Author: Gak Ganti Gambar

  • 6 Tanda Perabotan Kayu Digerogoti Rayap dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Memakai furniture atau material bangunan dari kayu, risikonya adalah rayap. Hewan kecil ini, terkadang tanpa disadari sudah menggigit kayu di rumah hingga menimbulkan lubang-lubang kecil.

    Keberadaan hewan ini apabila dibiarkan lama kelamaan akan membuat kayu keropos yang bisa membuat furniture atau material dari kayu ini patah lalu menimpa penghuni rumah. Maka dari itu, keberadaan rayap ini tidak diinginkan.

    Namun, tidak semua kayu dapat menjadi sasaran rayap karena saat ini furniture dan material kayu sudah dilindungi dengan cat khusus yang tahan dari lembap, jamur, hingga rayap.


    Untuk mengetahui apakah ada rayap di rumah, dilansir Business Insider India, berikut beberapa tandanya.

    Tanda Ada Rayap di Perabotan Kayu

    1. Banyak Lubang di Permukaan Kayu

    Bekas gigitan rayap pada kayu terlihat pada permukaan yakni berbentuk lubang-lubang kecil. Biasanya lubang tersebut lebih dari satu. Untuk mengetahui lokasinya, di sekitar lubang ada kotoran seperti pasir berserakan yang jumlahnya cukup banyak. Itu bukan sisa dari kayu yang digigit, melainkan kotoran dari rayap tersebut.

    2. Area Kayu yang Lembap

    Rayap menyukai tempat yang lembap. Hal ini berlaku pula pada kayu yang lembap karena mereka lebih mudah untuk bergerak di dalam kayu. Ciri-ciri kayu yang lembap adalah muncul noda warna yang tidak biasa, seperti hitam, hijau, putih, dan warna lainnya yang sebelumnya tidak ada di sana. Warna tersebut merupakan jamur yang sudah berkembang.

    3. Terdengar Suara Ketukan di Kayu

    Meskipun tubuhnya kecil, rayap saat menggerogoti pintu kayu menimbulkan suara lho karena mereka bergerombol. Suara yang timbul seperti pintu kayu diketuk. Namun suara ini kecil dan perlu didengar dari dekat.

    4. Muncul Butir Serpihan di Dekat Kayu

    Seperti yang disebut sebelumnya, untuk mengetahui ada rayap, kamu bisa menemukan serpihan seperti pasir di dekat kayu yang mereka incar. Serpihan ini adalah kotoran atau serbuk kayu dari proses penghancuran kayu yang mereka makan yang kerap disebut frass. Kotoran ini tidak lengket dan bisa dibersihkan dengan disapu atau dilap dengan kain.

    5. Ditemukan Gumpalan Panjang di Sekitar Pintu

    Rayap sering membuat jalur yang sering disebut sebagai mud tubes. Warnanya coklat muda seperti kacang mentah, teksturnya seperti pasir yang menggumpal, menempel di sekitar pintu, lantai, atau dinding rumah.

    Mud tubes ini ada yang panjang dan ada pula yang kecil-kecil seperti kacang. Fungsinya sebagai jalur rayap mengangkut makanan ke dalam sarang dan mempermudah akses pergerakan mereka. Cara membersihkannya cukup mudah yakni dengan dihancurkan, tetapi akan meninggalkan bekas berwarna coklat pada permukaan.

    6. Pintu Jadi Susah Digerakkan

    Apabila pintu digerogoti rayap saat dibuka atau ditutup akan jadi lebih sulit dan terasa kopong. Hal ini dikarenakan bingkai kusen pintu yang ukurannya sudah tidak lagi sesuai seperti di awal.

    Cara Mengatasi Rayap di Pintu Rumah

    Setelah mengetahui tanda kehadiran rayap, kamu perlu membasminya agar kayu di rumah dapat bertahan lama. Melansir dari Southern Perimeter, berikut cara mengatasinya.

    1. Pakai Kamper atau Kapur Barus

    Kamper atau kapur barus bisa untuk mencegah rayap datang. Kamper atau kapur baru adalah zat berbentuk padat yang memiliki aroma yang kuat, kamu bisa membelinya di market terdekat.

    Cara menggunakannya pun mudah cukup dengan meletakkan di dekat kayu atau di area yang pernah ditemukan rayap. Zat kimia naftalena yang terkandung dalam kapur barus juga dapat mematikan bagi rayap.

    2. Cairan Garam dan Sabun

    Cara kedua bisa dengan campuran garam dan sabun. Dua bahan ini dapat mengganggu sistem pencernaan dan pernapasan rayap. Aroma wangi sabun yang mengganggu dan kandungan bahan kimia di dalamnya bersifat racun sehingga saat terkena campuran garam dan sabun, rayap mati perlahan.

    Cara membuatnya dengan melarutkan garam 1 sendok makan dengan 2 sendok makan sabun cair. Lalu masukkan ke dalam botol spray. Setelah itu semprotkan ke pintu kayu yang menjadi sarang rayap. Lakukan secara rutin hingga rayap benar-benar hilang.

    3. Asam Borat ke Sarang Rayap

    Asam borat adalah bahan kimia yang ampuh membasmi rayap tanah di sekitar rumah. Di dalamnya terdapat zat kimia yang beracun. Apabila terkena rayap dapat mengganggu sistem pencernaannya. Caranya, cukup masukkan cairan asam borat ke botol. Lalu semprotkan ke permukaan pintu kayu yang digerogoti rayap.

    Itulah tanda adanya rayap pada perabotan kayu di rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat ya!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Alasan Air Keran Terus Menetes dan Cara Memperbaikinya


    Jakarta

    Jika kamu mengalami masalah dengan air keran yang terus menetes, bahkan setelah menutupnya, tentu akan sangat mengganggu. Tidak hanya itu, masalah ini juga bisa bikin tagihan air membengkak.

    Untungnya, memperbaiki keran yang bocor atau mengalir terus tidak selalu sulit dan dapat dilakukan sendiri dengan beberapa alat sederhana. Simak panduan ini yang akan membahas langkah-langkah praktis untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan keran kamu ke kondisi normal.

    Penyebab Air Keran Mengalir Terus

    Melansir Mc Roberts Heating, terdapat beberapa kemungkinan penyebab keran bocor, dan mengidentifikasi penyebabnya dapat membantu kamu merencanakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.


    Kamu mungkin dapat memperbaiki sendiri beberapa masalah, tetapi yang lain memerlukan layanan profesional. Tukang ledeng bisa menemukan cara baru untuk mengetahui keran bocor dan cara memperbaikinya.

    Kartrid Keran Rusak

    replacing defective ceramic disc cartridge covered with limescale in shower mixer using wrenchkartrid keran/tap cartridge Foto: Getty Images/iStockphoto/asadykov

    Kartrid keran berfungsi untuk mengatur aliran dan suhu air yang keluar, menjadikannya salah satu komponen terpenting. Meskipun kartrid sangat tahan lama, benda itu bisa aus seiring waktu atau kerusakan akibat penumpukan sedimen.

    Sedimen adalah material padat yang mengendap di dasar cairan, biasanya terdiri dari pasir, lanau, dan tanah liat. Sedimen ini dapat menyebabkan erosi, pelapukan, dan pengendapan partikel yang dibawa oleh air, angin, atau es seiring berjalannya waktu.

    Jika kamu mengetahui ukuran kartrid yang diperlukan, kamu mungkin bisa menggantinya sendiri, tetapi kamu akan memerlukan beberapa alat khusus dan pemahaman tentang cara kerja keran. Jika kamu ragu, disarankan untuk menghubungi profesional.

    Masalah Pipa

    Bocornya keran dapat dipicu oleh gangguan pada pipa, seperti retakan, korosi, atau kerusakan akibat akar pohon. Pipa yang rusak dapat menyebabkan fluktuasi tekanan air, yang pada gilirannya menyebabkan keran menetes.

    Namun, kerusakan pipa merupakan masalah serius, dan kurang kemungkinan bahwa itu sendiri akan menyebabkan keran menetes. Jika pipa kamu rusak, kamu mungkin akan mengalami masalah lain, seperti bau tak sedap, perubahan warna air, dan kebocoran yang lebih luas.

    Tekanan Air Tinggi

    Tekanan air yang terlalu tinggi dapat memengaruhi aliran air di pipa kamu. Jika tekanannya berlebihan, air tidak dapat mengalir dengan efektif.

    Kondisi ini dapat menyebabkan penyumbatan, dan jika air tidak menemukan jalan keluar, ia akan mulai menetes dari keran kamu. Seorang tukang ledeng dapat menguji tekanan air kamu dan memberikan solusi untuk menurunkannya jika diperlukan.

    Cara Memperbaiki Keran yang Bocor

    Mengutip dari Selleys, jika kamu mempertimbangkan untuk memperbaiki keran bocor sendiri, berikut adalah beberapa langkah sederhana dan alat yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

    Peralatan yang Diperlukan

    Kamu akan memerlukan kunci pas yang dapat disesuaikan, obeng kepala datar dan kepala silang, kunci L, dan komponen baru seperti kartrid keran atau cincin O, serta kain (opsional).

    Matikan Pasokan Air Utama

    Langkah pertama yang paling penting dalam proses ini adalah mematikan pasokan air ke rumah kamu, untuk mencegah terjadinya banjir di dapur atau kamar mandi secara tidak sengaja.

    Setelah air dimatikan, lakukan pemeriksaan dengan menyalakan keran. Jika tidak ada air yang mengalir, berarti kamu sudah siap untuk memulai.

    Lepas Pegangannya

    Setelah mematikan pasokan air, langkah selanjutnya adalah melepas gagang. Cara melepasnya akan tergantung pada jenis perlengkapan yang kamu miliki.

    Beberapa gagang keran memiliki tutup yang menyembunyikan sekrup di bawahnya dan dapat dibuka dengan obeng pipih.

    Sementara gagang yang menggunakan sekrup grub memerlukan kunci L untuk melonggarkan sekrup sebelum bisa ditarik, dan ada juga gagang dengan tuas yang dapat dibuka untuk mengakses sekrup lainnya.

    Serta gagang yang dapat dilepas tanpa sekrup yang mungkin memerlukan obeng pipih untuk mencungkilnya jika kamu mengalami kesulitan.

    Lepas Kartrid Keran

    Setelah pegangan dilepaskan, kamu akan menemukan kartrid atau batang keran. Sementara beberapa kartrid dapat dilepas dengan tangan, yang lainnya mungkin memerlukan kunci pas untuk membukanya.

    Sebelum mengeluarkan kartrid, disarankan untuk meletakkan kain di bawahnya karena kemungkinan akan ada sedikit air yang bocor.

    Periksa Bagian Penyebab Kebocoran

    Setelah semua komponen dilepas, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi penyebab kebocoran. Periksa setiap bagian dengan teliti untuk mencari tanda-tanda kerusakan atau korosi, serta perhatikan apakah ada komponen yang rusak. Jika semua dalam kondisi baik, kemungkinan penyebab kebocoran adalah tekanan air yang terlalu tinggi.

    Perbaiki Masalahnya

    Jika kamu menemukan komponen yang rusak, berkarat, atau pecah, sebaiknya ganti dengan yang baru. Untuk ring atau o-ring, penting untuk memastikan bahwa keduanya memiliki ukuran yang tepat untuk mencegah kebocoran.

    Jika kebocoran disebabkan oleh tekanan air yang tinggi, cari regulator tekanan air dan lakukan penyesuaian secara perlahan.

    Pasang Kembali Keran

    Setelah kamu mengganti komponen yang diperlukan, pasang kembali keran dengan cara memasukkan kartrid dan kemudian mengaitkan pegangannya.

    Hidupkan Pasokan Air Utama dan Periksa Adanya Kebocoran

    Setelah keran terpasang dengan sempurna, langkah terakhir adalah menyalakan kembali pasokan air dan memeriksa apakah ada kebocoran. Jika diperlukan, sesuaikan kembali pengatur tekanan air hingga mencapai tingkat yang optimal.

    Itulah penyebab air keran terus menetes dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Laci Oblak? Begini Cara Memperbaikinya



    Jakarta

    Jika laci dapur kamu sering macet atau bahkan tidak bisa ditutup dengan baik, jangan khawatir. Dalam panduan ini, akan menjelaskan mengenai langkah-langkah sederhana dan praktis untuk memperbaiki laci dapur yang rusak.

    Dengan sedikit alat dan bahan, kamu dapat mengembalikan fungsi laci kamu tanpa harus memanggil tukang.

    Poin Utama

    Melansir Window Hardware Direct, identifikasi masalah umum seperti ketidakselarasan dan kerusakan, kumpulkan peralatan serta suku cadang pengganti yang diperlukan sebelum memulai, lepaskan laci dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan.


    Perbaiki atau ganti bagian yang rusak agar laci berfungsi kembali, dan lakukan perawatan rutin untuk menjaga laci tetap dalam kondisi baik.

    Pahami Masalah Laci

    Terkait dengan laci dapur, ada beberapa masalah yang dapat muncul dan mengganggu fungsinya. Mengenali masalah ini sejak awal dapat membantu kamu menghemat waktu dan tenaga.

    Identifikasi Ketidaksejajaran Laci

    Masalah umum lain adalah ketidaksejajaran, yang dapat menyebabkan laci macet atau tidak tertutup dengan benar. Gejalanya termasuk laci tidak menutup sepenuhnya, laci terlalu mudah bergeser keluar, dan celah antara laci dan lemari.

    Pahami Rel yang Rusak

    Rel atau rel sangat penting untuk memastikan laci beroperasi dengan lancar. Jika mengalami kerusakan, kamu mungkin akan mendengar suara aneh saat membuka atau menutup laci, laci menjadi macet, atau melihat tanda-tanda keausan atau lengkungan pada rel.

    Temukan Pegangan yang Longgar

    Meskipun sering diabaikan, pegangan dapat berdampak besar pada kegunaan laci, sehingga penting untuk memeriksa pegangan yang goyang atau longgar, retak atau patah, serta kesulitan saat memegang pegangan saat membuka laci, dan melakukan pemeriksaan rutin terhadap masalah ini dapat membantu menjaga laci dapur kamu serta mencegah masalah yang lebih serius di kemudian hari.

    Dengan memahami masalah umum pada laci ini, kamu dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaikinya dan menjaga dapur kamu tetap teratur dan berfungsi.

    Alat yang Diperlukan

    Ketika memperbaiki laci dapur yang rusak, sangat penting untuk memiliki peralatan dan bahan yang tepat, sehingga mengumpulkan semua yang diperlukan sebelumnya akan membuat proses perbaikan menjadi lebih lancar. Peralatan yang diperlukan antara lain obeng, tang, palu, tingkat, dan pita pengukur.

    Peralatan Keselamatan

    Pastikan untuk menggunakan kacamata pengaman untuk melindungi mata kamu, sarung tangan kerja untuk menjaga tangan tetap aman, dan masker debu jika kamu sedang mengamplas atau bekerja dengan material lama.

    Selalu utamakan keselamatan saat mengerjakan perbaikan rumah karena mengambil tindakan pencegahan dapat mencegah kecelakaan dan cedera.

    Melepas Laci dengan Aman

    Ketika akan melepas laci dapur, keselamatan dan kehati-hatian menjadi prioritas utama, ikuti cara berikut untuk memastikan proses pelepasan berjalan dengan lancar.

    Teknik Melepas Laci yang Tepat

    Mulailah dengan mengeluarkan semua barang dari dalam laci untuk memudahkan penanganan, periksa adanya penghenti atau klip yang mungkin menahan laci di tempatnya, dan tarik laci dengan pegangan yang kuat serta lurus ke luar, hindari memutar atau menyentak agar tidak merusak laci.

    Mengelola Komponen Laci yang Detail

    Berhati-hatilah dengan bagian yang mudah pecah, seperti kenop atau gagang dekoratif, dan jika laci memiliki fitur soft-close, tangani dengan hati-hati agar mekanisme tersebut tidak rusak. juga awasi rel dan lintasan untuk memastikan mereka tidak bengkok atau rusak selama pelepasan.

    Perbaiki Laci yang Tidak Sejajar

    Ketidaksejajaran dapat membuat laci macet atau tidak menutup dengan baik, jadi untuk memperbaiki masalah ini, periksa keselarasan laci dengan lemari, sesuaikan sekrup pada slide atau rel untuk menyelaraskan laci kembali, dan uji laci untuk memastikan ia dapat dibuka dan ditutup dengan lancar.

    Mengganti Rel yang Rusak

    Jika rel atau rel rusak, kamu mungkin perlu menggantinya dengan cara lepas laci dari lemari, keluarkan rel atau rel lama dengan hati-hati, pasang trek baru seperti pemandu pemasangan permukaan WRs 1-1/2″ x 3″, dan pastikan semuanya terpasang dengan aman dan selaras.

    Amankan Pegangan dan Kenop yang Longgar

    Pegangan yang longgar dapat menyulitkan pembukaan laci, jadi untuk mengatasinya, kencangkan sekrup pada pegangan atau kenop, ganti sekrup yang terlepas dengan yang baru.

    Pertimbangkan untuk menggunakan sedikit lem untuk keamanan tambahan, dan lakukan perawatan rutin untuk mencegah banyak masalah pada laci dengan selalu memeriksa bagian yang longgar dan segera memperbaikinya agar tidak menimbulkan masalah lebih besar di kemudian hari.

    Pasang Kembali Laci pada Kabinet

    Untuk memasang kembali laci, geser laci dengan hati-hati ke dalam kabinet dan pastikan laci sejajar dengan relnya, karena kesesuaian yang tepat sangat penting untuk pengoperasian yang lancar.

    Langkah-langkah yang harus diikuti adalah sejajarkan laci dengan relnya, dorong laci perlahan hingga terkunci pada tempatnya, dan periksa apakah laci dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.

    Pastikan Pengoperasian Lancar

    Setelah memasang kembali laci, uji fungsinya dengan membuka dan menutupnya beberapa kali.

    Jika laci macet atau terasa kasar, kamu mungkin perlu menyesuaikan kesejajaran atau menambahkan sedikit pelumas pada relnya, dengan hal-hal yang perlu diperiksa meliputi mendengarkan suara-suara yang tidak biasa, merasakan adanya hambatan saat membuka atau menutup, serta mencari celah antara laci dan lemari.

    Penyesuaian Akhir

    Setelah semuanya tampak baik, lakukan pemeriksaan akhir dengan memastikan semua sekrup dan pegangan kencang, laci rata dan tidak miring, serta uji pegangan untuk memastikan keamanannya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jendela Lama Tak Terpakai Jangan Dibuang, Bisa Pintu Lemari



    Jakarta

    Membuat pintu lemari baru dari jendela lama adalah proyek yang menarik dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan bahan yang sudah ada, kamu tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan kehidupan baru pada material yang mungkin sudah tidak terpakai.

    Alat dan Bahan

    Melansir This Old House, untuk menyelesaikan proyek ini, kamu perlu mengumpulkan alat-alat seperti bor atau obeng, pahat, pisau serbaguna, obeng, memarut, kuas, jigsaw atau gergaji, (jika diperlukan untuk memotong), amplas dengan berbagai grit.

    Serta pita pengukur, dan pensil, serta bahan-bahan seperti jendela tua, pengisi kayu, primer, cat sesuai warna pilihan kamu, engsel baru, disarankan engsel melingkar, sekrup, kenop atau tarikan, dan pengisi epoksi sebelum memulai.


    Pilih dan Persiapkan Penutup Jendela

    Sebelum memulai renovasi, penting untuk memilih penutup jendela yang sesuai dan mempersiapkannya dengan baik, karena langkah awal ini akan menjadi fondasi untuk proyek kamu.

    Ketika memilih penutup untuk pintu lemari, penting untuk mempertimbangkan ukuran, bahan, dan gaya yang cocok dengan interior rumah kamu. Pilihlah penutup yang terbuat dari kayu yang tahan lama, seperti mahoni atau cedar, agar dapat bertahan terhadap penggunaan sehari-hari dan konstruksi.

    Tempat penjualan barang bekas, pasar loak, dan platform daring adalah sumber yang baik untuk menemukan penutup antik. Disarankan untuk memilih penutup yang sedikit lebih besar dari ukuran lemari kamu, sehingga kamu dapat memotong dan menyesuaikannya sesuai kebutuhan.

    Perbaiki dan Bersihkan Jendela Lama

    Setelah memilih penutup jendela, bersihkan dengan teliti untuk menghilangkan kotoran, debu, dan cat yang mengelupas.

    Periksa penutup tersebut untuk mendeteksi kerusakan dan lakukan perbaikan yang diperlukan. Isi retakan atau lubang dengan dempul kayu, lalu amplas permukaannya hingga halus.

    Lepas Perangkat Lama

    Lepaskan semua perlengkapan yang terpasang pada penutup jendela, termasuk engsel, kait, dan elemen dekoratif lama yang tidak akan digunakan dalam pintu lemari baru kamu.

    Gunakan obeng atau bor untuk mencabut benda-benda ini dengan hati-hati agar tidak merusak kayu.

    Pengisian dan Pengamplasan

    Setelah melepas perangkat keras, langkah selanjutnya adalah memperbaiki ketidaksempurnaan pada daun jendela. Isi lubang engsel lama dan lubang sekrup lainnya dengan pengisi epoksi.

    Setelah pengisi benar-benar kering, gunakan kikir untuk meratakan permukaan epoksi. Kemudian, amplas seluruh permukaan daun jendela agar menjadi halus sebagai persiapan untuk pengecatan.

    Mulailah dengan amplas kasar dan lanjutkan dengan amplas yang lebih halus untuk mendapatkan hasil akhir yang mengkilap.

    Mengubah Jendela Berpalang Menjadi Pintu Lemari Baru

    Setelah penutup jendela kamu siap, kamu dapat mulai mengubahnya menjadi pintu lemari dengan mengukur, memotong, memasang engsel, dan merakit pintu tersebut.

    Ukur dan Potong

    Ukur bukaan lemari dengan teliti dan tandai pada daun jendela. Jika diperlukan, gunakan gergaji ukir untuk memotong daun jendela hingga ukuran yang tepat. Pastikan untuk mempertimbangkan tumpang tindih atau bagian yang ingin kamu buat di sekitar tepi bukaan lemari.

    Jika kamu membuat pintu bifold menggunakan dua daun jendela, kamu mungkin perlu menghapus rabbet atau strip penghalang cahaya di mana dua daun jendela bertemu agar tepinya menjadi halus.

    Membuat Mortis Engsel

    Untuk memastikan pintu berfungsi dengan baik, kamu perlu membuat lubang baru untuk engselnya. Ukur dan tandai posisi engsel, biasanya sekitar tiga inci dari bagian atas dan bawah penutup.

    Buat garis tepi engsel menggunakan pisau serbaguna, lalu gunakan pahat untuk memotong kayu dengan hati-hati hingga mencapai kedalaman plat engsel. Langkah ini akan membantu pintu lemari kamu berfungsi dan tergantung dengan benar.

    Merakit Pintu Lemari

    Setelah lubang engsel dibuat, saatnya untuk merakit pintu lemari kamu. Jika kamu menggunakan beberapa daun jendela untuk membuat satu set pintu bifold, sambungkan daun-daun tersebut dengan engsel pintu.

    Pastikan untuk menyelaraskan daun jendela dengan hati-hati agar dapat dibuka dan ditutup dengan lancar. Periksa kesejajarannya dengan meletakkan pintu yang telah dirakit pada rangka lemari.

    Mengecat dan Menyelesaikan Pintu Lemari Baru

    Lapisan cat baru dapat mengubah penampilan pintu lemari kamu dan memberikan perlindungan tambahan terhadap kerusakan yang umum terjadi.

    Persiapkan Penutup Jendela

    Mulailah dengan mengaplikasikan lapisan cat dasar pada kedua sisi penutup jendela. Langkah ini akan membantu cat menempel dengan lebih baik.

    Setelah cat dasar benar-benar kering, amplas permukaannya dengan lembut untuk menghilangkan serat atau ketidaksempurnaan yang terlihat.

    Terapkan Lapisan Akhir

    Terapkan dua lapis cat lateks, biarkan setiap lapisan mengering, dan amplas dengan lembut di antara aplikasi untuk mendapatkan hasil akhir yang halus.

    Gunakan kuas cat berkualitas tinggi atau pertimbangkan untuk menggunakan cat semprot agar hasil cat lebih merata, terutama jika jendela kamu memiliki detail yang rumit.

    Pasang Engsel

    Pasang engsel ke dalam lubang yang telah kamu buat sebelumnya. Bor lubang untuk sekrup agar kayu tidak pecah, kemudian kencangkan engsel pada penutup.

    Jika kamu menginginkan bukaan penuh 180 derajat, yang umum digunakan pada kebanyakan lemari, kamu perlu memasang engsel melingkar.

    Memasang Pintu

    Tahan penutup di tempatnya pada rangka kabinet, dan mintalah bantuan jika diperlukan. Tandai posisi engsel pada rangka, kemudian buat lubang pasak yang sesuai di kabinet.

    Pastikan pintu sejajar dengan baik dan pasang engsel di tempatnya. Uji fungsi pintu dan lakukan penyesuaian jika pintu tidak menutup sepenuhnya atau tidak beroperasi dengan lancar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! Ini 6 Tanda Adanya Kecoa di Rumah



    Jakarta

    Kecoa menjadi salah satu hama yang sangat mengganggu saat masuk ke dalam rumah. Kecoa terkenal menyebarkan bakteri dan penyakit ke seluruh rumah, sehingga menyebabkan penyakit berbahaya.

    Beberapa orang juga mengalami masalah asma atau masalah pernapasan lainnya karena kulit yang mengelupas atau kotoran yang kecoa tinggalkan. Mengidentifikasi adanya serangan kecoa sangat penting dilakukan.

    Melansir house digest, berikut beberapa tanda adanya kecoa di rumah yang harus segera diatasi sebelum menimbulkan resiko yang berbahaya.


    Melihat Kotoran di Lantai

    Adanya kotoran kecoa menjadi tanda pasti bahwa kecoa masuk dan bersarang di rumah. Penampakan kotoran ini dapat bervariasi tergantung ukuran kecoa yang meninggalkannya dan beberapa faktor lainnya.

    Jika kecoa lebih kecil, kotorannya memiliki warna dan tekstur yang mirip bubuk kopi, dan ada juga yang lebih gelap serta tampak seperti lada hitam. Kecoa yang berukuran besar, akan tampak lebih bulat dan berwarna hitam atau coklat.

    Adanya Noda di Dinding

    Terkadang kotoran kecoa muncul dalam bentuk bercak, Bercak tersebut adalah jejak kotoran yang tertinggal saat serangga ini merayap di seluruh rumah. Dinding dan langit-langit menjadi lokasi umum tempat bercak ini terlihat.

    Noda juga mungkin tertinggal di tempat yang lembap atau basah. Jika kamu melihat bekas noda yang luas, hal ini menjadi petunjuk bahwa ada sumber makanan untuk kecoa di dekatnya.

    Bekas noda yang ditinggalkan akan membawa bakteri, sehingga disinfeksi permukaan dengan hati-hati di tempat mereka berada.

    Mencium Bau Apek di Rumah

    Kecoa memiliki bau yang sangat khas, hal ini dapat mendeteksi keberadaannya sehingga dapat membantu mengetahui adanya kecoa di rumah. Baunya digambarkan sebagai bau apek dan tidak segar.

    Serangga menggunakan baunya sebagai bentuk komunikasi, sehingga membantu kecoa untuk menemukan makanan dan kebutuhan lain yang dibutuhkan untuk bertahan hidup.

    Menemukan Kulit Kecoa yang Terkelupas

    Tanda lain kecoa membuat tempat tinggal di rumah kamu adalah ditemukannya kulit kecoa yang mengelupas. Jika melihat sesuatu sesuatu yang tampak seperti kecoa mati, mungkin itu hanya kulit yang tertinggal dari nimfa yang mengelupas.

    Nimfa adalah versi muda dari serangga ini. Kulit kecoa tidak tumbuh bersama tubuh, jadi harus kecoa harus melepaskannya dan membiarkan kutikula baru mengeras. Selama waktu ini kecoa akan terlihat putih sampai kulit baru siap.

    Saat nimfa tumbuh, kecoa akan melalui proses pergantian kulit ini beberapa kali. Jadi sudah seharusnya kamu membasmi kecoa di rumah jika melihat selubung kulit di sekitar rumah.

    Mengalami Gejala Alergi

    Jika seseorang di rumah mengalami alergi yang meningkat, kecoa bisa jadi adalah penyebabnya. Kecoa dapat menyebabkan gejala muncul tanpa memandang waktu dalam setahun.

    Namun, tidak semua orang akan mengalami reaksi pernapasan terhadap hama ini. Seseorang akan tampak bergejala saat terpapar kecoa itu sendiri, serta kotoran atau air liurnya.

    Mengatasi kecoa di rumah akan menjadi solusi yang paling efektif, tetapi kamu juga harus berkonsultasi dengan dokter mengenai penyebab pasti kamu terkena alergi.

    Melihat Kecoa Berkeliaran di Rumah

    Kecoa tidak hidup sendiri, menemukan satu kecoa yang berkeliaran di rumah menjadi tanda pasti ada sarang kecoa di rumah kamu. Kemungkinan kecoa akan berkeliaran adalah saat keadaan rumah gelap, karena kecoa aktif di malam hari.

    Matikan lampu di tempat yang akan didatangi kecoa, kemudian nyalakan lampu setelah gelap beberapa saat. Kemungkinannya kecoa akan berlari menyebrangi lantai menuju tempat persembunyian saat lampu dinyalakan.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini 3 Penyebab Munculnya Kelabang di Rumah



    Jakarta

    Melihat kelabang berkeliaran di rumah, tentu menjadi hal yang menakutkan dan sangat mengganggu untuk penghuni rumah. Kelabang memiliki tubuh yang panjang dan memiliki banyak kaki, antena, serta mulut seperti cakar.

    Walaupun rumah selalu dibersihkan dan terlihat rapi, terkadang kamu masih menemukan kelabang berkeliaran karena beberapa penyebab.

    Dilansir dari Pests Hero, berikut beberapa penyebab kelabang muncul di dalam rumah yang akan sangat mengganggu penghuni rumah.


    Kelembapan

    Segala jenis kelembapan, genangan air, dan tetesan air dapat berasal dari berbagai tempat di sekitar rumah. Keran yang bocor, penyumbatan atau penumpukan air karena masalah talang dan semua yang menyebabkan kelembapan sangat perlu diperhatikan.

    Hal ini menjadi tempat yang sempurna bagi kelabang untuk memulai dan memastikan kelabang mendapat kelembapan untuk tetap hidup. Tanah yang lembap di sekitar rumah dapat menjadi tempat yang bagus bagi kelabang untuk bertelur.

    Cara termudah untuk mengatasinya adalah dengan memastikan kelembapan berkurang. Seperti memperbaiki kebocoran, menambal keretakan, dan mengurangi kelembapan dari udara di rumah.

    Makanan untuk Kelabang

    Kelabang akan ditemukan di tempat yang memiliki persediaan makanan yang cukup untuk bertahan hidup. Kelabang akan memakan serangga, kutu, dan laba-laba. Area yang memiliki persediaan makanan melimpah akan menarik kelabang ke daerah tersebut.

    Untuk menghindari datangnya serangga di malam hari, pastikan tutup semua celah dan lampu dimatikan. Serangga akan tertarik pada lampu, yang menjadi makanan kelabang.

    Hal lain yang dapat menarik serangga adalah sampah yang ditinggalkan di luar. Kelabang akan tertarik pada banyaknya lalat dan laba-laba. Di manapun terdapat banyak serangga dan laba-laba, hal ini menjadi peluang munculnya kelabang.

    Karena kelabang biasanya tidak sering terlihat, indikasi populasi serangga yang lebih tinggi dapat menjadi indikator bahwa ada kelabang di sekitar rumah. Menyingkirkan sumber makanan kelabang akan memaksa kelabang keluar dari rumah.

    Tempat Berlindung

    Kelabang membutuhkan tempat untuk menghabiskan hari yang jauh dari predator lain dan sinar matahari. Hal ini karena kelabang bersifat nokturnal, artinya kelabang aktif di malam hari.

    Tempat tinggal kelabang sangat bervariasi, seperti di antara tumpukan kayu atau dibawah peralatan yang telah ditinggalkan selama beberapa waktu. Kelabang bahkan dapat bersembunyi di rumput tinggi yang lembap dan tumpukan daun.

    Di dalam ruangan, kelabang akan tinggal di bawah rak, kotak, atau barang lainnya. Akan lebih baik jika kelabang dapat menemukan barang-barang di ruangan yang tidak terpakai di rumah.

    Cara termudah agar kelabang tidak memiliki tempat tinggal adalah dengan membuang benda-benda yang biasa digunakan untuk tinggal. Menjaga halaman tetap bersih akan mencegah serangga lain hidup di halaman rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal Bangun Tembok Halangi Rumah Tetangga, Bisa Dibongkar



    Jakarta

    Keributan antartetangga memang kerap terjadi di masyarakat, seperti di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Seorang warga membangun tembok di depan rumah tetangganya sampai menghalangi akses jalan.

    Lantas, apakah pembangunan tembok itu diperkenankan meski berada di lahan milik sendiri?

    Pengacara Properti Muhammad Rizal Siregar mengatakan membangun rumah atau bangunan lain tidak diperkenankan bila mengganggu kepentingan umum, bahkan bila di tanah milik sendiri. Menurutnya, pembangunan atau renovasi rumah perlu mendapat Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).


    “Renovasi itu PBG wajib diterbitkan. Kenapa? Karena dia membangun tembok itu, PBG diberikan ke masyarakat untuk membangun atau merenovasi itu memastikan ada pengujian secara hukum oleh pemerintah mengenai renovasi atau bangunan rumah. Proses pengeluaran PBG itu lah yang harus diuji,” ujar Rizal kepada detikProperti, Minggu (8/12/2024).

    Pasalnya, proses PBG akan memastikan kelayakan bangunan dan dampaknya kepada lingkungan. Salah satunya yang akan diuji adalah ketentuan garis sempadan bangunan dan garis sempadan jalan.

    Ketentuan dasar Garis Sempadan Bangunan sebagaimana penjelasan Pasal 13 ayat (1) UU Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung. Pasal itu berbunyi “Penetapan garis sempadan bangunan gedung ditentunkan oleh Pemerintah Daerah dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, serta keseimbangan dan keserasian dengan lingkungan.”

    “Jangan sampai dia menabrak garis sempadan bangunan dan garis sempadan jalan. Itulah bagian dari posisi dia membangun itu mengganggu tetangga atau tidak,” ucapnya.

    Ia pun menyatakan bahwa pembangunan rumah tanpa perizinan PBG merupakan tindakan yang ilegal. Tembok yang sudah dibangun wajib dibongkar kalau belum ada izin.

    “Bangunan yang dibangun oleh tetangga itu dengan mengganggu tetangga ataupun mengganggu masyarakat yang ada sekitar dan kepentingan umum, maka bangunan tersebut wajib dibongkar karena tidak memiliki Perizinan Bangunan Gedung (PBG) dari Pemda atau pemerintah setempat,” katanya.

    Di sisi lain, tetangga yang merasa terganggu dengan tembok itu dapat mempertanyakan adanya izin pembangunan kepada pemilik tanah. Mereka pun bisa membuat laporan ke Pemerintah Daerah (Pemda), Camat, atau Desa untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

    Untuk diketahui, PBG berlaku untuk memulai pembangunan, merenovasi, merawat, atau mengubah bangunan gedung sesuai dengan yang direncanakan. Persetujuan Bangunan Gedung yang selanjutnya disingkat PBG adalah perizinan yang diberikan kepada pemilik Bangunan Gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat Bangunan Gedung sesuai dengan standar teknis Bangunan Gedung.

    Lebih lanjut, Rizal mengatakan kasus seperti ini biasanya pemilik membangun tanpa mengantongi PBG. Jika membangun tembok rumah di atas kepentingan pribadi sampai mengganggu kepentingan umum, ia menilai tembok tersebut dibangun secara ilegal.

    “Bangunan yang dibangun oleh tetangga itu dengan mengganggu tetangga ataupun mengganggu masyarakat yang ada sekitar dan kepentingan umum, maka bangunan tersebut wajib dibongkar karena tidak memiliki Perizinan Bangunan Gedung (PBG) dari Pemda atau pemerintah setempat,” tuturnya.

    Sebelumnya, Camat Mlonggo, Sulistyo mengatakan pemilik rumah dan bidang tanah berinisial S (65) membuat pagar tepat di depan rumah milik W (50). Pagar tembok sepanjang 20 meter dan setinggi 2,5 meter itu dibangun pada Senin (2/12) lalu.

    Ia mengungkapkan warga dan tetangga tersebut masih memiliki hubungan kekeluargaan. Ia juga mengatakan bahwa rumah tetangga itu masih punya akses jalan lain. Jalan yang ditutup tembok itu pun bukanlah jalan umum.

    “Itu masih ada ikatan keluarga. Itu tidak akses umum, tidak. Halaman rumah, samping rumah dibangun pagar. Itu internal keluarga, karena masih hubungan keluarga,” kata Sulistyo kepada detikJateng.

    “Bukan jalan umum, bukan. Bukan jalan fasilitas umum. Itu masih bisa lewat gang sebelahnya,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sederet Bagian Rumah yang Rawan Kebocoran



    Jakarta

    Saat musim hujan tiba, tentunya harus memiliki perhatian ekstra terhadap rumah. Rumah yang kurang mendapatkan perawatan sangat beresiko terjadinya kebocoran, hal ini akan sangat mengganggu dan berbahaya.

    Ada beberapa bagian yang harus diperhatikan karena memiliki resiko tinggi terhadap kebocoran sehingga menimbulkan kerusakan. Kebocoran di rumah juga bisa menimbulkan kelembapan yang berlebih.

    Melansir Homes & Gardens, berikut beberapa bagian area rumah yang rawan kebocoran saat musim hujan tiba.


    Talang Air

    Pemeriksaan rutin atap dan talang air sangat penting untuk dilakukan. Talang air yang tersumbat akan menyebabkan luapan air dan kebocoran, sehingga akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

    Jendela Atap atau Skylight

    Skylight merupakan cara yang bagus untuk menambah cahaya alami di dapur dan rumah, Skylight juga merupakan salah satu area utama di rumah yang rawan bocor di musim hujan, sehingga hal ini bisa menjadi penyebab utama kebocoran di rumah.

    Masalah yang umum terjadi adalah kerusakan segel yang sudah aus seiring waktu atau karena terhantam badai. Memperbaikinya bukanlah masalah besar, biasanya hanya melibatkan pemasangan segel baru atau pendempulan.

    Namun, jika ada retakan pada kaca, disarankan untuk secepatnya mengganti seluruh kaca. Jangan hanya menambalnya, karena akan menambah kerusakan yang lebih parah.

    Jendela dan Pintu

    Jendela dan pintu bisa menjadi penyebab kebocoran di rumah. Selama musim hujan, pastikan jendela dan pintu tertutup rapat. Periksa juga keretakan dan celah yang bisa menyebabkan air masuk ke rumah.

    Dek Rumah

    Dek rumah saat musim hujan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Area dek dapat dengan cepat menjadi area bermasalah dan menyebabkan kondisi dek licin yang berbahaya serta beresiko jatuh

    Sambungan dek merupakan sumber umum kebocoran, seperti baut atau sekrup yang menahan dek ke rumah terlihat berkarat atau kendur, sehingga memungkinkan air merembes ke are di bawah dek.

    Lembah Atap

    Lembah atap merupakan titik-titik tempat dua bagian atap bertemu membentuk palung. Tempat ini berperan penting dalam mengarahkan limpasan air, tetapi juga merupakan titik rawan kebocoran.

    Air yang terperangkap dapat mengembang dan mengacaukan flashing, sehingga membuka pintu kebocoran.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Lakukan Ini Kalau Ada Tetangga Bikin Tembok Halangi Akses Rumah



    Jakarta

    Kehidupan bertetangga memang penuh dinamika, bahkan sampai menimbulkan drama. Misalnya ketika tetangga merenovasi atau membangun rumah, tapi malah mengganggu kenyamanan hunian kita.

    Ada saja kasus tetangga yang asal atau sengaja membuat bangunan yang mengganggu rumah kita. Jika sudah seperti ini, apa yang bisa dilakukan ya?

    Pengacara Properti Muhammad Rizal Siregar mengatakan masyarakat wajib melaporkan kepada pemerintah setempat kalau ada bangunan rumah yang mengganggu kepentingan umum. Masyarakat dapat menanyakan perihal kelengkapan izin melakukan renovasi atau pembangunan rumah, terutama Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).


    “Pola yang dilakukan adalah membuat laporan kepada Pemda (Pemerintah Daerah) atau Camat atau ke Desa,” ujar Rizal kepada detikProperti, Minggu (8/12/2024).

    Ia menjelaskan renovasi atau pembangunan rumah harus melalui proses PBG. Izin ini diberikan kepada masyarakat saat membangun atau merenovasi untuk memastikan ada pengujian secara hukum oleh pemerintah.

    Dengan begitu, pembangunan akan sesuai dengan standar yang berlaku, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar. Pasalnya, membangun di atas lahan sendiri pun tak boleh sampai mengusik masyarakat.

    “Kalaupun dia membangun rumah atau menembok rumah atau pun merenovasi rumah dan itu mengganggu kepentingan umum walaupun itu di atas tanah pribadi, nah itu persoalan yang harus diselesaikan melalui pemerintah,” ucapnya.

    Salah satu pengujian dalam proses PBG adalah melihat rencana bangunan memenuhi ketentuan garis sempadan bangunan dan garis sempadan jalan. Hal ini memastikan kelayakan bangunan dan dampaknya kepada lingkungan.

    “Jangan sampai dia menabrak garis sempadan bangunan dan garis sempadan jalan. Itulah bagian dari posisi dia membangun itu mengganggu tetangga atau tidak,” ucapnya.

    Rizal mengatakan kasus seperti ini biasanya pemilik membangun tanpa mengantongi PBG. Jika membangun tembok rumah di atas kepentingan pribadi sampai mengganggu kepentingan umum, tembok tersebut dibangun secara ilegal dan harus dibongkar.

    Sebelumnya, Camat Mlonggo, Sulistyo mengatakan pemilik rumah dan bidang tanah berinisial S (65) membangun tembok pagar di depan rumah milik W (50). Tembok sepanjang 20 meter dan setinggi 2,5 meter itu dibangun pada Senin (2/12) lalu.

    Kedua pihak tersebut masih memiliki hubungan kekeluargaan. Meski tembok itu menghalangi depan rumah W, Sulistyo mengatakan masih ada akses jalan lain. Jalan yang ditutup tembok itu juga bukan jalan umum.

    “Itu masih ada ikatan keluarga. Itu tidak akses umum, tidak. Halaman rumah, samping rumah dibangun pagar. Itu internal keluarga, karena masih hubungan keluarga,” kata Sulistyo kepada detikJateng.

    Disinggung mengenai duduk perkara pembangunan tembok itu, Sulistyo menyebut hanya masalah sepele.

    “Hanya masalah sepele saja. Biasa dalam hubungan keluarga ada pembicaraan yang kurang pas ya itu terus artikan menjadi suatu yang lain oleh saudara ini,” tuturnya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Masalah Umum yang Terjadi di Rumah saat Musim Hujan



    Jakarta

    Datangnya musim hujan harus dengan persiapan ekstra agar terhindar dari masalah-masalah yang tidak diinginkan. Masalah kecil yang terjadi jika dibiarkan, akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

    Dengan mengetahui masalah-masalah umum yang terjadi di rumah saat musim hujan, tentunya akan membantu kamu dalam mempersiapkan rumah saat musim hujan.

    Melansir Civil Engineering Web, berikut beberapa masalah umum yang ditemukan di rumah saat musim hujan.


    Kebocoran Atap

    Kebocoran atap menjadi masalah yang sangat umum terjadi selama musim hujan. Seperti retakan pada struktur yang biasanya menjadi penyebab utama kebocoran atap. Pemeliharan rutin yang tidak memadai dapat mengakibatkan kerusakan atap dan terbentuknya retakan.

    Sistem drainase yang tersumbat, rusak, atau pecah juga dapat menyebabkan air bocor ke atap atau lantai sehingga mengakibatkan air masuk ke dalam ruangan dan terbentuknya noda yang tidak diinginkan di langit-langit atau dinding.

    Kerusakan Dinding dan Kebocoran

    Jika dinding luar bangunan tidak dirawat dengan baik, termasuk plesteran dan pengecatan yang tidak memadai sehingga hujan deras dapat menyebabkan berbagai jenis kerusakan seperti mengelupas.

    Retakan kecil pada dinding dapat mengakibatkan kebocoran air ke dalam ruangan, sehingga tampilannya tidak sedap dipandang dan menciptakan lingkungan yang tidak menyenangkan.

    Saluran Drainase Tersumbat

    Penyumbatan saluran drainase selama musim hujan merupakan masalah yang umum terjadi, dengan penyumbatan pada talang air utama menjadi masalah utama. Masalah ini muncul karena kurangnya pembersihan atap dan pipa drainase.

    Sebaiknya lakukan perawatan sebelum musim hujan untuk memastikan kelancaran fungsi sistem talang air. Periksa kondisi talang air dan bersihkan secara teratur untuk mencegah penyumbatan.

    Genteng yang Terlepas

    Selama musim hujan, hujan lebat disertai angin kencang dan badai dapat menyebabkan kerusakan pada genteng. Kerusakan ini dapat terjadi karena sambungan yang longgar atau tertiupnya genteng.

    Periksa kondisi genteng dan sambungan antar genteng. Jika ada kerusakan, segera perbaiki.

    Lumut yang Tumbuh

    Bila hujan sering turun, lumut dapat tumbuh di depan rumah atau di jalan setapak. Jangan abaikan karena dapat mengakibatkan kecelakaan. Penting untuk segera membersihkan dan mencegahnya setelah hujan.

    Untuk menghilangkannya, kamu dapat menggunakan larutan pembersih yang sesuai berdasarkan permukaan yang ingin dibersihkan. Biarkan larutan bekerja, lalu gunakan sikat gosok atau pembersih bertekanan tinggi untuk menghilangkannya secara efektif.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com