All posts by admin

Doa sesudah Makan Sesuai Sunnah dan Adabnya dalam Islam


Jakarta

Umat Islam dianjurkan berdoa setiap akan dan setelah melakukan aktivitas, termasuk sesudah makan. Membaca doa sesudah makan termasuk sunnah Rasulullah SAW.

Doa sesudah makan merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Bahkan, sekadar mengucapkan “Alhamdulillah” saja sudah menjadi wujud penghormatan dan pujian kepada Allah SWT atas rezeki yang dinikmati.

Salah satu keutamaan membaca doa sesudah makan adalah mendapatkan keridhaan Allah SWT seperti yang dikutip dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih tulisan Anshari Taslim. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda,


“Sesungguhnya Allah sungguh ridha terhadap seorang hamba yang bila memakan suatu makanan maka dia memuji Allah (mengucap “Alhamdulillah”) lantaran makanan itu, atau ketika dia meminum suatu minuman maka dia memuji Allah lantaran minuman itu.” (HR Muslim)

Lantas, bagaimana adab membaca doa sesudah makan? Apa tata cara yang perlu dilakukan dan apa saja keutamaannya? Yuk, simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Bacaan Doa sesudah Makan: Arab, Latin dan Artinya

Berikut adalah doa sesudah makan yang dikutip dari buku Penuntun Doa, Yuk! karangan Abu Ihsan lengkap dengan Arab, latin dan artinya.

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Arab latin: Alhamdu lillaahil-ladzii ath’amanaa wa saqaanaa wa ja’alanaa minal-muslimiin.

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang memberi makan dan minum kepada kami dan telah menjadikan kami orang Muslim.”

Adab-adab Makan

Berikut adalah beberapa adab makan yang dianjurkan dalam sumber sebelumnya:

  1. Disunnahkan untuk makan dengan tangan kanan, bukan tangan kiri.
  2. Jangan lupa memulai makan dengan doa sebelum makan sebagai bentuk permohonan keberkahan dari Allah SWT.
  3. Tidak makan sambil berjalan atau tidur-tiduran.
  4. Makanlah dengan porsi yang pas, niatkan untuk menghabiskan agar tidak ada makanan yang terbuang.
  5. Dianjurkan untuk berbagi makanan dengan teman atau orang lain.
  6. Apa pun jenis makanan yang tersedia kita tidak boleh menghina makanan, kita harus menghargainya sebagai rezeki dari Allah SWT.
  7. Makan dengan sikap yang tenang dan tidak rakus atau tamak.
  8. Setelah selesai, bacalah doa sesudah makan untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
  9. Menghabiskan makanan di piring, jangan biarkan makanan tersisa di piring
  10. Jika minuman terlalu panas, biarkan dingin dengan cara dikipasi, bukan ditiup.
  11. Minumlah dengan tenang tanpa bernapas di gelas.
  12. Hindari tidur setelah makan karena dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Tata Cara Makan yang Benar

Berikut tata cara makan yang benar sesuai ajaran Islam:

  1. Sebelum makan, sangat dianjurkan mencuci tangan hingga bersih guna menjaga kebersihan dan kesehatan.
  2. Jika lupa membaca doa sebelum makan, bacalah doa ketika ingat agar tetap mendapatkan keberkahan.
  3. Saat minum, selalu gunakan tangan kanan sebagai sunnah Rasulullah SAW.
  4. Minumlah dengan sopan, tidak sekaligus dalam satu tegukan, tetapi perlahan dan dalam beberapa tegukan.
  5. Makanlah dengan tenang dan hindari makan secara berlebihan hingga terlalu kenyang.
  6. Setelah selesai makan, cucilah tangan Anda kembali agar tetap bersih dan terhindar dari kotoran atau bau makanan.

Keutamaan Makan Mengikuti Sunnah Rasul

Ada banyak keutamaan makan mengikuti sunnah Rasulullah SAW sebagaimana dijelaskan dalam sumber sebelumnya. Pertama, makan dan minum yang dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW akan dinilai sebagai ibadah, sehingga aktivitas sederhana ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kedua, makan dengan cara sunnah juga membawa keberkahan dalam makanan, baik dari segi kesehatan maupun manfaatnya bagi tubuh.

Selain itu, makan sesuai sunnah dapat memudahkan seseorang dalam beribadah, karena tubuh yang sehat adalah penunjang utama untuk melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Makan dengan cara yang diajarkan Nabi Muhammad SAW juga diyakini dapat mencegah penyakit, karena mengajarkan pola makan yang tidak berlebihan.

Terakhir, makan sesuai sunnah akan menjauhkan setan dari diri kita, sehingga tidak mudah diganggu atau terjebak dalam hal yang tidak bermanfaat. Dengan memahami keutamaan makan dengan cara sunnah, seorang muslim tidak hanya menjaga kesehatan tubuh tetapi juga meraih ridha Allah SWT.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Keluar Masjid Beserta Adab dan Keutamaannya


Jakarta

Masjid adalah tempat suci yang menjadi pusat ibadah umat Islam, mulai dari menunaikan sholat hingga berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Namun, ketika berada di masjid kita juga sebaiknya mematuhi adab-adab dan membaca doa ketika masuk maupun keluar dari masjid.

Salah satu sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah membaca doa keluar masjid sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diberikan keutamaan dan keberkahan setelah beribadah.

Landasan Dalil Membaca Doa Keluar Masjid

Mengutip buku Zikir dan Doa Penghuni Surga tulisan Supriyadi, dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “‘Jika salah satu di antara kalian itu masuk masjid, salamlah kepada Nabi SAW (bershalawat), kemudian berdoalah, ‘Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.’ Ketika keluar, berdoalah (sebagaimana lafalnya), ‘Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu.'” (HR. Imam Muslim, Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibn Majah).


Dengan membaca doa keluar masjid, seorang muslim memohon agar Allah SWT memberikan fadilah-Nya, yaitu keutamaan-keutamaan yang hanya bisa diberikan oleh-Nya.

Selain itu, doa ini juga mencerminkan penghormatan terhadap masjid sebagai rumah Allah SWT di muka bumi. Saat meninggalkan masjid, kita diajarkan untuk tetap menjaga hati agar selalu bergantung kepada Allah SWT, serta mengakui bahwa segala keberhasilan dan kebaikan hanya datang dari-Nya.

Bacaan Doa Keluar Masjid: Arab, Latin dan Artinya

Doa keluar masjid terdapat dua versi, yaitu panjang dan pendek. Berikut adalah doa keluar masjid lengkap dengan Arab, latin dan artinya yang dikutip dari sumber sebelumnya dan buku Fiqih Sunnah 1 tulisan Sayyid Sabiq yang diterjemahkan oleh Abu Aulia dkk.

1. Doa Keluar Masjid Versi Pendek

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ

Arab latin: Allahumma inni as-aluka min fadhlik.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon fadilah kepada-Mu.”

2. Doa Keluar Masjid Versi Panjang

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُونِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ فَضْلِكَ، اللَّهُمَّ اعْصِمْنِي مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ.

Arab latin: Bismillah Allahumma Shalli ‘ala Muhammadin. Allâhumma igfirli dzunûbuî wa iftah lî abwâba fadhlika. Allâhumma ishimnî min asy- Syaithân ar-Rajîm

Artinya: “Dengan nama Allah. Ya Allah, sampaikanlah shalawat kepada Muhammad. Ya Allah, ampunilah segala dosaku, dan bukakanlah untukku semua pintu keutamaan-Mu. Ya Allah, lindungilah diriku dari godaan setan yang terkutuk.”

Adab saat Berada di Dalam Masjid

Berikut adalah adab-adab di dalam masjid yang sebaiknya dilakukan, menurut buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati tulisan Thoriq Aziz Jayana dan buku Buku Pintar 50 Adab Islam tulisan Arfiani:

1. Berangkat dalam Keadaan Suci

Pastikan sudah bersuci dari hadas kecil maupun hadas besar sebelum menuju masjid.

2. Kenakan Pakaian yang Sopan dan Bersih

Pakailah pakaian yang sesuai, bersih, dan suci, karena masjid adalah rumah Allah SWT yang harus dihormati.

3. Tidak Bertelanjang, Baik Sebagian Maupun Keseluruhan Tubuh

Jaga aurat dengan sempurna saat berada di dalam masjid. Hal ini berlaku untuk perempuan maupun laki-laki.

4. Gunakan Wangi-wangian

Disunnahkan memakai minyak wangi, kecuali bagi wanita, yang dianjurkan untuk tidak memakai wangi-wangian atau berdandan mencolok.

5. Perbanyak Zikir dan Sholawat dalam Perjalanan ke Masjid

Sepanjang perjalanan menuju masjid, isilah waktu dengan zikir dan sholawat.

6. Masuk dengan Tenang dan Dahulukan Kaki Kanan

Saat memasuki masjid, lakukan dengan penuh ketenangan dan dahulukan kaki kanan sebagai bentuk penghormatan bahwa masjid adalah tempat yang suci.

7. Membaca Doa Masuk Masjid

Jangan lupa membaca doa masuk masjid untuk memohon keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.

8. Lakukan Sholat Tahiyyatul Masjid

Setelah masuk, kerjakan sholat Tahiyyatul Masjid dua rakaat.

9. Jaga Akhlak Selama di Masjid

Hindari perilaku seperti meludah, kentut, berkata kasar, membuat gaduh, bernyanyi, merokok, bersiul atau mengotori masjid.

10. Tidak Membuat Tempat Khusus

Jangan memesan atau membuat tempat tertentu di masjid yang mengesankan egoisme.

11. Hindari Melintasi Orang yang Sedang Sholat

Jangan berjalan di depan orang yang sedang melaksanakan sholat karena ini dapat mengganggu konsentrasi ibadahnya.

12. Jangan Melangkahi Orang yang Sedang Duduk atau Membaca Al-Qur’an

Hormati mereka yang sedang beribadah atau membaca Al-Qur’an dengan tidak melangkahi mereka.

13. Hindari Berjualan di Dalam Masjid

Masjid bukan tempat untuk transaksi jual beli, tetapi rumah Allah SWT khusus untuk ibadah.

14. Hindari Tidur di Masjid

Masjid tidak diperuntukkan sebagai tempat tidur kecuali dalam keadaan darurat atau situasi tertentu, seperti itikaf.

15. Menjaga Kebersihan Masjid

Pastikan masjid tetap bersih dan terawat. Rasulullah SAW bersabda, “Jagalah kebersihan masjid, rawatlah bangunan dan perlengkapan di dalamnya, namun jangan menghiasi masjid secara bermegah-megahan.”

16. Membuang Sampah pada Tempatnya

Jika menemukan sampah seperti tisu, botol air, atau benda lainnya. Ambillah dan buang ke tempat sampah. Ini bentuk tanggung jawab kita terhadap kebersihan masjid.

17. Mengembalikan Barang pada Tempatnya

Jika melihat Al-Qur’an, mukena, atau sarung tergeletak di lantai, kembalikan ke tempat semestinya dan rapihkan kembali di tempatnya.

18. Tidak Meninggalkan Sampah

Pastikan tidak meninggalkan sampah atau benda lain yang dapat mengotori masjid karena kebersihan adalah sebagian dari iman.

19. Membaca Doa Keluar Masjid

Ketika keluar dari masjid, ucapkan doa keluar masjid yang sudah dituliskan sebelumnya diatas.

20. Berzikir dan Bersholawat

Doa keluar masjid tersebut bisa diiringi dengan zikir kepada Allah SWT dan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

21. Mendahulukan Kaki Kiri ketika Keluar

Ketika melangkah keluar masjid, dahulukan kaki kiri untuk menghormati masjid sebagai tempat yang suci dan luar masjid yang tidak suci.

22. Berniat Kembali ke Masjid

Selalu niatkan untuk kembali ke masjid di lain waktu untuk melaksanakan sholat atau ibadah lainnya.

23. Menjauhi Sifat Riya dan Sombong

Hindari sikap riya atau merasa lebih baik dari orang lain setelah beribadah di masjid. Selalu rendahkan hati dan ingat bahwa ibadah adalah bentuk penghambaan kepada Allah SWT, bukan untuk mendapatkan pujian dari manusia.

Keutamaan Membaca Doa Keluar Masjid

Membaca doa keluar masjid bukan hanya kebiasaan, melainkan sunnah yang penuh pahala dan keutamaan. Keutamaan membaca doa keluar masjid tercermin dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA dalam buku Menggapai Nikmatnya Beribadah karya Syekh Khalid Sayyid Rusyah yang diterjemahkan oleh Abdurrahim dkk., bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang pergi ke masjid atau kembali, Allah menyediakan baginya tempat singgah setiap kali dia pergi atau kembali.” Hadits ini menegaskan betapa istimewanya setiap langkah menuju masjid maupun meninggalkannya, termasuk ketika kita membaca doa keluar masjid.

Dengan membaca doa keluar masjid, seorang muslim juga memperbarui niatnya untuk kembali ke masjid di waktu yang akan datang, sehingga menjadikan ibadahnya sebagai rutinitas yang konsisten setiap waktunya.

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Setelah Mandi Wajib dan Penyebabnya


Jakarta

Mandi Wajib adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam dalam kondisi tertentu. Mandi ini memiliki tujuan untuk menyucikan diri agar seseorang bisa melaksanakan ibadah lainnya, seperti sholat, dengan sah.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyebutkan dalam surah Al-Ma’idah ayat 6 yang menunjukkan bahwa mandi wajib adalah salah satu bentuk ritual penyucian diri yang sangat penting dan diwajibkan dalam Islam. Allah SWT berfirman,

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ


Artinya: “Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. “

Melakukan mandi wajib tidak hanya membasahi tubuh dengan air tetapi juga menjadi wujud ketaatan terhadap perintah Allah SWT. Setelah mandi wajib, disunnahkan untuk membaca doa setelah mandi wajib sebagai bentuk pengharapan agar diri kita tetap dalam keadaan suci dan siap untuk melaksanakan ibadah lainnya.

Namun, tidak semua orang mengetahui bacaan doa setelah mandi wajib. Apa saja doa yang sebaiknya dibaca setelah melaksanakan mandi wajib? Berikut adalah penjelasan dari kaidah-kaidah mandi wajib.

Bacaan Doa Setelah Mandi Wajib

Bacaan doa setelah mandi wajib pada dasarnya sama dengan doa yang dibaca setelah wudhu, seperti yang dijelaskan oleh Fatkhur Rahman dalam bukunya Pintar Ibadah.

Berikut adalah bacaan doa setelah mandi wajib yang diambil dari buku Malaikat Pun Mengamini: Kumpulan Doa Penggapai Rida Ilahi karya Hamdan Hamedan.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu allaa llaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allaahummaj’alnii minat-tawwabiina, waj’alnii minal- muta-thahiriina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Ilah (Yang berhak disembah) me-lainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertobat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci.”

Penyebab Harus Mandi Wajib

Setelah memahami bacaan doa setelah mandi wajib, penting untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab seseorang diwajibkan untuk melakukan mandi wajib.

Menurut buku Fiqih karya Udin Wahyudin dkk., mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hadas besar. Ada beberapa kondisi yang mengharuskan seorang Muslim untuk melaksanakan mandi wajib, yaitu:

1. Hubungan suami istri

Meskipun tidak ada ejakulasi, hubungan suami istri tetap mewajibkan mandi wajib bagi keduanya.

2. Keluar mani

Setiap keluarnya mani bagi seorang peria, baik karena mimpi basah atau sengaja diharuskan untuk tetap mandi wajib.

3. Meninggal dunia

Bagi orang yang meninggal dunia, umat Islam yang masih hidup berkewajiban untuk memandikan jenazahnya, kecuali bagi seorang syuhada yang wafat dalam perjuangan di medan jihad.

4. Haid

Seorang wanita yang selesai dari masa haidnya harus mandi wajib agar bisa kembali melaksanakan ibadah seperti sholat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.

5. Nifas

Setelah masa nifas, yaitu darah yang keluar setelah melahirkan. Wanita wajib mandi untuk kembali dalam keadaan suci.

6. Melahirkan

Setelah melahirkan baik anaknya hidup atau keguguran, seorang wanita diwajibkan mandi wajib.

Bacaan Niat Seluruh Mandi Wajib

Setelah memahami penyebab-penyebab yang mengharuskan seseorang untuk melaksanakan mandi wajib, kini saatnya kita mengetahui niat yang tepat untuk setiap kondisi tersebut.

Setiap penyebab mandi wajib memiliki niat khusus yang disyariatkan dalam Islam. Berikut adalah bacaan niat untuk masing-masing jenis mandi wajib yang telah dijelaskan sebelumnya yang dikutip dari arsip detikHikmah.

1. Bacaan niat mandi wajib setelah berhubungan intim, keluar mani, junub

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhol lillaahi ta’aala.

Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah.”

2. Bacaan niat mandi wajib setelah haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْحَيْضِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin haidhi lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan haid karena Allah Ta’ala.”

3. Bacaan niat mandi wajib setelah melahirkan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ الْوِلَادَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin wilaadati lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan wiladah karena Allah Ta’ala.”

4. Bacaan niat mandi wajib setelah nifas

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ عَنِ النِّفَاسِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari ‘anin nifaasi lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar yang disebabkan nifas karena Allah Ta’ala.”

5. Bacaan niat mandi wajib untuk memandikan jenazah

نَوَيْتُ الغُسْلَ أَدَاءً عَنْ هُذَا الْمَيِّتِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitul gusla adā an ‘an hażal mayyiti lillahi ta’ālā

Artinya: ” Aku berniat untuk memandikan jenazah ini karena Allah ta’ala.”

(lus/lus)



Sumber : www.detik.com

Doa Minum Air Zamzam, Nikmat dari Allah yang Bisa Obati Berbagai Penyakit



Jakarta

Doa minum air zamzam bisa dibaca setiap muslim ketika meneguknya. Air zamzam adalah air yang diberkahi, yang memiliki segudang manfaat dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Air zamzam juga disebutkan sebagai air terbaik di muka bumi, hal ini sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang bersabda, “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam. Air tersebut bisa menjadi makanan yang mengenyangkan dan bisa sebagai obat penyakit.” (HR Muslim)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda tentang air zamzam sebagai air yang diberkahi, “Sesungguhnya air zamzam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.” (HR Muslim)


Doa Minum Air Zamzam

Mengutip buku Khasiat Air Zamzam karya Taufiqurrohman, disebutkan doa yang bisa diamalkan ketika hendak minum air Zamzam. Berikut bacaannya:

اللهم اني أسألُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا واسعًا.

وَشِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ.

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqan waasi’an, wasyifaa-an min kulli daa-in.

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari tiap penyakit”.

Ada bacaan doa lain ketika minum air Zamzam. Berikut doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا وَاسِعًا وَشِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Arab Latin: “Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’an wa rizqan wasi’an wa shifa’an min kulli da’in wa saqamin bi rahmatika ya arhamarrahimin.”

Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku bermohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan penawar bagi segala penyakit; Dengan Rahmat Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang!”

Air Zamzam Sebagai Obat Berbagai Penyakit

Mengutip buku Mukjizat Penyembuhan Air Zam-zam karya Badiatul Muchlisin Asti, air zamzam bisa mengobati berbagai penyakit.

Selain disebutkan sebagai minuman yang mengenyangkan, keistimewaan air zamzam lainnya yang sangat menakjubkan, sebagaimana tertuang dalam hadis yang disebutkan di atas adalah, bahwa air zamzam bisa menjadi obat dari berbagai macam penyakit.

Fakta keajaiban ini telah banyak dialami oleh para sahabat Nabi SAW, tabi’in, para ulama, dan kaum muslimin, yang atas izin Allah SWT tersembuhkan dari berbagai macam penyakit.

Keyakinan bahwa air zamzam dapat menjadi obat berbagai macam penyakit telah terbukti secara ilmiah. Berbagai riset ilmiah telah berhasil membuktikan kandungan air zamzam yang menakjubkan sehingga bisa berfungsi sebagai terapi.

Di samping itu, keberkahan air zamzam diyakini lebih sebagai faktor yang paling menentukan kesembuhan seseorang yang memiliki keyakinan yang mendalam terhadap khasiat air zamzam yang telah ditegaskan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya.

Wallahu ‘alam.

(dvs/inf)



Sumber : www.detik.com

5 Doa yang Paling Banyak Dibaca detikers Tahun 2024



Jakarta

Berdoa merupakan perintah dari Allah SWT. Pada kanal detikHikmah, ada beberapa doa yang paling banyak dibaca detikers sepanjang tahun 2024. Doa apa saja?

Doa adalah senjata bagi umat Islam. Setiap mukmin beriman diperintahkan untuk berdoa, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’min ayat 60. Allah SWT berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ


Artinya: Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Berdoa dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Bahkan orang yang tidak berdoa kepada Allah dimasukkan ke dalam golongan orang sombong yang akan ditempatkan di neraka Jahannam.

Doa yang Paling Banyak Dibaca detikers

Berikut deretan doa yang paling banyak dibaca

1. Bacaan Doa Setelah Sholat 5 Waktu Lengkap dan Artinya

Bacaan doa setelah sholat 5 waktu menjadi doa yang paling banyak dibaca detikers. Secara keseluruhan, doa ini telah diakses lebih dari 9,4 juta detikers. Lihat bacaan doa selengkapnya di sini.

2. Doa Setelah Sholat Tahajud Lengkap Latin dan Tata Caranya

Bacaan doa setelah salat Tahajud juga cukup menarik perhatian pembaca. Doa ini telah diakses lebih dari 8,3 juta detikers. Lihat bacaan doa selengkapnya di sini.

3. Doa Setelah Sholat Dhuha Latin, Arab, dan Artinya

Doa setelah salat Dhuha juga banyak dibaca detikers sepanjang 2024. Doa ini telah diakses lebih dari 6,5 juta pembaca detikcom. Lihat bacaan doa selengkapnya di sini.

4. Bacaan Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, dan Artinya

Doa Qunut Subuh juga menjadi doa yang cukup populer di kalangan detikers. Doa ini lazimnya dilantunkan saat mendirikan salat Subuh. Lihat bacaan doa Qunut selengkapnya di sini.

5. Bacaan Doa Sholat Jenazah Takbir ke 1, 2, 3, 4 Urut dengan Rukun dan Niatnya!

Doa sholat jenazah juga menjadi doa yang paling banyak mendapat perhatian detikers. Doa ini telah dilihat lebih dari 2,6 juta kali. Lihat bacaan doa salat jenazah selengkapnya di sini.

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa di Bulan Rajab, Ini Waktu Mustajab dan Keutamaannya


Jakarta

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia yang penuh keberkahan. Selain sebagai salah satu bulan yang dianjurkan untuk berpuasa, bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk berdoa dan memohon ampunan Allah SWT.

Dalam Islam, terdapat berbagai waktu terbaik yang diyakini sebagai waktu mustajab, di mana doa-doa akan lebih cepat dikabulkan, dan salah satu waktu tersebut adalah di bulan Rajab. Namun, kapan waktu mustajab untuk berdoa di bulan Rajab? Berikut penjelasannya.

Kapan Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Rajab?

Dalam buku Doa-doa Khusus Wanita yang disusun oleh Amirulloh Syarbini dijelaskan bahwa, waktu mustajab untuk berdoa di bulan Rajab adalah pada malam pertama bulan Rajab. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,


“Ada lima malam di mana doa tidak akan tertolak, yaitu malam pertama bulan Rajab, pertengahan bulan Sya’ban, malam Jumat, malam Idul fitri, dan malam Idul adha.” (HR. Ibnu Dailani)

Doa Bulan Rajab

Dalam buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab Untuk Berdoa yang disusun oleh Nurhasanah Naminoleh, terdapat sebuah riwayat dari Anas bin Malik RA, dia berkata bahwa Nabi SAW jika memasuki bulan Rajab, beliau berdoa,

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)

Berikut bacaan lengkap doa di bulan Rajab yang dikutip dari buku Memburu Syurga di Bulan Istimewa yang ditulis oleh Miftah Fauzi.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلَّغْنَا رَمَضَانَ

Arab Latin: Allahumma bârik lanâ fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhānā

Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami pada Rajab dan Sya’ban. Sampaikan kami dengan Ramadan.”

Keutamaan Bulan Rajab

Selain dianggap sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa, bulan Rajab juga memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan sebagai salah satu bulan yang mulia. Berikut adalah beberapa keutamaan bulan Rajab yang dikutip dari buku Materi Khutbah Jumat Sepanjang Tahun yang disusun oleh Muhammad Khatib.

1. Salah Satu Bulan yang Dihormati

Dalam setahun, terdapat dua belas bulan yang di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, dan salah satunya adalah bulan Rajab.

Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun terdapat dua belas bulan yang di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati, tiga bulan diantaranya berturut-turut Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumadil Tsani Tsaniah dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim.)

2. Keutamaan Berpuasa di Bulan Rajab

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa amal yang dilakukan di bulan ini akan mendapat ganjaran yang sangat besar, seperti berpuasa.

Imam Thabarani meriwayatkan dari Sa’id bin Rasyid, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari, maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahanam, bila puasa 8 hari, maka dibukakan untuknya 8 pintu surga, dan bila puasa 10 hari, maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya.”

3. Rajab Merupakan Nama Sungai di Surga

Di surga, terdapat sungai yang diyakini memiliki rasa yang manis, suasana yang sejuk, dan aroma yang harum. Menurut Malaikat Jibril, sungai tersebut adalah sungai Rajab.

Rasulullah SAW bersabda,

“Pada malam mi’raj, aku melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril AS, ‘Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini?’ Jibril berkata: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini.”

4. Rajab Bulannya Allah SWT

Di antara berbagai bulan yang mulia, Rajab adalah bulan yang khusus milik Allah SWT. Abul Fath meriwayatkan dari al-Hasan, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Rajab itu bulannya Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.”

Demikian waktu mustajab untuk berdoa di bulan Rajab. Setelah mengetahui waktu terbaik ini, jangan lewatkan untuk berdoa ya.

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com

Doa Bulan Rajab, Keberkahan Syaban dan Dipertemukan Ramadan


Jakarta

Doa bulan Rajab menjadi amalan yang sayang untuk dilewatkan. Sebab, Rajab tergolong sebagai bulan yang mulia seperti disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya.

“Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari Muslim)

Banyak keutamaan yang terkandung dalam bulan Rajab, salah satunya momen mustajab untuk berdoa. Berikut bacaan doa Rajab yang bisa diamalkan muslim.


Doa Bulan Rajab agar Diberkahi dan Bertemu Ramadan

Dinukil dari buku Rahasia Kedahsyatan 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa karya Nurhasanah Naminoleh, doa bulan Rajab ini berisi permohonan agar mendapat keberkahan pada Rajab dan Sya’ban serta dipertemukan dengan Ramadan. Doa berasal dari hadits dari Anas bin Malik RA, Nabi SAW bersabda:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Arab latin: Allahumma barik lana fi rajaba wasya’bana waballighna ramadhana.

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.” (HR Ahmad dan At-Thabrani)

Waktu Terbaik Membaca Doa Bulan Rajab

Amirulloh Syarbini melalui karyanya dengan judul Doa-doa Khusus Wanita menyebut bahwa malam pertama Rajab menjadi momen yang mustajab untuk membaca doa bulan Rajab. Ini mengacu pada hadits yang diriwayatkan oleh Dailami, Nabi SAW bersabda:

“Ada lima malam yang tidak akan ditolak berdoa (pada malam-malam tersebut) yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat dan dua malam Lebaran (malam Idul Fitri dan Idul Adha).” (HR Dailami)

Keistimewaan Bulan Rajab

Mengutip buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun susunan Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut beberapa keistimewaan bulan Rajab.

1. Bulannya Allah SWT

Bulan Rajab merupakan bulannya Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda dalam haditsnya,

“Rajab adalah Syahrullah (bulan Allah), Sya’ban adalah bulanku dan Ramadan adalah bulan umatku.” (HR Dailamy)

2. Anjuran Perbanyak Ibadah pada Rajab

Selain bulannya Allah SWT, ketika Rajab muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadahnya. Tidak hanya berdoa, melainkan juga zikir dan puasa.

Terlebih, puasa pada bulan Rajab memiliki keutamaan yang luar biasa. Nabi SAW bersabda,

“Puasa di awal bulan Rajab dapat menghapus dosa (kafarat) selama 3 tahun, di hari kedua menjadi kafarat selama 2 tahun, di hari ketiga menjadi kafarat selama 1 tahun, kemudian di setiap hari sesudah itu menjadi kafarat selama 1 bulan.” (HR Abu Muhammad al-Khalali)

3. Bulan yang Dimuliakan

Sebagai bulan Haram, Rajab merupakan bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT seperti firman-Nya pada surah At Taubah ayat 36,

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ٣٦

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”

Simak juga Video ‘Lezat dan Nikmatnya Sholat’:

[Gambas:Video 20detik]

(aeb/inf)



Sumber : www.detik.com

Amalan agar Tidak Disentuh Api Neraka


Jakarta

Bulan Rajab akan tiba pada tanggal 1 Januari 2025 bersamaan dengan pergantian tahun baru Masehi. Sebagai salah satu dari empat bulan Haram yang dimuliakan dalam Islam, bulan Rajab merupakan waktu yang istimewa untuk memperbanyak ibadah dan amalan sunnah.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membaca dzikir bulan Rajab 70 kali yang dipercaya dapat melindungi dari api neraka. Berikut bacaan dzikir bulan Rajab 70 kali beserta dzikir dan doa lainnya yang dianjurkan dibaca di bulan Rajab.

Bacaan Dzikir Bulan Rajab 70 Kali

Mengutip buku Doa & Amalan di Bulan Rajab, Sya’ban & Ramadhan yang disusun oleh Tim Zahra, Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang beristighfar kepada Allah SWT dengan membaca dzikir bulan rajab 70 kali di siang hari dan 70 kali di malam hari selama bulan Rajab, maka jika ia wafat di bulan Rajab, ia akan meninggal dalam keadaan diridai Allah SWT dan tidak akan tersentuh api neraka.


Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa beristighfar kepada Allah dengan mengucapkan, ‘Astaghfirullaha wa atûbu ilaib(i)’ sebanyak 70 kali di siang hari dan 70 kali di malam hari pada bulan Rajab, kemudian mengangkat kedua tangannya dan berkata, ‘Allahummaghfirli wa tub ‘alayya,’ maka jika ia wafat di bulan Rajab, ia wafat dalam keadaan diridhai Allah dan tidak akan tersentuh api neraka dengan berkat bulan Rajab.”

Berikut adalah bacaan dzikir bulan Rajab 70 kali sesuai hadits Rasulullah SAW tersebut:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَ أَتُوبُ إِلَيْهِ, اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَ تُبْ عَلَيَّ

Arab latin: Astaghfirullaha wa atûbu ilaihi, Allahummaghfirli wa tub ‘alayya

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya. Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah tobatku.”

Bacaan ini dianjurkan untuk diulang sebanyak 70 kali pada siang hari dan 70 kali di malam hari selama bulan Rajab. Dalam membaca dzikir ini, umat Islam dianjurkan mengangkat tangan sebagai simbol kesungguhan dalam memohon ampunan dan keridaan Allah SWT.

Amalan ini memberikan manfaat besar bagi siapa saja yang mengerjakannya dengan penuh keikhlasan. Tidak hanya mendatangkan ridha Allah SWT, dzikir ini juga menjadi sarana perlindungan dari api neraka.

Dzikir dan Doa Memasuki Bulan Rajab

Menurut riwayat yang dikutip oleh Abu al-Hasan bin Muhammad Hasan al-Khalal dari Anas bin Malik yang terdapat pada buku Hikmah Bulan Rajab dan Sya’ban tulisan Dimitri Mahayana, Rasulullah SAW ditanyakan kenapa dinamakan bulan Rajab, lalu beliau menjelaskan bahwa bulan Rajab dinamakan demikian karena mengandung banyak kebaikan yang menjadi persiapan menuju bulan Sya’ban dan Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda, “Karena di dalamnya banyak kebaikan untuk bulan Sya’ban dan Ramadhan.”

Selain itu, dalam kitab Mafâtih al-Jinân, disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW melihat hilal sebagai penanda masuknya bulan Rajab, beliau membaca doa:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللَّسَانِ وَغَضِ الْبَصَرِ وَلَا تَجْعَلْ حَطَّنَا مِنْهُ الْجُوعِ وَالْعَطَشَ

Arab latin: Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana wa ballighnaa syahra ramadhaana wa a’innaa ‘alas-shiyaami wal-qiyaami wa hifdzhil-lisaani wa ghadhlil-bashari wa laa taj’al hazzanaa minhu al-juu’a wal-‘athasya.

Artinya: “Ya Allah, berkatilah kami dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Tolonglah kami untuk shiyam dan qiyam serta menjaga lisan dan menundukkan pandangan. Jangan jadikan bagian kami darinya hanya rasa lapar dan haus.”

Dzikir dan doa seperti ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mendapatkan ridha-Nya.

Keutamaan Membaca Dzikir Bulan Rajab

Ibadah yang dilakukan di bulan Rajab sangat dianjurkan karena pahala kebaikan yang dilipatgandakan, seperti membaca dzikir bulan Rajab 70 kali yang berisi istighfar sebagai bentuk permohonan ampun dan taubat atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Dzikir ini bukan hanya dzikir yang dibaca pada hari biasa, tetapi juga sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk mendatangkan ridha-Nya dan memanfaatkan bulan penuh keberkahan ini.

Menurut buku Menggapai Berkah di Bulan-bulan Hijriah karya Siti Zamratus Sa’adah, Rasulullah SAW sendiri menyebutkan keutamaan malam pertama bulan Rajab sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abi Umamah, Rasulullah SAW bersabda:

خَمْسُ لَيَالِ لَا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدَّعْوَةُ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنَ الشَّعْبَانِ، وَلَيْلَةُ الْجُمْعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَهُ النَّحْرِ.

Artinya: “Ada Lima malam, doa-doa di situ tidak ditolak: malam pertama di bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul fitri, malam Idul Adha”.

Hal ini menjadikan malam pertama bulan Rajab sebagai waktu yang sangat dianjurkan untuk berdzikir dan memohon kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak dzikir bulan Rajab 70 kali, kita dapat memanfaatkan bulan mulia ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas ibadah kita.

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membaca Doa Akhir Tahun? Ini Bacaan Doanya


Jakarta

Sebentar lagi tahun 2024 akan segera berakhir dan kita akan menyambut tahun baru 2025. Pergantian tahun ini menjadi momen istimewa untuk merefleksikan perjalanan hidup selama setahun terakhir, mengingat pencapaian, mengevaluasi kekurangan, dan merancang harapan baru untuk masa depan.

Tak hanya itu, pergantian tahun juga menjadi waktu yang tepat bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa akhir tahun. Membaca doa akhir tahun adalah salah satu amalan yang dianjurkan dalam menyambut pergantian tahun.

Doa ini berisikan permohonan ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan. Selain itu, doa ini juga menjadi permohonan kepada Allah SWT untuk menerima seluruh amal kebaikan kita pada tahun ini.


Namun, kapan waktu yang tepat untuk membaca doa akhir tahun? Simak jawabannya berikut ini.

Waktu yang Tepat untuk Membaca Doa Akhir Tahun

Mengutip dari buku La Tahzan Innallaha Ma’ana oleh KH Choer Affandi, waktu yang tepat untuk membaca doa akhir tahun adalah menjelang pergantian tahun, tepatnya sebelum waktu Magrib tiba dan biasanya dibaca setelah sholat Ashar.

Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk membaca doa akhir tahun sebagai wujud ketakwaan kepada Allah, alih-alih berpesta pora yang hanya berisi kesia-siaan bahkan maksiat.

Setelah membaca doa akhir tahun, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan dengan membaca doa awal tahun setelah melaksanakan sholat Magrib. Kedua doa ini menjadi rangkaian yang saling melengkapi untuk memulai tahun baru dengan keberkahan dan niat yang lebih baik.

Dengan meluangkan waktu sejenak untuk berdoa di saat-saat tersebut, kita tidak hanya mengingat Allah SWT, tetapi juga memanfaatkan momen pergantian tahun untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Bacaan Doa Akhir Tahun: Arab, Latin, dan Artinya

Berikut adalah bacaan doa akhir tahun yang dilansir dari arsip detikHikmah.

اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Latin: Allahumma ma ‘amiltu min ‘amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîha ‘alayya bi fadhlika ba’da qudratika ‘ala ‘uqubati, wa da’autani ilattaubati min ba’di jara’ati ‘ala ma’shiyatik. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma ‘amiltu fiha mimma tardha, wa wa’attani ‘alaihits tsawaba, fa’as’aluka an tataqabbala minni wa la taqtha’ raja’i minka ya karim.

Artinya: “Ya Allah, segala perbuatan yang telah aku lakukan pada tahun ini yang Engkau larang dan aku belum bertaubat darinya, sementara Engkau masih bersabar terhadapku dengan karunia-Mu padahal Engkau berkuasa untuk menghukumku, dan Engkau mengajakku untuk bertaubat setelah aku berani berbuat maksiat kepada-Mu, maka aku memohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Dan segala perbuatan yang aku lakukan tahun ini yang Engkau ridai dan Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon kepada-Mu untuk menerimanya dariku. Janganlah Engkau memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Yang Maha Mulia.”

Keutamaan Membaca Doa Akhir Tahun

Membaca Doa Akhir Tahun memiliki keutamaan yang luar biasa bagi umat Islam. Doa ini tidak hanya menjadi bentuk introspeksi diri, tetapi juga memberikan perlindungan dari godaan setan serta pengampunan atas dosa-dosa yang dilakukan selama setahun terakhir.

Menurut buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun tulisan Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, barang siapa yang membaca doa di akhir tahun, maka ia akan dijauhkan dari tipu daya setan.

Bahkan, setan sendiri mengakui kekalahannya dengan berkata, “Hampa usaha kami di sepanjang tahun ini. Susah bagiku dan sia-sia pekerjaanku menggoda anak Adam (manusia) pada tahun ini, dan Allah membinasakanku saat ini juga. Dengan sebab membaca doa ini, Allah akan mengampuni dosanya selama setahun.”

Keutamaan lain dari membaca doa ini adalah pengampunan dosa selama satu tahun penuh. Dengan melafalkan doa akhir tahun, seorang muslim diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, menghapus kesalahan, dan memulai tahun baru dengan lembaran yang lebih bersih.

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com