Author: admin

  • Bacaan Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Bacaan Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta –

    Setiap aktivitas yang dilakukan, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa. Termasuk dalam masuk dan keluar kamar mandi.

    Pasalnya, beberapa orang menyepelekan hal tersebut. Padahal doa di kamar mandi sangat dianjurkan untuk meminta pertolongan dan ridho dari Allah SWT agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. Karena kamar mandi adalah salah satu tempat yang juga dihuni oleh jin.

    Sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadits, Ali RA mengatakan Rasulullah SAW bersabda:


    “Pembatas antara jin dengan aurat bani Adam (manusia) manakala seorang di antara mereka masuk ke kamar mandi, adalah agar ia mengucapkan ‘Bismillah’,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    Doa Masuk Kamar Mandi

    Mengutip buku Dahsyatnya Amalan 24 Jam Rosululloh karya Abu Najib Abdillah, berikut doa masuk ke dalam kamar mandi yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Bacalah doa tersebut dengan keras sampai terdengar oleh orang lain. Jangan lupa gunakan kaki kiri untuk melangkah masuk ke dalamnya.

    اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك من الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

    Allahumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khabaaits

    Artinya: “Sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari (godaan) setan laki-laki dan setan perempuan.”

    Doa Keluar Kamar Mandi

    Jika sudah selesai, jangan lupa untuk membaca doa kembali. Gunakan kaki kanan untuk keluar dari kamar mandi sambil membaca doa sebagai berikut:

    غُفْرَانَكَ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَذْهَبَ عَنّى اْلاَذَى وَعَافَانِىْ

    Ghufranaka Alhamdulillahilladzi adzhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii

    Artinya: “Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah mensejahterakan.”

    Adab di Kamar Mandi

    Dalam Islam, berbicara dalam kamar mandi adalah suatu perbuatan yang sebaiknya dihindari. Hal ini didasarkan pada prinsip menghormati tempat-tempat yang memiliki kaitan dengan ritual kebersihan dan menjaga kesucian dalam ibadah. Namun, perlu diingat bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai hal ini.

    Mayoritas ulama menganggap bahwa berbicara dalam kamar mandi tidak dilarang secara mutlak, tetapi lebih baik dihindari karena kamar mandi adalah tempat yang dianggap kurang pantas untuk berbicara. Beberapa ulama berpendapat bahwa jika berbicara dalam kamar mandi diperlukan atau berkaitan dengan keperluan yang mendesak (seperti jika ada kebutuhan komunikasi yang mendesak), maka boleh dilakukan dengan syarat tetap menjaga kehormatan tempat dan menahan diri dari percakapan yang tidak pantas.

    Namun, ada juga pandangan yang lebih ketat yang menganggap bahwa berbicara dalam kamar mandi adalah perbuatan yang tidak dianjurkan sama sekali, kecuali dalam keadaan darurat yang memerlukan komunikasi.

    Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ibnu Hibban dan lainnya sebagaimana ditegaskan oleh Syekh Zakariyya al-Anshari:

    وقد روى ابن حبان وغيره خبر النهي عن التحدث على الغائط

    “Ibnu Hibban dan lainnya meriwayatkan hadits tentang larangan berbicara saat membuang kotoran” (Syekh Zakariyya al-Anshari, Fath al-Wahhab, juz.1, hal.12).

    Sementara Syekh Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan:

    (ولا يتكلم) أي يكره له إلا لمصلحة تكلم حال خروج بول أو غائط ولو بغير ذكر أو رد سلام للنهي عن التحدث على الغائط ولو عطس حمد بقلبه فقط كمجامع، فإن تكلم ولم يسمع نفسه فلا كراهة أو خشي وقوع محذور بغيره لولا الكلام وجب أما مع عدم خروج شيء فيكره بذكر أو قرآن فقط

    “Hendaknya tidak berbicara, maksudnya dimakruhkan berbicara kecuali karena adanya maslahat, saat keluarnya air kencing atau kotoran, meski dengan selain dzikir atau berupa menjawab salam, karena larangan berbicara saat membuang hajat. Bila ia bersin, hendaknya memuji Allah di hati seperti orang yang berhubungan intim. Jika ia berbicara dan tidak memperdengarkan dirinya maka tidak ada hukum makruh, atau bila khawatir terjadinya hal yang berbahaya dengan tanpa berbicara, maka hukumnya wajib. Adapun saat tidak keluar kotoran apa pun, maka makruh hanya berupa ucapan dzikir atau ayat al-Quran” (Syekh Ibnu Hajar al-haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz.1, hal.170).

    Adab tidak berbicara di kamar mandi juga tercantuk dalam kitab Hasyiyah al-Bujarimi dan Fath al-Wahhab:

    (و) أن (يسكت) حال قضاء حاجته عن ذكر وغيره فالكلام عنده مكروه إلا لضرورة كإنذار أعمى فلو عطس حمد الله تعالى بقلبه ولا يحرك لسانه

    “Hendaknya diam saat membuang hajatnya dari dzikir dan lainnya, maka berbicara saat buang hajat adalah makruh kecuali karena darurat seperti memperingatkan orang buta. Jika ia bersin, maka memuji Allah di dalam hati dan tidak menggerakan lisannya.”

    (قوله: حال قضاء حاجته) ليس بقيد فالمعتمد الكراهة حال قضاء حاجته وقبله وبعده لأن الآداب للمحل، وإن كان قضية كلام الشيخين ما مشى عليه الشارح شوبري. (قوله: فالكلام عنده مكروه) ولو بالقرآن خلافا للأذرعي حيث قال بتحريمه ح ل.

    “Ucapan Syekh Zakariyya; saat buang hajat; ini bukan qayyid, maka pendapat yang dibuat pegangan adalah makruhnya berbicara saat memenuhi hajat (keluarnya kotoran), sebelum dan setelahnya, karena etika kembali kepada tempat, meski petunjuk ucapan dua guru besar (Imam al-Nawawi dan Imam al-Rafi’i) adalah pendapat yang didukung oleh pensyarah (Syekh Zakariyya). Keterangan dari Imam al-Syaubari. Ucapan Syekh Zakariyya; maka berbicara saat buang hajat makruh; meski dengan ayat al-Quran, berbeda dengan imam al-Adzra’i yang mengatakan hukumnya haram. Keterangan dari Imam al-Halabi” (Syekh Zakariyya al-Anshari, Fath al-Wahhab, dan Syekh Sulaiman al-Bujairimi, al-Tajrid linaf’il ‘Abid, juz.1, hal.56).

    Penting untuk dicatat bahwa prinsip-prinsip ini diambil untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan rasa hormat terhadap tempat-tempat yang memiliki kaitan dengan kebersihan diri dan ritual ibadah. Meskipun ada perbedaan pendapat, menjaga adab dalam setiap situasi adalah hal yang ditekankan dalam Islam. Jadi, jika memungkinkan, sebaiknya hindari berbicara dalam kamar mandi dan memilih tempat yang lebih tepat untuk berkomunikasi.

    Demikian doa masuk kamar mandi dan keluar kamar mandi serta adabnya. Semoga dapat membantu detikers.

    (hnh/erd)

    Bacaan Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Kalamun Qodim sebelum Membaca Al-Qur’an

    Doa Kalamun Qodim sebelum Membaca Al-Qur’an


    Jakarta –

    Doa kalamun qodim merupakan doa yang populer di kalangan santri pondok pesantren. Doa ini biasa dipanjatkan sebelum membaca Al-Qur’an.

    Dalam tradisi para ulama, mereka membaca doa kalamun qodim atau yang juga dikenal dengan senandung kalamun, setelah taklim atau tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama, sebagaimana dikatakan dalam buku Mendidik Anak, Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Qur’an karya Ahmad Syarifuddin.

    Doa kalamun qodim ini bukan berasal dari Rasulullah SAW langsung, melainkan gubahan dari para ulama untuk membangkitkan semangat dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.


    Doa Kalamun Qodim Arab, Latin, dan Artinya

    كَــلأَمٌ قَدِيمٌ لَا يُمَلُّ سَمَاعُهُ

    Kalâmun qodîmun lâ yumallu samâ’uhu
    Artinya: Al-Qur’an adalah kalamullah yang qadim yang tidak ada kebosanan untuk didengarkan

    تَنَــزَّهَ عَنْ قَوْلٍ وَفِعْلٍ ونِيَّةٍ

    Tanazzaha ‘an qoulin wa fi’lin wa niyyati
    Artinya: Yang disucikan dari ucapan, perbuatan dan kehendak

    بِهِ أَشْتَفِى مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَنُوْرُهُ

    Bihi asytafî min kulli dâ-in wa nûruhu
    Artinya: Dengan Al-Qur’an itu aku minta kesembuhan dari segala penyakit dan cahaya Al-Qur’an

    دَلِيْلٌ لِقَلْبِي عِنْدَ جَهْلٍ وَحَيْرَةٍ

    Dalîlun liqolbî ‘inda jahlî wa hairotî
    Artinya: Itu menjadi petunjuk hatiku ketika aku dalam kebodohan dan kebingungan

    فَيَـا رَبِّ مَتِّعْنِي بِسِرِّ حُرُوْفِهِ

    Fayâ robbi matti’nî bisirri hurûfihi
    Artinya: Wahai Tuhanku, anugerahilah aku dengan rahasia dalam huruf Al-Qur’an

    وَنَوِّرْ بِهِ قَلْبِي وَسَمْعِى وَمُقْلَتِيْ

    Wa nawwir bihi qolbî wa sam’î wa muqlatî
    Artinya: Dan berilah cahaya di hatiku, pendengaran, dan mataku berkat Al-Qur’an

    وَيَارَبِّ يَا فَتَّاحُ إِِفْتَحْ قُلُوبَنَا

    Wa yâ robbi yâ fattâhu iftah qulûbanâ
    Artinya: Tuhanku yang Maha pembuka, bukakanlah hati kami

    وَفَهِّمْ بِهِ قَلْبِى عُلُوْمَ الشَّرِيْعَةِ

    Wa fahhim bihi qolbî ‘ulûmasy-syarî’ati
    Artinya: Dan dengannya (Al-Qur’an), fahamkanlah hati ini dengan ilmu-ilmu syariat

    وَصَلِّ وَسَلِّمْ يَا إِلٰهِى لِمُنْذِرِ

    Wa sholli wa sallim yâ ilâhî limundziri
    Artinya: Berilah sholawat serta salam ya Tuhanku kepada penyeru (Nabi Muhammad SAW)

    عَدَدَ حُرُوْفٍ بِالْقُرْاٰنِ وَالسُّوْرَةِ

    ‘Adada hurûfin bil qur-âni was-sûroti
    Artinya: Sebanyak huruf huruf dan surah-surah Al-Qur’an

    Doa kalamun qodim tersebut dikutip dari buku Pembelajaran Al-Qur’an Tingkat Dasar, Menengah, dan Mahir yang Terintegrasi oleh Teknologi Berbasis oleh Andreas dkk.

    (kri/erd)

    Doa Kalamun Qodim sebelum Membaca Al-Qur’an

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memohon Hujan Sesuai Sunnah, Bisa Dibaca Saat Cuaca Panas

    Doa Memohon Hujan Sesuai Sunnah, Bisa Dibaca Saat Cuaca Panas



    Jakarta –

    Terdapat doa yang dapat dibaca agar hujan cepat turun. Doa ini sesuai ajaran Rasulullah SAW.

    Hujan sering disebut dengan sumber kehidupan karena memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kesuburan tanah, menjaga ekosistem, tersedianya air yang berlimpah, dan sebagainya. Hujan juga merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT.

    Namun, tidak setiap hari Allah SWT menurunkan hujan. Bahkan ada masanya Allah SWT memberikan kekeringan karena tidak terjadi hujan dalam jangka waktu yang lama.


    Banyak dampak yang diberikan karena terjadinya kekeringan, seperti menipisnya sumber air, sawah yang menjadi kering dan keringnya tumbuh-tumbuhan. Banyak lagi dampak yang terjadi ketika hujan tak kunjung turun.

    Maka saat itulah umat muslim dapat berdoa kepada Allah SWT untuk memohon diturunkannya hujan.

    Dikutip dari buku edisi Indonesia: Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al-Qur’a oleh Andi Muhammad Syahril bahwa umat muslim diperbolehkan untuk memohon turunnya hujan seperti yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Anas bin Malik bahwa Umar bin Al-Khatab memohon turunnya hujan ketika musim kemarau berkepanjangan dengan perantara Al-Abbas bin Abdul Muthalib,

    “Ya Allah, dahulu kami memohon turunnya hujan dengan perantara Nabi-Mu ketika ia hidup, lalu Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka, pada hari ini kami memohon turunnya dengan perantara pamannya Nabi-Mu, maka turunkanlah kepada kami hujan.” Lalu hujan turun untuk mereka.”

    Imam An-Nawawi menjelaskan tiga upaya dalam memohon turunnya hujan:

    – Memohon dengan doa tanpa melaksanakan sholat
    – Memohon ketika khutbah Jum’at atau setelah sholat wajib
    – Memohon dengan melaksanakan sholat dua rakaat dan dua khutbah yang telah didahului dengan bersedekah, puasa, taubat, melakukan kebaikan, dan menjauhi kemaksiatan.

    Doa Memohon Hujan

    Mengutip buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-Doa Harian oleh Mahmud asy-Syafrowi bahwa doa meminta hujan seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْنًا مُغِيْنًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍ عَاجِلًا غَيْرَ أَجِلٍ.

    Artinya: “Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh, dan menyuburkan tanaman, bermanfaat, tidak membahayakan. Kami mohon hujan secepatnya, tidak ditunda-tunda.” (HR. Abu Dawud)

    Doa tersebut memiliki kaitannya dengan tangisan para perempuan yang mendatangi Rasulullah SAW karena terputusnya hujan.

    Dan setelah Rasulullah SAW berdoa dengan doa itu, maka turunlah hujan.

    اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اَللَّهُمَّ أَغِثْنَا

    Artinya: “Ya Allah! Berilah kami hujan. Ya Allah, turunkan hujan pada kami. Ya Allah! Hujanilah kami.”

    اللهمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ

    Artinya: “Ya, Allah! Berilah hujan kepada hamba-hamba-Mu, ternak-ternak-Mu, berilah rahmat-Mu dengan merata, dan suburkan tanah-Mu yang tandus.”

    Setelah diturunkannya hujan, kita juga harus berdoa agar hujan yang diturunkan oleh Allah SWT menjadi sebuah keberkahan.

    Doa Ketika Hujan Turun

    Mengutip buku Doa Harian Pengetuk Pintu Langit karya H. Hamdan Hamedan, MA bahwa doa ketika hujan turun adalah sebagai berikut.

    Diriwayatkan dalam hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan:

    اللَّهُمَّصَيِّباًنَافِعاً

    Arab-latin: ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’.”

    Artinya: Ya Allah, turunkan lah pada kami hujan yang bermanfaat.

    Setelah hujan turun, maka bisa dilanjutkan dengan doa berikut,

    مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

    Arab-latin: Muthirnaa bi-fadhlillaahi wa rahmatih.

    Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.”

    Itulah doa yang dapat kita panjatkan ketika memohon hujan kepada Allah SWT. Semoga dengan adanya musibah dan cobaan yang diberikan oleh Allah SWT, tidak menjadikan umat Muslim menyerah dan melupakan Allah SWT.

    (dvs/dvs)

    Doa Memohon Hujan Sesuai Sunnah, Bisa Dibaca Saat Cuaca Panas

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Bercermin: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Doa Bercermin: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta –

    Ketika bercermin, umat Islam dianjurkan untuk membaca doa. Hal itu sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas fisik yang kita miliki.

    Selain itu, doa bercermin juga sebagai permohonan kepada Sang Pencipta agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik laik. Itulah salah satu keutamaan yang didapat jika kita rajin mengamalkannya.

    Mengutip buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah karya M Quraish Shihab, berikut bacaan doa bercermin.


    Doa Bercermin 1

    الْحَمْدُ للَّهِ اَللّٰهُمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

    Bacaan latin: Alhamdulillah allahumma kamaa hassanta khalqi fahassin khuluq

    Artinya: Segala puji hanya bagi Allah. Ya Allah sebagaimana Engkah telah ciptakan aku dengan baik maka perbaikilah akhlakku. (HR Ahmad dan At Tirmidzi)

    Doa Bercermin 2

    اَلْحَمْدُلِلّٰهِ الَّذِى سَوَّى خَلْقِى فَعَدَّلَهُ وَكَرَّمَ صُوْرَةَ وَجْهِى فَحَسَّنَهَاوَجَعَلَنِى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

    Bacaan latin: Alhamdulillaahil ladzii sawwaa khalqii fa’addalahu wa karramahu shuurata wajhii fa ahsanahaa wa ja’alanii minal muslimiina

    Artinya: Segala puji bagi Allah yang menyempurnakan kejadianku dan memperindah serta memuliakan rupaku lalu membaguskannya dan menjadikan aku seorang muslim.

    Adab Bercermin

    Lazimnya, bercermin dilakukan setiap hari. Sebelum melakukan hal tersebut, sebaiknya perhatikan dulu-adab-adab dalam bercermin.

    Dikutip dari buku Cantik Itu Sederhana karya Ninik Handiri, ada sejumlah adab bercermin yang dianjurkan dalam Islam:

    • Berdoa
    • Mengingat nikmat yang Allah SWT berikan
    • Tidak terlalu lama di depan cermin
    • Tidak berlebih-lebihan saat bercermin
    • Tidak mencela kekurangan fisik sendiri
    • Tidak berlebihan mengagumi diri sendiri
    • Bersyukur dengan segala kelebihan diri
    • Bersabar dengan segala kekurangan diri

    (hnh/erd)

    Doa Bercermin: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Sumber : www.detik.com

  • Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China, Benarkah Ada?

    Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China, Benarkah Ada?


    Jakarta –

    Salah satu hadits populer yang kerap digunakan oleh para khatib dan da’i adalah hadits yang berbunyi, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.” Benarkah ada hadits yang demikian?

    Hadits tersebut diketahui bersumber dari Anas bin Malik RA. Hadits tersebut juga termaktub dalam tulisan Ibnu ‘Addi dalam Al Kamil, Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan, Al Khathib dalam Tarikh Baghdadh, Al Baihaqiy dalam Al Madkhal, dan Ibnu Abdil Barr dalam Al Jami’.

    Berikut bunyi hadits yang dimaksud,


    أُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ يا الْصِيْنِ

    Artinya: “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.”

    Sementara, dikutip dari Hadits Tarbawi oleh Abu Ubaidah, hadits tersebut merupakan potongan dari hadits lengkap yang berbunyi,

    أُطْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ يا الْصِيْنِ فَإِنَّ الْعِلْمَ فَرِضَة عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَضَعُ أَجْنَحَتِهَا لِطَلِبِ رِضَا عًا بِمَا يَطْلُبُ

    Artinya: “Carilah ilmu sekalipun di negeri China, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi seorang muslim laki-laki dan perempuan. Dan sesungguhnya para malaikat menaungkan sayapnya kepada orang yang mencari ilmu karena ridha terhadap amal perbuatannya.”

    Dikutip dari Abdul Bakir, S.Ag dalam buku 150 Hadits Dha’if yang Sering Dijadikan Dalil, hadits ini disebut sebagai hadits dhaif jiddan atau lemah sekali. Al Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman mengatakan bahwa hadits tersebut populer matannya namun bersanad lemah.

    “Telah diriwayatkan dari beberapa jalan namun seluruhnya dhaif,” demikian jelasnya.

    Senada dengan itu, Ibnu Adi’ menambahkan, ia tidak tahu ada yang meriwayatkannya selain al-Hasan bin Athiyyah dari Abu Atikah dari Anas.

    Al-Bazzar juga mengatakan Abu Atikah adalah sosok yang tidak dikenal, dan tidak diketahui dari mana dia berasal. Untuk itu disebutkan, hadits ini tidak memiliki asal atau la ashla lahu.

    Al Bukhari bahkan mengatakan bahwa Abu Atikah adalah munkar al hadits. Sependapat dengan Ibnu Hibban dalam Al Majruhin yang mengatakan bahwa Abu Atikah adalah munkar al hadits jiddan.

    As-Suyuti dalam Al-La’all’ Al-Mashnu’ah menyebutkan dua jalur lain bagi hadits ini dengan tujuan menguatkan. Ternyata, hasil kedua jalur tersebut sama dhaifnya bahkan lebih parah.

    Jalur yang pertama, terdapat seorang pendusta, yaitu Ya’qub bin Ishaq Al-‘Asqalaniy. Jalur kedua, terdapat yang suka memalsukan hadits, Al-Juwaibariy.

    Dengan demikian, As Suyuti mengatakan bawa hadits ini bathil, tidak boleh diamalkan, tidak boleh dijadikan hujjah dan tidak boleh diyakini sebagai sabda Rasulullah SAW.

    Ada beberapa hadits lainnya yang menyebutkan anjuran bagi muslim baik laki-laki maupun perempuan untuk menuntut ilmu. Hal ini mengindikasikan, ilmu dalam pandangan Islam dianggap sebagai sebuah kebutuhan untuk mengetahui kebenaran dan ditempatkan pada posisi yang tinggi. Berikut di antaranya:

    وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

    1. Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim)

    مَنْخَرَجَفِىطَلَبُالْعِلْمِفَهُوَفِىسَبِيْلِاللهِحَتَّىيَرْجِعَ

    2. Artinya: “Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang,” (HR Tirmidzi)

    إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

    3. Artinya: “Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim)

    طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَوَاضِعُ الْعِلْمِ عِنْدَ غَيْرِ أَهْلِهِ كَمُقَلِّدِ الْخَنَازِيرِ الْجَوْهَرَ وَاللُّؤْلُؤَ وَالذَّهَبَ

    4. Artinya: “Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah)

    العلم قبل القول و العمل

    5. Artinya: “Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas.” (HR Bukhari).

    مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

    6. Artinya: “Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu,” (HR Ahmad).

    مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

    7. Artinya: “Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridaan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti.” (HR Abu Daud)

    Berdasarkan hadits menuntut ilmu yang telah dipaparkan di atas, Syekh Al-Zarjuni dalam kitabnya Ta’limul Muta’allim menekankan niat dalam menuntut ilmu itu harus didasari keikhlasan. Sebab, menuntut ilmu dilakukan semata-mata untuk mencari rida Allah SWT dan kehidupan akhirat.

    (rah/nwk)

    Hadits Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China, Benarkah Ada?

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Keluar Masjid: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Doa Keluar Masjid: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta –

    Sebelum Masuk dan keluar masjid umat Islam dianjurkan untuk membaca doa. Hal ini merupakan salah satu amalan yang yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    Sebagai tempat ibadah, masjid senantiasa dijaga kesuciannya. Masjid juga tempat yang paling dicintai oleh Allah SWT sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadits.

    أَحَبُّ البِلادِ إلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا ، وَأبْغَضُ البِلاَدِ إلَى اللهِ أسْوَاقُهَا


    Artinya: Tempat yang paling dicintai Allâh adalah masjid-masjidnya dan tempat yang paling Allâh benci adalah pasar-pasarnya.( HR Muslim )

    Dalam riwayat lain, Imam Abu Nu’aim mengatakan:

    قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {المَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ}

    Artinya: Rasulullah SAW bersabda, “Masjid adalah rumahnya setiap mukmin.”

    Doa Keluar Masjid Lengkap dengan Artinya

    Maka dari itu, cobalah untuk selalu mengamalkan doa masuk dan keluar masjid agar mendapat keberkahan. Dikutip dari buku Maslakul Akhyar karya Sayid Utsman bin Yahya, berikut ini doa keluar masjid versi panjang dan pendek.

    Doa Keluar Masjid Versi Pendek

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

    Bacaan Latin: Allaahumma innii as’aluka min fadhlika.

    Artinya: Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu akan segala keutamaan-Mu.

    Doa Keluar Masjid Versi Panjang

    أعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ

    Bacaan latin: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba fadhlik.

    Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada zat-Nya Yang Maha Mulia dan kepada kerajaan-Nya yang sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah selawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukakanlah bagiku segala pintu kemurahan-Mu.

    Doa Masuk Masjid Lengkap dengan Artinya

    Doa masuk masjid ada beberapa versi. Berikut adalah doa masuk masjid yang bersumber dari HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu Majah yang bisa kamu gunakan.

    Doa Masuk Masjid Versi Pendek

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لي أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Bacaan latin: Allahummaftha lii abwaaba rahmatika.

    Artinya: Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.

    Doa Masuk Masjid Versi Panjang

    أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    Bacaan latin: A’ûdzu billâhil ‘azhîm wa biwajhihil karîm wa sulthânihil qadîm minas syaithânir rajîm. Bismillâhi wal hamdulillâh. Allâhumma shalli wa sallim ‘alâ sayyidinâ muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ muhammadin. Allâhummaghfirlî dzunûbî waftahlî abwâba rahmatik.

    Artinya: Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada zat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya yang sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah selawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Bukalah bagiku segala pintu rahmat-Mu.

    (hnh/erd)

    Doa Keluar Masjid: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Sumber : www.detik.com

  • Hasbunallah Wanikmal Wakil, Doa Penolong Berbagai Kesulitan

    Hasbunallah Wanikmal Wakil, Doa Penolong Berbagai Kesulitan


    Jakarta –

    Kalimat hasbunallah wanikmal wakil sering disebut-sebut dalam ceramah, kajian, masjid-masjid, atau bahkan di dalam lagu islami. Bacaan tersebut memiliki berbagai keutamaan.

    Dikutip dari buku Mencari Pahala Disaat Haid yang ditulis oleh Ratu Aprilia Senja, kalimat dzikir hasbunallah wanikmal wakil disebut dengan doa tawakal.

    Berikut merupakan lafadz doa tawakal,


    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيلُ

    Latinnya: Hasbunallah wa ni’mal wakiil

    Artinya: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.”

    Cerita di Balik Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Hasbunallah wanikmal wakil juga disebut sebagai doa Nabi Ibrahim AS. Doa ini tidak lepas dari cerita menajubkan Nabi Ibrahim AS ketika dirinya hampir dibakar api.

    Diceritakan dalam Qashash al-Anbiyaa karya Imam Ibnu Katsir, pada saat itu Nabi Ibrahim AS sedang berdakwah pada umatnya agar kembali kepada ketauhidan dan hanya menyembah Allah SWT.

    Kaum Nabi Ibrahim AS yang disebut dengan kaum Babilonia. Mereka merupakan kaum yang sangat jahil di mana gemar menyekutukan Allah SWT menyembah berhala-berhala dan menyajikan sesajen di hadapan mereka. Jadi Allah SWT mengutus Nabi Ibrahim AS kepada kaum tersebut untuk kembali ke jalan yang benar.

    Singkatnya, Nabi Ibrahim AS tidak ikut dalam pesta yang dilaksanakan kaum Babilonia. Diam-diam, ia datang ke tempat sesembahan di mana berhala-berhala itu berada.

    Di saat orang-orang sedang melakukan pesta, Nabi Ibrahim AS menghancurkan berhala-berhala yang ada di tempat sesembahan itu. Ia hanya meninggalkan satu patung terbesar dan menaruh kapak yang ia gunakan untuk menghancurkan berhala di tangan berhala terbesar itu.

    Mengetahui patung-patung sesembahan mereka hancur, mereka langsung marah dan menanyakan siapa perusaknya. Mereka pun akhirnya tahu bahwa Nabi Ibrahim AS lah yang melakukan semua itu.

    Saat mereka menanyakan alasan kenapa patung-patung itu dihancurkan, Nabi Ibrahim AS melemparkan pertanyaan itu kepada berhala yang paling besar. Namun, mereka menyadari bahwa patung itu tidak bisa berbuat apa-apa bahkan hanya untuk berbicara.

    Kaum Babilonia pun marah dan hendak membakar hidup-hidup Nabi Ibrahim AS. Saat api sudah membumbung tinggi dan Nabi Ibrahim AS sudah siap untuk dilemparkan ke dalamnya, Nabi Ibrahim AS tidak gentar maupun goyah. Ia hanya terus percaya dan menyebut nama Allah SWT.

    Doa yang Nabi Ibrahim AS ucapkan ketika akan dilemparkan ke dalam api adalah hasbunallah wanikmal wakil (cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.)

    Atas izin Allah SWT, api itu pun padam dan mendingin sehingga tidak bisa membakar Nabi Ibrahim AS.

    Doa tawakal ini juga diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW saat orang-orang Quraisy sudah mengumpulkan pasukan untuk menyerangnya. Mereka juga berkata agar Nabi Muhammad SAW agar takut kepada mereka.

    Jawaban Nabi Muhammad SAW cukuplah, “Cukuplan Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.”

    Keutamaan Doa Hasbunallah Wanikmal Wakil

    Doa Hasbunallah wanikmal wakil memiliki berbagai keutamaan. Berikut beberapa keutamaannya sebagaimana dikatakan Syekh Abil Hasan asy-Syadzili yang dinukil dalam buku Berlimpah Harta dengan Beragam Dzikir, Shalat, dan Puasa Khusus karya Muhammad Arifin Rahman.

    1. Mendapatkan pertolongan Allah SWT dan dicintai banyak orang
    2. Berada dalam perlindungan Allah SWT
    3. Mendapat kemuliaan yang langgeng, berkecukupan, dan mendapat pertolongan saat mendesak
    4. Bisa menarik massa atau menambah pengikut
    5. Dapat melumpuhkan kekuatan orang zalim
    6. Dapat memberi solusi saat mengalami kebuntuan apa saja
    7. Bisa mendamaikan perselisihan
    8. Memperbanyak pendapatan
    9. Menolong bila diremehkan karena miskin
    10. Dipatuhi oleh semua orang
    11. Meredam demonstrasi
    12. Menjadikan harta benda atau tempat tinggal aman dari hama dan pencuri
    13. Bermanfaat untuk keberhasilan melobi para pejabat

    (kri/kri)

    Hasbunallah Wanikmal Wakil, Doa Penolong Berbagai Kesulitan

    Sumber : www.detik.com

  • Ini Doa Malaikat untuk Orang yang Bersholawat atas Nabi Muhammad

    Ini Doa Malaikat untuk Orang yang Bersholawat atas Nabi Muhammad


    Jakarta –

    Salah satu amalan yang pelakunya akan didoakan oleh para malaikat adalah bersholawat atas Nabi Muhammad SAW. Keterangan ini berdasarkan salah satu riwayat hadits yang disabdakan Rasulullah SAW.

    Hadits tersebut termaktub dalam Shahih Al Jami yang juga diriwayatkan oleh Adh Dhiya dalam Al Mukhtarah. Hadits yang bersanad hasan dari Amir bin Rabi’ah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah seorang hamba membaca sholawat untukku, kecuali didoakan oleh para malaikat selama ia membaca sholawat untukku. Karena itu, hendaklah ia mengucapkan atau memperbanyak sholawat atas diriku.” (HR Ahmad)


    Dikutip dari Syaikh ash Shafuri dalam Nuzhah al Majalis Muntakhab an Nafa’is, Rasulullah SAW pernah menjelaskan doa yang dipanjatkan malaikat bagi orang-orang yang senantiasa bersholawat padanya. Para malaikat di alam kubur akan memintakan ampunan pada Allah SWT bagi muslim yang bersholawat.

    Tiap manusia akan ditemani oleh dua malaikat di alam kubur. Menurut riwayat, bila seorang muslim di alam kubur memanjatkan sholawat atas Nabi Muhammad SAW tiap disebutkan nama Rasulullah SAW maka para malaikat turut berdoa untuknya.

    Salah satu malaikat itu berdoa, “Semoga Allah mengampunimu,” dan malaikat lainnya berkata, “Aamiin.”

    Sebaliknya, bila seorang muslim tidak bersholawat pada Rasulullah SAW, hal itu membuat salah satu malaikat berkata, “Semoga Allah tidak mengampunimu,” hingga kemudian diaminkan oleh malaikat lainnya.

    Keutamaan Membaca Sholawat Nabi

    Tidak hanya didoakan oleh malaikat, keutamaan lain bagi muslim yang senantiasa membaca sholawat juga akan dihapuskan dosanya dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Hal ini bersumber dari hadits dalam Kitab Sunan an-Nasai Jilid 1 dari Anas bin Malik RA,

    مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً؛ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ

    Artinya: “Siapa yang bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali, dihapuskan darinya sepuluh kesalahan, dan derajatnya diangkat sepuluh tingkat.” (HR an Nasa’i)

    Melalui salah satu haditsnya, Rasulullah SAW sendiri pernah menjanjikan syafaat di hari akhir kelak bagi orang-orang yang senantiasa bersholawat kepadanya. Berikut bunyi haditsnya,

    أَوْلَى النَّاسِ بِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَىَّ صَلاَةً

    Artinya: “Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bersholawat kepadaku.” (HR Tirmidzi)

    Anjuran untuk bersholawat juga disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam surah Al Ahzab ayat 56 yang berbunyi,

    اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

    Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (QS Al Ahzab: 56)

    Menurut Tafsir Ibnu Katsir, yang dimaksud sholawat dari Allah SWT dalam ayat di atas adalah pujian-Nya kepada Rasulullah SAW di kalangan para malaikat, sedangkan sholawat dari para malaikat adalah doa mereka untuknya.

    (rah/erd)

    Ini Doa Malaikat untuk Orang yang Bersholawat atas Nabi Muhammad

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Dipermudah Segala Urusan: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Doa Dipermudah Segala Urusan: Arab, Latin dan Terjemahannya


    Jakarta –

    Segala sesuatu harus diawali dengan doa. Berharap, urusan yang kita jalani ditolong oleh ALlah SWT.

    Banyak doa yang bisa dipanjatkan untuk mempermudah segala urusan. Doa tersebut adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW supaya bisa diamalkan oleh umatnya.

    Menukil buku Fiqih Doa & Dzikir Jilid 2 susunan Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dan buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera karya M. Khalilurrahman Al-Mahfani, berikut doa-doanya:


    Doa Dipermudah Segala Urusan 1

    اللَّهُمَّ اِنِّي أعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

    Allaahumma innii a’uudzubika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali wal bukhli wa dhala’id daini wa ghalabatir rijaal

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penderitaan, kesedihan, kelemahan (pikun), kemalasan, kekikiran, banyak hutang, dan dari penguasaan seseorang.”

    Doa Dipermudah Segala Urusan 2

    اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئتَ سَهْلاً

    Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul hazna idzaa syi-ta sahlaa

    Artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau menjadikannya mudah, dan jika Engkau menghendaki, maka kesedihan dapat Engkau jadikan kemudahan.”

    Doa Dipermudah Segala Urusan 3

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Rabbisy rahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul ‘uqdatam mil lisaanii yafqahu qawli

    Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    Doa Dipermudah Segala Urusan 4

    Lafal doa ini dikutip dari hadist riwayat Imam Tirmidzi dari Said bin Abu Waqqash

    لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

    Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadzh dzhaalimiin

    Artinya: “Tidak ada sembahan yang haq kecuali Engkau, Mahasuci Engkau, sunnguh aku termasuk orang-orang yang dzhalim.”

    Doa Dipermudah Segala Urusan 5

    رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ

    Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa ‘adzaaban naar

    Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

    (hnh/erd)

    Doa Dipermudah Segala Urusan: Arab, Latin dan Terjemahannya

    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa agar Terkabul?

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa agar Terkabul?


    Jakarta –

    Berdoa adalah wujud permohonan atau permintaan sesuatu dari seorang hamba yang berisikan hal-hal baik kepada Allah SWT. Kapan waktu mustajab untuk memanjatkan doa tersebut?

    Dikutip dari buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa oleh Nurhasanah Namin, tujuan dalam berdoa setiap orang juga bermacam-macam. Misalnya, mengungkapkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk dan siksaan api neraka, memohon keselamatan hidup, memohon bimbingan serta jalan yang lurus agar selamat dunia akhirat, dan lain sebagainya.

    Agar doa yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah SWT, muslim bisa memanfaatkan waktu-waktu yang mustajab. Kapan saja?


    Kapan Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa?

    1. Setelah Salat Wajib

    Dikutip dari buku Rahasia Terkabulnya Doa karya Wawan Susetya & Ari Wardhani seringkali karena kesibukan duniawi, kita tidak sempat untuk berdoa banyak kepada Allah SWT. Hal ini sudah pernah diingatkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits dari Tirmidzi yang berbunyi,

    فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ : عَجِلْتَ أَيُّهَا الْمُصَلّى، إذَا صَلَّيْتَ فَقَعَدْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ، وَصَلِّ عَلَيَّ ثُمَّ ادْعُهُ) قَالَ : ثُمَّ صَلَّى رَجُلٌ آخَرُ بَعْدَ ذَلِكَ فَحَمِدَ الله وَصَلَّى عَلَى النَّي ، فَقَالَ النَّبِيُّ : ((أَيُّهَا الْمُصَلِّي أَدْعُ تُحَبْ))

    Artinya: Kemudian Rasulullah bersabda, “Engkau tergesa-gesa wahai orang yang shalat. Jika engkau melakukan salat lalu engkau duduk, maka pujilah Allah dengan pujian yang pantas bagi-Nya, bacalah sholawat untukku kemudian berdoalah.” Perawi berkata, “Setelah itu, seorang laki-laki lain melakukan salat, lalu ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi SAW. Nabi SAW. bersabda, “Wahai orang yang telah melakukan salat, berdoalah maka engkau akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi)

    Dalam riwayat hadits lainnya dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW pernah ditanya oleh sahabatnya, “Pada waktu apakah doa itu sangat didengar (dikabulkan oleh Allah)?”

    Rasulullah SAW menjawab, “Yaitu pada tengah malam yang akhir dan sesudah salat-salat fardhu.” (HR At Tirmidzi)

    2. Sepertiga Malam

    Waktu lain mustajab doa yang akan dikabulkan Allah SWT adalah di sepertiga malam. Artinya, waktu malam hari mendekati waktu subuh atau di waktu sahur seperti yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan karya Deni Lesmana.

    Menurut salah satu hadits juga menyebut bahwa pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia. Berikut bunyi haditsnya,

    يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

    Artinya: “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Kemudian berfirman, ‘Orang yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan kuberikan, orang yang meminta ampunan dariKu akan Kuampuni.” (HR Bukhari dan Muslim)

    3. Saat Sujud dalam Salat

    Momen sujud dalam pelaksanaan salat disebut sebagai waktu terdekat seorang hamba dengan Allah SWT. Hal ini dilandasi dari hadits Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,

    “Sedekat-dekat seorang hamba kepada Tuhannya yaitu ketika ia sujud, maka banyak-banyaklah berdoa di dalam sujud.” (HR Muslim)

    4. Saat Turun Hujan

    Dikutip dari buku Induk Doa dan Zikir yang ditulis oleh Kasimun, Imam Syafi’i dalam kitab Al-Umm telah meriwayatkan dengan sanadnya sebuah hadits mursal, yang berbunyi:

    أطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ وَنُزُولِ الْغَيْثَ

    Artinya: Carilah oleh kalian doa yang dikabulkan; di saat kedua pasukan bertemu (di jalan Allah); ketika salat diiqamahkan; dan ketika hujan turun.

    5. Antara Azan dan Iqomah

    Waktu yang tepat untuk memanjatkan doa selanjutnya adalah waktu antara azan dan iqomah. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah dalam hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, “Tiada ditolak sesuatu doa yang dimohonkan antara azan dan iqomah.” (HR At-Tirmidzi)

    6. Hari Jumat

    Rasulullah SAW menyebutkan bahwa hari Jumat adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa. Rasulullah SAW dalam Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 2 oleh Imam an-Nawawi,

    فِيهَا سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّى يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

    Artinya: “Pada hari itu ada waktu yang apabila seorang hamba muslim menepati waktu itu dalam keadaan salat lalu ia mohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonannya.” Dan beliau memberi isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut. (HR Muttafaq ‘alaih)

    Ada yang berpendapat, waktu mustajab di hari Jumat terletak pada waktu imam naik mimbar pada saat khutbah Jumat hingga salat Jumat selesai. Ada pula yang menyebut waktu antara Ashar dan Maghrib adalah waktu yang tepat untuk memanjatkan doa pada hari Jumat.

    (rah/rah)

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Memanjatkan Doa agar Terkabul?

    Sumber : www.detik.com