Author: Gak Ganti Gambar

  • 7 Tips Mengatasi Masalah AC yang Tidak Dingin



    Jakarta

    AC (Air Conditioner) sudah menjadi bagian penting dari kehidupan, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Saat cuaca panas terik, satu-satunya harapan adalah AC yang berfungsi dengan baik.

    Namun, terkadang Anda bisa menghadapi masalah AC yang tidak dingin. Nah, berikut adalah 7 tips yang bisa Anda coba untuk mengatasi masalah AC yang tidak dingin.

    1. Periksa Suhu Termostat


    Salah satu penyebab paling umum AC tidak dingin adalah pengaturan suhu yang salah pada termostat. Kadang-kadang, Anda mungkin tidak sengaja mengatur suhu terlalu tinggi. Coba periksa dan pastikan termostat Anda diatur ke suhu yang lebih rendah.

    Misalnya, untuk membuat ruangan Anda terasa lebih dingin, aturlah suhu di bawah 24 derajat Celcius. Apabila termostat berfungsi dengan baik, maka AC akan mulai menurunkan suhu ruangan. Ini merupakan langkah dasar yang mudah, namun seringkali diabaikan.

    2. Cek Filter Udara

    Filter udara yang kotor bisa menjadi penyebab utama AC Anda tidak bisa mendinginkan udara. Ketika filter kotor, aliran udara akan terhambat, membuat AC bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan. Anda bisa merasakannya; kadang AC hanya mengeluarkan udara hangat.

    Untuk mengatasi ini, coba periksa filter udara. Jika kotor, segera bersihkan atau ganti dengan yang baru. Disarankan untuk memeriksa filter setiap satu hingga dua bulan sekali, terutama saat musim panas.

    3. Pastikan Unit Eksternal Bersih

    Unit AC yang terletak di luar ruangan juga harus mendapatkan perhatian. Kotoran, debu, dan dedaunan yang menempel pada unit bisa menghambat pendinginan. Pastikan untuk membersihkan area sekitar unit eksternal dan menghilangkan semua rintangan.

    Saat membersihkan, hati-hati jangan sampai merusak bagian-bagian sensitif. Jika Anda merasa kurang nyaman untuk melakukannya sendiri, menghubungi teknisi mungkin merupakan pilihan yang tepat.

    4. Cek Refrigeran

    Kekurangan refrigeran dapat menyebabkan AC Anda tidak beroperasi secara optimal. Refrigeran adalah bahan yang digunakan untuk menurunkan suhu udara. Apabila terjadi kebocoran atau kadar refrigeran terlalu rendah, AC tidak akan memberikan pendinginan yang efektif.

    Jika Anda mencurigai adanya masalah ini, sebaiknya hubungi teknisi berlisensi untuk memeriksa dan mengisi ulang refrigeran Anda. Mengisi refrigeran bisa menjadi proses yang rumit, dan Anda tidak ingin merusak sistem AC.

    5. Periksa Saluran Pembuangan

    Saluran pembuangan AC yang tersumbat bisa menyebabkan masalah pendinginan. Ketika saluran pembuangan tersumbat, air tidak dapat mengalir dengan baik, yang dapat menyebabkan AC tidak berfungsi optimal. Anda mungkin juga melihat tanda-tanda kebocoran air di sekitar AC Anda.

    Pastikan untuk memeriksa saluran pembuangan dan membersihkannya jika diperlukan. Anda bisa memanfaatkan perangkat pembersih saluran yang ada di pasaran atau menghubungi seorang teknisi untuk melakukan pembersihan secara tepat.

    6. Cek Pengaturan Mode AC

    Beberapa AC memiliki beberapa mode, seperti mode pendingin, dehumidifikasi, dan sirkulasi udara. Pastikan Anda memilih mode yang tepat. Misalnya, jika Anda ingin ruangan dingin, pastikan Anda berada di mode pendingin.

    Apabila Anda merasa ragu, silakan merujuk pada buku panduan pengguna AC Anda untuk mengetahui fungsi dan mode yang ada. Mode yang salah bisa membuat Anda merasa AC tidak berfungsi dengan baik, padahal sebenarnya hanya pengaturannya yang salah.

    7. Pertimbangkan Upgrade AC Anda

    Jika AC Anda sudah berusia tua dan sering bermasalah, mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan upgrade. Teknologi AC terus berkembang, dan model-model baru lebih efisien dan hemat energi. Selain itu, jika Anda berencana membeli AC baru, pastikan untuk memeriksa harga AC yang sesuai dengan anggaran Anda.

    Salah satu merek yang bisa Anda pertimbangkan adalah Daikin. AC Daikin dikenal dengan kualitas dan efisiensi energinya. Meskipun harga AC Daikin mungkin lebih tinggi dibandingkan merek lain, namun banyak pengguna merasa puas dengan kinerja dan daya tahan produk ini.

    Dengan mengikuti tips di atas, Anda dapat mengatasi masalah AC yang tidak dingin dengan lebih mudah. Ingatlah untuk selalu melakukan perawatan rutin agar AC Anda tetap dalam kondisi optimal. Jangan ragu untuk menghubungi teknisi jika Anda tidak dapat menemukan penyebab masalahnya. Selamat mencoba, semoga AC Anda kembali dingin!

    (Content Promotion/HargaAC)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Warna yang Bikin Ruangan Kecil Terasa Lebih Sempit


    Jakarta

    Ilusi bisa diciptakan dengan warna cat, misalnya bisa memberikan kesan langit langit yang lebih tinggi atau ruangan lebih luas. Sebaliknya, pemilihan warna cat yang salah juga bisa membuat ruangan yang kecil terasa semakin sempit.

    Jadi, kamu perlu mengetahui beberapa warna cat yang harus dihindari agar ruang kecil di rumah tidak terasa semakin sempit. Lantas, apa saja warna tersebut?

    Warna yang Bikin Ruangan Ruangan Terasa Sempit

    Warna yang bikin ruangan terasa sempit yaitu biru tua, merah, kuning cerah, putih bersih, dan abu-abu. Simak penjelasannya.


    1. Biru Tua

    Warna biru tua sering digunakan untuk dekorasi rumah. Namun, jangan pilih warna ini di ruangan yang kecil karena bisa membuat ruangan terasa sesak.

    Alternatifnya, kamu bisa memilih warna biru muda atau biru langit di ruangan kecil. Menurut brand ambassador Farrow & Ball, Patrick O’Donnell dalam Homes And Gardens, nuansa biru langit bisa menambah keceriaan pada rumah sederhana. Padukan juga dengan warna netral agar warna birunya bisa menonjol.

    2. Merah

    Ruang tamuCat merah tua Foto: (Phototropic/Getty Images)

    Warna merah memiliki sifat yang kuat dan agresif. Secara fisik, warna merah bisa memicu reaksi dalam tubuh yang mirip dengan respon stres, seperti peningkatan detak jantung dan suhu tubuh yang lebih tinggi.

    Menurut laman The Good Painter, cara orang memandang warna merah seringkali bergantung pada intensitasnya. Warna merah terang mungkin bisa menyebabkan sakit kepala dan membuat ruangan tampak lebih kecil.

    Mengutip laman House Digest, warna merah tua juga bisa membuat ruangan terasa lebih tertutup, terutama karena warna gelap menyerap cahaya alami. Sehingga, merah sebaiknya dihindari untuk menjadi warna utama ruangan yang sempit.

    3. Kuning Cerah

    Ruang tamuRuang tamu Foto: (Asbe/Getty Images)

    Warna-warna cerah cenderung mengalihkan perhatian dari furnitur dan aksesoris, serta seringkali terasa membahayakan dan mengkhawatirkan.

    Meski menjadi warna ceria dan menyenangkan, warna cerah seperti kuning cerah dengan cepat menyebabkan kelelahan dan ketegangan mata. Warna kuning cerah juga bisa membuat ruangan terasa lebih sempit.

    Menurut desain interior Shea McGee, meski kuning memiliki kualitas yang bagus, tapi jika warna tersebut cerah maka bisa terasa terlalu agresif di dalam ruangan.

    4. Putih Bersih

    Warna putih sebenarnya adalah pilihan yang populer untuk aneka ruangan. Tapi, ada beberapa jenis warna putih yang tidak cocok di ruangan kecil.

    Ada perbedaan antara jenis warna putih, misalnya sifon dan gading. Warna putih bersih (pure white) akan menonjolkan bayangan di ruangan dan akibatnya membuat ruangan terasa lebih kecil.

    5. Abu-abu

    Abu-abu adalah warna netral yang menenangkan. Tapi, pilihan abu-abu yang salah, seperti abu abu hangat (warm grey) bisa membuat ruangan kecil terasa lebih sempit.

    Untuk menghindari hal tersebut, menurut Patrick O’Donnell, padukan warna abu-abu dengan warna biru atau hijau untuk memperluas ruangan.

    Kamu juga bisa memilih warna abu-abu kehijauan untuk menciptakan kesan tenang di ruangan kecil. Warna ini begitu elegan dan menenangkan.

    Itulah warna yang bikin ruangan kecil terasa lebih sempit. Jadi, kamu perlu menghindari beberapa warna ini ya detikers.

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Hal yang Bikin Dapur Selalu Terlihat Berantakan


    Jakarta

    Dapur berisi beberapa objek paling berguna dan bermanfaat di rumah, tetapi itu tidak berarti kamu perlu mengorbankan bentuk demi fungsi.

    Meskipun menyingkirkan peralatan, makanan, dan perkakas tertentu dapat membantu demi kenyamanan, beberapa barang harus dijauhkan dari pandangan dan pikiran kamu. Jika tidak, dapur kamu akan terlihat berantakan dan tidak memiliki ruang.

    Melansir The Spruce, Senin (14/10/2024), berikut yang membuat dapur selalu menjadi berantakan dan tidak memiliki ruang.


    Peralatan Dapur

    Sekalipun kamu sudah mencari penggorengan atau pemanggang yang paling estetik, bukan berarti benda itu mendapat tempat permanen di meja dapur kamu. Simpan barang atau peralatan yang tidak terpakai.

    “Jika kamu tidak menggunakan peralatan setiap hari, simpanlah di lemari, dapur, atau garasi peralatan kamu. Hanya simpan peralatan penting, seperti pembuat kopi atau pemanggang roti di atas meja,” kata Julie Peak, organisator rumah profesional.

    Dekorasi

    Terlalu banyak dekorasi di dapur juga merupakan hal yang tidak baik. Terutama dekorasi musiman yang menumpuk, sehingga membuat dapur berantakan.

    Pilih satu atau dua item dekorasi yang melengkapi gaya dapur kamu dan batasi jumlah papan nama di atas meja dapur. Pertimbangkan menggantung papan nama dapur di dinding sehingga tidak menghabiskan ruang meja dapur.

    Peralatan dan Pisau di Meja Dapur

    Kesalahpahaman umum adalah bahwa peralatan harus selalu berada dalam jangkauan tangan saat kamu memasak. Namun, peralatan ini juga mudah diakses di dalam laci seperti meja dapur.

    Jika kamu tidak memiliki banyak ruang di laci, tidak ada alasan untuk menyimpan pisau di rak atas meja. Begitu pula dengan peralatan memasak lainnya. Peralatan akan berdebu dan akan menghabiskan banyak ruang apabila di luar.

    Barang Lain yang Tidak Digunakan

    Dapur sebagai tempat untuk menyimpan perlengkapan kerajinan, peralatan, dan obat-obatan. Namun, dengan catatan bahwa penting diingat fungsi utama dapur adalah menyediakan ruang untuk memasak.

    Dokumen

    Banyak dari kamu melihat banyak tumpukan dokumen berserakan di dapur. Resep, buku panduan, dan lain sebagainya.

    Jangan terlalu membuat dapur menjadi seperti kantor, simpan beberapa barang dan jangan sampai membuatnya terlihat menumpuk di dapur.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Belajar dari Cerita Aden ‘Bajaj’, Begini Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya


    Jakarta

    Komedian Aden ‘Bajaj’ menceritakan kisahnya yang merenovasi rumah namun tak kunjung selesai. Renovasi rumah sempat terhenti karena terjadinya pandemi COVID-19.

    Tak hanya itu, uang yang digunakan untuk merenovasi rumah awalnya bertumpu pada hasil syuting, namun ketika uang tersebut digunakan justru syutingnya berhenti. Alhasil, renovasi rumah juga tidak bisa berjalan terus karena pemasukannya berhenti. Kini renovasi rumahnya sudah terus berjalan dengan menggunakan uang hasil usaha jualan kacamata.

    Nah, berkaca dari hal tersebut, perlu diketahui bahwa melakukan renovasi rumah perlu perencanaan yang matang. Tak hanya itu, budget yang cukup juga diperlukan agar bisa terlaksana dan tidak menguras kantong.


    Akan tetapi, ada saja hal-hal yang membuat biaya renovasi rumah jadi membengkak. Entah anggaran untuk bahan material yang kurang atau biaya tak terduga lainnya.

    Tapi tenang! Ada sejumlah cara yang dapat kamu ikuti supaya renovasi rumah bisa sesuai budget bahkan lebih hemat. Ini informasinya.

    Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya

    Perihal renovasi rumah, Ruby Herman selaku Founder Muda Keren Punya Property membagikan tips agar bisa hemat budget saat merenovasi rumah impian.

    1. Ketahui Dulu Apa yang Ingin Direnovasi

    Saat berencana renovasi, Ruby menyebutkan kalau kamu perlu mengetahui bagian rumah mana yang ingin diperbaiki. Pahami terlebih dulu kerusakannya atau hal yang membuatmu tidak nyaman dengan itu.

    “Kita harus kuasai dulu, misalnya (renovasi rumah) karena bocor, kita cari tahu bocornya kenapa karena bocor itu banyak faktor ada yang rembes, genteng retak, jadi harus kita cari tahu,” ujarnya saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

    Dengan mengetahui apa yang ingin direnovasi serta penyebab kerusakan atau ketidaknyamanannya, kamu akan lebih mudah untuk membuat perencanaan desain dan jenis material yang digunakan serta perhitungan budgetnya.

    2. Hati-hati saat Membongkar Rumah

    Kalau ingin menggunakan kembali bahan dan material dari rumah, maka kamu mesti berhati-hati ketika membongkar rumahmu itu. Usahakan agar material yang hendak dipakai lagi dicopot dengan perlahan sehingga masih dalam kondisi baik.

    Tapi jika memerlukan material yang baru, kamu dapat mencari tahu bahan-bahan apa yang bisa digunakan dan seperti apa kualitasnya sehingga dapat disesuaikan dengan anggaran yang ada.

    Ruby mengatakan kalau bahan material cukup menyita porsi budget renovasi rumah. Karena itu, penting untuk mengetahui material yang hendak dipakai.

    “Pertama kita harus cari tahu dulu, lihat YouTube bahan-bahan apa yang berkualitas dan bagaimana cara kita untuk merenovasinya,” kata Ruby.

    3. Pilih Kontraktor atau Tukang yang Terpercaya

    Renovasi rumah biasanya akan memerlukan jasa tukang bangunan. Menurut Ruby, memilih tukang untuk memperbaiki rumah tidak boleh asal karena tak jarang penipuan terjadi.

    “Saran saya pilihlah kontraktor yang sudah direkomendasikan atau terpercaya sehingga nggak mudah dibohongi. Karena di situ banyak sekali yang nipu-nipu, udah terima uang tukangnya kabur. Jadi saran saya carilah tukang yang sudah dikenal, terpercaya atau rekomendasi sehingga lebih safety,” ungkapnya.

    4. Upah Jasa Tukang

    Kata Ruby, umumnya pembayaran jasa tukang terbagi dua metode yakni harian dan borongan.

    Untuk harian berarti kamu membayar jasa tukang per hari kerjanya sesuai biaya yang disepakati. Dengan cara ini, bahan material yang dibutuhkan menjadi tanggung jawabmu sehingga kamu mesti membeli dan mencarinya sendiri di toko bangunan atau tempat lain.

    Sementara borongan, upah jasa tukangnya mencakup biaya material dan peralatan bangunan yang digunakan. Sehingga budget yang dibayarkan untuk jasa borongan adalah anggaran total yang telah dihitung.

    “Kalau borongan biasanya untuk kebutuhan alat-alatnya, materialnya mereka sudah hitung semua. Mereka yang bayarin, kita tinggal bayar ke mereka (total biaya dari jasa dan material),” tutur Ruby.

    “Entah itu bayarannya borongan atau harian, teman-teman bisa hitung lagi karena ada pilihannya,” tambahnya.

    Tapi jika kamu memiliki pengetahuan tentang material rumah dan ingin menghemat pengeluaran maka bisa menggunakan metode pembayaran harian. Dengan begitu, kamu dapat memilih jenis bahan yang sesuai dengan kebutuhan renovasi rumahmu.

    5. Lakukan Renovasi Secara Bertahap

    Renovasi rumah yang bertahap disebutkan lebih hemat biaya. Ini karena renovasi secara menyeluruh bisa membuat kamu sekeluarga pergi mengungsi sementara ke tempat lain. Dengan kata lain, ada budget lain yang dikeluarkan untuk sewa tempat tinggal.

    Itulah sederet tips renovasi rumah agar hemat pengeluaran. So, diingat-ingat ya sejumlah tips di atas kalau kamu akan merenovasi rumah!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 8 Barang yang Tanpa Sadar Ditimbun di Rumah, dari Pakaian sampai Bumbu Dapur


    Jakarta

    Barang-barang yang tertimbun di rumah tanpa disadari menjadi masalah umum yang terjadi di banyak keluarga. Seiring waktu, banyak benda-benda yang menumpuk dan mengisi sudut sudut rumah, dari lemari sampai gudang.

    Hal ini mungkin terjadi karena pemilik rumah merasa akan menggunakan barang tersebut lagi. Namun, pada kenyataannya, banyak barang yang jarang atau bahkan tidak pernah digunakan lagi. Apa saja barang-barang tersebut?

    Barang yang Tanpa Sadar Ditimbun di Rumah

    Barang-barang yang tertimbun di rumah tanpa disadari di antaranya pakaian, tas belanja, hingga koran. Begini penjelasannya:


    1. Pakaian

    Pakaian adalah barang yang seringkali ditimbun di rumah, padahal bisa jadi ada yang masih bagus dan layak pakai. Menurut laman Giorgia Clean, beberapa pakaian yang kotor mungkin hanya perlu dicuci agar terlihat bagus lagi.

    Faktanya, memang banyak orang-orang yang menimbun pakaian yang bahkan masih baru dan belum dipakai. Jadi, sebaiknya pisahkan pakaian-pakaian yang sudah tertimbun tersebut. Pakaian yang sekiranya sudah tidak dipakai bisa disumbangkan atau dijual dengan harga diskon di toko barang bekas.

    2. Tas Belanja

    Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan lingkungan, tas belanja yang bisa digunakan berkali-kali menjadi pilihan. Saat tidak membawa tas belanja sendiri, tak jarang pembeli akan membelinya lagi sehingga saat tiba di rumah, tas-tas ini akan menumpuk.

    Simpan tas-tas belanja ini dalam satu wadah. Jangan lupa untuk membawanya saat akan belanja.

    3. Obat Kadaluarsa

    Obat-obatan seringkali disimpan untuk berjaga-jaga. Namun, ada saja obat-obatan yang ternyata disimpan terlalu lama dan kadaluarsa. Mengutip laman Simple is More, menyimpan barang ini tentunya bisa menimbulkan risiko kesehatan.

    Untuk itu, periksa kadaluarsa obat secara berkala. Buang obat-obatan yang sudah tidak diperlukan.

    4. Kotak Kosong dari Barang Elektronik

    Kotak-kotak kosong dari barang elektronik biasanya disimpan untuk keperluan garansi. Tapi, kotak tersebut bisa menghabiskan banyak ruang.

    Jadi, sebaiknya simpan kotak yang sekiranya memang dibutuhkan. Jika sudah tidak lagi dibutuhkan, buang atau daur ulang agar tidak memakan tempat.

    5. Rempah dan Bumbu Dapur

    Rempah-rempah dan bumbu dapur seringkali dibeli untuk membuat resep makanan tertentu, tapi tidak digunakan lagi setelahnya. Sehingga, bumbu dapur yang sudah tidak layak digunakan menjadi menumpuk.

    Jangan lupa untuk membuang bumbu dapur atau rempah yang sudah tidak bisa digunakan lagi. Beli bumbu atau rempah sesuai dengan kebutuhan.

    6. Pensil dan Buku Catatan

    Barang-barang yang dibawa pulang dari suatu acara seperti pulpen dan buku catatan biasanya akan menumpuk. Barang-barang ini bisa jadi hanya disimpan tapi tidak dipakai. Jika kamu memang tidak membutuhkannya, sebaiknya tidak perlu membawa barang-barang tersebut ke rumah.

    7. Koran

    Koran menjadi barang selanjutnya yang sering ditimbun di rumah tanpa disadari. Koran yang sudah selesai dibaca akan menumpuk seiring berjalannya waktu.

    Jika tidak ingin membuangnya, kamu bisa mendaur ulang koran. Sehingga, koran yang sudah dibaca tersebut tidak terbuang sia-sia.

    8. Perlengkapan Mandi Ukuran Kecil

    Perlengkapan mandi ukuran kecil, misalnya yang diambil dari hotel untuk perjalanan memang praktis. Biasanya orang-orang pikir, barang tersebut akan digunakan lagi untuk perjalanan berikutnya. Namun pada kenyataannya, barang-barang ini tidak tersentuh.

    Jadi, pastikan kamu menggunakan barang-barang ini. Jangan sampai malah menumpuk dan tidak terpakai.

    Itulah sejumlah barang yang tanpa sadar ditimbun di rumah. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (elk/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Atur Keuangan Agar Renovasi Rumah Nggak Berhenti di Tengah Jalan



    Jakarta

    Saat merenovasi rumah, terkadang bisa saja terhenti di tengah jalan. Ada berbagai hal yang menyebabkan berhentinya proses renovasi, misalnya karena pandemi COVID-19 dan habisnya uang renovasi di tengah jalan.

    Hal itu seperti yang terjadi pada Aden ‘Bajaj’ yang kegiatan renovasinya tak kunjung usai.

    Perencana Keuangan dari Alliance Advisors Group Indonesia, Andy Nugroho mengatakan agar renovasi rumah berjalan lancar, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat estimasi biaya yang mendekati kenyataannya. Jadi, buat estimasi serinci mungkin, kalau perlu minta bantuan mandor atau kontraktor untuk membuatnya.


    “Stick to the plan, artinya ketika kita sudah berkomitmen untuk renovasi ya sudah harus kelar. Kalau kita sudah hitung-hitung budgetnya, misalnya Rp 10 juta, sudah amankan budget itu dalam artian kalau ada kebutuhan yang lain ya jangan ganggu budget ini,” katanya ketika dihubungi detikcom, Senin (14/10/2024).

    Selanjutnya, sediakan emergency fund atau dana tambahan di luar estimasi biaya yang sudah dihitung. Emergency fund itu bisa digunakan untuk pengeluaran-pengeluaran tak terduga saat renovasi rumah.

    “Perlu bikin space lagi, spare lagi yang lebih besar dari yang diestimasi. Misalnya tadi ada Rp 10 juta, dengan mempertimbangkan hal-hal di luar prediksi kita, ya kita tambahin paling tidak 10-25%,” paparnya.

    Sebelumnya, dikutip dari Instagram Rumpi No Secret @rumpi_ttv, Senin (14/10/2024), Aden menuturkan bahwa renovasi rumahnya tersebut sempat terhenti selama 3 tahun karena terjadi Pandemi COVID-19. Ia juga menuturkan, saat ini progres renovasi rumahnya sudah sekitar 50-60% selesai.

    “Sudah 50-60%. (Berapa tahun renovasi berjalan?) sempet terhenti karena memang waktu itu pandemi, 3 tahun itu pandemi kita berhenti, baru mulai lagi 1,5 tahun lah,” kata Aden dalam kesempatan tersebut.

    Saat renovasi rumahnya, Aden juga bercerita ada pengalaman unik. Ia merenovasi rumah dengan uang hasil syuting yang dilakukannya. Namun, setiap ia menggunakan uang hasil syuting untuk renovasi rumah, kegiatan syutingnya justru berhenti.

    “Jadi rumah itu aneh. Bukan aneh, unik lah ya. Jadi kalau kita syuting, dapat duit, kita taruh di rumah itu, syutingnya berhenti. (Syuting) stripping nih, duit kumpul nih, kita bangun, berhenti, syutingannya berhenti. udah abis, shooting lagi, berhenti lagi,” tuturnya.

    Untuk menyelesaikan renovasi rumah, Aden pun mencoba cara lainnya yaitu dengan menggunakan biaya dari hasil usahanya menjual kacamata. Hasilnya, renovasi rumah Aden terus berlanjut dengan uang hasil jualan kacamata, bukan hasil syuting.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal! Ini 7 Tips Pilih Wallpaper-Karpet Lantai untuk Kamar Tidur



    Jakarta

    Menata kamar tidur bukan hanya soal memilih perabot yang tepat, tetapi juga memperhatikan detail seperti wallpaper dan karpet yang bisa menambah kesan nyaman. Pemilihan wallpaper dinding kamar yang sesuai bisa menghadirkan suasana berbeda di ruang pribadi Anda.

    Dari motif hingga warna, semuanya perlu dipertimbangkan agar hasilnya sesuai dengan selera dan gaya desain interior. Selain itu, karpet lantai juga memainkan peran penting dalam menciptakan kenyamanan. Karpet yang tepat tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membuat kamar terasa hangat dan nyaman.

    7 Tips Memilih Wallpaper Dinding dan Karpet Lantai untuk Kamar Tidur


    Agar hasilnya maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih wallpaper dan karpet untuk kamar tidur Anda. Berikut telah dirangkum 7 tips memilih wallpaper dan karpet lantai untuk kamar tidur.

    1. Sesuaikan dengan Ukuran Ruangan

    Salah satu hal pertama yang harus diperhatikan saat memilih wallpaper dan karpet adalah ukuran kamar tidur Anda. Jika ruangan berukuran kecil, pilih wallpaper dengan motif yang sederhana dan warna cerah untuk memberi kesan lebih luas. Wallpaper dengan motif besar atau terlalu ramai bisa membuat ruangan terasa sesak.

    Begitu pula dengan karpet, untuk ruangan kecil sebaiknya pilih karpet berukuran kecil atau medium yang tidak menutupi seluruh lantai. Karpet dengan warna netral atau pola minimalis akan membantu membuat kamar terasa lebih lega.

    2. Pilih Warna yang Tepat

    Warna wallpaper dan karpet harus selaras dengan tema warna keseluruhan kamar. Jika kamar tidur Anda memiliki furnitur dengan warna netral, Anda bisa bermain dengan wallpaper yang memiliki warna lebih mencolok atau bermotif. Namun, jika kamar Anda sudah penuh warna, sebaiknya pilih wallpaper dengan warna kalem.

    Begitu juga dengan karpet lantai. Karpet dengan warna senada atau kontras dengan dinding bisa memberikan tampilan yang harmonis atau dinamis, tergantung preferensi Anda. Pilihan warna yang tepat akan membuat kamar tidur terasa lebih nyaman dan menyenangkan.

    3. Perhatikan Material Wallpaper dan Karpet

    Material wallpaper dan karpet sangat penting, terutama untuk kamar tidur. Pilih wallpaper yang mudah dibersihkan dan tahan lama. Ada beberapa material wallpaper yang tahan air, sehingga lebih mudah dirawat dan dibersihkan dari debu atau kotoran.

    Untuk karpet, pastikan memilih material yang lembut dan nyaman untuk dipijak. Karpet berbahan wol atau katun biasanya lebih nyaman untuk kamar tidur karena teksturnya yang lembut dan hangat di kaki.

    4. Pertimbangkan Kebutuhan Perawatan

    Kamar tidur adalah tempat di mana Anda ingin merasa rileks. Jadi pastikan Anda tidak memilih wallpaper dan karpet yang membutuhkan perawatan ekstra. Wallpaper yang mudah dibersihkan sangat disarankan, terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan di rumah.

    Karpet juga perlu dipilih berdasarkan kemudahan perawatannya. Karpet berbahan sintetis biasanya lebih mudah dibersihkan dan tahan terhadap noda, sementara karpet berbahan alami seperti wol mungkin memerlukan perawatan khusus.

    5. Pilih Motif yang Menenangkan

    Untuk kamar tidur, sebaiknya pilih motif wallpaper dan karpet yang menenangkan agar suasana tidur menjadi lebih nyaman. Motif yang terlalu ramai atau mencolok bisa membuat ruangan terasa berlebihan dan mengganggu waktu istirahat Anda.

    Motif floral atau geometris dengan warna lembut biasanya menjadi pilihan yang baik untuk wallpaper kamar tidur. Sementara untuk karpet, pilih yang bermotif sederhana atau polos agar tidak bertabrakan dengan motif wallpaper.

    6. Sesuaikan dengan Gaya Interior

    Gaya interior kamar tidur juga harus menjadi pertimbangan utama. Jika kamar tidur Anda bergaya minimalis, pilih wallpaper dengan motif yang simpel dan karpet yang tidak terlalu tebal. Untuk kamar bergaya klasik, wallpaper dengan motif bunga atau ornamen elegan bisa menjadi pilihan yang sempurna.

    Sesuaikan karpet dengan gaya interior tersebut. Karpet berbulu tebal cocok untuk kamar tidur bergaya klasik, sementara karpet tipis dengan pola sederhana cocok untuk kamar bergaya modern atau minimalis.

    7. Perhatikan Anggaran

    Meskipun wallpaper dan karpet bisa mempercantik kamar tidur, jangan lupa untuk tetap menyesuaikan dengan anggaran. Pilih wallpaper dan karpet yang berkualitas, tetapi tetap dalam batas anggaran yang Anda tetapkan. Tidak perlu selalu memilih yang paling mahal untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

    Ada banyak pilihan wallpaper dan karpet berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Yang penting adalah kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan Anda, bukan harga yang terlalu tinggi.

    Beli Wallpaper dan Karpet di Decorindo Perkasa

    Jika Anda sedang mencari wallpaper dan karpet lantai untuk mempercantik kamar tidur, Decorindo Perkasa adalah tempat yang tepat. Decorindo Perkasa menyediakan beragam pilihan wallpaper dengan motif dan warna yang bisa disesuaikan dengan gaya interior kamar. Selain itu, pilihan karpet yang nyaman dan berkualitas tinggi juga tersedia untuk melengkapi tampilan kamar tidur impian Anda.

    Anda bisa mengunjungi toko offline Decorindo Perkasa di Jl Dewi Sartika no 306A Cawang, Jakarta Timur, untuk melihat langsung koleksi wallpaper dan karpet yang tersedia. Jika tidak sempat datang ke toko, Anda juga bisa mengunjungi situs resmi mereka di decorindoperkasa.com untuk melihat katalog produk dan melakukan pembelian secara online dengan mudah.

    Memilih wallpaper dinding dan karpet lantai untuk kamar tidur memang tidak bisa asal-asalan. Berkat mempertimbangkan beberapa tips di atas, Anda bisa mendapatkan kamar tidur yang nyaman, indah, dan sesuai dengan selera. Mulai dari ukuran, warna, hingga material, semua faktor ini perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal.

    Jangan ragu untuk membeli wallpaper dan karpet di Decorindo Perkasa. Hadir dengan banyaknya pilihan dan kualitas yang terjamin, Anda bisa menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan kamar tidur Anda!

    (Content Promotion/Decorindo Perkasa)



    Sumber : www.detik.com

  • Bikin Sempit, Hindari Simpan 6 Barang Ini di Lemari Pakaian


    Jakarta

    Menata lemari bukanlah tugas mudah, seringkali saat menata barang justru membuat lemari pakaian menjadi semakin kacau. Hal ini biasanya terjadi karena banyak yang tidak mengetahui cara menata lemari yang tepat dan barang apa yang harus disimpan.

    Agar ruang penyimpanan di lemari cukup untuk menyimpan banyak barang, kamu perlu mengosongkan ruang. Maka, baranga-barang yang tidak diperlukan harus disingkirkan. Cara ini juga disebut dengan Declutter. Dengan mulai menerapkan sistem penyimpanan seperti ini, lemari dapat lebih mudah untuk tetap rapi.

    Melansir Homes&Gardens, Selasa (15/10/2024), berikut beberapa barang yang seharusnya tidak disimpan di lemari pakaian kamu.


    1. Sprei dan Handuk

    Jika kamu ingin menjadikan lemari hanya sebagai lemari pakaian, maka kamu harus memindahkan semua sprei dan handuk kamu.

    Apabila ditumpuk, sprei dan handuk memakai banyak ruang dan juga berat saat dipindahkan. Salah satu solusi adalah dengan memanfaatkan solusi penyimpanan lain di kamar kamu.

    2. Pakaian yang Sudah Tidak Dipakai

    Jika kamu menyimpan pakaian yang sudah tidak dipakai, keluarkan pakaian dan simpan di tempat lain atau bisa kamu sumbangkan.

    Pisahkan pakaian-pakaian ini ke dalam tumpukan yang dapat disimpan dan disumbangkan. Ini akan menciptakan ruang yang sangat dibutuhkan untuk barang-barang kamu yang lain.

    3. Barang Berharga

    Barang lain yang perlu kamu lindungi dari kerusakan adalah barang berharga kamu. Daripada membiarkannya hilang di dalam lemari, disarankan untuk menyimpan di tempat yang lebih aman dengan dokumen penting di brankas.

    4. Peralatan Olahraga

    Jika kamu adalah seseorang yang suka dalam berolahraga, mungkin kamu memiliki peralatan olahraga yang besar. Meskipun terlihat mudah dalam menyimpannya, peralatan olahraga seringkali memakan terlalu banyak ruang.

    Letakkan perlengkapan kamu di area tertentu seperti bagasi atau tas ransel sehingga semuanya siap diambill saat kamu membutuhkannya.

    5. Barang Dekorasi

    Jangan menyimpan barang dekorasi di lemari kamu, hal ini akan membuat lemari menjadi berantakan dan terlihat penuh. Simpan barang dekorasi di area garasi atau loteng sehingga tidak terlihat berantakan.

    6. Koper

    Koper adalah barang yang cukup besar dan akan memenuhi lemari apabila kamu menyimpannya di lemari pakaian kamu. Simpanlah di area lain, seperti garasi atau di bawah tempat tidur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Pilih Karpet yang Cocok untuk Tangga Rumah


    Jakarta

    Memilih karpet terbaik untuk tangga bisa sulit karena karpet harus memiliki ketahanan dan ketebalan yang sesuai agar berfungsi dengan baik. Karpet juga harus terlihat bagus saat dipotong, dililitkan, dan diselipkan di sekitar tepi anak tangga dan tiang pagar.

    Jika kamu memiliki tangga yang sering dilewati atau memiliki anak kecil di rumah, disarankan untuk memasang karpet pada tangga di rumah kamu.

    Melansir The Spruce, Selasa (15/10/2024), berikut cara memilih karpet dan metode pemasangan untuk tangga rumah kamu.


    Cara Memilih Karpet untuk Tangga

    1. Pilih Bahan yang Tepat

    Dampak dari berjalan di tangga lebih besar daripada di permukaan datar karena adanya gaya gravitasi tambahan saat kamu menuruni tangga. Oleh karena itu, mempertimbangkan kualitas dan daya tahan bahan karpet. Pastikan juga permukaan karpet tetap rendah.

    Untuk tangga, kamu bisa coba pakai karpet nilon sintetis yang dipotong dengan permukaan yang rendah, sehingga menawarkan stabilitas optimal.

    2. Pertimbangkan Ketebalan

    Ketebalan karpet merupakan faktor penting dalam kesesuaian karpet untuk tangga. Karpet tebal dengan permukaan yang tinggi mungkin ideal untuk kamar tidur, tetapi terlalu tebal untuk tangga.

    Karpet yang terlalu tebal dapat membahayakan keselamatan karena saat melilit ujung depan tangga. Karpet tersebut berfungsi sebagai jalan menurun untuk kaki kamu. Tanpa permukaan yang kuat untuk menopang kaki, kamu berisiko untuk terjatuh.

    3. Ketahanan

    Ada perbedaan antara noda dan kotoran, meskipun tumpahan cenderung lebih sering terjadi pada karpet ruang keluarga daripada di tangga. Tetap penting untuk mencari karpet dengan kualitas tahan kotoran untuk tangga kamu.

    4. Gaya dan Penampilan

    Meskipun gaya karpet apapun dapat digunakan di tangga, ada baiknya untuk mempertimbangkan bagaimana tampilan karpet saat dililitkan di tepi tapak atau menyambung jahitan di sekitar tiang.

    Pertimbangkan juga pola pada karpet dan bagaimana tampilannya saat dipasang. Pola karpet harus diletakkan secara vertikal, jangan pernah horizontal di tangga demi alasan estetika dan performa.

    5. Pilihan Metode Memasang Karpet

    Metode Waterfall

    Tangga dengan karpetTangga dengan karpet Foto: Getty Images/iStockphoto/Elena Sgarabotto

    Dilakukan dengan menekuk karpet di tepi tangga dan membiarkannya jatuh lurus ke bawah hingga sejajar dengan anak tangga berikutnya.

    Ini adalah cara yang mudah dan cepat untuk memasang karpet dan karena alasan ini banyak pembangunan rumah menggunakan metode ini.

    Metode French Cap

    Karpet Tangga Hollywood/French CapKarpet Tangga Hollywood/French Cap Foto: The Spruce / Meg MacDonald

    Disebut juga gaya Hollywood adalah tampilan tangga yang mewah dan dirancang khusus. Pemasang membungkus karpet dengan erat di sekeliling tepi setiap anak tangga, lalu menyelipkan dan menjepitnya di bawah bibir tangga, menyesuaikan bentuk anak tangga.

    Metode ini membutuhkan lebih banyak waktu dan keterampilan dari pihak pemasang. Pelat tangga juga dapat dipasang dengan metode French cap untuk menonjolkan ujung tangga.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Ingat Ya! Ini 6 Poin Penting yang Harus Diperhatikan Saat Bangun Rumah


    Jakarta

    Saat hendak membangun rumah, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Sebab, membangun rumah membutuhkan biaya yang besar, waktu yang lama, dan banyak pertimbangan di dalamnya. Apalagi jika rumah tersebut dibangun bersama dengan pasangan, pasti ada 2 pendapat yang perlu dipertimbangkan.

    Dengan perencanaan yang matang ini, kamu bisa membangun rumah dengan lancar dan sesuai target. Apabila tidak ada persiapan sejak awal, banyak risiko yang timbul, mulai dari ditipu oleh kontraktor atau pemilik lahan, biaya pembangunan rumah membengkak, hingga lelah emosional karena menghadapi banyak masalah.

    Untuk menghindari risiko saat pembangunan rumah, persiapan yang harus kamu lakukan minimal memperhatikan hal-hal mendasar, salah satunya soal lokasi rumah. Dilansir situs Well by Design, Selasa (15/10/2024), berikut deretan poin penting yang tidak boleh dilewatkan ketika membangun rumah.


    1. Lokasi

    Lokasi adalah poin penting saat kamu ingin membangun rumah. Salah pilih lokasi kamu, ke depannya bisa jadi sulit. Sebagai contoh memilih rumah jauh dari transportasi umum atau rumah sakit. Saat keadaan darurat kamu perlu waktu untuk sampai ke pusat kota atau rumah saki tadi. Selain itu, apakah lokasi rumah kamu keamanannya terjaga atau minimal airnya bersih.

    Maka dari itu, saat mencari lokasi rumah yang cocok, kamu harus lakukan penelusuran sejarah dari kawasan yang ingin dibangun untuk memastikan tidak ada masalah. Selain itu, cari tahu juga tentang perairan sekitar dan saluran air agar terhindar dari memilih area yang rawan banjir.

    2. Luas dan Tata Letak Lahan

    Penting pada saat mencari rumah dilakukan secara langsung. Kamu bisa melihat langsung luas lahan dan lokasinya. Jika hanya melihat dari selebaran iklan, kamu tidak akan mendapat gambaran jelas. Selain itu, pada saat ingin membeli lahan pastikan bukan tanah sengketa dan bisa langsung balik nama lahan. Jika terjadi bencana atau pembebasan lahan, kamu dengan mudah mengajukan ganti rugi.

    Dengan melihat langsung luas lahan, kamu bisa membayangkan bagaimana desain dalam rumah tersebut. Mulai dari berapa ruangan yang bisa ditampung serta luasnya. Jika luas, kamu bisa meminta ditambahkan ruangan hiburan seperti gazebo, kebun, atau kolam renang di halaman luar.

    3. Tinggi Ruangan

    Tinggi ruangan diukur dari lantai sampai plafon rumah. Tinggi ruangan atau langit-langit rumah tidak kalah penting karena ini akan mempengaruhi sirkulasi udara di rumah. Semakin tinggi plafon ruangan maka, akan terasa lapang dan sejuk ruangan tersebut. Untuk bagian ini, jangan lupa berkonsultasi dengan arsitek ataupun desainer agar tinggi ruangan sesuai dengan kebutuhan.

    4. Material

    Sudah jadi rahasia umum, apabila kamu memilih barang yang lebih bagus, maka harganya akan semakin mahal. Namun, pada saat membangun rumah, bukan hanya kualitas yang diperhatikan, tetapi dampaknya pula. Saat ini banyak rumah dibangun dengan material bekas, harganya murah tetapi tetap kokoh, kuat, dan tahan lama.

    Selain itu, material juga sudah beragam saat ini, kamu bisa mendapat banyak pilihan. Kamu bisa minta saran dari desainer interior dan arsitek saat memilih material rumah.

    5. Penempatan Kabel dan Stopkontak

    Aliran listrik adalah salah satu detail yang harus dipahami oleh pemilik rumah. Kamu harus tau dimana saja listrik terletak di dalam rumah. Lalu untuk stop kontak kamu perlu pertimbangkan lokasi yang tepat. Idealnya 90 cm dari lantai.

    Rumah yang nyaman dan fungsional tentunya membutuhkan banyak stopkontak yang ditempatkan pada lokasi yang strategis. Selain itu, penempatan kabel perlu dibuat agar tampak rapi dan tidak berserakan di mana-mana.

    6. Pencahayaan Lampu dan Matahari

    Lampu adalah komponen penting di rumah. Tanpa pencahayaan, rumah sama saja seperti rumah terbengkalai. Pencahayaan bukan hanya dari lampu, melainkan dari ventilasi atau jendela di rumah. Maka dari itu, posisi jendela di rumah juga sama pentingnya.

    Mungkin Anda menginginkan cahaya matahari pagi di dapur, sedangkan di ruang kerja pada sore hari. Semua itu bisa direncanakan sebelum membangun rumah.

    7. Ruang Penyimpanan

    Kamu pasti ingin rumah dibuat lega dan banyak ruang bergerak. Maka dari itu, kamu memerlukan ruang penyimpanan yang cukup agar rumah selalu rapih dan tidak banyak barang di luar rumah.

    Rencanakan ruang penyimpanan dalam rumah serta mempersiapkan lebih banyak ruang. Pastikan setiap barang nantinya memiliki tempat penyimpanan khusus. Ruang penyimpanan bisa berupa lemari dan laci. Adapun laci menjadi yang tempat penyimpanan paling praktis untuk mengatur barang-barang, terutama di dapur.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com