Author: Gak Ganti Gambar

  • Hati-Hati Air Tercemar Tinja, Begini Jarak Aman Sumur dengan Septic Tank



    Jakarta

    Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan di setiap rumah. Apabila air bersih sampai tercemar, misalnya tercemar tinja bisa menimbulkan berbagai penyakit bagi penghuni rumah.

    Melansir dari detikHealth, Kamis (30/5/2024) Water Specialist dari Fakultas Teknik Lingkungan & Sipil (FTSL) ITB Ir. Rofiq Iqbal, ST, MEng menyebut tingginya cemaran air tinja di Indonesia salah satunya karena lokasi septic tank yang dekat dengan tempat tinggal warga. Septic tank memiliki jarak hanya 2-3 meter dari rumah warga di pemukiman yang padat.

    Padahal, jarak septic tank yang terlalu dekat dengan sumber air bisa membuat air tercemar dengan bakteri Escherichia coli (E. Coli) yang bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi saluran pencernaan.


    Selain itu, dokter spesialis penyakit dalam dan Konsultan Gastroenterologi-hepatologi dr Kaka Renaldi, SpPD mengungkap E. Coli bisa mengakibatkan beberapa kasus fatal, terutama kepada kelompok rentan seperti ibu hamil.

    Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan jarak ketika membuat sumur air maupun septic tank. Jangan sampai air yang digunakan keluarga sehari-hari malah membahayakan penghuni rumah.

    Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 2398:2017, jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur air minum harus 10 meter. Lalu, untuk upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur air minum 1,5 meter. Begitu juga dengan taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur air minum.

    Selain sumur air minum, perlu juga menjaga jarak sumur resapan air hujan dari septic tank. Di kala kekeringan atau krisis air, sumur resapan air hujan menyimpan cadangan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

    Jarak minimal sumur resapan septic tank dengan sumur resapan air hujan setidaknya berjarak 5 meter. Sementara, upflow filter septic tank berjarak minimal dengan sumur resapan air hujan 1,5 meter. Untuk taman sanita septic tank, jarak minimalnya 1,5 meter dari sumur resapan air hujan.

    Itulah jarak aman septic tank dari sumur supaya air tidak tercemar tinja. Semoga bermanfaat!

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Syarat Penerima Manfaat Simpanan Tapera



    Jakarta

    Peserta tabungan perumahan rakyat (Tapera) akan mendapatkan berbagai manfaat. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu untuk mendapatkan manfaat.

    Bagi pesertaTapera, bisa memanfaatkan pembiayaan perumahan. Manfaat tersebut berupa Kredit Renovasi Rumah (KRR), Kredit Bangun Rumah (KBR), serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun dan suku bunga tetap di bawah suku bunga pasar.

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomo 25 Tahun 2020 Pasal 38 ayat (1), ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pembiayaan perumahan, yaitu:
    – mempunyai masa kepesertaan paling singkat 12 bulan
    – termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
    – belum memiliki rumah, dan/atau
    – menggunakannya untuk pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama.


    Pada pasal 38 ayat (2) aturan tersebut disebutkan bahwa peserta PNS aktif yang pokok tabungannya dialihkan menjadi saldo awal sebagai Peserta yang jumlahnya melebihi jumlah Simpanan wajib selama 12 bulan dapat dikategorikan sebagai Peserta yang masa kepesertaannya lebih dari 12 bulan.

    Lalu, pada pasal 39 PP 25 tahun 2020, disebutkan bahwa Badan Pengelola Tapera (BP Tapera) akan mengatur penilaian kelayakan peserta oleh bank atau perusahaan pembiayaan untuk mendapatkan pembiayaan perumahan. Berikut ini urutan prioritas berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:
    – lamanya masa kepesertaan
    – tingkat kelancaran membayar simpanan
    – tingkat kemendesakan kepemilikan rumah, dan
    – ketersediaan dana pemanfaatan

    Dalam situs BP Tapera, untuk bisa memanfaatkan pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama, peserta harus memiliki gaji maksimal Rp 8 juta per bulan atau Rp 10 juta per bulan khusus untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

    Padahal, dalam PP No 21 tahun 2024, dijelaskan bahwa yang wajib menjadi peserta Tapera adalah pekerja dan pekerja mandiri yang berusia setidaknya 20 tahun atau sudah menikah serta bergaji minimal UMR. Sayangnya tidak ada penjelasan mengenai berapa batas atas gaji pekerja.

    Dengan kata lain, pekerja yang bergaji di atas Rp 8 juta tetap dipotong gaji untuk iuran tapi belum dijelaskan terkait bisa tidaknya mendapatkan tiga manfaat itu.

    Sebelumnya, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho saat dihubungi detikProperti sempat mengatakan bahwa pihaknya tengah menggodok alternatif lain bagi peserta yang sudah memiliki rumah sehingga bisa mendapatkan manfaat lainnya.

    Untuk saat ini, peserta yang sudah memiliki rumah akan mendapatkan kembali uang yang disimpan di BP Tapera sekaligus dengan hasil pemupukannya yang besarannya sekitar 4,5-4,8%.

    “Saat ini kami sendiri juga sedang memformulasikan beberapa alternatif pembiayaan, khususnya untuk ‘penabung mulia’ (yang sudah punya rumah) supaya juga punya benefit selain hasil tabungannya akan dipupuk dan akan dikembalikan pada saat pensiun atau berhenti sebagai pegawai atau telah mencapai usia 58 tahun kalau peserta non ASN,” tuturnya kepada detikProperti, Senin (27/5/2024) lalu.

    Heru menjelaskan bahwa semua pekerja akan ikut membayar simpanan Tapera, termasuk yang sudah punya rumah. Nantinya, sebagian uang tabungan masyarakat yang sudah punya rumah akan digunakan untuk membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah. Istilahnya seperti subsidi silang. Skema tersebut dinilai sesuai dengan prinsip BP Tapera yaitu gotong royong.

    Heru menambahkan, di akhir masa kepesertaan Tapera, uang yang sudah ditabung akan dikembalikan setelah peserta pensiun atau berhenti dari pekerjaan atau ketika sudah berumur 58 tahun.

    “Yang sudah punya rumah membantu yang belum punya rumah untuk bisa mendapatkan pembiayaan murah jangka panjang supaya bisa punya rumah. Yang sudah punya rumah seperti apa treatment-nya? Nanti dananya itu kan tabungan, pada saat berakhir kepesertaan, pada saat yang bersangkutan berhenti jadi pegawai, akan kita kembalikan lagi beserta hasil pemupukannya. Pokok simpanan dan hasil pemupukannya akan kita kembalikan,” jelas Heru.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Sumur Resapan Air, Strategi Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau



    Jakarta

    Musim kemarau ditandai dengan curah hujan yang menurun. Hal ini dapat menimbulkan kekeringan, bahkan krisis air bersih.

    Padahal, air merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Dari minum, membersihkan diri, hingga mengairi tanaman mengandalkan air.

    Nah, perlu sekali mengantisipasi kekeringan di musim kemarau. Ambil kesempatan untuk menampung air di kala hujan, salah satunya bisa dengan sumur resapan air.


    Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menjelaskan sumur resapan air adalah media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian. Air yang tertampung dalam sumur akan meresap ke dalam tanah.

    “Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).

    Ia menyebut sumur resapan sebagai model intervensi teknologi sederhana dalam rangka mengendalikan atau mengelola sumber daya air, khususnya air hujan dan air larian di permukaan tanah.

    Terlebih, saat ini kawasan dengan lahan hijau untuk meresap air hujan sudah minim. Maka, sumur resapan menjadi alternatif yang baik untuk menahan dan mengembalikan air ke dalam tanah.

    Sumur resapan ini menjadi sangat menguntungkan karena mencegah masalah serta bermanfaat sebagai tabungan air. Daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan yang merusak jalan.

    “Kalau punya sumur gali (atau) sumur pantek (bar), dan di rumah ada sumur resapan, dijamin tidak akan kering sumur (air) karena air masuk ke dalam sumur (dari sumur resapan). Dan itu manfaatnya di musim kemarau yang paling utama, karena kita pakai saat tidak ada hujan,” ucapnya.

    Lalu, Asep menerangkan cara memanfaatkan air hujan dengan sumur resapan. Pemilik rumah bisa menggunakan air toren selama musim hujan. Sementara kelebihan air hujan bisa masuk dan meresap ke tanah dengan sumur resapan, sehingga menjadi air tanah.

    “Pada saat tidak ada hujan, toren kosong, kita bisa pompa dari sumur resapan,” katanya.

    Dengan demikian, sumur resapan menjadi salah satu strategi untuk mengatasi kekeringan di musim hujan.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Susah Bersihkan Sisa Stiker yang Nempel? Begini Solusinya


    Jakarta

    Stiker adalah sebuah kertas perekat yang biasanya sering kita jumpai pada produk-produk baru. Biasanya stiker ini digunakan sebagai segel keaslian, label harga, informasi produk, atau hingga sekedar hiasan saja.

    Stiker ini memiliki zat perekat berupa lem pada permukaan bawahnya. Lem ini nantinya akan berperan sebagai perekat antara kertas stiker dengan permukaan yang ingin ditempelkan oleh stiker tersebut.

    Nah, zat lem ini terkadang mudah untuk meninggalkan residu ketika kita hendak melepas stiker tersebut dari permukaan produk yang kita beli. Lebih parahnya lagi, terkadang lem tersebut dibuat terlalu kuat sehingga kertas stiker mudah sobek dan meninggalkan residu yang sulit untuk dibersihkan ketika kita hendak melepasnya.


    Bagi kamu yang punya masalah seperti ini, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa coba simak cara di bawah ini untuk membersihkan residu lem stiker yang tertinggal pada permukaan barang kamu.

    Cara Melepas Residu Lem Stiker Pada Permukaan yang Ditempelinya

    Dikutip dari rd.com, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk membantu proses membersihkan sisa stiker yang masih menempel. Berikut ringkasannya.

    1. Skraper

    Cara paling pertama tentu saja dengan menggosoknya secara paksa menggunakan skraper atau pisau semen, tapi perlu kamu perhatikan bahwa skraper yang digunakan harus berbahan plastik.

    Untuk membantu proses pembersihan menggunakan skraper, kamu bisa coba untuk membasahi residu stiker tersebut dengan sabun cuci piring cair atau dengan merendamnya dalam air hangat terlebih dahulu.

    2. Pengering Rambut

    Suhu panas bisa membantu melunakkan lem dari residu stiker. Oleh karena itu kamu bisa coba untuk menggunakan pengering rambut untuk membantu membersihkan residu stiker ini.

    Caranya cukup mudah, cukup nyalakan pengering rambut dengan suhu terendah, lalu arahkan ke residu stiker yang ingin dilepas sambil menggosoknya secara perlahan. Perlu diperhatikan bahwa cara ini hanya berlaku untuk permukaan benda yang tahan dengan suhu panas.

    3. Minyak

    Baik itu minyak sayur maupun minyak kelapa bisa digunakan sebagai bahan untuk membantu membersihkan residu stiker. Namun sayangnya metode ini kurang cocok untuk digunakan pada permukaan seperti pakaian atau kayu yang belum dipoles.

    Caranya cukup dengan mengolesi residu stiker dengan minyak lalu tunggu hingga residu stiker menjadi lembek. Setelah itu gosok residu hingga bersih.

    4. Pasta Gigi

    Pasta gigi memang terdengar cukup aneh bila kita sedang membahas cara membersihkan residu lem stiker. Namun nyatanya pasta gigi memang memiliki sifat abrasif yang bisa digunakan untuk membersihkan residu stiker. Namun sayangnya, sama seperti minyak, metode pasta gigi ini juga tidak boleh digunakan pada pakaian dan kayu yang belum dipoles.

    5. Aseton (Pembersih Cat Kuku)

    Cairan pembersih kuat seperti aseton bisa kamu gunakan untuk membersihkan residu stiker pada permukaan kaca dan beberapa pakaian.

    Perlu diperhatikan bahwa aseton dapat melarutkan beberapa bahan plastik dan polimer. Oleh karena itu, sebaiknya kamu tidak menggunakan metode ini untuk membersihkan residu stiker pada dinding yang dicat

    Caranya, ujilah terlebih dahulu pada area kecil. Jika bahan permukaan tempat residu stiker menempel tidak bereaksi buruk, oleskan aseton pada bola kapas, lalu gosok residu stikernya hingga bersih.

    6. Alkohol Gosok

    Alkohol gosok adalah salah satu cairan yang ampuh untuk membersihkan residu stiker. Namun metode ini tidak boleh digunakan pada permukaan kayu yang sudah dipoles, dan dinding dengan cat latex

    Pertama-tama, kamu harus menguji reaksinya terlebih dahulu pada area kecil. Jika bahan permukaan tempat residu stiker menempel tidak bereaksi buruk. Bersihkan residu stiker yang besar menggunakan skraper, kemudian gosok residu stiker menggunakan bola kapas yang sudah dibasahi dengan alkohol gosok.

    7. Cuka

    Cuka, salah satu bahan alami yang sering digunakan sebagai cairan pembersih ini juga bisa membantu untuk membersihkan residu stiker.

    Caranya sangat mudah sekali. Cukup basahi kain atau spons dengan air cuka, lalu gosok residu stiker secara perlahan menggunakan kain yang sudah dibasahi tadi.

    8. Lakban/Selotip

    Lakban atau selotip berkualitas tinggi dapat digunakan untuk menghilangkan perekat dari permukaan keras.

    Caranya yaitu dengan menempelkan selotip pada residu stiker, lalu tekan dengan kuat untuk merekatkan selotip ke residu. Setelah merekat dengan baik, lepas kembali selotip secara perlahan dan dengan sudut kemiringan rendah supaya hasilnya maksimal.

    9. Thinner

    Heavy-duty Thinner bisa digunakan sebagai pelarut residu lem stiker. Ini adalah salah satu opsi yang paling agresif. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari metode ini atau jadikan sebagai pilihan terakhir saja. Tentunya thinner tidak boleh digunakan pada kayu yang sudah dipoles, dan dinding yang sudah di cat.

    Pastikan kamu juga melindungi diri sendiri dengan alat keamanan, termasuk pelindung mata dan sarung tangan, saat menggunakan thinner untuk membersihkan residu stiker ini.

    Itu dia 9 Metode yang bisa kamu coba untuk menghilangkan atau membersihkan residu stiker yang menempel pada permukaan barang kamu. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Sumur Resapan Air Hujan buat Antisipasi Banjir & Kekeringan


    Jakarta

    Sumur resapan air di rumah sangat bermanfaat untuk mengantisipasi berbagai masalah di sekitar rumah. Sumur ini membantu mencegah banjir di musim hujan dan menampung air untuk menghadapi kekeringan di musim kemarau.

    Koordinator Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air Berketahanan Iklim dari USAID IUWASH Tangguh, Asep Mulyana menyebut sumur resapan air sangat bermanfaat untuk mengelola air hujan. Ia mendefinisikan sumur resapan air sebagai media berupa lubang untuk menampung air hujan atau air larian di permukaan tanah.

    “Sumber air hujan atau mengalir tidak terkontrol itu bisa menjadi sebuah cadangan air tanah untuk dimanfaatkan dan tabungan di musim kemarau,” ujar Asep kepada detikcom, Kamis (30/5/2024).


    Sumur resapan ini bermanfaat sebagai tabungan air daripada membiarkan air hujan mengalir hingga menimbulkan masalah seperti banjir dan genangan air. Lalu, bagaimana cara membuat sumur resapan air di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Membuat Sumur Resapan Air

    1. Tentukan Letak Sumur

    Asep mengatakan sumur resapan air idealnya berada di dataran paling rendah di halaman rumah. Maka, carilah letak yang rendah supaya air hujan mengalir ke arah sumur resapan air.

    Selain itu, pastikan sumur resapan memiliki jarak aman sesuai standar terhadap bangunan lain seperti fondasi rumah dan septic tank.

    2. Hitung Curah Hujan

    Untuk menentukan dimensi lubang resapan air, tergantung pada ukuran atap dan curah hujan suatu kawasan. Asep membagikan tips mudah menghitung curah hujan menggunakan gelas.

    “Simpan gelas di halaman rumah dari mulai hujan sampai berhenti hujan. Misalkan muncul (ketinggian) 5 cm, berarti intensitas curah hujan itu 5 cm di situ dalam sekali hujan,” katanya.

    Angka tersebut dikonversikan ke satuan meter, lalu dikalikan dengan luas atap rumah untuk menentukan volume lubang sumur resapan.

    3. Gali Lubang

    Selanjutnya, gali lubang dengan dimensi yang sesuai dengan volume tersebut. Dimensi ini bisa disesuaikan dengan ukuran lahan yang dimiliki. Kedalaman sumur bisa 1-2 meter sesuai kebutuhan dan bentuk lubang dapat berupa persegi panjang.

    4. Buat Dinding

    Kemudian, bangun tembok mengitari sumur untuk mengamankan bentuk sumur. Tembok ini terbuat dari bata dan memiliki kedalaman 50 cm. Sementara sisa dinding sumur dibiarkan tanpa tembok untuk memaksimalkan resapan air ke arah samping.

    5. Isi Lubang Sumur

    “Untuk mengamankan kondisi sumur di paling bawah dikasih 20-30 cm kerikil. Di atasnya lagi dikasih 20-30 cm ijuk. Fungsinya untuk menahan kotoran atau lumpur yang masuk,”

    Kalau air hujan yang masuk ke dalam sumur berasal dari atap yang disambungkan ke paralon, maka tidak perlu mengkhawatirkan kotoran dan lumpur memenuhi sumur.

    5. Pastikan Aliran Air

    Pastikan air hujan akan mengalir ke sumur resapan dengan membuat sumur di dataran rendah. Jika halaman rumah datar, air bisa dialirkan dengan membuat parit kecil yang mengarah ke lubang dinding sumur resapan.

    Selain itu, air hujan yang jatuh ke atap juga bisa dialirkan ke sumur dengan membuat talang air dan paralon.

    6. Tutup Permukaan

    Apabila permukaan sumur resapan akan difungsikan, misalkan parkiran motor atau tempat jemuran, maka permukaan sumur dicor seperti membuat septic tank. Maka, pengecoran juga menggunakan tulang besi dan manhole.

    Itulah cara membuat sumur resapan air untuk mengantisipasi masalah di kemudian hari. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Benar Nggak Sih Toren Air Warna Oren Lebih Cepat Tumbuh Lumut Ketimbang Biru?



    Jakarta

    Air merupakan kebutuhan rumah tangga yang sangat esensial. Setiap rumah perlu memiliki pengelolaan air yang baik, salah satunya dengan mencadangkan air bersih menggunakan toren.

    Toren atau tandon air adalah tangki yang berfungsi menampung air bersih. Tangki ini membantu mengantisipasi kondisi kekurangan air. Ada berbagai jenis toren dari segi bahan, bentuk, hingga warna.

    Dari segi warna, toren tersedia dalam warna oren, biru, bahkan hitam. Namun, sebagian masyarakat masih beranggapan toren warna oren lebih mudah ditumbuhi lumut. Benarkah begitu?


    Pemilik Jasa Kuras Toren kurastoren.com, Suratman mengatakan toren berwarna terang, seperti oranye atau kuning lebih mudah pudar akibat paparan sinar matahari. Sementara, toren berwarna gelap seperti biru dan hitam sebaliknya.

    Apabila warna toren sampai pudar, maka sinar matahari bisa menembus masuk ke dalam toren, sehingga dapat memicu pertumbuhan lumut.

    “Jadi, kena matahari itu dia lebih tembus gitu loh, jadi lumut itu lebih malah kena sinar matahari itu cepat lumutan gitu. Oranye itu bukan memantul tapi malah nyerap, makin terang, oranye itu malah nyerap jadi air di toren itu malah gampang lumutan,” ujar Suratman kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Berdasarkan hal itu, banyak konsumen yang lebih cenderung pada toren berwarna gelap, seperti biru atau hitam. Terpisah, Toko Bangunan Kurnia Jaya mengungkapkan banyak pembeli memilih toren berwarna biru.

    “Kalau banyak orang ada yang bilang biru itu lebih tahan lumut, oranye itu ya biasa gitu,” kata Hendri.

    “Beberapa langganan kita yang beli bahwa ‘kita mau yang warna biru, nih, lebih tahan lumut karena mataharinya nggak bisa nembus ke dalam’,” lanjutnya.

    Mengutip dari detikEdu, (30/10/2023) lumut adalah sejenis tumbuhan yang dapat memproduksi makanannya sendiri dengan bantuan sinar matahari. Selain itu, tumbuhan yang memiliki nama ilmiah Bryophyta ini mudah tumbuh di daerah yang lembap. Hal ini membuat toren sebagai tempat yang bisa tumbuh lumut karena memang digunakan untuk menampung air.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Aluminium Foil Bisa Dipakai pada Bangunan Juga Lho, Ini Fungsi-Jenisnya


    Jakarta

    Aluminium foil umumnya digunakan untuk membungkus makanan. Namun, ternyata aluminium foil juga bisa digunakan pada bangunan lho.

    Pada bangunan, aluminium foil dapat berfungsi sebagai insulasi, yaitu untuk mengatur suhu di dalam bangunan agar tetap stabil. Dalam catatan detikcom, aluminium foil juga bisa memantulkan sinar matahari sehingga membantu menjaga suhu dalam bangunan tetap nyaman.

    Menurut seorang profesional kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, aluminium foil bisa digunakan sebagai isolator di rumah karena memiliki kemampuan yang baik untuk membuat ruangan terasa lebih sejuk dan menghadang hawa panas.


    “Kalau ingin meredam panas saya rekomendasikan menggunakan aluminium foil di atap rumah. Untuk harga per meter biasanya Rp 100.000,” kata Panggah kepada detikcom, Rabu (6/9/2023) lalu.

    Di sisi lain, saat musim hujan, aluminium foil juga bisa berfungsi untuk menahan air hujan agar tidak masuk ke bawah atap. Dengan demikian, kamu tidak perlu khawatir rumah bocor karena rembesan air hujan tidak akan masuk ke dalam rumah melalui atap maupun dinding.

    Jenis-Jenis Aluminium Foil

    Dilansir dari BLKP, berikut ini beberapa jenis aluminium foil yang kerap digunakan dalam konstruksi.

    Woven Foil

    Aluminium foil jenis ini memiliki bobot yang ringan dengan bahan dasar serat plastik. Woven foil juga memiliki UV Protection untuk meminimalisir sinar UV yang masuk ke dalam rumah.

    Bubble Foil

    Aluminium foil jenis memiliki lapisan berbentuk gelembung-gelembung pada seluruh sisi permukaannya. Bubble foil ini bisa meredam bising dan meredam suhu panas.

    Foam Foil

    Aluminium foil jenis ini memiliki lapisan lembaran foam di kedua sisinya. Foam foil memiliki bobot yang lebih berat dan tebal yang dinilai cocok untuk konstruksi atap pabrik karena dapat meminimalisir panas dan suara dari luar.

    Harga Aluminium Foil

    Harga Aluminium foil berbeda-beda tergantung dari jenis hingga mereknya. Berikut ini informasi yang sudah detikcom himpun dari e-commerce.

    Harga Woven Foil

    Sekitar Rp 270 ribu – Rp 500 ribu per rol. Dimensinya beragam, umumnya sekitar 1,2 m x 50 m.

    Harga Bubble Foil

    Harga bubble foil juga beragam, tergantung bentuknya, ada yang single side ada juga yang double side. Harganya sekitar Rp 260 ribu – Rp 800 ribu per rol. Umumnya dengan dimensi 1,2 m x 25 m.

    Harga Foam Foil

    Harga foam foil juga berbeda-beda tergantung ukuran dan merek yang dibeli. Harganya sekitar Rp 305 ribu – Rp 850 ribu per rol. Ukurannya sekitar 1,2 m x 25 m, ada juga yang 1,2 m x 30 m.

    Sebagai informasi, kamu juga bisa membelinya dengan ukuran per meter sesuai dengan kebutuhan.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bangun Rumah Hemat Listrik Menurut Ahli


    Jakarta

    Tagihan listrik menjadi pengeluaran rutin setiap bulan karena listrik menjadi kebutuhan dalam kehidupan seseorang. Pastinya tagihan listrik yang murah tentu didambakan banyak orang, maka membangun rumah hemat listrik sebaiknya menjadi suatu pertimbangan.

    Lantas, bagaimana cara membangun rumah hemat listrik? Simak penjelasan dari ahli berikut ini.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan tarif listrik bisa naik kapanpun. Salah satu solusinya adalah dengan membuat rumah yang konsumsi energinya tidak terlalu besar.


    Tips Bangun Rumah Hemat Listrik

    1. Maksimalkan Ventilasi

    Inspirasi VentilasiRumah Hemat Listrik Foto: Mustika Land

    “Maksimalkan ventilasi alami sebagai pengganti pengudaraan buatan. Kalau bisa rencanakan bangunan yang di dalamnya bisa mendapatkan cross ventilation (atau) ventilasi silang supaya (udara) panasnya tertiup ke luar, kita mendapat angin yang sejuk,” ujar Denny kepada detikcom, Kamis (31/5/2024).

    Pemilik rumah dapat memaksimalkan ventilasi dengan menggunakan jalusi bagian atas, pintu geser, dan jendela swing agar angin masih bisa masuk rumah. Lalu, pastikan setiap ruangan memiliki ventilasi.

    Menurutnya, banyak ventilasi di rumah bisa membuat penghuni rumah merasa nyaman di dalam rumah, meski udara tidak sampai terasa dingin. Hal ini membantu meminimalisir penggunaan mesin AC, sehingga dapat menghemat listrik.

    Ia menambahkan bagi yang khawatir akan masalah polusi ataupun nyamuk masuk ke dalam rumah, bisa melakukan langkah antisipasi. Misalkan menumbuhkan tanaman anti nyamuk seperti lavender atau memasang air purifier.

    2. Hindari Bukaan Besar ke Arah Barat

    “Sebisa mungkin menghindari membuka bukaan terlalu besar di arah barat karena pada siang atau sore hari, daerah di wilayah barat itu cenderung panas karena matahari terbenam di barat,” imbuhnya.

    Jika rumah menghadap barat, Denny menyarankan membuat kisi-kisi atau sun shading yang menghalau panas matahari dari arah barat. Hal ini merupakan ranah arsitek untuk merancang rumah dengan estetika yang tepat menggunakan kisi-kisi.

    Ia mengatakan rumah dengan banyak bukaan seperti jendela dan pintu baik untuk ventilasi udara. Namun, tetap batasi bukaan pada sisi rumah yang menghadap ke arah barat.

    3. Manfaatkan Tumbuhan

    Jenis-Jenis jendela/via iStockRumah Hemat Listrik /via iStock Foto: via iStock

    “Maksimalkan potensi penghawaan alami lewat pohon supaya nggak terlalu panas, karena untuk isu tentang penghematan listrik nggak bisa nggak kita bicara tentang bagaimana menghemat penggunaan AC karena 70% dari energi listrik yang digunakan sebuah rumah asalnya dari AC,” katanya.

    4. Maksimalkan Pencahayaan Alami

    Ilustrasi jendelaRumah Hemat Listrik Foto: Getty Images/iStockphoto/deepblue4you

    Kemudian, maksimalkan pencahayaan matahari dengan jendela. Pastikan setiap ruangan mempunyai jendela supaya kamar tidak membutuhkan penerangan tambahan dari lampu di siang hari.

    Sedangkan, pada malam hari bisa menggunakan lampu secukupnya dengan penerangan yang tepat. Misalkan untuk ruang belajar atau steril dapat menggunakan lampu berwarna 4000 Kelvin agar tidak mengantuk. Lalu, kamar tidur bisa dengan lampu 3000 Kelvin yang tidak terlalu terang tetapi tetap nyaman.

    5. Memasang Panel Surya

    Panel-panel surya terpasang pada atap rumah Yohanes Bambang Sumaryo di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat.Rumah Hemat Listrik Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA

    “Pemilik rumah juga boleh mempertimbangkan teknologi solar panel, karena pada prinsipnya siang hari sinar matahari bisa dipanen sebagai sumber energi listrik menggantikan listrik konvensional di siang hari. Dan juga kalau kita pakai baterai, malam hari bisa punya cadangan listrik. Rasanya ini teknologi yang semakin lazim,” pungkas Denny.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Pilih Mesin Cuci Tutup Atas atau Tutup Depan? Ini Penjelasannya


    Jakarta

    Mesin cuci kini menjadi barang rumah tangga yang tersedia di setiap rumah. Di antara banyaknya pilihan mesin cuci, jenis mesin cuci yang paling umum adalah mesin cuci tutup atas dan tutup depan. Meski kegunaannya sama, tetapi kedua jenis mesin cuci ini memiliki beberapa fitur yang berbeda. Lantas, mana yang lebih baik? Mesin cuci tutup atas atau mesin cuci tutup depan?

    Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum membeli mesin cuci, seperti efisiensi, banyaknya jumlah pakaian, dan juga luas ruangan. Jika kamu tinggal di apartemen, maka perlu memikirkan masalah ruang. Namun, jika kamu tinggal di rumah dengan banyak anggota keluarga, maka harus memikirkan masalah kapasitas mesin cuci tersebut.

    Melansir dari laman Better Homes and Gardens, Jumat (31/5/2024) berikut adalah perbandingan mengenai mesin cuci tutup atas dan tutup depan.


    Mesin Cuci Tutup Atas

    Mesin Cuci Dua Tabung Sharp Super Aquamagic ES-T85NT-PK/LC 8 kgMesin Cuci Dua Tabung Sharp Super Aquamagic ES-T85NT-PK/LC 8 kg Foto: dok. Sharp Indonesia

    Mesin cuci tutup atas adalah mesin cuci yang umum digunakan di Indonesia. Jenis mesin cuci ini biasanya lebih murah di pasaran jika dibandingkan dengan mesin cuci tutup depan. Kebanyakan mesin cuci tutup atas juga memiliki ukuran yang lebih besar sehingga kurang cocok dipakai untuk kamu yang tinggal di apartemen atau rumah dengan lahan yang sempit.

    Namun, dari segi kapasitas karena ukurannya besar, mesin cuci tutup atas lebih cocok untuk mencuci pakaian dengan jumlah banyak. Selain itu, mesin cuci tutup atas juga lebih mudah digunakan oleh para orang tua karena biasanya tidak memiliki banyak pengaturan dan tombol-tombol yang rumit.

    Di balik semua kelebihannya, mesin cuci tutup atas ini cenderung lebih mahal biayanya jika dihitung untuk jangka panjang. Mengapa begitu? Meski harganya lebih murah, mesin cuci tutup atas menggunakan lebih banyak listrik dan air. Jadi, bisa membuat tagihan listrik dan air membengkak jika digunakan terlalu sering.

    Mesin Cuci Tutup Depan

    Mesin cuci tutup depan merupakan mesin cuci generasi baru yang tidak memiliki agitator. Namun, mesin cuci tutup depan bisa berputar lebih cepat, memproduksi lebih banyak air, tanpa menggunakan air baru yang banyak selama proses pencucian. Hal ini tentu membuat mesin cuci tutup depan lebih hemat energi, ramah lingkungan, dan juga mempercepat proses pengeringan baju.

    Dengan banyaknya teknologi baru pada mesin cuci tutup depan, tentu membuat mesin cuci ini di banderol dengan harga yang cukup mahal. Selain harganya yang mahal, mesin cuci tutup depan juga tidak cocok digunakan oleh orang tua karena biasanya memiliki banyak tombol dan pengaturan yang rumit.

    Selanjutnya, mesin cuci tutup depan memiliki ukuran yang cukup kecil sehingga muat dan cocok untuk ditaruh di apartemen. Tapi, kekurangannya adalah kapasitas muatannya yang juga lebih kecil jika dibandingkan dengan mesin cuci tutup atas.

    Begitulah perbandingan antara mesin cuci tutup atas dan mesin cuci tutup depan. Kedua jenis mesin cuci ini mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing, jadi kembali lagi disesuaikan dengan kebutuhan kamu, ya. Semoga membantu!

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mudah Bikin Cat Dinding Menggelembung Jadi Mulus Lagi


    Jakarta

    Cat menggelembung dan mengelupas adalah masalah yang sering terjadi pada dinding rumah. Meski terlihat sepele, cat yang menggelembung atau mengelupas ini merusak estetika dinding rumah. Jika dibiarkan, semakin lama masalah ini bisa berdampak pada kerusakan pada tembok.

    Menurut Co-CEO dan Co-Founder Gravel, Georgi Ferdwindra Putra, cat yang menggelembung bisa diakibatkan oleh dinding yang lembab, paparan sinar matahari langsung, permukaan dinding yang kotor, dan juga kesalahan dalam pemilihan cat tembok.

    “Orang sering beranggapan masalah cat menggelembung disebabkan kualitas cat yang buruk atau perubahan suhu. Padahal, faktor lain seperti mengecat dinding yang lembab, terpapar sinar matahari langsung, permukaan dinding yang kotor, atau salah memilih jenis cat juga berperan besar,” jelas Georgi Ferdwindra Putra, Co-CEO dan Co-Founder Gravel seperti yang dikutip dari keterangan tertulis pada Jumat (31/5/2024).


    “Persiapan dinding yang baik juga krusial sebelum pengecatan, dinding harus dalam kondisi prima. Kelembaban dinding dan paparan sinar matahari juga harus diperhatikan karena akan sangat mempengaruhi hasil akhir dan ketahanan cat pada dinding. Bahkan, cat dengan kualitas tinggi pun tidak akan memberikan hasil maksimal jika persiapan dindingnya tidak memadai,” tambahnya.

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan cat dinding yang menggelembung, berikut diantaranya.

    Tips Menghilangkan Cat Dinding yang Menggelembung

    1. Kikis Bagian Cat yang Menggelembung

    Sebelum melalukan pengecatan ulang, bersihkan dulu dinding dari cat yang menggelembung. Kikis bagian yang menggelembung tersebut sampai hilang menggunakan pisau dempul.

    2. Aplikasikan Kompon

    Setelah bagian cat yang menggelembung sudah hilang, tutup area tersebut menggunakan kompon atau wall sealer. Hal ini dilakukan untuk membuat permukaan dinding rata kembali.

    3. Ampelas Dinding

    Setelah kompon kering, jangan lupa untuk mengampelas dinding hingga halus dan rata. Hal ini bertujuan agar tembok halus dan cat bisa menempel dengan sempurna.

    4. Cat Ulang

    Setelah dinding mulus dan rata, proses selanjutnya adalah mengecat ulang dinding tersebut. Sebelum mengaplikasikan cat tembok, aplikasikan dulu cat primer. Setelah primer mengering, barulah lapisi dengan cat finishing sesuai keinginan.

    Selain itu, untuk mencegah cat menggelembung, pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik. Kamu bisa menggunakan dehumidifier untuk mengurangi kelembaban udara. Jangan lupa juga untuk selalu memilih cat berkualitas yang sesuai dengan jenis permukaan dinding, dan selalu ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan cat.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com