All posts by admin

Jangan Pernah Meminta Kematian, Ini Penjelasan Haditsnya


Jakarta

Allah SWT sudah memberikan takdir masing-masing untuk setiap makhluk hidup di dunia ini. Hidup dan mati makhluk juga sudah ditentukan oleh Allah SWT.

M Quraish Shihab mengatakan dalam bukunya Kematian Adalah Nikmat, “Orang banyak yang tidak mengetahui bahwa dalam satu butir tumbuhan terdapat kehidupan dan dia berpotensi untuk berkembang. Orang seringkali tidak menyadari perbedaan antara hidup dan potensi hidup,” tulisnya.

Untuk itu manusia yang masih hidup pasti akan berguna untuk manusia yang lain. Meskipun dalam hidup penuh dengan cobaan dan tantangan, kita sebagai muslim harus tetap menjalani kehidupan dengan beribadah dan berusaha.


Dijelaskan dalam kitab An Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim yang ditulis Ibnu Katsir dan diterjemahkan Ali Nurdin, kita tidak boleh meminta kematian kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits menurut riwayat Ahmad dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ وَإِنَّهُ لَا يَزِيدُ الْمُؤْمِنَ عُمْرُهُ إِلَّا خَيْرًا.

Artinya: “Janganlah sekali-kali seorang dari kamu sekalian menginginkan mati. Dijelaskan hendaknya manusia jangan berdoa meminta mati sebelum datang waktunya. Dan sesungguhnya apabila orang itu telah mati, maka terputus amalnya. Padahal umur seorang mukmin itu sesungguhnya justru akan menambah kebaikan kepadanya.”

Larangan Mengharap Kematian

Ahmad berkata, “Hasan menuturkan kepada kami, Ibnu Lahi’ah bercerita kepada kami, Ibnu Yunus mengisahkan kepada kami dari Abu Hurairah dari Rasulullah bahwasanya beliau bersabda:

“Janganlah sekali-kali di antara kalian mengharap kematian dan tidak boleh memohon kematian sebelum menimpanya, kecuali jika sudah percaya dengan amalnya. Pasalnya, jika seseorang meninggal dunia, terputuslah amalnya. Sesungguhnya, bertambahnya umur seorang mukmin itu membawa kebaikan’.” (HR. Ahmad)

Dalil mengenai dibolehkannya meminta kematian saat timbul fitnah adalah hadis yang diriwayatkan Ahmad dalam Musnad-nya dari Mu’adz bin Jabal dalam hadis tentang mimpi yang panjang.

Dalam hadist tersebut dituturkan: “Ya Allah, aku memohon kepadamu perbuatan baik, meninggalkan kemungkaran, mencintai orang miskin, Engkau memberikan ampunan untukku dan merahmatiku, dan jika Engkau hendak menimpakan fitnah kepada satu kaum, matikanlah aku tanpa ada fitnah. Ya Allah, aku memohon berikan cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan cinta pada semua amal yang mendekatkanku pada cinta-Mu.” (HR. Ahmad)

(aeb/kri)



Sumber : www.detik.com

5 Manfaat Berdoa bagi Muslim, Jadi Cara Komunikasi dengan Allah SWT



Jakarta

Doa merupakan bentuk ibadah seorang muslim kepada Allah SWT. Berdoa memberikan manfaat bagi kehidupan seorang muslim.

Termaktub dalam Surat Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman tentang perintah untuk berdoa kepada-Nya,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ


Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Mengutip buku Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera oleh M. Khalilurrahman Al Mahfani dijelaskan doa dan dzikir memiliki posisi yang sangat penting dalam proses penghambaan diri kepada Sang Khalik. Berdoa menjadi salah satu cara beribadah kepada Allah SWT.

Imam Nawawi dalam al Adzkar mengatakan bahwa yang paling utama dari aktivitas seorang hamba adalah menyibukkan diri dengan berdzikir kepada Allah SWT. Doa merupakan washilah yang dapat digunakan oleh seorang hamba untuk menyampaikan permohonan, keinginan dan harapannya kepada Allah SWT.

Manfaat Berdoa

Mengutip buku Doa dan Zikir Harian Nabi oleh Imam Abu Wafa berdoa memiliki manfaat utama bagi keberlangsungan hidup manusia. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya barang siapa yang tidak memohon sesuatu kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

Hadits ini menegaskan bahwa berdoa kepada Allah SWT menjadi amalan yang wajib.

Manfaat berdoa akan kembali kepada sang hamba yang menyampaikannya. Berikut beberapa manfaat berdoa:

1. Sebagai sandaran dan tempat mengadu

Ketika manusia merasa dirinya putus asa, merasa tidak ada lagi yang sanggup menolongnya, maka ia akan mencari tempat mengadu dan tempat sandaran. Manusia membutuhkan tempat yang mampu memberikan kekuatan untuk bangkit dari keputusasaan.

Doa berfungsi untuk menguatkan kembali jiwa yang hancur dengan mencari tempat mengadu yang hakiki yakni kepada Allah SWT. Dalam kata lain, doa menjadi cara berkomunikasi antara seorang hamba dengan Allah SWT.

2. Memohon rahmat dan karunia

Doa juga berfungsi untuk meningkatkan kualitas diri. Doa juga sebagai tempat memohon rahmat dan karunia kepada Allah SWT agar perjalanan hidup selalu lancar dalam naungan Allah SWT.

3. Memohon perlindungan

Doa memiliki peran besar sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Sang Maha Melindungi dan Maha Mengetahui. Melalui doa, Allah SWT akan memberikan petunjuk dan jalan keluar serta pertolongan kepadanya.

4. Melepaskan kesulitan

Imam Al Ghazali menjelaskan doa tidak dapat menolak qada'(ketetapan) Allah SWT, namun doa dapat melahirkan khulu’ (lepasnya kesulitan) atau terpenuhinya hajat. Perkara tertolaknya bala karena doa juga termasuk dalam qada Allah SWT.

Sebagaimana hadits, “Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa.” (HR Ahmad & Ibnu Majah, dari Tsauban)

5. Senjata bagi orang beriman

Bagi orang beriman, doa merupakan senjata. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits, “Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit-langit serta bumi.” (HR Abu Ya’la, dari Ali bin Abu Thalib)

(dvs/lus)



Sumber : www.detik.com

5 Doa agar Terhindar dari Godaan Setan, Yuk Amalkan!


Jakarta

Doa pengusir setan dan jin diamalkan agar muslim terhindar dari maksiat. Sebagaimana diketahui, setan ditugaskan untuk menyesatkan dan menggoda manusia.

Allah SWT berfirman dalam surah An Nas ayat 1-6,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)


Artinya: (1) Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, (2) raja manusia, (3) sembahan manusia (4) dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi (5) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (6) dari (golongan) jin dan manusia.”

Berikut sejumlah doa yang bisa diamalkan untuk mengusir jin dan setan seperti dikutip dari berbagai sumber.

5 Doa agar Terhindar dari Godaan Setan

1. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Pertama

Doa untuk mengusir setan dan jin yang pertama ini dapat diamalkan ketika muslim hendak masuk ke kamar mandi. Menurut buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian yang ditulis Mahmud Asy-Syafrowi, setan gemar bersemayam di kamar mandi. Sebab, tempat tersebut kotor, serta sepi dari dzikrullah.

Doa pengusir setan dan jin ini bersumber dari hadits. Dari Zaid bin Arqam RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya, tempat buang kotoran ini dihadiri (ditempati oleh setan). Maka, jika salah seorang dari kalian mendatanginya, maka hendaklah ia mengucapkan:

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

Arab latin: A’udzubillahi minal khubutsi wal khobaits

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan lainnya)

Selain itu disebutkan pula dalam riwayat Anas RA doa di atas yang diawali dengan basmalah, berikut bunyinya:

بِسْمِ اللّٰهِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

Arab latin: Bismillahi allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khobaits

Artinya: “Dengan menyebut nama Allah. Aku berlindung kepada Allah dari (gangguan/kejahatan) setan-setan laki-laki dan setan-setan perempuan.” (HR Ma’mari dengan sanad yang shahih atas syarat Muslim)

2. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Kedua

Disebutkan pula dalam buku berjudul Panduan Lengkap Doa untuk Muslimah karya Fathuri Ahza Mumtaza, ada doa mengusir setan beserta sekutunya. Berikut bunyinya,

اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، عَالِمَ الغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَشَرِالشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ.

Arab latin: Allaahumma faathiras samawaati wal ardhi, ‘aalimal ghaibi was syahaadah, rabba kulli syai’in wa maliikah, asyhadu an laa ilaaha illaa anta. A’uudzu bika min syarri nafsii wa syarris syathaani wa syirkih.

Artinya: “Tuhanku, pencipta langit dan bumi, yang mengetahui hal yang gaib dan nyata, Tuhan dan penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nafsuku, kejahatan setan, dan sekutunya.” (HR Abu Dawud dan At-Timidzi)

3. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Ketiga

Menukil dari buku Keutamaan Doa & Dzikir untuk Hidup Bahagia Sejahtera yang ditulis M. Khalilurrahman Al Mahfani terdapat doa mengusir setan versi lainnya yang digunakan untuk mengusir setan.

أعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ الثَّامَاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ، وَذَرَا وَبَرَا وَمِن شَرِّ مَا يَنزِلُ مِنَ السَّمَآءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا، وَمِن شَرِّ مَا ذَرَأَ فِى الْأَرْضِ ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ أِلَّا طَارِ قًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَارَ حْمٰنُ . رواه أحمد عن عبد الرحمن بن عنبى

Arab latin: A’uudzu bi kalimaatil laahit taammaatillatii laa yujaawizuhunna barruw wa laa faajirum min syarri maa khalaq, wa dzara-a wa bara-a wa min syarri maa yunazzilu minas samaa-i wa min syarri maa ya’ruju fiihaa, wa min syarri maa dzara-a fil ardh, wa min syarri ma yakhruju minhaa, wa min syarri fitanil laili wan nahaar, wa min syarri fattanilaili wannahaar wa min syarri kulli thaariqin illaa thaariqan yathruqu bi khairin yaa rahmaan.

Atinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna, yang tidak ada kebajikan dan kejahatan yang dapat melampauinya dari kejahatan mahluk-Nya, dari kejahatan yang turun dari langit, dari kejahatan sesuatu yang naik di dalamnya, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan di muka bumi, dari kejahatan yang keluar dari padanya, dari kejahatan fitnah pada waktu malam dan pada waktu siang, dan dari kejahatan setiap jalan, kecuali jalan menuju kepada kebaikan, ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih.” (HR Ahmad dari Abdurrahman)

4. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Keempat

Selain doa-doa di atas, terdapat doa mengusir setan lain yang dikutip dari buku Doa Ajaran Ilahi susunan Anis Masykhur dan Jejen Musfah. Doa ini termaktub dalam surah Al-Mu’minun ayat 97-98,

رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيْطِيْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونَ

Arab latin: Wa qur rabbi a’ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn. Wa a’ụżu bika rabbi ay yaḥḍurụn

Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

5. Doa agar Terhindar dari Godaan Setan Versi Kelima

Gus Arifin dalam bukunya yang berjudul Ketika Lautan Menjadi Tinta menuliskan doa mengusir setan yang bisa diambil dari surah Al Baqarah ayat 285-286. Ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Siapa saja membaca dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah niscaya Allah melindunginya dari segala gangguan.” (HR Bukhari)

Berikut bacaan surah Al Baqarah ayat 285-286 yang bisa diamalkan muslim,

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Arab latin: Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu’minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā’ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami’nā wa aṭa’nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u).

Artinya: “Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Arab latin: Lā yukallifullāhu nafsan illā wus’ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa’fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Begini Ciri Fisik Penghuni Surga Menurut Hadits Nabi SAW


Jakarta

Surga menjadi impian yang didambakan setiap muslim. Banyak kenikmatan yang dijanjikan dalam surga oleh Allah SWT.

Sebagaimana firman-Nya dalam surah Muhammad ayat 15,

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ


Artinya: “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka….”

Lalu, seperti apa ciri fisik penduduk surga? Akankah kondisi tubuh mereka sama seperti saat hidup di dunia?

Ciri Fisik Penduduk Surga Berdasarkan Hadits

1. Tingginya Setara Nabi Adam AS

Menurut An Na’im Al-Jinsi Li Ahli Al-Jannah susunan Syaikh Abdullah bin Qasim Al-Qasimi terjemahan H Masturi Irham Munawar dan H Malik Supar, ukuran tinggi Nabi Adam AS adalah 60 hasta. Jika dikonversi, berarti setara dengan 27,4-30 meter.

Ini sesuai dengan hadits dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Para penduduk surga ketika masuk surga, tingginya seperti Adam, 60 dzira, tampan seperti Yusuf, di usia seperti Isa sekitar 33 tahun, memiliki lisan seperti Nabi Muhammad SAW, badan tidak berbulu, berpenampilan muda, dan bercelak.” (HR Ibnu Abid Dunya)

2. Tidak Memiliki Jenggot

Penghuni surga juga tidak memiliki jenggot dan bulu lainnya. Dari Muadz bin Jabal RA.

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ، بني ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ رواه الترمذي

Artinya: Dari Muadz bin Jabal, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Penghuni surga kelak masuk ke dalamnya dalam keadaan tak berbulu, muda, dan bercelak mata, sekira usia 33 tahun.” (HR At-Tirmidzi).

Kata “jurdan” dalam hadits di atas adalah bentuk jamak dari “ajrad” yang artinya orang dengan fisik tidak berbulu. Sementara itu, “murdan” adalah bentuk jamak dari “amrod” yang artinya pemuda yang baru tumbuh kumisnya dan belum tumbuh jenggotnya.

3. Kembali Muda

Meskipun seorang penghuni surga meninggal dalam keadaan tua, di sana ia akan kembali menjadi muda. Ini turut diterangkan dalam hadits sebagai berikut,

Dari Al Hasan, ada seorang sepuh datang menghadap Nabi SAW lantas berkata, “Seorang nenek tua pernah mendatangi Nabi SAW. Nenek itu pun berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah pada Allah agar Dia memasukkanku dalam surga.”

Nabi SAW menjawab, “Wahai Ummu Fulan, Surga tak mungkin dimasuki oleh nenek tua.” Nenek tua itu pun pergi sambil menangis.

Nabi SAW pun bersabda, “Kabarilah dia bahwa surga tidaklah mungkin dimasuki dia sedangkan ia dalam keadaan tua.” Karena Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya (QS. Al-Waqi’ah: 35-37).” (HR Tirmidzi)

Selain itu, pada hadits lainnya Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa penghuni surga digambarkan berusia 33 tahun. Dari Al-Miqdam RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada satu pun orang nanti, baik yang mati keguguran atau mati ketuaan, hanya sanya di antara itu melainkan akan dibangkitkan sekira berusia 33 tahun. Jika ia penghuni surga, maka ia akan seperti perawakan Nabi Adam AS, rupa Nabi Yusuf AS, dan hati Nabi Ayub AS. Tetapi jika ia penghuni neraka, maka ia akan membesar dan membengkak seperti bukit.” (HR Al-Baihaqi)

Wallahu a’lam.

(aeb/rah)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa untuk Perempuan yang Sakit Lengkap dan Keutamaannya


Jakarta

Mengunjungi dan mendoakan orang yang sakit merupakan salah satu anjuran penting dari Rasulullah SAW sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang. Memberikan doa kepada orang yang sedang sakit dapat memberikan dukungan agar dia termotivasi untuk cepat sembuh.

Sakit merupakan salah satu ujian yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Menurut buku Fiqih Ibadah bagi Orang Sakit dan Bepergian yang ditulis oleh Enang Hidayat, menjenguk dan mendoakan orang yang sakit adalah hak yang dimiliki oleh sesama Muslim.

Rasulullah SAW bersabda,


“Hak muslim atas muslim lainnya terdapat lima, yaitu; menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ibnu Majah)

Dalam hal mendoakan orang yang sedang sakit, terdapat sedikit perbedaan bacaan untuk orang sakit perempuan dan laki-laki. Lantas, bagaimana bacaan doa untuk orang sakit perempuan?

Doa untuk Orang Sakit Perempuan

Dalam mendoakan orang yang sedang sakit, terdapat perbedaan bacaan doa yang disesuaikan dengan jenis kelamin, di mana doa untuk perempuan berbeda sedikit dari doa untuk laki-laki.

Menurut buku Menulis Buku, Alternatif bagi Guru oleh Ardhi Aditya, doa untuk orang sakit perempuan adalah “Syafakillah.” Jika diucapkan untuk laki-laki, maka berubah menjadi “Syafakallah.”

Makna dari doa tersebut adalah “Semoga Allah menyembuhkanmu.” Selain menggunakan Syafakillah, ada juga Syafahallah dan Syafahannallah yang dipakai untuk mendoakan perempuan yang sedang sakit. Perbedaannya terletak pada cara penggunaannya serta orang yang menjadi sasaran doa.

Dalam struktur bahasa Arab, “Syafakillah” digunakan saat berbicara langsung kepada perempuan yang sedang sakit. Sebaliknya, Syafahallah dipakai ketika mengacu pada perempuan lain yang sakit (orang ketiga), dan Syafahannallah digunakan untuk mendoakan lebih dari satu perempuan yang sakit.

Selain itu, akan menjadi lebih baik jika ucapan doa untuk perempuan yang sedang sakit ditambahkan menjadi lebih lengkap seperti ini.

شَفَاكِ اللَّهُ، لَا بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Arab latin: Syafakillah laa basa thohurun insyaAllah

Artinya: “Semoga Allah memberikan kesembuhan kepadamu (perempuan). Tidak mengapa, Insya Allah sakitmu ini membuat dosamu bersih.”

Selain doa tersebut, ada juga doa yang lain yang bisa kita bacakan ketika menjenguk seseorang yang sedang sakit. Menurut buku Al-Adzkar”atau Kitab Induk Doa dan Dzikir karya Imam Nawawi, terdapat beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menjenguk orang sakit. Salah satu doa yang dibaca adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ رَبِّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ ، أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاء لَا يُغَادِرُ سَقَماً

Arab latin: “Allaahuma rabbinnaas, adzhibil ba’sasyfii, antasy syaafi laa syifaa-a illaa syifaa-uka syifaa-an laa yughaadiru saqamaa,”

Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan selain kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

Keutamaan Menjenguk dan Mendoakan Orang Sakit

Menjaga hubungan baik dapat dilakukan melalui silaturahmi, termasuk menunjukkan perhatian ketika ada kerabat atau saudara yang sedang sakit. Saling mendoakan dan menjenguk kerabat yang sakit merupakan perbuatan yang sangat mulia.

Dirangkum dari buku Didoakan oleh 70 Ribu Malaikat oleh A. Noer Che, dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan 70 ribu malaikat untuk mendoakan seseorang yang dengan tulus hati menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Hal ini disampaikan dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah SAW bersabda:

“Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah SWT akan mengutus 70 ribu malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya pada waktu siang kapan saja hingga sore dan pada waktu malam kapan saja hingga subuh.” (HR Ahmad)

Dalam sebuah riwayat lain, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Tidaklah seorang muslim menjenguk saudaranya sesama muslim yang sakit pada waktu pagi, melainkan 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga waktu sore. Apabila ia menjenguknya pada waktu sore maka 70 ribu malaikat akan mendoakannya hingga waktu pagi. Ia pun akan mendapat taman di surga.” (HR Abu Dawud)

Dari Tsuban, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengunjungi orang sakit, maka ia tetap berada di khirfah surga sampai kembali.” Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa khirfah surga itu?” Beliau menjawab, “Buah-buahan yang dipetik di surga.” (HR Muslim).

(hnh/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Menyembelih Ayam Sesuai Syariat Islam


Jakarta

Allah SWT telah memberikan kenikmatan kepada kita untuk bisa menjadikan berbagai macam hewan sebagai bahan pangan. Dalam hal ini, daging ayam merupakan salah satu jenis daging yang banyak dikonsumsi.

Untuk dapat dikonsumsi, seekor ayam harus melalui proses penyembelihan. Menyembelih ayam adalah salah satu hal penting dalam Islam yang harus dilakukan dengan mengucapkan nama Allah SWT.

Doa saat menyembelih ayam menjadi bagian tak terpisahkan untuk memastikan bahwa proses tersebut sesuai dengan syariat Islam dan menjaga kehalalan daging yang dikonsumsi.


Dalil tentang syariat penyembelihan hewan terdapat dalam surah Al-An’am ayat 118,

فَكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُم بِـَٔايَٰتِهِۦ مُؤْمِنِينَ

Artinya: “Maka makanlah binatang-binatang (yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.”

Doa Menyembelih Ayam

Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam proses penyembelihan hewan. Salah satu syarat tersebut adalah penyembelih harus berakal sehat.

Selain itu, alat yang digunakan untuk menyembelih, seperti pisau, harus tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menyiksa hewan.

Sebelum memulai proses penyembelihan, penting untuk membaca basmalah terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mengucapkan doa menyembelih ayam. Berikut ini adalah doa yang bisa dibaca, seperti yang dikutip dari buku Doa Andalan Para Nabi yang disusun oleh Dr. Mustafa Murad.

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Arab latin: Allahumma hadzihi minka wailaika fataqabbal minnii yaa kariim

Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku,”

Etika Penyembelihan Hewan

Dalam menyembelih hewan, penting untuk memperhatikan berbagai etika agar prosesnya dilakukan dengan cara yang penuh kasih sayang dan tidak menyebabkan rasa sakit yang berlebihan pada hewan dan membuatnya tidak merasa tersiksa.

Mengutip dari kitab Nazam Takziyah karya K.H. Ahmad Rifa’i, terdapat beberapa etika yang harus diperhatikan saat menyembelih hewan, termasuk ayam, antara lain:

  • Tidak boleh menyembelih hewan sebelum memahami ilmu syariat dan tata cara penyembelihan yang benar.
  • Sebelum menyembelih, harus mempelajari ilmu syariat dan memahami prosedur penyembelihan yang sesuai dengan aturan agama.
  • Menyembelih hewan harus dilihat sebagai bentuk ibadah.
  • Selalu berusaha memastikan kehalalan proses penyembelihan dan menghindari hal-hal yang diharamkan.

Tata Cara Menyembelih Ayam

Proses penyembelihan ayam harus dilakukan sesuai dengan syariat Islam, yang mengatur tata cara dan doa yang harus diucapkan untuk menjaga kehalalan daging tersebut.

Berdasarkan buku Fikih yang disusun oleh H. Ahmad Ahyar dan Ahmad Najibullah, berikut adalah tata cara menyembelih ayam sesuai dengan syariat Islam:

  1. Siapkan alat penyembelihan yang tajam dan bersih.
  2. Ikat kaki ayam yang akan disembelih, kemudian baringkan menghadap kiblat dengan posisi lambung kiri berada di bawah.
  3. Sebutkan nama Allah SWT atau bacalah basmalah, kemudian lanjutkan dengan doa penyembelihan.
  4. Potong tenggorokan dan dua urat leher ayam dalam satu gerakan, sehingga memutus saluran makan, minum, pernapasan, serta urat nadi di sisi kanan dan kiri leher ayam.

(hnh/kri)



Sumber : www.detik.com

6 Peristiwa Besar yang Patut Diwaspadai Jelang Kiamat


Jakarta

Rasulullah SAW dalam sejumlah hadits telah menyebutkan banyak tanda-tanda kiamat. Beliau pernah minta agar umat Islam mewaspadai enam perkara menjelang datangnya kiamat.

Menurut hadits yang dipaparkan Imam Ibnu Katsir dalam kitab An Nihayah yang diterjemahkan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan, enam perkara yang pertama sempat membuat Ibnu Umar, salah seorang sahabat nabi, kaget tiada terkira. Perkara itu adalah wafatnya Rasulullah SAW.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, dikatakan ada lima perkara besar lain yang bakal menimpa umat Islam. Keterangan tersebut bersandar pada hadits yang dikeluarkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya dari riwayat Abdullah bin ‘Amr.


Kala itu, Abdullah bin ‘Amr menemui Rasulullah SAW ketika beliau sedang berwudhu sambil menunduk. Kemudian, Rasulullah SAW mengangkat kepalanya dan membandang Abdullah bin ‘Amr lalu bersabda, “Ada enam perkara yang akan menimpa kamu sekalian, wahai umat: Kematian Nabimu SAW.”

Ibnu Umar berkata, “Mendengar itu) seakan-akan jantungku copot dari tempatnya. Lalu Rasulullah SAW melanjutkan sabdanya, ‘(Itu) yang pertama, lalu harta melimpah ruah di tengah kamu sekalian, sampai-sampai ada seorang lelaki diberi upah sepuluh ribu, namun dia belum juga rela menerimanya. (Itu) yang kedua.”

Lalu terjadilah huru-hara yang memasuki setiap rumahmu. (Itu) yang ketiga. Lalu, kematian bagaikan buduk kambing. (Itu) yang keempat. Lalu gencatan senjata antara kamu dan bani Ashfar. Lalu mereka menghimpun kekuatan untuk menyerang kamu selama sembilan bulan, seperti masa kehamilan wanita, kemudian mereka merasa lebih baik berkhianat terhadap kamu sekalian. (Itu) yang kelima. Lalu ditaklukkannya suatu kota. (Itu) yang keenam.”

Ibnu Umar bertanya, “Ya Rasulullah, kota manakah yang akan ditaklukkan, Konstantinopel atau Roma?”

Beliau menjawab, “Konstantinopel.”

Menurut catatan penerjemah, maksud buduk kambing dalam hadits tersebut adalah terjemahan dari Qushash atau Qu’ash Al-Ghanam yang keduanya memiliki arti penyakit kambing yang dapat membunuhnya dengan cepat.

Keenam peristiwa menjelang terjadinya kiamat tersebut turut dijelaskan dalam riwayat lain yang berasal dari ‘Auf bin Malik RA. Dia mengatakan menghadap Rasulullah SAW ketika Perang Tabuk. Kala itu beliau SAW berada di kemah berwarna sawo matang lalu bersabda,

اعْدُدْ سِرًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقْعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارِ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةٌ تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.

Artinya: “Hitunglah enam peristiwa menjelang terjadinya kiamat: kematianku, kemudian ditaklukkannya Baitul Maqdis, kemudian yang menyergap kamu sekalian bagaikan buduk kambing, kemudian harta melimpah ruah sehingga seorang lelaki diberi upah seratus dinar namun masih tetap juga tidak rela menerimanya, kemudian terjadi huru-hara yang tidak membiarkan satu rumah pun dari bangsa Arab kecuali dimasukinya, kemudian gencatan senjata antara kamu sekalian dengan bani Ashfar (bangsa Eropa). Lalu mereka berkhianat. Mereka datang kepadamu dengan membawa delapan puluh bendera, di bawah tiap-tiap bendera ada dua belas ribu (tentara).”

Siapa Bani Ashfar yang Berkhianat pada Umat Islam?

Para penerjemah kitab-kitab kiamat menuliskan bani Ashfar adalah bangsa Eropa atau bangsa Romawi. Dalam buku Fitnah dan Petaka AKhir Zaman: Detik-detik Menuju Hari Kehancuran Alam Semesta karya Abu Fatiah Al-Adnani, Rasulullah SAW menyebut bangsa Rum sebagai bani Ashfar.

Dikatakan, sebagian dari mereka ada yang masuk Islam di zaman Al Mahdi sehingga membuat teman-temannya yang setanah air marah dan menginginkan kaum muslimin menyerahkan mereka kembali. Namun, kaum muslimin enggan menyerahkan sebagian bani Ashfar yang masuk Islam itu pada bangsa Rum.

Wallahu a’lam.

(kri/erd)



Sumber : www.detik.com

6 Keistimewaan Hari Jumat Menurut Hadits, Apa Saja?


Jakarta

Dalam Islam, Jumat disebut sebagai hari mulia yang penuh keistimewaan. Bahkan, Allah SWT memerintahkan laki-laki muslim untuk melaksanakan salat khusus di hari Jumat sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Jumu’ah ayat 9,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, apabila (azan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”


Menukil dari buku Rahasia & Keutamaan Hari Jumat tulisan Komaruddin Ibnu Mikam, Jumat menjadi hari rayanya umat Islam. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits,

“Penghulu hari (Sayyidul Ayyam) adalah hari Jumat, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari raya Fitri dan Adha. Dan pada hari Jumat itu terdapat lima kejadian, yaitu: Allah menciptakan Adam, Allah menurunkan Adam ke dunia, Allah mewafatkan Adam, hari Jumat adalah saat yang tidaklah seseorang memohon kepada Allah melainkan pasti dikabulkan selama ia tidak meminta barang yang haram, dan pada hari itu akan terjadi kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan melainkan semuanya mencintai hari Jumat.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Berikut sejumlah keistimewaan hari Jumat yang disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah SAW yang dikutip dari buku Panduan Amalan Hari Jumat tulisan Mahmud Ahmad Mustafa.

Keistimewaan Hari Jumat dalam Hadits

1. Momen Pengampunan Dosa

Jumat disebut sebagai hari pengampunan dosa. Ini berlaku jika muslim membaca surat Al Kahfi sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abdullah bin Umar RA,

“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, akan dibentangkan baginya cahaya mulai dari bawah telapak kakinya sampai ke langit. Cahaya itu akan memancarkan sinar baginya pada hari kiamat. Dan ia akan mendapatkan ampunan dari Allah di antara dua Jumat.” (HR Abu Bakr bin Mardawaih)

2. Waktu Mustajab

Keistimewaan hari Jumat lainnya yang disebutkan dalam hadits adalah termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya pada hari Jumat itu terdapat saat yang tidak mendapatkannya seorang hamba muslim, sedang ia berdiri salat meminta suatu kebaikan kepada Allah, kecuali Allah akan memberi apa yang dimintanya.” (HR Malik, Ahmad, Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majah)

3. Pahala Sedekah Dilipatgandakan

Sebagai hari yang mulia, muslim yang bersedekah di Jumat akan dilipatgandakan pahalanya. Berikut bunyi hadits Nabi Muhammad SAW dari Abdillah bin Abi Aufa,

“Telah sampai kepadaku dari Abdillah bin Abi Aufa bahwa Rasulullah bersabda, “Perbanyaklah membaca sholawat kepadaku di hari Jumat sesungguhnya sholawat itu tersampaikan dan aku dengar.” Rasulullah bersabda, “Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan.”

Dalam riwayat lain disebutkan keutamaan melakukan sedekah pada hari Jumat. Salah satunya, “Dan sedekah pada hari itu (Jumat) lebih mulia dibanding hari-hari selainnya.” (HR Ibnu Khuzaimah)

4. Husnul Khatimah Wafatnya Seseorang di Hari Jumat

Umat Islam yang wafat pada hari Jumat, kematiannya tergolong husnul khatimah. Karenanya, mereka akan dibebaskan dari siksa kubur sebagaimana hadits dari Abdullah bin Amr RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada seorang muslim pun (laki-laki atau perempuan, anak kecil atau pun dewasa) meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat. Melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur.” (HR Ahmad)

5. Terbebas dari Siksa Neraka

Jumat menjadi hari pembebasan 600.000 orang dari siksa neraka. Keistimewaan ini tercantum dalam hadits Rasulullah SAW dari Anas RA,

“Sesungguhnya Allah Ta’ala pada setiap hari Jumat punya enam ratus ribu orang yang dibebaskan dari neraka. Mereka semua adalah orang yang telah ditetapkan masuk neraka.” (HR Abu Ya’la)

6. Peristiwa Penting Nabi Adam AS

Sebagaimana dijelaskan pada hadits sebelumnya bahwa hari Jumat adalah momen bersejarah dalam Islam, khususnya penciptaan Nabi Adam AS. Ketika Jumat, Nabi Adam AS dimasukkan ke dalam surga.

Jumat juga merupakan hari Nabi Adam AS diturunkan ke bumi sebagai hukuman atas pelanggarannya terhadap perintah Allah SWT.

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

7 Kelompok yang Tidak Bisa Mencium Aroma Surga Menurut Hadits


Jakarta

Surga adalah tempat dengan berbagai kenikmatan yang telah dijanjikan Allah SWT bagi manusia yang taat kepada-Nya. Gambaran surga tercantum dalam sejumlah Al-Qur’an, salah satunya surat Az Zukhruf ayat 71:

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِّنْ ذَهَبٍ وَّاَكْوَابٍ ۚوَفِيْهَا مَا تَشْتَهِيْهِ الْاَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْاَعْيُنُ ۚوَاَنْتُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَۚ ٧١

Artinya: “Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas dan di dalamnya (surga) terdapat apa yang diingini oleh hati dan dipandang sedap oleh mata serta kamu kekal di dalamnya.”


Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam surga. Bahkan, ada beberapa kelompok yang tidak dapat mencium aroma surga. Siapa mereka?

Kelompok yang Tidak Bisa Mencium Aroma Surga

Menukil dari buku Ketika Ruh Dikembalikan oleh Rizem Aizid, berikut kelompok orang yang tidak bisa mencium aroma surga.

1. Istri yang Meminta Cerai Tak sesuai Syariat

Aroma surga tidak akan tercium oleh istri yang meminta cerai kepada suaminya namun tidak sesuai dengan syariat Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Wanita mana saja yang meminta perceraian dari suaminya ‘tanpa alasan yang benar, maka haram baginya bau surga.” (HR Abu Dawud)

2. Mempelajari Agama untuk Duniawi

Kelompok selanjutnya yang tidak dapat mencium aroma surga adalah mereka yang mempelajari agama hanya untuk kepentingan duniawi. Jadi, ilmunya hanya digunakan untuk memenuhi keinginan duniawi.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi,

“Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu dengan mengharap wajah Allah (yaitu ilmu agama), tidaklah ia mempelajarinya melainkan untuk memperoleh harta dunia, maka dia tidak akan mendapatkan harumnya bau Surga di hari Kiamat.” (HR Abu Dawud)

3. Orang yang Menyemir Rambutnya dengan Warna Hitam

Orang yang menyemir rambutnya dengan warna hitam juga termasuk kelompok yang tidak dapat mencium aroma surga. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

“Pada masa akhir zaman akan muncul suatu kaum yang menyemir rambutnya dengan warna hitam seperti tembolok burung merpati, mereka ini tidak akan mencium bau harum surga.” (HR Abu Dawud)

4. Wanita yang Berpakaian tetapi Telanjang

Wanita yang berpakaian tetapi telanjang menjadi salah satu dari kelompok yang tidak diperkenankan mencium aroma surga. Cara berpakaian seperti ini tidak dianjurkan dalam Islam.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Dua golongan termasuk ahli neraka yang saya belum pernah melihatnya. Golongan pertama: suatu kaum memegang ‘cambuk’ seperti ekor sapi yang digunakan untuk mencambuki manusia, dan golongan kedua: wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka (2 golongan tersebut) tidak akan masuk surga, juga tidak akan mencium baunya, sesungguhnya bau surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR Muslim)

5. Orang yang Mencambuk Manusia

Mengacu pada hadits di atas, kelompok lainnya yang tidak dapat mencium aroma surga adalah orang yang mencambuk manusia. Naudzubillah min dzalik.

6. Orang yang Membunuh Orang Kafir yang Diharamkan untuk Dibunuh

Membunuh orang kafir yang bukan musuh Islam termasuk golongan yang tidak bisa mencium aroma surga. Sebab, ada beberapa jenis kafir yang darahnya haram untuk ditumpahkan umat Islam, yaitu:

  • Kafir mu’ahad, yaitu kaum kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum muslimin
  • Kafir dzimmi, yaitu kaum kafir yang tunduk di bawah kekuasaan kaum muslimin
  • Kafir musta’min, yaitu orang kafir yang mencari perlindungan keamanan dari kaum muslimin

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi,

“Barangsiapa membunuh seseorang kafir dzimmi, maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga, padahal baunya surga bisa didapati dari perjalanan 70 tahun.” (HR Ahmad dan Nasa’i)

7. Orang Sombong

Kelompok lainnya yang tidak bisa mencium aroma surga adalah orang sombong. Sombong adalah sifat yang dibenci Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits, “Itu tidaklah termasuk kesombongan, sesungguhnya Allah ‘azza wajalla itu Indah dan menyukai keindahan. Akan tetapi sombong itu adalah siapa yang menolak kebenaran dan meremehkan manusia dengan kedua matanya.” (HR Ahmad)

(aeb/lus)



Sumber : www.detik.com

Baca 5 Doa Ini agar Hajat Segera Dikabulkan Allah SWT


Jakarta

Sudah sepatutnya bagi mukmin berdoa kepada Allah SWT saat memiliki hajat yang dirasa mustahil terwujud. Meski urusan dikabulkan atau tidaknya doa merupakan kehendak-Nya, muslim tetap harus berusaha apabila ingin keinginannya terkabul.

Dalam Surat Ghafir ayat 60, Dia memerintahkan para hamba untuk memohon kepada-Nya dan menjamin akan mengijabah doa-doa tersebut.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Nah, terdapat sejumlah cara agar hajat terkabul dan salah satunya dengan perantara bacaan doa tertentu. Bagaimana bacaannya?

Doa Agar Hajat Terkabul

Berikut sederet doa yang dapat dibaca sebagai perantara agar segala hajat dikabulkan Allah SWT:

1. Doa Nabi Yunus

لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Arab latin: Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minaz-zaalimiin.

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS Al Anbiya: 87)

Diriwayatkan Tirmidzi dan Hakim, doa Nabi Yunus AS atau doa Dzun Nun dapat diamalkan pada waktu kapan saja agar terkabul semua hajatnya. Ini adalah doa yang Nabi Yunus AS baca selama berada di dalam perut ikan.

Dalam hadits lain, doa Dzun Nun ini dapat dibaca sebanyak 40 kali dalam kondisi sakit agar dosa-dosanya diampuni Allah SWT dan jika meninggal maka tercatat syahid.

2. Doa Setelah Sholat Hajat

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

Arab latin: Lā ilāha illallāhul halīmul karīmu, ‘azhīmul halīmu, lā ilāha illallāhul ‘aliyyul ‘azhīmu. subhāna rabbil ‘arsyil ‘azhīmi, walhamdu lillāhi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Mahasuci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Sebelum membaca doa ini, muslim hendaknya mendirikan shalat hajat minimal dua rakaat terlebih dahulu. Shalat hajat dapat dikerjakan pada sepertiga malam terakhir. Setelahnya, bacaan doa di atas barulah dapat dibaca dan lanjut memanjatkan segala hajat yang diinginkan.

3. Doa Terkabul Keinginannya

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، يَا قَدِيمُ يَا دَائِمُ يَا فَرْد ُيَا وَتْرُ يَا أَحَدُ يَا صَمَدُ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ ُيَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Arab latin: Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziimi, yaa qadiimu yaa daaimu yaa fardu yaa watru yaa ahadu yaa shamadu yaa hayyu yaa qayyuumu yaa dzal jalaali wal ikraami

Artinya: “Tiada daya dan kekuatan melainkan dari Allah Dzat yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Wahai Dzat yang Maha Dahulu, yang Maha Kekal, yang Maha Tunggal, yang Maha Ganjil, yang Maha Esa, Tempat Bergantung, Dzat yang Maha Berdiri Sendiri, Wahai Dzat yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”

Mengutip buku Doa-doa Terbaik Sepanjang Masa oleh Ust. Ahmad Zacky El-Syafa, doa ini bisa dibaca saat keadaan susah dan ketika memiliki hajat berupa menginginkan pekerjaan, rezeki, maupun pergi haji. Doa asmaul husna ini dapat dibaca, setelahnya panjatkan keinginan kepada Allah SWT.

4. Doa Dikabulkan Hajat

اللَّهُمَّ أَنْتَ لَهَا وَلِكُلِّ حَاجَةٍ فَاقْضِهَا بِفَضْلِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا

Arab latin: Allahumma anta laha wa likulli hajatin faqdhina bifadhli bismillahirrahmanirrahim (ma yaftahillahu linnasi min rahmatin fala mumsika laha).

Artinya: “Ya Allah, Engkau pemberi manfaat pada Fatihah dan pada setiap kebutuhan, maka kabulkan hajat (kami) dengan keutamaan bismillahirrahmânirrahim (apa yang Allah buka bagi manusia berupa rahmat maka tidak ada yang mampu menahannya).”

Dikutip dari buku Kitab Munajatun Nisa’: Doa-doa Mustajab Khusus Wanita oleh Ibnu Watiniyah, doa di atas dapat didahului dengan membaca Surat Al-Fatihah dan dilanjutkan memohonkan segala hajat yang ingin dikabulkan Allah SWT.

5. Doa agar Hajat Terkabul

اللّٰهُمَّ اِنّٓا نَسْتَحْفِظُكَ وَ نَسْتَوْدِعُكَ اَدْيَانَنَا وَاَنْفُسَنَا وَاَهْلَنَا وَاَوْلَادَنَا وَاَمْوَالَنَا وَكُلِّ شَيْءٍ اَعْطَيْتَنَا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَإِيَّاهُمْ فِى كَنَفِكَ وَاَمَانِكَ وَجِوَارِكَ وَعِيَاذِكَ مِن كُلِّ شَيْطَانٍ مَرِيدٍ وَجَبَّارٍ عَنِيدٍ وَذِى عَيْنٍ وَذِى بَغْيٍ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ ذِى شَرٍّ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اَللّٰهُمَّ جَمِّلْنَا بِالْعَافِيَةِ وَالسَّلَامَةِ وَحَقِّقنَا بِالتَّقْوٰى وَالْاِسْتِقَامَةِ وَاَعِذْناَ مِنْ مُوجِبَاتِ النَّدَامَةِ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِاَوْلَادِنَا وَمَشَايِخِنَا وَلِاِخْوَانِنَا ِفِى الدِّينِ وَلِاَصْحَابِنَا وَاَحْبَابِنَا وَلِمَنْ اَحَبَّنَا فِيكَ وَلِمَنْ اَحْسَنَ اِلَيْنَا وَ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ يَارَبَّ العَالَمِيْنَ. وَصَلِّ اَللّٰهُمَّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. وَارْزُقْنَا كَمَالَ الْمُتَابَعَةِ لَهُ وَظَاهِرًا وَبَاطِنًا فِي عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Arab latin: Allahumma inna nastahfidzhuka wa nastaudi’uka diinana wa anfusanaa wa ahlanaa wa aulaadanaa wa amwaalanaa wa kulla syai’in a’thaitanaa. Allahummaj’alnaa wa iyyaa hum fii kanafika wa amaanika wa jiwaarika wa ‘iyaadzika min kulli syaithaanim mariid wa jabbaarin’ aniid wa dzii ‘ainin wa dzii baghyin wa min syarri kulli dzii syarrin innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir. Allahumma jamilnaa bil’aafiyati was salaaati wa haqqiqnaa bit taqwaa wal istiqaamati wa a’idznaa min muujibaatin nadaamati innaka samii’ud du’aa’i. Allahummaghfirlanaa wa li waalidiina wa li aulaadinaa wa li masyaa-yikhinaa wa li ikhwaaniaa fiddiini wa li ashhaabinaa wa ahbaabinaa wa liman ahabbanaa fiika wa liman ahsana ilainaa wa lil mukminiina wal mukminaati wal musliminiina wal muslimaati ya rabbal ‘aalamiin. Wasalallahumma ala abdika warasulika saiyadinaa wamaulanaa muhammadin wa ala lihi wasabihi wasallam. war zuqna kamalal mutaba’ati lahu dhohiron wa bathinan fi ‘afiyatin wa salamatin birohmatika ya arhamar rohimina.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami mohon pemeliharaan-Mu dan kami menyerahkan kepada-Mu agama kami, diri kami, keluarga kami, anak-anak kami, harta-harta kami dan segala yang telah Engkau berikan kepada kami. Ya Allah, jadikanlah kami dan juga mereka berada di dalam pemeliharaan-Mu, keamanan-Mu dan perlindungan-Mu dari setiap gangguan syetan pendurhaka, orang-orang takabur yang keras kepala, orang yang mempunyai pandangan jahat, kedhaliman dan dari pada kejahatan setiap orang yang mempunyai kejahatan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, perindahkanlah kami dengan keselamatan dan kesejahteraan. Karuniakanlah kepada kami ketakwaan dan istiqomah. Lindungilah kami dari perkara-perkara yang menyebabkan kami mendapat penyesalan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar sesuatu doa. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, anak-anak kami, guru-guru kami, saudara-saudara seagama kami, sahabat-sahabat karib kami, orang-orang yang mencintai kami karena Engkau, orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kami, dari kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat, wahai Tuhan yang mengatur alam semesta. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada hamba-Mu dan utusan-Mu, junjungan kami dan tuan kami Nabi Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya. Karuniakanlah kepada kami kesempurnaan mengikuti ajarannya, secara dhahir dan batin dalam kesejahteraan dan keselamatan dengan kasih sayang-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih sebaik-baik yang mengasihi.”

Mengutip buku Doa dan Zikir Makbul karya Abu Hurairah Abdul Salam, doa di atas dapat dibaca setelah membaca Surat Yasin. Surat Yasin sendiri bisa diamalkan rutin setiap pagi hari agar segala keinginan diijabah Allah SWT.

Adab Berdoa agar Hajat Terkabul

Berdoa termasuk perbuatan mulia yang disukai Allah SWT. Karena itu, sebaiknya muslim berdoa dengan memperhatikan etika-etika agar segera diijabah oleh-Nya. Berikut adab berdoa agar hajat cepat terkabul, dikutip dari buku Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah oleh Muhammad Syafie el-Bantanie:

  • Diutamakan menghadap ke arah kiblat
  • Berdoa dalam keadaan suci atau berwudhu dilanjut shalat sunah dua rakaat terlebih dulu
  • Mengangkat dan membuka kedua tangan dengan penuh kesungguhan
  • Diawali dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Rasulullah SAW
  • Merendahkan hati dan memohon dengan suara yang lembut saat berdoa
  • Berdoa dengan yakin bahwa Allah SWT akan mengabulkannya
  • Mengulang permohonan doa sebanyak 3 kali
  • Berdoa dengan menyebut nama-nama Allah SWT atau asmaul husna.

Doa agar terkabul hajat hendaknya dibaca tiap muslim tiap hari, sehingga kehidupannya selalu dalam rahmat dan ridho Allah SWT. Selain berdoa, seorang muslim hendaknya melakukan amalan lain agar hajatnya terkabul.

(azn/row)



Sumber : www.detik.com