Author: Gak Ganti Gambar

  • Cara Menghitung Nilai Pajak Bumi dan Bangunan buat Perusahaan


    Jakarta

    Dalam menghitung Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), terdapat beberapa hal yang perlu dipahami, terlebih bagi sebuah perusahaan. Pasalnya, penting bagi pemilik aset bumi dan bangunan dari bagian perusahaan untuk memahami dan memenuhi kewajiban ini.

    Melansir dari klikpajak.id, PBB merupakan pajak atas tanah dan bangunan yang dikenakan kepada pemilik karena ada keuntungan ekonomi atau status ekonomi akibat kepemilikan tanah dan bangunan. Untuk itu, setiap perusahaan yang didirikan di atas lahan tidak terlepas dari pengenaan PBB.

    Adapun subjek yang dikenakan pajak tersebut adalah Wajib Pajak Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan yang memiliki hak atas bumi atau memperoleh manfaat dari bumi, memiliki, menguasai, dan/atau memperoleh manfaat atas bangunan. Namun, kecuali kawasan yang digunakan untuk kegiatan usaha perkebunan, perhutanan dan pertambangan.


    Kata ‘Bumi’ dalam singkatan PBB didefinisikan sebagai permukaan bumi yang meliputi tanah dan perairan pedalaman serta laut wilayah kabupaten atau kota. Sementara ‘Bangunan’ adalah konstruksi teknis yang ditanam atau ditempatkan secara tetap pada tanah dan/atau laut.

    Dasar hukum pajak bumi dan bangunan merujuk pada Undang-undang No. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRB). Ketentuan tersebut menunjukkan PBB dipungut oleh pemerintah daerah dan dikelola oleh masing-masing provinsi.

    Objek Pajak yang Dikenakan PBB

    Tak hanya lahan yang didirikan bangunan saja yang dikenakan PBB, tetapi ada objek lainnya sesuai Pasal 77 UU PDRD sebagai berikut.

    Jalan lingkungan yang terletak dalam satu kompleks bangunan seperti hotel, pabrik, dan emplasemennya yang merupakan suatu kesatuan dengan komplek bangunan tersebut

    1. Jalan tol
    2. Kolam renang
    3. Pagar mewah
    4. Tempat olahraga
    5. Galangan kapal, dermaga
    6. Taman mewah
    7. Tempat penampungan/kilang minyak, air dan gas, pipa minyak
    8. Muara

    Objek Pajak Bebas PBB

    Sementara objek pajak yang tidak dipungut PBB adalah lahan dengan ciri sebagai berikut.

    1. Digunakan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk menyelenggarakan pemerintahan
    2. Digunakan semata-mata untuk melayani kepentingan umum dan tidak untuk mencari keuntungan, antara lain di bidang ibadah, sosial, kesehatan, pendidikan dan kebudayaan nasional
    3. Digunakan untuk kuburan, peninggalan purbakala, hutan wisata, atau yang sejenis dengan itu
    4. Merupakan hutan lindung, hutan suaka alam, hutan wisata, taman nasional, tanah negara yang belum dibebani suatu hak
    5. Digunakan oleh perwakilan diplomatik dan konsulat berdasarkan asas perlakuan timbal balik
    6. Digunakan oleh badan, atau perwakilan lembaga internasional yang ditetapkan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

    Nilai Jual Objek Pajak

    Nilai PBB berdasarkan pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah atau bangunan terkait. NJOP merupakan harga rata-rata yang diperoleh dari transaksi jual beli yang terjadi secara wajar.

    Namun, bila tidak terjadi transaksi tersebut, maka NJOP ditentukan dari perbandingan harga dengan objek lain yang sejenis, senilai perolehan baru, atau NJOP pengganti. NJOP ditentukan oleh Kementerian Keuangan yang setiap daerahnya memiliki nilai yang berbeda-beda tergantung faktor yang mempengaruhi.

    Adapun faktor yang dapat mempengaruhi NJOP Bumi antara lain lokasi, peruntukan, pemanfaatan, serta kondisi lingkungan di sekitarnya. Sedangkan faktor yang mempengaruhi NJOP Bangunan di antaranya bahan baku atau bahan bangunan yang digunakan, lokasi bangunan, rekayasa, serta kondisi lingkungan di sekitar bangunan.

    Lebih lanjut, nilai bumi dan bangunan tidak kena pajak telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 67/PMK.03/20211 tentang Penyesuaian Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) PBB.

    NJOPTKP merupakan batas nilai jual objek pajak yang tidak kena pajak. Jadi, besaran PBB akan diketahui setelah mengurangi NJOPTKP yang ditetapkan sebesar Rp12.000.000. Hal ini sebagaimana telah diatur dalam PMK Nomor 23/PMK.03/2014 tentang Penyesuaian Besarnya Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak Bumi dan Bangunan.

    Tarif PBB

    Tarif PBB yang berlaku saat ini sesuai dengan UU HKPD yang disahkan pada 2022. Melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (UU HKPD), pemerintah resmi menaikkan tarif PBB atau Tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

    Merujuk pada Pasal 41 UU HKPD, besaran tarif PBB-P2 paling tinggi adalah 0,5%. Sedangkan tarif PBB-P2 berupa lahan produksi pangan dan ternak ditetapkan lebih rendah daripada tarif untuk lahan lainnya. Namun, tarif PBB-P2 ini akan ditetapkan terlebih dahulu dengan Peraturan Daerah (Perda) di masing-masing daerah.

    Rumus Perhitungan Nilai PBB

    1. PBB = tarif 0.5% x Nilai Jual Kena Pajak (NJKP)
    2. NJKP = 40% x (Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) – NJOPTKP)
    • 40% apabila lebih dari Rp1.000.000.000
    • 20% apabila kurang dari nilai tersebut.
    • NJOPTKP = Rp12.000.000

    Dengan demikian, Nilai PBB = 0,5% x 40% x NJKP

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Pertimbangan Bikin Interior Rumah Ramah Lingkungan & Berkelanjutan


    Jakarta

    Topik tentang lingkungan merupakan isu yang cukup digemborkan di Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk desain interior. Menerapkan menjadi prinsip ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan oleh masyarakat.

    Menurut Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Rohadi, menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan perlu memahami makna dari kata sustain itu sendiri. Ia mengimbau jangan karena berusaha sustain justru malah menimbulkan kerugian.

    “Kita harus ngerti, sustain itu sampai kapan. Jangan sampai untuk kita sustain, tapi malah membuang energi yang banyak. Contohnya mobil, kalau mobil sekian tahun memang harus ganti, kalau nggak ganti ya repot,” ujar Rohadi kepada detikcom belum lama ini.


    Menerapkan gaya hidup berkelanjutan berarti harus memperhatikan masa pakai, cara menggunakannya kembali, hingga cara mendaur ulang barang atau dalam hal ini furnitur atau komponen interior lainnya.

    Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan membuat desain interior yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    1. Kebutuhan

    Rohadi menjelaskan hal pertama yang dipikirkan ketika hendak merancang interior ruangan adalah memikirkan kebutuhan ruangan untuk menunjang kehidupan penghuni rumah. Renungkan bagaimana memfungsikan setiap ruangan di rumah serta apa yang bisa ditambahkan memudahkan aktivitas di dalamnya.

    “Seandainya rumah tinggal yang dibutuhkan apa? Ruang apa? Ruang multifungsi atau ruang per ruang itu kebutuhannya. Ruang makan, ruang keluarga, ruang bermain dan sebagainya. Bisa nggak ruang-ruang itu dijadikan satu? Ada nggak ruang-ruang yang harus khusus, ruang-ruang yang benar-benar untuk privacy kita?” katanya.

    2. Desain

    Lalu, untuk memenuhi kebutuhan itu, pengguna memikirkan bagaimana komponen-komponen interior akan membantu memudahkan kehidupannya. Misalkan suatu menggunakan teknologi untuk mempersingkat waktu, seperti membuka pintu atau menyalakan lampu menggunakan remot ataupun saklar. Menentukan furnitur tidak bisa sembarangan, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kepraktisan di dalam rumah.

    “Dilihat dari furniturnya, desainnya seperti apa, bentukan-bentukannya, flow-nya seperti apa. Karena itu juga menyangkut kepada masalah sirkulasi udara, sirkulasi orang masuk-keluar (ruangan), sirkulasi keamanan dan sebagainya. Dan akhirnya kita bisa menentukan furnitur yang kita butuhkan itu untuk menunjang hidup kita,” jelasnya.

    3. Material

    Lebih lanjut, Rohadi menyebut para desainer penting sekali menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan serta aman bagi manusia. Sebagaimana memilih cat rumah atau furnitur, harus hati-hati jangan sampai memilih bahan yang mengandung senyawa berbahaya.

    “Kita juga tidak bisa sembarangan memberikan cat-cat yang tidak ramah lingkungan. Dalam artian toxic. Mungkin dengan minyak, pelarutnya dari minyak dan sebagainya. Dalam satu ruangan, kalau kita tidur kita hirup, ya kan? Nah,itu juga penting untuk kita cermati,” ucapnya.

    Maka, memilih bahan atau material yang alami juga tidak menjamin suatu furniture atau interior lebih ramah lingkungan atau berkelanjutan. Sudah banyak bahan-bahan yang modern sudah memikirkan aspek kelanjutan suatu barang.

    “Bahan-bahan yang antibakterial, antivirus, dan sebagainya itu sudah ada. Dan tentunya ramah lingkungan juga sudah ada. Pinter-pinternya para desainer, pinter-pinternya para pemakai aja,” ungkapnya.

    4. Estetika

    Setelah memahami kebutuhan kriteria dari furnitur atau desain interior, pengguna baru mempelajari tentang warna, estetika, serta faktor ergonomik lainnya. Hal ini menjadi pertimbangan tambahan untuk memastikan kenyamanan pengguna.

    5. Harga

    Terakhir, sesuaikan kemampuan dengan desain interior yang sudah bisa memenuhi kebutuhan dan kenyamanan penghuni rumah. Rohadi menuturkan jangan jadikan harga pertimbangan di awal, melainkan kebutuhan dan kenyamanan terlebih dulu.

    “Kalau mahal tapi kita membuat kita nyaman, why not? Ya walaupun mahal, memang harus gitu kan?” imbuhnya.

    Pasalnya, persoalan harga masih dapat dinego serta diusahakan secara bertahap dengan menentukan prioritas. Berbagai furnitur dapat dibeli di kemudian hari sesuai kemampuan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Merawat Tanaman Hias Supaya Tumbuh Sehat dan Kuat di Rumah


    Jakarta

    Tanaman hias yang ditaruh di dalam rumah sangat bergantung pada pemiliknya untuk bisa bertahan hidup. Maka, kalau ingin tanaman hias tumbuh optimal, kamu perlu memberi perhatian lebih supaya kebutuhan tanaman terpenuhi.

    Ada tiga komponen mendasar untuk tanaman bertahan hidup, yakni cahaya, air, dan media tanam. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi dengan cukup agar tanaman hias tidak cepat layu.

    Selain itu, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan juga. Berikut tips merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di rumah, dilansir dari Garden Design.


    1. Perkuat Akar dengan Media Tanam

    Tanaman hias yang sehat membutuhkan akar yang kuat. Hal ini tergantung pada campuran tanah yang digunakan untuk media tanam. Campuran tanah yang berkualitas dan sesuai dengan jenis tanaman dapat memberikan keseimbangan dalam hal kelembapan dan aerasi yang baik untuk kesehatan akar.

    2. Beri Air yang Cukup

    Pastikan tanaman mendapat pasokan air yang cukup di waktu yang tepat. Kamu bisa memasukan jari ke tanah untuk mengecek kelembapan tanah serta melihat ciri-ciri tanaman yang mulai layu sebagai tanda harus menyiram air. Lalu, siramlah air secara merata dan biarkan akses air keluar lewat lubang pot.

    3. Beri Pencahayaan yang Tepat

    Ketahui intensitas cahaya yang dibutuhkan setiap jenis tanaman hias yang kamu miliki di rumah. Kemudian, letakan tanaman di area yang dapat memberi sinar yang cukup untuknya tumbuh. Sebaiknya hindari tanaman hias yang membutuhkan pencahayaan tinggi kalau ruangan kekurangan sinar alami.

    4. Kembalikan Nutrisi dengan Pupuk

    Setiap kali kamu menyirami tanaman, nutrisi pada tanah sebenarnya terbuang ke luar. Oleh karenanya, penting memberi pupuk secara rutin untuk menggantikan nutrisi yang terbuang. Namun, jangan sampai berlebihan memberi pupuk karena justru tidak sehat untuk tanaman.

    5. Ganti Pot Bila Perlu

    Sebagian tanaman akan tumbuh melebihi potnya seiring berjalannya waktu. Maka, perhatikan kalau sudah ada akar yang tumbuh ke luar lubang pembuangan pot. Saat itulah waktu untuk mengganti pot tanaman hias.

    6. Bersihkan Daun secara Berkala

    Jangan biarkan debu menumpuk pada daun karena bisa mengganggu proses fotosintesis dan pernapasan tanaman. Supaya daun tetap bersih dan bebas dari debu, kamu bisa sekali-kali mengelapnya dengan kain atau spons lembap.

    7. Gunting Daun Berlebih

    Terkadang tanaman hias perlu digunting untuk menjaga bentuknya. Selain itu, kamu bisa menggunting daun yang berpenyakit. Menggunting tanaman bisa meremajakannya dan mendorong pertumbuhan yang lebih subur.

    Itulah cara merawat tanaman hias agar tumbuh sehat dan kuat di dalam rumah. Semoga membantu!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Udara di Kamar Pengap, Begini Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Ketika cuaca sedang panas panasnya, ruangan akan mudah terasa pengap dan panas. Susana seperti ini tentunya sangat tidak nyaman dan bisa berarti masalah yang lebih besar seperti jamur atau lumut di rumah.

    Jika kamar kamu terasa pengap atau mencium bau pengap, kamu harus segera memperbaikinya agar tidak berdampak ke masalah yang lebih besar. Melansir dari laman Focus on Energy, berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kamu mengatasi ruangan yang panas di musim kemarau.

    Cek Ventilasi Udara

    Udara pengap biasanya terjadi di ruangan yang kurang ventilasi. Oleh karena itu, kamu harus sering mengecek ventilasi udara. Buka jendela dan pintu, atau nyalakan exhaust apabila ada. Beberapa area rumah mungkin juga membutuhkan ventilasi spot. Menambahkan kipas kamar mandi atau dapur di dekat sumber kelembaban atau polusi membantu bisa membantu mengatasi masalah ini.


    Gunakan Kipas Angin

    Jika ruangan kamu tidak memiliki ventilasi yang cukup, kamu harus menggunakan kipas angin.
    Dengan menggunakan kipas langit-langit, atau kipas angin di dalam ruangan yang pengap, kamu bisa menjaga udara tetap bergerak dan menghindari udara pengap.

    Pakai Dehumidifier

    Jika masalah udara pengap ini disebabkan oleh masalah kelembapan, maka menggunakan dehumidifier adalah solusinya. Dehumidifier bisa membantu mengatasi masalah ini dengan mengeluarkan kelembaban itu langsung dari udara di ruangan mana pun yang membuat kamu kesulitan.

    Tutup Kebocoran Udara di Rumah

    Jika kamu menambahkan insulasi, pertimbangkan juga untuk menutup kebocoran udara. Hal ini membantu mencegah udara panas dan lembap dari luar masuk ke dalam rumah. Kebocoran kecil pun bisa membuat debu, polusi, dan kelembapan masuk ke dalam rumah kamu. Menutup kebocoran udara membuat insulasi dan sistem pendingin di rumah kamu bisa bekerja lebih baik, sambil menjaga udara segar di dalam rumah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Syarat dan Cara Mengajukan KPR Rumah Second


    Jakarta

    Membeli rumah bekas atau rumah second ternyata bisa menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun, ternyata banyak orang bellum tahu soal KPR rumah second.

    Menggunakan KPR untuk membeli rumah second bisa menjadi alternatif untuk mendapatkan hunian. Membeli rumah second banyak diminati orang karena terkadang sudah lengkap dengan isinya.

    Dilansir dari BTN Properti, menggunakan KPR rumah second memiliki keuntungan karena bisa melakukan penawaran dengan penjual rumah. Namun, untuk bisa mengajukan KPR rumah second ada beberapa syarat yang harus disiapkan.


    Berikut ini syarat dan cara mengajukan rumah second dikutip dari BTN Properti, Senin (29/4/2024).

    Syarat Berkas Pengajuan KPR Rumah Second

    Syarat Mengajukan KPR Rumah Second

    – Warga Negara Indonesia (WNI)
    – Pegawai tetap dengan masa kerja minimal 2 tahun
    – Berusia minimal 21 tahun dan pada saat jat tempo pembayaran maksimal berusia 55 tahun
    – Lolos BI checking atau tidak masuk daftar hitam (blacklist)

    Berkas untuk Mengajukan KPR Rumah Second

    – Kartu Keluarga dan KTP
    – NPWP
    – Surat nikah
    – Slip gaji 3 bulan terakhir
    – Surat Keterangan Kerja
    – Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir
    – Fotokopi sertifikat rumah yang ingin dibeli
    – Fotokopi IMB rumah yang ingin dibeli
    – Fotokopi bukti pembayaran PBB terbaru dari rumah yang ingin dibeli
    – Surat kesepakatan jual beli rumah yang ingin dibeli yang ditandatangani di atas meterai antara pemilik rumah dan pembeli rumah.

    Cara Mengajukan KPR Rumah Second

    Apabila persyaratan sudah dipenuhi, kamu bisa mulai mengajukan KPR rumah second. Begini caranya.

    1. Pilih dan Cek Kondisi Rumah yang Diinginkan

    Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah memilih rumah. Pastikan rumah yang diinginkan berada di lokasi yang strategis.

    Selanjutnya, mengecek kondisinya. Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi rumah dalam keadaan baik atau tidak.

    2. Negosiasi Harga Rumah

    Setelah mengecek kondisi rumah dan dirasa cocok, kamu bisa melakukan negosiasi dengan pemiliknya. Dengan melakukan negosiasi harga, kamu bisa mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

    3. Pilih Penyedia Layanan KPR

    Selanjutnya, kamu bisa mengajukan KPR ke penyedia layanan yang sesuai dengan keinginanmu. Pilih bank dengan program KPR rumah second yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan kamu. Lalu, kamu bisa menyesuaikan syarat dan dokumen yang perlu disiapkan untuk mengajukan KPR rumah second.

    4. Ikuti Proses Penilaian KPR dari Bank Penyedia

    Proses selanjutnya yaitu proses penilaian appraisal. Proses ini dilakukan untuk menilai kecocokan harga dengan kondisi rumah bekas.

    Proses appraisal ini dilakukan dengan melakukan survei secara langsung ke rumah yang ingin dibeli dan menentukan kelayakannya sehingga muncul penilaian harga rumah. Biasanya, penilaian harga rumah dari bank dengan harga jual memiliki sedikit selisih sehingga kamu perlu membayar selisih harga tersebut.

    5. Urus Surat Perjanjian Kredit (SPK)

    Selanjutnya, kamu bias mulai mengurus surat perjanjian kredit (SPK). Proses ini wajib dilakukan sebelum kredit dari bank cair. Umumnya, SPK ini berisi biaya kredit, biaya penalti, besaran bunga, batasan, dan kewajiban sebagai debitur.

    6. Proses Akad Kredit yang Mau Dibeli

    Apabila semua tahapan pengajuan KPR rumah second sudah dilakukan, selanjutnya adalah proses akad KPR rumah second. Proses akad kredit dilakukan oleh debitur, penjual rumah, pihak bank sebagai kreditur, dan notaris sebagai saksi.

    Setelah tanda tangan akad selesai, notaris akan mengurus surat balik nama rumah yang dibeli. Sementara itu, sertifikat rumah Izin Membangun Bangunan (IMB), dan pajak bumi bangunan (PBB) dari rumah akan ditahan pihak bank sebagai jaminan KPR hingga cicilan lunas.

    Itulah syarat dan cara mengajukan KPR rumah second. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Ini Bisa Cegah Kucing BAB Sembarangan di Halaman Rumah


    Jakarta

    Kucing buang air besar (BAB) di halaman tentu bisa meresahkan penghuni rumah. Sebab, penghuni rumah harus membersihkan kotoran yang ditinggalkan kucing peliharaannya, atau bahkan kucing liar.

    Untuk kucing liar, bisa saja diusir dari halaman rumah, namun untuk kucing peliharaan bisa saja sulit untuk menghentikannya BAB di halaman rumah.

    Maka dari itu, kamu perlu melakukan beberapa hal untuk bisa mencegah kucing BAB di halaman rumah. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini caranya.


    1. Tanam Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Kamu bisa menanam tanaman yang wanginya tidak disukai oleh kucing. Misalnya, kamu bisa menanam lavender, rosemary, atau mint. Dilansir dari petkeen.com, Senin (29/4/2024), aroma dari ketiga tanaman itu tidak disukai oleh kucing.

    2. Mengubur Kulit Jeruk

    Kucing membenci aroma jeruk. Dalam jumlah besar, jeruk bisa beracun bagi kucing. Kamu bisa mengubur kulit jeruk dan dalam banyak kasus, kucing-kucing akan meninggalkan daerah yang ada aroma jeruk dan tidak akan kembali.

    Jeruk yang dikubur tidak memiliki pengaruh buruk bagi tanaman di halaman. Jadi, cara ini bisa menjadi salah satu yang efektif untuk mencegah kucing BAB di halaman rumah.

    3. Pakai Bubuk Kopi

    Banyak mamalia yang tidak menyukai aroma bubuk kopi, termasuk kucing. Apalagi, kafein dalam jumlah banyak bisa beracun bagi kucing.

    Kamu bisa menaburkan bubuk kopi di sekitar halaman untuk mencegah kucing BAB di sana. Aroma dari bubuk kopi akan membuat kucing enggan ke halaman dan mencegahnya balik lagi. Metode ini juga berhasil pada hewan lainnya, seperti anjing.

    Penggunaan bubuk kopi di halaman juga tidak terlalu berbahaya bagi tanaman, sehingga metode ini patut dicoba.

    4. Pakai Cuka

    Cuka memiliki bau yang menyengat, bau yang tidak disukai oleh manusia juga kucing. Aroma yang kuat biasanya tidak disukai oleh kucing.

    Untuk menerapkannya, kamu bisa mencampurkan cuka dengan air dan ditaruh di botol semprot. Lalu, kamu bisa menyemprotkannya ke sekitar halaman.

    Sebagai catatan, penggunaan cuka dalam jumlah banyak bisa membahayakan beberapa tanaman. Maka dari itu perlu hati-hati.

    5. Tusuk Gigi

    Apabila kucing BAB di pot bunga, kamu bisa memasang tusuk gigi di tepi pot. Hal ini untuk mencegah kucing BAB di pot bunga. Biasanya setelah dipasang tusuk gigi selama beberapa minggu, kucing akan berpindah ke tempat lain. Setelah itu, kamu bisa mencabut tusuk giginya.

    6. Buat Taman Bunga Kurang Menarik

    Kamu bisa membuat taman bunga kurang menarik untuk mencegah kucing BAB di halaman. Apabila taman bunga sulit untuk digali, kucing tidak akan ingin untuk BAB di sana.

    Selain itu, kamu bisa menggunakan penutup tanah dan menggunakan kerikil kecil atau ranting untuk menutup tanah.

    “Banyak kucing tidak menyukai tanah basah di kakinya, jadi menyiram petak bunga juga dapat menghalangi mereka. Pertimbangkan untuk menggunakan tanaman atau bunga yang baunya tidak disukai kucing, tetapi tidak berbahaya seperti lavender atau rosemary,” kata PDSA pet, Shauna Walsh, dikutip Country Living, Senin (29/4/2024).

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing BAB di halaman rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Dari Mana Debu Berasal? Begini Cara Cegahnya Biar Nggak Numpuk


    Jakarta

    Debu yang menumpuk bisa mengotori rumah dan menimbulkan alergi bagi penghuninya. Benda kecil ini dapat mengganggu kalau menumpuk. Nah, pernahkah kamu terpikirkan dari mana debu berasal?

    Berikut ini penjelasan tentang bagaimana debu bisa menumpuk di dalam rumah yang dilansir dari Forbes Home, Senin (29/4/2024).

    Dari Mana Debu Berasal?

    1. Polusi

    Polusi dari knalpot mobil dan emisi pabrik bertebaran di udara. Jika jendela rumah dalam keadaan terbuka, maka partikel debu itu akan masuk ke dalam rumah.


    Apalagi kalau kamu tinggal di rumah dekat jalanan yang ramai. Maka, kurangi eksposur rumah dari udara luar untuk mencegah debu dari polusi. Kamu juga bisa menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

    2. Serbuk Sari

    Serbuk sari dari tanaman juga bertebaran di udara, sehingga bisa masuk ke dalam rumah ketika pintu atau jendela terbuka. Jika ingin mendapat udara segar namun ingin mencegah masuknya serbuk sari, kamu bisa menggunakan layar jendela yang akan memfilter partikel-partikel masuk ke dalam rumah. Selain itu, air purifier mampu menghilangkan serbuk sari di dalam rumah.

    3. Bulu Hewan Peliharaan

    Hewan peliharaan yang berbulu pasti akan meninggalkan jejak bulu di sekitar rumah. Biasanya, bulu-bulu ini berterbangan di udara atau menempel di furnitur, terutama yang berbahan kain. Untuk mengurangi intensitas bulu di rumah, kamu bisa lebih rajin menyisir dan memandikan hewan peliharaan.

    4. Jalanan dan Tanah

    Partikel debu bisa terbawa ke dalam rumah dari kotoran di jalanan ataupun tanah kering yang menempel di sepatu ataupun pakaian. Debu dari jalan ini bisa berasal dari partikel batu, pasir, ataupun tanah.

    Oleh karena itu, tak heran kalau menemukan banyak debu di sekitar pintu depan rumah. Kalau mau mencegah masuknya debu, tutupi celah pintu dan jendela serta pastikan penghuni rumah tidak menggunakan sepatu di dalam rumah.

    5. Kain

    Bahan kain tak hanya menjadi sarang debu, tetapi juga menimbulkannya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

    6. Tungau Debu

    Manusia umumnnya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh yang banyak ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Kulit mati ini yang menjadi makanan tungau debu, sehingga dapat hidup dan berkembang biak.

    Selain itu, serangga ini cukup mengganggu karena dapat menimbulkan alergi atau asma bagi sebagian orang. Nah, semakin banyak tungau berkembang biak, maka akan terkumpul menjadi debu. Oleh karena itu, coba rajin membersihkan permukaan kain menggunakan vacuum atau mencucinya.

    Demikian penjelasan dari mana debu berasal. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Trik Menata Kamar Tidur Kecil Agar Tampak Rapi dan Teratur


    Jakarta

    Menata kamar tidur kecil mungkin agak menantang karena harus mengakali penyimpanan barang-barang dengan ruang yang terbatas. Jika tidak diatur dengan baik, kamar akan terlihat berantakan yang tentunya tidak nyaman buat ditinggali penghuninya.

    Oleh karena itu, para pemilik kamar tidur kecil harus lebih kreatif memaksimalkan ruang yang ada. Fokuslah untuk membuat tempat penyimpanan di dalam kamar untuk menyimpan atau bahkan menutupi tumpukan barang.

    Nah, kalau kamu pengin tampilan kamar yang rapi dan teratur coba ikuti trik ini yang dilansir dari The Spruce, Senin (29/4/2024).


    Cara Menata Kamar Tidur Kecil

    1. Berpikir Minimalis

    Terlalu banyak furnitur dan barang di kamar tidur membuat ruang terasa sempit. Buatlah ruang dengan membatasi furnitur dan barang-barang di dalam kamar. Kamu bisa mengikuti prinsip minimalis yang mengutamakan barang-barang esensial, misalkan tempat tidur, meja nakas, dan lemari pakaian. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan furnitur multifungsi.

    2. Kosongkan Permukaan Meja

    Hindari tumpukan barang yang berserakan di atas meja atau meja nakas. Biasakan untuk membiarkan meja kosong atau hanya segelintir barang saja seperti lampu, tissue, dan jam. Dengan begitu, kamar terlihat rapi karena barang-barang disembunyikan di tempat penyimpanannya.

    3. Gunakan Ruang Bawah Tempat Tidur

    Meski tidak banyak ruang di kamar tidur kecil, kamu bisa memanfaatkan ruang di bawah tempat tidur untuk menaruh barang-barang. Simpanlah barang-barang yang jarang dipakai seperti buku, tas, dan mainan dalam kotak penyimpanan, lalu taruh di bawah tempat tidur.

    4. Rutin Sortir Barang

    Kamar kecil cenderung lebih cepat menjadi berantakan. Kalau ingin menjaga ruang selalu rapi, coba untuk membuat rutinitas merapikan dan menyortir barang-barang. Singkirkan barang-barang yang tidak lagi kamu gunakan supaya tidak makan tempat.

    5. Ruang Penyimpanan Vertikal

    Apabila lantai sudah cukup dipadati beragam barang, kamu bisa menambah ruang penyimpanan secara vertikal dengan ambalan di tembok ataupun gantungan di belakang pintu kamar dan lemari. Dengan begini, barang-barang tidak akan memenuhi lantai kamar.

    Itulah cara menata kamar tidur kecil agar rapi dan teratur. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cerita Lewis Capaldi Membeli Rumah di Kawasan Elit London



    Jakarta

    Lewis Capaldi dikabarkan baru saja membeli rumah barunya di daerah utara London. Penyanyi asal Skotlandia itu kini telah menambah jajaran artis yang menghuni kawasan elit Hampstead, London.

    Sebelum memutuskan untuk membeli rumah tersebut, Capaldi memang sudah sering terlihat di kawasan tersebut. Menurut kabar, ia memang sudah menyukai kawasan tersebut dan akhirnya memutuskan untuk membeli rumah di sana.

    Pelantun lagu Someone You Loved itu merogoh kocek sebesar 3 juta euro atau setara dengan 52,1 miliar rupiah untuk membeli rumah dekat danau tersebut. Ia kemudian pindah ke rumahnya itu bersama dengan pacarnya, Ellie MacDowell pada Maret 2024 lalu.


    “Lewis sangat ramah terhadap semua tetangganya dan sangat menikmati tinggal di daerah tersebut” kata seorang sumber kepada Daily Mail, melansir dari The Standard.

    “Ini sangat berbeda dengan tempat dia dibesarkan. Daerah ini sangat indah dan mahal. Ini menunjukkan kepada kita berapa banyak uang yang telah ia hasilkan dalam waktu yang relatif singkat.”

    Sebelumnya, pada tahun 2020, Capaldi meninggalkan rumah keluarganya. Akhirnya rumah tersebut dijual dengan harga 400.00 euro (Rp 6,9 miliar) pada tahun 2021.

    Setelah menjual rumah tersebut, ia pun membeli rumah bergaya pertanian (farmhouse) modern atas saran temannya, penyanyi Ed Sheeran. Rumah tersebut ia beli dengan harga 1,6 juta euro (Rp 27,8 miliar).

    Namun, tampaknya rumah tersebut tidak sesuai dengan harapannya. Capaldi mengatakan bahwa membeli rumah tersebut adalah salah satu penyesalannya. Alasannya, rumah tersebut memiliki bau anjing dan asap rokok yang mengganggu.

    “Dari luar, rumahnya indah. Ada pemandangan pegunungan dan danau. Sebelumnya aku sudah melihat rumahnya, tapi aku terlalu bersemangat saat itu. Kukira bau anjing dan asap rokonya akan hilang, tapi ternyata tidak kunjung hilang,” ucap Lewis Capaldi, melansir dari The Standard.

    “Aku sudah membuat beberapa kesalahan dalam dua tahun lalu, dan membeli rumah itu adalah salah satunya.”

    Kawasan rumah barunya sekarang di Hampstead, London, memang tidak memiliki pemandangan pegunungan. Namun, daerah ini sudah terkenal disukai oleh para kalangan elit dan terkenal di London karena lahannya yang luas, kawasan perumahan yang mewah, dan tempatnya yang ekslusif.

    Banyak properti mewah yang cocok untuk dijual termasuk bekas rumah John Constable dan Esther Rantzen. Di sana juga ada rumah tempat Richard Rogers dan Norman Foster memulai karir arsitektur mereka.

    Kabarnya, tetangga Lewis Capaldi di rumah barunya adalah Harry Styles. Rumah baru Capaldi dikabarkan sangat dekat dengan rumah Styles. Menurut kabar, Styles menghabiskan 3,2 juta euro (Rp 55,7 miliar) untuk rumah pertamanya di Hampstead pada tahun 2012.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Butuh Gaji Berapa Agar Bisa Cicil Rumah?



    Jakarta

    Kira-kira, butuh gaji berapa ya bisa biar bisa cicil rumah? Pertanyaan itu pasti sering terlintas di benak detikers.

    Memang, untuk bisa membeli rumah perlu disesuaikan dengan penghasilan yang didapatkan per bulan. Hal ini supaya saat mencicil rumah, kebutuhan penting lainnya masih bisa dipenuhi dari penghasilan yang didapat.

    Adapun, salah satu cara untuk membeli rumah, baik rumah baru maupun rumah bekas atau second, adalah dengan menggunakan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Dengan menggunakan KPR, kamu bisa mencicil rumah dengan jumlah yang disesuaikan dengan penghasilan dan tenor yang sudah ditentukan.


    Nah, jika ingin mengetahui besaran gaji yang diperlukan agar bisa mencicil rumah, hal itu tergantung dari harga dan daerah rumah yang diinginkan.

    Misalnya kamu ingin membeli rumah subsidi di Bangka Belitung. Untuk harga rumah subsidi terbaru di sana paling maksimal Rp 173 juta.

    Nah, kalau kamu mau beli rumah subsidi di Bangka Belitung seharga Rp 173 juta, dengan bunga fixed 5%, DP 10%, dan tenor 20 tahun, maka cicilan yang harus dibayarkan sekitar Rp 1,2 juta per bulan.

    Untuk bayar cicilan, maksimal 30% dari penghasilan. Hal itu supaya calon debitur masih bisa menggunakan sisa penghasilan untuk kebutuhan lainnya.

    Untuk bisa membayar cicilan tersebut, maka gaji yang diperlukan adalah Rp 4 juta per bulan.

    Lain halnya jika ingin membeli rumah komersial. Biasanya, saat membeli rumah komersial, bunga KPR akan berbeda, ada yang fixed rate dan floating rate.

    Misalnya kamu ingin membeli rumah di wilayah Banyuwangi seharga Rp 320.000.000, berikut ini perkiraan gaji yang harus dimiliki untuk membayar cicilan.

    Harga rumah: Rp 320.000.000
    DP: 30%
    Bunga fixed selama 3 tahun sebesar 6%
    Bunga floating selama 15 tahun sebesar 10%
    Tenor: 18 tahun

    Maka cicilan yang harus dibayarkan dengan bunga fixed sekitar Rp 1,8 juta. Lalu, saat bunga floating diterapkan maka cicilan yang harus dibayarkan Rp 2,4 juta.

    Untuk bayar cicilan, maksimal 30% dari penghasilan. Hal itu supaya calon debitur masih bisa menggunakan sisa penghasilan untuk kebutuhan lainnya.

    Jika menggunakan perhitungan itu, maksimal cicilan 30%, maka untuk bisa membayar cicilan Rp 1,8 juta per bulan, kamu harus memiliki gaji setidaknya Rp 6 juta. Ketika cicilan bunga floating diterapkan yaitu Rp 2,4 juta per bulan, maka setidaknya kamu memiliki penghasilan Rp 8.000.000 per bulan.

    Sebagai catatan, hal itu akan berbeda dengan harga rumah yang dibeli, daerah rumahnya, serta penghasilan yang dimilikinya.

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com