Harga Kripto Bergeliat Lagi, Investor Mulai Borong Ethereum


Jakarta

Sejumlah mata uang kripto menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (17/2/2026). Penguatan tidak hanya terjadi pada Bitcoin (BTC), tetapi juga pada sejumlah altcoin lainnya seperti Ethereum (ETH), BNB, hingga Solana (SOL).

Mengutip data perdagangan Coinmarketcap, BTC hari ini bergerak menguat 0,84% selama perdagangan 24 jam ke harga US$ 69.066 atau sekitar Rp 1,16 miliar (asumsi kurs Rp 16.837). Namun jika ditarik pada perdagangan sepekan terakhir, harga BTC masih tercatat melemah 1,75%.

Kemudian untuk ETH, tercatat menguat 2,11% ke harga US$ 2.002 atau sekitar Rp 33,7 juta. Penguatan juga terjadi pada token BNB sebesar 2,01% di perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 627,57. Sementara SOL menguat 1,1% ke harga US$ 86,9 sepanjang perdagangan 24 jam.


Kemudian berdasarkan data The Block, BTC tercatat melemah pada perdagangan di hari sebelumnya, Senin (16/2), ke harga US$ 67.374 atau sekitar Rp 1,13 miliar. Pelemahan harga ini dipicu oleh aksi jual bersih yang dilakukan investor institusi yang mengurangi porsinya di BTC.

Harvard Management Company misalnya, mengurangi porsi kepemilikan BTC di perdagangan ETF Bitcoin untuk membangun fondasi di EHT. Institusi tersebut tercatat telah mengakuisisi iShares Ethereum Trust milik BlackRock senilai US$ 86,8 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Namun begitu, kepemilikan Harvard Management terhadap BTC masih tercatat lebih tinggi ketimbang ETH. HIngga akhir kuartal IV 2025, Harvard Management tercatat memiliki BTC senilai US$ 265,8 juta atau sekitar Rp 4,4 triliun.

(eds/eds)



Sumber : finance.detik.com

Panduan Praktis Hubungi Nomor WhatsApp Resmi Indodana Finance


Jakarta

Selain menyediakan layanan customer service terpadu melalui email dan telepon, Indodana Finance kini menghadirkan kanal komunikasi baru berupa layanan WhatsApp. Kehadiran layanan ini menjadi alternatif bagi pengguna untuk menghubungi customer service dengan lebih cepat, personal, serta bebas biaya pulsa.

Layanan WhatsApp tersebut dirancang untuk mempermudah pengguna dalam memperoleh informasi maupun menyampaikan kendala terkait layanan Indodana Finance. Melalui komunikasi langsung, nasabah bisa mendapatkan respons yang lebih efisien dibandingkan jalur konvensional.

Nomor WhatsApp Indodana Finance Resmi

Saat ini, Indodana Finance menyediakan kontak customer service via WhatsApp di nomor 0888 1300 888, sebagaimana tercantum di situs resminya. Layanan ini dapat diakses setiap hari pada jam operasional, yakni pukul 08.00-20.00 WIB.


Meski demikian, pengguna tetap dapat mengirimkan pesan di luar jam kerja. Pesan tersebut akan tercatat dalam sistem dan akan dibalas pada jam operasional berikutnya.

Melalui nomor WhatsApp resmi tersebut, pengguna dapat melaporkan berbagai kendala atau memperoleh informasi seputar layanan Indodana Finance dengan lebih cepat. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk menyimpan nomor WhatsApp Indodana Finance resmi agar mudah dihubungi saat dibutuhkan.

Cara Menghubungi Customer Service via WhatsApp

Untuk mengakses layanan customer service Indodana Finance melalui WhatsApp, pengguna dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

– Simpan nomor WhatsApp Customer Service Indodana Finance resmi 0888 1300 888 di daftar kontak smartphone Anda.

– Di aplikasi WhatsApp, pastikan terdapat logo verified yang ditandai dengan adanya centang biru ketika membuka profil kontak customer service Indodana Finance.

– Melalui sistem komunikasi langsung atau direct communication, Anda bisa langsung mengirim pesan terkait pertanyaan atau kendala yang sedang dialami. Jadi, tak ada kode pesan khusus yang harus dimasukkan untuk mengakses layanan customer service Indodana Finance via WhatsApp tersebut.

– Terkait pesan yang sudah dikirimkan, pihak CS Indodana Finance akan segera memberikan pesan balasan selama di jam operasionalnya.

– Melalui pendekatan yang lebih personal, layanan customer service Indodana Finance via WhatsApp ini mampu memenuhi beragam kebutuhan nasabah yang berbeda. Tentunya, solusi dan jawaban yang diberikan pun akurat dan spesifik menyesuaikan dengan pesan yang dikirimkan oleh nasabah.

Jenis Bantuan yang Bisa Didapatkan

Melalui layanan WhatsApp, customer service Indodana Finance dapat memberikan berbagai bantuan yang pada dasarnya serupa dengan layanan melalui email maupun telepon. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Memberikan informasi seputar status pengajuan paylater.
  • Memberikan informasi terkait transaksi paylater di aplikasi Indodana Finance.
  • Memberikan bantuan dan solusi atas kendala pembayaran cicilan.
  • Memberikan bantuan dan solusi terkait permasalahan aplikasi Indodana Finance yang dialami.
  • Memberikan jawaban atas pertanyaan umum terkait produk dan layanan Indodana Finance.

Tak hanya itu, layanan customer service via WhatsApp juga dapat membantu menjawab pertanyaan atau keluhan lain di luar daftar tersebut, selama masih berkaitan dengan layanan Indodana Finance.

Alternatif Layanan yang Lebih Praktis

Hadirnya layanan customer service WhatsApp menjadi solusi praktis bagi pengguna yang menginginkan komunikasi lebih cepat dan mudah. Dengan sistem komunikasi langsung, pengguna dapat memperoleh jawaban dan solusi yang lebih akurat tanpa biaya tambahan.

Untuk memastikan keamanan, pengguna diimbau hanya menghubungi nomor WhatsApp Indodana Finance resmi dan selalu memastikan adanya tanda centang biru sebagai penanda akun terverifikasi.

Simak juga Video ‘Instagram, Facebook, sampai WhatsApp Nggak Full Gratis Lagi?’:

(akn/ega)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Anjlok!


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak di zona merah hingga Kamis (19/2) sore ini. Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap, harga BTC melemah 1,95% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke level US$ 66.834 atau sekitar Rp 1,12 miliar (asumsi kurs Rp 16.910).

Padahal sebelumnya, harga BTC sempat menguat level US$ 68.332 atau sekitar Rp 1,15 miliar. Melemahnya harga BTC disebut menjadi respons pelaku pasar terhadap risalah rapat Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS), yang dinilai lebih agresif dari ekspektasi pasar.

“Nada minutes yang hawkish membuat pelaku pasar kembali menghitung ulang peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Ketika ekspektasi pemangkasan mundur, aset berisiko seperti Bitcoin cenderung ikut tertekan,” ujar Analis Tokocrypto Fyqieh Fachrur, dalam keterangan tertulis. Kamis (19/2/2026).


Sebagai informasi, dalam risalah rapat The Fed sejumlah pejabat gubernur The Fed menilai belum ada urgensi untuk memangkas suku bunga. Bahkan terdapat suara anggota yang menyarankan untuk menaikan suku nunga jika inflasi AS bertahan di atas 2%. Adapun The Fed menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5%-3,75% berdasarkan Federal Open Market Committee (FOMC).

Selain risalah rapat The Fed, meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran disebut menjadi sentimen negatif terhadap harga BTC. Terlebih adanya kenaikan harga minyak lebih dari 4% imbas meningkatnya tensi kedua negara tersebut.

Di sisi lain, kembalinya likuiditas pasar Asia usai libur Tahun Baru Imlek juga membuat pergerakan harga lebih tajam. Peningkatan volume dan perputaran perdagangan dinilai memperbesar tekanan jual terhadap BTC terjadi dalam jangka pendek.

“Ketika risiko geopolitik naik dan harga minyak melonjak, pasar cenderung masuk mode risk-off. Itu biasanya membuat volatilitas kripto meningkat karena investor mengurangi eksposur,” jelasnya.

Secara teknikal, Fyqieh menyebut BTC masih berada dalam fase konsolidasi di area krusial dengan zona support jangka pendek di level US$ 66.200 hingga US$ 67.800. Selama BTC dapat bertahan pada level tersebut, ia menilai potensi kenaikan harga masih tetap terbuka meski terbatas.

“Jika mampu menembus level tersebut, harga berpotensi menguji area berikutnya di US$ 69.250 hingga US$ 70.800. Namun jika tekanan jual kembali meningkat dan support gagal dipertahankan, risiko koreksi lanjutan tetap ada,” tutup Fyqieh.

(ahi/hns)



Sumber : finance.detik.com

Terkuak Biang Kerok Harga Bitcoin Anjlok


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) kembali anjlok. Berdasarkan data pasar pada Kamis (19/2), Bitcoin terkoreksi -1,25% ke kisaran US$ 66.450 atau setara Rp 1,12 miliar (asumsi kurs Rp 16.900).

Harga Bitcoin yang anjlok ini menyusul rilis notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan para pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS).

Sebagai informasi, notulensi FOMC terbaru menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan hampir sepakat untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini. Namun, pasar merespons negatif adanya perbedaan pandangan terkait langkah The Fed selanjutnya.


Sejumlah pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap persisten. Sementara yang lain bersedia memangkasnya jika tekanan harga mereda.

“Koreksi harga yang terjadi pasca rilis FOMC ini adalah reaksi pasar yang sangat wajar dan bersifat sementara. Investor global saat ini hanya sedang melakukan penyesuaian terhadap timeline pemangkasan suku bunga The Fed,” ujar Vice President INDODAX Antony Kusuma dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2026).

Menurut Antony, meskipun Bitcoin saat ini berada di bawah level US$ 67.000, pergerakan ini masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat. Harga BTC di level US$64.000 menjadi titik support yang kuat, dan secara historis.

“Fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi fondasi yang baik sebelum pasar kembali menguat,” tambah Antony.

Antony menyoroti kaitan kondisi global ini dengan kebijakan moneter dalam negeri. Keputusan Bank Indonesia (BI) terkait BI Rate yang saat ini berada di 4,75-5,5% dinilai akan menentukan arah likuiditas investor domestik.

Ia menilai langkah Bank Indonesia ke depan dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah tentu memberikan kepastian bagi perekonomian domestik. Di tengah dinamika suku bunga dan isu geopolitik global yang masih dinamis, Antony mengimbau investor kripto tidak perlu panik.

“Justru, kondisi makroekonomi seperti ini kembali mengingatkan kita pada fungsi utama Bitcoin sebagai aset lindung nilai (hedge) jangka panjang yang tangguh. Kami melihat ini sebagai momentum yang baik bagi investor untuk merencanakan portofolio mereka secara lebih matang,” jelas Antony.

(rea/hns)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin cs Terjun Bebas!


Jakarta

Aset digital kripto kompak melemah pada perdagangan siang ini, Senin (23/2/2026). Pelemahan harga tidak hanya terjadi pada mata uang Bitcoin (BTC), tetapi juga terhadap sejumlah altcoin hingga memecoin.

Dikutip dari data perdagangan Coinmarketcap pukul 11.10 WIB, harga BTC melemah hingga 4,62% sepanjang perdagangan 24% ke harga US$ 64.923 atau sekitar Rp 1,09 miliar (asumsi kurs Rp 16.800). Harga BTC mendadak turun dari sebelumnya berada di level US$ 68.124 atau sekitar Rp 1,14 miliar pada perdagangan pagi sekitar pukul 07.05 WIB.

Sementara jika diakumulasikan pada perdagangan sepekan terakhir, harga BTC tercatat melemah 5,81%. Aset kripto ini bergerak melemah usai mencapai harga US$ 69.713 atau sekitar Rp 1,17 miliar pada perdagangan 16 Februari kemarin.


Pelemahan juga terjadi pada altcoin seperti Ethereum (ETH) yang terkoreksi hingga 5,61% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.863 atau sekitar Rp 31,29 juta. Harga ETH terjun bebas dari harga US$ 1.980 atau sekitar Rp 33,26 juta.

Kemudian pelemahan tercatat pada koin BNB dan Solana (SOL) di perdagangan 24 jam terakhir, yang masing-masing terkoreksi sebesar 5,14% dan 8,88%. Untuk harga BNB tercatat di level US$ 589,70 dari US$ 624,38. Sedangkan SOL tercatat melemah ke US$ 77,59 dari US$ 85,28.

Memecoin juga bernasib serupa pada perdagangan hari ini. DOGE misalnya, tercatat melemah hingga 4,79% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0,09262. Sementara stablecoin seperti Tether (USDT) tercatat bergerak stagnan pada perdagangan hari ini di harga US$ 0,9996 sepanjang perdagangan 24 jam.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Harga Bitcoin Anjlok, Ini Biang Keroknya


Jakarta

Harga Bitcoin (BTC) melemah pada perdagangan Senin (23/2/2026) siang. Pelemahan disebut imbas rencana penetapan tarif global yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebesar 15%.

Adapun saat ini, harga BTC tercatat melemah sepanjang perdagangan 24 jam terakhir sebesar 4,04% pukul 13.13 WIB ke level US$ 65.266 atau sekitar Rp 1,09 miliar (asumsi kurs Rp 16.807). Sementara sepanjang perdagangan sebulan terakhir, harga BTC terkoreksi sebesar 4,47%.

Dikutip dari CNBC, pelemahan harga BTC hari ini memperpanjang koreksi token tersebut sejak bulan Oktober 2025. Diketahui saat itu, BTC melemah setelah menyentuh level tertinggi pada harga US$ 125.000 atau sekitar Rp 2,1 miliar.


Kemudian secara kumulatif sejak bulan Oktober 2025, BTC tercatat telah melemah lebih dari 47% hingga hari ini. Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2026, BTC tercatat melemah 26%.

COO BTSE Jeff Mei mengatakan pelemahan hari ini terjadi akibat aksi jual bersih investor menyusul pengumuman tarif AS sebesar 15%. Selain itu, kekhawatiran investor juga dipicu oleh naiknya tensi geopolitik AS-Iran.

“Kami yakin bahwa kenaikan tarif yang tiba-tiba ini menyebabkan investor menjual aset kripto sebagai antisipasi penurunan pasar yang lebih serius,” ujar Jeff Mei dikutip dari CNBC, Senin (23/2/2026).

Sementara itu, Kepala Riset 10x Research, Markus Thielen, mengatakan pelemahan harga BTC terjadi karena rendahnya kepercayaan dan likuiditas pasar kripto. Secara teknikal, BTC berada pada fase bearish yang ditandai rendahnya volume transaksi dan ketidakpastian di AS. BTC juga disebut berpotensi melemah hingga ke harga US$ 50.000.

Sebagai informasi, pelemahan juga terjadi pada altcoin seperti Ethereum (ETH) yang terkoreksi hingga 5,25% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.872 atau sekitar Rp 31,45 juta. Kemudian pelemahan tercatat pada koin BNB dan Solana (SOL) di perdagangan 24 jam terakhir, yang masing-masing terkoreksi sebesar 3,88% dan 7,78%.

Untuk harga BNB tercatat di level US$ 597,10 dari US$ 624,38. Sedangkan SOL tercatat melemah ke US$ 78,52 dari US$ 85,28. Memecoin juga bernasib serupa pada perdagangan hari ini. DOGE misalnya, tercatat melemah hingga 3,22% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09398.

(acd/acd)



Sumber : finance.detik.com

Influencer Kripto Bakal Diatur Ketat OJK, Ini Bocorannya


Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menerbitkan aturan baru tentang infli keuangan digital, salah satunya untuk aset kripto. Ketentuan tersebut masuk dalam Peraturan OJK (POJK) yang rencananya akan diterbitkan di semester I 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Hasan Fawzi, mengatakan POJK ini menjadi landasan hukum pihaknya untuk menjatuhkan sanksi terhadap influencer di industri kripto. Sementara saat ini, ia mengakui OJK belum memiliki landasan hukum untuk menindak oknum influencer di industri kripto.

“Dengan POJK tadi mudah-mudahan kami jadi punya landasan hukum dan kewenangan untuk mengenakan sanksi tertentu kepada pihak influencer, termasuk di kripto atau di aset keuangan digital,” ujar Hasan saat ditemui wartawan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Senin (23/2/2026).


Hasan mengatakan aturan ini ditargetkan terbit pada semester I tahun ini. Adapun saat ini, POJK tentang influencer ini masuk dalam tahap finalisasi dan telah dibahas dalam Rapat Dewan Komisioner OJK.

“Di situ ada pasal-pasal yang betul-betul membatasi apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para pihak tersebut. Nah harapan kita kalau dengan POJK nanti sudah keluar, maka OJK menjadi lebih punya lagi kewenangan untuk menegakkan ketentuan itu. Jadi setiap pihak penyebar informasi antara influencer kita harapkan tunduk dan mengacu pada norma-norma ketentuan yang ada di POJK itu nanti,” terang Hasan.

Hasan menambahkan, Melalui aturan tersebut, OJK memiliki kewenangan untuk menindak pelanggaran yang dilakukan influencer di pasar modal.

“Di pasar modal itu sebetulnya sudah memiliki landasan hukum untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran di pasar modal. Nah di Undang-Undang Pasar Modal yang dulu pun, dan kemudian dikuatkan lagi, disempurnakan di Undang-Undang P2SK, kewenangan itu kembali semakin ditegaskan,” pungkasnya.

(ahi/hns)



Sumber : finance.detik.com

Biang Kerok Bitcoin Babak Belur


Jakarta

Bitcoin (BTC) bergerak di zona merah pada perdagangan Senin (23/2/2026). Pelemahan terjadi bahkan hampir pada seluruh token kripto yang dipicu penerapan tarif global yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebesar 15%.

Berdasarkan data perdagangan Coinmarketcap pukul 18.10 WIB, harga BTC tercatat melemah 2,77% sepanjang 24 jam terakhir ke harga US$ 66.309 atau sekitar Rp 1,11 miliar (asumsi kurs Rp 16.816).

Harga BTC turun dari level US$ 68.193 atau sekitar Rp 1,14 miliar pada perdagangan pagi sekitar pukul 06.05 WIB.


Dikutip dari CNBC, pelemahan harga BTC hari ini memperpanjang koreksi token tersebut sejak bulan Oktober 2025. Diketahui saat itu, BTC melemah setelah menyentuh level tertinggi pada harga US$ 125.000 atau sekitar Rp 2,1 miliar.

Kemudian secara kumulatif sejak bulan Oktober 2025, BTC tercatat telah melemah lebih dari 47% hingga hari ini. Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2026, BTC tercatat melemah 26%.

COO BTSE, Jeff Mei, mengatakan pelemahan hari ini terjadi akibat aksi jual bersih investor menyusul pengumuman tarif AS sebesar 15%. Selain itu, kekhawatiran investor juga dipicu oleh naiknya tensi geopolitik AS-Iran.

“Kami yakin bahwa kenaikan tarif yang tiba-tiba ini menyebabkan investor menjual aset kripto sebagai antisipasi penurunan pasar yang lebih serius,” ujar Jeff Mei dikutip dari CNBC, Senin (23/2/2026).

Sementara itu, Kepala Riset 10x Research, Markus Thielen, mengatakan pelemahan harga BTC terjadi karena rendahnya kepercayaan dan likuiditas pasar kripto. Secara teknikal, BTC berada pada fase bearish yang ditandai rendahnya volume transaksi dan ketidakpastian di AS. BTC juga disebut berpotensi melemah hingga ke harga US$ 50.000.

Sebagai informasi, pelemahan juga terjadi pada altcoin seperti Ethereum (ETH) yang terkoreksi hingga 3,16% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 1.917 atau sekitar Rp 32,23 juta. Kemudian pelemahan tercatat pada koin BNB dan Solana (SOL) di perdagangan 24 jam terakhir, yang masing-masing terkoreksi sebesar 2,74% dan 5,91%.

Untuk harga BNB tercatat di level US$ 607,09, sedangkan SOL tercatat melemah ke harga US$ 80,32. Memecoin juga bernasib serupa pada perdagangan hari ini. DOGE misalnya, tercatat melemah hingga 1,03% sepanjang perdagangan 24 jam terakhir ke harga US$ 0.09652.

Simak juga Video ‘Harga Bitcoin Sentuh Rp 1,8 M, Apa Penyebabnya?’:

(ahi/hns)



Sumber : finance.detik.com

Mau Investasi Halal? Ini Panduan Saham Syariah untuk Pemula


Jakarta

Minat masyarakat terhadap investasi saham syariah di Indonesia terus meningkat seiring tingginya kesadaran berinvestasi sesuai prinsip agama. Kabar baiknya, saat ini investasi saham berbasis syariah semakin mudah diakses melalui berbagai aplikasi investasi yang tersedia secara online.

Mengenal Saham Syariah

Saham syariah merupakan saham perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Perusahaan tersebut tidak boleh bergerak di sektor seperti perjudian, minuman keras, riba, atau produk haram lainnya.


Selain itu, perusahaan juga harus memenuhi rasio keuangan tertentu, salah satunya batas maksimal utang berbunga. Proses seleksi saham syariah ini diawasi dan diperbarui secara berkala oleh otoritas terkait.

Kriteria Saham Syariah

Tidak semua perusahaan bisa dikategorikan sebagai saham syariah. Setidaknya ada dua kriteria utama yang harus dipenuhi, yaitu:

– Tidak Mengandung Riba

Perusahaan harus memiliki rasio utang berbunga di bawah batas yang ditentukan. Selain itu, pendapatan bunga dari aktivitas perusahaan juga tidak boleh melebihi ambang tertentu.

– Tidak Bergerak di Bisnis Haram

Perusahaan dilarang menjalankan usaha seperti perjudian, produksi minuman keras, produk tembakau, daging babi, maupun jasa keuangan konvensional berbasis bunga. Perbankan syariah diperbolehkan, sementara bank konvensional umumnya tidak masuk kategori ini.

Daftar Saham Syariah di Indonesia

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham syariah tergabung dalam beberapa indeks, di antaranya:

– ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) yang mencakup seluruh saham syariah tercatat di BEI.

– JII (Jakarta Islamic Index) yang terdiri dari 30 saham syariah paling likuid dan berkapitalisasi besar.

Kabar gembiranya, kamu bisa dengan mudah melihat daftar saham syariah di Ajaib atau platform sekuritas lainnya. Biasanya, saham-saham ini sudah diberi label khusus atau bisa difilter berdasarkan kategori syariah.

Cara Membeli Saham Syariah

Proses pembelian saham syariah pada dasarnya hampir sama dengan saham biasa, yaitu:

– Gunakan Aplikasi Saham Syariah

Pilih aplikasi sekuritas yang sudah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menyediakan kategori saham syariah. Pastikan platform investasi saham syariah terpercaya, sehingga prosesnya menjadi transparan dan aman.

– Registrasi Akun

Siapkan e-KTP dan data diri. Proses pembukaan rekening efek syariah sama seperti membuka rekening saham biasa, dan investor akan memperoleh rekening dana nasabah (RDN) atas nama sendiri.

– Deposit Dana

Isi saldo RDN melalui transfer bank. Investor dapat memulai dari nominal kecil, misalnya Rp100.000, untuk tahap belajar.

– Pilih Saham

Masuk ke aplikasi dan cari menu saham syariah atau gunakan filter indeks seperti ISSI atau JII. Daftar saham syariah juga dapat dilihat melalui aplikasi seperti Ajaib untuk memudahkan pencarian.

– Beli Saham

Tentukan saham yang diincar, masukkan jumlah lot pembelian, (1 lot = 100 lembar), lalu konfirmasi transaksi.

Keuntungan Investasi Saham Syariah

Lebih lanjut, investasi saham syariah bukan sekadar mengenai kepatuhan agama, tetapi juga memberikan keuntungan seperti:

– Ketenangan Secara Spiritual

Saham syariah memberikan ketenangan secara spiritual karena investasi dilakukan secara halal dan sesuai keyakinan, sehingga tidak perlu khawatir mengenai status hukum dana yang diinvestasikan.

– Seleksi yang Ketat

Proses penyaringan saham syariah otomatis menyingkirkan perusahaan dengan fundamental kurang sehat, terutama yang memiliki utang berbunga berlebihan.

– Performa yang Kompetitif

Sejumlah studi menunjukkan bahwa indeks saham syariah mampu bersaing, bahkan dalam periode tertentu mengungguli indeks konvensional dalam jangka panjang, seperti yang tercermin pada JII yang berisi saham-saham unggulan.

– Diversifikasi Otomatis

Dengan berinvestasi di indeks syariah seperti ISSI, investor secara tidak langsung memiliki portofolio yang tersebar di berbagai sektor usaha yang diperbolehkan secara syariah.

Panduan investasi saham syariah bagi pemula ini menunjukkan bahwa berinvestasi sesuai prinsip Islam dapat dilakukan dengan mudah sekaligus berpotensi menguntungkan. Investor cukup memahami kriteria perusahaan yang sesuai syariah, mengenal indeks seperti ISSI dan JII, hingga mempraktikkan pembelian saham melalui aplikasi investasi yang terpercaya.

Lebih dari itu, investasi syariah menawarkan ketenangan karena dijalankan selaras dengan nilai yang diyakini, serta dilengkapi proses seleksi ketat yang membantu menghindari perusahaan dengan utang berbunga berlebihan. Pilihan ini dinilai tepat bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi tanpa mengesampingkan prinsip keberkahan.

Bagi yang tertarik memulai, daftar saham syariah, pembukaan rekening secara online, hingga investasi dengan modal terjangkau dapat diakses melalui aplikasi Ajaib. Yuk, mulai investasi dengan mudah dan sesuai prinsip!

(ega/ega)



Sumber : finance.detik.com