Author: Gak Ganti Gambar

  • Penyebab Air Kolam Ikan Berwarna Hijau dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Memiliki kolam ikan di rumah berarti harus siap dengan segala resiko dan perawatannya. Memang, kolam ikan adalah salah satu dekorasi yang membuat rumah terlihat menarik.

    Tapi, jika kamu tidak merawatnya dengan baik, air kolam akan menjadi keruh kehijauan dan mudah ditumbuhi lumut.

    Penyebab Air Kolam Berwarna Hijau

    Lantas, apa sih sebenarnya penyebab air kolam keruh kehijauan dan berlumut ?


    Melansir dari laman Yard Focus, pertumbuhan lumut atau alga di kolam disebabkan oleh air yang mengandung terlalu banyak nutrisi seperti nitrogen dan fosfor. Biasanya , zat-zat ini berasal dari pupuk yang digunakan di halaman rumput dan kebun di dekatnya. Saat hujan, air bisa mengalir ke kolam dan membawa zat ini ke dalamnya.

    Selain itu, sinar matahari, bersama dengan faktor-faktor seperti suhu air dan stagnasi, berkontribusi pada penyebaran alga yang cepat di permukaan kolam. Hal inilah yang menyebabkan air kolam berwarna hijau dan keruh.

    Tips Aman dan Efektif untuk Menghilangkan Lumut

    Menggunakan Vakum

    Singkirkan lumut kolam dari permukaan air dengan penyerok atau vakum sekaligus. Alat ini bisa membantu kita mengambil potongan besar lumut dan menariknya keluar dengan mudah. Untuk lumut di bagian bawah, gunakan vacuum. Vacuum kolam bisa bekerja dengan baik untuk menghilangkan lumut yang mengendap jauh di dalam kolam.

    Tambahkan Hewan Pemakan Lumut ke Kolam

    Untuk menciptakan ekosistem kolam yang bersih dan seimbang, sangat penting untuk menggabungkan metode biologis, kimia, dan mekanis. Salah satunya adalah menggunakan berudu yang bisa melahap ganggang saat mereka tumbuh menjadi katak. Selain itu ada juga plecos yang dikenal sebagai suckerfish. Hewan ini akan menempel di sisi kolam ikan dan memakan lumut yang menempel di sana.

    Menambahkan hewan-hewan ini bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem kolam dengan memakan bahan tanaman sebelum terurai dan menambah kadar nutrisi. Dengan ikan dan berudu, kamu akan melihat air kolam yang lebih jernih dan lebih sedikit lumut dari waktu ke waktu.

    Memanfaatkan Tanaman yang Menyerap Nutrisi

    Selain hewan, kamu juga bisa menggunakan tanaman air. Letakkan selada air, bantalan lily, dan cattail di kolam untuk melawan lumut. Tanaman ini bisa mengambil zat ekstra yang dibutuhkan lumut untuk tumbuh. Tak hanya itu, tanaman-tanaman ini juga bisa menambah keindahan kolam. Tanaman ini busa bekerja dengan baik tanpa merusak ikan atau lingkungan. Jadi, kolam ikan akan tetap bersih dan terlihat bagus.

    Menambahkan Bakteri Bermanfaat

    Setelah menanam tanaman yang menyerap nutrisi, ambil langkah lain untuk menghilangkan lumut kolam dengan menambahkan bakteri baik. Mikro mikroba ini bisa berguna untuk menyeimbangkan ekosistem kolam dengan cara memecah nutrisi ekstra dan bahan organik, yang menjadi makanan lumut dan alga.

    Tanpa makanan ini, lumut dan alga tidak akan bisa tumbuh sebanyak itu. Selain itu,enambahkan bakteri baik ini juga menjadi cara yang aman untuk meningkatkan kualitas air, asalkan kondisi mendukung pertumbuhan dan aktivitas mereka. Kondisi ini termasuk kadar oksigen yang memadai dan suhu air yang sesuai.

    Dengan penggunaan rutin, bakteri ini akan menjaga kolam tetap bersih dan mencegah pertumbuhan ganggang beracun yang membahayakan kehidupan di dalam air.

    Menggunakan Batu Zeolit

    Selanjutnya, adalah menggunakan batu zeolit untuk menghilangkan lumut di kolam. Batu ini mampu menyerap nitrat dari air yang bisa memberi makan alga. Meski begitu, penggunaan batu ini efektivitasnya tergantung pada ukuran kolam, tingkat nutrisi, dan lainnya.

    Selain itu, menggunakan zeolit juga aman untuk tanaman dan ikan. Batu-batu ini bisa menciptakan kondisi yang lebih bersih dengan mengelola tingkat nutrisi. Jadi, kamu tidak akan membutuhkan bahan kimia yang keras atau peralatan yang rumit. Jangan lupa juga untuk selalumengganti atau mengisi ulang zeolit sesuai kebutuhan agar manfaatnya tetap maksimal.

    Memasang Filter Air

    Memasang filter adalah solusi yang paling banyak digunakan. Filter air bisa mengeluarkan nutrisi ekstra yang memberi makan lumut dan membersihkan air dari puing-puing.Hal inilah yang membuat lumut sulit tumbuh.

    Sistem penyaringan yang baik juga meningkatkan kualitas air kolam secara keseluruhan, yang sangat bagus untuk ikan dan tanaman. Pastikan kamu sudah mengatur filter dengan benar dan menjaganya tetap bersih.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Sama-sama Hunian Vertikal, Kenali Perbedaan Rusun, Apartemen, dan Kondominium


    Jakarta

    Hunian vertikal adalah alternatif hunian untuk lahan yang terbatas. Apalagi dengan harga lahan di perkotaan yang sudah tergolong mahal.

    Demi mendapat akses lebih dekat ke kawasan bisnis dan ekonomi di tengah kota, hunian vertikal ini pun menjadi solusi. Hunian ini bisa berupa rumah susun (rusun), apartemen, dan kondominium.

    Meski sama-sama hunian vertikal, ketiga jenis properti ini berbeda, lho. Simak penjelasan mengenai perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium berikut ini, dikutip dari Cekaja.com.


    Perbedaan

    Rusun

    Berdasarkan Undang-undang, rumah susun adalah bangunan gedung bertingkat yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional, dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan secara terpisah.

    Pada perkembangannya, masyarakat mengenal rusun sebagai hunian bertingkat untuk kelas menengah bawah. Rusun juga terbagi menjadi dua yaitu:

    Rusunami

    Rusunami adalah Rumah Susun Sederhana Milik. Pada Rusunami, pengguna tangan pertama harus membeli dari pengembang. Pengembang kerap menggunakan istilah apartemen bersubsidi untuk Rusunami.

    Rusunawa

    Rusunawa adalah Rumah Susun Sederhana Sewa. Dari segi tampilan fisik bangunan kurang lebih sama dengan Rusunami. Perbedaannya, untuk menempati Rusunawa, pengguna menyewa dari pengembang.

    Apartemen

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apartemen adalah tempat tinggal yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan sebagainya yang berada pada satu lantai bangunan bertingkat yang besar dan mewah.

    Apartemen juga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, toko, dan lainnya. Tak hanya itu, biasanya, untuk memiliki apartemen dibutuhkan biaya yang tak sedikit.

    Kondominium

    Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kondominium adalah gedung besar, mewah, bertingkat yang disewakan; apartemen. Jadi dalam praktiknya, pemilik unit kondominium memiliki hak melakukan apa pun, misalnya menyewakan atau menjual pada orang lain.

    Artinya, kondominium dapat menjadi alternatif investasi, sedangkan apartemen lebih sebagai hunian rumah tinggal.

    Itulah perbedaan dari rusun, apartemen, dan kondominium. Apakah kamu tertarik tinggal di salah satunya? Atau kamu lebih memilih mencari rumah hunian?

    Sementara itu, dikutip dari sumber lain, perbedaan paling mencolok antara rusun, apartemen dan kondominium adalah dari segi fasilitas.

    Fasilitas yang terdapat di rusun terkesan seadanaya, karena rusun memang tergolong hunian vertikal yang paling terjangkau dari sisi harga. Sebab rusun ditujukan untuk masyarakat menengah ke bawah.

    Apartemen memiliki fasilitas yang lengkap, seperti tempat parkir yang luas, kolam renang, tempat kebugaran, taman dan lainnya. Beberapa apartemen mewah juga terintegrasi dengan pusat perbelanjaan. Meski begitu, ada juga apartemen yang memiliki fasilitas seadanya.

    Lalu kondominium memiliki fasilitas premium dan lebih mewah dibanding apartemen.

    Selain itu, ketiganya juga bisa dibedakan dari siapa yang menginisiasi pembangunan. Rusun, biasanya dibangun atas inisiasi pemerintah daerah atau pusat untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau kelas menengah ke bawah. Sementara apartemen dan kondominium dibangun murni sebagai tujuan bisnis dari para pengembang.

    Demikian perbedaan rusun, apartemen, dan kondominium. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan Pilih Cat Buat Kolam Ikan, Ini Panduannya


    Jakarta

    Kolam ikan adalah salah satu aksen dekorasi rumah yang banyak diminati oleh para pecinta ikan hias. Mulai dari yang berukuran kecil hingga besar, kolam ikan biasanya memiliki desain yang unik dan cantik. Untuk mempercantik kolam ikan, salah satu caranya adalah dengan mengecatnya sesuai tema yang diinginkan.

    Tapi, mengecat kolam ikan tidak boleh menggunakan sembarang cat. Pastinya cat yang digunakan untuk mengecat kolam haruslah tahan air karena fungsinya tidak hanya membuat kolam terlihat indah, tapi juga membantu melindungi dari elemen luar yang bisa merusak. Cat kolam dengan kualitas baik akan membantu mencegah kebocoran, melindungi kolam dari ganggang dan pertumbuhan organik lainnya, serta menjaga air tetap jernih.

    Lalu, bagaimana cara mencari cat kolam yang tepat? Melansir dari laman Palatine Paints, berikut adalah beberapa tipsnya.


    Tips Memilih Cat Kolam yang Tepat

    Memilih cat kolam yang tepat sangat penting untuk mencapai hasil akhir yang sempurna. Sebelum memilih cat mana yang harus digunakan, kenali dulu jenis-jenisnya. Ada tiga jenis utama cat kolam: epoksi, karet, dan akrilik. Setiap jenis cat ini memiliki sifat dan manfaat masing masing.

    1. Cat Kolam Epoksi

    Cat epoksi adalah jenis cat kolam yang paling tahan air dan tahan lama, tak heran bila harga cat ini adalah yang paling mahal daripada jenis lainnya. Cat epoksi menggunakan sistem dua bagian yang membutuhkan pencampuran sebelum aplikasi. Cat jenis Ini paling cocok digunakan untuk kolam beton atau pasangan bata.

    2. Cat Kolam Karet Klorinasi

    Cat karet adalah pilihan populer bagi pemilik kolam karena mudah diaplikasikan dan sangat fleksibel. Selain itu, cat ini juga bisa diaplikasikan pada berbagai permukaan, termasuk beton, kayu, dan fiberglass. Cat karet juga tahan terhadap sinar UV dan tidak akan pudar seiring waktu.

    3. Cat Kolam Akrilik

    Cat akrilik adalah jenis cat kolam yang paling terjangkau. Mudah diaplikasikan dan cepat kering. Cat akrilik paling cocok untuk kolam kecil atau fitur air.

    Jenis Cat Tahan Air

    Ketika memilih cat tahan air untuk kolam, ada dua jenis utama: cat berbasis air dan berbasis pelarut. Cat kolam berbasis air adalah yang paling umum digunakan dan mudah diaplikasikan. Selain itu, cat basis air juga ramah lingkungan dan cepat kering. Sedangkan, cat kolam berbasis pelarut lebih tahan lama dan, tetapi juga lebih sulit diaplikasikan dan memiliki waktu pengeringan yang lebih lama.

    Saat memilih cat tahan air untuk kolam, penting untuk memilih cat yang dirancang khusus untuk digunakan di kolam. Mengapa begitu? cat rumah eksterior standar tidak cocok untuk digunakan di kolam karena bisa berbahaya bagi ikan dan ekosistem di kolam.

    Mempersiapkan Kolam untuk Mengecat

    Sebelum mulai mengecat kolam, kamu perlu menyiapkan permukaannya. Langkah pertama adalah membersihkan kolam secara menyeluruh. Buang puing-puing, ganggang, atau bahan organik lainnya dari permukaan kolam. Kamu bisa menggunakan penyedot debu kolam atau mesin cuci bertekanan untuk membersihkan kolam.

    Setelah membersihkan kolam, kamu perlu melakukan perbaikan yang diperlukan pada permukaan. Isi setiap retakan atau lubang dengan pengisi yang sesuai. Biarkan pengisi mengering sepenuhnya sebelum melanjutkan. Setelah permukaan bersih dan diperbaiki, kamu perlu mengeraskan permukaan untuk memastikan adhesi cat yang tepat.

    Langkah-langkah Mengecat Kolam Ikan

    1. Oleskan lapisan primer. Primer akan membantu cat menempel pada permukaan dan memberikan dasar yang halus untuk lapisan atas.

    2. Oleskan lapisan atas. Gunakan cat kolam berkualitas tinggi dan aplikasikan secara merata dengan kuas atau rol. Pastikan untuk mengikuti instruksi pabrik untuk aplikasi dan waktu pengeringan.

    3. Oleskan lapisan kedua (opsional). Jika kamu menginginkan hasil akhir yang lebih tahan lama, kamu bisa mengaplikasikan lapisan cat kedua setelah lapisan pertama mengering.

    4. Biarkan cat mengering sepenuhnya. Ini bisa memakan waktu mulai dari 24 hingga 48 jam, tergantung pada jenis cat dan kondisi cuaca.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bikin Sumur Bor Sesuai Dataran Rumah, Ini Kedalaman Idealnya


    Jakarta

    Sumur bor dapat mengeluarkan air dengan kualitas yang lebih baik dari sumber air lainnya. Namun, untuk mendapatkan air yang bersih dan jernih, kamu perlu menentukan kedalaman sumur yang tepat.

    Kedalaman sumur tergantung pada kondisi geografis tempat rumah kamu berada. Rumah di dataran tinggi dan dataran rendam memiliki kedalaman ideal yang berbeda.

    Nah, daripada bingung menentukan kedalaman sumur bor, simak penjelasan berikut ini yang dilansir dari mallardsroups.com, Jumat (28/6/2024).


    Sebenarnya nggak ada masalah membuat sumur bor di daerah dataran rendah atau tinggi asalkan cara pembuatannya yang benar. Perlu dicatat, kamu disarankan untuk tidak membuat sumur bor di daerah rawan banjir.

    Meskipun daerah tersebut punya air yang melimpah namun untuk kualitas air pasti buruk, bahkan jika kamu telah melakukan pengeboran dengan kedalaman yang ideal.

    Cara Bikin Sumur Bor Berdasarkan Dataran

    1. Dataran Rendah

    Sebenarnya pengeboran tanah dengan kedalaman 4 sampai 10 meter untuk sumur bor pada dataran rendah sudah cukup untuk mendapatkan air bersih yang berlimpah.

    Namun, jika pengeboran dengan kedalaman 4-10 meter struktur lapisan tanah masih berlumpur maka lanjutkan sampai berpasir, berbatu, dan tanah yang keras. Jika masih berlumpur kamu bisa menggunakan pipa casing pada lubang sumur bor agar nanti air akan lewat pipa tersebut sehingga air akan jadi layak konsumsi.

    2. Dataran Tinggi

    Air yang didapat dari dataran tinggi memang akan memiliki kualitas air yang lebih bersih dan jernih sebab air pada dataran tinggi punya kualitas yang baik, terutama daerah dekat pegunungan.

    Pada tingkat kedalaman 20 meter sudah bisa mendapatkan air bersih meskipun kurang maksimal jadi kamu bisa mengebor lebih dalam lagi untuk kualitas air yang lebih bersih dan jernih. Pipa casing bisa dipasangkan pada lubang sumur bor bukan untuk melindungi air dari kotor melainkan melindungi sumur agar terhindar dari longsoran tanah.

    Patokan untuk mendapatkan air bersih bukanlah kapasitas air yang melimpah dan kedalaman tanah. Namun, dengan cara mengidentifikasi struktur tanah sekitar pengeboran sumur bisa mendapatkan sumber air bersih dan jernih.

    Itulah cara membuat sumur bor berdasarkan dataran rumah beserta kedalaman idealnya. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ngeri! Ular Bisa Keluar dari Lubang Toilet, Begini Cara Cegahnya


    Jakarta

    Terkadang rumah bisa didatangi dan ditinggali oleh berbagai jenis hewan. Mulai dari hama yang tak berbahaya hingga hewan buas seperti ular dapat muncul di rumah.

    Meski kemunculan di dalam rumah terbilang jarang, sekalinya ular muncul bisa membahayakan penghuni rumah. Anehnya, ular bisa keluar dari lubang toilet kamar mandi, lho!

    Jika kamu menghadapi kejadian serupa, jangan panik. Segera meminta bantuan tetangga atau menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mengamankan ular tersebut. Daripada keburu apes, lebih baik kamu melakukan langkah-langkah pencegahan supaya ular tidak keluar dari lubang toilet.


    Lantas, kok ular bisa masuk ke dalam toilet? Lalu, bagaimana cara mencegah ular keluar dari lubang toilet?

    Kenapa Ular Bisa Masuk ke dalam Toilet?

    Ular merupakan hewan berdarah dingin, sehingga ketika musim kemarau ular akan mencari tempat yang bisa menghangatkan tubuhnya ketika dingin malam tiba. Oleh karena itu, ular tertarik dengan toilet yang identik dengan hawa hangat.

    Selain itu, ular itu bisa masuk terbawa arus air saat sedang banjir hingga tahu-tahu keluar dari lubang toilet. Namun, kamu nggak perlu khawatir ular masuk ke dalam toilet, karena ada beberapa cara untuk mencegah ular masuk ke dalam toilet.

    Tips Cegah Ular Keluar dari Lubang Toilet

    1. Jaring Kawat

    Tutup pipa ventilasi dengan jaring kawat untuk penghalang masuk hewan lainnya seperti tikus dan tupai. Agar tidak gampang ditembus kamu perlu memasang dengan ukuran tebal. Setelah dipasang pastikan kamu mengganjalnya dengan batu atau benda lainnya agar tidak gampang copot.

    2. Roof Vent Hood

    IstIst Foto: Proline Ranger Hoods

    Kamu bisa memasang Roof Vent Hood. Tetapi pemasangannya memerlukan biaya lebih dan tenaga profesional agar terpasang dengan benar. Roof Vent Hood hanya opsi lain dari jaring kawat.

    3. Multi-Flap

    IstIst Foto: Pest Control Direct

    Multi-flap berfungsi dengan baik untuk mencegah masuknya ular dan tikus. Dengan memasang ini akan mencegah ular masuk sebab dengan sistem arah akan menutup akses masuk dengan otomatis tertutup setelah menyiram toilet. Alat ini juga bisa menghemat biaya tagihan air kamu karena menghemat penggunaan air.

    Itulah cara mencegah ular keluar dari lubang toilet. Semoga bermanfaat!

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Perbedaan Hebel dan Bata Merah, Mana yang Lebih Murah dan Kokoh?


    Jakarta

    Ketika membangun rumah, tentunya harus memilih material yang kokoh dan tahan lama. Saat ini, ada dua material yang banyak dipilih untuk membangun rumah, yaitu hebel dan bata merah.

    Bata merah masih menjadi bahan material yang dipilih banyak orang dalam membangun rumah. Namun, tak sedikit juga yang lebih memilih hebel atau bata ringan karena dinilai punya kelebihan daripada bata merah.

    Lantas, apa sih yang membedakan antara hebel dan bata merah? Lalu lebih kuat mana di antara kedua material tersebut? Biar nggak penasaran, simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Pengertian Hebel dan Bata Merah

    Hebel dan bata merah memiliki sejumlah perbedaan. Agar tidak bingung, simak masing-masing pengertiannya di bawah ini:

    1. Hebel

    Truk bermuatan hebel yang terguling di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur sudah dievakuasi. Lalu lintas yang sempat macet sudah kembali normal.Foto: Lamhot Aritonang

    Hebel merupakan salah satu jenis bahan material yang terbuat dari campuran beton, pasir, dan gypsum. Sebenarnya, hebel adalah sebuah merek yang memproduksi bata ringan, namun masyarakat lebih terbiasa menyebutnya hebel ketimbang bata ringan.

    Berat bata hebel jauh lebih ringan daripada bata merah dan beton. Maka dari itu, proses instalasinya juga lebih mudah ketimbang material tersebut.

    Selain itu, hebel juga memiliki sejumlah kelebihan lainnya, yakni punya kemampuan isolasi termal yang baik serta membantu mengurangi pendinginan dan pemanasan. Hebel juga tahan terhadap api dan dapat menghambat penyebaran api jika terjadi kebakaran.

    Hebel menggunakan pengikat seperti semen saat proses produksinya. Cara ini dilakukan agar pondasi lebih kuat, sehingga jauh lebih kokoh daripada bata merah yang hanya menggunakan tanah liat.

    Tak hanya itu, proses pembuatan bata ringan hebel juga sama seperti beton. Jadi, bahan ini memenuhi standar material untuk membuat bangunan tahan gempa.

    2. Bata Merah

    Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sentra pembuatan bata merah. Yuk kita lihat proses pembuatan bata merah.Foto: Rico Bagus

    Sementara itu, bata merah adalah salah satu jenis bahan material yang sudah banyak digunakan untuk membangun rumah. Bata merah terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, setelah itu dibakar pada suhu tinggi.

    Salah satu kelebihan dari bata merah cenderung bersifat poros dan mampu menyerap air dengan mudah. Akan tetapi, jika tidak ditangani dengan benar maka kelembapan dapat muncul dan mempengaruhi kekuatan bangunan.

    Kekurangan dan Kelebihan Hebel serta Bata Merah

    Adapun sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel dan bata merah. Dalam beberapa poin, hebel terlihat lebih unggul. Namun, ada beberapa hal yang membuat bata merah lebih meyakinkan daripada hebel.

    Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzul Rizki membagikan sejumlah kelebihan dan kekurangan dari hebel serta bata merah. Simak penjelasannya di bawah ini:

    1. Hebel

    Kelebihan:

    • Lebih ringan
    • Tahan api
    • Punya isolasi termal yang baik
    • Materialnya lebih kuat dan kokoh
    • Harganya cenderung lebih murah jika dihitung per meter kubik.

    Kekurangan:

    • Ukurannya lebih besar daripada batu bata merah.

    2. Bata Merah

    Kelebihan:

    • Banyak tersedia di toko bangunan
    • Lebih mudah diangkut dan dibawa karena ukurannya lebih kecil.

    Kekurangan:

    • Mudah menyerap air, sehingga dinding cepat lembap yang dapat mengurangi kekuatan bangunan
    • Cukup berat
    • Harga cenderung lebih mahal kalau dihitung per meter persegi.

    Perbedaan Harga Hebel dengan Bata Merah

    Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, lantas bagaimana dengan harganya? Berikut perbedaan harga hebel dengan bata merah terbaru di 2024.

    • Bata merah: sekitar Rp 600 hingga Rp 3.000 per buah untuk ukuran 20 x 10 x 5 cm.
    • Hebel: sekitar Rp 300.000 hingga Rp 680.000 per meter kubik untuk ukuran 7,5 x 20 x 60 cm. Sementara ukuran 10 x 20 x 60 cm, harganya sekitar Rp 520.000 hingga Rp 680.000 per meter kubik.

    Perlu diingat, harga di atas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung dari ukuran dan lokasi pembeliannya.

    Itu dia perbedaan antara hebel dengan bata merah dari segi harga dan kelebihannya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Bahaya Atap Asbes bagi Kesehatan dan Alternatif Penggantinya


    Jakarta

    Asbes merupakan salah satu material konstruksi yang digunakan untuk membangun atap rumah. Namun, saat ini asbes sudah mulai ditinggalkan dan banyak yang beralih ke material lain.

    Salah satu penyebabnya adalah karena asbes terbilang cukup berbahaya bagi kesehatan. Sebab, asbes sendiri terbuat dari mineral silikat atau serat kaca yang kecil dan tajam.

    Lantas, apa bahaya penggunaan atap asbes? Lalu apa solusi alternatif pengganti asbes untuk atap rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.


    Apa Itu Asbes?

    Asbes merupakan kelompok mineral metamorfis yang ber-fiber serat asbes. Mengutip e-jurnal milik unhas.ac.id, asbes sangat kuat namun memiliki tekstur yang fleksibel dan halus.

    Maka dari itu, serat asbes dapat dipintal menjadi material bangunan yang tahan api, panas, dan listrik. Selain itu, asbes juga bisa ditemukan dalam bentuk serat halus yang dicampur dengan bahan lain untuk dijadikan sebagai material kuat.

    Kenapa Asbes Berbahaya bagi Kesehatan?

    Saat ini, penggunaan asbes sudah mulai ditinggalkan, terlebih untuk dijadikan sebagai atap rumah. Soalnya, asbes diklaim berbahaya bagi kesehatan dan dapat memicu sejumlah penyakit.

    Mengutip laman Penn Medicine, berikut sejumlah alasan asbes berbahaya bagi kesehatan.

    1. Dapat Terhirup

    Serat asbes yang halus dan kecil sangat sulit untuk terdeteksi keberadaannya oleh penglihatan manusia. Oleh sebab itu, asbes sangat berbahaya jika terhirup dan masuk ke paru-paru.

    Serat asbes yang terhirup ke dalam paru-paru dapat mengendap sampai bertahun-tahun. Seiring waktu, serat asbes tersebut dapat menyebabkan peradangan parut.

    2. Kanker Kulit

    Selain masuk ke paru-paru, serat asbes yang sulit terlihat juga dapat masuk ke dalam tubuh lewat pori-pori. Hal ini dapat terjadi saat asbes digosok atau digaruk, lalu debu asbes tersebar di atmosfer dan dapat dengan mudah menempel di kulit.

    Para peneliti mengingatkan bahwa serat asbes tersebut dapat memicu masalah serius, salah satunya kanker kulit.

    3. Kanker Paru-paru

    Selain kanker kulit, serat asbes yang masuk ke dalam tubuh juga dapat memicu kanker paru-paru. Dalam sejumlah kasus, kanker paru-paru yang disebabkan paparan serat asbes membutuhkan waktu cukup lama untuk berkembang, yakni sekitar 20 sampai 50 tahun.

    4. Mesothelioma

    Dampak asbes terhadap kesehatan berikutnya adalah memicu mesothelioma, yakni salah satu jenis kanker ganas yang ditemukan pada lapisan perut atau dada.

    5. Asbestosis

    Asbestosis merupakan suatu kondisi ketika terdapat goresan di permukaan paru-paru. Gangguan kesehatan ini ditandai dengan banyaknya goresan pada jaringan.

    Goresan di permukaan paru-paru dapat memicu kapasitas paru-paru menjadi menurun. Selain itu, penderitanya dapat mengalami gejala seperti sesak nafas, nyeri dada, batuk kering, hingga pernafasan yang pendek.

    Solusi Alternatif Pengganti Asbes untuk Atap Rumah

    Salah satu solusi pengganti asbes untuk atap rumah bisa menggunakan genteng baja ringan berbahan metal. Bahan material ini bisa jadi pilihan alternatif saat membangun rumah idaman detikers.

    Mengutip situs Lamudi, genteng metal merupakan salah satu jenis atap rumah yang berbahan dasar campuran zincalume, silikon, dan aluminium. Walau ringan dan tipis, genteng metal punya daya tahan yang kuat.

    Selain itu, genteng metal juga mempunyai bobot yang ringan sehingga tak perlu ditopang oleh rangka yang kuat. Lalu, genteng metal juga mudah dipasang bahkan hanya dalam hitungan jam.

    Genteng metal juga punya kelebihan lain, yakni tahan terhadap karat. Meski terbuat dari campuran logam, namun genteng metal tahan terhadap perubahan cuaca dan kelembapan. Lalu, atap ini juga tidak merambatkan api serta tak mudah rusak karena gempa.

    Dari segi usia pakai, genteng metal dapat digunakan lebih lama daripada asbes. Apabila asbes hanya dapat digunakan selama 4-5 tahun, sementara genteng metal dapat bertahan lebih dari 30 tahun, namun tergantung juga dari perawatan dan kondisi lingkungan.

    Selain genteng metal, pilihan lainnya adalah menggunakan genteng keramik. Atap jenis ini terbuat dari campuran tanah liat dan unsur mineral seperti kwarsa, air, dan kaolin.

    Genteng keramik juga memiliki sejumlah kelebihan lainnya, yakni cocok digunakan di daerah tropis yang memiliki intensitas hujan dan terik matahari, kuat, tidak mudah bocor, dapat meredam panas, tidak menimbulkan retak halus, dan tidak berisik saat diguyur hujan.

    Harga genteng metal dan genteng keramik memang lebih mahal ketimbang asbes. Tapi jika mempertimbangkan dari segi keamanan, kesehatan, dan usia pakainya, maka wajar jika kedua jenis genteng tersebut lebih mahal daripada asbes.

    Berikut adalah perkiraan harga genteng metal, genteng keramik, dan asbes di pasaran tahun 2024:

    • Genteng metal: sekitar Rp 30.000 hingga Rp 130.000, tergantung dari ukuran yang dipilih
    • Genteng keramik: sekitar Rp 3.500 sampai Rp 27.500 per pcs atau sekitar Rp 135.000 hingga Rp 260.000 per meter persegi.
    • Asbes: sekitar Rp 30.000 hingga Rp 85.000, tergantung dari ukuran yang dipilih.

    Demikian pembahasan mengenai bahaya asbes untuk atap rumah dan solusi alternatif penggantinya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers yang sedang mencari atap rumah.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Wajib Tahu Sebelum Pasang, Ini 3 Risiko Pakai Smart Door Lock


    Jakarta

    Beragam teknologi bisa digunakan untuk menambah kenyamanan, kemudahan, keamanan di rumah. Salah satunya, kamu bisa memakai smart lock atau kunci pintu pintar di rumah yang semakin digemari banyak orang.

    Smart door lock dianggap sangat aman karena menggunakan sistem keamanan penguncian pintu rumah. Berbagai fitur smart door lock bisa dengan perangkat seluler, aplikasi, atau perintah suara. Sistem ini adalah suatu perkembangan sistem penguncian rumah dari handle pintu biasa.

    Sekarang, fitur smart door lock menjadi menarik bagi pemilik maupun pebisnis rumah. Nah, sebelum kamu beralih menggunakan kunci pintar ini, ada baiknya melakukan beberapa pertimbangan lebih dulu, seperti berikut ini.


    Risiko Pasang Smart Lock

    1. Lupa Kata Sandi

    Buat para pemilik rumah yang sulit mengingat kata sandi, tidak disarankan menggunakan smart door lock. Sebab, akan memakan waktu jika melakukan reset kata sandi dan juga untuk menanggulangi adanya kejahatan, kata sandi harus diubah secara bertahap.

    2. Kerusakan Alat

    Pada dasarnya smart door lock merupakan inovasi dari sistem keamanan penguncian tradisional yang hanya menggunakan kunci biasa. Akan tetapi, karena inovasi tersebut, spesifikasi alat yang lebih kompleks menggunakan mesin akan mengalami kerusakan nantinya. Dan itu yang akan menyulitkan pemilik rumah karena berbeda dengan penguncian tradisional yang mempunyai kunci cadangan.

    3. Biaya Mahal

    Mempunyai fitur yang canggih membuat smart door lock memiliki harga yang lebih mahal dari handle pintu biasa. Kisaran harga dari smart door lock mulai dari Rp 400.000 sampai dengan Rp 9.000.000. Sementara itu, untuk handle pintu biasa mulai dari Rp 70.000 sampai dengan Rp 7.000.000.

    Itulah risiko kalau mau memakai smart lock untuk kunci pintu rumah. Semoga bermanfaat ya!

    Panggah Nuzhul Rizki
    Profesional Kontraktor PT.Gaharu Kontruksindo Utama

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bahaya! Ini 5 Risiko Bakar Sampah di Lingkungan Rumah


    Jakarta

    Membakar sampah di dekat rumah masih sering dilakukan baik di desa maupun kota. Langkah ini menjadi solusi praktis untuk mengatasi sampah yang menumpuk.

    Namun, membakar sampak sebenarnya dapat berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Bahkan, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan karena menimbulkan bencana.

    Lantas, apa saja risiko membakar sampah di lingkungan rumah? Simak penjelasan berikut ini.


    Risiko Bakar Sampah di Dekat Rumah

    1. Pencemaran Udara

    Salah satu dampak dari membakar sampah adalah pencemaran udara. Selama proses pembakaran, asap dan partikel-partikel kecil dilepaskan ke atmosfer. Asap ini mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk karbon monoksida, senyawa organik volatil, dan logam berat.

    2. Gangguan Kesehatan

    Paparan terhadap asap ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, dan iritasi pada mata dan tenggorokan. Pada jangka panjang, ini dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis. Asap dari pembakaran sampah juga mengandung polutan yang berbahaya bagi kesehatan manusia, seperti dioksin dan furan. Paparan jangka panjang terhadap zat-zat ini dapat meningkatkan risiko kanker, gangguan hormonal, dan masalah kesehatan lainnya.

    3. Merusak Ekosistem

    Bukan hanya udara yang tercemar, tetapi juga lingkungan sekitar tempat pembakaran sampah. Asap dan partikel berbahaya dapat jatuh ke tanah dan mencemari tanah serta sumber air. Ini dapat merusak ekosistem lokal, mengancam keberlangsungan hidup hewan dan tumbuhan, serta mengganggu rantai makanan.

    4. Perubahan Iklim

    Di samping itu pembakaran sampah dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca, termasuk karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Gas-gas ini berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim. Dengan kata lain secara tidak langsung kita berperan dalam mengintensifkan perubahan iklim global yang semakin merusak bumi.

    5. Kebakaran

    Praktik membakar sampah juga membawa risiko kebakaran yang tidak terkontrol. Api dapat dengan cepat menyebar, mengancam rumah, dan properti lainnya. Ketika api tidak terkendali, asap dan gas beracun dilepaskan dalam jumlah yang lebih besar, mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

    Alternatif dari Membakar Sampah

    Dalam rangka menjaga kesehatan dan lingkungan yang baik, sangat penting untuk menghentikan praktik membakar sampah di dekat rumah. Sebagai alternatif, kita harus mendorong dan mengikuti praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, seperti daur ulang, pemilahan sampah, dan penggunaan layanan pengelolaan sampah yang tepat.

    Kesadaran masyarakat tentang dampak negatif dari pembakaran sampah juga perlu ditingkatkan sehingga kita semua dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dibunuh! Ini 5 Tips Ampuh Usir Semut dari Rumah!


    Jakarta

    Semut merupakan serangga yang sering ditemukan di rumah. Keberadaannya cukup mengganggu penghuni rumah karena bisa saja menggigit bagian tubuh maupun mengerubungi makanan.

    Salah satu penyebab utama masuknya semut ke rumah karena ada sisa makanan atau remah-remah yang tidak dibersihkan. Selain itu, sampah yang berceceran juga bisa mengundang semut maupun serangga lainnya.

    “Rumah yang banyak celah seperti mengundang semut untuk pesta pora, apalagi jika kondisi rumah tidak bersih. Tutup rapat setiap celah, seperti celah di jendela, pintu, lantai, dan retakan dinding. Ini bisa jadi pintu masuk potensial bagi semut, pastikan semuanya tertutup rapat,” ujar Co-CEO dan Co-Founder Gravel, Georgia Ferdwindra Putra dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/6/2024).


    Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah semut masuk ke dalam rumah.

    1. Jaga Kebersihan

    Pastikan tidak ada sisa makanan atau tumpahan minuman yang tertinggal. Cuci piring dan peralatan makan segera setelah digunakan. Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat.

    2. Tutup Tempat Sampah

    Gunakan tempat sampah dengan tutup yang rapat dan buang sampah secara teratur. Tempat sampah yang terbuka bisa menjadi sumber makanan bagi semut.

    3. Pakai Kapur Anti-serangga

    Buat garis kapur anti serangga di sekitar pintu, jendela, dan area yang sering dilalui semut. Kapur ini bisa menghalangi semut untuk
    masuk.

    4. Pakai Bahan Alami

    Letakkan daun salam, kapur barus, atau bubuk kopi di area yang sering dilalui semut. Bahan-bahan ini dapat mengusir semut secara alami.

    Selain itu, kamu juga bisa mencampurkan air dengan cuka putih atau jus lemon, lalu semprotkan di area yang sering dihinggapi semut. Cuka dan lemon memiliki bau yang tidak disukai semut.

    5. Panggil Jasa Pengendalian Hama

    Jika invasi semut di rumah sudah parah, pertimbangkan untuk menggunakan jasa profesional pengendalian hama.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, semut juga bisa masuk ke dalam rumah melalui celah-celah yang ada. Kondisi rumah yang rapuh, seperti kayu dan kusen yang sudah lapuk maupun lantai retak juga bisa menjadi penyebab semut masuk rumah. Biasanya ini terjadi saat cuaca panas yang membuat semut keluar dari bawah tanah mencari tempat sejuk di dalam rumah dan membangun sarang baru.

    Untuk mengatasinya, kamu bisa mengikuti tips berikut ini.

    1. Perbaikan Struktur

    Pastikan semua retakan di dinding, lantai, dan pondasi rumah diperbaiki. Retakan kecil bisa menjadi jalan masuk bagi semut.

    2. Penutupan Celah

    Gunakan bahan penyegel yang kuat untuk menutup celah di sekitar jendela, pintu, dan area lain yang rawan. Penyegelan ini dapat mencegah semut dan serangga lain masuk ke dalam rumah.

    3. Perawatan Kayu

    Semut sering kali bersarang di kayu yang lembab atau rusak. Pastikan kayu di rumah, termasuk kusen dan lantai, dalam kondisi baik dan tidak lembab. Jika perlu, lakukan perawatan kayu secara berkala.

    4. Pasang Kawat Kasa pada Ventilasi

    Pasang kawat kasa pada lubang ventilasi dan jendela untuk mencegah semut masuk. Pastikan kawat kasa terpasang dengan baik dan tidak ada lubang kecil yang bisa dimanfaatkan semut.

    5. Sistem Drainase yang Baik

    Pastikan rumah memiliki sistem drainase yang baik untuk mencegah penumpukan air di sekitar rumah. Genangan air dapat menarik semut dan serangga lainnya.

    Menurut Co-Founder dan Co-CEO Gravel, Fredy Yanto, sangat penting untuk melakukan peremajaan pada rumah. Dengan begitu, bukan hanya bisa membasmi semut tetapi juga mencegah adanya masalah di masa depan.

    “Penting untuk melakukan peremajaan pada rumah, terutama rumah yang sudah tergolong tua. Dengan melakukan peremajaan, Anda tidak hanya dapat membasmi semut tetapi juga mencegah masalah di masa depan,” tuturnya.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com