Author: Gak Ganti Gambar

  • Ketahui Perbedaan Vinyl dan SPC Beserta Segala Keunggulannya



    Jakarta

    Dalam memilih pelapis lantai, banyak orang dihadapkan pada pilihan antara vinyl lantai dan SPC flooring. Keduanya memiliki karakteristik unik yang membuatnya populer di kalangan konsumen.

    Vinyl lantai dikenal dengan tekstur lembut dan elastis yang memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Tidak hanya itu, vinyl lantai juga tersedia dalam berbagai desain yang meniru tampilan material alami seperti kayu atau batu.

    Di sisi lain, SPC flooring semakin diminati karena daya tahan dan kekuatannya yang unggul. SPC sendiri merupakan inovasi terbaru dalam dunia pelapis lantai yang menggabungkan kekuatan batu dengan fleksibilitas plastik. Material ini terkenal tahan lama dan cocok untuk berbagai kondisi cuaca serta lingkungan.


    Lantas, apa sebenarnya perbedaan antara vinyl dan SPC, dan apa saja keunggulan masing-masing?

    Lebih Dekat dengan Vinyl Lantai

    Vinyl adalah material pelapis lantai yang terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang telah melalui proses pemanasan dan penggulungan untuk menciptakan lapisan-lapisan tipis. Material ini kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan tekstur dan pola yang diinginkan, menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang mencari pelapis lantai dengan berbagai motif.

    Vinyl terkenal karena sifatnya yang elastis dan mudah dipasang, bahkan oleh mereka yang tidak berpengalaman dalam instalasi lantai.

    Selain kemudahan pemasangan, vinyl juga memiliki keunggulan dalam hal perawatan. Lantai vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Hal ini menjadikannya pilihan ideal untuk ruangan yang sering terkena noda atau tumpahan cairan, seperti dapur atau ruang makan.

    Kelebihan Vinyl sebagai Pelapis Lantai

    Setelah memahami perbedaan antara vinyl dan SPC, mari kita bahas kelebihan yang ditawarkan oleh vinyl. Berikut adalah lima kelebihan utama vinyl yang perlu diketahui.

    1. Pilihan Desain yang Beragam

    Vinyl tersedia dalam berbagai motif dan warna, meniru tampilan material alami seperti kayu, batu, atau marmer. Keberagaman desain ini memungkinkan Anda untuk memilih tampilan yang sesuai dengan gaya interior Anda tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

    Selain itu, vinyl juga menawarkan fleksibilitas dalam pencocokan warna dan pola, sehingga Anda bisa lebih kreatif dalam mendesain ruangan. Vinyl juga dapat dipotong sesuai dengan kebutuhan, menjadikannya sangat praktis untuk digunakan di area dengan bentuk yang tidak biasa.

    2. Instalasi yang Mudah

    Salah satu keunggulan utama vinyl adalah kemudahan instalasinya. Vinyl lantai dapat dipasang dengan mudah tanpa memerlukan keahlian khusus, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang ingin menghemat biaya pemasangan.

    Vinyl juga sering hadir dengan sistem klik atau perekat yang mempermudah proses instalasi. Ini membuat vinyl menjadi solusi cepat bagi mereka yang membutuhkan renovasi instan tanpa ribet.

    3. Perawatan yang Praktis

    Vinyl sangat mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Anda hanya perlu menyapu dan mengepel secara rutin untuk menjaga kebersihannya.

    Keunggulan ini membuat vinyl menjadi pilihan yang ideal untuk rumah tangga dengan anak-anak atau hewan peliharaan.

    Selain itu, vinyl juga tahan terhadap noda, sehingga Anda tidak perlu khawatir jika terjadi tumpahan cairan atau makanan. Cukup lap dengan kain basah, dan lantai akan kembali bersih seperti semula.

    4. Kenyamanan Saat Dipijak

    Vinyl memiliki tekstur yang lembut dan elastis, memberikan kenyamanan maksimal saat dipijak. Hal ini sangat penting untuk ruangan seperti kamar tidur atau ruang keluarga, di mana kenyamanan menjadi prioritas.

    Berkat sifatnya yang elastis, vinyl juga mampu meredam suara, menjadikannya pilihan yang baik untuk area yang sering digunakan oleh banyak orang. Vinyl juga aman untuk anak-anak karena tidak licin dan tidak mudah membuat terpeleset.

    5. Harga yang Terjangkau

    Vinyl adalah pilihan ekonomis yang tetap menawarkan kualitas dan tampilan yang menarik. Dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya, vinyl biasanya lebih murah namun tetap memberikan nilai estetika yang tinggi.

    Melalui harga yang lebih terjangkau, Anda dapat memperbarui tampilan ruangan tanpa harus menguras kantong. Vinyl adalah solusi cerdas bagi mereka yang ingin mempercantik rumah dengan anggaran terbatas.

    Lebih Dekat dengan SPC Flooring

    SPC atau Stone Plastic Composite adalah material pelapis lantai yang terbuat dari campuran batu kapur dan PVC. Kombinasi ini menghasilkan material yang sangat kuat dan tahan lama, menjadikannya pilihan yang ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi seperti ruang tamu atau kantor.

    SPC dikenal dengan stabilitas dimensi yang tinggi, yang berarti tidak mudah berubah bentuk meski terpapar suhu atau kelembaban yang ekstrem.

    Selain itu, SPC juga memiliki keunggulan dalam hal ketahanan terhadap air. Berbeda dengan vinyl, SPC tidak menyerap air sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuatnya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi atau dapur.

    Kelebihan SPC Flooring

    Tidak kalah dengan vinyl, SPC juga memiliki kelebihan yang membuatnya layak untuk dipertimbangkan. Berikut adalah lima kelebihan utama SPC yang penting diketahui.

    1. Ketahanan yang Luar Biasa

    SPC terkenal dengan daya tahannya yang tinggi terhadap berbagai kondisi. Material ini tahan terhadap goresan, benturan, dan tekanan, menjadikannya pilihan ideal untuk area dengan lalu lintas tinggi.

    SPC juga tidak mudah aus, sehingga dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan pelapis lantai lainnya. Ini menjadikannya investasi jangka panjang yang ekonomis, terutama bagi mereka yang tidak ingin sering mengganti lantai.

    2. Tahan Terhadap Air dan Kelembaban

    SPC memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap air, menjadikannya cocok untuk digunakan di area basah seperti kamar mandi dan dapur. Material ini tidak menyerap air, sehingga lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Keunggulan ini juga membuat SPC tidak mudah berjamur atau rusak akibat kelembaban, menjadikannya pilihan yang lebih aman dan higienis untuk lingkungan rumah tangga.

    3. Stabilitas Dimensi yang Tinggi

    SPC memiliki stabilitas dimensi yang luar biasa, yang berarti material ini tidak mudah memuai atau menyusut meskipun terpapar suhu ekstrim. Hal ini membuat SPC cocok untuk digunakan di berbagai kondisi cuaca. Selain itu, stabilitas dimensi ini juga membuat SPC lebih tahan terhadap deformasi, sehingga tetap terlihat rapi dan rata meskipun telah digunakan dalam jangka waktu lama.

    4. Ramah Lingkungan

    SPC adalah pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan vinyl karena terbuat dari bahan-bahan yang lebih tahan lama dan tidak mudah rusak. Material ini juga dapat didaur ulang, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

    5. Kualitas Suara yang Lebih Baik

    SPC mampu meredam suara dengan lebih efektif dibandingkan vinyl. Hal ini menjadikannya pilihan yang ideal untuk digunakan di apartemen atau bangunan bertingkat, di mana kontrol kebisingan menjadi faktor penting.

    Selain itu, lantai SPC juga nyaman untuk dipijak, memberikan sensasi yang solid namun tetap lembut. Kombinasi ini membuat SPC menjadi pilihan yang sempurna bagi mereka yang menginginkan kenyamanan dan ketenangan di rumah.

    Perbedaan Vinyl dan SPC

    Sebelum memilih antara vinyl dan SPC, penting untuk memahami perbedaan mendasar antara keduanya. Berikut ini lima perbedaan utama yang perlu diketahui.

    1. Komposisi Material

    Vinyl terbuat dari polyvinyl chloride (PVC) yang elastis sementara SPC terdiri dari campuran batu kapur dan PVC. Perbedaan ini membuat SPC lebih keras dan tahan lama dibandingkan vinyl. SPC juga memiliki stabilitas dimensi yang lebih baik yang berarti tidak mudah berubah bentuk meskipun terpapar suhu atau kelembaban ekstrim.

    Dari segi tekstur, vinyl cenderung lebih lembut dan nyaman saat dipijak, sementara SPC terasa lebih kaku dan padat. Bagi Anda yang menginginkan kenyamanan ekstra di bawah kaki, vinyl mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika Anda mencari pelapis lantai yang tahan lama dan kuat, SPC adalah pilihan yang tepat.

    2. Ketahanan Terhadap Air

    SPC lebih unggul dalam hal ketahanan terhadap air dibandingkan vinyl. SPC tidak menyerap air, menjadikannya lebih tahan terhadap kerusakan akibat kelembaban. Hal ini membuat SPC ideal untuk digunakan di area dengan kelembaban tinggi seperti kamar mandi atau dapur.

    Sementara itu, vinyl cenderung lebih rentan terhadap kerusakan jika terkena air dalam jangka waktu lama. Meski begitu, vinyl yang berkualitas tinggi biasanya dilengkapi dengan lapisan pelindung yang dapat meningkatkan ketahanan terhadap air.

    3. Ketahanan Terhadap Goresan

    SPC memiliki ketahanan terhadap goresan yang lebih baik dibandingkan vinyl. Material yang lebih keras membuatnya tidak mudah tergores oleh benda tajam atau berat.

    Hal ini sangat penting bagi mereka yang memiliki hewan peliharaan atau sering memindahkan perabotan.

    Vinyl, meskipun elastis, lebih rentan terhadap goresan. Oleh karena itu, perawatan ekstra diperlukan untuk menjaga keindahannya.

    Meski demikian, vinyl juga tersedia dalam varian yang lebih tahan gores, namun dengan harga yang lebih tinggi.

    4. Proses Instalasi

    Vinyl dikenal lebih mudah dipasang karena materialnya yang fleksibel dan ringan. Banyak produk vinyl yang dilengkapi dengan sistem klik atau perekat, sehingga instalasi dapat dilakukan tanpa bantuan profesional.

    SPC, meskipun juga tersedia dalam sistem klik, cenderung lebih berat dan kaku sehingga memerlukan usaha lebih dalam proses instalasi. Namun, kelebihan ini sebanding dengan hasil yang didapatkan, yaitu lantai yang lebih stabil dan tahan lama.

    5. Harga

    Vinyl biasanya lebih terjangkau dibandingkan SPC. Harga yang lebih murah membuat vinyl menjadi pilihan yang ekonomis bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.

    Namun, perlu diingat bahwa harga vinyl dapat bervariasi tergantung pada kualitas dan motif yang dipilih.

    SPC, dengan semua keunggulannya, biasanya dibanderol dengan harga yang lebih tinggi. Namun, investasi ini sepadan dengan ketahanan dan umur panjang yang ditawarkan oleh SPC, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis dalam jangka panjang.

    Beli Produk Pelapis Lantai di Decorindo Perkasa

    Jika Anda sedang mencari produk pelapis lantai seperti vinyl dan SPC ya berkualitas, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Decorindo Perkasa menawarkan berbagai jenis lantai vinyl dan SPC dengan harga yang kompetitif.

    Tidak hanya itu, Anda juga bisa menemukan berbagai motif dan warna yang sesuai dengan gaya interior Anda. Melalui reputasi yang telah terbukti, Decorindo Perkasa selalu menyediakan produk dengan standar kualitas tinggi dan layanan pelanggan yang memuaskan.

    Dalam memilih pelapis lantai, baik vinyl maupun SPC memiliki keunggulan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Jika Anda menginginkan lantai yang nyaman dan mudah perawatannya, vinyl bisa menjadi pilihan tepat.

    Namun, jika daya tahan dan ketahanan terhadap air menjadi prioritas, SPC adalah solusi terbaik. Apapun pilihan Anda, pastikan untuk membeli produk pelapis lantai berkualitas dari Decorindo Perkasa untuk hasil terbaik di rumah Anda.

    (Content Promotion/VINYL)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Dekor Rumah Ramah Kantong


    Jakarta

    Dengan inflasi yang memukul harga furnitur akhir-akhir ini, banyak orang mungkin merasa lebih sulit untuk mendekorasi dengan biaya yang masuk akal.

    Namun, kata penulis buku desain “Live Beautiful” Athena Calderone, ada cara untuk menggunakan anggaran secara kreatif.

    “Meskipun bisa terasa sangat menegangkan untuk mendekorasi dengan anggaran kecil, kabar baiknya adalah bahwa kendala bukan akhir dari segalanya. Faktanya, kendala justru sering menjadi sumber kreativitas sejati,” kata Calderone dikutip dari CNBC, Senin (24/7/2023).


    Berikut adalah beberapa tip untuk menghemat uang untuk furnitur, perlengkapan rumah, dan dekorasi.

    1. Ketahui Kapan Harus Belanja dan Kapan Harus Menabung

    Elizabeth Herrera, seorang desainer di Decorist, sebuah perusahaan desain interior online, memberi tahu orang-orang untuk mengabaikan siklus tren dan mengikuti kata hati saat membeli furnitur.

    “Dengan cara ini mereka tidak ingin mendekorasi ulang setiap beberapa tahun,” kata Herrera.

    Orang-orang juga harus tahu barang mana yang layak untuk dibelanjakan.

    “Nggak apa-apa untuk membeli aksesori trendi dengan harga lebih rendah untuk menyegarkan ruangan, tetapi pertahankan potongan yang lebih besar tetap klasik,” tambah dia.

    Lebih mudah mengetahui kapan perabot inti, seperti sofa dan meja ruang makan Anda, dibeli dengan harga murah, kata para ahli.

    2. Pilih Barang yang Awet

    Pastikan juga furnitur yang kamu inginkan bertahan lama.

    “Pikirkan jangka panjang,” kata Becki Owens, seorang desainer interior di California.

    “Jika Kamu sabar dengan prosesnya dan berinvestasi dalam barang berkualitas saat Kamu bisa, Kamu akan memiliki barang yang bisa Kamu bangun. Saya memiliki barang-barang yang berusia 20 tahun di rumah saya,” tambah dia.

    Jika tujuannya adalah umur panjang, Owens juga merekomendasikan untuk membeli furnitur inti dengan bahan yang tahan lama dan warna netral.

    “Kamu selalu dapat mengubah lapisan dekoratif seperti tekstil saat tren berubah,” kata Owens.

    3. Beli Barang Bekas

    Calderone mengatakan dia pendukung besar membeli furnitur bekas dari toko antik, secara langsung dan online.

    “Kamu akan terkejut betapa berharganya harta yang bisa Kamu dapatkan dengan harga terjangkau,” katanya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini 7 Tips Jaga Kebersihan Rumah buat Orang Sibuk


    Jakarta

    Rumah yang bersih dan rapi tentu sangat diidamkan karena bisa bikin penghuni merasa nyaman tinggal di dalamnya. Akan tetapi, sering kali kita terlalu sibuk dengan berbagai aktivitas, sehingga kebersihan rumah terabaikan.

    Padahal, kondisi rumah yang bersih dan rapi itu baik untuk kesehatan tubuh maupun mental kita. Oleh karena itu, kita harus tetap meluangkan waktu untuk membersihkan rumah walau sebentar saja.

    Lalu, bagaimana cara menjaga kebersihan dan kerapian rumah kalau terlalu sibuk? Yuk, simak caranya berikut ini seperti yang dikutip dari The Savvy Sparrow, Senin (9/9/2024).


    Tips Jaga Kebersihan Rumah buat Orang Sibuk

    Perlu diingat bahwa menunda-nunda pekerjaan rumah hanya akan menciptakan lebih banyak tumpukan pekerjaan dan kekacauan nantinya. Agar rumah tetap terjaga kebersihan dan kerapiannya, sebaiknya lakukan pekerjaan rumah sesegera mungkin.

    Terlebih jika hanya pekerjaan sederhana, seperti mencuci satu piring yang baru saja digunakan atau melipat selimut saat bangun tidur. Hal ini akan meringankan beban bersih-bersih nantinya.

    2. Sortir Barang yang Tidak Diinginkan

    Memiliki barang lebih sedikit bisa membantu dalam mengurangi berantakan di rumah. Oleh karena itu, kamu bisa mulai menyortir barang-barang di rumah, lalu menyingkirkan barang yang tidak diinginkan atau tidak dibutuhkan.

    Dengan mempunyai lebih sedikit barang, maka proses beres-beres semakin cepat. Selain itu, juga menjadi lebih mudah karena sedikit barang yang menghalangi kamu saat mengelap rak ataupun menyapu dan mengepel lantai.

    3. Siapkan Tempat Penyimpanan Sementara

    Untuk mencegah baju ataupun barang berserakan karena asal meletakkan barang, coba siapkan tempat penyimpanan sementara. Tempat ini bisa berupa gantungan baju di dinding ataupun keranjang.

    Baju yang baru dikenakan yang tentunya tidak bersih tapi juga tidak terlalu kotor bisa digantung saja. Sementara itu, untuk barang yang baru dipakai tetapi tidak sempat dirapikan, seperti kabel atau tas bisa disimpan dalam keranjang dulu.

    4. Pakai Furnitur yang Dilengkapi Tempat Penyimpanan

    Penting bagi sebuah rumah memiliki tempat penyimpanan barang yang cukup. Pastikan agar setiap barang kamu memiliki ‘rumah’ atau tempat penyimpanan khusus.

    Kamu bisa memilih furnitur yang dilengkapi dengan tempat penyimpanan seperti laci di bawah kasur dan meja ataupun kursi ottoman.

    5. Luangkan Waktu 10 Menit Setiap Hari

    Coba curi-curi waktu untuk membersihkan atau merapikan rumah di sela-sela kesibukan. Luangkan waktu 10 menit saja setiap harinya untuk mengerjakan pekerjaan rumah yang ringan seperti melipat baju, mengelap jendela, atau merapikan meja.

    Hal ini bisa menumbuhkan kebiasaan baik untuk membereskan rumah. Selain itu, kegiatan tersebut juga dapat dilakukan dibanding menghabiskan waktu scrolling di media sosial ketika senggang.

    6. Tentukan Satu Hari untuk Bersih-bersih Rumah

    Pilih satu hari dalam seminggu khusus untuk membereskan rumah secara mendalam dan tanpa gangguan. Kamu bisa melakukannya di akhir pekan karena biasanya ada lebih banyak waktu luang pada hari itu.

    Buatlah komitmen untuk membersihkan sebagian besar rumah serta melakukan pekerjaan rumah yang berat pada hari itu, sehingga kamu tidak perlu memikirkan hal tersebut di hari-hari lain.

    7. Ajak Anggota Keluarga Ikut Bereskan Rumah

    Menjaga kebersihan rumah merupakan tanggung jawab semua penghuninya. Jadi, jangan sungkan untuk mengajak anggota keluarga mengurus rumah bersama dengan membagi tugas.

    Dengan kerja sama tim, tentunya membereskan rumah menjadi lebih mudah dan cepat serta tidak menjadi beban satu orang saja.

    Itulah cara mudah menjaga rumah tetap bersih dan rapi di tengah kesibukan. Selamat mencoba!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Wangi, Cocok Jadi Pengharum Ruangan Alami


    Jakarta

    Tanaman hias sering kali di taruh di dalam rumah untuk menambah estetika dan kesegaran ruangan. Selain bisa menghiasi ruangan, beberapa tanaman juga mengeluarkan aroma yang wangi, lho.

    Kamu bisa memanfaatkan tanaman ini sebagai pengharum ruangan alami. Cara ini cocok bagi kamu yang mencari alternatif dari pengharum ruangan yang terbuat dari bahan kimia.

    Lalu, apa saja tanaman hias yang wangi dan cocok jadi pengharum ruangan? Yuk, simak daftarnya berikut ini, dikutip dari Living.etc, Senin (9/9/2024).


    Tanaman yang Cocok Jadi Pengharum Ruangan

    1. Melati (Jasminum officinale)

    Close up of jasmine flowersBunga melati (jasmine). Foto: Getty Images/iStock/dtimiraos

    Selain keindahan bunganya, melati juga dikenal sangat wangi. Tanaman ini cocok sebagai tanaman dalam ruangan.

    Tanaman melati putih yang paling menarik yaitu yang terlihat segar, muda, dan hijau. Melati putih biasa (J. officinale) juga tersedia secara luas hampir sepanjang tahun.

    Penulis buku Dr Houseplant, William Davidson membagikan cara untuk merawat melati jika ditaruh dalam ruangan.

    “Potong batang yang telah berbunga sejauh diperlukan, tetapi tidak seluruhnya. Mereka (tanaman melati) berbunga berdasarkan pertumbuhan yang terjadi pada musim sebelumnya, jadi beberapa tunas baru tidak boleh dipangkas,” ujar Davidson dikutip dari laman Livingetc (9/9/2024).

    Ia juga menjelaskan bahwa setiap hari tanaman melati harus berada pada posisi yang menerima sinar matahari langsung.

    “Saat tanaman ini (melati) tumbuh dan berbunga, beri mereka banyak air, cukup untuk menjaga kelembapannya setiap saat. Saat mereka beristirahat, berikan mereka air secukupnya saja agar tanah pot tidak mengering sepenuhnya,” paparnya.

    2. Tanaman Kopi (Coffee Arabica)

    Tanaman Kopi (Coffee Arabica).Tanaman Kopi (Coffee Arabica). Foto: Mikroman6/Getty Images

    Tanaman kopi akan tumbuh subur di ruangan dengan kelembapan tinggi, dengan cahaya tidak langsung yang terang.

    “Tanaman kopi adalah tanaman yang menyenangkan untuk ditanam. Tanaman ini benar-benar menghasilkan biji kopi, tapi kemungkinan besar tidak akan menghasilkan cukup untuk membuat secangkir kopi untuk kamu,” kata pakar tanaman hias Lisa Eldred-Steinkopf.

    Ketika ditanam di pot dalam ruangan, pastikan disiram dengan baik tetapi tidak tergenang air.

    “Kelembapan yang tinggi diperlukan untuk mencegah tepi daun berubah warna menjadi coklat, jadi letakkan tanaman Anda di atas nampan kerikil,” kata Lisa yang juga dikenal sebagai The Houseplant Guru.

    3. Kumquat (Citrus japonica)

    Pohon kumquat.Pohon kumquat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kurzumkin

    Citrus japonica bisa melakukan penyerbukan sendiri. Makanya, mereka bisa menghasilkan buah yang berbau harum di dalamnya.

    Pakar tanaman di Fast-Growing Trees, Bethany Lakatos, mengatakan bahwa beberapa varietas kumquat bisa mekar lebih dari sekali dalam setahun. Bunga mekarnya memiliki keharuman yang manis dan bersih.

    Sejatinya, kumquat akan paling menyenangkan di luar ruangan pada musim semi-musim gugur, saat tidak ada ancaman embun beku, dan bisa dialihkan ke dalam ruangan untuk musim dingin.

    “Jika tidak, letakkan kumquat di jendela yang menghadap ke Selatan atau Barat, tempat ia akan menerima banyak cahaya. Jika kamu tidak memiliki pencahayaan yang baik di rumah, pertimbangkan untuk menggunakan lampu tumbuh 12-14 jam sehari, dengan waktu istirahat 8 jam,” papar Lakatos.

    4. Gardenia (Kacapiring Wangi)

    A DSLR still life photo of a bouquet of fresh white gardenia flowers in a small black ceramic bowl. Background made of brown rustic paper. Selective focus on the flower of the foreground. Soft natural light. Copy space.Bunga Gardenia. Foto: Getty Images/iStockphoto/lucop

    Gardenia adalah tanaman wangi yang terkenal dengan bunga putih indah dan baunya yang sangat manis. Dikenal juga dengan sebutan Kacapiring Wangi. tanaman hias ini hidup di dalam maupun di luar ruangan.

    “Sebagai tanaman hias, kacapiring membutuhkan tanah yang asam dan kehati-hatian saat menyiram,” ujar Bethany yang dikutip oleh situs Fast Growing Trees.

    Ia menyarankan untuk memilih varietas kecil seperti Radicans atau Veitchii. Pasalnya, jenis tersebut bisa diipajang dalam pot elegan dengan lubang drainase.

    Tempatkan kacapiring di tempat yang terang. Sirami air saat tanah di potnya terlihat kering, atau keringkan sekitar dua inci atau sekitar 5 cm ke dalam tanah.

    5. Rosemary Tuscan

    Tanaman herbal rosemaryTanaman herbal rosemary. Foto: Getty Images/iStockphoto/belchonock

    Keharuman rosemary kerap dipakai untuk menambahkan citarasa pada makanan. Pasalnya, tanaman ini memiliki aroma yang sangat kaya.

    Itulah alasan rosemary masuk dalam daftar tanaman berbau harum yang bisa jadi pengharum ruangan alami.

    “Beberapa tanaman hanya berbau harum saat sedang mekar, tetapi sapukan tangan kamu di atas dedaunan rosemary dan aroma gurihnya akan menyertai kamu sepanjang hari,” kata Bethany.

    Bethany menyarankan untuk memilih varietas tegak seperti Tuscan Blue, yang memiliki bunga kecil berwarna biru tua seperti beludru aromatik.

    “Tempatkan tanaman ini di bawah sinar matahari langsung di jendela dapur yang menghadap selatan atau barat. Campuran pot dengan drainase yang baik dan pot dengan lubang drainase sangat penting untuk kesehatan akar,” tambahnya.

    Itu tadi pilihan tanaman, baik itu tanaman hias, bunga, herbal, maupun yang berbuah yang bisa dimanfaatkan sebagai pengharum ruangan alami. Jangan lupa untuk menerapkan cara untuk merawatnya berdasarkan saran pakar tanaman juga ya.

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Dapur Ini Bisa Gantikan Cairan Pembersih buat Pel Lantai


    Jakarta

    Salah satu ciri rumah bersih adalah lantai yang bebas dari berbagai kotoran. Selain menyapu, kamu harus mengepel lantai agar semakin bersih bahkan harum.

    Untuk mengepel lantai, kamu akan membutuhkan campuran air dengan cairan pembersih. Namun, ternyata ada beberapa bahan di dapur yang bisa dijadikan alternatif campuran dalam air pel, lho!

    Bahan-bahan ini bisa membuat lantai bersih dan harum secara alami. Dengan begitu, kamu tidak perlu membeli cairan pembersih khusus lantai.


    Berikut ini daftar bahan pembersih lantai yang bisa kamu temukan di dapur seperti yang dikutip dari Real Simple dan Cleanipedia, Senin (9/9/2024).

    5 Bahan Dapur untuk Mengepel Lantai

    1. Baking Soda

    Perbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin KuePerbedaan Soda Kue dan Baking Powder untuk Bahan Bikin Kue Foto: Getty Images/iStockphoto/ossphotostock

    Baking soda bisa jadi andalan untuk membersihkan noda membandel dan noda minyak pada lantai rumah. Caranya, taburkan beberapa sendok baking soda ke noda pada lantai, lalu teteskan sedikit air untuk menimbulkan reaksi pada baking soda.

    Setelah itu, gosok dengan pel hingga noda hilang dan lantai keramik tak kusam lagi. Kamu juga bisa menambahkan minyak kayu putih pada campuran baking soda dan air untuk membantu membunuh kuman dan bakteri.

    2. Minyak Serai

    Minyak serai merupakan bahan dapur lainnya yang bisa kamu gunakan untuk membersihkan lantai. Selain membantu membunuh kuman, serai juga punya aroma segar yang dijamin mencegah bau tak sedap dari rumah Anda. Sebagai nilai tambah, serai juga punya manfaat mengusir serangga, lho.

    3. Cuka Putih

    White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner.White vinegar in a glass bottle. White background. Organic cleaner. Foto: Thinkstock

    Cuka putih bukan hanya untuk memasak, tetapi juga merupakan pahlawan pemusnah bakteri untuk lantai keras, seperti ubin dan laminat. Dengan tingkat keasaman pH dua hingga tiga, cuka putih bisa menghilangkan kotoran tanpa merusak lapisan lantai. Penggunaan cuka putih cocok untuk lantai tile, vinyl, linoleum, dan laminat. Kamu cukup mencampurkan ½ cangkir cuka per 3 liter air. Kelebihannya, kamu tidak perlu membilas lantai setelah dipel.

    4. Boraks

    Jika kamu menghadapi noda dan kotoran yang sulit, boraks adalah solusi pembersih yang kuat. Mirip dengan baking soda, Boraks memiliki sifat sedikit abrasif dan mampu menghilangkan noda serta bau tak sedap. Penggunaan boraks cocok untuk lantai ubin, beton, batu yang tersegel, vinyl, dan linoleum. Campurkan ⅛ cangkir boraks per 3 liter air. Setelah dipel, pastikan lantai dibilas dengan air biasa untuk menghindari residu.

    5. Minyak Lavender

    Sejak lama, lavender dikenal memiliki khasiat untuk kesehatan. Minyak lavender mengandung khasiat sebagai antibiotik, antiseptik, antivirus, dan antibakteri. Karena itulah, minyak lavender juga bisa digunakan untuk membersihkan lantai. Kamu cukup mencampurkan air dan cuka, lalu menambahkan sedikit minyak lavender untuk membersihkan lantai.

    Campur saja lima sampai enam tetes minyak lavender dengan 1 ember air hangat dan secangkir cuka putih. Lantai rumah pun akan jadi bersih dan harum.

    Hal yang Perlu Diingat

    Meskipun bahan-bahan tersebut aman digunakan secara terpisah, penting untuk memperhatikan keamanan saat mencampurkannya dengan cairan pembersih lantai.

    Beberapa kombinasi tertentu bisa menghasilkan senyawa beracun sehingga pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan dan hindari mencampur bahan-bahan yang tidak cocok.

    Itulah beberapa bahan dapur yang bisa digunakan untuk bersihkan lantai. Semoga bermanfaat!

    Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

    Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Awet! 5 Tanaman Ini Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Merawat tanaman dari benih hingga tubuh subur tentunya memiliki rasa bangga tersendiri. Apalagi, kalau tanaman tersebut bisa hidup lama.

    Saat kamu merawat tanaman dengan baik, bukan tidak mungkin tanaman tersebut bisa hidup lama bahkan hingga puluhan tahun. Nah, beberapa tanaman di rumah ini bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Dilansir dari Martha Stewart, Selasa (10/9/2024), berikut ini informasinya.


    Rubber Plant

    Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space.Peperomia raindrop plant stand on concrete wall background. Home gardening. Banner with copy space. Foto: Getty Images/iStockphoto/Anna Ostanina

    Tanaman ini memiliki daun lebar, mengilap, dan berwarna hijau tua. Di alam liar, tanaman ini bisa tumbuh hingga 100 kaki. Jika dirawat di dalam ruangan, tanaman ini bisa hidup sampai 25 tahun lamanya. Namun perlu diingat, getah dari tanaman ini beracun bagi hewan peliharaan.

    Monstera

    Tanaman Hias Monstera DeliciosaTanaman Hias Monstera Deliciosa Foto: Dokumentasi Pribadi HaiBunda

    Tanaman monstera atau janda bolong juga bisa hidup untuk waktu yang lama. Perawatannya yang mudah juga menjadi salah satu hal yang membuat banyak orang merawatnya di rumah. Tanaman ini bisa hidup hingga 50 tahun lamanya jika dirawat dengan benar.

    Lidah Mertua

    Ilustrasi tanaman lidah mertuaIlustrasi tanaman lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

    Snake Plant atau lidah mertua menjadi tanaman selanjutnya yang tahan lama. Dengan perawatan yang baik dan benar, tanaman ini bisa hidup hingga puluhan tahun.

    Spider Plant

    cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

    Tanaman ini juga banyak disukai orang karena perawatannya yang mudah. Meski perawatannya mudah, tanaman ini bisa hidup hingga 20 tahun lamanya.

    “Spider Plant sangat mudah beradaptasi dan dapat hidup hingga 20 tahun sebagai tanaman hias,” kata Ahli Horikultural di Colorado State University, Linda Langelo, dikutip dari Martha Stewart.

    Philodendron

    house plant heart leaf Philodendron vine in white pothouse plant heart leaf Philodendron vine in white pot Foto: Getty Images/iStockphoto/Premyuda Yospim

    Philodendron merupakan keluarga tanaman yang sangat beragam dengan banyak varietas. Tanaman ini bisa hidup hingga 25 tahun atau lebih. Bahkan, philodendron bisa bertahan di musim kemarau. Namun, kalau daunnya sudah mulai menguning hal itu menandakan tanaman itu butuh air.

    Itulah beberapa tanaman yang bisa hidup hingga puluhan tahun. Semoga bermanfaat!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Masalah Dinding yang Sering Jadi Mimpi Buruk Pemilik Rumah


    Jakarta

    Dinding rumah sama halnya seperti tubuh manusia yang butuh perawatan, begitu juga dengan rumah yang kita tempati. Bila tidak dirawat dengan baik, permasalahan-permasalahan kecil yang tidak segera diatasi bisa berubah jadi masalah serius yang bukan cuma menguras kantong tapi juga bisa mengancam keselamatan.

    Maklum saja, yang namanya bangunan rumah yang sudah lama dihuni, tentu akan mengalami penurunan kondisi fisik dari mulai yang sepele seperti keretakan kecil hingga bisa menjadi parah seperti dinding retak parah hingga mempengaruhi kualitas struktur bangunan.

    Dinding Retak

    Dinding retak jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan mempengaruhi struktur pada bangunan, hal ini tentu membuat pemilik rumah jengkel dan pusing.


    Dalam ulasan yang pernah tayang di Realtor.com, Kamis (18/08/2022), menyebutkan bahwa retakan pada dinding memiliki beberapa kemungkinan penyebab, yaitu penurunan rumah (yang berasal dari fondasi atau mungkin akibat pergerakan tanah).

    Cat Dinding Mengelupas (Flaking)

    Mengapa cat dinding bisa mengelupas? Hal itu bisa disebabkan karena paparan cuaca yang ekstrem dan pengecatan yang tidak maksimal atau kualitas cat yang dipakai tidak cukup baik. Tooldigest.com, dalam ulasannya pada Selasa (20/04/2021), disebutkan kalau kamu baru saja mengecat dinding dan catnya sudah mulai mengelupas, kemungkinan besar masalahnya ada pada proses pengecatan.

    Dalam kasus yang jarang terjadi, hal ini mungkin disebabkan oleh desain ruangan. Cat dinding yang mengelupas tentu membuat tampilan rumah tidak sedap di pandang dan pasti membuat pusing pemiliknya serta menjengkelkan.

    Dinding Berjamur dan Berlumut

    Dinding yang lembab merupakan penyebab munculnya jamur pada dinding. Jamur yang tumbuh akan membuat dinding terlihat kotor, jelek dan tidak sedap di pkamung.

    Selain itu juga dinding berjamur juga dapat menyebabkan masalah kesehatan terutama bagi penderita asma dan alergi,untuk menghindari rumah berlumut dan berjamur kamu dapat menghilangkannya sendiri atau menyewa tenaga profesional.

    Dalam ulasan yang diunggah pada bobvila.com Rabu (30/8/2023) silam, jamur adalah penyusup yang dapat merusak dan berdampak negatif bagi penghuninya. Beragam masalah kesehatan bisa dialami para penghuni dengan dinding rumah yang berjamur.

    Jadi, mulai sekarang jangan lagi sepelekan masalah pada dinding rumah kamu ya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Ngecat Dinding Luar Rumah Saat Musim Kemarau? Perhatikan Hal Ini Dulu


    Jakarta

    Mengecat dinding luar rumah atau bagian eksterior dianggap cocok dilakukan saat musim kemarau. Hal itu karena saat musim kemarau cuaca panas sehingga cat bisa cepat kering.

    Namun, cat dinding yang cepat kering belum tentu baik. Sebab, bisa saja yang kering hanya lapisan luarnya saja sementara bagian dalamnya masih basah. Jika hal itu terjadi, cat dinding jadi bisa lebih mudah mengelupas.

    Oleh karena itu, sebelum kamu mengecat dinding bagian luar ada beberapa yang harus diperhatikan. Dilansir dari Real Simple, Selasa (10/9/2024), berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan saat kamu ingin mengecat dinding bagian luar rumah pada musim kemarau.


    Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mengecat Rumah pada Musim Kemarau

    Kelembapan dan Suhu Tinggi

    Saat tingkat kelembapan tinggi, udara sekitar menjadi jenuh yang menyebabkan cat tidak mengering dengan baik. Saat suhu tinggi, cat dapat mengering terlalu cepat sehingga tidak rata dengan baik. Hal ini bisa memperlihatkan banyaknya sapuan kuas cat dan sulit diaplikasikan.

    Suhu tinggi juga bisa menyebabkan cat mengering dengan tidak baik. Nantinya, cat hanya akan mengering di bagian permukaan saja, tetapi di bagian bawahnya masih basah. Jika hal ini terjadi, maka cat tidak akan meresap ke permukaan dan menyebabkannya cepat berkerut dan mengelupas.

    Debu hingga Serbuk Sari Beterbangan

    Alasan lain mengecat di musim kemarau bukan hal yang bagus adalah adanya debu maupun serbuk sari yang beterbangan. Hal-hal itu bisa saja menempel di permukaan dinding sehingga menyulitkan untuk mendapatkan permukaan yang bersih untuk dicat.

    Waktu yang Cocok untuk Mengecat Dinding Bagian Luar Rumah

    Saat ingin mengecat dinding bagian luar rumah, sebaiknya pertimbangkan tingkat kelembaban dan suhu terlebih dahulu.

    “Suhu permukaan yang akan dicat, suhu sekitar, serta suhu lapisan semuanya dapat mempengaruhi warna dan kinerja keseluruhan,” kata pemilik generasi ke-3 Dages Paint, Anne Dages, dilansir Real Simple.

    Menurut Dages waktu yang pas untuk mengecat dinding bagian luar rumah adalah ketika suhu 10-32 derajat Celcius dan tidak ada perkiraan hujan dalam jangka waktu 24 jam.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Rumah yang Tertutup Bisa Cegah Api Menyebar, Mitos atau Fakta?



    Jakarta

    Kebakaran adalah salah satu musibah yang harus diwaspadai karena api bisa muncul di rumah kapan saja. Api yang muncul bisa menyebar dengan cepat, bahkan pada beberapa kejadian penghuninya baru mengetahui setelah api membesar. Ternyata dengan menutup pintu kamar dan ruangan lain pada malam hari, saat terjadi kebakaran dapat mencegah api menyebar. Lho, bagaimana bisa?

    Mengutip dari Parade, Rabu (4/9/2024), menurut The Fire Safety Research Institute (FSRI) mengatakan menutup pintu pada malam hari dapat menyelamatkan nyawa penghuni rumah jika terjadi kebakaran.

    FSRI telah melakukan penelitian ekstensif untuk menganalisis pengaruh pintu dan jendela terhadap penyebaran api sejak tahun 2008. Salah satu alat yang mereka gunakan adalah kamera thermal imaging. Kamera ini bisa menandai suhu ruangan saat terjadi kebakaran.


    Ternyata kamar dengan pintu tertutup memiliki suhu sekitar 100 derajat. Namun jika pintunya terbuka, suhu ruangan melonjak hingga 1000 derajat. Hal ini menunjukkan bahwa penghuni rumah yang berada di dalam ruangan dengan pintu tertutup saat terjadi kebakaran memiliki peluang untuk selamat jika terjadi kebakaran. Salah satu caranya dengan melarikan diri melalui jendela atau memadamkan api tanpa membuat api menyebar.

    Terpisah, melansir dari Family Handyman, penyebab api cepat menyebar saat terjadi kebakaran bukan hanya karena barang-barang pada ruangan tersebut mudah terbakar, melainkan karena adanya oksigen.

    Dengan menutup pintu pada malam hari atau pada saat tidak digunakan, dapat mencegah oksigen menyebar ke seluruh rumah. Pintu yang tertutup juga mempertahankan jumlah oksigen dalam ruangan. Saat pintu kamar terbuka, oksigen akan menyebar dan menyebabkan tingkat oksigen dalam ruangan menipis.

    Terakhir, pintu yang tertutup saat terjadi kebakaran dapat mencegah penyebaran asap. Banyak korban kebakaran tidak terselamatkan bukan karena luka bakar, melainkan sesak napas akibat asap yang ditimbulkan dari api yang membesar.

    Perlu diingat, dengan menutup pintu bukan berarti 100% api tidak akan menyebar. Pintu yang tertutup hanya akan menghambat beberapa waktu. Maka dari itu, kamu harus tetap waspada dan menyiapkan pemadam kebakaran atau APAR di dekat tempat tidur.

    Sebelum tidur pasti semua alat elektronik tidak ada yang tersambung ke stop kontak, cek gas di rumah apakah aman atau tidak, dan jauhkan benda terbakar dari sumber panas atau api.

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai


    Jakarta

    Banyak masyarakat yang kini membangun rumah minimalis dua lantai. Rumah ini sangat cocok untuk orang yang sudah berkeluarga. Selain itu, rumah minimalis juga sedang tren karena terlihat sederhana, tetapi tetap nyaman dan homey untuk ditinggali.

    Rumah minimalis dua lantai juga cocok untuk detikers yang ingin membangun hunian tapi punya budget terbatas. Lantas, berapa sih biaya yang dibutuhkan untuk membangun rumah minimalis dua lantai? Simak estimasi biayanya dalam artikel ini.

    Estimasi Biaya Bangun Rumah Minimalis 2 Lantai

    Mengutip situs Lamudi, estimasi biaya membangun rumah minimalis 2 lantai bisa berbeda-beda, tergantung dari spesifikasi material yang digunakan. Semakin bagus dan kokoh materialnya, maka semakin besar dana yang harus dikeluarkan.


    Berikut estimasi biaya bangun rumah minimalis dua lantai yang digolongkan sesuai spesifikasi material dari sederhana hingga bagus:

    1. Material Sederhana (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

    Untuk membangun rumah dengan material sederhana, estimasi biayanya sekitar Rp 180 juta hingga Rp 200 jutaan. Bahan konstruksi yang digunakan meliputi:

    • Batu kali.
    • Bata merah.
    • Eternit.
    • Genteng tanah liat.
    • Keramik 30×30.
    • Perlengkapan dengan kualitas sederhana.

    2. Material Standar (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

    Jika kamu punya dana lebih, disarankan untuk membangun hunian dengan material standar yang umum digunakan masyarakat. Estimasi biayanya sekitar Rp 210 juta hingga Rp 250 jutaan.

    Material standar yang digunakan untuk membangun rumah minimalis 2 lantai yaitu:

    • Bata dengan kualitas lebih baik.
    • Rangka hollow dengan gypsum.
    • Genteng tanah liat kualitas nomor satu.
    • Keramik dengan ukuran lebih besar.
    • Perlengkapan dengan kualitas kelas dua.

    3. Material Bagus (Rumah 2 Lantai Tipe 36)

    Membangun hunian dengan menggunakan spesifikasi material bagus memberikan jaminan rumah yang kokoh dan awet. Kisaran biayanya antara Rp 260 juta hingga Rp 300 jutaan. Sedangkan untuk material yang digunakan meliputi:

    • Campuran semen dan pasir yang lebih kental.
    • Keramik dengan ukuran lebih besar.
    • Genteng berkualitas premium.
    • Tambahan lis serta detail interior.

    Sebagai pengingat, estimasi biaya di atas bisa berubah tergantung dari harga material yang dijual di pasaran.

    Keuntungan Membangun Rumah 2 Lantai

    Meski biaya yang dibutuhkan tak sedikit, tetapi ada sejumlah keuntungan jika membangun rumah dua lantai. Mengutip situs Pillar Homes, berikut sejumlah keuntungannya:

    1. Ruangan Lebih Luas

    Membangun rumah dua lantai dapat memberikan ruang ekstra sehingga lebih luas. Hal ini bisa kamu manfaatkan untuk membuat ruangan khusus seperti gudang atau area untuk menjemur pakaian.

    2. Bisa Buat Lebih Banyak Kamar Tidur

    Jika detikers sudah berkeluarga, membangun rumah dua lantai adalah pilihan yang tepat. Sebab, kamu bisa membangun kamar tidur lebih banyak untuk si kecil beristirahat.

    Misalnya, kamar tidur utama untuk kamu dan pasangan ada di lantai bawah. Sedangkan kamar anak atau kamar tamu berada di lantai dua. Namun jika luas bangunan rumah lebih besar, kamu bisa membangun dua kamar tidur di lantai satu dan dua.

    3. Membangun Teras untuk Bersantai

    Meski mengusung konsep rumah minimalis, tapi tak ada salahnya jika membangun teras kecil di lantai dua rumah. Teras bisa dimanfaatkan untuk bersantai di sore hari bersama si kecil dan pasangan. Agar lebih asri, tambahkan juga beberapa tanaman hijau di teras.

    4. Rumah Tidak Terlihat Sumpek

    Masalah utama ketika memiliki rumah hanya satu lantai adalah meletakkan barang-barang dan alat rumah tangga lainnya. Apabila kamu memiliki banyak barang, sudah pasti rumah akan terasa sumpek karena dipadati barang.

    Lain halnya jika kamu memiliki rumah dua lantai. Barang bisa disusun lebih rapi karena tidak menumpuk di satu lantai atau ruangan saja. Alhasil rumah kamu jadi lebih nyaman untuk ditinggali.

    Demikian penjelasan mengenai estimasi biaya membangun rumah minimalis dua lantai. Semoga dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com