All posts by admin

Doa ketika Melihat Ka’bah: Arab, Latin dan Terjemahan


Jakarta

Ka’bah yang merupakan rumah Allah di tengah-tengah Masjidil Haram adalah destinasi yang diimpikan oleh setiap muslim. Ketika akhirnya bisa berdiri di hadapannya, perasaan haru dan takjub tentu tidak dapat dibendung.

Di saat hati terasa begitu dekat dengan Allah SWT, banyak di antara muslim yang ingin mengungkapkan rasa syukur dan harapan melalui doa. Doa melihat Ka’bah menjadi salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan.

Doa Melihat Ka’bah

Saat seseorang memasuki Makkah dan melihat Ka’bah, dianjurkan untuk mengangkat kedua tangan sambil berdoa. Menukil Buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar karya Imam Nawawi, berikut bacaan doa ketika melihat Ka’bah.


اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَمَهُ وَعَظَمَهُ يَمَنْ حَجَّهُ أَوْ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبَرًا

Bacaan latin: Allahumma zid haadzal baita tasyriifan wata’dziiman watakriiman wamahaabatan wazidman syarrafahu wakaramahu wa ‘adzamahu yaman hajjahu aw i’tamarahu tasyriifan watakriiman wa ta’dziiman wa baran

Artinya: “Ya Allah, semoga Engkau menambahkan kemuliaan, keagungan dan kehormatan terhadap tempat ini dan berilah tambahan kemuliaan, kehormatan, keagungan serta kebaikan kepada orang yang memuliakan dan mengagungkannya yaitu orang-orang yang meramaikannya dengan berhaji dan berumrah.”

Kemudian mengucapkan:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلام وَمِنْكَ السَّلام فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَم

Bacaan latin: Allahumma antassalam, wa minkassalam, fahayyina rabbana bissalam.

Artinya: “Ya Allah, Engkaulah yang memiliki keselamatan dan dari-Mu lah keselamatan. Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah hidup kami dengan keselamatan.”

Ukuran Ka’bah

Sebagai umat Islam yang menanti-nantikan untuk bisa melihat Ka’bah secara langsung, mungkin saja penasaran untuk mengetahui ukuran Ka’bah. Menurut buku Ka’bah Rahasia Kiblat Dunia oleh Muhammad Abdul Hamid Asy-Syarqawi dkk., meskipun Masjidil Haram telah mengalami banyak pembangunan dan perluasan sejak tahun 74 M, ukuran Ka’bah tetap tidak berubah.

Tinggi Ka’bah adalah 14 meter, dengan panjang 12,84 meter dari arah Multazam dan 11,28 meter dari arah Hijir Ismail. Jarak antara Rukun Yamani dan Hijir Ismail adalah 12,11 meter, sementara jarak antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad adalah 11,52 meter.

Pada tahun 1417 Hijriah, Raja Fahd bin Abdul Aziz memerintahkan renovasi Ka’bah, termasuk memperkuat fondasinya, sebagai tanggapan terhadap banjir yang melanda Kota Makkah yang bisa mempengaruhi kekuatan struktur Ka’bah.

Apa Isi Ka’bah?

Ka’bah yang berbentuk kubus juga menimbulkan pertanyaan mengenai apa isi di dalamnya. Menurut penjelasan dari laman The Islamic Information, terdapat beberapa bagian dan isi Ka’bah, yaitu:

1. Kunci Ka’bah

Dalam peristiwa Fathu Makkah pada 8 Hijriah, Nabi Muhammad SAW menyerahkan kunci Ka’bah kepada Utsman Bin Abi Talha dari keluarga Shaibi yang sebelumnya menjaga kunci tersebut sebelum Islam datang.

Nabi berkata, “Ini kuncimu, wahai Utsman. Hari ini adalah hari kebajikan dan kesetiaan, ambillah ini (wahai Utsman beserta keturunanmu) selama-lamanya. Tidak ada yang akan merebutnya dari kalian kecuali orang yang dzalim.” Kunci Ka’bah kemudian diwariskan turun-temurun kepada keturunan bani Syaibah.

2. Kotak Marmer di dalam Ka’bah

Di dalam Ka’bah terdapat kotak marmer yang terletak di sebelah kanan pintu. Kotak ini digunakan untuk menyimpan minyak dan wewangian yang digunakan untuk membersihkan bagian dalam Ka’bah.

3. Pintu dalam Ka’bah

Selain pintu utama yang terlihat dari luar, Ka’bah memiliki pintu kecil di dalamnya yang terbuat dari kayu pilihan, dilapisi emas dan perak dengan ayat-ayat Allah. Pintu ini bukanlah jalan utama menuju lantai dua Ka’bah.

4. Tempat Sholat Nabi Muhammad SAW

Di dalam Ka’bah terdapat area yang dahulu digunakan Nabi Muhammad SAW untuk salat.

5. Al-Multazam

Al-Multazam adalah area antara sisi kiri pintu Ka’bah dan Hajar Aswad. Ibnu Abbas RA meriwayatkan bahwa Al-Multazam adalah tempat di mana doa-doa dikabulkan.

6. Hiasan di Dalam Ka’bah

Di dalam Ka’bah terdapat dekorasi yang merupakan hadiah dari raja, sultan, dan penguasa zaman dahulu. Hiasan ini tergantung di pilar Ka’bah dan digunakan untuk meletakkan wewangian.

(hnh/kri)



Sumber : www.detik.com

4 Doa Ketika Mendengar Suara Ledakan di Atap Rumah, Mohon Perlindungan Allah


Jakarta

Suara ledakan di atap rumah bisa menjadi pengalaman yang menakutkan dan mengejutkan. Orang yang mendengarnya bisa merasa cemas, terutama karena tidak tahu penyebabnya.

Ketika menghadapi situasi ini, penting untuk tetap tenang dan berdoa kepada Allah SWT. Dengan begitu, Insya Allah, Allah akan memberikan perlindungan kepada penghuni rumah.

Doa Ketika Mendengar Suara Ledakan di Atap Rumah Agar Mendapat Perlindungan Allah SWT

Ketika ada suara ledakan di atap rumah, alangkah baiknya jika umat Islam memohon perlindungan kepada Allah SWT. Berikut doa-doa yang dapat dipanjatkan.


1. Doa Meminta Perlindungan

Salah satu doa yang dapat dibacakan ketika mendengar suara ledakan di atap rumah adala doa meminta perlindungan dari makhluk. Mengutip buku Fikih Traveling, Petunjuk Praktis bagi seorang Muslim dalam Bepergian oleh Usamah Aljihadi, Lc., dkk, berikut doanya:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

Arab latin: “A’udzu bikalimaatillahit tammaati min syarri maa kholaq”

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allâh yang sempurna dari kejahatan yang ada pada makhluk-Nya.”

2. Doa Perlindungan dari Takdir Buruk

Saat mendengar sesuatu yang menakutkan, umat Islam dapat memohon perlindungan dari takdir yang buruk. Menurut buku Zikir Pagi dan Petang Setelah Sholat karya Muhammad Fadhlun Almahera, berikut bacaannya.

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوْءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ.

Arab latin: Allahumma innii a-‘uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala (bencana), hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’ (takdir), dan kegembiraan para musuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Doa Keselamatan dari Bencana (Tolak Bala)

Umat Islam juga bisa membacakan doa Tolak Bala. Begini bacaannya:

اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَباَءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Arab latin: Allaahummadfa’ ‘annal ghalaa-a, wal balaa-a, wal wabaa-a, wal fahsyaa-a, wal munkara, was-suyuufal mukhtalifata, wasy-syadaa-ida, wal mihana maa zhahara minhaa, wa maa baathana min baladinaa haadzaaa khaashshatan, wa min buldaanil muslimiina ‘aammatan. Innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir

Artinya: “Ya Allah, hindarkanlah kami malapetaka, bala dan bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan tersembunyi dalam negara kami dan dalam negara kaum muslimin umumnya. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.

4. Surat Al Falaq

Menurut buku Majalah Dakwah Islam Cahaya Nabawiy: Menuju Ridho Ilahi dan buku Psikoterapi Profetik Tujuh Sunnah Harian dari Rasulullah tulisan Cintami Farmawati, Al Falaq menjadi salah satu surah yang dibacakan nabi sebelum tidur di malam hari. Dalam surat ini ada permohonan perlindungan Allah dari kejahatan manusia dan juga sihir.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Arab Latin: Qul a’uudzu birabbil-falaq

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar).

مِن شَرِّ مَا خَلَقَ

Arab Latin: Min syarri maa khalaq

Artinya: Dan kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ

Arab Latin: Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab

Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

Arab Latin: Wa min syarrin-naffaatsaati fil-‘uqad

Artinya: dan dari kejahatan(perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Arab Latin: Wa min syarri haasidin idzaa hasad

Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

Itulah beberapa doa yang dapat dipanjatkan saat mendengar suara ledakan di atap rumah. Semoga Allah SWT selalu melindungi kamu, rumahmu, serta para penghuninya ya detikers.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Ini Doa Ketika Mendengar Suara Burung di Malam Hari, Tak Perlu Takut!


Jakarta

Mendengar suara burung di malam hari konon menjadi pertanda buruk, seperti akan terjadi kematian atau musibah lainnya. Sebagian orang masih percaya hal-hal takhayul tersebut, sehingga merasa takut saat mendengar suara burung di malam hari.

Burung yang biasa disebutkan dalam mitos ini adalah burung gagak dan burung hantu. Selain, suaranya yang seram, burung gagak juga agak mengerikan karena makanannya adalah bangkai. Sebagian burung hantu pun ada yang makan bangkai.

Ketika mendengar hal tersebut, tentu kita sebagai muslim harus mendekat dengan Allah. Salah satunya dengan membaca doa ketika mendengar suara burung di malam hari. Simak juga penjelasan ustadz mengenai mitos mendengar suara burung di malam hari.


Doa Ketika Mendengar Suara Burung di Malam Hari

Ustadz Syam dalam acara Islam Itu Indah di channel YouTube TRANS TV Official, 30 Agustus 2021, menjelaskan umat Islam tidak boleh menganggap suara burung dapat membawa sial.

Berikut ini bacaan doa ketika menganggap ada sesuatu yang membawa sial, seperti ketika mendengar suara burung di malam hari. Doa ini adalah membaca kalimat hauqalah, yakni sebagai berikut:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Arab latin: Lā hawla walā quwwata illā billah

Artinya: “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT.”

“Nabi mengajarkan kalau menganggap ada yang membawa sial, mintalah perlindungan dari Allah. Katakan perlindungan kepada Allah SWT, ‘Anna Abdullah’, katakan ‘saya hamba Allah’ dan ‘lā hawla walā quwwata illā billah’. Tidak ada kekuatanku, tidak ada dayaku, tidak ada upayaku, kecuali dari Allah SWT. Maka itu tidak akan bisa membahayakanmu,” demikian penjelasan dari Ustadz Syam.

Mengutip NU Online, keutamaan kalimat Lā hawla walā quwwata illā billah atau kalimat hauqalah adalah bisa mendapatkan jaminan surga kelak di akhirat. Bacaan ini juga dapat membentengi diri dari berbagai hal yang membahayakannya.

Al-hafidh Abdurrahman al-Munawi (wafat 1031 H) mengisahkan, sahabat Jabir RA pernah mengadu kepada Rasulullah SAW atas suatu musibah. Rasulullah SAW lalu memerintahkan para sahabat untuk memperbanyak membaca kalimat hauqalah. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Perbanyaklah dari (membaca) Lā hawla walā quwwata illā billah, karena sesungguhnya ia bisa menolak 99 pintu dari beberapa pintu kejelekan, dan yang paling ringan darinya adalah kesusahan. (HR Al-‘Uqaili, dha’îf). (Al-Munawi, Faidhul Qadîr, juz I, halaman: 638).

Menurut Al-Hafidh al-Munawi, yang dimaksud ‘kejelekan’ tidak hanya sebatas hal yang membahayakan diri. Tapi juga termasuk kejelekan etika, kesulitan, dan kefakiran.

Suara Burung Membawa Musibah, Mitos atau Fakta?

Ustadz Syam menjelaskan, suara burung yang dikaitkan dengan musibah termasuk dalam takhayul. Menurutnya jika burung gagak dikaitkan dengan kematian, hal tersebut bisa dijelaskan dengan sains.

“Mungkin secara ilmiah bisa dibuktikan, bahwa mungkin bisa jadi mereka datang karena mencium bau bangkai atau apa. Jadi (ada orang) mati dulu baru datang, bukan datang dulu baru mati. ada bangkainya dulu baru datang,” katanya

apa namanya burung gagaknya seakan seperti kalau misalnya ada orang mati di tengah padang pasir Pasti orang melihatnya orang di ada segerombolan burung gagak ada yang meninggal oh ya bener karena udah meninggal dunia didatangin sama burung akan dimakan bangkainya. bukan berarti dia datang baru ada yang meninggal dunia

Hal ini sesuai dengan Surat Al-A’raf Ayat 34:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Arab latin: Wa likulli ummatin ajal, fa iżā jā`a ajaluhum lā yasta`khirụna sā’ataw wa lā yastaqdimụn

Artinya: Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

Sementara itu, Ustadz Fatkhurokhman Al Hafidhz dalam channel YouTube Islamic pada 2 Januari 2021 menjelaskan mitos tersebut muncul karena kebiasaan orang-orang. Bahkan mitos seperti itu sudah muncul sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

“Zaman Nabi sudah ada seperti itu, bahkan gerhana dikaitkan ketika meninggalnya anaknya nabi, Sayid Ibrahim. Waduh gerhana, mungkin tanda mulai berkabung mataharinya, gara-gara anaknya Nabi meninggal. Ada gagak, ada ini, nggaklah itu hanya dikait-kaitkan,” kata Ustadz Fatkhurokhman.

Namun jika mitos itu terbukti benar terjadi, menurutnya hal tersebut berasal dari prasangka manusia kepada Allah. Maka menurutnya umat Islam sebaiknya yakin akan dijaga Allah tanpa harus percaya takhayul.

Hal ini sesuai dengan hadis qudsi yang menyebut bahwa Allah berfirman, “Aku bersama prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Jika ia berprasangka baik, itulah yang ia dapatkan. Namun, jika ia berprasangka buruk, itu pula yang ia dapatkan.” Hadis berderajat hasan ini terdapat dalam kitab al-Jami ash-Shaghir lis Suyuthi.

Demikian tadi doa ketika mendengar suara burung di malam hari adalah dengan membaca kalimat hauqalah. Jadi tak perlu lagi takut dengan mitos yang beredar. Wallahu a’lam.

(bai/row)



Sumber : www.detik.com

Sebelum dan Bangun Tidur Lengkap dengan Adabnya



Jakarta

Doa tidur tidak hanya doa sebelum tidur, adapula doa setelah bangun tidur. Doa tersebut bisa umat Muslim panjatkan ketika sebelum tidur dan sesudah bangun tidur.

Berdoa adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Berdoa adalah amalan paling sederhana dan paling mudah untuk dikerjakan.

Mengutip buku Bahan Ajar Psikologi untuk Keperawatan oleh Mustayah dkk., tidur merupakan suatu keadaan di mana kesadaran terhadap rangsangan lingkungan menjadi berkurang. Tidur adalah suatu perilaku fisiologis yang umum terjadi pada manusia.


Berdoa sebelum dan sesudah bangun tidur merupakan anjuran dan ajaran langsung dari Rasulullah SAW. Sebagaimana hadits riwayat Tirmidzi, dari Hudzaifah dan Abu Dzarr, mereka mengatakan; jika hendak tidur Rasulullah berdoa, “Dengan menyebut nama-Mu, ya Allah, aku hidup dan aku mati.” Sedangkan ketika bangun tidur, beliau berdoa, “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kamu kembali setelah Dia mematikan kami. Hanya kepadanya kami kembali.” (HR Tirmidzi)

Bacaan Doa Tidur

Menukil dari buku Berdzikir di dalam Halqah dan Doa Ketika Bangun Tidur: Seri Doa dan Dzikir oleh Imam Nawawi, berikut ini bacaan doa sebelum tidur dan setelah bangun tidur:

1. Doa Sebelum Tidur

بِسْمِكَ اللّهُمَّ اَحْيَا وَ بِسْمِكَ اَمُوْتُ

Arab latin: “Bismika allahumma ahyaa wa bismika amuut.”

Artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati.” (Sahih Bukhari, At-Tauhid: 6845).

2. Doa Setelah Bangun Tidur

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Arab latin: Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur

Artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.”

Adab Tidur

Mengutip Buku Pintar Doa untuk Anak oleh Abu Ezza, adapun adab yang dapat umat Muslim lakukan saat sebelum tidur dan sesudah bangun tidur. Berikut adabnya:

1. Adab Sebelum Tidur

Berikut ini adalah beberapa adab sebelum tidur:

1. Berwudhu.
2. Membaca ayat kursi, surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.
3. Membereskan tempat tidur dan sprei sebelum berbaring di atasnya.
4. Memakai pakaian yang menutupi anggota tubuh.
5. Tidak tidur tengkurap karena posisi ini dapat membahayakan kesehatan.
6. Menutup pintu, jendela dan mematikan lampu.
7. Berdoa.

2. Adab Setelah Bangun Tidur

Adapun adab setelah bangun tidur sebagai berikut:

1. Bangun pagi sebelum matahari terbit.
2. Berdoa dan berdzikir.
3. Membersihkan diri kemudian berwudhu dan sholat.
4. Tidak membiasakan diri tidur kembali setelah matahari terbit atau menunda mengerjakan sholat.
5. Berkumur dan menggosok gigi setelah bangun tidur.
6. Membuka pintu dan jendela yang tertutup di kamar tidur setelah bangun tidur.
7. Merapihkan tempat tidur.

Demikian doa sebelum tidur dan sesudah bangun tidur beserta adabnya. Semoga bermanfaat!

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Nabi Yunus hingga Ayat 1000 Dinar untuk Rezeki



Jakarta

Doa Nabi Yunus AS hingga ayat 1000 dinar menarik perhatian pembaca detikHikmah sepekan ini. Bacaan doa tersebut terdapat dalam Al-Qur’an.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits mengatakan doa Nabi Yunus mustajab. Orang yang memohon dengan bacaan tersebut besar kemungkinan terkabul. Rasulullah SAW bersabda,

دَعْوَةُ ذِي النُّوْنِ، إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الْحُوْتِ: أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ إِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ


Artinya: “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) saat ia berada dalam perut ikan adalah ‘Bahwa tidak ada Rabb (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang zalim’ (QS Al Anbiya: 87). Sungguh, tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam urusan apa pun, melainkan Allah akan mengabulkan doanya tersebut.”

Hadits tersebut terdapat dalam kitab Jaamii’ut Tirmidzi dan Shahih al-Hakim dari riwayat Sa’ad bin Abi Waqqash. Imam at-Tirmidzi menyatakan hadits ini shahih.

Doa Nabi Yunus AS terdapat dalam Al-Qur’an surah Al Anbiya’ ayat 87. Berikut bacaan doanya:

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz-zaalimiin

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.”

Selain doa Nabi Yunus, bacaan Ayat Kursi juga menarik banyak pembaca detikHikmah sepekan ini. Ayat Kursi diambil dari salah satu ayat dalam surah Al Baqarah, tepatnya ayat 255.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta’khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa’u ‘indahū illā bi’iżnih(ī), ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā'(a), wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm(u).

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.”

Menurut Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkah M. Abdul Ghoffar dkk, ayat 255 surah Al Baqarah tersebut dinamakan Ayat Kursi karena kedudukannya yang besar. Disebutkan dalam hadits shahih, Ayat Kursi adalah ayat utama dalam Al-Qur’an.

Ayat spesial dalam Al-Qur’an lain yang menarik perhatian pembaca detikHikmah adalah ayat 1000 dinar. Ayat ini diyakini sebagai pelancar rezeki.

Ayat 1000 dinar terdapat pada surah At Talaq ayat 2 dan 3. Berikut bacaannya:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ٢ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗاِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

wa may yattaqillāha yaj’al lahụ makhrajā wa yarzuq-hu min ḥaiṡu lā yaḥtasib, wa may yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh, innallāha bāligu amrih, qad ja’alallāhu likulli syai`ing qadrā

Artinya: “Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.”

Penamaan ayat 1000 dinar bermula dari kisah seorang pedagang yang mimpi bertemu Nabi Khidir AS. Dalam mimpi itu, Nabi Khidir AS meminta pedagang itu untuk membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkannya agar terhindar dari mara bahaya.

Pedagang tersebut lantas mengamalkan apa yang diminta Nabi Khidir AS dan mustajab! Ia menjadi satu-satunya orang yang selamat saat kapal yang ditumpanginya hancur. Tak hanya badan, hartanya juga selamat.

Wallahu a’lam.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Mimpi Baik dan Buruk: Arab, Latin dan Terjemahannya


Jakarta

Islam mengajarkan pemeluknya memanjatkan doa dalam berbagai hal. Termasuk saat mengalami mimpi baik atau buruk.

Bagi sebagian orang, mimpi dianggap hanya sebagai bunga tidur. Menurut S. Freud dalam bukunya Memperkenalkan Psikoanalisis Lima Cemara, mimpi adalah penghubung antara kondisi bangun dan tidur.

Mimpi terbagi menjadi dua, mimpi buruk dan mimpi baik. Dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim yang ditulis oleh Imam an-Nawawi, disebutkan bahwa mimpi baik berasal dari Allah SWT, sedangkan mimpi buruk asalnya dari setan.


Dari Qatadah RA dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Mimpi yang baik, datangnya dari Allah SWT, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari setan. Siapa saja yang bermimpi perkara yang tidak disukainya maka meludah kecil ke arah kirinya sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan dari setan, maka mereka tidak bisa memberikan mudarat.”

Adapun doa saat mendapat mimpi buruk bertujuan agar umat Islam memohon perlindungan kepada Allah SWT dari setan. Sedangkan doa saat mendapat mimpi baik adalah bentuk syukur karena Allah SWT telah memberikan kebaikan kepada kita.

Doa Mimpi

M. Khalilurrahman Al Mahfani dalam bukunya Keutamaan Doa dan Dzikir untuk Hidup Bahagia dan Sejahtera, berikut ini doa mimpi yang terbagi menjadi tiga. Di antaranya doa agar memperoleh mimpi baik, setelah mimpi baik, dan setelah mimpi buruk:

1. Doa Agar Memperoleh Mimpi Baik

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Arab latin: Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat tibaa’ahu. Wa arinal baathila baathilan warzuqnajtina bahu.

Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran sehingga kami bisa mengikutinya, dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya.”

2. Doa ketika Memperoleh Mimpi Baik

اَلْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ.

Arab latin: Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

3. Doa ketika Memperoleh Mimpi Buruk

اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَل الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الْأَحْلَامِ

Arab latin: Allaahumma innii a’uudzubika min ‘amalisy syaithaani wasayyi-aatil ahlaami.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syaitan dan keburukan mimpi.”

Anjuran saat Mendapatkan Mimpi Buruk

Mengutip Buku Pintar Doa untuk Anak oleh Abu Ezza, ada beberapa anjuran yang dapat umat Islam lakukan saat mendapatkan mimpi buruk. Berikut anjuran tersebut:

  1. Memohon perlindungan kepada Allah SWT.
  2. Meludah ke sebelah kiri.
  3. Berpindah tempat tidur.
  4. Salat dua rakaat.
  5. Tidak menceritakan kepada orang lain.

Rasulullah SAW menganjurkan agar kita tidak menceritakan mimpi buruk yang dialami. Dari hadits riwayat Tirmidzi, Abu Hurairah RA dengan riwayat yang marfu’:

“Jika seseorang dari kalian bermimpi dengan perkara yang tidak disukai, maka jangan diceritakannya kepada siapa pun, dan hendaknya dia bangun kemudian salat.”

Abu Said al-Khudry RA senada meriwayatkan bahwa sesungguhnya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

“Jika seseorang dari kalian bermimpi dengan mimpi yang disukainya, maka itu berasal dari Allah SWT, maka bertahmidlah kepada Allah atas mimpinya dan ceritakanlah apa yang dimimpikannya.”

Demikian penjabaran mengenai doa mimpi dan adab saat mendapatkan mimpi buruk. Semoga bermanfaat!

(hnh/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Qunut Subuh Sendiri dan Hukum Membacanya, Apakah Wajib?


Jakarta

Doa qunut Subuh sendiri termasuk amalan sunnah yang bisa dibaca muslim. Doa qunut dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Menukil dari buku Kupas Tuntas Qunut Subuh karya Galih Maulana, secara bahasa qunut artinya berdiri, tunduk, taat, diam dan doa. Secara istilah, para ulama mengartikan qunut sebagai nama untuk doa dalam salat pada saat tertentu ketika berdiri.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar yang diterjemahkan Ulin Nuha menyebut bahwa hukum membaca doa qunut adalah sunnah muakkad yang berarti sangat dianjurkan. Penetapan hukum merujuk pada hadits dari Anas bin Malik RA,


“Rasulullah SAW senantiasa membaca qunut ketika salat Subuh sehingga beliau wafat.” (HR Ahmad)

Doa Qunut Subuh Sendiri: Arab, Latin dan Arti

Merujuk pada kitab Al-Adzkar, berikut doa qunut Subuh sendiri versi pendek yang bisa diamalkan muslim.

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allaahummah dinii fii man hadaits, wa ‘aafiinii fii man ‘aafaits, wa tawallanii fii man tawallaits, wa baarik lii fii maa a’thaits, wa qi nii syarra maa qadlaits, fa innaka taqdli wa laa yuqdlaa ‘alaik, wa innahuu laa yadzil- lu mau waalaits, tabaarakta rabbanaa wa ta’aalits.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk di antara orang-orang yang Engkau beri petunjuk, berilah kesejahteraan kepadaku di antara orang-orang yang Engkau beri kesejahteraan, tolonglah aku di antara orang-orang yang Engkau beri pertolongan, berikanlah keberkahan kepadaku pada apa-apa yang Engkau berikan kepadaku, dan peliharalah aku dari keburukan yang Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memutuskan dan tidak diputuskan atas-Mu, dan tiada kehinaan kepada orang yang telah Engkau tolong, Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami, lagi Mahatinggi.” (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ibnu Majah, al-Baihaqi)

Selain bacaan di atas, ada juga doa qunut Subuh sendiri versi lainnya yang bisa diamalkan muslim sebagaimana dibaca juga oleh Umar bin Khattab RA,

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَوَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ، اللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفُدُ. نَرْجُوا رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالكُفَّارِ مُلْحَقِّ اللَّهُمَّ عَذَبِ الْكَفَرَةَ الَّذِي نَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ، وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَأَصْلِح ذَاتَ بَيْنَهِمْ، وَأَلَفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيْمَانَ وَالحِكْمَةَ. وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوْفُوا بِعَهْدِكَ الَّذِي عَاهَدْتَهُمْ عَلَيْهِ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُّوكَ وَعَدُوِّهِمْ إِلَهَ الْحَقَ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ

Allaahumma innaa nasta’iinuka wa nastaghfiruka wa laa nakfu- ruk, wa nu’minu bika wa na’lakhla’au man yafjuruk, allaahumma iyyaaka na’budu wa laka nushallii wa nasjud, wa ilaika nas’aa wa nahfud, nar-juu rahmataka wa nakhsyaa ‘adzaabak, inna ‘adzaabakal jidda bil kuf- faari mulhaq, allaahumma ‘adz-dzibil kafaratal ladziina yasudduuna ‘an sabiilik, wa yukadz-dzibuuna rusulak, wa yuqattiluuna awliyaa-ak, allaahummagh fir lil mu’miniina wal mu’minaati wal muslimiina wal muslimaat, wa ashlih dzaata bainihim, wa allif baina quluubihim, waj ‘al fii quluubihimul iimaa- na wal hikmah, wa tsabbitshum ‘alaa millati rasulil laahi shallal laahu ‘alaihi wa sallam, wa awzi’hum ay yuufuu bi ‘ahdikal ladzii ‘aahadtahum ‘alaihih, wan shurhum ‘alaa ‘aduwwika wa ‘aduwwihim ilaahal haqqi waj ‘alnaa min hum.

Artinya: “Ya Allah, kami memohon perlindungan-Mu, kami memohon ampunan-Mu, dan kami tidak ingkar kepada-Mu. Kami beriman kepada-Mu dan berlepas diri dari orang-orang yang kafir kepada-Mu. Ya Allah, hanya kepada-Mu kami beribadah, dan hanya kepada-Mu kami salat dan sujud, hanya kepada-Mu kami berusaha dan bergegas, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan siksa-Mu, sesungguhnya siksa-Mu diperuntukkan kepada orang-orang kafir. Ya Allah, siksalah orang-orang kafir yang menghalangi jalan-Mu, dan mendustakan utusan-utusan-Mu, dan memerangi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah kaum mukmin laki-laki dan perempuan, kaum kaum muslimin laki-laki dan perempuan, dan perbaikilah hubungan mereka, lembutkanlah hati mereka, dan jadikanlah dalam hatinya keimanan dan hikmah, teguhkanlah mereka dalam meniti agama Rasulullah SAW, bantulah mereka dalam memenuhi janji-janji-Mu yang Engkau janjikan, tolonglah mereka atas musuh-musuh-Mu dan musuh-musuh mereka. Wahai Tuhan Yang Haq, jadikanlah kami termasuk golongan mereka.”

Bolehkah Tidak Membaca Doa Qunut?

Menukil dari buku Panduan Shalat Lengkap oleh Dr Sa’id bin Ali bin Wahaf al-Qahthani yang diterjemahkan Ibnu Abdillah, dikatakan bahwa Rasulullah SAW sama sekali tidak pernah membiasakan qunut dalam semua salat wajib. Begitu pula dengan khulafaur rasyidin, mereka hanya mengerjakan qunut yang pernah dikerjakan oleh Rasulullah SAW.

Para ulama berbeda pendapat mengenai wajib atau tidaknya pembacaan doa qunut. Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad berpendapat hukum membaca doa qunut ketika Subuh tidak disunnahkan.

Sementara itu, Imam Malik dan Imam Syafi’i mengatakan sunnah hukumnya membaca doa qunut. Dengan demikian, dapat disimpulkan jika muslim enggan membaca doa qunut maka tidak berpengaruh terhadap syarat sah salatnya.

Doa Pengganti Qunut Subuh

Menurut Fiqhul Islam wa Adillatuhu oleh Prof Wahbah Az-Zuhaili yang diterjemahkan Abdul Hayyie al-Kattani dkk, mazhab Hanafi mengatakan jika muslim belum hafal doa qunut mak bisa menggantinya dengan ucapan yaa Rabbi atau Alahummaghfir li sebanyak tiga kali.

Selain itu, muslim juga bisa membaca surah Al Baqarah ayat 201,

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Pindah Rumah dan Menempati Rumah Baru agar Betah dan Berkah


Jakarta

Dianjurkan setiap sebelum melakukan aktivitas apapun mulai dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Supaya mendapatkan perlindungan dari bahaya, pertolongan dari kesulitan, dan terhindar dari ancaman di masa depan.

Begitulah yang harus dilakukan sebelum berpindah rumah, umat Islam mesti membaca doa pindah rumah, dan doa-doa lainnya yang sesuai ketika ingin pindah ke rumah baru.

Ketahuilah bahwa Allah SWT pernah memerintahkan langsung untuk berdoa pada setiap situasi. Allah SWT berfirman surah Al-Gafir ayat 60:


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Berikut ini doa pindah rumah yang bisa Muslim panjatkan ketika hendak menempati rumah baru atau pindah ke kontrakan baru.

Doa Pindah Rumah

Mengutip buku Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah karya Fathuri Ahza Mumtaza disebutkan doa pindah rumah menurut HR. Muslim.

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَرَبَّ الْأَرَضِينَ السَّبْعِ وَمَا أَقلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِينَ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ. أَسْأَلُكَ خَيْرٌ هَذِهِ الْقَرْيَةِ وَخَيْرُ أَهْلِهَا، وَخَيْرُ مَا فيها، أَهْلِهَا بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ وَشَرِّ مَا فِيهَا

Arab-latin: “Allaahumma rabba as-samaawaati as-sab’i wa maa adzlalna wa rabba al-aradhiina as-sab’i wa maa aqlalna wa rabba asysyayaathiina wa maa adl-lalna wa rabba ar-riyaaha wa maa dzaraina. As-aluka khaira hadzihi al-qaryati wa khairi ahlihaa wa khaira maa fiihaa wa a’uudzu bika min syarri ahlihaa wa syarri maafiihaa.”

Artinya: “Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan apa yang dinaunginya, Tuhan penguasa tujuh bumi dan apa yang di permukaannya, Tuhan yang menguasai setan- setan dan apa yang mereka sesatkan, Tuhan yang menguasai angin dan apa yang diterbangkannya. Aku mohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.” (HR. Al-Hakim).

Doa agar Rumah Baru agar Diberkahi

Mengutip laman Nadhatul Ulama (6/7) umat Islam dianjurkan untuk membaca doa supaya rumah diberkahi Allah SWT sebelum menempati rumah baru.

اَللّٰهُمَّ يَا مَنْ فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى بْنِ عِمْرَانَ وَنَجَّى يُوْنُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوْتِ وَسَيَّرَ الْفُلْكَ لِمَنْ شَاءَ أَنْتَ الْعَالِمُ بِعَدَدِ قَطْرِ الْبِحَارِ وَذَرَّاتِ الرِّمَالِ يَا خَالِقَ أَصْنَافِ عَجَائِبِ الْمَخْلُوْقَاتِ أَسْأَلُكَ الْكِفَايَةَ يَا كَافِيَ مَنْ اِسْتَكْفَاهُ يَا مُجِيْبَ مَنْ دَعَاهُ يَا مُقِيْلَ مَنْ رَجَاهُ أَنْتَ الْكَافِيْ لَا كَافِيَ إِلَّا أَنْتَ، اِكْفِنِيْ شَرَّمَا أَخَافُ وَأَحْذَرُ وَامْلَأْ مَنْزِلِيْ هٰذَا خَيْرًا وَبَرَكَةً وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Latin: Allahumma ya man falaqal bahra li Musa bin ‘Imran, wa najjz Yunusa min bathnil ḫut, wa sayyaral fulka li man sya-a, antal ‘alimu bi ‘adadi qathril biḫari, wa dzarratir rimal. Ya Khaliqa ashnafi ‘aja’ibil makhluqat. As’alukal kifayah, ya kafiya man istakfah, ya Mujiba man da’ah, ya muqila man rajah. Antal kafi, la kafiya illa anta. Ikfini syarra ma akhafu wa ahdzar. Wamla’ manzili hadza khairan wa barakah. Washalli ‘ala nabiyyika wa rasulika sayyidina Muḫammadin wa alihi wa shaḫbih wa sallim.

Artinya: “Ya Allah yang membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yang menjalankan perahu kepada siapa pun yang dikehendaki. Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan-satuan kerikil.”

“Wahai zat yang menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk-makhluk. Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yang mencukupi hamba yang memintakan kecukupan kepada-Nya. Wahai zat yang mengabulkan hamba yang berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi.”

“Tiada yang mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yang aku khawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. Sholawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.”

Kala Rasulullah Melarang Sahabat Pindah ke Dekat Masjid

Mengutip buku Ensiklopedia Hadits Ibadah karya Syamsul Rijal Hamid terdapat dalil yang melarang umat Islam untuk pindah di dekat masjid.

Jabir RA menceritakan bahwa di sekitar masjid masih ada tanah- tanah kosong. Kemudian Bani Salamah ingin berpindah tempat tinggal ke kawasan yang berdekatan dengan masjid.

Lalu sampailah berita tersebut kepada Rasulullah SAW. Maka, beliau bertanya, “Aku mendengar kalian ingin pindah (rumah) ke lingkungan yang dekat dengan masjid. Benarkah berita itu?”

“Benar, wahai Rasulullah,” jawab Bani Salamah. “Kami bermaksud begitu.”

Rasulullah SAW lalu bersabda, “Wahai Bani Salamah, tetap sajalah di tempatmu itu sebab setiap langkah kakimu (ke masjid) pasti dicatat sebagai pahala yang besar.” (HR. Muslim)

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Sudah Tahajud tapi Doa Belum Terkabul, Perkara Ini Bisa Jadi Sebabnya


Jakarta

Berdoa saat Tahajud disebut mustajab. Apalagi dilakukan di sepertiga malam akhir. Namun, bagaimana jika sudah Tahajud tapi doa belum terkabul?

Mustajabnya doa saat salat Tahajud dijelaskan Imam al-Ghazali dalam kitabnya dengan bersandar pada sejumlah hadits. Di antaranya hadits yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat (waktu). Seandainya seorang muslim meminta sesuatu kebaikan di dunia maupun di akhirat kepada Allah SWT niscaya Allah akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.”


Kemudian, dalam hadits lain terdapat keterangan bahwa Allah SWT akan turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir untuk mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Rasulullah SAW pernah bersabda,

“Pada setiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia), ketika tinggal sepertiga malam yang akhir Dia berfirman, ‘Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaannya. Dan barang siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia’.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam kitab edisi bahasa Indonesia berjudul Agar Keinginan Cepat Terkabul, Imam al-Ghazali menjelaskan berdasarkan hadits di atas, seharusnya orang mengharapkan hajatnya terkabul tidak akan melewatkan salat Tahajud dan berdoa pada waktu itu. Sebab, kata Imam al-Ghazali, saat itulah doa-doa yang baik dikabulkan.

Dalam kitab Al-Mustadrak, terdapat hadits dari Ibnu Umar RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda,

الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ، فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللَّهِ بِالدُّعَاءِ

Artinya: “Doa akan memberikan manfaat terhadap apa yang telah terjadi maupun yang belum terjadi. Maka hendaklah kalian berdoa, wahai hamba-hamba Allah.”

Penyebab Doa Tak Dikabulkan Allah

Ada kalanya Allah SWT tak kunjung mengabulkan doa meski sudah dipanjatkan berkali-kali dan dilakukan pada waktu-waktu mustajab. Salah satunya berdoa saat salat Tahajud.

Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa’ edisi Indonesia terbitan Pustaka Imam asy-Syafi’i, hal tersebut bisa disebabkan karena tergesa-gesa dalam mengharap terkabulnya doa.

“Salah satu kesalahan yang dapat menghalangi terkabulnya doa adalah ketergesa-gesaan seorang hamba. Ia menganggap doanya lambat dikabulkan, lantas ia merasa jenuh dan letih, sehingga akhirnya meninggalkan doa,” jelas Ibnu Qayyim.

Pendapat Ibnu Qayyim ini mengacu pada sebuah riwayat yang terdapat dalam Shahih Bukhari, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ، يَقُوْلُ: دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي

Artinya: “Doa masing-masing kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, yaitu berkata: ‘Saya sudah berdoa, tetapi belum juga dikabulkan’.”

Dalam Shahih Muslim juga terdapat hadits yang menyebut sejumlah perkara yang menyebabkan doa tak terkabul. Rasulullah SAW bersabda,

لَا يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ، مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمِ أَوْ قَطِيْعَةِ رَحِمٍ، مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ . قِيْلَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ! وَمَا الْإِسْتِعْجَالُ؟ قَالَ: يَقُوْلُ: قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ، فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيْبُ لِي، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Artinya: “Doa seorang hamba akan senantiasa terkabul selama ia tidak berdoa untuk kemaksiatan, atau untuk memutuskan silaturrahim, dan tidak tergesa-gesa.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah bentuk ketergesa-gesaan yang dimaksud?” Nabi SAW menjawab, “Hamba tadi berkata, ‘Aku telah berdoa, sungguh aku telah berdoa, namun Allah belum juga mengabulkan doaku. Ia merasa jenuh dan letih, lalu akhirnya meninggalkan doa’.”

Anjuran Terus-menerus Berdoa

Masih dalam kitab yang sama, seorang muslim dianjurkan untuk terus berdoa. Kata Ibnu Qayyim, sikap terus-menerus berdoa termasuk obat penawar yang begitu bermanfaat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, ia mengatakan Rasulullah SAW bersabda,

اللَّهَ يُحِبُّ الْمُلِحِيْنَ فِي الدُّعَاءِ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang terus-menerus mengulang-ulang ketika berdoa.” (HR At-Thabrani dalam ad-Du’aa dan al’Uqaili dalam adh-Dhu’afaa, dan Ibnu ‘Adi)

Disebutkan dalam Al-Qur’an, Allah SWT akan memperkenankan doa hamba-Nya. Dia berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖࣖࣖ ٦٠

Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS Gafir: 60)

Wallahu a’lam.

(kri/rah)



Sumber : www.detik.com

Hadits tentang Anjuran Membunuh Cicak, Apa Hukumnya?


Jakarta

Rasulullah SAW menganjurkan agar membunuh cicak. Beliau menyebut cicak sebagai penjahat kecil.

Anjuran membunuh cicak disebutkan dalam hadits yang berbunyi,

أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَسَمَّاهُ فُوَيْسِقًا.


Artinya: “Dari Sa’id bin Abi Waqqash RA bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan membunuh cicak, dan beliau menamainya si penjahat kecil.” (HR Muslim)

Hadits tersebut termaktub dalam Ringkasan Shahih Muslim karya M Nashiruddin Al-Albani yang diterjemahkan Elly Lathifah. Selain itu ada juga hadits lainnya yang menerangkan tentang anjuran Rasulullah SAW membunuh cicak.

Disebutkan dalam Sunan an-Nasai Jilid 2 edisi Indonesia terbitan Gema Insani, Abu Bakar bin Ishaq mengabarkan bahwa Ibrahim bin Muhammad bin Ar’arah mengatakan dari Mu’adz bin Hisyam dari bapaknya dari Qatadah dari Sa’id bin Musayyab bahwa seorang wanita menemui Aisyah RA dan di tangannya ada tongkat.

Aisyah bertanya, “Apa itu?” Ia menjawab, “Untuk (membunuh) cicak, karena Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang tidak dilindungi oleh Ibrahim AS kecuali binatang ini.’ Beliau memerintahkan kami untuk membunuhnya dan melarang membunuh Jinnaan (ular kecil yang biasanya ada di rumah) kecuali yang memiliki dua garis putih di punggungnya dan ular yang pendek ekornya (ular yang jahat dan berbisa), karena keduanya menipu mata dan dapat menggugurkan kandungan perempuan.” (Ash-Shahihah No. 1581)

Dalam redaksi lainnya, diriwayatkan dari Saibah Maulah atau bekas budak Al Fakih bin Al Mughirah bahwa dirinya menemui Aisyah RA dan melihat ada tombak tergeletak di rumahnya. Ia pun bertanya pada Aisyah,

“Wahai Ummul mukminin, apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?”

Aisyah menjawab, “Kami menggunakannya untuk membunuh cicak. Karena Rasulullah SAW memberitahu kami bahwa tatkala Ibrahim RA dilemparkan ke dalam api, semua binatang di atas bumi berusaha memadamkan kobaran api kecuali cicak. Ia justru meniup-niupkan apinya supaya berkobar semakin besar. Maka Rasulullah pun memerintahkan untuk membunuhnya.” (HR Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya, Syaikh Syu’aib menyatakan bahwa sanadnya shahih)

Hukum Membunuh Cicak

Mengutip dari buku Ustaz Abdul Somad Menjawab yang ditulis oleh H Abdul Somad Lc MA, hukum membunuh cicak diperbolehkan dan mendapat pahala. Bahkan ganjaran membunuh cicak juga disebutkan dalam hadits.

Dari Abu Hurairah RA mengatakan Nabi SAW bersabda,

“Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka dia mendapat kebaikan sekian dan sekian. Barang siapa membunuh cicak dengan dua kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian, yang lebih sedikit daripada yang pertama. Jika dia membunuh cicak dengan tiga kali pukulan, maka dia memperoleh kebaikan sekian dan sekian yang lebih sedikit daripada yang kedua.” (HR Muslim)

Ganjaran yang Diterima dari Membunuh Cicak

Pada riwayat lain dalam Ringkasan Shahih Muslim disebutkan, “Barang siapa membunuh cicak dengan sekali pukulan maka dicatat untuknya 100 kebaikan. Jika dua kali pukulan, maka lebih sedikit dari itu. jika dengan tiga kali pukulan, maka lebih sedikit dari yang kedua.”

Menurut tafsir Imam Nawawi dalam Syarh An Nawawi ala Shahih Muslim yang diterjemahkan Wawan Djunaedi Soffandi, tingkatan kebaikan yang berbeda itu adalah balasan Allah SWT pada kecermatan perilaku. Tetapi, Allah SWT tidak serta menuntut hamba-Nya untuk melalui kesulitan tersebut.

Tingkat kesulitan ini dimaknai sebagai perbuatan yang ikhlas karena Allah SWT. Ini turut diterangkan dalam Al-Ajwibah Al-Qathi’ah Lihujaj Al-Khushum Lial-As’ilah Al-Waqi’ah Fi Kulli Al-Ulum yang disusun Syaikh Al-‘Izz bin Abdus Salam As-Sulmi terjemahan Masturi Irham.

“Yang dimaksudkan dari dibanyakkannya pahala dalam pukulan pertama sewaktu membunuh cicak adalah anjuran untuk berinisiatif atau bergegas membunuhnya dan anjuran untuk membunuhnya dalam sekali pukulan. Jika ingin memukulnya beberapa kali, boleh jadi cicak justru bisa kabur dan usahanya menjadi gagal (karena kehilangan fokus lantaran asal pukul saja. Wallahu a’lam,” terang Imam Nawawi.

Wallahu a’lam.

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com