Author: Gak Ganti Gambar

  • Panduan Membuat Desain Dapur Minimalis


    Jakarta

    Desain minimalis memang sangat populer dan memiliki penggemarnya sendiri. Desain ini berfokus pada penataan yang sederhana dan modern sehingga membuat ruangan terkesan rapi dan bersih.

    Dapur adalah salah satu ruangan yang cocok untuk desain sederhana seperti ini. Desain minimalis yang sederhana bisa membuat dapur lebih fungsional.

    Jadi, tak hanya memiliki tampilan yang menarik, dapur juga akan menjadi lebih mudah digunakan.


    Namun, membuat desain yang sederhana seperti ini tidak bisa sembarangan. Kalau salah, justru hasilnya bisa membuat ruangan menjadi membosankan.

    Jangan khawatir, ada beberapa tips untuk menciptakan dapur minimalis yang indah dan menarik. Melansir dari laman Kitchen and Bath Classics, yuk simak tips nya di bawah ini.

    6 Tips Dapur Minimalis

    Langkah pertama yang sekaligus sangat penting dalam membuat desain dapur minimalis adalah menyingkirkan barang yang memenuhi dapur. Mengapa? karena kunci dari desain minimalis adalah untuk meciptakan ruang kosong sebanyak mungkin, sehingga ruangan terlihat rapi.

    Barang-barang kecil seperti mangkuk buah, teko dekorasi, dan barang-barang lain yang terlihat berserakan, lebih baik disimpan di dalam lemari atau tempat penyimpanan.

    Tapi jika kamu tidak memiliki banyak ruang penyimpanan, kamu bisa mempertimbangkan untuk membuang beberapa barang dapur yang jarang digunakan.

    2. Pikirkan Palet Warna yang Sesuai

    Jika kamu benar-benar ingin memiliki dapur dengan desain minimalis, pemilihan cat adalah hal yang sangat penting.

    Palet warna solid yang netral sangat penting untuk tema dekorasi ini, seperti warna putih, abu-abu muda, dan beige. Selain itu, warna-warna seperti ini juga akan membuat ruangan terlihat lebih luas dan lega.

    3. Gunakan Wastafel dengan Desain Modern

    Dapur dan interior minimalis dikenal nyaman dan sederhana. Dengan mengubah model wastafel di dapur, bisa mengubah nuansa dapur.

    Ganti keran dan wastafel kamu dengan model yang ramping dan memberikan nuansa modern ke dapur. Kamu juga bisa menyesuaikan bentuknya dengan tema minimalis yang kamu pilih.

    4. Ganti Kenop Lemari Dapur

    Untuk mendapat kesan minimalis, kamu bisa melepas kenop pintu lemari dapur saat ini dan menggantinya dengan pintu polos berwarna solid tanpa kenop.

    Jika tidak ingin pintunya terlihat polos, kamu bisa menambahkan kenop dengan desain yang modern.

    Jangan gunakan kenop yang berbentuk bulat tradisional.

    5. Tempatkan Peralatan Dapur di Tempat yang Tepat

    Untuk menciptakan dapur yang lebih bersih dan rapi, penting untuk menempatkan setiap barang di dapur pada tempat yang tepat.

    Kamu bisa mulai dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak seharusnya ada di dapur. Setelah itu, tentukan laci untuk peralatan makan dan peralatan masak.

    Simpan piring, wadah, dan peralatan kecil di dalam laci, dan peralatan makan dan masak yang lebih besar dan jarang digunakan di dalam lemari atau rak yang lebih besar.

    6. Sembunyikan Peralatan Sehari-hari

    Sebagian besar meja di dapur biasanya ditempati oleh barang-barang yang digunakan sehari-hari seperti pemanggang roti, pembuat kopi, rak bumbu, dan lainnya.

    Meskipun menaruh barang-barang ini di meja dapur memudahkan kita untuk menggunakannya, tapi hal ini akan mempersulit kita saat menyiapkan makanan di meja.

    Oleh karena itu, lebih baik untuk menyimpan barang-barang ini ke tempatnya lagi ketimbang harus dibiarkan di atas meja.

    Hal ini juga akan membuat meja terlihat lebih rapi dan lebih minimalis.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenalan dengan 13 Tanaman yang Bisa Bikin Genteng Jadi Adem di Musim Panas


    Jakarta

    Belum lama ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca di Indonesia. Menurut BMKG, sebanyak 63,66% Zona Musim di Indonesia, akan memasuki periode musim kemarau pada bulan Mei hingga Agustus 2024, dimana beberapa wilayah Indonesia akan berada di atas 36°C.

    Dengan suhu seperti ini, seisi rumah akan menjadi terasa sangat panas. Terutama pada bagian rumah yang terpapar langsung oleh sinar matahari, seperti dinding, jendela, pintu, hingga atap rumah (genteng).

    Biasanya masyarakat Indonesia masih sering hanya mengandalkan AC dan kipas saja ketika suhu ruangan mereka panas.


    Tapi tahukah kamu, sebenarnya masih ada cara lainnya untuk membuat rumah kamu menjadi lebih sejuk loh, salah satunya adalah dengan cara yang alami, seperti menanam tumbuhan.

    Bukan hanya pada tanah saja, ada juga tanaman yang bisa merambat di atas genteng loh. Kalau kamu penasaran, ayo simak beberapa jenis tanamannya di bawah ini.

    Jenis Tanaman Rambat yang Bisa Bikin Rumah Jadi Lebih Sejuk

    Dikutip dari orami.co.id, selain untuk mempercantik tampilan rumah, tanaman rambat juga bisa membuat rumah menjadi lebih sejuk dan asri. Namun, tidak semua tanaman rambat bisa hidup di atap rumah.

    Berikut beberapa contoh tanaman rambat yang bisa merambat dan hidup di atap rumah.

    1. Dolar

    Tanaman ini memiliki karakter daun yang mungil dan tumbuh menjalar, sehingga dinilai sangat cocok untuk desain atap apapun. Selain itu, tanaman ini juga bisa menjalar pada dinding rumah.

    2. Daun Sirih

    Daun Sirih memiliki karakter pertumbuhan yang cepat dan tumbuh menjalar. Selain itu perawatan tanaman ini juga cukup mudah dan tidak ribet.

    Ditambah, daun sirih sendiri juga memiliki segudang manfaat. Oleh karena itu, tanaman daun sirih sangat cocok bagi kamu yang selalu mengedepankan nilai manfaat.

    3. Bougenville

    Tanaman Bougenville sering menjadi kebanggan masyarakat Indonesia dan sangat sering kita jumpai di rumah-rumah. Bagaimana tidak, tanaman ini memiliki beragam warna yang mencolok serta perawatannya sangat mudah.

    Walau kebanyakan masyarakat Indonesia masih sering menanamnya di tanah atau pot. bunga ini sebenarnya bisa dijadikan sebagai tanaman rambat di atas rumah kamu.

    4. Boston Ivy

    Tanaman Boston Ivy memiliki warna antara hijau, kuning, coklat, dan merah, menjadikan penampilan Boston Ivy terlihat seperti tanaman musim semi. Oleh karena itu Boston Ivy akan sangat terlihat cantik untuk ditanam di atas rumah.

    Namun, Bougenville memiliki karakter pertumbuhan yang sangat cepat, oleh karena itu kamu harus rutin mengguntingnya.

    5. Clematis

    Clematis memiliki warna yang terlihat anggun, seperti putih, merah muda, dan ungu. Tanaman rambat yang satu ini memiliki karakter yang sangat fleksibel untuk ditanam di berbagai tempat, perawatannya pun juga mudah. Oleh karena itu tanaman ini sangat cocok untuk ditanam merambat ke atas atap rumah kamu.

    6. Lee Kuan Yew

    Bagi kamu yang belum tahu, Lee Kuan Yew adalah tanaman rambat hijau yang sering kita jumpai di bangunan tinggi.

    Lee Kuan Yew memiliki karakter merambat seperti tirai, oleh karena itu tanaman ini cocok untuk melapisi atap rumah kamu.

    7. Alamanda

    Bentuk tanaman Alamanda menyerupai bunga terompet, biasanya Alamanda berwarna kuning, merah, ungu, dan merah muda. Tanaman ini bisa mmbuat atap rumah kamu terlihat lebih manis.

    8. Morning Glory

    Selain Alamanda, ada juga tanaman rambat yang menyerupai bunga terompet lainnya, yaitu Morning Glory. Tanaman ini memiliki ciri khas warna bunga yang berwarna ungu gelap serta warna daun yang mencolok.

    Selain itu, Morning Glory juga memiliki karakteristik pertumbuhan yang sangat cepat.

    9. Zebrina Pendula

    Tanaman Zebrina Pendula adalah salah satu tanaman rambat yang bisa direkomendasikan untuk pemula. Tanaman ini mudah untuk dirawat dan memiliki motif seperti Zebra yang dikelilingi dengan aksen tepian berwarna ungu tua yang dinilai cukup unik dan mewah.

    10. Melati Irian

    Tanaman Melati Irian berbeda dengan tanaman melati pada umumnya di Indonesia. Tanaman ini memiliki warna oren yang mencolok yang menjadi salah satu keunggulannya.

    Namun, tanaman Melati Irian sangat langka, sehingga membuat harga dari tanaman ini cukup tinggi.

    11. Air Mata Pengantin

    Tanaman Air Mata Pengantin, atau dengan nama latin Antigonon Leptopus adalah tanaman merambat dengan bunga cantik berwarna ungu dan merah muda. Perawatannya yang sangat mudah dan tidak memerlukan teknik terkhusus membuatnya sangat cocok bagi kamu yang tidak mau repot.

    12. Mandevilla

    Tanaman Mandevilla sering keliru disebut sebagai bunga mawar, alasannya karena bentuk bunganya yang memang menyerupai mawar

    Tanaman ini memang tidak seperti tanaman menjalar pada umumnya yang terlihat rimbun.Tetapi, Mandevilla memiliki kemampuan untuk menjalar yang baik, sehingga tanaman ini bisa digunakan sebagai penutup pagar, balok, dan atap rumah.

    13. Petrea Volubilis

    Petrea Volubilis ini memiliki bunga berwarna ungu yang sekilas terlihat seperti Lavender. Tanaman ini memiliki tekstur yang cenderung agak kasar dan memiliki yang sangat rimbun. Sehingga Petrea Volubilis sangat cocok untuk dijadikan tanaman rambat pada atap.

    Nah, itu dia beberapa tanaman rambat yang bisa coba kamu tanam supaya gnteng rumah kamu jadi adem di cuaca panas saat ini. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Persiapan Musim Kemarau, Simak Cara Hemat Air di Sini


    Jakarta

    Bulan Mei ini Indonesia dikabarkan akan memasuki musim kemarau. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 63,66% Zona Musim di Indonesia, akan memasuki periode musim kemarau hingga Agustus 2024.

    Dengan memasuki periode musim kemarau, potensi hujan akan semakin menipis. Tidak hanya itu, BMKG juga mengatakan bahwa kondisi suhu panas di beberapa wilayah Indonesia akan berada pada nilai di atas 36°C, menjadikan sumber air akan semakin sulit untuk didapatkan.

    Dikutip dari officeh2o.com, selama musim yang panas, rata-rata rumah tangga mengkonsumsi air dua kali lipat dari biasanya.


    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa rata-rata keluarga beranggotakan empat orang di Amerika bisa menghabiskan hingga 400 galon (1514 liter) air dalam satu hari pada musim panas.

    Penggunaan air yang berlebihan seperti ini bisa membuat sumber air jauh lebih cepat habis dan akan terjadi kekeringan yang bisa membahayakan lingkungan disekitar rumah tersebut.

    Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk menghemat air pada musim kemarau terutama pada tahun ini. Berikut 7 cara yang bisa kamu lakukan untuk menghemat air pada musim panas

    Cara Hemat Air di Musim Kemarau yang Panas

    1. Jangan Mandi Terlalu Lama

    Salah satu cara terbaik untuk menghemat air di musim panas ini adalah dengan mempersingkat waktu mandi. Faktanya, memangkas waktu mandi menjadi dua menit saja dapat menghemat hingga 6624 liter air per orang dalam satu tahun.

    Sebagai tambahan, kamu juga bisa mencoba untuk mematikan air pada saat kamu sedang menggunakan sabun, shampo, sikat gigi atau sedang bercukur. Selain itu, kamu juga bisa coba untuk memasang kepala pancuran hemat air.

    2. Gunakan Mesin Cuci Piring

    Menggunakan mesin cuci piring dibandingkan dengan mencucinya secara manual terhitung lebih efisien. Dengan menggunakan mesin cuci piring, penggunaan air di rumah kamu bisa berkurang.

    Mencuci piring secara manual biasanya akan menghabiskan hingga 102 liter air, sedangkan menggunakan mesin pencuci piring hemat energi hanya memerlukan 11 liter air saja. Selain itu, kamu juga bisa menghemat tenaga.

    3. Tentukan Waktu yang Tepat Saat Menyiram Tanaman

    Menentukan waktu yang tepat ketika menyiram tanaman itu sangat penting di musim kemarau. Ketika matahari sedang terik, air cenderung lebih cepat menguap. Oleh karena itu, kamu harus menyiram tanaman pada matahari tidak panas sehingga air sudah menyerap ke dalam tanah

    Selain itu,kamu juga bisa menggunakan sistem irigasi tetes daripada alat penyiram karena sistem ini lebih akurat dalam melakukan penyiraman.

    4. Cek Kebocoran Pada Kloset

    Bila kamu menggunakan kloset duduk, kamu bisa mencoba untuk mengecek apakah tangki airnya bocor atau tidak. Caranya cukup dengan memasukkan beberapa tetes pewarna makanan ke dalam tangki. Jika warnanya sampai ke toilet, berarti tangki kloset tersebut bocor.

    5. Cuci Kendaraan di Tempat Cuci

    Mencuci mobil di rumah bisa dengan mudah menghabiskan 378 liter air dalam sekali cuci. Maka dari itu, disarankan bagi kamu untuk mencuci kendaraan di tempat cuci saja. Selain menghemat air, kamu juga bisa menghemat tenaga dan waktu.

    6. Tutupi Kolam

    Bila kamu memiliki kolam ikan atau kolam renang di rumah kamu, ada baiknya untuk menutupinya dari sinar matahari langsung. Hal ini dilakukan guna memperlambat proses penguapan air selama musim kemarau.

    7. Lakukan Teknik “Reuse”

    Cara yang terakhir adalah dengan menerapkan teknik reuse (menggunakan kembali). Kamu bisa mencoba untuk mengumpulkan air limbah rumah tangga, seperti embun dari AC untuk digunakan dalam irigasi, atau kamu bisa menyimpannya untuk nanti.

    Pastikan bila air tersebut bersih dan hindari penggunaan kembali air yang mengandung pemutih, deterjen pencuci piring, atau pelembut kain.

    Itu dia beberapa tips cara untuk menghemat air di musim kemarau. Semoga di musim kemarau yang panas ini kamu tidak mengalami kekeringan air ya!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Selokan Mampet Jadi Sarang Nyamuk, Bagaimana Cara Atasinya?



    Jakarta

    Selokan mampet menjadi masalah yang sangat mengganggu, apalagi jika yang mampet adalah selokan di depan rumah. Selokan yang mampet atau tersumbat bisa mengakibatkan banyak masalah, seperti menjadi sarang nyamuk, menimbulkan bau tak sedap, bahkan sampai menyebabkan banjir. Lantas, bagaimana cara mengatasi selokan yang mampet?

    Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, menjelaskan bahwa ada langkah preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah selokan mampet. Langkah ini dimulai dari awal pembangunan rumah, dengan membuat desain selokan yang benar.

    “Biasanya sih tindakan preventifnya itu dimulai dari sebelum mulai pembangunan itu rumah. Nah, jadi kalau misalkan rumah itu belum terbangun, kita bisa nih bikin desainnya saluran itu harus benar dengan kemiringan yang memang sesuai,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, Senin (6/5/2024).


    Selokan yang baik harus memiliki kemiringan yang benar dan sesuai. Hal ini berguna untuk membuat aliran air di selokan deras dan lancar. Panggah juga mengatakan bahwa selokan mampet umumnya disebabkan oleh aliran air yang tidak lancar dan kecil.

    “Jadi mampet itu kan sebenarnya karena jalannya air tidak lancar. Alirannya kurang, akhirnya karena ada kotoran yang agak besar airnya jadi tidak lancar dan kotorannya tidak bisa terdorong. Kalau misalkan ada kotoran tapi airnya deras dan lancar kan bisa kebuang. Nah, makanya kalau dari perencanaan itu tindakan preventifnya adalah desain saluran air itu benar-benar harus dengan kemiringan yang lancar,” ucap Panggah menjelaskan.

    Namun, jika membeli rumah yang sudah jadi, pemilik rumah diharuskan untuk terus melakukan perawatan terhadap selokannya. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menyaring semua yang masuk ke dalam saluran pembuangan. Misalnya, saring kotoran atau sisa makanan terlebih dahulu sebelum mencuci piring, ambil dan buang rambut yang rontok agar tidak masuk ke saluran air kamar mandi.

    “Nah, kalau misalkan sudah jadi (rumahnya) itu ya mau nggak mau misalkan rumah itu salurannya sering mampet gitu, ya tetap maintenance harus dilakukan terus. Terus bisa juga dilakukan penyaringan dulu di lubang-lubang saat air itu mau keluar, misalkan di kitchen sink,” pungkasnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perhatikan 7 Tips Memilih Cat Tembok Ini Kalau Nggak Mau Nyesal


    Jakarta

    Warna cat tembok mampu mengubah tampilan rumah secara drastis. Kalau kamu sedang membangun atau merenovasi rumah, tentu membeli cat termasuk dalam daftar belanjamu.

    Nah, memilih cat tembok tidak bisa sembarangan dengan sekadar memilih warna favorit saja. Kamu perlu memerhatikan cat tembok dari jenis hingga warna yang sesuai untuk mendapatkan hasil terbaik.

    Melansir dari howstuffworks, Senin (6/5/2024) berikut ini beberapa pertimbangan ketika memilih cat tembok.


    Tips Memilih Cat Tembok

    1. Jenis Cat

    Pastikan kamu memilih jenis cat berdasarkan letak tembok baik outdoor maupun indoor. Bahan dan karakteristik cat untuk interior dan eksterior rumah itu berbeda, maka jangan sampai tertukar ketika membeli cat.

    Ada banyak faktor yang bisa mengubah hasil pengecatan dari pencahayaan hingga permukaan. Jadi pastikan kamu memahami karakteristik dari jenis cat dan kecocokan dengan tembok yang akan dicat.

    2. Dekor Ruangan

    Untuk tampilan ruangan yang menawan, kamu perlu mempertimbangkan warna yang cocok dipadukan dengan interior ruangan. Perhatikan tekstur dan warna yang sudah ada di sebuah ruangan untuk menentukan warna tembok yang bisa menambah keindahan rumah.

    Akan tetapi, kalau kamu bingung menentukan warna atau sudah menyukai warna tembok yang sudah ada, kamu cukup melapisi ulang bagian-bagian tembok yang rusak saja.

    3. Pencahayaan Ruangan

    Pertimbangkan pencahayaan ruangan saat memilih cat tembok, sebab hal ini memengaruhi hasil pengecatan tembok. Kemungkinan tone warna tembok akan berbeda di pagi dan malam hari tergantung pencahayaan yang ada. Maka, pastikan kamu menyukai warna tembok pada dua kondisi tersebut.

    4. Fungsi Ruangan

    Nah, yang nggak kalah penting adalah warna cat sebaiknya disesuaikan dengan suasana ruangan untuk jangka waktu yang panjang. Suatu ruangan bisa sewaktu-waktu beralih fungsi, maka kamu perlu mempertimbangkan warna tembok yang pas kalau nggak mau mengecat ulang.

    5. Keamanan Bahan Cat

    Cat terbuat dari berbagai bahan kimia yang mungkin berbahaya bagi kesehatan manusia. Bahan kimia berbahaya bisa terekspos dan terhirup melalui udara. Oleh karena itu, pastikan untuk mempertimbangkan keamanan bahan cat tembok.

    Itulah beberapa tips memilih cat tembok yang bisa kamu pertimbangkan. Semoga membantu!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Beli Rumah… Eh Selokannya Rusak, Bagaimana Solusinya?



    Jakarta

    Saat kita berencana untuk membeli rumah, ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari kondisi rumahnya, hingga kondisi lingkungan dan fasilitas sekitarnya. Salah satu hal yang sering diabaikan padahal sangat penting adalah kondisi selokan di depan rumah.

    Sebelum membeli rumah, kamu harus mengecek semua bagian dengan teliti, termasuk kondisi selokan rumahnya. Jangan sampai selokannya rusak, karena hal ini bisa mempengaruhi kenyamanan kamu.

    Jika kamu membeli rumah dengan kondisi selokan yang rusak, maka akan banyak kerugian yang harus ditanggung. Lantas bagaimana solusinya?


    Menurut Profesional Kontraktor PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki, selokan yang rusak sebenarnya menjadi tanggung jawab developer atau pemerintah. Panggah menjelaskan bahwa batas teritorial rumah di sertifikat biasanya sampai sebelum selokan.
    Sedangkan selokan yang ada di depan rumah adalah milik umum. Artinya ada dua kemungkinan, tanah itu milik developer atau milik negara.

    “Jadi kalau batas teritorial rumah yang ada di sertifikat biasanya satu rumah yang punya si pemilik adalah yang sebelum saluran. Nah, saluran ini sebenarnya punya umum. Punya umum ini ada dua, antara tanah itu punya developer atau tanah punya negara. Kalau misalkan tanah itu masih punya developer artinya yang harus tanggung jawab developer tanah itu bukan yang punya rumah,” kata Panggah Nuzhul Rizki kepada detikProperti, Senin (6/5/2024).

    Sebaiknya, kamu melaporkan masalah selokan rusak ini kepada developer sebelum kamu memutuskan untuk membeli rumah tersebut. Developer yang bertanggung jawab, seharusnya mau memperbaiki selokan yang rusak tersebut jika itu memang bagian dari tanahnya.

    Namun jika tanah tersebut milik negara, perbaikan akan menjadi tanggung jawab pemerintah setempat. Biasanya pada akhir tahun pemerintah sering melakukan proyek perbaikan jalan raya dan saluran air. Hal ini juga bisa menjadi pertimbangan bagi kamu untuk membeli rumah tersebut atau tidak.

    “Kalau itu punya negara ya berarti itu menjadi tanggung jawab pemerintah setempat. Negara nanti yang akan ngebenerin entah itu punya pemkot atau pemda nya. Biasanya, akhir tahun akan banyak yang gali-galian. Tapi jika itu di kawasannya developer, biasanya developer yang akan tanggung jawab,” kata Panggah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Metode Beli Rumah Nggak Cuma KPR, Ini yang Lainnya



    Jakarta

    Metode beli rumah yang paling banyak diambil masyarakat adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Namun, sebenarnya ada beberapa cara lain untuk beli rumah yang bisa dipertimbangkan.

    Konsultan Properti Anton Sitorus menyebutkan dua metode pembayaran membeli rumah tanpa KPR, antara lain cash keras yang langsung lunas, cash bertahap atau biasa dikenal dengan istilah in-house yang pembayarannya selama beberapa tahun sembari pembangunan rumah.

    Anton mengatakan kedua metode tersebut bisa dipilih sesuai kemampuan finansial calon pembeli. Namun, masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan yang bisa dipertimbangkan.


    “Kalau bayar tunai (cash) keras biasanya developer ngasih diskon gede dan bayarnya sekali. Kalau misalnya cicilan (cash) bertahap, developer mungkin bisa kasih diskon tapi tidak sebesar tunai keras,” kata Anton kepada detikcom, Senin (6/5/2024).

    Pengembang akan lebih berani memberikan diskon besar karena menerima uang tunai dengan nominal besar di depan. Sementara, diskon pada metode cash bertahap tidak sebesar cash keras karena harga rumah masih tergantung biaya operasional pembangunan.

    “Kalau misalnya punya duit banyak dan mampu untuk membayar dengan cicilan bertahap, menurut saya itu mungkin paling bagus karena cicilan bertahap itu biasanya pembeli mencicil ke developer nggak pake bunga selama periode tertentu,” ucapnya.

    Jadi jumlah yang dibayarkan sesuai dengan harga rumah saja. Lebih dari itu, pembayaran lebih ringan daripada cash keras karena periode bisa sampai 2 atau 3 tahun.

    Terpisah, pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menjelaskan cara paling mudah membeli rumah adalah secara cash keras yang langsung lunas kalau sudah siap dengan dana.

    “Yang agak menarik setelah itu ialah metode dengan cash bertahap dari developer. Jadi skema cash bertahap itu pembelian tanpa fasilitas KPR karena fasilitas KPR itu membutuhkan peraturan dari bank pemberi KPR,” ujar Steve.

    Metode membeli rumah secara cash bertahap tidak melibatkan bank, sehingga nominal maupun jangka cicilan tergantung kesepakatan. Namun, Steve mengungkapkan hal yang perlu diperhatikan dari metode tersebut antara lain aspek hukum.

    Pasalnya, ketika cicilan berlangsung, pihak pembeli hanya memegang Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang berarti secara hukum properti belum beralih hak milik. Berbeda halnya dengan metode cash yang mendapatkan Akta Jual Beli (AJB).

    “Pembeli hanya mendapatkan surat atau perjanjian namanya PPJB, belum ada sertifikat yang diterbitkan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional). Ini yang perlu diwaspadai karena di pasar kalau kita dengar berita-berita developer yang terlambat membangun,” paparnya.

    Selain itu, ada potensi pengembang terlambat menyerahkan properti dan sertifikat. Kemudian, ada potensi developer belum mempunyai izin jelas hingga tidak memenuhi janji sesuai kesepakatan.

    Oleh karena itu, Steve kurang menyarankan metode cash bertahap. Namun, ia mengimbau pembeli rumah untuk meriset secara menyeluruh dalam memilih developer besar dan terpercaya serta mempelajari secara rinci perihal transaksi tersebut.

    Selanjutnya, ada metode beli rumah yang ia nilai paling menarik dan efisien, yakni back to back deposito. Calon pembeli rumah yang mempunyai tabungan deposito setidaknya seharga rumah bisa mengajukan KPR dengan menjaminkan deposito.

    “Jadi (bank) memberikan pinjaman untuk pembelian rumah atau renovasi apapun konteksnya dengan jaminan deposito kita yang sudah tertanam di bank. Nanti tinggal perhitungan bunga deposito tabungan dan bunga pinjaman itu bisa didiskusikan berapa selisihnya,” jelasnya.

    Dengan metode ini, pembeli bisa mencicil rumah dengan bunga lebih kecil daripada bunga KPR biasa. Sebab, pembeli membayar bunga cukup selisih dari bunga KPR dan bunga deposito.

    Selain membayar bunga lebih murah, back to back deposito juga memungkinkan tabungan deposito utuh, alih-alih membayar rumah secara cash keras. Pembeli tidak perlu mengorbankan tabungannya untuk membeli rumah.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Cicil Rumah dengan Bunga Lebih Murah dari KPR



    Jakarta

    Kebanyakan masyarakat membeli rumah dengan cara mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). KPR merupakan bentuk pinjaman untuk memperoleh rumah yang mengharuskan nasabah membayarkan cicilan beserta bunga setiap bulan.

    Konsultan Properti Anton Sitorus menjelaskan metode pembayaran KPR pada prinsipnya bank memberikan pinjaman dengan membayarkan lunas ke developer. Namun, selain cicilan pembeli sebenarnya membayar bunga dengan nominal besar.

    “Tapi yang rugi kita karena kalau misalnya KPR dengan bunga sekian, misalkan 10 persen kalau ditotal-total yang dibayarkan pembeli bisa 1,5 atau 2 kali lipat harga rumah,” ujar Anton kepada detikcom, Senin (6/5/2024).


    Terpisah, pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menyampaikan metode beli rumah yang menurutnya paling menarik dan efisien, yakni back to back deposito. Calon pembeli yang mempunyai tabungan deposito setidaknya seharga rumah bisa mengajukan KPR dengan menjaminkan deposito.

    “Jadi (bank) memberikan pinjaman untuk pembelian rumah atau renovasi apapun konteksnya dengan jaminan deposito kita yang sudah tertanam di bank. Nanti tinggal perhitungan bunga deposito tabungan dan bunga pinjaman itu bisa didiskusikan berapa selisihnya,” paparnya.

    Dengan metode ini, pembeli bisa mencicil rumah dengan bunga lebih kecil daripada bunga KPR biasa. Sebab, pembeli membayar bunga cukup selisih dari bunga KPR dan bunga deposito.

    Selain membayar bunga lebih murah, back to back deposito juga memungkinkan tabungan deposito utuh, alih-alih membayar rumah secara cash keras. Pembeli pun tidak perlu mengorbankan tabungannya untuk membeli rumah.

    “Back to back (deposito) untuk mengurangi biaya bunga (KPR). Ini juga mendidik kita untuk menabung, untuk tidak menggunakan uang itu (deposito) sampai nanti uang itu bisa dipakai untuk lain. Pas rumahnya juga lunas, tabungannya masih utuh karena sebagai jaminan,” tuturnya.

    Oleh karena itu, ia menyarankan anak muda agar rajin menabung supaya bisa membeli rumah dengan jaminan deposito yang tersimpan di bank. Ia mengatakan sebaiknya menabung 25-30 persen dari pendapat setiap bulannya untuk membeli rumah.

    Hal ini terutama bagi pasangan muda yang belum mempunyai anak, sehingga bisa join income dalam menabung buat membeli rumah.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan Ini Waktu Beli Rumah Pakai Skema In House Supaya Nggak Menyesal



    Jakarta

    Membeli rumah dengan sistem cash bertahap atau lebih dikenal KPR in house menjadi opsi pembayaran yang cukup menarik selain KPR dan cash keras. Metode ini tidak melibatkan bank, melainkan pembeli mencicil langsung ke developer.

    Konsultan Properti Anton Sitorus menjelaskan pembeli bisa mencicil rumah selama periode waktu tertentu sembari proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, metode pembelian ini paling bagus bila memiliki dana yang cukup.

    “Pembeli mencicil ke developer nggak pake bunga selama periode, jadi yang dibayarkan sesuai dengan harga rumah saja, tapi agak lebih ringan karena bayarnya bisa sampai 2 atau 3 tahun dibanding kalau bayar cash langsung,” ujar Anton kepada detikcom, Senin (6/5/2024).


    Terpisah, pengamat properti yang juga Direktur Global Asset Management, Steve Sudijanto menyebut metode ini agak menarik. Sebab, skema cash bertahap atau KPR in house tidak mengharuskan pembeli memenuhi peraturan bank yang ketat.

    Metode membeli rumah secara cash bertahap tidak melibatkan bank, sehingga nominal maupun jangka cicilan tergantung kesepakatan. Akan tetapi, Steve mengatakan hal yang perlu diperhatikan antara lain aspek hukum.

    Selama cicilan berlangsung, pembeli hanya memegang Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) yang berarti secara hukum properti belum beralih hak milik. Berbeda halnya dengan metode cash yang mendapatkan Akta Jual Beli (AJB).

    “Pembeli hanya mendapatkan surat atau perjanjian namanya PPJB, belum ada sertifikat yang diterbitkan dari BPN (Badan Pertanahan Nasional). Ini yang perlu diwaspadai karena di pasar kalau kita dengar berita-berita developer yang terlambat membangun,” paparnya.

    Selain itu, ada potensi pengembang terlambat menyerahkan properti dan sertifikat. Kemudian, ada potensi developer belum mempunyai izin jelas hingga tidak memenuhi janji sesuai kesepakatan.

    “Carilah developer yang ternama, yang sudah public listed, yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan di Bursa Efek. Paling nggak developer sepuluh besar,” tegasnya.

    Kemudian, perhatikan tahap PPJB yang membahas kewajiban pembeli dan penjual (pengembang) hingga cara pembayarannya. Pembeli harus mempelajari PPJB untuk mengetahui konsekuensi bila developer terlambat menyerahkan rumah.

    Selanjutnya, pelajari bagaimana garansi dan solusi ketika ada kerusakan pada rumah. Dari segi fasilitas, pengembang harus memenuhi janji seperti penyediaan air, listrik, dan keamanan.

    “Bicara (tahap) pembayaran yang perlu diperhatikan disetornya ke mana uangnya dan harus ada tanda terima resmi dari pihak penjual atau developer,” pungkas Steve.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Habis Beli Rumah, Segini Biaya Urus Balik Nama Sertifikatnya


    Jakarta

    Belakangan ini, semangat masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah hunian semakin meningkat. Pilihan untuk mendapatkan rumah hunian kini semakin luas, dari mulai rumah subsidi, rumah bekas, hingga apartemen.

    Tapi, jangan lupa untuk melengkapi syarat dokumen legalitasnya juga ya. Salah satunya yaitu mengurus nama kepemilikan sertifikat rumah tersebut.

    Baik itu rumah hasil beli maupun hasil warisan, ada baiknya bila kamu segera untuk mengurus balik nama sertifikat rumah tersebut. Hal ini penting untuk kamu lakukan supaya terhindar dari konflik yang berkaitan dengan kepemilikan tanah atau bangunan.


    Dalam proses balik nama sertifikat tanah, ada beberapa syarat dan biaya yang harus kamu penuhi. Bila kamu belum tahu, ayo kita simak penjelasannya di bawah ini.

    Siapa yang Bertanggung Jawab Mengurus BBN?

    Dilansir dari laman Sikapi Uangmu Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bea Balik Nama (BBN) merupakan biaya yang dikenakan kepada pembeli ketika proses balik nama Sertifikat Hak Milik dari penjual.

    Dalam prosesnya, bila kamu membeli rumah lewat perantara developer, biasanya biaya balik nama ini diurus oleh developer. Sebaliknya, bila kamu membeli rumah secara mandiri, biasanya biaya tersebut akan diurus sendiri.

    Syarat Pengajuan Proses Balik Nama Sertifikat Rumah

    Dalam prosesnya, ada beberapa persyaratan yang perlu kamu penuhi sebelum mengajukan balik nama sertifikat rumah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), berikut diantaranya yaitu:

    1. Surat kuasa (jika dikuasakan)
    2. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa jika dikuasakan yang sudah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas
    3. Fotokopi akta pendirian dan pengesahan badan hukum yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket, bagi badan hukum
    4. Sertifikat asli
    5. Akta Jual Beli (AJB) dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT)
    6. Fotokopi KTP dan para pihak penjual-pembeli atau kuasanya
    7. Izin pemindahan hak jika di dalam sertifikat/keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan apabila telah diperoleh izin dari instansi yang berwenang

    Fotokopi surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) dan Pajak Bumi bangunan (PBB) tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya. Nantinya, penyerahan bukti SSB (BPHTB/bea perolehan hak atas tanah dan bangunan) serta bukti bayar uang pemasukan (pada saat pendaftaran hak)

    Cara Hitung Biaya Balik Nama Sertifikat Rumah

    Biaya BBN cenderung bervariatif, namun biasanya besaran biaya BBN akan dihitung berdasarkan rata-rata sekitar 2% dari nilai transaksi.

    Dilansir dari salah satu situs jual beli properti, biaya balik nama sertifikat rumah bisa dihitung berdasarkan nilai tanah dari rumah tersebut. Berikut caranya.

    Rumus Hitung Biaya Balik Nama sertifikat rumah:

    Biaya Balik Nama sertifikat rumah = Nilai tanah (per meter persegi) x luas tanah (per meter persegi) / 1.000.

    Sebagai contoh, asumsikan bahwa kamu mempunyai tanah seluas 100 m2. Apabila harga tanah tersebut per meter perseginya Rp 1 juta, maka biaya administrasinya adalah sebagai berikut:

    Rp 1.000.000 x 100 / 1.000 = Rp 100.000.

    Dengan itu, bila luas tanah yang kamu beli adalah 100 m2, biaya BBN yang harus dibayarkan adalah Rp 100.000.

    Perlu diperhatikan, selain Biaya Balik Nama sertifikat rumah, ada juga biaya lainnya yang harus kamu bayar selama proses berlangsung. Diantaranya yaitu:

    • Biaya penerbitan AJB (umumnya berkisar 0,5-1% dari total nilai transaksi).
    • Biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Biasanya berkisar 5% dari Dasar Pengenaan Pajak (NPOP-NPOPTKP).
    • Biaya pengecekan sertifikat tanah (Biasanya sebesar Rp 50 ribu per sertifikat).

    Biasanya lama proses balik nama sertifikat rumah ini adalah 14 hari hingga 3 bulan.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com