Author: admin

  • Jumat Adalah Sebaik-baiknya Hari, Ini Hadits dan Peristiwa di Baliknya

    Jumat Adalah Sebaik-baiknya Hari, Ini Hadits dan Peristiwa di Baliknya


    Jakarta –

    Jumat merupakan hari yang istimewa dalam Islam bahkan disebut sebagai hari raya pekanan umat Islam. Ada sebuah hadits yang menyebut, sebaik-baiknya hari adalah hari Jumat.

    Hadits ini termuat dalam kitab Shahih Muslim. Dikatakan, hari Jumat merupakan hari di mana Nabi Adam AS diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan dari surga. Dari az-Zuhri, dari al-A’raj, dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

    “Sebaik-baik hari yang padanya matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan. Pada hari itu juga beliau dimasukkan ke surga dan pada hari itu pula beliau dikeluarkan dari surga.” (HR Muslim)


    Hari Jumat Disebut sebagai Penghulu Hari

    Dalam hadits lain yang bersumber dari Abu Lubanah al-Badri, Rasulullah SAW menyebut hari Jumat sebagai penghulu hari atau sayyidul ayyam. Beliau bersabda,

    “Penghulu hari (sayyidul ayyam) adalah hari Jumat, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari raya Fitri dan Adha. Dan pada hari Jumat itu terdapat lima kejadian, yaitu: Allah menciptakan Adam, Allah menurunkan Adam ke dunia, Allah mewafatkan Adam, hari Jumat adalah saat yang tidaklah seseorang memohon kepada Allah melainkan pasti dikabulkan selama ia tidak meminta barang yang haram, dan pada hari itu akan terjadi kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan melainkan semuanya mencintai hari Jumat.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

    Jumat sebagai hari raya ini turut dijelaskan Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan dalam kitab Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad. Ia mengatakan, hari Jumat adalah hari tambahan bagi orang yang telah masuk surga dan sebagai hari raya bagi orang yang ada di dunia.

    Diterimanya Tobat Nabi Adam pada Hari Jumat

    Ada banyak peristiwa yang terjadi pada hari Jumat, termasuk saat kiamat nanti. Abu Hurairah RA mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Kita adalah umat terakhir namun menjadi umat pertama kali di hari kiamat dan kita adalah umat yang pertama kali masuk ke dalam surga. Ahlu kitab diberi kitab sebelum kita dan diturunkan kepada kita setelah mereka maka mereka pun berselisih dan Allah memberikan kita petunjuk menuju kebenaran dalam perselisihan mereka; ini adalah hari mereka (hari Jumat) yang mereka berselisih di dalamnya dan Allah memberi petunjuk kepada kita kepada hari Jumat hingga dijadikan hari ini untuk kita, besok untuk Yahudi, dan hari setelah besok untuk Nasrani.” (HR Bukhari dan Muslim dalam kitab Al-Jumu’ah)

    Peristiwa lain yang terjadi pada hari Jumat adalah diterimanya tobat Nabi Adam AS. Hal ini diterangkan dalam sebuah hadits yang dinukil Asmaji Muchtar dalam buku Fatwa-fatwa Imam Asy-Syafi’i Masalah Ibadah. Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, Rasulullah SAW bersabda,

    “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Allah SWT menciptakan Adam, pada hari itu Allah SWT menurunkannya ke bumi, pada hari itu diterima tobatnya, pada hari itu ia wafat, dan pada hari itu terjadi hari kiamat. Tidak ada dari hewan melata kecuali bertasbih kepada Allah SWT pada hari Jumat dari pagi hingga terbit matahari karena khawatir akan hari kiamat, kecuali jin dan manusia. Pada hari itu ada suatu waktu apabila seorang muslim memohon sesuatu kepada Allah SWT, niscaya akan dikabulkan permohonannya.”

    Raghib As-Sirjani dalam Ihya 345 Sunnah Nabawiyah, Wasa’il wa Thuruq wa Amaliyah mengatakan, seluruh waktu dalam hari Jumat sejatinya baik. Namun, kata Raghib As-Sirjani, Allah SWT telah mengutamakan sebagian waktunya dari waktu-waktu lainnya. Waktu ini terletak antara Ashar dan Maghrib. Hal ini mengacu pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Hurairah RA,

    “Sebaik-baiknya hari di mana matahari terbenam adalah hari Jumat; di dalamnya Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan dari surga. Pada hari tersebut terdapat waktu yang tidaklah seorang muslim salat dan berdoa melainkan Allah akan mengabulkannya.”

    (kri/erd)

    Jumat Adalah Sebaik-baiknya Hari, Ini Hadits dan Peristiwa di Baliknya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Memakai Baju Baru, Amalkan Sebagai Tanda Syukur

    Doa Memakai Baju Baru, Amalkan Sebagai Tanda Syukur



    Yogyakarta –

    Baju baru seringkali menjadi simbol kebahagiaan bagi banyak orang. Untuk itu, dianjurkan membaca doa sebagai ungkapan syukur.

    Namun sebagai muslim, hendaknya harus selalu mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas termasuk ketika memakai baju baru.

    Salah satu cara untuk mengingat Allah SWT ketika memakai baju baru adalah dengan membaca doa.


    Doa Mengenakan Baju Baru

    Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, bahwa terdapat dua doa yang Rasulullah SAW baca ketika memakai baju baru.

    Bacaan ketika Rasulullah SAW ketika memakai baju baru,

    اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَاصُنِعَ لَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

    Bacaan latin: Allahumma lakal hamdu anta kasautaniih, as’aluka khairahu wa khaira ma suni’a lah, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa suni’a lahu.

    Artinya: “Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkau kenakan pakaian ini kepadaku, aku memohon kepada-Mu kebaikannya, dan sesuatu baginya, dan aku berlindung kepada-Mu, dari keburukannya dan keburukan sesuatu baginya.” (HR Abu Dawud, At-Tirmidi, dan An-Nasa’i)

    Rasulullah SAW bersabda bahwa doa ketika memakai baju baru yaitu,

    الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ مَا أُوَارِيْ بِهِ عَوْرَتِي وَأَتَجَمَّلُ بِهِ فِي حَيَاتِي ثُمَّ عَمَدَ إِلَى التَّوْبِ الَّذِي أَخْلَقَ فَتَصَدَّقَ بِهِ كَانَ فِي حِفْظِا للَّهِ، وَفِي كَنَفِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَ فِي سَتْرِ اللهِ حَيّاً وَمَيّتاً

    Bacaan latin: Alhamdulillahil ladzii kasaanii maa uwarii bihi ‘aurati wa atajammalu bihi fii hayatii

    Artinya: “Segala puji bagi Allah, Yang telah menganugerahkan pakaian kepadaku, yang dengannya aku bisa menutup auratku, dan memperindah diriku dalam hidupku.” (HR At-Tirmidzi)

    Hikmah Membaca Doa Ketika Memakai Baju Baru

    Mengutip dari buku 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, bahwa terdapat beberapa hikmah ketika seorang muslim membaca doa ketika memakai baju baru.

    – Memohon kebaikan atas baju baru yang dipakainya

    Dalam doa tersebut, seorang muslim memohon kepada Allah SWT agar memberikan kebaikan dari pakaian tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim, harus selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas.

    – Selalu mengingat Allah SWT

    Dengan membaca doa saat memakai baju baru, seorang muslim diingatkan untuk selalu mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas kita. Hal ini juga menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diberikan-Nya.

    Agar dijauhkan dari keburukan ataupun kejahatan saat mengenakan baju baru yang dipakainya
    Dalam doa tersebut, seorang muslim juga berlindung kepada Allah SWT dari kejahatan yang mungkin terkandung pada pakaian tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai seorang muslim, hendaknya harus selalu waspada.

    Dari pemaparan di atas, doa saat memakai baju baru merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitas seorang muslim.

    Dalam doa tersebut, seorang muslim memohon kepada Allah SWT agar memberikan kebaikan dari pakaian tersebut dan melindungi diri dari kejahatan yang mungkin terkandung di dalamnya.

    Sebagai seorang muslim, kita harus selalu berdoa dan memohon kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas. Semoga bermanfaat ya. Detikers!

    (dvs/dvs)

    Doa Memakai Baju Baru, Amalkan Sebagai Tanda Syukur

    Sumber : www.detik.com

  • Apa yang Dilakukan Rasulullah SAW saat Terbangun Tengah Malam?

    Apa yang Dilakukan Rasulullah SAW saat Terbangun Tengah Malam?


    Jakarta –

    Sebagian muslim mungkin pernah mengalami terbangun di tengah malam hari karena sebab tertentu misalnya, mendengar suara, mimpi, atau berpindah posisi. Bagi yang mengalami hal itu, Rasulullah SAW pernah menganjurkan sebuah kesunnahan.

    Berdasarkan sejumlah keterangan hadits dalam buku Doa-doa Rasulullah SAW oleh Ibnu Taimiyah, Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca zikir dan memanjatkan doa. Selain itu, Rasulullah SAW diceritakan mengambil air wudhu dan salat malam saat terbangun tersebut.

    Keterangan ini berdasarkan dari Abdullah ibnu Abbas RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah terbangun tengah malam lalu beliau segera mengambil air wudhu dan melanjutkan tidurnya kembali. Berikut bunyi haditsnya,


    “Suatu ketika di tengah malam, Rasulullah terbangun karena ingin membuang hajat. Kemudian setelah itu, beliau berwudhu dan tidur kembali.” (HR Bukhari)

    Zikir dan Doa Rasulullah SAW saat Terbangun Tengah Malam

    Dikutip dari Kitab Ad Da’awat dalam hadits Ubadah bin Shamit RA, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang terbangun dari tidurnya pada malam hari kemudian ia mengucapkan:

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. الْحَمْدُ لِلَّهِ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ.

    Arab latin: Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikala lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli sya’in qadir. Alhamdulillah wa subhaanallaah, wa la ilaaha llallah, wallahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illa billaah.

    Artinya: Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan pujian dan Dialah Dzat yang Maha Kuasa, segala puji bagi Allah, Maha suci Allah, tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya melainkan karena Allah.

    Kemudian dia berkata, ‘Ya Allah, ampunilah aku,’ atau ia memanjatkan doa maka hal tersebut (istigfar maupun doa itu) akan dikabulkan. Kemudian jikadia berwudhu lalu mendirikan salat maka salatnya tersebut akan diterima.” (HR Bukhari)

    Selain itu, dikutip dari Sunan at-Tirmidzi Jilid 4 oleh Muhammad bin Isa bin Saurah (Imam at-Tirmidzi), Rasulullah SAW juga mengamalkan zikir lain sebagaimana disebut dalam riwayat dari Muhammad bin Nashar yang pernah mengutip dari Ummi Salamah RA. Ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah membaca zikir berikut saat terbangun di tengah malam

    كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا تَعَارٌ مِنَ البَلِ، قَالَ: رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ، وَاهْدِ السبيل الأقوم

    Arab latin: Rabbiġْfir wārْḥamْ, wāhْdi lissabīl al-ʾaqūm

    Artinya: Ya Tuhan, ampuni dan kasihanilah kami serta tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.

    Zikir berikut juga diamalkan Rasulullah SAW saat terbangun dari tidur karena terkejut. Bacaannya bersumber dari hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, An Nasa’i, dan At Tirmidzi dari kakek Amr bin Syu’aib.

    بِسْمِ اللَّهِ أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَرَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَنْ يَحْضُرُون

    Arab latin: Bismillahi ‘ā’ūْḏu bikalimātillahi al-ttāmmaẗi minْ ġaḍabihi waʿiqābihi wasyarri ʿibādihi waminْ hamarāti assyayāṭīni waʾānْ yaḥْḍurūn

    Artinya: Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami beberapa kalimat yang diucapkan karena terkejut ketika tidur, “Dengan nama Allah, aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kemarahan, siksaan, dan kejahatan hamba-hamba-Nya, serta dari segala gangguan setan dan dari kedatangan mereka.”

    Rasulullah SAW juga menganjurkan muslim yang terbangun pada tengah malam untuk mengangkat kain selimutnya sebelah dalam, kemudian bagian tersebut digunakan untuk membersihkan tempat tidur. Setelahnya, baru bisa dilanjutkan tidur berbaring dengan lambung kanan.

    قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ : إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى فِرَاشِهِ فَلْيَنْزِعْ دَاخِلَة إِزَارِهِ ثُمَّ لْيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ فَإِنَّهُ لايَدْرِى مَا حَدَثَ عَلَيْهِ بَعْدَهُ ثُمَّ لْيَضْطَجِعْ عَلَى جَنْبِهِ الأَيْمَنِ ثُمَّ لَيَقُلْ ، بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا ، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا حَفِظْتَ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Artinya: Rasulullah SAW bersabda, ‘Apabila seseorang dari kamu bangun di waktu malam, lalu kembali ke tempat tidurnya, hendaklah ia mengangkat kain selimutnya yang sebelah dalam. Kemudian hendaklah ia membersihkan tempat tidur itu dengannya. Karena, ia tidak mengetahui apa yang telah ada di tempat tidur itu sesudahnya. Setelah itu, hendaklah ia berbaring di atas lambung kanannya itu lalu mengucapkan, ‘Dengan nama-Mu, ya Allah, aku meletakkan lambungku; dan dengan nama-Mu aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan jiwaku, rahmatilah dia. Jika Engkau melepaskannya, peliharalah dia sebagaimana Engkau memelihara jiwa hamba-hamba-Mu yang baik-baik.”

    (rah/erd)

    Apa yang Dilakukan Rasulullah SAW saat Terbangun Tengah Malam?

    Sumber : www.detik.com

  • 3 Doa setelah Sholat Dhuha dan Tata Cara Pengerjaannya

    3 Doa setelah Sholat Dhuha dan Tata Cara Pengerjaannya


    Jakarta –

    Sholat Dhuha merupakan amalan sunnah yang mengandung banyak keutamaan. Salah satu keutamaan sholat shuha adalah diampuni dosanya meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan, seperti tercantum dalam sebuah hadits yang berbunyi:

    “Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    Menukil buku Sholat Dhuha Dulu, Yuk susunan Imron Mustofa, Nabi SAW pernah berwasiat kepada Abu Hurairah RA untuk menjaga sholat Dhuhanya, dia berkata:


    “Kekasihku, Rasulullah SAW telah berwasiat kepadaku dengan puasa 3 hari setiap bulan, serta dua rakaat Dhuha dan witir sebelum tidur.” (HR Bukhari, Muslim, dan Abu Bakar)

    Selepas sholat Dhuha, ada doa yang dapat dipanjatkan oleh kaum muslimin. Apa saja? Berikut bahasannya yang dinukil dari buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki susunan Ustaz Arif Rahman.

    3 Doa setelah Sholat Dhuha

    1. Doa setelah Sholat Dhuha

    للّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
    اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

    Arab latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka

    Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

    Artinya: “Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha, kecantikan itu adalah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu.”

    “Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

    2. Dzikir setelah Sholat Dhuha

    اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

    Arab latin: Allohummaghfirli wa tub ‘alayya innaka antat tawwabur rohimu

    Artinya: “Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun.”

    Dikatakan dalam hadits yang diceritakan Aisyah RA, Nabi SAW membaca dzikir di atas usai sholat Dhuha sebanyak 100 kali. Hadits ini diriwayatkan beberapa perawi, salah satunya Bukhari.

    3. Doa Sayyidul Istighfar

    Doa ini adalah bagian dari dzikir pagi yang bisa dibaca tiap muslim.

    اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

    Arab latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

    Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

    Tata Cara Pengerjaan Sholat Dhuha

    Merangkum arsip detikHikmah, sholat Dhuha bisa dilaksanakan dengan jumlah rakaat yang berbeda mulai 2-12 rakaat. Jumlah ini disesuaikan dengan kemampuan setiap muslim, berikut tata cara pengerjaannya.

    1. Niat

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    Bacaan latin: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta’aalaa

    Artinya: “Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala”

    2. Takbiratul Ihram
    3. Membaca doa iftitah
    4. Membaca surah Al-Fatihah
    5. Membaca salah satu surah Al Qur’an
    6. Rukuk
    7. I’tidal
    8. Sujud pertama
    9. Duduk di antara dua sujud
    10. Sujud kedua
    11. Bangkit dan melaksanakan rakaat kedua sesuai yang dilakukan pada rakaat pertama
    12. Tasyahud akhir dan salam
    13. Kemudian dapat kembali melaksanakan shalat dhuha sesuai dengan total jumlah rakaat yang diinginkan. Misalnya untuk empat rakaat 2-2 enam rakaat 2-2-2 dan seterusnya.

    Itulah 3 doa setelah sholat Dhuha dan tata cara pengerjaannya. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)

    3 Doa setelah Sholat Dhuha dan Tata Cara Pengerjaannya

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Ibu Bapak untuk Anak dan Sebaliknya: Arab, Latin, dan Terjemahan

    Doa Ibu Bapak untuk Anak dan Sebaliknya: Arab, Latin, dan Terjemahan


    Jakarta –

    Allah SWT memberi keistimewaan kepada ibu bapak kita. Setiap doa yang dipanjatkan oleh mereka pasti diijabah oleh-Nya, mulai dari hal yang baik maupun sebaliknya.

    Keistimewaan itu tercantum dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda:

    ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لَا شَكٍّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ


    Artinya: Tiga doa yang mustajab dan tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang berpergian dan doa baik orang tua untuk anaknya.

    Sedangkan dalam hadits lain dari Anas bin Malik ra, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

    Artinya: Tiga doa yang pasti diijabah adalah doa orang tua, doa orang berpuasa dan doa orang musafir.

    Maka dari itu, orang tua harus berhati-hati dalam mendoakan anaknya. Sebagaimana yang tercantum dalam buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya karya Aulia Fadli.

    Doa Ibu Bapak untuk Anaknya

    Banyak sekali doa yang bisa dipanjatkan oleh orang tua untuk anaknya. Di bawah ini adalah beberapa contoh doa yang bisa diamalkan.

    Doa Agar Anak Cerdas

    Berikut adalah doa yang bisa dipanjatkan supaya dikaruniai anak yang cerdas, sebagaimana yang tercantum dalam buku Madinatul Ilmi yang berjudul Risalah Doa & Zikir Keluarga,

    أَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادِيْ وَذُرِّيَّاتِي مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ وَأَهْلِ الْخَيْرِ وَلَا تَجْعَلْنِي وَإِيَّاهُمْ مِنْ أَهْلِ السُّوْءِ وَأَهْلِ الضَّيْرِ وَارْزُقْنِي وَإِيَّاهُمْ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَخُلْقًا حَسَنًا وَالتَّوْفِيقَ لِطَّاعَةِ وَفَهُم النَّبِيِّينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِرَبِّ الْعَالَمِين

    Latin: Allahummaj al aulaadii wa dzurriyyatii min ahlil ilmi wa ahlil khoiri walaa taj alnii waiyyaahum min ahlissu i wa ahlidh dhoiri warzuqnii wa iyyaahum ilman naafi an wa rizqon waasi an wa khuluqon hasanan wat taufiqo liththoo ati wa fahman nabiyyiina wal hamdulillahi robbil aalamin

    Artinya: Ya Allah, jadikanlah hamba, anak-anak hamba dan cucu-cucu hamba ke dalam golongan ahli ilmu dan ahli kebaikan. Jangan jadikan kami sebagai ahli kejahatan dan ahli kerusakan. Berilah hamba rezeki dan berilah mereka ilmu yang bermanfaat serta rezeki yang luas, tubuh yang baik, petunjuk untuk taat serta pemahaman sebagaimana pemahaman para nabi. Segala puji bagi-Mu Tuhan semesta alam.

    Doa Agar Anak Sholeh

    Dalam buku Indahnya Pernikahan dan Rumahku, Surgaku oleh H. Ade Saroni, doa agar anak sholeh selanjutnya tercantum dalam beberapa ayat yang ada pada Al-Qur’an, yaitu:

    Surat Al-Furqan ayat 74:

    وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا

    Latin: walladzina yaquluna rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw waj’alna lil muttaqina imama

    Artinya: Dan, orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami penyejuk mata dari pasangan dan keturunan kami serta jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.

    Surat Ibrahim ayat 40:

    رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ

    Latin: rabbij alni muqimash shalati wa min dzurriyyati rabbana wa taqabbal du aa

    Artinya: Ya rab, jadikanlah hamba dan sebagian anak cucu hamba orang yang tetap melaksanakan sholat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doa hamba.

    Doa Anak untuk Ibu Bapaknya

    Begitu pun sebaliknya, mendoakan ibu bapak adalah wujud bakti seorang anak kepada orang tuanya. Hal ini menjadi salah satu ungkapan terima kasih untuk mereka karena telah merawat dan membesarkan kita.

    Karena kebaikan itu, sudah sepatutnya bagi seorang anak untuk berperilaku baik kepada ibu bapak kita. Allah pun melarang seorang anak untuk membentak kedua orang tuanya.

    Perintah ini langsung dari Allah SWT dalam Surah Al-Isra ayat 23 yang berbunyi:

    وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا .

    Arab Latin: Wa qada rabbuka alla ta’ budu illaa iyyahu wa bil walidaini iḥsana, imma yabluganna indakal kibara aḥaduhuma au kilahuma fa la taqul lahuma uffiw wa la tan har huma wa qul lahuma qaulang karima.

    Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah satu di antara keduanya atau keduanya sudah berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka jangalah sekali-kali kamu mengatakan kepada mereka perkataan “ah” dan jangan pula kamu membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”

    Berikut lafaz doa yang bisa dipanjatkan untuk mendoakan ibu bapak kita:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Rabbighfirli wali walidayya warhamhuma kamarabbayani shaghira

    Artinya: Ya Tuhan, ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba. Sayangi mereka seperi mereka menyayangi aku di waktu kecil.

    (hnh/erd)

    Doa Ibu Bapak untuk Anak dan Sebaliknya: Arab, Latin, dan Terjemahan

    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Pengusir Setan dan Jin, Bisa Diamalkan di Rumah

    4 Doa Pengusir Setan dan Jin, Bisa Diamalkan di Rumah


    Jakarta –

    Godaan setan dan jin tidak akan habisnya untuk mengajak manusia kepada kemaksiatan. Selain selalu berusaha menjauhi hal-hal yang mendatangkan dosa, kita juga perlu mengucapkan doa kepada Allah SWT agar dilindungi oleh-Nya. Lalu bagaimana bunyi doa tersebut?

    Doa pengusir setan dan jin sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk semua pengikutnya. Nabi Muhammad SAW tidak hanya mengajarkan satu doa namun ada beberapa doa yang berbeda untuk menangkal setan dan jin dari merusak iman kita.

    Berikut merupakan doa pengusir setan dan jin yang sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk diamalkan sehari-hari.


    4 Kumpulan Doa Pengusir Setan dan Jin

    1. Doa Pengusir Setan dan Jin di Kamar Mandi

    Menurut buku Sukses Dunia-Akhirat Dengan Doa-Doa Harian oleh Mahmud Asy-Syafrowi bahwa setan dan jin menyukai tempat buang hajat atau kamar mandi. Alasannya adalah karena kamar mandi adalah tempat yang kotor, sering digunakan untuk membuka aurat, dan juga tempat yang jarang atau sepi dari dzikrullah.

    Oleh karena itu, sebelum masuk kamar mandi, Rasulullah SAW selalu mengajarkan umatnya untuk membaca doa mohon perlindungan dari gangguan jin dan setan.

    Dari Zaid bin Arqam RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, tempat buang kotoran ini dihadiri (ditempati oleh setan). Maka, jika salah seorang dari kalian mendatanginya, maka hendaklah ia mengucapkan:

    أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

    “Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lainnya).

    Dalam riwayat lain dari Anas RA, beliau mengajarkan doa isti’adzah yang didahului bacaan basmalah yaitu:

    بِسْمِ اللّٰهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

    Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ma’mari dengan sanad yang shahih atas syarat Muslim)

    2. Doa Pengusir Setan dan Jin dari Bisikannya

    Dinukil dari buku Doa Ajaran Ilahi oleh Anis Masykhur dan Jejen Musfah, doa untuk dilindungi dari godaan setan yang diambil dari ayat Al-Qur’an surah Al-Mu’minun ayat 97-98 adalah sebagaimana berikut,

    رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيْطِيْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونَ

    Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

    3. Doa Pengusir Setan dan Jin pada Siang-Malam

    M. Khalilurrahman Al Mahfani dalam bukunya yang berjudul Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera dicantumkan juga sebuah doa yang digunakan untuk mengusir setan.

    أعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ الثَّامَاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ، وَذَرَا وَبَرَا وَمِن شَرِّ مَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِن شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الْأَرْضِ ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ أِلَّا طَارِ قًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَارَ حْمٰنُ . رواه أحمد عن عبد الرحمن بن عنبى

    Arab latin: A’uudzu bi kalimaatil laahit taammaatillatii laa yujaawizuhunna barruw wa laa faajirum min syarri maa khalaq, wa dzara-a wa bara-a wa min syarri maa yunazzilu minas samaa-i wa min syarri maa ya’ruju fiihaa, wa min syarri maa dzara-a fil ardh, wa min syarri ma yakhruju minhaa, wa min syarri fitanil laili wan nahaar, wa min syarri kulli thaariqin illaa thaarigan yathruqu bi khairin yaa rahmaan.

    Atinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, yang tidak ada kebajikan dan kejahatan yang dapat melampauinya dari kejahatan mahluk-Nya, dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan sesuatu yang naik di dalamnya, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan di muka bumi, dari kejahatan yang keluar dari padanya, dari kejahatan fitnah pada waktu malam dan pada waktu siang, dan dari kejahatan setiap jalan, kecuali jalan menuju kepada kebaikan, ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.” (HR Ahmad dari Abdurrahman)

    4. Doa Pengusir Setan dan Jin beserta Sekutunya

    Bacaan doa ini termaktub dalam buku Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah oleh Fathuri Ahza Mumtaza. Doa tersebut berbunyi,

    اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.

    Arab latin: Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, ‘aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai’in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A’uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih.

    Artinya: “Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya.” (HR Abu Dawud dan At-Timidzi)

    Tags:

    Doa

    Setan

    Jin

    Godaan setan

    Iman

    (rah/rah)

    4 Doa Pengusir Setan dan Jin, Bisa Diamalkan di Rumah

    Sumber : www.detik.com

  • Doa Melepas Pakaian agar Terhindar dari Tatapan Jin dan Setan

    Doa Melepas Pakaian agar Terhindar dari Tatapan Jin dan Setan


    Jakarta –

    Rasulullah SAW sudah menganjurkan muslim untuk melafalkan doa di setiap memulai kegiatan. Bahkan untuk melepas pakaian sekalipun, Rasulullah SAW juga sudah mengajarkan doa melepas pakaian agar terhindar dari ‘ain Jin yang suka melihat aurat manusia.

    Pakaian diciptakan kepada anak cucu Adam sebagai pelindung yang telah diberikan oleh-Nya. Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 26,

    يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ


    Artinya: Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

    Doa Melepas Pakaian dan Artinya

    Bacaan doa melepas pakaian yang dapat diamalkan sebagaimana dijelaskan dalam buku Tuntunan Doa & Zikir Sehari-hari yang ditulis oleh Redaksi QultumMedia. Berikut bacaannya,

    اَللَّهُمَّ انْزَعْ عَنِيْ رَبَّقَةً النِّفَاقِ وَثَبِتْنِيْ عَلَى الْإِيمَانِ

    Arab latin: Alloohummanza’ ‘annii robqo- tan nifaaqi wa tsabbitnii ‘alal iimaan.

    Artinya: “Ya Allah, lepaskanlah dariku ikatan sifat munafik dan tetapkanlah aku pada keimanan.”

    Selain itu, ada bacaan doa melepas pakaian versi pendek yang diterangkan dalam buku 24 Jam Hidup dengan Doa dan Amal Harian Rasulullah oleh Abu Bakar bin As-Sina.

    بِسمِ اللّٰهِ الَّذِي لَا إِلٰهَ اِلَّا هُوَ

    Arab latin: Bismillahil ladzi lailaha illa huwa

    Artinya: Dengan nama Allah Yang Tiada Tuhan melainkan Dia.

    Atau bila khawatir terlupa dengan bacaannya, muslim bisa cukup mengucapkan basmalah seperti yang dijelaskan oleh Imam Tirmidzi, yang diambil dari buku Ensiklopedia Doa Muslimah oleh TIM GIP.

    بِسمِ اللّٰهِ

    Arab latin: Bismillah

    Artinya: Dengan menyebut nama Allah. (HR Tirmidzi)

    Keutamaan Baca Doa Melepas Pakaian

    Salim Rosyadi dalam buku Living Hadis menjelaskan beberapa alasan pentingnya untuk perlu mengamalkan doa sebelum melepas dan memakai pakaian. Beberapa di antaranya seperti, untuk melindungi tubuh kita saat aurat terbuka, rasa malu dan hormat pada malaikat yang selalu bersama kita, hingga untuk melindungi tubuh dari pandangan jin.

    Doa melepas pakaian sangat dianjurkan untuk diucapkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Sebab setan dan jin sangat menyukai aurat manusia. Bahkan tatapan mereka bisa menyebabkan dampak buruk untuk manusia yang bisa disebabkan oleh ‘ain.

    Menurut buku Alam Jin yang ditulis oleh Al-Imam As-Suyuthi, setan dan jin sangatlah menyukai aurat-aurat Bani Adam. Apalagi ketika memasuki kamar mandi untuk mandi, tentunya seseorang akan membuka auratnya. Padahal tempat itu adalah sarang dari para jin dan setan.

    Rasulullah SAW mengatakan bahwa pembatas antara pandangan jin dan aurat manusia adalah lafaz basmalah. Sebagaimana yang termaktub dalam hadits riwayat Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah mentakhrij dari Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمُ الْخَلَاءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

    Artinya: Tabir antara mata jin dan aurat-aurat Bani Adam jika salah seorang di antara kalian masuk kamar mandi ialah jika dia mengucapkan, “Bismillah.”

    (rah/rah)

    Doa Melepas Pakaian agar Terhindar dari Tatapan Jin dan Setan

    Sumber : www.detik.com

  • Hadits dan Ayat Al-Qur’an tentang Larangan Minum Khamr

    Hadits dan Ayat Al-Qur’an tentang Larangan Minum Khamr


    Jakarta –

    Khamr adalah semua jenis minuman yang bersifat memabukkan. Sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits menjelaskan tentang larangan meminum khamr.

    Dikutip dari buku Pengantar Studi Quran, Fiqih, Manhaj oleh H. Brilly El-Rasheed, secara bahasa, khamr berarti menutupi. Sedangkan secara istilah, khamr diartikan sebagai sebagai jenis minuman yang memabukkan dan menutupi kesehatan akal. Khamr bisa berasal dari buah-buahan seperti anggur, kurma, madu, gandum, dan biji sya’ir.

    Allah SWT mengharamkan khamr bukan tentu karena hal tersebut buruk untuk manusia. Khamr adalah induk dari segala macam dosa yang memiliki mudharat yang besar karena dapat membahayakan jiwa, raga, dan akal, serta harta peminumnya.


    Ayat Al-Qur’an dan Hadits Larangan Meminum Khamr

    Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an berkaitan dengan pelarangan meminum khamr. Berikut beberapa ayat tersebut:

    1. Surah Al Baqarah Ayat 219

    يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِۗ قُلْ فِيْهِمَآ اِثْمٌ كَبِيْرٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِۖ وَاِثْمُهُمَآ اَكْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَاۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَ ەۗ قُلِ الْعَفْوَۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُوْنَۙ

    Artinya: Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang khamr dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. (Akan tetapi,) dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya.” Mereka (juga) bertanya kepadamu (tentang) apa yang mereka infakkan. Katakanlah, “(Yang diinfakkan adalah) kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berpikir.

    2. Surah Al Maidah Ayat 90

    يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

    Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

    Ada sejumlah hadits mengenai larangan untuk meminum khamr. Salah satunya, dikutip dari buku Dosa Dosa Besar oleh Imam Adz-Dzhabi, Rasulullah SAW bersabda,

    اخْتَنِبُوا الخَمْرَ فَإِنَّهَا أُمُّ الْخَبَائِثِ

    Artinya: “Jauhilah arak, sebab ia merupakan induk segala hal yang kotor (keji).”

    Dalam riwayat lain, Ibnu ‘Umar berkata yang mengutip dari sabda Rasulullah SAW.

    كُلُّ مُسْكِرٍ حَمْرٌ وَكُلُّ حَمْرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا وَمَاتَ وَلَمْ يَتُبْ مِنْهَا وَهُوَ مُدْمِنُهَا لَمْ يَشْرَبْهَا فِي الآخِرَةِ

    Artinya: Semua yang memabukkan itu disebut khamr (arak). Dan semua khamr itu haram. Barangsiapa meminum khamr di dunia lalu mati dan belum bertaubat darinya juga dia masih terus meminumnya, niscaya ia tidak akan meminumnya di akhirat. (HR Muslim)

    Hal serupa dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW bersabda,

    ثَلاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمُ الجَنَّةَ مُدْمِنُ الخَمْرِ وَالْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَالدَّيَوْثُ وَهُوَ الَّذِي يُقِرُّ السُّوْءَ فِي أَهْلِهِ

    Artinya: Tiga golongan orang yang diharamkan Allah untuk masuk surga; yaitu orang yang terus-menerus minum khamr, orang yang durhaka kepada ibu- bapaknya, dan orang yang membiarkan istrinya berbuat serong. (HR Ahmad)

    Khamr adalah induk dari segala macam dosa yang memiliki mudharat yang besar karena dapat membahayakan jiwa, raga, dan akal, serta harta peminumnya. Untuk itu, khamr diharamkan karena dapat menghilangkan dan merusak akal manusia sehingga peminumnya menjadi seperti orang gila sekaligus merusak kesehatan manusia.

    (rah/rah)

    Hadits dan Ayat Al-Qur’an tentang Larangan Minum Khamr

    Sumber : www.detik.com

  • Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim dalam Islam, Ini Dalilnya

    Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim dalam Islam, Ini Dalilnya


    Jakarta –

    Berdoa adalah salah satu amalan dengan sejumlah keutamaan yang dapat dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Sejumlah ayat Al-Qur’an dan hadits pun menjelaskan keutamaan mendoakan sesama muslim.

    Islam sangat menganjurkan untuk berdoa karena terdapat keutamaan-keutamaan di dalamnya. Allah SWT berfirman dalam surah Ghafir ayat 60,

    وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


    Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

    Tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri. Seorang muslim juga dapat berdoa untuk orang lain apalagi bila orang yang didoakan juga tidak mengetahui hal tersebut.

    Keutamaan dan Dalil Mendoakan Sesama Muslim

    Keutamaan mendoakan sesama muslim disebutkan dalam salah satu hadits riwayat Muslim. Berdasarkan hadits tersebut, malaikat juga turut mendoakan orang yang berdoa tiap kali mereka mendoakan sesama muslim.

    مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلِ رَوَاهُ مُسْلِمٌ

    Artinya: “Tidaklah seorang muslim mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya itu kecuali malaikat berkata, ‘Dan untuk kamu juga seperti itu.’” (HR Muslim)

    Melalui riwayat lainnya disebutkan pula bawah mendoakan sesama muslim termasuk jenis doa yang mustajab atau dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

    دَعْوَةُ الْمَرْء الْمُسْلِم لأخيه بظهر الغيب مُسْتَجَابَةٌ، عندَ رأْسه مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلِّمَا دَعَا الأَخِيهِ بِخَيْرِ قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ، وَلَكَ بمثل رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

    Artinya: “Doa seorang muslim untuk saudaranya dengan tanpa sepengetahuan saudaranya itu mustajab. Di kepala seorang muslim itu ada malaikat yang diberi tugas; bila ia mendoakan kebaikan bagi saudaranya, maka malaikat yang diberi tugas itu mengucapkan, ‘Amin, dan untukmu juga seperti itu.’”

    Selain itu, dikutip dari Syarah Riyadhus Shalihin Jilid 3 karya Imam an Nawawi, ada beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan mengenai mendoakan orang lain tanpa sepengetahuannya. Salah satunya, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Hasyr ayat 10,

    وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ ١٠

    Artinya: “Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”

    Surah Muhammad ayat 19 berisikan memohonkan ampunan dosa bagi orang lain. Allah SWT berfirman:

    فَاعْلَمْ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْۢبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۚ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوٰىكُمْ ࣖ ١٩

    Artinya: “Ketahuilah (Nabi Muhammad) bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah serta mohonlah ampunan atas dosamu dan (dosa) orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Allah mengetahui tempat kegiatan dan tempat istirahatmu.”

    Allah SWT juga berfirman dalam surah Ibrahim ayat 41 tentang bacaan doa yang dapat diamalkan untuk mendoakan sesama muslim. Berikut bacaannya:

    رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ ࣖ ٤١

    Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku, dan orang-orang mukmin pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat).”

    (rah/rah)

    Keutamaan Mendoakan Sesama Muslim dalam Islam, Ini Dalilnya

    Sumber : www.detik.com

  • 4 Doa Pengusir Setan dan Jin, Bisa Diamalkan di Rumah

    Kumpulan Doa Ketenangan Hati dan Pikiran, Yuk Amalkan!


    Jakarta –

    Sebagai seorang hamba sudah sepatutnya kita memohon kepada Allah SWT dengan cara berdoa. Dalam Islam, segala sesuatu harus diawali dan diakhiri dengan doa.

    Doa juga dapat menjadi penenang kala hati dilanda rasa gundah dan gelisah. H M Amrin Ra’uf melalui bukunya yang berjudul Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah menjelaskan bahwa doa memiliki pengaruh baik bagi psikis seseorang.

    Ketika berdoa, rasa cemas dalam hati dan pikiran dapat teratasi. Berkaitan dengan itu, ada sejumlah doa ketenangan hati dan pikiran yang dapat dipanjatkan oleh umat Islam. Berikut bacaannya yang dikutip dari buku Doa Zikir Mohon Perlindungan & Ketenangan Hati susunan Darul Insan dan buku Panduan Lengkap Mengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an oleh Eko Nani Fitriono S Th I M P I.


    6 Doa Ketenangan Hati dan Pikiran

    1. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Pertama

    اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ (رواه البخاري)

    Arab latin: Allahumma innī a’ūdzu bika minal hammi wal ḥazan wal ‘ajzi wal kasal wal bukhli wal jubni wa dhala’id daini wa ghalabatir rijāl.

    Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya hamba berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemas dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”

    2. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Kedua

    لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

    Arab latin: La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.

    Artinya: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

    3. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Ketiga

    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّماَوَاتِ، وَرَبُّ اْلأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

    Arab latin: Laa ilaaha illallahul ‘adziim al haliim laa ilaaha illallah rabbul ‘arsyil ‘azhiim, laa ilaaha illallah rabbus samaawati wa rabbul ardli wa rabbul arsyil kariim

    Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb (Pemilik) ‘Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb pemilik ‘Arsy yang mulia.”

    4. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Keempat

    اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

    Arab latin: Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat.

    Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian.”

    5. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Kelima

    رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

    Arab latin: Rabbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wahablana min ladunka rahmatan innaka antal wahhab.

    Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).”

    6. Doa Ketenangan Hati dan Pikiran Versi Keenam

    رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

    Arab latin: Robbisrohlii sodrii, wa yassirlii amrii, wahlul ‘uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’

    Artinya: “Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

    Demikian doa ketenangan hati dan pikiran yang dapat diamalkan oleh kaum muslimin. Semoga bermanfaat.

    (aeb/erd)

    4 Doa Pengusir Setan dan Jin, Bisa Diamalkan di Rumah

    Sumber : www.detik.com