Author: admin

  • Rumah Subsidi Guru Ngaji Bisa Dicicil, Berapa Angsurannya?



    Jakarta

    Guru ngaji, dai, aktivis Islam, dan pegawai organisasi kemasyarakatan Islam dapat rumah subsidi dari pemerintah. Angsurannya disebut-sebut tak jauh beda dengan biaya sewa kontrakan per bulan. Berapa?

    Program rumah subsidi ini diumumkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat Milad ke-50 Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sabtu (26/7/2025). Program tersebut jadi bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka backlog perumahan yang mencapai 9,9 juta unit.


    Anwar, seorang guru ngaji di Yayasan Madani, Bogor, berbagi pengalamannya. Ia mengaku sudah membeli rumah subsidi lewat KPR FLPP Bank BTN Syariah dan sudah melihat langsung rumahnya di Bogor.

    “Saya senang daripada ngontrak rumah. Dulu bayar kontrakan Rp 1 juta per bulan sedangkan KPR FLPP saya bayar angsuran Rp 1,1 juta tapi sudah bisa punya rumah sendiri. Apalagi bangunannya bagus, airnya bagus, lingkungannya juga bagus,” cerita Anwar dengan raut bahagia, dikutip dari laman PKP.

    Senada dengan Anwar, Dinda, guru Bahasa Arab di sebuah madrasah di Depok, juga turut merasakan manfaat program ini. Ia sudah membeli rumah subsidi di Bekasi dan merasa sangat senang meski belum menikah tapi sudah punya rumah sendiri.

    “Alhamdulillah saya bisa membeli rumah subsidi di Bekasi. Tembok bangunannya mulus, lingkungan aman dan warganya juga saling membantu,” terangnya. Ia pun berharap teman-temannya juga bisa menyusul.

    Hingga saat ini, tercatat sudah 1.975 guru ngaji di seluruh Indonesia yang melakukan akad KPR FLPP untuk memiliki rumah subsidi. Ketua Umum MUI K.H. M Anwar Iskandar pun menyampaikan terima kasih atas dukungan Kementerian PKP.

    Dengan angsuran yang terjangkau dan dukungan penuh dari pemerintah serta MUI, impian para guru ngaji untuk memiliki rumah sendiri kini bukan lagi sekadar angan-angan.

    “Kami ucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian PKP atas rumah subsidi bagi para guru ngaji ini. Dirinya berharap program rumah subsidi ini bisa segera ditindaklanjuti di lapangan sehingga banyak guru ngaji yang bisa miliki rumah sendiri,” harapnya.

    (hnh/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Syarat Wajib Sholat bagi Muslim, Ini Bedanya dengan Syarat Sah


    Jakarta

    Syarat wajib sholat harus dipahami oleh muslim. Syarat ini harus dipenuhi sebelum mengerjakan sholat, jika tidak sholatnya belum wajib dilaksanakan.

    Dalam Islam, sholat adalah ibadah wajib dan termasuk rukun Islam yang kedua. Allah SWT berfirman dalam surah An Nisa ayat 103,

    فَأَقِيمُوا الصَّلُوةَ إِنَّ الصَّلوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَبًا مَّوْقُوتًا…


    Artinya: “…Maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”

    Syarat Wajib Sholat bagi Muslim

    Mengutip dari buku Panduan Sholat untuk Perempuan yang disusun Nurul Jazimah, berikut beberapa syarat wajib sholat bagi muslim.

    1. Islam

    Syarat wajib sholat yang pertama adalah beragama Islam. Sebagaimana diketahui, perintah sholat hanya ditujukan kepada muslim, karenanya orang yang bukan termasuk muslim tidak diwajibkan sholat.

    2. Baligh

    Syarat wajib sholat selanjutnya yaitu baligh atau telah menginjak usia dewasa. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Orang-orang yang tidak dibebankan tanggung jawab hukum ada tiga golongan, yaitu; orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga bermimpi (baligh) dan orang gila hingga sembuh.” (HR Ahmad dan lainnya)

    Dengan demikian, anak-anak tidak diwajibkan sholat. Namun, tak ada larangan jika anak-anak ingin sholat. Orang tua juga diwajibkan mendidik anaknya untuk sholat sejak dini sebagai bentuk pembelajaran.

    Nabi SAW bersabda,

    “Ajarilah anak-anakmu sholat ketika usianya tujuh tahun.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud dan Al Hakim)

    3. Berakal

    Berakal menjadi syarat wajib sholat bagi muslim. Maksud berakal di sini berarti ia dapat membedakan perbuatan baik dan buruk, pantas dan tidak pantas. Karenanya, orang gila tidak wajib sholat karena dianggap tidak berakal.

    4. Mampu Sholat

    Sholat tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun, selama keadaan memungkinkan. Ketika sehat, sholat bisa dikerjakan secara sempurna dengan tata cara yang sudah ditetapkan.

    Ketika sakit, muslim bisa sholat dengan posisi duduk atau berbaring. Bahkan, ketika tidak mampu bergerak pun, sholat bisa dilakukan dengan isyarat.

    5. Suci dari Haid dan Nifas

    Syarat wajib lain dari sholat adalah suci dari haid dan nifas. Artinya, muslimah yang sedang haid dan nifas tidak diperbolehkan untuk sholat.

    Mereka baru boleh mengerjakan sholat setelah mandi wajib. Rasulullah SAW bersabda,

    “Apabila seorang muslimah mendapatkan haid, maka tinggalkanlah sholat da apabila telah selesai masa haidnya, maka mandilah dan bersihkan (sisa-sisa) darahnya, kemudian sholatlah.” (HR Abu Daud)

    Apa Perbedaan Syarat Wajib Sholat dengan Syarat Sah?

    Masih dari sumber yang sama, syarat wajib sholat berbeda dengan syarat sah. Syarat wajib adalah syarat yang harus dipenuhi sebelum hendak sholat. Jadi, jika syarat tidak terpenuhi maka ia tidak wajib sholat.

    Sementara itu, syarat sah adalah syarat yang harus dipenuhi karena menjadi penentu sah atau tidaknya sholat yang dikerjakan seseorang.

    Syarat Sah Sholat

    Menukil dari buku Tuntunan Bersuci dan Sholat: Madzhab Imam Asy Syafi’i karya Humaidi Al Faruq, berikut beberapa syarat sah sholat.

    1. Suci dari hadats kecil dan besar
    2. Suci dari najis
    3. Menutup aurat
    4. Menghadap kiblat
    5. Telah masuk waktu sholat

    (aeb/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Panci Kosong di Antara Jeritan Anak-anak Gaza yang Terancam Malnutrisi



    Jakarta

    Di bawah teriknya matahari Gaza di Palestina, panci-panci itu terangkat tinggi dalam keadaan kosong. Tak jarang terjadi benturan antar panci yang menimbulkan bunyi nyaring, beradu dengan suara jeritan anak-anak Gaza si pembawa panci.

    Miris. Anak-anak si pembawa panci itu harus berdesak-desakan dengan orang-orang dewasa. Mereka berteriak, menjerit dan ada yang meringis menahan sakit karena tergencet badannya. Semua mereka lakukan demi seporsi makanan. Krisis kelaparan di Gaza kian memprihatinkan.

    Fotografer Reuters Khamis Al-Rifi memotret suasana terkini krisis kelaparan di Gaza pada Senin (28/7/2025) kemarin. Dia memotret warga Palestina berebut makanan dari dapur amal di Gaza City.


    Palestinians wait to receive food from a charity kitchen, amid a hunger crisis, in Gaza City, July 28, 2025. REUTERS/Khamis Al-RifiPalestinians wait to receive food from a charity kitchen, amid a hunger crisis, in Gaza City, July 28, 2025. REUTERS/Khamis Al-Rifi Foto: REUTERS/Khamis Al-Rifi

    Dapur-dapur umum dan dapur amal diserbu oleh warga. Mereka bergegas datang dan berebut makanan bukan hanya karena rasa lapar, tapi juga rasa takut tak akan kebagian.

    Tak jarang anak-anak terjepit di antara tubuh-tubuh dewasa, sebagian menangis ketakutan. Ibu-ibu menjerit sambil mengangkat tangan tinggi, berharap relawan menyadari mereka sudah dua hari tak makan. Tidak ada antrean tertib, hanya dorongan, desakan, dan harapan yang nyaris putus.

    Sayangnya dapur dapur amal tak bisa diandalkan untuk menjadi satu-satunya tempat bertahan hidup. Sebab makanan yang tersedia tak cukup untuk memenuhi semua perut yang kelaparan di Gaza.

    Hari-hari ini kondisi Gaza kian memburuk. Gaza dilanda kelumpuhan total: toko-toko tutup, pasar kosong, dan bahan makanan langka.

    Krisis pangan di Gaza makin memburuk dan berdampak pada seluruh kelompok usia. Di Kamp Pengungsi Nuseirat, Deir al-Balah, Gaza seperti dikutip dari detikHealth, Hamza Mishmish, 25 tahun, mengalami malnutrisi parah dan pengeroposan tulang.

    Hidaya, ibu Palestina berusia 31 tahun, duduk bersama putranya yang sakit, Mohammed al-Mutawaq, di dalam tenda mereka di Kamp Pengungsi Al-Shati, Gaza City, Jumat (25/7/2025). Balita 18 bulan itu menunjukkan tanda-tanda malnutrisi di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk.

    Wakil koordinator medis untuk Medecins Sans Frontieres (Dokter Lintas Batas), Dr Mohammed Abu Mughaisib, mengungkapkan kondisi mengerikan tentang bagaimana kelaparan melumpuhkan tubuh manusia, mulai dari rasa lapar awal hingga kerusakan organ-organ vital.

    “Dalam enam hingga 24 jam pertama tanpa makanan, tubuh mulai membakar cadangan glikogennya. Ini adalah gula tersimpan yang berfungsi sebagai bahan bakar darurat,” jelas Dr Abu Mughaisib yang dikutip detikHealth dari NDTV World, Senin (28/7/2025).

    (erd/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Solusi Menag Nasaruddin agar Kasus Pembubaran Rumah Doa Tak Terulang



    Jakarta

    Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap kasus pembubaran kegiatan rumah doa umat Kristen di Padang, Sumatera Barat adalah yang terakhir terjadi di Indonesia. Imam Besar Masjid Istiqlal ini pun menyiapkan sejumlah strategi sebagai solusi agar peristiwa serupa tak terjadi lagi di Tanah Air.

    Ada dua solusi yang disiapkan yakni solusi jangka pendek dan solusi jangka panjang. Pertama, Kementerian Agama akan mengutus tim ke Padang untuk mencari data penyebab kesalahpahaman tersebut. Kemenag juga berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat.

    “Kami akan mengutus tim kami nanti ke sana untuk mencari solusi yang terbaik, saya mendengar itu sudah terkendalikan oleh kawan-kawan dan pihak aparat. Tapi apa pun juga, itu adalah sebuah pencitraan negatif dari bangsa kita dan saya berharap jangan ada lagi kasus-kasus seperti ini dan saya pribadi sangat menyesalkan,” kata Menag Nasaruddin usai membuka Rakernas Evaluasi Haji di Tangerang Banten, seperti dikutip dari detikNews, Selasa (29/7/2025).


    Kedua, untuk jangka panjang salah satu rencana Kemenag adalah dengan menerapkan kurikulum cinta di sekolah-sekolah. Menurut Menag Nasaruddin kurikulum cinta secara mendasar diharapkan bisa menghilangkan segala bentuk kecurigaan dan kesalahpahaman antara satu sama lain.

    Ketika segala bentuk kecurigaan dan kesalahpahaman di antara masyarakat bisa dihilangkan, peristiwa seperti pembubaran rumah doa di Padang tak akan terulang.

    “Kementerian Agama punya falsafah sendiri, kalau seperti ini kejadiannya jangan-jangan nanti akan ada lagi. Maka itu, kami selaku Menteri Agama mencari pendekatan lain dengan cara memperkenalkan kurikulum cinta,” kata Menag Nasaruddin.

    Sebelumnya puluhan warga membubarkan kegiatan ibadah yang dilaksanakan di rumah doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang, Sumatera Barat, pada Minggu petang (27/7/2025). Persisnya peristiwa itu terjadi di RT 03 RW 09, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah Padang, Kota Padang.

    Tak hanya membubarkan kegiatan ibadah, massa yang sebagian datang dengan membawa balok kayu itu juga merusak kursi, jendela dan kaca rumah doa. Akibatnya jemaat banyak yang berlarian, sementara anak-anak histeris karena ketakutan.

    Polisi bergerak cepat menangani kasus tersebut. Hingga saat ini sudah sembilan orang terduga pelaku telah ditangkap. Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.

    (erd/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Politisi Negarawan, Tak Gila Jabatan



    Jakarta

    Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas berduka atas meninggalnya ekonom senior sekaligus politikus Indonesia, Kwik Kian Gie. Anwar mengenang Kwik Kian Gie sebagai politisi yang negarawan dan tak gila jabatan.

    “Kita sebagai warga negara benar-benar kehilangan dengan meninggalnya Kwik Kian Gie, seorang tokoh dan guru bangsa yang sangat patut kita suri tuladani. Kwik Kian Gie adalah seorang tokoh yang tidak gila jabatan walaupun dia pernah menduduki berbagai jabatan strategis di negeri ini,” kata Anwar dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).

    Kwik Kian Gie pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Menko EKUIN) era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas era Presiden Megawati Soekarnoputri. Dia juga dikenal sebagai senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP-P) yang bergabung sejak 1987–yang pada tahun itu bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

    “Dia adalah sosok politisi yang negarawan, di mana lewat dunia politik yang digumulinya dia ingin berbuat hal-hal yang terbaik bukan untuk dirinya dan keluarga serta partai dan kelompoknya tapi adalah untuk bangsa dan negara yang dicintainya,” tambahnya Anwar.

    Di mata Anwar Abbas, Kwik Kian Gie adalah seorang nasionalis tulen yang selalu memikirkan dan menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia. Sosoknya dikenal pro rakyat.

    “Sebagai seorang ekonom dia sangat sering menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah karena banyak sekali dari kebijakan-kebijakan yang mereka buat dan lahirkan tersebut yang tidak sesuai semangat dan jiwanya dengan amanat konstitusi sehingga akhirnya negara dan rakyat sangat banyak dirugikan,” kenang Ketua PP Muhammadiyah itu.

    Dilansir detikFinance, Kwik Kian Gie meninggal di usia 90 tahun. Kabar meninggalnya Kwik Kian Gie disampaikan sejumlah tokoh nasional, salah satunya Sandiaga Uno.

    “Selamat jalan Pak Kwik Kian Gie. Ekonom, pendidik, nasionalis sejati. Mentor yang tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran. Yang berdiri tegak di tengah badai, demi kepentingan rakyat dan negeri. Indonesia berduka,” tulis Sandiaga melalui akun media sosial resminya, Selasa(29/7/2025).

    (kri/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sholawat Ilmi Syaikhona, Amalkan agar Dimudahkan Menerima Pelajaran


    Jakarta

    Dalam Islam, membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan ibadah yang sangat dianjurkan. Salah satu bentuk sholawat yang cukup dikenal di kalangan pelajar, santri, dan para penuntut ilmu adalah Sholawat Ilmi.

    Dilansir dari laman NU Online, sholawat Ilmi atau dikenal juga dengan sebutan Sholawat Ilmi Syaikhona Kholil Bangkalan adalah syair pujian kepada Rasulullah SAW yang diciptakan oleh Syaikhona Kholil Bangkalan.


    Sholawat ini memiliki makna mendalam dan diyakini mengandung doa agar diberikan ilmu yang bermanfaat, mudah memahami pelajaran, dan diberkahi dalam proses menuntut ilmu.

    Sholawat Ilmi Syaikhona

    Berikut bacaan lengkap sholawat Ilmi Syaikhona dalam tulisan Arab, latin dan artinya:

    اَللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَجْعَلُنَا بِهَا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا وَتَحْشُرُنَا بِعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ فِي دُنْيَانَا وَأُخْرَانَا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

    Arab latin: Allâhumma shalli ‘ala Sayyidinâ Muhammadin shalâtan taj’alunâ bihâ min ahlil ‘ilmi dhâhiran wa bâthinan wa tahsyurunâ bi’ibâdikas shâlihîna fî dunyânâ wa ukhrânâ wa ‘alâ alihî wa shahbihi wa sallim.

    Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas tuan kami Nabi Muhammad saw, rahmat yang dengannya Engkau jadikan kami menjadi bagian dari ahli ilmu lahir dan batin, Engkau kumpulkan kami dengan hamba-hamba-Mu yang saleh di dunia dan akhirat, dan (limpahkanlah juga) untuk keluarga Nabi saw, para sahabat, dan limpahkanlah salam (atas mereka semua).”

    Keutamaan Membaca Sholawat Ilmi Syaikhona

    Disebutkan dalam kitab Râtib Syaikhona Kholil oleh Tim Lajnah Turats ‘Ilmu, sholawat syaikhona atau sholawat ilmu adalah salah satu bentuk sholawat yang sarat dengan doa dan harapan agar Allah SWT memberikan ilmu yang bermanfaat, membuka hati untuk memahami pelajaran, dan menjadikan ilmu sebagai jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat.

    وَأَوْصَى بَعْضُ الْمَشَايِخِ قِرَائَتَهَا قَبْلَ الدَّرْسِ مُنْفَرِدًا أَوْ جَمَاعَةً. قَالُوْا: يُرْجَى نَفْعُهَا لِحُصُوْلِ الْعِلْمِ النَّافِعِ وَالْفُتُوْحِ، وَالْحَشْرِ مَعَ عِبَادِ اللهِ الصَّالحِيْنَ فِي الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ

    Artinya: “Telah berwasiat sebagian guru untuk membacanya (Sholawat Ilmu) sebelum pelajaran, baik sendiri maupun secara bersama. Mereka berkata: dengan manfaatnya, diharapkan bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan futuh (terbukanya hati), serta akan dikumpulkan bersama hamba-hamba Allah yang saleh di dunia dan akhirat.” (Râtib Syaikhona Kholil, hal. 15, Darul Khalil)

    Berikut beberapa keutamaan Sholawat Ilmu menurut para ulama dan keterangan dalam kitab:

    1. Mendapatkan Ilmu yang Bermanfaat

    Sholawat ini diyakini mampu membuka hati dan pikiran seseorang sehingga lebih mudah dalam memahami pelajaran dan mendalami ilmu agama.

    2. Dibukakan Pintu Futuh

    Kata “futuh” dalam konteks ini merujuk pada terbukanya keberkahan dan pemahaman mendalam terhadap ilmu. Sebuah bentuk pencerahan spiritual yang membuat seseorang merasa mudah dalam belajar dan meresapi makna ilmu.

    3. Dikumpulkan Bersama Hamba-Hamba Saleh

    Faedah lainnya adalah harapan agar kelak digolongkan bersama orang-orang saleh baik di dunia maupun di akhirat, suatu maqam (kedudukan) yang sangat mulia dalam Islam.

    Waktu dan Cara Membaca Sholawat Ilmu

    Sholawat Ilmi dianjurkan untuk dibaca sebelum pelajaran dimulai, baik dilakukan secara individual maupun berjamaah. Namun, tidak terbatas pada waktu tersebut, sholawat ini juga bisa dijadikan wirid rutin dalam kehidupan sehari-hari.

    Dalam Râtib Syaikhona Kholil disebutkan ada tiga cara membaca Sholawat Ilmu bagi yang ingin mengamalkannya secara istiqamah:

    وَلِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَتَّخِذَهَا وِرْدًا فَلَهُ ثَلَاثُ كَيْفِيَّاتٍ
    (1) إِمَّا أَنْ يَقْرَأَهَا بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ مِنْ غَيْرِ عَدَدٍ مُعَيَّنٍ
    (2) وَإِمَّا أَنْ يَقْرَأَهَا سَبْعًا بَعْدَ الْمَكْتُوبَةِ
    (3) وَإِمَّا أَنْ يَقْرَأَهَا سَبْعًا لَيْلًا

    Artinya: “Bagi orang yang hendak menjadikan Sholawat Ilmu sebagai wirid, maka bisa dilakukan dengan tiga cara:
    (1) dibaca setelah shalat maktubah tanpa jumlah tertentu;
    (2) dibaca tujuh kali setelah shalat maktubah;
    (3) dibaca tujuh kali di waktu malam.”
    (Râtib Syaikhona Kholil, hal. 15)

    Mengamalkan Sholawat Ilmi bisa menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, baik sebelum belajar, setelah sholat, atau sebagai wirid malam. Bagi para pelajar, santri, maupun siapa saja yang mendambakan ilmu yang bermanfaat, sholawat ini adalah amalan ringan dengan faedah yang luar biasa.

    Wallahu a’lam.

    (dvs/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • BPJPH Gelar Rakernas LP3H, Dorong Terbentuknya Ekosistem Halal yang Produktif



    Jakarta

    Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) tahun 2025. Rakernas ini bertujuan mendorong terbentuknya ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) yang semakin produktif untuk mendukung Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    “Saya baca satu persatu di Asta Cita, bahwa salah satu tujuan utamanya adalah untuk menjaga kedaulatan pangan, dan juga penguatan ekspor. Beruntung Bapak Presiden Prabowo Subianto menjadikan kewajiban sertifikasi halal ini untuk melindungi segenap bangsa Indonesia,” terang Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dalam keteranganya, dikutip pada Selasa (29/7/2025).

    Rakernas tersebut diikuti oleh 280 Lembaga Pendamping Proses Produk Halal atau LP3H, dan 34 Satuan Tugas Layanan JPH dari seluruh Indonesia. Rakernas LP3H akan berlangsung selama 3 hari hingga 30 Juli 2025.


    Besar harapan, Rakernas ini menghasilkan langkah-langkah strategis demi memperkuat peran pendamping dalam mendukung percepatan sertifikasi halal di Indonesia.

    “Untuk itu, maka perlu adanya penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas SDM kita bersama, dan perluasan sosialisasi dan edukasi jaminan produk halal kepada masyarakat serta pelaku usaha akan pentingnya sertifikasi halal,” sambung pria yang akrab disapa Babe Haikal itu.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJPH tersebut juga mengapresiasi peran LP3H, P3H, dan Satgas Layanan JPH atas peran penting mereka dalam penyelenggaraan JPH.

    “Bapak Ibu sekalian adalah garda terdepan penyelenggaraan JPH. Anda semua turun langsung ke lapangan, mendampingi pelaku UMK dari Sabang sampai Merauke agar produknya bersertifikat halal,” tambahnya.

    Ia berharap, peran penting tersebut terus dilaksanakan dengan penuh ikhlas, tanggung jawab dan kesungguhan. Dengan begitu, diharapkan sertifikasi halal dapat terlaksana secara optimal, dan kebermanfaatan sertifikat halal dapat dirasakan semakin luas.

    Rakernas LP3H turut diisi dengan sesi diskusi bagi seluruh peserta terkait kebijakan dan regulasi JPH. Ini meliputi mekanisme sertifikasi halal melalui skema Self Declare, program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), hingga pembahasan teknis pelaksanaan sertifikasi halal di lapangan.

    Melalui rakernas tersebut, BPJPH juga mengapresiasi penghargaan kepada LP3H dan Satgas Layanan JPH atas capaian kinerja mereka dalam penyelenggaraan program SEHATI 2025.

    Turut hadir dalam rakernas Wakil Kepala BPJPH Afriansyah Noor, Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham, Deputi Bidang Pembinaan dan Pengawasan JPH Chuzaemi Abidin, Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal Abd Syakur, serta Deputi Bidang Registrasi dan Sertifikasi Halal Mamat Salamet Burhanuddin. Hadir juga para Kepala Biro, para Direktur, beserta jajaran BPJPH.

    (aeb/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Bagian Ka’bah yang Terbuat dari Emas, Ini Letak dan Fungsinya


    Jakarta

    Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia menyimpan sejarah arsitektur dan kemegahan luar biasa. Seiring waktu, Ka’bah telah mengalami beberapa renovasi dan penyempurnaan, termasuk penambahan elemen-elemen berharga. Salah satu yang menarik perhatian adalah adanya bagian-bagian Ka’bah yang terbuat dari emas.

    Penggunaan emas pada Ka’bah bukanlah untuk kemewahan semata, melainkan sebagai bentuk penghormatan dan kemuliaan terhadap Baitullah.


    Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 125, Allah SWT berfirman,

    وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

    Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.

    Bagian Ka’bah yang Terbuat dari Emas

    1. Pintu Ka’bah

    Dikutip dari buku Ka’bah Rahasia Kiblat Dunia karya Muhammad Abdul Hamid Asy-Syarqawi, pintu Ka’bah menjadi salah satu elemen yang paling mencolok karena dilapisi dengan emas murni.

    Awalnya, saat dibangun oleh Nabi Ibrahim AS, Ka’bah memiliki dua pintu: satu di sisi timur dan satu di sisi barat. Kedua pintu ini menyentuh tanah. Fungsi pintu timur sebagai jalur masuk dan pintu barat sebagai jalur keluar.

    Namun, pada masa Quraisy, sebelum kenabian Rasulullah SAW, pintu barat ditutup dalam proses renovasi. Hingga kini, yang tersisa hanyalah satu pintu di sisi timur.

    Pada masa Raja Khalid bin Abdul Aziz, pintu Ka’bah dipercantik dan dilapisi emas murni dalam proyek renovasi besar yang selesai pada tahun 1979. Lapisan emas ini memiliki berat sekitar 280 kilogram. Selain itu, kaligrafi dan ornamen-ornamen yang menghiasi pintu Ka’bah juga terbuat dari emas murni, menambah nilai estetika dan kehormatan pintu tersebut.

    2. Mizab Ar-Rahman

    Mizab ar-Rahman adalah talang air yang menempel di bagian atas Ka’bah, tepatnya di sisi utara, yang mengarah ke Hijir Ismail. Talang ini berfungsi untuk mengalirkan air hujan dari atap Ka’bah.

    Tempat di bawah talang air ini dikenal sebagai salah satu tempat mustajab untuk berdoa.

    Dalam buku Sejarah Ka’bah: Kisah Rumah Suci yang Tak Lapuk Dimakan Zaman, Prof. Dr.Ali Husni al-Kharbuthli menjelaskan ukuran Mizab ini mencapai 2,53 meter panjangnya, dengan 58 cm tertanam ke dinding Ka’bah.

    Bagian talang yang menonjol ke luar sepanjang 1,95 meter, dengan tinggi 23 cm dan lebar 26 cm. Talang ini dibuat dari kayu jati yang kuat, lalu seluruh permukaannya dilapisi emas 99,9 persen. Ornamen-ornamen di bagian atasnya juga menggunakan emas murni, menjadikannya sebagai perpaduan antara fungsionalitas dan kemuliaan.

    3. Kiswah Ka’bah

    Kiswah adalah kain hitam megah yang menutupi seluruh permukaan Ka’bah. Dibuat dari sutra berkualitas tinggi, kiswah menjadi simbol keagungan dan kemuliaan rumah Allah SWT. Setiap tahunnya, kiswah diganti dalam sebuah prosesi khusus di Makkah.

    H. Brilly El-Rasheed dalam bukunya yang berjudul Al-Bait: Misteri Sejarah Ka’bah dan Hilangnya Di Akhir Zaman menjelaskan ukuran keseluruhan kiswah adalah 14 meter tinggi dan 47 meter panjang, dengan berat mencapai 650 kilogram. Yang menjadikan kiswah istimewa adalah hiasan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an yang disulam dengan benang emas dan perak secara manual oleh para pengrajin terlatih.

    Dibutuhkan sekitar 120 kilogram benang emas dan 100 kilogram benang perak untuk menyelesaikan seluruh kaligrafi pada kiswah. Karena kemewahan dan proses pembuatannya yang detail, kiswah Ka’bah sering disebut dengan nama Al-Barqa, yang berarti “kilauan”.

    4. Kunci Ka’bah

    Kunci Ka’bah juga merupakan bagian penting dari bangunan suci ini yang mengandung unsur emas. Kunci tersebut digunakan untuk membuka pintu Ka’bah, yang hanya dibuka dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Syaban dan Muharram, untuk proses pembersihan bagian dalam Ka’bah.

    Kunci ini memiliki panjang 35 cm, dibuat dari logam nikel, dan dilapisi emas 18 karat. Saat ini, kunci Ka’bah dipegang dan dijaga oleh keluarga Al-Syaibi, yang telah memegang amanah tersebut sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Tokoh yang memegang kunci Ka’bah saat ini adalah Syeikh Saleh bin Zain Al-Abidin Al-Syaibi.

    Penggunaan emas pada bagian-bagian tertentu dari Ka’bah bukanlah untuk menunjukkan kemewahan duniawi, tetapi sebagai simbol kemuliaan dan penghormatan terhadap tempat paling suci dalam Islam. Ka’bah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat ibadah dan simbol tauhid yang menjadi tujuan sholat umat Islam di seluruh dunia.

    (dvs/erd)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Keutamaan Sholat Dhuha, Amalan Ringan dengan Ganjaran Besar


    Jakarta

    Dalam Islam, banyak ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh muslim. Salah satunya sholat dhuha, amalan dengan berbagai keutamaan.

    Meskipun hukumnya tidak wajib, sholat dhuha merupakan amalan yang dicintai oleh Nabi Muhammad SAW dan dikenal sebagai salah satu kunci pembuka rezeki serta penghapus dosa.

    Dikutip dari buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari: Plus Ayat & Doa-Doa Pembuka Rezeki karya Ustadz Arif Rahman, sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi setelah matahari terbit dan sebelum masuk waktu dzuhur. Dalam bahasa Arab, kata “ḍuḥā” berarti waktu pagi ketika matahari mulai naik sekitar satu tombak di atas ufuk.


    Sholat ini termasuk dalam kategori sholat sunnah ghairu muakkad, yaitu sunnah yang tidak terlalu ditekankan, tetapi tetap sangat dianjurkan karena banyak keutamaannya.

    Anjuran mendirikan sholat dhuha dijelaskan dalam hadits. Abu Hurairah RA meriwayatkan,

    “Kekasihku (Rasulullah SAW) telah berwasiat kepadaku tentang tiga perkara agar jangan aku tinggalkan hingga mati: Puasa tiga hari setiap bulan, sholat dhuha dan tidur dalam keadaan sudah melakukan sholat witir.” (HR Bukhari dan Muslim)

    Keutamaan Sholat Dhuha

    1. Diberi Pahala Setara Sedekah untuk Seluruh Persendian

    Dari Abu Dzar, Nabi Muhammad SAW bersabda,

    “Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan sholat dhuha sebanyak 2 rakaat.” (HR Muslim)

    Dikutip dari buku Sholat Dhuha Dulu, Yuk karya Imron Mustofa, hadits ini menjelaskan, dengan mengerjakan sholat dhuha dua rakaat, seorang muslim mendapatkan pahala seolah telah bersedekah untuk 360 persendian tubuh. Hal ini menunjukkan betapa besarnya pahala sholat ini.

    2. Menjadi Sebab Datangnya Rezeki

    Sholat dhuha juga dikenal sebagai sholat pembuka pintu rezeki. Dalam sebuah hadits qudsi, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman,

    “Wahai anak Adam, rukuklah (sholatlah) untuk-Ku di awal siang sebanyak empat rakaat, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu hingga sore hari.” (HR Tirmidzi)

    3. Dicatat sebagai Ahli Ibadah

    Orang yang terbiasa menjaga sholat dhuha akan dicatat sebagai hamba Allah SWT yang senantiasa beribadah.

    Dari Abu Darda’ RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Barang siapa yang menjaga sholat dhuha, niscaya dosanya akan diampuni, walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)

    4. Menghapus Dosa-dosa

    Sholat dhuha memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa, sebagaimana disebutkan dalam hadits tersebut di atas. Meski dosa sebesar buih di lautan, Allah SWT akan mengampuninya melalui ibadah ini, tentu dengan keikhlasan dan ketekunan.

    5. Menjadi Sholat Orang-orang yang Kembali kepada Allah (Awwabin)

    Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

    “Tidak ada yang menjaga sholat dhuha kecuali orang-orang yang kembali kepada Allah (awwabin), dan itu adalah sholatnya orang-orang yang awwabin.” (HR Ibn Khuzaimah dan Hakim)

    Istilah awwabin adalah sebutan bagi hamba yang senantiasa kembali, taat, dan tunduk kepada Allah. Dengan rutin mengerjakan sholat dhuha, insyaallah seseorang bisa tergolong dalam golongan mulia ini.

    Wallahu a’lam.

    (dvs/kri)



    Sumber : www.detik.com

  • Tidak Membaca Surah Ad-Dhuha saat Sholat Dhuha, Sah atau Tidak?


    Jakarta

    Sholat dhuha dikenal sebagai salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan di pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu dzuhur. Banyak yang menyangka bahwa membaca Surah Ad-dhuha merupakan syarat mutlak dalam pelaksanaan sholat ini. Namun, benarkah jika tidak membaca surah tersebut sholat dhuha menjadi tidak sah?

    Sholat dhuha sendiri memiliki keutamaan yang luar biasa sebagaimana dijelaskan dalam Buku Referensi Kesejahteraan Psikologis dengan Sholat Dhuha karya Faqih Purnomosidi, S.Psi. dkk. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

    “Pada pagi hari setiap tulang (persendian) dari kalian akan dihitung sebagai sedekah. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu cukup digantikan dengan dua rakaat sholat dhuha.” (HR Bukhari Muslim)


    Bahkan, dalam hadits qudsi dikatakan,

    “Wahai anak Adam, janganlah engkau malas mengerjakan sholat empat rakaat di waktu pagi, niscaya Aku akan cukupkan kebutuhanmu hingga sore hari.” (HR Al-Hakim dan At-Thabrani)

    Bacaan Surah Ad-Dhuha: Arab, Latin dan Terjemahan

    وَالضُّحٰىۙ١

    Arab latin: waḍ-ḍuḥā

    Artinya: “Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah)”,

    وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ٢

    Arab latin: wal-laili iżā sajā

    Artinya: “Demi malam apabila telah sunyi”,

    مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ٣

    Arab latin: mā wadda’aka rabbuka wa mā qalā

    Artinya: Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,

    وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ٤

    Arab latin: wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

    Artinya: Sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.

    وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ٥

    Arab latin: wa lasaufa yu’ṭīka rabbuka fa tarḍā

    Artinya: Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.

    اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ٦

    Arab latin: a lam yajidka yatīman fa āwā

    Artinya: Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),

    وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ٧

    Arab latin: wa wajadaka ḍāllan fa hadā

    Artinya: Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,

    وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ٨

    Arab latin: wa wajadaka ‘ā`ilan fa agnā

    Artinya: Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

    فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ٩

    Arab latin: fa ammal-yatīma fa lā taq-har

    Artinya: Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

    وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠

    Arab latin: wa ammas-sā`ila fa lā tan-har

    Artinya: Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).

    وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ ١١

    Arab latin: wa ammā bini’mati rabbika fa ḥaddiṡ

    Artinya: Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

    Hukum Membaca Surah Ad-Dhuha dalam Sholat Dhuha

    Dalam buku Sholat Dhuha Dulu, Yuk karya Imron Mustofa, dijelaskan bahwa sholat dhuha secara umum sama dengan sholat sunnah lainnya. Tidak ada bacaan khusus yang wajib dibaca, tetapi memang ada beberapa surah yang dianjurkan.

    Biasanya, Surah Asy-Syams dibaca setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama, dan Surah Ad-Dhuha dibaca pada rakaat kedua. Bisa juga sebaliknya, atau diganti dengan Surah Al-Insyirah. Meski begitu, membaca surah lain tetap diperbolehkan sesuai dengan kemampuan masing-masing orang yang sholat.

    Jadi, tidak membaca Surah Ad-Dhuha saat sholat dhuha tidak membuat sholat menjadi tidak sah. Yang penting adalah tetap membaca surah apa pun dari Al-Qur’an setelah Al-Fatihah.

    Tata Cara Sholat Dhuha

    Mengutip buku Keberkahan Sholat Dhuha, Raih Rezeki Sepanjang Hari oleh Ustadz Arif Rahman, berikut ini urutan pelaksanaan sholat dhuha dua rakaat:

    1. Niat dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Bacaan niat sholat dhuha:

    اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

    Arab-latin: Ushalli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati adaan lillaahi ta’aalaa.

    Artinya: “Aku niat sholat dhuha dua rakaat, karena Allah ta’ala.”

    2. Membaca doa iftitah.
    3. Membaca surah Al-Fatihah.
    4. Membaca surah dari Al-Qur’an. Disarankan membaca Asy-Syams pada rakaat pertama dan Ad-Dhuha pada rakaat kedua, tapi boleh diganti dengan surah lainnya.
    5. Ruku’ dan membaca tasbih.
    6. I’tidal.
    7. Sujud pertama dan membaca tasbih.
    8. Duduk di antara dua sujud dan membaca bacaannya.
    9. Sujud kedua dan membaca tasbih.
    10. Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang langkah-langkah sebelumnya.
    11. Setelah sujud terakhir, duduk tasyahud dan diakhiri dengan salam.

    (inf/kri)



    Sumber : www.detik.com