Author: Gak Ganti Gambar

  • Bagaimana Nasib Penghuni Kala Kos-kosan Dijual Pemiliknya?


    Jakarta

    Bisnis rumah kos atau rumah sewa belakangan ini semakin populer di wilayah kota besar di Indonesia. Lahan sempit perkotaan sering menjadi alasan mengapa bisnis ini semakin ramai.

    Pasalnya, banyak masyarakat Indonesia yang lokasi kerjanya jauh dari rumah. Maka dari itu, rumah sewa atau rumah kos sering menjadi andalan masyarakat untuk bisa memiliki tempat tinggal yang dekat dari kantor.

    Bisnis rumah sewa ini bermacam macam. Ada yang dibayar perhari, hingga bahkan pertahun. Tapi, untuk bisnis rumah sewa semacam rumah kos biasanya dipatok dalam harga sewa per bulan. Dalam jenjang waktu ini pemilik properti kos harus bertanggung jawab atas biaya perawatan properti tersebut.


    Dari hal tersebut pasti ada yang bertanya, Apa yang terjadi bila pemilik kos tersebut pindah tangan ketika masih ada penghuninya?

    Pemilik Kos Pindah Tangan saat Masih Beroperasi, Apakah Sah?

    Menurut Direktur Ray White Indonesia, Erwin Karya perpindahan tangan pemilik kos ini mungkinkan dan memang sudah biasa terjadi. Mereka juga mengatakan bahwa hal seperti ini tidak dilarang dalam peraturan rumah sewa.

    “Tentu bisa sepanjang disepakati kedua belah pihak dan keinginan pembeli baru apakah mau melanjutkan dengan penghuni yang ada atau mau mencari penghuni baru,” jawab Erwin.

    Ada beberapa opsi yang bisa ditempuh setelah kos-kosan dijual. Pertama adalah pengosongan, kedua adalah mengalihkan hak tagih ke pemilik baru. Untuk pengosongan sendiri, lanjut Erwin, biasanya ada jeda waktu yang diberikan.

    “Untuk case seperti ini biasanya penghuni lama diberikan waktu 1-2 bulan untuk pengosongan,” tutur dia.

    Bagaimana Nasib Penghuni Kosan?

    Terpisah, Vice President Xavier Marks Home, Nina Kuntjoro mengatakan, jual beli aset kos-kosan yang masih berpenghuni sebenarnya bukan satu dua kali terjadi. Sehingga bisa dianggap sebagai transaksi jual beli aset properti yang biasa.

    “Boleh saja, sekarang banyak kosan dijual dalam keadaan masih beroperasi,” jelas Nina.

    Namun ia memberi catatan. Bila penghuni kos telah membayar biaya kos-nya, maka ia berhak menempati kos-kosan tersebut sampai masa jatuh tempo selanjutnya. Atau, pemilik sebelumnya bisa mengembalikan biaya kos yang sudah dibayarkan dan menghitungnya secara proporsional bila ingin aset tersebut dikosongkan.

    “Balik lagi kalau sewa itu kan perjanjian antara pemilik dan penyewa. Apabila aset tersebut dijual ya tetap penyewa hubungannya dengan pemilik sebelumnya,” jelas Nina.

    Menurut Nina, keuntungan atau kerugian dari proses jual beli aset kos yang masih beroperasi sebenarnya tergantung dengan kondisi rumah tersebut. Apabila aset kos tersebut tidak mempunyai masalah atau perlu renovasi, berarti yang untung adalah pembeli aset tersebut, karena ia tidak perlu melakukan perawatan lebih.

    “Kalau kosannya sudah well prepared, anggap saja sudah seperti bintang lima gitu. Ya berarti itu untung buat si pembeli,” terang Nina.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kamar Utama Lebih Baik di Lantai Satu atau Dua? Ini Kekurangan dan Kelebihannya


    Jakarta

    Lokasi dari kamar utama di dalam sebuah rumah merupakan hal yang cukup penting. Kamar, apalagi kamar utama adalah tempat dimana pemilik rumah menghabiskan sebagain besar waktunya saat di rumah. Oleh karena itu, lokasi kamar ini patut dipertimbangkan.

    Penempatan dan lokasi kamar utama juga bisa menjadi faktor penentu seseorang dalam membeli rumah, terutama pada rumah dengan dua lantai atau lebih. Sebagian orang lebih menyukai kamar utama di lantai bawah, sebagian lagi menyukai kamar di lantai atas.

    Lantas mana yang lebih baik? Kamar di lantai satu atau dua?


    Sebenarnya semuanya tergantung pada preferensi, tapi lebih baik jika kamu tahu kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Melansir dari newhomescc.com, berikut adalah kelebihan dan kekurangannya.

    Kamar Utama di Lantai Satu (Bawah)

    Kelebihan

    1. Kemudahan Akses

    Kamar tidur utama di lantai pertama memberikan akses yang mudah bagi penghuni, terutama orang tua atau manula yang. Jika kamu berencana untuk menempati rumah tersebut dalam jangka waktu lama, lebih baik untuk menempatkan kamar utama di lantai bawah. Semakin bertambah umur, kita sencerung akan mudah lelah jika harus menaiki tangga, jadi kamar di lantai pertama akan lebih baik.

    2. Potensi Meningkatkan Nilai Properti

    Menempatkan kamar tidur utama di lantai pertama bisa berpotensi meningkatkan nilai jual rumah. Hal ini dikarenakan kamar di lanta bawah menarik bagi banyak pembeli, terutama mereka yang mementingkan kenyamanan di rumahnya.

    4. Bisa Menghemat Energi

    Menempatkan kamar utama di lantai pertama bisa mengurangi kebutuhan akan pendingin udara terutama bagi kamu yang tinggal sendiri atau pasangan yang belum mempunyai anak. Hal ini karena hanya satu lantai yang ditempati, sehingga bisa mengurangi tagihan listrik secara keseluruhan.

    Kekurangan

    1. Lebih Berisik

    Kamar tidur utama di lantai pertama rentan terhadap kebisingan, terutama jika terlalu dekat dengan ruang bersama seperti ruang keluarga atau dapur, atau jika menghadap ke jalan raya.

    2. Masalah Lahan Rumah

    Penempatan kamar tidur utama di lantai pertama bisa jadi tidak praktis tergantung pada denah lantai dan ukuran lahan rumah. Jika lahan rumahnya sempit, lokasi kamar utama di lantai satu bisa membuat area halaman luar atau carport lebih sempit.

    Kamar Utama di Lantai Dua (Atas)

    Kelebihan

    1. Kenyamanan dan Privasi

    Bagi kamu yang tidak suka kebisingan, kamu bisa memilih kamar utama di lantau dua aau lantai atas. Menempatkan kamar tidur utama di lantai dua bisa memberikan privasi yang lebih baik karena jauh dari kebisingan ruang tamu atau dapur di lantai pertama. Kamu bisa juga menempatkannya di ujung untuk suasana yang lebih hening dan nyaman.

    2. Pemandangan yang Bagus

    Kamar tidur utama di lantai dua biasanya menawarkan pemandangan yang lebih bagus, terutama jika rumah kamu memiliki pemandangan yang menarik. Seperti taman, atau pemandangan alam yang bagus.

    3. Fleksibilitas Ruang

    Penempatan kamar utama di lantai dua cocok untuk keluarga yang membutuhkan ruang tambahan di lahan yang terbatas, terutama jika tidak ada cukup ruang di lantai pertama.

    Kekurangan

    1. Masalah Mobilitas

    Jika kamar utama berada di lantai dua, masalah akses menjadi perhatian, terutama seiring bertambahnya usia. Masalah mobilitas seperti kaki patah atau masalah usia yang rentan lelah bisa menyulitkan akses ke lantai dua, terutama jika harus menaiki tangga.

    3. Biaya dan Modifikasi

    Menambahkan kamar tidur utama di lantai dua memerlukan modifikasi pada rencana desain rumah dan penguatan struktural untuk lantai pertama. Hal ini bisa membuat biaya yang dikeluarkan lebih mahal. Gangguan selama proses konstruksi juga perlu dipertimbangkan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Penting Asuransi Kebakaran untuk Lindungi Properti Kita?



    Jakarta

    Salah satu hal yang didapat saat kita membeli ruymah adalah asuransi kebakaran. Pemilik rumah harus benar-benar memperhatikan hal ini karena musibah atau bencana bisa terjadi kapan saja.

    Sebenarnya seberapa penting asuransi kebakaran untuk melindungi properti kita?

    Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia, Andy Samuel mengatakan, asuransi kebakaran untuk properti tak hanya meliputi musibah kebakaran, namun juga musibah lain seperti tersambar petir, kejatuhan pesawat, dan lainnya. Biasanya, paket asuransi ini dinamakan FLEXAS. FLEXAS adalah singkatan dari Fire (Kebakaran), Lightning (Sambaran Petir), Explosion (Ledakan), Aircraft Impact (Kejatuhan Pesawat Terbang) & Smoke (Asap).


    Mengingat kebakaran bisa terjadi kapan saja, asuransi ini penting untuk dimiliki.

    “Pada intinya, asuransi ini penting, mempertimbangkan risiko kebakaran itu sumbernya bisa dari mana aja. Bisa dari faktor internal dan eksternal, mau itu sifatnya teknis maupun faktor human error. Terutama untuk pelaku bisnis, tentunya ketika terjadi risiko kebakaran atau gempa bumi akan mengganggu operasional bisnis mereka. Karena seperti produk asuransi kebakaran bukan hanya dapat menjamin risiko terbakarnya sebuah properti, tetapi dapat melindungi juga dari risiko seperti petir, ledakan, kejatuhan pesawat terbang, dan asap,” ujar Andy dalam keterangannya, Selasa (30/4/2024)..

    “Sedangkan untuk asuransi gempa bumi (yang bisa menjadi perluasan jaminan dari asuransi kebakaran), dapat menjamin kejadian gempa bumi itu sendiri, serta letusan gunung berapi, Kebakaran dan Ledakan yang mengikuti terjadinya Gempa Bumi dan atau Letusan Gunung Berapi,” ujarnya.

    Bila musibah itu terjadi, si pemilik rumah juga bisa dengan mudah mengajukan klaim asuransi. Andy mengatakan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pemilik rumah harus menjelaskan kronologi dari

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Ternyata Lebih Baik Ketimbang Air Keran


    Jakarta

    Menyiram tanaman dengan air sangat penting agar tanaman bisa tumbuh dengan baik. Selain jumlah dan intensitas yang tepat, ternyata jenis air yang digunakan juga berpengaruh pada pertumbuhan tanaman lho.

    Melansir dari Spectrum News 1, Selasa (30/4/2024) air hujan adalah opsi terbaik untuk menyiram tanaman. Sebab, hujan mempunyai manfaat yang tidak dapat diberikan oleh air keran yang biasa kita gunakan.

    Kalau pengin pekarangan tumbuh subur dan indah, maka air hujan sangat diperlukan! Biasanya pekarangan rumah yang baru disiram hujan yang lebat tampak lebih segar, bukan?


    Nah, berikut ini alasan menyiram tanaman lebih baik dengan air hujan daripada air keran.

    Kenapa Air Hujan Paling Bagus buat Menyiram Tanaman?

    Alasan utama air hujan bagus untuk tanaman antara lain senyawa kimia yang terkandung di dalamnya. Ada nitrogen yang terkandung dalam air hujan yang baik untuk tanaman.

    Air hujan juga mengandung lebih banyak oksigen daripada air keran, sehingga membantu tanaman tumbuh lebih subur. Lalu, karbon dioksida juga terbawa oleh air hujan. Karbon dioksida dapat membantu melepaskan nutrisi penting bagi tanaman.

    Sementara air keran biasanya mengandung natrium yang dalam jumlah banyak dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan sistem akar. Kamu bisa melihat endapan putih pada daun yang merupakan residu dari natrium. Tentunya hal ini bisa beracun dan merusak tanaman.

    Kemudian, hujan biasanya turun menyirami tanaman secara lebih merata, sehingga tidak ada bagian pekarangan yang tertinggal. Aliran dari air hujan pun akan membersihkan endapan mineral, debu, dan polutan yang menutupi daun tanaman. Oleh karena itu, air hujan sangat penting untuk kesuburan tanaman.

    Namun, bukan berarti kamu tidak boleh menggunakan air keran. Kalau cuaca sedang kering dan jarang hujan, pastikan untuk tetap memberi pasokan air yang cukup pada tanaman meski dari keran.

    Selain itu, penting untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman. Salah satu indikasinya bisa dengan mengecek kelembapan tanah menggunakan jari.

    Demikian penjelasan tentang menyiram tanaman dengan air hujan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Butuh Waktu Berapa Lama Bangun Rumah Dua Lantai?


    Jakarta

    Saat seseorang berencana untuk membangun rumah, biasanya akan muncul banyak pertanyaan. Salah satunya adalah tentang lama pembangunan rumah tersebut.

    Membangun rumah baru, pasti akan memakan waktu yang cukup lama. Ada beberapa faktor yang menentukan waktu yang dibutuhkan untuk membangun rumah. Rata-rata, dibutuhkan sekitar enam bulan untuk membangun rumah standar. Namun bagaimana dengan rumah dua lantai? Apakah waktu pengerjaannya lebih lama?

    Melansir dari laman Clarence Homes, berikut adalah penjelasan mengenai waktu rata-rata untuk membangun rumah dan faktor yang mempengaruhinya.


    Waktu Rata-rata Pembangunan Rumah

    Dibutuhkan rata-rata sekitar 6 bulan untuk menyelesaikan pembangunan rumah standar. Terkadang bahkan ada rumah yang dibangun dalam waktu yang lebih singkat (sekitar 4 bulan), dan ada juga yang lebih lama sekitar 12 bulan sampai penyelesaian.

    Jika kamu berencana untuk membangun rumah satu lantai, biasanya akan memakan waktu sekitar 4 hingga 7 bulan. Sedangkan, rumah sederhana dengan dua lantai atau bertingkat akan memakan waktu lebih lama, yaitu antara 8 hingga 12 bulan.

    Rumah pra-desain membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 bulan untuk diselesaikan. Sementara, rumah yang dirancang khusus membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 16 bulan untuk diselesaikan.

    Membangun rumah standar di daerah pedesaan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 9 bulan sementara membangun rumah di daerah metropolitan atau perkotaan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 7 bulan.

    Lamanya waktu pembangunan rumah tentunya dipengaruhi oleh banyak faktor. Oleh karena itu kamu harus memikirkan matang-matang dan mempertimbangkan beberapa faktor berikut ini dalam membangun rumah.

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Waktu untuk Membangun Rumah

    Kondisi Tanah

    Kondisi tanah dimana kamu akan membangun rumah bisa memengaruhi waktu pembangunan rumah. Kondisi tanah yang baik akan mempercepat pembangunan, sedangkan kondisi tanah yang kotor dan buruk akan menghambat pembangunan.

    Oleh karena itu, pastikan tanah dalam kondisi baik dengan mengecek beberapa hal berikut.

    1. Tanah telah dibersihkan dari pohon dan puing-puing
    2. Tanah dalam kondisi stabil
    3. Diuji untuk memastikan bahwa tanah mampu menahan berat rumah
    4. Dianalisis untuk memeriksa apakah ada kemiringan

    Dokumen dan Perijinan

    Waktu konstruksi juga sangat dipengaruhi oleh waktu tunggu yang diperlukan untuk mendapatkan dokumen dan izin untuk konstruksi. Oleh karena itu, pastikan untun mengurus segala dokumen dan perijinan dari jauh-jauh hari agar pembangunan rumah tidak terhambat.

    Desain Rumah

    Faktor lain yang berdampak pada waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan rumah adalah desainnya. Jika kamu berencana untuk membangun rumah desain yang kompleks dan tidak biasa, pembangunan rumah kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama.

    Selain itu, membangun rumah yang bertingkat seperti dua atau tiga lantai juga mempengaruhi waktu pembangunannya. Semakin banyak lantai yang dibangun, semakin banyak waktu, tenaga, dan persediaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rumah. Dengan demikian, rumah bertingkat akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada rumah berlantai tunggal.

    Cuaca

    Jika ada cuaca buruk selama konstruksi, seperti badai atau hujan lebat, waktu pembangunan rumah juga akan mundur. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk punya rencana antisipasi atau alternatif lain.

    Sentuhan Akhir

    Setelah rumah berhasil berdiri, tentu saja para tukang bangunan masih harus menyelesaikan beberapa sentuhan akhir sebelum rumah ditempati oleh pemilik. Bagian ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama saat membangun rumah. Finishing termasuk pintu, jendela, pengecatan, lantai, dan lain sebagainya.

    Penyelesaian yang tepat mungkin memerlukan sekitar 8 minggu untuk diselesaikan. Oleh kare itu, kamu harus rajin mengecek dan berdiskusi dengan para pekerja.

    Lokasi

    Waktu penyelesaian juga bisa dipengaruhi oleh lokasi rumah. Misalnya, sebuah rumah yang terletak di wilayah perkotaan akan membutuhkan lebih sedikit waktu untuk membangun rumah jika dibandingkan dengan daerah pedesaan. Ini karena persediaan, produk, tenaga kerja, dan waktu perjalanan di daerah perkotaan lebih mulus daripada di daerah pedesaan.

    Kontraktor

    Kamu bisa menikmati proses pembangunan rumah yang lebih lancar apabila bekerja sama dengan kontraktor profesional. Seorang kontraktor profesional bisa memperkirakan bahan dan tenaga kerja yang diperlukan supaya pembangunan bisa selesai tepat waktu.

    Biasanya, kontraktor juga akan melampirkan proses terperinci termasuk langkah-langkah dan kisaran waktu dari setiap tahap. Mereka juga akan memberimu laporan rutin tentang kemajuan pekerjaan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Lakukan 4 Kesalahan Ini saat Menyiram Tanaman Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Menyiram tanaman memang penting untuk pertumbuhan yang baik, tetapi sebaiknya tidak melakukan dengan asal-asalan. Tak jarang ada yang belum tahu kapan dan sebanyak apa harus memberi air pada tanaman.

    Padahal, hal ini sangat penting karena mempengaruhi tanaman untuk bertahan hidup. Jika tidak tepat, menyiram tanaman justru dapat menimbulkan penyakit hingga akhirnya mati.

    Melansir dari laman Marshal Grain, Selasa (30/4/2024) berikut ini beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat menyiram tanaman.


    Kesalahan ketika Menyiram Tanaman

    1. Menyiram Terlalu Banyak Air

    Menyiram terlalu banyak air dapat merusak tanaman, bahkan lebih berisiko membunuh daripada kekurangan air. Tanaman akan lebih mudah sembuh dari masalah kekurangan air daripada kelebihan air.

    Terlalu banyak pasokan air di tanah akan menyebabkan pertumbuhan jamur yang berlebihan serta memicu penyakit. Selain itu, genangan air bisa membuat tanaman tenggelam dalam hitungan menit atau jam karena akarnya akan mati karena kekurangan oksigen.

    2. Terlalu Sering Menyiram Tanaman

    Tanah yang selalu basah mendorong pertumbuhan jamur dan penyakit. Bagian akar bisa membusuk, sehingga tanaman menjadi mati.

    Maka, penting mengetahui jenis tanaman dan kebutuhan airnya. Sementara intensitas menyiram tanaman bisa disesuaikan dengan kondisi tanah. Kamu bisa mengecek kelembapan tanah menggunakan jari buat mengetahui kebutuhan air.

    3. Menyiram Tanaman di Malam Hari

    Penyiraman di malam hari memungkinkan kelembapan bertahan lebih lama di dedaunan karena air lebih lama menguap tanpa sinar matahari. Hal ini justru memicu pertumbuhan jamur dan bakteri mempunyai tempat yang sempurna untuk berkembang dan menyerang permukaan tanaman. Maka, sebaiknya hindari menyiram tanaman di malam hari.

    4. Menyiram Tanaman di Siang dan Sore Hari

    Sementara menyirami tanaman di tengah atau sore hari bukan ide yang bagus karena tetesan air pada dedaunan dipantulkan dan diperbesar oleh sinar matahari. Hal ini dapat membakar dan merebus dedaunan. Selain itu, air paling cepat menguap pada sore hari, sehingga hanya menyisakan sedikit air untuk tanaman.

    Oleh karena itu, idealnya menyiram di pagi hari seperti antara jam 4 pagi dan 10 pagi. Dengan begitu, ada waktu yang cukup bagi air untuk meresap dan tetap memungkinkan tanah mengering dengan cukup cepat untuk meminimalkan masalah jamur.

    Itulah kesalahan saat menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Terlalu Sering Menyiram Tanaman Malah Bikin Layu, Ternyata Ini Alasannya


    Jakarta

    Tahukah kamu, menyiram tanaman menjadi salah satu penyebab masalah yang sering terjadi? Ternyata, terlalu banyak menyiramkan air dapat menimbulkan genangan air yang mengganggu pertumbuhan akar tanaman.

    Akibatnya, tanaman tidak bisa menyerap oksigen dan memenuhi kebutuhannya. Semakin lama tidak mendapat udara, maka akar akan semakin rusak bahkan mati. Nah, kalau akar sampai membusuk, tanaman menjadi rusak karena tidak bisa mendapatkan pasokan air dan nutrisi.

    Melansir dari laman Missouri Botanical Garden, Selasa (30/4/2024) sering kali kerusakan tanaman seperti ini disangka karena ulah hama. Padahal, hama jarang sekali menyerang bagian akar tanaman.


    Ciri-ciri Kerusakan Tanaman

    Tanaman yang tumbuh di tanah yang terlalu basah akan kekurangan oksigen, sehingga menjadi layu dan akarnya pun mati. Adapun ciri-ciri tanaman rusak antara lain pertumbuhan yang melambat. Daun juga berubah menjadi warna kekuning-kuningan dan bisa mengalami kekeringan seperti terbakar.

    Selain itu, bintik-bintik basah dan lepuh (Oedema) mungkin muncul pada batang dan daun. Lalu, mahkota tanaman mungkin akan membusuk.

    Cara Tepat Menyiram Tanaman

    1. Siram Lebih Lama

    Kurangi intensitas menyiram tanaman, tetapi sekalinya menyiram pastikan melakukannya lebih lama. Cara ini membuat air mengalir jauh lebih dalam, sehingga akar tanaman tumbuh lebih panjang dan sehat.

    2. Beri Kompos

    Tambahkan material organik seperti kompos atau kotoran hewan pada tanah. Bahan organik ini dapat meningkatkan drainase di tanah liat yang padat.

    3. Siram Bila Perlu

    Setiap tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda, maka hal ini perlu menjadi perhatian. Pastikan tanah tidak terlalu basah ketika hendak menyiram. Permukaan tanah memang lebih cepat kering, jadi sebaiknya memeriksa kelembapan dengan memasukan jari ke dalam tanah.

    4. Perbanyak Menyiram Tanaman Baru

    Tanaman yang baru tumbuh belum memiliki sistem akar yang kuat, maka penting sekali menyiram banyak air untuk mendukung pertumbuhannya. Kalau tanaman sudah cukup dewasa, kamu bisa mengurangi jumlah dan intensitas penyiraman air.

    Demikian penjelasan soal menyiram tanaman yang perlu kamu perhatikan. Ingat untuk tidak menyiram secara berlebihan ya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui 6 Tanda Ada Rayap di Pintu Rumah dan Cara Membasminya


    Jakarta

    Material kayu adalah bahan yang paling banyak digunakan di rumah, salah satunya dibuat sebagai pintu. Bahan kayu yang kokoh, tampilannya yang menarik dan otentik karena menggunakan bahan alam sangat cocok sebagai meterial pintu di rumah.

    Namun, pintu kayu memiliki kekurangan, yakni rentan digerogoti rayap. Hewan satu ini merusak kayu, menyebabkan bolong-bolong pada permukaannya. Selama tidak dibasmi, rayap dapat bertahan dan berkembang biak di rumah.

    Ukurannya yang kecil membuatnya sulit dilihat, apalagi diketahui kehadirannya. Biasanya baru diketahui setelah melihat jejak di sekitar pintu kayu. Mengutip dari Business Insider India, Rabu (1/5/2024) berikut tanda ada rayap di pintu rumah.


    1. Permukaan Pintu Kayu Muncul Lubang

    Tanda pintu kayu digerogoti rayap adalah munculnya lubang-lubang di bagian kusen pintu, bagian bawah dan atas pintu. Kusen pintu adalah area yang paling cepat didatangi rayap karena ada celah diantara dinding yang bisa menjadi tempat tinggal mereka.

    2. Area Kayu yang Lembap

    Selain kayu, rayap juga menyukai area yang lembap. Tanda-tanda area yang lembap pada pintu kayu adalah munculnya jamur di area pintu. Biasanya berbentuk bintik putih, hijau, hingga hitam. Area yang busuk memudahkan gerak rayap saat menggerogoti pintu kayu.

    Kayu kering yang mudah terkelupas juga tanda kayu busuk. Biasanya penyebabnya adalah spora jamur yang terkontaminasi dengan kayu lembap.

    3. Terdengar Suara Diketuk

    Rayap saat menggerogoti pintu kayu akan bergerombol. Di saat yang sama akan timbul suara seperti pintu kayu diketuk. Namun suara ini kecil dan perlu didengar dari dekat.

    4. Banyak Butir Serpihan di Sekitar Pintu

    Setelah mendengar suara rayap, kamu juga perlu mencari bekas butiran seperti pasir berwarna coklat. Itu adalah kotoran atau serbuk kayu dari proses penghancuran kayu yang mereka makan yang kerap disebut frass. Kotoran ini tidak lengket dan bisa dibersihkan dengan disapu atau dilap dengan kain.

    5. Muncul Gumpalan Panjang di Sekitar Pintu

    Gumpalan panjang di sekitar pintu, lantai, atau dinding rumah disebut dengan mud tubes. Fungsinya adalah sebagai jalur rayap mengangkut makanan ke dalam sarang dan mempermudah akses pergerakan mereka. Cara membersihkannya cukup mudah yakni dengan dihancurkan, tetapi biasanya akan menimbulkan bekas berwarna coklat pada permukaan.

    6. Pintu Jadi Susah Digerakkan

    Tanda lainnya pintu kayu di rumah sudah digerogoti rayap adalah pintu jadi lebih susah ditutup dan terasa kopong. Hal ini dikarenakan bingkai kusen pintu yang ukurannya sudah tidak sesuai akibat dirusak rayap.

    Cara Membasmi Rayap di Pintu Rumah

    Setelah mengetahui tanda kehadiran rayap, kamu perlu membasminya agar pintu kayu bertahan lama. Melansir dari Southern Perimeter, kamu bisa menggunakan bahan-bahan berikut untuk membasmi rayap dari pintu kayu.

    1. Cairan Garam dan Sabun

    Garam dan sabun adalah dua bahan yang mudah ditemukan di rumah. Ternyata campuran keduanya ampuh membasmi rayap di rumah. Campuran garam dan sabun dapat mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan rayap. Aroma wangi sabun yang mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun sehingga saat terkena campuran garam dan sabun, rayap mati perlahan.

    Cara membuatnya dengan melarutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair. Lalu masukkan ke dalam botol spray. Setelah itu semprotkan ke pintu kayu yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    2. Letakkan kamper atau Kapur Barus

    Kamper atau kapur barus adalah bahan instan yang dapat membunuh serangga terutama yang kerap muncul di dinding dan lantai. Keduanya juga ampuh membasmi rayap di pintu kayu dengan cara menguarkan bau yang menyengat. Zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus juga dapat mematikan bagi rayap.

    3. Usir rayap pakai asam Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang ampuh membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Di dalamnya terdapat zat kimia yang beracun jika terkena rayap karena dapat mengganggu sistem pencernannya.

    Cara menggunakannya, cukup masukkan cairan asam borat ke botol. Lalu semprotkan ke permukaan pintu kayu yang digerogoti rayap.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Selamat Hari Buruh! Segini Minimal Gaji Pekerja buat Beli Rumah


    Jakarta

    Hari Buruh atau May Day diperingati setiap tanggal 1 Mei untuk menghormati perjuangan dan kontribusi pekerja. Awal mula dicetuskan peringatan ini dari kelompok pekerja Amerika Serikat yang menuntut haknya, di antaranya perbaikan waktu kerja yang lebih singkat, minimal gaji yang lebih baik, dan kondisi kerja yang lebih aman.

    Gaji memang menjadi topik penting bagi kelompok bekerja karena dibutuhkan buat memenuhi kebutuhan dari makanan hingga hunian. Tentunya rumah merupakan keinginan banyak orang, termasuk para pekerja.

    Namun, tidak semua orang dapat memilikinya. Kamu perlu mengetahui minimal gaji untuk membeli rumah supaya bisa memperkirakan rumah yang mampu kamu beli berdasarkan gaji yang dimiliki.


    Salah satu opsi yang bisa digunakan untuk membeli rumah adalah mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Nah, untuk bisa mengajukan KPR dan menanggung cicilan setiap bulannya, perlu disesuaikan dengan gaji kamu saat ini.

    Perhitungan Minimal Gaji buat KPR

    Kalau ingin mengajukan KPR untuk rumah subsidi maupun komersial, kamu perlu mengetahui syarat minimal gaji dan cicilan maksimal KPR. Berikut ini simulasi perhitungan KPR dengan asumsi tenor KPR 20 tahun, bunga KPR rata-rata 7,75%/tahun dan DP 20%.

    Besaran Gaji Besaran DP (20%) Besaran Cicilan Bulanan Maksimal Harga Rumah
    Rp 4 juta/bulan

    Rp 28,24 juta

    Rp 1,2 juta/bulan Rp 141,2 juta
    Rp 6 juta/bulan

    Rp 42,36 juta

    Rp 1,8 juta/bulan Rp 211,8 juta
    Rp 8 juta/bulan

    Rp 56,48 juta

    Rp 2,4 juta/bulan Rp 282,4 juta
    Rp 10 juta/bulan Rp 70,6 juta Rp 3 juta/bulan Rp 353 juta
    Rp 15 juta/bulan Rp 105,9 juta Rp 4,5 juta/bulan Rp 529,5 juta
    Rp 20 juta/bulan Rp 141,2 juta Rp 6 juta/bulan Rp 706 juta

    Syarat Minimal Gaji KPR Rumah Subsidi

    Bagi yang belum memiliki gaji dua digit, jangan berkecil hati karena kamu masih bisa membeli rumah subsidi. Syarat membeli rumah subsidi ada tidak ada gaji minimal, melainkan batas maksimum gaji yang didapatkan per bulan yaitu Rp 8 juta atau Rp 10 juta khusus wilayah Papua dan Papua Barat, baik untuk gaji tetap maupun tidak tetap.

    Syarat Minimal Gaji KPR Rumah Komersial

    Sementara KPR rumah komersial, setidaknya harus memiliki gaji minimal Rp 6 juta per bulan agar bisa membeli rumah seharga Rp 200 juta-an. Meski saat ini memang masih ada rumah dengan harga Rp 200 juta-an, lokasinya biasanya agak jauh dari pusat kota.

    Tips Mengajukan KPR

    Adapun tips mengajukan KPR dijelaskan berikut ini, dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan, Rabu (1/5/2024).

    1. Jangan Tergiur Bunga Rendah

    KPR dengan bunga rendah memang menarik, terutama kalau punya budget yang ketat. Akan tetapi, pastikan dulu skema bunga KPR yang ditawarkan. Jangan sampai menyesal dan merasa keberatan di tengah jalan.

    Apabila kamu merasa nggak yakin sama bunga KPR yang ditawarkan, kamu bisa cek website OJK di menu suku bunga dasar kredit.

    2. Hitung Kemampuan Finansial

    Sebelum memutuskan beli rumah, pastikan dulu besaran cicilan KPR telah sesuai dengan kemampuan finansial kamu. Kamu bisa gunakan perencanaan keuangan yang diulas pada media sosial maupun minisite.

    Lalu, kamu bisa buat budgeting alokasi gaji 10% untuk dana sosial, 20% untuk investasi/tabungan, 30% untuk cicilan/utang, dan 40% untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    3. Cek Kredibilitas Pengembang

    Langkah yang tak kalah penting adalah memeriksa kredibilitas pengembang agar tidak tertipu. Kamu bisa melihat rekam jejak developer tersebut dalam membangun properti pada tahun-tahun sebelumnya.

    Selidiki berapa banyak proyek yang telah berhasil dibangun beserta berapa lama developer tersebut telah berkecimpung di dunia properti. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu developer perumahannya apakah telah terdaftar atau belum lewat website sireng.pu.go.id.

    Demikian minimal gaji pekerja untuk beli rumah. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 10 Kombinasi Warna Cat Rumah Cream dan Coklat: Interior dan Eksterior


    Jakarta

    Kombinasi warna penting diterapkan untuk menciptakan nuansa rumah yang tidak monoton. Konsep kombinasi warna yang biasa digunakan adalah memadukan warna gelap dan terang.

    Salah satu yang bisa kamu coba adalah kombinasi warna cat rumah cream dan coklat. Dua warna ini memiliki sifat elegan, hangat, dan cenderung netral. Umumnya warna cream dipakai sebagai dasar, sedangkan warna coklat digunakan sebagai aksen.

    Dalam artikel ini ada 10 ide dan contoh kombinasi warna cat rumah cream dan coklat. Kamu bisa mengkreasikannya untuk eksterior maupun interior rumah.


    Ide Kombinasi Warna Cat Rumah Cream dan Coklat

    Berikut ini 10 ide dan contoh kombinasi warna cat rumah cream dan coklat, mulai dari bagian fasad atau muka, hingga kamar mandi:

    1. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Fasad

    Gambar 1. Kombinasi Cream dan Coklat untuk FasadKombinasi Cream dan Coklat untuk Fasad Foto: sumber medium.com

    Kombinasi warna cat rumah cream dan coklat yang pertama adalah untuk fasad atau muka rumah. Kamu bisa menggunakan warna cream pada bagian dinding utama, kemudian berikan warna coklat pada bagian ornamen yang menonjol. Kamu juga bisa menambahkan warna netral seperti abu-abu pada bagian kecil dinding.

    2. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Teras

    Gambar 2. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Teras.Kombinasi Cream dan Coklat untuk Teras. Foto: Country Living/Brian Woodcock

    Kamu bisa mencoba warna coklat pada dinding utama, kemudian gunakan warna cream untuk bagian plafon dan lantai. Pastikan teras mendapatkan penerangan yang cukup jika menggunakan kombinasi warna ini.

    3. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Tamu

    Gambar 3. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Tamu.Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Tamu. Foto: MagicBricks.com

    Untuk menciptakan ruang tamu yang terasa luas, gunakan warna cream pada seluruh bagian dinding. Gunakan perabotan warna coklat tua atau muda, mulai dari sofa, meja, hingga karpetnya.

    4. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Tengah

    Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Tengah.Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Tengah. Foto: The Spruce

    Konsep kombinasi cream dan coklat juga bagus diterapkan pada bagian ruang tengah. Lebih netral jika ruangan didominasi warna cream, termasuk warna sofanya. Warna coklat bisa diperoleh dari warna bantal atau meja kayu.

    5. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Kamar

    Kombinasi Cream dan Coklat untuk KamarKombinasi Cream dan Coklat untuk Kamar. Foto: housing.com

    Pada kamar tidur, kamu bisa menggunakan dua warna pada dindingnya. Misalnya warna cream pada dinding di sisi kanan dan kiri kasur. Di belakang dan depan kasur bisa menggunakan warna coklat.

    Pilihlah bed cover warna putih yang netral dipadukan dengan warna apapun. Agar lebih mencolok, kombinasikan dengan warna coklat pada bantal maupun selimutnya.

    6. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Dapur

    Kombinasi Cream dan Coklat untuk Dapur.Kombinasi Cream dan Coklat untuk Dapur. Foto: shila.co.id

    Pada dapur modern, ada banyak bagian yang bisa divariasi, mulai bagian dinding, kabinet, plafon, lantai, hingga perabotannya. Untuk mendapatkan suasana dapur yang kalem, pakai warna cream untuk dinding, lantai, dan plafon.

    Gunakan warna coklat muda untuk kabinet dari kayu, dan gunakan warna coklat lebih tua untuk kursi dan beberapa bagian ornamennya.

    7. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Makan

    Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Makan.Kombinasi Cream dan Coklat untuk Ruang Makan. Foto: designcafe.com

    Ruang makan kamu mungkin menjadi satu dengan dapur, sehingga sesuaikan dengan warna cream dan coklat di dapur kamu. Kamu bisa memilih warna putih atau coklat kayu untuk meja dan kursinya.

    8. Kombinasi Cream dan Coklat untuk Kamar Mandi

    Kombinasi Cream dan Coklat untuk Kamar Mandi.Kombinasi Cream dan Coklat untuk Kamar Mandi. Foto: nerolac.com

    Pilihan warna untuk kamar mandi bisa disesuaikan dengan preferensi kamu. Jika suka lebih gelap, gunakan coklat sebagai warna utama. Gunakan coklat pada dinding, kombinasikan dengan keramik cream pada dinding.

    9. Kombinasi Dinding Cream dan Kayu Coklat

    Kombinasi Dinding Cream dan Kayu Coklat.Kombinasi Dinding Cream dan Kayu Coklat. Foto: housing.com

    Kombinasi warna cat rumah cream dan coklat lainnya adalah dengan memadukan dinding cream dengan warna kayu cokelat yang bisa diterapkan di mana saja. Kayu coklat ini bisa dipakai pada pintu, alas kayu, hingga lemari kayu.

    10. Kombinasi Dinding Cream dan Ornamen Coklat

    Kombinasi Dinding Cream dan Ornamen Coklat.Kombinasi Dinding Cream dan Ornamen Coklat. Foto: designcafe.com

    Terakhir, kamu bisa menggunakan warna cream sebagai warna utama, baik untuk dinding, sofa, hingga karpetnya. Tapi sisakan satu bagian ornamen yang ingin kamu tonjolkan, berikan warna coklat pada dindingnya.

    Nah, itulah tadi 10 ide dan contoh kombinasi warna cat rumah cream dan coklat yang bisa diterapkan untuk interior dan eksterior.

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com