Author: Gak Ganti Gambar

  • 4 Tips Pakai Kulkas dengan Efektif, Tiap Bagian Punya Fungsi Berbeda Lho!


    Jakarta

    Kulkas memiliki peran penting untuk menjaga makanan dan bahan makanan tetap segar dan tahan lama. Barang elektronik yang satu ini tentunya menjadi barang yang wajib ada di dapur.

    Ketika digunakan, tak jarang ada yang menaruh makanan tanpa terlalu memikirkan letak di dalam kulkas. Padahal, setiap bagian kulkas memiliki suhu yang berbeda-beda, lho!

    Melansir dari Insider, mengatur kulkas dengan peletakan yang sesuai fungsinya membantu makanan tahan lebih lama, sehingga makanan tidak akan terbuang karena busuk. Berikut ini cara memakai kulkas dengan efektif sesuai fungsi setiap bagiannya.


    1. Pintu

    Bagian pintu adalah area terhangat di kulkas yang paling banyak mengalami fluktuasi suhu. Biasanya area ini digunakan sebagai tempat susu kotak dan telur. Akan tetapi, disarankan agar pintu kulkas dipakai untuk menyimpan bumbu, selai, herba, dan makanan lain yang memiliki ketahanan paling lama terhadap pembusukan.

    2. Rak Atas dan Tengah

    Rak atas dan tengah kulkas biasanya memiliki zona terdingin kedua serta suhu yang stabil. Kedua bagian ini sebaiknya digunakan untuk menyimpan makanan siap saji, makanan ringan, makanan penutup, dan sisa makanan.

    Selain itu, produk yang mengandung susu seperti keju dan yogurt pun cocok ditaruh di rak ini. Telur dan buah-buahan juga bisa disimpan di rak atas dan tengah.

    3. Rak Bawah

    Rak bawah merupakan bagian terdingin di dalam kulkas, maka disarankan untuk menaruh barang-barang yang bermuatan besar dan berat seperti botol minum dan kaleng soda.

    Daging dan ikan juga ditempatkan pada rak bagian bawah untuk mencegah kontaminasi jika terjadi kebocoran pada kemasannya. Kamu bisa menaruh daging yang masih di dalam kemasan dalam kotak penyimpanan plastik bening untuk mencegah kebocoran.

    4. Laci

    Biasanya kulkas mempunyai laci yang dirancang untuk mengendalikan kelembapan dan perubahan suhu, sehingga penyimpanan ini cocok untuk sayuran. Bahan ini sebaiknya disimpan di area dengan kelembapan yang tinggi dan terpisah dari buah-buahan supaya tidak cepat membusuk.

    Itulah tips memakai kulkas dengan efektif dengan menyesuaikan jenis makanan. Semoga membantu!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bau Busuk di Wastafel Bisa Dihilangkan Pakai Bahan Alami Ini!



    Jakarta

    Pernahkah kamu merasa terganggu dengan bau tak sedap yang muncul dari wastafel? Bau ini bisa berasal dari sisa makanan yang membusuk, lemak yang menumpuk, atau bakteri yang berkembang biak di saluran pembuangan.

    Tak dapat dipungkiri, aroma tidak sedap ini bisa mengganggu dan membuat dapur terasa tidak nyaman. Bahkan, terkadang bau tersebut dapat menyebar ke seluruh ruangan dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

    Biasanya kebanyakan orang akan langsung berpikir untuk membeli pembersih kimia di toko atau memanggil tukang ledeng untuk memeriksa saluran pembuangannya. Padahal, hanya dengan satu bahan dapur ini kamu sudah bisa menghilangkan bau tak sedap pada wastafel. Untuk lebih lengkapnya, yuk simak caranya di bawah ini!


    Dilansir dari laman The Washington Post, salah satu solusi yang sering diabaikan namun terbukti ampuh untuk menghilangkan bau tak sedap pada wastafel adalah dengan menggunakan lemon. Cara ini adalah cara yang sangat praktis dan murah karena hanya menggunakan lemon, garam, dan es batu saja. Begini caranya.

    Cara Menghilangkan Bau Busuk di Wastafel Pakai Lemon

    1. Potong lemon menjadi beberapa bagian

    2. Masukkan potongan lemon ke dalam wastafel

    3. Masukkan beberapa sendok makan garam dan es batu juga ke dalam wastafel

    4. Nyalakan air dan tunggu hingga semua bahan tersebut terurai

    Proses ini akan melepaskan aroma segar dari lemon dan secara efektif menghilangkan bau tidak sedap pada wastafel kamu. Tidak hanya itu, lemon juga memiliki sifat antimikroba alami yang dapat membantu membersihkan permukaan wastafel dari bakteri-bakteri penyebab bau. Sementara itu, garam dan es batu berperan dalam membersihkan sisa-sisa buih atau kotoran yang menempel di dalam saluran pembuangan.

    Dengan kombinasi dari ketiga bahan ini, kamu bisa mengatasi bau tidak sedap pada wastafel dengan mudah dan efektif, tanpa perlu memanggil tukang pipa atau menggunakan produk pembersih kimia yang keras. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Akuarium di Rumah Biar Ikan Nggak Gampang Mati


    Jakarta

    Ikan hias kerap menjadi andalan masyarakat Indonesia sebagai hiburan di dalam rumah. Selain karena perawatan ikan hias yang cenderung mudah, kehadiran akuarium di dalam rumah juga membuat suasana rumah menjadi lebih hidup dan memiliki nilai estetik tersendiri.

    Akan tetapi seiring berjalannya waktu, kaca akuarium ikan hias ini semakin lama akan menjadi semakin keruh akibat dari kotoran ikan dan alga yang tumbuh di dalamnya. Selain membuat pemandangan menjadi kurang enak dilihat, air keruh ini juga sering membawa bau yang menyengat.

    Maka dari itu, kamu perlu membersihkan akuarium tersebut beberapa waktu sekali. Selain untuk menjaganya tetap bersih, kamu juga akan membantu ikan agar tetap hidup sehat, terhindar dari penyakit, dan tidak mudah mati.


    Cara Membersihkan Akuarium dengan Baik dan Benar

    Mengutip dari fishlab.com, membersihkan akuarium ikan tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, karena hal ini bisa mengancam nyawa dari ikan tersebut. Bila kamu penasaran dengan cara yang baik untuk membersihkan akuarium, kamu bisa simak langkahnya di bawah ini.

    1. Alat dan Bahan

    – Sifon akuarium atau selang

    – Jaring ikan

    – Sikat gigi

    – 2 Baskom besar

    – Sikat Alga

    – Spons

    – Tisu dapur (paper towel)

    – Penjernih air (water clarifier)

    – Filter pengganti

    – Air panas

    – Cuka

    2. Langkah-Langkah

    – Pindahkan Ikan

    Pertama-tama, kamu harus memindahkan ikan dari akuarium. Gunanya untuk menyimpan ikan sementara selama proses pembersihan.

    Caranya dengan mengisi satu baskom dengan air dari akuarium atau air bersih. Pastikan kamu tidak menggunakan air keran yang masih baru.

    – Sedot Air dari Akuarium

    Selanjutnya kamu harus mengurangi air pada akuarium kamu dengan menggunakan selang atau sifon akuarium. Pastikan kamu menyedot kotoran ikan yang mengendap di bawah akuarium sebanyak-banyaknya.

    Jika kamu rasa sudah tidak ada kotoran yang mengendap, kamu bisa sisakan air akuarium tersebut sebanyak 10%. Atau bila akuariumnya terlalu kotor, kamu bisa membuang semuanya.

    – Keluarkan Isi Akuarium (Filter, Dekorasi, dan lainnya)

    Setelah kamu berhasil membuang airnya, kamu harus mengosongkan akuarium tersebut. Pisahkan isi akuarium di tempat lain.

    – Bersihkan Semuanya

    Dekorasi

    Rendam dekorasi dan terumbu karang buatan yang berlumut pada air panas selama beberapa detik. Selanjutnya gosok dengan tangan perlahan hingga lumut dan alga hilang.

    Kamu juga bisa menggunakan sikat gigi untuk dekorasi yang memiliki detail yang sulit dijangkau oleh tangan. Pastikan untuk menghindari pemakaian disinfektan karena bisa berpotensi membunuh ikan.

    Bila dekorasi yang kamu miliki tahan terhadap panas dan microwave, kamu bisa merebusnya atau memasukkannya ke dalam microwave selama satu menit untuk mensterilisasi bakteri pada dekorasi tersebut.

    Akuarium

    Untuk membersihkan akuarium, kamu cukup lakukan dengan menggosok bagian kaca yang berlumut dengan sikat khusus alga sampai semuanya bersih. Pastikan untuk tidak menggunakan cairan pembersih.

    Setelah semua lumut dan alga terlepas dari akuarium, selanjutnya kamu bisa mengumpulkannya dengan tisu dapur natural (chemical-free). Lalu isi akuarium tersebut dengan air panas sambil membuang sisa kotoran dengan selang atau sifon akuarium.

    Setelah terasa sudah bersih, selanjutnya kamu bisa membersihkan bagian luar akuarium dengan campuran air cuka dan air hangat.

    – Rakit Kembali Akuarium

    Setelah bersih, rakit kembali akuarium kamu. Pastikan untuk mengganti filter air akuarium kamu, atau bila masih bagus, kamu cukup membersihkannya dengan air panas saja.

    Isi perlahan akuarium dengan air. Ingat, pastikan untuk tidak menggunakan air keran yang masih baru. Lalu masukkan penjernih air (clarifier) dan lakukan deklorinasi.

    Fungsi dari deklorinasi adalah untuk menjaga ikan dari zat klorin pada air yang baru, sedangkan clarifier bekerja untuk melarutkan zat yang mendorong tumbuhnya bakteri dan jamur.

    – Masukkan Ikan Kembali

    Selanjutnya masukkan kembali ikan dengan menyaringnya dari baskom. Pastikan untuk meminimalisir masuknya air baskom tersebut ke akuarium.

    Tips Tambahan

    Bila kamu ingin akuarium ikanmu terbebas dari lumut dan alga, kamu bisa mencoba untuk memasukkan ikan sapu-sapu juga ke dalamnya.

    Itu dia cara untuk membersihkan akuarium dengan baik dan benar supaya ikan tidak mati dalam proses pembersihan. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Hilangkan Noda Minyak pada Pakaian


    Jakarta

    Kalau kamu sudah pusing saat gumpalan minyak menempel di blus atau celana favorit, jangan khawatir karena masih bisa dibersihkan. Terkadang, saat Lebaran ada beberapa makanan yang berminyak. Saat memakannya, bisa saja tumpah dan mengenai pakaian.

    Walau demikian, kamu tak perlu khawatir karena noda minyak pada pakaian bisa dibersihkan. Berikut ini caranya.

    Cara Menghilangkan Noda Minyak Dengan tepung Maizena

    Dilansir dari Martha Stewart, Minggu (7/4/2024) maizena bisa menghilangkan noda minyak yang baru saja tertumpah di pakaian. Setelah membersihkan noda dengan maizena, kamu bisa membersihkannya dengan menggunakan detergen lembut yang dicampur air untuk mengatasi noda yang tersisa.


    Sebagai catatan, metode detergen dan air ini hanya cocok untuk noda baru pada kain yang toleran terhadap air. Noda minyak yang mengendap (yang mirip noda kopi) perlu diperlakukan secara berbeda. Jangan mencoba metode ini pada kain sutra atau wol.

    Alat dan Bahan

    1. Tepung maizena

    2. Sikat gigi

    3. Detergen lembut

    4. Kain putih

    5. Sendok

    6. Kain katun tipis

    Langkah-langkah

    1. Baik noda minyak pada linen atau denim, tuangkan tepung maizena dengan dosis yang tepat ke area yang terkena noda dan diamkan sekitar 15-20 menit. Hal ini akan membantu menyerap minyak, mencegahnya meresap ke kain

    2. Lalu, cobalah untuk menggosok tepung maizena dengan sikat gigi

    3. Balikkan pakaian yang terkena noda ke atas kain putih, lalu gosoklah noda dari belakang; hal ini membuat pembersihan lebih efektif

    4. Lalu gunakan detergen dan air, tepuk permukaannya dengan alat yang keras, seperti sendok, beberapa kali, sambil periksa apakah ada rembesan pada kain putih

    5. Lalu, di atas baskom atau wastafel, siram noda dengan air sebelum mengusapkan kain katun tipis yang sangat mudah menyerap

    6. Lakukan langkah ini beberapa kali hingga kain bersih dari noda, lalu masukkan pakaian ke dalam mesin cuci dengan air dingin, jangan panas

    Itulah cara menghilangkan noda minyak pada pakaian. Semoga membantu ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Pakai Tukang! Ini 3 Cara Atasi Pintu yang Susah Terkunci


    Jakarta

    Setiap meninggalkan rumah, pintu sebaiknya dalam keadaan terkunci agar lebih aman. Namun pernahkah kamu mengalami pintu rumahmu tidak mau terkunci dalam sekali putaran?

    Biasanya pintu dalam sekali putar akan terdengar bunyi klik, tetapi sekarang saat diputar justru terasa keras dan bagian di dalamnya tidak masuk ke lubang kunci karena posisi tidak pas.

    Masalah pintu tidak mau terkunci ini biasanya disebabkan karena kait pintu tidak pas dengan pelat striker di kerangka pintu. Bisa juga karena gagang pintu yang longgar, kunci yang kotor, atau adanya pemuaian pada logam.


    Melansir dari weekand.com, Jumat (12/4/2024) berikut beberapa cara mengatasi pintu yang susah terkunci tanpa bantuan tukang.

    1. Periksa Pelat Striker Pintu

    Pelat striker pintu adalah baja yang dipasang di sekitar lubang pada kerangka pintu yang menempel dinding. Pelat striker ini tidak bisa bergerak karena sudah menempel pada kayu, aluminium, atau bahan lainnya.

    Jika pintu tidak mau terkunci, coba lihat apakah pelat striker pintu longgar atau terlepas. Pelat striker pintu yang bergeser akan membuat ukuran lubang berubah sehingga kaitan dari pintu tidak masuk. Cek juga apakah ada benda atau hewan yang menghambat lubang di pelat striker pintu.

    2. Cek Engsel Pintu

    Spot kedua yang perlu kamu cek adalah engsel pintu yang menyangga pintu bergerak. Engsel yang longgar tentu membuat ukuran pintu dengan kerangka tidak pas. Bisa jadi terlalu turun sehingga posisi pengait dan pelat striker pintu tidak pas.

    Coba lepaskan sekrup pada satu engsel. Kemudian, letakkan selembar karton di bawah pintu agar tidak terlalu miring. Pasang lagi engsel dan kencangkan sekrupnya. Cabut karton, coba tutup pintunya. Jika kaitnya tidak sepenuhnya terkunci, kamu perlu menambahkan karton lagi di bawah pintu agar posisi kembali pas. Cara lainnya kamu bisa agak mengangkat gagang pintu saat mengunci.

    3. Lepaskan Gagang Pintu

    Jika masalah bukan dari pelat striker pintu berarti kamu perlu membongkar gagang pintu. Mungkin saja gagangnya yang longgar. Pakai obeng, pisau dempul tipis. Komponen kecil seperti sekrup simpan di tempat yang benar agar tidak hilang. Sekrup gagang pintu yang perlu dicek dan dilepas terletak di bagian dalam rumah dan biasanya di pinggiran badan gagang pintu.

    Pakai pisau dempul atau obeng ke dalam badan gagang pintu yang panjang. Cungkil perlahan badan gagang pintu hingga menyisakan bagian pintu yang bolong. Jika tidak ada retak, bolong, atau keropos pada pintu dan gagang pintu, pasang kembali seperti semula dengan sekrup yang lebih kencang.

    Itulah cara mengatasi pintu yang susah terkunci. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Debu dan Pasir Menumpuk di Bawah Keset? Ini Cara Membersihkannya


    Jakarta

    Sebelum masuk ke dalam rumah, beberapa rumah kerap meletakkan keset di depannya. Fungsinya adalah untuk mengusap kaki yang basah dan kotor dari luar.

    Keset dibuat dapat menyerap air, tidak licin saat diinjak, dan tidak terlalu kasar. Beberapa bahan yang biasa dipakai untuk keset di antaranya katun, handuk, PVC (plastik), ijuk, dan masih banyak lagi.

    Fungsinya untuk membersihkan kaki sebelum masuk ke dalam rumah, tentu alas satu ini mudah kotor dan harus sering-sering dibersihkan. Selain itu, di bawah keset kerap ditemui debu dan pasir menumpuk padahal tidak pernah digeser.


    Mengutip dari The Spruce, berikut cara membersihkan keset yang benar.

    1. Kibas di Halaman

    Ternyata mengibaskan debu di keset adalah tindakan yang dianjurkan untuk membersihkan debu di keset. Kamu bisa mengibaskannya ke media yang lebih keras seperti tembok atau pot bunga.

    2. Pakai Penyedot Debu

    Setelah dikibas, agar keset terjamin tidak ada debu dan kotoran, coba gunakan penyedot debu ke seluruh permukaannya. Kamu bisa juga menyikatnya terlebih dahulu. Jika ingin dibasahkan, kamu bisa tambahkan baking soda yang disebar di atasnya dan tunggu selama 10 menit.

    Sikat permukaan keset, diamkan lagi selama 5 menit, lalu bilas dengan air mengalir lalu dijemur. Bisa juga memakai penyedot kotoran basah.

    3. Cuci di Mesin Cuci

    Menurut Germany Brilliant, keset kaki bisa dibersihkan bersama baju dan kain lainnya agar air bisa membersihkan dengan maksimal. Pakai air hangat saat mencucinya dan hindari mengeringkan di dalam mesin cuci karena dapat mengubah tekstur dari keset.

    4. Sapu dan Pel Lantai Sering-Sering

    Kunci agar keset tidak mudah berdebu dan berpasir di bagian bawah adalah sering menyapu dan mengepel lantai. Semakin sering lantai dibersihkan, keset cukup dibersihkan dengan cara dikibas.

    Itulah cara membersihkan debu dan pasir yang ada di keset. Semoga membantu ya!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Fungsi Teralis Jendela Biar Rumah Makin Aman


    Jakarta

    Teralis jendela merupakan rangkaian besi yang dibentuk menjadi motif atau bentuk tertentu sebagai lapisan perlindungan tambahan pada jendela. Di satu sisi, teralis bisa menambah nilai estetika pada rumah, tetapi sebenarnya fungsi utamanya adalah menjaga keamanan rumah.

    Adapun teralis bekerja dengan menghalangi akses melalui jendela, sehingga sulit bagi seseorang keluar ataupun masuk rumah melalui jendela. Sebagai langkah perlindungan ekstra, ternyata teralis jendela berfungsi untuk berbagai hal.

    Melansir dari laman qsec, berikut ini beragam fungsi teralis jendela yang mendukung peningkatan keamanan di sekitar rumah.


    1. Mencegah Pencuri Masuk

    Teralis jendela tentunya berfungsi untuk menghalau pencuri agar tidak bisa masuk melalui jendela. Keamanan ekstra ini membuat penghuni rumah bisa merasa lebih tenang ketika meninggalkan rumah, sebab sudah yakin maling kesulitan masuk rumah.

    2. Melindungi dari Faktor Lingkungan

    Selain pencuri, teralis jendela juga memberikan perlindungan dari faktor lingkungan yang tak terduga dan di luar kendali. Sewaktu-waktu rumah bisa diterpa badai, angin kencang, sehingga puing-puing pun bertaburan dan berisiko masuk melalui jendela.

    Lalu, bisa saja ada lemparan batu, puing-puing, dan bola yang mengarah pada jendela secara tak terduga. Teralis jendela berfungsi untuk menghalangi lemparan barang yang hendak merusak jendela dan masuk ke dalam rumah. Dengan begitu, penghuni rumah menjadi lebih aman dan terlindungi.

    Kemudian, sebaiknya menggunakan teralis yang aman untuk sewaktu-waktu ada kondisi mendesak. Dengan menggunakan teralis, maka lemparan tak terduga dari luar seperti batu, puing-puing, dan bola tidak akan masuk ke dalam rumah.

    3. Melindungi Privasi Penghuni Rumah

    Beberapa desain teralis yang dipasang di luar jendela bisa menambah fungsi dan keindahan sebuah rumah. Sebab, desain teralis tertentu bisa menutupi sebagian pemandangan ke dalam rumah melalui jendela. Pengunjung pun tidak langsung terekspos ke luar, sehingga bisa melindung privasi sebagai penghuni rumah.

    4. Mencegah Hewan Peliharaan dan Anak-anak Melalui Jendela

    Kemudian, teralis jendela memberikan perlindungan bagi hewan peliharaan dan anak-anak agar tidak ke luar rumah melalui jendela. Teralis bisa mencegah mereka jatuh keluar dari jendela secara tidak sengaja. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengkhawatirkan anak-anak dan hewan yang bergerak bebas di dalam rumah. Meski demikian ada sejumlah hewan pelihaaran yang tidak perlu takut membuka jendela meskipun ada hewan peliharaan dan anak-anak di rumah.

    Demikian ragam fungsi teralis jendela untuk menjaga keamanan rumah di berbagai keadaan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Alasan Kamu Perlu Tanaman Hias di Ruang Kerja


    Jakarta

    Tanaman hias yang disimpan di dalam ruangan bisa membuat suasana terasa lebih hidup dan menyegarkan. Apalagi kalau kamu menyimpan tanaman hias di ruang kerja yang ternyata berdampak positif pada aktivitasmu.

    Kamu bisa bekerja di rumah maupun bilik kantor sambil ditemani tanaman hias. Sekali-kali, kamu dapat istirahat sejenak dengan pemandangan tanaman hias yang berwarna hijau.

    Ada banyak pilihan tanaman dengan beragam bentuk dan ukuran, sehingga bisa banget kamu simpan di ruang kerja. Melansir dari Healthline, berikut ini beberapa alasan kamu perlu mempertimbangkan tanaman hias di tempat kerja.


    1. Menekan Tingkat Stress

    Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Physiological Anthropology, tanaman di dalam rumah atau kantor ternyata bisa membuat kamu merasa lebih nyaman dan tenteram.

    Penelitian tersebut menguji peserta dengan memberikan dua tugas berbeda, yakni memindahkan tanaman hias dari satu pot ke pot lainnya dan menyelesaikan tugas singkat berbasis komputer. Setelah menyelesaikan setiap tugas, peneliti mengukur faktor biologis yang terkait dengan stres, termasuk detak jantung dan tekanan darah.

    Hasil menunjukkan tugas berkebun di dalam ruangan menurunkan respons stres pada partisipan, sedangkan tugas menggunakan komputer menyebabkan lonjakan detak jantung dan tekanan darah.

    Padahal, peserta penelitian adalah pria muda yang terbiasa bekerja dengan komputer. Dari hasil penelitian itu, para peneliti menyimpulkan bekerja dengan tanaman dapat mengurangi stres fisiologis dan psikologis.

    2. Meningkatkan Fokus

    Kemudian, sebuah penelitian kecil dilakukan oleh Yun-ah Oh, Seon-Ok Kim, dan Sin-Ae Park dengan melibatkan 23 peserta. Peneliti tersebut menempatkan siswa di ruang kelas yang berbeda-beda.

    Setiap kelas ada yang memiliki tanaman palsu, tanaman asli, foto tanaman, atau tanpa tanaman sama sekali. Pemindaian otak peserta menunjukkan siswa yang belajar dengan tanaman hidup dan nyata di kelas lebih perhatian dan lebih mampu berkonsentrasi dibandingkan siswa yang belajar di kelas lainnya.

    3. Meningkatkan Produktivitas & Kreativitas

    Berbagai penelitian mengemukakan keberadaan tanaman di ruang kerja meningkatkan produktivitas dan kreativitas. Sebuah penelitian pada tahun 2007 oleh Tina Bringslimark, Terry Hartig, dan Grete Grindal Patil membuktikan orang-orang yang bekerja dengan lebih banyak tanaman di ruang kerja memiliki lebih sedikit hari sakit dan lebih produktif dalam bekerja.

    Itulah beberapa alasan tanaman hias diperlukan di dalam ruang kerja. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Atasi Ujung Karpet yang Melengkung Kembali Lurus


    Jakarta

    Salah satu persiapan di rumah ketika kedatangan tamu adalah menyediakan tempat mereka duduk. Selain di kursi, kamu juga bisa menggelar karpet agar tempatnya lebih luas.

    Karpet yang jarang digunakan biasanya disimpan dengan cara dilipat atau digulung. Terlalu lama disimpan mengakibatkan permukaannya berubah, banyak lengkungan, tidak rata, dan terlihat seperti keriting. Saat digelar di lantai terlihat kurang rapih dan nyaman.

    Penyimpanan yang salah dan bahan yang tidak terlalu bagus membuat permukaan karpet cepat rusak dengan lengkungan yang membekas.


    Namun, tidak perlu khawatir, melansir dari rugs.com, berikut cara meluruskan karpet yang melengkung.

    1. Gunakan Uap Panas

    Jika karpet milikmu terbuat dari bahan kain dan berbulu, kamu bisa menggunakan setrika uap untuk merapikan permukaannya. Saat menggunakan setrika uap pastikan carpet sudah dilebarkan di lantai. Letakkan handuk di atas permukaan karpet yang akan dirapikan baru kamu beri uap di atasnya. Jangan lupa tekan permukaan handuk agar permukaan karpet terkena panasnya.

    2. Gulung ke Arah Sebaliknya

    Jika tidak punya setrika uap atau hair dryer, kamu bisa memakai cara sederhana yakni menggulung karpet ke arah sebaliknya. Cara ini memang tidak akan langsung membuat permukaan rapi apalagi untuk permukaan yang gelombangnya besar bukan hanya di ujung.

    Saat menggulung ke arah berbeda, sesekali berikan tekanan di sepanjang gulungan. Biarkan digulung terbalik setidaknya selama 24 jam. Setelah dibuka, kamu perlu meletakkan benda berat lagi di atas permukaan yang masih melengkung.

    3. Tahan dengan Benda Berat

    Jika lengkungan tidak begitu jelas dan di sisi kecil karpet, kamu bisa menahan atas karpet dengan benda berat. Biarkan dua hingga empat hari sebelum mengangkat beban tersebut.

    4. Tempelkan Karpet ke Lantai

    Cara praktis untuk menghilangkan lengkungan pada karpet kamu bisa menempelkan selotip agar karpet menempel ke lantai. Namun cara ini bisa merusak permukaan bawah karpet dan menyisakan lengket di lantai.

    Kamu bisa cari selotip yang aman dan khusus untuk kain agar mudah untuk dipasang dan dilepas. Jika karpet hanya digunakan sementara, cara ini masih aman. Namun, untuk jangka waktu lama ditakutkan susah untuk membuka perekatnya.

    5. Jemur Karpet

    Panas bisa membuat bulu-bulu dan rangka dari karpet memuai kembali seperti semula. Menjemur di bawah sinar matahari dapat membantu mengembalikan bentuk karpet dan membunuh mikroba yang menempel di atasnya.

    Cari pagar atau tembok yang terkena sinar matahari lalu jemur karpet di atasnya. Tunggu sampai sore, tetapi jika permukaan karpet kembali dengan cepat, kamu bisa langsung angkat.

    Itulah beberapa tips atasi ujung karpet yang melengkung kembali lurus. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Pasang Kanopi Kaca di Rumah? Ini Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Kanopi adalah atap tambahan yang dipasang di banyak rumah di Indonesia. Kanopi memiliki banyak jenis, salah satunya terbuat dari kaca.

    Selain dapat memberi perlindungan dari cuaca buruk, kanopi kaca juga dapat menambah nilai estetika sebuah bangunan. Maka dari itu, kanopi kaca menjadi salah satu elemen perlindungan yang kian populer.

    Kamu harus tahu kelebihan dan kekurangan kanopi kaca untuk bahan pertimbangan, sebelum memasangnya di rumah.


    Dilansir dari Awnings.com, berikut kelebihan dan kekurangan kanopi kaca.

    Kelebihan

    1. Perlindungan dari Cuaca Buruk

    Kanopi yang kuat dapat melindungi hunian dari cuaca yang tak menentu, seperti hujan deras dan angin kencang. Selain itu, kanopi juga bisa melindungi bangunan agar tetap kuat dan kering.

    2. Efisiensi Biaya dengan Umur Panjang

    Tidak seperti bahan lain yang lebih terjangkau, seperti fiberglass atau plastik membutuhkan perawatan dan penggantian yang sering. Kanopi kaca memerlukan dana yang besar untuk pemasangan, tapi daya tahannya lama dapat bantu mengurangi biaya pemeliharaan jangka panjang.

    3. Pencahayaan Maksimal dan Penghematan Energi

    Kanopi kaca dapat memaksimalkan cahaya alami masuk sehingga dapat menampilkan keseluruhan bangunan. Tidak hanya menambah nilai desain, tapi juga bisa menghemat energi karena kebutuhan pencahayaan buatan di dalam ruangan otomatis berkurang.

    4. Daya Tarik Visual Unik

    Selain fungsional, kanopi kaca juga memperindah tampilan rumah. Tidak hanya rumah, contoh lainnya adalah kanopi kaca pada bangunan komersial dan pusat perbelanjaan membuat titik fokus yang dapat menarik pengunjung.

    Kekurangan

    1. Biaya Pembuatan dan Pemasangan Tinggi

    Bahan bakunya mahal dan proses pembuatan kaca membutuhkan energi tinggi sehingga meningkatkan total biaya pembangunan.

    2. Kerapuhan dan Kekerasan Kaca

    Kaca gampang pecah dan pecahannya tajam dan berbahaya, sehingga hal ini menimbulkan potensi risiko cedera.

    3. Biaya Keamanan Tinggi

    Kanopi kaca harus dilindungi dari potensi kerusakan oleh benda-benda yang jatuh atau tidak sengaja dilempar. Inilah yang meningkatkan biaya keamanan.

    Kamu harus cermat mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan kanopi kaca sebelum memutuskan untuk memasangnya di rumah. Disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional terlebih dahulu untuk memastikan pemasangan kanopi kaca di rumahmu efisien dan aman.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com