Author: Gak Ganti Gambar

  • Ubah HGB Jadi SHM Kok Luas Tanah Jadi Berubah, Solusinya Bagaimana?



    Jakarta

    Pertanyaan

    Saya membeli rumah dengan dengan sistem KPR, semua prosedur telah selesai dan cicilan telah berjalan kurang lebih 2 tahun. Kurang lebih bulan November lalu notaris dari developer memberitahukan bahwa sertifikat HGB atas nama saya sudah terbit, dan menawarkan untuk diubah menjadi SHM.

    Namun setelah saya crosscheck sertifikatnya terdapat perbedaan luas tanah, terdapat kelebihan luas tanah dari rumah yang saya beli sebagaimana rujukan AJB atau PPJB serta Surat Pengajuan Kredit ke Bank yang ditandatangani oleh saya dan developer. Untuk dokumen ini belum bisa saya terima karena sertifikat HGB belum dikirimkan berkasnya ke bank dari notaris developer.


    Terkait persoalan di atas, pihak developer telah mengklarifikasi atas persoalan di atas bahwa SuratPemberitahuan yang menerangkan bahwa terdapat perubahan luas tanah dari SPR sebelumnya dan saya diwajibkan membayar kelebihan tanah tersebut.

    Pertanyaannya adalah :

    1. Apakah hal tersebut merupakan wanprestasi dari developer yang tidak teliti atau kontrol semua berkas yang bersangkutan?
    2. Kelebihan luas tanah berupa tanah kosong / hook yang belum saya gunakan, apakah saya bisa berargumen dan didukung berkas bahwa hak dan kewajiban saya hanya tanah yang dibeli sesuai dengan SPR dan AJB/PPJB?
    3. Solusi yang terbaik jika developer tetap memaksa saya untuk membayar kelebihan tanah.

    Terima kasih,

    Solahudin, Pembaca detikProperti

    Jawaban

    Menanggapi permasalahan bapak Solahudin terkait Permasalahan tentang kelebihan tanah ini biasanya telah diatur atau dicantumkan dalam Surat Pesanan atau PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) di awal transaksi jual beli tanah dan bangunan. Namun ternyata dalam pelaksanaannya, hal tersebut sering menimbulkan konflik antara pengembang dan konsumen. Konflik tersebut berpotensi terjadi bila pengembang tidak beritikad baik untuk melaksanakan dan memberikan perincian secara transparan
    kepada konsumen.

    Dalam setiap transaksi jual beli tanah dan bangunan dari pengembang, sebenarnya masalah kelebihan tanah ini wajar saja terjadi. Dengan maraknya sistem indent, pengembang dapat memasarkan perumahan kepada siapa saja walaupun kondisi sertifikat tanahnya masih berupa sertifikat induk (sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama pengembang). Dengan sertifikat ini, rumah belum ada dan dalam rencana pembangunan atau masih berupa block plan.

    Terkait konflik dengan pengembang untuk masalah kelebihan tanah, harus memahami terlebih dahulu bahwa hal tersebut memang bisa terjadi dan tidak perlu merasa ditipu oleh pengembang. Asalkan, pihak pengembang melakukan pengukuran dan penetapan harga dengan obyektif dan bersikap
    koperatif kepada Anda.

    Mengacu Pasal 41 Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah (“Permeneg Agraria No. 3/1997”), kepala kantor pertanahan mempunyai tanggung jawab untuk memelihara peta dasar pendaftaran, peta pendaftaran, gambar ukur dan data-data ukur terkait. Apabila dalam pengukuran untuk pembuatan peta dasar pendaftaran, peta pendaftaran dan gambar ukur terdapatkesalahan teknis data ukuran, maka kepala kantor pertanahan dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Lebih lanjut, apabila suatu bidang tanah yang diukur ulang telah diterbitkan sertifikat, maka selain dilakukan perubahan pada gambar ukur dan peta pendaftaran tanah, juga dilakukan perubahan pada surat ukurnya.

    Berdasarkan hal tersebut, apabila pengembang tidak koperatif dan tidak jujur, langkah awal yang dapat Anda lakukan adalah mengirimkan surat pengaduan yang disertai permohonan kepada Kantor Pertanahan setempat untuk mengadakan pengukuran kembali dengan disaksikan oleh semua pihak yang berkepentingan. Hasil pengukuran tersebut dapat dijadikan dasar untuk melakukan pendekatan persuasif kepada pihak pengembang untuk membuat kesepakatan bersama sebelum konsumen memilih menyelesaikannya melalui prosedur hukum yang berlaku, baik secara pidana maupun perdata.

    Demikian yang dapat kami jawab.

    Pengamat dan Pakar Hukum Properti

    Muhammad Rizal Siregar, S.H,. M.H

    Law Firm
    SIREGAR & CO

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pakai Kain Atau Tisu? Ini Alat Terbaik buat Melap Meja Dapur


    Jakarta

    Saat ingin membersihkan dapur, khususnya menyeka meja, ada kebingungan yang sering terjadi apakah perlu menggunakan kain lap atau kertas tisu.

    Baik kain lap mau kertas tisu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari kain lap dan kertas tisu, kamu bisa memilih mana yang lebih baik digunakan untuk menyeka meja dapurmu di rumah.

    Melansir Better Homes & Gardens, Jumat (29/12/2023), berikut penjelasan mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan kain lap dan kertas tisu.


    Kelebihan dan Kekurangan Kertas Tisu

    Kertas tisu merupakan pilihan yang umum digunakan oleh banyak orang. Selain mudah didapatkan dan digunakan, penggunaan kertas tisu juga dianggap lebih ekonomis daripada kain lap.

    Melansir Better Homes & Gardens, Jumat (29/12/2023), berdasarkan data Sensus AS dan Survei Konsumen Nasional Simmons, sekitar 45,3 juta orang Amerika menggunakan delapan gulung atau lebih kertas tisu setiap bulannya.

    Ini menciptakan pengeluaran rata-rata sekitar US$ 11 atau Rp 170.000 per bulan atau US$ 132 atau sekitar Rp 2 juta per tahun hanya untuk kertas tisu, yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah dan sulit untuk didaur ulang.

    Namun, ada dampak lingkungan yang perlu diperhitungkan. Kertas tisu berkontribusi pada deforestasi atau penebangan hutan dan sering kali dianggap sebagai limbah terkontaminasi yang sulit untuk didaur ulang.

    Kebersihan Kain Lap vs Kertas Tisu

    Menurut ahli kebersihan, Dr. Laundry atau Mary Gagliardi dari Clorox, kertas tisu dianggap sebagai opsi yang lebih higienis dibandingkan kain lap.

    Kain lap harus dicuci sering setelah penggunaan sehingga membutuhkan lebih banyak air. Selain itu, kain lap bisa menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Kain lap juga harus dicuci dengan benar untuk memastikan kebebasan dari kuman sebelum digunakan kembali.

    Sebuah studi dari University of Arizona menemukan bahwa setiap kali permukaan meja diseka dengan kain atau handuk, bakteri akan menetap pada kain yang lembab. Kain lap sering menjadi tempat yang ideal bagi kuman untuk berkembang dengan 89% kain lap dapur mengandung bakteri koliform yang berasal dari kotoran hewan berdarah panas dan manusia.

    Selain itu, 25% kain lap mengandung bakteri E. coli yang bisa berbahaya. Penggunaan kain lap yang terus-menerus tidak hanya mengandung kuman berbahaya, tetapi juga bisa menyebarkan kuman tersebut ke seluruh dapur, tangan, dan barang-barang lain yang bersentuhan dengannya.

    Lantas, Pilih Kain Lap atau Kertas Tisu?

    Pilihan antara kain lap dan kertas tisu pada akhirnya tergantung pada nilai apa yang lebih kamu utamakan: dampak lingkungan dan biaya atau risiko bakteri, virus, dan jamur. Jika kamu memilih menggunakan kain lap, ada beberapa tips untuk membersihkan dan menggantinya dengan benar.

    Tips Penggunaan dan Perawatan Kain Lap

    Jika kamu memilih menggunakan kain lap, penting untuk membersihkan dan menggantinya secara teratur. Bilas dan peras kain lap sepenuhnya setiap kali digunakan dan gantung untuk mengeringkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

    Untuk menjaga keamanan, disarankan untuk mengganti kain lap dan handuk setiap hari jika digunakan untuk menyeka atau membersihkan tangan. Penggunaan pemutih juga direkomendasikan untuk mensterilkan kain lap secara berkala.

    Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing metode, kamu bisa membuat keputusan yang lebih baik dalam menjaga kebersihan dapurmu di rumah.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Pintu Rumah Dibuka ke Dalam Atau ke Luar, Pilih Mana?


    Jakarta

    Apakah kalian menyadari ke arah mana pintu rumah kamu saat dibuka? Kebanyakan pasti akan menjawab ke dalam. Tapi tahukah kalian alasan mengapa kebanyakan pintu didesain untuk dibuka ke arah dalam?

    Meski demikian, bukan berarti semua pintu harus didesain agar bisa dibuka ke dalam. Lantas bagaimana seharusnya pintu dibuka? Simak artikel ini untuk mengetahui beberapa faktornya, mulai dari keamanan, cuaca, keselamatan, hingga feng shui.

    Alasan Pintu Rumah Dibuka ke Dalam

    Ada sejumlah faktor yang membuat pintu rumah dibuka ke dalam. Berikut penjelasannya:


    1. Keamanan

    Dilansir dari situs Vivid Doors, pintu sebaiknya dibuka ke dalam rumah demi alasan keamanan, misalnya mencegah penyusup masuk ke dalam rumah.

    Pintu yang terbuka ke luar memiliki engsel di bagian luar. Ini memberi kesempatan penyusup untuk mencopot pintu dari tempatnya.

    Memang saat ini ada pelindung engsel agar tidak mudah dilepas. Namun tetap saja bukaan ke dalam lebih aman daripada ke luar. Pintu ke dalam juga lebih mudah dilengkapi dengan fitur keamanan tambahan, seperti kait atau rantai.

    2. Cuaca

    Faktor cuaca juga menjadi pertimbangan mengapa pintu lebih baik dibuka ke dalam. Jika pintu dalam keadaan terbuka ke luar, tiba-tiba datang angin kencang, maka pintu dapat terhantam keras dan menimbulkan kerusakan, terlebih jika pintu dilengkapi dengan kaca.

    Dalam cuaca hujan, pintu yang dibiarkan terbuka akan kehujanan. Kondisi ini membuat pintu kayu akan mudah rusak.

    3. Keselamatan

    Pintu rumah yang dibuka ke dalam dipilih dengan alasan faktor keselamatan. Misalnya dalam kasus kebakaran, petugas akan lebih mudah menerobos masuk melalui pintu yang terbuka ke dalam.

    4. Kepercayaan

    Sebagian kepercayaan menyebut pintu dibuka ke dalam memiliki banyak keberuntungan. Salah satunya adalah feng shui, seperti yang dilansir dari situs Favourite Homes.

    Dikatakan bahwa pintu terbuka ke dalam dapat menarik energi ‘chi’ positif ke dalam rumah. Pintu yang seret dan perabot yang menghalangi pintu akan mengganggu energi positif yang akan masuk ke rumah.

    Bolehkah Pintu Dibuka ke Luar?

    Ternyata tidak semua pintu harus dibuka ke dalam. Berikut ini beberapa contoh pintu yang dibuka ke luar:

    1. Pintu Darurat

    Pintu darurat harus bisa dibuka ke luar karena alasan keselamatan. Dalam situasi darurat, orang biasa memutuskan sesuatu dengan cepat. Termasuk ketika membuka pintu, mereka akan lebih mudah mendorongnya daripada menariknya.

    Selain itu, pintu darurat juga harus bisa terbuka penuh tanpa terhalang sehingga orang bisa lewat dengan lebih mudah. Termasuk di rumah, jika kamu memiliki pintu darurat, buatlah pintu tersebut terbuka ke luar.

    2. Pintu Bangunan Publik

    Berbeda dengan rumah pribadi, bangunan publik lebih sering menggunakan pintu yang terbuka ke luar. Alasannya juga sama dengan yang dijelaskan di atas.

    Bangunan publik biasanya diakses banyak orang. Orang yang ingin menyelamatkan diri dari dalam, maka akan lebih mudah mendorong pintu tersebut daripada menariknya.

    3. Rumah-rumah di Swedia

    Rumah di beberapa negara juga kebanyakan didesain terbuka ke luar, seperti di Swedia. Ada beberapa teori yang menjelaskan alasannya.

    Teori pertama adalah adanya cerita tentang sekelompok orang mati dalam kebakaran. Ini membuat rumah-rumah dibuka ke luar sehingga memudahkan penghuni melarikan diri.

    Teori lain menyebut bahwa rumah Skandinavia berbentuk kecil sehingga ruangan dalam penuh dengan perabotan, sehingga pintu dibuat mengarah ke luar.

    Teori selanjutnya mengenai iklim di Swedia yang dingin dan sering turun salju. Dengan pintu terbuka keluar, mereka yang membuka pintu akan sekaligus mendorong salju ke luar sehingga membersihkan depan rumah dari tumpukan salju.

    Nah, itulah tadi sejumlah faktor dan alasan pintu rumah didesain mengarah ke dalam maupun ke luar. Kalau kamu pilih mana?

    (bai/inf)



    Sumber : www.detik.com

  • Water Heater Listrik VS Gas, Bagus Mana?


    Jakarta

    Terdapat dua jenis water heater yaitu water heater listrik dan gas. Belakangan ini, banyak pendapat dan perdebatan mengenai water heater listrik vs gas dan manakah yang lebih baik.

    Bagi kamu yang suka mandi menggunakan air hangat karena memiliki banyak manfaat kesehatan, tentunya hal ini jadi bahan pertimbangan. Lalu, sebenarnya lebih bagus mana? Water heater listrik atau gas? Simak penjelasan selengkapnya dibawah.

    Apa itu Water Heater Listrik dan Gas?

    Melansir dari Rheem, Sabtu (30/12/2023), agar kamu lebih mudah membedakannya berikut pengertian dari water heater listrik dan water heater gas.


    Water Heater Listrik

    Water heater listrik adalah alat yang digunakan untuk menciptakan air panas dengan menggunakan energi listrik sebagai sumber panasnya. Water heater listrik jenis ini menggunakan tangki sebagai tempat menyimpan air panas sebelum digunakan.

    Pemanas air jenis ini biasanya terletak di luar kamar mandi. Mengingat sumber dari water heater listrik adalah listrik sehingga akan dibutuhkan penggunaan daya listrik yang besar.

    Water Heater Gas

    Punya fungsi sama dengan water heater listrik, namun alat satu ini menggunakan energi gas sebagai sumber panasnya. Sebelum ada pemanas air, untuk menggunakan aliran air panas harus merebus air terlebih dahulu atau menggunakan air panas langsung dari alam.

    Namun saat ini, penggunaan water heater gas akan membutuhkan banyak pengeluaran untuk penyediaan gas LPG atau LPN.

    Perbedaan Water Heater Listrik dengan Water Heater Gas

    Masih mengutip dari sumber yang sama, terdapat perbedaan pada komponen, sumber energi, dan cara kerja masing-masing water heater. Beberapa perbedaan dari water heater listrik dan gas, antara lain sebagai berikut.

    1. Fleksibilitas Waktu Penggunaan

    Pada water heater listrik, pemanasan terjadi saat terdapat aliran listrik. Apabila terjadi pemadaman, maka water heater tentu tidak dapat digunakan sebab tidak ada lagi sumber energi. Sedangkan pada water heater gas, dapat digunakan kapanpun baik saat listrik menyala maupun tidak selama persediaan gas masih ada.

    Pada waktu pemanasan, water heater listrik membutuhkan waktu beberapa saat setelah dinyalakan. Namun, water heater gas dapat langsung menghasilkan aliran panas selama persediaan gas dalam tabung masih tersedia.

    2. Energi yang Terpakai

    Dari segi energi yang digunakan , penggunaan water heater listrik lebih efisien dibandingkan dengan gas. Water heater listrik akan berfungsi ketika mesin menyala, apabila mesin mati maka tidak akan ada energi yang terbuang.

    Tetapi pada water heater gas, energi akan terus terbuang dan justru akan mencemari lingkungan dengan gas buang. Meski lebih murah, menggunakan water heater gas tetap akan memakan biaya pada sumber energi gas.

    3. Performa Pemanas

    Water heater gas dapat dikatakan lebih unggul dalam pemanasan daripada listrik. Saat melakukan pemanasan 50 liter, water heater gas hanya membutuhkan waktu satu jam sedangkan water heater listrik butuh waktu lebih dari satu jam untuk memanaskan air.

    4. Perawatan Unit

    Jika kamu memilih untuk menggunakan water heater gas, maka kamu harus siap untuk melakukan pengecekan dan perawatan secara rutin. Pada water heater listrik hanya diperlukan penyiraman secara teratur untuk menghilangkan endapan pada tangki dan dilakukan perawatan rutin tahunan.

    Sedangkan pada water heater gas, perlu dilakukan penyiraman dan pengecekkan setiap bulan untuk menghindari adanya kebocoran gas.

    5. Dampak Pada Lingkungan

    Water heater listrik dicap lebih ramah lingkungan sebab untuk bekerja hanya membutuhkan sedikit daya listrik.

    Pada water heater gas, karena energi yang digunakan adalah gas alam dengan jumlah besar, maka water heater ini akan melepaskan gas rumah kaca dalam jumlah yang besar.

    Kesimpulan

    Jika dilihat dari kelebihan pada beberapa aspek, water heater listrik lebih unggul untuk kebutuhan instalasi air panas pada rumah tangga. Melihat dari biaya penggunaan dan kemudahan perawatan, water heater listrik dapat membantu memudahkan pekerjaan rumah dan menghemat pengeluaran. Selain itu, water heater listrik tidak memiliki dampak yang besar pada kerusakan lingkungan.

    Demikian perbedaan water heater listrik dengan water heater gas. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Lingkungan Rumah Berisik? Pakai Cara Ini Biar Nyaman, Ampuh!


    Jakarta

    Jendela kedap suara bisa jadi solusi buat kamu yang tinggal di lingkungan rumah yang sedikit berisik. Ada banyak faktor dari kenapa ini bisa terjadi. Seperti dari lingkungan ataupun bahkan proyek pengerjaan di sekitar rumah.

    Selain sebagai sirkulasi udara, jendela juga bisa jadi perantara suara bising masuk ke rumah. Lalu, bagaimana caranya membuat jendela kedap suara? Tak perlu repot kamu cukup gunakan bahan sederhana berikut. Simak pembahasan lebih lengkap berikut.

    Melansir dari Homes and Gardens, Jumat (29/12/2023), berikut beberapa tips yang bisa kamu coba untuk membuat jendela kedap suara.


    Menggunakan Kanvas

    Cara membuat jendela kedap suara yang pertama, kamu dapat memanfaatkan kanvas.

    Bahan kanvas dipercaya dapat meredam suara dengan baik, itu sebabnya kamu perlu menggunakan bahan ini untuk membuat jendela kedap suara.

    Kamu bisa memasang kanvas pada sela sela jendela, jangan lupa manfaatkan lukisan lukisan karya seni disekitar. Kamu tidak perlu membelinya jika sudah memiliki lukisan, mengingat umumnya lukisan dibuat dari bahan kanvas.

    Menggunakan Karpet

    Melapisi karpet pada sela sela jendela kedap suara akan mengurangi tingkat suara yang masuk. Sela-sela jendela merupakan titik dimana suara masuk melalui ini, kamu dapat meletakkan potongan karpet untuk menghambat suara masuk melalui jendela. Gunakan karpet yang berbahan tebal, atau jika memungkinkan kamu bisa melapisi beberapa karpet yang dijadikan menjadi satu.

    Gunakan Karton Telur

    Cara ini juga banyak diaplikasikan, terlebih pada studio musik. Penggunaan karton telur yang sudah tak terpakai biasanya diterapkan pada dinding dekat jendela, karton bekas kemudian ditempelkan ke dinding menggunakan bahan perekat. Hal tersebut efektif untuk meredam suara suara yang over menembus masuk ke ruangan.

    Pakai Styrofoam

    Kamu bisa menggunakan styrofoam dapat untuk membuat jendela jadi kedap suara dari luar. Caranya, kamu tinggal tempelkan ke area jendela yang sekiranya menimbulkan kebocoran suara. Lapisi juga pada dinding sekitar jendela untuk mengurangi intensitas suara yang masuk ke ruangan.

    Gunakan Potongan Akrilik

    Ternyata, potongan akrilik dapat diaplikasikan untuk membuat jendela kedap suara. Kamu bisa menggunakan potongan akrilik di bagian dalam jendela yang ditempelkan pada bingkai pada jendela. Pastikan untuk memasangnya dengan kencang dan rapat, akan sama saja jika pemasangan tidak menutupi area yang bolong.

    Demikian tips buat jendela jadi kedap suara pakai bahan di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Praktis! Ini Cara Cuci Keset Kamar Mandi Sesuai Bahannya


    Jakarta

    Tanpa kamu sadari, seiring keset kamar mandi yang jarang dicuci membuatnya jadi sarang bakteri dan kuman. Keset menjadi barang wajib yang ditaruh di depan pintu kamar mandi. Selain mencegah risiko terpeleset, alas lantai ini juga berguna untuk mengeringkan kaki yang basah.

    Otomatis, keset akan menjadi selalu basah dan lembap sehingga mendukung perkembangbiakan bakteri. Hal inilah yang dapat menimbulkan bau tak sedap di kamar mandi.

    Tentu hal ini sangat mengganggu, bukan? Lalu bagaimana cara cuci keset kamar mandi yang benar dan bersih? Simak penjelasan berikut.


    Melansir dari Germany Brilliant, Sabtu (30/12/2023), agar nyaman digunakan secara maksimal, keset harus dicuci secara rutin. Jika kamar mandi sering digunakan dan keset sering ditemukan dalam kondisi basah, sebaiknya dicuci setiap seminggu sekali. Berbeda jika jarang basah, maka keset bisa dicuci hanya sekali dalam dua hingga tiga minggu.

    Pada umumnya terdapat dua jenis keset berdasarkan bahannya, yaitu keset kain dan keset karet. Bahan keset yang berbeda memerlukan cara mencuci yang berbeda pula agar tahan lama. Berikut cara mencuci keset dengan bahan yang berbeda.

    Cuci Keset kain dengan Tangan

    Keset kain umumnya sering digunakan karena dapat mengeringkan kaki dengan cepat. Cara membersihkannya juga bisa manual menggunakan tangan karena dapat menghemat air dan listrik.

    Cara membersihkannya, sediakan ember besar untuk mencuci keset, lalu tuangkan air hangat beserta cairan pembersih. Jika terdapat noda membandel, tuangkan cairan pembersih tepat pada noda dan diamkan selama lima menit.

    Kemudian, sikat hingga noda hilang dan masukkan kembali ke dalam ember. Bersihkan keset dengan menyikatnya pada segala sisi dan jemur di bawah sinar matahari sampai kering.

    Cuci Keset Kain dengan Mesin Cuci

    Pada dasarnya, mencuci keset kain dengan mesin cuci hampir sama dengan mencuci baju pada umumnya. Sebelum memulai, cek label pada keset untuk mengetahui petunjuk khusus seperti tidak boleh dikeringkan dengan mesin pengering.

    Sebelum mencuci, kibaskan keset terlebih dahulu kemudian masukkan ke dalam mesin cuci. Hal ini bertujuan untuk membersihkan debu dan kotoran yang masih menempel. Tekan tombol pengaturan yang tepat. Pastikan menggunakan setidaknya air hangat agar dapat membunuh bakteri dan kuman yang bersarang di keset. Keringkan sesuai dengan instruksi pada label atau bisa juga langsung dijemur.

    Cuci Keset karet dengan Tangan

    Keset berbahan karet lebih anti slip dan juga lebih ringan. Meski demikian, cara mencucinya tak jauh berbeda dengan keset kain jika menggunakan cara manual. Siapkan ember untuk mencuci.

    Tuangkan air hangat secukupnya beserta dengan sabun cuci. Bersihkan dengan menggunakan sikat khusus atau spons hingga keset karet terbebas dari kotoran. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan.

    Cuci Keset Karet dengan Mesin Cuci

    Sebelum memulai sesi mencuci, masukkan handuk atau kain ke dalam mesin cuci, lalu masukkan keset.

    Mengapa demikian? sebab cara ini dapat membantu air membersihkan kotoran dengan lebih maksimal serta agar tidak ada sisa kotoran yang menempel pada keset. Jangan lupa untuk menggunakan air hangat saat mencuci.

    Setelah selesai mencuci, jangan keringkan keset karet di dalam mesin cuci karena bisa membuatnya melepuh sehingga bentuknya tidak sama seperti semula. Cukup keringkan di luar dan keset pun akan tetap memiliki bentuk yang sempurna.

    Demikian cara praktis mencuci keset kamar mandi yang benar. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini 8 Cara Usir Laron dari Rumah, Dijamin Ampuh!


    Jakarta

    Ketika musim hujan tiba, banyak laron mulai bermunculan di sumber cahaya. Terkadang, banyak laron bergerumul pada lampu di rumah.

    Hal tersebut tentunya mengganggu penghuni rumah. Maka dari itu, penghuni rumah akan mencari cara untuk mengusirnya.

    Sebelum mengetahui cara mengusir laron dari rumah, simak informasi berikut ini.


    Pengertian Laron

    Laron atau anai-anai adalah rayap betina atau jantan yang sudah dewasa. Saat mendekati musim hujan biasanya akan muncul segerombolan laron yang berkerumun di sumber cahaya di rumah.

    Muncul Ketika Musim Hujan

    Dilansir detikFood, laron banyak keluar saat musim hujan karena ingin mencari kehangatan. Sebab, ketika masih menjadi rayap, rumah mereka biasanya berada di tempat kering, seperti kayu atau di bawah tanah.

    Ketika musim hujan tiba, sarang atau rumah laron tersebut akan basah karena terkena air hujan. Oleh karena itu, ketika musim hujan tiba kawasan laron akan berterbangan mencari sumber cahaya untuk menghangatkan tubuh. Biasanya mereka akan memenuhi lampu-lampu menyala yang ada di rumah-rumah.

    Sambil menghangatkan tubuh, di saat itulah mereka juga mencari pasangan. Jika tidak menemukan pasangan, maka laron akan mati. Saat sudah menemukan pasangan, mereka akan menanggalkan sayap mereka untuk kemudian membuat koloni baru dengan berkembang biak.

    Cara Mengusir Laron dari Rumah

    1. Matikan Lampu

    Laron merupakan hewan yang menyukai cahaya. Maka, salah satu cara efektif untuk mengusir kerumunan laron adalah dengan mematikan lampu di rumah. Jika laron masuk ke dalam rumah, sebaiknya buka jendela agar laron tersebut bisa keluar dan tertarik dengan cahaya dari luar rumah.

    2. Siapkan Wadah Berisi Air

    Dilansir dari Women’s Weekly, Selasa (30/12/2023), menyediakan wadah berisi air dan diletakkan dekat dengan koloni laron juga menjadi cara untuk mengusir atau bahkan membunuhnya. Pantulan terang pada air akan menarik perhatian laron dan menenggelamkan diri mereka.

    3. Buat Semprotan Sabun Cair

    Dilansir dari Enesis, sabun cair bisa jadi bahan ampuh mengusir laron yang ada di rumah. Adapun caranya yaitu menjadikan sabun cair sebagai bahan membuat semprotan.

    Cara membuatnya mudah! Kamu hanya perlu menyediakan air, sabun cair, dan botol semprotan.

    Kemudian, campurkan sabun cair dengan air hingga berbusa. Jika sudah, kamu bisa memasukkannya ke dalam botol semprotan.

    Kemudian, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron dari jarak dekat. Dengan begitu, laron akan berjatuhan ke lantai.

    4. Gunakan Campuran Air dan Bawang Putih

    Selain cara di atas, ternyata bumbu dapur bisa jadi bahan untuk mengusir laron. Mencampur air dan bawang putih juga diketahui sebagai cara mengusir laron selain mematikan lampu.

    Hampir mirip dengan sebelumnya, untuk menggunakan cara ini kamu perlu menyiapkan alat dan bahannya, di antaranya yaitu air, bawang putih, dan semprotan.

    Jika semuanya sudah siap, mulai langkah pertama dengan menghaluskan beberapa siung bawang putih hingga berair. Kemudian, campurkan bawang putih yang sudah dihaluskan dengan air.

    5. Menggantung Cabai

    Tidak kalah mudah dengan cara mengusir laron di rumah yang sebelumnya. Cara kali ini, kamu hanya membutuhkan cabai.

    Cabai yang biasanya digunakan memasak bisa juga dipakai untuk bahan mengusir laron yang ada di dalam rumah. Caranya, potong cabai menjadi dua bagian, lalu gantungkan di lampu yang banyak dikerumuni laron. Dengan begitu, laron akan pergi dengan sendirinya.

    Hal ini karena, cabai diketahui mengandung capsaicin yang bisa memicu terjadinya iritasi pada rangka luar laron.

    6. Buat Semprotan Cuka

    Selanjutnya, cuka juga bisa digunakan sebagai cara mengusir laron dengan menjadikannya semprotan.

    Nah, cara membuat semprotan ini juga cukup mudah, kamu hanya perlu menuangkan cuka ke dalam botol semprotan. Namun, sebelum menggunakannya, kamu bisa mengocok semprotannya terlebih dahulu.

    Setelah itu, gunakan semprotan tersebut untuk menyemprot laron yang berkoloni di lampu rumah.

    7. Pasang Screen atau Tirai pada Jendela dan Pintu

    Dikutip dari HiCare, memasang screen atau tirai dengan jaring-jaring kecil pada jendela dan pintu dapat meminimalisir masuknya laron ke dalam rumah. Sebab, biasanya laron masuk ke dalam rumah melalui jendela dan pintu yang terbuka.

    8. Hubungi Pembasmi Laron

    Jika keberadaan laron masih mengerubung rumah kamu, sehingga mengganggu aktivitas di rumah, ada baiknya memanggil jasa pembasmi laron. Jasa pembasmi laron tentunya memiliki cara tersendiri yang ampuh untuk mengatasi laron di rumah.

    Itulah beberapa cara untuk mengusir laron dari rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Mudah! Ini Tips Membersihkan Wadah Plastik dari Noda Minyak


    Jakarta

    Membersihkan wadah plastik perlu berhati-hati. Hal itu karena wadah plastik sangat rentan kotor terkena noda, terutama noda minyak.

    Wadah plastik yang terkena noda minyak tak cukup hanya dibilas dengan air. Sebab, minyak masih akan menempel dan berpotensi wadah menjadi bau dan tampilannya jadi kotor.

    Jangan buang wadah plastik tersebut. Kamu masih bisa membersihkan wadah plastik dari noda minyak dengan mengikuti tips mudah berikut. Simak penjelasan berikut.


    Melansir dari Hunker, Sabtu (30/12/2023), berikut beberapa tips untuk menghilangkan noda minyak dari wadah plastik agar kembali kinclong.

    Bersihkan dengan Campuran Air panas dan Garam

    Untuk membersihkan wadah plastik yang berminyak, langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah merendam di air panas. Tuangkan air panas ke dalam baskom dan beri sedikit garam, setelah itu diamkan agar noda minyak terangkat dan kemudian bilas deh hingga bersih.

    Cuci dengan Sabun Cuci Piring dan Tisu Dapur

    Siapkan sabun cuci piring serta tisu dapur, lalu tuang sabun cuci piring ke dalam wadah plastik dan isi dengan air. Selanjutnya, masukan tisu dapur yang sudah diremas lalu tutup wadahnya. Jangan lupa kocok wadah plastik tersebut dengan kuat agar sisa minyak terangkat dan terakhir bilas seperti biasa serta lap hingga kering.

    Bersihkan Pakai Baking Soda dan Cuka

    Selanjutnya, kamu bisa menggunakan baking soda dan cuka untuk menghilangkan bekas minyak berlemak pada wadah plastik. Caranya cukup mudah dan praktis.

    Bilas wadah plastik dengan air panas untuk membersihkan sisa makanan, lalu taburkan baking soda sampai membentuk pasta yang melapisi wadah.

    Gosok wadah menggunakan bagian kasar pada spons dan tambahkan sedikit cuka ya. Gosok ulang untuk memastikan sisa minyak terangkat dari wadah plastik. Jika sudah dilakukan, isi wadah dengan air panas lalu diamkan semalaman dan keesokan harinya cuci dengan sabun cuci terus bilas sampai bersih deh.

    Gosok dengan Perasan Air Lemon

    Jika kamu sedang tidak punya baking soda dan cuka di rumah, kamu bisa memanfaatkan perasan air lemon untuk membersihkan wadah plastik bekas minyak.

    Caranya gampang, taburi wadah plastiknya dengan garam dapur lalu gosok dengan lemon. Kemudian, cuci dengan sabun cuci piring, sehabis itu bilas seperti biasa deh.

    Demikian langkah mudah membersihkan wadah plastik dari noda minyak. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kotak Asli Lampu Natal Jangan Dibuang! Ternyata Ini Gunanya


    Jakarta

    Hari Raya Natal baru saja berlangsung. Bagi sebagian orang, mungkin ini saatnya untuk menyimpan lampu Natal dengan cara yang rapi dan tidak kusut.

    Tak perlu khawatir, karena ada panduan praktis untuk merapikan lampu Natal sebelum disimpan lho! Dalam artikel ini, kami akan membagikan beberapa metode sederhana dan hemat biaya untuk menyimpan lampu Natal sehingga kamu bisa dengan mudah menghias rumah dengan indah pada tahun berikutnya.

    Melansir Real Simple, Minggu (31/12/2023), berikut tips praktis menyimpan lampu Natal agar rapi dan tidak kusut.


    1. Simpan di Kemasan Asli

    Jika kamu masih menyimpan kemasan asli lampu Natal, ini bisa menjadi solusi yang sangat efektif. Namun, daripada berusaha memasukkan lampu kembali ke dalam rak kecil di dalamnya, gunakan sisi luar kotak. Tempelkan ujung rangkaian lampu ke kotak, bungkus dengan rapat, dan pastikan untuk melindunginya dengan lapisan pelindung, seperti kertas tisu atau bubble wrap.

    2. Gunakan Karton Tebal

    Jika kamu tidak memiliki kemasan asli, gunakan sepotong karton tebal. Potong celah di ujung karton untuk menahan ujung lampu, bungkus rangkaian lampu dengan rapat, dan amankan dengan selotip. Lindungi dengan bubble wrap atau kertas tisu untuk memastikan lampu tetap aman selama penyimpanan.

    3. Gantung dengan Gantungan Pakaian

    Gantungan pakaian bisa menjadi solusi yang praktis, terutama jika kamu memiliki lemari khusus untuk dekorasi Natal. Selipkan ujung lampu ke dalam alur gantungan, bungkus lampu di sekitar bagian atas dan bawah gantungan, dan amankan dengan tape. Metode ini tidak hanya efektif, tetapi juga memudahkan untuk mengambil lampu kembali nanti.

    4. Gulung di Tabung Bekas Tisu

    Kamu juga bisa memanfaatkan kemasan berbentuk tabung, seperti tisu toilet atau kok bulutangkis. Tempelkan ujung lampu ke dalam silinder, gulung lampu dengan rapi, dan amankan dengan selotip. Kamu bahkan bisa menambahkan pita sebagai sentuhan akhir untuk menjaga agar lampu tetap aman dan rapi.

    5. Simpan di Rak

    Jika kamu menyukai tampilan terorganisir, pertimbangkan untuk menggunakan rak penyimpanan yang dirancang khusus untuk lampu Natal. Rak ini biasanya terbuat dari plastik dan memiliki sistem gulungan yang memudahkan penyimpanan dan pengambilan lampu saat diperlukan.

    Demikianlah tips praktis menyimpan lampu Natal agar rapi dan tidak kusut. Dengan mengikuti tips-tips praktis ini, kamu bisa menyimpan lampu Natal dengan mudah dan menghilangkan kerumitan yang biasanya terjadi. Semoga informasinya bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Dibuang, Ini Ide Daur Ulang Kalender 2023 Jadi Bermanfaat Lagi


    Jakarta

    Tahun akan segera berganti. Ini tandanya kalender bekasmu tidak akan terpakai lagi. Eits, jangan buru-buru dibuang! Kalender bekasmu bisa didaur ulang biar bermanfaat lagi, lho!

    Ada beragam ide mendaur ulang kalender bekas yang bisa kamu lakukan di rumah. Dengan mendaur ulang kalender bekas, kamu artinya turut berkontribusi meminimalisasi sampah rumah tangga, lho! Selain itu, hasil daur ulang kalender bekas juga bisa kamu manfaatkan untuk berbagai keperluan.

    Melansir Real Simple, Minggu (31/12/2023), berikut ide kreatif mendaur ulang kalender bekas di rumah biar bisa bermanfaat lagi. Yuk, terapin di rumah!


    Kotak Hias

    Kalender biasanya memiliki gambar. Nah, kamu bisa menyulap kalender bekasmu menjadi kotak hias untuk menyimpan berbagai barang pribadi, lho!

    • Adapun alat dan bahan yang harus disiapkan adalah sebagai berikut.

    1. Kertas kalender
    2. Gunting atau pisau kerajinan
    3. Lem
    4. Kotak kado polos dengan tutup
    1. Letakkan tutup kotak kado polos di atas kertas kalender (sisi desain menghadap ke permukaan). Rapikan kertas di sekeliling tutupnya agar tidak banyak kertas yang tersisa, tetapi kamu masih bisa menutupi bagian atas dan samping tutupnya.
    2. Oleskan lem pada bagian atas kotak dan tempelkan kertas pada permukaannya.
    3. Rekatkan sisi-sisi kotak dan lipat kertas di sepanjang sisi-sisinya, tekan untuk merekatkannya ke kotak.
    4. Rapikan bagian tepi atau lipat kertas di sepanjang tepi tutupnya dan rekatkan ke bagian dalam kotak untuk tampilan yang lebih rapi.
    5. Ulangi langkah-langkah tersebut untuk bagian dasar kotak.

    Tatakan gelas

    Kertas kalender biasanya cukup tebal sehingga bisa kamu sulap menjadi tatakan gelas. Berikut alat dan bahan yang harus kamu siapkan.

    1. Kertas kalender
    2. Satu set tatakan gelas polos
    3. Lem
    4. Gunting atau pisau kerajinan
    5. Kuas
    1. Potong kertas untuk menutupi tatakan gelas atau gunting sebagian desain kertas
    2. Gunakan kuas untuk menutupi permukaan tatakan gelas dengan lem
    3. Letakkan kertas di atas tatakan gelas dan ratakan kerutannya
    4. Aplikasikan lapisan lem lainnya ke gambar. Biarkan mengering.

    Tempat Lilin

    Kalender bekasmu juga bisa disulap menjadi tempat lilin. Bagaimana cara membuatnya? Siapin alat dan bahannya dulu, yuk!

    1. Kertas kalender
    2. Stoples kaca dengan ukuran berbeda
    3. Lem
    4. Gunting
    5. Kuas
    1. Gunting sebagian kertas kalender agar sesuai dengan stoples.
    2. Oleskan lem ke stoples.
    3. Letakkan kertas di atas stoples dan ratakan kerutannya.
    4. Oleskan lapisan lem lainnya ke stoples dan kertas.
    5. Biarkan hingga mengering.

    Sampul Buku Catatan

    Siapa sangka jika kalender bekasmu di rumah bisa dijadikan sebagai sampul buku catatan. Kamu tidak perlu beli sampul lagi, deh! Berikut alat dan bahan yang harus kamu siapkan.

    1. Kertas kalender
    2. Buku catatan polos
    3. Gunting
    4. Lem
    1. Potong kertas sesuai ukuran buku catatan. Untuk buku catatan bersampul spiral, letakkan dua lembar kertas di bagian depan dan belakang. Untuk buku catatan yang dijilid dengan staples, Anda bisa membungkusnya sepenuhnya dengan kertas.
    2. Rekatkan kertas ke buku catatan dengan lem.

    Bookmark

    Sering lupa batas bacaan bukumu sampai halaman berapa? Tenang! Kamu juga bisa menyulap kalender bekasmu bookmark, lho! Dengan begitu, kamu enggak perlu kesulitan menandai batas bacaan lagi.

    Adapun alat dan bahan yang harus kamu siapkan adalah sebagai berikut.

    1. Kertas kalender
    2. Tali atau pita
    3. Pelubang kertas atau paku payung
    4. Gunting
    1. Gunting kertas berbentuk persegi panjang, kotak, atau bentuk lainnya.
    2. Buat lubang di bagian atas bentuk dengan pelubang kertas atau paku payung.
    3. Lingkarkan tali atau pita melalui lubang untuk memudahkanmu membuka halaman buku yang ditandai.

    Demikianlah beberapa ide kreatif untuk mendaur ulang kalender bekasmu di rumah agar bisa bermanfaat lagi. Semoga informasinya bermanfaat.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com