Author: Gak Ganti Gambar

  • Anti Ribet! 4 Bahan Alami Ini Ampuh Bersihkan Noda Minyak di Dapur


    Jakarta

    Noda minyak banyak ditemui di dapur setelah memasak. Minyak panas yang bercipratan mengenai kompor, dinding, meja, bahkan tidak jarak hingga ke lantai. Alhasil, kaki terasa licin dan tidak nyaman karena noda minyak. Lantas, bagaimana cara membersihkannya?

    Berbeda dari noda lainnya, noda minyak tidak dapat dibersihkan dengan air karena keduanya adalah molekul yang tidak bisa bersatu. Kamu memerlukan bahan lain untuk membersihkan noda minyak di dapur.

    Mengutip dari home.howstuffworks.com, Sabtu (22/6/2024), berikut 4 bahan alami yang efektif bersihkan noda minyak di dapur.


    1. Cuka

    Untuk noda minyak yang membandel dan menempel, terutama yang menempel di kompor dan bagian dalam oven, kamu bisa menyemprotkan cuka putih. Agar lebih aman saat membersihkannya, kamu bisa menggunakan botol semprotan. Tunggu hingga cuka meresap selama kurang lebih lima menit. Asam dalam cuka akan membantu melarutkan dan melunakkan bagian yang keras (kebanyakan merupakan campuran makanan dan minyak), sehingga lebih mudah untuk digosok dengan spons lembut.

    2. Tepung

    Tepung adalah salah satu bahan yang teksturnya cukup padat. Tepung juga merupakan bahan yang mudah ditemukan. Bahkan tidak jarang bahan makanan satu ini selalu dibeli untuk persediaan karena serba guna, salah satunya untuk membersihkan noda minyak.

    Caranya mudah kamu tinggal taburkan tepung pada noda minyak kemudian diamkan tepung selama beberapa menit untuk menyerap minyak. Setelah itu kamu dapat membersihkannya. Cara ini efektif untuk noda minyak basah. Selain itu, gunakan tepung terigu secukupnya agar dan jauhkan dari angin atau alat elektronik seperti kipas angin. Sebab, jika tepung terigu terkena angin justru akan tambah membuat dapur kotor.

    3. Garam dan Alkohol

    Noda minyak mengenai celemek, karpet, atau kain di dapur? Jika noda minyak mengenai bahan tekstil, jangan langsung masukkan ke mesin cuci karena terkadang belum tentu noda minyak tersebut hilang. Kamu perlu mengoleskan garam dan alkohol di atas kain yang terkena noda minyak tersebut. Takarannya, campurkan satu sendok garam dan empat sendok alkohol. Masukkan area yang terkena noda ke dalam larutan tersebut. Tunggu hingga noda hilang dan larutan mengering.

    4. Air dan baking soda

    Bahan alami lainnya yang ampuh bersihkan noda minyak di dapur adalah baking soda yang dicampurkan ke air. Baking soda membantu molekul air dapat menangkap noda minyak yang menempel pada berbagai permukaan.

    Baking soda bersifat basa, yang artinya dapat melarutkan minyak dan lemak dengan baik. Mampu menghilangkan lemak tanpa merusak permukaan yang dibersihkan. Caranya campurkan 3 sendok makan baking soda dengan 1 gelas air. Celupkan spons ke dalam larutan tersebut dan usap noda minyak yang mengenai permukaan di dapur seperti meja dapur, kompor, dan bahkan panci dan wajan.

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tanaman Ini Cocok Buat Kamu yang Jarang Ada di Rumah


    Jakarta

    Menanam tanaman hias di rumah memang menjadi salah satu pilihan hobi sampingan yang bisa memberikan banyak manfaat. Namun, dewasa ini kita jadi mulai kehilangan waktu luang dan jarang berada di rumah karena alasan pekerjaan.

    Kondisi ini membuat hobi merawat tanaman hias di rumah jadi kurang cocok bagi kamu yang bekerja hingga larut malam di kantor.

    Nah, bagi kamu yang punya kondisi seperti ini, kamu jangan menyerah dulu. Bila kamu masih bersikeras ingin merawat tanaman hias di rumah, kamu bisa coba simak solusinya di bawah ini.


    Dikutip dari realsimple.com, Sabtu (22/6/2024), bagi kamu yang hobi merawat tanaman tapi jarang berada di rumah, ada solusi buat kamu, yaitu dengan memilih jenis tanaman hias yang tidak memerlukan banyak perawatan. Berikut diantaranya.

    Tanaman Hias yang Cocok Buat Kamu yang Jarang di Rumah

    1. Kaktus dan Sukulen

    Succulent in the geometry glass terrariumSucculent in the geometry glass terrarium Foto: Getty Images/iStockphoto/Polina Strelkova

    Tanaman kaktus dan sukulen adalah tanaman yang hanya memerlukan sedikit perawatan. Seperti yang kebanyakan orang sudah ketahui, kaktus ini tidak memerlukan banyak air.

    Menurut pakar tanaman The Sill, Paris Lalicata, spesies kaktus dan sukulen selalu menjadi pilihan populer bagi para hobi berkebun yang menginginkan tanaman yang mudah dirawat dan tahan kekeringan. Ia mengatakan bahwa kaktus bisa bertahan selama dua minggu tanpa air walaupun diletakkan di area yang terpapar sinar matahari langsung.

    2. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Salah satu tanaman andalan ibu rumah tangga yang satu ini nyatanya sangat cocok bagi kamu yang jarang berada di rumah loh.

    Menurut Lalicata, tanaman lidah mertua bisa bertahan di tempat yang sulit/jarang terpapar sinar matahari. Ia juga mengatakan bahwa tanaman ini bisa bertahan tanpa air hingga 2 minggu, khususnya bila tanaman ini diletakkan pada tempat yang gelap.

    3. Dolar/Pohon Dolar

    Zamioculcas Zamiifolia or ZZ Plant in white flower pot stand on the windowsill. Home plants care concept. Interior of a modern scandinavian style apartmentZamioculcas Zamiifolia or ZZ Plant in white flower pot stand on the windowsill. Home plants care concept. Interior of a modern scandinavian style apartment Foto: Getty Images/iStockphoto/Kseniia Soloveva

    Tanaman hias dengan penampilan warna hijau mencolok ini bisa jadi alternatif bagi kamu yang sering bepergian dalam waktu lama.

    Menurut pendiri Bouquet Box, Courtney Sixx, tanaman ini bisa bertahan pada kondisi cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Ia mengatakan bahwa tanaman ini hanya perlu disiram beberapa minggu sekali saja.

    “Kamu bisa menyiramnya setiap beberapa minggu sekali, biarkan mengering di sela-sela penyiraman. Tanaman ini tumbuh dari rimpang, yang memungkinkannya untuk menyimpan air, sehingga secara alami membuatnya tahan kekeringan. Anggap saja sebagai sumber air cadangan,” ujarnya dikutip dari Real Simple.

    4. Sirih Gading dan Memelong

    house plant heart leaf Philodendron vine in white pothouse plant heart leaf Philodendron vine in white pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Menurut SIxx, kedua jenis tanaman ini bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung seperti pohon dolar. Kedua tanaman ini juga hanya memerlukan penyiraman air setiap 1 hingga 2 minggu sekali saja. Oleh karena itu, kedua jenis tanaman ini sangat cocok bagi kamu yang sibuk dan jarang ada di rumah.

    5. Janda Bolong atau Monstera

    Tanaman hias monsteraTanaman hias monstera Foto: Getty Images/iStockphoto/didecs

    Tanaman yang belakangan masih populer di kalangan pecinta tanaman hias yang satu ini juga termasuk ke dalam jenis tanaman yang mudah untuk dirawat.

    Menurut Sixx, tanaman yang satu ini juga bisa bertahan hidup di tempat dengan cahaya matahari yang terang namun tidak langsung. Tanaman ini hanya memerlukan penyiraman air setiap 7 hingga 10 hari sekali saja.

    Itu dia beberapa tanaman hias alternatif bagi kamu yang ingin menanam tanaman hias tapi jarang berada di rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Tips Mudah Mengecat Plafon Rumah Nggak Pakai Drama


    Jakarta

    Memiliki hunian yang indah tentu menjadi impian semua orang. Untuk mendapat rumah yang indah, kamu tidak boleh melewatkan detail seperti tampilan plafon rumah.

    Kamu bisa mengecat plafon rumah untuk melengkapi desain interior rumah. Hampir mirip dengan mengecat dinding, kamu bisa menggunakan cat tembok untuk plafon.

    Akan tetapi, bedanya ada pada proses pengecatan yang harus secara vertikal, karena letak plafon ada di atas. Supaya nggak bingung, simak tips cara mengecat plafon berikut ini yang dikutip dari Edupaint, Kamis (20/6/2024).


    Mengapa Harus Mengecat Plafon?

    Mengecat plafon membawa sejumlah keuntungan. Plafon yang dicat tentunya memberikan nuansa ruangan lebih berbeda, sekaligus bisa menonjolkan elemen desain interior.

    Tips Mengecat Plafon

    1. Pindahkan Perabotan

    Pada ruangan yang plafonnya ingin dicat, kamu perlu pindahkan semua peralatan atau tutupi permukaan perabot dan lantai dengan plastik agar cat yang jatuh ke bawah tidak mengenainya.

    2. Tutup Bagian Atas Dinding

    Tips kedua adalah menutupi bagian atas dinding yang berbatasan langsung dengan plafon menggunakan isolasi kertas.

    3. Gunakan Rol untuk Mengecat

    Sebaiknya gunakan rol sebagai alat untuk mengecat plafon. Bersihkan rol terlebih dahulu dari debu dan kotoran yang masih menempel. Untuk membersihkannya kamu dapat menyemprotkan air dengan sprayer. Setelah itu keringkan dengan menggunakan kain.

    4. Menggunakan Tangga

    Agar proses pengecatan lebih mudah dan cepat, kamu dapat menggunakan tangga untuk menjangkau plafon. Jika tak ada tangga maka kamu harus menyambung rol atau kuas dengan menggunakan kayu panjang sehingga rol atau kuas bisa menjangkau permukaan plafon.

    5. Mulai dari Pinggir

    Mulailah proses pengecatan dari bagian pinggir plafon dengan menggunakan kuas ukuran sedang. Hal ini bertujuan agar hasil pengecatan di bagian pinggir rapi. Setelah itu lapisi cat pada plafon bagian tengah dengan menggunakan rol.

    Jaga agar ketebalan pelapisan cat dapat terus sama dan tidak belang. Bila cat yang menempel di rol terlihat kurang, segera celupkan rol dalam bak cat yang telah dipersiapkan.

    6. Perhatikan Arah Mengecat

    Pada saat melapisi cat dengan rol, perhatikan arah gerakkan rol. Untuk ruangan yang mempunyai dimensi dengan panjang dan lebar berbeda, maka sebaiknya kamu memilih arah gerakan pada arah yang mempunyai panjang atau lebar ruangan yang terpendek.

    Hal ini bertujuan untuk meminimalkan proses dan waktu pengeringan. Serta menghindari cat menjadi belang.

    7. Gunakan Kacamata Pelindung

    Gunakan kacamata pelindung mata pada saat mengecat plafon, supaya mata terhindar dari percikan/tetesan cat.

    Itulah 7 tips mengecat plafon dengan mudah tanpa drama. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingin Bangun Rumah Beratap Datar? Ketahui Dulu Kelebihan dan Kekurangannya


    Jakarta

    Jenis atap kini sudah beragam, bahkan rumah sekarang tidak harus memakai genteng. Salah satu pilihan desain rumah tanpa atap genteng adalah rumah beratap datar. Dari luar, rumah terlihat kotak atau datar.

    Rumah beratap datar sudah banyak ditemui di negara lain, salah satunya adalah Arab Saudi. Rumah atap datar ini biasanya terbuat dari dak beton kemudian diaci dan dicat. Meskipun tanpa genteng, bagian dalam rumah tetap terlindungi bahkan saat hujan sekalipun, jika pembangunannya sesuai tidak akan terjadi bocor di bagian atas.

    Meskipun, rumah atap datar ini bisa menjadi pilihan desain rumah minimalis dan kekinian, kamu perlu mengetahui beberapa kelebihan dan kekurangannya. Melansir dari situs Desain Terbaik, Sabtu (22/6/2024), berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangannya.


    Kelebihan Rumah Beratap Datar

    1. Pilihan untuk bangunan berdesain modern dan minimalis.

    2. Tampilan bangunan tampak futuristik apabila dilihat dari atas ataupun dari depan dan belakang.

    3. Tidak membutuhkan modal banyak untuk pembangunannya karena tidak memerlukan desain yang cukup rumit.

    4. Sebagai tambahan, dilansir dari C.D Roofing & Construction, rumah jenis ini bisa menambah ruang di bagian atap. Bagian itu bisa digunakan untuk ruang penyimpanan, pemasangan panel surya, taman, atau tempat bersantai.

    5. Membuat rumah jauh lebih adem. Menurut Kontraktor yang juga CEO Lyvprojects, Albert Lim atap dak beton yang tebal dan tertutup dapat menghalau sinar matahari.

    Kekurangan Rumah Beratap Datar

    1. Rawan Bocor

    Rumah beratap datar akan mengalami masalah saat memasuki musim hujan karena ada potensi genangan air di bagian atas. Hal ini bisa membuat rumah rentan bocor jika tidak ada saluran pembuangan air di bagian atap.

    2. Masalah Sirkulasi Udara

    Ada kemungkinan mengalami masalah pada sirkulasi udara sehingga diperlukan ventilasi yang baik pada bangunan untuk aliran air dan udara.

    3. Bobot Bangunan Lebih Berat

    Albert Lim mengungkapkan rumah beratap datar, memiliki atap yang lapisan cukup tebal. Oleh karena itu, ketika pembuatannya perlu memperhatikan fondasi dan struktur agar dapat menopang dengan baik bagian atap yang berat.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia 5 Jenis Atap Carport buat Lindungi Kendaraan di Rumah


    Jakarta

    Atap carport merupakan bagian bangunan yang melindungi kendaraan yang parkir di luar rumah. Atap ini menjaga kendaraan agar tetap awet dan aman dari paparan cuaca panas maupun hujan.

    Nah, ada banyak pilihan atap carport yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kamu. Jangan sampai salah pilih ya!

    Berikut ini beberapa jenis atap carport, melansir dari QHome Mart, Minggu (23/6/2024).


    1. Atap carport Galvalum

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Galvalum adalah bahan yang favorit untuk carport di jaman sekarang. Salah satu alasan kenapa menggunakan bahan atap ini adalah selain harganya yang ekonomis, atap ini cukup fleksibel dan memiliki tingkat ketahanan yang lama.

    Atap ini termasuk bahan yang tahan karat sehingga kamu tak perlu khawatir carport jadi karatan dan keropos. Meski begitu, kamu perlu mempertimbangkan jika galvalum tak dapat memantulkan panas. Jadi, ketika terik matahari, kamu mungkin akan cukup kepanasan meskipun berada dibawah atap.

    2. Carport UPVC

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    UPVC juga bisa kamu pertimbangkan karena sangat kuat sampai bisa bertahan sampai kurang lebih 10 tahun. Bahkan ketika tertimpa bahan yang keras, materialnya dapat cukup bertahan.

    Selain itu, ketika hujan tiba, atap carport terbaik satu ini tidak bersuara alias cukup senyap. Tidak seperti bahan metal lainya, atap ini tidak menimbulkan suara bising ketika hujan.

    3. Carport Polikarbonat

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Bahan Polikarbonat memiliki ketahanan yang cukup baik dan praktis digunakan. Bentuk atap yang flat (datar) membuatnya lebih mudah digunakan sebagai atap.

    Atap jenis dulu sangat populer sebagai atap carport karena memiliki ketahanan terbaik.

    Namun, kini banyak produsen menurunkan grade (kualitas) karena banyak permintaan yang menginginkan harganya yang lebih murah. Penurunan grade ini berakibat pada umur pemakaian yang kian pendek, ini sebabnya polikarbonat mulai ditinggalkan.

    4. Carport Dak Beton

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Lalu, atap dak beton yang memakai beton sebagai bahan utama ini memiliki ketahanan yang lama

    Bahkan kamu bisa memanfaatkan area atas carport untuk hal lain. Misalnya ruang bersantai, ruang menanam tanaman hias dan semacamnya. Beton sangat kuat, meskipun anda pijak di atasnya tidak akan runtuh.

    Jika bagian bawah ingin lebih rapi, anda bisa menggunakan bahan gypsum sebagai finishing dibawahnya. Nanti, akan lebih baik dan menarik

    5. Carport Atap Bitumen

    Atap carport/QhomeAtap carport/Qhome Foto: Atap carport/Qhome

    Atap bitumen atau aspal sangat cocok sebagai atap carport karena kekuatan yang baik. Jenis atap bitumen sangat cocok untuk struktur kayu ringan serta melindungi carport selama bertahun-tahun dengan perawatan minimal.

    Bitumen tersedia dalam berbagai warna, sehingga kamu bisa memilih warna sesuai preferensi kamu. Atap bitumen juga cukup mudah dipasang, sehingga kamu pun bisa memasang sendiri dan menghemat biaya tukang.

    Demikian 5 jenis atap yang cocok untuk carport. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali 4 Perbedaan Plesteran dan Acian yang Melapisi Dinding Rumah


    Jakarta

    Dinding merupakan salah satu bagian utama dari sebuah rumah. Saat membangun dinding, umumnya akan dilapisi dengan plesteran dan acian.

    Meski sama-sama melapisi tembok, keduanya memiliki perbedaan dari penggunaan hingga tampilan. Nah, biar kamu nggak bingung dan tertukar antara kedua tahap tersebut, simak perbedaan plesteran dan acian yang dikutip dari SEIV Paint, Minggu (23/6/2024).

    Sebelum membahas perbedaan, ada baiknya kamu mengenal lebih lanjut tentang plesteran dan acian.


    Apa itu Plesteran?

    Plesteran adalah campuran bahan yang digunakan untuk memberi lapisan pada dinding baik itu dari batu bata, batu atau kalau pada zaman sekarang ada yang dikenal dengan istilah bata ringan.

    Apa itu Acian?

    Sedangkan acian merupakan bahan yang digunakan untuk memberi lapisan pada plesteran agar lebih halus. Jadi ada plesteran yang diberi acian dan ada pula plesteran tanpa acian. Campuran bahan untuk plesteran itu adalah semen, pasir dan air sedangkan campuran untuk acian adalah semen dan air.

    Berikut perbedaan antara plesteran dan acian pada bangunan rumah.

    Perbedaan Plesteran dan Acian

    1. Komposisi

    Bahan untuk membuat campuran plesteran biasanya terdiri dari pasir, semen dan air. Bahan lainnya seperti kapur atau serta juga dapat ditambahkan tergantung pada kebutuhan dan jenis plesteran yang digunakan.

    Bahan untuk membuat campuran acian terdiri dari semen dan air. Namun demikian, dalam proporsi yang berbeda dibandingkan dengan plesteran. Acian cenderung memiliki lebih banyak air untuk meningkatkan kekuatan dari acian tersebut.

    2. Ketebalan

    Lapisan plesteran biasanya lebih tebal, berkisar antara 20 hingga 25 milimeter (mm) atau bahkan bisa lebih tebal tergantung kebutuhan pada konstruksi bangunan rumah.

    Sementara, lapisan acian biasanya lebih tipis, berkisar antara 5 hingga 15 milimeter (mm), tergantung pada jenis acian dan permukaan dinding yang ingin dilapisi acian.

    3. Kegunaan

    Plesteran bertujuan untuk menutupi konstruksi bangunan (bata, batako dan lain-lain) dengan menciptakan permukaan yang rata dan rapi dan dapat dilakukan penghalusan untuk tahapan selanjutnya yaitu pengecatan.

    Semetara itu, acian dilakukan untuk melindungi konstruksi bangunan yang membuat dinding menjadi halus dan rata, merupakan tahap akhir pembuatan konstruksi bangunan rumah.

    4. Tampilan Akhir

    Plesteran biasanya memiliki tampilan akhir yang bertekstur, tergantung keinginan pemilik bangunan. Teksturnya bisa punya tampilan kasar, berkerut bahkan halus.

    Sebaliknya, acian biasanya memiliki tampilan akhir yang halus dan rata pada konstruksi bangunan rumah.

    Jadi itu tadi perbedaan mengenai plesteran dan acian. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 12 Tanaman yang Disukai Hama dan Cara Mencegahnya


    Jakarta

    Berkebun di rumah adalah salah satu aktivitas yang sangat bermanfaat, baik itu bagi kesehatan tubuh bahkan hingga kesehatan lingkungan. Namun, terkadang berkebun juga bisa membawakan masalah baru di rumah kamu, salah satunya yaitu datangnya serangga dan hewan liar ke lingkungan rumah.

    Tahukah kamu, datangnya serangga atau atau hewan liar ini, bukan hanya semata karena kamu memiliki kebun saja. Nyatanya, serangga atau hewan liar yang datang ke lingkungan rumah kamu itu datang karena adanya beberapa tanaman tertentu yang mereka sukai.

    Penasaran tanaman apa saja itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini.


    Tanaman yang Bikin Menarik Perhatian Hama

    Dikutip dari realsimple.com, Sabtu (22/6/2024), salah satu alasan utama datangnya serangga dan hewan liar ke lingkungan rumah adalah karena adanya beberapa tanaman tertentu yang menarik perhatian mereka. Berikut diantaranya.

    1. Bunga Tulip

    Salah satu jenis bunga yang paling disukai oleh semua orang di dunia ini memang terlihat sangat indah dan penuh warna. Namun, perlu kamu ketahui bahwa tanaman bunga tulip yang sudah dewasa bisa menarik perhatian banyak hama seperti kutu daun, pengorok daun, dan tungau laba-laba.

    2. Bunga Mawar

    Bunga yang selalu disebut sebagai bunga paling romantis ini sering menarik perhatian banyak hama, seperti kutu daun, pengorok daun, tungau laba-laba, Kumbang Jepang, siput dan wereng.

    3. Tomat

    Tomat salah satu tanaman yang sering dijadikan andalan pada kebun rumah di Indonesia. Alasannya karena tomat adalah salah satu buah yang paling sering digunakan sebagai bahan baku masakan di Indonesia.

    Namun sayangnya, tanaman tomat ini bisa menarik perhatian beberapa serangga hama, seperti ulat-ulatan, kutu kebul, kutu daun, dan kutu busuk (walang sangit), bahkan hingga Tupai.

    4. Anggur

    Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang menjadikan tanaman anggur sebagai tanaman hias merambat di halaman rumah. Namun perlu kamu ketahui bahwa tanaman anggur seringkali dijadikan sebagai polinator burung dan lebah.

    Selain itu, tanaman anggur juga sering dijadikan tempat bersarang lalat lentera tutul (wereng).

    5. Bambu

    Tanaman bambu biasanya sering dijadikan tanaman hias yang ditanam sebagai hiasan pagar atau dinding di Indonesia. Walaupun tanaman bambu memang bisa membuat lingkungan kamu menjadi terasa rimbun dan cantik, namun tanaman bambu yang ditanam terlalu rapat bisa dijadikan tempat bersarang nyamuk.

    6. Semak Beri-Berian

    Semak beri memang sudah terkenal sebagai tempat favorit para ulat bulu. Selain itu, tanaman ini juga bisa menarik perhatian hama lainnya seperti kutu daun, kutu putih, tungau laba-laba, dan pengorok daun.

    7. Tanaman Air

    Tanaman yang tumbuh di genangan air seperti bunga teratai tentunya bisa memancing nyamuk. Karena biasanya nyamuk bertelur di genangan air.

    8. Bunga Matahari

    Bunga penghasil biji-bijian ‘kuaci’ ini seringkali menjadi target burung liar dan tupai. Selain itu tanaman bunga matahari juga bisa menarik perhatian ngengat dan kumbang penggerek.

    9. Bunga Nasturtiums

    Bunga tropaeolum atau yang umumnya dikenal sebagai nasturtium ini sering disebut sebagai “tanaman perangkap”.

    Hal ini dikarenakan tanaman bunga nasturtium ini sangat disukai oleh kumbang kutu, tungau laba-laba, kutu daun, dan hama tanaman umum lainnya.

    10. English Ivy

    Tanaman yang satu ini sangat digemari oleh pecinta tanaman hias di Indonesia, karena tanaman ini bisa tumbuh dengan banyak daun yang rimbun. Namun, karena kerimbunannya itu juga tanaman ini jadi memiliki kekurangan, yaitu sering dijadikan sarang nyamuk di bawahnya.

    Tidak hanya itu, english ivy juga bisa menarik perhatian kutu putih, tungau laba-laba, dan hama tanaman umum lainnya.

    11. Brokoli

    Sayuran hijau yang satu ini adalah makanan favorit dari kutu daun. Selain itu brokoli juga rentan untuk diserang ulat grayak, kumbang kutu, dan lalat putih.

    12. Stroberi

    Buah beri yang satu ini memang sudah terkenal mudah untuk diserang hama. Beberapa hama yang sering dijumpai pada tanaman stroberi yaitu pengorok daun, lalat putih, kutu daun, dan hama umum lainnya.

    Nah, bagi kamu yang tetap ingin menanam 12 tanaman tersebut, kamu tidak perlu khawatir. Kamu bisa coba untuk mengikuti beberapa cara di bawah ini untuk mencegah lingkungan rumah mau diserang hama.

    Cara Mencegah Hama Masuk ke Lingkungan Rumah

    1. Pasang Penghalang

    Untuk mencegah serangan hewan berukuran besar, seperti burung, tupai, dan sebagainya, kamu bisa cukup dengan memberikan pagar atau jaring di sekeliling tanaman kamu. Atau kamu juga bisa membungkus buah-buahan yang ada agar tidak menarik perhatian hewan tersebut.

    2. Merawat Tanaman dengan Baik

    Tanaman yang sehat dapat bertahan dari serangan hama. Oleh karena itu, kamu harus memastikan tanaman kamu mendapatkan sumber air, pupuk, dan sinar matahari yang baik.

    3. Tanam Tanaman Perangkap atau Tanaman yang Bisa Mengusir Hama

    Tanaman perangkap adalah tanaman lain yang lebih menarik bagi hama tertentu. Sebagai contoh, tanaman nasturtium yang ditanam di dekat tomat akan memancing hama, sehingga tanaman tomat kamu tidak diserang.

    4. Pelihara Predator Alami Hama

    Membiarkan serangga bermanfaat seperti kumbang koksi, belalang sembah, dan sejenisnya hidup di lingkungan rumah kamu adalah salah satu cara alami yang bisa membantu tanaman kamu tetap terjaga dari hama.

    Itu dia 12 tanaman yang disukai hama, dan cara untuk mencegah tanaman tersebut diserang hama bila kamu ingin menanamnya. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kok Talang Air Bisa Bocor? Begini Cara Cegah dan Perbaikinya


    Jakarta

    Talang air adalah saluran yang mengalirkan air hujan dari atap menjauh dari fondasi rumah. Elemen ini penting untuk mencegah kerusakan struktural akibat air yang merembes ke tembok rumah.

    Namun, terkadang talang air bisa bocor karena beberapa hal, termasuk penggunaan yang sudah lama. Nah, kalau talang air sampai bocor, kamu harus segera memperbaikinya supaya nggak menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada talang air maupun bangunan rumah.

    Lalu, apa sih yang menyebabkan talang air bocor? Bagaimana cara memperbaiki dan mencegahnya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


    Kenapa Talang Air Bisa Bocor?

    1. Lubang di Talang

    Kemungkinan talang air bocor karena ada lubang kecil. Lubang ini bisa muncul akibat pemasangan atau kerusakan fisik, seperti akibat tumbuhan atau es yang jatuh.

    2. Sambungan Talang yang Bocor

    Selain itu, talang air juga bisa bocor karena sambungan antar potongan talang tidak tuntas disegel dengan baik, sehingga air rembes.

    3. Penutup Ujung Talang yang Bocor

    Lalu, mungkin penutup ujung talang yang kendur atau tidak dipasang dengan baik dapat menyebabkan air merembes keluar.

    Cara Perbaiki Talang Air Bocor

    Melansir The Spruce, Minggu (23/6/2024) berikut adalah cara untuk memperbaiki talang air yang bocor.

    1. Periksa dan Bersihkan Talang

    Pertama-tama, pastikan bahwa talang tidak memiliki air yang menggenang dan tidak mengalami pelengkungan. Bersihkan talang dari daun dan kotoran yang mungkin menyumbatnya.

    2. Perbaiki Lubang di Talang

    Untuk lubang di talang, kamu bisa memasang selembar flashing logam dengan sealant atau lem khusus talang air. Ini akan menutupi lubang dengan efektif.

    3. Perbaiki Sambungan Talang yang Bocor

    Untuk sambungan talang yang bocor, oleskan sealant talang berbahan karet butil di sekitar sambungan yang bocor.

    4. Perbaiki Penutup Ujung Talang yang Bocor

    Untuk penutup ujung talang yang bocor, pastikan penutup ujung yang baru terpasang dengan baik dan gunakan sealant talang untuk menjamin ketahanan air.

    Tips Mencegah Talang Air Bocor

    Selain memperbaiki kebocoran, pencegahan juga penting. Berikut beberapa tips untuk mencegah talang bocor.

    1. Bersihkan Talang Secara Berkala

    Selalu pastikan untuk membersihkan talang setidaknya dua kali setahun agar tidak ada penumpukan daun dan kotoran yang dapat menyumbat talang.

    2. Pasang Pelindung Pipa Pembuangan

    Kamu bisa memasang pelindung di ujung pipa pembuangan untuk mencegah daun menyumbatnya.

    3. Pasang Pelindung Talang

    Pasang pelindung di atas talang untuk mencegah daun dan kotoran menumpuk di dalam talang.

    4. Periksa Secara Berkala

    Setiap kali kamu membersihkan talang, selesaikan dengan menyiramnya. Kemudian, periksa talang dari bawah untuk melihat apakah ada kebocoran.

    Demikian cara memperbaiki talang air yang bocor. Dengan pemahaman yang baik tentang penyebab kebocoran dan langkah-langkah perbaikan yang tepat, kamu bisa dengan mudah memperbaiki talang air di rumah. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Alasan buat Bikin Plafon Tinggi, Rumah Jadi Makin Luas-Cuan


    Jakarta

    Langit-langit atau plafon tinggi (high ceiling) sering kali dianggap sebagai nilai plus pada sebuah rumah. Plafon tinggi membuat ruangan terlihat lebih luas, sehingga bisa menjadi daya tarik buat pemilik rumah.

    Rumah dengan plafon tinggi tidak dibuat tanpa tujuan, lho. Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapatkan kalau tinggal di rumah dengan plafon tinggi.

    Nah, kalau kamu masih bingung atau galau untuk menentukan tinggi plafon rumah, berikut ini alasan-alasan bagus untuk bikin plafon tinggi.


    Apa itu Rumah dengan Plafon Tinggi?

    Sesuai sebutannya, rumah dengan high ceiling merupakan rumah yang memiliki langit-langit atau plafon yang tinggi. Pada umumnya, rumah memiliki langit-langit setinggi 2,4 hingga 2,7 meter. Nah, dikutip dari situs Paradise Serpong City, Minggu (23/6/2024), rumah dengan high ceiling memiliki tinggi langit-langit minimal 3 meter atau bahkan lebih.

    Alasan untuk Bikin Rumah dengan Plafon Tinggi

    Lalu, kenapa memiliki plafon tinggi menguntungkan? Berikut alasan untuk punya plafon tinggi.

    1. Sirkulasi Udara Lancar

    Pastinya keuntungan utama dari rumah dengan plafon tinggi adalah sirkulasi udara menjadi lebih lancar. Secara alami, udara panas cenderung bergerak ke area yang lebih tinggi, sedangkan udara dingin turun ke area yang lebih rendah.

    Rumah dengan high ceiling membuat ruang bagi udara panas untuk naik jadi lebih luas. Alhasil, udara panas akan berada di bagian atas rumah dan tidak mengganggu area tempat kita beraktivitas di bagian bawah.

    Konsep high ceiling ini akan sangat membantu terutama jika kamu tinggal di kawasan dengan udara yang panas. Dengan mengusung konsep high ceiling, kamu bahkan tidak perlu memasang AC atau kipas angin lagi untuk memberikan kesejukan di rumah.

    2. Pencahayaan Alami Ruangan Lebih Maksimal

    High ceiling juga bisa membantu kita dalam memaksimalkan pencahayaan alami di dalam rumah. Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir penggunaan lampu selama siang hari. Alhasil, tagihan listrik bisa ditekan.

    Selain itu, cahaya alami yang masuk ke dalam rumah juga bisa membantu meningkatkan mood dan produktivitas. Dengan kata lain, rumah dengan high ceiling tidak hanya membantumu dalam menghemat uang, tetapi juga meningkatkan kebahagiaan.

    3. Terlihat Lebih Mewah dan Lapang

    Tentunya rumah dengan plafon tinggi tampak lebih mewah dan lapang. Ruang ekstra dari langit-langit yang tinggi memberikan ilusi ruangan yang lebih besar, meskipun luas tanahnya sama dengan rumah berlangit-langit rendah. Ini adalah fitur yang sangat disukai banyak orang dan sering menjadi poin utama dalam memilih rumah.

    4. Rumah Memiliki Nilai Investasi Tinggi

    Rumah merupakan salah satu instrumen investasi. Konon, plafon tinggi bisa meningkatkan nilai investasi pada rumah. Menurut beberapa studi, rumah dengan langit-langit yang lebih tinggi cenderung lebih cepat laku di pasaran dan memiliki harga jual yang lebih tinggi.

    “Langit-langit yang lebih tinggi merupakan fitur yang lebih khusus sehingga pembeli cenderung membayar lebih mahal. Hal ini terutama berlaku untuk rumah satu lantai,” kata David G. Mitchell, seorang Agen Real Estat terkemuka di Maryland dan Delaware serta pendiri BeachLifeOceanCity.com, dilansir dari Homes & Gardens, Minggu (23/6/2024).

    High ceiling pada rumah memberikan kesan yang lebih luas sehingga bisa menambah nilai investasinya. Ini adalah poin penting yang perlu dipertimbangkan, terutama jika kamu berencana untuk menjual rumah tersebut di masa mendatang.

    5. Desain Interior Dinamis

    Rumah dengan plafon tinggi memungkinkan kamu untuk bebas berkreasi karena memiliki banyak ruang. Kamu bahkan bisa menambahkan mezzanine atau lantai tambahan tanpa membuat rumah terlihat sesak. Dengan tambahan tersebut, kamu akan mendapatkan ruang tambahan yang bisa digunakan sebagai area kerja, perpustakaan, atau bahkan sebagai ruang tamu cadangan.

    Demikianlah keuntungan yang bisa kamu dapatkan pada rumah dengan plafon tinggi. Semoga informasinya bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Renovasi Rumah biar Nggak Stress-Rugi


    Jakarta

    Renovasi rumah merupakan langkah untuk memperbaiki ataupun meremajakan penampilan rumah. Kalau kamu bosan dengan tampilan rumah yang begitu-begitu saja, renovasi rumah menjadi solusi yang bisa dipertimbangkan.

    Namun, ada banyak aspek dari renovasi rumah yang perlu kamu perhatikan, mulai dari anggaran hingga nilai jual rumah. Nah, jangan sampai kamu malah melakukan kesalahan yang bikin stress, bahkan merugikanmu.

    Lalu, apa saja kesalahan yang perlu dihindari? Yuk, simak tipsnya berikut ini yang dikutip dari HowStuffWorks, Senin (24/6/2024).


    7 Kesalahan Renovasi Rumah

    1. Anggaran yang Tidak Jelas

    Salah satu kesalahan saat merenovasi rumah adalah ketidakjelasan dalam anggaran. Jika kamu tidak tahu dengan pasti berapa biaya yang harus dikeluarkan, jangan sekali-kali berani mencoba untuk merenovasi rumah.

    Kelalaian dalam membuat anggaran bisa sangat berbahaya bagi kondisi keuanganmu. Membuat rincian anggaran dengan jelas sangat penting dilakukan sebelum memulai proyek renovasi rumah.

    Dengan rincian anggaran yang jelas, kamu bisa tahu untuk apa saja uangmu dikeluarkan. Selain itu, rincian anggaran yang jelas juga bisa menjadi pedoman dalam memilih pinjaman atau sumber pendanaan yang tepat.

    2. Tidak Mengantisipasi Masalah Tak Terduga

    Masalah tak terduga selalu mungkin muncul dalam proyek renovasi rumah. Mempersiapkan cadangan dana untuk masalah tak terduga dapat membantumu dalam menghindari kejutan finansial yang tidak diinginkan.

    3. Melakukan Pekerjaan Sendiri Tanpa Pengetahuan yang Cukup

    Perbanyak riset saat ingin melakukan pekerjaan sendiri dalam rangka menghemat biaya. Pastikan kamu benar-benar bisa melakukan pekerjaan tersebut sendiri.

    Melakukan pekerjaan tanpa pengetahuan dan kemampuan yang cukup dapat menyebabkan hasil yang buruk dan tidak sesuai rencana. Alhasil, kamu haru mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaikinya. Maunya untung, malah jadi buntung!

    4. Memilih Kontraktor yang Salah

    Pilihlah jasa kontraktor yang berpengalaman. Kontraktor berpengalaman tak jarang menawarkan beberapa referensi dan opsi sehingga biaya renovasi yang harus kamu keluarkan bisa lebih terjangkau.

    Pastikan kontraktor yang kamu pilih terikat dan memiliki asuransi. Selain itu, perhatikan reputasi, pengalaman, dan jenis jaminan yang mereka tawarkan.

    Memilih kontraktor yang tidak memiliki jaminan dan asuransi akan berisiko besar jika ada masalah selama proyek berlangsung atau jika kontraktor tidak memenuhi kewajibannya.

    5. Tidak Memastikan Tanggal Proyek Renovasi Selesai

    Memastikan tanggal proyek renovasi selesai adalah hal yang krusial. Hal ini perlu dipastikan agar kamu dapat memperkirakan biaya jasa kontraktor dengan tepat.

    Dengan memastikan tanggal proyek renovasi selesai, penundaan yang tidak perlu dapat dihindari. Tidak semua kontraktor bisa menjamin tanggal proyek renovasi selesai, maka kamu bisa mendiskusikannya agar penundaan yang tidak perlu dapat dihindari.

    6. Kurang Komunikasi

    Komunikasi yang buruk antara pemilik rumah, arsitek, dan kontraktor dapat menyebabkan kesalahpahaman dan biaya tambahan. Pastikan untuk selalu bertanya dan menjelaskan hal-hal yang belum jelas.

    7. Tidak Mempertimbangkan Nilai Jual Kembali

    Sebelum memulai proyek, pertimbangkan bagaimana perubahan yang sudah direncanakan akan memengaruhi nilai jual kembali rumahmu. Ini penting untuk memastikan bahwa rumahmu tetap bisa memberikan hasil investasi yang diinginkan.

    Dengan menghindari 7 kesalahan ini dan melakukan perencanaan yang baik, kamu dapat menjalankan proyek renovasi rumah dengan lebih lancar, menghemat waktu, uang, dan stres. Ingatlah selalu untuk melakukan riset dan berkomunikasi dengan baik dengan kontraktor agar proyek renovasi bisa berjalan sesuai rencana.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com