Author: Gak Ganti Gambar

  • 10 Jenis Cat Tembok Terbaik dan Populer untuk Rumah


    Jakarta

    Jenis cat tembok yang digunakan akan berpengaruh pada fungsi dan estetika rumah. Tekstur, karakter, dan suasana rumah akan hidup sesuai cat tembok yang dipilih.

    Hal pertama yang harus dipikirkan sebelum memilih jenis cat tembok adalah fungsi dan hasil akhir yang diinginkan. Tembok dapat terlihat matte atau berkilau sehingga harus disesuaikan dengan fungsi ruangan.

    Pemilihan warna juga tidak kalah penting untuk kualitas estetika yang tinggi. Penyesuaian dengan cuaca dan suhu lingkungan berperan dalam menekan biaya pengecatan di masa depan.


    Jenis Cat Tembok Terbaik untuk Rumah

    Dilansir dari laman Livspace, berikut beberapa jenis cat tembok terbaik untuk mendekorasi interior maupun eksterior rumah:

    1. Cat Minyak

    Cat minyak terbuat dari campuran pigmen dan minyak untuk lapisan dasar atau akhir tembok. Jenis cat ini menghasilkan tekstur padat, lembut, dan berkilau. Pengaplikasiannya sangat gampang dengan daya simpan maksimal 15 tahun.

    Akan tetapi cat ini tidak cocok untuk konstruksi cepat karena waktu kering yang lama, yaitu lebih dari 24 jam. Namun cat ini cocok untuk permukaan kayu, logam, dinding, pintu, atau jendela karena bersifat tahan air.

    2. Cat Semen

    Cat semen adalah salah satu jenis cat tembok yang relatif mahal namun cocok untuk lingkungan ekstrim. Cat ini direkomendasikan untuk tembok luar yang sering terpapar sinar matahari. Hasil akhirnya tampak simpel modern dengan tekstur yang kasar.

    3. Cat Distemper

    Cat distemper adalah pilihan murah dan ideal untuk interior rumah. Terbuat dari campuran kapur, air, lem, dan pigmen membuatnya satu tingkat lebih bagus dari cat kapur. Daya tahannya juga cukup lama sehingga bisa digunakan untuk tembok area luar yang tidak terlalu panas.

    4. Cat Emulsi

    Cat emulsi memiliki ketahanan tinggi terhadap jamur dan lumut pengganggu kecantikan tembok. Selain itu, pengaplikasiannya juga sangat mudah karena cepat kering. Baunya yang tidak terlalu menyengat membuatnya sering digunakan untuk area dapur, ruang anak, maupun hewan peliharaan.

    5. Cat Labur

    Cat labur atau cat kapur memberikan sentuhan akhir yang tipis. jenis cat ini direkomendasikan untuk permukaan dinding bata maupun kayu yang bertekstur. Rumah-rumah di desa sering menggunakan cat labur untuk mewarnai dinding bata, mebel, hingga langit-langit.

    6. Cat Enamel

    Jika nuansa rumah ingin lebih elegan dan mengkilap, maka cat enamel adalah solusinya. Hal ini karena penggunaan minyak dan pigmen sebagai bahan penyusunnya yang diklaim anti air. Jenis cat ini direkomendasikan untuk permukaan logam, kayu, dan tembok kamar mandi.

    7. Cat Emulsi Akrilik

    Kualitas cat emulsi akrilik dapat bertahan 2-10 tahun. Karakteristiknya yang padat dan cerah ketika diaplikasikan menjadi nilai lebih tersendiri. Jenis cat ini juga cepat kering, tidak berbau, dan tahan api sehingga cocok untuk melapisi tembok atau furnitur kayu.

    8. Cat Bituminous

    Jenis cat tembok terbaik berikutnya direkomendasikan untuk permukaan bertekstur kayu, pipa, maupun logam. Meskipun tahan karat, cat bituminous tidak cocok untuk tembok yang menerima sinar matahari. Cat ini lebih cocok untuk pelapis dan bukan dasar pewarnaan utama.

    9. Cat Karet Sintetis

    Cat karet sintetis memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca dan bahan kimia. Bahan resin sintetis, pelarut, dan pigmen warna menghasilkan warna yang cukup padat. Jenis cat ini juga cepat kering dan murah dari segi harga.

    10. Cat Anti Korosif

    Sesuai dengan sebutannya, cat anti korosif sangat cocok untuk permukaan baja dan besi seperti pipa dan pemanggang. Bahannya juga cukup kompleks terdiri dari campuran pasir, minyak biji rami, seng, dan krom. Harga cat anti korosif juga terbilang murah dan awet untuk penggunaan di luar ruangan.

    Jenis Cat Tembok Paling Populer Untuk Rumah

    • Matte: cocok untuk ruang makan dan langit-langit dengan tekstur berpori
    • Semi-Gloss: cocok untuk kamar anak, dapur, dan kamar mandi dengan tingkat berkilau yang normal
    • Satin: cocok untuk dapur, ruang bermain, ruang keluarga, kamar mandi, dan ruang cuci dengan kilau seperti beludru
    • Eggshell: cocok untuk keluarga, lorong, dan pintu masuk dengan tingkat berkilau seperti cangkang telur
    • High-Gloss: cocok untuk ruangan outdoor, pintu, lemari, dan jendela karena tahan dengan kondisi ekstrim.

    Tips Memilih Jenis Cat Tembok Terbaik

    Dikutip dari laman Nerolac, melakukan survey adalah tindakan utama sebelum memilih cat dinding. Beberapa elemen yang harus dicermati agar tidak salah pilih adalah:

    • Memilih cat satin jika dinding rumah tidak rata
    • Menggunakan cat semi-gloss atau high-gloss untuk lingkungan dan cuaca rumah yang ekstrim
    • Memilih cat yang berkilau jika ingin terlihat mewah
    • Tidak harus menggunakan pelapis dan sesuaikan dengan kebutuhan
    • Pilih 2 palet warna untuk menghasilkan nuansa nyaman di rumah.

    Demikian jenis cat tembok terbaik dan populer untuk rumah. Setiap jenis cat memiliki daya tahan berbeda tergantung dengan cuaca dan teknik awal ketika mengaplikasikannya.

    (row/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Dinding Rumah Bisa Pakai Styrofoam Bekas, Ini Manfaatnya


    Jakarta

    Membangun rumah ramah lingkungan bisa menjadi upaya masyarakat berkontribusi untuk mencegah kerusakan alam. Konsep ini dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya dengan bijak memilih bahan bangunan.

    Arsitek Denny Setiawan mengatakan menggunakan bahan daur ulang adalah salah satu cara untuk membuat rumah ramah lingkungan. Ia mengaku pernah menggunakan styrofoam sebagai bahan membuat dinding dalam sebuah proyek pembuatan rumah ramah lingkungan.

    “Saya mendapatkan material styrofoam yang berasal dari material daur ulang, sampah kita. Dan ternyata styrofoam ini sendiri adalah insulator dari panas,” ujar Denny kepada detikcom belum lama ini.


    Styrofoam yang digunakan dalam konstruksi bangunan ini disebut Expanded Polystyrene (EPS) panel. Bahan ini berfungsi sebagai pengganti batu bata, sehingga dapat digunakan untuk membuat dinding rumah.

    Denny menjelaskan pemakaian EPS panel atau Styrofoam sebagai bagian tengah tembok rumah. Lalu, menggunakan kawat ayam sebagai elemen perekat semen. Kemudian, dilakukan semprot atau kamprot pada kedua sisi, sehingga menjadi tembok..

    “Jadi itu dia (dinding dari styrofoam) udah punya kekuatan sendiri. Dan itu sudah dites di beberapa negara kadar kekuatannya cukup baik,” ungkapnya.

    Lalu, apa saja manfaat menggunakan styrofoam sebagai bahan baku tembok? Berikut penjelasannya.

    Manfaat Styrofoam buat Dinding Rumah

    1. Lebih Hemat Biaya

    Menurut Denny, styrofoam daur ulang ini bisa membuat biaya bahan bangunan tembok menjadi lebih hemat. Dengan begitu, dana yang bisa disisakan tersebut dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya.

    2. Bisa Menghalau Panas

    Styrofoam daur ulang tak hanya ramah lingkungan, melainkan juga berfungsi sebagai menghalau panas masuk ke dalam rumah. Kalau rumah terasa adem, tentu bisa meminimalisir penggunaan AC, bukan?

    “Styrofoam sendiri secara penelitian mampu menurunkan secara pasif 3 derajat (selsius) suhu udara dibandingkan dinding konvensional,” imbuhnya.

    3. Lebih Tahan Gempa

    Terpisah, pemilik rumah yang menggunakan tembok dari styrofoam, Yensen Aliamin mengatakan metode pembuatan tembok ini mampu meminimalisir retakan akibat gempa bumi. Pasalnya, dinding dari styrofoam memakai sambungan kawat yang menyatukan getaran rumah secara serentak.

    “Teknologi styrofoam ini ternyata karena dia pakai kawat-kawat, jadi kawat-kawat itu tembok sama tembok dan segalla macam semuanya diikat. Karena diikat, pada waktu gempa, satu rumah itu goyangnya bersamaan. Bahayanya itu kalau gempa satu tembok itu bergetarnya beda dari yang lain, sehingga akan retak dari ujung ke ujung,” paparnya.

    4. Bangun Rumah Lebih Cepat

    Selain itu, dinding dari styrofoam juga membuat struktur bangunan lebih ringan. Oleh karena itu, bangunan rumah tidak memerlukan fondasi dan kolom terlalu besar. Proses pembangunan rumah pun menjadi lebih cepat.

    “Kalau mau bikin tembok karena kita sudah pakai kayak wafer gitu, tinggal beli (bahan), pasang-pasang, diikat, baru disemenin, cepat sekali. Kalau mau bikin satu panel (atau) satu tembok, bikin dulu satu tembok, setelah itu (setelah) kita pikir-pikir ‘kayaknya mau bikin jendela di sini’. Gampang, tinggal dipotong pake gerinda, dibikin aja kotak. Cuma potong kawat dan styrofoam,” ucapnya.

    Bahkan, Yensen mengatakan pembangunan rumahnya hanya memakan waktu 3 bulan hingga ada bentukan rumah.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahan Daur Ulang Ini Cocok buat Bikin Rumah Ramah Lingkungan


    Jakarta

    Membangun rumah tentu memerlukan berbagai bahan bangunan. Sayangnya, tak jarang bahan tersebut melalui proses produksi yang panjang, sehingga berpotensi menimbulkan jejak karbon yang merusak lingkungan.

    Nah, bagi kamu yang pengin membuat konsep rumah ramah lingkungan, bisa coba menggunakan bahan-bahan daur ulang. Mengingat, energi dan sumber daya alam semakin langka kalau terus membuat bahan-bahan baru.

    “Ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi kelangkaan energi. Yang pertama adalah mengurangi material baru yang kita gunakan, reduce. Lalu, yang kedua yang bisa kita lakukan adalah menggunakan ulang atau reuse. Bahan-bahan yang ada di sekitar kita bisa pakai ulang,” ujar Arsitek Denny Setiawan kepada detikcom belum lama ini.


    Lalu, bahan daur ulang apa saja yang bisa digunakan untuk membangun rumah ramah lingkungan?

    Bahan Bangunan Daur Ulang

    1. Styrofoam Bekas

    Denny mengatakan styrofoam bekas berupa Expanded Polystyrene (EPS) panel bisa menjadi pengganti batu bata untuk membangun dinding rumah. Selain ramah lingkungan, penggunaan styrofoam juga menyimpan segudang manfaat.

    Salah satunya, dinding dari styrofoam membantu menghalau panas. Dengan begitu, rumah menjadi semakin ramah lingkungan karena dapat menghemat penggunaan AC.

    “Styrofoam sendiri secara penelitian mampu menurunkan secara pasif 3 derajat (selsius) suhu udara dibandingkan dinding konvensional,” imbuhnya.

    2. Kayu Bekas

    Ruang TamuRuang Tamu Foto: Yensen Aliamin

    Lalu, kamu dapat memanfaatkan kayu bekas yang berasal dari rumah tua yang sudah tidak terpakai. Bahkan, kamu bisa saja membeli kayu jati bekas.

    “Kalau bisa bahan yang reject atau bahan yang bekas kita coba kasih kehidupan baru. Jadi ada beberapa misalnya papan-papan atau panel-panel kayu kita gunakan ulang sebagai material pembentuk lemari misalnya, kita nggak perlu kan pakai kayu baru,” kata Denny.

    Bahan kayu tersebut juga bisa digunakan untuk membuat wall panel, meja makan, hingga tempat tidur.

    3. Keramik Reject

    Ruang MakanRuang Makan Foto: Yensen Aliamin

    “Lalu, ke pasar barang bekas kita cari keramik yang justru malah reject karena dia tidak sempurna (dengan) banyak cacat sana sini. Nah, kita gunakan (keramik reject) sebagai lantai. Dengan desain yang tepat, kita bisa menggunakan material itu justru menjadi ornamen yang menarik di lantai,” tuturnya.

    Kamu masih bisa menggunakan keramik reject dengan memotongnya menjadi bentuk yang unik. Keramik itu menjadi seperti perca yang dapat disusun menjadi karya seni yang menarik pada lantai.

    4. Bongkaran Glass Block

    Glass BlockGlass Block Foto: Yensen Aliamin

    Kemudian, Denny juga pernah memanfaatkan bongkaran glass block untuk dipakai ulang. Ia memadukan beberapa warna sehingga menjadi tampilan yang menarik.

    “Justru itu menjadi ornamen. Rumahnya menjadi sangat festive dengan warna-warni yang timbul dari glass block,” pungkasnya.

    Demikian beberapa bahan daur ulang yang bisa kamu gunakan untuk mewujudkan konsep rumah ramah lingkungan. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Hilangkan Jamur dan Lumut Membandel Pada Kaca



    Jakarta

    Jamur dan lumut adalah dua jenis jamur rumah tangga yang banyak tumbuh di tempat yang gelap, lembab, dan panas. Jamur menimbulkan bau tak sedap dan menjadi penyebab banyak penyakit dan infeksi virus.

    Jamur dan lumut menodai permukaan kaca, serta cukup susah dihilangkan dan dibersihkan. Jamur rumah tangga ini tumbuh subur di lingkungan yang lembab dan tumbuh secara progresif pada kaca yang kotor dan tidak terawat.

    Perbedaan Jamur dan Lumut

    Lumut dan jamur dibedakan atas warna dan tampilannya. Umumnya, jamur timbul dalam warna biru, hijau, hitam, dan merah. Sedangkan lumut berwarna putih. Keduanya muncul sebagai lapisan bakteri bernoda tipis pada permukaan dan berkembang di area yang kotor dan tak terurus.


    Cara Membersihkan

    Menghilangkan jamur adalah tugas sulit dan merupakan penyebab umum kekhawatiran banyak pemilik rumah. Banyak tersedia pembersih professional di pasaran yang bekerja sempurna dalam menghilangkan jamur.

    Tapi, pembersih professional bukan satu-satunya pilihan yang tersedia. Ada bahan rumahan yang bisa memberi hasil yang memuaskan dan membantu menghilangkan lumut dan jamur dengan mudah.

    1. Hidrogen Peroksida atau Pemutih Klorin

    Hidrogen peroksida adalah larutan antijamur yang efektif dan banyak dipakai untuk menghilangkan jamur virus dan bakteri. Pemutih klorin mengandung larutan hidrogen peroksida yang sama dengan sifat pengoksidasi yang kuat, yang bisa menghilangkan jamur dan mensterilkan serta mendisinfeksi permukaan kaca.

    Larutan ini bekerja secara efisien untuk menghilangkan jamur hitam yang merupakan salah satu jenis jamur rumah tangga yang paling membandel.

    2. Soda Kue

    Metode penghilangan jamur ini tidak beracun dan tidak membahayakan manusia dan hewan peliharaan. Tidak hanya efektif menghilangkan jamur tapi juga menyerap sisa kelembaban yang memicu pertumbuhan jamur.

    Campuran sederhana dari air dan soda kue menghasilkan larutan pembersih yang kuat, yang bisa disemprotkan dan dibersihkan dengan mudah. Ini adalah salah satu solusi pembersihan paling umum dan ekonomis untuk lumut dan jamur rumah tangga.

    3. Cuka

    Dilansir dari Fab Glass, Minggu (2/6/2024) cuka adalah asam ringan yang biasa dipakai di rumah, dan secara efektif bisa membunuh sekitar 82% jamur dan lumut yang hidup pada permukaan kaca. Cuka digunakan sebagai larutan pembersih yang bisa disemprotkan langsung pada permukaan kaca dan tidak perlu dicampur air.

    Seka area berjamur dengan lembut setelah memercikkan cuka. Langkah ini bisa menghilangkan Sebagian besar lumut dan jamur yang menumpuk.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Tepat Bersihkan Koper Sesuai Bagiannya


    Jakarta

    Siapa nih yang suka males bongkar koper sehabis liburan? Sesibuk apapun kamu, luangkan waktu untuk membongkar koper agar bisa dibersihkan.

    Merawat barang penting seperti koper saat perjalanan liburan adalah hal yang sangat penting. Koper yang kondisinya baik, tidak harus dalam kondisi mulus tanpa lecet dan penyok.

    Dilansir dari Martha Stewart, secara harfiah koper adalah barang yang memang digunakan untuk bepergian. Sehingga, lecet dan penyok adalah hal yang wajar, hal utama yang harus diperhatikan ialah bagaimana merawat koper agar tetap terlihat bersih dan rapi.


    Cara Membersihkan Bagian Luar Koper

    Pertama, perlu dicatat kalau saat kamu bepergian dengan bus, kereta, atau pesawat, kamu bukanlah satu-satunya orang yang menyentuh kopermu. Disarankan untuk mensterilkan permukaan koper yang sering disentuh dengan cairan berbahan alkohol dan kain mikrofiber.

    Saat kamu tiba di rumah, sangat penting untuk membersihkan bagian luar kopermu. Sebab ada dua bagian koper (sisi keras dan sisi lembut), kamu perlu membersihkan secara menyeluruh sesuai bahannya.

    Membersihkan Koper Bersisi Keras

    Koper bersisi keras biasanya memiliki lapisan luar polikarbonat atau logam.

    Alat dan Bahan
    1. Sabun dan air atau pembersih serbaguna
    2. Handuk mikrofiber

    Ikuti langkah berikut untuk membersihkan koper bersisi keras dengan tepat.
    1. Bersihkan bagian luar dengan sabun lembut dan air atau pembersih serbaguna dengan pH seimbang. Jangan memakai pemutih atau jenis pembersih abrasif lainnya, karena bisa menimbulkan goresan atau merusak bagian luar.
    2. Lanjutkan dengan mengelap gagangnya juga.

    Membersihkan Koper Bersisi Lembut

    Koper bersisi lembut biasanya dibuat dari bahan kanvas, nilon, dan poliester.

    Alat dan Bahan
    1. Handuk Mikrofiber
    2. Sabun dan air
    3. Soda kue

    Berikut cara membersihkan koper bersisi lembut.
    1. Lap koper dengan handuk yang sudah dibasahi
    2. Untuk noda berbahan dasar minyak, taburi dengan soda kue dan vakum setelah didiamkan selama 15 menit
    3. Untuk noda biasa, encerkan satu sendok makan sabun cuci ke dalam 8 ons air hangat atau sabu dan air, lalu tepuk-tepuk noda tersebut.
    4. Untuk noda membandel, cobalah untuk menggunakan pembersih yang tidak beracun. Ikuti petunjuk sesuai instruksi pabriknya.

    Cara Menghilangkan Lecet pada Koper

    Setelah koper bersih, sekarang saatnya memperhatikan lecet dan goresan yang ada.

    Alat dan Bahan
    1. Kain mikrofiber
    2. Pembersih serbaguna
    3. Cuka putih
    4. Sabun cuci piring yang lembut
    5. Pembersih bahan kulit

    Berikut langkah membersihkan lecet sesuai bahannya
    1. Untuk tas berbahan kain atau koper berbahan keras: Pakai kain lembab dipadukan dengan semprotan serbaguna, pembersih berbahan dasar cuka putih buatan sendiri, atau sabun cuci piring yang lembut untuk menghilangkan noda yang tak diinginkan.
    2. Untuk koper berbahan kulit: Disarankan untuk mengelap koper dengan sabun khusus bahan kulit yang bernutrisi untuk memulihkan tampilannya.

    Cara Membersihkan Roda Koper

    Roda koper merupakan bagian yang paling kotor, karena berkontak langsung dengan permukaan.

    Alat dan Bahan
    1. Sabun dan air atau pembersih serbaguna
    2. Handuk mikrofiber
    3. Obeng

    Berikut cara membersihkan roda koper
    1. Oleskan campuran sabun dan air atau semprotkan pembersih serbaguna pada roda
    2. Lap roda dengan larutan pembersih
    3. Keringkan roda dengan kain mikrofiber
    4. Kamu bisa lepas rodanya dengan obeng lalu bersihkan secara menyeluruh dan pasang kembali

    Cara Membersihkan Bagian Dalam Koper

    Bau yang tertinggal (dari baju yang belum dicuci) dan noda (tumpahan sampo yang menempel) bisa membuat interior koper jadi kotor.

    Alat dan Bahan
    1. Soda kue
    2. Penyedot debu
    3. Sabun cuci piring
    4. Deterjen lembut

    Ikuti langkah berikut untuk membersihkan interior koper
    1. Taburkan sedikit soda kue ke dalam koper dan diamkan semalaman
    2. Keesokannya, sedot debu di setiap sudut dan celah interior
    3. Kalau ketumpahan sampo atau tabir surya, sedot dengan penyedot debu basah/kering serbaguna; kamu harus mengelap tumpahannya dengan sedikit air untuk mengangkat sisa-sisa yang menempel
    4. Untuk noda membandel, pakai sedikit deterjen lembut dan air, lalu bersihkan noda tersebut dengan spons

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Deretan Sampah dan Barang Unik yang Pernah Dibuat Material Rumah


    Jakarta

    Bahan material yang biasanya dibutuhkan untuk membangun rumah adalah batu bata, mortar, kayu, batu, baja, dan beton. Namun, ternyata ada orang-orang yang membuat rumah dari barang bekas atau bisa disebut sampah pakai. Di berbagai belahan dunia, orang-orang menjadi semakin kreatif dengan membangun rumah mereka menggunakan botol soda daur ulang hingga jagung bekas.

    Masih belum percaya? Berikut adalah daftar barang bekas yang digunakan untuk membangun rumah, melansir dari berbagai sumber.

    1. Rumah dari Botol Daur Ulang

    Rumah unik yang pertama dibangun menggunakan botol daur ulang alias botol bekas. Lebih dari 25.000 botol daur ulang disatukan untuk menciptakan Bottle Houses atau rumah botol. Tempat ini dijadikan sebagai tempat wisata di Kanada, tepatnya pada Cap-Egmont, Prince Edward Island, Kanada.


    Rumah ini awalnya dibangun oleh mendiang Édouard T. Arsenault setelah menerima kartu pos kastil kaca dari putrinya pada tahun 1979. Setelah itu, dia mulai mengumpulkan botol-botol kaca bekas di sekelilingnya, sebagian besar dari restoran lokal, ruang dansa komunitas, teman, kerabat dan tetangga.

    2. Rumah Lego

    Presenter Top Gear James May membangun rumah Lego full-size pertama di dunia. Jika kamu mengira ini adalah rumah mainan, kamu salah. Rumah lego ini adalah rumah yang terbuat dari lego, tapi berfungsi seperti rumah normal pada umumnya.

    Rumah ini memiliki toilet yang bisa berfungsi, kamar mandi dengan shower air panas, dan juga kasur yang tentunya keras. Melansir dari The Daily Mail, rumah lego ini merupakan rumah dua lantai dengan tinggi sekitar 6 meter. Dibangun pada tahun 2009, rumah ini menggunakan 3,3 juta batu bata lego dan dikerjakan oleh sekitar 1000 orang.

    Meski rumah tersebut kini sudah tidak lagi berdiri karena mengalami beberapa konflik dengan pihak Lego, tetapi rumah lego ini tetap menarik untuk dibahas dari segi keunikannya.

    3. Rumah dari Bonggol Jagung

    Tak kalah unik, ada juga rumah yang terbuat dari bonggol jagung. Melansir dari Arch Daily, rumah yang dindingnya terbuat dari ribuan bonggol jagung ini telah memenangkan kompetisi Archi<20 pada tahun 2012. Rumah ini berbentuk seperti lingkaran dengan 20 meter persegi.

    Terletak di kawasan alam yang dilindungi di desa Muttersholtz, di North-East Prancis, rumah bonggol jagung ini diklaim sebagai sebuah inovasi untuk membangun rumah dengan biaya rendah. Selain itu, rumah ini juga tidak memiliki dapur, sehingga memang hanya digunakan untuk tempat tidur dan berlindung.

    4. Rumah dari Kaleng Aluminium Bekas

    Richard Van Os Keuls, seorang arsitek dari Silver Spring, Maryland, pertama kali mendapat ide untuk menggunakan kaleng aluminium pipih di dalam bangunan rumah setelah melihat mobil melindas kaleng soda yang dibuang di jalan. Dia berpikir bahwa kaleng soda bekas mungkin bisa menjadi material untuk rumah. Jadi, ia mulai mengumpulkan kaleng bekas dan menggunakannya sebagai dinding untuk ekstensi kayu lapis di rumahnya.

    Dengan menggunakan sepatu bot yang berat, Richard pertama-tama menginjak kaleng dan kemudian meratakannya dengan palu godam hingga pipih. Setelah itu, ia membulatkan sudut-sudutnya agar tidak tajam dan melukai orang. Setelah semuanya selesai, ia menempatkan 30-40 kaleng di dinding dan menempelkannya menggunakan paku aluminium.

    5. Rumah Kaca Transparan

    Selanjutnya ada rumah transparan yang terbuat dari kaca. Rumah kaca transparan di Tokyo, yang dikenal sebagai “House NA”, adalah rumah tanpa privasi. Pasalnya, dinding rumah ini hampir seluruhnya terbuat dari kaca.

    Rumah transparan seluas 84,9 meter persegi ini dibangun oleh Sou Fujimoto Architects dan dikaitkan dengan konsep hidup di dalam pohon. Rumah yang dominan warna putih ini terlihat tinggi dengan banyak tangga dan tiang yang terlihat. Rumah ini juga memiliki semua ruangan yang ada di rumah pada umumnya.

    6. Rumah dari Kontainer Pegiriman Bekas

    Melansir dari laman Digital Trends, mengubah kontainer pengiriman tua menjadi rumah adalah hal yang populer di luar negeri belakangan ini. Biasanya, kontainer pengiriman hanya berharga US$ 1.800 – US$ 5.000 atau sekitar Rp 29 – 81 juta, tergantung pada ukurannya. Di sana, harga ini cenderung lebih murah ketimbang membeli rumah atau membeli tanah untuk membangun rumah.

    Jadi, banyak warga yang memanfaatkan bekas kontainer untuk dijadikan rumah dengan berbagai desain. Selain kokoh, bekas kontainer ini juga ramah lingkungan, karena digunakan kembali sebagai rumah alih-alih dilelehkan saat dibuang atau dikirim kembali.

    7. Rumah dari Gabus

    Menggunakan gabus sebagau sebagai bahan bangunan ternyata bagus karena sifatnya yang tahan api, bisa menjaga suhu, dan awet. MUJI, merek dari Jepang yang mengusung kesederhanaan, telah membuat rumah dari gabus dengan desainer Jasper Morrison. Rumah yang berwarna coklat itu, memiliki desain sederhana dengan ruangan layaknya rumah yang biasa kita temu. Tapi, menariknya adalah semua dinding di ruangan dan di rumah ini terbuat dari gabus.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kebiasaan yang Bisa Hilangkan Sumpek di Rumah


    Jakarta

    Kenyamanan rumah sangat dipengaruhi oleh kebersihan dan kerapihan isi rumah. Maka dari itu, sebaiknya saat kamu merasa suatu ruangan di rumah mulai terlihat berantakan, bereskan sesegera mungkin.

    Ternyata, ada beberapa kebiasaan kecil yang berdampak besar pada kebersihan dan kerapihan rumah. Dilansir dari The Spruce, Senin (3/6/2024) berikut kebiasaan yang bikin rumah antisumpek.

    Buang Barang yang Tidak Perlu

    Kebiasaan menumpuk barang adalah masalah utama dari kebanyakan orang. Hal ini disampaikan oleh seorang organisator profesional, Laura Cattano.


    “Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menyingkirkan apapun yang tidak membantu. Belilah barang yang membantumu dalam melakukan sesuatu,” kata Cattano.

    Jika ragu saat mau membuang, pikirkan juga bagaimana kamu akan menyimpan semua barang yang menumpuk di rumah. Misalnya, kamu tak akan membutuhkan 10 pembuka kaleng di rumah, jadi sebaiknya kamu buang saja barang yang sudah tidak digunakan.

    Bijak Sebelum Membeli

    Kebiasaan berbelanja impulsif adalah penyebab kedua rumahmu penuh barang dan sumpek. Jadinya, barang tersebut tidak terpakai sebagaimana seharusnya dan hanya memenuhi rumah.

    Agar tidak terjadi penumpukan barang di rumah, disarankan untuk berpikir dengan bijak sebelum membeli suatu barang. Pikirkan secara cermat apakah kamu benar-benar memerlukan barang tersebut di rumah.

    Penyimpanan yang Tepat

    Kamu bisa menyimpan barang di rak terkunci atau menaruhnya di atas meja. Pilah terlebih dahulu barang mana yang mau disimpan di ruang terbuka dan mana yang mau ditaruh di dalam lemari tertutup. Pakai rak dekoratif guna menyamarkan barang-barang agar ruangan terlihat kian rapi.

    Bikin Jadwal Rutin Beberes

    Pembuatan jadwal ini mencegah rumah agar tidak berantakan. Disarankan untuk dibagi menjadi dua jadwal, yakni pagi dan sore.

    Mengingat saat sore waktunya lebih panjang, kamu bisa melakukan pembersihan secara menyeluruh. Kamu bisa membereskan meja, mengatur ulang ruangan, atau menyortir barang untuk disimpan di tempat tertutup. Saat pagi, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Haruskah Melepas Sepatu di Dalam Rumah?


    Jakarta

    Setiap orang punya aturan sendiri di rumahnya. Misal, boleh tidaknya memakai sepatu di dalam rumah.

    Ada pemilik rumah yang mengharuskan tiap orang melepas sepatu di depan pintu, ada juga yang tidak. Di banyak budaya di seluruh dunia, melepas sepatu sebelum masuk rumah adalah hal lazim.

    Tapak dan retakan pada sol sepatu adalah tempat ideal bagi bakteri untuk bersarang. Saat sepatu bersentuhan dengan permukaan yang punya konsentrasi bakteri tinggi, seperti toilet umum dan trotoar kotor, bakteri akan menumpang masuk ke dalam rumah.


    Melansir dari Sharp, Senin (3/6/2024) para peneliti di University of Houston menemukan bahwa sekitar 40% sepatu membawa Clostridium difficile (C. diff), sejenis bakteri penyebab radang usus besar dan diare parah. Di luar risiko C. diff, ada bermacam bakteri yang bisa menyelinap lewat sepatu.

    Apakah Sepatu yang Terkontaminasi Berisiko Buat Kesehatan?

    Kuman bisa ditularkan dari alas kaki, misalnya jika kamu menyentuh sepatu lalu menyentuh wajah dan mulut. Dalam hirarki potensi kesehatan di rumah, sepatu yang terkontaminasi bakteri berada di peringkat yang relatif rendah.

    Kuman ada di sekitar kita, dan kecil kemungkinan kamu jatuh sakit karena memakai sepatu di dalam rumah. Sistem kekebalan tubuh, termasuk kulit, sangat efektif dalam menjaga agar patogen-patogen ini tidak membuat kita sakit.

    Melepas atau Tidak Melepas Sepatu

    Beberapa orang menganggap melepas sepatu sebagai bentuk menjaga kebersihan rumah demi kesehatan anggota rumah tangga.

    Kalau kamu lebih suka pakai sepatu dalam rumah karena nyaman, pertimbangkan untuk membeli sandal rumah yang mendukung. Untuk mengurangi resiko jatuh di dalam rumah, lansia sebaiknya mengenakan sepatu kets atau sepatu kokoh lainnya di dalam rumah.

    Penderita diabetes atau neuropati juga harus selalu memakai sepatu di dalam ruangan, untuk menghindari cedera kaki yang bisa terinfeksi.

    Pada akhirnya, melepas sepatu di depan pintu sebagian besar adalah preferensi pribadi. Meski risiko penyakit akibat memakai sepatu di dalam rumah mungkin renda bagi kebanyakan orang, melepas sepatu di luar rumah bisa bantu cegah bakteri dan kontaminan di telapak kakimu ikut terbawa ke dalam rumah.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Dekorasi Teras Kecil Agar Terlihat Luas


    Jakarta

    Memiliki lahan rumah yang sempit membuat kita harus lebih kreatif lagi dalam mendesain dan memaksimalkan ruang yang ada. Biasanya, kebanyakan orang akan membangun hampir keseluruhan tanahnya untuk bangunan rumah, dan hanya menyisakan sebagian kecil untuk teras dan carport.

    Meski lahannya terbatas dan sempit, teras bisa dibuat menjadi bagian rumah menarik dan fungsional.

    Bagaimana caranya? Simak tipsnya di bawah ini, melansir dari Architectural Digest


    1. Buat Rancangan

    Sebelum mulai mendekorasi teras, pikirkan dulu kegunaannya. Apakah kamu ingin menggunakannya untuk bersantai, tempat makan-makan, atau hanya dijadikan sudut dekorasi di rumah? Buatlah gambar skala teras lalu tambahkan furnitur yang kamu inginkan.

    Jika teras akan digunakan oleh setidaknya dua orang, kamu memerlukan setidaknya 6 meter persegi untuk menaruh meja dan kursi atau area tempat duduk kecil lainnya. Jika luas ruangan minimal 12 meter persegi, kamu bahkan bisa menaruh meja makan dengan empat kursi atau dua kursi santai.

    Selain itu, kamu juga perlu mengetahui arah cahatya matahari karena ini akan menentukan di mana seharusnya kamu meletakkan furnitur.

    2. Pilih Lantai yang Tepat

    Memilih bahan dan warna lantai yang tepat sangat penting untuk membuat teras kamu lebih menarik. Baik memilih batu, kayu, ubin, yang paling penting adalah bahan tersebut tahan terhadap cuaca dan aman untuk dilalui. Pastikan bahan tersebut anti slip bahkan saat basah.

    3. Tentukan Desain yang Cocok untuk Teras Kecil

    Selanjutnya adalah memilih desain yang sesuai untuk teras mungil kamu. Tentukan apakah kamu lebih menyukai tampilan yang natural, dipenuhi banyak tanaman, furnitur kayu, dan batu alam, atau kamu lebih menyukai tampilan yang lebih kontemporer dengan lempengan batu besar, furnitur sederhana, dan garis-garis yang rapi?

    Sebagai tips, teras yang bergaya Mediterania sebenarnya mudah diterapkan meski teras kamu sempit. Caranya, cukup pilih batu alam berwarna terang atau balok beton dengan permukaan rustic lalu tambahkan furnitur rotan dan anyaman. Jika ada ruang lebih, pergola atau teralis yang ditumbuhi tanaman merambat atau tanaman ivy dapat membantu menciptakan suasana yang hijau dan cantik.

    4. Pilih Furnitur yang Sesuai

    Memiliki teras yang sempit, kamu memang dituntut untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan ruang yang ada, salah satunya adalah kreatif menentukan furnitur yang sesuai. Carilah furnitur yang praktis dan tidak memakan banyak tempat. Selain itu, pilihan furnitur yang fungsional dan mudah disimpan juga menjadi pilihan yang cocok untuk teras mungil.

    Tips Membuat Teras Kecil Terasa Lebih Luas

    1. Lantai Diletakkan Secara Diagonal dengan Ubin Besar

    Bermain trik dengan lantai nyatanya sangat efektif untuk membuat teras terasa lebih luas. Gunakan ubin yang berukuran besar bisa memberikan nuansa tenang pada suatu ruangan, sedangkan peletakan lantai kayu secara diagonal dapat membuat dek terlihat lebih panjang.

    2. Jangan Membuat Ruangan Terlalu Penuh

    Pepatah “less is more” jelas berlaku untuk teras kecil. Apalagi jika ruangannya terbatas, berhati-hatilah agar tidak membuat teras teralu penuh dengan furnitur, barang-barang dekoratif, dan tanaman. Bentuk furnitur juga penting. Sebaiknya, pilih furnitur halus dengan kaki ramping, karena furnitur ini membuat teras terlihat lebih luas dibandingkan dengan sofa yang tebal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Jenis Furniture Kayu yang Tahan Air dan Cara Merawatnya



    Jakarta

    Kayu adalah salah satu bahan furniture di rumah yang rentan rusak jika terkena air. Meskipun begitu, ada jenis kayu yang tahan air dan kelembapan. Sayangnya biasanya harganya lebih mahal dari jenis kayu pada umumnya. Jika tidak bisa membeli jenis kayu yang tahan air, kamu bisa melindungi permukaannya dengan finishing cat.

    Tanda-tanda furniture kayu rusak akibat air biasanya cat yang melapisi menggelembung dan lama kelamaan mengelupas. Tanda ini terlihat jelas jika kamu membeli furniture kayu yang warnanya bukan seperti kayu asli. Selain cat yang menggelembung, terlihat bekas air pada permukaan kayu, warna kayu yang memudar, hingga permukaan kayu yang menggembung tidak rata seperti semula. Munculnya jamur pada furnitur kayu juga menandakan kerusakan akibat air.

    Jenis Kayu yang Tahan Air

    Melansir dari Duffield Timber, Selasa (4/6/2024), jika ingin membeli atau membuat furniture dari kayu yang tahan air dan tidak mudah lapuk, ada beberapa jenis kayu yang disarankan, berikut diantaranya.


    1. Kayu Walnut (Kenari)

    Untuk jenis ini kebanyakan produknya adalah kayu impor. Kayu jenis ini dikenal tahan terhadap air, tetapi hanya untuk furniture di dalam ruangan saja. Selain jadi furniture, kayu walnut juga bisa dipakai pada lantai rumah.

    2. Kayu Jati

    Kayu jenis ini mudah ditemukan di Indonesia, meskipun harganya memang cukup mahal. Namun, kayu ini memiliki kualitas yang bagus dan tentunya tahan air.

    3. Kayu Iroko

    Jenis kayu satu ini berasal dari Afrika. Jika kamu ingin memiliki pilihan yang sama bagusnya seperti kayu jati, kamu bisa memakai kayu Iroko, sebab kayu ini sering disebut kayu jatinya Afrika.

    Selain bisa jadi bahan furniture, kayu Iroko juga sering digunakan untuk pagar rumah, lantai, hingga bahan kapal karena tahan air.

    4. Kayu Ulin

    Jenis satu ini juga mudah ditemukan di Indonesia. Kayu ulin termasuk jenis kayu yang unik karena semakin terkena air, kepadatannya semakin bertambah. Namun, jika dibandingkan jenis kayu lain, permukaan kayu ulin sedikit bertekstur dan terlihat memiliki retak.

    Cara Melindungi Furniture Kayu Agar Tak Mudah Lapuk

    Produk furniture dari kayu saat ini banyak pilihannya. Tidak sedikit yang harganya murah memiliki desain yang bagus atau minimalis. Biasanya yang seperti ini ketahanannya terhadap air tidak begitu bagus. Namun, kamu bisa melindungi furniture kayu tahan air agar tidak mudah lapuk dengan cara melapisinya dengan sebuah cat finishing.

    Menurut Homify, terdapat beberapa cat finishing untuk kayu seperti lilin, pernis, minyak, shellac (sejenis resin), dan pelapis berbahan dasar air. Masing-masing bahan pelapis menawarkan perlindungan, kemudahan pengaplikasian, daya tahan, kemudahan perbaikan, dan hasil akhir yang berbeda-beda.

    Pernis yang berbahan dasar minyak memiliki daya tahan terbaik dalam hal ketahanan air. Pernis yang menggunakan uretan untuk resinnya (biasanya diberi label poliuretan) lebih cepat mengeras, cepat menyebar, dan dapat melindungi permukaan kayu dari kelembapan. Penggunaan pernis juga bagus untuk furniture kayu di dapur atau kamar mandi yang mudah terkena air dan lembap.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com