Month: December 2025

  • Penting! Ini 9 Komponen Mobil yang Perlu Dicek sebelum Trabas Hujan



    Jakarta

    Musim hujan mulai intens di berbagai daerah. Jalanan licin, genangan air, hingga kabut menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi mobil. Karena itu, sebelum mobil dipakai menembus hujan, penting untuk memastikan semua komponennya dalam kondisi prima agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

    9 Komponen Wajib Dicek Sebelum Terabas Hujan

    Dijelaskan Auto2000, berikut sembilan komponen mobil yang wajib dicek sebelum menghadapi cuaca ekstrem:

    1. Ban Mobil

    Pastikan kondisi ban masih layak pakai dan tekanan udaranya sesuai rekomendasi pabrikan. Ban aus bisa memicu aquaplaning alias kehilangan cengkeraman di jalan basah. “Gejala aquaplaning bisa membuat mobil tergelincir, karena itu penting memastikan kondisi ban prima,” jelas Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000.


    2. Sistem Rem

    Periksa kampas rem dan cairan rem agar daya pengereman tetap optimal di jalan licin. Hindari kebocoran atau endapan kotoran di saluran rem.

    3. Wiper dan Washer

    Pastikan karet wiper tidak getas dan tangki washer terisi penuh agar kaca tetap bersih dan visibilitas terjaga.

    4. Lampu Mobil

    Pastikan semua lampu berfungsi, baik depan maupun belakang, untuk meningkatkan visibilitas saat hujan deras.

    5. Karet Pintu dan Jendela

    Periksa kondisi karet agar air tidak masuk ke dalam kabin. Termasuk karet panoramic roof jika ada.

    6. AC Mobil

    AC yang dingin membantu mencegah embun di kaca depan dan menjaga kenyamanan kabin.

    7. Perlengkapan Darurat

    Senter, dongkrak, kunci roda, dan kotak P3K wajib ada di mobil, termasuk ban serep yang siap pakai.

    8. Sistem Kelistrikan

    Cek aki dan sistem listrik, apalagi saat hujan semua fitur seperti lampu dan wiper bekerja bersamaan.

    9. Kaki-kaki Mobil

    Pastikan shock absorber, bushing, dan sistem kemudi tidak bermasalah agar mobil tetap stabil di jalan licin.

    Sebagai tambahan, pengemudi juga perlu menyiapkan payung, sandal plastik, pakaian ganti, dan air minum di mobil. Kalau tak sempat ke bengkel, servis bisa dilakukan lewat THS – Auto2000 Home Service, yang siap datang ke rumah atau kantor untuk perawatan ringan di musim hujan.

    (lua/dry)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Jangan Beli Helm Kalau Pertanyaan Ini Belum Bisa Dijawab



    Jakarta

    Helm kini muncul dengan banyak ragam pilihan, yang membuat pemotor bingung memutuskan pilihan. Hadir dengan berbagai bentuk, ukuran, dan gaya, membuat banyak orang bertanya-tanya, bagaimana menentukan helm yang tepat untuk dibeli? Eits, jangan asal beli. Berikut tipsnya.

    Sepeda motor adalah kendaraan paling populer di Indonesia. Oleh karena itu, helm sebagai alat keselamatan terpenting bagi pengendara sepeda motor sering diburu. Namun, persoalan membeli helm sering kali jadi masalah yang disepelekan oleh pengendara.

    Mengutip Rideapart, ada beberapa pertanyaan yang bisa jadi indikator sebelum membeli helm.


    Standarisasi Helm, Apa Itu Sharp, Snell, DOT, dan SNI?

    Pertama, membeli helm baru harus sesuai kebutuhan, tergantung apakah Anda mau mengganti helm yang rusak, kedaluwarsa atau sudah usang, atau Anda memang baru pertama membeli helm.

    Karena fungsinya yang sangat krusiual, helm di seluruh dunia ada stadarisasinya. Sejauh ini, dua standar helm paling ‘menjanjikan’ di dunia, yaitu ECE dan FIM. Standar lain seperti Sharp, Snell, dan DOT juga bisa jadi pilihan.

    Namun ingat, standar helm yang diakui di Indonesia adalah SNI (Standar Nasional Indonesia). Meski begitu, satu jenis helm bisa mengantongi satu atau lebih standar yang ada. Jadi, pastikan helm yang mau dibeli sudah mengantongi standar yang diakui secara nasional.

    Apa Kebutuhanmu Membeli Helm?

    Kedua, cocokan helm dengan kebutuhan dan tujuan pemakaian. Jika Anda mempertimbangkan helm untuk digunakan di trek, maka sesuaikan dengan standar keselamatan helm yang telah ditentukan. Sebab, penting untuk mendapatkan helm yang cocok dengan gaya berkendara Anda dan tempat di mana Anda sering berkendara.

    Helm Arai.Helm Arai. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com

    Selain itu, aerodinamis dan isolasi kebisingan adalah hal yang penting dalam memilih helm. Helm tanpa visor biasanya lebih bising saat digunakan di jalan raya terbuka, sementara helm dengan visor bisa membantu mengurangi kebisingan, terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi.

    Gaya juga merupakan faktor penting dalam pembelian helm. Meski fungsinya sebagai alat keselamatan, tidak ada salahnya jika helm juga memiliki nilai modis untuk menambah ‘fesyen’ pengendaranya. Oleh karena itu, pembelian helm perlu dilakukan dengan cermat.

    Mampukah Kamu Membelinya?

    Jangan buat diri Anda kelaparan dalam beberapa bulan ke depan hanya karena membeli helm yang terlalu mahal. Helm yang bagus tidak harus mahal, kriteria paling mendasar ketika ingin membeli helm adalah berstandar SNI.

    Pertimbangkan baik-baik kondisi keuangan Anda, termasuk ketika harus membayar biaya perawatannya nanti.

    Petani menggunakan helm yang diselimuti abu vulkanik di Nagari Aia Angek, Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (30/12/2023). Petani di kaki Gunung Marapi mengeluhkan tanamannya yang rusak akibat abu vulkanik yang turun terus-menerus dalam beberapa hari terakhir. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt.Petani menggunakan helm (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/Spt) Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Apa Mereknya dan Apakah Fiturnya Oke?

    Helm yang baik pasti memiliki semua perlengkapan dasar modern seperti bantalan pipi yang dapat dilepas, pelindung yang dapat diganti, dan akomodasi untuk sistem komunikasi. Standar modern ini menunjukkan bahwa helm akan bertahan lama.

    Pastikan fiturnya sudah sesuai dengan kebutuhan dan selera Anda. Jika ada fitur yang penting seperti pelindung ganda, Pin Lock, atau bahkan akomodasi untuk kacamata, tidak ada salahnya menambahkan sedikit uang untuk kenyamanan.

    Apakah Anda menyukainya?

    Tidak ada gunanya membeli helm sepeda motor yang aman, terjangkau, dan dari merek ternama jika Anda tidak menyukainya. Meskipun kesesuaian, keselamatan, kinerja, dan fitur-fiturnya penting, pada akhirnya Anda harus membeli apa yang Anda suka selama semua hal mendasar sudah terpenuhi.

    (din/din)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi
  • Cara Terbaik Atasi Mobil Overheat, Jangan Sampai Mudik Terganggu



    Jakarta

    Tak terasa libur lebaran sebentar lagi, momen mudik ke kampung halaman jadi hal yang ditunggu-tunggu. Bertemu dengan keluarga tercinta dan menikmati makanan-makanan khas lebaran yang menggugah selera.

    Namun, sebelum menikmati kebersamaan itu tentunya perjalanan menuju kampung halaman jadi hal yang harus dijalani. Banyak dari pemudik yang pergi ke kampung halaman dengan berbagai moda transportasi, ada yang menggunakan fasilitas kendaraan umum atau pribadi.

    Jika menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, sudah pasti pemudik harus lebih ekstra untuk memperhatikan kendaraan sebelum dipakai untuk mudik. Karena kesiapan dan keadaan kendaraan prima memiliki pengaruh yang besar.


    Kita tak pernah tahu apa yang terjadi dalam perjalanan kita, tak terhindarkan masa-masa mudik ini membuat jalanan macet. Bahkan pernah terjadi kemacetan hingga beberapa kilometer yang menyebabkan arus kendaraan tidak bisa berkutik.

    Maka dari itu, mempersiapkan kendaraan adalah hal yang wajib sebelum mudik nanti. Jangan sampai saat dalam perjalanan kendaraan yang digunakan mengalami overheat dan tak bisa meneruskan perjalanan.

    Jika kamu menggunakan mobil pribadi untuk mudik nanti dan mengalami keadaan overheat jangan risau.

    Berikut cara penanganan mobil over heat:

    1. Berhenti dan Matikan Mesin
    Setelah mengetahui mobil yang kita kendarai mengalami overheat, pertama kali yang harus dilakukan adalah menepi dan mematikan mesin. Cara ini dilakukan untuk mencegah mobil tidak mengalami kerusakan yang lebih parah, setelah itu jangan lupa untuk mengawasi jarum temperature.

    2. Buka Kap Mobil untuk Mengeluarkan Suhu Panas
    Langkah ini bisa mengeluarkan suhu panas yang terdapat di ruang mesin. Dan ketika membuka kap mesin perlu kehati-hatian karena beberapa tuas pembuka kap berada di dekat radiator sehingga bisa berisiko tersengat panas radiator.

    3. Jangan Buka Tutup Radiator saat Mesin Panas
    Jika membuka tutup radiator yang masih dalam keadaan mesin masih panas, ini bisa mengakibatkan uap dan air bertekanan tinggi akan lepas dan bisa mengakibatkan luka bakar yang serius. Jadi hati-hati!

    4. Periksa Tabung Cadangan Air Radiator dan Isi Jika Perlu
    Setiap mobil memiliki cadangan air radiator yang terhubung ke bagian atas radiatornya. Ini untuk membantu melihat air radiator kurang atau tidak dan terdapat juga indikator ketinggian air. Saat air radiator kurang dan tidak segera diisi bisa sangat berbahaya untuk mesin.

    Untuk mencegah itu, tambahkan cairan pendingin hingga posisi garis atas, pengisian tersebut bisa dilakukan meskipun mesin masih panas. Dan jika mobil hanya memiliki radiator tanpa tabung cadangan, hal yang harus dilakukan adalah menunggu mesin terlebih dahulu sebelum membukanya.

    5. Cari Kebocoran pada Sistem Pendinginan
    Saat radiator atau kepala silinder rusak, kemungkinan adanya kebocoran dalam sistem pendinginan. Jika kamu mengerti tentang mesin periksalah radiator, blok mesin, atau kepala silinder di dekat gasket dan cek apakah terdapat kebocoran atau tidak. Sebaliknya, kalau tak mengerti sama sekali cari bantuan dan bengkel terdekat untuk melakukan tes tekanan sistem pendinginan.

    6. Ambil Keputusan Terbaik untuk Melanjutkan Perjalan atau Tidak
    Bila radiator hanya mengalami kekurangan cairan tinggal atasi dengan pengisian ulang dan kami bisa melanjutkan perjalanan.

    Namun ada kalanya mobil mengalami over heat sudah terlalu parah. Jangan khawatir, tetap tenang, dan lakukan hal ini:

    • Jika air terlihat kering, jangan jalankan mobil
    • Jika bantuan mudah didapat, panggil derek jangan memaksakan melanjutkan perjalanan
    • Jika tidak ada bantuan atau kondisi tidak memungkinkan karena tidak aman, teruskanlah demi keselamatan diri.

    Jika terpaksa berkendara dalam keadaan overheat, langkah yang harus kamu lakukan adalah:

    1. Matikan AC
    2. Nyalakan heater untuk mengurangi panas mesin
    3. Awasi selalu petunjuk temperature, menepi, dan matikan mesin jika perlu
    4. Matikan mesin, namun segera putar kunci kembali ke ‘on’ agar kipas radiator tetap berputar untuk mendinginkan air radiator
    5. Jalankan mobil dengan stabil
    6. Jangan melanjutkan perjalanan saat macet, lebih baik menunggu hingga kemacetan berkurang.

    (din/din)

    Sumber : oto.detik.com

    Alhamdulillah mobil Otomotif اللهم صل على رسول الله محمد
    ilustrasi gambar : unsplash.com / obi