Author: Gak Ganti Gambar

  • Hindari 5 Hal Ini Kalau Nggak Mau Kamar Tidur Terasa Makin Panas


    Jakarta

    Cuaca panas dapat mengganggu berbagai aktivitas, termasuk ketika tidur. Kamar tidur yang seharusnya menjadi tempat ternyaman untuk beristirahat malah terasa panas hingga penghuninya kegerahan.

    Kondisi kamar tidur yang seperti ini pastinya bikin tidur nggak nyenyak. Apalagi kalau tidak ada bantuan dari mesin AC untuk mendinginkan ruangan.

    Nah, kalau pengin kamar tidur lebih sejuk, ada beberapa hal yang perlu kamu hindari. Melansir dari Homes and Gardens, Sabtu (25/5/2024) berikut ini beberapa hal yang bikin kamar tidur semakin panas.


    5 Hal yang Bikin Kamar Tidur Panas

    1. Gorden Tebal

    Gorden tebal dapat menahan panas di dalam kamar karena mencegah sirkulasi udara. Meski terlihat indah, sebaiknya mengganti gorden ke tirai atau tirai berwarna terang yang memberikan sedikit insulasi, tetapi memungkinkan sirkulasi udara.

    2. Bahan Seprai Gerah

    Ada beberapa bahan seprai yang bikin penggunanya merasa gerah. Kamu bisa beralih ke bahan seprai yang terasa adem dan mudah menyerap keringat seperti katun, linen, atau bambu. Seprai seperti ini bisa membantu kamu tidur lebih nyenyak saat cuaca panas.

    3. Lampu dan Benda Elektronik

    Lampu dan benda elektronik sebenarnya menghasilkan panas ketika dalam keadaan menyala. Oleh karena itu, coba batasi penggunaan benda-benda tersebut dengan menggunakannya seperlunya saja. Misalnya dengan mematikan lampu di siang hari dan ketika tidur di malam hari.

    4. Warna Tembok Gelap

    Warna tembok yang gelap bersifat menyerap panas, sehingga bisa membuat kamar terasa lebih hangat. Sebaiknya mengecat tembok dengan warna terang yang dapat memantulkan cahaya dan sinar matahari. Dengan begitu, kamu bisa mengurangi serapan panas di dalam kamar.

    5. Kurang Ventilasi

    Sirkulasi udara yang buruk membuat kamar terasa pengap dan panas. Pastikan kamar mempunyai ventilasi yang memadai agar udara mengalir dengan baik.

    Lalu, kamu bisa menambah kipas angin untuk memicu pergerakan udara di dalam kamar. Selain itu, membuka pintu dan jendela di siang hari juga bisa membantu mengeluarkan udara panas dari kamar tidur.

    Itulah beberapa hal yang perlu kamu hindari kalau nggak mau kamar tidur semakin panas. Semoga bermanfaat!

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Noda Lem


    Jakarta

    Lem, adalah salah satu bahan perekat yang sangat berguna untuk merekatkan antara 2 permukaan berbeda. Pengaplikasian lem di dunia ini sudah sangat banyak, dari mulai digunakan dalam proses produksi, hingga digunakan sebagai perekat untuk memperbaiki sesuatu.

    Namun, sifat perekatnya yang sangat kuat ini juga bisa membawa masalah tersendiri, terutama bila kita tidak sengaja menumpahkannya pada permukaan yang tidak seharusnya, seperti kaca, pakaian, hingga kulit kita sendiri.

    Nah, bagi kamu yang lagi apes nggak sengaja numpahin lem, khususnya lem super ke kaca, pakaian, atau kulit tangan kamu, kamu nggak perlu khawatir. Di bawah ini ada cara untuk mengatasinya


    Cara Membersihkan Noda Lem pada Berbagai Permukaan

    Dikutip dari rd.com, noda tumpahan lem super yang menempel pada kaca, pakaian atau kulit tangan kita sebenarnya masih bisa dibersihkan. Berikut alat dan bahan yang diperlukan serta cara membersihkannya di setiap permukaan.

    Alat dan Bahan:

    – Cairan pembersih kuteks

    – Aseton

    – Alkohol gosok

    – Hand sanitizer

    – Cuka putih

    – Air sabun

    – Minyak sayur

    – Gas korek api

    – Nitromethane

    – Bola kapas

    – Kain bersih

    – Spons

    Cara Bersihkan Lem dari Kaca

    Menurut pendiri MOP STARS, Guy Peters, membersihkan noda lem pada terbilang cukup mudah, karena kaca cenderung tidak terpengaruh oleh cairan pembersih yang kuat.

    Langkah-Langkah:

    – Basahi bola kapas, kain bersih atau spons dengan salah satu cairan pembersih pilihanmu (cairan pembersih kuteks, aseton, alkohol gosok, hand sanitizer, gas korek api, atau nitromethane).

    – Gosok noda lem pada kaca dengan kain yang sudah dibasahi tersebut dengan gerakan memutar yang diberi sedikit tekanan.

    – Bila noda lem sulit untuk lepas, biarkan cairan tersebut membasahi lem selama beberapa menit.

    – Ulangi proses hingga noda lem hilang.

    Cara Bersihkan Lem dari Pakaian

    Menurut Peters, sebelum membersihkan noda lem pada pakaian, kamu harus memperhatikan bahan pakaian tersebut terlebih dahulu.

    Bila pakaian tersebut berbahan poliester atau wol, kamu bisa coba dengan menggunakan alkohol gosok. Sedangkan untuk pakaian berbahan kulit, kamu bisa coba dengan menggunakan cuka putih

    Langkah-Langkah:

    – Langkahnya cukup mudah, cukup tuangkan cairan pembersih pada noda lem (sesuai dengan arahan di atas), lalu gosok hingga noda lem terlepas dari pakaian kamu.

    Cara Bersihkan Lem dari Kulit Tangan

    Langkah-Langkah:

    – Siram bagian kulit yang terkena lem dengan sabun yang dicampurkan dengan air hangat.

    – Cobalah untuk menggosok noda lem tersebut dengan spons atau kain secara perlahan.

    – Lanjutkan proses penggosokan hingga semua residu lem terlepas dari kulit.

    Itu dia cara untuk membersihkan noda lem, khususnya lem super yang menempel pada kaca, pakaian, dan kulit tangan kita. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Lebih Baik Lampu Putih atau Kuning Untuk Dipasang Rumah? Ini Jawabannya!



    Jakarta

    Lampu adalah alat penting yang wajib ada di rumah. Sebab, tanpa lampu, rumah akan sulit mendapat pencahayaan terutama malam hari. Kini, lampu bukan hanya mempermudah penerangan di dalam rumah, melainkan juga bisa mempengaruhi suasana di rumah lewat warna yang digunakan.

    Pencahayaan yang tepat dapat meningkatkan estetika, suasana, dan warna rumah. Salah satu caranya adalah memilih warna lampu yang sesuai. Biasanya warna yang banyak digunakan adalah putih atau kuning. Pemilihannya bergantung pada keinginan dan kebutuhan. Lantas, lebih baik mana lampu putih atau kuning untuk dipasang di rumah?

    Perbedaan Lampu Putih dan Lampu Kuning

    Dilansir dari angi.com, lampu putih memberikan warna yang cerah dan membantu pencahayaan yang optimal, terutama jika ruangan tersebut dominan menggunakan warna putih mulai dari cat dinding hingga perabotannya. Lampu putih cocok di ruangan yang membutuhkan pencahayaan terbaik seperti kantor, dapur, dan studio.


    Sebaliknya, lampu kuning memberikan kesan hangat dan nyaman karena warna yang dihasilkan lebih lembut dan tidak begitu silau. Lampu kuning cocok digunakan di kamar tidur dan ruangan lainnya yang biasa digunakan untuk bersantai.

    1. Temperatur Warna

    Lampu juga memiliki temperatur warna yang didefinisikan dengan suhu Kelvin (K). Lampu putih memiliki besaran temperatur sekitar 5.000-6.500 K. Lalu lampu kuning memiliki besaran temperatur sekitar 2.700-3.500 K.

    2. Besaran Pemakaian Listrik

    Kedua lampu saat ini sudah banyak yang berbentuk LED. Meskipun sama-sama dialiri listrik, tetapi lampu putih ternyata lebih hemat energi dan mengurangi biaya listrik jangka panjang.

    Lampu kuning yang cahaya seakan redup dan tidak begitu terang ternyata kebalikannya. Namun, hal ini kembali lagi pada lamanya pemakaian, watt, dan tempat pemakaiannya. Bisa saja keduanya sama-sama dapat mengurangi biaya listrik asal pemakaian tepat dan sesuai keperluan.

    3. Lokasi Lampu Terpasang

    Lampu saat ini bisa diletakkan di mana saja, mulai dari sela-sela lantai hingga atap rumah. Agar tampilan ruangan lebih elegan dan tidak terlalu terang, coba pakai lampu putih dan lampu kuning sesuai tempatnya.

    Mulai dari lampu lantai, jika di rumah memiliki undakan dan ingin diterangi dengan lampu di sela-selanya, kamu bisa menggunakan lampu kuning yang watt-nya lebih kecil. Ruangan tersebut terasa hangat dan elegan.

    Ingin pasang lampu gantung di dinding agar terlihat klasik? Pilih lampu kuning agar cahaya yang dihasilkan lebih lembut dan efeknya dapat menyebar.

    Kemudian, untuk lampu di atap terutama yang menggunakan penutup lampu atau sejenis model lampu gantung, bisa menggunakan lampu putih agar pencahayaannya maksimal dan merata.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl


    Jakarta

    Lantai linoleum dan lantai vinyl seringkali disebut sama. Pasalnya, kedua jenis lantai ini memang memiliki bentuk yang terlihat sama. Tidak hanya itu, kedua lantai ini juga memiliki variasi warna yang sangat bervariatif. Oleh karena itu, tidak heran bila masyarakat awam masih sering menyamakan kedua jenis lantai ini.

    Namun nyatanya, kedua lantai ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan loh. Bila kamu masih belum tahu apa beda dari lantai linoleum dan lantai vinyl, kamu bisa baca penjelasannya di bawah ini.

    Perbedaan Lantai Linoleum dan Lantai Vinyl

    1. Sejarah

    Linoleum

    Lantai linoleum adalah lantai elastis yang pertama ada di dunia. Lantai ini pertama kali dipatenkan pada 160 tahun yang lalu.


    Awalnya, ide lantai linoleum pertama kali ditemukan ketika minyak linseed (minyak rami) digunakan sebagai thinner cat pada saat itu. Thinner cat minyak rami ini menghasilkan sebuah lapisan film yang padat, kuat, dan fleksibel yang mengapung di atas cat.

    Tidak lama kemudian, keluarlah hasil eksperimen untuk membentuk lembaran linoleum yang memiliki daya tahan tinggi dan adaptif. Lembaran ini terbuat dari campuran minyak biji rami dengan serbuk gabus, debu/tepung kayu, dan resin pinus yang kemudian di press menjadi lembaran.

    pada tahun 1800 hingga tahun 1950, linoleum sangat digemari dan sering digunakan sebagai lantai di rumah, terutama di area dapur.

    Vinyl

    Vinyl pertama kali ditemukan pada tahun 1920. Berbeda dengan linoleum, lantai vinyl terbuat dari bahan sintetis seperti Polyvinyl Chloride (PVC).

    Pada tahun 1960, lantai Vinyl mulai populer karena harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan lantai linoleum. Namun, lantai vinyl juga memiliki kekurangan, yaitu bahannya yang sangat berbahaya.

    Pada saat itu, lantai vinyl dibuat menggunakan bahan kimia beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Tidak hanya itu, disamping penggunaan PVC, dalam proses pembuatan vinyl juga memerlukan phthalate plasticizers dan carcinogens.

    Ditambah lagi, dalam proses pembuatan lantai vinyl memerlukan banyak energi dan minyak bumi. Maka dari itu, lantai vinyl sangat tidak ramah lingkungan.

    2. Ketahanan Air dan Api

    Linoleum

    Linoleum memiliki daya tahan air yang baik. Namun, lantai linoleum kurang baik untuk menahan cairan, sehingga lantai linoleum memerlukan lapisan finishing tambahan untuk mencegah air meresap ke dalam lantai.

    Lantai linoleum juga memiliki daya tahan api atau panas yang tinggi. Lantai linoleum cenderung lebih memiliki ketahanan panas atau api yang lebih tinggi dari lantai vinyl, tidak hanya itu, lantai linoleum juga tidak akan mengeluarkan gas beracun ketika terbakar.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan air yang lebih tinggi dari lantai linoleum, karena pada lantai vinyl yang baru sudah menggunakan lapisan fiberglass sehingga air tidak bisa menyerap ke dalam.

    Sayangnya, lantai vinyl memiliki daya tahan api yang lebih rendah dibandingkan lantai linoleum. Tidak hanya itu, lantai vinyl juga akan menimbulkan gas beracun ketika terbakar.

    3. Perawatan

    Linoleum

    Lantai linoleum cenderung lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan lantai vinyl. Namun, lantai linoleum memerlukan perawatan rutin untuk menjaganya tetap tahan dari air.

    Vinyl

    Lantai vinyl memiliki daya tahan lebih rendah dibandingkan dengan linoleum. Tetapi, lantai vinyl modern sudah dilapisi oleh lembaran protektif, sehingga kamu tidak perlu repot memolesnya lagi.

    4. Umur

    Linoleum

    Linoleum memiliki umur yang jauh lebih panjang. Bila kamu merawatnya dengan baik, lantai linoleum bisa bertahan hingga 40 tahun lebih.

    Vinyl

    Lantai vinyl biasanya hanya bertahan sampai 10 hingga 20 tahun saja.

    Itu dia sedikit ringkasan mengenai perbedaan dari lantai linoleum dan lantai vinyl. Semoga kamu tidak salah lagi ya ketika membedakan antara kedua lantai ini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Hal yang Bikin Dinding Lembap dan Cara Atasinya


    Jakarta

    Dinding lembap adalah masalah yang sangat umum dihadapi oleh para pemilik rumah, terutama selama musim hujan. Masalah dinding lembap ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika tidak dicegah, rembesan air akan merusak tembok dan menyebabkan banyak masalah, seperti kebocoran, cat terkelupas, retak, bahkan jamur dan lumut. Maka dari itu, kelembapan di dinding harus dicegah dan segera diatasi.

    Tapi, ternyata tidak semua masalah kelembapan di dinding itu sama. Ada beberapa jenis masalah kelembapan pada dinding rumah, lembab akibat rembesan air, lembab akibat air tanah, dan juga lembab akibat kondensasi. Semua masalah ini disebabkan oleh hal yang berbeda, jadi penanganannya juga berbeda.

    Melansir dari laman Ultra Techcement, berikut adalah jenis-jenis kelembaban dinding dan cara mengatasinya dengan tepat.


    Jenis-jenis kelembapan di dinding

    1. Kelembapan Rembesan Air

    Air yang merembes melalui dinding adalah maslaah kelembapan yang paling umum terjadi. Biasanya ini terjadi pada tembok kamar mandi.

    Penyebab

    Air memasuki dinding karena berbagai alasan, termasuk yang berikut :

    • Saluran air di atap rusak atau tersumbat.
    • Batu bata sudah dalam kondisi buruk sehingga tidak bisa menahan air
    • Dinding luar retak
    • Celah di kusen jendela dan pintu
    • Genteng rusak atau bocor

    Cara Mengatasinya

    Kamu harus mengidentifikasi penyebab kelembaban dan mengatasi masing-masing penyebabnya secara terpisah untuk mengatasinya:

    • Memperbaiki dan membersihkan selokan yang rusak
    • Ganti dan perbaiki genteng yang bocor atau rusak
    • Menambal dinding, kusen pintu, dan jendela
    • Perbaiki pipa yang rusak
    • Ganti batu bata dengan bahan anti air, atau cat di atasnya.

    2. Kelembapan Air tanah

    Air dari tanah bisa naik ke dalam rumah dan menyebabkan kelembaban meningkat. Ini adalah masalah struktural pada bangunan, terutama terkait dengan lapisan atau membran tahan lembab. Kursus damp-proof adalah lapisan tahan air yang dipasang pada dinding bangunan di dekat tanah untuk menghentikan naiknya kelembaban. Biasanya, ini adalah strip horizontal yang dibangun di dinding setidaknya 15 cm di atas permukaan tanah, dan terbuat dari plastik atau aspal.

    Untuk melindungi rumah dari naiknya air tanah, lembaran tahan air yang disebut membran tahan lembab dipasang di bawah lantai beton. Kelembaban yang meningkat terjadi ketika lapisan dan membran anti lembab tidak berfungsi dengan baik atau rumah tersebut tidak memasang lapisan ini.

    Cara Mengatasinya

    Untuk memperbaiki masalah kelembapan yang satu ini, kamu butuh seorang profesional. Pertama, pastikan rumah kamu memiliki lapisan atau membran anti lembab. Jika ingin tahu, konsultasikan dengan ahli. Permukaan tanah yang tinggi juga bisa menjadi masalah karena air bisa meresap ke dinding.

    Lapisan anti lembab harus berada 15 cm di atas permukaan tanah; jika tanah terlalu tinggi, gali tanah di sekitar dinding sampai di bawah lapisan tersebut. Untuk melindungi dinding dari kelembaban, kamu juga bisa melapisinya dengan aspal.

    3. Kembapan Kondensasi

    Kelembaban yang diakibatkan oleh udara yang mengembun di dinding, mengakibatkan kelembaban kondensasi. Ketika udara hangat dan lembab bersentuhan dengan permukaan yang dingin, seperti dinding, udara tidak bisa menahan kelembaban, yang mengakibatkan tetesan air muncul dan menyebabkan lembap berlebih. Hal ini juga bisa disebabkan karena ventilasi yang buruk juga di rumah.

    Cara mengatasinya

    • Menggunakan kaca ganda (agak mahal)
    • Menggunakan dehumidifier.
    • Membuka jendela dan menambahkan ventilasi udara dan kipas angin
    • Menyeka jendela dan area yang berenbun dengan kain untuk membersihkannya

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Cara Simpan Semen yang Benar?


    Jakarta

    Untuk mempertahankan kualitas semen, diperlukan cara penyimpanan yang baik dan benar. Kamu tidak boleh sembarangan menyimpannya agar semen tersebut tidak mengeras.

    Ada beberapa hal yang harus dihindari saat menyimpan semen dalam jumlah yang banyak. Di antaranya adalah kamu harus menghindari semen dari tempat yang basah, langsung terkena sinar matahari, dan lembap.

    Lantas, gimana seharusnya cara yang tepat untuk menyimpan semen? Berikut ulasannya.


    1. Simpan Semen di Ruang Tertutup dan Jaga Sirkulasi Udara

    Menyimpan semen di ruang tertutup bertujuan untuk meminimalisir kerusakan dan membuat semen tidak gampang mengeras. Tidak hanya itu, ruang tertutup juga membuat semen terhindar dari air hujan dan paparan sinar matahari.

    Pastikan untuk selalu mengawasi kondisi ruangan agar tetap kering setiap saat dan jangan lupa untuk periksa kalau ada potensi kebocoran. Gudang di area rumah adalah tempat terbaik untuk menyimpan semen.

    Kalau kamu meletakkan semen dengan material lain, beri jarak yang cukup agar tetap ada sirkulasi udara. Perlu diingat agar ruangan tersebut tidak lembab, sebab kelembaban bisa mempengaruhi kualitas semen.

    Jangan lupa untuk selalu membersihkan ruang penyimpanan tersebut secara rutin. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga kualitas semen.

    2. Memberi Alas pada Tumpukan Semen

    Jangan langsung meletakkan semen ke permukaan lantai atau tanah secara langsung. Hal ini berpotensi semen terkena air.

    Oleh sebab itu, pakailah alas pada tumpukan semen, bisa pakai papan kayu ukuran 150-200 mm di atas lantai atau tanah. Kalau perlu, kamu bisa tutup dengan kain tebal atau terpal agar terhindar dari paparan sinar matahari.

    3. Tumpuk Semen Menyilang

    Menumpuk semen secara menyilang adalah cara terbaik dan dianjurkan agar bisa menjaga kualitas dan tidak gampang jatuh.

    Di samping itu, hal ini bisa membuat semen terhindar dari kelembaban oleh uap air yang terperangkap. Jangan tumpuk smen lebih dari 15 kantong atau sak agar tidak bocor.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa yang Akan Terjadi Kalau HGB Tanah yang Kamu Tempati Habis? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Sertifikat tanah berupa Hak Guna Bangunan atau HGB memiliki masa waktu tertentu. Kalau masa waktunya sudah habis, bagaimana status tanahnya?

    Berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA), hak guna bangunan adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri dengan jangka waktu paling lama 30 tahun. Adapun, jangka panjang waktu tersebut dapat diperpanjang paling lama sampai 20 tahun.

    Di sisi lain, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah, HGB di atas tanah hak milik diberikan untuk jangka waktu paling lama 30 tahun dan dapat diperbarui dengan akta pemberian HGB di atas hak milik. Setelah jangka waktu pemberian, perpanjangan, dan pembaruan selesai, tanah HGB kembali menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah hak pengelolaan.


    Apabila pemegang HGB tak lagi memenuhi syarat, maka dalam jangka waktu satu tahun wajib melepaskan atau mengalihkan HGB tersebut kepada pihak yang memenuhi syarat. Apabila tidak dilakukan, maka hak tersebut hapus secara hukum.

    Selain karena jangka waktunya sudah habis, ada beberapa hal yang mengakibatkan hapusnya HGB. Berikut ini informasinya.

    Hapusnya Hak Guna Bangunan (HGB)

    Terdapat beberapa hal yang menyebabkan hilangnya atau hapusnya HGB. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2021 pasal 46, berikut ini alasannya.

    1. Berakhirnya jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam keputusan pemberian, perpanjangan atau pembaruan haknya

    2.Dibatalkan haknya oleh Menteri sebelum jangka waktu berakhir karena:
    – Tidak terpenuhinya ketentuan kewajiban dan/atau larangan bagi pemegang hak
    – Tidak terpenuhinya syarat atau kewajiban yang tertuang dalam perjanjian pemberian HGB antara pemegang HGB dan pemegang hak milik atau perjanjian pemanfaatan Tanah Hak Pengelolaan
    – Cacat administrasi, atau
    – Putusan pengadilan telah memperoleh kekuatan hukum tetap

    3. Diubah haknya menjadi Hak Atas Tanah lain

    4. Dilepaskan secara sukarela oleh pemegang haknya sebelum jangka waktu berakhir

    5. Dilepaskan untuk kepentingan umum

    6. Dicabut berdasarkan Undang-undang

    7. Ditetapkan sebagai Tanah Terlantar

    8. Ditetapkan sebagai Tanah Musnah

    9. Berakhirnya perjanjian pemberian hak atau perjanjian pemanfaatan tanah untuk HGB di atas hak milik atau Hak pengelolaan

    10. Pemegang hak sudah tidak memenuhi syarat sebagai subjek hak

    Sebagai informasi, HGB ini dapat beralih dan dialihkan kepada orang lain. Perlu diketahui, yang dapat memiliki HGB yaitu warga negara Indonesia (WNI) serta badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berada di Indonesia.

    Demikian informasi terkait HGB. Semoga informasinya bermanfaat ya detikers!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ada 2 Sertifikat Tanah Sama-sama Asli, Mana yang Diakui?



    Jakarta

    Sertifikat Hak Milik (SHM) merupakan bukti terkuat atas kepemilikan tanah. Namun, jika tiba-tiba ada SHM lainnya di bidang tanah yang sama, mana yang akan diakui?

    Memiliki tanah yang sudah berstatus SHM memang menenangkan. Sebab, SHM merupakan status atas kepemilikan tanah yang paling tinggi di mata hukum.

    Menurut PP No, 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, pada pasal 4 ayat (1) disebutkan bahwa pemegang hak atas tanah diberikan kepada pemegang yang bersangkutan berupa sertifikat hak atas tanah untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum.


    Akan tetapi, apa jadinya kalau tiba-tiba di bidang tanah yang sama terdapat seseorang yang memiliki bukti kepemilikan tanah berupa SHM juga? Mana yang lebih kuat dan diakui sebagai pemilik yang sah?

    Menurut Pengacara Properti, Muhammad Rizal Siregar, S.H, M.H, apabila terdapat permasalahan sertifikat ganda dalam bukti hak milik, maka yang harus ditinjau lebih dulu bukti hak awal dalam kepemilikan, seperti girik maupun Letter C. Jadi yang dilihat adalah dasar hak kepemilikan sebelum terbitnya SHM.

    “Dan dapat dipastikan girik dan Letter C siapa yang lebih awal dimiliki oleh pemegang hak sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN),” kata Rizal saat dihubungi detikProperti, Senin (27/5/2024).

    Untuk memastikannya, dapat ditinjau melalui BPN atau melalui pengadilan.

    “Kemudian untuk memastikan pembuktian siapakah pemegang hak sesungguhnya berdasarkan bukti awal tersebut, dapat ditinjau di BPN atau melalui pengadilan,” ungkapnya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda Ada Rayap Sudah Menyusup ke Rumah dan Cara Membasminya


    Jakarta

    Rayap adalah salah satu hama paling meresahkan di rumah. Keberadaannya di rumah seringkali membuat cemas karena rayap bisa merusak berbagai perabotan rumah. Perabot dan struktur rumah yang terbuat dari kayu bisa lapuk jika digerogoti oleh rayap. Oleh karena itu, penting untuk mengecek apakah ada rayap di setiap sudut rumah kamu.

    Bagaimana cara kita tahu ada rayap di rumah?

    Dikutip dari bhg.com, ada beberapa tanda yang bisa menjadi tanda adanya koloni rayap di rumah kamu, apa saja tandanya? Simak di bawah, ya!


    Tanda Rumah Sedang Diserang Rayap

    1. Kayu Berlubang

    Ciri yang paling mudah terlihat adalah banyaknya lubang pada kayu rumahmu. Kayu adalah tanda bahwa rayap telah menggerogoti bagian dalamnya. Biasanya kayu itu akan mengeluarkan suara yang nyaring ketika dipukul.

    2. Jalur Tanah

    Jalur tanah ini biasanya digunakan oleh rayap untuk berpindah dari tanah ke kayu tujuan. Jalur ini digunakan oleh para rayap supaya mereka bisa berpindah dengan aman.

    3. Suara Klik atau Benturan

    Bila Kamu mendengar suara klik atau benturan di dalam tembok, itu artinya ada rayap yang sedang mengirimkan sinyal pada koloninya. Mereka sengaja membenturkan kepala mereka pada kayu untuk menunjukkan jalan pada rayap lainnya.

    4. Bekas Sayap Serangga

    Beberapa rayap pasti akan meninggalkan jejak berupa sayap yang patah. Biasanya patahan sayap tersebut juga dijadikan sebagai tanda sarang mereka.

    5. Cat Mengelupas

    Bila kamu mengenakan tembok tipe drywall, ketika rayap melubangi tembok tersebut, udara lembap akan masuk ke sela dalam drywall dan menjadikan catnya mengelupas.

    6. Residu Kayu

    Bila kamu melihat ada residu berupa bola-bola berwarna cokelat, biasanya itu adalah ulah dari rayap.

    Nah, bila kamu menemui ciri-ciri tersebut kamu bisa mencoba cara berikut ini untuk membasminya.

    Cara MudahBasmi Rayap Dari Rumah

    Manggunakan Asam Borat

    Cairan ampuh yang bisa km gunakan untuk membasmi rayap adalah asam borat. Kamu bisa menyemprotkan asam borat langsung kepada kayu atau perabot yang diserang oleh rayap. Tapi, harus tetap berhati-hati saat menyemprot karena zat dari asam borat sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan hewan peliharaan.

    Menggunakan Diatomit (Tanah Diatom)

    Selain Asam Borat, kamu bisa menggunakan diatomit yang tidak berbahaya. Caranya, kamu bisa menaburkannya pada tanah atau pada area yang digerogoti oleh rayap.

    Menggunakan Minyak Jeruk atau Minyak Nimba

    Minyak jeruk dan minyak nimba adalah salah satu insektisida organik yang bisa mengatasi serangan rayap skala kecil. Kekurangannya, minyak ini tidak dapat mengatasi serangan rayap dalam skala besar.

    Cara menggunakannya mudah, cukup campurkan 2 gelas air, beberapa tetes sabun cuci piring, dan sekitar 9-12 tetes minyak jeruk atau minyak neem. Lalu semprotkan langsung pada lokasi yang diserang oleh rayap.

    Insektisida

    Jika kamh tidak memiliki bahan-bahan di atas, kamu bisa menggunakan insektisida yang bisa di beli di toko toserba. Insektisida juga cukup ampuh untuk membasmi rayap, tapi pastikan untuk tidak menggunakannya dalam jumlah terlalu banyak karena bisa merusak perabot.

    Selain cara di atas, kamu juga bisa menggunakan cara profesional seperti menggunakan umpan beracun yang menarik para rayap, melakukan fumigasi, atau menggunakan teknik termitisida pada kayu rumahmu.

    Itulah tanda rayap ada di rumah, dan cara membasminya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kopi Tumpah di Karpet Bisa Dibersihkan?



    Jakarta

    Tak bisa dipungkiri, menumpahkan kopi adalah hal yang tidak bisa dihindari. Saat secangkir kopi tumpah ke karpet, akan membekas noda yang tidak enak dilihat dan kadang lengket seolah menjadi tanda pernah ada tumpahan kopi sebelumnya.

    Dilansir dari Molly Maid, noda kopi kelihatannya tidak menjadi masalah, padahal kalau dibiarkan bisa jadi noda membandel dan tempat berkembang biak bagi bakteri.

    Jadi, gimana cara membersihkan noda kopi di karpet?


    Cara Membersihkan Kopi di Karpet

    1. Basahi noda dengan air hangat untuk mengangkat kopi yang mengering. Lalu, bersihkan area tersebut dengan kain putih kering dimulai dari pinggir noda kemudian ke arah dalam guna mencegah warna merembes ke serat kain di sekitarnya. Teruskan dengan membasahi dan mengelap noda sampai tidak ada lagi noda kopi yang tersisa di karpet.

    2. Buat pembersih sendiri. Memanfaatkan bahan-bahan yang sudah ada di rumah, kamu bisa membersihkan noda kopi di karpet sama mudahnya dengan produk komersial yang mahal. Bahan-bahannya terdiri dari satu sendok makan sabun cuci piring, satu sendok makan cuka putih, dan dua cangkir air hangat. Campurkan semua bahan tersebut ke dalam mangkuk dan aduk larutan dengan sendok.

    3. Oleskan cairan pembersih dengan kain bersih. Tepuk-tepuk dari tepi noda ke arah dalam. Celupkan kembali kain ke dalam mangkuk sesuai kebutuhan. Tepuk-tepuk noda dengan kain kering untuk menghilangkan noda dari serat karpet.

    4. Kalau kopinya mengandung gula atau krim, campurkan satu tutup botol deterjen berenzim dan satu cangkir air hangat ke dalam wadah yang bersih. Aduk larutan hingga tercampur rata. Gunakan kain baru untuk mengoleskan larutan pembersih ke noda kopi untuk mengurai gula dan krim yang lengket.

    5. Bilas karpet dengan air dingin. Lap noda semaksimal mungkin dengan handuk, dan biarkan karpet mengering dengan sendirinya. Hindari menginjak area tersebut sampai noda benar-benar kering.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com