Month: January 2026

  • Cara Gampang Bersihkan Stiker Kampanye yang Kotori Dinding dan Jendela Rumah


    Jakarta

    Masa tenang untuk Pemilu 2024 dimulai hari ini. Masa tenang ini diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

    Masa tenang berlangsung selama 3 hari sebelum hari pemungutan suara (Rabu, 14 Februari 2024). Maka, masa tenang akan mulai Minggu, 11 Februari 2024 hingga Selasa, 13 Februari.

    Di masa tenang ini, mungkin kamu berfikir untuk mulai membersihkan atribut kampanye yang ditempel tanpa izin di kaca atau dinding rumah kita.


    Ada berbagai cara lainnya. Dilansir dari The Spruce, Minggu (11/2/2024) berikut ini cara membersihkan bekas lem stiker di jendela.

    1. Pakai Air Hangat

    Jika label atau stiker yang menempel di permukaan kaca dapat direndam di ember atau bak cuci, rendam di air hangat dengan beberapa tetes sabun cuci piring. Label yang terbuat dari kertas biasanya akan mudah dibersihkan pada permukaan kaca setelah direndam satu jam.

    Kalau permukaan kacanya tidak bisa direndam, kamu basahkan tisu dan taruh di atas stiker atau label itu. Diamkan selama 30 menit dan periksa apakah labelnya sudah bisa dilepas atau belum.

    Kamu juga bisa mengangkat stiker atau label dengan ujung kartu kredit atau pisau tumpul. Nah, kalau sudah tidak ada perekat yang tersisa, kamu bisa bersihkan permukaan kaca dengan pembersih kaca dan kain mikrofiber.

    2. Pakai Uap Panas

    Beberapa perekat akan mudah lepas jika terkena panas maupun uap panas. Kamu bisa pakai pengering rambut atau hairdryer, heat gun, atau setrika uap dan arahkan ke stiker selama 1-2 menit. Setelah perekat mulai meleleh, segera kelupas stiker dengan pengikis. Sebab, jika sudah dingin kemungkinan perekatnya akan menempel kembali.

    3. Pakai Minyak, Mentega, atau Selai Kacang

    Membersihkan residu stiker juga bisa pakai berbagai macam minyak sayur, mentega, margarin, atau bahkan minyak kacang. Oleskan beberapa tetes minyak ke tisu dan basahkan stiker atau gosokkan lemak padat (margarin atau mentega atau selai kacang) pada stiker.

    Selanjutnya, tutup bagian yang sudah di basahkan dengan bungkus plastik dan rekatkan dengan selotip. Diamkan setidaknya selama 30 menit lalu kikis stiker tersebut. Cuci dengan air sabun hangat atau bersihkan dengan pembersih kaca.

    4. Pakai Rubbing Alcohol atau Alkohol Isopropil

    Gunakan beberapa tetes alkohol isopropil atau alkohol gosok pada kapas atau tisu dan basahkan stiker. Setelah stiker mulai basah, tunggu minimal 10 menit dan gunakan pengikis plastik untuk melepas label dan perekatnya. Jangan gosok terlalu kencang karena bisa menggores kaca.

    Jika masih ada sisa-sisa lem, oleskan kembali alkohol ke residu yang ada. Setelah selesai, kamu bisa mengelap permukaan kaca dengan kain mikrofiber untuk menghilangkan perekatnya.

    Itulah beberapa cara menghilangkan lem stiker di jendela. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Terjawab Alasan Kenapa Harus Bersihkan Rumah Sebelum Imlek


    Jakarta

    Warga Indonesia keturunan Etnis Tionghoa baru saja merayakan tahun baru Imlek. Dalam menyambut tradisi nenek moyang ini, ada sejumlah tradisi dan mitos yang dipecaya dan dilakukan hingga saat ini.

    Salah satunya adalah tradisi membersihkan rumah.

    Dari makalah berjudul Mitos Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek, yang disusun Jepriyanti Br Tambunan, Sridevi Hutauruk, Zeco Hamos Sianno Pardede seperti dikutip dari detikJatim, Minggu (11/2/2024), ternyata ada alasan di balik tradisi membersihkan rumah ketika menyambut imlek.


    Dalam artikel ini, juga akan dibahas mitos lain yang berkaitan dengan tradisi di rumah saat perayaan Imlek.

    Merapikan Rumah

    Rumah harus rapi sebelum Tahun Baru China. Itu sebagai upaya menyapu semua kemalangan dan membuat jalan keberuntungan di tahun mendatang.

    Menyapu atau membersihkan rumah pantang dilakukan di hari pertama tahun baru. Sebab, itu dinilai sama artinya dengan menyapu semua kekayaan dan keberuntungan untuk tahun ini.

    Memasang Lentera Merah dan Bunga

    Meletakkan sumber cahaya dan hiasan di sudut rumah dipercaya mendatangkan kebaikan untuk fengshui rumah. Spesies bunga yang digunakan sebaiknya adalah chrysant, orange citrus, chinese narcissus, hydrangea dan rhododendrons.

    Dalam kepercayaan orang Tionghoa, Nian atau sejenis makhluk buas yang hidup di dasar laut atau gunung akan keluar saat musim semi atau saat Tahun Baru Imlek.

    Kedatangan mereka pun dilanjutkan dengan mengganggu manusia terutama anak kecil. Namun menghias rumah, pakaian, dan aksesoris berwarna merah dapat mengusir nian, karena ia takut dengan warna merah. Jadi tidak heran kalau nuansa merah begitu terlihat saat Imlek.

    Dilarang Duduk di Kamar Tidur

    Duduk di kamar tidur dianggap sebagai kesialan. Tuan rumah dan segenap isi rumah harus menyambut tamu yang datang dan memberikan salam.

    Bahkan orang tua yang sudah sakit pun sebaiknya didandani dan diajak duduk bersama d ruang tamu. Selain itu, mengucapkan ‘Selamat Tahun Baru Imlek’ di kamar tidur bisa menghilangkan keberuntungan selama setahun ke depan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Panduan Sederhana Jaga Stop Kontak Tetap Aman Dipakai



    Jakarta – Stop kontak listrik adalah bagian vital dari instalasi listrik di rumah. Untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kinerja yang optimal, perawatan yang tepat sangatlah diperlukan.

    Selain menghindari gangguan dan biaya yang mungkin timbul, pemeliharaan yang benar juga bisa memperpanjang umur pakai instalasi listrik di rumah. Terlebih lagi, yang paling penting adalah meningkatkan keamanan rumah dengan menghindari terjadinya kecelakaan.

    Ikuti tips berikut biar penggunaan stop kontak di rumah tetap aman.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Timbang-timbang Untung Rugi Kompor Induksi



    Jakarta – Teknologi terus berkembang, termasuk berbagai peralatan untuk memasak. Salah satu teknologi terbaru dalam dunia memasak adalah kompor induksi.

    Kompor induksi merupakan sebuah inovasi teknologi yang sangat canggih. Dengan kompor induksi, kita bisa permukaan panci saat memasak tetap dingin saat disentuh. Selain itu, merebus air jauh dengan kompor induksi konon lebih cepat dibanding kompor lainnya.

    Bagi kamu yang mungkin tertarik untuk menggunakannya, artikel ini akan membahas segala yang perlu kamu ketahui tentang kompor induksi, dari cara kerjanya hingga kelebihan dan kekurangannya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Dalam Idealnya Sumur Bor biar Airnya Bening?



    Jakarta

    Sumur bor masih jadi andalan mayoritas pemilik rumah di Indonesia untuk mendapatkan air. Lantaran posisinya di dalam tanah, proses pengeboran air tentu tak bisa dilakukan sembarangan.

    Titik lokasi dan kedalaman sumur bor bakal menghasilkan kualitas air yang berbeda pula. Untuk menentukan kedalaman sumber air sendiri juga bergantung pada kondisi geografis di tempat tinggal kamu. Apakah kamu tinggal di dataran rendah atau dataran tinggi?

    Namun, kamu nggak usah bingung karena dilansir dari mallardsgroups.com, berikut kedalaman yang ideal untuk pembuatan sumur bor air.


    Membuat sumur bor agar mendapat akses air bersih

    Sebenarnya nggak ada masalah membuat sumur bor di daerah dataran rendah atau tinggi asalkan cara pembuatannya yang benar. Perlu dicatat, kamu disarankan untuk tidak membuat sumur bor di daerah rawan banjir. Meskipun daerah tersebut punya air yang melimpah namun untuk kualitas air pasti buruk, bahkan jika kamu telah melakukan pengeboran dengan kedalaman yang ideal.

    Sumur bor di lokasi dataran rendah

    Sebenarnya pengeboran tanah dengan kedalaman 4 sampai 10 meter untuk sumur bor pada dataran rendah sudah cukup untuk mendapatkan air bersih yang berlimpah. Namun, jika pengeboran dengan kedalaman 4-10 meter struktur lapisan tanah masih berlumpur maka lanjutkan sampai berpasir, berbatu, dan tanah yang keras. Jika masih berlumpur kamu bisa menggunakan pipa casing pada lubang sumur bor agar nanti air akan lewat pipa tersebut sehingga air akan jadi layak konsumsi.

    Sumur bor di lokasi dataran tinggi

    Air yang didapat dari dataran tinggi memang akan memiliki kualitas air yang lebih bersih dan jernih sebab air pada dataran tinggi punya kualitas yang baik, terutama daerah dekat pegunungan.

    Pada tingkat kedalaman 20 meter sudah bisa mendapatkan air bersih meskipun kurang maksimal jadi kamu bisa mengebor lebih dalam lagi untuk kualitas air yang lebih bersih dan jernih. Pipa casing bisa dipasangkan pada lubang sumur bor bukan untuk melindungi air dari kotor melainkan melindungi sumur agar terhindar dari longsoran tanah.

    Patokan untuk mendapatkan air bersih bukanlah kapasitas air yang melimpah dan kedalaman tanah. Namun, dengan cara mengidentifikasi struktur tanah sekitar pengeboran sumur bisa mendapatkan sumber air bersih dan jernih.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari! Ini 4 Warna Cat Dinding yang Paling Disukai Nyamuk


    Jakarta

    Nyamuk adalah binatang penghisap darah yang mengganggu apalagi saat kita sedang berada di rumah. Selain bisa membuat gatal dan kulit merah, jenis nyamuk tertentu juga bisa menyebabkan penyakit berbahaya yaitu demam berdarah.

    Ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengusir atau mencegah nyamuk datang dan berkeliaran di rumah. Di antaranya pakai obat nyamuk kimia yang dibakar atau disemprot. Mengusir nyamuk juga bisa menggunakan bahan alami seperti wewangian sereh atau aromatherapy.

    Di samping itu, interior rumah juga bisa memberikan pengaruh terhadap nyamuk lho. Ternyata, ada warna-warna cat dinding yang sangat disukai nyamuk. Sebaiknyak, warna-warna cat ini dihindari ya!


    Dikutip dari Homes & Gardens, Senin (12/2/2024), ini warna cat yang mengundang perhatian nyamuk yang wajib dihindari.

    1. Hitam

    Seperti kebanyakan serangga, nyamuk melihat dunia dalam bentuk dan warna yang kabur daripada gambar yang tajam dan detail,” jelas Emma Grace Crumbley, seorang ahli entomologi di Mosquito Squad. Oleh karena itu, nyamuk bergantung pada faktor lain seperti karbon dioksida, panas, gerakan, dan aroma untuk navigasi penerbangan mereka dan menemukan sarang dan sumber makanan.

    Salah satunya dinding yang berwarna hitam. Ketertarikan itu berasal dari kebutuhan nyamuk untuk menghindari sinar matahari langsung. Pasalnya, paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat menyebabkan dehidrasi dan kematian dini pada nyamuk. Hal inilah yang membuat nyamuk sering muncul pada senja atau fajar sebab mereka mencoba sembunyi dari paparan sinar matahari.

    2. Biru Tua

    Karena memiliki warna gelap dan jenuh sehingga memiliki efek yang sama. Biru tua juga menarik perhatian nyamuk, hal ini karena nyamuk mendeteksi panas yang diserap dan ditahan oleh warna yang lebih gelap. Warna-warna ini begitu kuat sehingga banyak ilmuwan dalam penelitian menggunakannya sebagai daya tarik ketika mengamati nyamuk dengan memasang perangkap nyamuk berwarna gelap.

    3. Merah

    Warna merah merupakan warna yang paling dicari oleh nyamuk. Crumbley merujuk penelitian terkini yang menunjukkan bahwa paparan bau seperti karbon dioksida ‘memicu ketertarikan nyamuk’ pada warna seperti merah. Hal ini berarti mereka cenderung mengerumuni ruangan dengan warna merah untuk mencari mangsa.

    4. Jingga

    Dinding yang berwarna jingga juga menarik perhatian nyamuk. “Mungkin ini lagi-lagi karena detail yang terbatas pada pandangan serangga, dan deteksi bentuk yang berbeda dari latar belakangnya memberi petunjuk kepada serangga bahwa inang potensial ada di dekatnya,” tutur Crumbley. Meskipun punya warna yang lebih terang, nyamuk memiliki ketertarikan kepada warna ini.

    Demikian 4 warna cat dinding yang disukai nyamuk.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Begini Cara Membuang Bangkai Tikus yang Benar dan Aman


    Jakarta

    Jika kamu menemukan tikus yang mati di rumah, kamu harus segera membuangnya. Selain menjijikkan dan muncul bau busuk, bangkai tikus yang tidak segera disingkirkan akan menarik perhatian hewan lain seperti lalat dan belatung.

    Namun, jika kamu menemukan bangkai tikus di dalam rumah, penting untuk mengetahui bagaimana menangani bangkai tikus tersebut. Mengutip dari Terminix, Senin (12/2/2024), berikut ini cara membuang bangkai tikus dengan benar.

    Cara Membuang Bangkai Tikus

    Tikus merupakan hewan pengerat yang membawa berbagai jenis penyakit. Hama ini dapat menularkan banyak penyakit, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menyingkirkan bangkai tikus sembarangan bisa berisiko kamu tertular penyakit. sebaiknya hubungi ahli pengendalian hewan pengerat untuk menangani situasi ini. Namun, jika kamu bersikeras melakukannya sendiri, berikut cara membuang tikus mati yang benar.


    Alat dan Barang yang Dibutuhkan

    • Sarung tangan dan pakaian pelindung

    • Masker respirator atau penyaring debu

    • Sebuah kantong plastik

    • Sebuah kantong sampah

    Setelah mengenakan masker dan alat pelindung, masukkan tikus ke dalam kantong plastik dan tutup rapat. Kemudian, masukkan kantong plastik tersebut ke dalam kantong sampah terpisah dan ikat kantong sampah tersebut dengan erat.

    Meski mungkin tampak berlebihan, tetapi lebih baik mencegah penularan penyakit dari bangkai tikus. Kamu dapat membuang bangkai tikus di tempat sampah ataupun di luar ruangan. Pastikan kamu membuang tikus jauh dari lingkungan kamu.

    Tindakan Pencegahan Setelah Membuang Bangkai Tikus

    • Lakukan terus perbaikan dan pemeliharaan bangunan rumah untuk menghilangkan celah masuk untuk tikus.

    • Pangkas cabang-cabang pohon agar tidak menyentuh bangunan atau rumahmu sehingga tikus tak dapat memanjat.

    • Tutup talang air hujan dengan kawat atau jaring agar tikus tidak bisa memasuki dan memanjatnya.

    • Gunakan tempat sampah luar ruangan yang tidak bisa dimasuki tikus.

    • Pastikan persiapan makanan dan area makan dibersihkan dengan benar dan simpan makanan dalam wadah kedap udara.

    Demikian cara membuang bangkai tikus yang benar. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lantai Keramik Pecah Masih Bisa Tersambung Lho, Pakai Cara Ini


    Jakarta

    Menggunakan lantai keramik di rumah memang berisiko rawan pecah saat terkena benturan keras atau diberi tekanan yang terlalu besar.

    Penyebab lain lantai keramik dapat rusak adalah proses pemasangan keramik yang tidak benar. Ciri keramik yang tidak terpasang sempurna adalah terdengar kosong saat diketuk menggunakan benda tumpul karena di bawahnya tidak ada pengikat yang erat antara partikel dengan agregat.

    Selain itu, penyebab lainnya adalah suhu yang tinggi. Meski keramik didesain tahan terhadap perubahan suhu, tetapi tidak bisa dipungkiri jika keramik diletakkan di lokasi sumber panas perlahan akan muncul guratan retak dan saat diberi tekanan lebih keramik akan sepenuhnya pecah.


    Keramik yang pecah memiliki ujung-ujung yang tajam karena terbuka. Garis pecahan keramik ini berbahaya untuk pejalan kali yang melintas tanpa alas kaki. Selain itu dari segi estetika juga mengganggu.

    Perbaikan lantai keramik yang pecah tidak melulu harus dibongkar dan diganti dengan yang baru. Semua tergantung dengan besarnya kerusakan dan modal yang dimiliki. Mengganti lantai keramik yang pecah juga tidak membutuhkan proses yang sulit. Beberapa kasus ada yang hanya perlu diberi lem. Mengutip dari Home Decor Bliss berikut beberapa tips memperbaiki keramik yang pecah agar tersambung kembali.

    1. Bersihkan Retakan

      Memasang kembali retakan keramik, kamu perlu melihat jalur retakannya dan potongan yang terpisah. Cara mudah untuk melihat jalur retakannya adalah dengan membersihkannya terlebih dahulu.

      Pertama, gunakan amplas atau pengikis lainnya ke dalam retakan dan kikis bagian yang terlalu tajam. Kedua gunakan pembersih cair atau sabun cuci piring untuk membersihkan kotoran yang menempel di keramik.

    2. Oleskan Epoxy pada Retakan

      Cara memperbaiki keramik yang pecah adalah menggunakan epoxy. Tata cara mencampurkan epoxy tertera pada kemasan. Setelah itu siapkan karton atau alat yang khusus untuk meratakan permukaan. Tuang epoxy ke bagian retakan keramik tersebut dan tunggu hingga mengeras.

      Untuk retakan yang lebih tipis, gunakan dengan tusuk gigi. Untuk retakan yang lebih lebar, gunakan alat yang memiliki permukaan yang rata. Hindari penggunaan pisau saat mengaplikasikan epoxy karena akan cepat mengeras.

    3. Kikis Bagian yang Kelebihan

      Apabila saat menuangkan epoxy terlalu banyak dan menyebar ke bagian yang lain, kamu bisa mengikis bagian tersebut agar terlihat lebih rapih. Lakukan dengan cepat sebelum epoxy mengeras. Lalu biarkan epoxy di dalam celah keramik yang pecah mengering.

    4. Cat Retakan yang Telah Ditutup Epoxy

      Langkah terakhir setelah epoxy mengering adalah mengecat bagian atasnya agar terlihat seperti baru. Pilih warna cat yang mirip dengan keramik yang terlihat mengkilap atau berbahan dasar minyak karena tidak mudah pudar saat terkena air. Gunakan kuas tipis untuk mengecatnya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Keramik Perlu Direndam Sebelum Dipasang


    Jakarta

    Sering kita lihat saat membangun rumah, tukang bangunan telah menyiapkan wadah besar air berisi keramik. Mereka merendam keramik yang baru saja datang sebelum dipasang di dalam rumah. Sebenarnya apa tujuan keramik direndam di dalam air?

    Merendam keramik di dalam air bertujuan untuk mengecek daya serap air pada permukaan belakang keramik. Perendaman keramik ini juga dapat mempermudah pemasangannya nanti.

    Keramik yang tidak direndam ke dalam air justru akan menyerap kelembapan dari campuran semen. Hal ini menyebabkan keramik tidak melekat dengan baik setelah dipasang sebab terdapat celah antara ubin keramik dengan bagian sambungan semen. Akibatnya lantai keramik akan terlihat cekung dan mudah pecah.


    Menurut Home Digest, ada beberapa jenis keramik yang tidak perlu direndam terlebih dahulu sebelum dipasang seperti alas lantai dari batu. Sementara untuk jenis keramik yang berbahan dasar tanah liat merah dan putih perlu dimasukkan ke dalam air sebelum dipasang.

    Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan keramik menurut situs Mulia Ceramics adalah kaolin (tanah liat) dan air, sehingga perlu direndam di dalam air.

    Cara Merendam Keramik

    Untuk mengetahui daya serap keramik, ternyata ada ketentuan yang harus diperhatikan dalam merendam keramik diantaranya sebagai berikut.

    1. Kedalaman Air

      Menurut Hanse Ceramics Tile, saat merendam lantai keramik, air harus melebihi ketebalan dan ukuran dari keramik tersebut. Sebelum merendam, pastikan keramik sudah bersih dari debu yang menutupi permukaannya agar penyerapannya maksimal saat direndam.

    2. Posisi Keramik

      Saat memasukkan keramik ke dalam air, pastikan glasir (permukaan) keramik menghadap ke atas. Menurut Kepala Program Keahlian Kriya Keramik, SMKN 2 Jepara, Agus Salim yang dikutip dari situs Vokasi Kemendikbud pada Senin (12/2/2024) glasir adalah teknik pewarna pada kerajinan keramik yang terbuat dari campuran kuarsa kapur dan oksida pewarna besi atau tembaga.

      Jika glasir keramik menghadap ke bawah, sudut ubin keramik mudah pecah jika terkena benturan. Penempatan keramik saat diangkat dari air juga menggunakan cara yakni menghadap ke atas. Hal ini untuk menghindari porselen yang membungkus keramik terkelupas.

    3. Jenis Air

      Ketentuan jenis air yang digunakan untuk merendam keramik adalah air jernih yang tidak panas atau hangat. Tidak perlu ditambahkan dengan cairan pembersih apa pun apalagi yang mengandung minyak.

    4. Lama Keramik Direndam

      Umumnya keramik direndam di dalam air selama 20-30 menit tergantung dengan ketebalan dan jumlahnya. Pastikan pula tidak ada gelembung udara yang keluar dari permukaan air.

    Setelah selesai direndam, keramik perlu diangkat dan dipindahkan ke tempat yang kering. Pastikan keramik masih dalam keadaan lembap saat hendak dipasang ke lantai atau dinding.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal Bangunan Bersejarah Lawang Sewu di Semarang, Apa Benar Punya 1.000 Pintu?


    Jakarta

    Lawang Sewu merupakan salah satu gedung bersejarah yang cukup terkenal di Indonesia. Berdiri di Kota Semarang, Jawa Tengah, Lawang Sewu merupakan bangunan sejarah yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

    Dalam bahasa Jawa, kata ‘lawang’ artinya pintu. Sementara itu, kata ‘sewu’ bermakna seribu. Namun, apakah benar Lawang Sewu memiliki seribu pintu?

    Jumlah Pintu di Lawang Sewu Ternyata Kurang dari Seribu

    Melansir situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (12/2/2024), Lawang Sewu ternyata tidak memiliki seribu pintu. Jumlah asli pintu yang dimiliki oleh bangunan ini adalah 928 pintu. Artinya, bangunan ini kurang memiliki 72 pintu jika harus disesuaikan dengan namanya.


    Namun, pada dasarnya, ‘sewu’ ternyata juga merupakan kata yang mewakili angka yang banyak pada zaman dahulu. Selain itu, dilansir dari situs Center of Excellence Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (12/2/2024), Lawang Sewu juga memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar sehingga masyarakat setempat sering menganggapnya sebagai pintu.

    Sejarah Lawang Sewu

    Berdiri di atas lahan seluas 18.232 meter persegi, Lawang Sewu mulanya merupakan kantor administrasi kereta api Belanda yang bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Bangunan ini berlokasi di jantung kota, tepatnya di Jalan Pemuda No. 160, Sekayu, Semarang, Jawa Tengah.

    Lawang Sewu dibangun pada masa kolonial Belanda tahun 1900-an. Setelah masa kolonial Belanda berakhir, Lawang Sewu diambil alih oleh Jepang sebagai markas tentara dan kantor transportasi bernama Riyuku Sokyoku tahun 1942.

    Bangunan ini menjadi saksi bisu peristiwa pertempuran lima hari pada tanggal 15-19 Oktober 1945. Pertempuran ini terjadi antara Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) dan tentara Jepang.

    Saat itu, Lawang Sewu menjadi markas tentara Jepang. Sementara itu, AMKA berada di Wilhelminaplein atau Kawasan Taman Tugu Muda yang berdiri tepat di seberang Lawang Sewu.

    Dirancang oleh Arsitek yang Berbeda

    Lawang Sewu terdiri dari lima bangunan dan dirancang oleh arsitek yang berbeda-beda. Awalnya, Lawang Sewu dirancang Ir. P. de Rieu, seorang arsitek asal Belanda. Gedung C merupakan bangunan yang pertama kali dibuat dan difungsikan sebagai kantor percetakan karcis kereta api pada tahun 1900.

    Rancangan pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag setelah Ir. P. de Rieu meninggal dunia. Kedua arsitek ini membangun gedung A sebagai kantor utama NIS. Pembangunan dimulai pada Februari 1904 dan rampung pada Juli 1907.

    Selanjutnya, Lawang Sewu diperluas dengan dibangunnya gedung B, D, dan E seiring berkembangnya kantor kereta api Belanda. Gedung B masih dibangun oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag. Sementara itu, gedung D dan E dirancang oleh Thomas Karsten yang merupakan arsitek termuda.

    Dibangun dari Bata sebagai Simbol Kemakmuran

    Lawang Sewu dibangun menggunakan batu bata keramik berwarna oranye. Batu bata sendiri saat itu merupakan simbol kekayaan, kemakmuran, dan kasta tertinggi. Batu bata merupakan material bangunan yang langka dan tergolong mahal pada saat itu.

    “Zaman dulu satu batu bata ini ditaksir mencapai 300 ribu harganya. Dan yang unik, cetakannya ada yang melengkung,” kata Aris, salah seorang pemandu wisata, dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Senin (12/2/2024).

    Kasta yang tinggi ini juga ditampakkan pada jumlah pintu yang banyak. Selain untuk membuat sirkulasi udara menjadi bagus, pintu yang banyak ini menggambarkan citra orang Belanda yang sangat mereka jaga.

    Lawang Sewu Saat Ini

    Lawang Sewu kini difungsikan menjadi sebuah museum setelah dilakukan berbagai pemugaran dan renovasi. Museum Lawang Sewu menampilkan beragam koleksi benda yang berhubungan dengan kereta api, mulai dari seragam masinis, alat komunikasi, lemari karcis, hingga mesin cetak tanggal untuk karcis kereta.

    Lawang Sewu kini menjadi salah satu destinasi wisata yang kaya akan sejarah. Lawang Sewu dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Harga tiket masuk ke Lawang Sewu pun terbilang mewah, yaitu Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com