Author: admin

  • 5 Doa Agar Dilancarkan saat Ujian, Yuk Amalkan!

    5 Doa Agar Dilancarkan saat Ujian, Yuk Amalkan!



    Jakarta –

    Doa dilancarkan ujian bisa dibaca bagi para peserta didik, khususnya yang ingin menghadapi ulangan. Terlebih, momen tersebut cukup mendebarkan karena seluruh mata pelajaran yang telah dipelajari akan diujikan.

    Karenanya, para siswa harus mempersiapkan ujian dengan belajar. Selain usaha, diperlukan juga doa dan campur tangan Allah agar diberi kelancaran.

    Allah SWT bahkan mengimbau umat-Nya untuk selalu memohon kepada-Nya. Baik di kala susah atau senang sekali pun.


    Dalam surat Al Anbiya ayat 88, Allah berfirman:

    فَاسْتَجَبْنَا لَهٗۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْغَمِّۗ وَكَذٰلِكَ نُـْۨجِى الْمُؤْمِنِيْنَ

    Artinya: “Kami lalu mengabulkan (doa)-nya dan Kami menyelamatkannya dari kedukaan. Demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang mukmin,”

    Berkaitan dengan itu, ada beberapa doa yang bisa dibaca oleh siswa menjelang ujian. Apa saja? Berikut pembahasannya seperti dikutip dari kitab Al-Adzkar susunan Imam Nawawi.

    Doa Agar Dilancarkan saat Ujian

    1. Doa Dilancarkan Ujian Versi Pertama

    Doa pertama yang bisa dibaca yaitu doa yang dipanjatkan Nabi Musa AS. Sebelum ujian, ada baiknya doa tersebut dibaca sebanyak 100 kali, berikut bunyinya:

    قَالَ رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي
    وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
    وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي
    يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: rabbisyraḥ lī ṣadrī wa yassir lī amrī waḥlul ‘uqdatam mil lisānī yafqahụ qaulī

    Artinya: “Ya Rabb-ku, lapangkanlah dadaku, dan ringankanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku,” (QS. Thaha: 25-28).

    2. Doa Dilancarkan Ujian Versi Kedua

    رَبِّ يَسِّرْ وَأَعِنْ وَلَا تُعَسِّرْ

    Arab latin: Rabbi yassir wa a’in wa laa tu’assir

    Artinya: “Wahai Rab-ku, mudahkanlah (urusanku). Bantulah aku, jangan Engkau persulit,”

    3. Doa Dilancarkan Ujian Versi Ketiga

    Menukil dari buku Dzikir, Wirid, Doa dan Shalawat oleh Sayyid M Dzikri, ada juga doa yang bisa dipanjatkan untuk mengatasi kesulitan ketika ujian. Berikut bacaannya,

    اللَّهُمَّ لَا سَهُلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

    Arab latin: Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan, wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah! Tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya,”

    4. Doa Dilancarkan Ujian Versi Keempat

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku,”

    5. Doa Dilancarkan Ujian Versi Kelima

    اللَّهُمَّ الْطُّفْ بِنَا فِي تَيْسِيرِ كُلِّ عَسِيرٍ فَإِنَّ تَيْسِيرُ الْعَسِيْرِ عَلَيْكَ يَسِيرٌ وَنَسْتَلُكَ الْيَسِيرُ وَالْمُعَافَةَ فِي الدُّنيا وَالآخِرَة

    Arab latin: “Allaahummalthuf binaa fii taisiiri kulli ‘asiirin fa inna taisiiral ‘asiiri ‘alaika yasiirun wa nas-alukal yasiira walmu’aafaata fiddunya wal aakhirati.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami taufiq dalam mempermudah segala sesuatu yang sukar, karena sesungguhnya mempermudah yang sukar amatlah mudah bagi Engkau, dan kami memohon kepada Engkau sesuatu yang mudah dan ampunan di dunia dan akhirat,”

    Itulah sejumlah doa yang bisa dibaca agar diberi kelancaran saat ujian. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)

    5 Doa Agar Dilancarkan saat Ujian, Yuk Amalkan!

    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

    Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya



    Jakarta –

    Hadits mutawatir adalah hadits yang dikenal dengan istilah yang dihubungkan dengan banyaknya jumlah perawi. Berikut ini adalah penjelasan hadits mutawatir selengkapnya dengan pengertian, ciri, jenis, dan contohnya.

    Dikutip dari buku Ilmu Memahami Hadits Nabi tulisan KH. M. Ma’shum Zein, M.A., secara bahasa, mutawatir memiliki arti yang sama dengan kata mutatâbi yang artinya beruntun atau beriring-iringan antara satu dengan yang lain tanpa ada jarak.

    Sedangkan menurut istilah, ada beberapa penjelasan mutawatir sebagai berikut. Dari As Suyuthi dalam Kitab Tadrib mengatakan,


    مَا رَوَاهُ جَمْعُ عَنْ جَمْعِ تُحِيْلُ العَادَةَ تَوَاظُؤُهُمْ عَلَى الْكَذِبِ

    Artinya: “Hadits mutawatir merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang menurut adat, mustahil mereka bersepakat terlebih dahulu untuk berdusta.”

    Semenara itu, Ajjaj dalam Kitab Ushul berpendapat,

    مَارَوَاهُ جَمْعُ تُحِيْلُ الْعَادَةَ تَوَاظُؤُهُمْ عَلَى الْكَذِبِ عَنْ مِثْلِهِم مِنْ أَوَّلِ السَّنَدِ إِلَى مُنْتَهَاه

    Artinya: “Hadits mutawatir merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang menurut adat, mustahil mereka lebih dahulu bersepakat untuk berdusta, mulai awal sampai akhir mata rantai sanad, pada setiap thabaqat atau generasi.”

    Lalu, pendapat lain dari ‘Ithr dalam Kitab Manhaj mengatakan,

    الَّذِي رَوَاهُ جَمْعٌ كَثِيرٌ لَا يُمْكِنُ تَوَاطُؤُهُمْ عَلَى الْكَذِبِ عَنْ مِثْلِهِمْ إِلَى انْتِهَاءِ السَّنَدِ وَكَانَ مُسْتَنِدُهُمْ أَلْحِس

    Artinya: “Hadits mutawatir merupakan hadits yang diriwayatkan oleh sejumlah besar perawi yang terhindar dari adanya kesepakatan mereka untuk berdusta (sejak awal mata rantai sanad) sampai akhir sanad berdasarkan pancaindra.”

    Untuk itu, hadits mutawatir menurut istilah didefinisikan sebagai hadits yang diriwayatkan oleh banyak perawi pada setiap tingkatan sanadnya dan menurut akal tidak memungkinkan mereka sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits. Dalam meriwayatkan hadits, para perawi satu ini bersandar pada sesuatu yang bisa diketahui dengan pancaindra, seperti pendengaran.

    Adapun ciri dari hadits mutawatir dikutip dari Kitab Shahih Bukhari-Muslim tulisan Fu’ad Abdul Baqi adalah sebagai berikut.

    Ciri-ciri Hadits Mutawatir

    • Diriwayatkan banyak perawi. Para ahli hadits memiliki perbedaan pandangan perihal jumlah minimal perawi hadits mutawatir ini. Abu Thayyib berpendapat paling sedikit empat orang perawi, sedang Syaikh Mahmud ath-Thahhan menyebut 10 orang.
    • Jumlah banyak orang yang meriwayatkannya ini ada pada semua tingkatan sanadnya.
    • Menurut adat, mustahil para perawi sepakat untuk berbohong lantaran mereka berada di negeri atau bangsa yang berbeda.
    • Sandaran hadits ini dilakukan menggunakan pancaindra, misal pendengaran atau penglihatan. Sehingga kalimat haditsnya seperti, “Kami mendengar..” atau “Kami melihat…” Jika penyandaran hadits berlandaskan akal perawi maka tidak disebut sebagai hadits mutawatir.

    Jika dilihat dari ciri-cirinya di atas, terdapat ulama yang menyebut keberadaan hadits mutawatir tidak ada sama sekali. Tetapi Syaikh Manna Al-Qaththan berkata lain. Menurutnya hadits mutawatir itu ada, tetapi jumlahnya tak cukup banyak bila dibanding hadits ahad.

    Apabila menilik hadits mutawatir berdasarkan macamnya maka terdapat dua macam seperti yang dijelaskan oleh para ulama. Dua macam hadits mutawatir adalah sebagai berikut.

    Jenis Hadits Mutawatir dan Contohnya

    • Mutawatir Lafzhi yaitu hadits yang mutawatir lafaz dan maknanya. Contohnya adalah Hadits riwayat Abu Hurairah, “Barangsiapa yang berdusta atas (nama)ku secara sengaja, maka hendaklah ia bersiap-siap mengambil tempat duduknya di neraka.” (HR Bukhari)

    Dikatakan bahwa hadits ini diriwayatkan lebih dari 70 sahabat, dan jumlah yang meriwayatkannya terus bertambah.

    • Mutawatir Maknawi yakni hadits yang maknanya mutawatir sementara lafaznya tidak. Contohnya adalah mengenai tata cara mengangkat tangan ketika berdoa. Hadits-hadits yang meriwayatkan seperti ini terdapat sekitar 100 hadits.

    Begitulah pembahasan kali ini mengenai hadits mutawatir. Semoga tulisan kali ini dapat menambah wawasan kita dalam beragama. Aamiin yaa Rabbal’alamiin.

    (rah/rah)

    Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya

    Sumber : www.detik.com

  • Hadits tentang Ziarah ke Makam Rasulullah, Termasuk Amalan Sunnah

    Hadits tentang Ziarah ke Makam Rasulullah, Termasuk Amalan Sunnah



    Jakarta –

    Makam Rasulullah SAW terletak di Masjid Nabawi, Madinah. Terdapat beberapa hadits tentang ziarah ke makam Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa hal tersebut termasuk amalan sunnah.

    Misalnya saja saat melaksanakan rangkaian ibadah haji maupun umrah salah satunya adalah ziarah ke makam Rasulullah SAW yang terletak di Madinah. Hal ini dijelaskan Imam al-Ghazali dalam Mukhtashar Ihya Ulumuddin seperti diterjemahkan oleh ‘Abdul Rosyad Siddiq.

    Rasulullah SAW pernah bersabda,


    مَنْ زَارَني بَعْدَ وَفَاتِي فَكَأَنَّمَا زَارَتي فِي حَيَاتِي.

    Artinya: “Barang siapa menziarahi aku sepeninggalanku nanti, seakan-akan ia menziarahi aku saat aku masih hidup.” (HR at-Thabrani dan ad-Daruquthni)

    Beliau SAW juga pernah bersabda,

    مَنْ وَجَدَ سَعَةً وَ لَمْ يَزُرْنِي فَقَدْ جَفَانِي

    Artinya: “Barang siapa memiliki kemudahan, namun tidak menziarahi aku, berarti ia (sengaja, berniat) menjauhi aku.” (HR at-Thabrani)

    Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga bersabda,

    مَنْ جَادَنِي زَابِرَ الأَيَهُمُهُ إِلَّا زِيَارَتِي كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ أَكُونَ لَهُ شَفِيعًا

    Artinya: “Barang siapa datang hanya untuk menziarahi aku, niscaya aku punya hak atas Allah sebagai pemberi syafaat untuknya. ” (HR at-Thabrani)

    Kesunnahan berziarah ke makam Rasulullah SAW juga ditegaskan oleh sejumlah ulama dalam kitab karangannya. Dalam Masa-il Diniyyah karya Kholil Abou Fateh disebutkan, di antara ulama yang mendukung pendapat ini adalah Imam Taqiyyuddin as-Subkhi dalam Kitab Syifa’ as-Saqam Fi Ziyarah Khair al Anam, al-Qadli ‘Iyadl al Maliki dalam asy-Syifa bi Ta’rif Huquq al Mushthafa.

    Kemudian, Imam an-Nawawi dalam Matn al ‘Idlah fi al Manasik mengatakan bahwa ziarah ke makam Rasulullah SAW tergolong hal terpenting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan termasuk usaha paling sukses (baik).

    Hal ini juga dijelaskan oleh Abdillah F. Hasan dalam buku 200 Amalan Ringan Berpahala Istimewa bahwa seorang muslim yang berziarah ke makam Rasulullah SAW bukan hanya akan mengingat kematian, tetapi juga mengenang kembali betapa besar perjuangan Rasulullah SAW dalam menegakkan kalimat tauhid di muka bumi.

    Bagi para jamaah haji yang berada di kota Madinah, hendaknya mengambil kesempatan untuk meluangkan waktu berziarah ke makam Rasulullah SAW. Sebab, seorang muslim yang berziarah ke makam beliau akan mendapat keutamaan yang tidak didapatkan jika berziarah di tempat lain.

    Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berziarah ke kuburku, maka wajib baginya mendapat syafaatku.” (HR Ad-Daruquthni)

    Sementara, terdapat pula hadits yang diriwayatkan oleh at-Thabrani yang menjelaskan, “Barang siapa yang datang kepadaku untuk menziarahiku, tidak ada keperluan lain kecuali hanya menziarahiku, maka saya pasti akan menjadi pensyafaat bagi dia pada hari kiamat.”

    Zikir Berziarah di Makam Rasulullah

    Mengutip dari Kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi berikut ini salam dan doa yang diucapkan saat berziarah ke makam Rasulullah SAW,

    Saat mendatangi makam Nabi Muhammad SAW dari tembok makam lalu mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW dengan pelan seraya mengucapkan,

    السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا خِيرَةَ اللَّه مِنْ خَلْقِهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا حَبِيبَ الله السَّلامُ عَلَيْكَ يَا سَيّدِ الْمُرْسَلِينَ وَخَاتَمَ النَّبِيِّين السَّلامَ عَلَيْكَ وَعَلَى آلِكَ وَأَصْحَابِكَ وَأَهْلِ بَيْتِكَ وعلى النَّبِيِّينَ وَسَائِرِ الصَّالِحِيْن ، أَشْهَدُ أَنَّكَ بَلَّغْتَ الرِّسَالَة وَأَدَّيْتَ الأمانة ونصحت الأمة فَجَزَاكَ الله عنَّا أَفْضَلَ مَا جَرَى رَسُوْلاً عَنْ أمته

    Artinya: “Salam untukmu, wahai makhluk Allah yang paling mulia. Salam untukmu, wahai kekasih Allah. Salam bagimu, wahai pemimpin para rasul dan penutup para nabi. Salam untukmu, keluargamu dan sahabatmu serta para nabi dan semua orang-orang shalih. Aku bersaksi sesungguhnya engkau telah menyampaikan risalah dan melaksanakan amanah serta menasehati ummat. Terima kasih dari kami, semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan.”

    Lalu, ketika seseorang hendak meninggalkan Madinah, maka dianjurkan baginya berpamitan dengan Masjid Nabawi, dan dianjurkan dengan cara melaksanakan salat dua rakaat dan memanjatkan doa yang dia inginkan kemudian menuju makam dan mengucapkan salam,

    اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ هَذَا آخِرَ الْعَهْدِ بِحَرَم رَسُولِكَ وَيَسِّرْلِي الْعَوْدَ إِلَى الْحَرَمَيْن سَبِيلاً سَهْلَةَ بِمَيِّكَ وَفَضْلِكَ وَارْزُقْنِي الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيا والآخِرَة وَرُدَّنَا سَالِمِين عَانِمِين إِلَى أَوْطَانِنَا آمِنِيْن

    Artinya: “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan ini sebagai akhir kebersamaan dengan Tanah Suci utusan-Mu, mudahkanlah jalan untuk kembali mengunjungi dua Tanah Suci-Mu dengan kemurahan dan karunia-Mu Anugerahkanlah kepadaku ampunan dan keselamatan dalam agama, dunia dan akhirat. Kembalikanlah kami ke negara kami dalam keadaan selamat dan memperoleh kesuksesan, Amin.”

    (kri/kri)

    Hadits tentang Ziarah ke Makam Rasulullah, Termasuk Amalan Sunnah

    Sumber : www.detik.com

  • 5 Doa agar Dagangan Laris Banyak Pembeli, Yuk Amalkan!

    5 Doa agar Dagangan Laris Banyak Pembeli, Yuk Amalkan!



    Jakarta –

    Berjualan atau berdagang adalah salah satu kegiatan untuk mencari rezeki yang porsinya sudah dibagi oleh Allah SWT kepada umat-Nya. Sebagai muslim yang selalu mengingat-Nya, kita perlu untuk mengamalkan doa agar dagangan laris banyak pembeli.

    Doa agar diberikan kelarisan dari dagangan yang dijual perlu kita panjatkan lantaran kita paham akan kemampuan terbatas manusia dan perlu dibantu oleh ridha dan kuasa Allah SWT. Selain berdoa, pedagang juga harus mengamalkan sifat dan perbuatan yang baik seperti berbuat baik, ramah, jujur, dan amanah, sama seperti yang diajarkan oleh baginda Rasulullah SAW.

    Berikut ini adalah beberapa doa agar dagangan laris banyak pembeli lengkap dengan Arab, latin, dan artinya yang dikutip dari Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah oleh Abdullah Zaedan, buku Fadhilatul Amal Doa Pembuka Rezeki, Sukses Usaha & Karier karya Ust. Zezen Zaenal Alim, dan buku Kumpulan Doa Pembuka Rezeki karya Ustaz Fayumi Al-Maliki.


    5 Doa agar Dagangan Laris Banyak Pembeli

    1. Doa agar Dagangan Laris Versi Pertama

    اللهم اني أسْأَلُكَ صِحَةٌ فِي إِيْمَانِ وَإِيْمَانَا فِي حُسْنِ خُلُقٍ وَنَحَاحًا يَتْبَعُهُ فَلَاح وَرَحْمَةٌ مِنْكَ وَعَافِيَةٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنْكَ وَرِضْوَانًا

    Arab Latin: “Alloohumma innii as-aluka shihhatan fii iimaanin wa iimaanan fii husni khulukin wa najaahan yatba-‘uhu falaahun warohmatan minka wa-‘aafiyatan wa maghfirotan minka wa ridhwaanan”

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kemurnian iman dan akhlak terpuji, serta kesuksesan yang disertai keberuntungan, dan aku mohon rahmat, kesehatan, pengampunan, dan keridhaan dari-Mu.” (HR Ahmad dan Thabrani)

    2. Doa agar Dagangan Laris Versi Kedua

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي رِزْقًا حَلَالاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَامَشَقَّةٍ وَلَاضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

    Arab Latin: “Allaahumma inni as’aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai`in qadiir”

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki untukku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan dan tanpa meletihkan dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

    3. Doa agar Dagangan Laris Versi Ketiga

    اللهُمَّ يَا أَحَدُ يَا وَاحِدُ يَا مَوْجُودُ يَاجَوَّادُ يَا بَاسِطُ يَا كَرِيْمُ يَاوَهَّابُ يَاذَا الطَّوْلِ يَاغَنِيُّ يَا مُغْنِي يَافَتَاحُ يَارَزَّاقُ يَا عَلِيمُ يَا حَيُّ يَاقَيُّومُ يَا رَحْمَنُ يَارَحِيْمُ يَابَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَاذَ الجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَاحَنَّانُ يَامَنَّانُ انْفَحْنِي مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ تُغْنِنِي عَمَّنْ سِوَاكَ

    Arab Latin: “Allaahumma yaa ahadu yaa waahidu ya maujuudu yaa jawwaadu yaa baasithu yaa kariimu yaa wahhaabu yaa dzath thauli yaa ghaniyyu yaa mughnii yaa fattaahu yaa razzaaqu yaa ‘aliimu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa rahmaanu yaa rahiimu yaa badii’us samaawati wal ardhi yaa dzal jalaali wal ikraam yaa hannaanu yaa mannaanu infahnii minka binafhati khairin tughninii ‘amman siwaaka.”

    Artinya: “”Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Esa tiada terbagi-bagi, wahai Dzat yang Maha Esa tiada bersekutu, wahai Dzat yang Maujud, wahai Dzat yang Maha pemurah, wahai Dzat yang Maha pembagi, wahai Dzat yang Mahamulia, wahai Dzat yang Maha pemberi, wahai Dzat yang memiliki Anugrah, wahai Dzat yang Mahakaya, wahai Dzat yang Maha pemberi wahai Dzat yang Maha pembuka pintu rezeki, wahai Dzat yang Maha mengetahui, ‘wahai Dzat yang Mahahidup, wahai Dzat yang Maha pengasih, wahai Dzat yang Maha penyayang, wahai Dzat yang Maha pemberi anugerah, limpahkanlah rezeki dari-Mu dengan kelimpahan sebaik-baiknya yang dapat memberikan kecukupan bagi diriku, terlepas dari pengharapan pemberian siapa pun selain Engkau.””

    4. Doa agar Dagangan Laris Versi Keempat

    Salah satu doa agar usaha bisa lancar termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al Maidah ayat 114, Allah SWT berfirman,

    قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللهم رَبَّنَآ اَنْزِلْ عَلَيْنَا مَاۤىِٕدَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ تَكُوْنُ لَنَا عِيْدًا لِّاَوَّلِنَا وَاٰخِرِنَا وَاٰيَةً مِّنْكَ وَارْزُقْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

    Arab Latin: Qala ‘īsabnu maryamallāhumma rabbanā anzil ‘alainā mā`idatam minas-samā`i takụnu lanā ‘īdal li`awwalinā wa ākhirinā wa āyatam mingka warzuqnā wa anta khairur-rāziqīn

    Artinya: Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan, turunkanlah kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami, maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau. Berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baiknya pemberi rezeki.”

    5. Doa agar Dagangan Laris Versi Kelima

    Lancarnya usaha juga bisa datang dari rezeki yang tak terduga, atas kehendak Allah SWT. Perihal ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah At Talaq ayat 3,

    وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

    Arab Latin: “Wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā”

    Artinya: “dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Barangsiapa bertawakal kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.”

    Sekian adalah pemaparan mengenai doa agar dagangan laris banyak pembeli. Semoga menambah pengetahuan dan keyakinan kita ketika berdagang hanya untuk mendapatkan rezeki halal-Nya dan untuk beribadah kepada-Nya. Aamiin yaa Rabbalalamiin.

    (rah/rah)

    5 Doa agar Dagangan Laris Banyak Pembeli, Yuk Amalkan!

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2023 untuk Instansi dan Umum

    Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2023 untuk Instansi dan Umum



    Jakarta –

    Hari Lahir Pancasila diperingati tiap tahun tepat pada tanggal 1 Juni. Untuk menyambutnya, berikut adalah doa upacara Hari Lahir Pancasila 2023 yang bisa dibacakan.

    Merujuk pada Surat Edaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023, pembacaan doa Hari Lahir Pancasila 2023 dilakukan setelah penyampaian amanat inspektur upacara.

    Berikut contoh teks doa upacara Hari Lahir Pancasila 2023 seperti dilansir dari laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).


    Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2023

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

    الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلاةُ وَالسَّلامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Penyayang,

    Dalam suasana yang penuh kekhidmatan ini, kami dengan rendah hati menyampaikan penghormatan, pujian, syukur, dan doa kepada-Mu. Kami memohon rahmat dan kasih sayang-Mu untuk para pahlawan kesatria kusuma bangsa, yang telah mendahului kami. Sesuai dengan janji-Mu ya Allah, lipat gandakanlah pahala atas keikhlasan pengabdian dan pengorbanan mereka. Terimalah dharma bakti dan amal shaleh mereka, jadikanlah mereka sebagai syuhada dan pahlawan bangsa yang Engkau ridhai. Dekatkanlah mereka di sisi-Mu ya Allah dan dekatkanlah pula hati kami dengan semangat juang mereka.

    Ya Allah, Tuhan Maha Pemersatu,

    Jadikanlah Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum agar dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa kami, jauhkanlah bangsa kami dari perselisihan dan perpecahan. Limpahkanlah karunia-Mu, baik yang datang dari langit maupun dari bumi. Mantapkan tekad kami untuk membangun negara dan bangsa kami untuk menjadi bangsa yang beriman, bertaqwa, berakhlaq mulia, makmur, adil, dan sejahtera, Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah,

    Berilah kami dan para pemimpin kami kekuatan dan keteguhan hati untuk menegakkan kebenaran dan mengedepankan keadilan. Tanamkanlah dalam diri kami dan para pemimpin kami kebijaksanaan dalam berpikir, kecermatan dalam bertindak, serta kejujuran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kami. Semoga setiap langkah yang kami lakukan membawa manfaat yang berarti bagi bangsa dan negara kami.

    Ya Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana,

    Hendaklah Engkau tidak menghukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Janganlah Engkau memberikan beban yang berat kepada kami seperti yang Engkau berikan kepada generasi sebelum kami. Janganlah Engkau membebani kami dengan hal-hal yang kami tidak mampu memikulnya. Berikanlah pengampunan, maaf, dan rahmat-Mu kepada kami. Engkaulah Penolong kami yang sejati.

    Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Pengabul segala Do’a,

    Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa guru kami, dosa para pemimpin kami, dan dosa para pendahulu kami. Terimalah amal dan perjuangan kami yang telah kami lakukan. Kabulkanlah permohonan dan doa kami, karena Engkaulah Yang Maha Pengampun dan Maha Mengabulkan segala doa.

    رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلاتَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلَا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

    Doa upacara Hari Lahir Pancasila tersebut dapat digunakan oleh berbagai instansi ataupun masyarakat umum yang memperingati Hari Lahir Pancasila 2023 yang tahun ini bertema “Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global”.

    (kri/kri)

    Doa Upacara Hari Lahir Pancasila 2023 untuk Instansi dan Umum

    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa setelah Tawaf Sesuai Sunnah

    Bacaan Doa setelah Tawaf Sesuai Sunnah



    Jakarta –

    Dalam melaksanakan tawaf disunnahkan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Berikut bacaan doa setelah tawaf seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Tawaf merupakan salah satu rukun haji dengan mengelilingi Ka’bah selama tujuh kali. Disunnahkan dengan berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama, dengan cara mempercepat langkah kaki dan mendekatkan posisi ke arah Ka’bah.

    Selanjutnya berjalan biasa pada empat putaran yang tersisa. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam Kitab Al-Wajiz fi Fiqh As-Sunnah Sayyid Sabiq karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya al-Faifi.


    Saat mengerjakan tawaf disunnahkan untuk menghadap ke Hajar Aswad dengan disertai membaca takbir, tahlil, dan mengangkat kedua tangan lalu menyentuh Hajar Aswad dengan kedua tangannya lalu menciumnya tanpa suara.

    Jika tidak memungkinkan, cukup memegang Hajar Aswad dengan tangan lalu mencium tangan yang telah menyentuh atau memegang Hajar Aswad dengan sesuatu seperti tongkat lalu mencium benda itu. Jika masih tidak memungkinkan dapat memberi isyarat dari jauh.

    Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Baitullah lalu memegang Hajar Aswad dan mengucapkan, “‘Bismillah wallahu akbar’ (dengan nama Allah, Allah Maha Besar).” (HR Ahmad)

    Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Abu ath-Thufail RA berkata, “Aku melihat Rasulullah SAW tawaf di Baitullah dan memegang (Hajar Aswad) dengan tongkat yang ada pada beliau, lalu mencium tongkatnya.”

    Menurut Imam an-Nawawi dalam Kitab al-Adzkar, para ulama Syafi’i megatakan disunnahkan membaca Al-Qur’an dalam tawaf, karena tawaf merupakan tempatnya dzikir, sedangkan dzikir yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an.

    Ketika selesai melaksanakan tawaf disunnahkan pula untuk melaksanakan salat sunnah dua rakaat dan berdoa dengan doa apa yang disukainya.

    Sebagian doa yang dibacakan:

    اللَّهُمَّ أَنَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ أَتَيْتُكَ بِذُنُوبٍ كَثِيرَةٍ وأَعْمَالٍ سَيِّئَةٍ وَهَذَا مَقَامُ العَائِذٍ بِكَ مِنَ النَّارِ فَاغْفِرْلي إِنَّكَ أنتَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ

    Arab latin: Allaahumma ana ‘abaduka wabnu ‘abdika ataituka bidzunuubin katsiiratin wa’maalin sayyiatin, wa haadzaa maqaamul ‘aaidzi bik minan naar, fagfir lii innaka antal ghafuurur rahiim

    Artinya: “Ya Allah, aku adalah hamba-Mu dan putra hamba-Mu, aku mendatangi-Mu dengan dosa yang banyak dan amal-amal yang buruk, ini adalah tempat berlindung kepada-Mu dari api neraka, maka ampunilah kepadaku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Adapula bacaan doa setelah tawaf versi panjang, sebagaimana dijelaskan oleh Waway Qodratullah dalam buku Panduan Haji dan Umrah untuk Wanita,

    اَللَّهُمَّ يَارَبَّ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ اَعْتِقُ رِقَابَنَا وَرِقَابَ آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَإِخْوَا نِنَا وَأَوْلَادِنَا مِنَ النَّارِ يَاذَا الْجُوْدِ وَالْكَرَمِ وَالْفَضْلِ وَالْمَنِّ وَالْعَطَاءِ وَالإِحْسَانِ. اَللَّهُمَّ أَحْسِنُ عَاقِبَتَنَا فِي الْأُمُورِ كلِهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزي الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْآخِرَةِ. اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَاقِفٌ تَحْتَ بَابِكَ مُلْتَزِمٌ بِأَعْتَابِكَ مُتَذَلَّلٌ بَيْنَ يَدَيْكَ أَرْجُوْرَحْمَتِكَ وَاخْشَى عَذَابَكَ يَاقَدِيمَ الْأَحْسَانِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ ذِكْرِي وَتَضَعَ وِزْرِي وَتُصْلِحَ أَمْرِي وَتُطَهِّرَ قَلْبِي وَتُنَوَرَلِي فِي قَبْرِي وَتَغْفِرَلِي ذَنْبِي وَأَسْأَلُكَ الدَّرَجَاتِ العُلَى مِنَ الجَنَّةِ.

    Arab Latin: Allahumma ya rabbal baitil ‘atiq atiq riqabana wariqaba aba ina waummahatina wa ikhwanina wa auladina minan nari ya zaljudi walkarami walfadli walmanni wal’atai wal ihsan. Allahumma ahsin ‘aqibatana fil’umuri kulliha wa ajirna min khizyiddunya wa’azabil akhirah. Allahumma inni ‘abduka wabnu ab’dika waqifun tahta babika multazimun bia’tabika mutazallilun baina yadaika arju rahmataka wa akhsya azabaka ya qadimal ihsan. Allahumma inni as aluka antarfa’a zikri watada’a wizri watusliha amri watutahhira qalbi watunawwira li fi qabri watagfirali zanbi wa as alukaddarajatil ‘ula minal jannati

    Artinya: “Ya Allah, yang memelihara Ka’bah ini, bebaskanlah diri kami, bapak dan ibu kami, saudara-saudara dan anak- anak kami dari siksa neraka, Wahai Tuhan yang Maha Pemurah, dermawan dan yang mempunyai keutamaan, kemuliaan, kelebihan, anugerah, pemberian dan kebaikan. Ya Allah, perbaikilah kesudaan segenap urusan kami dan jauhkanlah dari kehinaan dunia dan siksa akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari bamba-Mu, tegak berdiri merapat di bawah pintu Ka’bah menundukkan diri dihadapan-Mu sambil mengharapkan rahmat-Mu kasih sayang-Mu, dan takut akan siksa-Mu. Wahai Tuhan pemilik kebaikan abadi, aku mohon pada-Mu agar Engkau tinggikan namaku, Hapuskan dosaku, perbaiki segala urusanku, bersihkan hatiku berilah cahaya dalam kuburku. Ampunilah dosaku dan aku mohon pada-Mu martabat yang tinggi di dalam surga.”

    (kri/kri)

    Bacaan Doa setelah Tawaf Sesuai Sunnah

    Sumber : www.detik.com

  • Anjuran Memberi Nama Bayi Menurut Islam, Kapan Sebaiknya Dilakukan?

    Anjuran Memberi Nama Bayi Menurut Islam, Kapan Sebaiknya Dilakukan?



    Jakarta –

    Bayi yang baru lahir dianjurkan untuk diberi nama pada hari ketujuh kelahirannya. Kelahiran bayi dalam keluarga biasanya menjadi kebahagiaan tersendiri. Bahkan, beberapa pasangan suami istri telah jauh-jauh hari menyiapkan nama untuk anaknya.

    Mengutip dari buku Ritual dan Tradisi Islam Jawa karya Muhammad Sholikhin, Rasulullah SAW telah menganjurkan kepada orang tua untuk memberikan nama yang baik kepada bayinya.

    Pemberian nama yang baik menjadi hak anak terhadap orang tuanya sekaligus kewajiban orang tua kepada anaknya. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam riwayat hadits, Rasulullah SAW bersabda:


    حَقُّ الوَلَدِ عَلَى وَالِدِهِ أَنْ يُحْسِنَ اسْمَهُ

    Artinya: “Hak anak atas orang tuanya ialah mendapatkan nama yang baik.” (HR. al-Baihaqi, Abu Nu’aim dan al-Dailami).

    Sebenarnya, memberi nama pada bayi tidak perlu terburu-buru dilakukan. Dalam Islam justru dianjurkan untuk memberi nama bayi pada hari ketujuh kelahirannya. Lantas, seperti apa bunyi dalilnya? Berikut penjelasannya.

    Dalil Tentang Memberi Nama Bayi pada Hari Ketujuh

    Imam Nawawi dalam buku Zikir Seputar Nikah dan Pemberian Nama Anak menerangkan hukum sunah memberikan nama bayi pada hari ketujuh kelahirannya. Hal ini bersandar pada riwayat dalam kitab Imam Tirmidzi melalui Amr ibnu Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya yang menceritakan:

    سَابِعِهِ، يَوْمَ الْمَوْلُودِ بِتَسْمِيَةِ أَمَرَ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ اللَّهُ صَلَّى النَّبِيَّ أَنَّ وَالعَقِ عَنْهُ، الْأَذَى وَوَضْعِ

    Artinya: “Nabi SAW memerintahkan untuk memberi nama bayi yang baru lahir pada hari yang ketujuh, begitu pula melenyapkan kotoran dan mengakikahinya.” (HR Tirmidzi, dikatakan hadits ini hasan).

    Riwayat lain yang terdapat dalam kitab Sunan Abu Dawud, Sunan Tirmidzi, Sunan Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah serta kitab lainnya dengan sanad-sanad yang shahih, melalui Samurah Ibnu Jundub, Rasulullah SAW pernah bersabda:

    وَيُسَمَّى وَيُخْلَقُ ، سَابِعِهِ، يَوْمَ عَنْهُ تُذْبَحُ بِعَقِيْقَتِهِ رَهِينُ غُلَامٍ كُلِّ

    Artinya: “Setiap anak (yang baru lahir) tergadaikan oleh akikahnya yang disembelih untuknya pada hari yang ketujuh, lalu dicukur dan diberi nama.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan an-Nasa’i).

    Memberi Nama Bayi dengan Nama yang Baik dan Dicintai Allah

    Memberi nama bayi dengan nama yang baik menjadi doa dan pengharapan orang tua agar bayi tersebut dapat tumbuh menjadi anak baik. Nabi Muhammad SAW juga telah memerintahkan untuk memilih nama yang baik dan indah.

    Hal tersebut sebagaimana diterangkan melalui hadits yang dinukil dari buku Ensiklopedi Wanita Muslimah karya Haya binti Mubarak Al-Barik, diriwayatkan dari Abu Darda RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:

    إنكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَبِأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوا أَسَمَائِكُمْ رواه أبوداود

    Artinya: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian. Maka buatlah nama yang baik bagi kalian.” (HR Abu Daud).

    Tak hanya memberi nama yang baik, dalam riwayat lain juga disebutkan agar memberi nama bayi dengan nama-nama yang dicintai Allah. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:

    إِنَّ أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَزَ وَجَلَّ: عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ رواه مسلم

    Artinya: “Sesungguhnya nama kalian yang paling disukai Allah Azza Wa Jalla ialah Abdullah dan Abdur-Rahman.” (Diriwayatkan Muslim).

    Selain itu, nama-nama yang paling benar dan paling buruk dijelaskan dalam riwayat dari Abu Wahb Al-Jasymy Ash-Shahaby Radhiyallahu Anhu. Dia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

    تَسَمَّوْا بِأَسْمَاءِ الْأَنْبِيَاءِ وَأَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى: عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ، وَأَصْدَقْهَا : حَارِتْ وَهَمَّامٌ وَأَقْبَحُهَا: حَرْبٌ وَمُرَّةً (رواهأبوداود والنسائي وغيرهما)

    Artinya: “Berilah nama dengan nama para nabi, dan nama yang paling disukai Allah Ta’ala ialah Abdullah dan Abdur-Rahman, sedangkan nama yang paling benar ialah Harits dan Hammam, sedangkan nama yang paling buruk ialah Harb dan Murrah.” (Diriwayatkan Abu Daud, An-Nasa’i dan lain-lainnya).

    Demikian penjelasan dari anjuran memberi nama bayi pada hari ketujuh yang didasarkan pada dalil hadits Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat ya, detikers!

    (lus/lus)

    Anjuran Memberi Nama Bayi Menurut Islam, Kapan Sebaiknya Dilakukan?

    Sumber : www.detik.com

  • 8 Doa Selamat Dunia dan Akhirat, Lengkap Beserta Artinya

    8 Doa Selamat Dunia dan Akhirat, Lengkap Beserta Artinya


    Jakarta –

    Doa Selamat adalah doa yang dipanjatkan untuk keselamatan baik di dunia dan di akhirat. Doa ini berisi lafadz memohon perlindungan dari Allah atas marabahaya maupun segala siksa dan bencana. Doa selamat sering kita dengar dari orang-orang tua saat setelah sholat atau saat tahlil dilaksanakan.

    Doa Selamat Dunia dan Akhirat

    Doa selamat dapat kamu baca untuk meminta keselamatan, selain itu doa selamat juga bisa dibaca ketika mencari rezeki, maut, siksa kubur dan neraka serta juga bisa untuk menuntut ilmu. Ada beberapa doa selamat yang dapat kamu baca untuk memohon perlindungan Allah yang sudah dirangkum dari berbagai sumber:

    Doa Selamat Kebaikan Dunia dan Akhirat

    Doa Rabbana aatina fiddunya hasanah biasanya diucapkan saat setelah melakukan suatu aktivitas seperti mengaji, atau setelah menyampaikan kajian. Doa ini biasa disebut dengan doa sapu jagat, karena di dalam lafadznya mengandung permohonan kebaikan di dunia maupun di akhirat, berikut ini bacaan doanya:


    رَبَّنَاا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.

    Artinya: Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.

    Doa Selamat Dunia dan Akhirat

    Berikutnya, ada bacaan doa selamat yakni Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diin… doa selamat ini lebih pendek, namun memiliki keistimewaan dan arti yang luar biasa, berikut ini lafadznya:

    اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
    Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal maut.
    Allahumma hawwin alaina fi sakaratil maut, wannajatan minannaari, wal afwa indah hisab.

    Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan tobat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksa neraka dan dapatkan kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).

    Doa Selamat dan Nikmat Dunia Akhirat

    Bacaan lafadz “Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diin…” merupakan doa selamat yang bertujuan untuk memohon keselamatan serta kenikmatan di dunia maupun akhirat. Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca setelah menyelesaikan sholat, berikut ini lafadz doanya:

    اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَعِنْدَ الْحِسَابِ، رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ، رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
    Allahumma innaa nas-aluka salaamatan fid diini wa ‘afiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wa barokatan fir rizqi wa taubatan qablal mauti wa rohmatan ‘indal mauti wa maghfirotan ba’dal mauti, allahummaa hawwin ‘alainaa fil sakaraatil mauti wannajaata minan naari wal ‘afwa ‘indal hisaabi, rabbanaa laa tuzigh quluubana ba’da idz hadaitanaa wahab lanaa mil ladunka rahma, innaka antal wahhaab, rabbanaa aatinaa fiddunnyaa hasanah, wa fil akhirati hasanah waqinaa ‘adzaa ban naar.

    Artinya: Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesejahteraan/kesegaran pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rezeki, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan keampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami saat pencabutan nyawa selamat dari api neraka dan mendapat kemaafan ketika amal diperhitungkan. Ya Allah, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

    Doa Selamat dan Tolak Bala

    Berikutnya ada Doa selamat dan tolak bala yang berisi tentang permohonan kepada Allah SWT agar selamat dari segala bencana, siksaan, atau ujian kehidupan. Mengutip dari laman NU online, Berikut ini lafadz doanya:

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَا وَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ
    Allahummaftah lana abwabal khair, wa abwabal barakah, wa abwaban ni’mah, wa abwabar rizqi, wa abwabal quwwah, wa abwabas shihhah, wa abwabas salamah, wa abwabal ‘afiyah, wa abwabal jannah.
    Allahumma ‘afina min kulli bala’id dunya wa ‘adzabil akhirah, washrif ‘anna bi haqqil qur’anil ‘azhim wa nabiyyikal karim syarrad dunya wa ‘adzabal akhirah.
    Ghafarallahu lana wa lahum bi rahmatika ya arhamar rahimin. Subhana rabbika rabbil ;izzati ‘an ma yashifun, wa salamun a’alal mursalin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah dan pintu surga.
    Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hal Alquran yang agung dan derajat Nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai Dzat yang maha pengasih. Maha suci Tuhan, Tuhan keagungan dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada Rasul. Segala puji bagi Allah, semesta alam.

    Doa Selamat dan Keteguhan Iman

    Selanjutnya doa selamat ini bisa kamu baca untuk mendapatkan keselamatan, kerendahan hati serta untuk memperoleh keteguhan iman yang kuat, dan tidak terjerumus pada hal-hal sesat. Berikut ini doanya:

    رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَا فِرِينَ
    Rabbanaghfir alaina shabran wa tsabbit aqdaamana wanshurna ala-qaumil-kaafirin.

    Artinya: Ya Tuhan kami, tumpahkanlah sekiranya ketabahan kepada kami, tetapkanlah sekiranya kesabaran kami dan menangkanlah kami atas orang-orang yang kafir.

    Doa Selamat dari Dengki

    Doa Rabbanagfirlana wa liikhwaanina.. merupakan doa untuk memohon keselamatan dari sifat iri dan dengki. Berikut lafadz doanya:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
    Rabbanaagfir lanaa wa li ikhwaaninalladzina sabaquunaa bil iimaani wa laa taj’al fii quluubinaa gilaa lilladziina aamanuu rabbanaa innaka rauufur rahiim.

    Artinya: Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hasyr ayat 10).

    Doa Selamat untuk Orang Tua

    Selanjutnya yakni doa selamat untuk kebaikan kedua orang tua, doa ini bisa memohon ampunan kepada Allah dan limpahan rahmat dariNya. Berikut ini lafadz doanya:

    رَّبِّ اغْفِرْلِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً
    Rabbighfir lii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiran.

    Artinya: “Tuhanku, Ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tuaku, serta kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil.”

    Doa Selamat dari Bencana

    Doa selamat ini bisa kamu ucapkan untuk memohon pertolongan kepada Allah agar terhindar dari bencana, takdir buruk, dan juga keselamatan. Berikut ini lafadz doanya:

    اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
    Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.

    Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh. (HR. Al-Bukhari no. 6347, 6616 dan Muslim no. 2707).

    Nah, itulah beberapa doa selamat yang dapat kamu panjatkan kepada Allah untuk memohon perlindungan dan ampunan agar terhindar dari mara bahaya.

    (fds/fds)

    8 Doa Selamat Dunia dan Akhirat, Lengkap Beserta Artinya

    Sumber : www.detik.com

  • Masuk Neraka Dulu sebelum Masuk Surga, Benarkah?

    Masuk Neraka Dulu sebelum Masuk Surga, Benarkah?



    Jakarta –

    Surga dan neraka adalah tempat akhir bagi umat manusia setelah usainya kehidupan dunia. Menurut sebuah hadits, kaum mukmin akan dibersihkan dulu di neraka sebelum masuk surga.

    Dibersihkannya kaum mukmin sebelum masuk surga ini dilakukan setelah menyeberangi jembatan shirath (Shiratal Mustaqim). Kaum mukmin akan berhenti di atas sebuah lengkungan di antara surga dan neraka kemudian dibersihkan dan disucikan dengan cara qishas (pembalasan setimpal), seperti dikatakan Umar Sulaiman Al-Asqar dalam Kitab Al Jannah wan Naar.

    Pembalasan setimpal tersebut dilakukan apabila ada hak yang terzalimi di antara kaum mukmin semasa hidup di dunia. Menurut Umar Sulaiman Al-Asqar, hal itu dilakukan agar mereka masuk surga dalam keadaan suci dan bersih, tidak menanggung satu pun kezaliman terhadap orang lain dan tidak saling menuntut hak satu sama lain.


    Tahapan pembersihan diri ini disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan Imam Bukhari dalam Shahih-nya pada Kitab ar-Riqaq bab al-Qishash Yaum al-Qiyamah dari Abu Sa’id al-Khudri, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Orang beriman dikeluarkan dari neraka kemudian dihentikan di atas sebuah lengkungan di antara surga dan neraka. Lalu dilakukan qishash kezaliman di antara mereka satu sama lain, yang terjadi di dunia. Setelah dibersihkan dan disucikan, mereka diizinkan untuk masuk surga. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sungguh masing-masing mereka lebih mengetahui jalan menuju rumahnya di surga daripada jalan menuju rumahnya di dunia.”

    Ad Dailami dalam Firdaus al-Akhbar turut meriwayatkan hadits dari Ibn ‘Abbas terkait umat Islam yang akan dimasukkan neraka dulu sebelum masuk surga. Ibn ‘Abbas menyandarkan ucapannya kepada Rasulullah SAW yang bersabda,

    “Bila Allah memerintahkan Malaikat Izrail mencabut nyawa orang-orang Islam yang harus masuk neraka lebih dulu (sebelum masuk surga), maka Dia SWT berfirman, ‘Sampaikan berita gembira kepada mereka bahwa mereka akan masuk surga setelah menjalani hukuman selama waktu tertentu, berdasarkan masa siksaan mereka di neraka.’”

    Menurut Syaikh Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi dalam Kitab Al-Khurasaniyyah fi Syarhi ‘Aqidah Ar-Raziyyaini (Ashli As-Sunnah wa I’tiqad Ad-Din), orang yang termasuk dalam golongan ini adalah orang-orang yang mengesakan Allah SWT yang berbuat durhaka. Sehingga, mereka harus masuk neraka lebih dulu.

    Syaikh Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi menjelaskan lebih lanjut, hak-hak orang yang akan masuk ke neraka dulu sebelum masuk surga ini akan ditangguhkan di Al Mizan dan mereka dapat menuntut hak-haknya setelah keluar dari neraka dan sebelum masuk surga.

    “Hak-hak dan kewajiban mereka bisa jadi berkaitan dengan orang yang beriman yang telah dahulu masuk surga dan bisa juga berkaitan dengan orang kafir yang masuk di neraka bersama mereka,” terang Syaikh Abdul Aziz Marzuq Ath-Tharifi seperti diterjemahkan Masturi Irham dan Malik Supar.

    Pengadilan atas perkara orang yang mengesakan Allah SWT namun berbuat durhaka ini berpotensi mengangkat mereka ke tempat yang sedikit lebih tinggi, sebagaimana dijelaskan dalam hadits tentang Shiratal Mustaqim.

    Wallahu a’lam.

    (kri/lus)

    Masuk Neraka Dulu sebelum Masuk Surga, Benarkah?

    Sumber : www.detik.com

  • 10 Doa dan Dzikir Petang, Baca di Antara Waktu Ashar-Maghrib

    10 Doa dan Dzikir Petang, Baca di Antara Waktu Ashar-Maghrib



    Jakarta –

    Nabi SAW mengajarkan berbagai doa dan dzikir yang dapat dibaca pada waktu petang hari. Tepatnya, dzikir ini bisa dibaca setelah salat Ashar hingga sebelum salat maghrib.

    Menukil buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2, Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al Badr mengemukakan bahwa dzikir pada waktu sore juga di pagi hari merupakan doa yang paling luas, dibanding dzikir yang terikat dengan sesuatu (muqayyad).

    Dzikir dua waktu ini disebutkan dalam berbagai nash, serta banyak dianjurkan untuk melakukannya. Sebagaimana tercatat dalam Surat Al Ahzab ayat 41-42:


    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اذْكُرُوا اللّٰهَ ذِكْرًا كَثِيْرًاۙ – 41 وَّسَبِّحُوْهُ بُكْرَةً وَّاَصِيْلًا -42

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”

    Dijelaskan, kata ‘al-Ashiil’ (petang) pada ayat di atas berarti waktu antara Ashar hingga matahari terbenam. Dengan begitu, doa dzikir petang ini baiknya dikerjakan setelah salat Ashar sampai menjelang Maghrib.

    Meski demikian, Syaikh Abdurrazaq katakan bahwa mengenai persoalan waktu, dengan izin Allah SWT terdapat kelonggaran. Sehingga jika seseorang lupa melaksanakannya, maka ia boleh membaca dzikir dan doa petang tersebut setelah matahari terbenam.

    10 Doa Dzikir Petang sesuai Sunnah Nabi SAW

    Masih dari buku Fiqih Doa dan Dzikir Jilid 2, berikut sejumlah dzikir dan doa yang bisa dibaca pada waktu sore hari sebagaimana yang Rasulullah SAW ajarkan.

    1. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Satu

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syaiun fil ardhi wa laa fii samaai wahuwassami’ul ‘alim

    Artinya: “Dengan nama Allah yang tidak mudharat bersamanya sesuatu di bumi dan langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR Abu Dawud & Tirmidzi, dari Utsman bin Affan)

    2. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Dua

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

    Latin: A’uudzu bikalimaatillaahi attaammaati min syarri maa khalaq

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa yang Dia ciptakan.” (HR Muslim, dari Abu Hurairah)

    3. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Tiga

    Ini adalah sayyidul istighfar:

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكُ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكِ َعَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فاَغْفِر لِيْ فَإِنهَّ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

    Latin: Allâhumma anta rabbî, lâ ilâha illâ anta khalaqtanî. Wa anâ ‘abduka, wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’ûdzu bika min syarri mâ shana’tu. Abû’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abû’u bidzanbî. Faghfirlî. Fa innahû lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

    Artinya: “Wahai Allah, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.”

    4. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Empat

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لله وَالحَمْدُ اللَّه لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا. رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ رَبِّ أعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابِ فِي الْقَيْرِ

    Latin: Amsainaa wa amsal mulku Allaha wal hamdu lillaahi laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. Rabbi as’aluka khaira maa fii haadzihil lailati wa khaira maa ba’daha, wa a’uudzu bika min syarri maa fii haadzihil lailati wa syarri maa ba’daha. Rabbi a’uudzu bika minal kasali wa suu’il kibari rabbi a’uudzu bika min ‘adzaabi finnaari wa ‘adzaabi fil qabri

    Artinya: “Kami berada di waktu sore, sedangkan kerajaan adalah milik Allah, dan segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang haq kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, dan bagi-Nya pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan yang ada pada malam ini dan kebaikan yang sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang terdapat pada malam ini dan keburukan yang sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan masa tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari azab di neraka dan azab di kubur.” (HR Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud)

    5. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Lima

    حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

    Latin: Hasbiyallahu laa ilaaha illa huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘adzhiimi

    Artinya: “Cukupkanlah bagiku Allah, tidak ada sembahan haq kecuali Dia, kepada-Nya aku tawakal dan Dia Rabb Arsy yang agung.” (HR Al-Albani, dari Abu Darda)

    6. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Enam

    سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ

    Latin: Subhaana Allah wa bihamdihi

    Artinya: “Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya.” (HR Muslim, dari Abu Hurairah)

    7. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Tujuh

    اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

    Latin: Allahumma bia amsainaa wa bika ashbahnaa wa ika nahyaawa bika namuutu wa ilaikal mashiir

    Artinya: “Ya Allah, dengan-Mu kami berada di waktu sore dan dengan-Mu kami berada di waktu pagi, dengan-Mu kami hidup dan dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu tempat kembali.” (HR Tirmidzi & Abu Dawud, dari Abu Hurairah)

    8. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Delapan

    اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

    Latin: Allahumma faathiris samawaati wal ardhi ‘aalimal ghaibi wasysyahaadati rabba kulli syai’in wa maliikahu, asyhadu an laa ilaaha illa anta, a’uudzubika min syarri nafsii wa syarrisy syaithaani wa syirkihi

    Artinya: “Ya Allah, pencipta langit dan bumi, Maha mengetahui yang ghaib dan nampak, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya, aku bersaksi tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, dan keburukan setan serta kesyirikannya.” (HR Tirmidzi & Abu Dawud, dari Abu Hurairah)

    9. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Sembilan

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيةَ في الدُّنْيَا وَالآخرة اللهم إني أسألك العفو وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِ، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Latin: Allahumma inni as’alukal ‘aafiyata fid dunyaa wal aakhirati, allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diini wa dunyaa wa ahlii wa maalii, Allahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, Allahummahfadznii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fauqii wa a’uudzu bi’adzhamatika an ‘ughtaala min tahtii

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon pada-Mu afiat di dunia dan akhirat. Ya Allah, sungguh aku mohon pada-Mu maaf dan afiat pada agama- ku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku, dan amankan goncangan jiwaku. Ya Allah, peliharalah aku dari depanku, dari belakangku, dari kananku, dari kiriku, dari atasku, dan aku berlindung kepada-Mu ditimpa secara tiba-tiba dari bawahku.” (HR Abu Dawud & Ibnu Majah, dari Abdullah bin Umar)

    10. Doa & Dzikir Petang Hari Versi Sepuluh

    Ini adalah bacaan ayat kursi:

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ – 255

    Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.” (QS Al Baqarah: 255)

    Demikian 10 doa dzikir petang hari sesuai sunnah yang bisa diamalkan di waktu Ashar hingga sebelum Maghrib.

    (dvs/dvs)

    10 Doa dan Dzikir Petang, Baca di Antara Waktu Ashar-Maghrib

    Sumber : www.detik.com