All posts by admin

Doa sesudah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arti dan Keutamaan


Jakarta

Sholat Dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dapat dikerjakan oleh umat Islam. Dalam pelaksanaannya, akan lebih baik jika menutupnya dengan membaca doa sesudah sholat Dhuha.

Pengertian Sholat Dhuha

Merujuk pada buku Berkah Shalat Dhuha karya M. Khalilurrahman Al Mahfani, sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan di pagi hari. Waktu sholat Dhuha dimulai ketika matahari mulai naik sepenggalah atau setelah terbit matahari (sekitar jam 07.00) hingga sebelum masuk waktu Zuhur ketika matahari belum naik pada posisi tengah-tengah.

Keutamaan Sholat Dhuha

Sholat Dhuha memiliki sejumlah keutamaan. Dirangkum dari sumber buku sebelumnya, berikut keutamaan sholat Dhuha:


Pahala yang Besar

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang sholat Subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir untuk Allah sampai matahari terbit kemudian (dilanjutkan dengan) mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sepenuhnya, sepenuhnya, sepenuhnya.” (HR Tirmidzi)

Dibangunkan Istana di Surga

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangun baginya istana dari emas di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Menghapus Dosa-dosa

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang menjaga sholat Dhuha, maka dosa-dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi dan lainnya)

Mendapatkan Keberkahan dalam Hidup

Dalam hadits qudsi yang diriwayatkan dari Abu Darda, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) karena Aku pada awal siang (sholat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan) mu sampai sore hari.” (HR Tirmidzi)

Doa sesudah Sholat Dhuha dan Artinya

Umat Islam bisa membaca doa sesudah sholat Dhuha agar dilancarkan rezeki dan hajat lainnya. Mengutip buku Keberkahan Sholat Duha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki karya Arif Rahman, berikut doa sesudah sholat Dhuha lengkap dengan artinya:

Doa Pertama

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Bacaan latin: Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, keagungan itu adalah keagungan-Mu, keindahan itu adalah keindahan-Mu, kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit maka turunkanlah. Jika masih di dalam bumi maka keluarkanlah. Jika masih sukar maka mudahkanlah. Jika (ternyata) haram maka sucikanlah. Jika masih jauh maka dekatkanlah. Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Doa Kedua

Bacaan ini merupakan bagian dari bacaan dzikir yang dapat dibaca sesudah sholat Dhuha,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Bacaan latin: Allohummaghfirli wa tub ‘alayya innaka antat tawwabur rohimu.

Artinya: “Ya Allah, ampuni dosa saya dan terimalah taubat saya. Sesungguhnya Engkau maha penerima tobat dan Maha Pengampun.”

Doa Ketiga

Bacaan ini merupakan doa Sayyidul Istighfar yang dapat dibaca sesudah sholat Dhuha,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Bacaan latin: Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Cara Mengamalkan Doa sesudah Sholat Dhuha

Merujuk pada buku Penuntun Mengerjakan Shalat Dhuha karya Huriyah Huwaida, berikut cara mengamalkan doa sesudah sholat Dhuha agar diijabah,

Membaca Doa dengan Khusyuk dan Suara Lirih

Allah SWT berfirman dalam surah Al Isra ayat 110,

قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا ١١٠

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Serulah ‘Allah’ atau serulah ‘Ar-Raḥmān’! Nama mana saja yang kamu seru, (maka itu baik) karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaul Husna). Janganlah engkau mengeraskan (bacaan) sholatmu dan janganlah (pula) merendahkannya. Usahakan jalan (tengah) di antara (kedua)-nya!”

Menghayati Arti Doa dan Meyakini Bahwa Doanya akan Dikabulkan

Ketika berdoa hendaknya menghayati arti dari doa yang dipanjatkan dan menghindari kelalaian. Sebab, Allah SWT tidak mengabulkan doa orang yang lalai.

Rasulullah SAW bersabda, “Berdoalah kepada Allah dan kalian yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai, dan lengah (dengan doanya).” (HR Tirmidzi)

Mengamalkan Doa Setiap Hari dan Mengulang-ulang Doanya

Ibnu Mas’ud berkata, “Rasulullah SAW apabila beliau berdoa, beliau mengulangi tiga kali. Dan apabila beliau meminta kepada Allah, beliau mengulangi tiga kali.” (HR Muslim)

Manfaat Spiritual dari Doa sesudah Sholat Dhuha

Dirangkum dari buku Ampuhnya Fadhilah Dzikir & Doa Setelah Shalat Fardhu & Sunnah karya M. Amri Ra’uf, berikut beberapa manfaat spiritual dari doa sesudah sholat dhuha,

  • Akan melancarkan segala urusan
  • Semua urusan ekonomi akan dimudahkan
  • Badan akan senantiasa sehat

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Sakit Disebut Jadi Penggugur Dosa, Begini Haditsnya


Jakarta

Dalam Islam, sakit bukan hanya sekadar kondisi kesehatan melainkan juga ujian yang Allah SWT berikan. Mereka yang sakit memiliki keistimewaan.

Pada sebuah hadits bahkan disebutkan bahwa sakit dapat menjadi penggugur dosa seseorang. Benarkah demikian?

Hadits Sakit Penggugur Dosa

Menukil buku Bimbingan Orang Sakit susunan Saiful Hadi El-Sutha, apabila kaum muslimin dapat menyikapi sakit yang ia derita dengan sabar sekaligus berserah diri kepada Allah SWT niscaya sakitnya akan menjadi berkah. Setidaknya ada beberapa hadits yang menjelaskan terkait sakit sebagai penggugur dosa.


Diriwayatkan oleh Al Hakim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan menguji hamba-Nya dengan penyakit hingga penyakitnya itu akan menghapus segala dosa darinya.” (HR Al Hakim)

Dalam redaksi lain, terdapat juga hadits yang membahas sakit dapat menggugurkan dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Tidaklah menimpa seorang muslim suatu penyakit, keletihan, kepedihan, kesedihan, hingga kecemasan yang dirasakannya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya.” (HR Muslim)

Bahkan, Allah SWT berfirman dalam surah Al An’am ayat 17,

وَاِنْ يَّمْسَسْكَ اللّٰهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهٗٓ اِلَّا هُوَ ۗوَاِنْ يَّمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Dan jika Allah menimpakan keburukan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia sendiri. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Selain itu, sakit dapat menjadi kesempatan bagi seseorang untuk memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT. Hal ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa orang yang sakit akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang sehat jika ia tetap memperbanyak ibadah dan doa kepada Allah SWT.

Dr. Zaprulkhan menyebutkan dalam bukunya Hikmah Sakit Mereguk Kasih Sayang Ilahi, Allah SWT menghadirkan bermacam-macam penyakit kepada hamba-Nya dalam rangka membersihkan dosa-dosa yang telah dikerjakan. Jadi, sakit dapat menggugurkan dosa karena dosa merupakan salah satu dari musibah atau bencana yang dapat menguji keimanan seorang hamba.

Rasulullah bersabda, “Tiada henti-hentinya suatu bencana menimpa kepada orang mukmin lelaki maupun perempuan, baik mengenai dirinya atau sanak keluarganya, atau harta kekayaannya hingga ketika wafat dia menghadap Allah sudah dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.” (HR At Tirmidzi)

Anjuran Menjenguk Orang Sakit

Kaum muslimin juga dianjurkan untuk menjenguk sesamanya jika ada yang sakit. Dalam Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi dikatakan Nabi Muhammad SAW menjenguk sahabatnya yang sakit.

Ketika menjenguk kerabat yang sakit, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan dengan berbagai doa yang dibacakan untuk mengharapkan kesembuhannya.

Ada doa yang dibacakan Rasulullah SAW untuk mengharap kesembuhan orang yang sakit. Diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Arab latin: Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

7 Doa Nabi Muhammad yang Diabadikan dalam Al-Qur’an



Jakarta

Salah satu tujuan berdoa adalah untuk menyampaikan harapan dan permohonan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW semasa hidup juga banyak memohon lewat doa-doa yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an.

Al-Qur’an dan hadits banyak menjelaskan tentang berdoa. Bahkan Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memohon dan berdoa, sebagaimana termaktub dalam Surat Ghafir ayat 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ


Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Mengutip buku Doa dalam Al-Quran dan Sunnah oleh M Quraish Shihab Al-Qur’an disebutkan bahwa Al-Qur’an tersusun dari rangkaian doa-doa. Al-Qur’an membuka ayat-ayatnya dengan surat Al Fatihah. Pembukaan ini dimulai dengan pengajaran bagaimana memulai berdoa dengan memuji-Nya dan menanamkan kesadaran tentang kuasa-Nya, kemudian baru disusul dengan doa agar diantar ke jalan yang lurus.

Dalam Al-Qur’an juga tersusun doa-doa yang dipanjatkan para nabi dan rasul. Termasuk doa-doa Nabi Muhammad SAW yang diabadikan dalam beberapa ayat.

Doa Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an

Berikut beberapa doa Nabi Muhammad SAW yang diabadikan dalam Al-Quran.

1. Surat Ali Imran ayat 26-27

اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَاۤءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاۤءُۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاۤءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاۤءُۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاۤءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: “Wahai Allah, Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”

2. Surat al-Baqarah ayat 201

رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Ya Tuhan kami, berikan kami kebaikan di dunia dan kenaikan di akhirat, dan lindungilah kamu dari azab neraka” (QS al-Baqarah: 201).

3. Surat Al-Isra’ ayat 80

رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

Artinya: “Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”

4. Surat Al-Isra’ ayat 111

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya”

5. Surat Az-Zumar ayat 46

اللّٰهُمَّ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ عٰلِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ اَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْ مَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ

Artinya: “Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, Engkaulah yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu tentang apa yang selalu mereka perselisihkan”

6. Surat al-Mu’minun ayat 118

رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan (berilah) rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik” (

7. Surat Thaha ayat 114

رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا

Artinya: “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”

Itulah beberapa doa yang pernah dipanjatkan Nabi Muhammad SAW semasa hidupnya. Doa-doa ini diabadikan dalam Al-Qur’an dan dapat menjadi amalan bagi setiap muslim.

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Setelah Wudhu dan Manfaat Mengamalkannya, Muslim Sudah Tahu?


Jakarta

Doa setelah wudhu dapat dipanjatkan oleh umat Islam. Anjuran ini merujuk pada hadits dari Umar bin Khattab RA yang dinukil dari Kitab Al-Adzar susunan Imam Nawawi.

Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa berwudhu lalu mengucapkan, ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya’, maka dibukakanlah baginya kedelapan pintu surga, di mana dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan dalam Al-Kubra dan Amal Al-Yaum wa Al-Lailah, Ibnu Majah dan Lainnya)


Pada dasarnya, wudhu diartikan sebagai menggunakan air suci ke atas anggota tubuh tertentu yang telah dijelaskan dan disyariatkan oleh Allah SWT. Selain itu, wudhu juga bisa diartikan sebagai bersuci sebelum sholat seperti dikutip dari buku Sifat Wudhu & Shalat Nabi susunan Syaikh Muhammad Fahd dan Syaikh Bin Baz.

Adapun, terkait dalil wudhu dijelaskan dalam surah Al Maidah ayat 6.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

Lalu, bagaimana doa setelah wudhu?

Bacaan Doa Setelah Wudhu

Menurut buku Tuntunan Doa & Zikir untuk Segala Situasi & Kebutuhan oleh Ali Akbar bin Aqil, setidaknya ada dua versi doa setelah wudhu yang dapat dibaca.

1. Doa Setelah Wudhu Versi Panjang

أَشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ ، سُبْحانَكَ اللّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Arab latin: Asy-hadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asy-hadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu, allaahummaj’alnii minat tawwaabiin, waj’alnii minal mutathahhiriin, subhanakallahumma wa bi hamdika, asy- hadu an laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk golongan yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk golongan yang menyucikan diri. Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

2. Doa Setelah Wudhu Versi Pendek

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Arab latin: Allahummaj-‘alnii minat-tawwaabiina waj-‘alnii minal- mutathahhiriin.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri.” (HR Tirmidzi)

Manfaat Mengamalkan Doa Setelah Wudhu

Membaca doa setelah wudhu mengandung banyak manfaat. Dijelaskan oleh DR H Sagiran melalui buku Gantung Wudhu, kalimat اللّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ, kata مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ diartikan sebagai orang-orang yang bertobat.

Dari tobat tersebut artinya menyucikan kita dari dosa-dosa dengan perantara wudhu. Karenanya, dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa tetesan air wudhu ibarat bergugurannya dosa-dosa kita. Dengan memanjatkan doa tersebut, Allah SWT menjadikan kita sebagai orang-orang yang suci.

Itulah doa setelah wudhu dan manfaat mengamalkannya. Jangan lupa dibaca ya!

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa ketika Gempa Bumi agar Mendapat Perlindungan Allah


Jakarta

Islam menganjurkan agar membaca doa ketika gempa bumi. Hal ini telah dicontohkan Rasulullah SAW dan para nabi terdahulu.

Gempa bumi merupakan bencana alam yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Bencana ini telah terjadi sejak zaman nabi terdahulu. Allah SWT berfirman dalam surah Al A’raf ayat 91,

فَاَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ


Artinya: “Maka, gempa (dahsyat) menimpa mereka sehingga mereka menjadi (mayat-mayat yang) bergelimpangan di dalam (reruntuhan) tempat tinggal mereka.”

Menurut Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkan M. Abdul Ghoffar, ayat tersebut menjelaskan tentang gempa dahsyat yang menimpa kaum Nabi Syu’aib AS. Peristiwa ini turut disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surah Hud ayat 94,

وَلَمَّا جَاۤءَ اَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَّالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ بِرَحْمَةٍ مِّنَّاۚ وَاَخَذَتِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوا الصَّيْحَةُ فَاَصْبَحُوْا فِيْ دِيَارِهِمْ جٰثِمِيْنَۙ

Artinya: “Ketika keputusan Kami (untuk menghancurkan mereka) datang, Kami selamatkan Syuʻaib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat Kami. Adapun orang-orang yang zalim, mereka dibinasakan oleh suara yang menggelegar sehingga mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka.”

Selain era Nabi Syu’aib AS, Allah SWT juga menimpakan gempa bumi kepada kaum Nabi Musa AS. Peristiwa ini dijelaskan dalam surah Al A’raf ayat 155-156.

Umat Nabi Muhammad SAW pun dianjurkan membaca doa ketika terjadi gempa bumi sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW.

Doa Gempa Bumi

Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha meriwayatkan hadits dengan sanad yang shahih dalam kitab Sunan Abu Dawud, Sunan an-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah dari Ibnu Umar RA, bahwa Nabi Muhammad SAW membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي ، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ ومِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allaahumma innii as-alukal ‘aafiyah fid dunya wal aakhirah, allaahumma innii as-alukal ‘afwa wal’aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii, allaahummastur ‘auraatii wa aamin rau’aatii, allaahummah fadhnii min baini yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaali wa min fauqii wa a’udzu bi ‘adhamatika an ughtala tahtii.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu kesejahteraan di dunia dan akhirat, ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu maaf, dan kesejahteraan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, semoga Engkau menutupi keburukanku, dan amankanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, semoga Engkau jaga aku dari arah sampingku, dari arah belakangku, depanku, dan dari arah atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dari tertiup keburukan dari bawahku (gempa bumi).”

Bacaan doa gempa bumi tersebut menjadi rangkaian dzikir pagi dan petang. Dalam riwayat tersebut juga dikatakan, Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan doa itu ketika pagi dan sore.

Bisa juga membaca doa gempa bumi sebagaimana termuat dalam buku Kumpulan Do’a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas sebagai berikut,

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْه

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, Allahumma ajirhum fii mushibatihim, wa akhlif lahum khoiran minha

Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah mereka pahala dalam musibah mereka dan gantilah dengan yang lebih baik.”

Doa Nabi Musa saat Kaumnya Tertimpa Gempa Bumi

Disebutkan dalam buku Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap karya Nasrullah dan Tim Shahih, Nabi Musa AS pernah memanjatkan doa ketika kaumnya tertimpa gempa bumi. Doa Nabi Musa AS ketika gempa bumi ini terdapat dalam Al-Qur’an surah Al A’raf ayat 155-156. Berikut bacaannya.

رَبِّ لَوْ شِئْتَ اَهْلَكْتَهُمْ مِّنْ قَبْلُ وَاِيَّايَۗ اَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاۤءُ مِنَّاۚ اِنْ هِيَ اِلَّا فِتْنَتُكَۗ تُضِلُّ بِهَا مَنْ تَشَاۤءُ وَتَهْدِيْ مَنْ تَشَاۤءُۗ اَنْتَ وَلِيُّنَا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاَنْتَ خَيْرُ الْغٰفِرِيْنَ وَاكْتُبْ لَنَا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ اِنَّا هُدْنَآ اِلَيْكَۗ

Rabbi lau syi’ta ahlaktahum min qablu wa iyyāy(a), atuhlikunā bimā fa’alas-sufahā’u minnā, in hiya illā fitnatuk(a), tuḍillu bihā man tasyā’u wa tahdī man tasyā'(u), anta waliyyunā fagfir lanā warḥamnā wa anta khairul-gāfirīn(a) . Waktub lanā fī hāżihid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati innā hudnā ilaik(a)

Artinya: “Ya Tuhanku, jika Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (Penyembahan terhadap patung anak sapi) itu hanyalah cobaan dari-Mu. Engkau menyesatkan siapa yang Engkau kehendaki dengan cobaan itu dan Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Pelindung kami. Maka, ampunilah kami dan berilah kami rahmat. Engkaulah sebaik-baik pemberi ampun. Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat. Sesungguhnya kami kembali (bertobat) kepada Engkau.”

(kri/lus)



Sumber : www.detik.com

Sebaik-baik Manusia Adalah yang Bermanfaat bagi Orang Lain, Ini Haditsnya


Jakarta

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Sudah sepantasnya sebagai manusia kita saling membantu dan berguna bagi satu sama lain.

Mengutip buku Kultum 23 Ramadhan susunan Heri Suprapto, berikut bunyi haditsnya:

“Seorang mukmin itu adalah orang yang bisa menerima dan diterima orang lain, dan tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak bisa menerima dan tidak bisa diterima orang lain. Dan sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR Thabrani)


Menukil dari buku Ketika Notaris Berdakwah karya H R Daeng Naja, hadits di atas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW menganjurkan kaum muslimin untuk berbuat baik terhadap makhluk yang lain. Ini menjadi indikator bagaimana mukmin yang sebenarnya.

Keberadaan manusia sebetulnya ditentukan oleh kemanfaatannya pada yang lain. Setiap perbuatan yang dilakukan maka balasannya juga akan kembali. Begitu pula jika kita memberi manfaat kepada orang lain, maka manfaatnya akan kembali pada diri kita sendiri.

Dikatakan dalam buku Handbook Wakaf Amerta oleh Dr Tika Widiastuti dkk, hakikat manusia yang utama ialah sebagai hamba Allah SWT. Sebagai seorang hamba, mereka melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Selain itu, dalam Al-Qur’an manusia dikatakan sebagai al-nas yang maknanya merujuk pada hakikat manusia dalam hubungannya dengan sesamanya. Manusia tidak dapat hidup tanpa keberadaan manusia lainnya karena mereka merupakan makhluk sosial.

Sifat manusia yang saling memerlukan membentuk pola hubungan dengan orang lain untuk saling memberi dan mengambil manfaat. Manusia terbaik akan lebih banyak memberi manfaat daripada mengambil manfaat dari hubungannya dengan manusia lainnya.

Manusia yang memberi manfaat banyak bahkan akan dicintai oleh Allah SWT seperti dijelaskan dalam hadits riwayat Ath-Thabrani,

“Ada sebuah hadits di mana seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab, ‘Yaitu, orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR Thabrani)

Selain itu, dikatakan pula manusia yang memberi manfaat sama seperti melakukan kebaikan yang besar pahalanya. Sebagaimana sabda Nabi SAW yang berbunyi,

“Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi sesuatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada itikaf sebulan di masjidku ini.” (HR Thabrani)

Cara Menjadi Orang Baik dan Bermanfaat

Untuk menjadi orang baik dan bermanfaat bagi orang lain dapat dilakukan dengan dua cara. Merujuk pada sumber yang sama, berikut sejumlah caranya.

1. Mempelajari Al-Qur’an dan Mengajarkannya

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari,

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari)

Dalam hadits riwayat Ahmad, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Sebaik-baik kalian islamnya adalah yang paling baik akhlak jika mereka menuntut ilmu.” (HR Ahmad)

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Sehabis Sholat Dhuha: Arab, Latin dan Artinya


Jakarta

Doa habis sholat Dhuha dapat dibaca oleh kaum muslimin. Banyak keutamaan yang terkandung dalam sholat Dhuha, khususnya terkait rezeki.

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, Rasulullah SAW bersabda:

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan 4 rakaat sholat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR Ahmad)


Adapun, terkait doa sehabis sholat Dhuha dapat dibaca untuk melancarkan rezeki dan hajat lain seperti dikutip dari buku Keberkahan Sholat Duha, Raih Rezeki Sepanjang Hari Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki susunan Arif Rahman.

Lantas, bagaimana bunyi doa sehabis sholat Dhuha?

Doa Sehabis Sholat Dhuha

Berikut bacaan doa sehabis sholat Dhuha yang dinukil dari buku Bertambah Kaya & Berkah dengan Shalat Dhuha tulisan ustaz Khalillurahman El-Mahfani.

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ

اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Arab latin:

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya :

“Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu waktu dhuha, kecantikan adalah kecantikanMu, keindahan itu keindahanMu, kekuatan itu kekuatanMu, kekuasaan itu kekuasaanMu, dan perlindungan itu, perlindunganMu.”

“Ya Allah, jika rezekiku masih diatas langit, turunkanlah .dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Keutamaan Sholat Dhuha

Merujuk pada sumber yang sama, dalam sejumlah hadits disebutkan terkait keutamaan sholat Dhuha. Salah satunya ialah diampuni dosanya meski sebanyak buih di lautan.

Rasulullah SAW bersabda,

“Siapapun yang melaksanakan sholat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

Selain itu, dikatakan pula kaum muslimin yang mendirikan sholat Dhuha sebanyak 12 rakaat akan dibuatkan istana di surga kelak. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barang siapa sholat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Itulah bacaan doa sehabis sholat Dhuha dan keutamaan mengamalkan ibadah sunnah tersebut. Jangan lupa dipanjatkan ya!

(aeb/erd)



Sumber : www.detik.com

Mengenal Ormas Islam di AS: ISNA



Jakarta

The Islamic Society of North America (ISNA) adalah salah satu organisasi muslim tertua di AS bagian utara. ISNA memiliki sejarah panjang dengan pengalaman pasang-surut yang pernah dialaminya. Dalam catatan perjalanannya, ISNA dihubungkan dengan keberadaan Muslim Brotherhood (Ikhwan al-Muslimun/IM) yang memiliki hubungan emosional dengan kelompok IM di Timur Tengah yang gigih memperjuangkan pembebasan Palestina dari cengkeraman Israel. Cikal bakalnya dianggap berasal dari the Muslim Students Association yang pernah dianggap salah satu entitas dari gerakan IM. Di antara tokoh IM ialah Ahmed Elkadi, keturunan Mesir dan Abdurrahman Alamudi. Nama terakhir ini pernah dicurigai kelompok hard liner.

Sikap pemerintah AS terhadap ISNA pernah agak khawatir, terutama dengan adanya sejumlah anggotanya lebih respek terhadap kelompok garis kelras. ISNA ditengarai memiliki agenda tersembunyi di balik agenda-agenda social keagamaan yang selama ini dilakukan. Namun perkembangan terakhir, terutama setelah perubahan pengurus, tampak ISNA lebih orisinal memperjuangkan hak-hak orang Islam yang bermasalah, tanpa melibatkan diri terhadap kelompok terlarang secara internasional seperti Alqaedah, ISIS, dan kelompok garis keras lainnya. ISNA memerlukan cukup banyak waktu untuk membersihkan kembali citra perjuangannya setelah sejumlah anggotanya terlibat memberi dukungan terhadap kelompok radikal.

Kini ISNA bantak melakukan advokasi terhadap kelompok muslim di AS bagian utara secara non-provit. ISNA berusaha untuik mengembalikan kekuatan dirinya sebagai salahsatu wadah untuk mendukung persatuan dan kesatuan umat Islam di Kawasan. Terlihat di dalam website yang dikelola alhamdulillah kini ISNA semakin tegar di tengah tantangan zaman. ISNA berusaha menghiger tenaga-tenaga professional dalam dirinya, mungkin ada dari state lain tertarik untuk mengisi kegiatan di antara sekian daftar program kerja yang ditawarkan di dalam ISNA.


Seperti ormas-ormas lainnya, ISNA juga berusaha merangkul segenap komunitas muslim yang ada di AS bagian utara untuk bersama-sama membangun peradaban bisnis, yang pada saatnya bisa memberikan kekuatan warga umat Islam di AS. Sejauh ini ISNA banyak menghaiger aktifis mahasiswa, khususnya yang beragama Islam untuk kembali membersrkan umat melalui ISNA. Pengurusnya yang pro-aktif melakukan loby, bukan hanya kepada komunitas muslim tetapi juga warga AS lain yang tertarik untuk mengembangkan civil society.

Presiden ISNA, Mohamed Magid, ikut juga dengan gigih mengikuti perkembangan penanganan umat Islam di AS. ISNA memberikan dukungan sepenuhnya terhadap usaha dan program deradikalisasi yang dilakukan pemerintah AS. Bersama-sama dengan seluruh jaringan internasionalnya, ISNA memberikan kontribusi nyata dengan mengajak kepada segenap umat Islam untuk menjauhi kekerasan di dalam beragama. Kekerasan apalagi terorisme tidak akan pernah mengangkat martabat umat Islam. Bahkan sebaliknya, menodai ciotra positif Islam sebagai agama pembebasan.

Jurnal dan artikel yang diforward melalui media ISNA, termasuk diskusi-diskusi rutin yang dilakukan di lingkungan internal ISNA juga mempunyai tema yang sama: Bagaimana mengembalikan ciptra positif Islam dan umat Islam di AS pasca 9/11. Kematangan para anggota ISNA juga tergambar dengan sikap arif mereka menanggapi statemen Donal Trump yang agak menyudutkan Islam. Kesabaran dan pengertian yang mendalam dilakukan komunitas Islam di AS justru melahirkan simpati dari kalangan warga non-muslim AS, khususnya dari kelompok minoritas. Islam dan umat Islam di AS saat ini mendapatkan simpati dari warga AS, khususnya yang tergabung di dalam oraganisasi yang non-mainstream.

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Orang Miskin Masuk Surga Lebih Dulu dari Orang Kaya, Ini Haditsnya


Jakarta

Allah SWT memberikan keutamaan bagi orang miskin atas orang kaya. Disebutkan dalam sebuah hadits, orang miskin akan masuk surga lebih dulu daripada orang kaya.

Hadits yang menyebutkan hal itu diriwayatkan Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA. Hadits ini dipaparkan Imam Ibnu Katsir dalam kitab An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim dan diterjemahkan oleh Ali Nurdin.

Diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang muslim yang fakir lebih dahulu masuk surga daripada orang-orang kaya dengan rentang waktu setengah hari, yaitu setara dengan lima ratus tahun kehidupan dunia.”


Penerjemah membahasakan orang miskin yang disebutkan Rasulullah SAW dalam hadits tersebut adalah orang-orang muslim yang fakir.

Rentang waktu masuknya orang miskin dan orang kaya ke surga berbeda-beda. Ada riwayat lain yang menyebut jarak keduanya selama 40 musim gugur. Sebagaimana kata Abdullah bin Umar RA yang mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, orang-orang Muhajirin yang fakir mendahului orang-orang kaya pada hari kiamat, yaitu masuk ke surga, sejauh empat puluh musim gugur.” (HR Ahmad)

At Tirmidzi dan Ibnu Majah turut meriwayatkan hadits serupa dengan redaksi yang panjang. Hadits ini juga memiliki jalur dari Abu Hurairah RA dan At Tirmidzi mengatakannya hasan shahih.

Penyebab Orang Miskin Masuk Surga Lebih Dulu

Imam Ibnu Katsir juga memaparkan hadits yang berisi alasan orang miskin masuk surga lebih dulu daripada orang kaya. Hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad yang jalurnya sampai pada Ibnu Abbas RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Dua orang mukmin bertemu di pintu surga. Keduanya mukmin kaya dan mukmin fakir saat di dunia. Lantas mukmin fakir dimasukkan ke surga sementara mukmin kaya ditahan sesuai kehendak Allah lalu dimasukkan ke surga. Lantas orang fakir bertemu dengan orang kaya itu dan bertanya, ‘Wahai saudaraku, apa yang membuatmu tertahan? Demi Allah, engkau tertahan sehingga aku mengkhawatirkanmu.’

Orang kaya itu menjawab, ‘Wahai saudaraku, sesungguhnya aku tertahan setelahmu dengan penahanan yang mengerikan dan tidak disukai. Aku sampai kepadamu dengan kondisi bercucuran keringat sehingga jika ada seribu unta yang seluruhnya makan tumbuhan masam lalu minum keringat itu, niscaya unta-unta itu keluar dari keringat tersebut dalam keadaan kenyang’.”

Terkait hadits tersebut, Syaikh Ahmad Syakir menilai isnad-nya mengandung persoalan (bermasalah).

Mayoritas Penghuni Surga Adalah Orang Miskin

Selain disebut akan mendahului orang kaya masuk surga, orang miskin juga akan menjadi mayoritas penghuni surga. Hal ini disebutkan dalam kitab Ash Shahihain dari hadits Abu Utsman an-Nahdi dari Usamah bin Zaid bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Aku berdiri di pintu surga. Ternyata, mayoritas orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin. Selanjutnya, aku berdiri di pintu neraka. Ternyata, mayoritas orang yang memasukinya adalah perempuan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam Shahih Bukhari juga terdapat riwayat serupa dari jalur Maslamah bin Zarir, dari Abu Raja’, dari Imran bin Hushain. Abdurrazzaq turut meriwayatkan hadits tersebut dari Ma’mar, dari Qatadah, dari Abu Raja’, dari Imran bin Milhan, dari Imran bin Hushain bahwa pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda,

“Aku memandang ke surga, ternyata aku lihat mayoritas penghuninya orang-orang fakir. Aku memandang ke neraka, ternyata mayoritas penghuninya perempuan.” (HR Bukhari)

Wallahu a’lam.

(kri/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Nabi Sulaiman agar Memperoleh Kekayaan hingga Luluhkan Hati Seseorang



Jakarta

Doa Nabi Sulaiman AS diabadikan dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Ada juga doa Nabi Sulaiman AS yang tercantum dalam beberapa kitab para ulama.

Doa Nabi Sulaiman AS meliputi banyak permohonan. Putra dari Nabi Daud AS ini pernah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar dikaruniai kekayaan, meluluhkan hati seseorang, hingga doa agar dimudahkan menerima ilmu pengetahuan.

Mengutip buku The Leadership of Sulaiman karya Ibnu Mas’ud dijelaskan bahwa Nabi Sulaiman AS merupakan nabi sekaligus Raja Bani Israel. Ia merupakan anak dari Nabi Daud AS yang juga menjadi raja sebelumnya.


Sebagian sumber mengatakan bahwa Nabi Sulaiman AS lahir sekitar tahun 975 SM dan wafat 935 SM. Sedangkan sumber lainnya mengatakan bahwa Nabi Sulaiman AS lahir pada tahun 989 SM dan wafat pada tahun 923 SM. Dari kedua pendapat tersebut, tampaknya pendapat yang terakhir yang mendekati kebenaran.

Usia Nabi Sulaiman AS tidak terlalu panjang, hanya 66 tahun. Ia wafat di Rahbaam, Baitul Maqdis, Palestina (Jerusalem).

Nama lengkap Nabi Sulaiman AS ialah Sulaiman (Sulaeman, Sulayman, Salomon) bin Daud (Dawud) bin Isya bin Uwaed bin Abir bin Salmun bin Nakhsyun bin Awinadzab bin Aramn bin Hashrun bin Faridh bin Yahudza bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim AS.

Dalam urutan 25 Nabi Allah yang wajib diketahui oleh orang Islam, Nabi Sulaiman AS merupakan nabi yang ke-18. Ia menjadi nabi dan rasul setelah Nabi Daun AS dan sebelum Nabi Ilyas AS.

Nabi Sulaiman AS diangkat menjadi raja saat usianya 13 tahun. Ia menggantikan sang ayah, Nabi Daud AS.

Kerajaan Nabi Sulaiman merupakan kerajaan yang sangat besar dan tidak tertandingi.

Sejak kecil, Nabi Sulaiman AS sudah menunjukkan tanda-tanda kecerdasan. Ia sudah menunjukkan banyak bakat yang luar biasa, utamanya dalam ilmu pengetahuan dan ketatanegaraan.

Kecerdasannya ini membuat Nabi Sulaiman AS tidak hanya mampu memimpin manusia, namun juga memimpin hewan dan makhluk halus. Tentu saja semua atas kehendak dan izin Allah SWT.

Doa Nabi Sulaiman AS

Semasa hidupnya, Nabi Sulaiman AS pernah berdoa agar diberi kemudahan dalam hidupnya. Doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman antara lain untuk mendapatkan kekayaan, diberi pemahaman dalam menerima ilmu pengetahuan, mampu meluluhkan hati orang, dan doa agar selalu mensyukuri nikmat dari Allah SWT.

Merangkum buku Dahsyatnya Doa Para Nabi oleh Syamsuddin Noor, S.Ag, berikut doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Sulaiman AS:

1. Doa Nabi Sulaiman untuk Memperoleh Kekayaan

Doa Nabi Sulaiman saat meminta kerajaan yang tak tertandingi ini termaktub dalam Al-Qur’an Surat Shad ayat 35:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Arab Latin: Qāla rabbigfir lī wa hab lī mulkal lā yambagī li`aḥadim mim ba’dī, innaka antal-wahhāb

Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak seorang jua pun miliki sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

2. Doa Nabi Sulaiman untuk Meluluhkan Hati Ratu Bilqis

Saat Nabi Sulaiman menaklukkan kerajaan Ratu Bilqis, dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman mengirimkan surat yang meminta agar Ratu Bilqis tunduk dan menyembah Allah SWT.

Berikut ini doa meluluhkan hati dari kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur’an surat An-Naml ayat 30-31:

إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ۙ أَلَّا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ

Arab Latin: Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. allā ta’lụ ‘alayya wa`tụnī muslimīn

Artinya: “Sesungguhnya surat ini dari seseorang bernama Sulaiman, dan sesungguhnya (isinya) dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Janganlah kalian sombong kepadaku, tapi datanglah kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

Ayat tersebut menekankan kekuatan basmalah sebagai doa. Membaca basmalah menjadi salah satu adab agar doa terkabul.

3. Doa Diberi Pemahaman dalam Menerima Ilmu

Berikut ini doa agar diberi ilmu dan pemahaman seperti Nabi Sulaiman, yang bersumber dari Kitab Perukunan Melayu Besar.

Isi kitab tersebut antara lain diambil dari karya Syekh Muhammad Arsyad Banjar. Berikut bacaannya doa yang bisa kamu amalkan:

فَفَهَّمْنَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُدَ الجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَ وَكُنَّا فَاعِلِيْنَ يَا حَيُّ، يَا قَيُّوْمُ، يَا رَبَّ مُوْسَى وَهَارُوْنَ وَرَبَّ إِبْرَاهِيْمَ، وَيَا رَبَّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ اللَّهُمَّ ارْزُقْنِيَ الفَهْمَ وَالعِلْمَ وَالحِكْمَةَ وَالعَقْلَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya: “Kami memberikan pemahaman kepada Sulaiman. Setiap dari mereka Kami berikan kebijaksanaan dan ilmu. Kami tundukkan gunung dan burung kepada Daud. Mereka bertasbih. Kamilah yang melakukan itu semua. Wahai zat yang hidup, wahai zat yang tegak, wahai Tuhan Musa, Harun, Tuhan Ibrahim, wahai Tuhan Muhammad SAW. Ya Allah, karuniakan aku pemahaman, ilmu, kebijaksanaan, dan akal dengan rahmat-Mu wahai zat yang maha pengasih,”

4. Doa Nabi Sulaiman Agar Tetap Bersyukur

Doa Nabi Sulaiman AS agar selalu menjadi hamba yang bersyukur termaktub dalam Al-Qur’an surat An-Naml Ayat 19. Ayat ini dapat diamalkan sebagai doa.

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Arab latin: …Robbi awzi’nii an asykuro ni’matakal latii anʼamta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibaadikash shoolihiin.

Artinya: …Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.

Demikian beberapa doa yang dipanjatkan Nabi Sulaiman AS. Doa ini dapat diamalkan setiap umat Islam agar mendapatkan nikmat yang berkah dari Allah SWT.

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com