Author: admin

  • Doa Tayamum Arab, Latin dan Artinya, Sebaiknya Dibaca Kapan?

    Doa Tayamum Arab, Latin dan Artinya, Sebaiknya Dibaca Kapan?


    Jakarta –

    Doa tayamum dibaca setelah bersuci. Adapun, sebelum memulai hendaknya seorang muslim memanjatkan niat tayamum.

    Tayamum sendiri termasuk ke dalam rukhsah atau keringanan. Secara bahasa, makna tayamum adalah bermaksud.

    Menurut istilah, tayamum artinya mengusap wajah dan kedua tangan yang dilandaskan dengan niat, menggunakan debu suci dan berdasarkan cara-cara tertentu, seperti dijelaskan oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi melalui buku Fikih Empat Madzhab Jilid 1.


    Dalil mengenai tayamum dijelaskan dalam surat Al Maidah ayat 6 yang berbunyi,

    وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ

    Arab latin: wa ing kuntum marḍā au ‘alā safarin au jā`a aḥadum mingkum minal-gā`iṭi au lāmastumun-nisā`a fa lam tajidụ mā`an fa tayammamụ ṣa’īdan ṭayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-h, mā yurīdullāhu liyaj’ala ‘alaikum min ḥaraj

    Artinya: “Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan,”

    Doa Setelah Tayamum: Arab, Latin dan Arti

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Arab latin: Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu. Allahummaj’alni minat tawwaabiina, waj’alni minal mutatohhirina, waj’alni min ‘ibaadikas sholihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika astaghfiruka wa atuubu ilaika.

    Artinya: “Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertobat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Maha Suci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertaubat pada-Mu,”

    Bacaan Niat Tayamum

    نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala

    Artinya: “Aku berniat tayamum agar diperbolehkan salat karena Allah Ta’ala,”

    Tata Cara Tayamum

    Mengutip dari buku Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 1 oleh Wahbah az-Zuhaili, berikut tata cara bersuci dengan tayamum.

    • Membaca niat
    • Menepuk permukaan tanah atau batu atau tanah rawa dan semacamnya dengan kedua telapak tangan
    • Meniup debu dari telapak tangan
    • Mengusap wajah satu kali
    • Menepuk tanah dengan kedua telapak tangan lalu mengusapkan ke kedua tangannya sampai siku. Apabila hanya sampai kedua telapak tangan saja tetap diperbolehkan

    (aeb/nwk)

    Doa Tayamum Arab, Latin dan Artinya, Sebaiknya Dibaca Kapan?

    Sumber : www.detik.com

  • Keutamaan Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun Lalu, Ini Haditsnya

    Keutamaan Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun Lalu, Ini Haditsnya


    Jakarta –

    Dalam sebuah hadits, dikatakan bahwa puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun lalu dan satu tahun yang akan datang. Sebagaimana yang kita ketahui, puasa Asyura termasuk ke dalam amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan Muharram.

    Pelaksanaannya sendiri berlangsung pada tanggal 10 Muharram. Umumnya, puasa Asyura dilakukan secara berurutan dengan puasa Tasua pada 9 Muharram.

    Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang berbunyi,


    “Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tanggal 9 dan 10,” (HR al-Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)

    Meski begitu, hanya melaksanakan puasa Asyura tanpa Tasua diperbolehkan. Menukil dari buku Fiqhul Islam wa Adillatuhu Juz 3 susunan Wahbah az-Zuhaili, bahkan puasa Asyura lebih dianjurkan.

    Adapun, mazhab Syafi’i berpandangan jika hanya melaksanakan puasa Asyura tanpa Tasua maka disunnahkan untuk puasa pada 11 Muharram. Terkait kesunnahan puasa 3 hari sekaligus dijelaskan oleh Imam Syafi’i melalui Kitab al-Umm dan al-Imlaa. Meski begitu, Imam Syafi’i juga menyebut tidak masalah jika hanya berpuasa Asyura saja.

    Hadits Puasa Asyura Dapat Menghapus Dosa Setahun Lalu

    Mengutip dari buku Pintar Wajib dan Sunnah susunan Nur Solikhin, terdapat sebuah hadits yang menjelaskan keutamaan puasa Asyura. Dari Abu Qotadah Al Anshori mengatakan,

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim)

    Bacaan Niat Puasa Asyura

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sunnati Asyurai lillahi Ta’ala

    Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT,”

    Jadwal Puasa Asyura 2023

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, puasa Asyura jatuh setiap tanggal 10 Muharram. Tahun ini, maka puasa Asyura bertepatan pada hari Jumat, 28 Juli 2023.

    Pelaksanaan puasa Asyura ialah sehari sebelum puasa Tasua. Jadwal puasa Tasua tahun ini ialah 9 Muharram yang berarti 27 Juli 2023.

    Demikian hadits keutamaan puasa Asyura dan informasi terkaitnya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)

    Keutamaan Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun Lalu, Ini Haditsnya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Malam 10 Muharram dan Amalan yang Bisa Dikerjakan

    Doa Malam 10 Muharram dan Amalan yang Bisa Dikerjakan


    Jakarta –

    Doa malam 10 Muharram menjadi salah satu amalan yang bisa dikerjakan hari istimewa tersebut. Bahkan, dalam sebuah hadits Nabi SAW menyebut malam 10 Muharram sebagai salah satu waktu mustajab untuk memohon kepada Allah SWT.

    “Lima waktu yang doa tidak ditolak, yaitu pada malam Jumat, malam 10 Muharram, malam Nisfu Sya’ban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha,” (HR Bukhari dan Muslim)

    Pada 10 Muharram, ada juga amalan puasa sunnah yaitu puasa Asyura. Tahun ini, puasa Asyura jatuh pada tanggal 28 Juli 2023.


    Dalil yang membahas tentang puasa Asyura terdapat pada hadits riwayat Muslim. Hadits tersebut menceritakan ketika Nabi SAW tiba di Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura.

    Rasulullah SAW bertanya, “Hari apa ini?”

    Mereka menjawab, “Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah,”

    Akhirnya, Nabi Muhammad bersabda, “Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.” Kemudian, Rasulullah SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa,” (HR Muslim)

    Sebab itu, Rasulullah SAW sempat menyuruh umat Islam untuk berpuasa Asyura dan hampir mewajibkannya. Namun lambat laun, keharusan puasa ini bergeser setelah syariat puasa Ramadan turun. Karenanya, hukum menjalankan puasa Asyura berubah menjadi sunnah.

    Doa Malam 10 Muharram

    Menukil dari buku Doa-doa dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan tulisan Drs M Ali Chasan Umar, berikut doa yang bisa dipanjatkan pada malam 10 Muharram.

    Pertama-tama membaca doa ini sebanyak 70 kali,

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Arab latin: Hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’man nashiir

    Artinya: “Allah-lah yang mencukupi kami, Dia-lah sebaik-baik untuk berserah diri, sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong,”

    Lalu, lanjutkan dengan membaca doa berikut sebanyak 7 kali,

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ سُبْحَانَ اللهِ مِلْأَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَامَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا . نَسْتَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ.

    Arab latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, subhaanallaahi mil’al-miizaani wa muntahal- ‘ilmi wa mablaghar-ridhaa wa zinatal-‘arsyi. laa malja’a wa laa manja minallaahi illaa ilaiih. subhaanallaahi ‘adadasy-syaf’i wal-watri wa ‘adada kalimaatillaahit-taammaati kullihaa. nas’alukas- salaamata birahmatika yaa arhamar raahimiin. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil- azhiim. wa huwa hasbunaa wa nimal-wakiil nimal- maulaa wa ni’man-nashiir. wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallama ajma’iin

    Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maha Suci Allah sepenuh timbangann dan puncak sampainya ilmu dan keridhaan serta seberat timbangan ‘Arasy. Tidak ada tempat mengungsi dan keselamatan dari Allah melainkan hanya kepada-Nya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil, dan seluruh bilangan kalimat-kalimat Allah yang sempurna. Kami memohon kepada Engkau dengan mendapat rahmat-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung. Dialah Allah yang mencukupi kami, sebaik-baik untuk berserah diri, sebaik-baik Pelindung dan Penolong. Rahmat dan keselamatan semoga tetap atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga dan sahabatnya semuanya,”

    Amalan pada 10 Muharram

    Selain puasa Asyura dan doa malam 10 Muharram, ada juga amalan lain yang bisa dikerjakan oleh kaum muslimin. Apa saja? Berikut bahasannya yang dinukil dari buku 12 Bulan Mulia: Amalan Sepanjang Tahun susunan Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny.

    1. Sedekah

    Sedekah pada hari Asyura atau 10 Muharram dianggap sebagai sedekah selama setahun. Ini sesuai dengan hadits dari sahabat Abdullah bin Amr bin Ash RA,

    “Barangsiapa berpuasa Asyura maka seakan-akan berpuasa setahun. Dan barang siapa bersedekah di dalamnya (di hari Asyura) maka dia seperti bersedekah selama setahun,”

    2. Taubat

    Kaum muslimin juga dianjurkan untuk bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT pada 10 Muharram. Abu Ishaq berkata,

    “Sesungguhnya jika suatu kaum berbuat dosa lalu mereka bertaubat pada hari itu, maka taubat mereka diterima Allah SWT,”

    Demikian doa malam 10 Muharram dan amalan yang dapat dikerjakan pada hari tersebut. Semoga bermanfaat.

    (aeb/nwk)

    Doa Malam 10 Muharram dan Amalan yang Bisa Dikerjakan

    Sumber : www.detik.com

  • Amalan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap: Bacaan, Arti, dan Keutamaan

    Amalan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap: Bacaan, Arti, dan Keutamaan


    Jakarta –

    Dzikir pagi dan petang adalah amalan yang memiliki keutamaan besar jika dilakukan secara istiqomah.

    Keutamaannya antara lain kita akan semakin dekat dengan Allah SWT, hingga menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat.

    Mari simak bacaan dzikir pagi dan petang yang lengkap dengan huruf Arab, latin, dan artinya. Ketahui juga keutamaan dari membaca dzikir pagi dan petang secara rutin dalam artikel ini.


    Bacaan Urut Dzikir Pagi dan Petang Lengkap

    Sebelum membaca dzikir pagi dan petang, mari kita awali dengan membaca taawudz terlebih dahulu.

    Dilansir dari buku Koleksi Lengkap Dzikir Pagi Petang (2019) oleh Ustadz Abdul Wahhab, berikut ini bacaan urut dzikir pagi dan petang yang lengkap.

    1. Membaca Ayat Kursi

    اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

    “Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.”

    Artinya:

    “Allah, tidak ada tuhan kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh rasa kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang berada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (Al Baqarah: 255).

    2. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas 3 Kali

    قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ١ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ٣ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ ࣖ ٤

    “Qul huwallāhu aḥad allāhuṣ-ṣamad lam yalid wa lam yụlad wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad” (3x)

    Artinya:

    “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS Al Ikhlas: 1-4)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ ࣖ ٥

    “Qul a’ụżu birabbil-falaq min syarri mā khalaq wa min syarri gāsiqin iżā waqab wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad” (3x)

    Artinya:

    “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh) dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan ( para penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS Al Falaq” 1-5)

    قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ ٦

    “Qul a’ụżu birabbin-nās malikin-nās ilāhin-nās min syarril-waswāsil-khannās allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās minal-jinnati wan-nās.” (3x)

    Artinya:

    “Katakanlah (Nabi Muhammad SAW), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An Nas: 1-6)

    3. Membaca Doa Perlindungan

    Di waktu pagi, bacaannya adalah sebagai berikut:

    أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

    “Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.”

    Artinya:

    “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah semata yang maha esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Maha kuasa atas segala sesuatu. Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini serta kejahatan kemudian. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan juga kejelekan di hari tua. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.”

    Di waktu petang, bacaannya adalah sebagai berikut:

    أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْ

    “Amsaynaa wa amsal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzihil lailah wa khoiro maa ba’dahaa, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzihil lailah wa syarri maa ba’dahaa. Robbi a’udzu bika minal kasali wa suu-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.”

    Artinya:

    Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur” (Dibaca 1 x)

    4. Membaca Doa Pertolongan

    Di waktu pagi, bacaannya adalah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

    “Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.”

    Artinya: “Ya Rabb, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup serta dengan kehendak-Mu (juga) kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).”

    Di waktu petang, bacaannya adalah sebagai berikut:

    اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْنَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ.

    Allaahumma bika amsainaa, wabika ashbahnaa, wabika nahnaa, wabika namuutu wa-ilaikal mashiir.

    Artinya:

    “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan kami mati. Dan, kepada-Mu tempat kembali.”

    5. Membaca Sayyidul Istighfar

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    “Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.”

    Artinya:

    “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku juga aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, (tolong) ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    6. Membaca Doa Keselamatan

    اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

    “Allaahumma ‘aafinii fii badani, allaahumma ‘aafinii fii sam’ii, allaahumma ‘aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a’uudzubika minal kufri wal faqri, wa a’uudzubika min ‘adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.”

    Artinya:

    “Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau”

    7. Membaca Doa Selamat Dunia dan Akhirat

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

    “Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fid dun-yaa wal aakhirah. Allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyata fii diinii wadun-yaaya wa ahlii wa maalii. Allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii. Allaahummah-fazhnii min baini yadayya, wa min khalfii, wa ‘an yamiinii, wa ‘an syimaalii, wa min fauqii, wa a’uudzu bi’azhamatika an ughtaala min tahtii.”

    Artinya:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).”

    8. Membaca Doa Berlindung dari Kejahatan

    اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

    “Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurrohu ilaa muslim.”

    Artinya:

    “Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud, Shahih At-Tirmidzi).

    9. Membaca Dzikir 3 Kali

    بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

    “Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.”

    Artinya:

    “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    10. Membaca Doa Kemudahan Urusan

    يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

    “Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.”

    Artinya:

    “Ya Rabb Yang Maha Hidup, Ya Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak membutuhkan hal lain), dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” (HR Hakim).

    11. Membaca Dzikir

    Di waktu pagi, bacaannya adalah sebagai berikut:

    أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

    “Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin.”

    Artinya:

    “Pada saat waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri pada jalan yang lurus, Muslim dan tidak termasuk kedalam orang-orang musyrik.” (HR Ahmad).

    Waktu petang, bacaan dzikirnya sama, hanya saja lafaz “ashbahnaa” diganti dengan “amsainaa”.

    12. Membaca Dzikir 100 Kali

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

    “Subhanallahi wabihamdih” 100 kali

    Artinya:

    “Maha Suci Allah sembari memuji-Nya.”

    13. Membaca Dzikir

    لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

    “Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai-in qadiir”

    Artinya:

    “Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan serta segala pujian. Dialah (satu-satunya) yang berkuasa atas segala sesuatu.”

    14. Membaca Dzikir 3 Kali Tiap Pagi

    .سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

    “Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.”

    Artinya:

    “Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya.”

    15. Membaca Doa Minta Ilmu Tiap Pagi

    اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

    “Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.”

    Artinya:

    “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang bersih serta amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR Ibnu As-Sunni dan Ibnu Majah).

    16. Membaca Istighfar 100 Kali

    أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

    “Astaghfirullaaha waatuubu ilaiih.”

    Artinya:

    “Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya”

    17. Membaca Dzikir 3 Kali Saat Petang

    أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ.

    “A’uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaq.”

    Artinya:

    “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakan- Nya.”

    Keutamaan Membaca Dzikir Pagi dan Petang

    Dikutip dari buku Dzikir Pagi & Petang (2019) karya Ust. Fadli Ramadhan, berikut ini sejumlah keutamaan membaca dzikir pagi dan petang:

    1. Allah Menyertai

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda: Allah berfirman “Aku beserta hambaku selama ia mengingat-Ku (dzikir) dan menggerakkan dua bibirnya untuk-Ku”. (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan Ibnu Hibban, Imam Bukhari menyebutnya Mu’allaq).

    2. Selamat dari Siksaan

    Dari Muadz bin Jabal RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah anak Adam beramal suatu amalan yang lebih menyelamatkannya dari siksa Allah daripada ingat Allah (dzikir kepada Allah)”. (HR. Ibnu Syaibah dan At-Thabrani dengan sanad Hasan).

    3. Dikelilingi Malaikat Rahmat

    Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah suatu kaum duduk dalam suatu majlis yang di dalamnya menyebut (dzikir) nama Allah, melainkan malaikat mengepungnya dan rahmat menyelimutinya, dan Allah menyebut mereka sebagai golongan yang berada di sisi-Nya”. (HR. Muslim).

    4. Menjadi Orang Beruntung

    Berdasarkan riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan rumah yang digunakan untuk dzikir kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan untuk dzikir, seperti orang hidup dengan yang mati” (Shahih Muslim, 1:539).

    Demikian tadi bacaan dzikir pagi dan petang secara urut dan lengkap dengan huruf Arab, latin, dan artinya. Amalkan dzikir ini untuk mendapatkan keutamaan dunia dan akhirat.

    (bai/inf)

    Amalan Dzikir Pagi dan Petang Lengkap: Bacaan, Arti, dan Keutamaan

    Sumber : www.detik.com

  • Bacaan Doa 10 Muharram Hari Asyura, Lengkap Urutan Dzikir & Tata Caranya

    Bacaan Doa 10 Muharram Hari Asyura, Lengkap Urutan Dzikir & Tata Caranya


    Jakarta –

    Hari Asyura yang bertepatan dengan 10 Muharram merupakan waktu yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya dengan memanjatkan doa 10 Muharram.

    Tanggal 10 Muharram 1445 H bertepatan dengan hari Jumat, 28 Juli 2023. Dalam sebuah hadits dikatakan, berdoa pada malam Jumat dan malam 10 Muharram termasuk waktu mustajab.

    “Lima waktu yang doa tidak ditolak, yaitu pada malam Jumat, malam 10 Muharram, malam Nisfu Sya’ban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.” (HR Bukhari dan Muslim)


    Doa 10 Muharram, Hari Asyura dan Tata Caranya

    Doa 10 Muharram, hari Asyura dapat diawali dengan membaca doa ini sebanyak 70 kali,

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Arab latin: Hasbunallah wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’man nashiir

    Artinya: “Allah-lah yang mencukupi kami, Dia-lah sebaik-baik untuk berserah diri, sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong,”

    Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berikut sebanyak 7 kali,

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ سُبْحَانَ اللهِ مِلْأَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَامَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا . نَسْتَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ.

    Arab latin: Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, subhaanallaahi mil’al-miizaani wa muntahal- ‘ilmi wa mablaghar-ridhaa wa zinatal-‘arsyi. laa malja’a wa laa manja minallaahi illaa ilaiih. subhaanallaahi ‘adadasy-syaf’i wal-watri wa ‘adada kalimaatillaahit-taammaati kullihaa. nas’alukas- salaamata birahmatika yaa arhamar raahimiin. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil- azhiim. wa huwa hasbunaa wa nimal-wakiil nimal- maulaa wa ni’man-nashiir. wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wa sallama ajma’iin

    Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maha Suci Allah sepenuh timbangann dan puncak sampainya ilmu dan keridhaan serta seberat timbangan ‘Arasy. Tidak ada tempat mengungsi dan keselamatan dari Allah melainkan hanya kepada-Nya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil, dan seluruh bilangan kalimat-kalimat Allah yang sempurna. Kami memohon kepada Engkau dengan mendapat rahmat-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari para penyayang. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung. Dialah Allah yang mencukupi kami, sebaik-baik untuk berserah diri, sebaik-baik Pelindung dan Penolong. Rahmat dan keselamatan semoga tetap atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga dan sahabatnya semuanya,”

    Bacaan doa 10 Muharram hari Asyura dan tata caranya tersebut dinukil dari buku Doa-doa dalam Acara Resmi, Keagamaan dan Kemasyarakatan tulisan Drs M Ali Chasan Umar.

    Malam Asyura juga termasuk satu dari 15 waktu yang istimewa, sebagaimana dikatakan Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya ‘Ulumuddin.

    (kri/erd)

    Bacaan Doa 10 Muharram Hari Asyura, Lengkap Urutan Dzikir & Tata Caranya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Cara Mandi Junub Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

    Doa Cara Mandi Junub Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya


    Jakarta –

    Mandi wajib atau disebut juga mandi junub adalah cara menghilangkan hadas besar dengan membasuh seluruh tubuh, mulai dari atas kepala hingga ujung kaki menggunakan air. Sebelum melakukan mandi junub, umat muslim dianjurkan untuk membaca doa.

    Sebagai informasi, ada beberapa hal yang mengharuskan umat muslim untuk melaksanakan mandi wajib. Mengutip buku Pendidikan Islam Informal karya Romlah, hal-hal yang menyebabkan seseorang wajib melakukan mandi junub di antaranya:

    • Keluarnya mani, baik dalam keadaan sadar maupun tidak sadar (tidur).
    • Melakukan hubungan intim antara pasangan suami istri.
    • Ketika masa menstruasi atau nifas telah berakhir.
    • Meninggal dalam keadaan islam.

    Doa Cara Mandi Junub

    Setelah memahami arti mandi junub dan sejumlah penyebabnya, kini detikers perlu mengetahui doa-doa mandi junub. Soalnya, doa dan niat merupakan salah satu syarat sah dalam Islam untuk melaksanakan mandi wajib.


    Simak doa cara mandi junub di bawah ini lengkap dengan bahasa Arab, latin, dan artinya.

    1. Doa Cara Mandi Junub untuk Menghilangkan Hadas Besar

    Untuk laki-laki dan perempuan yang ingin menghilangkan hadas besar, simak bacaan doanya berikut ini:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla liraf ‘il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala

    Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.

    2. Doa Cara Mandi Junub Setelah Haid

    Bagi perempuan yang masa menstruasinya telah berakhir, diwajibkan untuk mandi wajib terlebih dahulu sebelum melaksanakan ibadah sholat. Simak bacaan doanya di bawah ini:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi ta’ala.

    Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah.

    3. Doa Cara Mandi Junub Setelah Nifas

    Nifas adalah proses keluarnya darah dari rahim seorang wanita setelah melahirkan. Pada umumnya, darah nifas akan keluar kurang lebih selama 40 hari.

    Ketika masa nifas berakhir, seorang wanita wajib mensucikan dirinya dengan mandi wajib. Simak bacaan doa mandi junub di bawah ini:

    نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

    Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi ta’aala.

    Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.

    Tata Cara Mandi Junub

    Perlu diingat bahwa mandi junub memiliki tata caranya sendiri, jadi bukan dilakukan seperti mandi pada umumnya. Apabila detikers tak mengikuti aturan mandi junub yang benar, maka ibadahnya dianggap tidak sah.

    Lalu, seperti apa tata cara mandi junub yang tepat? Simak selengkapnya di bawah ini:

    1. Membaca niat doa mandi junub/wajib.
    2. Mencuci tangan sebanyak 3 kali untuk membersihkan tangan dari najis.
    3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor, termasuk pada bagian kemaluan.
    4. Setelah itu, mencuci kembali tangan yang kotor dengan menggunakan sabun.
    5. Berwudhu.
    6. Membasahi kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga ke pangkal rambut.
    7. Dilanjutkan dengan menyela-nyela rambut dengan menggunakan jari-jari tangan.
    8. Mengguyur air ke seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan hingga dilanjutkan dengan sisi kiri.
    9. Mandi wajib telah selesai.

    Hal yang Membuat Mandi Junub Tidak Sah

    Ada hal yang membuat mandi wajib jadi tidak sah, meskipun detikers telah membaca doa dan mengikuti tata caranya dengan benar. Mengutip laman NU Online, saat mandi wajib shampo dan sabun tidak boleh digunakan hingga seluruh tata cara dan niat mandi wajib selesai dikerjakan.

    Sebab, shampo dan sabun bisa mengubah sifat air yang mensucikan, sehingga dikhawatirkan membuat air jadi tidak bersih saat membersihkan hadas. Dengan begitu, air yang digunakan untuk mandi junub harus bersih tanpa menggunakan campuran apapun.

    Apabila harus menggunakan shampo dan sabun, detikers bisa memakainya setelah semua rangkaian mandi wajib telah selesai dilaksanakan dengan tepat.

    Nah, itu dia pembahasan mengenai doa cara mandi junub lengkap dengan bahasa Arab, latin, dan artinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers!

    (ilf/fds)

    Doa Cara Mandi Junub Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa dan Dzikir Hari Asyura, Bisa Dibaca pada 10 Muharram

    Doa dan Dzikir Hari Asyura, Bisa Dibaca pada 10 Muharram



    Jakarta –

    Membaca doa dan dzikir di hari Asyura bisa menjadi amalan yang diganjar pahala besar. Di bulan Muharram yang mulia ini, setiap muslim bisa mengamalkan bacaan dzikir setelah sholat fardhu ataupun saat bermunajat kepada Allah SWT.

    Dzikir sebenarnya bisa dilakukan kapanpun, tidak hanya di bulan Muharram saja. Anjuran dzikir tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 41-42:

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا


    Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanużkurullāha żikrang kaṡīrā
    Wa sabbiḥụhu bukrataw wa aṣīlā

    Artinya: Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.

    Anjuran untuk berdzikir juga termaktub dalam penggalan surat Ali Imran ayat 41:

    وَاذْكُر رَّبَّكَ كَثِيرًا وَسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

    Arab latin: ważkur rabbaka kaṡīraw wa sabbiḥ bil-‘asyiyyi wal-ibkār

    Artinya: Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.

    Dzikir Hari Asyura

    Doa dan dzikir yang diamalkan menjelang atau saat hari Asyura hendaknya hanya diniatkan untuk mendapat ridho Allah SWT. Hindari berharap pada hal lain selain Allah SWT di hari Asyura.

    Mengutip buku Koreksi Doa dan Zikir antara yang Sunnah dan Bid’ah oleh Bakr bin Abdullah Abu Zaidada dijelaskan ada beberapa orang yang mengamalkan beberapa kebiasaan di hari Asyura yang sebenarnya tidak disyariatkan dalam ajaran Islam. Misalnya begadang di malam Asyura, membaca doa khusus yang konon katanya jika membaca doa tersebut maka tidak akan meninggal di tahun tersebut, atau juga membuat asap yang dianggap sebagai mantra untuk melindungi diri dari sihir dan roh jahat. Kebiasaan ini sebaiknya tidak dikerjakan oleh muslim yang bertakwa.

    Doa dan Dzikir Hari Asyura

    Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang senantiasa beristighfar (meminta ampun kepada Allah), Allah menjadikan setiap kesusahan baginya jalan keluar, setiap kegalauan kelapangan, dan dia diberikan rezeki yang tidak dia sangka-sangka (HR Abu Dawud).

    Para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir dan istighfar pada hari Asyura.

    Dilansir dari laman NU Online, salah satu ulama yang menganjurkan untuk membaca doa dan dzikir adalah Imam Al-Ajhuri yang menganjurkan untuk membaca doa berikut sebanyak 70 kali. Atas izin Allah SWT, niscaya akan dijauhkan dari keburukan di tahun tersebut.

    Bacaan Arab:

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Bacaan Latin: Hasbunallahu wa ni’mal-wakil, ni’mal-maula wa ni’man-nasir.

    Artinya: Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung dan penolong

    Berikut bacaan dzikir yang dianjurkan untuk dibaca pada hari Asyura:

    1. Laa ilaha illallah 100 x

    لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ….. ×١٠٠

    2. Allahumma shalli ala Sayyidinaa Muhammad wa’ala alihi washahbihi wa sallam 100 x

    اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ….. ×١٠٠

    3. Astaghfirullah al-adziim 100 x

    أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ….. ×١٠٠

    4. Rabbanaa dzalamnaa anfusanaa wain lam taghfirlanaa lanakunanna minal khaasiriin 100 x

    رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ….. ×١٠٠

    5. Hasbunaallahu wani’mal wakiil 450 x

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ….. ×٤٥٠

    6. Hasbunallahu wani’mal wakiil ni’mal mawlaa wanni’mannasiir 70×

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلِ نِعْمَ المَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ….. ×٧٠

    7. Robbighfirlii waarhamnii watub ‘alaih 1000×

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَتُبْ عَلَيَّ….. ×١٠٠٠

    Agar mendapatkan keutamaan dan hidayah Allah SWT, amalkan doa dan dzikir ini di hari Asyura.

    (dvs/erd)

    Doa dan Dzikir Hari Asyura, Bisa Dibaca pada 10 Muharram

    Sumber : www.detik.com

  • Kumpulan Hadits Palsu dan Lemah tentang Hari Asyura, Hati-hati ya!

    Kumpulan Hadits Palsu dan Lemah tentang Hari Asyura, Hati-hati ya!


    Jakarta –

    Sejumlah hadits palsu tentang hari Asyura tak sedikit yang tersebar di masyarakat. Mulai dari pahala sedekah berlipat 700 kali hingga bercelak pada hari tersebut akan terhindar dari sakit mata.

    Hadits-hadits palsu tersebut, termasuk yang lemah, disebutkan Imam al-Ghazali dalam Kitab Mukasyafatul Qulub. Hadits lain juga diulas dalam buku Problematika Autentisitas Hadits Nabi dari Klasik hingga Kontemporer karya Idri. Berikut di antaranya.

    1. “Barang siapa yang melapangkan kerabatnya dan keluarganya pada hari Asyura, maka Allah SWT melapangkan semua tahunnya.” (HR Al Baihaqi. Al Mundziri turut mengeluarkan riwayat ini dalam kitabnya, At-Targhib wa At-Tarhib. Status dhaif atau lemah. Ada yang menyebut sangat lemah)


    2. “Sedekah satu dirham pada hari Asyura, sama dengan 700 dirham.” (HR At-Thabrani. Status munkar atau palsu)

    3. “Barang siapa yang bercelak pada hari itu, maka dia tidak sakit mata pada tahun itu.” (Status palsu. Al-Hakim menegaskan bahwa bercelak pada hari Asyura adalah bid’ah. Sedangkan Ibnu Qayyim mengatakan, hadits tentang bercelak, memasak biji-bijian dan minyak, menggunakan wangi-wangian pada hari Asyura adalah buatan para pembohong)

    4. “Barang siapa yang mandi pada hari itu, maka dia tidak sakit.” (Status palsu)

    5. “Sesungguhnya Allah memfardhukan kepada bani Israil berpuasa satu hari setahun, yakni pada hari Asyura… Barang siapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala seribu malaikat. Barang siapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala seribu orang haji dan umrah. Barang siapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala seribu orang mati syahid…” (Redaksi hadits ini sangat panjang. Ibn al-Jauzi mengatakan bahwa hadits ini menurut orang berakal tidak diragukan kepalsuannya)

    Syarat Boleh Mengamalkan Hadits Dhaif

    Imam as-Suyuthi mengatakan dalam Tadrib ar-Rawy fi Syarh Taqrib an-Nawawi sebagaimana dinukil Al Mukaffi Abdurrahman dalam buku Koreksi Tuntas Buku 37 Masalah Populer, seseorang boleh mengamalkan hadits dhaif dengan syarat:

    1. Bukan masalah akidah, yakni tentang sifat Allah SWT, perkara yang boleh dan mustahil bagi Allah SWT, dan penjelasan firman Allah SWT.
    2. Bukan pada hukum halal dan haram. Kata Imam as-Suyuthi, boleh pada kisah-kisah, fadha’il (keutamaan) amal dan nasihat.
    3. Tidak terlalu dhaif. Dalam hal ini perawinya bukanlah pendusta, tertuduh sebagai pendusta, atau terlalu banyak kekeliruan dalam periwayatannya.
    4. Bernaung pada hadits shahih.
    5. Tidak diyakini sebagai ketetapan, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian saja.

    Hadits Shahih Hari Asyura

    Di samping itu, ada sejumlah hadits shahih tentang hari Asyura dengan derajat Muttafaq Alaih (disepakati keshahihannya). Berikut di antaranya.

    Pertama,

    وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

    Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu.” (Muttafaq ‘alaih)

    Kedua,

    حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ إِسْحَاقَ الْهَمْدَانِي، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدَةُ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامٍ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: كَانَ عَاشُورَاءُ يَوْمًا تَصُوْمُهُ فَرَيْسٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُوْمُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ، فَلَمَّا افْرِضَ رَمَضَانُ كَانَ رَمَضَانُ هُوَ الْفَرِيضَةُ، وتَرَكَ عَاشُورَاءَ، فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ. وَفِي الْبَابِ عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ، وَقَيْسِ بْنِ سَعْدِ، وَجَابِرِ بْنِ سمُرَةَ، وَابْنِ عُمَرَ، وَمُعَاوِيَةَ. وَالْعَمَلُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ عَلَى حَدِيْثِ عَائِشَةَ، وَهُوَ حَدِيثُ صَحِيحٌ؛ لَا يَرَوْنَ صِيَامَ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ وَاجِبًا، إِلَّا مَنْ رَغِبَ فِي صِيَامِهِ لِمَا ذُكِرَ فِيهِ مِنَ الْفَضْلِ.

    Artinya: “Dari Harun bin Ishaq al-Hamdani, dari Abdah bin Sulaiman, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, ia berkata, ‘Pada awalnya, Asyura adalah hari yang di dalamnya orang-orang Quraisy berpuasa pada masa jahiliyah. Ketika itu, Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari Asyura. Kemudian beliau datang ke Madinah, beliau juga berpuasa pada hari Asyura tersebut dan memerintahkan orang-orang untuk berpuasa di dalamnya. Lalu ketika puasa Ramadan diwajibkan, maka puasa Ramadanlah yang menjadi fardhu, dan beliau meninggalkan kewajiban puasa Asyura. Maka barang siapa mau berpuasa pada hari itu, ia boleh berpuasa. Dan barang siapa tidak ingin melakukannya, maka ia boleh untuk tidak berpuasa.” (Shahih Abu Dawud, No 2110: Muttafaq ‘alaih)

    Ketiga,

    وَعَنْ أَبِي فَنَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئل عن صيَامِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السنة الماضية

    Artinya: “Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, ‘Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu’.” (HR Muslim dalam Kitab Puasa bab Anjuran Puasa Asyura Tiga Hari)

    (kri/erd)

    Kumpulan Hadits Palsu dan Lemah tentang Hari Asyura, Hati-hati ya!

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Buka Puasa Asyura 10 Muharram: Arab, Latin dan Arti

    Doa Buka Puasa Asyura 10 Muharram: Arab, Latin dan Arti


    Jakarta –

    Setelah mengerjakan puasa Tasua pada 9 Muharram, kaum muslimin dianjurkan untuk melanjutkan dengan puasa Asyura pada 10 Muharram. Hukum pelaksanaan kedua amalan tersebut adalah sunnah.

    Keutamaan dari puasa Asyura sendiri adalah menghapuskan dosa setahun yang lalu. Menukil buku Pintar Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin, berikut bunyi hadits yang menjadi dasar keutamaan puasa Asyura.

    Dari Abu Qotadah Al Anshori, ia berkata:


    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, “Puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim)

    Seperti puasa pada umumnya, tentu umat Islam diwajibkan berbuka saat adzan Maghrib berkumandang. Ketika berbuka, ada doa buka puasa Asyura yang dapat dipanjatkan.

    Said Hawwa melalui karyanya yang bertajuk Al-Islam menjelaskan bahwa membaca doa buka puasa termasuk adab sunnah dalam berpuasa. Kaum muslimin dilarang menunda waktu berbuka dan dianjurkan untuk segera membatalkan puasanya ketika mendengar adzan Maghrib.

    Adapun, mengenai waktu tepat membaca doa buka puasa terdapat perbedaan pendapat. Dalam buku Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, dan Thibbun Nabawi karya Maryam Kinanti N, pendapat pertama menyebut doa tersebut dibaca usai membatalkan puasa dengan air atau makanan pertama kali.

    Namun, pendapat lain mengatakan bahwa doa buka puasa dipanjatkan sebelum buka dan sebagian lain tidak menetapkan waktu membacanya. Wallahu a’lam.

    Doa Buka Puasa Asyura 10 Muharram

    Merangkum arsip detikHikmah, terdapat dua versi doa buka puasa Asyura yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Berikut merupakan bunyi dari versi pertama,

    ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

    Arab latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

    Artinya: “Rasa dahaga telah hilang, kerongkongan telah basah dan atas kehendak Allah pahala telah ditetapkan. Insya Allah,” (HR Abu Daud)

    Sementara itu, versi keduanya didasarkan dari hadits Bukhari dan Muslim yang berbunyi:

    اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

    Arab latin: Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.

    Artinya: “Ya Allah karenaMu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih,” (HR Bukhari dan Muslim)

    Doa buka puasa sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud adalah yang dinilai shahih. Doa tersebut temaktub dalam Kitab Sunan Abu Dawud yang turut dinukil Imam an-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar. Ulama Syafi’iyah ini turut meriwayatkan doa buka puasa dalam Kitab Ibnu Sunni, dari Ibnu Abbas RA, “Jika Rasulullah SAW berbuka puasa beliau membaca:

    Allaahumma laka shumnaa wa ‘ala rezekika aftharnaa fataqabbal minnaa innak antas samii’ul ‘aliim

    Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu kami berpuasa dan atas rezeki-Mu kami telah berbuka, maka terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

    Keutamaan Berbuka Puasa

    Menurut buku Ensiklopedia Amal Shaleh Jilid 3 karangan Tim Ahnaf, berikut sejumlah keutamaan yang terkandung dari berbuka puasa.

    1. Dicintai Allah dan Diampuni Dosanya

    Keutamaan yang pertama ialah dicintai Allah SWT dan diampuni dosanya. Dalam surat Ali Imran ayat 31, Allah SWT berfirman:

    قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

    Arab latin: Qul ing kuntum tuḥibbụnallāha fattabi’ụnī yuḥbibkumullāhu wa yagfir lakum żunụbakum, wallāhu gafụrur raḥīm

    Artinya: “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,”

    2. Waktu Mustajab untuk Memohon

    Selain itu, waktu berbuka juga dikatakan mustajab untuk memohon dan berdoa kepada Allah SWT, ini sesuai dengan janji Rasulullah yang berbunyi:

    “Sesungguhnya orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak, (yaitu) ketika (ia sedang) berbuka (puasa),”

    3. Diberi Kemenangan

    Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda:

    “Agama ini akan senantiasa menang selama manusia menyegerakan berbuka, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani mengakhirkannya,” (HR Abu Dawud & Ibnu Hibban)

    (aeb/kri)

    Doa Buka Puasa Asyura 10 Muharram: Arab, Latin dan Arti

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Santunan Anak Yatim, Bisa Dibaca saat Asyura 10 Muharram

    Doa Santunan Anak Yatim, Bisa Dibaca saat Asyura 10 Muharram



    Jakarta –

    Menyantuni anak yatim memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri, apalagi dibarengi dengan momentum 10 Muharram yang dikenal sebagai hari Asyura. Menyantuni anak yatim di hari Asyura bisa menjadi amalan bernilai pahala besar.

    Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman:

    فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۗ وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


    Artinya: Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    Doa Menyantuni Anak Yatim

    Sedekah di hari Asyura merupakan amalan yang dianjurkan. Sedekah bisa diberikan kepada keluarga, kerabat, tetangga ataupun anak yatim yang ada di sekitar kita.

    Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa berpuasa di hari Asyura, maka seakan-akan berpuasa selama setahun, dan barang siapa bershadaqah di hari ini, maka seakan-akan bershadaqah selama satu tahun.” (HR. Abdullah bin Amru bin Al-Ash).

    Ketika bersedekah kepada anak yatim, umat Islam dianjurkan mengusap rambut kepala anak yatim saat memberikan santunan. Sebagaimana hadits yang berasal dari Musnad Ahmad, 7/36 berikut:

    Diriwayatkan dari Umamah, sesungguhnya Nabi bersabda: Barang siapa mengusap kepala yatim semata-mata karena Allah, maka setiap rambut yang ia usap memperoleh satu kebaikan. Barang siapa berbuat baik kepada yatim di sekitarnya, maka ia denganku ketika di surga seperti dua jari ini. Nabi menunjukkan dua jarinya; jari telunjuk dan jari tengahnya.

    Secara tekstual hadits ini tidak menyebutkan secara spesifik bahwa menyantuni anak yatim harus diselenggarakan pada tanggal 10 Muharram, namun mengusap kepala yatim tetap dianjurkan kapan pun.

    Cara mengusap rambut anak yatim berbeda antara anak yatim perempuan dan laki-laki.

    Untuk anak yatim perempuan cara mengusapnya dimulai dari atas kepala terus ke bawah, sedangkan untuk anak yatim laki-laki cara mengusapnya dari bawah kepala terus ke atas.

    Kemudian salah satu doa yang dibaca ketika sedang mengusap kepala anak yatim adalah:

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

    Arab Latin: hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mal nasir

    Artinya: “Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami.”

    Klik halaman selanjutnya untuk melihat Doa Asyura

    Doa Asyura

    Doa Asyura dapat dibaca ketika mengerjakan amalan di hari Asyura, termasuk salah satunya menyantuni anak yatim. Berikut ini adalah doanya, seperti dikutip dari Buku Hadiah untuk Wong Kampung: Sebuah Amaliyah Aswaja tulisan Alaika M. dan Bagus Kurnia.

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، اللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّونِ يَوْمَ عَاشُورَاء، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوبَ يَوْمَ عَاشُورَاء، وَيَا غَافِرَ الذَّنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُورَاء، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ يَوْمَ عَاشُورَاء، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةِ مُوسَى وَهَارُونَ يَوْمَ عَاشُورَاء، وَيَا خَالِقَ رُوحِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاء، وَيَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، لَا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنْتَ إِقْضِ حَاجَتِي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَطِلْ عُمْرِي فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

    Arab Latin: Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma ya mufarrija kulli karbin, wa ya mukhrijadz dzin nun yawma ‘asyura, wa ya jami’a syamli Ya’qub yawma ‘asyura, wa ya ghafiradz dzambi Dawud yawma ‘asyura, wa ya kasyifadz dhurri Ayyub yawma ‘asyura, wa ya sami’a da’wat Musa wa Harun yawma ‘asyura, wa ya khaliqu ruhi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yawma ‘asyura, wa ya rahmanad-dunya wal-akhirah, la ilaha illa anta, iqdi hajati fid-dunya wal-akhirah, wa atil umri fi ta’atika wa mahabbatika wa ridhak, ya arhamarrahimin. Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa sahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, wahai Dzat yang menghilangkan segala kesedihan, wahai Dzat yang mengeluarkan Dzun Nun (Nabi Yunus) dari dalam perut ikan pada hari Asyura, wahai Dzat yang mengumpulkan keluarga Ya’qub pada hari Asyura, wahai Dzat yang mengampuni dosa Nabi Dawud pada hari Asyura, wahai Dzat yang menghilangkan kesulitan Nabi Ayyub pada hari Asyura, wahai Dzat yang mendengar doa Nabi Musa dan Nabi Harun pada hari Asyura, wahai Dzat yang menciptakan ruh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Asyura, wahai Maha Pengasih di dunia dan akhirat, tidak ada Tuhan selain Engkau, kabulkanlah hajatku di dunia dan akhirat. Panjangkanlah usiaku dalam taat kepada-Mu, kasih sayang-Mu, dan keridhaan-Mu, wahai Dzat yang Maha Penyayang. Semoga rahmat Allah terlimpah atas Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

    Doa Asyura agar Diberi Ketenangan Hati

    Ibn Hajar Asqalani, imam pakar hadis menyebutkan dalam syarh Sahih al-Bukhari beberapa kalimat doa yang bagi siapa saja membaca doa ini di hari Asyura, maka hatinya tidak akan mati.

    سُبْحَانَ الله ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش وَالْحَمْد لله ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش وَالله أكبر ملْء الْمِيزَان ومنتهى الْعلم ومبلغ الرِّضَا وزنة الْعَرْش لَا ملْجأ وَلَا منجا من الله إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ الله عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا وَالْحَمْد لله عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا وَالله أكبر عدد الشفع وَالْوتر وَعدد كَلِمَات الله التامات كلهَا أَسأَلك السَّلامَة بِرَحْمَتك يَا أرْحم الرَّاحِمِينَ وَلَا حول وَلَا قُوَّة إِلَّا بِاللَّه الْعلي الْعَظِيم وَصلى الله على سيدنَا مُحَمَّد وعَلى آله وَصَحبه أَجْمَعِينَ وَالْحَمْد لله رب الْعَالمين

    Arab latin: Subhanallah mil’al mizan wa muntahal ilmi wa mablagho rridlo wa zinatal arsyi walhamdu lillah mil’al mizan wa muntahal ilmi wa mablaghor ridlo wa zinatal arsyi wallahu akbar mil’al mizan wa muntahal ilmi wa mablaghor ridlo wa zinatal arsyi la malja’a wa la manja’a minallah illa ilaihi, subhanallahi ‘adadassyaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillahi at-taammati kulliha walhamdu lillaj ‘adadasyyaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillahi at-taammati kulliha wallahu akbar ‘adadassyaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillah attaammati kulliha, as’alukas salamata birahmatika ya arhamarrahimin, wala haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim wa shallallahu ala sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi ajma’in walhamdu lillah rabbil alamin.

    Artinya: Maha suci Allah dengan (suci) memenuhi timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya Arsy. Dan segala puji bagi Allah dengan (pujian) memenuhi timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya Arsy. Dan Maha besar Allah dengan (kebesaran) memenuhi timbangan dan (sampai) dengan puncak ilmu dan (sampai) dengan batas akhir ridlo dan dengan beratnya Arsy. Tidak ada perlindungan dan tidak ada keselamatan dari Allah kecuali berlindung kepadaNya. Maha suci Allah dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Allah yang semuanya sempurna. Dan Segala puji bagi Allah dengan (sebanyak) bilangan genap dan ganjil dan dengan (sebanyak) bilangan kalimat-kalimat Allah yang semuanya sempurna. Aku memohon keselamatan kepadaMu dengan rahmatMu, wahai Dzat yang Maha Pengasih diantara para pengasih!, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali Allah yang maha tinggi dan agung. Shalawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat, segala puji hanya milik Allah penguasa alam semesta.

    (dvs/dvs)

    Doa Santunan Anak Yatim, Bisa Dibaca saat Asyura 10 Muharram

    Sumber : www.detik.com