Author: admin

  • Doa setelah Pulang Haji dan Umroh untuk Tamu

    Doa setelah Pulang Haji dan Umroh untuk Tamu


    Jakarta –

    Jemaah haji Indonesia mulai kembali ke Tanah Air hari ini. Jemaah yang baru pulang dapat memanjatkan doa setelah pulang haji dan umroh untuk para tamu yang menyambut kepulangan mereka.

    Dikutip dari buku Doa-doa Mustajab oleh Ibnu Qalbina, jemaah haji yang sudah kembali ke rumah masing-masing dianjurkan untuk memanjatkan doa bagi orang-orang ataupun tamu yang menjemput dan menyambut kepulangan. Sebab, doa orang yang baru menunaikan ibadah haji mustajab atau dikabulkan Allah SWT.

    Lantas, bagaimana lafal bacaan doa pulang umroh tersebut? Berikut adalah lafal bacaan doa pulang umroh lengkap dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya.


    Doa setelah Pulang Haji dan Umroh untuk Tamu

    1. Doa setelah Pulang Haji Versi Pertama

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ

    Arab Latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Allahumma shalli wa sallim wabaa rik ‘alaa sayyidina muhammadin sholaatan tuballighuna bihaa hajja baitikal haraami waziyaarati qabri nabiyyika muhammadin.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah limpahkanlah shalawat, salam dan berkah kepada junjungan kami nabi Muhammad, dengan shalawat yang bisa menyampaikan kami untuk berhaji ke baitil haram dan ziarah ke makam nabi Muhammad.”

    2. Doa setelah Pulang Haji Versi Kedua

    بسم الله الرحمن الرحيم,

    الحمد لله رب العا لمين، والصلاة والس علىأشرف المرسلين سيدنا محمد وعلى آله وأصحا به أجمعين. اللهم أن تبلغ يا ربي الحاضرين زيارةالمسجد الحرام والمسجد النبي صلى الله عليه وسلم

    اللهم اجعل حجنا حج مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وعملاً صالحا مقبولاً وتجارة لن تبور. انك على كل شيء قدير. ربنا اتنافى الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العلمين.

    Arab Latin: Alhamdulillahi rabbil ‘alaamiin, wash-shalatu was salamu ‘alaa asyrafil mursaliin. Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash habihi ajma’iin. Allahumma antubaligha yaa rabbiyal hadhiniina ziyaaratal masjidil haraami wa masjidin nabiyyi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

    Allahummaj ‘al hajjanaa hajjan mabruran wa sa’ yan masykuran wadzan ban maghfuran wa ‘amalan shalihan maqbulan watijaaratan lan tabuur. Innaka ‘alaa kulli syai in qadiir. Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzabannaar.

    Walhamdulillahi rabbil’alamiin.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Allah Pemelihara semesta alam. Shalawat dan salam semoga atas yang paling mulia dari para Rasul, Nabi Muhammad SAW dan segenap keluarga dan para sahabatnya. Yaa.. Allah perkenankan Engkau untuk menyampaikan orang-orang yang hadir di sini, mohon dapat menziarahi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ya.. Allah, jadikan haji kami haji yang mabrur, sa’i yang disyukuri dosa yang terampuni dan amal shaleh yang diterima, perdagangan yang tidak merugi, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Ya.. Allah berikan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari siksa api neraka. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam.”

    3. Doa setelah Pulang Umroh Versi Pertama

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سَـيِّدِنَامُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَابِهَاحَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةَ قَبْرِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Arab Latin: “Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil’alamin. Allahumma sholli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidina muhammadin sholatan tuballighuna bihaa hajja baitikal haraami wa ziyarota qobri nabiyyika muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji bagi-Nya, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan berkah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, melalui shalawat ini kami diperkenankan berhaji ke Baitullah dan ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.”

    4. Doa setelah Pulang Umroh Versi Kedua

    اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَاحَجًّامَبْرُوْرًا، وَعُمْرَتَنَاعُمْرَةًمَبْرُوْرًا،وَسَعْيَنَاسَعْيًامَشْكُوْرًا، وَذَنْبَنَاذَنْبًامَغْفُوْرًا، وَعَمَلَنَاعَمَلًاصَالِحًا مَقْبُوْلًا، وَتِجَارَتَنَاتِجَارَةً لَنْتَبُوْرَ، يَا عَالِمَ مَا فِى الصُّدُوْرِأَخْرِجْنَامِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ

    Arab Latin: “Allahummaj’al hajjana hajjan mabruron, wa ‘umrotana ‘umrotan mabruron, wasa’ yana sa’yan masykuro, wa dzambanaa dzanban maghfuro, wa ‘amalana ‘amalan sholihan maqbula, watija rotana tijaarotan lan tabuur, yaa ‘aalima maa fis shuduur, akhrijna mina dzulumaati ilannuur.”

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah haji kami haji yang mabrur, umroh kami umroh yang mabrur, sa’i kami sa’i yang syukur, dosa kami dosa yang diampuni, amal kami amal yang diterima, dan perdagangan kami perdagangan yang tidak merugi. Wahai Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati, keluarkanlah kami dari kegelapan menuju cahaya.”

    5. Doa setelah Pulang Umroh Versi Ketiga

    للهم سَهِّلْ أُمُوْرَنَاوَحَصِّلْ مَقَاصِدَنَاوَبَلِّغْنَا إِلَيْكَ يَا اَللهُ. اللهم اجْمَعْنَاجَمْعًامَرْحُوْمًا اللهم إِنَّانَسْئَلُكَ النِّعْمَةَوَالرَّحْمَةَ وَحُسْنَ الْخَاتِمَة

    Arab Latin: “Allahummasahhil umuuronawahasshil maqooshidanawaballignaa ilaika yaAllah. Allahummaj ma’ jam’an marhuuma. Allahumma inna nas-alukanni’mata warrohmata waqusnal qhotimah.”

    Artinya: “Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami, capai tujuan kami, dan sampaikanlah kami kepada-Mu, wahai Allah. Ya Allah, kumpulkanlah kami bersama mereka yang mendapatkan rahmat-Mu. Ya Allah, kami memohon nikmat, rahmat, dan akhir yang baik kepada-Mu.”

    6. Doa setelah Pulang Umroh Versi Keempat

    رَبَّنَااَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِحَسَنَةً وَقِنَاعَذَابَ النَّاِر. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ

    Arab Latin: “Robbanaa aatina fiddun ya hasanah, wafil aakhiroti hasanah, waqinaa ‘adzaa bannaar. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.”

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

    Selain memanjatkan doa setelah pulang haji dan umroh untuk tamu, dikutip dari buku Manasik Haji dan Umrah Kemenag, ada beberapa adab bagi jemaah haji yang baru pulang dari Tanah Suci sebelum masuk ke rumah dan berkumpul bersama sanak keluarga. Beberapa adab yang dimaksud sebagai berikut.

    1. Sebelum tiba di rumah seluruh jemaah haji dianjurkan melaksanakan sujud syukur dan salat dua rakaat di masjid atau musala terdekat dari rumah.

    2. Memintakan ampun dan mendoakan orang-orang yang ikut menjemput dan menyambut sebelum masuk ke rumah karena doa orang yang baru melaksanakan ibadah haji dikabulkan Allah SWT.

    3. Melapor lalu berobat ke Puskesmas atau rumah sakit setempat bagi jemaah haji yang sakit dalam waktu 14 hari sejak mereka datang.

    4. Melapor ke puskesmas setempat dalam waktu 14 hari, bila jemaah haji tidak sakit.

    5. Meningkatkan iman, takwa, dan kepedulian sosial, dan bergabung dengan Ikatan Persaudaraan Haji (IPHI) yang ada di daerah masing-masing sebagai upaya untuk melestarikan kemabruran ibadah haji.

    Itulah doa setelah pulang haji dan umroh untuk tamu yang dapat dibaca. Semoga bermanfaat.

    (rah/rah)

    Doa setelah Pulang Haji dan Umroh untuk Tamu

    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Keberuntungan yang Bisa Dipanjatkan, Arab, Latin dan Arti

    4 Doa Keberuntungan yang Bisa Dipanjatkan, Arab, Latin dan Arti


    Jakarta –

    Doa keberuntungan bisa diamalkan oleh kaum muslimin. Mengingat, keberuntungan tak sepenuhnya berasal dari diri sendiri, melainkan ada perlindungan dan kuasa Allah SWT yang menyertai, khususnya dalam hal-hal yang menyangkut kebahagiaan.

    Keberuntungan juga disebut sebagai hak istimewa yang Allah SWT berikan kepada umatnya. Dian Nafi melalui karyanya yang berjudul Seberapa Beruntung Kamu? menjelaskan bahwa keberuntungan atau nasib baik dan buruk tergolong sebagai bagian dari takdir yang ditetapkan Allah SWT.

    Karenanya, keberuntungan bukan hanya sesuatu yang muncul secara kebetulan, melainkan atas izin dan kehendak Allah SWT. Meski demikian, keberuntungan atau nasib baik dan buruk tidak dapat dijadikan sebagai patokan hidup, namun lebih kepada bahan introspeksi dan evaluasi diri.


    Apabila seorang muslim mengalami nasib buruk, maka panjatkan doa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan. Sebaliknya, jika tengah mengalami nasib baik maka tetap berdoa dan memperbanyak amal kebajikan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.

    Ada sejumlah doa yang bisa dibaca untuk meraih keberuntungan. Apa saja? Berikut bacaannya.

    Kumpulan Doa Keberuntungan: Arab, Latin, dan Artinya

    1. Doa Keberuntungan Versi Pertama

    Berikut merupakan bacaan doa keberuntungan yang dinukil dari buku Doa dan Zikir Orang Sukses susunan Zaki Zamani,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالْفَوْزَ بالْجَنَّةِ، وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ

    Arab latin: Allahumma inni as’aluka mujibati rahmatika, wa ‘aza’ima maghfiratika, was-salamata min kulli ithmin, wal-ghanimata min kulli birrin, wal-fawza bil- jannati, wannajata mina-nar

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu segala sesuatu yang menyebabkan turunnya rahmat-Mu, segala sesuatu yang memastikan ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keberuntungan dari setiap perbuatan baik, kemenangan dengan meraih surga dan keselamatan dari neraka,”

    2. Doa Keberuntungan Versi Kedua

    Selain doa di atas, ada juga bacaan lainnya yang bisa dipanjatkan untuk memohon keberuntungan seperti dikutip dari buku Keajaiban Shalat 5 Waktu Bersama Nabi SAW karya Yanuar Arifin,

    رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

    Arab latin: Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa il-lam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin

    Artinya: “Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya kami telah berbuat dhalim terhadap diri-diri kami. Dan jika Engkau tidak memberi ampunan untuk kami dan merahmati kami, sungguh benar-benar kami menjadi termasuk dari golongan orang-orang yang rugi,”

    3. Doa Keberuntungan Versi Ketiga

    Mengutip dari Majalah Asy-Syariah Edisi 105 terbitan Oase Media, berikut doa keberuntungan versi lain yang bisa dipanjatkan,

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الفلاح والنجاح

    Arab latin: Allahumma inni as’alukal falaaha wannajaaha

    Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, keberuntungan dan keselamatan,”

    4. Doa Keberuntungan Versi Keempat

    Dalam buku Sapu Jagat Keberuntungan yang ditulis oleh Ahmad Mudzakir S Pd M Si, berikut doa yang bisa dipanjatkan untuk meraih keberuntungan,

    اَللهُمَّ اِنِّىْ اَسْأَلُكَ اَنْ تَرْزُقَنِىْ رِزْقًا حَلاَلاً وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعَبٍ وَلاَمَشَقَّةٍ وَلاَضَيْرٍ وَلاَنَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    Arab latin: Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairita’abin wala masyaqqatin walaa dhoirin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syai in qadiir.”

    Artinya: “Ya Allah, aku minta pada Engkau akan pemberian rezeki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan, sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu,”

    Itulah kumpulan doa keberuntungan yang bisa dipanjatkan. Jangan lupa diamalkan, ya!

    (aeb/kri)

    4 Doa Keberuntungan yang Bisa Dipanjatkan, Arab, Latin dan Arti

    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hadits tentang Berbakti kepada Kedua Orang Tua

    6 Hadits tentang Berbakti kepada Kedua Orang Tua


    Jakarta –

    Islam menganjurkan umatnya untuk berbakti dan menghormati orang tua. Hal ini bahkan dikatakan sejajar dengan kewajiban salat, zakat, hingga puasa.

    Dalam surat Al Isra ayat 23, Allah SWT berfirman,

    وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا


    Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia,”

    Selain itu, pada surat Al Luqman ayat 14 juga diterangkan mengenai perintah berbakti kepada kedua orang tua,

    وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

    Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu,”

    Berbuat baik kepada orang tua menjadi bentuk syukur atas nikmat kebaikan keduanya. Mereka telah mengalami banyak penderitaan sejak hamil, melahirkan, mencari nafkah dan mendidik anak mereka. Karenanya, berbuat baik kepada kedua orang tua menjadi kewajiban yang paling penting.

    Dalil mengenai berbakti kepada orang tua juga tercantum dalam sejumlah hadits. Berikut bunyi haditsnya seperti dinukil dari buku Hadits-Hadits Tarbawi susunan M Ainur Rasyid.

    Kumpulan Hadits Berbakti kepada Orang Tua

    1. Anjuran Berbuat Baik kepada Ibu

    Seorang pria pernah mendatangi Rasulullah SAW lalu berkata, “Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?” Beliau mengatakan, “Ibumu.” Dia berkata lagi, “Kemudian siapa lagi?” Beliau mengatakan, “Ibumu.” Dia berkata lagi, “Kemudian siapa lagi?” Beliau mengatakan, “Ibumu.” Dia berkata lagi, “Kemudian siapa lagi?” Beliau mengatakan, “Ayahmu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    2. Berbakti pada Orang Tua dapat Perpanjang Umur dan Tambah Rezeki

    “Siapa yang suka untuk dipanjangkan umur dan ditambahkan rizki, maka berbaktilah pada orang tua dan sambunglah tali silaturahmi (dengan kerabat).” (HR Ahmad)

    3. Perintah Mentaati Ayah

    “Taatilah ayahmu selama dia hidup dan selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat.” (HR Ahmad

    4. Durhaka kepada Orang Tua Termasuk Dosa Besar

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Apakah kalian mau kuberitahu mengenai dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab, “Mau, wahai Rasulullah.” Dia lalu bersabda, “(Dosa terbesar adalah) mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.” Beliau mengucapkan hal itu sambil duduk bertelekan pada tangannya. (Tiba-tiba beliau menegakkan duduknya dan berkata), “Dan juga ucapan (sumpah) palsu.” Beliau mengulang-ulang perkataan itu sampai saya berkata (dalam hati), “Duhai, seandainya beliau diam.” (HR Bukhari dan Muslim)

    5. Berbakti kepada Orang Tua Tergolong Amalan yang Allah Cintai

    Aku bertanya pada Rasulullah SAW, “Amal apakah yang paling dicintai Allah ‘azza wa jalla?” Dia menjawab, “Salat pada waktunya.” Lalu aku bertanya, “Kemudian apa lagi?” Nabi SAW mengatakan, “Kemudian berbakti kepada kedua orang tua.” Lalu aku mengatakan, “Kemudian apa lagi?” Lalu Rasulullah SAW mengatakan, “Berjihad di jalan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    6. Mendoakan sebagai Bentuk Bakti pada Orang Tua yang Telah Wafat

    Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah SAW. Ketika itu datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orangtuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya). (Bentuknya adalah) mendoakan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orangtua yang tidak pernah terjalin, dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah)

    Demikian pembahasan mengenai sejumlah hadits tentang berbakti kepada kedua orang tua. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)

    6 Hadits tentang Berbakti kepada Kedua Orang Tua

    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, dan Artinya

    Bacaan Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta –

    Doa qunut subuh adalah doa yang dibaca pada rakaat kedua sholat Subuh, tepatnya setelah i’tidal dan sebelum melakukan sujud.

    Membaca doa qunut saat sholat Subuh hukumnya sunnah menurut mazhab Syafi’i dan Maliki, sebagaimana dikutip dari Kitab Al-Fiqh ‘ala al-madzahib al-khamsah karya Muhammad Jawad Mughniyah.


    Sementara, Imam Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar menghukumi bacaan doa qunut sebagai sunnah muakkad. Dalil yang mendasari kesunahan membaca doa qunut subuh, salah satunya bersandar pada hadits berikut:

    عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ مَا زَالَ رَسُولُ اللهِ يَقْنُتُ فِي الْفَجْرِ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا

    Artinya: “Diriwayatkan dari Anas Ibn Malik, ia berkata, “Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika salat subuh sehingga beliau wafat.’” (HR Ahmad)

    Adapun bacaan doa qunut subuh yang dapat diamalkan umat Islam, antara lain sebagai berikut.

    Bacaan Doa Qunut Subuh

    1. Doa Qunut Subuh Versi Pendek

    Dikutip dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, berikut ini bacaan doa qunut versi pendek:

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيَ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ .

    Latin: Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadhaits, fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang kau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Maha Tinggi.”

    2. Doa Qunut Subuh Versi Panjang

    Sementara doa qunut subuh versi panjang, dilansir dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya KH. M. Hamdan Rasyid & Saiful Hadi El-Sutha, yaitu sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيْمَنُ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْأُمّي وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَ سَلَّم

    Latin: Allaahummahdinii fiiman hadaita, wa ‘aafinii fiman ‘aafaita, wa tawallanii fii man tawallaita, wa baarik lii fiimaa a’thaita, wa qinii bi rahmatika syarra maa qadhaita fa innaka taqdhii wa laa yuqdhaa ‘alaika, wa innahu laa yadzillu man waalaita, wa laa ya’izzu man ‘adaita, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalaita, fa lakal hamdu ‘alaa maa qadhaita, astahgfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin-nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa alihi wa shahbihi wasallama.

    Artinya: “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk seperti orang-orang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan, seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Limpahkanlah keberkahan kepada apa saja yang telah Engkau berikan kepadaku. Peliharalah aku dengan kasih sayang-Mu dari segala keburukan apa-apa yang telah Engkau putuskan (tetapkan), karena sesungguhnya Engkau-lah yang memberikan ketentuan dan tidak ada yang bisa memberikan ketentuan (keputusan) atas diri-Mu. Sesungguhnya tidaklah akan hina orang-orang yang telah Engkau berikan kekuasaan, dan tidaklah akan mulia orang yang telah Engkau musuhi, Maha Berkah lah Engkau dan Maha Luhur lah Engkau. Segala puji bagi-Mu atas apa yang telah Engkau tetapkan. Aku mohon ampun dan bertobat kepada-Mu. Dan semoga Allah memberikan rahmat dan keselamatan (sholawat) atas diri junjungan kami. Nabi Muhammad, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya.”

    (kri/kri)

    Bacaan Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, dan Artinya

    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Zikir Petang yang Bisa Diamalkan Umat Islam

    Bacaan Zikir Petang yang Bisa Diamalkan Umat Islam


    Jakarta –

    Zikir petang adalah ibadah harian yang dianjurkan Rasulullah SAW kepada umatnya. Mengamalkan bacaan zikir petang juga dapat menjadi cara umat Islam untuk mendekatkan diri dan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

    Mengutip dari buku Sunnah-Sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Abdullah Hamud al Furaih, waktu membaca zikir petang dapat dilakukan mulai dari setelah Ashar hingga terbenamnya matahari. Zikir juga bisa dilakukan pada waktu antara Magrib dan Isya.

    Anjuran mengamalkan zikir petang turut diterangkan dalam Al-Qur’an, salah satunya termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 41-42, Allah SWT berfirman,


    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS Al-Ahzab: 41-42)

    Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk mengamalkan zikir petang. Sebagaimana termaktub dalam hadits, Nabi SAW pernah bersabda,

    “Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berzikir kepada Allah Ta’ala setelah sholat Subuh hingga matahari terbit lebih aku sukai daripada memerdekakan empat keturunan Nabi Ismail. Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berzikir kepada Allah Ta’ala setelah sholat Ashar hingga matahari terbenam lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang.” (HR Abu Dawud)

    Adapun bacaan bacaan zikir petang sesuai sunnah Rasulullah SAW yang dapat diamalkan, dilansir dari buku Koleksi Lengkap Zikir Pagi Petang karya Ustadz Abdul Wahhab, yaitu sebagai berikut.

    Bacaan Zikir Petang Arab, Latin, dan Artinya

    1. Membaca Taawudz

    أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

    Latin: Audzubillahiminasyaitonirojim.

    Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

    2. Membaca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    Latin: Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.

    Artinya: “Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh rasa kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang berada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.” (QS Al Baqarah: 255)

    3. Membaca Surat Al-Ikhalas, Al-Falaq, dan An-Nas Sebanyak 3 Kali

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    Latin: Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas: 1-4)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    Latin: Qul a’ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan ( para penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya),dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al Falaq: 1-5)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    Latin: Qul a’ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās.

    Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Nas: 1-6)

    4. Zikir Pertama

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ. اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِ مَا بَعْدَهَا. اللهم إنّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ. اللهم إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    Latin: Amsainaa wa amsal muluk lillaaahi walhamdulillaahi laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah. Lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kuli syai-in qadiir. Allaahumma as-aluka khaira maa fii haadzihil lailati wa khaira maa ba’dahaa wa a’uudzubika min syarri haadzihil lailati wasyarri maa ba’dahaa. Allaahumma innii a’uudzubika minal kasali wasuu-il kibari. Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabin finnaari wa ‘adzaabin fil qabri.

    Artinya: “Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan pada hari ini dan kebaikan setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan setelahnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan pada hari tua. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan kubur.”

    5. Zikir Kedua

    اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْنَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

    Latin: Allaahumma bika amsainaa, wabika ashbahnaa, wabika nahnaa, wabika namuutu wa-ilaikal mashiir.

    Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan kami mati. Dan, kepada-Mu tempat kembali.”

    6. Zikir Ketiga

    اللهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لا إلهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْهُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ

    Latin: Allaahumma anta rabbi laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mastatha’tu, a’uudzubika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya, tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    7. Zikir Keempat (Dibaca 3x)

    اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِيْ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

    Latin: Allaahumma ‘aafinii fii badani, allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, allaahumma ‘aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a’uudzubika minal kufri wal faqri, wa a’uudzubika min ‘adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.

    Artinya: “Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku. Ya Allah, selamatkan penglihatanku. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa’i)

    8. Zikir Kelima

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ. اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي. اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ وَآمِنْ رَوْعَاتِي. اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِيِّ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

    Latin: Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dun-yaa wal aakhirah. Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wadun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii. Allaahummah-fazhnii min baini yadayya, wa min khalfii, wa ‘an yamiinii, wa’an syimaalii, wa min fauqii, wa a’uudzu bi’azhamatika an ughtaala min tahtii.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, Peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

    9. Zikir Keenam

    اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبِّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إلهَ إِلَّا أَنْتَ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِ نَفْسِي، وَمِنْ شَرِ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَفْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوْءًا أَوْ أَجْرُهُ إِلَى مُسْلِم

    Latin: Allaahumma ‘aalimal ghaibi wasysyahaadati faathiras samaawaati wal ardhi, rabba kulli syai-in wamaliikahuu. Asyhadu allaa ilaaha illaa anta, a’uudzubika min syarri nafsii, wamin syarrisy syaithaani wasyirkihii, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhuu ilaa muslim.

    Artinya: “Ya Allah Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan bala tentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (HR Tirmidzi dan Abu Dawud)

    10. Zikir Ketujuh (Dibaca 3x)

    بِسْمِ اللهِ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيْمُ

    Latin: Bismillaahii laa yadhurru maʼasmihi syai-un fil ardhi wa laa fissamaa-i wahuwas samii’ul ‘aliim.

    Artinya: “Dengan nama Allah yang jika disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    11. Zikir Kedelapan

    يَا حَيُّ يَاقَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْتُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

    Latin: Yaa hayyu yaa qayyuumu birahmatika astaghiits, ashlih lii sya’nii kullahuu walaa takilnii ilaa nafsii tharfata ‘ainin.

    Artinya: “Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata.” (HR Hakim)

    12. Zikir Kesembilan

    أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإِسْلَامِ وَعَلَى كَلِمَةِ الْإِخْلَاصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّ اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيمَ، حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    Latin: Amsainaa ‘alaa fithratil islaami wa ‘alaa kalimatil ikhlaashi, wa ‘alaa diini nabiyyinaa muhammadin shallallaahu ‘alaihi wasallama, wa ‘alaa millati abiinaa ibraahiima, haniifam muslimaw wamaa kaana minal musyrikiin.

    “Pada waktu petang kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.”

    13. Zikir Kesepuluh (Dibaca 100x)

    سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

    Latin: Subhaanallaahi wabihamdih.

    Artinya: “Maha Suci Allah sambil memuji-Nya.”

    14. Zikir Kesebelas

    لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الحمدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ.

    Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah. lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir.

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.”

    15. Zikir Keduabelas (Dibaca 3x)

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِ مَا خَلَقَ

    Latin: A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq.

    Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan-Nya.”

    16. Membaca Istighfar Sebanyak 100x

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

    Latin: Astaghfirullaaha waatuubu ilaiih.

    Artinya: “Aku meminta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.”

    (kri/kri)

    Bacaan Zikir Petang yang Bisa Diamalkan Umat Islam

    Sumber : www.detik.com

  • Doa ketika Melihat Langit Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

    Doa ketika Melihat Langit Sesuai Anjuran Rasulullah SAW


    Jakarta –

    Saat melihat langit yang indah, terkadang seseorang merasa kagum hingga mengabadikannya melalui jepretan foto. Keindahan langit termasuk ciptaan Allah SWT sehingga sudah sepatutnya umat Islam dapat memanjatkan doa saat memujinya.

    Segala ciptaan Allah SWT di alam semesta menunjukkan tanda keagungan-Nya. Keindahan yang ada di langit tidak serta merta terwujud begitu saja, melainkan Allah SWT telah begitu detail menciptakannya.

    Sudah semestinya, memandangi keindahan langit juga dapat membawa seseorang kepada pengalaman ruhaniyah terhadap kemahabesaran Allah SWT. Tak sedikit orang merasa damai saat memandangi langit dan menikmati keindahan yang tertangkap oleh mata.


    Mengutip dari Kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW dalam hadits shahih menganjurkan umatnya untuk membaca doa ketika melihat langit. Seperti apa bacaan doanya?

    Bacaan Doa ketika Melihat Langit

    Bacaan doa ketika melihat langit merupakan kutipan dari Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 191 yang berbunyi:

    رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab-latin: rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā, sub-ḥānaka fa qinā ‘ażāban-nār.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

    Perintah untuk Merenungkan Penciptaan Langit dan Bumi

    Dalam bacaan lengkap surat Ali Imran tersebut, diterangkan tentang perintah bagi umat Islam untuk mengingat Allah SWT serta merenungkan penciptaan langit dan bumi. Berikut ini bacaan lengkap surat Ali Imran ayat 190-191:

    إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ . ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

    Arab-Latin: Inna fī khalqis-samāwāti wal-arḍi wakhtilāfil-laili wan-nahāri la`āyātil li`ulil-albāb. Allażīna yażkurụnallāha qiyāmaw wa qu’ụdaw wa ‘alā junụbihim wa yatafakkarụna fī khalqis-samāwāti wal-arḍ, rabbanā mā khalaqta hāżā bāṭilā, sub-ḥānaka fa qinā ‘ażāban-nār.

    Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS Ali Imran: 190-191)

    Diterangkan dalam Kitab Tafsir fi Zhilalil Qur’an Edisi Istimewa Jilid 4 oleh Sayyid Quthb, seseorang yang dapat memikirkan penciptaan langit dan bumi sebagai tanda-tanda kebesaran Allah termasuk dalam golongan ulul albab.

    Golongan ulul albab adalah orang-orang yang memiliki akal, pikiran, dan pemahaman yang benar. Ia juga senantiasa banyak berdzikir, bertafakur, dan mengingat Allah SWT dalam segala kondisi, baik saat berdiri, duduk, maupun berbaring.

    Lebih lanjut dijelaskan, umat Islam yang senantiasa mampu menggunakan akal dan pikirannya untuk memikirkan penciptaan alam semesta dapat menjadi bagian dari golongan ulul albab yang dimuliakan Allah SWT.

    (kri/kri)

    Doa ketika Melihat Langit Sesuai Anjuran Rasulullah SAW

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Menyambut Orang Pulang Haji, Bisa Diamalkan Keluarga

    Doa Menyambut Orang Pulang Haji, Bisa Diamalkan Keluarga


    Jakarta –

    Ada doa menyambut orang pulang haji yang dapat dipanjatkan oleh keluarga atau kerabat, khususnya bagi mereka menyambut jemaah haji yang baru saja menuntaskan rangkaian ibadahnya di Makkah. Bagaimana bacaan doanya?

    Proses pemulangan jemaah haji 2023 tersebut berlangsung selama 4 Juli hingga 2 Agustus 2023. Oleh karena itu, untuk menyambut orang pulang haji yang sebentar lagi akan sampai di Indonesia, penting bagi kita untuk mengetahui dan mengamalkan doa menyambut orang pulang haji.

    Doa Menyambut Orang Pulang Haji oleh Keluarga

    Dikutip dari Buku Doa-doa Mustajab oleh Ibnu Qalbina, dipaparkan mengenai doa ketika menyambut orang pulang dari ibadah haji sebagai berikut.


    اللهُمَّ اغْفِرْ لِلحَاجِّ وَلَمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجَ

    Arab latin: “Allâhumaghfir lil-hâjji wa limanistaghfara lahul-hâjju.”

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah orang yang telah menunaikan haji, dan kabulkan seluruh ampunan yang telah disampaikan oleh orang yang telah menunaikan haji.”

    Selain doa menyambut orang yang pulang dari ibadah haji, ada juga doa setelah pulang haji untuk tamu yang bisa diamalkan oleh orang yang baru selesai menunaikan haji. Jemaah haji yang baru pulang dan keluarga yang menyambutnya bisa saling mendoakan.

    Doa setelah Pulang Haji oleh Jemaah Haji

    Ibnu Qalbina menyebutkan bahwa jemaah haji yang telah pulang ke rumah masing-masing disarankan untuk memanjatkan doa bagi orang-orang yang menjemput dan menyambut kepulangan mereka. Doa dari seorang yang baru menyelesaikan ibadah haji memiliki keistimewaan dan kemungkinan besar akan dikabulkan oleh Allah SWT.

    1. Doa setelah Pulang Haji Versi Pertama

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَا لَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىٰ سَـيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُبَلِّغُنَا بِهَا حَجَّ بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَزِيَارَةِ قَبْرِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ

    Arab Latin: “Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. Allahumma shalli wa sallim wabaa rik ‘alaa sayyidina muhammadin sholaatan tuballighuna bihaa hajja baitikal haraami waziyaarati qabri nabiyyika muhammadin.”

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah limpahkanlah shalawat, salam dan berkah kepada junjungan kami nabi Muhammad, dengan shalawat yang bisa menyampaikan kami untuk berhaji ke baitil haram dan ziarah ke makam nabi Muhammad.”

    2. Doa setelah Pulang Haji Versi Kedua

    بسم الله الرحمن الرحيم

    الحمد لله رب العا لمين، والصلاة والس علىأشرف المرسلين سيدنا محمد وعلى آله وأصحا به أجمعين. اللهم أن تبلغ يا ربي الحاضرين زيارةالمسجد الحرام والمسجد النبي صلى الله عليه وسلم

    اللهم اجعل حجنا حج مبرورا وسعيا مشكورا وذنبا مغفورا وعملاً صالحا مقبولاً وتجارة لن تبور. انك على كل شيء قدير. ربنا اتنافى الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العلمين

    Arab Latin: “Alhamdulillahi rabbil ‘alaamiin, wash-shalatu was salamu ‘alaa asyrafil mursaliin. Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ash habihi ajma’iin. Allahumma antubaligha yaa rabbiyal hadhiniina ziyaaratal masjidil haraami wa masjidin nabiyyi shalallahu ‘alaihi wa sallam.

    Allahummaj ‘al hajjanaa hajjan mabruran wa sa’ yan masykuran wadzan ban maghfuran wa ‘amalan shalihan maqbulan watijaaratan lan tabuur. Innaka ‘alaa kulli syai in qadiir. Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzabannaar.

    Walhamdulillahi rabbil’alamiin.”

    Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Segala puji bagi Allah Pemelihara semesta alam. Shalawat dan salam semoga atas yang paling mulia dari para Rasul, Nabi Muhammad SAW dan segenap keluarga dan para sahabatnya. Yaa.. Allah perkenankan Engkau untuk menyampaikan orang-orang yang hadir di sini, mohon dapat menziarahi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ya.. Allah, jadikan haji kami haji yang mabrur, sa’i yang disyukuri dosa yang terampuni dan amal shaleh yang diterima, perdagangan yang tidak merugi, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah berikan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari siksa api neraka. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan Pemelihara seluruh alam.”

    (rah/rah)

    Doa Menyambut Orang Pulang Haji, Bisa Diamalkan Keluarga

    Sumber : www.detik.com

  • Doa saat Hujan sesuai Sunnah, Yuk Baca Agar Berkah!

    Doa saat Hujan sesuai Sunnah, Yuk Baca Agar Berkah!


    Jakarta –

    Ada doa yang bisa dipanjatkan ketika turun hujan. Hujan merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT yang membawa keberkahan.

    Hujan termasuk salah satu fenomena alam yang terjadi di Bumi. Turunnya hujan dari langit merupakan salah satu kuasa Allah SWT.

    Beberapa ayat Al-Quran menjelaskan tentang proses terjadinya hujan. Salah satunya dalam surat Az-Zukhruf ayat 11:


    وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

    Artinya: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

    Dalam buku Ensiklopedia Islam oleh Hafidz Muftisany dijelaskan hujan merupakan salah satu bentuk presipitasi uap air yang berasal dari awan yang terdapat di atmosfer. Proses pemanasan air laut oleh sinar matahari merupakan kunci utama proses hidrologi agar berjalan secara terus menerus.

    Doa saat Hujan

    Mengutip Buku Induk Doa dan Zikir oleh Kasimun, ada beberapa doa yang bisa dipanjatkan ketika hujan. Doa ini juga dapat dibaca ketika melihat fenomena alam yang terjadi ketika hujan seperti angin kencang, petir atau langit mendung.

    1. Doa saat Turun Hujan

    اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا

    Arab-latin: Allahummaj’alhu shayyiban naafi’an.

    Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini bermanfaat.”

    Bacaan doa saat turun hujan dipanjatkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau menyingkap bajunya saat hujan hingga rintik-rintiknya membasahi sebagian tubuhnya. Hal itu dilakukan karena Nabi SAW hendak menunjukkan bahwa hujan termasuk rahmat yang diciptakan Allah SWT.

    2. Doa Setelah Hujan

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Berdasarkan riwayat hadits, Rasulullah SAW pernah berkata, “Barangsiapa yang mengatakan, ‘Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah’, maka orang itu beriman kepada Allah dan tidak beriman terhadap bintang-bintang.

    3. Doa agar Hujan Berhenti

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الأَكَامِ وَالظِرَابِ وَبُطُوْنِ الأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

    Arab-latin: Allaahumma hawaa laynaa wa laa ‘alaynaa. Allaahumma ‘alal-aakaami wazh-zhiraabi, wa buthuunil-awdiyati wa manaabitisy-syajar.

    Artinya: “Ya Allah, hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.”

    Doa tersebut bersandar pada hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia menceritakan, “Ada sekelompok orang datang kepada Rasulullah SAW dan meminta agar beliau berdoa supaya hujan berhenti.

    Rupanya hujan tersebut telah berlangsung selama satu minggu sehingga hewan ternak mereka terancam mati dan jalanan pun terputus. Rasulullah SAW lalu berdoa dengan doa ini dan hujan pun berhenti.” (HR Bukhari no. 1014).

    4. Doa Ketika Hujan Lebat

    اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالْآجَامِ وَالظُّرَابِ وَالْأَوْدِيَّةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ.

    Arab latin: Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allaahumma ‘alal aakaami wal jibaali wal aajaami wazh-zhiraabi wal audiyati wa manaabitisy-syajari.

    Artinya: Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai nikmat bagi kami, bukan sebagai siksa atas kami.Ya Allah, berikanlah hujan ke dataran tinggi, gunung, ngarai, anak bukit, lembah dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.(3)

    (dvs/erd)

    Doa saat Hujan sesuai Sunnah, Yuk Baca Agar Berkah!

    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Sedekah Jumat, Ganjaran Pahala Berlipat Ganda

    Hadits Sedekah Jumat, Ganjaran Pahala Berlipat Ganda



    Jakarta –

    Amalan sedekah dianjurkan untuk diamalkan pada hari Jumat. Sebab, hari Jumat disebut dalam hadits sedekah Jumat sebagai momen pelipatgandaan pahala.

    Hadits tersebut bersumber dari Kitab Al Umm Juz 1 karangan Imam Syafi’i. Dalam kitab tersebut disebutkan hadits dari Abdillah bin Abi Aufa yang berbunyi sebagai berikut.

    بَلَغَنَا عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي أَوْفَى أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنِّي أُبَلَّغُ وَأَسْمَعُ قَالَ وَيُضَعَّفُ فِيهِ الصَّدَقَةُ


    Artinya: Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, “Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya sholawat itu tersampaikan dan aku dengar.” Rasulullah bersabda, “Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan.”

    Dalam riwayat lain disebutkan keutamaan melakukan sedekah pada hari Jumat. Salah satunya, “Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya.” (HR Ibnu Khuzaimah)

    Hadits lainnya menyebutkan, “Dan tidak ada matahari yang terbit dan terbenam pada suatu hari yang lebih utama dibanding hari Jumat. Bersedekah pada hari Jumat lebih besar pahalanya daripada semua hari lainnya.” (HR Abdurrazaq dalam Al-Mushannaf)

    Hari Jumat merupakan hari yang istimewa dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam Islam. Hal ini terbukti dari banyak hadits yang menganjurkan amalan di hari Jumat termasuk sedekah.

    Bersedekah pada Jumat di pagi hari dan hari-hari lainnya, maka akan mendapatkan doa dari para malaikat. Dari Abu Hurairah RA, berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

    مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

    Artinya: Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua Malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak.” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Sedekah berasal dari bahasa Arab shadaqah yang diambil dari kata sidq (sidiq) dengan makna kebenaran. Menurut peraturan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) No 2 tahun 2016, sedekah adalah harta atau nonharta yang dikeluarkan seseorang atau badan usaha di luar zakat untuk kemaslahatan umum.

    Adapun keutamaan sedekah sudah banyak dijelaskan dalam Al-Qur’an dan sabda Rasulullah SAW, salah satunya dalam surah Al Hadid ayat 18. Allah SWT menjanjikan pelipatgandaan balasan bagi mereka yang bersedekah.

    اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ

    Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.”

    Dalam surat Al Baqarah ayat 254 disebutkan bahwa sedekah termasuk bagian dari ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

    يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَّلَا شَفَا عَةٌ ۗ وَا لْكٰفِرُوْنَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

    Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.”

    Disebutkan pula dalam sebuah riwayat hadits Bukhari, salah satu keutamaan sedekah adalah dapat menjaga dari siksa api neraka. Berikut bunyi haditsnya,

    عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ ثُمَّ أَعْرَضَ وَأَشَاحَ ثَلَاثًا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا ثُمَّ قَالَ اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

    Artinya: “Dari Adi bin Hatim mengatakan, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jagalah diri kalian dari api neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma.” Kemudian beliau berpaling dan menyingkir, kemudian beliau bersabda lagi: “Jagalah diri kalian dari neraka”, kemudian beliau berpaling dan menyingkir (tiga kali) hingga kami beranggapan bahwa beliau melihat neraka itu sendiri, selanjutnya beliau bersabda: “Jagalah diri kalian dari neraka sekalipun hanya dengan sebiji kurma, kalaulah tidak bisa, lakukanlah dengan ucapan yang baik.”

    Mengutip buku Amalan-amalan Saleh yang Paling Dicintai Allah karangan Abdillah F. Hasan, sedekah juga dapat diberikan kepada orang miskin atau kerabat. Meski demikian, Rasulullah SAW dalam haditsnya mengatakan, derajat bersedekah untuk kerabat lebih utama (HR An-Nasa’i, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

    (rah/dvs)

    Hadits Sedekah Jumat, Ganjaran Pahala Berlipat Ganda

    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan dan Keutamaan Sholawat Jibril, Bisa Bikin Rezeki Lancar

    Bacaan dan Keutamaan Sholawat Jibril, Bisa Bikin Rezeki Lancar


    Jakarta –

    Sholawat Jibril adalah salah satu jenis sholawat yang bisa dilantunkan umat Islam. Mengamalkan bacaan sholawat Jibril diyakini bisa mendatangkan rezeki berlimpah.

    Syaifurrahman El-Fati dalam bukunya Manfaat Dahsyat Dzikir Asmaul Husna menyebutkan bahwa bersholawat kepada Nabi telah dianjurkan dalam Al-Quran dan hadits. Dalam surat Al-Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman:

    إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا


    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56)

    Sementara dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda,

    أولى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرَهُمْ عَلَى صَلَاةٌ

    Artinya: “Manusia paling patut berkumpul denganku pada hari kiamat nanti adalah yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR Tirmidzi)

    Diterangkan dalam buku Kita Harus Bershalawat karya Dian Erwanto, sholawat Jibril disebut sebagai bacaan sholawat yang pertama kali diajarkan malaikat Jibril kepada Nabi Adam AS.

    Ada juga pendapat yang mengemukakan bahwa sholawat Jibril dijadikan mahar oleh Nabi Adam AS untuk mempersunting Hawa. Akan tetapi, belum ditemukan hadits shahih mengenai kebenaran hal tersebut.

    Dilansir dari buku Rahasia Sehat Berkah Shalawat karya M. Syukron Maksum dan A Fathoni el Kaysi dan arsip detikHikmah, berikut ini bacaan sholawat Jibril yang bisa diamalkan.

    Bacaan Sholawat Jibril

    1. Bacaan Sholawat Jibril versi Pendek

    صَلَّى اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

    Latin: Shallallahu ‘alâ Muhammad.

    Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”

    2. Bacaan Sholawat Jibril versi Panjang

    اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

    Latin: Allahumma shalli ‘alâ sayyidinâ muhammad wa’alâ aali sayyidinaa muhammad wasallim tasliima.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

    Keutamaan Sholawat Jibril

    Dalam sumber sebelumnya turut disebutkan keutamaan mengamalkan sholawat Jibril. Salah satu keutamaannya, yaitu akan dicintai semua orang dan dibukakan 70 pintu rahmat bagi orang yang membacanya secara rutin.

    Hal ini sebagaimana termaktub dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Sya’rani, Nabi SAW bersabda:

    “Barang siapa membaca sholawat ini (shallallahu ‘alâ Muhammad), maka ia telah membuka 70 pintu rahmat untuk dirinya dan Allah akan menitipkan cinta-Nya pada hati manusia sehingga mereka tidak akan marah kepadanya, kecuali orang yang menyimpan kemunafikan di dalam hatinya.”

    Selain itu, membaca sholawat Jibril juga dapat melancarkan rezeki apabila diiringi dengan istighfar pada waktu pagi dan petang. Dikatakan dalam sebuah riwayat, fadhilah dari membaca sholawat ini bisa diperlihatkan Nabi SAW di dalam mimpi.

    Diriwayatkan dari As-Sakhawi, ketika ada seorang laki-laki dari Syiria menuju Nabi SAW bahwa ayahnya telah tua renta dan buta ingin melihat beliau. Lalu, disarankan untuk membaca sholawat di atas (sholawat Jibril).

    Maka ia kemudian dapat melihat Rasulullah SAW dari dalam mimpinya. Bahkan ia bisa meriwayatkan hadits dari beliau. Wallahu a’lam.

    (kri/kri)

    Bacaan dan Keutamaan Sholawat Jibril, Bisa Bikin Rezeki Lancar

    Sumber : www.detik.com