Author: Gak Ganti Gambar

  • Rumah Bau Apak Setelah Ditinggal Liburan? Begini Cara Mengatasinya!


    Jakarta

    Rumah yang ditinggalkan dalam waktu lama biasanya akan timbul bau apak. Hal ini dikarenakan sirkulasi di dalam rumah yang buruk sehingga terasa lebih lembap dan pengap.

    Bau apek juga bisa disebabkan oleh beberapa hal. Dilansir The Spruce rumah yang lama ditinggal dan tidak diisi menyebabkan bagian dalamnya terasa lebih lembap. Kondisi rumah yang lembap sangat disenangi oleh jamur dan mereka bisa berkembang biak di berbagai permukaan. Saat spora jamur berkembang biak tersebut timbul bau yang biasanya disebut apak.

    Kemunculan jamur di rumah ini tidak baik bagi kesehatan. Kamu perlu segera membersihkan rumah dan menghentikan pertumbuhan jamur. Caranya bisa menggunakan campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin.


    Lokasi pertumbuhan jamur biasanya berada di pojok ruangan, plafon, kamar mandi, perabotan, hingga dinding.

    Selain jamur, menurut Homes & Gardens, debu yang menumpuk juga bisa menyebabkan bau tidak sedap di rumah.

    Dampak Bau Apak pada Kesehatan

    Bau apak tidak menyebabkan suatu penyakit secara langsung. Hal yang dapat berdampak pada kesehatan adalah pertumbuhan jamur di rumah. Apabila kamu terlalu sering menghirup spora, beberapa gejala yang bisa terjadi adalah mata gatal, bersin, gatal-gatal, atau hidung tersumbat.

    Cara Menghilangkan Bau Apak di Rumah

    1. Buka Jendela

    Tepat setelah kamu sampai di rumah, cepat bukan segala ventilasi di rumah. Mulai dari jendela, pintu, atau celah-celah lainnya. Udara segar dari luar dapat menghilangkan bau apak di rumah. Apabila ventilasi di rumah kamu minim, kamu bisa menghidupkan kipas angin. Jangan menyalakan AC karena kamu pasti akan menutup pintu dan jendela.

    Apabila kamu memiliki alat instan untuk menurunkan kelembapan seperti dehumidifier, alat ini akan sangat membantu.

    2. Bersihkan Debu

    Setelah itu, bersihkan rumah secara menyeluruh. Ambil penyedot debu atau vacuum cleaner untuk membersihkan debu-debu di area yang sulit dijangkau. Pastikan rumah tetap dalam keadaan terbuka agar debu bisa langsung terbuang ke luar.

    3. Bersihkan Jamur dari Dinding atau Perabotan

    Jamur bisa dibasmi dengan larutan pembersih yakni campuran air hangat, sabun cuci piring, dan pemutih klorin. Namun, kamu bisa memakai bahan instan lainnya jika ada. Cuka juga ampuh untuk membasmi jamur. Namun, perlu diketahui, cara membersihkan jamur tidak bisa hanya dilakukan sekali, melainkan harus rutin.

    “Jika kamu menemukan jamur di rumah, ada beberapa cara untuk membersihkannya. Pertama, pastikan wallpaper atau furnitur bisa dicuci, misalnya dengan menggunakan air sabun hangat pada noda kecil. Sebaiknya dicek dulu apakah hal itu bisa merusak bahan atau tidak. Kalau sudah aman, mulai bersihkan dengan cuka. Gosok cuka ke jamur yang ada dan bilas dengan air panas. Jangan gosok terlalu kencang,” kata Creative Director dan Designer Bobbi Beck, James Mellan-Matulewicz.

    Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau apak dari rumah yang lama ditinggal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Bersihkan Najis Bekas Ompol di Kasur Sesuai Aturan Islam, Cukup Pakai Air!



    Jakarta

    Dalam Islam, terdapat istilah najis yang diartikan sebagai suatu benda kotor atau hal yang tidak suci yang mencegah sahnya ibadah. Bentuknya ada beberapa macam, salah satu contohnya adalah bekas ompol di kasur.

    Hal seperti ini sering terjadi terutama bagi yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan. Kamu bisa menyadari kasur tersebut terkena najis apabila permukaannya basah atau tercium bau tidak sedap.

    Hal yang kamu harus lakukan apabila menemukan najis di kasur adalah membersihkannya. Namun, perlu diketahui untuk membersihkan tempat yang terkena najis seperti ompol ada cara khususnya dalam Islam.


    Dilansir NU Online, dalam fiqih Syafi’iyah najis dibedakan menjadi dua yakni najis ‘ainiyah dan najis hukmiyah. Najis ‘ainiyah adalah najis berwujud yang ditandai dengan adanya warna, bau, atau rasa. Sementara itu, najis hukmiyah adalah najis tak berwujud, sehingga tidak ada warna, bau, atau rasa.

    Adapun bekas ompol dari air kencing yang merupakan najis ‘ainiyah. Namun, apabila air kencing tersebut mengering termasuk dalam najis hukmiyah karena wujudnya tak tampak lagi, mulai dari warna, bau, bahkan rasanya.

    Kedua jenis najis ini memiliki cara menyucikan yang berbeda. Syekh Ahmad Zainuddin al-Malibari dalam Fathul Mu’în bi Syarhi Qurratil ‘Ain bi Muhimmâtid Dîn menjelaskan cara menyucikan najis ‘ainiyah adalah dengan membasuhnya hingga hilang warna, bau, dan rasanya. Sementara najis hukmiyah disucikan dengan menuangkan air sekali di area najis.

    Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa cara untuk menghilangkan najis di kasur.

    1. Hilangkan Sifat-sifat Najis

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, apabila bekas ompol tersebut masih basah, terlihat warnanya, dan terasa baunya maka, kamu perlu membersihkannya hingga wujudnya hilang, tidak ada warna dan bau lagi. Menggunakan air bersih saja sudah cukup apabila benar-benar bisa menghilangkan semua noda hingga ke bau. Jangan lupa untuk menggosok permukaannya agar warna dan bau hilang. Kemudian, biarkan area terkena najis itu mengering dan tandai karena secara hukum masih berstatus najis.

    Selain pada bagian seprai, bagian kasur yang terkena najis juga perlu dibersihkan. Caranya dengan menuangkan air yang cukup pada area yang terkena najis. Dengan begini, maka kasur menjadi suci dari najis. Kasur tetap berstatus suci meskipun air dalam kondisi menggenang atau meresap ke dalam kasur.

    Cara yang sama juga bisa dipraktikan pada lantai ubin, sofa, bantal, permukaan tanah, dan lainnya yang terkena najis. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Ahmad Zainuddin al-Malibari sebagaimana berikut.

    لَوْ أَصَابَ الأَرْضَ نَحْوُ بَوْلٍ وَجَفَّ، فَصُبَّ عَلى مَوْضِعِهِ مَاءٌ فغَمره طهُرَ ولو لمْ يَنْصُبْ، أي: يغُورُ، سواء كانت الأرضُ صُلبةً أم رَخْوَةً

    Artinya: “Seandainya ada tanah yang terkena najis semisal air kencing lalu mengering, lalu air dituangkan di atasnya hingga menggenang, maka sucilah tanah tersebut walaupun tak terserap ke dalamnya, baik tanah itu keras ataupun gembur.” (Syekh Ahmad Zainuddin al-Malibari, Fathul Mu’în bi Syarhi Qurratil ‘Ain bi Muhimmâtid Dîn [Beirut: Dar Ibnu Hazam, 2004], halaman 78)

    Cara membersihkan seperti ini hanya berlaku untuk najis level sedang (mutawasithah), di antaranya air kencing bayi berusia lebih dari dua tahun, kotoran hewan, darah, muntahan, air liur dari perut, dan feses.

    Akan tetapi ada pengecualian untuk air kencing bayi laki-laki kurang dua tahun yang belum mengonsumsi apa pun kecuali ASI. Air kencing tersebut termasuk kategori najis level ringan atau mukhaffafah, sehingga bisa disucikan hanya dengan memercikkan air ke tempat yang terkena najis. Tidak ada syarat air harus mengalir, tetapi pastikan percikan kuat dan volume air lebih banyak dari air kencing bayi tersebut. Jika air kencing itu sudah terlanjur mengering, maka cukup kucuran air sekali saja sudah dapat menyucikan permukaan yang terkena najis.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Hilangkan Jamur di Plafon Kamar Mandi, Cukup Pakai 2 Bahan Ini


    Jakarta

    Salah satu area di rumah yang sering ditemui jamur adalah plafon kamar mandi. Penyebabnya adalah kondisi kamar mandi yang lembap, ditambah kebocoran pada atap, atau salah satunya.

    Cara mengetahui keberadaan jamur pada plafon kamar mandi adalah dengan melihat apakah ada noda-noda kecoklatan atau warna yang kontras dengan plafon. Biasanya jamur ini bisa bertambah banyak tergantung pada besar area lembap.

    Tumbuhnya jamur pada plafon kamar mandi jangan dianggap sepele karena berisiko bagi kesehatan. Mulai dari batuk, bersin, hidung tersumbat, mata gatal, iritasi kulit, gangguan pernapasan, sakit kepala, dan gejala mirip alergi lainnya.


    Membasmi jamur pada plafon kamar mandi ternyata tidak sulit. Dilansir The Spruce, berikut ada cara menghilangkan jamur di plafon kamar mandi.

    Cara Menghilangkan Jamur sari Plafon Kamar Mandi Drywall (Papan Gipsum) Yang Dicat

    1. Campurkan Larutan Pembersih

    Larutan pembersih jamur mudah kamu temukan, bahkan ada yang instan. Namun, jika kamu ingin membuat sendiri larutan pembersih tersebut. Caranya dengan menyiapkan sabun pencuci puring dan pemutih klorin. Campurkan kedua larutan tersebut ke dalam sebuah wadah berisi air hangat dengan perbandingan 1:2:1.

    Setelah itu, masukkan larutan pembersih ke dalam botol. Semprotkan larutan tersebut pada plafon yang berjamur. Diamkan seharian, lalu semprot lagi hingga terlihat perubahannya.

    Saat membersihkan jamur, kamu harus memakai alat pelindung seperti masker wajah, kacamata pelindung, dan sarung tangan. Selain itu, pastikan ventilasi di kamar mandi dalam keadaan terbuka atau berfungsi agar kamar mandi tidak lembap dan area yang dibersihkan bisa cepat kering.

    2. Periksa Noda Secara Teratur

    Jamur tidak akan hilang dalam satu kali penyemprotan. Kamu perlu menyemprotkan larutan permbersih secara berulang hingga noda tersebut hilang.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Area yang Bisa Dibersihkan Pakai Baking Soda


    Jakarta

    Baking soda merupakan salah satu bahan yang biasa dipakai untuk membuat kue. Ternyata bahan ini memiliki kegunaan lain yang tak kalah penting yakni bisa membersihkan noda di berbagai permukaan barang.

    Bagi kamu yang masih bingung, di dalam baking soda terdapat zat tepung yang berfungsi sebagai penyerap bau dan abrasif ringan yang dapat menghilangkan kotoran yang menempel dengan cepat tanpa merusak permukaan. Maka dari itu, baking soda bisa dipakai pada makanan dan benda keras.

    Lantas, benda apa saja yang bisa dibersihkan memakai baking soda?


    Dilansir dari situs BHG, berikut beberapa kegunaan baking soda.

    1. Membersihkan Shower

    Kalau kamu sadari, barang-barang di kamar mandi sering terlihat kotor dengan noda-noda berwarna putih. Noda tersebut merupakan bekas dari sabun. Noda ini biasanya tidak mudah hilang apabila dibersihkan dengan sabun. Bahan yang ampuh untuk membersihkan noda ini adalah baking soda. Caranya cukup mudah yakni dengan mencampurkan sedikit baking soda dengan satu tetes sabun cuci piring di atas kain microfiber. Remas hingga muncul busa kemudian gosok dinding shower.

    2. Mengatasi Pipa yang Mampet

    Pipa yang mampet bisa diatasi tanpa bantuan tukang. Kamu bisa menggunakan baking soda yang sudah dilarutkan ke dalam air panas. Lalu air tersebut dituang ke dalam saluran yang pipanya tersumbat. Diamkan selama 15 menit kemudian bilas dengan air panas untuk menghilangkan bau apeknya.

    3. Mengepel Lantai

    Jika di lantai kamu banyak noda membandel yang tidak bisa dihilangkan dengan cairan pembersih biasa. Coba campurkan ½ cangkir baking soda ke dalam ember berisi air panas. Lalu gunakan seperti mengepel lantai biasa.

    4. Menghilangkan Panci Gosong

    Noda minyak memang susah untuk dibersihkan. Ternyata baking soda dapat menghilangkan noda minyak dalam sekali dibersihkan. Caranya masukkan cuka ke dalam microwave hingga panas lalu tabur baking soda dan cuka tadi di panci. Tunggu selama 30 menit lalu lap dengan spons basah kemudian bilas hingga bersih.

    5. Membersihkan Lantai Kamar Mandi

    Jika lantai kamu mulai berbau tidak enak atau terlalu licin, itu pertanda kamu harus segera membersihkan kamar mandi. Jika tidak ada larutan pembersih, kamu bisa memakai baking soda. Caranya dengan campuran sabun cuci dengan baking soda. Lalu gosok lantai dengan sikat basah. Bilas semua permukaan lantai dengan air hangat. Lap dinding dan lantai dengan kain microfiber kering. Bersihkan tirai shower dengan kain microfiber lembap yang ditaburi soda kue kemudian bilas dengan air panas.

    6. Menghilangkan Bau Sepatu

    Kamu pasti menyadari jika sepatu pun bisa berbau. Penyebabnya karena berkembangnya bakteri setelah lama digunakan. Untuk menghilangkan bau di sepatu kamu, taburkan baking soda ke dalam sepatu secara merata dan diamkan semalaman.

    7. Membersihkan Permukaan yang Dicat

    Permukaan yang dicat membutuhkan perlakuan khusus untuk dibersihkan agar tidak merusak catnya. Taburkan baking soda di atas spons lembab dan gosok perlahan di atas permukaan yang terdapat noda kotor setelah itu lap dengan kain kering. Cara ini ampuh buat noda minyak, sidik jari,dan tinta.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Lokasi Tinggal Jin di Rumah Manusia



    Jakarta

    Rumah manusia disebut-sebut juga menjadi tempat menetap jin. Sebagai makhluk gaib ciptaan Allah SWT, jin juga membutuhkan tempat tinggal.

    Mengutip dari buku Mengintip Alam Gaib oleh Aep Saepulloh Darusmanwiati, jin sebenarnya takut kepada manusia. Maka dari itu, manusia tidak harus takut dengan jin, terlebih mereka juga makhluk Allah yang tidak kasat mata dan hidup di alamnya sendiri.

    Lalu di mana tepatnya lokasi tempat tinggal jin di rumah manusia? Berikut ini lokasi yang biasa menjadi hunian bagi jin.


    Atap Rumah

    Jin muslim yang beriman biasa menghuni tempat tinggal orang-orang beriman, terutama di atap rumahnya. Sebagaimana disebutkan dalam Fath al-Bari, Ibnu Hajar mengutip riwayat Ibnu Abu Dunya yang berarti:

    “Tidak ada satu pun rumah orang muslim kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila mereka menghidangkan makanan pagi, jin itu pun ikut makan bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, jin itu juga ikut makan bersama mereka. Tapi, Allah menjaga orang-orang muslim itu dari gangguan jin tersebut.”

    Lubang

    Selain itu, makhluk golongan jin juga tinggal di dalam lubang. Adapun lubang-lubang yang ditemukan di sekitar rumah antara lain got, lubang pembuang air cuci piring, dan lubang saluran air lainnya. Hal ini dijelaskan dalam HR Abu Dawud, Nasa’i, dan Ahmad dari Abdullah ibn Sarjas yang berbunyi:

    “Jangan sampai ada yang kencing di lubang,” Orang-orang bertanya kepada Qatadah, “Mengapa tidak boleh kencing di lubang?” Qatadah menjawab, “Rasulullah pernah mengatakan, sebab lubang adalah tempat tinggal golongan jin.”

    Kamar Mandi

    Lebih dari itu, jin kafir tinggal di tempat-tempat yang kotor seperti tempat sampah dan kamar mandi. Oleh karenanya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa ketika hendak masuk kamar mandi.

    “Toilet-toilet adalah hunian jin. Oleh karena itu, jika di antara kalian ada yang ingin masuk, bacalah doa: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad dari Zaid ibn Arqam).

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mending Mana Bersihkan Lantai Pakai Sapu atau Vacuum Cleaner?



    Jakarta

    Menjaga kebersihan rumah memang penting banget, baik buat kesehatan ataupun kenyamanan penghuninya. Nah, salah satu bagian rumah yang harus rajin dibersihkan itu lantai, seperti dengan menyapu, mengepel, atau menyedot debu pakai vacuum cleaner.

    Biasanya orang-orang di Indonesia membersihkan lantai dengan menyapu, tentunya opsi yang murah dan mudah ya. Namun, ada juga orang yang membersihkan lantai dengan vacuum cleaner.

    Apapun cara yang kamu pakai buat bersihin lantai, pasti ada plus minusnya. Kalau kamu masih bingung pilih opsi yang mana, simak ulasan berikut, dilansir dari merry maids.


    Sapu

    Sapu biasanya digunakan buat bersihkan lantai keras yang terbuat dari ubin atau kayu. Menyapu dapat membantu mengurangi alergen di udara dengan membuang partikel seperti tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan serbuk sari.

    Dengan begitu, penghuni rumah terhindar dari gangguan pernapasan, misalnya asma. Selain itu, menyapu dapat membantu membuang kotoran dan serpihan dari permukaan keras sehingga tampak lebih bersih dari sebelumnya.

    Namun, menyapu bisa menghabiskan banyak waktu kalau membersihkan area yang luas. Kamu membutuhkan lebih banyak usaha ketika membersihkan ruang tamu dan lorong yang besar.

    Vacuum Cleaner

    Membersihkan lantai dengan penyedot debu atau vacuum cleaner bisa dibilang cara paling efisien untuk membersihkan rumah dengan cepat dan efektif. Kamu bisa menghilangkan kotoran, partikel debu, bulu hewan peliharaan, remah-remah, dan kotoran lain dari karpet dan lantai kayu sekaligus.

    Selain itu, penyedot debu dilengkapi dengan berbagai alat tambahan untuk menjangkau tempat-tempat sempit seperti celah di antara perabot atau dinding. Kamu tak perlu khawatir ada area yang terlewatkan.

    Satu-satunya kelemahan menyedot debu adalah mungkin tidak efektif pada semua jenis karpet. Sebab, kemampuan vacuum cleaner membersihkan karpet tergantung pada ketebalan atau jenis bahannya. Jadi terkadang kamu perlu memakai sapu untuk area tertentu di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Iyuh, Kloset Bau Bisa Jadi Karena Septic Tank Mampet, Nih Cara Perbaikinya!



    Jakarta

    Jika kloset kamu tiba-tiba mengeluarkan bau yang sangat menyengat bisa jadi ada permasalahan pada septic tank. Tangki septik atau tempat pembuangan kotoran memang menjadi penyebab kloset bau jika mampet

    Tentu kondisi ini sangat mengganggu kenyamanan. Oleh karena itu septic tank mampet harus segera diperbaiki untuk menghilangkan sumber masalah kloset bau.

    Lalu, bagaimana cara mengatasi kloset bau akibat septic tank mampet? Cek caranya berikut ini yang dikutip dari My Decorative.


    Tips Mengatasi Kloset Bau Akibat Septic Tank Mampet

    1. Penutup Ventilasi Karbon Aktif Poli-Udara

    Penutup ventilasi karbon aktif poli-udara merupakan alat yang dipasang pada septic tank untuk mengatasi bau septic tank yang populer di perumahan.

    Alat ini cukup murah dan cara kerjanya adalah memiliki mineral karbon aktif yang dapat mengikat molekul gas yang berbau tidak sedap sehingga mencegah septic tank berbau. Namun, karbon aktif bisa rusak, jadi kamu harus mengganti penutup ventilasi ini dari waktu ke waktu.

    2. Filter Arang

    Tangki septik membutuhkan udara luar untuk menyimpan limbah dari pipa ledeng dengan baik. Namun, akses ke udara segar ini adalah tempat untuk penumpukan gas berbahaya seperti Hidrogen Sulfida.

    Gas ini memiliki bau seperti telur busuk. Untuk mencegah penumpukan gas ini, kamu harus memasang filter arang pada ventilasi udara. Sama dengan karbon aktif, filter arang bekerja mengikat molekul gas dan menghentikan bau agar tidak sampai ke rumah. Sekali lagi, ini bukan solusi permanen karena arang akan habis dan perlu diganti.

    3. Lakukan Perawatan Pipa Secara Rutin

    Septic tank yang mampet atau bermasalah bisa menimbulkan bau selokan di kloset kamar mandi, bahkan sampai ke ruangan lainnya di rumah. Namun, hal ini tak selalu septic tank yang penuh.

    Bisa jadi mengalami penyumbatan pada pipa. Jika penyebabnya adalah penyumbatan atau penyempitan pipa karena penumpukan material, gas mungkin menumpuk pada pipa alih-alih diangkut ke tangki.

    Dalam hal ini, gas dapat mengalir ke mana saja, yaitu ke saluran pembuangan kamu. Untungnya, cara mengatasi bau septic tank ini cukup mudah dengan melakukan perawatan pipa secara teratur.

    4. Periksa Bila Ada Kerusakan

    Jika masalah tetap ada meski filter pada penutup ventilasi udara, kamu mungkin memiliki masalah yang lebih serius. Mungkin ada kebocoran di suatu tempat dalam sistem septic tank.

    Sebelum menggali septic tank, cobalah memeriksa terlebih dahulu apakah ada tanda-tanda kerusakan ini. Terutama, kamu harus menemukan sumber bau.

    Selain itu, jika menemukan tanah di sekitar pipa atau tangki dan dalam kondisi lembap, ini merupakan indikasi septic tank mengalami masalah kebocoran serius. Pada titik ini, cara mengatasi bau septic tank adalah menghubungi teknisi profesional sehingga dapat melakukan pemeriksaan tepat dan menentukan apa masalahnya.

    Demikian cara mengatasi bau septic tank yang mampet. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenali Jenis-jenis Rayap dan Cara Ampuh Cegah Masuk Rumah



    Jakarta

    Rayap merupakan salah satu hama berbentuk serangga yang ada di rumah. Jika rumah diserang rayap maka akan sangat merugikan sang pemilik rumah. Biasanya rayap akan menyerang struktur rumah berbahan kayu hingga mebel kayu yang tidak diproses dengan baik.

    Jenis-jenis Rayap

    Mengutip dari bhg.com, ada beberapa jenis rayap. Jenis rayap yang paling umum ada di perumahan adalah rayap bawah tanah, kayu kering, dan kayu lembab.

    1. Rayap Tanah

    Rayap tanah adalah tipe rayap yang sangat invasif. Tipe ini tersebar luas di bawah tanah, dan memiliki daya kerusakan pada kayu paling tinggi dibandingkan rayap kayu kering dan rayap kayu lembab. Hal ini dikarenakan rayap bawah tanah memiliki rahang bergigi gergaji.


    Rayap ini biasanya berwarna kuning muda atau cokelat dengan sayap transparan. Rayap jenis ini biasa hidup di tanah, tumpukan kompos, dan kayu pondasi rumah. Biasanya mereka membuat jalur dari tanah liat sebagai akses jalan mereka dari tanah ke kayu tujuan mereka.

    2. Rayap kayu Kering

    Rayap ini selalu bergantung pada jalur tanah liat yang mereka buat untuk bergerak. tidak seperti rayap tanah yang bisa membuat jalur di bawah tanah.

    Rayap ini memiliki sayap yang besar dan biasanya mereka berwarna kuning tua hingga cokelat muda. Rayap kayu biasa bersarang di bangunan kayu dan umumnya ditemukan di daerah yang hangat, seperti di pesisir.

    3. Rayap Kayu Lembap

    Tipe Rayap ini lebih sering menyebabkan kerusakan pada struktur kayu di luar ruangan dibandingkan dengan di dalam ruangan, karena mereka lebih menyukai kayu lembap

    Rayap ini biasanya berwarna coklat muda sampai coklat tua atau bahkan coklat kemerahan. Rayap ini biasa bersarang pada kayu lembab, seperti di tumpukan kayu bakar, tiang pagar, tiang listrik, dan kayu yang rusak karena air.

    Nah, setelah kamu tahu tipe-tipenya, kamu bisa ikuti cara berikut ini untuk mencegahnya masuk ke dalam rumahmu.

    Cara Cegah Rayap Masuk ke Rumah

    1. Jangan Biarkan Area Lembap di Rumah

    Area lembap di rumah bisa membuat rayap tertarik untuk bersarang disitu. Selain itu, tempat yang lembap bisa membuat kayu mudah untuk disukai oleh rayap.

    Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan area lembab di sekitar rumah adalah dengan memperbaiki kebocoran pipa, meratakan halaman sehingga tidak ada genangan air, dan memberikan saluran pada air AC yang menetes.

    2. Ganti Tanah Dengan Pasir

    Cara ini dilakukan untuk mencegah sebanyak mungkin kontak kayu dengan tanah. Rayap tidak dapat membuat jalur lumpur melalui pasir.

    3. Bersihkan Drainase/Selokan

    Membersihkan selokan penting dilakukan untuk memastikan sistem drainase yang baik. Jika selokan tersumbat,air yang berlebih dapat mengalir ke tepian dan menumpuk di dasar rumah, membuat tanah menjadi basah dan kayu menjadi lunak, sehingga menarik rayap untuk memangsanya.

    4. Gunakan Kayu Anti Rayap

    Ketika kamu membangun rumah, sebaiknya kamu pastikan bahwa kayu yang kamu gunakan itu tahan terhadap serangan rayap.

    5. Tutup Jalur Drainase dengan Jaring Besi

    Jalur drainase yang terbuka bisa menjadi tempat rayap masuk ke dalam rumah

    6. Simpan Kayu Jauh dari Rumah

    Bila kamu suka menyimpan kayu bakar, alangkah baiknya bila kamu menyimpannya jauh dari rumahmu

    7. Lakukan Pengecekan Rutin

    Yang terakhir tentunya kamu harus melakukan pengecekan secara rutin. Bila kamu menemukan tanda-tanda kehidupan rayap di rumahmu, sebaiknya kamu harus segera membasminya.

    Itulah beberapa pengenalan dari tipe-tipe rayap dan cara mencegahnya masuk ke rumah. Semoga rumah kamu bebas dari rayap!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Disakiti, Ini Cara Mudah Cegah Kucing Liar ke Atap Rumah



    Jakarta

    Atap rumah merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh kucing liat. Keberadaan kucing liar di atap rumah bisa cukup mengganggu. Selain berpotensi merusak genteng atau struktur atap, adanya kucing di atap rumah bisa mengganggu karena berisik.

    Meski menyebalkan, jangan usir kucing liar dengan cara kekerasan ya. Sebab ada banyak cara lain yang bisa mencegah kucing liar naik ke atap rumah. Beriikut penjelasannya.

    Tips Mencegah Kucing Naik ke Atap Rumah

    Untuk mencegah kucing naik ke atap rumah, kamu bisa memutus jalur akses kucing dengan memangkas dahan pohon, memasang pagar anti kucing, hingga menaburkan kopi.


    Mengutip laman Big Bear Roofing, Newsweek, hingga situs jual beli rumah, berikut informasi selengkapnya.

    1. Pangkas Dahan Pohon

    Kucing bisa naik ke atap rumah jika ada dahan yang menjorok di dekatnya. Jadi, jika ada pohon di dekat atap rumah, pangkas dahannya secara teratur. Bereskan juga barang di sekitar rumah yang biasa dipakai kucing untuk memanjat.

    2. Memasang Pagar Anti Kucing

    Kucing juga bisa naik ke atap rumah lewat pagar. Sehingga, cara yang efektif untuk mencegahnya adalah memasang pagar anti kucing.

    Beli jaring kucing dan letakkan di pagar agar kucing tidak bisa naik ke atap. Meski begitu, cara ini seringkali tidak berhasil pada kucing yang cerdik.

    3. Letakkan Kulit Jeruk

    Kucing mempunyai indra penciuman yang sangat tajam. Jeruk memliki bau yang sangat mereka tidak sukai. Sehingga, meletakkan kulit jeruk, lemon, jeruk nipis, atau jeruk bali di sekitar rumah akan mengusir mereka untuk sementara.

    4. Letakkan Tanaman yang Tidak Disukai Kucing

    Tanaman bisa menjadi pengusir kucing secara alami. Sebagian besar kucing tidak suka tanaman beraroma kuat seperti lavender, geranium, eucalyptus, rosemary, atau thyme. Kamu bisa menanam atau membeli tanaman dengan aroma kuat ini untuk mengusir kucing dan mencegahnya naik ke atap rumah.

    5. Pasang Perangkat Ultrasonik Pengusir Kucing

    Suara yang dihasilkan perangkat ultrasonik berada di luar jangkauan pendengaran manusia. Namun kucing memiliki indera pendengaran yang kuat, sehingga kucing bisa mendengarnya dan perangkat ini bisa mengusir mereka.

    Perangkat pengusir kucing elektronik cenderung menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, semprotan air, atau keduanya. Letakkan alat ini di tempat di mana kucing biasa naik ke atap rumah.

    6. Pasang Alat Penyiram dengan Sensor Gerak

    Tips selanjutnya adalah meletakkan alat penyiram dengan sensor gerak di atap. Nantinya, alat penyiram ini bisa menyiramkan air dalam jumlah yang banyak saat mendeteksi adanya gerakan, sehingga kucing bisa kabur dari atap.

    Itulah beberapa cara untuk mencegah kucing naik ke atap rumah. Selamat mencobanya.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biang Kerok WC Berkerak dan 3 Bahan Ampuh buat Atasinya



    Jakarta

    WC menjadi salah satu tolak ukur dari kebersihan area kamar mandi. WC memang cepat kotor karena fungsinya sebagai tempat membuang kotoran.

    Munculnya kerak merupakan salah satu tanda WC di kamar mandi atau toilet sudah kotor. Kerak ini biasanya bandel, sulit dibersihkan jika hanya disiram air dari flush karena sudah menempel.

    Menurut Simply Spotless, kerak di dalam lubang WC disebabkan oleh jamur, karat, dan kalsium. Ketika konsentrasi mineral dalam air terlalu tinggi dan terjadi penumpukan karena jarang disikat, kerak akan muncul di permukaan WC. Noda tersebut akan semakin jelas karena kelembaban WC yang mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur.


    Kerak pada WC memiliki beberapa warna tergantung penyebabnya. Jika berwarna hitam, oranye, atau hijau itu disebabkan oleh jamur atau lumut. Lalu, noda yang disebabkan karena karat biasanya berwarna merah muda, merah, atau coklat tua. Sementara itu, noda kalsium berwarna kekuningan.

    Warna kerak yang paling sering ditemukan adalah kuning. Apabila kamu menemui WC muncul kerak kuning, melansir dari Real Sample, Sabtu (25/4/2024) berikut cara menghilangkan kerak pada WC.

    1. Pakai Baking Soda dan Cuka

    Baking soda dan cuka adalah bahan yang ampuh menghilangkan noda membandel. Untuk menghilangkan kerak yang menempel di lubang WC, kamu bisa menyiramkan cuka ke permukaan WC yang berkerak. Lalu sikat dan bilas. Setelah 5 menit, tambahkan baking soda dan cuka hingga muncul busa. Diamkan selama 10 menit baru bisa digosok. Jika busa sudah sepenuhnya hilang, kamu bisa membilasnya.

    2. Pakai Pasta Boraks

    Cara menghilangkan kerak di WC menggunakan pasta boraks dan adalah mencampurkan 1/2 cangkir Boraks dan 1/4 cangkir cuka hingga kental. Pastikan kamu menggunakan sarung tangan saat mencampurkannya. Saat menyiramkan campuran boraks dan pasta gigi, permukaan atas WC harus kering. Biarkan pasta boraks selama 15-20 menit. Setelah gosok permukaannya, baru WC disiram dengan flush.

    Tips Mencegah WC Berkerak

    WC dipastikan tidak akan mudah berkerak apabila secara rutin dibersihkan. Minimal setiap dua minggu sekali, penggunanya harus menyikat dan memberikan cairan antibakteri yang bisa dibeli di warung terdekat. Jika tidak ingin memakai bahan kimia seperti cairan antibakteri tersebut, kamu bisa menggunakan soda kue dan cuka yang lebih aman.

    Itulah cara membersihkan toilet berkerak dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com