Author: Gak Ganti Gambar

  • 3 Kesalahan yang Bisa Bikin Nggak Betah di Rumah


    Jakarta

    Rumah seharusnya bisa menjadi tempat istirahat untuk melepas penat setelah seharian di luar. Walau demikian, terkadang rumah juga bisa menjadi tempat yang kurang nyaman. Kok bisa?

    Hal itu bisa saja terjadi karena kesalahan pilihan desain atau penempatan barang. Maka dari itu, mendesain atau meletakkan barang di rumah tidak bisa sembarangan.

    Dilansir dari Real Simple, Kamis (12/9/2024), berikut ini kesalahan desain yang bisa membuat rumah terasa tidak nyaman.


    Pemilihan Lampu yang Salah

    Salah satu alasan kenapa rumah tidak nyaman adalah kesalahan pemilihan lampu. Umumnya kesalahan yang sering terjadi karena lampu yang dipilih terlalu terang atau terlalu redup serta pilihan warnanya juga harus pas di setiap ruangan untuk menciptakan kesan yang diinginkan. Misalnya, warna lampu yang hangat bisa membuat kamu lebih tenang dan relax.

    Pilihan Warna Cat yang Buruk

    Pilihan warna cat yang buruk bisa menjadi faktor yang membuat rumah tidak nyaman. Maka dari itu, perlu dicoba terlebih dahulu sebelum mengecat seluruh ruangan.

    “Meskipun warna tersebut tampak bagus di unggahan Instagram orang lain, kamu mungkin tidak menyukai warna tersebut di rumah sendiri. Uji beberapa warna di ruangan yang ingin Anda cat dan pikirkan warna tersebut selama beberapa hari sebelum memilih warna yang kamu inginkan,” kata desainer senior di South Park Interiors, Taylor Farrell, dikutip dari Real Simple.

    Farrell juga mencatat bahwa warna terlihat berbeda pada berbagai waktu dalam sehari, jadi penting untuk melihat contoh cat di pagi hari, sekitar tengah hari, dan malam hari sebelum memutuskan.

    Perabotan yang Tidak Nyaman

    Terkadang untuk mendapatkan tampilan rumah yang unik, seseorang bisa saja membeli perabotan yang tidak dibutuhkan atau yang terkesan berlebihan. Pastikan kamu memilih perabotan yang lebih nyaman digunakan dibandingkan hanya sekadar enak dipandang.

    Itulah beberapa kesalahan yang bisa bikin penghuni nggak betah di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Cara gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan lewat dengan di link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ternyata Begini Lho Membuat Dapur yang Ideal


    Jakarta

    Menciptakan dapur yang ideal, nyaman dan fungsional memerlukan perhatian pada berbagai elemen, dari ukuran ruangan hingga material yang digunakan.

    Kamu dapat menentukan ukuran dapur sendiri, tentu dengan ukuran yang ideal, ukuran meja berdasarkan tinggi badan, jenis lantai apa yang cocok,serta material terbaik untuk dapur. Bukan hanya sekedar tempat memasak, dapur juga merupakan pusat aktivitas dirumah.

    Menetapkan Prioritas

    Ukuran dapur sangat bergantung pada beberapa faktor seperti, berapa luas ruangan di rumah untuk dapur.


    Diperlukan banyak ruang untuk dapur, karena dapur bukan hanya untuk tempat memasak, atau juga menyimpan peralatan, bisa jadi tempat makan atau bahkan yang hobi memasak menjadikan dapur untuk tempat hiburan dan melampiaskan bakatnya.

    Standar Ukuran Dapur yang Ideal

    Agar bisa mendapatkan dapur yang fungsional, kamu harus mengikuti beberapa standar ukuran yang ideal.

    Bagi kamu yang memiliki rumah dengan ruang terbatas, ukuran dapur kecil yang ideal adalah sekitar 2,5 x 3m, dengan ukuran ini kamu bisa mendapatkan dapur yang cukup untuk menampung lemari es, kompor dan wastafel.

    Jika memiliki ruang yang lebih besar atau berukuran sedang sekitar 3 x 3 m, kamu bisa menambahkan kabinet yang lebih banyak untuk penyimpanan ekstra.

    Aturan Segitiga Kerja (Work Triangle)

    Dalam menentukan ukuran dapur yang ideal, kamu juga perlu memperhatikan aturan segitiga kerja.

    Ini adalah konsep desain yang mengatur 3 area utama dapur yaitu, kompor, wastafel dan lemari es.

    Dalam ulasan Detikcom, Rabu (14/2/2024) diungkap jika pada saat membuat desain dapur impian, benda utama yang harus ada di sana adalah kompor.

    Menyusun Tata Letak Dapur

    Setelah menentukan ukuran dapur, tata letak juga penting untuk diperhatikan. Seperti, dapur linear (satu baris) cocok untuk dapur kecil dengan lebar minimal 1,5 meter.

    Selain itu terdapat pula jenis dapur L-shape, jenis dapur ini sesuai dengan ruangan yang lebih luas agar memungkinkan penggunaan sudut secara optimal.

    Bisa juga kamu memakai jenis U-shape yang di rekomendasikan untuk dapur dengan ruang besar, agar memberikan banyak ruang kerja dan penyimpanan yang efisien.

    Memaksimalkan Ukuran Dapur

    Untuk memaksimalkan ukuran dapur ada beberapa tips agar dapur terasa lebih luas dan efisien, salah satunya adalah kabinet gantung.
    Pertanyaannya, apa itu kabinet gantung?

    Mengutip ruparupa.com, kabinet gantung adalah lemari atau rak penyimpanan yang berfungsi untuk meletakkan perlengkapan dapur yang berukuran kecil seperti, bumbu dapur, piring, mangkuk serta benda kecil lainnya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Pernah Lihat ‘Lalat’ di Urinoir Toilet Pria? Ternyata Bikin Toilet Bersih!


    Jakarta

    Apabila kamu ke mal atau tempat umum, pasti kamu pernah melihat jika toilet laki-laki bentuk WC khusus yakni menempel di dinding. Nama perangkat sanitasi adalah urinoir atau urinal. Ada satu hal unik dari urinoir yang mungkin jarang diketahui perempuan yakni di dinding dekat lubang urinoir terdapat gambar lalat yang ukurannya sama dengan lalat sungguhan.

    Gambar lalat ini jika dilihat terlihat seperti noda hitam di dinding urinoir. Ternyata gambar kecil tersebut memainkan peran besar terhadap kebersihan toilet laki-laki lho. Sebenarnya apa arti keberadaan lalat di sana?

    Dikutip dari NPR, Kamis (12/9/2024), tanda ini awal mulanya muncul di Belanda sebagai sebuah solusi agar urin tidak menyiprat ke luar dinding urinoir. Sebab, urin yang menyiprat ke area lain tentu akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan membersihkannya akan lebih sulit karena harus seluruh kamar mandi dibersihkan.


    Dengan adanya gambar lalat pada dinding dekat lubang urinoir menjadi penanda ke arah mana mereka harus membuang urin. Semulanya ini hanya eksperimen di Belanda, tetapi ternyata cara ini benar-benar efektif.

    Secara kasat mata, gambar lalat itu terlihat sungguhan dan letaknya berada di atas saluran urinoir yang menyimpang ke kiri. Kamu yang biasa tinggal di tempat yang bersih, pasti ingin mengusir lalat yang menempel di dinding urinoir. Pria memiliki naluri jika membidik lalat tersebut ‘serangga’ itu akan hanyut.

    Memang cara ini terdengar konyol karena memainkan suatu gambar yang terlihat nyata untuk mengalihkan fokus seseorang. Namun, ternyata cara ini sukses meminimalisir cipratan urin dan bau di toilet. Menurut NPR, tingkat tumpahan urin ke area lain di luar urinoir berkurang 80%.

    Alasan Pemilihan Lalat Sebagai Objek di urinoir

    Pemilihan lalat adalah salah satu hal yang menarik dan memunculkan gambaran di benak kita pertama kali secara sadar atau tidak bahwa lalat adalah sesuatu yang tidak sehat. Biasanya saat seseorang melihat sesuatu yang tidak disukai, mereka akan mulai berbenah atau menyingkirkannya.

    Sejarah Gambar Lalat di urinoir

    Gambar lalat ini pertama kali diletakkan di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda oleh Aad Keiboom bersama dengan rekannya. Metode ini ternyata dapat menekan biaya untuk pemeliharaan toilet.

    Namun, inspirasi penempelan lalat di urinoir ini sudah digunakan 1960an bermula oleh petugas pemeliharaan Belanda yang pernah bertugas di tentara Belanda bernama Jos Van Bedoff. Dia menyadari terdapat titik-titik merah kecil di urinoir barak dan dia merasa kamar mandi tersebut lebih bersih dan orang-orang membuang urin mengarah ke titik tersebut..

    Dari temuannya itu, dia mengusulkan kepada direksi bandara untuk membuat titik ini diubah menjadi lalat, alasan ini untuk memanipulasi visual yang sebenarnya tidak nyata, bisa dimaknai dalam benak manusia seakan nyata. Lokasinya yang berada di dinding urinoir, tentu tidak mungkin diusir dengan tangan sehingga gambar tersebut bisa menjadi titik fokus.

    Perancang urinoir mengakui bahwa cara ini lebih efektif daripada mencari bentuk toilet yang lebih tinggi di sisi-sisinya atau membuat berbagai bentuk cekungan agar urin tidak terciprat kemana-mana.

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Pilih, Ini Material yang Cocok untuk Lantai Dapur


    Jakarta

    Ketika kamu ingin memilih desain pada dapur, salah satu elemen yang sering terabaikan adalah lantai. Kamu juga harus memperhatikan ukuran lantai dan luas ruangan dapur. Lantai dapur tidak hanya harus estetik tetapi juga harus tahan lama dan praktis mengingat intensitas aktivitas yang tinggi dan risiko tumpahan.

    Keramik dan Porselen: Pilihan Klasik untuk Dapur

    Keramik dan porselen adalah pilihan lantai dapur yang sangat populer karena daya tahannya dan kemudahan perawatannya. Keduanya tahan air dan sangat mudah dibersihkan, membuatnya ideal untuk area dengan potensi tumpahan tinggi. Kelebihan dari keramik dan porselen adalah, tahan lama, mudah dibersihkan, dan tersedia dalam berbagai desain dan warna. Tentu ada juga kekurangan nya,seperti, bisa terasa dingin dan keras di bawah kaki, serta licin untuk kamu.

    Vinyl dengan Fleksibilitas dan Kenyamanannya

    Lantai vinyl adalah pilihan yang semakin populer untuk dapur karena menawarkan kombinasi antara daya tahan dan kenyamanan. Vinyl tahan air dan tersedia dalam berbagai desain yang dapat meniru bahan lain seperti kayu atau batu. Disamping kelebihannya yang tahan air dan nyaman dibawah kaki serta mudah bila dibersihkan, vinyl juga ada kekurangannya, salah satunya dapat memudar seiring waktu dan mungkin tidak sekuat beberapa bahan lain.


    Laminate (Laminasi) dengan Harga yang Ekonomis dan Beragam

    Lantai laminate adalah pilihan yang ekonomis dan mudah dipasang. Dengan berbagai desain yang kamu bisa pilih, ada yang menyerupai kayu atau batu, laminate menawarkan tampilan estetis dengan harga yang lebih terjangkau.

    Lantai laminate adalah pilihan yang ekonomis dan mudah dipasang. Beberapa bahan laminasi biasanya terbuat dari lapisan material seperti, lapisan pelindung (wear layer), lapisan dekoratif, lapisan inti (core layer), dan lapisan penyeimbang (backing layer).

    Laminasi menawarkan tampilan yang mirip dengan kayu asli dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan lantai dari bahan alami seperti kayu keras, marmer, atau ubin keramik. Meskipun tidak tahan air, laminasi mudah dibersihkan dan cukup tahan lama.

    Batu Alam yang Penuh Kekuatan dan Kemewahan

    Batu alam seperti granit dan marmer memberikan tampilan mewah dan tahan lama. Batu alam sangat tahan terhadap kelembapan dan kerusakan, menjadikannya pilihan yang solid untuk dapur.

    Namun disamping tampilannya yang elegan dan mewah, kamu juga harus memperhatikan kekurangannya seperti, biayanya tinggi, memerlukan perawatan khusus, dan bisa licin jika basah. Adapun kelebihan dari batu alam yaitu, tahan terhadap kelembapan, sangat tahan lama, dan memiliki tampilan yang mewah.

    Melansir dari architecturaldigest.com. Pada, Senin (2/8/2024). Lantai harus nyaman untuk dipijak, mudah dibersihkan, tahan noda, dan cocok untuk area dengan lalu lintas tinggi.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Masalah yang Akan Terjadi Jika Buang Tisu ke Lubang WC


    Jakarta

    Tisu biasa disediakan di kamar mandi, terutama pada kamar mandi umum. Fungsinya bisa untuk membersihkan WC yang mungkin basah setelah dipakai orang lain atau untuk keperluan lainnya. Kamu pasti sering melihat keterangan larangan membuang tisu dan sampah lainnya ke dalam lubang WC, kira-kira alasannya kenapa ya?

    Jika melihat aturan di luar negeri, tisu adalah benda yang tidak dilarang untuk dibuang ke dalam lubang WC, tetapi di Indonesia aturannya berbeda. Hal ini dikarenakan bahan yang dipakai WC di luar negeri didesain khusus agar mudah terurai saat terkena air dan ramah lingkungan.

    Sementara itu, tisu di Indonesia memiliki susunan serat yang rapat dan tidak mudah terurai kecuali diberi tekanan yang kuat. Maka, jika kamu membuang tisu ke dalam lubang WC, dapat membuat saluran air mampet. Bayangkan, jika sehari kamar mandi tersebut digunakan 10 kali dan tisu dibuang ke dalam lubang WC setiap kali orang selesai dari kamar mandi. Tisu yang basah tersebut akan terkumpul di satu tempat dan menyumbat jalannya air. Seiring waktu kamu akan kesulitan untuk menyiram kotoran di WC karena aliran air tidak akan mengalir.


    Selain menyebabkan saluran mampet, dikutip dari Scott English Plumbing, Kamis (12/9/2024), berikut beberapa alasan tisu tidak dibuang ke lubang WC.

    1. Kerusakan Sistem Saluran Pembuangan

    Pipa saluran air di rumah, seperti yang dipakai pada WC akan terhubung ke saluran pembuangan akhir yang menghubungkan dengan septic tank. Tisu bisa saja sampai ke area saluran pembuangan. Biasanya tisu ini ukurannya cukup untuk terbawa arus.

    Ternyata tisu yang terbawa sampai ke saluran pembuangan atau parahnya hingga ke sistem septic tank sama-sama dapat menimbulkan kerusakan. Bahkan kerusakannya bisa menyebabkan saluran area lain tersumbat.

    2. Tidak Gampang Terurai

    Seperti yang disebutkan sebelumnya di Indonesia masih memakai jenis tisu yang memiliki serat rapat dan tidak mudah hancur. Banyak pakar perpipaan membuktikan fakta bahwa tisu basah ditemukan dalam keadaan utuh di dalam pipa pembuangan setelah disiram bahkan berbulan-bulan. Karena tidak langsung hancur, tisu ini semakin lama akan membuat penumbukan yang besar dan mengakibatkan tersumbatnya saluran pembuangan.

    3. Mempersingkat Umur Pipa

    Pipa yang penuh dengan sampah tidak terurai dapat mengakibatkan potensi kerusakan pada pipa. Semakin banyak kerusakan terjadi, maka kinerjanya semakin menurun. Mau tidak mau harus diganti.

    Kemudian, apabila sampah tisu ini terbawa sampai ke pembuangan akhir, banyak sistem saluran pembuangan lama dibangun dari tanah liat, beton, pipa besi. Material ini rentan terhadap pertumbuhan akar pohon. Sampah padat seperti tisu basa bisa menyangkut di akar-akar tersebut.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Cara gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan lewat dengan di link ini (Tanya Properti)

    (aqi/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Tanda Rumah Harus Segera Direnovasi


    Jakarta

    Rumah adalah tempat tinggal yang harus dibuat nyaman dan aman. Renovasi adalah salah satu cara untuk mengupgrade rumah menjadi lebih besar dan lebih nyaman.

    Selain itu, renovasi juga harus dilakukan bila kita menemukan tanda-tanda kerusakan pada rumah kita. Nah, kapan waktu itu datang?

    Pemilik rumah harus tahu waktu dan tanda-tanda rumah harus segera direnovasi bila tak mau ada kerusakan yang lebih besar.


    Melansir dari laman Architecture Beast, berikut adalah 6 tanda rumah kamu perlu renovasi.

    1. Atap atau Genteng Bocor

    Atap atau genteng yang bocor adalah salah satu tanda besar rumah kamu perlu renovasi. Biasanya, kebocorannya ditandai dengan bintik-bintik air di langit-langit. Umumnya genteng memang harus diganti setiap 30 tahun sekali, tapi jika sudah banyak genteng kamu yang bocor kamu perlu segera memperbaikinya. Dalam beberapa kasus, atap yang bocor bisa menjadi pertanda adanya masalah yang lebih serius, sehingga perlu untuk segera dilakukan renovasi pada atap.

    2. Perlu Ruang Tambahan

    Ruang tambahan diperlukan saat kamu memiliki keluarga yang sedang berkembang. Ketika anak sudah remaja, mereka akan memerlukan kamar sendiri sehingga rumah kamu memerlukan renovasi untuk ruang tambahan. Renovasi untuk menambah ruangan pada rumah juga bisa mengubah tata letak rumah kamu, jadi hal ini bisa menjadi solusi juga untuk kamu yang butuh suasana dan tampilan rumah yang baru.

    3. Perbaikan Kecil yang Terus Berulang

    Perbaikan-perbaikan kecil di rumah adalah hal yang tidak bisa dihindari. Namun, jika kamu terus-menerus memperbaiki masalah yang sama setiap saat, ini bisa menjadi tanda bahwa rumah kamu memerlukan renovasi. Selain itu, melakukan renovasi juga bisa membantu kamu menghindari biaya berulang dan menjaga rumah kamu tetap berfungsi dengan efisien.

    4. Lantai Sudah Dalam Kondisi Buruk

    Hal lain yang menandakan bahwa kamu memerlukan renovasi adalah ketika lantai menjadi bobrok. Dibandingkan dengan bagian rumah lainnya, lantai biasanya lebih tahan lama. Namun seiring berjalannya waktu, lantai juga bisa rusak dan perlu untuk diganti. Selain dari sisi fungsional, merenovasi lantai juga bisa menambah nilai estetika pada rumah.

    5. Pipa Bocor

    Ketika pipa mulai bocor, itulah saatnya kamu untuk memanggil tukang ledeng dan melakukan renovasi. Sayangnya, banyak pemilik rumah yang menunda perbaikan pipa hingga masalahnya semakin parah. Meskipun hal ini mungkin tampak tidak penting pada saat itu, pipa yang rusak dapat merusak dan membahayakan fondasi rumah kamu.

    6. Banyaknya Rayap dan Hama

    Salah satu tanda yang tidak dapat disangkal bahwa rumah perlu renovasi adalah ketika kamu sering menemukan bukti adanya serangan rayap, terutama bagi kamu yang banyak menggunakan kayu sebagai furnitur rumah. Rayap dapat menyebabkan kerusakan besar pada rumah, sehingga memerlukan biaya perbaikan yang mahal. Oleh karena itu kamu harus membasmi serangan rayap terlebih dahulu sebelum memulai renovasi rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Segini Ukuran Kamar Anak yang Ideal di Rumah


    Jakarta

    Sebagai orang tua, merancang kamar anak yang nyaman dan fungsional adalah prioritas. Salah satu elemen penting dalam desain kamar anak adalah menentukan ukuran kamar anak yang ideal.

    Ruang yang memadai tidak hanya mendukung kenyamanan, tetapi juga membantu tumbuh kembang anak dengan optimal. Berikut ini informasi untuk membuat kamar anak yang ideal di rumah.

    Ukuran Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda dalam hal ruang, seperti balita usia 0-5 tahun ukuran kamar yang ideal adalah 9-10 meter persegi. Untuk balita kamar tidur tidak memerlukan banyak ruang, karena kebutuhan utama mereka area tidur dan sedikit ruang bermain. Jika kamu memiliki anak usia sekolah (6-12) tahun, maka kamu harus menyediakan ruang sekitar 10-12 meter persegi.


    Anak usia sekolah membutuhkan ruang untuk belajar, bermain, dan menyimpan barang-barang pribadi. Kamu juga bisa menambahkan meja belajar dan rak buku agar anak bisa beraktivitas dengan nyaman.

    Ada pula kamar untuk usia remaja sekitar 13 tahun ke atas, ukuran kamar yang cocok untuk anak usia remaja berkisar di 12-15 meter persegi, remaja membutuhkan lebih banyak ruang untuk privasi, penyimpanan, dan area belajar yang lebih besar. Kamar mereka juga bisa kamu lengkapi dengan tempat duduk tambahan atau meja kerja yang luas.

    Tips Memaksimalkan Ruang di Kamar Anak

    Untuk ruang yang terbatas, ada beberapa cara agar kamar anak tetap fungsional dan nyaman. Kamu bisa menggunakan tempat tidur dengan laci penyimpanan atau meja belajar yang bisa dilipat.

    Pemanfaatan dinding juga harus kamu perhatikan, dengan memasang rak dinding untuk menyimpan mainan, buku, atau barang-barang lain agar menghemat ruang. Zonasi ruangan untuk membagi kamar menjadi beberapa zona seperti area tidur, belajar, dan bermain agar ruangan lebih teratur dan fungsional.

    Desain Kamar Anak Minimalis untuk Ruang Kecil

    Jika kamu memiliki kamar anak dengan luas terbatas, desain minimalis bisa menjadi solusi yang tepat. Gunakan furnitur esensial dan pertimbangkan warna cerah seperti putih atau pastel untuk memberikan kesan luas pada ruangan, gunakan juga tempat tidur bertingkat atau meja lipat untuk menghemat ruang.

    Mengutip dari coohom.com, pada Kamis (12/7/2024). Pilih furnitur yang ukurannya sesuai dengan ruangan dan usia anak. Sertakan banyak ruang penyimpanan untuk menjaga mainan, pakaian, dan barang-barang lainnya agar tetap teratur.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ukuran Tempat Tidur yang Pas Berdasarkan Usia Anak


    Jakarta

    Memilih ukuran tempat tidur yang sesuai untuk anak merupakan bagian penting dalam menciptakan kamar yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang mereka. Setiap tahap usia anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi keamanan, kenyamanan, hingga gaya hidup mereka.

    Nah, dilansir dari mychildsroom.co.uk, dikutip Jumat (13/9/2024), berikut ini informasi mengenai ukuran tempat tidur sesuai dengan umur anak.

    Tempat Tidur untuk Bayi Usia 0-2 Tahun

    Ukuran standar yang cocok untuk tempat tidur bayi usia 0-2 tahun adalah 60 x 120 cm, untuk bayi yang baru lahir hingga usia 2 tahun, box bayi atau crib adalah pilihan terbaik. Ukurannya yang lebih kecil membantu menjaga bayi tetap aman dan nyaman saat tidur.


    Pastikan kamu memilih kasur dengan ketebalan yang pas agar bayi tidak terjebak di sela-sela kasur dan pinggiran tempat tidur, gunakan juga seprai dan perlengkapan tidur dari bahan yang lembut dan breathable agar bayi tetap nyaman.

    Tempat Tidur untuk Balita 2-5 tahun

    Ukuran tempat tidur yang cocok untuk balita usia 2-5 tahun adalah 70 x140 cm. Pada usia ini, anak mulai membutuhkan lebih banyak ruang untuk bergerak saat tidur. Kamu bisa memilih toddler bed yang lebih besar, tetapi tetap aman dengan tambahan pagar di sisi tempat tidur agar anak tidak jatuh saat tidur. Pilihlah tempat tidur yang konversi untuk kepraktisan dan dapat menyesuaikan usia anak, jadi ketika anak tumbuh semakin besar, kamu tidak perlu lagi membeli tempat tidur baru.

    Tempat Tidur untuk Anak Usia 6-12 Tahun

    Tempat tidur dengan ukuran 90 x 200 cm cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Anak usia sekolah membutuhkan tempat tidur yang lebih besar karena tubuh mereka mulai tumbuh lebih cepat. Single bed adalah pilihan yang ideal, karena ukurannya cukup luas untuk tidur dengan nyaman serta memiliki ruang ekstra untuk bergerak. Pastikan kasur yang kamu pilih memberikan dukungan tulang belakang yang baik, karena anak-anak pada usia ini sering kali aktif dan butuh istirahat yang berkualitas

    Tempat Tidur untuk Remaja Usia 13 Tahun ke Atas

    Saat anak memasuki usia remaja tentu pertumbuhannya sudah semakin besar, jadi di perlukan tempat tidur yang lebih besar pula. Tempat tidur yang cocok untuk anak usia remaja adalah 120 x 200 cm (twin bed) atau 140 x 200 cm (double bed). Remaja cenderung memerlukan tempat tidur yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan fisik mereka dan memenuhi kebutuhan ruang ekstra untuk kenyamanan.

    Twin bed atau double bed adalah pilihan populer, terutama jika anak menyukai ruang tidur yang lebih luas. Untuk kamar yang lebih kecil, kamu bisa memilih loft bed atau tempat tidur bertingkat, yang bisa menyediakan ruang tambahan di bawahnya untuk meja belajar atau area santai.

    Tips Memilih Tempat Tidur Anak yang Tepat

    Perhatikan material yang kamu pilih untuk tempat tidur anak, pilih tempat tidur yang terbuat dari material yang aman, tahan lama, dan mudah dibersihkan. Pastikan kamu membeli kasur yang berbahan hypoallergenic untuk mencegah alergi. Sesuaikan juga dengan desain kamar anak, karena tempat tidur harus selaras dengan desain kamar anak, baik dari segi model maupun warna, agar menciptakan lingkungan yang menyenangkan.

    Untuk anak yang lebih kecil, pastikan tempat tidur dilengkapi dengan pagar pelindung agar anak tidak terjatuh saat tidur. Kamu juga harus memilih furnitur yang multifungsi seperti tempat tidur dengan laci penyimpanan di bawahnya atau yang bisa disesuaikan ukurannya, sehingga lebih efisien dalam penggunaan ruang. Membeli tempat tidur untuk anak-anak anda jauh lebih rumit daripada membeli tempat tidur untuk diri sendiri.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jenis dan Warna Dinding yang Cocok untuk Kamar Anak


    Jakarta

    Kamar anak adalah tempat di mana mereka bisa bermain, belajar, dan beristirahat dengan nyaman.

    Mengutip The spruce, memilih warna dinding kamar anak yang tepat sangat penting karena warna memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati dan kreativitas anak.

    Pilihan Warna Dinding untuk Kamar Anak Berdasarkan Usia

    Setiap usia anak memiliki kebutuhan warna yang berbeda, untuk kamar bayi, pilihlah warna yang lembut seperti pastel atau krem yang bisa menciptakan suasana menenangkan. Sedangkan, untuk kamar balita, warna-warna seperti kuning, hijau muda, atau oranye akan merangsang kreativitas dan semangat pada anak. Sementara itu, bagi anak usia sekolah, warna-warna netral seperti biru dan abu-abu cocok untuk mendukung konsentrasi saat belajar.


    Jenis Cat yang Aman untuk Kamar Anak

    Pastikan kamu memilih cat dinding yang ramah lingkungan dan aman untuk kesehatan anak, seperti cat berbahan dasar air dan rendah VOC (volatile organic compounds). Selain aman, jenis cat ini juga tidak menimbulkan bau yang menyengat, sehingga lebih nyaman untuk kamar anak.

    Tren Desain Kamar Anak dengan Warna yang Menarik

    Salah satu trend yang sedang populer adalah menggunakan dinding aksen, kamu bisa memilih satu dinding untuk diberi warna cerah atau menggunakan wallpaper dengan motif yang disukai anak. Pilihan lain adalah mengombinasikan dua warna berbeda dalam satu ruangan, misalnya biru muda dan putih untuk kesan dinamis.

    Memilih Warna yang Sesuai dengan Kepribadian anak

    Memahami kepribadian anak dapat membantu kamu dalam menentukan warna dinding yang cocok. Jika anak kamu aktif dan enerjik, warna seperti merah muda atau oranye bisa menjadi pilihan tepat. Sedangkan untuk anak yang lebih terang, seperti warna biru atau hijau akan memberikan efek menenangkan.

    Keselarasan Warna Dinding dengan Dekorasi Kamar

    Setelah memilih warna dinding, pastikan kamu juga mempertimbangkan keselarasan dengan furnitur dan dekorasi kamar anak. Warna dinding yang serasi dengan tempat tidur, meja belajar, dan tirai akan menciptakan suasana kamar yang akan menciptakan suasana kamar yang harmonis dan nyaman.

    Menggunakan Wallpaper dan Stiker Dinding untuk Kamar Anak

    Alternatif lain selain cat adalah wallpaper atau stiker dinding. Ini adalah pilihan yang fleksibel karena mudah diganti sesuai perkembangan usia dan minat anak. Kamu bisa memilih motif lucu seperti binatang, karakter kartun, atau tema yang disukai anak-anak.

    Inspirasi Desain Minimalis dan Skandinavia untuk Kamar Anak

    Jika kamu menyukai gaya minimalis, pilihlah warna-warna netral seperti putih, abu-abu, atau krem yang cocok untuk desain kamar anak minimalis. Desain Skandinavia juga bisa menjadi pilihan menarik. Cerahkan kamar anak anda dengan ide-ide cat yang sesuai dengan palet warna atau gaya apa pun.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Apa Saja yang Perlu Diperhatikan saat Mendesain Kamar Anak? Berikut Ulasannya


    Jakarta

    Mendesain kamar anak bisa menjadi tantangan yang menyenangkan, namun memerlukan perencanaan matang.

    Selain aspek estetika, ada berbagai hal yang harus diperhatikan agar kamar anak menjadi tempat yang nyaman, aman, dan mendukung tumbuh kembang nya.

    Dilansir dari tollbrothers.com, berikut adaah beberapa aspek yang perlu kamu pertimbangkan saat mendesain kamar si kecil.


    Pemilihan Warna yang Tepat untuk Kamar Anak

    Pemilihan warna sangat berpengaruh pada suasana hati anak. Warna cerah seperti biru muda, hijau, atau kuning bisa memberikan kesan ceria, sementara warna pastel cocok untuk menciptakan nuansa tenang.

    Kamu harus menghindari pemilihan warna yang terlalu gelap karena bisa membuat anak merasa tidak nyaman atau sulit tidur.

    Keamanan Furnitur dan Dekorasi

    Keamanan harus menjadi prioritas utama dalam mendesain kamar anak. Patikan seluruh furnitur memiliki sudut yang tumpul untuk mencegah cedera. Selain itu, pastikan lemari, rak, dan perabot lainnya dipasang dengan kuat di dinding agar tidak mudah jatuh. Gunakan juga bahan yang ramah anak, seperti kayu tanpa zat kimia berbahaya.

    Pencahayaan yang baik dan aman

    Pencahayaan Yang tepat sangat penting untuk kenyamanan dan kesehatan mata anak. Lampu yang terlalu terang dapat menstimulasi atau bahkan membahayakan mata bayi Anda yang sensitif dan sedang berkembang.

    Pastikan kamar mendapatkan cukup pencahayaan alami di siang hari. Untuk malam hari, kamu bisa menggunakan lampu tidur yang memberikan cahaya lembut agar anak merasa nyaman saat tidur, sekaligus mencegah silau yang bisa mengganggu istirahat.

    Ruang Penyimpanan yang Praktis dan Terjangkau

    Anak-anak biasanya memiliki banyak mainan dan barang-barang kecil. Oleh karena itu, kamu harus menyediakan ruang penyimpanan yang cukup, seperti rak dinding, kotak mainan, atau lemari kecil yang mudah diakses oleh anak. Ini juga bisa mengajarkan anak untuk lebih rapi dan bertanggung jawab terhadap barang-barangnya.

    Dekorasi Edukatif dan Menyenangkan

    Dekorasi kamar anak tidak hanya harus menarik secara visual, tetapi juga bisa menjadi media edukasi. Kamu bisa menggunakan stiker dinding, poster, atau elemen dekoratif lainnya yang mengandung unsur pembelajaran, seperti angka, huruf-huruf, dan hewan. Ini akan membantu merangsang minat belajar anak sejak dini.

    Area Bermain yang Aman

    Jika memungkinkan, sediakan sudut khusus untuk bermain di kamar anak. Kamu bisa menggunakan karpet lembut atau matras di lantai untuk mencegah anak cedera saat bermain. Selain itu, jauhkan mainan kecil dari jangkauan anak balita untuk menghindari risiko tertelan.

    Ventilasi dan Sirkulasi Udara yang Baik

    Jangan lupakan ventilasi yang baik di kamar anak. Udara yang bersih dan sirkulasi udara yang lancar sangat penting untuk menjaga kesehatan anak. Pastikan jendela bisa dibuka dengan mudah agar kamar tetap mendapatkan udara segar setiap hari.

    Udara segar yang masuk ke dalam kamar membuat suhu ruangan terasa lebih sejuk, sementara itu udara yang terperangkap di dalam ruangan secara terus menerus juga tidak baik, karena mengandung alergen seperti debu, tungau, atau spora jamur.

    Anak-anak lebih rentan terhadap masalah pernapasan seperti flu, batuk, atau pilek. Maka dari itu kamu harus memperhatikan tingkapan atau jendela untuk sirkulasi udara yang maksimal.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com