Author: admin

  • 12 Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Bisa Dilakukan Siapa Saja


    Jakarta

    Bulan Muharram adalah salah satu dari empat bulan mulia yang diagungkan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan mengisi waktu dengan amalan kebaikan. Allah SWT berfirman dalam surat At Taubah ayat 36:

    اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

    Arab latin: Inna ‘iddatasy-syuhūri ‘indallāhiṡnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa minhā arba’atun ḥurum(un), żālikad-dīnul-qayyim(u), falā taẓlimū fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatan kamā yuqātilūnakum kāffah(tan), wa’lamū annallāha ma’al-muttaqīn(a).


    Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

    Dalam ayat tersebut, bulan Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan, di mana amal kebaikan sangat dianjurkan dan perbuatan maksiat sangat dilarang.

    Amalan yang Dianjurkan pada Bulan Muharram

    Mengacu pada buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, terdapat beberapa amalan sunnah yang bisa dikerjakan oleh siapa saja pada bulan Muharram. Berikut penjelasannya.

    1. Berpuasa di Penghujung Bulan Dzulhijjah dan Awal Muharram

    Amalan pertama yang dianjurkan adalah melaksanakan puasa pada hari terakhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama bulan Muharram. Ibadah puasa ini menjadi kesempatan berharga untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

    Sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa yang berpuasa pada hari terakhir bulan Dzulhijjah dan hari pertama bulan Muharram, maka Allah akan mengampuni segala dosa-dosanya, meskipun ia telah berdosa selama lima puluh tahun.” (HR. Ibnu Abbas)

    2. Membaca Doa Akhir Tahun

    Doa akhir tahun biasanya dibaca setelah melaksanakan shalat Ashar atau sebelum masuk waktu Maghrib. Momen ini menjadi waktu yang tepat bagi umat Muslim untuk memohon ampunan atas segala dosa dan kekhilafan yang telah dilakukan sepanjang tahun.

    Berikut bacaan doa akhir tahun yang diambil dari buku Majmu’ Ad-Da’awaat: Kumpulan Doa-Doa Pilihan karya Ust. Risky Aviv Nugroho, M.Pd.

    اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

    Arab latin: Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da’autanî ilat taubati min ba’di jarâ’atî ‘alâ ma’shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa’attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha’ rajâ’î minka yâ karîm.

    Artinya: Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

    3. Membaca Doa Awal Tahun

    Setelah membaca doa akhir tahun, dianjurkan pula untuk membaca doa awal bulan Muharram. Doa ini dibaca setelah shalat Maghrib sebanyak tiga kali pada malam 1 Muharram.

    Beberapa ulama menyampaikan bahwa siapa yang membaca doa ini sebanyak tiga kali setelah shalat Rawatib ba’diyah Maghrib, maka Allah SWT akan mengutus dua malaikat untuk melindunginya dari tipu daya dan godaan setan selama satu tahun ke depan.

    Pelaksanaan doa ini dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti membaca doa secara langsung setelah shalat, mendahuluinya dengan shalat sunnah dua rakaat, melaksanakan sujud syukur terlebih dahulu, atau mengamalkannya selama sepuluh hari berturut-turut.
    Berikut bacaan doa awal tahun yang dianjurkan:

    اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

    Arab latin: Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu’awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

    Artinya: Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.

    4. Menghidupkan Malam Pertama Bulan Muharram dengan Qiyamul Lail

    Pada malam pertama bulan Muharram, dianjurkan untuk mengisi waktu dengan berbagai ibadah, di antaranya:

    • Memperbanyak membaca Al-Qur’an.
    • Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
    • Mengerjakan shalat sunnah seperti shalat Hajat, Tahajjud, Taubat, dan shalat sunnah lainnya.
    • Melaksanakan shalat sunnah seratus rakaat, dengan membaca Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas pada setiap rakaat.
    • Mengerjakan shalat sunnah dua rakaat; pada rakaat pertama membaca Al-Fatihah dan surat Al-An’am, serta pada rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan surat Yasin.
    • Melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, dengan membaca Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas sebanyak 11 kali di setiap rakaat.

    5. Amalan setelah Shalat Subuh

    Selain amalan-amalan di atas, sebagian ulama juga menganjurkan amalan khusus setelah shalat Subuh di bulan Muharram. Siapa saja yang membaca basmalah sebanyak 360 kali dan ayat kursi sebanyak 360 kali setelah shalat Subuh, insya Allah akan diberikan kelapangan rezeki, dilindungi dari berbagai musibah, serta diberi keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.

    6. Berpuasa di Hari Pertama Bulan Muharram

    Selain berpuasa di akhir Dzulhijjah, puasa di hari pertama bulan Muharram juga memiliki keutamaan yang sangat besar.

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

    Hadits ini menunjukkan keutamaan puasa di bulan Muharram, termasuk hari pertamanya. Amalan ini menjadi kesempatan untuk mengisi awal tahun dengan amalan puasa yang dicintai Allah SWT.

    7. Puasa Tasu’ah

    Puasa Tasu’ah adalah ibadah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Muharram. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, beliau menceritakan bahwa para sahabat berkata,

    “Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.” Lalu Rasulullah SAW bersabda:

    “Tahun depan, insya Allah, kita akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)

    Namun, Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa tahun berikutnya belum sempat tiba, Rasulullah SAW telah wafat.

    Berikut adalah niat puasa Tasu’ah:

    نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَِّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu shauma tasu’aa sunnatan lillâhi ta’âlâ.

    Artinya: Saya berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.

    8. Puasa Asyura

    Puasa Asyura dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Keutamaan puasa ini disebutkan dalam beberapa hadits, salah satunya hadits dari Ibnu Abbas RA yang meriwayatkan sabda Rasulullah SAW:

    “Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT akan memberinya pahala seperti 10.000 malaikat. Barang siapa berpuasa pada hari Asyura, maka ia mendapatkan pahala seperti 10.000 orang yang berhaji dan berumrah, serta pahala seperti 10.000 orang yang mati syahid.

    Barangsiapa mengusap kepala anak yatim pada hari itu, maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya satu tingkat untuk setiap helai rambut yang disentuhnya. Barang siapa memberi makan orang mukmin yang berbuka puasa pada hari Asyura, maka seolah-olah ia telah memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang sedang berbuka dan mengenyangkan mereka.” (HR. Ibnu Abbas)

    Berikut adalah niat puasa Asyura:

    نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَِّهِ تَعَالَى

    Arab latin: Nawaitu shauma ‘aasyuraa sunnatan lillâhi ta’âlâ

    Artinya: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.

    9. Amalan Kebaikan pada Hari Asyura

    Sebagian ulama menyampaikan bahwa terdapat banyak amalan yang dianjurkan pada hari Asyura. Amalan-amalan ini diyakini memiliki keutamaan dan pahala besar bagi yang mengerjakannya, di antaranya:

    • Mengusap kepala anak yatim.
    • Memuliakan dan membantu fakir miskin.
    • Memberikan ilmu atau manfaat kepada orang lain, seperti membantu menunjukkan jalan kepada yang tersesat.
    • Bersedekah.
    • Melapangkan rezeki dan memberikan hadiah kepada anak serta istri.
    • Melaksanakan mandi sunnah.
    • Menggunakan celak (bercelak).
    • Menjamu orang yang berbuka puasa.
    • Memperbanyak shalat sunnah empat rakaat.
    • Memperbanyak bacaan: Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir.
    • Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.
    • Mengerjakan shalat Tasbih.
    • Menjalin silaturahmi dengan siapa saja, baik keluarga, kerabat dekat, tetangga, maupun para ulama.

    10. Membaca Doa Asyura

    Doa Asyura biasanya dibaca setelah melaksanakan shalat Maghrib. Beberapa ulama menjelaskan bahwa doa ini dapat dibaca secara langsung. Namun, ada juga anjuran untuk mendahuluinya dengan melaksanakan shalat sunnah terlebih dahulu sebanyak empat rakaat, dengan dua salam.

    Pada setiap rakaat, dianjurkan membaca surat Al-Fatihah dan surat Al-Ikhlas sebanyak 50 kali. Setelah menyelesaikan shalat sunnah tersebut, barulah dilanjutkan dengan membaca Doa Asyura.

    Doa Asyura ini dapat dibaca sebanyak 7 kali, namun akan lebih utama jika dibaca sebanyak 70 kali. Berikut adalah bacaan Doa Asyura:

    حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَأَ مِنَ اللَّهِ إِلَّا إِلَيْهِ سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ. وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِي الْعَظِيمِ وَهُوَحَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيلِ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

    Arab Latin: Hasbunallaah wani’mal wakil, ni’mal maulaa wani’man nashiir. Subhaanallaahi mil-al miizaani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridhaa wazinatal ‘arsyi. Laa malja-a minallaahi illaa ilaihi subhaanallaahi ‘adadasy syaf’i wal witir. Wa ‘adada kalimatillaahit taammaati kullaha, nas-alukas salaamata birahmatika yaa arhamar raahimiin. Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Wahuwa hasbunaa wani’mal wakil, ni’mal maulaa wani’man nashiir. Washallallaahu ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihii washahbihii wasallam.

    Artinya: Cukuplah Allah yang menjadi penolong dan kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Maha Suci Allah sepenuh mizan (timbangan), setinggi ilmu, sebanyak keridhaan, dan setimbang ‘Arsy. Tiada tempat untuk menyelamatkan diri, dan tiada tempat untuk bersandar, melainkan kepada Allah. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat yang sempurna kesemuanya. Saya memohon keselamatan kepada-Mu dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dan, tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Cukuplah Allah yang memeliharaku, tempatku berpegang, dan sebaik-baiknya Pemberi pertolongan. Semoga Allah memberikan rahmat atas nabi kita, penghulu kami, Muhammad. Kemudian, juga kepada keluarga dan para sahabat nabi kesemuanya.

    11. Puasa Tanggal 11 Muharram

    Selain puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram, sebagian ulama juga menganjurkan berpuasa pada tanggal 11 Muharram. Pendapat ini disampaikan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah dan beberapa ulama lainnya untuk membedakan puasa umat Islam dengan puasa kaum Yahudi.

    Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

    “Berpuasalah pada hari Asyura dan selisihilah kaum Yahudi, yaitu dengan berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya.” (HR. Ahmad)

    12. Puasa Ayyamul Bidh pada Tanggal 13, 14, dan 15 Muharram

    Puasa yang dianjurkan pada pertengahan bulan Muharram dikenal sebagai puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa yang dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Muharram. Puasa ini merupakan amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi bagian dari ibadah yang disarankan untuk rutin dilakukan setiap bulan dalam kalender Hijriah.

    (inf/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Itu Bulan Haram? Ini Penjelasan dan Hikmahnya


    Jakarta

    Beberapa bulan dalam kalender hijriah disebut sebagai bulan haram. Dinamakan bulan haram karena peperangan diharamkan pada bulan-bulan tersebut dan hal ini sudah dikenal sejak zaman jahiliyah. Bahkan sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

    Dalam buku Tanya Jawab Islam susunan Tim PISS-KTB, Al Qodhi Abu Ya’la RA menyebut dinamakan bulan haram karena dua makna.

    Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan, orang-orang jahiliyyah pun memiliki keyakinan serupa.


    Kedua, pada bulan haram itu dilarang melakukan perbuatan haram karena saking mulianya bulan tersebut. Sebab, bulan tersebut merupakan waktu yang tepat dan baik untuk melakukan berbagai amalan hingga para salaf sangat suka mengerjakan puasa di bulan haram.

    Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menjelaskan:

    يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلشَّهْرِ ٱلْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَكُفْرٌۢ بِهِۦ وَٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِۦ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَٱلْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ ٱلْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَٰتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ ٱسْتَطَٰعُوا۟ ۚ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُو۟لَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

    Artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”

    Dalam buku Dakwah Kreatif: Muharram, Maulid Nabi, Rajab dan Sya’ban tulisan Udji Asiyah disebutkan bahwa dinamakan bulan haram dikarenakan besarnya kehormatan dan keagungan bulan-bulan tersebut.

    Abdullah bin Abbas RA, berkata: “Allah mengkhususkan empat bulan yang dijadikannya sebagai bulan-bulan haram, kehormatannya sangat agung, dosa-dosa pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) dan Dia menjadikan amal saleh dan pahalanya (di bulan-bulan lainnya) dan Dia menjadikan amal saleh dan pahalanya (di bulan tersebut) juga lebih besar.

    4 Bulan Haram dalam Islam

    Terkait bulan haram ini dijelaskan dalam hadits dari Abu Bakrah RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari Muslim)

    Hikmah Bulan Haram

    Dari Ibnu Abbas RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

    Artinya: “Tidak ada amal yang lebih afdal dibanding amal pada hari-hari ini,” Mereka bertanya, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab, “Tidak pula oleh jihad, kecuali seseorang yang keluar untuk mengorbankan jiwa dan hartanya, lalu dia tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR Bukhari)

    Selain itu, bulan-bulan haram juga menjadi momentum pelipatgandaan amalan yang dikerjakan kaum muslimin sebagaimana termaktub dalam hadits yang berbunyi:

    “Maka sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatkan kalian.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Imam Fakhruddin ar-Razi menjelaskan dalam tafsirnya bahwa bulan-bulan haram ini memiliki kekhususan di mana perbuatan baik mendapat pahala lebih besar, dan perbuatan buruk mendapat siksa lebih berat. Oleh karena itu, dalam tradisi Islam, bulan-bulan haram tetap diistimewakan dengan berbagai amalan dan ibadah yang dianjurkan.

    (lus/aeb)



    Sumber : www.detik.com

  • Keutamaan Puasa Tasu’a dan Asyura: Manfaat Dunia-Akhirat!


    Jakarta

    Puasa Tasua dan Asyura merupakan amalan yang dikerjakan bulan Muharram, tepatnya pada tanggal 9-10. Sebagaimana diketahui Muharram menjadi sebaik-baiknya bulan untuk berpuasa selain Ramadan.

    Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

    “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan salat yang paling utama setelah salat fardhu adalah salat malam.” (HR Muslim)


    Puasa Tasua dan Asyura bahkan dianjurkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan kedua puasa tersebut.

    “Sungguh, jika aku masih hidup sampai tahun depan niscaya aku akan berpuasa pada tanggal 9 dan 10.” (HR Al Khallal dengan sanad yang bagus dan dipakai hujjah oleh Ahmad)

    Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura Secara Syariat

    Berikut sejumlah keutamaan dari puasa Tasua dan Asyura dari segi syariat sebagaimana dikutip dari buku Panduan Muslim Sehari-hari karya Hamdan Rasyid dan Saiful Hadi El Sutha.

    1. Dihapuskan Dosanya Setahun Lalu

    Rasulullah SAW melalui haditsnya menyebut bahwa muslim yang berpuasa pada hari Asyura akan dihapuskan dosanya setahun yang lalu. Beliau berkata,

    “Puasa Arafah menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang, sementara puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

    2. Membedakan dengan Bangsa Yahudi

    Puasa Tasua yang dilaksanakan pada 9 Muharram menjadi pembeda dari bangsa Yahudi yang mengerjakan puasa hanya pada hari Asyura. Dari Ibnu Abbas RA berkata,

    “Nabi SAW datang di Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi pada berpuasa Asyura (10 Muharram). Mereka berkata, ‘Ini adalah hari kemenangan Musa terhadap Firaun.’ Lalu Nabi SAW bersabda kepada sahabat-sahabatnya, “Kamu adalah lebih berhak atas Musa daripada mereka, oleh sebab itu berpuasalah’!” (HR Bukhari)

    3. Puasa Terbaik Kedua

    Muharram menjadi bulan yang terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan. Ini sesuai hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW suatu hari pernah ditanya,

    “Salat manakah yang lebih utama setelah salat fardhu?”, kemudian Rasulullah menjawab, “Yaitu salat di tengah malam.” Lalu ada lagi yang bertanya kepadanya, “Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?”, dan Rasulullah bersabda, “Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram.” (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)

    4. Pahalanya Setara 10 Ribu Orang Berhaji

    Menurut kitab Fadha ‘Ilul Quqat (Edisi Indonesia) karya Imam Baihaqi yang diterjemahkan Muflih Kamil, disebutkan bahwa salah satu keutamaan puasa Asyura adalah mendapat pahala setara 10 ribu orang berhaji.

    Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barangsiapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala yang setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barangsiapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barangsiapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga.”

    Manfaat Puasa Tasua dan Asyura bagi Kesehatan

    Mengutip dari buku 10 Formula dasar Islam: Konsep dan Penerapannya tulisan Gamar Al Haddar, berikut manfaat puasa Tasua dan Asyura bagi kesehatan muslim.

    1. Menjaga Kesehatan

    Puasa baik bagi tubuh karena dapat mencegah dari berbagai penyakit. Dengan demikian, muslim yang mengerjakan puasa juga berperan menjaga kesehatan tubuhnya.

    2. Memperbaiki Sel yang Rusak

    Menurut Dr Abdul Jawwad Ash-Shawi menyebut bahwa sel-sel tubuh bisa dibentuk kembali dan didistribusikan sesuai kebutuhannya apabila seseorang berpuasa. Dengan begitu, gugus-gugus baru untuk sel-sel menyebabkan renovasi struktur serta meningkatkan fungsional organ tubuh.

    3. Membersihkan Tubuh dari Racun

    Puasa bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari racun. Saat seorang muslim berpuasa, lemak-lemak yang disimpan dalam tubuh pada jumlah besar bisa dipindahkan ke hati hingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati.

    Melalui proses tersebut, banyak racun meleleh dan dikeluarkan, dibersihkan dari kotoran-kotoran tubuh. Umumnya, proses ini dikenal dengan detoksifikasi.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Awal Tahun Hijriah Tidak Dirayakan Meriah? Ini Filosofinya


    Jakarta

    Awal tahun Hijriah kerap disemarakkan oleh umat Islam dengan memperbanyak ibadah sunnah, seperti membaca Al-Qur’an, salat sunnah, puasa, hingga berdoa. Mengapa momen awal tahun hijriah tidak dirayakan meriah seperti tahun baru masehi?

    Alasan Awal Tahun Hijriah Tidak Dirayakan Meriah

    Alasan awal tahun Hijriah tidak dirayakan secara meriah karena tidak ada dalilnya dalam Islam, baik dari ayat suci Al-Qur’an maupun hadits. Tetapi kaum muslimin menyambutnya dengan suka cita.

    Menukil dari buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah oleh Siti Zamratus Sa’adah, dahulu kaum muslimin belum memiliki sistem penanggalan yang baku. Akhirnya pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab ditetapkanlah Muharram sebagai awal tahun baru Islam.


    Para sahabat sepakat menentukan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai penetapan awal kalender Islam. Khalifah Umar bin Khattab RA lalu mengeluarkan keputusan bahwa tahun hijrah sang rasul adalah tahun satu, sejak saat itu kalender Islam disebut Tarikh Hijriyah.

    Islam mengenal dua hari raya. Kedua hari tersebut dianjurkan untuk dimeriahkan sebagaimana termaktub dalam hadits dari Anas bin Malik RA:

    “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr).” (HR An Nasai dan Ahmad)

    Pendapat Ulama tentang Hukum Merayakan Tahun Baru Islam

    Selain itu, diterangkan dalam buku Fikih Keseharian: Ucapan Tahun Baru Hijriyah hingga Hukum Parfum Beralkohol tulisan Hafidz Musftisany, para ulama berbeda pendapat terkait hukum merayakan awal tahun Hijriah.

    1. Dilarang

    Ulama yang berpendapat melarang kebanyakan dari kalangan ulama Saudi. Menurut mereka, mengucapkan tahni’ah atau selamat tahun baru Islam tidak disyariatkan dalam agama.

    Tokoh yang menyuarakan pendapat ini salah satunya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, ulama besar dari Arab saudi. Melalui salah satu fatwanya pada kitab Mausu’ah al Liqa asy Syahri, Syaikh Al Utsaimin menyampaikan tidak dianjurkan untuk memulai ucapan selamat tahun baru. Tetapi, jika ada orang lain yang lebih dulu mengucapkannya maka tidak ada membalasnya.

    “Jika seseorang mengucapkan selamat, maka jawablah. Akan tetapi, janganlah kita yang memulai.” tulisnya.

    Meski begitu, Syaikh al-Utsaimin menyarankan agar balasan ucapan tidak berupa “selamat tahun baru” secara langsung. Sebagai gantinya, lebih baik menjawab dengan doa, misalnya:

    “Semoga Allah menjadikan tahun ini penuh kebaikan dan keberkahan untuk Anda.”

    Menurut beliau, tidak ada riwayat dari para salaf (generasi awal Islam) yang menunjukkan bahwa mereka mengucapkan selamat tahun baru pada 1 Muharram. Yang memiliki dasar dan atsar dari zaman Nabi SAW dan para sahabat hanyalah ucapan selamat pada dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

    2. Diperbolehkan

    Ulama yang memperbolehkan untuk merayakan tahun baru Islam salah satunya Syekh Abdul Karim Al Khudair. Ia menilai bahwa mendoakan kebaikan kepada sesama muslim seperti hari raya, hukumnya tak masalah. Selama doa dan ucapan tersebut tidak diyakini sebagai ibadah khusus dalam peristiwa tertentu.

    Diterangkan dalam buku Bid’ah dalam Agama: Hakikat, Sebab, Klasifikasi, dan Pengaruhnya oleh Yusuf al-Qaradhawi, mengucapkan atau merayakan awal tahun Hijriah tidak termasuk dalam kategori bid’ah. Menurutnya, Islam memandang hal tersebut sebagai sesuatu yang positif dan patut didukung, karena dapat memperkuat identitas keislaman serta menumbuhkan semangat loyalitas terhadap ajaran Islam.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Profil Calon Walkot Muslim Pertama New York yang Pro Palestina


    Jakarta

    Zohran Mamdani merupakan kandidat Wali Kota muslim yang pertama di New York dari Partai Demokrat. Pria berusia 33 tahun itu merupakan sosok yang sangat menentang agresi Israel terhadap Gaza, Palestina.

    Mamdani merupakan seorang legislator di negara bagian New York mewakili Queens. Ia mengungguli kandidat berpengaruh yang tak lain adalah mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk calon Wali Kota New York yang digelar Selasa (24/6/2025) lalu.

    Hasil perolehan suara Mamdani jauh di atas Cuomo hingga sulit mengejarnya. Cuomo sendiri telah mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Mamdani.


    Setelah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, kemenangan Mamdani ini disebut sebagai momen penting politik pro-Palestina di Amerika Serikat. Meski belum sah, Mamdani telah mendeklarasikan kemenangan dalam pidato di depan para pendukungnya.

    “Malam ini, kita mencetak sejarah. Mengingat kata-kata Nelson Mandela, ini semua terlihat tidak mungkin sampai benar-benar terjadi.Teman-teman, kita telah berhasil. Saya akan menjadi kandidat Demokrat untuk Wali Kota New York,” katanya dikutip dari New York Times.

    Profil Zohran Mamdani

    Berdasarkan informasi yang diperoleh dari situs New York State Assembly, nama lengkap calon Wali Kota Muslim di New York itu adalah Zohran Kwame Mamdani. Ia lahir dan dibesarkan di Kampala, Uganda.

    Mamdani pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia 7 tahun. Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science sebelum meraih gelar di bidang Kajian Afrika dari Bowdoin College.

    Sebelum terjun ke politik, ia bekerja sebagai penasihat perumahan untuk membantu warga berpenghasilan rendah mencegah penggusuran. Mamdani terpilih sebagai anggota dewan Negara Bagian New York pada 2020 dari Distrik 36 yang mencakup Astoria, Queens.

    Awal tahun ini, Mamdani menikah dengan seorang seniman wanita bernama Rama Duwaij. Wanita itu merupakan keturunan Suriah yang tinggal di Brooklyn.

    Lantang Kritik Agresi Israel Terhadap Gaza

    Masih dari sumber yang sama, Mamdani sangat vokal dalam mengkritik agresi Israel di Gaza. Bahkan, ketika menjadi mahasiswa di kampusnya ia mendirikan cabang Students for Justice in Palestine (Solidaritas Mahasiswa untuk Palestina).

    Dalam unggahannya di X pada 31 Oktober 2024 lalu, Mamdani mengkritik pendudukan Israel di Gaza. Ia menyebut yang dilakukan Israel sebagai bentuk genosida.

    “Saya akan selalu jelas dalam bahasa saya dan berdasarkan fakta: Israel sedang melakukan genosida.” tulisnya.

    Secara terbuka, Mamdani juga mendukung gerakan boikot, divestasi dan sanksi (BDS) terhadap entitas yang berafiliasi dengan Israel.

    Melalui sesi wawancara pada Desember 2024 lalu bersama seorang jurnalis bernama Mehdi Hasan, Zohran Mamdani secara publik menyatakan akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York.

    “Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Ini adalah kota yang nilainya sejalan dengan hukum internasional,” ujarnya seperti dikutip dari laporan Al Jazeera.

    Donald Trump Cemooh Zohran Mamdani

    Kemenangan sensasional Zohran Mamdani memicu reaksi keras dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui media sosialnya, ia melontarkan cemoohan terhadap calon Wali Kota Muslim New York pertama itu.

    “Akhirnya terjadi, Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100 persen,” tulis Trump dalam unggahannya di akun Truth Social pribadinya pada Kamis (25/6/2025) lalu.

    “Baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat, dan ada dalam jalur untuk menjadi Wali Kota.” tambah Trump.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Perbuatan yang Diam-diam Menghapus Pahala, Banyak yang Tak Sadar


    Jakarta

    Terdapat beberapa perbuatan yang bisa menghapus pahala muslim tanpa disadari. Perkara-perkara ini termasuk perbuatan buruk yang harus dihindari.

    Sebagai umat Islam, sudah sepantasnya kita mengerjakan amal ibadah dan kebaikan. Setelah mengerjakannya, amal kebaikan itu harus dijaga agar tidak terhapus dengan sia-sia.

    Lantas, apa saja perbuatan yang diam-diam menghapus pahala seseorang?


    7 Perbuatan yang Bisa Menghapus Pahala Muslim

    1. Ujub

    Imam Al Ghazali dalam Minhaj al-‘Abidin ila Jannah-nya yang diterjemahkan M Rofiq mendefinisikan ujub sebagai sifat merasa besar terhadap amal saleh yang dilakukan. Orang yang ujub merasa dirinya lebih mulia dan layak masuk surga dibanding manusia lainnya.

    Ujub dapat membuat pahala muslim terhapus. Menurut buku Dahsyatnya Ikhlas oleh Mahmud Ahmad Mustafa, Rasulullah SAW pernah menceritakan kepada para sahabat bahwasanya ada seseorang yang berkata,

    “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan.” Allah SWT berfirman, “Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapus amalmu.” (HR Muslim)

    Turut dijelaskan dalam buku Wonderful Honour oleh Brilly El Rasheed, Imam Al Munawi menyebut bahwa Rasulullah SAW mengatakan ujub dapat menghapus amal shalih 70 tahun. Sesungguhnya 70 tahun bukanlah angka pasti melainkan kisaran untuk waktu yang panjang dan lama sebagaimana disebutkan dalam kitab Faidh Al Qadir.

    Imam Al Munawi mengutip Syarah Imam Al Haramain yang diriwayatkan Imam Al Ghazali bahwa yang dihapus bukan pokok pahala amal selama 70 tahun, tapi hanya menghapus pelipatan pahala dari amal.

    2. Syirik

    Syirik adalah menyekutukan Allah SWT. Perbuatan ini tergolong dosa besar dalam Islam dan harus dihindari.

    Perbuatan syirik bisa menghapus amalan seseorang. Allah SWT berfirman dalam surah Al An’am ayat 88,

    ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا۟ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ

    Artinya: “Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”

    3. Zalim

    Zalim adalah dosa yang merusak kehidupan atau sekelompok orang. Perbuatan ini juga membuat sengsara bagi orang yang terzalimi.

    Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa pelaku zalim akan terhapus pahala kebaikannya. Nabi Muhammad SAW bertanya kepada para sahabat,

    “Apakah kalian tahu siapa orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut itu adalah yang tidak mempunyai dirham maupun harta benda.”

    Rasulullah SAW bersabda,

    “Orang yang bangkrut dari umatku ialah, orang yang datang pada hari kiamat membawa (pahala) salat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia suka mencaci maki dan (salah) menuduh orang lain, makan harta orang lain, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang yang terzalimi itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikan pelaku zalim. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka.” (HR Muslim)

    4. Mengungkit Sedekah yang Diberikan

    Mengungkit sedekah yang sudah diberikan bisa menyakiti hati penerima sedekah. Mengutip buku 100 Kesalahan dalam Sedekah tulisan Reza Pahlevi Dalimuthe, orang yang berbuat demikian tidak akan mendapatkan ganjaran dari sedekahnya.

    Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 264,

    يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ كَٱلَّذِى يُنفِقُ مَالَهُۥ رِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۖ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُۥ وَابِلٌ فَتَرَكَهُۥ صَلْدًا ۖ لَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍ مِّمَّا كَسَبُوا۟ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

    5. Maksiat ketika Sendiri

    Bermaksiat saat sendirian bahkan bisa menghapus pahala kebaikan sebesar gunung. Hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW.

    Dari Tsauban RA, Nabi SAW bersabda,

    “Niscaya aku mengetahui suatu kaum dari umatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa banyak kebaikan sebesar Gunung Tihamah yang putih, tetapi kemudian Allah menjadikannya (hancur lebur) seperti debu berterbangan.”

    Tsauban bertanya, “Ya Rasulullah, jelaskanlah sifat-sifat mereka kepada kami agar kami tidak menyadarinya.”

    Beliau menjawab, “Mereka masih termasuk saudara kalian sendiri. Mereka melakukan ibadah malam sebagaimana yang kalian lakukan. Akan tetapi, jika sedang sendirian mereka berani melanggar larangan-larangan Allah.” (HR Ibnu Majah)

    6. Ghibah

    Ghibah sama artinya dengan bergunjing. Orang yang ghibah membicarakan keburukan bahkan aib orang lain saat orang yang dighibahkan tidak ada.

    Dosa ghibah dapat menghapuskan pahala atau amal kebaikan seseorang. Menurut kitab Nashaihul ‘Ibad oleh Syekh Nawawi Al Bantani yang diterjemahkan Ach Fairuzzabadi, Nabi Muhammad SAW menyebut terkait empat perangai yang melekat pada manusia dan bisa hilang karena empat perkara lainnya.

    “Ada empat permata (perangai yang melekat) pada diri anak Adam yang dapat dihihilangkan dengan empat perkara lainnya (dari sifat tercela), yakni: akal, agama, haya’ (rasa malu), amal saleh. Kemarahan dapat menghilangkan akal (sehat). Hasud (dengki) dapat menghilangkan agama. Tamak dapat menghilangkan haya’ (rasa malu). Ghibah dapat menghilangkan amal saleh.”

    Dijelaskan dalam buku Ramadhan Bersama Nabi Tafsir dan Hadis Tematik di Bulan Suci oleh Rosidin, ghibah menjadi satu hal yang menyebabkan amal kebaikan manusia tak diterima oleh malaikat penyeleksi pada setiap pintu langit. Dengan demikian, muslim harus menghindari ghibah agar amal kebaikan yang dilakukannya tidak sia-sia.

    7. Hasad

    Menurut buku Pendidikan Agama Islam Akidah Akhlak yang ditulis Masan AF, hasad sama artinya dengan dengki. Orang yang memiliki sifat ini tidak senang terhadap orang lain yang mendapat nikmat dari Allah SWT.

    Biasanya, mereka yang dengki akan selalu iri hati melihat orang lain hidup senang. Hasad termasuk akhlak tercela yang dilarang oleh Allah SWT dan rasul-Nya.

    Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Janganlah kamu dengki mendengki, jangan putus memutus hubungan persaudaraan, jangan benci membenci, jangan pula belakang membelakangi dan jadilah kamu semua hamba Allah seperti saudara, sebagaimana yang diperintahkan Allah kepadamu.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Hasad dapat menghapus amal kebaikan atau pahala seseorang. Terkait hal ini dijelaskan juga dalam hadits Rasulullah SAW,

    “Jauhkanlah dirimu dari sifat dengki, karena dengki itu memakan semua kebaikan, sebagaimana api menghanguskan kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

    Sifat hasad menjadikan hati seseorang kotor dengan perasaan seburuk-buruknya. Karena hatinya kotor, maka amal ibadah yang mereka perbuat jadi sia-sia. Sebab, semua itu terhapus oleh sifat-sifat dengkinya

    Naudzubillah min dzaalik. Semoga kita dijauhi dari sifat-sifat buruk yang dapat menghapus amal kebaikan kita. Aamiin.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Promosikan Industri Halal, Maher Zain Ramaikan BSI International Expo 2025



    Jakarta

    Penyanyi Swedia Maher Zain kembali menyapa fans-nya di Indonesia lewat acara BSI International Expo 2025 yang digelar di JICC Senayan, Jakarta pada 26-29 Juli 2025.

    Pada event ini, pelantun ‘Insha Allah’ tersebut tampil dalam segmen yang bertajuk ‘An Intimate Evening With Maher Zain’. BSI International Expo 2025 merupakan kolaborasi pertama antara Maher Zain dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

    “Ya, saya sangat tersanjung dan senang bisa berkolaborasi dengan BSI. Dan insyaallah, saya harap ini adalah pertama kalinya kita datang dan berkolaborasi bersama,” ujar Maher Zain kepada detikcom, Sabtu (28/6/2025).


    “Dan mudah-mudahan, insyaallah kita akan memiliki banyak kolaborasi bersama,” sambungnya.

    BSI International Expo 2025 mengusung tema ‘Engaging Indonesia in the Global Halal Industry’. Sebagai penyanyi yang kerap mengangkat tema islami, Maher mengaku visi yang dibawa event ini sejalan.

    “Karena saya pikir kita harus saling mendukung dalam mempromosikan ekonomi halal. Dan mencoba untuk selalu menginspirasi orang lain melalui Islam,” kata Maher.

    “Dan ini adalah sesuatu yang saya yakini BSI juga memiliki visi yang sama. Jadi ini seperti pertama kalinya dan mudah-mudahan Insyaallah kita akan memiliki banyak kolaborasi bersama di masa depan,” sambungnya.

    Maher Zain pun berharap melalui event ini, industri halal global semakin berkembang. Apalagi, hingga Maret 2025 penduduk muslim di seluruh dunia mencapai 2,04 miliar orang.

    “Dan menurut saya hal utama dalam hal ini adalah industri halal dan selalu berusaha menjaganya agar tetap halal. Saya berusaha menjaga musik saya, seperti dengan pesan dan mencoba menggunakan bakat yang Allah SWT berikan kepada saya untuk menggunakannya dengan cara yang baik dan mencoba menginspirasi orang (melalui musik),” sambungnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengungkapkan alasannya menggandeng Maher Zain dalam event ini. Menurut Cahyo, kehadiran penyanyi berusia 39 tahun ini relevan dengan model bisnis dari BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.

    “Kita bukan hanya ingin menghibur nasabah kita, tapi kita melihat konten-konten lagunya Maher Zain itu relevan banget dengan Bank Syariah Indonesia. Makanya kita dengan bangga mengundang Maher Zain dan kita persembahkan ini untuk seluruh nasabah tercinta BSI,” kata Cahyo.

    Sementara itu, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo berharap melalui BSI International Expo 2025 dapat meningkatkan posisi Indonesia menjadi nomor satu dalam pemain utama industri halal global. Berdasarkan data dari Global Islamic Economy Indicator (SGIE) 2023, Indonesia menempati posisi ketiga.

    “Targetnya kita harus menjadi nomor satu di dunia, sebagai halal business di dunia,” kata Anggoro.

    Sebagai informasi, dalam BSI International Expo 2025 BSI menghadirkan program menarik di antaranya Talenta Wirausaha BSI (TWB). Tak hanya itu, BSI juga menawarkan produk unggulan berbasis syariah seperi emas dan layanan haji atau umrah.

    BSI International Expo 2025 tidak dipungut biaya alias gratis. Cukup dengan men-download aplikasi BYOND by BSI, pengunjung bisa menikmati 330 tenant hingga hiburan menarik.

    Selain Maher Zain, BSI International Expo 2025 juga diramaikan oleh hiburan dari Maliq & D’Essentials, Ustaz Hilman Fauzi, hingga Denny Caknan. Segera download BYOND by BSI agar bisa menonton penampilan mereka secara langsung!

    (prf/ega)



    Sumber : www.detik.com

  • Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Muharram & Keutamaannya


    Jakarta

    Umat Islam memasuki Muharram 1447 Hijriah. Ini adalah bulan yang disucikan Allah SWT dan Rasulullah SAW menganjurkan untuk berpuasa sunnah.

    Di Indonesia, 1 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 27 Juni 2025. Tahun Baru Islam ini mungkin berbeda dengan wilayah lainnya, seperti Arab Saudi yang mengumumkan lebih dulu bahwa 1 Muharram 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 26 Juni 2025.

    Terlepas dari perbedaan itu, ada satu amalan yang bisa dikerjakan pada bulan ini. Bahkan sayang jika dilewatkan begitu saya mengingat ada keutamaan besar di dalamnya. Amalan tersebut adalah puasa sunnah.


    Puasa Sunnah Bulan Muharram

    1. Puasa 9 Muharram (Tasua)

    Puasa Tasua adalah puasa yang dikerjakan pada 9 Muharram. Menurut penjelasan dalam Syarah Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW menganjurkan puasa pada tanggal tersebut untuk membedakan dengan puasa orang Yahudi. Nabi SAW bersabda,

    ولَئِن بَقيتُ إِلَى قَابِل لَأَصُومَنُ التَّاسِعَ

    Artinya: “Seandainya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada tanggal sembilan Muharram.” (HR Muslim dari Ibnu Abbas RA)

    • Jadwal puasa Tasua 9 Muharram 1447 H: Sabtu, 5 Juli 2025

    2. Puasa 10 Muharram (Asyura)

    Puasa Asyura adalah puasa yang dikerjakan pada 10 Muharram. Puasa ini juga dikerjakan oleh umat nabi terdahulu dan Rasulullah SAW menganjurkannya bagi umatnya.

    • Jadwal puasa Asyura 10 Muharram 1447 H: Minggu, 6 Juli 2025

    3. Puasa 11 Muharram

    Dijelaskan dalam buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-hari karya Muharram Habibillah, sebagian ulama berpendapat umat Islam juga disunnahkan berpuasa pada 11 Muharram. Puasa ini dianjurkan untuk mengiringi puasa Asyura, seperti halnya puasa 9 Muharram.

    Dalil anjuran ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW,

    صُوْمُوْا يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَخَالِفُوْا فِيْهِ الْيَهُودَ صُوْمُوْا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا.

    Artinya: “Puasalah pada hari Asyura (10 Muharram) dan selisilah Yahudi. Puasalah pada hari sebelumnya atau hari sesudahnya.” (HR Bukhari)

    • Jadwal puasa 11 Muharram 1447 H: Senin, 7 Juli 2025

    4. Puasa Ayyamul Bidh Muharram

    Puasa Ayyamul Bidh dikerjakan pada 13, 14, dan 15 Muharram. Anjuran puasa ini bersandar pada riwayat berikut,

    وَعَنْ أَبِي ذَرٍ الله قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ نَصُومَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ: ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ. رَوَاهُ النَّسَابِيُّ وَالتَّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ )

    Artinya: Abu Dzar radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Rasulullah SAW memerintahkan agar kami berpuasa sunnah tiga hari dalam satu bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15.” (HR an-Nasa’i, at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

    • Jadwal puasa Ayyamul Bidh Muharram 1447 H: Rabu-Jumat, 9-11 Juli 2025

    5. Puasa Senin-Kamis Muharram

    Umat Islam juga bisa mengerjakan puasa Senin dan Kamis sepanjang bulan Muharram. Berikut jadwalnya:

    • Senin, 30 Juni 2025
    • Kamis, 3 Juli 2025
    • Senin, 7 Juli 2025
    • Kamis, 10 Juli 2025
    • Senin, 14 Juli 2025
    • Kamis, 17 Juli 2025
    • Senin, 21 Juli 2025
    • Kamis, 24 Juli 2025

    Keutamaan Puasa Sunnah Bulan Muharram

    Puasa bulan Muharram memiliki keutamaan yang tak terdapat pada bulan lainnya. Menurut sebuah hadits yang terdapat dalam Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi, puasa bulan Muharram adalah sebaik-baik puasa setelah Ramadan.

    وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمِ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

    Artinya: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah yaitu Muharram dan sebaik-baik salat setelah salat fardhu adalah salat malam’.” (HR Muslim)

    Hadits serupa terdapat dalam Sunan Ibnu Majah, dengan redaksi puasa Muharram adalah puasa paling utama setelah puasa Ramadan. Berikut bunyi haditsnya,

    ٧٤٠- (صَحِيحٌ) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو
    عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْحِمْيَرِي، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : ((أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ)). حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. .]إِبْنُ مَاجَهِ)) (١٧٤٢) م

    Artinya: Dari Qutaibah, dari Abu Awanah, dari Abu Bisyr, dari Humaid bin Abdurrahman al-Himyari, dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadan adalah puasa bulan Muharram.”

    Selain keutamaan puasa Muharram secara umum, Rasulullah SAW juga menyebutkan keutamaan puasa hari Asyura. Dikatakan, puasa pada hari tersebut bisa menghapus dosa setahun yang lalu.

    وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

    Artinya: Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, “Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kisah Crazy Rich Arab yang Meninggalkan Dunia Demi Ibadah



    Jakarta

    Kisah inspiratif datang dari Sulaiman Al Rajhi, crazy rich asal Arab yang enggan menghabiskan uangnya untuk bermewah-mewahan. Seluruh hartanya justru ia sumbangkan untuk kegiatan amal.

    Menurut catatan Forbes Middle East, pada 2011 kekayaan Al Rajhi mencapai USD 7,7 miliar. Dengan harta sebanyak itu, ia termasuk dalam jajaran 100 orang terkaya di seluruh dunia.

    Meski memiliki harta yang berlimpah, gaya hidup Al Rajhi sangat berbeda dari miliarder pada umumnya. Harta yang dimilikinya tidak ia gunakan untuk berfoya-foya.


    Sejak lahir, Al Rajhi terpaksa menelan pahitnya kehidupan. Al Rajhi kecil menghadapi kemiskinan yang mengharuskannya bekerja sebagai porter saat usianya 9 tahun.

    Selain itu ia juga sempat menjadi pengepul kurma dan penjaga toko. Titik baliknya bermula saat Al Rajhi bekerja di money changer dan membuatnya naik kelas menjadi orang kaya.

    Pada 1970, dia membangun bisnis money changer sendiri yang dalam waktu singkat berkembang jadi 30 gerai di seluruh Arab Saudi. Bahkan, sudah berhasil melakukan ekspansi ke Mesir dan Lebanon.

    Besarnya jaringan bisnis membuat Sulaiman bersama saudara-saudaranya membentuk perusahaan induk money changer. Belakangan, perusahaan induk ini berubah arah dan memilih terjun di dunia perbankan, khususnya bank syariah lewat Al Rajhi Bank.

    Dari situlah, Sulaiman Al Rajhi menjadi orang kaya. Al Rajhi Bank menjadi bank syariah terbesar di dunia dan membuat kekayaan Al Rajhi meroket dengan fantastis.

    Meski menjadi miliarder, Al Rajhi tidak memiliki mobil mewah atau pesawat pribadi. Untuk bepergian, ia menggunakan pesawat kelas ekonomi.

    Hal ini ia lakukan karena takut akan dosa. Al Rajhi enggan jika kekayaannya tak bisa dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

    Karenanya, Al Rajhi selalu menggunakan harta untuk kegiatan bermanfaat, termasuk kegiatan amal. Dirinya selalu totalitas dalam beramal.

    Sebagai sosok yang pernah terjerat kemiskinan, Al Rajhi tahu bahwa hidup miskin tidak enak. Ia enggan orang lain merasakan yang ia rasa, karenanya Al Rajhi terus membagikan uang kepada yang membutuhkan.

    Puncaknya pada 2015 lalu, Al Rajhi membagikan seluruh harta kepada masyarakat yang tidak mampu di Arab Saudi. Dia bahkan mengalihkan kepemilikan sahamnya di Al Rajhi Bank ke beberapa lembaga amal.

    Tindakan Al Rajhi ini menyebabkan hartanya lenyap dan hanya menyisakan sedikit untuk dana abadi serta warisan anak. Atas dasar inilah, Forbes tak lagi memasukkan nama Al Rajhi ke jajaran orang terkaya di dunia.

    “Segala harta milik Allah, dan kita hanyalah orang-orang yang diberi amanah (oleh Allah) untuk menjaganya,” kata Al Rajhi dalam wawancara bersama Arab News.

    Ia juga mengatakan bahwa dirinya sangat waspada terhadap pemborosan. Menurutnya, Allah SWT tidak menganugerahkan kekayaan kepada manusia untuk disombongkan.

    “Saya bukan orang kikir. Saya orang yang waspada dengan pemborosan dengan keyakinan bahwa Allah menganugerahkan kekayaan kepada kita bukan untuk menunjukkan kesombongan atau pemborosan tetapi untuk menangani kekayaan sebagai harta yang dipercaya,” lanjutnya.

    Al Rajhi juga menceritakan dirinya pernah diundang dalam konferensi investasi dari pemerintah Saudi. Pada sela-sela konferensi, ia diundang untuk jamuan makan malam.

    Tetapi, saat dirinya datang di acara makan malam ternyata ada hiburan yang bertentangan dengan agamanya. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut hiburan apa yang dimaksud.

    “Saya segera keluar dari tempat itu dan Abdul Aziz Al-Ghorair dari UEA juga bergabung dengan saya. Segera menteri yang berkuasa penuh mendatangi kami bertanya. Kami menjelaskan kepadanya bahwa hiburan yang ditampilkan bertentangan dengan tradisi Islam kami. Jadi dia memberi tahu kami bahwa pesta rekreasi akan dibatalkan. Ketika mereka membatalkan pesta itu, kami ikut serta dalam makan malam,” ujarnya bercerita.

    (aeb/lus)



    Sumber : www.detik.com

  • Ciri-ciri Rumah Seret Rezeki, Begini Penjelasannya Menurut Islam


    Jakarta

    Rumah yang dikatakan seret rezeki tidak ditentukan oleh arah bangunan atau lokasinya, tetapi lebih kepada perilaku dan kondisi spiritual para penghuninya. Dalam pandangan Islam, keberkahan dalam rumah tangga tidak hanya berasal dari usaha lahiriah seperti kerja keras suami, tetapi juga dari keharmonisan yang dijaga oleh pasangan suami istri.

    Perilaku dan dosa-dosa kecil yang kerap dianggap sepele bisa menjadi penghalang turunnya rezeki dalam keluarga. Oleh karena itu, penting bagi setiap anggota rumah tangga untuk mengevaluasi kembali sikap dan amalan mereka.

    Rezeki Sudah Ditentukan, Tapi Bisa Terhalang

    Dalam buku Menjemput Rezeki dengan Berkah, Abdullah Gymnastiar menjelaskan bahwa Allah SWT telah menetapkan rezeki setiap manusia sejak ia berada di dalam kandungan, tepatnya setelah empat bulan. Namun, bagaimana rezeki itu datang baik atau buruk bergantung pada cara manusia menjemputnya. Jika seseorang mendapat rezeki dengan cara yang tidak diridhai, hal itu termasuk rezeki yang buruk.


    Contohnya, pohon yang tidak bisa bergerak tetap memperoleh makanan karena Allah SWT mendekatkan sumber makanannya lewat akar. Anak singa yang belum bisa berburu pun diberikan rezeki melalui air susu induknya. Ketika dewasa, ia pun dibekali kekuatan untuk mencari makanan sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT telah menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya, sebagaimana ditegaskan dalam surah Hud ayat 6:

    “Tidak satu pun makhluk yang melata di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya. Dia mengetahui tempat berdiam dan penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata.”

    Kebiasaan yang Menghalangi Rezeki

    Mengutip penjelasan dalam situs resmi Kemenag dan Kitab Ta’lim al-Muta’allim karya Syekh az-Zarnuji, terdapat sejumlah kebiasaan yang bisa menjadi penghambat rezeki, di antaranya:

    1. Melakukan dosa, terutama berdusta
    2. Tidur berlebihan, khususnya setelah subuh
    3. Tidur dalam keadaan telanjang
    4. Buang air kecil tanpa mengenakan pakaian
    5. Makan ketika masih dalam keadaan junub
    6. Makan sambil berbaring
    7. Mengabaikan makanan yang jatuh
    8. Menyapu rumah dengan kain
    9. Membiarkan sarang laba-laba di rumah
    10. Menyepelekan salat
    11. Terburu-buru meninggalkan masjid usai subuh
    12. Memakai celana sambil berdiri
    13. Tidak mendoakan orang tua
    14. Mendoakan keburukan untuk anak
    15. Bersikap kikir

    Dosa Rumah Tangga yang Membuat Rezeki Tertutup

    Beberapa dosa yang dilakukan dalam rumah tangga bisa menjadi penyebab rezeki tersendat. Berikut beberapa di antaranya:

    1. Kurangnya Ketaatan kepada Allah

    Dalam buku 29 Dosa yang Menghalangi Datangnya Rezeki karya Ibnu Mas’ad Masjhur, disebutkan bahwa dosa paling besar yang dapat menghalangi rezeki adalah ketidaktaatan kepada Allah SWT. Firman-Nya dalam surah Fatir ayat 3 menyebutkan:

    “Wahai manusia, ingatlah nikmat Allah kepadamu! Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia. Lalu, bagaimana kamu dapat dipalingkan?”

    2. Melupakan Orang Tua

    Doa dari orang tua memiliki kekuatan luar biasa dalam memperlancar rezeki. Sebaliknya, jika seorang anak mengabaikan orang tuanya, hal itu bisa menjadi penghalang datangnya keberkahan. Allah SWT mengingatkan hal ini dalam surah Luqman ayat 14:

    “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kamu akan kembali.”

    3. Suami Berkhianat kepada Keluarga

    Suami yang tidak mengelola rezekinya dengan benar, seperti menggunakan uang untuk berjudi atau bersenang-senang di luar rumah, termasuk dalam bentuk pengkhianatan terhadap keluarga. Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidaklah engkau memberikan nafkah karena mengharap ridha Allah, kecuali engkau akan mendapat pahala, termasuk makanan yang kau berikan kepada istrimu.” (HR Bukhari)

    4. Istri Tidak Jujur kepada Suami

    Meskipun harta istri secara syariat adalah miliknya sendiri, namun transparansi dalam keluarga tetap penting. Jika seorang istri menyembunyikan sesuatu dari suaminya, itu dapat mengganggu keharmonisan dan bahkan menghambat rezeki, sebagaimana dijelaskan Ibnu Mas’Ad dalam buku Magnet Rezeki Suami Istri. Suami yang tidak mengetahui kondisi keuangan rumah tangga juga sulit menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.

    (lus/kri)



    Sumber : www.detik.com