Author: Gak Ganti Gambar

  • Pakai Plafon PVC atau GRC, Mana yang Lebih Bagus?


    Jakarta

    Ketika membangun sebuah rumah, pastinya perlu memperhatikan bahan dan desain yang ingin dipakai pada rumah tersebut. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah memilih jenis bahan yang akan digunakan untuk plafon rumah.

    Memilih jenis bahan plafon ini nyatanya sangat penting lho. Fungsi dari plafon ini bukan hanya sebagai dekorasi semata saja, tetapi juga berfungsi sebagai pelindung atau pelapis antara langit-langit atap dengan ruangan di bawahnya.

    Maka dari itu penting bagi kamu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari setiap jenis plafon sebelum memakainya.


    Beberapa jenis plafon yang sering digunakan di Indonesia belakangan ini adalah plafon PVC dan plafon GRC. Walaupun sekilas terlihat sama, nyatanya kedua bahan ini memiliki kekurangan dan kelebihan yang cukup besar lho.

    Bila kamu penasaran, ayo simak ringkasannya di bawah ini.

    Plafon PVC

    Dikutip dari coowinwpc.com, Kamis (20/6/2024), plafon PVC adalah plafon yang terbuat dari bahan jenis plastik Polyvinyl Chloride, dan biasa digunakan pada interior sebuah bangunan.

    Bahan ini sering dijadikan andalan pemilik rumah karena bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan khusus serta memiliki daya tahan yang bagus dan harganya cenderung murah.

    Kelebihan Plafon PVC

    1. Harga yang Murah

    Salah satu alasan utama plafon PVC digemari oleh banyak orang adalah karena harganya yang cenderung lebih murah dibandingkan dengan bahan lainnya.

    2. Perawatannya Mudah

    Bahan PVC tidak memerlukan banyak perawatan. Selain itu, plafon dengan bahan PVC juga mudah dibersihkan dan tidak perlu sering dicat ulang atau diperbaiki. Oleh karena itu, bahan PVC juga sering digunakan di tempat yang kotor.

    3. Daya Tahan yang Baik

    Bahan PVC memiliki daya tahan yang baik dan bisa bertahan hingga waktu yang lama. Umumnya, panel PVC bisa bertahan dari 10 hingga lebih dari 15 tahun lamanya.

    Tidak sampai situ saja, panel PVC juga tahan terhadap cairan/kelembaban dan serangan serangga, sehingga panel PVC tidak mudah pudar, rusak, ataupun membusuk. Panel PVC juga memiliki lapisan kuta yang tahan dengan goresan.

    4. Mudah Untuk Disesuaikan

    Pilihan panel PVC sangat beragam, kamu bisa dengan mudah menemukan banyak desain panel dan warna yang berbeda, sehingga panel PVC sangat cocok bagi kamu yang ingin berkreasi.

    Panel PVC juga bisa dicat ulang, sehingga bila nantinya kamu ingin mengubah warna aslinya, kamu bisa mengecat ulang panel tersebut dengan warna cat baru yang disukai.

    Kekurangan Plafon PVC

    1. Tidak Tahan Suhu Tinggi

    Panel PVC memiliki karakter yang kurang cocok ditempatkan pada lokasi dengan suhu yang tinggi. Suhu yang terlalu tinggi bisa membuat panel PVC mengkerut, bengkok, bahkan hingga retak atau pecah.

    Panel PVC juga bahkan bisa mudah terbakar bila tidak dilapisi dengan bahan tahan api. Maka dari itu, panel PVC tidak cocok untuk dijadikan plafon di dapur dan ruangan yang memiliki banyak sumber panas lainnya.

    2. Penampilan Kurang Menarik

    Panel PVC memiliki bentuk fisik yang terlihat seperti plastik murahan. Maka dari itu, bila kamu ingin menggunakan panel PVC, cobalah untuk mencari yang lebih bertekstur dan tidak berwarna terlalu mengkilap.

    3. Memiliki Dampak Buruk Terhadap Lingkungan

    Bahan utama untuk membuat panel PVC adalah phthalates atau ester ftalat. Seiring waktu, bahan ini akan mengeluarkan gas beracun yang berbahaya untuk manusia.

    Selain itu, bahan PVC ini tidak mudah terurai, menjadikannya sebagai bahan yang tidak ramah lingkungan.

    4. Strukturnya Kurang Kuat

    Dibandingkan dengan bahan lainnya, panel PVC memiliki struktur yang lebih rapuh dan tidak memiliki daya tahan beban yang tinggi, sehingga panel PVC ini akan mudah untuk rusak bila terkena beban berlebih.

    Plafon GRC/GRFC

    Dikutip dari civilengineersforum.com, Glass Reinforced Concrete (GRC) atau Glass Fibre Reinforced Concrete (GFRC) merupakan campuran beton yang mempunyai fiberglass berkekuatan tinggi dalam campurannya. Campuran GRFC sendiri terdiri dari semen portland, agregat halus, penguat serat kaca, aditif, co-polimer akrilik, dan air.

    Dengan bantuan fiberglass di dalamnya, campuran ini akan menghasilkan beton yang sangat kuat dan agak fleksibel yang juga melindungi beton dari kerusakan lingkungan selama bertahun-tahun.

    Tidak seperti beton biasa, GFRC Ini ringan dan tahan lama dan dapat dicetak menjadi berbagai bentuk.

    Kelebihan Plafon GRC/GFRC

    Dikutip dari asurco.com.au, ada 10 kelebihan dari GRC atau GFRC.

    1. Ringan

    GRC memiliki bobot 75% lebih ringan dari beton tradisional biasa.

    2. Kuat

    Dibandingkan dengan beton besi tradisional, beton GRC terbukti lebih kuat hingga 3x lipatnya. Kekuatannya ini datang dari fiberglass yang dicampurkan ke dalam beton tersebut.

    3. Punya Daya Tahan yang Baik

    GRC atau GFRC memiliki daya tahan air serta daya tahan terhadap aktivitas seismik dan kondisi cuaca buruk yang sangat baik. Selain itu, GFRC juga fleksibel, sehingga kecil kemungkinannya untuk retak saat diberi tekanan.

    4. Tidak Mudah Terbakar

    Seperti beton pada umumnya, GRC memiliki daya tahan api yang sangat tinggi, sehingga bahan ini tidak mudah untuk terbakar.

    5. Ramah Lingkungan

    Bahan beton GFRC memiliki sifat 60% lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beton biasa. Komponen yang digunakan dalam GRC memiliki tingkat toksisitas yang rendah dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan atau ekosistem. Selain itu, beton GRC juga terbuat dari bahan daur ulang seperti pasir dan air.

    6. Banyak Pilihannya

    GRC tersedia dalam berbagai bentuk, warna, dan tekstur. Biasanya tekstur motif yang tersedia berupa beton, batu alam, terakota (tanah liat), kayu, dan panel halus.

    7. Akustik

    Beton GRC bisa didesain dengan berbagai kebutuhan akustik, seperti karakter kedap atau meredam suara, menyempurnakan suara di dalam ruangan dengan permukaan berlubang dan bertekstur, atau memperkuat suara agar bisa didengar di berbagai sudut.

    8. Mudah Dirawat

    Beton GRC cenderung mudah dirawat. Bila beton ini kotor atau rusak, kamu hanya perlu air mengalir dari selang saja untuk membersihkannya.

    9. Mudah untuk Dipasang

    Dibandingkan dengan beton tradisional, beton GRC tidak akan terpengaruh oleh cuaca ketika pemasangannya. Dalam cuaca seperti apapun beton GRC bisa dipasang dengan mudah.

    10. Murah

    Karena perawatan dan pemasangannya yang mudah, kamu bisa lebih menghemat pengeluaran biaya

    Kekurangan Plafon GRC atau GFRC

    Dikutip dari maplefacades.co.uk, beton GRC atau GFRC memiliki beberapa kekurangan yaitu.

    1. Coating

    Pilihan dari Coaching atau lapisan luar GRC sangat terbatas.

    2. Tidak Bisa Diubah Setelah Dipasang

    Setelah beton GRC terpasang, beton tidak bisa dibentuk lagi karena beton ini kaku.

    3. Sulit Dipindahkan

    GFRC cenderung mudah pecah saat proses pemindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jika ingin dipindahkan, mungkin kamu akan membutuhkan beberapa bantuan tenaga kerja.

    Itu dia penjelasan dan perbandingan antara plafon berbahan PVC dan plafon berbahan GRC/GFRC. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Vs Kayu Sebagai Rangka Atap


    Jakarta

    Atap adalah salah satu bagian utama dalam bangunan rumah yang berfungsi untuk melindungi rumah dari terpaan cuaca. Untuk membuat atap, dibutuhkan rangka atap yang biasanya menggunakan material seperti baja ringan atau kayu.

    Melansir dari jurnal yang berjudul Analisa Perbandingan Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu dari Segi Analisis Struktur dan Anggaran Biaya yang ditulis oleh Devi Oktarina dan Agus Darmawan pada 2015, konstruksi rangka atap merupakan bentuk konstruksi untuk menyangga konstruksi atap yang terletak pada kuda-kuda.


    Nah, material baja ringan dan kayu bisa menjadi pilihan untuk membuat rangka atap. Keduanya pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang bisa kamu pertimbangkan.

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, berikut ini kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan dan rangka atap kayu.

    Rangka Atap Baja Ringan

    Kelebihan:

    – Tahan terhadap rayap. Hal itu karena baja ringan terbuat dari besi.
    – Pemasangannya mudah. Sebab, baja ringan bisa dipotong dan disesuaikan dengan mudah.
    – Tahan lembab

    Kekurangan:

    – Penghantar listrik. Maka dari itu, harus berhati-hati ketika pemasangan jalur instalasi listrik. Usahakan kabel tidak ada kabel terbuka yang menempel di rangka baja ringan.

    Rangka Atap Kayu

    Kelebihan:

    – Aman dari masalah kelistrikan. Sebab, kayu merupakan isolator atau benda yang tidak bisa menghantarkan listrik ataupun panas.

    Kekurangan:

    – Mudah lapuk dan dimakan rayap
    – Butuh waktu lama pembuatannya karena kayu berasal dari alam dan perlu diolah sedemikian rupa terlebih dahulu.

    Harga Rangka Atap Baja Ringan dan Rangka Atap Kayu

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu tidak jauh berbeda. Rentangnya sekitar Rp 150.000-200.000/m2.

    Demikian informasi terkait kelebihan, kekurangan, hingga harga rangka atap baja ringan dengan rangka atap kayu. Semoga bermanfaat ya!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Cara Memilih Pintu Interior agar Tampilan Rumah Kian Cantik


    Jakarta

    Meski pintu depan dapat memberikan kesan pertama dari sebuah rumah, pintu interior juga tak kalah pentingnya lho. Pintu bagian dalam dapat mempengaruhi arsitektur dan estetika rumah secara keseluruhan.

    Pintu interior memegang peranan besar dalam menyatukan setiap ruangan rumah. Sayangnya, tak sedikit yang mengabaikan dan tidak memberikan perhatian lebih terhadap hal ini.

    Di sisi lain, sebagian orang dibuat bingung saat memilih pintu interior untuk huniannya. Supaya tidak salah pilih, simak sederet cara memilih pintu interior yang tepat di bawah ini.


    Tips Memilih Pintu Interior

    Ada beberapa hal yang mesti dipertimbangkan ketika memilih interior pintu. Mengutip dari laman Houzz dan DK Studio, berikut tips memilih pintu interior yang tepat:

    1. Pilih Material Pintu

    Pertama, perhatikan jenis bahan yang digunakan untuk membuat pintu. Sebagian orang mungkin sudah memiliki preferensi materialnya masing-masing. Namun, lainnya bisa saja masih bingung dengan banyaknya pilihan bahan yang tersedia.

    Di pasaran, dapat ditemukan material pintu dari kayu solid, medium density fiberboard (MDF), komposit, hingga kaca. Pintu dengan inti yang solid biasanya lebih baik dalam meredam suara. Punya bobot lebih berat dan kesannya mewah. Serta lebih awet dibanding pintu inti berongga.

    Di sisi lain, pintu inti berongga cukup ringan dan lebih mudah dipasang. Perlu diingat, material yang dipakai dapat mempengaruhi harga dan usia pintu itu sendiri.

    2. Tentukan Tinggi dan Lebar Idealnya

    Ukuran pintu interior juga mesti dipikirkan secara matang. Pintu yang tinggi dan lebih lebar dapat berdampak baik pada tampilan rumah. Selain itu, pintu lebar juga memudahkan akses kursi roda bila ada penyandang disabilitas yang perlu dipertimbangkan.

    Akan tetapi, ketinggian langit-langit rumah mempengaruhi ukuran pintu interior yang dapat dipasang. Pintu yang terlalu tinggi mungkin bisa tidak bagus untuk estetika hunian.

    3. Pertimbangkan Fungsi Pintu

    Fungsi pintu termasuk faktor yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, apa gunanya pemasangan pintu tersebut? Pintu interior mungkin dipasang dengan gaya dan maksud tertentu.

    Contohnya, pintu geser yang berguna jika hanya tersedia ruang terbatas. Pintu saku yang dirancang agar menyatu dengan dinding, jadi seolah tak ada pintu. Ataupun pintu berlapis kaca yang ditujukan agar cahaya alami dari satu ruangan dapat masuk ke ruangan lain.

    4. Tetapkan Gaya dan Desainnya

    Gaya pintu mengacu pada cara pintu terbuka dan tertutup. Pintu ayun konvensional menjadi yang paling umum dipilih. Model pintu tunggal ini dapat dibuka ke dalam atau luar tergantung denah lantai.

    Kalau ingin punya rumah dengan kesan megah, pintu Perancis dapat dipilih. Atau bila mau kesan rumah luas dan hanya perlu menutup pintu sesekali, pintu bi-fold pilihannya.

    Selain itu, pilihlah desain pintu yang sesuai selera dan serasi dengan rumah. Jika memilih desain yang sedang populer, itu bisa saja hanya bagus sesaat dan dapat menjadi tidak menarik lagi nantinya.

    5. Pikirkan Warna Pintu yang Cocok

    Warna pintu interior juga perlu dipikirkan dengan baik. Entah apakah pintu mau kontras atau menyatu dengan setingan interior sekelilingnya.

    Warna cat netral atau warna yang serasi dengan dinding dan langit-langit dapat dipilih kalau menginginkan visual dalam rumah yang seragam. Warna kontras bisa dipertimbangkan jika menginginkan pintu interior yang terlihat menonjol.

    6. Spesifikasi Perangkat Pintu

    Perangkat seperti pegangan, kenop, kunci, maupun engsel dapat berdampak pada tampilan pintu. Meski hanya mempengaruhi visual, sebagian orang tetap ada yang memperhatikan hal detail ini.

    Jika ingin menyatu sempurna dengan interior di sekeliling, perangkat pintu bisa disesuaikan. Contohnya, bila perlengkapan atau furnitur rumah kebanyakan dari logam maka spesifikasi pintu bisa sama. Kalau sebagian besar dari kayu, tuas pintu juga dapat bermaterial kayu.

    Nah, itu tadi sederet cara memilih pintu interior yang tepat untuk bagian dalam rumah. Semoga nggak bingung lagi ya detikers saat memilih pintu ruangan hunian.

    (azn/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mengenal 7 Jenis Tekstur Dinding dan Cara Mengaplikasikannya


    Jakarta

    Biasanya dinding rumah berupa permukaan yang halus dan rata. Namun, untuk mendekorasi dinding, kamu bisa berkreasi dengan berbagai tekstur dinding rumah, lho!

    Melansir dari Architectaria, Kamis (20/6/2024) tekstur dinding bukan sekadar pemanis saja, tetapi dapat membantu menyembunyikan kesalahan arsitektur juga. Daripada mengeluarkan dana lebih untuk perbaikan, lebih baik membiarkan dinding atau plafon memiliki pola tekstur yang menarik.

    Untuk membuat tekstur pada dinding, tentu dibutuhkan teknik dan keahlian khusus. Yuk, simak jenis-jenis tekstur dinding dan cara membuatnya di sini.


    7 Jenis Tekstur Dinding

    1. Tekstur Sisir

    Dinding dengan tekstur sisir berbentuk seperti helaian rambut. Tekstur ini menggunakan teknik khusus, yakni dengan membuat serangkaian pola pelangi yang berulang pada dinding kering dan merupakan salah satu teknik tekstur yang lebih sederhana.

    Metode ini memerlukan compound drywall, roller, dan sekop berlekuk

    Cara membuat tekstur sisir dengan mengaplikasikan compound drywall ke dinding menggunakan roller, lalu gunakan gigi trowel untuk mengaplikasikan garis secara perlahan seperti menyisir pada compound basah. Biarkan tekstur mengering selama 24 jam sebelum cat dasar dan pengecatan.

    2. Tekstur Popcorn

    Tekstur popcorn memiliki bentuk seperti kumpulan jagung berondong dan penerapan dinding ini memberikan tampilan klasik di tahun 70an dan masih banyak yang menerapkan ini di banyak rumah terkini.

    Tekstur ini terkenal karena bagus dalam menyembunyikan ketidaksempurnaan dan bahkan dapat membantu membuat insulasi suara antara lantai dan dinding. Apalagi tekstur ini bisa banyak yang suka karena kamu bisa terapkan sendiri. Pada tekstur ini kamu hanya perlu semprotan plafon popcorn dan campuran air lalu semprotkan ke dinding.

    tekstur dindingtekstur dinding Foto: tekstur dinding

    3. Tekstur Kulit Jeruk

    Seperti namanya, tekstur kulit jeruk berbentuk seperti kulit jeruk. Permukaan dinding ini halus dan bergelombang dan memberikan kesan sederhana namun berbeda

    Untuk metode kulit jeruk, kamu memerlukan hopper (atau penyemprot) untuk menyemprotkan plester. Lalu, compound menjadi seperti adonan pancake, sedikit lebih tipis dari yang kamu gunakan.

    Latihan pola tersebut di atas karton sebelum dicoba ke dinding. Jika sudah yakin buatlah pola dengan menyemprotkan lapisan tipis cat dan bentuknya berceceran yang tidak disikat menjadi rata. Gunakan sikat rol untuk tampilan yang lebih bersih.

    4. Tekstur Knockdown

    Teknik untuk mendapat tekstur knockdown sangat umum diterapkan oleh profesional untuk membuat dinding teknik sederhana dan mudah dengan hasil yang cantik.

    Kamu perlu membuat campuran bubuk air dan tekstur memakai hopper lalu menyemprotkannya pada dinding. Setelah itu gunakan alat knockdown untuk membuat tekstur dengan ringan ‘merobohkan’ cat atau lumpur. Alat knockdown adalah alat pembersih yang terbuat dari karet.

    5. Tekstur Pusaran Pasir

    Dinding bertekstur pusaran pasir bisa kamu terapkan dengan campuran pasir dengan membuat lingkaran di dalam pola. Yang harus kamu lakukan dengan tekstur ini dengan cara mengecat dinding memakai lumpur atau primer dengan membuat lingkaran dalam pola yang kamu inginkan. Ketipisan bahan akan mempermudah banyaknya keseragaman.

    6. Tekstur Slap Brush

    Tekstur slap brush mendapat istilah dari membuat tekstur seperti menamparkan kuas ke dinding. Teknik ini biasanya diterapkan baik oleh ahli maupun yang amatir untuk menutupi kesalahan.

    Untuk memulai dengan teknik ini, campuran drywall yang dibutuhkan cukup banyak untuk menghasilkan tekstur ini. Kamu bisa memakai dua cara tergantung preferensi kamu.

    Kamu bisa mencelupkan kuas ke dalam lumpur dengan membuat tamparan lalu mengoleskannya langsung ke dinding, atau kamu bisa melakukan kebalikannya dengan cara mengoleskan lumpur ke dinding terlebih dahulu, lalu menamparnya dengan kuas.

    7. Tekstur Slap Brush Knockdown

    Tekstur slap brush knockdown mengkombinasikan tekstur slap brush dan metode knockdown. Ini bisa disesuaikan dengan preferensi kamu dengan banyak kesalahan.

    Untuk memulainya, kamu bisa menerapkan cara tekstur dinding slap brush. Kemudian, kamu menyelesaikannya dengan teknik knockdown menggunakan sekop.

    Itulah beberapa tekstur dinding dan cara membuatnya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Kelebihan dan Kekurangan Triplek Vs Multiplek buat Bikin Rumah-Perabotan


    Jakarta

    Kayu menjadi bahan andalan untuk membangun rumah maupun membuat perabotan. Material yang sering digunakan antara lain triplek dan multiplek.

    Kedua material ini sama-sama lapisan kayu yang direkatkan bersama. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang kontras dari struktur, kekuatan, dan pengaplikasiannya.

    Sebelum memilih menggunakan triplek atau tmultiplek, sebaiknya kamu pahami dulu perbedaan keduanya. Daripada bingung, simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari Gudang Parquet, Kamis (20/6/2024).


    Papan Triplek

    Papan triplek, juga dikenal sebagai plywood, merupakan lembaran kayu tipis yang terbuat dari beberapa lapisan kayu yang direkatkan bersama. Umumnya papan triplek terdiri dari tiga lapisan kayu yang saling direkatkan dengan serat-serat kayu yang berlawanan arah.

    Kelebihan

    • Lebih awet dan fleksibel
    • Tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban
    • Cocok dijadikan bahan pembuatan peralatan, konstruksi, lantai, dinding, dan bahkan bahan baku dalam industri kreatif
    • Dapat dilapisi dengan bahan seperti laminasi atau cat
    • Relatif terjangkau

    Kekurangan

    • Tidak tahan air secara alami
    • Membutuhkan cat pelapis

    Papan Multiplek

    Multiplek juga merupakan lembaran kayu yang terbuat dari beberapa lapisan kayu yang direkatkan bersama. Namun, perbedaan utamanya terletak pada jumlah lapisan kayu yang digunakan. Multiplek terdiri dari lebih dari tiga lapisan kayu yang saling direkatkan.

    Jumlah lapisan kayunya dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan dan spesifikasi yang diinginkan. Misalnya, ada multiplek dengan 5, 7, 9, atau bahkan lebih banyak lapisan kayu. Semakin banyak lapisan kayu yang digunakan, semakin kuat dan stabil papan multiplek tersebut.

    Kelebihan

    • Lebih kokoh dan tidak mudah hancur
    • Lebih tahan terhadap perubahan suhu dan kelembaban
    • Fleksibel dan tidak mudah menyusut
    • Cocok untuk digunakan dalam proyek-proyek yang membutuhkan daya tahan ekstra, seperti pembuatan kapal, tangki penyimpanan, atau alat transportasi

    Kekurangan

    • Mudah rusak bila terkena air dalam jangka waktu yang lama
    • Membutuhkan cat pelapis tambahan
    • Harga lebih tinggi

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Tertipu! Begini Cara Cek Keaslian Sertifikat Tanah Secara Online


    Jakarta

    Sertifikat tanah sangat penting untuk memiliki kepastian hukum atas sebuah tanah. Dokumen ini kerap diberikan dalam transaksi jual beli tanah.

    Akan tetapi, terkadang ada oknum yang memberikan sertifikat palsu. Biar nggak tertipu, kamu harus mengecek keaslian sertifikat tanah.

    Sekarang kamu tidak perlu repot datang ke kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sebab, kamu bisa mengecek keaslian sertifikat secara online.


    Yuk, cek sertifikat tanah kamu dengan cara berikut ini.

    Cara Cek Sertifikat Tanah Secara Online

    Simak cara cek sertifikat tanah lewat online berikut ini, seperti yang dikutip dari indonesia.go.id serta laman atrbpn.go.id:

    Aplikasi Sentuh Tanahku

    Yang pertama adalah aplikasi Sentuh Tanahku di smartphone. Untuk cek sertifikat tanah, Anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:

    1. Unduh aplikasi Sentuh Tanahku di Google PlayStore atau di App Store.
    2. Daftar akun baru, lalu klik link aktivasi di email.
    3. Masuk ke aplikasi menggunakan akun tersebut.
    4. Masuk ke menu Lokasi Bidang Tanah.
    5. Pilih jenis hak, misalnya Hak Milik.
    6. Pilih kantor penerbit sertifikat.
    7. Pilih nama desa/kelurahan.
    8. Masukkan nomor hak sertifikat.
    9. Pilih ‘Cari Bidang Tanah’ lalu Setuju.
    10. Lihat apakah lokasi dan informasi lainnya sesuai dengan yang ada di sertifikat.

    Dengan aplikasi ini, Anda juga dapat mencari tahu syarat-syarat, menelusuri proses pengurusan sertifikat tanah, hingga mengetahui prediksi perhitungan biaya yang akan dikeluarkan.

    Website BHUMI

    Website BHUMI.atrbpn adalah situs peta interaktif yang terintegrasi dengan geoportal ATLAS untuk menggambarkan bidang-bidang tanah yang terdaftar di Kementerian ATR/BPN. Caranya adalah sebagai berikut:

    1. Buka website https://bhumi.atrbpn.go.id/peta
    2. Di bagian atas, klik simbol kaca pembesar bertanda plus.
    3. Klik Pencarian Bidang (NIB/HAK).
    4. Masukkan nama Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan.
    5. Masukkan Nomor Identifikasi Bidang Tanah (NIB) atau Nomor Hak.
    6. Klik “Cari Bidang”.
    7. Akan muncul informasi terkait bidang tanah tersebut.

    Website HTEL untuk PPAT

    Yang ketiga adalah lewat situs Hak Tanggungan Elektronik ATR/BPN. Namun aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau perusahaan jasa keuangan. Caranya adalah sebagai berikut:

    1. Masuk ke situs https://htel.atrbpn.go.id
    2. Klik bagian Pelayanan.
    3. Anda diminta untuk Login.
    4. Masuk ke Berkas Saya, pilih Berkas Baru.
    5. Masukkan alamat, tipe hak, hingga nomor sertifikat.
    6. Unggah sejumlah data pendukung, seperti formulir permohonan, surat kuasa, dll.
    7. Muncul biaya yang harus dibayarkan.
    8. Anda akan menerima hasil pengecekan yang kemudian bisa Anda cetak

    Demikian tadi 3 cara cek sertifikat tanah online dengan mudah tanpa harus antre ke kantor BPN. Caranya adalah melalui aplikasi Sentuh Tanahku, website BHUMI, dan website khusus PPAT. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Fungsi, Cara Pembuatan, dan Tempat Penggunaannya


    Jakarta

    Arsitektur rumah memiliki beragam detail yang memiliki dua peran yakni estetika dan mengokohkan bangunan. Salah satu detail arsitektur yang memiliki dua peran tersebut adalah tali air.

    Bentuk tali air sendiri seperti garis bercelah kecil yang sengaja dibuat saat membangun rumah. Contoh paling mudah untuk melihat tali air terletak pada garis antara bingkai pintu dan dinding.

    Pengertian Tali Air

    Menurut arsitek Denny Setiawan, tali air adalah celah di antara dua permukaan yang sama ataupun berbeda jenis yang ukurannya 1 cm x 1 cm.


    “Tali air hanya sebesar tetesan air yang mengalir. Jadi kan kecil ya. Memang tujuannya ada yang berfungsi sebagai alurnya air, tetapi kebanyakan tali air justru malah adanya di dalam rumah,” katanya saat dihubungi detikProperti pada Kamis (20/6/2024).

    Menurutnya, tali air ukurannya tidak terlalu besar. Untuk bentuknya sendiri bisa lurus ataupun melengkung menyesuaikan kebutuhan.

    Fungsi Tali Air

    Meskipun ukurannya kecil, tetapi tali air memiliki segudang fungsi yang berperan penting terhadap kekokohan struktur rumah, berikut diantaranya.

    1. Pemisah Antara 2 Permukaan

    Tali air dapat memberi batasan antara dua permukaan yang berbeda bahan ataupun yang sejenis.

    “Biasanya tali air itu sebagai pemisah 2 material. Kenapa dipisah? Karena kalau misalnya dipertemukan langsung dan rapat biasanya ada risiko ketidakrapihan akan terlihat,”

    2. Membuat Tampilan Bangunan Lebih Rapih

    Denny mencontohkan tali air yang terletak diantara tembok dan pintu yang salah satu fungsinya ada membuat tampilannya lebih rapih.

    3. Mengatasi Pemuaian dan Penyusutan 2 Material

    Perbedaan material yang dipasang berdekat memungkinkan terjadi penyusutan dan pemuaian. Maka dari itu, diantara kedua material bangunan disisakan ruang kosong seperti tali air agar dua material saat memuai tidak saling merusak.

    4. Mengurangi Risiko Retak Rambut pada Dinding

    Risiko retak rambut pada dinding semakin kecil jika pada dinding dibuatkan tali air karena mungkin saja terjadi pemuaian.

    5. Meminimalisir Kerusakan pada Dinding

    Denny menambahkan dengan dibuat tali air pada struktur rumah, jika terjadi retakan atau kerusakan, yang perlu diperbaiki hanya sebidang kecil di sekitar tali air.

    “Nah dengan kamu batasi tali air kamu mengacinya cuma satu bidang kecil doang,”

    6. Menghemat Biaya dan Perawatannya Lebih Mudah

    Kemudian, dengan tali air, biaya pembuatan serta perawatannya lebih murah dan mudah

    7. Hasil Acian Jadi Lebih Kecil

    Membuat dinding dengan tali air, proses acian akan semakin rapih karena bidang yang diaci tidak terlalu besar.

    8. Menambah Estetika Rumah

    Bentuk tali air yang dibebaskan sesuai keinginan penghuni, dapat menjadi hiasan pada dinding, lantai, hingga plafon rumah yang membuat tampilan hunian tidak monoton.

    Cara Pembuatan Tali Air

    Denny mengungkapkan cara pembuatan tali air biasanya 2 macam yakni secara manual dan memakai aluminium U.

    “Ada beberapa, yang manual dengan acian dibuat lebih masuk. Atau ada beberapa yang tidak yakin membuatnya dengan rapih, biasanya memakai aluminium U,” tuturnya.

    Cara menggunakan aluminium U untuk membuat tali air dengan menempelkan ke dalam dinding yang akan dibentuk. Kelebihannya, dalam tahap finishing jadi lebih rapih. Sementara, dengan cara manual ada risiko bentuknya jadi bergelombang karena gerakan tangan pembuatnya sehingga tidak serasi.

    Tempat Penggunaannya Tali Air

    1. Lantai

    Selain dinding, tali air juga digunakan di lantai. Fungsinya sama seperti di tembok untuk mencegah material rusak saat pemuaian dan penyusutan.

    “Beton ekspos, nut lantai. Kenapa sih harus ada tali air di beton ekspos? Kalau bidangnya terlalu besar akan membuat risiko pecah karena muai susut di lantai beton semakin besar makanya butuh tali air,” jelasnya.

    Denny juga menyebutkan dia menerapkan tali air sebagai pengganti plint lantai.

    “Plint itu kayak di rumah kita ada lapisan keramik yang berdiri di bawah dinding. Nah itu biasanya kadang-kadang kami pakai tali air. Supaya memberikan kesan tidak menempel atau melayang,” lanjutnya.

    2. Plafon

    Tali air di dinding sering disebut rapih tepi. Rapih tepi adalah pengganti list di sekeliling plafon. Sebab, pertemuan antara 2 bahan, belum tentu rata, sementara dengan tali air kelihatannya lebih rapih.

    “Pada desain minimalis orang menghindari desain seperti cornice di plafon,” bebernya.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Cek! Syarat Penerima Manfaat Simpanan Tapera


    Jakarta

    Peserta tabungan perumahan rakyat (Tapera) akan mendapatkan berbagai manfaat pembiayaan perumahan. Namun, untuk mendapatkan itu semua harus memenuhi beberapa persyaratan terlebih dahulu.

    Untuk diketahui, bagi peserta Tapera bisa mendapatkan beragam manfaat, yaitu Kredit Renovasi Rumah (KRR), Kredit Bangun Rumah (KBR), serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun dan suku bunga tetap di bawah suku bunga pasar.

    Syarat Penerima Manfaat Tapera

    Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomo 25 Tahun 2020 Pasal 38 ayat (1), ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pembiayaan perumahan, yaitu:


    – mempunyai masa kepesertaan paling singkat 12 bulan
    – termasuk golongan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
    – belum memiliki rumah, dan/atau
    – menggunakannya untuk pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama.

    Pada pasal 38 ayat (2) aturan tersebut disebutkan bahwa peserta PNS aktif yang pokok tabungannya dialihkan menjadi saldo awal sebagai Peserta yang jumlahnya melebihi jumlah Simpanan wajib selama 12 bulan dapat dikategorikan sebagai Peserta yang masa kepesertaannya lebih dari 12 bulan.

    Lalu, pada pasal 39 PP 25 tahun 2020, disebutkan bahwa Badan Pengelola Tapera (BP Tapera) akan mengatur penilaian kelayakan peserta oleh bank atau perusahaan pembiayaan untuk mendapatkan pembiayaan perumahan. Berikut ini urutan prioritas berdasarkan beberapa kriteria, yaitu:

    – lamanya masa kepesertaan
    – tingkat kelancaran membayar simpanan
    – tingkat kemendesakan kepemilikan rumah, dan
    – ketersediaan dana pemanfaatan

    Dalam situs BP Tapera, untuk bisa memanfaatkan pembiayaan pemilikan rumah pertama, pembangunan rumah pertama, atau perbaikan rumah pertama, peserta harus memiliki gaji maksimal Rp 8 juta per bulan atau Rp 10 juta per bulan khusus untuk Provinsi Papua dan Papua Barat.

    Sebagai catatan, jika peserta Tapera merupakan suami istri, masing-masing memiliki hak yang sama namun tidak dapat mengajukan program pembiayaan Tapera secara bersamaan. Di samping itu, pasangan suami-istri tidak dapat memilih jenis pembiayaan yang sama.

    Contohnya, apabila suami sudah mengajukan skema pembiayaan kredit pembangunan rumah (KBR), maka istri harus mengajukan skema pembiayaan yang lain, seperti kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit renovasi rumah (KRR).

    Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pengajuan Pembiayaan

    Dilansir dari situs BP Tapera, berikut ini dokumen-dokumen yang perlu disiapkan untuk mengajukan pembiayaan.

    A. Dokumen Pengajuan KPR Tapera

    1. Mengisi form aplikasi KPR Tapera
    2. Surat pernyataan belum memiliki rumah
    3. Surat pemesanan rumah dari pengembang/developer
    4. Dokumen yang disyaratkan oleh Bank/Perusahaan pembiayaan penyalur
    – Fotokopi e-KTP & NPWP
    – Fotokopi Akte Nikah/Cerai
    – Slip Gaji 3 Bulan Terakhir
    – Rekening Koran
    – SPT Tahunan
    – Surat Keterangan Kerja

    B.Dokumen Pengajuan KBR Tapera

    1. Surat pernyataan belum memiliki rumah
    2. Fotokopi bukti atas hak yang sah
    3. Fotokopi IMB
    4. Kondisi awal tanah dilengkapi dengan foto
    5. RAB dan denah/gambar rencana pembangunan rumah

    C. Dokumen Pengajuan KRR Tapera

    1. Fotokopi bukti atas hak yang sah
    2. Fotokopi IMB
    3. Kondisi awal rumah dilengkapi dengan foto
    4. RAB dan denah/gambar rencana perbaikan rumah

    Itulah informasi mengenai syarat penerima manfaat Tapera dan dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan pembiayaan. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Menghilangkan Lem Bekas Wallpaper yang Efektif Tanpa Merusak Tembok


    Jakarta

    Cara menghilangkan lem bekas wallpaper ternyata sangat mudah dan cepat. Perlu teknik khusus agar residu yang lengket dapat terlepas sempurna tanpa merusak tembok.

    Menghilangkan bekas lem di tembok diperlukan agar wallpaper baru terpasang sempurna. Teknik ini sangat penting dan berpengaruh pada hasil akhir tembok sebagai interior yang mempercantik rumah.

    Umumnya masyarakat akan merendam permukaan tembok dengan air dan mengikisnya perlahan dengan pisau dempul. Apakah cara ini tepat? Berikut tips menghilangkan lem bekas wallpaper yang efektif tanpa merusak tembok.


    Cara Menghilangkan Lem Bekas Wallpaper Efektif dan Cepat

    Dilansir dari laman Murals Your Way, menghilangkan bekas lem wallpaper yang menempel di tembok rumah sangat mudah. Berikut beberapa alat, bahan, dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukannya.

    1. Bahan

    • Air panas
    • Sabun cuci piring cair
    • Bubuk soda kue
    • Cuka.

    2. Peralatan

    • Terpal plastik atau kain jatuh
    • Selotip
    • Sarung tangan karet
    • Keranjang
    • Air panas
    • Botol semprot
    • Busa (spons)
    • Handuk atau kain lap bersih
    • Pengikis wallpaper atau pisau dempul
    • Kantong sampah.

    3. Langkah-langkah untuk Menghilangkan Bekas Lem Wallpaper

    a. Pindah Perabotan dan Lapisi Lantai dengan Kain

    Sebelum ke tahap utama, pastikan untuk telah memindahkan perabotan ke luar atau tepat di tengah ruangan. Jangan lupa untuk meletakkan kain pelapis untuk melindungi lantai dari percikan larutan pembersih. Gunakan selotip untuk menutup stop kontak, saklar, dan ventilasi sekaligus mematikan aliran listrik di ruangan tersebut.

    b. Siapkan Larutan Pembersih

    • Campurkan air panas dan beberapa tetes sabun cuci piring cair
    • Masukkan 1 sdm soda kue ke dalam ember
    • Aduk rata seluruh bahan dan tambahkan 1 cangkir cuka/ takaran air panas yang dimasukkan
    • Cuka bersifat opsional jika residu wallpaper sangat membandel
    • Tuangkan ke botol semprot untuk mempermudah proses pembersihan.

    c. Semprotkan Larutan Pembersih ke Area Tembok

    Sebelum menyemprotkan cairan tersebut, pastikan untuk menggunakan sarung tangan karet. Awali dengan bagian kecil yang mudah dijangkau selagi basah. Gosok perlahan sisa lem dengan spons, handuk atau lap bersih dan ulangi di seluruh bagian tembok.

    d. Kikis Lem Membandel

    Tidak seluruh residu dapat hilang dengan gosokan spons atau handuk. Cobalah untuk menghilangkan bekas lem wallpaper dengan pengikis wallpaper atau pisau dempul setelah menyemprotkan cairan pembersih. Lakukan dengan hati-hati dan buang sisa lem di kantong sampah agar tidak mengenai kaki.

    e. Keringkan Larutan Pembersih

    Sebelum memasangnya dengan wallpaper baru, detikers wajib mengeringkan dinding yang lembab tersebut dengan lap bersih. Tunggu selama 24-48 jam sampai tembok benar-benar kering sebelum ditimpa dengan wallpaper baru. Proses ini juga menjadi tahap pengecekan akhir sebelum ruangan dibersihkan secara total.

    f. Bersihkan Ruangan

    Ketika dirasa dinding tembok terasa halus, maka proses dekorasi interior dapat dilanjutkan. Seseorang dapat menimpa dengan wallpaper baru atau mengecatnya ulang dengan hati-hati. Apabila dirasa cukup, perabot, kain pelapis, dan selotip yang terpasang dapat dilepas dengan menampilkan suasana rumah yang baru dan cantik.

    Cara Mengetahui Lem Bekas Wallpaper Sudah Hilang

    Dikutip dari laman Fantastic Cleaners, berikut cara mudah mengetahui lem wallpaper benar-benar hilang.

    1. Mengecek dengan Jari Tangan

    Cara mudah mengetahui tembok benar-benar bersih adalah mengeceknya dengan jari. Jika permukaannya terasa berlendir atau lengket maka masih ada sisa lem wallpaper yang membandel.

    2. Menggunakan Senter

    Untuk mengecek dengan senter, detikers perlu menyorot tembok dengan permukaan basah dari samping. Ketika ada kilau dan bercak gelap yang tersisa, maka butuh adanya proses pembersihan ulang. Hal ini dilakukan untuk performa pengecatan atau pemasangan wallpaper berikutnya yang sempurna.

    Demikian cara menghilangkan lem bekas wallpaper yang efektif tanpa merusak tembok. Detikers juga bisa menggunakan gel stripper untuk menghilangkan residu yang lengket dengan langkah yang sama saat menggunakan larutan pembersih.

    (row/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Cara Tentukan Besaran Watt Lampu yang Tepat untuk Ruangan


    Jakarta

    Setiap rumah harus mempunyai pencahayaan yang memadai, salah satunya dengan memakai lampu. Supaya ruangan mendapat penerangan yang baik, kamu perlu menentukan besaran watt lampu yang tepat.

    Watt adalah jumlah daya atau energi yang digunakan oleh alat listrik, termasuk lampu. Besaran watt lampu akan mempengaruhi seberapa terang cahaya yang dihasilkan. Semakin besar watt, biasanya lampu akan semakin terang.

    Nah, kamu bisa menentukan besaran watt lampu berdasarkan luas ruangan. Simak caranya berikut ini yang dilansir dari s-gala.com, Kamis (20/6/2024).


    Cara Menentukan Besaran Watt Lampu

    1. Tentukan Jumlah Lumen

    Lumen merupakan satuan pengukuran standar untuk jumlah cahaya yang dapat dihasilkan oleh sumber cahaya. Secara sederhana, lumen menunjukkan tingkat kecerahan pada sumber cahaya, misalnya lampu. Semakin tinggi lumen, semakin terang cahaya yang dihasilkan.

    Tabel lumen dan watt lampu via s-gala.comTabel lumen dan watt lampu via s-gala.com Foto: Via s-gala.com

    Berdasarkan tabel di atas, jika kamar tidur memiliki ukuran 3×4 meter, maka besar lumen adalah 3.000. Selanjutnya adalah menentukan jumlah watt lampu yang digunakan.

    2. Tentukan Watt Lampu dan Jenis Lampu

    Kamu bisa melihat lumen dan watt serta jenis lampu yang ada dalam tabel berikut ini. Kalau ingin hemat energi, sebaiknya kamu menggunakan lampu LED.

    Tabel lumen dan watt lampu via s-gala.comTabel lumen dan watt lampu via s-gala.com Foto: Via s-gala.com

    Jika pakai contoh ukuran kamar tidur 3×4 dengan lumen 3.000, kamu bisa menggunakan lampu LED:
    – 2 buah lampu LED @17 watt dan 1 lampu LED @13 watt
    – 3 buah lampu LED @17 watt
    – 2 buah lampu LED @20 watt

    Tentunya, hal tersebut tergantung dari kebutuhan masing-masing. Itulah cara menentukan watt lampu berdasarkan luas ruangan.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com