Author: Gak Ganti Gambar

  • 5 Tips Bangun Kos-kosan Hemat & Minim Perawatan Supaya Makin Cuan


    Jakarta

    Bisnis kos-kosan cukup digemari masyarakat Indonesia, terlebih sebagai usaha semasa pensiun. Bangunan kos-kosan pun menjadi komponen utama untuk menjalankan bisnis ini.

    Pemilik yang menginginkan untung lebih perlu memutar otak bagaimana membuat kos-kosan yang hemat. Beberapa upayanya bisa dengan menekan biaya pembangunan dan perawatan rumah kos-kosan.

    Arsitek Andy Rahman dari Andyrahman Architect mengungkapkan caranya membangun rumah kos-kosan yang minim perawatan seperti dalam proyek Biophilic Boarding House di Surabaya. Ia membagikan testimoni kliennya setelah beberapa tahun menjalankan bisnis kos-kosan dengan bangunan tersebut.


    “Dari semua kos-kosan yang dia punya, lima di situ, beliau menyampaikan bahwa yang paling menguntungkan dari semua kos-kosan yang sudah dibangun dan kami desain itu adalah Rumah Kos Keputih kecil itu (Biophilic Boarding House),” ujar Andy kepada detikcom belum lama ini.

    Ia menyebut rumah kos-kosan tersebut memiliki lahan paling kecil, tetapi jumlah kamarnya melebihi ekspektasi, yaki 13 kamar. Kemudian, konsep rumah dibuat low maintenance atau minim perawatan, sehingga menjadi lebih menguntungkan dari segi bisnis.

    Lalu, seperti apa rumah kos-kosan minim perawatan ini? Simak ulasan berikut ini.

    Tips Bikin Kos-kosan Hemat

    1. Memilih Material Terjangkau

    “Kos-kosan ini sebetulnya memakai material biasa, jadi bata exposed (yaitu) bata biasa yang harganya juga murah kita biarkan exposed. Kemudian, kita juga memakai teknik semen, (seperti) semen roll, semen plester, (dan) semen aci untuk finishing interiornya, sehingga tidak perlu dicat,”

    Kita juga memakai beberapa elemen seperti besi expanded metal sheet, kemudian besi metal perforated, lalu besi pipa air untuk railing, untuk partisi dan lain sebagainya, jadi begitu

    2. Meminimalisir Pengecatan

    “Kita memakai raw material, exposed material, jadi tidak memakai cat sama sekali kecuali plafon yang kita cat warna putih. Selain itu, semuanya warna material (asli),” katanya.

    Andy mengaku tidak banyak mengecat rumah dan furniture, tetapi hanya bagian plafon saja. Hal ini membuat bangunan kos-kosan tidak perlu banyak dirawat, sehingga menghemat biaya perawatan.

    “Rumah ini jadinya nggak perlu di-maintenance, karena material-material dengan warna alami tadi itu semakin kena panas (dan) hujan semakin eksotis. Nggak perlu setiap 2-3 tahun dicat ulang,” tuturnya.

    Bahkan, cat putih pada plafon sejak berdiri pada tahun 2015 hingga sekarang belum pernah dicat ulang.

    3. Manfaatkan Semua Ruang

    Andy mengungkapkan salah satu tantangan membangun kos-kosan tersebut karena lahan terbatas berukuran 8×15 meter atau seluas 120 meter persegi. Ia memastikan untuk memaksimalkan penggunaan setiap ruang.

    “Kami coba mengoptimalkan semua space yang ada. Jadi di bawah tangga itu kita pakai untuk kamar mandi sama gudang. Kemudian, di lantai atas kita optimalkan untuk area service sekaligus tempat duduk-duduk,” jelasnya.

    Mengingat kebutuhan ruang sangat banyak, maka tidak memungkinkan membuat atap. Ia cenderung memfungsikan atap dengan cara membuatnya berupa dak beton.

    4. Kamar Mandi Luar

    Dengan keterbatasan ruang dan kebutuhan kamar tidur yang banyak, Andy mendesain kos-kosan dengan kamar mandi luar. Terdapat dua kamar mandi di lantai satu dan dua kamar mandi di lantai atas.

    5. Hemat Energi

    Kemudian, desain kos-kosan dibuat agar sirkulasi udara dan sinar matahari bisa masuk dengan lebih optimal. Mulai dari penggunaan roster, jendela di setiap kamar, dan ruang terbuka. Hal ini akan membantu mengurangi penggunaan AC di kos-kosan.

    “Kos-kosan ini punya banyak bukaan, dindingnya bernapas, sirkulasi udaranya berjalan di tiap kamar, dan lebih hemat energi sebetulnya,” pungkasnya.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Arsitek Kasih Tips Bikin Kos-kosan Adem Minim Penggunaan AC


    Jakarta

    Rumah kos-kosan adem pastinya menjadi idaman para anak kos karena memberi suasana nyaman tanpa kegerahan. Tanpa harus mengandalkan AC, rumah kos-kosan masih bisa terasa adem kok.

    Arsitek dari Andyrahman Architect, Andy Rahman membagikan tips membuat kos-kosan adem seperti salah satu proyeknya di Surabaya. Ia mengungkapkan kos-kosan berlubang yang lebih dikenal Biophilic Boarding House dirancang dengan sirkulasi yang baik.

    “Kos-kosan itu juga pernah diriset sama dosen Universitas Brawijaya. Suhunya di luar 32 derajat (selsius), di dalam 28 derajat (selsius). Risetnya selama 6 bulan,” ujar Andy kepada detikcom beberapa waktu lalu.


    Lantas, bagaimana cara membuat kos-kosan adem? Simak penjelasannya berikut ini.

    Tips Bikin Kos-kosan Adem

    1. Dak Beton Berlapis

    Andy mengungkap caranya membuat atap dak beton berlapis yang mampu menahan panas.
    Pertama, ia melapisi dak beton dengan lapisan waterproofing yang juga bisa menahan panas. Lapisan membran ini pemasangannya dengan dibakar serta dapat meredam panas.

    Kemudian, di atas diberi lapisan kerikil bulat kecil yang tidak akan merusak membran. Kerikil tersebut berfungsi untuk meredam panas sebelum hawa panas mengenai membran.

    2. Dinding Berongga

    Biophilic Boarding HouseBiophilic Boarding House Foto: Andyrahman Architect

    Andy menggunakan roster pada beberapa sisi dinding kos-kosan untuk memungkinkan keluar masuknya udara. Hal ini membantu ciptakan sirkulasi udara di rumah.

    “Ruang publiknya (kos-kosan) itu semuanya tidak memakai AC, semuanya berongga dindingnya, sehingga sirkulasi udaranya optimal,” ucapnya.

    3. Void Besar

    Biophilic Boarding HouseBiophilic Boarding House Foto: Andyrahman Architect

    Kemudian, area komunal di tengah kos-kosan sengaja dibuat tanpa atap, sehingga berfungsi sebagai void. Ia mengatakan void besar tersebut memungkinkan hawa panas untuk naik dan keluar dari kos-kosan.

    4. Jendela di Kamar

    Biophilic Boarding HouseBiophilic Boarding House Foto: Andyrahman Architect

    Pastikan setiap kamar tidur mempunyai jendela, bahkan ia merancang kamar dengan dua jendela untuk memungkinkan sirkulasi udara silang. Meski masih ada AC di kamar, hal ini membantu meminimalisir penggunaannya.

    “Sebetulnya mereka (anak kos) kalau nggak panas-panas amat cuacanya nggak perlu menyalakan AC, tapi cukup membuka dua jendela itu, maka sirkulasi udaranya akan berjalan,” tuturnya.

    5. Ruang Terbuka

    Selanjutnya, Andy menyarankan bila memungkinkan sebuah rumah mempunyai 2-3 ruang terbuka. Menurutnya, ruangan tersebut krusial untuk pencahayaan alami, sirkulasi udara, dan tempat menaruh tanaman.

    “Jadi yang pertama (supaya rumah adem) harus punya ruang terbuka, baik itu di depan maupun di belakang. Minimal kalau lahannya terbatas di depan dan di belakang. Tapi kalau cukup luas harus ada di tengah, jadi ada tiga,” katanya.

    6. Tanaman

    Terakhir, ia menyarankan ada ruang terbuka untuk dapat diberi tanaman. Tanaman tersebut berfungsi untuk menurunkan suhu udara sekitar rumah.

    (dhw/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! 4 Tanaman Hias Ini Bisa Bikin Semut di Rumah Tambah Banyak



    Jakarta

    Semut adalah hewan kecil yang kerap muncul di rumah. Biasanya semut cepat sekali datang ketika ada makanan. Kehadiran semut cukup mengganggu, apalagi jika mereka mengerubuni makanan yang masih layak dimakan. Selain itu, ada beberapa semut yang bisa menyebab gatal.

    Sebelum membasmi semut di rumah, kamu harus mengetahui sarangnya terlebih dahulu. Semut biasanya tinggal di celah-celah kecil di rumah. Selain itu, semut biasanya mencari tempat tinggal yang lebih sejuk.

    Selain mengatasi semut di sarangnya, kamu juga harus tahu jika semut bisa datang karena beberapa tanaman. Aroma yang tercium dari sebuah bunga menarik perhatian semut sehingga datang jika tanaman tersebut berada di sekitar rumah. Mereka mencari makan dari kutu daun yang berada di tangkai serta kuncupnya. Semut juga menyukai tanah tanaman yang lembap yang cocok sebagai sarang mereka.


    Mengutip dari pondinformer.com pada Selasa (16/7/2024), berikut beberapa jenis tanaman hias yang disukai oleh semut.

    1. Mawar

    Mawar (Rocaceae).Mawar (Rocaceae). Foto: REMKO DE WAAL/Getty Images

    Tanaman pertama yang aromanya dapat menarik semut adalah Mawar. Tanaman hias yang memiliki bunga dengan kuncup yang indah berlapis-lapis dan mempunyai beragam warna. Beberapa mawar juga menghasilkan aroma yang wangi yang disukai oleh manusia dan juga serangga. Selain itu, semut juga tertarik dengan bunga mawar karena aromanya. Mereka bukan mengambil nektar, melainkan kutu daun pada kelopaknya.

    2. Peony

    bunga peonybunga peony Foto: Shutterstock/

    Tanaman satu ini biasanya ditanam di luar ruangan. Sama seperti mawar, poeony juga jenis tumbuhan yang memiliki aroma yang harum. Berkat bunganya yang indah tanaman ini kerap dijadikan tanaman hias yang bisa diletakkan di dalam rumah asalkan tanahnya memiliki drainase yang baik dan tersorot cahaya matahari.

    Bunga peony yang sedang mekar rentan menjadi incaran serangga yang ingin memakannya salah satunya adalah semut. Maka dari itu kuncup bunga peony lebar untuk melindunginya saat mekar.

    3. Bunga Matahari

    Visitors walk through a sunflower field in Paju, South Korea, Friday, June 23, 2023. (AP Photo/Lee Jin-man)Visitors walk through a sunflower field in Paju, South Korea, Friday, June 23, 2023. (AP Photo/Lee Jin-man) Foto: AP/Lee Jin-man

    Bunga matahari sebenarnya tidak memiliki wangi yang kuat seperti mawar dan peony. Namun, ternyata tanaman ini sebenarnya menguarkan aroma yang hanya bisa dirasakan oleh serangga. Tujuannya untuk membantu penyerbukan. Budidaya bunga matahari biasanya berada di luar ruangan karena bunga ini senang di bawah sinar matahari. Akan tetapi, bunga ini bisa diletakkan di dalam ruangan. Bisa menggunakan vas berisi air atau menyiapkan pot berisi tanah.

    4. Dahlia

    Pompon Dahlia (Dahlia variabilis pompon)Pompon Dahlia (Dahlia variabilis pompon) Foto: Ali Majdfar/Getty Images

    Bunya Dahlia jarang ditemui di Indonesia. Namun, bunga ini selalu mekar saat musim panas saat suhu hangat sebab periode mekarnya lebih lama di iklim hangat. Tanaman hias lainnya yang dapat menarik perhatian semut adalah dahlia. Pada saat itu dahlia akan menghasilkan aroma yang disukai oleh semut. Hewan kecil ini bisa menjadi hama pada tumbuhan saat mereka mencari kutu daun. Tanaman hias ini memiliki bunga berbentuk bulat dan berwarna-warni. Tangkainya jauh lebih ramping dari bunganya.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Tanaman Hias yang Cocok untuk Kamar Tidur dan Manfaatnya


    Jakarta

    Sekarang tengah marak dekorasi kamar dengan tanaman di dalamnya. Tanaman ini bukan tanaman hias yang berbunga, melainkan tanaman hijau yang bisa menambah kesan adem di kamar.

    Namun, kamu perlu mengetahui tidak semua tanaman bisa diletakkan di dalam ruangan. Sebab, karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan tanaman pada malam hari, bisa terhirup oleh kamu saat tidur. Sementara manusia hanya memerlukan oksigen.

    Mengutip dari Leaf Envy, Selasa (16/7/2024), ada beberapa tanaman yang dapat menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen melalui fotosintesis. Meskipun begitu, tidak semua tanaman berbahaya, ada pula tanaman yang tetap aman diletakkan di dalam ruangan seperti di kamar. Sebab, jumlah karbon dioksida yang dilepaskan oleh tanaman di malam hari itu dalam jumlah sedikit. Alhasil, tidak ada dampak signifikan pada kadar oksigen kamar tidur kamu.


    Tanaman yang Bisa Diletakkan di Kamar

    1. Lidah buaya

    Lidah buaya atau aloe vera kerap digunakan sebagai tanaman obat karena kaya manfaat. Ternyata tanaman ini boleh diletakkan di ruangan seperti kamar karena melepaskan oksigen di malam hari dan disebut sebagai kualitas pemurni udara alami.

    2. Lavender

    Nama tanaman satu ini sudah tidak asing karena banyak pengharum ruangan memakai wewangian dari bunga ini. Ternyata tanaman lavender yang asli bisa diletakkan di dalam ruangan karena dia meninggalkan aroma yang dapat membantu meningkatkan tidur dan mengurangi tingkat kecemasan.

    3. Lidah Mertua

    Bentuknya mirip dengan lidah buaya, tetapi tanaman ini berbeda. Tanaman jenis ini bisa membuat udara dalam ruangan menjadi lebih segar dan sehat.

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari Mengecat 5 Bagian Rumah Ini, Ada yang Bisa Sebabkan Kebakaran!


    Jakarta

    Mengecat rumah adalah salah satu cara mempercantik tampilan rumah. Dengan dicat, rumah tersebut sudah memasuki tahap akhir pembangunan atau renovasi. Biasanya bagian yang dicat adalah dinding, pagar, plafon, bingkai jendela. Ada pula perabotan yang dicat, biasanya karena warna asli benda tersebut tidak cocok dengan selera atau ruanganmu.

    Namun, ada beberapa benda di rumah yang tidak bisa dicat. Bukan mempercantik, cat justru merusak permukaannya. Hal ini dikarenakan beberapa material kurang cocok jika diberi lapisan cat di atasnya. Selain itu, ada juga benda yang fungsinya justru bisa terganggu jika dicat.

    5 Benda di Rumah yang Tidak Boleh Dicat

    Melansir Real Simple, Selasa (16/7/2024), berikut 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat.


    1. Keramik Lantai

    Keramik sebenarnya sudah memiliki warna dan corak sendiri. Kamu tidak perlu repot untuk mengecatnya. Namun, ada beberapa orang yang ingin berkreasi dan suasana baru sehingga mengecat keramiknya. Menurut seniman dan desainer Elizabeth Sutton menyarankan agar Anda tidak mencoba melakukannya.

    “Jangan pernah mengecat ubin. Tidak akan pernah terlihat bagus,” kata Sutton dikutip dari Real Simple, Senin (20/11/2023).

    Menurutnya, mengecat keramik tidak akan pernah memberikan hasil yang baik. Selain itu, cat pada keramik akan mudah mengelupas dan terlihat tidak rapi. Sebagai alternatif, kamu bisa menggunakan ubin backsplash yang bisa dilepas-pasang agar bisa digonta-ganti dengan lebih mudah dan estetis.

    2. Trim Kayu Alami

    Kayu identik dengan warna coklat, tetapi ada pula yang akhirnya mengecat kayu untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Namun, untuk trim kayu, menutupi serat kayu alami dengan cat justru bisa merusak keindahan tekstur kayu itu sendiri. Jika kamu ingin mengubah warna trim kayu, gunakanlah plitur atau pernis. Plitur atau pernis bersifat transparan sehingga memungkinkan keindahan alami kayu tetap terlihat.

    3. Lantai Kayu

    Satu lagi, permukaan kayu yang sebaiknya tidak dicat adalah lantai kayu. Misalnya saja lantai rumah yang sudah tua, bukan membuat tampilannya jadi baru, melainkan lantai bisa rusak dan sulit diperbaiki nantinya. Belum lagi, penggantian lantai akan memakan biaya yang tak sedikit. Jika kamu ingin mengubah warna lantai, pilihan yang lebih aman dan ekonomis adalah dengan menggunakan jasa profesional untuk memernisnya ulang.

    4. Benda-Benda dari Logam, seperti Kenop, Keran, dan Engsel

    Bahan logam, selain mudah korosi ternyata rentan juga apabila dilapisi cat. Mengecat benda-benda dari logam, seperti kenop atau keran, dengan cat bisa menyebabkan cat mudah mengelupas dan tergores.

    Menurut Kat Christie, kontraktor berlisensi dan ahli DIY, mengecat kunci atau pegangan pintu juga bisa menyebabkan masalah serius, termasuk masalah keamanan jika cat masuk ke dalam kunci sehingga menutup jalan masuknya kunci.

    5. Alat Elektronik Rumah Tangga

    Benda berikutnya adalah alat elektronik. Jarang sekali kita melihat orang mengecat alat elektroniknya. Namun, di luar sana pasti ada yang pernah penasaran bagaimana tampilannya jika dicat. Sebelum melakukan hal tersebut, sebaiknya kamu memikirkan kembali karena cara ini justru berbahaya.

    “Secara umum, saya tidak akan mengecat peralatan rumah tangga karena cat bisa mengganggu pengoperasian dan listrik sehingga menimbulkan bahaya kebakaran,” katanya.

    Solusinya adalah mengganti alat-alat elektronik dengan yang baru. Namun, ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Maka, lebih baik menunggu diskon atau mengumpulkan dana untuk mendapatkan peralatan baru yang aman dan estetis.

    Demikianlah 5 benda di rumah yang sebaiknya tidak dicat. Dengan memahami batasan dalam mengecat benda-benda tertentu di dalam rumah, kamu bisa menjaga keindahan dan fungsionalitas rumah tanpa mengorbankan kesehatan dan keamanan. Semoga informasinya bermanfaat!

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Abu Hasil Bakar-Bakaran Jangan Langsung Dibuang, Bisa Dipakai Buat Ini


    Jakarta

    Saat kita selesai melakukan acara ‘bakar bakaran’ baik itu berupa barbeque, sate, seafood, atau bahkan hanya sekedar api unggun biasa, pasti selalu meninggalkan bekas abu yang jumlahnya tidak sedikit.

    Biasanya, masyarakat Indonesia akan langsung membuang atau mengubur abu hasil residu bakar-bakaran tersebut tanpa pikir panjang, karena abu hasil bakaran ini dianggap sebagai sampah.

    Namun, perlu kamu ketahui bahwa residu hasil bakaran ini sebenarnya memiliki cukup banyak manfaat loh. Di bawah ini ada beberapa cara untuk memanfaatkan abu hasil bakaran di rumah kamu.


    Rahasia Manfaat Abu Hasil Residu Bakar-Bakaran yang Jarang Diketahui

    Dikutip dari rd.com, Selasa (16/6/2024), abu hasil bakar-bakaran sering kali dianggap sebagai sampah, tetapi sebenarnya memiliki banyak manfaat yang jarang diketahui. Berikut adalah beberapa kegunaan abu yang bisa Anda coba:

    1. Membersihkan Pintu Kaca

    Menggunakan abu kayu untuk membersihkan pintu kaca mungkin terdengar aneh, tapi nyatanya memang terbukti efektif.

    Campurkan sedikit abu dengan air, lalu oleskan dengan kain lembab, spons, atau handuk kertas. Gosok campuran tersebut pada permukaan pintu kaca, bilas dengan handuk kertas atau spons basah, kemudian keringkan dengan kain bersih.

    Perlu kamu ketahui bahwa abu kayu adalah bahan utama dalam sabun tradisional.

    2. Pupuk Tanaman

    Abu kayu memiliki kandungan alkali tinggi serta sedikit kalsium dan kalium yang dapat merangsang bunga.

    Jika tanah di kebun rumah kamu cenderung mengandung asam, kamu bisa menaburkan abu di sekitar tanaman yang menyukai alkali seperti clematis, bunga bokor (hydrangea), syringa, dan mawar.

    Dengan catatan kamu juga harus menghindari penggunaan abu bakaran ini dari tanaman yang menyukai tanah asam seperti rengganis/kadudampit, blueberry, dan saliyah.

    Selain itu, kamu juga harus menghindari penggunaan abu dari kayu yang mudah terbakar yang mungkin mengandung bahan kimia berbahaya bagi tanaman. Gunakan abu secara bijak pada tumpukan kompos, karena abu dapat mengurangi manfaat pupuk kandang dan bahan nitrogen tinggi lainnya.

    3. Mengusir Serangga

    Abu hasil bakaran dapat mengusir larva ngengat, siput, dan bekicot. Caranya cukup dengan menaburkan abu di sekitar kebun kamu, dan taburkan juga sedikit abu di atas tanaman kebun untuk mengatasi serangan hama atau serangga bertubuh lunak.

    4. Membersihkan Pewter (Kerajinan Logam Timah)

    Abu hasil bakaran (termasuk abu rokok) dapat membuat kerajinan pewter kamu bisa mengkilap kembali.

    Caranya dengan mencampurkan kain saringan tahu yang sudah basah ke dalam abu, lalu gosokkan kepada barang pewter dengan perlahan. Setelah selesai digosok, bilas dengan air, dan barang kerajinan pewter akan mengkilap kembali.

    5. Menghilangkan Noda Air dan Bekas Panas dari Furnitur Kayu

    kamu bisa menggunakan abu rokok atau cerutu untuk menghilangkan noda berbentuk cincin putih yang diakibatkan oleh cairan pada furnitur kayu di rumah kamu.

    Caranya adalah dengan mencampurkan abu dengan beberapa tetes air untuk membuat pasta, lalu gosok perlahan pada noda untuk menghilangkannya. Setelah itu, poles dengan finishing furnitur favorit kamu.

    Itu dia beberapa manfaat dari abu hasil bakar-bakaran yang jarang diketahui. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Kebun


    Jakarta

    Rumput liar selalu menjadi musuh abadi bagi orang yang hobi berkebun. Pasalnya, rumput liar ini selalu saja datang dengan sendirinya, dan akan mencuri banyak nutrisi bagi tanaman yang kita rawat.

    Jaraknya yang sangat berdekatan dengan tanaman kita ini seringkali membuat kita kesulitan untuk membersihkannya, karena kita tidak bisa menggunakan bahan kimia untuk membunuh rumput tersebut.

    Nah, bagi kamu yang punya kebun atau taman bunga, kali ini kamu tidak perlu pusing mengurusi rumput liar ini lagi. Di bawah ini ada beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman kamu.


    Cara Mencegah Rumput Liar Tumbuh di Bawah Tanaman

    Dikutip dari rd.com, Selasa (16/7/2024), rumput liar sering kali tumbuh di bawah dan pohon. Mereka bisa tumbuh dan akan menempel dengan sistem akar tanaman dan mencuri nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk segera membasmi rumput liar di sekitar tanaman yang kamu rawat.

    Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mencegah pertumbuhan rumput liar di area bawah tanaman.

    1. Mulsa Organik

    Salah satu cara terbaik untuk mengatasi rumput liar adalah dengan menggunakan mulsa organik seperti serpihan kayu atau kayu cincang yang terurai secara perlahan.

    Caranya adalah dengan menyebarkan mulsa tersebut dengan ketebalan beberapa inci di sekitar tanaman yang kamu rawat, pastikan mulsa tidak menyentuh batang atau akar tanaman.

    2. Bahan Lain

    Cara lain untuk menekan pertumbuhan rumput liar adalah dengan menggunakan lapisan koran yang ditumpuk dengan tanah, atau menggunakan lembaran plastik hitam yang ditumpuk dengan batu. Selain tanah dan batu, kamu juga bisa menyembunyikan lapisan ini di bawah serpihan kayu.

    Di samping koran dan plastik hitam, kamu juga bisa membeli matras mulsa khusus yang terbuat dari rami atau flax, atau menggunakan lapisan kerikil.

    3. Tanaman Penutup Tanah

    Alternatif lain adalah menanam tanaman penutup tanah. Beberapa pilihan yang baik adalah Ajuga reptans, dan Jelatang Putih.

    Rumput liar tidak akan tumbuh bila tanaman ini menutupi tanah di bawah semak dan pohon. Namun perlu diperhatikan bahwa kamu hanya bisa melakukan ini di sekitar tanaman yang sudah berusia beberapa tahun.

    Itu dia beberapa cara untuk mencegah rumput liar tumbuh di area bawah tanaman yang kamu rawat. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Alat dan Langkah Membersihkan Toren Air yang Sudah Berlumut



    Jakarta

    Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

    Dikutip dari Flip, kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

    Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak berikut ini!
    Langkah Mencuci Toren Air


    Tangki atau toren air perlu dicuci dan dikuras agar isinya tidak ditumbuhi lumut, sehingga setidaknya toren perlu dibersihkan sebulan sekali jika lumutnya tumbuh dengan cepat. Agar memudahkanmu dalam menguras toren, ikuti langkah berikut ini.

    Bahan dan Alat

    – Sikat

    – Spons

    – scrubber atau saringan lumut

    – Kaporit

    – 3 sdm garam dengan 2 liter air, didihkan (opsi)

    – cuka putih (opsi)

    Panduan Bersihkan Toren Air Sendiri

    1. Matikan Pompa Air

    Matikan pompa agar tidak ada air mengalir saat proses mencuci toren, hal ini membantu efektifitas proses menguras dan memastikan pembersihan dilakukan secara maksimal.

    2. Buang Air Toren

    Selama proses pembersihan, pastikan kamu kabarkan kepada seluruh penghuni rumah bahwa air perlu segera dihabiskan dan sebelum membersihkan diingatkan untuk tidak dapat menggunakan air untuk sementara. Buang seisi air di dalam toren agar menghilangkan sisa air yang terkontaminasi dari kuman dan zat berbahaya.

    3. Buang Kotoran Yang Mengumpul

    Selanjutnya, buang tumpukan kotoran seperti lumut, alga, atau pasir. Gunakan alat yang dapat menyeka seluruh lumut seperti sikat dan spons agar tumpukan kotoran tersebut dapat terangkat. Ini untuk memudahkan kamu dalam proses pembersihan berikutnya

    4. Sikat Permukaan Toren

    Sebelum menyikat, kamu perlu memperhatikan komponen toren yang terhubung seperti valve atau keran, pipa, pompa, fitting inlet dan outlet, dan aksesori pendukung lainnya. Periksa terlebih dahulu dari setiap komponen agar ketika dibersihkan tidak ada yang rusak, putus, atau membuat celah yang bisa menyebabkan kebocoran. Jika ada komponen atau aksesori yang bermasalah, sebaiknya kamu menggantinya terlebih dahulu agar tidak perlu mengerjakannya dua kali.

    Jika sudah diperiksa dengan baik, gunakan sikat untuk membersihkan permukaan dinding toren. Jika toren cukup besar dan memiliki bobot kurang dari 60 kilogram, kamu bisa sampai masuk ke dalam untuk mempermudah pembersihan. Tetapi jika sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan gagang sikat yang panjang.

    5. Bersihkan Tutup dan Bagian Luar

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian luar dan tutup toren, hingga kotoran debu yang tertumpuk hempas tidak ada sisa.

    6. Bilas dengan Air Bersih

    Setelah membersihkan toren, pastikan dibilas dengan air bersih hingga sisa-sisa busa dan cairan pembersihan hilang.

    7. Isi Ulang Toren

    Jika sudah dibilas dengan maksimal, isi ulang toren sesuai kapasitas dengan air bersih dan aliran air lancar. Pastikan kualitas air jernih dan tidak memiliki warna dan bau. Sehingga, pastikan air di dalam toren tetap bersih dan aman.

    Itulah cara mencuci toren air sendiri di rumah. Pastikan kamu membersihkannya secara berkala jika lumut sudah mengumpul. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips buat Juragan Kos Terhindar dari Penghuni ‘Hobi’ Timbun Sampah Seperti Kos-kosan Bekasi



    Jakarta

    Kasus penghuni kos di Bekasi yang menimbun sampah di kamarnya mencuri perhatian warganet. Hal tersebut juga bisa membuat was-was para pemilik kos saat ingin menerima penyewa kamar.

    Untuk mencegah hal tersebut kejadian lagi, Ibu Kos tersebut, Siska Avizar akan melakukan pengecekan kamar yang jadwalnya barengan dengan servis AC.

    “Jadi memang sebaiknya diadakan pengecekan kamar tapi kalau untuk sebulan sekali itu mungkin agak mengganggu privacy penghuni kost. Jadi tindakan yang pas itu memang penjadwalan service/pembersihan AC dan itu wajib diikuti oleh penghuni kost tanpa alasan apapun,” tuturnya kepada detikcom melalui pernyataan tertulis, Rabu (17/7/2024).


    Terpisah, Pengamat dan Direktur Investment PT Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan bahwa pemilik kos sebaiknya membuat kontrak sewa kepada semua penyewa kos. Hal itu untuk menghindari permasalahan dengan penyewa kos di kemudian hari.

    “Saran saya semua ibu kost wajib membuat perjanjian kontrak sewa untuk perlindungan antara pihak penyewa dan pemilik kost,” katanya kepada detikcom.

    Kontrak sewa itu diperlukan baik untuk jangka panjang (bulanan) maupun jangka pendek (harian atau mingguan). Di dalamnya dapat berisi aturan menginap atau tinggal di kos-kosan tersebut.

    Contohnya seperti pihak penyewa wajib menjaga kebersihan ruangan kamar kos dan memelihara inventaris barang-barang di dalam kamar. Pihak penyewa juga dilarang melakukan menimbun barang dan hal-hal yang menimbulkan bau tidak sedap, kebisingan, dan bahaya kebakaran.

    Bisa juga dimasukkan soal uang jaminan atau deposit dan periode sewa kos. Untuk pembayaran sewa wajib dilakukan sebelum serah terima kunci dan dilakukan di depan untuk masa sewa jangka pendek dan per bulan di depan untuk masa sewa jangka panjang, misalnya.

    Steve juga menyarankan untuk memasukkan klausul apabila tidak membayar uang kos akan dilakukan pemutusan kontrak secara sepihak dan pengosongan dalam waktu 3 hari sejak pemberitahuan tertulis, baik via WhatsApp maupun email.

    “Pemilik kos bisa melakukan tindak pembersihan dan perawatan kamar kos apabila diperlukan dengan melakukan pemberitahuan 1×24 jam di depan,” tuturnya.

    Sebelumnya, di sosial media ramai soal ibu kos yang menggerebek salah satu kamar kos lantaran terdapat bau menyengat dari sana. Saat dibuka, kamar kos itu penuh dengan sampah dan barang-barang yang berserakan.

    Dari video yang dilihat detikcom, ibu kos tersebut menggerebek kamar tersebut dengan menggunakan masker karena bau yang menyengat.

    “Ibu kost menghindari keributan karena kost berada di lingkungan perkampungan jadi biar nggak mancing warga sekitar. Berusaha tenang padahal nahan nangis & emosi jiwa,” tulis caption dalam akun TikTok Siska Avizar, dikutip Rabu (17/7/2024).

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Septic Tank Perlu Dikuras agar Tidak Meledak? Pemilik Perlu Tahu!


    Jakarta

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.

    Kapan Septic Tank Perlu Dikuras?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.


    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com