Author: Gak Ganti Gambar

  • 5 Cara Ampuh buat Pastikan Air Keran di Rumah Bersih dan Jernih


    Jakarta

    Air bersih merupakan kebutuhan dasar manusia, sehingga harus tersedia di setiap rumah. Akan tetapi, terkadang air keran di rumah belum tentu aman dan jernih untuk digunakan, apalagi dikonsumsi.

    Penting sekali memastikan kualitas air di rumah, sebab air kotor bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Pastinya kamu nggak mau sampai sakit perut atau terkena penyakit kulit, kan?

    Nah, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk memastikan air keran di rumah tetap bersih dan jernih. Yuk, simak tips berikut ini yang dilansir dari Angi, Kamis (20/6/2024).


    Tips Bikin Air Keran Jernih

    1. Gunakan Pitcher Penyaring Air

    Tentunya cara termudah untuk meningkatkan kualitas air keran adalah dengan menggunakan pitcher penyaring air. Pitcher ini dilengkapi dengan filter yang bisa menghilangkan partikel-partikel kecil dan bahan kimia dari air. Cukup isi pitcher dengan air keran dan biarkan filternya bekerja. Hasilnya adalah air yang lebih jernih dan segar untuk diminum.

    2. Pasang Filter pada Keran

    Kalau kamu pengin solusi praktis, coba pertimbangkan untuk memasang filter langsung pada keran air di rumah. Filter keran ini bisa dengan mudah dipasang tanpa perlu alat khusus. Dengan filter tersebut, air akan disaring air saat kamu menggunakannya untuk minum atau memasak. Ini adalah cara yang efisien untuk mendapatkan air bersih kapan pun kamu membutuhkannya.

    3. Investasikan pada Sistem Filter Seluruh Rumah

    Selain itu, pertimbangkan untuk berinvestasi pada sistem filter seluruh rumah. Sistem ini akan membersihkan air pada titik masuk utama ke rumahmu, termasuk air yang digunakan untuk mandi, mencuci pakaian, dan alat-alat rumah tangga lainnya. Dengan berbagai pilihan sistem yang tersedia, kamu bisa bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

    4. Rutin Ganti Filter

    Jika sudah menggunakan pitcher penyaring air atau filter keran, pastikan untuk mengganti filternya secara teratur sesuai dengan panduan produsen. Filter yang sudah terlalu lama digunakan mungkin tidak lagi efektif dalam menyaring air dengan baik. Penggantian filter secara berkala akan memastikan air yang kamu gunakan selalu bersih.

    5. Tes Kualitas Air

    Selanjutnya, pastikan air di rumah jernih dan aman dengan melakukan tes kualitas air. Kamu bisa menggunakan tes kit air rumah tangga atau bahkan menghubungi laboratorium profesional. Hasil tes ini akan memberi kamu gambaran tentang kualitas air di rumah dan apakah ada masalah tertentu yang perlu diatasi.

    Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa memastikan air keran di rumah tetap jernih dan aman untuk digunakan. Kesadaran akan kualitas air adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan kamu di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Anti Kepeleset, Begini Cara Mengatasi Lantai Kamar Mandi yang Licin


    Jakarta

    Kamar mandi sebagai ruang untuk membersihkan diri, tentu identik dengan penggunaan air. Tak jarang genangan air membuat lantai kamar mandi licin.

    Lantai kamar mandi licin bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti jarang membersihkan lantai hingga pemakaian ubin yang tidak tepat. Hal seperti ini seharusnya tidak dibiarkan karena dapat membahayakan orang.

    Kalau tidak hati-hati, penghuni rumah bisa terpeleset dan jatuh akibat lantai rumah yang licin. Bahkan, orang bisa sampai mengalami patah tulang dan cedera fatal.


    Nah, untuk mengatasi lantai kamar mandi licin, coba lakukan tips berikut ini yang dilansir dari Ibupedia, Kamis (20/6/2024).

    Cara Mengatasi Lantai Kamar Mandi Licin

    1. Menggunakan Semprotan Anti Slip

    Pemakaian larutan atau semprotan anti slip dapat membuat ubin yang licin menjadi lebih kasar. Kamu juga dapat menemukan semprotan anti slip pada toko terdekat.

    Kamu dapat menggunakan semprotan anti-slip pada ubin keramik, ubin porselen, hingga ubin yang terbuat dari batu. Kamu juga nggak perlu khawatir kalau semprotan ini akan merusak atau mengubah motif pada lantai kamar mandi.

    2. Memakai Stiker Anti Slip atau Alas Tambahan Anti Slip

    Stiker anti slip atau alas tambahan anti slip bisa diletakkan di atas lantai yang cenderung licin. Ini merupakan salah satu solusi murah dan efisien untuk mengatasi lantai kamar mandi licin.

    Stiker atau alas anti slip biasanya mudah dipasang dan dilepas, beberapa produk bahkan ada yang bisa dicuci kembali supaya tetap higienis.

    3. Memilih Jenis Ubin Khusus Kamar Mandi

    Mengatasi lantai kamar mandi licin bisa kamu antisipasi dari awal sebelum membuat kamar mandi, yaitu dengan cara memilih ubin khusus kamar mandi yang biasanya tidak licin dan lebih aman. Permukaan ubin khusus kamar mandi akan memilih tekstur permukaan lebih kasar, jika dibandingkan dengan ubin biasa yang digunakan untuk ruangan lain di dalam rumah.

    4. Membersihkan Kamar Mandi Secara Rutin

    Agar lantai kamar mandi licin bisa berkurang, sebaiknya kamu menjadwalkan secara rutin kapan kamar mandi dibersihkan.Kegiatan yang satu ini sangat penting karena meskipun jenis lantai yang digunakan tidak licin, namun jika tidak dibersihkan akan menimbulkan lumut atau kotoran lain penyebab lantai kamar mandi licin.

    5. Memakai Pembersih Khusus Kamar Mandi

    Untuk menghindari kamar mandi yang licin, kamu dapat membersihkan lantai kamar mandi dengan pembersih khusus kamar mandi. Selain untuk menjaga agar lantai lebih awet, pembersih kamar mandi biasanya dilengkapi dengan zat pembersih kerak membandel juga.

    Demikian tips efektif mengatasi lantai kamar mandi licin. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Bikin Septic Tank Terlalu Dekat Sumur Air! Ini Alasan dan Ukuran Idealnya


    Jakarta

    Saat membangun sebuah rumah tentu sangat penting membuat septic tank untuk menunjang sanitasi yang baik dan sehat. Tetapi sebelum membuat septic tank perlu di ingat untuk tidak membuat terlalu dekat dengan sumur air.

    Dilansir dari detikProperti (21/6/2024) septic tank digunakan untuk menampung limbah, sementara sumur air digunakan untuk mencukupi air kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu pengaturan jarak sumur dan septic tank ditujukan agar air sumur tidak terkontaminasi limbah dari septic tank.

    Lalu bagaimana sebenarnya membuat septic tank yang ideal? Berikut ulasannya.


    Peraturan Jarak Ideal Septic Tank dari Sumur Air

    Mengutip dari Buku Saku Petunjuk Konstruksi Sanitasi Kementerian PUPR, untuk mencegah pencemaran dari air limbah ke sumur air bersih, jarak sumur/bidang resapan ke sumur air bersih minimum 10 meter.

    Adapun persyaratan jarak septic tank dengan sumur resapan air hujan adalah 5 meter dan dengan bangunan gedung/rumah adalah 1,5 meter. Dan untuk septic tank upflow filter dan taman sanita jaraknya minimal 1,5 meter dari bangunan gedung/rumah, sumur air minum, dan sumur resapan air hujan.

    Bagaimana Jika Lahan Terbatas Tidak Sampai 10 Meter?

    Walaupun idealnya minimal berjarak 10 meter dari sumur air, namun kenyataannya terkadang lahan yang dimiliki seseorang terbatas hingga hanya bisa membangun septic tank dengan jarak kurang dari 10 meter dari sumur air.

    Jawabannya adalah tidak masalah, dengan catatan kita harus tahu arah aliran air tanah tidak mengarah ke sumur. Ini penting untuk mencegah septic tank mengkontaminasi air sumur. Lebih baik lagi arah aliran air berasal dari sumur menuju septic tank, jangan sampai terbalik.

    Cara Mengukur Aliran Air Tanah

    Mengutip dari Pokja AMPL (21/6/2024), berikut cara mengukur aliran air tanah.

    1. Pilih tiga rumah tetangga yang memiliki sumur.
    2. Ukur kedalaman setiap sumur dengan alat pengukur dari permukaan air hingga ke permukaan tanah. Catat kedalaman masing-masing sumur.
    3. Ambil selembar kertas dan gambar sebuah garis segitiga yang menghubungkan ketiga titik sumur berdasarkan lokasi rumah-rumah tersebut.
    4. Tandai masing-masing titik dengan simbol sumur dan beri notasi kedalaman sumur sesuai hasil pengukuran.
    5. Amati gambar segitiga tersebut. Sumur dengan kedalaman paling dangkal menunjukkan arah aliran air menuju ke sumur tersebut.

    Nah aliran tersebut bisa dijadikan patokan untuk membangun posisi septic tank. Kecepatan aliran air tanah di setiap wilayah bisa berbeda yang mengakibatkan variasi dalam jarak optimal antara sumur dan tangki septic.

    Perbedaan aliran air tanah sangat dipengaruhi oleh struktur batuan dan karakteristik geografis daerah tersebut.

    Faktor Lain yang Menentukan Jarak Septic Tank

    Selain menyesuaikan ketersediaan lahan, pada kasus tertentu jarak septic tank dengan sumur air juga bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yaitu:

    1. Kemiringan Tanah

    Kondisi dan kemiringan permukaan tanah dapat mempengaruhi jarak antara sumur dan toilet.

    2. Kondisi Hidrologi

    Ini mencakup kedalaman air tanah, arah serta kecepatan aliran air dalam tanah, dan jenis lapisan tanah seperti batu atau pasir. Untuk tanah berbatu atau berpasir, diperlukan jarak yang lebih besar dibandingkan dengan tanah liat.

    3. Curah Hujan

    Di daerah dengan curah hujan tinggi, jarak antara sumur dan toilet perlu lebih panjang untuk menghindari kontaminasi.

    4. Jenis Mikroorganisme

    Mikroorganisme tertentu mempengaruhi jarak sumur dengan septic tank. Misalnya, bakteri patogen lebih tahan hidup di tanah yang lembab, dan cacing bisa bertahan lebih lama di tanah basah dibandingkan tanah kering.

    5. Tradisi Budaya

    Beberapa masyarakat memiliki kebiasaan membuat sumur tanpa dinding penahan, yang juga mempengaruhi jarak yang aman.

    6. Pemakaian Air

    Semakin sering air dipompa dari sumur, kecepatan aliran air tanah akan meningkat untuk menggantikan air yang berkurang, sehingga mempengaruhi jaraknya.

    Itu dia ulasan mengenai jarak septic tank yang ideal dengan sumur air. Semoga bermanfaat.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Lantai Keramik Rumah Terangkat dan Pecah


    Jakarta

    Keramik menjadi pilihan populer untuk lantai di rumah. Tentu ini menjadi pilihan yang bagus karena materialnya yang tahan lama, awet, dan mudah dibersihkan.

    Akan tetapi dilansir dari The Floor Trader Outlet (21/6/2024) walaupun lantai keramik begitu kuat bukan tidak mungkin ubin lantai retak, terangkat, atau bahkan meledak. Masalah tersebut harus segera diatasi segera mungkin sebelum menyebabkan masalah baru seperti air merembes di bawah ubin dan menjadi sarang jamur.

    Nah jika kamu melihat ada lantai keramik rumah yang terangkat, pecah atau bahkan meledak, berikut penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasinya.


    Penyebab Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Lantai keramik yang terangkat dan pecah disebut dengan popping. Mengutip dari catatan detikProperti (21/6/2024), secara umum penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bawah keramik.

    Udara panas tersebut membuat nat keramik mengalami keretakan dan menimbulkan celah atau rongga masuknya udara ke bawah keramik. Hal tersebut membuat keramik terangkat atau bahkan meledak.

    Merangkum dari The Floor Trader Outlet (21/6/2024), terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan lantai mengalami popping sebagai berikut.

    1. Perubahan Suhu

    Lantai keramik bisa mengembang saat panas dan menyusut saat dingin. Memang perubahannya dalam skala kecil dan tidak terlihat, tetapi jika terjadi dari waktu ke waktu ini menyebabkan banyak pergeseran. Oleh karena itu, perubahan suhu dapat menyebabkan keramik lantai longgar, retak, atau terangkat.

    2. Pergerakan Pondasi Rumah

    Seiring waktu, rumah akan mengalami pergerakan kecil akibat perubahan alami seperti penyusutan material bangunan, perubahan kelembaban, dan tekanan tanah. Ini adalah proses alami yang terjadi perlahan selama bertahun-tahun.

    Proses ini dapat menyebabkan sedikit perubahan pada pondasi dan struktur rumah, yang mempengaruhi dinding dan lantai. Pada keramik lantai kondisi ini memungkinkan untuk menjadikan ubin retak atau terangkat.

    3. Jenis Perekat

    Perekat yang biasa digunakan untuk merekatkan keramik dengan lantai adalah semen. Sayangnya tidak semua perekat diciptakan sama dan beberapa tidak cukup kuat untuk menahan ubin sehingga bisa menyebabkan ubin longgar dari waktu ke waktu. Bahkan perekat berkualitas tinggi pun akan melemah seiring waktu dan akhirnya dapat menyebabkan ubin retak atau terangkat.

    4. Cara Pemasangan

    Cara pemasangan ubin juga berpengaruh kepada ketahanan lantai keramik iru sendiri. Misalnya jika metode pemasangan dengan menempatkan titik perekat di setiap sudut atau hanya satu titik di tengah keramik. Metode tersebut bisa saja menyisakan ruang atau celah untuk udara sehingga lantai keramik berpotensi terangkat dan pecah.

    5. Perbedaan Permukaan

    Jika permukaan di bawah ubin (seperti lantai beton atau kayu) tidak rata, maka ubin tidak bisa terpasang dengan stabil.

    Ketidakteraturan pada permukaan ini dapat menyebabkan ubin bergerak ketika ada tekanan yang akhirnya menyebabkan ubin longgar atau retak. Oleh karena itu jika ada tonjolan atau lekukan sebaiknya diratakan terlebih dahulu.

    Cara Memperbaiki Lantai Keramik Terangkat dan Pecah

    Setelah ubin retak, mustahil untuk memperbaikinya tanpa meninggalkan bekas yang tampak. Lebih baik mengganti ubin daripada mencoba memperbaikinya. Berikut caranya.

    • Potong nat di sekitar ubin yang retak menggunakan alat pemotong nat.
    • Angkat keramik yang retak, jika tidak bisa gunakan palu atau bor.
    • Bersihkan puing-puing.
    • Pasang keramik baru dengan cara yang benar dan perekat yang berkualitas sehingga tidak terangkat lagi.
    • Oleskan nat baru di antara keramik yang telah dipasang.

    Harap lakukan dengan hati-hati ketika melakukan proses di atas supaya tidak merusak lantai keramik yang ada.

    Cara Mencegah Keramik Lantai Terangkat dan Pecah

    Masalah seperti ini sebenarnya bisa dicegah saat pemasangan ubin pertama kali. Berikut caranya:

    1. Pasang Keramik dengan Baik dan Benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek Nat Keramik secara Berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan Potensi Banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Itu dia ulasan mengenai penyebab dan cara mengatasi lantai keramik yang terangkat dan pecah. Semoga bermanfaat.

    (khq/khq)



    Sumber : www.detik.com

  • Sudah Tahu Perbedaan Bunga Mengambang vs Bunga Tetap pada KPR?


    Jakarta

    Jika kamu memiliki rencana untuk membeli rumah menggunakan KPR, kamu harus tau tentang bunga mengambang (floating) dan juga bunga tetap (fix). Dalam pembayaran cicilan KPR, ada dua komponen yang harus dibayarkan yaitu cicilan pokok dan juga bunga bank.

    Seperti pada pinjaman jenis lain, bank juga punya suku bunga khusus yang diberikan untuk KPR. Besaran bunga ini berbeda-beda di tiap bank, dan juga ada dua jenis, yaitu bunga tetap dan bunga mengambang. Kedua jenis bunga ini berbeda baik dari besarannya dan juga ketetapannya.

    Lantas apa saja perbedaan antara bunga tetap dan bunga mengambang?


    1. Suku Bunga Tetap (fixed)

    Melansir dari OJK, suku tetap (fixed) berarti tingkat bunga yang nilainya tetap alias tidak berubah. Selanjutnya, ketetapan suku bubga tetap dibatasi waktu. Walaupun ada beberapa bank yang memberi suku bunga tetap sampai akhir masa kredit, tapi kebanyakan bank memberlakukan pembatasan waktu.

    Contohnya, apabila nasabah yang mengambil KPR mendapatkan bunga tetap selama 3 tahun, maka nasabah akan membayar nominal bunga yang sama selama 3 tahun awal cicilan. Namun, mulai bulan ke-4 nasabah akan dikenakan bunga mengambang (floating) atau sesuai dengan tingkat suku bunga yang ditetapkan.

    Salah satu keuntungan dari suku bunga tetap adalah jumlah cicilan yang harus dibayar tiap bulan nilainya tidak akan berubah selama kurun waktu yang diatur. Jadi, nasabah akan membayar nominal yang sama tanpa terpengaruh oleh naik-turunnya kondisi perekonomian dan tingkat suku bunga yang ditetapkan perbankan.

    2. Suku Bunga Mengambang (floating)

    Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suku bunga mengambang diartikan sebagai suku bunga yang selalu berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunganya juga ikut naik, begitupun sebaliknya.

    Keuntungan dari suku bunga mengambang (floating) bia dirasakan nasabah ketika tren bunga kredit sedang menurun. Hal ini dikarenakan sifat bunga mengambang yang memang dipengaruhi oleh suku bunga di pasaran. Jadi saat bunga kredit sednag turun, nasabah bisa mendapat bunga yang rendah sesuai penurunan yang terjadi. Akan tetapi, jumlah cicilan bisa kembali naik jika suku bunga pasar dalam tren naik.

    Biasanya, suku bunga mengambang mulai berlaku dalam kurun beberapa tahun setelah nasabah menyicil KPR. Besaran bunga yang dibayarkan pun ditentukan oleh pihak bank. Umumnya, bank menentukan besaran suku bunga floating dalam kurun 6-12 bulan sekali.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pengertian, Tempat Pemasangan, dan Kelebihannya


    Jakarta

    Lampu adalah interior penting di rumah sebagai penerangan dan penambah estetika pada ruangan. Kini, jenis lampu cukup beragam bisa menyesuaikan dengan model ruangan di rumah. Salah satu jenis lampu yang semakin banyak digunakan adalah downlight.

    Jenis lampu downlight dikenal sebagai lampu yang memberikan sorot yang lembut tetapi cahayanya menyebar ke seluruh ruangan sehingga tetap terang. Downlight juga bisa memberikan kesan elegan jika dipakai di lokasi tertentu pada ruangan.

    Untuk lebih jelasnya, melansir dari Meteor Electrical, Kamis (20/6/2024), berikut pengertian, tempat pemasangan, fungsi lampu downlight.


    Pengertian Downlight

    Downlight merupakan lampu yang memiliki efek penerangan yang terarah dan fokus sehingga memberikan aksen pada ruangan. Lampu downlight berbeda dengan dengan lampu sorot. Keduanya memiliki komponen lampunya berbeda. Dari hasil pencahayaan juga berbeda. Downlight fokus memusatkan cahaya ke arah bawah, sedangkan lampu sorot menghasilkan banyak sorot cahaya.

    Tempat Pemasangan Downlight

    Downlight biasanya digunakan untuk penerangan area yang luas karena cahaya yang dihasilkan merata ke seluruh area. Jenis lampu ini biasa digunakan di rumah dan bangunan komersial seperti hotel dan mal karena memberikan aksen elegan pada ruangan.

    Untuk di area rumah, downlight biasanya dipasang di dapur, ruang tamu, dan kamar mandi. Downlight cocok untuk menonjolkan estetika dan elegan dari sebuah fitur arsitektur, karya seni, atau elemen dekoratif yang membuat ruangan tampak hidup.

    Kelebihan Downlight

    Dengan memasang lampu downlight kamu akan mendapat beberapa kelebihan yang tidak ditemukan pada jenis lampu lain yakni lebih hemat listrik. Downlight bisa menghemat konsumsi energi bila disandingkan dengan lampu pijar. Selain itu, downlight bisa bertahan lama dan tetap memberikan pencahayaan yang terang dengan konsumsi energi 75% lebih sedikit dari lampu biasa. Oleh karena itu, downlight disebut lebih ramah lingkungan.

    Manfaat selanjutnya adalah downlight membuat tampilan ruangan terlihat lebih kekinian karena elemen rumah tampak elegan dan modern dibanding dengan pencahayaan lain.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Viral Pohon Nangka Tumbuh Dalam Rumah, Ahli Ingatkan 2 Bahayanya



    Jakarta

    Seorang content creator, Ardiansyah membagikan penampakan rumah pohon miliknya. Videonya viral karena di dalam rumah tersebut terdapat 3 jenis pohon yang sengaja dipertahankan oleh sang ayah yakni pohon nangka, mangga, dan cempedak. Bahkan pucuknya menembus plafon.

    Di luar keunikannya, tentu ada kekhawatiran risiko kerusakan pada bangunan rumah mengingat pohon tersebut masih subur. Lantas, benarkah membuat model rumah pohon seperti milik Ardiansyah dapat membahayakan struktur bangunan?

    Menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky, meletakkan pohon di tengah rumah saat ini sudah menjadi tren. Namun, memang ada beberapa risiko yang mengintai.


    “Yang harus diperhatikan, tumbuhan ini. Tanamannya ini berefek nggak ke rumah? Karena yang harus diperhatikan dalam pemilihan pohon atau tumbuhan di dalam rumah adalah akar,” kata Panggah saat dihubungi detikProperti pada Jumat (21/6/2024).

    Akar pohon yang terus tumbuh dapat merusak keramik di rumah. Sebab, akarnya tumbuh bukan hanya ke dalam tanah, melainkan bisa menembus ke atas. Akar yang masih bertumbuh juga akan menjalar untuk mencari makan.

    “Akar semakin lama, membesar, itu biasanya merusak. Merusak keramik, bisa nabrak ke sloop fondasi gitu. Paling fatalnya bisa sampai bikin ambruk rumah. Misalnya dia ngangkat fondasi, itu bisa jadi guling itu rumah. Yang paling awal pecah berefeknya ke keramik,” jelasnya.

    Selain akar, masalah lain yang ditemui ketika menanam pohon di dalam rumah adalah daun. Menurutnya daun yang berjatuhan dapat menyumbat saluran air di rumah.

    “Sampah daun kering itu biasanya dan sering terjadi, dia akan menyumbat dari pembuangan rumah. Seperti di floor drain di atas, dak beton, atau dak talang. Nah itu, yang sering kita temui, rumah itu tersumbat gara-gara daun di floor drain,” ungkapnya.

    Apabila sampah daun dari pohon menyumbat saluran air akan terjadi penyumbatan. Air yang terhalang sampah akan meninggi. Ketika debitnya semakin tinggi otomatis air akan meluap. Jika saluran yang tersumbat di atas rumah, air bisa menembus hingga ke plafon rumah.

    Panggah menambahkan, pohon yang diletakkan jauh dari saluran air, asal masih berada di sekitar atap akan tetap berpotensi menyumbat. Sebab, daun bisa terbawa angin dan tersangkut di aliran air.

    Untuk mengatasi kedua masalah tersebut, Panggah menyarankan minimal pemilik rumah rajin-rajin untuk membersihkan daun kering tersebut.

    “Harus rajin-rajin membersihkan daun karena kita nggak tau nih daun jatuh nih, nggak langsung jatuh ke bawah. Dia pasti terbang dulu, kemana dulu. Nah nanti bisa menyumbat floor drain,” tuturnya.

    Kemudian, pilih tanaman-tanaman yang akarnya tidak mengganggu dan daunnya sedikit. Dia lebih menyarankan pohon-pohon kecil seperti cataleya.

    Sementara itu, pengecoran pada tanah di sekitar pohon untuk menghentikan pergerakan akar menurutnya bisa saja tidak efektif. Perlu dilihat kembali ketebalan dari akar pohon tersebut. Jika menanam pohon beringin kecil itu tetap berpotensi merusak keramik.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Restrukturisasi KPR: Pengertian dan Prosedurnya


    Jakarta

    Kredit Pemilikan Rumah (KPR) telah menjadi solusi bagi banyak orang yang ingin membeli rumah karena tidak semua orang bisa langsung membeli secara tunai/cash. Namun, salah satu kekurangan dari KPR adalah total jumlah uang yang dibayarkan akan lebih banyak dibandingkan dengan membayar tunai. Hal ini karena cicilan KPR sudah termasuk dengan bunga bank.

    Dalam pembayaran KPR tiap bulannya, banyak juga orang yang ternyata mengalami kendala atau kredit macet. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, misalnya PHK atau pandemi seperti COVID-19 lalu. Masalah kredit macet ini bisa berisiko nasabah dinyatakan gagal bayar dan pihak bank bisa menyita rumah yang dibeli dengan skema KPR tersebut.

    Namun, jangan khawatir, karena ada solusi dan upaya yang bisa dilakukan untuk terhindar dari resiko tersebut. Salah satunya adalah dengan restrukturisasi KPR.


    Lantas, apa itu restrukturisasi KPR dan bagaimana prosedurnya?

    Pengertian Restrukturisasi KPR

    Melansir dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Restrukturisasi kredit, termasuk KPR, adalah upaya perbaikan yang dilakukan dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang berpotensi mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Mudahnya, ini adalah upaya yang dilakukan oleh pihak bank untuk membantu memperbaiki masalah kredit nasabahnya.

    Restrukturisasi kredit/KPR ini adalah solusi untuk meringankan cicilan nasabah sehingga pembayaran cicilan kembali lancar. Bentuk dari restrukturisasi ini pun beragam, tergantung dari kesepakatan antara pihak bank dan nasabah. Merujuk pada Peraturan OJK No.11/POJK.03/2015 Pasal 1 ayat 4, berikut ini bentuk-bentuk restrukturisasi KPR:

    – Penurunan suku bunga kredit

    – Perpanjangan jangka waktu kredit

    – Pengurangan tunggakan bunga kredit

    – Pengurangan tunggakan pokok kredit

    – Penambahan fasilitas kredit

    – Konversi kredit menjadi Penyertaan Modal Sementara.

    Prosedur dan Syarat Restrukturisasi KPR

    Untuk mengajukan restrukturisasi KPR, tentu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi nasabah sebelum mengajukan kepada pihak bank. Syaratnya adalah sebagai berikut.

    1. Debitur mengalami kesulitan pembayaran pokok dan/atau bunga kredit

    2. Debitur memiliki prospek usaha yang baik dan dinilai mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi.

    Selain itu, nasabah juga harus menyiapkan beberapa dokumen sebelum mengajukan restrukturisasi kredit, seperti:

    – Formulir surat permohonan restrukturisasi

    – Fotokopi identitas diri (KTP)

    – Fotokopi NPWP

    – Fotokopi rekening tabungan.

    Setelah semuanya sudah siap, nasabah yang mengajukan restrukturisasi kredit bisa menunggu pihak bank menghubungi dan mengikuti proses evaluasi hingga selesai. Setelah semua prosesnya selesai, pihak bank akan memutuskan apakah pengajuan restrukturisasi kredit dari nasabah diterima atau tidak.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbandingan Keramik Glossy dan Keramik Matte, Lebih Bagus Mana?


    Jakarta

    Lantai keramik sampai saat ini masih menjadi andalan masyarakat Indonesia ketika memilih jenis lantai pada sebuah rumah. Biasanya, alasan masyarakat Indonesia memilih lantai keramik adalah karena motif dan desainnya yang sangat beragam, dari mulai warna, tekstur, hingga, lapisan finishingnya.

    Nah tahukah kamu, sebenarnya lantai keramik yang dibuat beragam ini ada alasannya tersendiri loh. Bukan hanya dari segi warna dan teksturnya saja, hasil finishing akhir dari sebuah lantai keramik juga memiliki tujuannya masing masing.

    Bila kamu penasaran apa saja perbedaan kegunaan dari finishing akhir dari sebuah keramik, bisa simak ulasannya di bawah ini.


    Perbedaan Lantai Keramik Glossy dan Matte

    Dikutip dari lioliceramica.com, Jum’at (21/6/2024), ada 2 finishing akhir lantai keramik yang sangat populer, di antaranya yaitu glossy (mengkilap) dan matte.

    Walaupun kedua finishing keramik ini dibuat dengan proses yang mirip, tetapi hasil dari kedua produk ini nyatanya memiliki banyak perbedaan. Berikut penjelasannya.

    Apa Itu Keramik Glossy?

    Close-up of white tile background.Ilustrasi keramik glossy Foto: Getty Images/kyoshino

    Keramik dengan finishing glossy memiliki sebuah lapisan kaca cair ekstra yang cukup kuat. Finishing ini memberikan efek kepada hasil produk sehingga terlihat lebih mengkilap dan lebih cerah dengan tekstur permukaan yang sangat halus.

    Lapisan kaca cair ini terbukti bisa meningkatkan kualitas pola dan warna pada keramik tersebut, sehingga menghasilkan tampilan yang mewah yang bisa bertahan hingga beberapa dekade.

    Kelebihan Keramik Glossy

    1. Mudah Dibersihkan

    Lapisan kaca cair pada permukaan keramik memiliki tekstur yang halus dan tidak berpori. Maka dari itu lantai glossy sangat mudah untuk dibersihkan.

    2. Bisa membuat Ruangan Kecil Terlihat Luas

    Seperti namanya, lantai keramik glossy ini memiliki sifat mengkilap dan bisa membuat efek pantulan seperti cermin.

    Oleh karena sifat memantulkan cahayanya tersebut, keramik glossy ini bisa menipu mata manusia untuk meyakini bahwa ruangan tersebut lebih besar daripada aslinya.

    3. Bisa Membuat Rumah Kamu Terlihat Elegan

    Dengan sifat-sifatnya ini, lantai keramik glossy terbukti bisa membuat rumah jadi terlihat cantik dan elegan.

    Kekurangan Keramik Glossy

    1. Kerusakan Lantai Mudah Terlihat

    Karena sifatnya yang mudah memantulkan cahaya, segala bentuk kotoran, kerusakan atau kecacatan kecil pada permukaan keramik ini akan bisa dengan sangat mudah untuk disadari.

    Hal ini membuat pemilik rumah tersebut harus rutin untuk membersihkannya. Bila tidak, rumah tersebut akan terlihat kotor.

    2. Permukaannya Licin

    Karena lantai glossy memiliki tekstur halus dan kemampuan menyerap air yang sangat minim, permukaan lantai ini akan cenderung terasa licin bila ada sedikit saja cairan di atasnya.

    3. Pantulan Cahayanya Kadang Mengganggu

    Lantai yang sangat cerah dan mudah memantulkan cahaya bisa jadi sangat mengganggu fokus mau ketika melakukan aktivitas di dalam rumah.

    Lokasi yang Tepat untuk Memasang Lantai Keramik Glossy

    Karena perawatannya yang sangat mudah, lantai keramik glossy sangat cocok ditempatkan pada tempat yang mudah kotor, seperti dinding kamar mandi, dinding dapur, lantai dapur, hingga meja dapur di rumah kamu.

    Ruang tamu dan kamar tidur juga bisa dipasangi lantai keramik glossy untuk memberikan kesan mewah pada ruangan tersebut. Tidak hanya itu, seperti yang sudah dijelaskan, lantai keramik glossy ini juga sangat cocok untuk dipasang pada ruangan yang sempit atau kecil.

    Belakangan ini ada juga tren dimana dinding rumah dilapisi dengan keramik glossy agar terlihat mewah.

    Apa itu Keramik Matte?

    Ivory porcelain floor tile texture with matte finish seamlessIlustrasi keramik matte Foto: Getty Images/iStockphoto/SMedia

    Keramik dengan finishing matte memiliki satu perbedaan yang sangat mencolok, yaitu sifat dari permukaannya.

    Berbeda dari keramik glossy, keramik matte tidak memiliki sifat mengkilap. Permukaan keramik matte justru memiliki sifat kebalikannya, yaitu kusam dan memiliki permukaan kasar.

    Lapisan khusus yang membuat keramik matte terlihat kusam dan memiliki permukaan kasar ini ditujukan untuk ruangan yang ingin dibuat agar barang/isi di dalam ruangan tersebut jadi terlihat lebih mencolok, sehingga membawakan suasana megah dan elegan.

    Kelebihan Keramik Matte

    1. Memiliki Sifat Anti-slip atau Tidak Licin

    Keunggulan paling utama dari lantai keramik matte adalah karena permukaannya yang kasar. Oleh karena permukaannya yang kasar, keramik matte jadi memiliki sifat anti slip atau anti licin.

    Sifatnya anti slipnya ini sangat cocok digunakan untuk tempat yang sangat rawan untuk tergelincir. Walaupun lantai keramik ini tidak 100% anti tergelincir (apalagi bila permukaan lantai dipenuhi tanah atau air), tetapi dengan adanya lantai ini setidaknya kemungkinan untuk tergelincir bisa berkurang secara signifikan.

    2. Perawatan yang Mudah

    Permukaan kasar dari lantai matte memiliki karakter yang bisa menyembunyikan berbagai noda kecil dan goresan lebih baik daripada lantai glossy. Sehingga lantai ini sangat cocok untuk ditempatkan pada lokasi yang sering dijadikan tempat beraktivitas.

    3. Memberikan Kesan Natural

    Lantai keramik matte bisa memberikan kesan natural dan alami. Tidak hanya itu, lantai matte juga menyediakan efek permukaan seperti kayu, batu, dan beton.

    Kekurangan Keramik Matte

    1. Noda Sulit untuk Dibersihkan

    Permukaan kasar lantai matte memang bisa menyembunyikan noda kecil. Namun, bila lantai tersebut terkena noda yang besar seperti tumpahan cairan, noda tersebut akan sulit untuk dibersihkan karena permukaannya yang tidak merata.

    2. Tidak Cocok untuk Ruangan Kecil

    Karena lantai keramik matte tidak memiliki sifat memantulkan cahaya seperti keramik glossy, lantai keramik matte ini sangat tidak cocok untuk dipasang pada ruangan kecil atau sempit yang minim pencahayaan.

    Bila kamu memasang lantai keramik matte ini pada ruangan kecil atau sempit, ruangan tersebut justru akan terlihat lebih berantakan.

    Lokasi yang Tepat untuk Memasang Lantai Keramik Matte

    Lantai keramik matte cenderung bisa dipasang dimanapun, khususnya di tempat yang membutuhkan sifat anti slipnya, seperti teras, kebun, pinggiran kolam renang, lantai dapur, lantai kamar mandi, dan berbagai tempat rawan basah lainnya.

    Selain itu, lantai keramik matte juga sangat cocok untuk dipasang pada ruang belajar dan kantor, karena lantai matte bisa memberikan suasana tenang. Lantai keramik matte juga sangat cocok untuk rumah tempat beraktivitas anak kecil dan lansia.

    Itu dia penjelasan lengkap mengenai perbedaan kekurangan dan kelebihan dari lantai keramik glossy, dan lantai keramik matte beserta saran tempat-tempat di rumah yang cocok untuk dipasangnya. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan KPR FLPP dan KPR Tapera


    Jakarta

    Jenis cicilan pembelian rumah saat ini cukup beragam salah satunya adalah KPR FLPP dan KPR Tapera. Keduanya merupakan sistem pembelian rumah yang ditujukan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

    Melansir dari BP Tapera, KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah dukungan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR yang pengelolaannya dilaksanakan oleh BP Tapera yang dananya berasal dari APBN. Sementara itu, KPR Tapera adalah penyediaan dana murah jangka panjang berkelanjutan guna pembiayaan perumahan bagi MBR yang dananya berasal dari tabungan peserta Tapera yang telah dilakukan pemupukan.

    Meskipun tujuan sama, keduanya memiliki beberapa perbedaan mulai dari syarat peserta, skema pembiayaan yang tersedia, dan manfaat yang didapatkan. Melansir dari BP Tapera, Sabtu (22/6/2024). berikut perbedaan KPR FLPP dan KPR Tapera.


    Syarat Kepersertaan KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP

    1. Berkewarganegaraan Indonesia

    2. Belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah berupa KPR atau kredit pembiayaan pembangunan rumah swadaya

    3. Orang atau perseorangan yang berstatus tidak kawin atau pasangan suami istri

    4. Tidak memiliki rumah

    5. Memiliki penghasilan tetap atau tidak tetap maksimal Rp 8 juta per bulan

    KPR Tapera

    1. Telah menjadi peserta Tapera minimal selama 12 bulan (dikecualikan bagi PNS eks Peserta Taperum).

    2. Memiliki penghasilan bersih maksimal Rp 8 juta per individu

    3. Belum pernah memiliki rumah, dan berminat untuk mengajukan program Pembiayaan Tapera.

    4. Peserta suami-istri tidak dapat mengajukan program Pembiayaan Tapera secara bersamaan dan tidak dapat memilih jenis pembiayaan yang sama.

    Skema Pembiayaan KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP hanya menyediakan skema pembiayaan untuk membeli rumah pertama. Sementara itu, KPR Tapera menyediakan 3 skema pembiayaan yakni Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Pembangunan Rumah (KBR), dan Kredit Renovasi Rumah (KRR).

    Manfaat yang Diterima Peserta KPR FLPP dan KPR Tapera

    KPR FLPP

    1. Suku bunga 5% tetap selama jangka waktu, KPR sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran dan asuransi kredit.

    2. Cicilan KPR maksimal 20 tahun

    3. Uang muka mulai dari 1%

    4. Bebas PPN

    KPR Tapera

    1. Lewat skema KPR, peserta hanya dapat membeli rumah yang sudah jadi. Pilihannya ada di situs Daftar Rumah BTN.

    2. Peserta yang mengambil KPR akan mendapatkan DP 0% serta bebas memilih lokasi rumah.

    3. Peserta yang mengambil KPR mendapatkan plafon kredit yang disesuaikan dengan limit kredit yakni kelompok penghasilan dan zonasi. Lalu untuk tenornya maksimal 30 tahun.

    4. Lewat skema KBR, pembiayaannya untuk membangun rumah pertama di atas tanah milik sendiri/pasangan.

    5. Peserta yang mengambil KBR mendapatkan plafon kredit sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kelompok penghasilan. Lalu untuk tenornya maksimal 15 tahun.

    6. Lewat skema KRR, pembiayaannya untuk merenovasi rumah pertama milik sendiri atau pasangan.

    7. Peserta yang mengambil KBR mendapatkan plafon kredit sesuai RAB dan kelompok penghasilan. Lalu untuk tenornya maksimal 5 tahun.

    Itulah perbedaan KPR FLPP dengan KPR Tapera. Semoga bermanfaat!

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com