Author: Gak Ganti Gambar

  • 6 Penyebab Rumah Bau Apek, Segera Atasi dengan Cara Ini


    Jakarta

    Suasana rumah yang terasa bersih dan segar tentu diidamkan para pemilik rumah. Namun, terkadang rumah bau apek sampai mengganggu kenyamanan penghuni rumah.

    Aroma tak sedap itu dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari jamur hingga kondisi rumah yang kotor. Jangan sampai hal ini bikin orang-orang enggan berlama-lama di dalam rumah.

    Lalu, apa saja yang bikin rumah bau apek? Yuk, simak penjelasan berikut yang dikutip dari Homes and Gardens, Jumat (14/6/2024).


    Penyebab Rumah Bau Apek

    1. Tumbuhnya Jamur

    Rumah dengan kondisi udara yang lembap sangat rawan ditumbuhi jamur. Tercium bau apek dibarengi adanya bercak hitam di tembok, furniture, karpet atau atap menjadi tanda tumbuhnya jamur.

    Untuk menyingkirkan jamur hitam akan lebih mudah ketika belum terlalu parah. Cara mudah untuk menyingkirkannya adalah dengan menggunakan cuka, kamu tinggal semprotkan cuka pada jamur hitam kemudian bilas dengan air hangat secara perlahan.

    Perlu diingat, jamur pada dalam nggak cuma bikin rumah apek karena jika dibiarkan akan menyebabkan masalah kesehatan lebih serius. Maka dari itu harus segera ditangani secepat mungkin.

    Selain itu, bau apek juga bisa disebabkan oleh banyaknya debu dan kotoran di dalam rumah. Debu dan kotoran yang dibiarkan juga bisa menyebabkan alergi bagi beberapa orang. Oleh karena itu kamu harus membersihkan setiap sudut ruangan serta furniture. Kamu bisa mengelapnya menggunakan kain kanebo dan cairan pembersih.

    3. Pakaian dan Linen yang Tidak Dikeringkan dengan Benar

    Kamu pasti ingin semua pakaian milikmu kering dengan cepat, namun jika kamu menjemur pakaian dan linen dengan rentang waktu yang singkat bisa menyebabkannya berbau apek dan menimbulkan bau permanen di rumah Anda.

    Maka, sebaiknya kamu keringkan pakaian dan linen kamu dengan benar dan jangan taruh di dalam lemari jika masih basah karena dapat merusak bahan dari pakaian tersebut.

    4. Kelembapan Rumah Tinggi

    Tingkat kelembaban yang tinggi dapat memerangkap bau dan menimbulkan bau apek dan lembap di dalam rumah kamu. Terlebih lagi, kelembapan yang tinggi dapat menyebabkan berkembangnya jamur dan lumut, sehingga menambah bau dan juga membahayakan kesehatan.

    Mengurangi kelembapan dapat dilakukan dengan dehumidifier, namun kamu cukup membuka jendela setiap pagi selama setengah jam setelah bangun tidur dapat mengurangi kelembapan.

    5. Kurang Ventilasi Udara

    Pada musim tertentu seperti musim hujan, orang-orang akan cenderung tidak membuka jendela dan pintu dalam jangka waktu lama, sehingga mengurangi aliran udara di rumah dan menghalangi ventilasi yang baik.

    Akibatnya, kelembaban dilepaskan saat kita bernapas, dan bau yang ditimbulkan oleh aktivitas sehari-hari seperti memasak, berolahraga di rumah, dan membersihkan rumah terperangkap di dalam rumah. Ventilasi yang baik adalah cara paling efektif untuk mencegah jamur.

    6. Karpet Kotor

    Lalu, umumnya bau apek di rumah berasal dari karpet yang sudah tua dan jarang dibersihkan. Mungkin kamu berpikir menyedot debu hanya beberapa kali sudah cukup untuk menjaganya tetap segar.

    Namun, sebenarnya karpet tersebut belum bersih dan terdapat debu dan kotoran yang mengeluarkan bau apek. Kamu harus menyedot debu dan menggunakan semprotan pembersih seminggu sekali untuk menjaganya tetap bersih.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Detail yang Perlu Diperhatikan Saat Bangun Rumah Bergaya Mediterania


    Jakarta

    Arsitektur Mediterania adalah gaya rumah atau bangunan yang berasal dari Semenanjung Mediterania dan negara-negara seperti Spanyol, Portugal, dan Turki. Arsitektur ini disebut cocok digunakan di Indonesia yang beriklim tropis.

    Menurut Arsitek Denny Setiawan arsitektur Mediterania ini muncul membantu masyarakat di pesisir pantai Semenanjung Mediterania mengatasi iklim tropis yang panas dan kering.

    “Spanyol atau Portugal itu mengantisipasi potensi dan kelemahan iklim tropis yang menghadap pesisir pantai,” katanya kepada detikProperti pada Jumat (14/6/2024).


    Dia menambahkan kecocokan lainnya arsitektur Mediterania diterapkan di Indonesia adalah material bangunannya yang memang tersedia juga di sini seperti batu bata dan kayu.

    “Rumah atau bangunan gaya Mediterania adalah materialnya yang lazim dipakai di Indonesia. Mereka tetap memakai batu bata, kayu, kadang-kadang memakai ornamen-ornamen tambahan yang mereka gunakan itu sebenarnya mirip dengan yang dipakai di rumah-rumah di Indonesia,” ungkap Denny.

    Kemudian, saat pembangunannya, ada beberapa karakteristik arsitektur Mediterania yang tidak mungkin dipisahkan. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan saat ingin membangun rumah bergaya Mediterania menurut Denny.

    1. Mengetahui Arah Mata Angin

    Denny menyampaikan arah mata angin sangat penting untuk menentukan posisi rumah agar bagian dalamnya bisa sejuk pada musim apa pun. Cara ini juga dapat menghindari rumah terkena matahari sore yang panas.

    “Yang perlu diantisipasi tidak serta merta kita taro langsung di tapak kita. Kita harus tahu arah mata angin. Kalau misalnya di Spanyol, laut itu di Selatan kalau di Jakarta laut itu ada di Utara. Antisipasi untuk menjawab permasalahan panas dari arah angin barat misalnya atau arah angin sore. Jadi kita perlu menelaah kecocokan tapak atau lokasi lahan rumah kita terhadap gaya rumah Mediterania yang akan dibangun,” jelasnya.

    2. Harus Ada Ornamen

    Inspirasi dekorasi di rumah bergaya mediterania.Inspirasi dekorasi di rumah bergaya mediterania. Foto: Dror Baldinger via Better Homes and Gardens

    Ornamen adalah karakteristik penting di dalam arsitektur Mediterania. Ornamen di sini berarti penghias rumah, bisa berupa motif atau material yang mempercantik tampilan rumah.

    “Gaya Mediterania ini menarik. Menurut saya pribadi sebagai arsitek ini tuh gaya tropis yang memiliki ornamen. Jadi dia percampuran gaya tropis dengan gaya earth deco, jadi ada ornamen di sana sini sebagai penghias rumah,” ucap Denny.

    Meskipun penting, Denny mengingatkan untuk memilih ornamen sesuai kebutuhan bukan keinginan. Semakin banyak ornamen di rumah maka biaya yang dikeluarkan akan besar. Namun di satu sisi banyaknya ornamen juga bisa meningkatkan nilai rumah.

    “Saya menyarankan untuk yang ingin membuat rumah (Mediterania) melihat kembali pada kebutuhannya dulu, baru keinginan. Jadi ketika kita mendesain gaya Mediterania kita bisa menelaah seberapa banyak ornamental yang dibutuhkan untuk rumah kita. Jadi semakin banyak ornament, harganya akan semakin mahal,” tambahnya.

    Ornamen ini juga bisa ditambahkan sampai ke dalam rumah berupa furniture yang berhubungan dengan gaya Mediterania yang banyak corak. Selain itu, materialnya dari alam seperti kayu, bebatuan, atau tanah liat.

    3. Atap Miring

    Model atap rumah Mediterania menurut Denny adalah beratap miring agar air hujan tidak menggenang di atas.

    “Bangunannya sudah terlihat kayak Mediterania itu punya atap miring, lalu ada ornament garis-garis yang melekat pada rumah-rumah tersebut,” sebutnya.

    4. Warna Cat

    Tampilan depan rumah bergaya mediterania.Tampilan depan rumah bergaya mediterania. Foto: felixmizioznikov via The Spruce

    Denny mengatakan warna cat dinding yang disarankan untuk rumah Mediterania adalah warna krem dan turunannya seperti biru dan hijau.

    “Warna krem saya anggap warna bumi. Warna bumi ini saya anggap sebagai warna netral untuk warna apa pun. Kenapa mereka menggunakan warna krem karena warna krem cocok untuk dipadukan dengan ornamen rumah mereka,” ujarnya.

    5. Pagar

    Berbeda dengan kawasan asalnya yang tidak ditambahkan pagar, rumah Mediterania di Indonesia bisa dipasang pagar yang desainnya disesuaikan dengan ornamen di rumah tersebut.

    “Sebenarnya gaya Mediterania ini bisa diadaptasi dengan bentuk pagar apa pun karena fokusnya pada ornamental. Jadi kalau bisa menyesuaikan dengan ornamental interior dan fasad rumahnya, dia bisa gitu bikin pagar yang cantik sesuai gaya Mediterania,” paparnya.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Ngepel Pakai Air Dingin atau Air Panas?



    Jakarta

    Salah satu rutinitas kebersihan yang dilakukan banyak khalayak adalah mengepel lantai. Ternyata, kamu bisa memakai air dingin atau air panas saat mengepel lantai.

    Kira-kira lebih bersih ngepel lantai pakai air dingin atau air panas, ya? Berikut ulasannya.

    Dikutip dari Home Viable, Sabtu (15/6/2024) yang efektif mematikan kuman adalah air panas. Selain itu, air panas lebih kilat dalam menyingkirkan kotoran, lemak, serta noda yang tertumpuk pada lantai.


    Bahkan dengan memakai air panas, sejumlah bahan pembersih lantai dapat bekerja lebih optimal. Tapi, tidak semua jenis lantai dapat dipel memakai air panas.

    Marmer adalah salah satu jenis lantai yang bisa dipel memakai air panas, karena materialnya bisa menerima suhu tinggi. Padukan dengan sedikit air dingin guna meminimalisir potensi rusaknya lantai.

    Pakai air dingin untuk mengepel jenis lantai seperti kayu keras dan alami. Zat pelindung kayu akan hilang dan membuat warna lantai kayu kusam, kalau kamu mengepel jenis lantai ini dengan air panas.

    Tapi, mengepel lantai dengan air dingin pun harus tetap telaten. Sebelum mulai mengepel, peras kain pel sampai kering sempurna. Karena, kayu menyerap cairan dengan cepat. Kalau kain pel terlalu basah, lama kelamaan tekstur kayu akan berubah warna dan melengkung.

    Selain itu, pakai air dingin kalau lantai rumah menggunakan keramik, porselen, atau Ubin. Karena, air panas akan merusak permukaan keramik. Bisa pakai air dingin untuk lantai vinyl.

    Sama halnya dengan memakai air panas, mengepel lantai memakai air dingin yang dipadukan dengan bahan pembersih lantai yang tepat dapat efektif mematikan bakteri.

    Saat mengepel lantai vinyl, hindari pemakaian cairan pembersih yang terlalu banyak sebab bisa merusak permukaannya. Guna memperpanjang usia pakai lantai, rutinlah pel dengan air dingin.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Cat Interior dan Eksterior Rumah


    Jakarta

    Cat dinding terbagi menjadi dua jenis, yakni interior dan eksterior. Meskipun keduanya sama-sama cairan pigmen untuk mengecat dinding rumah, sebaiknya memilih cat yang sesuai kegunaannya.

    Cat interior diaplikasikan pada tembok yang berada di dalam bangunan, misalnya kamar, lorong, kamar mandi, dan dapur. Cat ini juga sudah dirancang khusus untuk perubahan suhu dan kelembaban.

    Sedangkan cat eksterior diaplikasikan pada bagian luar bangunan. Cat ini dirancang khusus supaya tahan dengan perubahan kondisi alam seperti cuaca dan angin.


    Nah, daripada bingung dan tertukar, simak perbedaan cat interior dan cat eksterior berikut ini, dikutip dari Real Milk Paint, Minggu (16/6/2024).

    5 Perbedaan Cat Interior dan Eksterior

    1. Bahan Dasar dan Fungsinya

    Perbedaan utama cat interior dan eksterior ada pada bahan dasar dan fungsinya. Cat interior bersifat lebih anti noda dan mudah dibersihkan. Hal ini berkaitan dengan bagian dalam bangunan yang ditinggali oleh orang dan juga hewan pelihaaran.

    Maka dari itu, cat interior juga mengandung senyawa organik yang mudah menguap dalam jumlah rendah, sehingga mengurangi risiko kesehatan. Selain itu, resin pada cat interior juga harus lebih kaku sehingga mengurangi noda dan lecet.

    Sedangkan untuk cat eksterior menggunakan bahan yang lebih kuat untuk menahan segala kondisi cuaca, seperti hujan, sinar matahari, angin, dan yang lainnya. Umumnya, cat eksterior memiliki bahan resin pengikat yang sangat lembut. Hal ini bertujuan untuk membuat bagian luar bangunan tidak mudah terkelupas dan pudar.

    2. Pilihan Warna dan Tekstur

    Selanjutnya, pilihan warna dan tekstur cat interior dan eksterior rumah berbeda. Cat interior punya tampilan mat atau datar hingga efek bertekstur atau berkilau. Selain itu, cat interior juga punya banyak pilihan warna yang menarik sehingga kamu dapat menyesuaikan dengan konsep rumah kamu.

    Sementara, cat eksterior sering kali memiliki pilihan warna dan tekstur yang jauh lebih terbatas dibandingkan cat interior. Biasanya warna cat eksterior berkisar pada warna putih, abu-abu, atau warna netral lainnya. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih pada tampilan datar atau satin yang lebih mudah dibersihkan.

    3. Teknik Pengaplikasian

    Teknik pengaplikasian cat dinding pun berbeda untuk interior dan eksterior rumah. Mengecat bagian interior bisa dikatakan prosesnya relatif lebih mudah dan bisa dilakukan tanpa keahlian yang benar-benar khusus. Kamu cuma butuh kuas atau roller untuk mengecat tembok bagian interior.

    Sementara itu, teknik cat eksterior jauh lebih kompleks karena cat tersebut harus tahan terhadap kondisi cuaca ke depan. Pemilihan cat dan aplikasi harus sangat tepat, terlebih dalam pengelupasan cat lama, perbaikan retakan, dan penggunaan primer yang tahan cuaca. Dalam mengaplikasikan cat eksterior, alat yang digunakan adalah semprotan, rol khusus, atau bahkan dengan bantuan kompresor udara untuk memastikan penutupan yang merata.

    4. Proses Pengeringan

    Perbedaan dua jenis cat dinding ini juga ada pada lamanya waktu untuk proses pengeringan. Cat interior dan eksterior punya perbedaan yang signifikan karena pengaruh kondisi lingkungan dan komposisi kimia yang terkandung dalam cat. Pada umumnya, cat interior lebih cepat mengering. Cat interior biasanya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 4 jam untuk proses pengeringannya.

    Sedangkan untuk cat eksterior, waktu pengeringan menjadi jauh lebih lama karena harus tahan terhadap cuaca luar yang berubah-ubah. Proses pengeringan pada cat eksterior biasanya memakan waktu sekitar 24 sampai 48 jam atau bahkan lebih lama tergantung pada faktor kelembaban udara, subuh, dan jenis cat yang digunakan.

    5. Harga

    Meski kedua jenis cat dinding tidak terlalu berbeda, tetapi akan terasa jika kamu sedang melakukan renovasi rumah. Karena mengandung lebih banyak bahan tambahan dan daya tahannya yang lebih baik, cat eksterior umumnya memiliki harga yang lebih mahal. Sedangkan untuk cat interior cenderung lebih terjangkau karena tidak menawarkan ketahanan dan perlindungan yang sama.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tips Jitu Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah biar Nggak Gerah


    Jakarta

    Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa memiliki iklim tropis, sehingga mendapat paparan sinar matahari sepanjang tahun. Maka, tak heran kalau cuaca di Indonesia sering panas.

    Hal ini tentu membuat hawa di dalam rumah juga panas dan gerah. Nah, posisi rumah pun menjadi penting untuk diperhitungkan, supaya rumah tidak terlalu terpapar sinar matahari yang menyengat.

    Lantas, bagaimana cara menangkal sinar matahari supaya rumah tidak terlalu panas?


    “Untuk mengoptimalkan kenyamanan, hadap rumah di Indonesia sebaiknya ke arah utara-selatan,” kata Direktur Home-Works Wahyu Achadi kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    “Terpapar sinar matahari langsung cukup lama akan membuat suhu udara di dalam rumah panas,” lanjut Wahyu.

    Namun, bagaimana jika rumahmu sudah telanjur menghadap ke arah timur atau barat?

    Wahyu mengatakan bahwa ada beberapa rekayasa yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah.

    Cara Tangkal Sinar Matahari Masuk Rumah

    1. Menanam Pohon

    Pohon bisa membantu untuk mengurangi pancaran sinar matahari yang masuk ke rumah. Biasanya, rumah yang menghadap ke arah barat akan sangat silau dari pukul 14.30 sampai 16.30.

    Jenis pohon yang disarankan adalah yang tumbuh meninggi dengan tajuk ranting tidak melebar, seperti palem, bambu, glodokan tiang, atau pucuk merah yang mudah dibentuk.

    “Fungsi pohon ini juga bukan hanya menahan sinar matahari, tapi juga menyerap polusi, penyedia oksigen, hingga buffer suara dari luar,” jelas Wahyu.

    2. Tanaman Rambat

    Tanaman rambat dapat menjadi alternatif jika menanam pohon tidak memungkinkan.

    “Selain bisa menahan sinar matahari yang masuk, tanaman rambat juga bisa mempercantik tampilan ataupun fasad rumah,” jelas Wahyu.

    Agar dapat mempercantik rumah, kamu harus memperhatikan estetika tanaman dengan rajin merapikan sudut-sudut rambatannya. Jika tidak, tanaman rambat malah akan memberikan kesan seperti rumah yang tidak terawat.

    3. Optimalkan Teras

    Untuk mengurangi dampak buruk sinar matahari, fungsi teras dapat dioptimalkan dengan meletakkan banyak tanaman di dalam pot. Dengan begitu, sinar matahari dapat tersaring sebelum masuk ke rumah.

    “Dengan banyak tanaman di teras juga membuat udara yang masuk ke dalam rumah lebih segar,” jelas Wahyu.

    4. Kisi-Kisi

    Rekayasa yang dapat dilakukan selanjutnya adalah dengan membuat kisi-kisi sebagai celah udara. Kisi-kisi ini dipasang di area teras atau dinding bagian depan rumah untuk menghambat cahaya matahari yang menyilaukan.

    “Cahaya yang silau bisa dihambat dengan keberadaan kisi-kisi sebagai secondary skin pada bagian dinding terluar yang akan menyaring sinar matahari,” kata Wahyu.

    5. Overstek atau Kanopi

    Kamu bisa juga memasang overstek atau kanopi untuk mengurangi cahaya matahari yang masuk.

    “Overstek atau kanopi bisa menjadi solusi dengan membuat semacam bidang transparan atau seunscreen dengan bentuk vertikal maupun horizontal,” kata Wahyu.

    Untuk rumah bergaya tropis, gunakan overstek atau kanopi yang lebar. Sementara itu, rumah minimalis sebaiknya menggunakan overstek atau kanopi di atas jendela.

    6. Kaca Film

    Sebagai solusi terakhir, kamu juga bisa memasang kaca film jika pancaran sinar matahari yang masuk terlalu kuat. Kaca film ini dipasang pada jendela besar di depan rumah. Di bagian dalam rumah, kamu juga bisa memasang gorden transparan (vitrase).

    Itulah beberapa rekayasa yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari langsung ke dalam rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 15 Warna Cat Rumah Sederhana tapi Mewah, Bikin Rumah Adem dan Nyaman


    Jakarta

    Warna cat rumah sederhana tapi mewah tengah menjadi tren di kalangan pasangan muda. Hal ini adalah salah satu cara efektif untuk meminimalisir biaya.

    Masyarakat awam berpikir jika rumah terlihat mewah jika perabot dan ornamen yang dipajang mendukung. Namun desainer interior dari Daley Home, Shelby Van Daley mengklaim pilihan cat yang tepat cukup membuat rumah tampak lebih mewah.

    Dikutip dari laman Veranda, keselarasan cat dan perabot akan menciptakan kesan ruangan yang mahal. Namun pewarnaan kontras pada trim juga bisa mendukung nuansa rumah menjadi mewah. Pemilihan cat berwarna gelap di ruangan kecil akan memberikan kesan mewah dan futuristik bagi rumah.


    15 Warna Cat Rumah Sederhana tapi Mewah

    Deretan warna ini bisa jadi pilihan untuk menimbulkan kesan rumah yang adem dan nyaman. Tentunya simpel dan terlihat mewah serta elegan.

    1. Abu-Abu Gelap

    Dark grey atau abu-abu gelap menjadi tren warna cat rumah terkini yang membuat tampilan rumah jadi mewah. Rona biru keabu-abuan yang muncul memberikan kesan hangat yang sempurna pada ruangan. Warna ini cocok untuk ruang makan atau kamar mandi yang rentan kena air dan cipratan minyak.

    2. Abu-abu Muda

    Abu-abu muda memberikan rona abu-abu dan krim yang menjadikan ruangan terlihat mahal. Warnanya yang mendekati lavender membuat aura rumah futuristik dan nyaman. Bahkan beberapa perumahan mematok harga mahal untuk rumah yang dicat dengan warna abu-abu muda.

    3. Putih

    Warna cat rumah sederhana tapi mewah berikutnya adalah putih. Putih memberikan kesan klasik dan sempurna pada setiap konsep rumah. Aura ruangan semakin tampak ketika trim, pintu, dan lemari yang digunakan berwarna putih.

    4. Putih Pucat

    Off white memberikan kesan ruangan yang tinggi dan tidak pengap. Rumah kecil dan sederhana detikers akan terlihat lebih lengang dengan warna ini. Kombinasi dengan warna krim dari dekorasi akan membuat rumah tampak semakin mewah.

    5. Cream (Krem)

    Warna krem menimbulkan kesan mahal dan hangat pada ruangan. Pencahayaan akan lebih stabil dengan komposisi putih terang dan rona kecoklatan yang muncul. Jenis cat krem matte ini cocok untuk dinding dan langit-langit rumah.

    6. Hijau Tua

    Warna hijau tua ternyata juga masuk dalam tren cat sederhana agar rumah terlihat mewah. Namun detikers tidak bisa mengecat seluruh ruangan dengan warna ini. Warna perabot dan langit-langit harus lebih mengilap agar tidak terlihat monoton.

    7. Hijau Muda

    Hijau muda adalah cat yang tidak terlalu mencolok dan membuat perabot tampak lebih hidup. Warna ini cocok untuk memberikan kesan yang sejuk dalam ruangan. Cat hijau muda sangat direkomendasikan untuk ruang rias dan bermain anak-anak.

    8. Merah Tua

    Merah tua membuat ruangan lebih berani dan terkesan sangat mewah. Penggunaan warna ini juga dipercaya mendatangkan kekayaan dan keagungan bagi penghuninya.

    9. Oranye Keabu-abuan

    Warna oranye dianggap mampu menciptakan mood positif di dalam ruangan. Detikers bisa menggunakan warna ini jika dekorasi dinding tidak terlalu banyak. Warna ini juga menggambarkan kegembiraan yang cocok untuk area ruang tamu.

    10. Emas

    Warna emas memiliki nuansa mewah yang kuat dibandingkan warna lain. Namun kombinasi yang tidak tepat akan membuat kepala dan mata menjadi pusing. Detail warna ini cocok untuk mengisi ruangan yang tidak terlalu banyak dengan perabot.

    11. Kuning

    Warna kuning sangat cocok untuk menarik cahaya dan fokus yang kuat ke dalam ruangan. Oleh sebab itu, warna kuning sering digunakan untuk dinding kamar mandi, dapur, lorong, teras belakang, atau ruangan yang minim cahaya. Warna kuning kalem memunculkan nuansa kalem dan nyaman untuk dihuni Sang Pemilik.

    12. Biru

    Agar rumah sederhana terlihat mewah, maka warna navy lebih cocok dibandingkan hitam. Warna biru muda juga cocok digunakan karena memancarkan nuansa ceria, mewah, dan damai. Biru cerah lebih cocok untuk dinding di bagian lorong rumah.

    13. Coklat

    Coklat masuk dalam palet earthtone yang sedang tren saat ini. Warna ini cocok untuk interior atau eksterior rumah agar terlihat lebih mewah. Paduan warna putih atau abu-abu akan membantu ruangan tidak terlihat kusam.

    14. Ungu

    Penggunaan warna ungu menghasilkan sentuhan mewah dan agung untuk rumah. Warna ini cocok untuk langit-langit rumah karena memberikan kesan yang tinggi untuk bangunan. Namun penghuni harus memilih perabot berwarna netral agar suasana rumah tidak terlalu ramai.

    15. Pastel

    Warna pastel adalah alternatif terakhir warna cat rumah sederhana tapi mewah. Sentuhan warna ini menghasilkan suasana yang relaks, santai, namun berkelas. Warna kalem seperti sage, biru lembut, dan dusty pink cocok untuk kamar mandi dan ruang tidur.

    Tips Memilih Warna Cat Rumah Sederhana tapi Mewah

    Dilansir dari laman Medallion Home, memilih cat untuk rumah sederhana agar terlihat mewah bisa dibilang rumit. Namun hal tersebut tidak akan terjadi dengan menerapkan tips berikut:

    • Mencari inspirasi di majalah atau situs desain
    • Ketahui nuansa rumah yang ingin dibangun
    • Sesuaikan konsep dengan perabot yang ada di rumah
    • Gunakan teori dan palet warna untuk mempermudah mencari kontras yang pas
    • Menetapkan hasil akhir yang diinginkan yaitu matte, semi-gloss, gloss, atau metalik
    • Menyesuaikan warna cat dengan kondisi pencahayaan ruangan
    • Pilih cat berkualitas untuk meminimalisir biaya untuk perawatan.

    Demikian rekomendasi warna cat rumah sederhana tapi mewah yang bisa dijadikan referensi detikers. Dua sampai tiga warna cukup membuat ruangan lebih mahal dengan memperhatikan nilai dinamis dan kontras pada perabot.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Jenis Keran Air dengan Bentuk dan Fungsi yang Berbeda-beda


    Jakarta

    Keran air adalah alat yang berfungsi untuk mengalirkan air yang sering ditemukan di dapur dan kamar mandi. Ada banyak jenis keran air yang di pasaran yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan selera pemakaian.

    Adapun jenis-jenis keran ini memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Walaupun sama-sama mengalirkan air, sebaiknya memilih bentuk yang pas untuk menunjang gaya hidup penghuni rumah.

    Lantas, apa saja jenis-jenis keran air? Berikut ini deretan keran air dengan bentuk dan fungsi yang berbeda-beda, dikutip dari Klopmart, Jumat (14/6/2024).


    1. Keran Angsa

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran air pertama adalah keran angsa. Kran ini punya bentuk melengkung seperti leher angsa. Fungsi dari keran ini sebagai keran untuk mencuci piring dan biasanya keran ini dipasang pada wastafel yang ada di dapur.

    2. Keran Cartridge

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya yang dapat Kamu gunakan adalah keran cartridge atau keran tabung. Keran ini berbentuk seperti tabung atau cartridge yang dapat digerakkan ke atas atau ke bawah. Tabung ini berfungsi sebagai pengatur volume air yang dikeluarkan sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebocoran air.

    3. Keran Otomatis

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran ini memiliki fitur sensor otomatis sehingga Kamu tidak perlu menyentuh katup pembuka dan penutup pada keran. Jika kamu menggunakan keran ini juga akan lebih bersih higienis dan praktis.

    4. Keran Tanam

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran selanjutnya adalah keran tanam. Berfungsi sebagai keran untuk menyiram tanaman. Keran ini biasanya diletakkan di tengah halaman atau bagian luar rumah yang sekitarnya banyak tanaman. Keran ini diletakkan di tengah halaman karena punya tekanan air dari keran ini sangat kuat.

    5. Keran Cabang

    Ilustrasi kran airJenis Keran Air Foto: Ilustrasi kran air

    Jenis keran terakhir yang dapat Kamu gunakan adalah keran yang memiliki cabang. Keran ini memiliki 2 cabang yang berfungsi untuk memisahkan antara aliran air panas dan aliran air dingin. Keran ini biasanya digunakan di bagian kamar mandi terutama di bagian shower.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kuah Opor Tumpah Bikin Noda Susah Hilang? Ini Cara Membersihkannya



    Jakarta

    Opor merupakan makanan yang sering dihidangkan dalam perayaan Idul Fitri maupun Idul Adha. Namun, saat memakannya terkadang perlu hati-hati agar tidak meninggalkan noda opor pada pakaian maupun taplak meja.

    Warna kuning pada kuah opor berasal dari kunyit. Warna kuning ini sangat mudah untuk menempel pada kain, bahkan hingga bisa menyerap pada kulit tangan.

    Selain itu, warna kuning dari kunyit ini sulit untuk hilang ketika sudah menempel dalam waktu yang lama. Hal ini membuat kuah dari opor ayam menjadi sangat membandel jika menempel pada pakaian maupun taplak meja.


    Namun jangan khawatir! Jika pakaian maupun taplak meja kamu terkena kuah opor, masih bisa dibersihkan. Begini caranya.

    Cara Membersihkan Noda Kuah Opor pada Pakaian

    Dilansir dari The Spruce, berikut ini cara menghilangkan noda kunyit dari pakaian.

    1. Hilangkan Kelebihan Cairan Noda Kunyit pada Pakaian

    Jika pakaian Anda memiliki noda basah yang berbahan dasar kunyit, seperti opor, hilangkan cairan yang menempel pada pakaian menggunakan sendok. Hal tersebut harus segera dilakukan agar noda tidak semakin menempel pada pakaian.

    2. Taburkan Baking Soda

    Selanjutnya, taburkan baking soda di atas noda kunyit. Biarkan selama 20 menit. Baking soda akan menyerap minyak pada noda tersebut. Setelah 20 menit, bersihkan baking soda dari pakaian.

    3. Rendam Bagian Noda pada Pakaian

    Tempatkan bagian pakaian yang bernoda ke dalam wadah yang berisi cuka dan diamkan selama 20 menit. Peras sisa cuka sebelum melanjutkan ke langkah selanjutnya. Ulangi langkah pertama hingga ketiga sesuai kebutuhan.

    Sebagai informasi, jika pakaian terkena noda kunyit bubuk, bukan noda kunyit yang berbahan dasar minyak, bisa dimulai dari langkah ini.

    4. Cuci Pakaian

    Cuci Pakaian yang terkena noda kunyit di mesin cuci dengan menggunakan air dingin. Pakaian dapat dimasukkan ke dalam mesin pengering untuk dikeringkan, tetapi pastikan nodanya benar-benar hilang karena panas dari pengering akan mengeringkannya. Atau pakaian bisa dijemur di luar ruangan di mana sinar matahari dapat membantu menghilangkan noda kunyit yang membandel.

    Cara Bersihkan Noda Opor atau Noda Makanan pada Taplak Meja

    Dikutip dari homejelly.com, cara yang paling mudah membersihkan noda opor dari taplak meja adalah dengan membuat campuran bahan pembersih sendiri. Bahan yang diperlukan di antara lain yaitu:

    1. Enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring.

    2. Detergen

    3.Baking Soda

    Langkah-langkah:

    1. Bersihkan residu makanan yang sudah mengeras pada taplak meja. Lalu semprotkan enzyme spray (spray oil treatment) atau sabun cuci piring langsung kepada noda tersebut dan gosok secara perlahan. Setelah digosok, biarkan selama 15 menit.

    2. Siapkan baskom untuk mencucinya. Isi baskom tersebut dengan air hangat, lalu tambahkan dengan ± 2 sendok makan detergen.

    3. Masukkan taplak meja ke dalam cairan detergen tersebut dan biarkan terendam selama 15 menit. Bila nodanya sangat membandel, kamu bisa biarkan taplak meja terendam selama ± 8 Jam atau semalaman dengan tambahan baking soda. Lalu bilas.

    4. Cek taplak meja. bila sudah bersih kamu bisa menjemurnya di luar hingga kering. Pastikan agar taplak meja tidak ditempatkan di tempat yang terlalu panas.

    Itulah cara membersihkan noda opor pada pakaian maupun taplak meja. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan 4 Kebiasaan Baik Ini biar Rumah Kamu Selalu Rapi dan Teratur


    Jakarta

    Rumah rapi dan teratur tentu menjadi idaman para penghuni rumah. Bagaimana tidak? Kondisi rumah yang baik akan membuat penghuninya nyaman untuk istirahat dan beraktivitas di sekitar rumah.

    Kalau kamu pengin rumah nggak berantakan, maka penting untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan baik yang mencegah kekacauan. Hal ini akan memudahkan kamu dalam membereskan rumah.

    Lalu, apa saja kebiasaan baik yang sebaiknya dilakukan? Yuk, simak tips berikut ini untuk menjaga rumah selalu rapi dan teratur, dikutip dari The Spruce, Minggu (16/6/2024).


    Kebiasaan Baik Agar Rumah Rapi dan Teratur

    1. Singkirkan Barang yang Tidak Perlu

    Rumah yang berantakan umumnya terjadi akibat kebiasaan kita menumpuk barang. Seorang organisator profesional, Laura Cattano, mengatakan bahwa banyak orang menyimpan barang yang bahkan tidak mereka gunakan.

    “Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menyingkirkan apapun yang tidak membantumu. Belilah barang-barang yang membantumu dalam melakukan sesuatu,” terang Cattano.

    Saat ragu untuk menyingkirkan suatu barang, pikirkan alasan kenapa kamu harus menyimpannya. Cattano mengatakan bahwa kamu tak harus memiliki 17 pembuka kaleng di rumah. Maka dari itu, singkirkan saja barang-barang yang memang sudah tidak digunakan lagi agar rumah menjadi lebih rapi.

    2. Bijak Saat Membeli Barang

    Selain itu, rumah yang berantakan juga bisa dipicu oleh kebiasaan berbelanja impulsif. Alhasil, barang-barang yang kita beli hanya memenuhi ruangan saja tanpa digunakan sebagaimana mestinya.

    “Banyak dari kita menginginkan rumah yang lebih rapi dan tidak berantakan, tetapi kita tidak mau melihat dengan jujur dan cermat kebiasaan belanja kita,” jelas Joanna Wirick, seorang organisator profesional dan pemilik Joanna Organize.

    Agar tak menumpuk barang, Cattano menyarankan untuk bersikap bijak sebelum membeli atau membawa sesuatu ke rumah. Pikirkan dengan cermat apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan dan akan digunakan sebagaimana mestinya.

    3. Pilih Penyimpanan yang Tepat

    Pastikan untuk menyimpan barang-barang di tempat yang tepat. Menyimpan barang dalam rak yang terkunci atau menaruhnya di atas meja adalah pilihanmu.

    Pilih barang-barang mana yang ingin kamu simpan di ruang terbuka dan mana yang ingin kamu simpan dalam lemari yang tertutup. Kamu bisa menggunakan rak-rak dekoratif untuk menyamarkan barang-barang agar ruangan terlihat lebih rapi.

    4. Buat Jadwal Merapikan Barang

    Untuk menjaga agar rumah tidak berantakan, buatlah jadwal khusus untuk merapikannya. Wirick menyarankan untuk membaginya jadi dua waktu, yaitu pagi dan malam hari.

    Saat malam hari, rapikan barang-barang secara menyeluruh mengingat waktu ini biasanya lebih panjang. Kamu bebas untuk mengatur ulang ruangan, membereskan meja, atau menyortir barang-barang untuk disimpan di tempat tertutup. Paginya, selesaikan pekerjaan yang belum selesai karena waktu ini biasanya lebih singkat.

    “Mengubah kebiasaan memang sulit, tetapi selama kamu memiliki pola pikir yang dewasa dan bersedia untuk merasa nyaman dengan ketidaknyamanan yang timbul akibat perubahan, kamu pasti bisa melakukannya,” pungkas Wirrick.

    Itulah beberapa kebiasaan baik yang bisa kamu lakukan untuk menjaga rumah tetap rapi dan teratur. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Noda Darah Hewan Kurban di Pakaian


    Jakarta

    Saat Iduladha, umat Islam akan melaksanakan penyembelihan hewan kurban sebagai bentuk ibadah dan ketaatan mengikuti perintah Allah SWT. Namun, saat melakukan penyembelihan hewan kurban kerap kali ada noda darah di pakaian.

    Darah merupakan salah satu noda yang cukup sulit dibersihkan, apalagi jika sudah mengering. Akan tetapi, kamu tidak perlu khawatir karena dalam artikel ini akan dibahas cara membersihkan noda darah di pakaian.

    Noda darah di pakaian ada yang masih basah dan ada yang sudah kering. Berikut ini caranya.


    Noda Darah yang Masih Basah

    Metode Hidrogen Peroksida

    Alat dan Bahan:

    – Hidrogen peroksida 3%

    – Cotton swab atau korek kuping

    – Kain bersih

    Langkah-langkah:

    1. Lakukan tes pada pakaian yang terkena noda darah terlebih dahulu menggunakan korek kuping, untuk memastikan bahwa bahan baju tidak rusak ketika terkena hidrogen peroksida. Seharusnya cairan peroksida dengan kepekatan 3% tidak akan membuat warna baju kamu luntur.

    2. Setelah kamu yakin bahwa tidak ada reaksi buruk yang timbul pada baju, selanjutnya kamu bisa langsung membasahi bagian noda darah tersebut dengan hidrogen peroksida.

    3. Bila kamu melihat ada gelembung pada noda yang dibasahi, biarkanlah saja hingga beberapa saat. Gelembung tersebut artinya hidrogen peroksida sedang bekerja mengangkat noda, memecahnya, dan memunculkannya ke permukaan.

    4. Setelah menunggu beberapa saat, keringkan noda darah dengan menggunakan kain bersih, lalu bilas dengan air dingin. Lalu cek bekas noda, bila noda darah masih tersisa, kamu bisa coba mengganti metode pembersihan dengan bahan lain.

    5. Bila kamu yakin baju tersebut sudah bersih dari noda darah, kamu bisa langsung mencucinya di mesin cuci seperti biasa dengan air dingin dan detergen.

    6. Setelah selesai dicuci, pastikan lagi bahwa noda tersebut sudah hilang maksimal. Bila sudah bersih sempurna kamu bisa langsung menjemurnya.

    Metode Lainnya

    Dilansir dari Real Simple, kamu juga bisa membersihkan noda darah dengan menggunakan sabun cuci piring. Begini caranya.

    1. Teteskan Sabun Cuci Piring

    Teteskan sabun cuci piring ke noda dan gosokkan dengan kain bersih. Cipratkan amonia (tes dulu di baju), lalu taburkan baking soda dan diamkan beberapa menit.

    2. Gosok Noda

    Kamu bisa membersihkan noda dengan menyikatnya dengan sikat gigi dengan cara memutar hingga noda hilang. Selanjutnya bilas dengan air dingin.

    3. Cuci Baju

    Jika noda sudah hilang, kamu bisa mencuci baju dengan air dingin.

    Noda Darah Kering

    Dilansir dari Reader Digest, berikut ini caranya.

    Metode Oxygen Bleach

    Alat dan Bahan:

    – Oxygen bleach bubuk

    – Baskom atau ember

    Langkah-langkah:

    1. Masukkan oxygen bleach dan air panas ke baskom hingga membentuk busa. Pastikan jumlah yang digunakan sesuai dengan aturan penggunaan pada label produk.

    2. Rendam pakaian dengan noda darah tersebut ke dalam oxygen bleach yang sudah disiapkan tadi selama minimal 1 jam. Pastikan kamu terus menjaga air tersebut tetap panas selama proses berlangsung.

    3. Bila setelah 1 jam noda darah tersebut masih ada, kamu bisa mengulangi prosesnya terus-menerus hingga 8 sampai 24 jam. Karena noda darah yang sudah lama memang sangat sulit untuk hilang.

    4. Setelah noda hilang, cuci seperti biasa dengan air dingin.

    5. Bila sudah selesai, cek dan pastikan noda darah sudah bersih maksimal, lalu keringkan seperti biasa.

    Metode Detergen

    Dilansir dari Real Simple, kamu juga bisa membersihkan noda darah kering dengan menggunakan detergen. Berikut ini caranya.

    1. Rendam Pakaian dengan Detergen

    Pertama, kamu bisa merendam nya dengan detergen atau penghilang noda dengan air dingin. Biarkan selama beberapa jam atau semalaman.

    2. Cuci Pakaian

    Cuci pakaian dengan air hangat dan detergen yang aman untuk pakaian. Jika noda masih ada, kamu bisa merendamnya dan tambahkan 1 sendok makan amonia. Setelah itu, cuci pakaian.

    Sebagai catatan, jangan keringkan pakaian dengan mesin pengering hingga noda darah benar-benar hilang. Sebab, panas dari mesin pengering bisa membuat noda tidak hilang.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com