Author: admin

  • Tahun Baru Islam 1 Muharram, Kiswah Ka’bah Baru Telah Terpasang



    Jakarta

    Otoritas Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah mengganti penutup Ka’bah dengan kiswah baru. Proses pergantian Kiswah ini menjadi tradisi setiap tahun dan selalu dilakukan pada pergantian tahun Hijriah.

    Penggantian kain kiswah baru dilakukan oleh tim yang terdiri dari 159 pengrajin yang berasal dari Kompleks Raja Abdulaziz untuk kiswah Ka’bah Suci.

    Melansir Saudi Gazette (07/07/2014), tim disebar ke bagian samping dan atap Ka’bah sesuai dengan spesialisasinya. Proses ini dimulai dengan membongkar pengait kiswah lama dan memasangnya dengan yang baru.


    Proses Pemasangan Kiswah Baru

    Kiswah yang dipasang memiliki berat 1.350 kilogram dan tinggi 14 meter yang terdiri dari empat sisi terpisah dan tirai pintu. Masing-masing empat sisinya diangkat secara terpisah ke puncak Ka’bah sebagai persiapan untuk membuka lipatannya di atas penutup lama.

    Sisi-sisinya dipasang di bagian atas dengan cara diikat dan ujung lainnya diturunkan setelah tali kiswah lama dilepas.

    Setelahnya, sisi-sisi baru digerakkan ke atas dan ke bawah secara terus menerus, dilanjutkan dengan menurunkan kiswah lama dari bawah dengan kiswah baru tetap pada tempatnya.

    Proses ini diulangi untuk masing-masing sisi hingga pemasangan tiap kain kiswah selesai. Terakhir, tali disejajarkan dalam garis lurus di keempat sisinya dan dijahit pada tempatnya.

    Setelah semua sisinya diikat, sudut-sudutnya dijahit dari atas kiswah ke bawah. Setelah ini selesai, tirai dipasang yang membutuhkan waktu dan ketelitian.

    Kiswah terbuat dari 1.000 kg sutra berwarna hitam, 120 kg benang emas dan 100 kg benang perak. Tali kiswah terdiri dari 16 buah lengkap dengan 7 buah dibawah ikat pinggang.

    Kompleks Raja Abdulaziz untuk kiswah Ka’bah mempekerjakan sekitar 200 pengrajin dan administrator, semuanya warga negara yang terlatih, berkualifikasi dan terspesialisasi.

    Kompleks ini mencakup departemen pencelupan, tenun otomatis dan tangan, percetakan, pembuatan ikat pinggang, penyepuhan, menjahit dan perakitan kiswah. Dibuat dengan mesin jahit terbesar di dunia dalam hal panjangnya yakni berukuran 16 meter dan beroperasi dengan sistem komputerisasi.

    Lalu ke mana Kiswah Ka’bah yang sudah tak terpakai?

    Menurut Al Arabiya, Ahmad bin Mohammed Al-Mansouri selaku Direktur Jenderal Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Ka’bah, mengungkapkan kiswah lama tidak dibuang ataupun dihancurkan. Kiswah yang telah diganti ini akan disimpan di tempat yang aman.

    Ahmad bin Mohammed Al-Mansouri menjelaskan, kiswah yang lama akan ditempatkan di tempat khusus di area gudang pemerintah. Tempat ini diberi pengamanan cukup ketat untuk mencegah reaksi kimia atau infiltrasi bakteri yang bisa merusak kain. Jadi kiswah yang lama akan tersimpan rapi di tempat yang aman.

    Namun, terkadang Kiswah ini bisa dipotong menjadi beberapa bagian kecil untuk kemudian dibagikan sebagai hadiah jika diminta oleh otoritas yang lebih tinggi. Itulah sebabnya ada beberapa orang yang memiliki potongan kiswah.

    (lus/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Jemaah Diminta Lapor Kondisi Kesehatan ke Puskesmas Sepulang Haji



    Jakarta

    Fase pemulangan jemaah RI masih berlangsung hingga kini. Setiba di Tanah Air, jemaah diminta memberitahu petugas Puskesmas bahwa mereka baru kembali dari haji.

    Informasi tersebut diterangkan oleh anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kemenag RI, Senin (8/7/2024).

    “Jemaah haji yang telah kembali ke Indonesia akan dipantau kesehatannya selama 21 hari oleh dinas kesehatan setempat,” ujar Widi.


    Jika selama pemantauan, lanjutnya, ada gangguan kesehatan maka jemaah haji bisa segera lapor ke fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, ia juga mengimbau jemaah untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

    Sebagai informasi, sampai 7 Juli 2024 pukul 21.00 WAS jumlah jemaah dan petugas haji yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 115.181 orang yang tergabung dalam 293 kelompok terbang (kloter).

    Sementara itu, jemaah haji gelombang II yang diberangkatkan dari Makkah ke Madinah berjumlah 8.661 orang dan tergabung dalam 22 kloter. Pada Senin 8 Juli 2024 terdapat 17 kloter dengan jumlah jemaah haji 6.116 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air, dengan rincian sebagai berikut:

    1. Debarkasi Banjarmasin (BDJ) sebanyak 320 jemaah/1 kloter;
    2. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 393 jemaah/1 kloter;
    3. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 1.320 jemaah/3 kloter;
    4. Debarkasi Jakarta Kertajati (KJT) sebanyak 880 jemaah/2 kloter;
    5. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter;
    6. Debarkasi Lombok (LOP) sebanyak 121 jemaah/1 kloter;
    7. Debarkasi Padang (PDG) sebanyak 393 jemaah/1 kloter;
    8. Debarkasi Palembang (PLM) sebanyak 450 jemaah/1 kloter;
    9. Debarkasi Solo (SOC); sebanyak 1.080 jemaah/3 kloter:
    10. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 742 jemaah/2 kloter;
    11. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 450 jemaah/1 kloter.

    Pada kesempatan yang sama, Widi juga mengimbau jemaah haji untuk menjaga kesehatan dengan makan, minum dan istirahat yang cukup serta mengonsumsi obat yang dianjurkan dokter. Sebab, kondisi cuaca di Madinah saat ini paling rendah 28°c dan paling tinggi 43°c.

    “Membatasi aktivitas di luar hotel dan city tour. Kalaupun harus bepergian, tetap mengenakan alat pelindung diri berupa payung, topi lebar dan kaca mata hitam, membawa air minum untuk mencegah dehidrasi,” papar Widi.

    Selain itu, ia berpesan kepada jemaah untuk tetap berkelompok, jangan memisahkan diri serta membawa identitas berupa paspor visa dan gelang tangan. Ini dilakukan agar jemaah tidak tersesat.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kemenag Semprot Garuda Buntut Pemulangan Jemaah Delay 28 Jam



    Madinah

    Kementerian Agama (Kemenag) kembali melayangkan protes keras kepada Garuda Indonesia karena delay atau keterlambatan penerbangan yang dialami jemaah haji kelompok terbang 9 Embarkasi Balikpapan (BPN-09). Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief menilai performance Garuda Indonesia tahun ini sangat buruk seiring delay penerbangan yang terus berulang.

    Fase pemulangan jemaah haji Indonesia yang berlangsung sejak 22 Juni 2024 kembali diwarnai dengan keterlambatan penerbangan oleh maskapai Garuda Indonesia. Keterlambatan yang dialami jemaah BPN-09 bahkan terjadi lebih dari sehari, tepatnya 28 jam. Sebelumnya, jemaah haji kloter 3 Embarkasi Kualanamu (KNO-03) juga mengalami delay selama 12 jam.

    “Kita protes keras Garuda Indonesia atas kembali terjadinya delay penerbangan jemaah haji Indonesia pada fase pemulangan. Delay lagi dan lagi. Berulang terus. Kita nilai kinerja Garuda Indonesia tahun ini sangat buruk, tidak profesional,” ujar Hilman Latief dalam rilis yang diterima detikHikmah, Senin (8/7/2024).


    “Dengan kejadian ini, Kementerian Agama akan mempertimbangkan kembali keterlibatan Garuda Indonesia pada penerbangan jemaah haji di tahun mendatang,” katanya.

    Sebanyak 324 jemaah BPN-09 berasal dari Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Mereka seharusnya pulang ke Tanah Air, pada 6 Juli 2024, pukul 13.40 waktu Arab Saudi (WAS). Mereka sudah berada di bus dan siap ke Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah saat diinformasikan adanya delay penerbangan dan baru akan diterbangkan pada Minggu, 7 Juli 2024, sekitar pukul 17.40 WAS (Waktu Arab Saudi).

    “Pemberitahuan dari pihak Garuda Indonesia juga sering mendadak. Bahkan jemaah sudah berada di bus dan siap menuju Bandara AMAA Madinah baru diinfo kalau ada delay. Ini kejadiannya mirip dengan KNO-03. Jelas Garuda Indonesia tidak profesional,” tandas Hilman Latief.

    Delay semacam ini membuat jemaah lelah. Mereka terpaksa harus membawa koper kabin kembali karena sudah di bus baru diinfo kalau ada delay. Ini kan melelahkan,” sambung Hilman Latief.

    Protes senada disampaikan oleh Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab. Menurutnya, kinerja Garuda pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini betul-betul sangat buruk. Bahkan, pada pekan pertama fase pemulangan jemaah haji, lebih 50 persen penerbangan mengalami keterlambatan. Dari 52 kloter, sebanyak 38 kloter terbang tidak sesuai jadwal karena mengalami keterlambatan.

    “Pada pekan kedua pemulangan, total sudah ada 155 kloter jemaah haji Indonesia yang sudah diterbangkan Garuda Indonesia ke Tanah Air. Dari 155 kloter, ada 75 kloter yang mengalami keterlambatan atau 48,39%,” sebut Saiful Mujab.

    “Kalau pekan pertama ada KNO-03 yang delay 12 jam 30 menit, pekan kedua ini ada BPN-09 yang delay hingga 28 jam 10 menit. Ini sangat parah,” sambungnya.

    Saiful kembali meminta Garuda Indonesia fokus pada upaya perbaikan kinerja pada sisa penerbangan pemulangan jemaah haji Indonesia. Pastikan pesawat yang akan digunakan siap dan ada.

    Kru pesawat juga diminta siap bertugas sehingga potensi terjadinya delay penerbangan tidak terulang. Persiapkan pesawat cadangan pengganti pesawat bermasalah, sesuai kontrak kerja dengan Kemenag.

    “Kasihan jemaah kalau Garuda delay terus. Belum lagi jemaah harus naik pesawat domestik ke provinsi asal yang harus tertunda karena lambat dari Arab Saudi. Dampaknya signifikan dan ini menjadi tanggung jawab Garuda. Saya minta Garuda fokus pada perbaikan kinerja. Layani jemaah haji Indonesia dengan baik dengan tidak membuat jadwal penerbangan delay,” katanya.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Jemaah Haji Batal Pulang gegara Delay 28 Jam



    Madinah

    Abdul Kadir (60) bersama 323 jemaah haji kloter 9 Embarkasi Balikpapan, asal Kota Palu, Sulawesi Tengah, bersiap menuju ke Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah. Dia bersiap untuk kembali ke Tanah Air setelah 9 hari singgah melaksanakan ibadah sunnah di Kota Nabi.

    Abdul Kadir semringah, karena tahu hari itu, Sabtu 6 Juli 2024 akan segera pulang ke Tanah Air untuk melepas rindu. Semua barang termasuk oleh-oleh sudah ia kemas rapi di koper berlapis kain merah-putih, khas jemaah haji RI.

    Kadir bercerita, Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 Waktu Arab Saudi (WAS), bus pun datang. Sejumlah jemaah mulai tampak sibuk. Beberapa di antaranya mulai mengangkut koper-koper mereka dari hotel menuju bus. Ada juga yang masih melakukan video call dengan keluarganya di Indonesia, mengabarkan bahwa sebentar lagi akan terbang ke Tanah Air.


    “Sudah diangkut semua ke mobil (bus), kita disuruh cepat-cepat naik ke bus. Lalu kita menunggu lama dan sudah dibagikan paspor, setelah kita lama, dia (masyariq) minta kembali paspornya,” kata Abdul Kadir di Madinah, Minggu (7/7/2024).

    Batinnya mulai bergumam karena setelah dua jam, bus tak juga bergerak. Dia mengatakan, kurang lebih selama dua jam berada di dalam bus. Kadir mulai curiga, “Itu mulai jam 7 sampai jam 9 di bus,” katanya.

    Setelah dua jam menunggu, batin Kadir benar. Dia dan ratusan jemaah lain yang ada di 8 bus diminta turun lagi dan membawa koper mereka untuk kembali ke hotel. Kadir mendapat kabar pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-4209 yang akan membawanya ke Tanah Air mengalami keterlambatan.

    “Iya kita tarik-tarik lagi koper ke sana semua. Gara-gara pesawat delay, kita disuruh turun dari bus dan masuk hotel lagi, kalau di sana (bandara) tidak ada tempat menginap makanya kita disuruh masuk hotel lagi,” sambung kadir.

    Harapan Abdul Kadir untuk pulang di hari itu kandas, sedianya dia dan jemaah kloter BPN-09 terjadwal akan terbang ke Tanah Air dari Madinah pukul 13.40 WAS, Sabtu (6/7/2024). Namun informasi mendadak didapat, pesawat Garuda yang akan membawanya dijadwalkan tertunda hingga Minggu (7/7/2024) sekitar pukul 17.40 WAS.

    “Langsung saya telepon, mengabarkan keluarga di rumah kalau tidak jadi pulang hari ini. Iya sudah, keluarga sudah menunggu beberapa hari karena keluarga dari jauh semua dari Toli-Toli,” ungkapnya.

    Ahad pagi 7 Juli 2024, Abdul Kadir bersama ratusan jemaah asal Palu Sulteng sudah kembali berkumpul di lobi Andalus Golden Hotel Madinah. Aktivitas mereka mirip seperti hari kemarin, mereka bersiap untuk menuju bus yang akan membawanya ke bandara. Namun tak seperti kemarin, Kadir terlihat agak trauma, khawatir kepulangannya tertunda lagi.

    “Makanya saya bilang sama keluarga tadi, insyaallah kalau tidak ada halangan akan pulang hari ini,” kata Kadir.

    Untuk diketahui, fase pemulangan jemaah haji oleh maskapai Garuda Indonesia ke Tanah Air lagi-lagi mengalami penundaan atau delay. Tak tanggung-tanggung, delay ini bahkan terjadi hingga 28 jam atau tertunda hingga satu hari.

    Garuda pun memberi kompensasi berupa uang pengganti yang masing-masing jemaah diberikan 150 riyal. “Infonya dapat uang pengganti 150 riyal, tapi saya belum menerima,” kata Kadir.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Musim Umrah 1446 H Dimulai, Saudi Bakal Luncurkan Robot AI



    Jakarta

    Operasional umrah 1446 H resmi dimulai per 1 Muharram. Otoritas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi telah meluncurkan rencana musim ini hingga 9 bulan ke depan.

    Dilansir kantor berita Saudi, SPA, Senin (8/7/2024), Presiden Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Syekh Abdulrahman Al-Sudais mengatakan rencana operasional musim umrah 1446 H dibagi dalam tiga fase yang berakhir pada Syaban 1446 H. Setelah itu, otoritas akan memulai rencana Ramadan 1446 H. Pihaknya juga akan meluncurkan sejumlah fasilitas dengan kecerdasan buatan (AI).

    “Presidensi akan meluncurkan sejumlah robot keagamaan cerdas untuk menyediakan layanan yang efektif bagi para pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, yang memudahkan akses ke layanan setiap saat,” kata Al-Sudais saat peluncuran rencana operasional umrah 1446 H, Minggu (7/7/2024) kemarin.


    Pada rencana musim umrah kali ini, Al-Sudais mengatakan presidensi telah berfokus pada diversifikasi inisiatif, program, dan layanan untuk mewujudkan kenyamanan dan kemudahan ibadah jemaah. Rencana tersebut juga mencakup peningkatan pelajaran ilmiah dan bimbingan, kajian Al-Qur’an dan kesadaran beragama, dan peluncuran pameran keagamaan.

    Dalam mewujudkan rencana tersebut, presidensi akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, digitalisasi program, dan memanfaatkan aplikasi elektronik di berbagai bidang untuk melayani pengunjung dalam berbagai bahasa.

    Peluncuran rencana musim umrah 1446 H ini merupakan yang terbesar dalam sejarah. Rencana ini melibatkan ribuan relawan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

    Umrah adalah ibadah yang berpusat di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Ibadah ini juga disebut haji kecil.

    Arab Saudi menargetkan jemaah umrah mencapai 30 juta orang per tahun. Target ini berkaitan dengan Visi 2030.

    Saudi sebelumnya mencatat rekor jemaah umrah dari luar Kerajaan pada 2023. Total ada 13,55 juta orang berbondong-bondong untuk menunaikan sunnah Rasul itu. Jumlah ini meningkat 58 persen dari rekor sebelumnya pada 2019.

    “Sebelumnya, jumlah jemaah umrah dari luar Kerajaan terbesar terjadi pada tahun 2019, diperkirakan mencapai 8,55 juta dan tahun ini jumlahnya melonjak menjadi 13,55 juta, berkat fasilitas dan regulasi yang rumit yang dilakukan oleh Pemerintah Saudi,” ujar Menteri Haji dan Umrah Saudi Tawfiq Al-Rabiah saat memberikan sambutan dalam Konferensi dan Pameran Layanan Haji dan Umrah tahunan ke-3 di Jeddah Superdome, Senin (8/1/2024), seperti dilansir Saudi Gazette.

    “Angka ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah jemaah umrah luar negeri,” sambungnya.

    (kri/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • Detik-detik Momen Sakral Pergantian Kiswah Ka’bah



    Makkah

    Upacara penggantian kiswah ka’bah digelar Sabtu (6/7/2024) malam. Sudah menjadi tradisi rutin pergantian kiswah atau kain penutup Ka’bah dilakukan setiap pergantian Tahun Baru Islam atau awal Muharram.

    Dari pantauan Tim Media Center Haji, Sabtu (6/7/2024) sekitar pukul 22.00 WAS, penjagaan area sekitar Baitullah semakin diperketat. Ratusan personel Pasukan Khusus Haji dan Umrah tampak mulai memasuki areal mathaf.

    “Thariq…thariq.. ya Hajj…!!,” kalimat ini mulai sering terdengar dari para pasukan khusus tersebut.


    Para petugas tampak mulai melonggarkan ikatan-ikatan kain penutup ka’bah tersebut. Tautan kain kiswah dari sisi yang satu dengan yang lain pun mulai terlepas. Dinding ka’bah pun mulai sedikit terekspose. Ribuan mata tak sabar menyaksikan momentum sakral tersebut.

    Penjagaan keamanan selama kegiatan penggantian kiswah pun tidak main-main. Tepat dari areal seberang multazam, ratusan petugas keamaan Masjidil Haram berbaris.

    Perlahan, mereka mulai bergerak mengelilingi Ka’bah. Dua lapis pagar portable pun dibuat mengelilingi Ka’bah, dengan jarak sekitar tiga sampai enam meter dari dindingnya.

    Ka’bah tidak sampai tampak telanjang karena kain penutup yang baru dipasang terlebih dahulu sebelum akhirnya para petugas menurunkan kain penutup yang lama. Berdasarkan pantauan, hingga pukul 01.00 WAS prosesi ini belum selesai.

    Detik-detik Momen Sakral Pergantian Kiswah Ka'bahDetik-detik Momen Sakral Pergantian Kiswah Ka’bah Foto: Nugroho Tri Laksono

    Biasanya, prosesi ini memakan waktu lebih dari lima jam hingga kain kiswah baru terpasang apik menutupi Ka’bah. Para pekerja dengan telaten akan mulai merapikan dan menjahit sisi-sisi kiswah agar dapat menutup sempurna Ka’bah.

    Dilansir dari Saudi Gazette, sebanyak 159 teknisi dan perajin akan mengikuti prosesi penggantian kiswah ini. Sementara itu, lebih dari 200 pengrajin dan administrator Saudi yang berkualifikasi dan terspesialisasi bekerja untuk memproduksi kiswah baru di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah Suci, yang terletak di lingkungan Umm Al-Jud di Makkah.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Menko PMK Kunjungi KKHI Madinah, Pastikan Jemaah Terlayani dengan Baik



    Madinah

    Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Peninjauan ini memastikan pelayanan kesehatan jemaah haji terlayani dengan baik.

    “Kami Meninjau beberapa penginapan kalau ada kesempatan melihat ke rumah sakit, melihat pasien yang dirawat di rumah sakit,” ujar Menko PMK, Muhadjir Effendy di Madinah, Sabtu (6/7/2024).

    Saat berada di KKHI Madinah, Menko PMK Muhadjir Effendy yang didampingi Kadaker Madinah Ali Machzumy disambut Kasi Kesehatan dr. Karmijono langsung menuju Ruang IGD tempat jemaah dirawat.


    Muhadjir menyapa satu persatu jemaah, menanyakan perkembangan kesehatan, dia juga memberikan semangat, serta mendoakan kesembuhan bagi masing-masing jemaah.

    “Bapak sakit apa, segera semoga cepat sehat dan bisa pulang ke Tanah Air,” kata Muhadjir ke jemaah yang dirawat.

    27 Jemaah Haji Masih Dirawat

    Sementara kepala seksi (Kasi) kesehatan Daker Madinah, dr. Karmijono mengatakan saat ini jumlah jemaah yang dirawat berjumlah 27 jemaah. Dari jumlah tersebut, 7 jemaah merupakan pasien yang dibawa dari KKHI Makkah kini dirawat di KKHI Madinah.

    “Di luar dari yang dirawat dan dibawa dari KKHI Makkah itu jumlahnya 22 jemaah, 2 jemaah sudah dilakukan tanazul, jadi 20 jemaah Madinah dan 7 jemaah dibawa dari KKHI Makkah jadi total jemaah yang dirawat sekarang 27 jemaah,” ujar Karmijono.

    Untuk stok obat di KKHI Madinah, kata Karmijono masih terbilang aman. Jumlah keterpakaian obat dan jumlah pasien cenderung menurun. “Stok obat aman, jumlah pasien yang dirawat menurun,” imbuhnya.

    (lus/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 194 Ribu Jemaah Haji Tiba di Tanah Air, 453 Orang Wafat



    Madinah

    Operasional pemulangan jemaah haji ke Tanah Air masih berlangsung. Sebanyak 194.765 jemaah dan petugas telah diterbangkan ke Tanah Air.

    Jumlah tersebut merupakan data hingga Kamis, 18 Juli 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau Jumat, 19 Juli 2024 pukul 01.00 WIB. Mereka tergabung dalam 497 kelompok terbang (kloter).

    Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda menyampaikan, hari ini, Jumat (19/7), sebanyak 7.108 jemaah haji yang tergabung dalam 18 kloter telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air, dengan rincian sebagai berikut:


    1. Debarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jemaah/1 kloter;

    2. Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter;

    3. Debarkasi Aceh (BTJ) sebanyak 393 jemaah/1 kloter;

    4. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 1.226 jemaah/3 kloter;

    5. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 880 jemaah/2 kloter;

    6. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter;

    7. Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 720 jemaah/2 kloter;

    8. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.855 jemaah/5 kloter;

    9. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 900 jemaah/2 kloter.

    Widi turut melaporkan jumlah jemaah haji yang wafat hingga h-4 berakhirnya operasional pemulangan haji.

    “Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat, jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 453 orang,” ujar Widi dalam keterangan resmi Kemenag, Jumat (19/7/2024).

    “Sementara jemaah yang masih dalam perawatan di rumah sakit Arab Saudi berjumlah 40 orang dan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia sebanyak 28 jemaah,” sambungnya.

    Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali mengimbau jemaah haji Indonesia untuk tetap menjaga kesehatan selama di Kota Madinah.

    “Utamakan ziarah ke Raudhah sesuai jadwal tasreh yang telah ditentukan. Maksimalkan momentum selama di kota nabi khususnya di Masjid Nabawi untuk beribadah,” pesannya.

    “Batasi aktivitas bepergian ke luar hotel terlebih suhu di Madinah relatif panas berkisar hingga 43 derajat celsius,” pungkasnya.

    Menurut Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1445 H/2024 M, fase pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah akan berakhir pada 21 Juli 2024. Kloter terakhir dijadwalkan tiba di Tanah Air pada 22 Juli 2024.

    (nla/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • KKHI Madinah Ingatkan Jemaah Olahraga Ringan Jelang Kepulangan



    Madinah

    Petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah terus melakukan sosialisasi kesehatan kepada para jemaah haji yang masih berada di Madinah. Sosialisasi ini terus dilakukan saat masa fase pemulangan jemaah ke Tanah Air.

    “Hari ini kami ngobrol bareng jemaah yang disiapkan untuk kembali ke Tanah Air, jadi sehat untuk terbang ke Tanah Air, ” ujar dokter KKHI Madinah, dr Pipit Susilowati SpN kepada detikHikmah, Kamis (18/7/2034).

    Sosialisasi Kesehatan Jemaah Haji Jelang Kepulangan ke Tanah AirSosialisasi kesehatan jemaah haji jelang kepulangan ke Tanah Air. (Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom)

    Sosialisasi kesehatan ini dilakukan di sejumlah lokasi hotel para jemaah haji menginap. Adapun fokusnya mengenai 3 penyakit yang kini banyak diderita para jemaah haji, yakni penyakit paru-paru, penyakit jantung dan penyakit stroke terutama jemaah haji lanjut usia (lansia).


    “Kami mensosialisasikan ke jemaah untuk menyiapkan obat-obat yang dikonsumsi rutin jemaah juga diingatkan agar banyak minum air dan olahraga ringan itu yang harus diingatkan ke jemaah,” kata Pipit.

    Dalam sosialisasi ini, jemaah juga berkesempatan untuk menyampaikan pertanyaan terkait keluhan kesehatan mereka. Jemaah nampak antusias mengikuti program ngobrol sehat yang digelar KKHI Madinah ini. Sebelum acara ngobrol sehat berakhir, puluhan jemaah ikut senam haji sebagai olahraga ringan.

    Untuk diketahui, dari banyak kasus jemaah paling banyak wafat dan dirawat adalah karena infeksi paru-paru dan penyakit jantung disusul penyakit stroke secara persentase mencapai 70 persen. KKHI Madinah hingga kini terus memberikan imbauan berupa sosialisasi dengan menggelar acara senam jantung sehat kepada para jemaah.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com

  • H-5 Operasional Haji Berakhir, 188 Ribu Lebih Jemaah Tiba di Tanah Air



    Madinah

    Operasional pemulangan jemaah haji ke Tanah Air masih berlangsung. Hingga 17 Juli 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 18 Juli 2024 pukul 01.00 WIB, jemaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 188.458 orang.

    “Mereka tergabung dalam 481 kelompok terbang (kloter),” terang Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag, Kamis (18/7/2024).

    Widi mengatakan, hari ini, Kamis, 18 Juli 2024, jemaah haji yang akan dan telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 8.708 orang.


    Mereka tergabung dalam 22 kloter, dengan rincian sebagai berikut:

    1. Debarkasi Balikpapan (BPN) sebanyak 324 jemaah/1 kloter

    2. Debarkasi Batam (BTH) sebanyak 450 jemaah/1 kloter

    3. Debarkasi Aceh (BTJ) sebanyak 393 jemaah/1 kloter

    4. Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) sebanyak 786 jemaah/2 kloter

    5. Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) sebanyak 1.320 jemaah/3 kloter

    6. Debarkasi Kertajati (KJT) sebanyak 880 jemaah/2 kloter

    7. Debarkasi Solo (SOC) sebanyak 1.440 jemaah/4 kloter

    8. Debarkasi Surabaya (SUB) sebanyak 1.855 jemaah/5 kloter

    9. Debarkasi Makassar (UPG) sebanyak 900 jemaah/2 kloter

    10. Debarkasi Medan (KNO) sebanyak 360 jemaah/1 kloter

    Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pukul 18.52 WIB, jemaah haji Indonesia yang wafat berjumlah 448 orang.

    Widi melaporkan, jemaah yang ditanazulkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah berjumlah 64 orang. Sedangkan jemaah yang dilakukan evakuasi berjumlah 8 orang.

    “Tanazul adalah pengajuan pulang lebih cepat atau pengunduran waktu pulang jemaah haji dari jadwal yang seharusnya,” katanya.

    “Tanazul diprioritaskan bagi jemaah haji sakit yang harus segera dipulangkan ke Tanah Air untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif,” imbuh Widi.

    Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), ujar Widi, kembali mengimbau jemaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air untuk tetap menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu.

    “Tetap menjaga hidrasi tubuh dengan minum yang cukup. Bagi jemaah sakit agar minum obat teratur sesuai anjuran dokter,” pesan dia.

    (rah/rah)



    Sumber : www.detik.com