Author: admin

  • Dear Jemaah, Saat di Madinah Utamakan Ziarah Raudhah Ya


    Madinah

    Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kembali mengingatkan kepada para jemaah haji yang saat ini masih berada di Madinah. Jemaah haji diingatkan agar lebih mengutamakan ziarah Raudhah sebelum melakukan ziarah ke lokasi ziarah lainnya yang di Kota Madinah.

    “Jemaah haji agar lebih mengutamakan ziarah Raudhah sebelum melakukan ziarah ke lokasi ziarah lainnya yang di Kota Madinah,” kata Anggota Media Center Kemenag, Widi Dwinanda dalam keterangannya, Rabu (10/7/2024).

    Widi melanjutkan, pihak Kerajaan Arab Saudi telah menerbitkan sebanyak 191.582 tasreh jemaah haji RI. Tasreh tersebut digunakan jemaah untuk masuk ke dalam Raudhah atau area ziarah di Masjid Nabawi.


    “Dilaporkan secara keseluruhan, pihak Saudi telah menerbitkan 191.582 tasreh masuk Raudhah bagi jemaah haji Indonesia,” sambungnya.

    Dia mengatakan, untuk menghadirkan rasa aman dan bagian dari perlindungan jemaah, PPIH secara reguler melakukan monitoring, pengawasan, dan pengamanan keberangkatan jemaah haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah, visitasi ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan Rumah Sakit Arab Saudi untuk melihat kondisi jemaah yang masih dalam perawatan.

    “Serta melakukan patroli keliling di sektor-sektor Daker Makkah serta mendata dan mengumumkan barang tercecer/tertinggal milik jemaah haji,” kata Widi.

    Istimewanya Raudhah di Masjid Nabawi

    Potret Raudhah di Masjid NabawiPotret Raudhah di Masjid Nabawi. (Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom)

    Raudhah adalah salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Tempat ini juga dikenal dengan taman surga yang ada di Masjid Nabawi.

    Dinukil dari buku Keajaiban Masjid Nabawi karya M. Irawan, di tempat itulah Rasulullah SAW beribadah, memimpin salat, dan menerima wahyu. Tempat tersebut juga digunakan oleh para sahabat untuk beribadah.

    Raudah ditandai dengan tiang-tiang putih dan karpet putih. Luasnya sekitar 330 meter persegi yang memanjang dari arah timur sampai barat sepanjang 22 meter dan dari arah utara sampai selatan sepanjang 15 meter.

    Raudhah juga disebut memiliki syafaat sehingga orang yang datang dengan membawa dosa akan banyak mengharapkan syafaat Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda:

    مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

    Artinya: “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman surga.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Jemaah dianjurkan memperbanyak ibadah di Raudhah seperti salat wajib, salat sunnah, zikir dan iktikaf. Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim bersabda:

    صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا المَسْجِدَ الحَرَام

    Artinya: “Satu salat di masjid saya (Masjid Nabawi) ini lebih baik daripada seribu shalat ditempat lain, kecuali Masjidil Haram.”

    Cara Ziarah Haji di Raudhah

    Jemaah haji perlu mengantongi izin khusus untuk berziarah ke Raudhah berupa tasreh. Tasreh adalah surat izin yang dikeluarkan oleh Arab Saudi yang memungkinkan jemaah haji untuk mengunjungi Raudhah.

    Untuk jemaah haji Indonesia, proses masuk ke Raudhah sudah difasilitasi oleh pemerintah melalui tasreh tanpa perlu mengisi dan mendaftar di aplikasi.

    Tasreh hanya dikeluarkan satu kali untuk setiap kloter atau rombongan. Jika jemaah terlewat jadwal yang telah ditetapkan, jemaah tidak dapat meminta tasreh pengganti.

    Melalui tasreh diatur jadwal untuk masuk ke Raudhah bersama jemaah lain. Informasi ini dapat diakses melalui aplikasi e-Hajj. Pengaturan jadwal ini bertujuan untuk mengatur kedatangan jemaah secara bertahap, sehingga setiap orang dapat berdoa dengan lebih tenang dan teratur.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • 130 Ribu Lebih Jemaah Haji RI Sudah Tiba di Tanah Air


    Madinah

    Fase pemulangan jemaah haji masih terus berlangsung. Jemaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air yaitu berjumlah 130.209 orang, mereka tergabung dalam 332 kelompok terbang (kloter).

    “Hingga tanggal 9 Juli 2024 pukul 21.00 WAS, jemaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 130.209 orang. Mereka tergabung dalam 332 kelompok terbang,” ujar Widi Dwinanda, Tim Media Center Kementerian Agama (Kemenag) dalam keterangannya, Rabu (10/7/2024).

    Daftar Total Jemaah yang Pulang Hari Ini

    Dalam kesempatan ini, Widi juga mengabarkan jumlah jemaah yang dipulangkan ke Tanah Air. Jumlah jemaah yang diterbangkan ke Tanah Air hari ini, Rabu 10 Juli 2024 sebanyak 6.330 orang yang tergabung dalam 16 kloter, dengan rincian sebagai berikut:


    • Debarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jemaah/1 kloter
    • Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter
    • Debarkasi Aceh (BTJ) sebanyak 393 jemaah/1 kloter
    • Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 786 jemaah/2 kloter
    • Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 880 jemaah/2 kloter
    • Debarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jemaah/1 kloter
    • Debarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jemaah/1 kloter
    • Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 720 jemaah/2 kloter
    • Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.484 jemaah/4 kloter
    • Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 450 jemaah/1 kloter

    Jemaah Diminta Prioritaskan Ziarah Raudhah

    Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali mengingatkan agar jemaah haji lebih mengutamakan ziarah di Raudhah. Setelahnya, jemaah bisa melakukan ziarah ke lokasi ziarah lainnya yang ada di Kota Madinah.

    “Jadwal sesuai tasreh yang telah diberikan Kementerian Haji dan Umrah Saudi tidak bisa diulang waktunya. Kalau sudah terlewat, jemaah tidak punya kesempatan lagi,” terang Widi.

    Disebutkan, secara keseluruhan, pihak Arab Saudi telah menerbitkan 191.582 tasreh masuk Raudhah bagi jemaah haji Indonesia.

    Widi turut memaparkan pihak PPIH senantiasa tetap melakukan monitoring, pengawasan, dan pengamanan keberangkatan jemaah haji gelombang II dari Makkah ke Madinah, visitasi ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit di Arab Saudi untuk melihat kondisi jemaah yang masih dalam perawatan.

    “Serta melakukan patroli keliling di sektor-sektor Daker Makkah serta mendata dan mengumumkan barang tercecer/tertinggal milik jemaah haji,” pungkasnya.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Meninggal di Tanah Suci, Apakah Bisa Dibawa Pulang?



    Jakarta

    Menurut Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) Rabu (10/07) pukul 10.57 WIB mencatat ada 405 jemaah wafat, namun baru tersedia 404 identitas jemaah yang dipublikasi dalam sistem.

    Lalu bagaimana prosedur pengurusan jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci?

    Prosedur pengurusan jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci perlu melalui beberapa tahapan. Berikut beberapa prosedur yang detikHikmah himpun dalam laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) (20/06):

    1. Melapor dan memeriksa informasi jenazah

    Pertama yang harus dilakukan ketika ada jemaah yang wafat di Tanah Suci adalah melapor kepada ketua kloter atau muthawwif. Kemudian periksa berita kematian jemaah haji apakah sumbernya valid atau tidak.


    Karena sumber berita kematian jemaah haji harus diterima dari tenaga kesehatan haji (TKH) di kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari dokter dan perawat.

    Jadi ketika ada kematian, informasi harus lengkap. Mulai dari kronologi yang menerangkan waktu, tempat dan juga termasuk riwayat penyakit yang diderita.

    2. Segera membuat Certificate of Death (COD)

    Setelah petugas mengetahui informasi lengkap jemaah yang wafat. Petugas harus segera membuat Certificate of Death (COD) yaitu sertifikat formulir yang menjelaskan sebab wafat dari jemaah.

    Dokter kloter nantinya akan berkonsultasi dengan dokter spesialis yang ada di KKHI untuk mengisi COD. Sehingga isian dari COD tersebut sebagai bukti penyebab wafat dari jemaah haji tersebut bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

    3. Proses pemakaman

    Setelah mendapatkan informasi kematian, petugas langsung mengurus surat dari RS Arab Saudi. Hal ini dikarenakan jemaah haji yang wafat akan diotopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.

    Untuk pengurusan jenazah seperti memandikan, mengkafani hingga menguburkan dilakukan oleh yayasan-yayasan swasta di Arab Saudi dan sifatnya gratis.

    Pihak maktab juga memberikan kesempatan jenazah untuk disalati di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi jika ada permintaan dari pihak keluarga jemaah yang wafat tersebut. Mereka juga membolehkan pihak keluarga yang mendampingi untuk ikut salat ataupun mengikuti proses pemakaman.

    Jemaah Wafat di Tanah Suci Tidak Dipulangkan ke Negaranya

    Jemaah haji yang meninggal dunia di Tanah Suci tidak diizinkan untuk dibawa pulang ke negaranya. Sejauh ini juga belum pernah ada pemulangan jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci ke tempat asal negaranya.

    “Urusan pemulangan jenazah ke Indonesia sangat sulit, sehingga jemaah haji yang sudah wafat di sini itu oleh pemerintah Arab Saudi tidak diizinkan untuk dibawa pulang ke Tanah Air,” kata Abdul Hafiz, anggota tim Surveilans PPI Arab Saudi, seperti dilansir situs BPK.

    Dalam Islam, seseorang yang wafat harus segera dikuburkan. Pemakaman yang dilakukan maktab tentunya sudah memenuhi syariat Islam sehingga jemaah dan keluarga tidak perlu khawatir.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ratusan Jemaah Ikuti Senam Haji, Antisipasi Penyakit Jantung di Tanah Suci



    Madinah

    Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah menggelar sosialisasi kesehatan bagi jemaah haji yang saat ini masih di Madinah. Selain sosialisasi kesehatan, pihaknya juga menggelar senam gerakan jantung sehat.

    Acara bertema ‘Ngobras Gerakan Jantung Sehat Jemaah Haji’ ini diikuti oleh ratusan jemaah haji di Arjwaan Al Saadah Hotel, Madinah. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Daker Madinah Ali Machzumi, Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi Indro Murwoko, dan para tenaga kesehatan yang bertugas di klinik sektor yang ada di Madinah.

    “Kegiatan ini adalah sosialisasi kesehatan jemaah haji, fokusnya adalah agar jemaah haji menjaga kondisi kesehatannya, agar bisa kembali ke Tanah Air sesuai jadwal,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan PPIH Arab Saudi dr Indro Murwoko, Selasa (9/7/2024).


    Menurutnya, sosialisasi ini sebagai bentuk antisipasi kesehatan para jemaah sebelum mereka diberangkatkan pulang ke Tanah Air. Kata Indro, jemaah haji yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) sebagian besar menderita sakit paru-paru dan jantung.

    “Karena memang kita ketahui, penyakit jantung paling banyak diderita jemaah haji dan apabila tidak diantisiapasi dari awal bisa menyebabkan jemaah sakit dan harus dirawat di rumah sakit bahkan bisa menjadi fatal,” kata Indro.

    Sosialisasi kesehatan dan senam jemaah haji di Madinah, Selasa (9/7/2024).Sosialisasi kesehatan dan senam jemaah haji di Madinah, Selasa (9/7/2024). Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom

    Jemaah haji yang hadir mayoritas merupakan adalah lanjut usia (lansia). Mereka turut mengikuti senam haji yang dipandu oleh tenaga kesehatan. Selain itu, jemaah juga diberikan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai kesehatan yang mereka keluhkan selama berada di Tanah Suci.

    Mereka diimbau untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama berada di Madinah hingga menjelang kepulangannya ke Tanah Air. Jemaah diminta tak memaksakan ibadah sunnah ke Masjid Nabawi terlebih cuaca panas siang hari di Madinah cukup ekstrem mencapai 44 derajat celsius.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • DPR Sepakat Bentuk Pansus Angket Haji, Menag: Kita Ikuti Prosesnya



    Jakarta

    DPR RI menyepakati pembentukan panitia khusus (pansus) hak angket pengawasan haji dalam rapat paripurna ke-21 hari ini. Merespons hal itu, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyatakan siap mengikuti prosesnya.

    “Kita ikuti saja, itu kan proses yang dijamin oleh konstitusi kan, ya jadi kita ikuti saja, ” ujar Yaqut kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/7/2024).

    Yaqut juga mengatakan akan memberikan seluruh laporan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan ibadah haji 2024. Bahkan Yaqut menegaskan akan menyampaikan laporan apa adanya.


    “Jadi semua proses akan kita laporkan kan. Mulai dari persiapan sampai pelaksanaan ibadah haji akan kita sampaikan. Apa adanya,” katanya.

    Pria yang akrab disapa Gus Men juga menambahkan, saat ini pemerintah masih fokus untuk menyelesaikan pelayanan dalam operasional haji. Evaluasi akan dilakukan setelah masa operasional haji tuntas.

    “Ini masa operasional haji masih berlangsung sampai 23 Juli 2024. Jadi masih berlangsung nih haji,” jelasnya.

    Diberitakan detikNews, usulan pembentukan hak angket pansus haji disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina. Selly menyampaikan sederet pertimbangan pembentukan pansus yang salah satunya terkait ketidaksesuaian pembagian kuota haji.

    “Bahwa kuota haji khusus ditetapkan sebesar 8 persen dari kuota haji Indonesia sehingga keputusan Menag No 118 Tahun 2024 tentang petunjuk pelaksanaan pemenuhan kuota haji khusus tambahan dan sisa kuota haji 2024 bertentangan dengan UU dan tak sesuai dengan hasil kesimpulan rapat Panja Komisi VIII dengan Menag terkait penetapan BPIH,” kata Selly.

    Anggota Fraksi PDI-P itu juga menyampaikan ada 35 anggota DPR RI yang sudah menandatangani hak angket.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar atau Cak Imin selaku pimpinan rapat meminta persetujuan kepada semua anggota DPR. Anggota DPR menjawab setuju.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Sebelum Pulang ke Tanah Air, Jemaah Diminta Jaga Kesehatan



    Jakarta

    Fase pemulangan jemaah haji asal Indonesia masih terus berlangsung. Jemaah secara berangsur diterbangkan dari Tanah Suci menuju Tanah Air. Sebelum menjalani perjalanan pulang, jemaah diminta untuk menjaga kesehatan.

    Fase pemulangan jemaah haji ke Tanah Air, hingga 8 Juli 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi atau 9 Juli 2024 pukul. 01.00 Waktu Indonesia Barat, jemaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 122.787 orang.

    Mereka tergabung dalam 313 kelompok terbang atau 56 persen dari jumlah total kloter.


    Data ini disampaikan Widi Dwinanda, anggota Media Center Kementerian Agama saat melakukan konferensi pers yang ditayangkan di YouTube channel Kementerian Agama (Kemenag), Selasa (9/7/2024).

    Dalam kesempatan ini juga Widi mengimbau agar para jemaah menjaga kesehatan menjelang waktu pemulangan ke Tanah Air.

    Upaya Menjaga Kesehatan

    Widi menyebutkan tiga langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kesehatan selama di Tanah Suci.

    “Pertama, menerapkan gaya hidup sehat. Jemaah haji harus kontrol dan menjaga makanan. Hindari makanan tinggi lemak dan tinggi garam, dan diikuti dengan mengkonsumsi sayur dan buah-buahan,” terang Widi.

    “Kedua, rutin menjaga kebugaran. Upaya yang dapat dilakukan jemaah adalah senam haji atau berjalan minimal dilakukan selama 30 menit per hari,” sambungnya.

    Ketiga, ia melanjutkan, bagi jemaah haji yang memiliki tekanan darah tinggi harus rutin minum obat darah tinggi dengan target tekanan darah kurang dari 140/90. Begitu pula bagi jemaah haji memiliki penyakit kencing manis. Jemaah agar selalu kontrol kadar gula darah.

    Jemaah haji bisa menilai diri sendiri bahwa yang tahu tentang kondisi kesehatan jemaah haji adalah jemaah sendiri. “Jika sudah merasakan lelah, lakukan aktivitas sesuai dengan kapasitas kemampuan diri sendiri,” lanjutnya.

    Widi juga menegaskan kepada jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas luar ruang seperti city tour.

    Bagi jemaah yang memiliki kendala kesehatan, Widi menganjurkan para jemaah untuk segera menghubungi petugas kesehatan.

    Jumlah Jemaah Pulang ke Tanah Air

    Hari ini, selasa, 9 juli 2024, jemaah haji yang akan dan telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 7.485 orang. Mereka tergabung dalam 19 kloter.

    Berikut rincian jemaah yang dipulangkan ke Tanah Air:

    1. Debarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 320 jemaah/1 kloter
    2. Debarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jemaah/1 kloter
    3. Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter
    4. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 1.226 jemaah/3 kloter
    5. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 880 jemaah/2 kloter
    6. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter
    7. Debarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jemaah/1 kloter
    8. Debarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jemaah/1 kloter
    8. Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.440 jemaah/4 kloter
    9. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 742 jemaah/2 kloter
    10. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 900 jemaah/2 kloter.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketua DPRD Rembang Hilang usai Berhaji, Diduga Ditahan Otoritas Arab Saudi



    Madinah

    Ketua DPRD Rembang Supadi dikabarkan ditahan oleh Otoritas Kerajaan Arab Saudi. Kabar itu dikonfirmasi KJRI Jeddah setelah keberadaannya yang belum diketahui usai sempat mengajukan izin cuti haji.

    “Yang bersangkutan saat ini sedang menjalani proses penyelidikan pihak berwajib di Arab Saudi,” ujar Konsulat Jenderal RI Jeddah, Yusron B. Ambary dalam keterangannya kepada Media Center Haji, Selasa (9/7/2024).

    Yusron mengatakan Ketua DPRD Rembang itu berurusan dengan aparat di Arab Saudi atas dugaan pelanggaran keimigrasian. Saat ini, kata Yusron, Supadi masih menjalani penyelidikan oleh otoritas Arab Saudi.


    “Karena dugaan pelanggaran keimigrasian,” jelasnya.

    Namun Yusron belum memberikan secara detail pelanggaran apa yang sudah dilakukan Supadi. Dirinya tetap memastikan bahwa saat ini Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) sudah memberikan pendampingan hukum terhadap Supadi.

    “KJRI bersama pengacara yang bersangkutan telah memberikan pendampingan hukum,” tandas Yusron.

    Diketahui, keberadaan Ketua DPRD Rembang Supadi belum diketahui hingga kini, setelah sempat mengajukan izin cuti haji. Cuti yang diajukannya itu terhitung sejak 31 Mei hingga 25 Juni 2024.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Witan Sulaeman Jadi Korban Pesawat Haji Garuda Delay 28 Jam



    Madinah

    Fase pemulangan jemaah haji oleh maskapai Garuda Indonesia kembali mengalami keterlambatan atau delay. Kali ini delay berlangsung hingga 28 jam atau tertunda satu hari, terparah dalam catatan penerbangan haji tahun ini.

    Jemaah yang mengalami penundaan penerbangan itu berasal dari kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi Balikpapan (BPN-9). Mereka berjumlah 324 orang yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah.

    Salah seorang jemaah yang ada di rombongan itu yakni punggawa Timnas Indonesia, Witan Sulaeman. Witan menunaikan ibadah haji bersama istrinya yang tergabung dalam rombongan kloter BPN-9 Embarkasi Balikpapan.


    Berdasarkan jadwal, rombongan jemaah Kloter BPN-9 sedianya akan terbang dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada Sabtu (6/7/2024) pukul 13.40 Waktu Arab Saudi (WAS). Namun informasi mendadak didapat jemaah saat berada di bus, bahwa pesawat Garuda yang akan membawanya dijadwalkan tertunda hingga Minggu (7/7/2024) sekitar pukul 17.40 WAS.

    Akhirnya Witan bersama ratusan jemaah lainnya kembali bermalam di Madinah tepatnya di Andalus Golden Hotel. Mereka pun kembali membawa koper dari bus menuju hotel.

    Witan Sulaeman bersama istri tergabung dalam rombongan jemaah haji yang pesawatnya delay 28 jam.Witan Sulaeman bersama istri tergabung dalam rombongan jemaah haji yang pesawatnya delay 28 jam. Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom

    Sementara pantauan detikHikmah pada Minggu (7/7/2024) pagi, Witan bersama istrinya mengenakan seragam batik jemaah haji Indonesia berwarna ungu lengkap, tak lupa Witan juga mengenakan peci berwarna hitam. Keduanya keluar dari hotel dan menuju ke bus yang akan membawanya ke Bandara AMAA, Madinah.

    “Pelayanan petugasnya bagus. Selama ini tidak ada kendala (saat di Tanah Suci),” ujar Witan singkat saat menuju bus.

    Diketahui, fase pemulangan jemaah haji oleh maskapai Garuda Indonesia ke Tanah Air lagi-lagi mengalami penundaan. Tak tanggung-tanggung, delay ini berlangsung hingga 28 jam atau tertunda satu hari.

    Garuda pun memberi kompensasi berupa uang pengganti yang masing-masing jemaah diberikan 150 riyal.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Pertama dalam Sejarah, Upacara Ganti Kiswah Ka’bah Libatkan Petugas Wanita



    Jakarta

    Upacara penggantian kiswah Ka’bah tahun ini terbilang spesial. Untuk pertama kalinya, petugas wanita Otoritas Urusan Umum di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi diikutsertakan dalam upacara tahunan tersebut.

    “Pegawai wanita Otoritas Urusan Umum di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk pertama kalinya mengikuti upacara penggantian kiswah,” tulis unggahan X Inside the Haramain (@insharafain) pada Minggu (7/7/2024).

    Petugas wanita ikut serta dalam upacara penggantian kiswah Ka'bahPotret petugas wanita ikut serta dalam upacara penggantian kiswah Ka’bah tahun ini. (Foto: X @insharifain)

    Dilihat detikHikmah, Senin (8/7/2024), petugas wanita tersebut menggunakan pakaian seragam, yakni berniqab dan pakaian serba hitam. Deretan petugas wanita tersebut berbaris sembari mengantarkan lembaran kain kiswah dengan ornamen kaligrafi di atasnya kepada petugas lain.


    Penggantian kiswah atau kain penutup Ka’bah sudah menjadi tradisi yang dilakukan setiap pergantian Tahun Baru Islam atau awal Muharram. Tahun ini, upacara penggantian kiswah digelar pada malam sebelum 1 Muharram 1446 H, tepatnya Sabtu, 6 Juli 2024 setelah salat Isya.

    Dilaporkan kantor berita Arab Saudi, SPA, proses penggantian kiswah akan ditangani oleh 159 teknisi dan pengrajin.

    Para teknisi akan melepas kiswah lama dan menggantinya dengan yang baru. Hal ini dilakukan dengan pembentangan empat sisi terpisah kiswah baru yang menimpa kiswah lama.

    Setelah itu, kiswah baru akan mulai dipasang dari atas Ka’bah dengan mengikatnya dari bawah. Sementara itu, tali kiswah lama akan dilonggarkan.

    Petugas akan menarik kiswah baru ke atas dan ke bawah beriringan dengan lepasnya kiswah lama secara perlahan. Proses itu diulang empat kali untuk tiap sisi hingga kiswah baru terpasang sempurna.

    Sebelum pergantian kiswah tahunan, upacara serah terima kiswah baru telah digelar bulan lalu. Atas nama Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman, Wakil Emir Makkah dan Wakil Ketua Komite Haji Pusat Pangeran Saud bin Mishal menyerahkan kiswah baru kepada Wakil Penjaga Senior Ka’bah Abdul Malik Al-Shaibi pada 18 Juni 2024.

    (rah/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 404 Jemaah Haji Indonesia Wafat, Ini Rincian Lengkapnya



    Jakarta

    Jumlah jemaah haji yang wafat terus bertambah. Sebanyak 404 orang dilaporkan wafat menurut data hingga sore tadi.

    Data Sistem Informasi Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) per Senin (8/7) pukul 15.37 WIB mencatat ada 404 jemaah wafat, namun baru tersedia 403 identitas jemaah yang dipublikasikan dalam sistem.

    Data jemaah wafat ini terdiri dari jemaah reguler dan sedikit jemaah khusus. Mayoritas dari mereka adalah jemaah dengan risiko tinggi (risti). Total ada 370 jemaah risti yang meninggal dunia.


    Berdasarkan kelompok umur, jemaah termuda yang wafat berusia 31 tahun dan tertua 96 tahun. Mayoritas jemaah yang wafat ini adalah lansia dengan usia 65 tahun ke atas. Total ada 253 orang.

    Dilihat dari lokasi wafat, mayoritas jemaah haji meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, sebanyak 319 jemaah. Kemudian disusul Madinah 40 orang, Mina 32 orang, Jeddah 6 orang, Arafah 6 orang.

    Jika dibandingkan dengan tahun lalu, kumulatif jemaah wafat pada hari yang sama tahun ini lebih rendah. Tahun lalu sebanyak 691 orang wafat pada hari ke-57, sedangkan tahun ini 404 jemaah.

    Saat ini, operasional penyelenggaraan haji 2024 telah memasuki fase pemulangan jemaah gelombang II. Total jemaah yang sudah diterbangkan ke Tanah Air pada Minggu (7/7/2024) pukul 21.00 WAS atau Senin (8/7) pukul 1.00 WIB dini hari tadi sebanyak 115.181 orang. Mereka tergabung dalam 293 kelompok terbang (kloter).

    Jemaah yang masih di Tanah Suci Makkah juga telah bergeser ke Madinah secara bertahap. Mereka akan menjalani ibadah sunnah dan kunjungan-kunjungan ke tempat bersejarah yang ada di Kota Nabi.

    (kri/lus)



    Sumber : www.detik.com