 6-8 jam setiap hari dan tanahnya harus lembap serta memiliki drainase yang baik,” pungkasnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC, Bikin Tagihan Listrik Bengkak!


    Jakarta

    Hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan AC bukan hanya soal pengaturan suhu, melainkan posisi AC tersebut. Posisi AC bukan hanya untuk menentukan arah angin berhembus, posisi tersebut sebaiknya tidak mengenai benda-benda tertentu karena bisa membuat tagihan listrik naik.

    Dilansir Better Homes & Gardens berikut beberapa benda yang tidak boleh diletakkan tepat di bawah AC.

    Benda Ini Jangan Ditaruh di Bawah AC

    1. Furnitur Besar

    Furniture besar di sini dimaksudkan adalah lemari, rak buku, atau benda yang cukup tinggi dan besar yang dapat menghalangi udara AC mengalir ke seluruh ruangan. Rak dan lemari memang tidak akan mudah rusak hanya karena udara dingin AC, tetapi AC akan bekerja lebih keras agar ruangan bisa dingin merata.


    2. Kompor dan Oven

    Pemasangan AC pada dapur juga tidak bisa sembarangan karena terdapat dua elemen yang bertolak belakang di ruangan ini. Elemen pertama adalah api yang menimbulkan panas, dan kedua adalah angin dari AC yang menyejukkan ruangan. Sebaiknya AC tidak diarahkan langsung ke kompor, oven, pemanggang roti, microwave, atau penanak nasi.

    Peralatan tersebut dapat mengeluarkan suhu panas ketika digunakan. Jika kamu memasang AC di dekat kedua barang tersebut, AC harus bekerja lebih ekstra untuk mendinginkan ruangan. Di sisi lain, tagihan listrik bisa membengkak gara-gara harus mengatur suhu AC paling rendah.

    3. Barang Elektronik

    Setiap ruangan tidak bisa terlepas dari keberadaan barang elektronik seperti TV, konsol game, laptop, dan komputer. Ternyata meletakkan perangkat elektronik tepat di bawah AC itu tidak dianjurkan karena AC akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan dan benda elektronik tersebut yang juga menghasilkan panas

    4. Tanaman Hidup

    Tidak semua tanaman bisa hidup di ruangan AC. Aliran udara dingin dari AC secara langsung bisa berdampak langsung pada kesehatan, pertumbuhan, dan penampilan tanaman hias. Ada jenis tanaman yang menyukai hidup di lingkungan yang hangat dan lembap. Udara yang terlalu dingin justru membuat tanaman dehidrasi serta membuat daunnya mengerut, layu, kering, atau berubah warna.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    Simak juga Video ‘Meski di Ruang Ber-AC, Tubuh Tetap Mengeluarkan Cairan Lho’:

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Perlukah Lantai Dipel Setiap Hari? Ini Anjurannya


    Jakarta

    Bersih-bersih rumah dapat dilakukan dengan menyapu dan mengepel lantai. Setelah lantai disapu maka debu dan kotoran langsung terangkat seluruhnya.

    Setelah menyapu lantai biasanya dilanjutkan dengan mengepel. Namun, tidak semua orang melakukan kebiasaan ini karena ada sebagian yang hanya menyapu lantai secara rutin, sedangkan mengepel lantai dilakukan sesekali saja.

    Sebenarnya, apakah perlu mengepel lantai setiap hari? Dilansir situs Angi, ternyata ketentuan waktu untuk mengepel lantai bisa disesuaikan dengan banyak aktivitas yang dilakukan di rumah.


    Misalnya, rumah kamu kedatangan banyak tamu dan mereka sering kali bolak-balik ke dapur, kamar mandi, dan ruang tamu. Setelah para tamu pulang, tentu lantai harus dipel agar tidak lengket.

    Begitupun jika kamu seharian berada di rumah, lantai harus dipel setiap hari agar tidak lengket. Bahkan dianjurkan mengepel sebanyak dua kali dalam sehari, yakni saat pagi dan sore.

    Sedangkan untuk area dapur, mengepel lantai juga dianjurkan setelah selesai masak. Sebab, cipratan minyak, air, atau remah-remah makanan kerap jatuh ke lantai dan akhirnya bikin kotor.

    Selain itu, area ruang makan juga perlu dipel setelah makan siang dan malam. Terkadang, ada sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai dan tidak disadari oleh penghuni rumah. Jika dibiarkan maka bisa memancing semut, cicak, kecoak, dan tikus untuk datang.

    Lalu, untuk area di dekat pintu masuk dan ruangan yang sering menjadi tempat lalu lalang dianjurkan dipel setiap dua minggu sekali. Namun saat musim hujan, lantai sebaiknya dipel setelah hujan reda agar tidak basah dan licin.

    Ruang keluarga dan ruang tamu juga perlu dipel, terutama setelah digunakan. Soalnya, kotoran dan debu dari luar bisa terbawa masuk ke dalam sehingga lantai terasa tidak nyaman. Selain itu, bisa saja ada sisa camilan yang jatuh ke lantai sehingga wajib disapu dan dipel.

    Ini Akibat Jika Jarang Mengepel Lantai

    Jika kamu jarang mengepel lantai maka akan terasa lengket, berpasir, dan kasar saat diinjak. Apalagi kamu termasuk orang yang tidak menggunakan alas kaki selama di rumah, tentu lantai akan terasa sangat kotor.

    Di sisi lain, lantai yang kotor dan jarang dipel dapat menjadi tempat berkumpulnya serbuk sari, kotoran, dan debu yang memicu penumpukan alergen, bakteri, hingga jamur. Jika dibiarkan maka dapat mencemari rumah dan menciptakan lingkungan yang tidak higienis. Tak hanya menimbulkan bau tak sedap di rumah, tapi juga bisa mengganggu kesehatan para penghuninya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kamitetep Masih Sering Muncul di Rumah? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Ada beberapa serangga yang kerap muncul di rumah, salah satunya adalah kamitetep. Sebagai informasi, kamitetep atau Phereoeca uterella merupakan serangga sejenis ngengat yang memiliki bentuk seperti biji labu.

    Bentuknya yang unik membuat sejumlah orang mengira kamitetep adalah butiran pasir yang menggumpal di sudut rumah. Padahal kalau diperhatikan lebih detail, pada salah satu bagian ujungnya ada berwarna cokelat.

    Munculnya kamitetep membuat rumah jadi terkesan kotor. Selain itu, serangga kecil ini bisa menyebabkan gatal-gatal atau iritasi jika dipegang secara langsung.


    Kamitetep biasanya menempel pada tembok, sudut ruangan, atau kolong furnitur. Serangga ini bergerak secara perlahan sehingga kerap tidak disadari oleh penghuni rumah.

    Membasmi kamitetep bisa menggunakan sabun cuci piring yang dicampur dengan air. Selain itu, kamu juga bisa meletakkan kamper di lemari jika ditemukan ada kamitetep di pakaian.

    Jika kamitetep kembali muncul di rumah, berarti ada celah atau kebiasaan buruk yang membuat serangga tersebut datang lagi. Ketahui sejumlah penyebabnya dalam artikel ini.

    Penyebab Kamitetep Muncul Lagi di Rumah

    Dilansir situs Bugwiz, berikut sejumlah penyebab kamitetep muncul lagi di rumah:

    1. Jarang Membersihkan Rumah

    Alasan utama kamitetep bisa muncul lagi karena rumah jarang dibersihkan bahkan sampai berbulan-bulan. Ruangan atau area yang kotor di rumah dapat dipenuhi oleh kepompong kamitetep.

    Serangga kecil ini umumnya ditemukan di kamar mandi, kamar tidur, garasi, dan dapur. Kamitetep dapat menempel di dinding, loteng, kayu, batu-bata, dan plesteran.

    2. Lingkungan yang Memadai

    Kamitetep mencari tempat untuk hidup dan berkembang biak yang lembap, panas, tertutup, dan minim gangguan. Apabila terdapat ruangan di rumah yang punya kondisi seperti itu, maka tak heran kamitetep akan muncul kembali meski sebelumnya sudah dibasmi.

    3. Terdapat Sumber Makanan

    Agar bisa bertahan hidup tentu kamitetep membutuhkan makanan. Para ahli entomologi mengatakan kamitetep kebanyakan dapat hidup berdampingan dengan manusia.

    Temuan lainnya mengungkapkan kamitetep senang hidup di dekat laba-laba. Soalnya, mereka akan memakan sisa yang dibuang laba-laba dan sutra dari jaringnya. Selain itu, kamitetep juga dapat memakan serangga mati.

    Rumah yang jarang dibersihkan dapat memunculkan laba-laba dan juga serangga lainnya, sehingga jadi tempat yang nyaman untuk kamitetep berkembang biak karena menemukan sumber makanan yang banyak.

    4. Ada Celah Masuk Rumah

    Kamitetep sebenarnya berasal dari luar rumah, tapi kamitetep betina dewasa yang sudah kawin akan masuk rumah untuk bertelur. Mereka bisa masuk karena menemukan celah kecil di rumah.

    Selain itu, kamitetep juga bisa masuk ke rumah karena ikut terbawa. Mungkin penghuni rumah tidak sadar jika pakaian atau benda yang dibawa ternyata ada kamitetep. Alhasil, serangga kecil itu bisa tinggal dan berkembang biak di rumah.

    Cara Membasmi Kamitetep

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu bisa membasmi kamitetep cukup dengan menggunakan sabun cuci piring. Ikuti langkah-langkahnya di bawah ini:

    • Siapkan wadah besar dan isi sekitar 3-4 liter air
    • Campur 2 sendok makan sabun cici piring ke dalam wadah
    • Aduk secara perlahan agar cairan tersebut tidak mengandung banyak busa
    • Tusuk kepompong kamitetep agar tidak bergerak sekaligus membuat lubang kecil
    • Lalu semprotkan atau tuang cairan sabun cuci piring tersebut ke kamitetep.

    Demikian penjelasan mengapa kamitetep bisa muncul lagi di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Atasi Lembap di Dinding Samping Rumah


    Jakarta

    Dinding rumah yang lembap bukan cuma bikin tampilan jadi kusam, tapi juga bisa menimbulkan masalah serius. Mulai dari cat yang mengelupas, jamur, hingga potensi penyakit akibat udara lembap yang tidak sehat.

    Masalah ini kerap terjadi di bagian dinding samping rumah yang langsung terpapar hujan, panas, atau kelembapan tanah. Kalau dibiarkan terlalu lama, dinding bisa rusak dan biaya perbaikannya pun jadi membengkak.

    Lalu, bagaimana cara mengatasi dinding lembap, terutama di area samping rumah? Simak 3 langkah berikut, dilansir dari Home Building and Renovating dan New Line Painting.


    1. Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan cat yang sudah terkelupas. Tujuannya agar permukaan dinding kembali rata dan tidak menumpuk jamur atau kotoran.

    Gunakan alat pengikis cat untuk membersihkan bagian yang rusak. Jika ada noda membandel seperti minyak atau lumut, bersihkan terlebih dulu dengan air sabun dan lap bersih. Permukaan yang bersih akan memudahkan proses perbaikan berikutnya.

    2. Cek Sumber Kelembapan

    Setelah dinding dibersihkan, kamu perlu cari tahu penyebab utama kelembapannya. Apakah karena rembesan air hujan, pipa bocor, atau ada retakan kecil di dinding yang membuat air meresap dari luar?

    Retakan halus atau lebar bisa menjadi jalan masuk air yang membuat tembok lembap dari dalam. Di sisi lain, pipa air yang bocor juga sering jadi penyebab yang tak terlihat. Kalau sumber masalahnya tidak diatasi, dinding akan terus-menerus lembap meski sudah dicat ulang berkali-kali.

    3. Gunakan Cat Dasar dan Cat Ulang

    Setelah memastikan dinding kering dan bebas dari masalah struktural, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar (primer). Pilih primer yang khusus untuk area lembap agar bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap jamur dan rembesan air.

    Setelah itu, cat ulang tembok menggunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang tahan cuaca. Untuk dinding luar rumah, penting memilih cat yang punya ketahanan terhadap sinar matahari, hujan, dan kelembapan tinggi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membuat Rumah Tetap Sejuk Tanpa AC



    Jakarta

    Cuaca belakangan ini terasa makin ekstrem. Siang hari begitu panas menyengat, sementara sore hari bisa tiba-tiba berubah menjadi mendung dan lembap. Akibatnya, kondisi dalam rumah pun kerap terasa gerah dan pengap.

    Mengandalkan pendingin ruangan (AC) memang menjadi solusi cepat untuk mengatasi panas, namun penggunaan AC terus-menerus bisa berdampak pada tagihan listrik yang membengkak. Tak hanya itu, sirkulasi udara yang terlalu tertutup akibat AC juga bisa berpengaruh pada kesehatan, seperti kulit kering atau iritasi saluran pernapasan.

    Lalu, bagaimana agar rumah tetap terasa sejuk tanpa harus bergantung pada AC? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan, dilansir berbagai sumber.


    1. Gunakan Kaca Film Surya

    Salah satu cara efektif mencegah panas masuk ke dalam rumah adalah dengan memasang kaca film surya pada jendela. Kaca film ini bekerja menghalau sinar matahari langsung, sehingga suhu di dalam rumah lebih terjaga.

    Meski sedikit mengurangi pencahayaan alami, kaca film modern saat ini tetap memungkinkan penghuni melihat jelas ke luar, hanya saja dari luar tampak lebih gelap.

    2. Sering Buka Jendela (di Waktu yang Tepat)

    Ventilasi alami tetap jadi kunci penting kenyamanan rumah. Namun, waktu membuka jendela juga perlu diperhatikan.

    Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat cuaca panas justru bisa membuat udara panas masuk. Sebaiknya, buka jendela di pagi hari atau menjelang malam saat udara mulai sejuk, agar aliran udara segar masuk dan sirkulasi di dalam rumah tetap lancar.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan biasanya digunakan di dapur atau kamar mandi, tapi sebenarnya bisa dipasang di ruangan lain yang sering terasa pengap. Alat ini berfungsi menghisap udara panas dari dalam dan mengalirkannya ke luar ruangan, membantu udara sejuk masuk dan membuat ruangan lebih nyaman.

    4. Gunakan Tirai atau Gorden Cerah

    Selain kaca film, tirai juga bisa jadi pelindung tambahan dari paparan sinar matahari. Pilih tirai berwarna putih atau terang yang bisa memantulkan panas, bukan menyerapnya. Tirai juga bisa membantu menjaga privasi tanpa membuat ruangan jadi gelap total.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tidak Digunakan

    Tanpa disadari, alat elektronik seperti TV, lampu, komputer, hingga charger bisa menghasilkan panas yang menambah rasa gerah di dalam ruangan. Jadi, saat rumah terasa panas dan tidak nyaman, coba matikan peralatan yang tidak sedang digunakan.

    6. Letakkan Tanaman di Dalam Rumah

    Tanaman hias bukan hanya mempercantik ruangan, tapi juga membantu menyejukkan udara secara alami. Proses transpirasi tanaman-di mana air menguap lewat daun-dapat menurunkan suhu sekitar.

    Pilih tanaman dengan daun lebar seperti monstera, palem, atau peace lily. Letakkan di dekat jendela agar tetap mendapatkan sinar matahari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com