Month: December 2025

  • Hati-hati! Buang Tisu ke Kloset Bisa Picu Masalah pada Septic Tank


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang terbiasa membuang tisu ke dalam kloset. Padahal, di dalam kamar mandi sudah disediakan tempat sampah untuk membuang tisu bekas pakai.

    Banyak orang yang menilai jika tisu, terutama tisu toilet, mudah hancur jika terkena air. Hal tersebut yang menjadi alasan banyak orang memilih membuang tisu secara langsung ke dalam toilet.

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, memang ada beberapa jenis tisu yang dinilai cepat terurai saat terkena air, yakni tisu toilet daur ulang, tisu dari bambu, tisu satu lapis (1 ply), dan tisu dua lapis (2 ply) yang lembut.


    Meski keempat jenis tisu tersebut dapat dengan mudah hancur ketika terkena air, tapi bukan berarti bisa dibuang langsung ke dalam kloset. Selain kloset jadi terlihat kotor, kebiasaan buruk ini bisa menimbulkan masalah di septic tank.

    Sebagai informasi, air limbah dari dalam rumah akan dibuang ke septic tank. Di dasar septic tank terdapat lapisan lumpur yang mengendap, sedangkan limbah yang lebih ringan akan membentuk lapisan buih yang mengapung di permukaan.

    Lalu, ada bakteri baik di dalam septic tank yang dapat mengurai limbah organik. Sedangkan limbah cair akan mengalir keluar ke saluran pembuangan.

    Bahaya Membuang Tisu ke Kloset

    Tisu toilet yang dibuang ke dalam kloset, terutama jenis tisu yang lapisannya tebal, tidak akan mudah terurai dengan cepat. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyumbatan di saluran pembuangan dan memenuhi kapasitas septic tank.

    Selain itu, tisu yang memiliki bahan kimia tambahan seperti aroma wangi, juga dapat membahayakan sistem pembuangan di septic tank. Zat kimia tambahan ini dapat mengurangi efisiensi bakteri dengan cara membunuh bakteri baik yang berfungsi penting untuk mengurai limbah organik.

    Akibat kebiasaan membuang tisu ke dalam kloset bisa mengganggu fungsi septic tank untuk menampung limbah. Hal ini dapat memicu masalah yang lebih parah di kemudian hari, seperti penyumbatan pipa pembuangan dan potensi terjadinya penumpukan limbah.

    Kapasitas septic tank juga akan berkurang karena terlalu banyak dipenuhi sampah tisu. Jika septic tank di rumah tak pernah disedot dan terus dipenuhi sampah, maka bisa saja memicu ledakan septic tank di kemudian hari.

    Itulah alasan jangan membuang tisu ke dalam kloset karena mengganggu fungsi septic tank. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Ada Kaki Seribu di Rumah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Kaki seribu merupakan salah satu hewan yang kerap ditemukan di rumah. Hewan ini bisa ditemukan di halaman maupun di dalam rumah.

    Keberadaannya sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi manusia. Tapi, ada saja penghuni rumah yang mencari cara untuk mengusirnya.

    Lantas, kenapa bisa ada kaki seribu di rumah?


    Dilansir dari The Spruce, hewan tersebut menyukai suasana yang lembap dan biasanya ditemukan di halaman rumah. Tapi bisa saja masuk ke dalam rumah karena suasana di luar sudah panas dan kering.

    Mereka bisa masuk ke dalam melalui celah atau retakan pada fondasi atau jendela. Saat sudah di dalam rumah, kaki seribu sering kali bersembunyi di celah retakan.

    Walau demikian, menurut CEO LawnStarter Ryan Farley menyarankan untuk tidak membuang kaki seribu. Hal itu karena hewan tersebut bermanfaat bagi tanaman karena bisa menjadi dekomposer yang menguntungkan kebun rumah.

    “Di rumah, Anda cukup menangkapnya dan memindahkannya ke luar. Jika Anda melihat banyak kaki seribu di dalam ruangan, mungkin perlu memangkas tanaman yang menyentuh rumah atau memindahkan kayu atau tumpukan daun yang mungkin menumpuk terlalu dekat dengan dinding,” ujarnya, dikutip dari Homes & Gardens, Kamis (6/11/2025).

    Cara Mengatasi Kaki Seribu

    Nah, ada beberapa cara lainnya untuk mengatasi kaki seribu di rumah. Berikut ini informasinya dilansir dari Australia Plus ABC dan Homes & Gardens.

    Bersihkan Sumber Makanan

    Kaki seribu tertarik pada area lembap dan penuh daun busuk. Jadi, singkirkan tumpukan daun atau sampah organik di sekitar rumah agar mereka tidak betah dan mencari tempat lain.

    Usir Pakai Sapu, Bukan Diinjak

    Jika menemukan kaki seribu di dalam rumah, sebaiknya sapu keluar daripada diinjak. Menginjaknya justru bisa menimbulkan bau menyengat yang bertahan lama.

    Buat Cairan Pengusir Kaki Seribu

    Caranya adalah dengan menggunakan bawang putih atau cuka yang dicampurkan dengan air ke dalam botol. Wangi yang menyengat itu bisa mengusir kaki seribu dan hama lainnya seperti nyamuk.

    Untuk mengusir kaki seribu dengan bawang putih, haluskan dua siung bawang dengan satu sendok makan minyak sayur. Biarkan semalaman dan saring. Lalu tambahkan satu sendok teh sabun cair dan empat cangkir air untuk mengisi botor semprotan.

    Untuk mengusir kaki seribu pakai cuka, campurkan satu cup cuka putih dengan tiga cup air. Tambahkan setengah sendok teh sabun cuci piring ke dalamnya. Selanjutnya, semprotkan cairan ke area yang sering ditemukan kaki seribu.

    Gunakan Semprotan Kimia

    Dilansir dari Australia Plus ABC, pengendali hama dari Australia Selatan, Michael Cutting, menjelaskan, hambatan kimia dan fisik bisa membantu mengatasi serangan kaki seribu dengan mudah. Gunakan semprotan pembasmi serangga di area yang sering dilewati kaki seribu. Selain itu, pastikan semua celah atau retakan kecil di dinding dan lantai tertutup rapat agar hewan ini tidak bisa masuk.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kaki seribu di rumah. Semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Perlu Dicat Ulang, Ini Cara Mudah Hilangkan Coretan di Dinding


    Jakarta

    Dinding rumah harus selalu dijaga kebersihannya agar hunian tetap terlihat indah. Namun, si kecil terkadang sering usil dengan membuat coretan di dinding.

    Hal ini tentu membuat dinding rumah jadi terlihat kotor. Warna cat yang seharusnya membuat ruangan jadi tampak estetis kini pudar karena tertutup oleh coretan spidol, krayon, atau tinta.

    Namun tak perlu khawatir karena coretan di dinding rumah masih bisa dihilangkan dengan mudah. Bahkan, kamu tak perlu repot-repot harus mengecat ulang dinding. Penasaran? Simak dalam artikel ini.


    Cara Bersihkan Coretan di Dinding Tanpa Dicat Ulang

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membersihkan coretan di dinding tanpa perlu dicat ulang. Dalam catatan detikProperti, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

    1. Pasta Gigi

    Cara yang pertama bisa menggunakan pasta gigi karena memiliki sifat abrasif, sehingga dapat mengikis noda tanpa merusak permukaan dinding.

    Langkah penggunaannya cukup mudah, yakni dengan mengoleskan sedikit pasta gigi secara langsung ke dinding yang penuh coretan. Lalu, gosok secara lembut dengan kain microfiber atau spons basah hingga coretan mulai memudar.

    Setelah coretan hilang, bersihkan sisa-sisa pasta gigi di dinding dengan kain bersih yang telah dibasahi air.

    2. Cuka Putih

    Selain digunakan untuk memasak, cuka putih juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan bekas coretan. Sebab, sifat asam yang dimiliki cuka putih dinilai efektif untuk memecah dan menghilangkan noda yang cukup membandel.

    Untuk cara penggunaannya juga mudah. Campurkan cuka putih dengan air ke dalam wadah dengan perbandingan yang sama, lalu celupkan kain atau spons ke dalam wadah tersebut.

    Setelah itu, gosok dinding yang dipenuhi coretan dengan kain yang sudah dibasahi secara perlahan. Kalau coretan sudah mulai memudar, bersihkan dinding dengan kain bersih yang lembap untuk menghilangkan sisa cuka.

    Proses ini mungkin perlu dilakukan selama beberapa kali, tapi tergantung juga dari seberapa tebal noda coretan tersebut.

    Lalu, tidak semua orang menyukai cuka putih karena mengeluarkan aroma yang menyengat dan tajam. Untuk menyiasatinya, bisa menggunakan pengharum ruangan agar bau cuka putih bisa hilang.

    3. Soda Kue dan Air

    Kombinasi soda kue (baking soda) dan air ternyata efektif untuk membersihkan noda coretan di dinding, lho. Caranya cukup mencampurkan soda kue dengan sedikit air hingga membentuk pasta.

    Setelah itu, oleskan pasta soda kue ke dinding yang dipenuhi coretan, lalu gosok menggunakan kain bersih dengan gerakan melingkar. Jika noda hilang, bersihkan sisa soda kue di dinding dengan kain lembap sampai bersih.

    Penggunaan soda kue dan air sangat cocok untuk menghilangkan coretan yang tidak terlalu dalam atau tidak membekas terlalu lama. Kedua bahan ini juga tidak merusak warna cat.

    Itulah tiga cara mudah menghilangkan coretan di dinding rumah tanpa perlu dicat ulang. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cuma Modal Lemon dan Soda Kue, Noda di Wastafel Langsung Hilang Total!


    Jakarta

    Stainless steel sering dipilih sebagai material tempat cuci piring atau wastafel. Alasannya stainless steel lebih tahan lama daripada baja dan besi, mudah dibersihkan, dan tidak mudah berkarat.

    Meskipun mudah dibersihkan, wastafel stainless steel tidak menjamin bebas dari noda bekas sabun. Penampakan noda tersebut seperti bentuk tidak beraturan berwarna putih atau titik-titik putih. Noda ini tidak dapat dibersihkan hanya karena digosok dan disiram air, perlu ada bahan tambahan lainnya agar bisa kembali kinclong.

    Dilansir Martha Stewart, berikut cara ampuh membersihkan noda bekas sabun di tempat cuci piring berbahan stainless steel.


    1. Taburkan Baking Soda

    Pertama, bersihkan tempat cuci piring dari barang-barang agar seluruh permukaannya benar-benar bisa dibersihkan. Lalu, siram sekali seluruh permukaannya dengan air hangat.

    Taburkan soda kue ke beberapa titik di tempat cuci piring yang basah tersebut. Gosok perlahan permukaannya dengan sikat atau spons dan diamkan beberapa menit.

    2. Bilas dengan Air Hangat

    Bilas permukaannya hingga bersih dengan air hangat. Pakai kain mikrofiber atau spons untuk memastikan semuanya kering.

    3. Gosok dengan Lemon

    Untuk memberikan aroma yang segar pada permukaannya, coba pakai lemon yang sudah dibelah menjadi dua. Gosokkan lemon tersebut ke seluruh permukaan wastafel. Air lemon yang keluar mengandung asam yang dapatmembantu membersihkan noda di permukaan tersebut dan menambah aroma segar.

    4. Tuangkan Cuka ke Wastafel

    Tuangkan sedikit cuka putih ke kain mikrofiber atau spons. Gosok permukaan tempat cuci piring dengan lembut.

    “Cuka akan bereaksi dengan sisa soda kue dan membantu menghilangkan endapan mineral,” kata Alicia Sokolowski, presiden dan co-CEO AspenClean, seperti yang dikutip pada Rabu (5/11/2025).

    5. Bilas Hingga Kering

    Bilas sekali lagi dengan air hangat untuk menghilangkan sisa cuka tersebut. Jika masih ada noda atau bercak yang tersisa, bisa ulangi cara yang sama hingga noda benar-benar menghilang.

    Itulah tahapan membersihkan tempat cuci piring berbahan stainless steel agar kembali kinclong, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Muncul Bau Tak Sedap di Rumah? Coba Cek 7 Tempat Ini


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan harum bisa bikin penghuni merasa nyaman. Terkadang ada pemilik rumah yang sampai memasang pengharum ruangan agar udara terasa lebih segar.

    Namun, ada rumah yang mau diberi pengharum ruangan pun tetap muncul bau tak sedap. Kalau seperti ini, pemilik perlu mengatasi bau dari sumber masalahnya.

    Lalu, apa saja yang bikin rumah bau? Coba periksa tempat-tempat berikut ini di rumah.


    Sumber Bau Tak Sedap di Rumah

    Inilah beberapa titik di rumah yang bisa jadi penyebab rumah bau, dikutip dari Real Simple, Kamis (6/11/2025).

    1. Tempat Sampah

    Sumber bau tak sedap yang paling jelas di rumah adalah tempat sampah. Sisa makanan yang menumpuk menimbulkan bau di dapur. Mungkin penghuni rumah sudah rajin buang sampah ke luar rumah. Akan tetapi, kalau tempat sampahnya jarang dibersihkan, baunya masih bisa bertahan di dalam rumah.

    2. Kulkas

    Lalu, periksa kulkas jika mencium aroma enggak enak di dapur. Bau itu bisa saja muncul dari tumpahan minuman, makanan basi, dan wadah makanan yang tak ditutup di dalam kulkas.

    Suhu dingin di lemari es dapat memperlambat pertumbuhan bakteri, tetapi hal itu tidak menghentikannya sepenuhnya. Bau tak sedap pun bisa bertahan lama. Oleh karena itu, penghuni perlu membersihkan kulkas secara berkala.

    3. Kotak Kotoran Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan bisa mengeluarkan dan meninggalkan bau di rumah, apalagi di kotak kotorannya. Pastikan untuk rajin memandikan hewan peliharaan dan membersihkan rumah, terutama area kotak kotoran.

    4. Baju Basah

    Jangan meninggalkan pakaian kotor di kamar mandi. Pakaian itu bakal lembap gegara uap yang terbentuk setiap kali mandi. Hal ini memicu pertumbuhan bakteri sehingga muncul bau.

    5. Rak Sepatu

    Terkadang kaki bisa bau akibat kotoran dan keringat. Bau itu dapat menempel di sepatu. Nah, kalau penghuni menyimpan banyak sepatu dengan kondisi tersebut di rak sepatu, tentu akan terkumpul aroma tak sedap. Apalagi kalau rak sepatu tidak ada ventilasi yang baik, kelembapan dan bakteri akan terbentuk.

    Sebaiknya biarkan sepatu kering dulu dari keringat dan air hujan. Cuci dan lap sepatu secara berkala untuk menghilangkan kotoran. Lalu, simpan sepatu di tempat yang sirkulasi udaranya memadai.

    6. Tempat Tidur

    Tempat tidur bisa jadi sumber bau di rumah. Keringat dan kotoran dari tubuh bisa menumpuk pada seprai kasur. Nah, seprai ini perlu dicuci dan diganti secara berkala agar tidak timbul bau.

    Selain itu, matras juga bisa menyimpan kelembapan, tungau, kotoran, dan cairan. Semua itu dapat menyebabkan bau apak. Sebaiknya kasur dibersihkan secara menyeluruh setiap enam bulan sekali.

    7. Kamar Mandi

    Terakhir, sumber bau dapat berasal dari kamar mandi. Misalnya pada lubang pembuangan ada penumpukkan kotoran yang bikin bau. Penghuni perlu sekali-kali membersihkan lubang tersebut.

    Lalu, bau juga muncul dari lubang kloset. Kloset menjadi sarang bakteri dan jamur berkembang. Oleh karena itu, penting untuk membersihkan dan mendesinfektan kloset secara rutin.

    Itulah beberapa sumber bau di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Rumah Kalau Tak Dihuni Bisa Cepat Rusak, Ini Alasannya



    Jakarta

    Ada anggapan bahwa bangunan rumah yang tidak berpenghuni bakal cepat rusak. Ternyata hal itu bukanlah mitos, tetapi memang kerap terjadi.

    Coba perhatikan rumah-rumah yang ada penghuninya, bangunannya tampak lebih hidup, menarik, dan nyaman. Berbeda halnya rumah yang dibiarkan kosong alias tak ditempati, lambat laun terlihat menyeramkan, berantakan, dan tak terurus.

    Padahal, bangunan kosong tidak diotak-atik pemiliknya tetapi malah rusak. Lantas, kenapa rumah yang tak dihuni bisa cepat rusak ya?


    Menurut kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat, rumah yang tak berpenghuni tidak diperhatikan dan tidak dirawat. Hal itu karena tidak ada orang yang menyadari kerusakan-kerusakan yang muncul pada bangunan. Kalau ada penghuni, tentu kerusakan sedikit pun akan dicari penyebabnya dan diperbaiki.

    “Itu faktor maintenance ya, perawatan rumah. Nah, perawatan rumah itu ada hubungannya dengan rumah itu bakal awet apa nggak, rusak apa nggak. Itu hubungannya sama dengan hal-hal yang gampang berubah ketika rumah itu nggak diapa-apain gitu ya,” kata Taufiq saat dihubungi detikProperti beberapa waktu lalu.

    Selain itu, kualitas material bangunan juga mempengaruhi ketahanan rumah. Material yang bagus tentu membuat bangunan lebih tahan lama.

    Sebaliknya, material seadanya akan cepat terlihat kerusakannya, bahkan setelah beberapa bulan kosong. Misalnya rumah terlihat kusam karena cat dindingnya, muncul jamur akibat kebocoran, dan keramik retak karena pemasangannya kurang tepat.

    “Tapi kalau ada yang ada hubungan dengan struktur, mau dihuni atau nggak, kalau struktur itu nggak kuat, ya tetap aja rusak,” ucapnya.

    Di sisi lain, dilansir dari detikFinance, sirkulasi udara yang kurang memadai juga menyebabkan rumah cepat rusak. Biasanya rumah yang tak dihuni selalu dalam keadaan tertutup sehingga sirkulasi udara terhalang.

    Jika sirkulasi udara buruk, bagian dalam rumah menjadi lembap. Alhasil, jamur mudah muncul dan menyebabkan noda pada bangunan. Belum lagi, jamur menimbulkan bau tak sedap atau apak.

    Itulah penjelasan soal rumah yang dibiarkan kosong cepat rusak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Simpan Handuk di Kamar Mandi agar Tidak Lembap dan Bebas Jamur


    Jakarta

    Kamar mandi kerap digunakan sebagai ruang penyimpanan handuk karena lebih mudah diambil ketika dibutuhkan. Bukan hanya di rumah, di hotel dan penginapan, handuk bersih dan basah juga disimpan di kamar mandi.

    Mungkin beberapa orang tidak sependapat dengan hal ini karena menyimpan kain di kamar mandi dapat berisiko. Sebab, kamar mandi merupakan ruangan yang lembap sehingga mudah sekali tumbuh jamur dan timbul bau apek.

    Ternyata ada caranya lho agar handuk yang disimpan di dalam kamar mandi tetap bersih dan tidak berjamur. Dilansir The Spruce, berikut tips menyimpan handuk yang benar di kamar mandi.


    1. Gantung di Rak

    Sebelum mengetahui teknik menjemur yang benar, pastikan di kamar mandi tersebut memiliki ruang dan tempat menjemur handuk. Selain tempat, harus ada juga alat atau benda untuk menggantung handuk basah.

    2. Pastikan Kamar Mandi Punya Ventilasi

    Selain itu, kamar mandi harus punya ventilasi, baik berupa jendela atau exhaust fan yang bisa mengurangi kelembapan di ruangan tersebut. Membiarkan pintu kamar mandi terbuka sembari menyalakan kipas angin juga ampuh untuk mengeringkan handuk.

    3. Pakai Dehumidifier

    Saat ini sudah ada perangkat yang dapat otomatis menyedot kelembapan udara di sebuah ruangan. Alat tersebut bernama dehumidifier. Sebenarnya tidak ada paksaan untuk membeli alat ini, tetapi keberadaannya pasti akan membantu terutama yang kamar mandinya kecil dan tidak memiliki ventilasi yang besar.

    Dehumidifier menyerap kelembapan dari udara dan menyimpannya dalam wadah air. Pastikan untuk mengosongkan wadah air secara teratur untuk mencegah pertumbuhan spora jamur.

    4. Gantung Handuk dengan Benar

    Handuk basah tidak boleh dibiarkan menumpuk di suatu wadah, digantung di sisi bak mandi, atau dilipat dua kali di atas gantungan handuk.

    Sebelum digantung, handuk basah harus dikibaskan agar tidak ada kerutan pada kain sehingga aliran udara di permukaannya baik. Ingat untuk selalu menggantung handuk dalam satu lapisan atau dibentangkan di atas gantungan handuk, atau gantungan di atas pancuran menggunakan klip pakaian untuk membantu kering lebih cepat.

    5. Pilih Bahan Handuk Mikrofiber

    Handuk mikrofiber sintetis cukup menyerap dan lebih cepat kering daripada handuk katun terrycloth. Serat mikro lebih ringan daripada serat katun sehingga lebih cepat kering.

    6. Pasang Lemari Penyimpanan Berventilasi

    Untuk penyimpanan handuk bersih usahakan lemari tersebut memiliki penutup dan berventilasi agar tidak lembap. Hindari menyimpan handuk yang belum benar-benar kering di lemari kamar mandi.

    Itulah tips menyimpan handuk di kamar mandi agar tidak mudah berjamur dan berbau apek, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Aman Memindahkan Pohon Besar Tanpa Merusak Rumah



    Jakarta

    Keberadaan pohon besar bisa menjadi risiko, baik bagi bangunan maupun keselamatan penghuni. Ditambah saat cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi dan angin kencang, risiko pohon tumbang semakin besar.

    Karena itulah, memindahkan pohon ke area yang lebih aman bisa menjadi solusi untuk melindungi rumah sekaligus menjaga kelestarian pohon. Namun untuk melakukannya tidak lah mudah, tidak hanya sekadar mengangkat dan menanamnya ulang.

    Proses ini perlu perencanaan yang matang supaya akar pohon dan lokasi baru dapat menyesuaikan diri tanpa membuat pohon stres atau membahayakan bangunan di sekitarnya. Jika dilakukan sembarangan, pemindahan bisa membuat akar gagal tumbuh, pohon mengalami stres, atau bahkan merusak struktur sekitar.


    Namun tenang saja, jika dilakukan dengan cara yang tepat, pemindahan pohon bisa aman bagi bangunan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

    Pilih Waktu yang Tepat

    Dilansir dari situs The Old House, lakukan pemindahan saat pohon dalam kondisi kurang aktif agar stres pada pohon bisa diminimalisir. Musim kemarau adalah waktu yang pas, karena pohon pertumbuhannya sedang melambat akibat kurangnya pasokan air. Dengan memindahkan pohon di waktu yang pas, juga mendukung keberhasilan pemindahan pohon.

    Persiapkan Lokasi Baru dengan Cermat

    Pastikan juga lokasi baru memiliki kondisi yang cocok sebagai ruang tumbuh. Hal itu bisa dilakukan dengan memastikan kondisi tanah dan drainase yang baik, serta jauh dari bangunan dan kabel bawah tanah. Lakukan penggalian tanah 2-3 kali lebih lebar dari bola akar, dengan memastikan lokasinya memiliki potensi untuk kesuburan pohon.

    Gunakan Teknik Root Pruning ataupun Ball & Burlap

    Dilansir dari situs Trout Brook Arborist & Landscaping, root pruning adalah metode dengan cara memotong akar secara selektif yang dilakukan beberapa bulan sebelum pemindahan agar akar baru tumbuh lebih baik. Sementara itu, Ball & Burlap merupakan metode klasik dengan menggali dan membungkus akar dan tanah dengan kain burlap agar tetap utuh saat pemindahan.

    Gunakan Alat dan Tenaga Profesional

    Memindahkan pohon besar merupakan pekerjaan yang kompleks. Karena itu, membutuhkan peralatan khusus dan keahlian. Situs The Old House, menyebut dalam artikelnya bahwa dalam memindahkan pohon dengan ukuran yang besar, diperlukan dengan penggunaan forklift (kendaraan industri yang digunakan untuk memindahkan benda berat).Gunakan tenaga profesional untuk membantu pemindahan pohon.

    Perhatikan Kedalaman Tanam dan Orientasi Pohon

    Saat menanam pohon di lokasi baru, pastikan pohon ditanam pada kedalaman yang sama seperti di lokasi sebelumnya. Hal ini penting untuk mencegah pohon tumbang dan mengenai bangunan di sekitarnya. Selain itu, hal ini juga ditujukan untuk kesehatan pohon, agar akar dapat menyatu dengan tanah baru tanpa stres. Pastikan juga pohon tetap sehat dengan memperhatikan tampilan dan pemberian cahaya matahari yang optimal.

    Perawatan Setelah Pemindahan

    Pemindahan pohon sebenarnya bukanlah akhir dari prosesnya. Perawatan setelah ditanam justru sangat menentukan apakah pohon akan bertahan dan tumbuh sehat dalam jangka panjang. Menurut TroutBrook Arborists & Landscaping, langkah-langkah pasca-pemindahan meliputi penyiraman rutin, pemupukan, serta pengawasan tanda-tanda stres pada pohon.

    Sementara ThisOldHouse menyebutkan pentingnya menyiram pohon secara mendalam dua kali seminggu, memberikan pupuk, dan terus memantau apakah ada gejala penyakit atau stres. Dengan perhatian yang tepat setelah pemindahan, pohon dapat beradaptasi dengan lokasi baru dan tetap indah sekaligus sehat.

    Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk memindahkan pohon tanpa merusak pohon itu sendiri dan bangunan di sekitarnya. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Licin! Ini Jenis Lantai Terbaik untuk Kamar Mandi Menurut Arsitek



    Jakarta

    Jenis lantai di kamar mandi berbeda dengan lantai lain. Lantai kamar mandi yang selalu basah sangat berisiko licin ketika diinjak sehingga pilihan lantai yang digunakan adalah tipe anti selip.

    Sayangnya tidak banyak orang yang sudah menggunakan keramik anti slip di kamar mandinya karena keterbatasan dana. Padahal material lantai sangat berguna terutama untuk kamar mandi kecil yang tidak memiliki ruang basah dan kering.

    Kamar mandi yang luas umumnya dibuat area yang basah dan kering. Area yang basah merupakan bagian yang biasa digunakan untuk mandi. Di area tersebut terdapat shower, bak mandi, ember, bathtup, dan keran tanpa tampungan di bawahnya. Kemudian, area kering adalah area yang jarang basah seperti wastafel, cermin di kamar mandi, dan kloset.


    Menurut arsitek sekaligus dosen Binus University Denny Setiawan menyarankan baik area basah dan kering sebaiknya memakai jenis material lantai yang tidak licin atau anti selip. Apabila tidak bisa, minimal lantai anti selip tersebut dipasang di area basah.

    “Di area basah, tentunya harus (keramik) bertekstur karena kemungkinan bersentuhan dengan sabun atau sampo. Itu membuatnya jadi licin. Jadi memang sebaiknya di 2 area dalam kamar mandi dipisah berdasarkan tekstur dari penutup lantainya,” kata Denny saat dihubungi detikProperti, Jumat (4/7/2025).

    Jenis material pelapis lantai yang disarankan dan memiliki tekstur anti selip adalah adalah granite tile, keramik bertekstur, andesit, basalto, granit alam, dan marmer dengan finishing honed.

    “Beberapa produsen granite tile sekarang sudah membuat yang anti selip. Jadi walaupun dia halus dan terlihat polish, tapi kalau kita injak atau terkena air pun dia akan anti selip,” sebutnya.

    Kemudian, pilih ukuran ubin sesuai dengan luas. Apabila ukuran kamar mandi kecil, pakai ubin berukuran kecil untuk menghindari banyak sisa ubin yang tidak terpakai.

    “Lantainya lebar biasanya akan banyak potongan di keramiknya. Jadi keramik kecil lebih efektif karena nggak perlu ada potongan. Yang kedua, kamar mandi itu biasanya lantainya harus membutuhkan kemiringan supaya air bisa mengalir. Jadi dengan keramik kecil, si tukang atau pembangun bisa mengarahkan dengan mudah,” jelasnya.

    Selain pemilihan keramik yang tepat, kebersihan kamar mandi juga berpengaruh pada keselamatan penggunanya. Sebab, kamar mandi yang licin bukan hanya disebabkan oleh permukaan lantai saja, melainkan sabun yang terjatuh atau tumbuhnya jamur juga bisa membuat permukaannya licin.

    Kemiringan lantai kamar mandi juga penting, kata Denny. Lantai yang dibuat miring sekitar 1-2 cm mengarah ke lubang pembuangan dapat mengurangi genangan di lantai.

    “1-2 cm cukup sepertinya. Air pasti akan masuk flood drain. Kemudian air dari kamar mandi itu diresapkan di sumur resapan,” jelasnya.

    Itulah tips memastikan lantai kamar mandi tidak licin, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Benarkah Kanopi Baja Ringan yang Dipasang dengan Semen Mudah Berkarat?



    Jakarta

    Kanopi dengan baja ringan saat ini menjadi pilihan menarik karena tahan lama, mudah dibentuk dan dipasang. Namun, ada yang menyebut kanopi baja sebaiknya tidak dipasang dengan semen karena mudah berkarat.

    Menanggapi hal ini, Head of Marketing Semen Merah Putih Nyiayu Chairunnikma membantah anggapan tersebut. Semen bukanlah penyebab utama kanopi baja berkarat. Melainkan karena air yang mengenai baja tersebut.

    “Yang salah bukan bajanya atau semennya. Sebenarnya semen itu kan mengandung alkali. Alkali itu sifatnya korosif, yang menjadi penyebab dia (baja) korosif adalah air. Tapi kalau udah kering (semen) di dalam bajanya itu, terus masuk air airnya ini yang menyebabkan dia karat,” kata wanita yang kerap disapa Ayu, di Agora Mall, Jakarta, pada Jumat (7/11/2025).


    Ia mengatakan kalau masalahnya ada di semen, berarti besi-besi yang merupakan salah satu material utama pembangunan rumah juga akan berisiko berkarat.

    “Kebayang semua struktur rumah pasti pake apa? Besi. Semen juga pake. Rumah itu tahan berapa lama? Semua rumah strukturnya pasti sekarang besi kan, besi tulangan nah terus dilapis sama semen,” jelasnya.

    Masalah korosi akibat air ini telah menjadi masalah umum yang kerap ditemui di bidang konstruksi. Oleh karena itu, saat ini sudah muncul produk semen yang bisa menahan air dan kelembapan menembus lapisan semen yang sudah mengeras.

    “Kalau udah kering (semen) di dalam besinya itu, terus masuk air, airnya ini yang menyebabkan dia (besi) karat. Itu kenapa ada Semen Merah Putih Water Shield. Semen Merah Putih Water Shield dia menolak air nggak masuk ke dalam dinding sehingga besi di dalam itu, besi tulangan di dalam dinding nggak kena air,” jelasnya.

    Itulah penjelasan mengenai penyebab kerangka kanopi baja ringan bisa berkarat, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com