Author: Gak Ganti Gambar

  • 5 Cara Mudah & Realistis Bersihkan Rumah yang Dihuni Anak-anak


    Jakarta

    Menjaga rumah selalu bersih tentunya tidak mudah ketika hidup bersama anak-anak. Biasanya ada mainan berserakan, tumpahan makanan, hingga pakaian yang menumpuk di rumah yang dihuni anak-anak.

    Selain bertambahnya pekerjaan, membersihkan rumah juga semakin sulit karena anak-anak juga membutuhkan perhatian penuh dari orang tua mereka. Meski rumah tidak bisa sepenuhnya bersih, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan yang memudahkanmu membersihkan rumah.

    Nah, bagi kamu yang ingin rumah tampak lebih bersih bisa mengikuti cara membersihkan rumah yang dihuni anak-anak yang dilansir dari laman This Simple Balance, Senin (15/4/2024).


    1. Sortir Barang-barang secara Berkala

    Sortir barang-barang di rumah secara berkala untuk menyingkirkan barang yang sudah tidak layak pakai, tidak terpakai, dan tidak diinginkan lagi. Sebab, semakin banyak barang di rumah akan membuat proses bersih-bersih semakin berat. Kamu bisa menyortir barang pelan-pelan dari satu ruangan ke ruangan lainnya di dalam rumah.

    2. Tempat Penyimpanan untuk Setiap Barang

    Pastikan setiap barang di dalam rumah memiliki tempat penyimpanan tersendiri. Ajarkan anggota keluarga termasuk anak-anak agar mengembalikan barang-barang ke tempat semestinya. Supaya lebih efektif, perhatikan kebiasaan anggota keluarga, lalu aturlah rumah agar cocok dengan ritme kehidupan mereka.

    3. Sistem Penggunaan Mainan

    Anak-anak memang senang bermain, sehingga tak jarang ada banyak mainan berserakan di sekitar rumah. Untuk itu, kamu bisa menerapkan sistem rotasi atau checkout mainan agar rumah mudah dirapikan.

    Sistem rotasi mainan berarti kamu hanya menyediakan beberapa mainan untuk jangka waktu tertentu sebelum diganti dengan mainan lainnya. Sementara sistem checkout mengajarkan anak untuk merapikan dan mengembalikan mainan yang selesai digunakan untuk ditukar dengan mainan lainnya.

    4. Buat Rutinitas

    Buatlah rutinitas berberes rumah yang sesuai dengan ritme kehidupan keluarga. Kamu bisa menentukan waktu-waktu yang tidak terlalu sibuk atau tidak banyak gangguan untuk membersihkan rumah.

    Rutinitas bersih-bersih harian bisa lebih efektif bila dikerjakan di pagi dan malam hari. Selain itu, kamu dapat mengajak anak-anak membersihkan rumah secara mendalam seminggu sekali.

    5. Buat Sistem Berberes yang Sederhana

    Buatlah sistem berberes yang sederhana untuk diikuti semua anggota keluarga, termasuk anak-anak. Misalkan menyediakan keranjang khusus untuk menampung berbagai barang yang dapat dibereskan nanti ketika ada waktu senggang.

    Itulah beberapa cara mudah dan realistis membersihkan rumah yang dihuni anak-anak. Semoga membantu!

    Buat kamu yang lagi kepikiran mau upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Furniture buat Lengkapi Kamar Tidur Pengantin Baru


    Jakarta

    Mendekorasi kamar tidur yang akan dihuni bersama pasangan bisa menjadi momen yang spesial bagi pengantin baru. Proses ini mungkin sedikit menantang karena harus menyatukan dua orang dengan gaya hidup dan selera yang berbeda.

    Oleh karena itu, kamu perlu berdiskusi dengan pasangan tentang preferensi warna, kebutuhan tempat penyimpanan, hingga furnitur. Terlebih kamar tidur menjadi ruangan utama yang harus diperhatikan karena akan menampung dua orang.

    Melansir dari laman Hatil pada Senin (15/4/2024), berikut ini beberapa furnitur yang bisa melengkapi kamar tidur pengantin baru.


    1. Tempat Tidur

    Tempat tidur menjadi titik fokus pada setiap kamar tidur, maka desain dan ukurannya harus cocok dengan ukuran dan warna kamar. Apabila kamar terlalu kecil untuk diisi tempat tidur berukuran king atau queen, kamu bisa menggunakan ukuran semi double bed.

    Lalu, akan lebih baik kalau tempat tidur dilengkapi dengan ruang penyimpanan bagi kamar kecil. Jangan lupa untuk melengkapi tempat tidur dengan seprai, selimut, bantal, dan guling yang nyaman.

    2. Lemari Pakaian

    Pastikan lemari cukup untuk menampung pakaian untuk dua orang. Berbagi lemari bersama pasangan akan lebih efektif jika kedua pasangan memiliki ruang penyimpanan sendiri. Kamu bisa membagi lemari menjadi bagian-bagian yang dikhususkan untuk masing-masing suami dan istri.

    3. Meja Rias

    Dalam keseharian pasutri, tentu membutuhkan tempat untuk merias diri baik untuk menghadiri acara maupun sekadar bekerja. Oleh karena itu, kamu bisa menggunakan meja rias yang disertai cermin untuk melengkapi kamar tidur pengantin baru.

    4. Sofa

    Memiliki area duduk untuk bersantai di dalam kamar merupakan furnitur tambahan yang bisa kamu pertimbangkan. Kamu dapat menggunakan sofa untuk kamar yang lebih luas, sementara kursi aksen atau kursi santai untuk kamar kecil.

    5. Meja Nakas

    Ruang penyimpanan yang cukup penting untuk menjaga kamar tidur tetap rapi, apalagi dengan bertambahnya barang milik dua orang. Selain lemari pakaian, kamu bisa memakai satu atau dua meja nakas di samping tempat tidur untuk menyimpan printilan dan barang pribadi.

    Itulah beberapa furnitur yang bisa melengkapi kamar tidur pengantin baru. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Warna Sofa yang Harus Dihindari Menurut Sains dan Desainer


    Jakarta

    Sofa adalah salah satu furnitur penting yang ada di rumah. Biasanya, sofa dijadikan sebagai tempat bersantai di depan TV atau dijadikan sebagai tempat duduk di ruang tamu.

    Sofa juga merupakan sebuah furnitur jangka panjang. maka dari itu, ketika kamu ingin membeli sofa, ada banyak aspek yang perlu kamu perhatikan sebelum membelinya. Diantaranya yaitu, bahan sofa, bentuk sofa, dan warna.

    Bahan sofa tentunya akan menjadi salah satu faktor penilaian akan seberapa nyamannya sofa tersebut ketika dipakai. Selain itu, bentuk sofa juga akan menjadi pertimbangan pembeli, tentu alasannya adalah karena pembeli ingin membuat sofa mereka terlihat rapi dan menyatu dengan ruangan.


    Lalu aspek terakhir yang perlu diperhatikan adalah warna dari sofa tersebut.

    Tahukah kamu? Bukan karena alasan preferensi kesukaan dari pemilik saja, warna sofa juga akan mempengaruhi kualitas dari kehidupan rumah tersebut loh.

    Menurut ilmu sains dan para desainer ruangan, ada beberapa warna sofa yang perlu kamu perhatikan. Berikut ringkasannya

    Dikutip dari cozylant.com ada 5 warna yang perlu kamu hindari saat memilih warna sofa.

    1. Merah

    Warna merah memang biasa dikaitkan dengan arti positif, seperti gairah dan energi. Tetapi, menurut sains warna merah bukanlah warna yang cocok untuk dipakai pada sofa.

    Menurut penelitian, warna merah akan meningkatkan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini akan mengakibatkan adanya perasaan cemas dan gelisah.

    2. Hitam

    Warna hitam sangat sering disukai oleh kalangan remaja, alasannya karena warna hitam terasa ‘elegan dan dewasa’.

    Tetapi menurut sains, warna hitam justru akan menciptakan suasana yang berat dan gelap pada suatu ruangan, sehingga membuat ruangan terasa lebih sempit. Selain itu, warna hitam juga cenderung sulit dibersihkan.

    3. Kuning Cerah

    Warna kuning biasa diasosiasikan dengan mood positif dan gembira. Tetapi, untuk sofa, warna kuning cerah justru akan berkesan terlalu berlebihan.

    Warna kuning pada sofa akan menyebabkan rasa tidak nyaman, biasanya warna ini akan membuat mata cepat lelah dan sakit karena warna kuning cerah memantulkan banyak cahaya.

    4. Hijau Neon

    Sama dengan warna kuning cerah, warna hijau neon juga akan membuat matamu sakit karena pantulan cahayanya yang terlalu kuat.

    Selain itu, warna hijau neon juga akan mempersulit kamu untuk membuat tema ruangan yang harmoni.

    5. Warna Oranye

    Warna oranye atau oren, biasanya dikaitkan dengan kehangatan dan energi.

    Tetapi, menurut sains, warna oranye juga akan meningkatkan nafsu makan. Oleh karena itu, warna oranye sebaiknya tidak digunakan untuk warna furnitur karena bisa membuat rutinitas makanmu menjadi rusak.

    Dikutip dari livingetc.com, dalam memilih warna sofa, kamu harus memperhatikan faktor dalam ruangan yang akan ditempati sofa tersebut.

    Selain itu, menurut desainer ruangan ada beberapa warna yang perlu dihindari dari karena beberapa alasan. Berikut diantaranya.

    1. Putih

    Sofa dengan warna putih tidak akan cocok untuk ruangan yang sering dilewati pada rumah.

    Warna putih cenderung akan cepat kotor, maka dari itu sofa dengan warna putih hanya cocok ditempatkan pada ruangan yang jarang dilewati, atau dijadikan tempat beraktivitas.

    2. Merah Cerah

    Warna merah sering membawa energi dari perasaan yang membara, maka dari itu warna ini tidak cocok untuk ditempatkan pada ruangan tempat bersantai yang nyaman.

    Selain itu, warna merah cerah juga mudah untuk meredup seiring waktu. Biasanya sofa berwarna merah cerah akan menjadi suram ketika sudah lama, sehingga ini akan memungkinkan kamu untuk lebih sering menggantinya dengan yang baru dalam waktu yang relatif pendek.

    3. Abu-Abu

    Warna abu sering digunakan karena alasan lebih terlihat formal. Tetapi, warna abu-abu tidak cocok digunakan untuk ruangan yang ingin kamu buat memiliki ‘karakter’, karena warna abu-abu terlihat kurang hidup

    4. Warna Trend Saat Itu

    Jangan terpaku pada tren. Sofa adalah furnitur jangka panjang, oleh karena itu, kamu harus membuat sofa tersebut tetap eksis dan cocok dengan ruangan kamu hingga jangka waktu yang panjang.

    5. Hitam

    Sama seperti yang dijelaskan dalam ilmu sains, warna hitam akan membuat ruangan terasa suram dan gelap. Warna hitam akan membawa hawa negatif.

    Sebaiknya ketika membeli sofa, kamu harus membeli warna yang tidak menyerap cahaya, supaya ruangan kamu tidak terasa suram.

    Itulah beberapa warna sofa yang harus dihindari menurut ilmu sains dan desainer ruangan serta alasannya juga. Semoga setelah membaca ini, kamu jadi lebih tau mana warna yang baik untuk rumah kamu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Benda yang Harus Disingkirkan dari Teras Menurut Vastu Sashtra


    Jakarta

    Teras adalah bagian rumah yang langsung menghadap ke luar. Biasanya di teras digunakan sebagai tempat bersantai. Dalam Vastu Sahstra, teras dapat menarik energi positif ke dalam rumah sehingga sebaiknya tidak ada benda yang menghalanginya.

    Melansir Architectur Digest India, Minggu (24/12/2023), Vastu Shastra adalah panduan kuno untuk rumah yang positif, mulai dari pintu masuk rumah hingga kamar tidur, dapur, kamar mandi, luar ruangan, dan halaman.

    Benda-benda yang disebut menghalangi energi positif rumah ini juga membuat ruangan lebih sempit dan mengganggu estetika. Maka dari itu, sebaiknya benda ini tidak diletakkan di teras rumah. Mengutip dari Times Now News berikut beberapa diantaranya.


    1. Benda yang Terbuat dari Bambu

    Bambu adalah tanaman yang memiliki batang yang panjang dan daunnya hanya lebat di bagian atas. Batang bambu dikenal cukup kuat dan tahan terhadap serangga, perubahan suhu, hingga getaran. Tidak heran bambu kerap dimanfaatkan sebagai bahan perabotan di rumah seperti kursi, meja, vas bunga, hingga keranjang.

    Meskipun memiliki kelebihan yang cocok untuk ditempatkan di teras rumah, tetapi benda-benda dengan elemen bambu sebaiknya dihindari menurut Vastu Shastra. Bahkan tanaman bambu sebaiknya tidak ditanam di teras rumah karena diyakini akan membawa masalah dan menyedot energi positif di rumah.

    2. Perabotan Rusak

    Perabotan di rumah yang sudah rusak dan sulit untuk diperbaiki sebaiknya langsung dibuang. Jangan meletakkan perabotan rusak di teras karena berbahaya dan bisa menimbulkan pertengkaran di rumah.

    Begitu pula dengan pot tanaman yang sudah rusak. Meskipun pot rusak masih bisa ditutupi dan tidak mengganggu tanaman, sebaiknya langsung diganti dengan pot baru. Ditakutkan dapat membawa sial dan berbahaya jika ada yang terkena ujung pot yang tajam.

    3. Sapu

    Alat pembersih lantai seperti sapu biasanya diletakkan di sudut rumah agar tidak terlihat berantakan. Dengan begitu teras juga bukan tempat yang tepat untuk meletakkan sapu karena itu adalah area terbuka yang dibuat minim sekat.

    Jika kamu memiliki alat pembersih khusus untuk luar ruangan, sebaiknya letakkan sapu di tempat yang sama dengan alat pembersih lainnya agar lebih rapih.

    4. Barang Berkarat

    Dalam Vastu Sahstra, barang berkarat yang diletakkan di teras dapat membuat masalah keuangan. Di samping itu, barang berkarat rawat patah karena korosi yang terjadi terus menerus. Untuk menghindari orang lain terluka jika lebih baik buang barang berkarat atau jika masih aman digunakan, rawat barang tersebut agar karat tersebut berkurang.

    5. Tanaman Berduri

    Tanaman berduri dipercaya dapat menimbulkan hambatan dalam hidup Anda. Tanaman berduri seperti kaktus dan bonsai sebaiknya tidak diletakkan di teras rumah. Meskipun keduanya cukup mudah dirawat dan tidak mengotori sekitar tetapi duri-durinya juga berbahaya jika terkena orang lain terutama anak kecil.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, Kelebihan dan Kekurangan



    Jakarta

    Kamu pernah mendengar istilah smart door lock? Istilah smart door lock kini banyak digunakan dan merujuk pada kunci pintu yang pintar.

    Artinya, kamu tidak perlu ribet-ribet lagi buka pintu dengan menggunakan kunci lagi. Kamu cukup menggunakan sidik jari, face recognition, atau menggunakan passcode.

    Sebelum membahas lebih lanjut, ketahui dulu pengertian smart door lock.


    Apa Itu Smart Door Lock?

    Dilansir dari Bob Vila, Senin (15/4/2024), smart lock mengacu pada sebuah perangkat yang menggunakan koneksi Bluetooth atau Wi-Fi untuk mengunci maupun membuka kunci rumah tanpa menggunakan kunci. Nah, untuk membuka pintu rumah dengan menggunakan smart lock ini ada berbagai macam, seperti menggunakan sidik jari, face recognition, maupun passcode.

    Smart lock ini akan terkoneksi dengan Wi-Fi di rumah, sehingga bisa diakses dengan menggunakan smartphone maupun perangkat lainnya di rumah.

    Buat kamu yang masih nyaman menggunakan kunci konvensional, di fitur smart lock terkadang masih disediakan tempat untuk membuka pintu dengan kunci biasa.

    Fungsi Smart Door Lock

    Smart lock memiliki fungsi untuk menjaga rumah lebih aman. Sebab, untuk membukanya tidak bisa sembarangan.

    Selain itu, smart lock juga ada yang memiliki fitur kamera, sehingga bisa tahu siapa saja tamu yang datang ke rumah. Smart lock juga memiliki kemampuan penguncian otomatis dalam periode waktu tertentu atau saat penghuni rumah pergi keluar, sehingga jadi lebih aman.

    Dalam penggunaannya, tentu saja smart door lock memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dilansir dari security101.com, berikut ini kelebihan dan kekurangannya.

    Kelebihan Penggunaan Smart Door Lock

    • Pemilik rumah bisa membukakan pintu untuk orang lain meski tidak berada di rumah.

    • Bisa menjadwalkan waktu buka dan tutup pintu rumah.

    • Sistem keamanan rumah lebih aman dan mudah karena pemilik rumah tidak perlu khawatir perihal kunci ketinggalan atau hilang.

    • Kode rumah bisa diganti dan sidik jari bisa ditambahkan sesuai jumlah anggota keluarga.

    • Buka tutup pintu hanya membutuhkan 3-5 detik saja.

    • Memiliki tampilan yang mewah untuk pintu depan rumah.

    Kekurangan Penggunaan Smart Door Lock

    • Pemasangan smart lock dan perbaikan saat eror harus meminta bantuan orang ahli.

    • Rawan pencurian jika ponsel yang terinstal aplikasi smart lock hilang. Jika demikian, sebaiknya langsung meminta bantuan kepada perusahaan smart lock yang kamu gunakan.

    • Bisa terjadi eror seperti tidak mengenali sidik jari pemilik rumah atau kode yang dimasukkan tidak terbaca oleh sistem smart lock.

    • Harga smart lock cukup mahal.

    • Pemilik rumah harus rajin mengecek daya baterai yang digunakan pada smart lock.

    Nah, kalau kamu tertarik untuk memiliki smart door lock, bisa banget mendapatkannya dengan gratis lho! Kali ini, detikProperti punya program khusus bernama Upgrade Hunian Kamu Jadi Lebih Pintar. Di sini, kamu bisa mendapatkan hadiah berupa device yang mendukung rumah kamu jadi lebih pintar.

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Mau ikutan? Baca info lengkapnya di sini ya!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dianggap Sepele, Ini 5 Tanda Sakelar Lampu di Rumah Rusak


    Jakarta

    Untuk menyalakan dan mematikan lampu di rumah, kamu perlu menekan sakelar di dinding. Alat mekanis ini keberadaannya sama pentingnya seperti stopkontak di rumah yakni mengaliri listrik.

    Perbedaan antara sakelar dan stopkontak hanya pada bentuknya. Sakelar memiliki beberapa tombol tanpa lubang, ketika ditekan lampu akan memberi respon. Sementara itu, stopkontak memiliki lubang tempat kabel dari alat elektronik disambungkan.

    Meskipun cara menggunakannya hanya perlu ditekan saja, tuas sakelar tidak bisa ditekan berulang kali dalam satu waktu. Jika terlalu sering begitu, tuas sakelar cepat aus dan rusak.


    Jika sudah aus, biasanya lampu akan lambat merespon ketika tombol ditekan. Lama-lama sakelar justru tidak berfungsi entah karena aliran listrik terputus atau tuasnya patah. Untuk menghindari hal ini, mengutip dari The Spruce berikut beberapa tanda sakelar listrik kamu rusak.

    1. Sakelar Lampu Mengeluarkan Suara Berbeda

    Sakelar lampu yang rusak dapat menimbulkan efek suara elektrik seperti mendesis dan berdengung saat ditekan. Pemicunya adalah sambungan kabel yang longgar. Namun suara tersebut juga bisa berasal dari lampu. Kerusakan pada sakelar lampu juga akan berpengaruh pada struktur filamen bola lampu yang ikut bergetar. Maka dari itu, hindari menekan sakelar terlalu kuat.

    2. Tuas Sakelar Lampu Tidak Kuat

    Tanda kedua sakelar lampu mulai aus adalah bunyi saat menekan sakelar lampu tidak terdengar. Saat ditekan juga terasa keras dan susah. Solusinya kamu perlu mengganti sakelar lampu untuk menghindari lampu semakin lama merespon.

    3. Sakelar Hangat Saat Disentuh

    Apakah kamu pernah merasakan permukaan sakelar lampu di rumah hangat? Itu adalah proses pembuangan panas dari aliran listrik. Hal ini wajar terjadi pada sakelar lampu. Namun, jika sakelar lampu terasa sangat panas, kamu perlu mengeceknya dan segera ganti dengan yang baru.

    4. Lampu Lama Merespon

    Saat menekan sakelar listrik tetapi lampu berkedip dahulu atau lebih lama merespon, bisa jadi ada yang rusak pada logam sakelar. Bisa juga dikarenakan tuas sakelar kendor atau kerusakan pada kabel sehingga lampu telat merespon.

    5. Muncul Percikan Api

    Tanda paling jelas sakelar lampu kamu rusak muncul percikan api saat kamu menekan tuas atau terjadi tiba-tiba. Percikan api bisa membahayakan orang yang berada di dekat sakelar listrik dan biasanya percikan api diikuti dengan korsleting listrik atau padamnya lampu.

    Percikan api ini juga bisa menyebabkan asap dan bau hangus pada sakelar. Jika sudah begini kamu perlu mengganti sakelar listrik secepatnya agar tidak menyebabkan kebakaran.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sakelar Lampu Sering Panas, Wajar Atau Tidak? Ini Jawabannya!


    Jakarta

    Setiap instalasi listrik di rumah biasanya bagian luarnya ditutup dengan bahan yang tidak menghantarkan listrik dan panas sehingga aman saat dipegang. Salah satu instalasi listrik tersebut adalah sakelar lampu.

    Bahan yang digunakan untuk sakelar lampu biasanya dari plastik karena tahan terhadap aliran listrik, tahan rayap, dan tidak korosi. Plastik juga tahan lama dan mudah dibentuk untuk menyesuaikan desain interior di rumah.

    Selain itu, bahan plastik juga tahan terhadap panas, maka dari itu cocok digunakan sebagai bahan sakelar listrik. Meskipun begitu, sering ditemui sakelar lampu terasa hangat saat dipegang. Padahal fungsinya hanya untuk menyalakan dan menghidupkan lampu.


    Menurut The Spruce, Senin (15/4/2024) sakelar lampu yang terasa hangat adalah fenomena yang wajar karena aliran listrik tersebut perlu membuang panas.

    Sakelar lampu yang tidak bisa membuang panas dalam jangka waktu lama secara bertahap dapat merusak insulasi atau pengamankabel, menimbulkan retakan, dan terjadi kebocoran pada aliran listrik. Hal ini dapat menyebabkan korsleting, gangguan busur listrik, hingga kebakaran. Maka dari itu sakelar lampu terasa panas adalah hal yang wajar.

    Namun, jika sakelar terasa sangat panas menyengat kamu perlu hati-hati dan cepat memeriksa instalasi listrik di rumah. Biasanya panas yang berlebih ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya sebagai berikut.

    1. Ukuran Aliran Listrik Tidak Sesuai

    Sakelar listrik memiliki ukuran yang disesuaikan dengan besar daya yang digunakan. Sakelar listrik berkekuatan 15 ampere yang dipasang pada sirkuit 20 ampere dapat menimbulkan panas lebih cepat karena tidak sesuai. Seharusnya sakelar listrik harus sama dengan muatan listriknya.

    2. Sambungan Kabel Longgar

    Sakelar lampu terasa hangat juga dapat disebabkan oleh sambungan kabel yang longgar. Jika sudah seperti ini kamu perlu meminta bantuan ahli untuk memperbaiki sambungan kabel di dalamnya.

    3. Pemasangan Instalasi Listrik yang Tidak Sesuai

    Pemasangan kabel yang tidak sesuai dapat menghambat arus listrik. Aliran listrik yang tidak benar membuat panas yang dihasilkan mengarah ke sakelar lampu. Untuk memperbaikinya kamu perlu meminta bantuan ahli dan listrik di rumah perlu dimatikan sementara.

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sampai Usang, Begini Cara Merawat Cermin Supaya Tahan Lama


    Jakarta

    Cermin sering digunakan di sekitar rumah, tentunya untuk bercermin ataupun sebagai hiasan interior. Namun, tahukah kamu kalau cermin lama-lama bisa usang sebagaimana mungkin kamu pernah lihat pada cermin-cermin antik di rumah tua.

    Cermin yang sudah usang terlihat memiliki goresan hingga perubahan warna. Sangat disayangkan bila cermin sampai tidak jernih dan kinclong lagi.

    Jangan khawatir, hal ini bisa dicegah dengan merawat cermin dengan benar. Berikut ini cara merawat cermin supaya tahan lama, dilansir dari laman Frame My Mirror, Senin (15/4/2024).


    1. Pilih Cairan Pembersih yang Aman

    Beberapa cairan pembersih mengandung bahan yang terlalu keras, sehingga dapat merusak permukaan dan bagian samping cermin. Jadi pastikan untuk memilih cairan pembersih yang aman untuk cermin. Hindari pembersih yang bersifat asam atau alkali dan kandungan amonia yang berat.

    2. Pastikan Bagian Samping Cermin Kering

    Untuk mencegah cermin berubah warna dan kehilangan lapisan warna silver, pastikan bagian samping cermin tetap kering. Sebab, perubahan warna dan noda hitam pada cermin disebabkan oleh kelembapan yang masuk melalui samping cermin. Hal ini lebih rawan terjadi pada cermin kamar mandi karena uap yang dihasilkan di dalam kamar mandi.

    3. Jangan Semprot Cairan Pembersih

    Hindari menyemprot cairan pembersih langsung ke cermin karena cairan tersebut bisa saja mengalir ke samping cermin. Seperti yang disebutkan sebelumnya, bagian samping cermin sebaiknya dijaga agar kering supaya tidak ada perubahan warna. Maka dari itu, lebih baik menyemprotkan cairan pembersih ke kain lap saja ketika hendak membersihkan cermin.

    4. Gunakan Kain yang Lembut

    Pastikan menggunakan kain lembut untuk mengelap cermin, sebab kain yang bertekstur dapat menimbulkan goresan pada permukaan cermin. Salah satu bahan yang aman digunakan untuk membersihkan cermin antara lain mikrofiber.

    5. Lindungi Cermin dengan Bingkai

    Lindungi area samping cermin menggunakan bingkai. Selain membuat cermin terlihat lebih cantik, bingkai akan menutupi bagian rentan cermin. Hal ini mencegah perubahan warna cermin akibat lembap pada samping cermin.

    Itulah cara merawat cermin dengan benar agar tahan lama. Semoga bermanfaat!

    Buat kamu pengin upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Goresan di Cermin dan Kaca Bisa Dihilangkan Pakai 4 Bahan di Rumah!


    Jakarta

    Cermin adalah salah satu benda yang mudah sekali terlihat kotor. Noda seperti bekas jari, noda warna, debu, hingga goresan dapat terlihat jelas dipermukaan cermin.

    Berbagai noda yang hanya menempel bisa dibersihkan dengan kain basah atau semprotan pembersih kaca lalu diusap dengan kain. Namun bekas goresan apakah bisa dihapus? Jawabannya bisa.

    Goresan yang tidak sampai meretakkan permukaan kaca masih bisa dihilangkan. Ini juga berlaku untuk benda-benda lainnya yang permukaannya berbahan kaca seperti meja, lemari, ponsel, jendela, pintu, dan lainnya.


    Bahan pembersih yang ampuh menghapus goresan pada cermin atau permukaan kaca juga bisa dibeli di toko umum. Mengutip dari House Beautiful pada Selasa (16/4/2024) berikut cara menghilangkan goresan pada cermin.

    1. Oleskan Pasta Gigi

    Pasta gigi ternyata bisa menghilangkan goresan pada cermin. Jenis pasta gigi atau odol adalah non-gel dan pilih yang tingkat abrasifnya tinggi agar goresannya dapat hilang. Oleskan secukupnya lalu gosok dengan kain dengan Gerakan memutar. Setelah diratakan, bilas dengan air dan keringkan dengan kain mikrofiber. Jika belum hilang, kamu bisa mengoleskan pasta gigi berkali-kali.

    Bersihkan bagian cermin yang tergores menggunakan kain dan oleskan pasta gigi non-gel selapis. Saya menyarankan Anda memilih merek dengan jumlah bahan abrasif yang lebih tinggi (seperti jenis soda kue) karena merek tersebut bekerja paling baik. Bahan abrasif lembut yang ditujukan untuk gigi cukup aman untuk meratakan permukaan tanpa merusaknya.

    Gunakan kain mikrofiber untuk menggosok pasta gigi dengan gerakan memutar pada goresan selama beberapa menit. Setelah menghaluskan area tersebut, bilas kelebihannya dengan air dan bersihkan area tersebut menggunakan kain mikrofiber baru. Ulangi proses ini sampai goresannya hilang.

    2. Campuran Air dan Cuka Putih atau Alkohol

    Cuka putih dan alkohol adalah cairan yang ampuh menghilangkan noda membandel. Saat menggunakan kedua cairan ini sebaiknya kamu memakai sarung tangan agar tetap aman.

    Campurkan air dan cuka putih atau alkohol dengan perbandingan 1:1 dalam mangkuk. Ambil kain mikrofiber atau kapas dan celupkan ke dalam campuran air dan cuka tadi. Lalu oleskan pada goresan kaca dan tunggu hingga mengering. Pastikan tidak ada serabut kapas atau benang menempel pada kaca.

    3. Oleskan Baking Soda

    Sama seperti cuka dan alkohol, soda kue juga ampuh untuk menghilangkan goresan pada cermin atau kaca. Caranya cukup campurkan baking soda dengan air. Lalu gosok dengan kain mikrofiber. Bilas sisa soda kue dengan kain bersih dan air hangat.

    4. Bersihkan dengan Cat Kuku

    Jika kamu mempunyai cat kuku yang berwarna bening, coba bersihkan goresan pada cermin dengan cat kuku tersebut. Setelah dioleskan, biarkan sampai mengering. Setelah itu bersihkan cat kuku dengan pembersih aseton. Hapus secara perlahan agar tidak menimbulkan goresan baru.

    Alasan cat kuku efektif menghapus goresan pada cermin adalah cairan cat kuku dapat mengisi lubang atau celah pada kaca. Selain itu, aseton memberikan kilau bersih pada cermin atau cermin sehingga tidak perlu kembali menggunakan pembersih kaca.

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lagi Musim Sakit, Begini Cara Bersihkan Udara di Rumah


    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah sudah biasa dilakukan dengan membersihkan lantai, mengganti sprei kasur, hingga menggosok kamar mandi. Akan tetapi, pemilik rumah terkadang lupa untuk membersihkan udara di dalam rumah.

    Meski tak kasat mata, udara dapat mengandung banyak kotoran seperti partikel debu dan bulu hewan yang bisa menyebabkan iritasi, bersin, gangguan pernapasan, bahkan sakit kepala. Sebaliknya, menghirup udara segar membantu kamu tidur lebih nyenyak dan mencegah gejala alergi.

    Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan udara agar hidup lebih nyaman dan sehat di rumah. Berikut ini cara membersihkan udara di dalam rumah, dilansir dari laman Live Science, Selasa (16/4/2024).


    1. Menyimpan Tanaman Hias

    Tanaman hias ternyata tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi ruangan lho, tetapi juga pembersih udara alami di dalam rumah. Sebuah penelitian dari jurnal Water, Soil and Air Pollution menunjukkan tanah pada tanaman pot dapat membantu menyaring udara di rumah.

    Beberapa tanaman hias yang cocok untuk membersihkan udara antara lain lidah mertua, English ivy, dan lili paris.

    2. Ganti Cairan Pembersih

    Kemudian, cairan pembersih yang mengandung bahan kimia berbahaya sebenarnya berdampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan manusia. Kandungan berbahaya itu nanti dapat menjadi polusi di udara, sehingga dapat menimbulkan sakit kepala, kelelahan, atau iritasi mata dan hidung.

    Nah, daripada menggunakan cairan pembersih itu, kamu bisa beralih menggunakan alternatif yang ramah lingkungan. Cairan pembersih ramah lingkungan dapat kamu beli di toko-toko online ataupun buat sendiri.

    3. Gunakan Air Purifier

    Kamu dapat membersihkan udara menggunakan air purifier yang sudah banyak tersedia di pasaran. Sebaiknya kamu pilih air purifier yang menggunakan filter High Efficiency Particulate Absorbing (HEPA) yang membantu membersihkan 99.97% alergen berukuran mikro.

    4. Membuka Jendela

    Pastikan ada sirkulasi udara yang baik di dalam rumah dengan membuka jendela setiap hari. Hal ini memungkinkan udara segar bisa masuk, sementara akumulasi polutan keluar dari rumah. Selain itu, rumah tidak akan lembap dan menjadi tempat bertumbuh jamur.

    5. Gunakan Penyedot Debu

    Kotoran seperti bulu hewan peliharaan sering kali bertebaran di sekitar rumah. Bulu ini bisa menjadi alergen bagi sebagian orang. Maka, sebaiknya lakukan pencegahan dengan rajin membersihkan lantai, sofa, bahkan tempat tidur hewan menggunakan penyedot debu.

    Demikian cara membersihkan udara untuk menjaga kesehatan penghuni rumah. Semoga membantu!

    Buat kamu pengen upgrade rumah biar lebih pintar dengan perangkat smart door lock hingga CCTV gratis, yuk ikutan Program detikProperti Upgrade Rumah Kamu Jadi Lebih Pintar. Buat yang beruntung, bakal dapet 6 device smarthome gratis!

    Baca info lengkapnya di sini.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com