Author: Gak Ganti Gambar

  • Cara Mencuci Handuk Putih Biar Tetap Awet dan Warnanya Tak Pudar


    Jakarta

    Mengetahui cara mencuci handuk putih tentu diperlukan agar tetap awet dan tidak mudah pudar. Handuk berwarna putih memang rentan kotor, maka dari itu kamu perlu merawatnya dengan tepat.

    Salah satu cara untuk merawatnya adalah dengan mencucinya dengan benar. Untuk memiliki handuk putih yang bagus selain menggunakan kualitas yang baik adalah mengetahui cara mencucinya.

    Dilansir dari Ideal Home, Selasa (26/12/2023), berikut ini cara mencuci handuk putih yang baik.


    1. Pisahkan Handuk

    Sama seperti mencuci pakaian, sebaiknya handuk putih tidak dicampur dengan warna lain. Hal ini bisa mencegah terkena luntur dari handuk warna lain. Selain itu, sebaiknya kamu pisahkan juga handuk sesuai dengan bahannya.

    2. Bersihkan Noda

    Sebelum dicuci menggunakan mesin cuci, sebaiknya bersihkan noda pada handuk. Kamu bisa menggunakan non-klorin oxygen bleach untuk membersihkan noda.

    “Tidak masalah menggunakan pemutih sesekali jika kamu ingin meningkatkan kecerahan atau menghilangkan noda membandel, namun penggunaan rutin tidak disarankan karena dapat melemahkan serat handuk dan mengurangi masa pemakaian,” kata Head of Category (MDA) di Currys, Victoria Bennion, dikutip dari Ideal Home.

    3. Tambahkan Baking Soda

    Baking soda bisa digunakan untuk membantu menghilangkan noda pada handuk. Karena bahan ini tidak berbahaya dan aman, kamu bisa menggunakan ini lebih sering dibandingkan menggunakan pemutih (oxygen bleach).

    4. Ganti Pelembut Pakaian dengan Cuka Putih

    Para ahli memperingatkan ketika mencuci handuk jangan pakai pelembut pakaian karena bisa meninggalkan residu yang membuat handuk kasar dan tidak mudah menyerap. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan cuka putih.

    “Masukkan handuk ke dalam mesin cuci dengan detergen. Lalu tambahkan tidak lebih dari setengah cangkir cuka putih ke dalam tempat pelembut pakaian,” kata cleaning expert dan Product Development Scientist di Astonish, Olivia Young.

    5. Cuci dengan Siklus Lembut

    Jangan mencuci handuk dengan air panas karena bisa merusak bahan. Lebih baik cuci dengan air dingin. Jangan membebani mesin cuci secara berlebihan karena bisa membuat handuk tidak dapat dibersihkan secara efektif.

    6. Keringkan Handuk

    Setelah dicuci, kamu bisa mengeringkannya di mesin pengering atau di bawah sinar matahari. Sebaiknya sebelum dijemur, handuk dikibarkan terlebih dahulu untuk melemaskan bahan agar bisa lebih mengembang ketika kering.

    Jika menggunakan mesin pengering, memasukkan bola tenis atau bola pengering bisa memerangkap udara di antara kain untuk mengurangi waktu pengeringan.

    7. Lipat dan Simpan

    Setelah kering, lipat dan simpan handuk di dalam lemari.

    Itulah cara mencuci handuk putih agar tetap awet dan tidak mudah pudar. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Open House saat Natal Bikin Karpet Kotor? Begini Cara Bersihkannya



    Jakarta

    Menjelang natal tentunya akan banyak acara besar dan kesibukan selama merayakannya. Biasanya rumah kamu akan dipenuhi dengan tamu yang berkunjung dan banyak makanan yang akan disiapkan, mulai dari yang bersantan hingga berminyak. Sehingga bisa saja usai perayaan banyak yang akan meninggalkan noda, terutama pada karpet kamu.

    Dikutip dari HGTV, Senin (25/12/2023), jika karpet kotor tentunya ini adalah sesuatu yang cukup sulit apalagi noda tersebut berasal dari minyak yang kemungkinan tidak bisa hilang. Namun, walaupun usai open house saat natal bisa bikin karpet kamu kotor, ternyata ada tips untuk menghilangkan nodanya, lho.

    Alat dan Bahan

    – Baking Soda


    – Sendok

    – Botol Semprotan

    – Sabun Cuci Piring

    – Alkohol

    – Air

    – Vakum atau penyedot debu basah / kering

    – kain lap atau handuk bekas

    – sikat gigi bekas

    Cara Menghilangkan Noda Pada Karpet

    Oleskan Baking Soda

    Pertama-tama, taburkan baking soda secukupnya pada noda minyak. Pastikan noda benar-benar tertutup oleh butiran baking soda. Oles baking soda menggunakan sendok kemudian tunggu selama beberapa menit. Setelah itu, gunakan penyedot debu untuk menyedot baking soda dari karpet. Lakukan langkah ini selama 2-3 kali hingga noda terserap.

    Semprotkan Larutan Pembersih

    Buatlah larutan pembersih ke dalam botol semprot dari percampuran satu cangkir air, ½ sendok teh sabun cuci piring, dan dua sendok makan alkohol. Semprotkan larutan pembersih ke arah noda karpet dan biarkan selama 2-3 menit. Gunakan penyedot debu untuk menghilangkan kelembapan karena basah. Ulangi proses ini selama beberapa kali

    Gunakan Sikat Gigi

    Selanjutnya, jika noda lebih membandel dan larutan pembersih serta baking soda tidak mampu untuk menghempas kotoran pada karpet tersebut. Maka kamu perlu menyemprotkan larutan pembersih beserta menggosoknya sikat gigi bekas, agar noda tersebut dapat terserap lebih dalam. Gosok karpet dengan hati-hati selama beberapa kali agar tidak merusak serat karpet.

    Hilangkan Kelembapan dengan Penyedot Debu

    Terakhir, pakai penyedot debu untuk menghilangkan kelembapan serta sisa noda minyak pada karpet. Ulangi langkah ini hingga noda bisa menghilang tanpa sisa.

    Itulah cara menghilangkan noda membandel pada karpet usai merayakan hari natal. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Geletakan, Begini 5 Tips Simpan Alat Kebersihan yang Elegan di Rumah


    Jakarta

    Kegiatan membersihkan rumah secara rutin memang akan membuatnya nyaman dan rapi. Namun, hal ini akan percuma jika alat-alat kebersihannya tidak disimpan dengan baik.

    Dengan penyimpanan yang tepat, kamu tidak hanya membuatnya awet dan efektif dalam membersihkan rumah, tetapi juga mudah ditemukan saat akan digunakan.

    Melansir The Spruce, Selasa (26/12/2023), berikut adalah lima tips cerdas dan aman untuk menyimpan alat-alat kebersihan di rumah.


    1. Manfaatkan Ruang Vertikal pada Pintu

    Alat pel dan sapu bisa digantung di bagian dalam pintu dengan pengait atau penjepit. Tambahkan kawat atau keranjang plastik untuk menaruh pengki, kemoceng, dan sikat gosok kecil. Gantungan handuk bisa digunakan untuk menggantung botol semprotan.

    Untuk penyimpanan yang bisa dilepas, pilihlah tas sepatu gantung dengan kantong-kantong untuk menyimpan botol-botol cairan pembersih, kain, dan sikat.

    2. Manfaatkan Ruang Vertikal di Lemari

    Simpan alat-alat kebersihan di tempat penyimpanan gantung. Tempat penyimpanan yang didesain untuk sweater sangat cocok untuk menyimpan tempat sampah plastik kecil berisi perlengkapan kebersihan. Beri label pada setiap tempat pembersih kaca, kain, pembersih debu, pembersih kamar mandi, dll. Kamu bisa dengan mudah mengambil alat yang kamu butuhkan saat tiba waktunya untuk membersihkan.

    Gunakan pengait berbentuk S di atas gantungan lemari untuk menggantung kain pel dan sapu. Jangan lupakan ruang di dinding lemari. Mungkin saja ada ruang untuk menyelipkan beberapa keranjang gantung yang sempit, seperti yang digunakan untuk surat atau majalah, di antara batang lemari dan kusen pintu.

    3. Buat Akses Lebih Mudah

    Pasang tatakan yang bisa diputar di dalam lemari untuk memudahkan akses ke semua alat-alat kebersihan. Dengan cara ini, kamu bisa menggunakan setiap produk dan mengawasi kapan saatnya untuk mengganti persediaan.

    4. Gunakan Rak yang Memiliki Roda

    Gunakan rak yang memiliki roda untuk menyimpan alat-alat kebersihan dengan rapi. Temukan rak yang cocok untuk dimasukkan ke dalam lemari atau di belakang pintu sehingga alat-alat kebersihan yang kamu miliki selalu siap digunakan.

    6. Gunakan Keranjang dan Bak di dalam Rak

    Keranjang pembersih sangat berguna untuk menyimpan peralatan berdasarkan fungsinya. Pisahkan untuk kamar mandi, dapur, dan ruang tamu, dan gunakan bak plastik transparan berlabel untuk melihat dengan cepat persediaan yang kamu miliki.

    Tips Tambahan

    Sebelum memilih metode penyimpanan terbaik, luangkan waktu untuk mengevaluasi peralatan dan produk pembersih yang kamu miliki. Bersihkan alat yang jarang digunakan dan pastikan produk pembersih tidak melebihi masa kedaluwarsanya.

    Demikianlah lima tips cerdas dan aman untuk menyimpan alat-alat kebersihan di rumah. Dengan menerapkan tips ini, kamu tidak hanya membuat rumah bersih dan terorganisasi dengan baik, tetapi juga menjaga alat-alat kebersihan tetap aman dan efektif. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Bersihkan Rumah Setelah Renovasi



    Jakarta

    Ketika rumah kamu selesai proses renovasi, pasti akan ada residu debu atau bau cat baru yang masih menyengat sehingga kamu bisa saja merasa tidak nyaman untuk langsung menempati rumah baru kamu. Apalagi, bau ini memiliki kandungan zat berbahaya dan bisa menimbulkan rasa pusing.

    Dikutip dari Elano Living, Selasa (26/12/2023), agar rumah terasa lebih nyaman dan higienis, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk membersihkan rumah. Berikut ini detikProperti telah merangkum hal yang harus kamu lakukan.

    1. Bersihkan Area Paling Tinggi

    Hal yang pertama harus dibersihkan adalah area paling tinggi, seperti lantai tingkat, mezzanine, plafon, tangga dan kusen pintu atau jendela atas. Proses ini dilakukan agar dapat mempermudah kamu untuk membersihkan area yang paling bawah, dengan begini debu dari atas tidak mengotori kembali.


    2. Bersihkan Sisa Cat Menempel

    Sisa cat yang menempel di lantai kamu bisa membuat rumah terkesan kusam, untuk menyingkirkan sisa cat dengan bersih gunakan ujung pisau untuk mengerok sisa cat tersebut. Lakukan dengan cara perlahan agar tidak menghasilkan goresan pada lantai.

    3. Siram Lantai

    Jika debu pada seluruh area rumah sudah dibersihkan, sebaiknya kamu menyiram lantai dengan air bersih mengalir. Cara ini penting untuk menyingkirkan sisa debu dan kotoran dengan maksimal. Setelah menyiram lantai, keringkan permukaan dengan memakai kain pel dan pembersih lantai agar menjadi lebih wangi dan higienis.

    4. Hilangkan Bau Cat Rumah

    Rumah baru yang habis dicat tentunya akan menimbulkan bau menyengat. Agar bau ini tidak mengendap, kamu memerlukan sirkulasi udara yang baik dengan beberapa cara untuk mengatasinya.

    Pertama, kamu bisa membuka seluruh pintu dan jendela agar aliran udara masuk dan terkena sinar matahari. Jika ruangan kamu tertutup, kamu bisa menyalakan kipas angin atau AC seharian. Namun, jika bau tidak kunjung hilang, gunakan bahan alami seperti baking soda, jeruk lemon, bubuk kopi untuk menghempas bau menyengat tersebut.

    5. Bersihkan Perabotan

    Sebelum menata seluruh perabotan kamu ke tempatnya pasca renovasi, kamu perlu membersihkan perabotan agar tidak mengotori dalam rumah kamu yang sudah kamu bersihkan sebelumnya. Gunakan kain lap yang sudah dibasahi untuk mengelap seluruh perabotan kamu, atau kamu juga bisa memakai penyedot debu.

    6. Bereskan Rumah Beberapa Kali

    Sebaiknya membersihkan rumah setelah renovasi tidak hanya dilakukan satu kali. Jika rumah kamu sudah selesai dibersihkan dengan menyingkirkan debu, kotoran, dan sisa partikel cat yang menodai rumah. Kamu perlu membersihkan dan membereskan rumah kesekian kali agar tetap bersih dihuni. Mulailah dengan membersihkan lantai kamu dari debu, dengan menyapu dan mengepel.Selanjutnya, kamu bisa mengelap jendela dan pintu setelahnya.

    7. Buang Sisa Puing di Rumah

    Biasanya setelah renovasi, rumah kamu dipenuhi dengan tumpukan puing. Ini bisa menyebabkan debu di rumah beterbangan dan masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, pastikan kamu menyingkirkan puing ini ke tempat sampah. Jangan lupa pada bagian eksterior rumah, bersihkan sisa kotoran puing dengan air mengalir.

    Itulah 7 cara membersihkan rumah setelah renovasi. Kini kamu bisa nyaman beraktivitas dan rumah terasa lebih higienis. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Kreatif Simpan Barang di Rumah, Wajib Dicoba!


    Jakarta

    Rumah yang nyaman tak hanya berkaitan dengan gaya desainnya, tetapi juga berhubungan dengan keteraturan. Meski sudah didekorasi sedemikian rupa, rumah akan tetap tidak nyaman jika dalam kondisi berantakan.

    Untuk menciptakan rumah yang rapi dan nyaman, kamu tak perlu mengeluarkan biaya yang besar atau usaha yang berlebihan. Ada beragam cara kreatif untuk merapikan dan menyimpan barang di rumah yang harus kamu coba.

    Melansir The Spruce, Selasa (26/12/2023), berikut lima tips kreatif menyimpan barang-barang di rumah yang patut dicoba.


    1. Kaleng Bekas jadi Tempat Pensil yang Kreatif

    Mendaur ulang kaleng bekas bukanlah konsep baru. Dengan membersihkan, melukis, atau menghias kaleng bekas sedemikian rupa, kamu bisa menciptakan tempat pensil yang unik. Selain itu, kaleng bekas juga bisa digunakan untuk menyimpan kuas makeup, sikat gigi, atau peralatan makan. Kaleng bekas juga berguna untuk menyimpan paku, sekrup, dan aksesori kecil lainnya.

    2. Mengatur Kabel dengan Label Roti

    Semakin banyak perangkat elektronik yang ada, semakin banyak juga kabel yang harus diurus. Gunakan label roti bekas untuk menyusun kabel agar tetap teratur dan mudah diidentifikasi. Trik ini tidak hanya efektif di ruang hiburan, tetapi juga di ruang kantor.

    3. Rak Sepatu Gantung untuk Menyimpan Sapu dkk

    Rak sepatu gantung di pintu ternyata juga bisa dijadikan alternatif untuk menyimpan alat-alat kebersihan. Dengan ini, produk pembersih tetap terorganisasi dengan baik dan mudah dijangkau. Di lemari, rak sepatu gantung juga bisa digunakan untuk menyimpan handuk kecil dan kain lap lainnya.

    4. Laci Bekas untuk Penyimpanan Bawah Tempat Tidur

    Laci bekas dari lemari atau perabotan lain yang tidak terpakai bisa diubah menjadi penyimpanan di bawah tempat tidur. Cukup tambahkan roda di bagian bawah laci agar mudah digeser. Laci ini cocok untuk menyimpan mainan anak-anak, selimut cadangan, sepatu, atau pakaian musiman.

    5. Palet Kayu untuk Menyimpan Alat Kebun

    Palet kayu memiliki banyak kegunaan, termasuk untuk penyimpanan alat kebun. Dengan meletakkan palet secara vertikal ke dinding, kamu bisa menyimpan cangkul, sekop, dan alat kebun lainnya dengan rapi. Palet akan menjaga agar alat-alat tersebut tetap terkendali dan mudah dijangkau.

    Demikianlah lima tips kreatif menyimpan barang-barang di rumah yang patut dicoba. Dengan menerapkan tips kreatif ini, rumahmu tidak hanya akan terlihat lebih rapi, tetapi juga unik. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 10 Tips Cegah Maling Masuk Rumah saat Ditinggal Liburan Akhir Tahun


    Jakarta

    Akhir tahun identik dengan liburan panjang. Buat kamu yang mau liburan dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, hati-hati ya.

    Rumah kosong di musim liburan kerap jadi sasaran empuk pencuri alias maling. Kita harus hati-hati dan mengetahui cara mencegah maling masuk ke rumah apalagi dalam keadaan tak ada orang.

    Oleh karena itu, kamu perlu melakukan beberapa cara agar maling tak masuk ke rumah, seperti dikutip dari CNET.


    Berikut Cara Mencegah Maling Masuk ke Rumah

    1. Amankan Pintu dan Jendela

    Mengunci pintu dan jendela adalah hal yang sangat vital dilakukan sebelum kita meninggalkan rumah. Ini juga bentuk pencegahan yang termudah untuk menghindari pencurian.

    Maling tentu mencari target yang mudah. Pintu yang terkunci bisa menyulitkan maling masuk. Bila perlu, buat tralis di jendela dan pintu untuk pengamanan ekstra.

    2. Pakai Kunci Tambahan

    Nah, mengunci pintu dan jendela terkadang tidak menjamin sepenuhnya keamanan dari maling. Tak jarang maling juga punya banyak cara untuk masuk ke rumah. Solusinya, pakai kunci pengaman tambahan.

    Kamu bisa mengganti pintu rumah atau jendela dengan kualitas yang lebih bagus. Pastikan kusen dan engsel pintu kamu cukup kuat untuk menahan upaya pembobolan Terakhir, seperti disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan ke smart lock, yang dapat kamu aktifkan dari jarak jauh.

    3. Tambahkan Sistem Keamanan

    Bila hal itu dirasa tak cukup menenangkan, upaya lain yaitu menambahkan sistem keamanan rumah juga bisa dilakukan. Sistem keamanan ini bisa berupa alarm atau kamera CCTV yang bisa dipantau dari ponsel kamu

    Saat ini banyak kamera CCTV yang punya sensor gerakan manusia. Bila ada gerakan, CCTV tersebut bisa mengirimkan notifikasi ke ponsel kamu.

    4. Sembunyikan barang-barang berharga

    Maling yang masuk ke rumah pasti mengincar barang-barang berharga. Jadi, jangan taruh barang berharga di tempat yang berpotensi mudah dijangkau maling. Bila perlu, selalu simpan barang berharga di safe deposit box atau di tempat sembunyi yang cuma kamu yang tahu.

    5. Tambahkan lampu luar

    Maling biasanya lebih suka dengan kondisi rumah yang gelap. Karena gerak-gerik mereka tak akan terlalu kelihatan.

    Makanya, pasang lampu tambahan di luar rumah yang terang, agar maling yang mau masuk ke rumah bisa berpikir ulang. Atau, kamu juga bisa memasng lampu yang menyala otomatis bila ada gerakan. Sorot lampu ini bisa efektif mencegah maling masuk.

    6. Kunci garasi

    Orang-orang biasanya sibuk melindungi rumahnya tapi lupa mengunci garasi. Ini juga hal penting yang harus dilakukan apalagi kalau kamu menaruh barang-barang berharga di garasi. Perlakukan garasi seperti kunci pintu utama di rumah karena maling juga bisa mengambil kendaraan kamu.

    Hal ini akan lebih penting dilakukan bila garasi kamu punya pintu sambungan dengan ruangan lain di rumah.

    7. Jangan sembunyikan kunci di tempat yang umum

    Biasanya, kamu menyembunyikan kunci di suatu tempat bila ada anggota keluarga di rumah yang akan pulang namun tak membawa kunci. Mulai saat ini, jangan sembarangan menaruh kunci di tempat yang tersembunyi.

    Jika terpaksa harus dilakukan, titip kunci di tetangga terdekat kamu.

    8. Buat seolah-olah ada orang di rumah

    Kebanyakan maling ogah masuk saat ada orang di rumah. Mereka akan mengincar rumah kosong. Jadi, coba buat seolah-olah di rumah kamu ada orang.

    Caranya bisa macam-macam, misalnya menyalakan lampu hingga menyalakan televisi dan radio. Titip pesan juga ke tetangga untuk mengambil paket pesanan belanjaan kamu agar barang-barang itu tak menumpuk di luar dan membuat si maling curiga.

    9. Beli brankas

    Pertimbangkan membeli brankas untuk menyimpan barang-barang berharga. Brankas kecil pun bisa berguna karena maling tak mungkin mengambilnya karena brankas dibuat dari material yang sangat berat.

    10. Lapor petugas keamanan

    Melapor petugas keamanan setempat juga bisa membantu mencegah maling masuk ke rumah. Minta pada mereka untuk sesekali mengecek keadaan rumah yang kamu tinggalkan.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Sembarangan, Ini 3 Cara Melipat Handuk yang Benar


    Jakarta

    Untuk menyimpan handuk dengan benar, penting untuk melipatnya secara konsisten. Jika tidak, lemari tempat menyimpan handuk akan berantakan.

    Ada beberapa metode untuk melipat handuk. Setiap metode melipat handuk memiliki tujuannya masing-masing. Ada metode melipat handuk agar menghemat ruang di area kecil, ada pula yang bertujuan untuk memaksimalkan ruang di dalam rak penyimpanan.

    Mengapa Lipatan Handuk Penting?

    Sebelum kita masuk ke metode lipatan, penting untuk memahami mengapa lipatan handuk memiliki peran penting. Lipatan yang tepat bukan hanya masalah estetika, tetapi juga tentang efisiensi penyimpanan. Handuk yang dilipat dengan benar tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga membuat lemari handuk lebih teratur dan mudah diakses.


    Metode Melipat Handuk

    Melansir The Spruce, Rabu (27/12/2023), berikut tiga metode melipat handuk yang harus kamu ketahui.

    Metode Lipatan Tiga

    Metode pertama yang bisa kamu terapkan adalah metode lipatan tiga. Metode ini cocok untuk ruang penyimpanan yang terbatas. Metode ini memungkinkan kamu menghemat ruang horizontal dan lebih memanfaatkan ruang vertikal.

    Adapun langkah-langkah melipat handuk dengan metode adalah sebagai berikut.

    1. Lipat sepertiga bagian handuk.

    2. Buat lipatan sepanjang handuk, pastikan lebar lipatan tetap sama.

    3. Lipat sepertiga sisanya ke atas bagian yang sudah dilipat.

    4. Lipat lagi setengah untuk membuat bundel handuk yang kompak.

    Metode Lipatan Dalam

    Metode kedua yang efektif untuk penyimpanan di rak adalah metode lipatan dalam. Metode ini memungkinkan kamu menumpuk handuk secara rapi di dalam lemari penyimpanan.

    Adapun langkah-langkah melipat handuk dengan metode adalah sebagai berikut.

    1. Letakkan handuk di permukaan datar dengan sisi selesai menghadap ke bawah.

    2. Lipat satu sisi handuk ke tengah ujung yang sempit.

    3. Lipat sisi panjang yang lain ke garis tengah ujung yang sempit.

    4. Lipat menjadi dua sehingga tepi mentah berada di tengah.

    5. Lipat setiap ujung ke tengah strip.

    6. Lakukan lipatan terakhir untuk menyatukan dua setengah handuk.

    Metode Lipatan Sempit

    Jika kamu memiliki ruang yang sangat terbatas atau ingin menampilkan handuk di sekitar bak mandi, metode lipatan sempit adalah pilihan yang tepat.

    Adapun langkah-langkah melipat handuk dengan metode adalah sebagai berikut.

    1. Lipat handuk menjadi dua sepanjangnya.

    2. Rapatkan keempat sudut kain.

    3. Lipat persegi panjang menjadi tiga bagian dimulai dari ujung yang sempit.

    4. Gulung handuk dari ujung terbuka sempit hingga membentuk roll yang rapat.

    Tips Tambahan untuk Penyimpanan Handuk di Rumah

    Sebelum kamu mulai melipatnya, pastikan handuk benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan jamur. Lakukan sortir berdasarkan ukuran dan warna, serta ukur area penyimpanan untuk menentukan metode yang paling sesuai.

    Demikianlah tiga metode melipat handuk yang harus kamu ketahui. Dengan menerapkan salah satu dari tiga metode lipatan handuk ini, kamu bisa menciptakan penyimpanan handuk yang rapi, bersih, dan hemat ruang. Cobalah sekarang dan lihat perbedaannya!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Jenis-jenis Pasir Bangunan Beserta Fungsinya


    Jakarta

    Terdapat jenis-jenis pasir bangunan yang berbeda untuk konstruksi. Pasir merupakan salah satu bahan sering digunakan untuk membangun konstruksi bangunan. Setiap jenis pasir bangunan memiliki karakteristik serta fungsinya masing-masing tergantung kebutuhan dan keperluan pembangunan.

    Salah menggunakan jenis pasir akan berdampak pada kekokohan bangunan yang dibangun. Itu sebabnya sangat penting untuk mengenali jenis pasir beserta fungsinya masing-masing supaya kamu tidak salah menggunakannya.

    Lalu, apa saja jenis-jenis pasir tersebut? Berikut pemaparan secara lengkapnya.


    Jenis-jenis Pasir Bangunan yang Umum Digunakan untuk Konstruksi

    Melansir dari Klopmart, Rabu (27/12/2023), berikut beberapa jenis pasir bangunan yang sering digunakan untuk konstruksi.

    1. Pasir Beton

    Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

    Jenis pasir bangunan pertama ada pasir beton. Pasir bangunan ini memiliki karakteristik warna kehitaman, tekstur halus serta bersifat tidak mudah menggumpal. Sesuai namanya, jenis pasir bangunan ini digunakan jadi campuran bahan beton. Karakteristiknya sangat pas digunakan untuk membuat bangunan lebih kokoh sehingga kualitasnya dapat dikatakan sangat baik.

    2. Pasir Urug

    Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

    Pasti kamu pernah dengar ada seseorang yang berkata “Pasirnya harus diurug dulu”, bukan? Ternyata adalah lho jenis pasir urug. Pasir bangunan ini terbuat dari hasil penyaringan limbah pasir seperti sisa ayakan atau sisa pasir yang dicuci. Tekstur pasir urug sudah pasti berbeda dengan jenis pasir sebelumnya. Pasir urug memiliki tekstur yang lebih kasar.

    Kualitasnya pun biasa saja karena memang penggunaannya bukan untuk fondasi atau merekatkan batu bata. Jenis pasir ini digunakan untuk menyebarkan beban sekaligus menstabilkan tanah.

    3. Pasir Mundu

    Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

    Pasir mundu sangat umum digunakan dalam proyek konstruksi. Pasir mundu ini memiliki tekstur yang kasar dan warnanya yang kecoklatan.

    Jenis ini juga dijual secara luas sehingga kamu tak perlu susah mencarinya. Harganya juga terjangkau jika dibandingkan dengan jenis pasir lainnya. Pasir mundu biasanya menjadi bahan campuran untuk plester atau perekat batu bata dan batako.

    4. Pasir Pasang

    Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

    Pasir pasang menjadi jenis pasir yang lebih halus dari yang lainnya. Teksturnya yang halus menunjukkan kualitas dan sifat rekatnya yang sangat bagus untuk proses konstruksi. Pasir pasang digunakan untuk merekatkan batu bata, keramik, batu alam, dan lain sebagainya.

    5. Pasir Putih Rangkas

    Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

    Nama jenis pasir ini diambil dari tempat pasir ini dihasilkan yaitu di Rangkasbitung, Provinsi Banten. Pasir ini memiliki warna putih ke abu-abuan dengan tekstur yang lembut namun terdiri dari butir-butir besar sehingga tidak halus seperti pasir pasang.

    Meskipun dijual dengan harga yang murah, kualitasnya tetap baik untuk digunakan dalam proses pembangunan suatu bangunan. Pasir putih rangkas digunakan untuk merekatkan (plester), memasang keramik, cor fondasi, pembuatan batako, genteng, hebel, dan lain sebagainya.

    6. Pasir Merah atau Jebrod

    Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

    Kamu pasti sudah tidak asing dengan jenis pasir yang satu ini. Pasir merah atau yang juga dikenal dengan sebutan Jebrod sering digunakan untuk membuat beton. Pasir merah akan dicampur dengan pasir beton supaya daya rekat yang dihasilkan makin kuat. Pasir ini memiliki warna merah yang beragam seperti warna merah bata, merah kecoklatan, dan merah oranye.

    7. Pasir Sungai

    Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

    Pasir sungai memiliki tekstur kasar karena berasal dari batuan sungai yang keras. Tetapi bukan berarti teksturnya sangat kasar. Pasir sungai masih masuk ke dalam pasir halus karena memiliki daya rekatnya tidak kalah dengan jenis-jenis yang lain. Pasir sungai sering dipilih dalam membangun fondasi karena sudah terbukti lebih tahan lama.

    8. Pasir Bangka

    Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

    Terakhir ada jenis pasir bangka yang berasal dari Bangka Belitung. Pasir satu ini dapat dikatakan memiliki kualitas yang sangat bagus. Warnanya cukup beragam tergantung pada tempat galian pasir tersebut.

    Ada yang berwarna putih bersih, cokelat, cokelat keputihan, dan kuning kecoklatan. Dalam konstruksi, pasir ini digunakan untuk pembuatan beton, plester, cor, dan masih banyak lagi.

    Demikian 8 jenis-jenis pasir bangunan yang sering digunakan dalam konstruksi. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia Tips Hilangkan Bau Habis Cat Rumah



    Jakarta

    Cat rumah digunakan untuk memperindah rumah dan memberikan suasana baru pada dinding kamu. Namun terkadang, setelah rumah selesai di-cat, ruangan akan menimbulkan bau yang cukup menyengat dan mengandung zat berbahaya jika terhirup cukup lama. Bagi sebagian orang, terkadang baunya dapat membuat orang pusing.

    Dikutip dari Rumah Artistik, Selasa (26/12/2023), ada beberapa cara untuk menghilangkan bau cat yang menyengat pada rumah kamu. Berikut ini detikProperti telah merangkum beberapa cara untuk meredam bau menyengat pada cat.

    Pertimbangkan Komposisi Cat

    Pertimbangkan untuk memilih komposisi cat yang memiliki kadar volatile organic compounds yang rendah. Meskipun memilih cat bukanlah hal yang sulit, tetapi dengan memilih komposisi yang tepat ini bisa mencegah kamu dari kandungan berbahaya yang dapat membuat kamu pusing hingga mual karena baunya yang menyengat.


    Alirkan Sirkulasi Udara

    Penyebab utama mengapa bau cat di rumah kamu tidak kunjung hilang, terjadi karena kurangnya sirkulasi udara. Oleh karena itu, bukalah jendela dan pintu kamu agar aliran angin masuk dan terkena sinar matahari. Jika kamu mengecat ruangan yang tidak memiliki jendela, kamu bisa menyalakan kipas angin atau AC.

    Buat Bahan Alami Peredam Bau

    Kamu bisa menggunakan bahan alami untuk menghilangkan bau menyengat cat, seperti kopi bubuk, cuka, garam, arang, apel, lemon, dan bawang merah. Kamu bisa menaruh pada wadah mangkok dan letakkan di dekat dinding.

    Untuk bahan alami seperti garam, lemon, dan bawang merah, kamu perlu menambahkan air secukupnya ke dalam wadah. Dengan cara tersebut, bau tajam pada cat sedikit demi sedikit berkurang dan menghilang.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Atap Rumah Berlumut dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Atap yang berlumut dapat mengganggu penampilan rumah. Atap rumah bisa berlumut karena kondisi atap yang lembap. Kondisi atap lembap yang sering terpapar hujan membuatnya rentan ditumbuhi lumut.

    Jika lumut terus dibiarkan, maka bisa merusak bahan atap itu sendiri. Lalu, bagaimana cara mengatasi lumut pada atap rumah? Simak caranya di bawah berikut.

    Penyebab Atap Rumah Berlumut

    Dilansir dari Djabesmen, Rabu (27/12/2023), atap rumah dapat berlumut karena disebabkan oleh banyak faktor. Berikut beberapa faktor penyebab atap berlumut.


    Kelembaban

    Atap yang sering terpapar hujan atau memiliki sirkulasi udara yang buruk dapat menciptakan lingkungan yang lembap, kondisi tersebutlah yang membuat atap jadi tempat ideal untuk lumut tumbuh.

    Kurangnya Paparan Sinar Matahari

    Lumut cenderung tumbuh dengan baik di tempat yang mana paparan sinar mataharinya kurang. Itu sebabnya, atap rumah yang cenderung tertutup oleh pohon-pohon besar atau bangunan-bangunan besar di sekitarnya akan lebih rentan menghadapi masalah ini.

    Debu dan Kotoran

    Debu dan kotoran yang menumpuk pada atap dapat menjadi tempat yang baik bagi pertumbuhan lumut. Sebab debu dan kotoran tersebut menjadi sumber yang menyediakan nutrisi yang diperlukan oleh lumut untuk berkembang.

    Material Atap yang Kurang Baik

    Beberapa jenis atap memiliki sifat menyerap air yang tinggi, salah satunya yaitu genteng yang terbuat dari tanah liat. Kondisi ini akan menciptakan kondisi yang lebih kondusif bagi pertumbuhan jamur hingga lumut.

    Cara Mengatasi Atap Rumah yang Berlumut

    Untuk mengatasi atap rumah yang berlumut, kamu harus tahu cara membersihkan lumut dengan cara yang tepat. Ada beberapa langkah dan tips yang efektif. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat kamu ikuti:

    1. Siapkan Perlengkapan untuk Membersihkan

    Sebelum memulai proses pembersihan lumut pada atap, ada beberapa perlengkapan yang perlu kamu siapkan. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri dan mempermudah kamu saat membersihkan lumut pada atap.

    Kamu perlu memakai alat pelindung seperti kaca mata pelindung, sarung tangan karet, topi untuk melindungi kepala dari sinar matahari, sepatu anti selip agar tidak tergelincir, serta tangga dan tali pengaman jika kamu perlu naik ke atap rumah.

    Kemudian, siapkan bahan berikut seperti air dan cairan pembersih. Jangan lupa juga untuk menutupi tanaman di sekitar atap dengan terpal plastik agar terhindar dari produk pembersih yang mungkin dapat mengotori dan merusak pertumbuhannya.

    2. Semprot Atap dengan Air

    Langkah pertama dalam membersihkan lumut pada atap adalah dengan menyemprotkan air pada seluruh permukaannya. Penyemprotan ini bertujuan untuk melonggarkan akar-akar lumut yang melekat, jadi pastikan semprotannya merata.

    Selain itu, penggunaan semprotan air juga dapat membantu menghilangkan debu, kotoran, dan sisa-sisa bahan organik lainnya Sehingga, proses pembersihan selanjutnya akan menjadi lebih mudah.

    3. Cabut dan Gosok Lumut Hingga Bersih

    Setelah atap dibasahi dengan air, langkah selanjutnya adalah membersihkan lumut yang ada. Lumut yang besar dan tumbuh menonjol dapat dicabut dengan hati-hati menggunakan tangan atau alat bantu seperti sekop kecil.

    Sedangkan untuk lumut yang lebih halus atau menempel dengan kuat pada atap, kamu dapat menggunakan sikat agar lumutnya terkikis sampai ke akar. Gosok secara perlahan dan hati-hati, pastikan untuk tidak merusak permukaan atap.

    Pastikan kamu mencabut lumut tanpa sisa, karena jika ada sisa maka lumut akan kembali tumbuh.

    4. Gunakan Produk Pembersih Lumut

    Selanjutnya, kamu dapat menggunakan produk pembersih khusus untuk menghilangkan lumut secara efektif. Kamu dapat membeli produk pembersih lumut yang tersedia di toko lalu mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan.

    Selain itu, kamu juga dapat membuat cairan pembersih sendiri. Salah satu caranya adalah dengan mencampurkan 1 liter pemutih dengan 1 galon air dan ¼ cup pembersih berat, misalnya trisodium fosfat.

    Namun, pastikan untuk menghindari pembersih berbahan dasar amonia, karena jika dicampur dengan pemutih dapat menghasilkan asap beracun. Alternatif lain adalah membuat pembersih ramah tanaman dari 1 cup pemutih oksigen dan 1 galon air.

    Setelah jadi, tuangkan larutan tersebut ke dalam alat penyemprot lalu semprotkan langsung area atap yang berlumut. Biarkan larutannya bekerja selama sekitar 20 menit, lalu gosoklah permukaan atap dengan sikat hingga lumutnya terangkat.

    Jika kamu tidak memiliki bahan di atas, kamu bisa menggunakan deterjen sebagai alternatif.

    5. Bilas Atap Hingga Bersih

    Setelah menyemprotkan cairan pembersih, kamu dapat membilas atap hingga bersih. Gunakan selang air dengan tekanan sedang untuk membilas sisa-sisa pembersih dan lumut yang telah terangkat.

    Pastikan untuk membilas seluruh permukaan atap secara menyeluruh agar tidak ada residu yang tertinggal. Bila perlu, sikat kembali permukaan atapnya jika masih ada akar lumut yang belum terlepas.

    Demikian penyebab atap berlumut dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com