Author: Gak Ganti Gambar

  • Tips Mengeringkan Pakaian dengan Cepat saat Musim Hujan


    Jakarta

    Mengeringkan pakaian bisa menjadi tantangan tersendiri ketika mencuci di musim hujan. Pasalnya, cuaca yang lembab dan tidak adanya sinar matahari membuat pakaian sulit kering.

    Apalagi, pakaian yang lembap bisa memicu pertumbuhan jamur yang bisa tidak baik untuk kesehatan. Maka dari itu, penting untuk mengeringkan pakaian.

    Lantas, bagaimana solusinya? Nah, berikut ini ada beberapa cara untuk mengeringkan pakaian dengan cepat yang cocok saat musim hujan seperti ini. Begini caranya.


    1. Maksimalkan Putaran Mesin Pengering

    Dilansir dari Lifestyle Clotheslines, langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk memastikan pakaian kering lebih cepat adalah dengan memaksimalkan putaran mesin pengering pakaian. Proses ini akan membantu menghilangkan sebanyak mungkin air dari pakaian sebelum kamu menjemurnya.

    Dikutip dari Homes & Gardens, untuk memaksimalkan putaran mesin pengering, pastikan beberapa hal berikut ini

    – Jangan menambahkan pakaian basah ketika mesin pengering sedang bekerja

    – Jangan masukkan pakaian basah ke dalam mesin pengering hingga overload

    – Bersihkan ventilasi mesin pengering

    – Jangan mengeringkan pakaian dengan benda lain atau dengan bahan berbeda

    – Segera keluarkan pakaian yang sudah dikeringkan, jika tidak maka pakaian akan lembab dan bergumal

    2. Jemur Pakaian di Dalam Ruangan

    Selama musim hujan, menjemur pakaian di dalam ruangan menjadi pilihan yang lebih praktis. Beberapa teknik efisien yang bisa kamu terapkan adalah sebagai berikut.

    – Gunakan Jemuran Portabel

    Jemuran portabel adalah investasi yang tepat karena membantu mencegah bau apek pada pakaian dan meningkatkan sirkulasi udara. Jemuran portabel mudah dipindah-pindah, serta bisa dilipat sehingga bisa menghemat tempat saat tidak digunakan.

    Pastikan untuk meletakkan pakaian secara rapi di atas jemuran ini untuk memastikan udara bisa memiliki sirkulasi yang baik sehingga bisa mempercepat proses pengeringan.

    – Gunakan Hanger atau Gantungan Baju

    Menggunakan hanger atau gantungan baju juga bisa membantumu mempercepat proses pengeringan pakaian. Pastikan pakaian tersusun rapi di atas gantungan untuk hasil yang lebih baik.

    “Hindari meninggalkan pakaian di mesin cuci terlalu lama saat masih bahas. Hal ini bisa menyebabkan pakaian menjadi bau dan berkembangnya jamur,” kata Joyce French dari Home How, dikutip dari Homes & Gardens, Kamis (4/1/2024).

    Ia menyarankan untuk segera menggantung pakaian setelah dicuci agar bisa cepat kering.

    3. Manfaatkan Sumber Panas

    Pemanfaatan sumber panas, seperti area belakang kulkas atau televisi, bisa membantu mengeringkan pakaian lebih cepat. Namun, kamu harus berhati-hati agar jaraknya aman dari sumber panas untuk mencegah risiko kebakaran dan kerusakan.

    4. Gunakan Kipas dan Sirkulasi Udara

    Dalam cuaca yang lembap, penggunaan kipas, air purifier, atau jendela terbuka bisa membantu menghilangkan kelembaban dan mempercepat proses pengeringan. Jika memungkinkan, gunakan perabot-perabot tersebut yang hemat energi agar tidak boros listrik.

    “Pastikan setel kipas dengan kekuatan rendah agar pakaian tidak ‘beterbangan’,” kata professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, dikutip dari Homes & Gardens.

    5. Susun Strategi Pengelompokan Pakaian

    Penting untuk mengelompokkan pakaian berdasarkan berat dan ketebalan. Prioritaskan pengeringan pakaian yang lebih ringan dan tipis terlebih dahulu untuk memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik.

    6. Gunakan Metode Pengeringan Alternatif

    Kamu juga bisa mencoba metode pengeringan alternatif, yaitu menggunakan alat-alat elektronik, seperti pengering rambut atau setrika. Pastikan untuk memperhatikan jenis kain dan pengaturan suhu agar pakaian tetap aman dari kerusakan.

    7. Jangan Sampai Pakaian Menyentuh Lantai

    Menurut professional cleaning expert di Letti & Co, Bret Jackson, ketika menjemur pakaian basah jangan sampai menyentuh lantai karena akan menciptakan kelembaban dan membuat pakaian lebih lama keringnya. Ia menyarankan untuk menjemur pakaian di dekat jendela atau pintu agar terkena sirkulasi udara.

    “Jika kamu tidak memiliki tali untuk menjemur pakaian, kamu bisa menggantung pakaian di kursi atau di rak pengering,” tuturnya.

    Itulah beberapa tips ampuh mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien di musim hujan. Mengeringkan pakaian di musim hujan memang bisa menjadi tantangan, tetapi dengan tips-tips di atas, kamu bisa mengatasi masalah ini dengan lebih mudah.

    Jangan biarkan cuaca lembap menghambatmu dalam menjaga pakaian tetap kering dan segar. Dengan tips-tips tersebut, kamu bisa mengeringkan pakaian dengan cepat dan efisien, bahkan di musim hujan sekali pun. Selamat mencoba!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Dia ‘Vampir Listrik’ yang Diam-diam Bikin Tagihan Kamu Bengkak


    Jakarta

    Tagihan listrik membengkak? Atau pulsa listrik rasanya cepat habis? Bisa jadi di rumah kamu ada ‘vampir listrik’ yang diam-diam menyedot listrik di rumah kamu hingga bikin tagihan bengkak atau pulsa listrik cepat habis.

    Vampir yang dimaksud tentu bukan vampir penghisap darang seperti yang sering muncul dalam film-film horor. Vampir listrik yang dimaksud adalah peralatan-peralatan elektronik yang masih tersambung di colokan listrik meski sedang tidak digunakan.

    Selain vampir listrik, bisa juga ada kebiasaan sepele yang tanpa sadar sering kamu lakukan dan membuat konsumsi listrik menjadi boros. Menurut laman Constellation Energy Blog, ada sejumlah kebiasaan yang dapat jadi penyebab listrik boros. Yakni sebagai berikut:


    1. Membiarkan Kabel Tersambung ke Soket Listrik

    Tahukah detikers, meskipun peralatan elektronik telah dimatikan tapi kalau kabel colokannya masih terhubung ke stop kontak maka bisa memakan daya listrik?

    Ya, tetap mencolokkan kabel elektronik seperti TV atau kipas ke soket listrik bisa menyedot penggunaan lebih banyak listrik. Ini karena barang-barang tersebut berada dalam mode siaga. Elektronik yang memakai daya siaga disebut mampu menyumbang hingga 10% dari penggunaan listrik di rumah.

    Karena itu, pastikan untuk mematikan perangkat elektronik sepenuhnya sampai mencabut kabel colokan yang masih tersambung ke sumber listrik.

    2. Tidak Mematikan Lampu

    Membiarkan lampu menyala di ruangan yang kosong atau lupa mematikan lampu saat hendak keluar bisa menyebabkan listrik boros. Dengan mematikan lampu, detikers bisa lebih menghemat energi, lho.

    Oleh sebab itu, matikan lampu yang menyala dalam ruangan kosong dan pastikan kamu mengecek lampu sebelum meninggalkan rumah.

    Selain itu, penggunaan lampu pijar atau bohlam juga mampu membuat listrik boros. Karenanya, kamu bisa pakai lampu CFL (neon) yang memakan daya listrik 65% – 80% lebih hemat dari lampu pijar. Bahkan lampu LED menggunakan energi yang lebih sedikit yang lain dan bisa bertahan hingga puluhan ribu jam.

    3. Membuka Kulkas Terlalu Sering

    Detikers sering bolak-balik untuk membuka kulkas? Kalau kamu masih sering berbuat demikian, lebih baik hindari dari sekarang. Karena setiap kali membuka pintu kulkas bahkan hanya dengan mengintipnya sekilas, maka akan menambah 7% dari total penggunaan energi listrik perangkat tersebut.

    Pemborosan listrik kulkas lainnya, yakni memasukkan makanan yang masih panas atau hangat ke dalamnya. Hal ini menyebabkan kulkas menggunakan lebih banyak daya untuk mendinginkan hidangan tersebut.

    Tak hanya itu, kulkas yang kosong dan dibiarkan menyala juga dapat memakan listrik yang cukup besar, sekitar 103 kWh.

    4. Membiarkan Kipas Menyala

    Sebagian orang lebih pilih memasang kipas dibanding AC karena untuk menghemat listrik. Tapi, kalau kipas dibiarkan menyala terus malah tetap saja membuang-buang energi dan membuat boros. Karena itu, matikan kipas saat kamu sudah tidak menggunakannya lagi dan ketika kamu tidak berada di ruangan tersebut.

    5. Memakai Barang Elektronik Lama

    Penyebab listrik boros lainnya adalah penggunaan elektronik keluaran lama. Ini karena barang-barang tersebut belum dirancang dengan lebih efisien seperti sekarang sehingga masih memerlukan daya listrik yang lebih besar.

    Itu dia beberapa hal yang bisa jadi alasan listrik boros di rumah. Tapi, kalau kamu merasa pemakaian listrik tetap boros meski sudah terkontrol dan telah menghindari sederet kebiasaan di atas, bisa jadi ada kesalahan pada meteran listriknya. Kalau terjadi seperti itu, detikers dapat memanggil petugas listrik untuk memeriksanya, ya.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Hujan Makin Deras, Yuk Simak Tips Cara Atasi Rumah Bocor


    Jakarta

    Saat ini hujan turun hampir setiap hari. Ketika hujan lebat melanda, acapkali kita was-was ada bagian rumah yang bocor.

    Duh! Kalau rumah bocor pasti ribet bersihinnya. Gimana ya biar bagian-bagian rumah tidak bocor saat hujan turun?

    Berikut ini merupakan beberapa tips untuk mengatasi rumah bocor.


    1. Bersihkan Talang Air

    Talang Air memang salah satu komponen penting yang ada di rumah. Sebab, berfungsi untuk mengalirkan air hujan menuju tanah atau wadah air.

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, segera periksa kondisi Talang air. Sering kali Talang Air tersumbat kotoran, seperti daun maupun sampah plastik yang beterbangan.

    Maka dari itu, jika terdapat kotoran segera Bersihkan Talang air. Jika tidak, maka aliran air akan terhambat bahkan bisa membuat Talang Air jebol.

    2. Ganti Atap yang Rusak

    Salah satu fungsi atap yaitu melindungi penghuni rumah dari air hujan. Apabila terdapat atap yang sudah rusak, segera ganti dengan yang baru. Hal itu untuk mencegah masuknya air hujan ke dalam rumah.

    3. Lapisi Area yang Rawan Bocor

    Untuk mencegah terjadinya kebocoran di rumah, ada baiknya segera lapisi area-area yang rawan bocor, misalnya atap dan dinding. Kalian bisa gunakan pelapis kedap air pada bagian atap, salah satunya yang berbahan semen anti air. Sementara untuk bagian dinding dapat menggunakan cat waterproof.

    4. Pangkas Pohon di Dekat Rumah

    Keberadaan pohon di dekat rumah bisa menjadi berbahaya ketika terjadi hujan lebat atau badai, terlebih jika pohon tersebut berukuran besar. Pohon yang berukuran besar dan berumur tua lebih berisiko untuk tumbang.

    Apabila pohon seperti itu tidak dipangkas, bisa saja ranting dan batangnya menimpa rumah sehingga dapat mengakibatkan kebocoran.

    5. Cek lokasi bocor

    Apabila sudah terjadi bocor, maka segera mengecek area yang bocor. Area-area yang bocor bisa saja terjadi di tempat yang tidak terduga, seperti kamar mandi, dak beton, serta atap.

    Terlebih jika musim penghujan tiba, retak halus pada atap bisa jadi lebih parah dan menyebabkan rembesan semakin luas. Maka dari itu, perlu dilakukan pengecekan secara cepat agar dapat memperbaiki area-area yang mengalami kebocoran.

    Demikian beberapa tips untuk mengatasi rumah yang bocor. Semoga bermanfaat ya!

    (abr/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Perabot Kayu Berjamur Kala Musim Hujan, 7 Cara Ini Bisa Halau



    Jakarta

    Furniture kayu sangat rentan berjamur. Terlebih lagi ketika musim hujan tiba, potensi tumbuhnya jamur semakin tinggi. Jarang membersihkan furnitur juga bisa menjadi faktor tumbuhnya jamur pada furnitur kayu.

    Jamur akan membuat bahan kayu pada furnitur menjadi lapuk dan rusak. Lalu, bagaimana cara menghilangkan jamur pada furnitur kayu? Mengutip dari Activ Furniture, berikut 7 tips ampuh menghilangkan jamur pada furnitur kayu.

    1. Menjemur Furniture di Bawah Sinar Matahari

    Tips pertama untuk menghilangkan jamur adalah dengan menjemurnya di bawah sinar matahari. Karena kelembaban udara yang tinggilah yang membuat jamur rentan tumbuh pada furnitur kayu. Paparan sinar matahari akan membuat jamur mati.


    Kamu dapat menjemur furniture kayu secara rutin. Namun, jangan terlalu lama sebab tidak semua material furniture tahan terhadap sinar matahari langsung. Alih-alih dapat membunuh jamur, warna furniture Kamu akan pudar.

    2. Menggunakan Cairan Pembersih

    Selanjutnya, menghilangkan jamur dengan cairan pembersih. Kamu dapat mengoleskan cairan pembersih itu pada bagian furniture yang berjamur. Lakukan secara berkala hingga jamur hilang.

    3. Mengoleskan Alkohol

    Cara lainnya yaitu kamu dapat menggunakan alkohol dengan kadar 70%. Kamu dapat menggunakan kain lap kering. Lalu, teteskan alkohol pada lap kering itu secukupnya. Kemudian, oleskan pada permukaan furniture kayu yang terserang jamur.

    Lakukan berulang kali hingga jamur benar-benar hilang. Alkohol ini juga mampu mencegah jamur tumbuh kembali. Ingat! Gunakan juga kacamata pelindung dan masker wajah saat membersihkan dengan alkohol.

    4. Menggunakan Larutan Jeruk Nipis Dan Garam

    Selain dengan bahan kimia, kamu dapat menghilangkan jamur pada furniture kayu dengan bahan alami, seperti jeruk nipis dan alkohol.

    Caranya, Kamu perlu campurkan perasan jeruk nipis dan garam secukupnya. Setelah itu, Kamu dapat menggunakan sikat gigi bekas dan celupkan ke dalam larutan jeruk nipis dan garam. Lalu, gosok ke bagian furniture yang berjamur dengan sikat gigi tersebut. Lakukan berulang kali hingga jamur menghilang.

    Kamu juga dapat menaburkan garam di atas permukaan berjamur secara langsung. Setelah itu, gosok bagian itu secara perlahan dengan jeruk nipis yang sudah dibelah menjadi dua bagian. Setelah jamur sudah hilang, jangan lupa untuk keringkan furnitur terlebih dahulu.

    5. Meletakkan Kamper Di Dalam Furniture

    Selain menyebabkan furniture rusak, adanya jamur ini juga menimbulkan bau kurang sedap. Barang-barang, seperti pakaian, sepatu, dan buku, secara otomatis akan terpengaruh.

    Sebelum hal tersebut terjadi, Kamu dapat meletakkan kamper di dalam furniture. Misalnya, di dalam lemari pakaian. Aroma kamper mampu menghambat pertumbuhan jamur. Jangan lupa mengganti kamper baru setelah kamper yang lama sudah habis.

    6. Memasang Lampu Di Dekat Furniture

    Jamur dapat muncul pada tempat kurang cahaya. Nah, solusinya Kamu dapat memasang lampu neon di ruangan, terutama dekat dengan furniture kayu. Panas lampu dipercaya dapat mencegah sekaligus membunuh jamur yang sudah tumbuh. Kamu juga dapat memasang lampu di dalam lemari pakaian. Sehingga terhindar dari ruang penyimpanan dalam lemari yang gelap dan lembab.

    7. Melapisi dengan Pernis Atau Melamin

    Bahan pernis maupun melamin sering digunakan dalam proses finishing pembuatan furniture. Namun, dua bahan ini ternyata tak hanya bikin tampilan furnitur kayu jadi cantik. Melainkan, juga efektif mencegah pertumbuhan jamur.

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Jitu Mencegah Tandon Air Berlumut, Ikuti 4 Cara Ini


    Jakarta

    Apakah keran air di rumahmu mengeluarkan lumut? Kalau iya, bisa jadi lumut itu berasal dari tempat penampungan air atau toren, lho.

    Toren atau tandon air umumnya dipasang di setiap hunian sebagai wadah menyimpan air. bersih Ini dimaksudkan agar detikers tidak kesulitan saat terjadi kasus mesin air mati atau padam listrik, lantaran tersedia cadangan air di rumah.

    Namun, tangki air dapat ditumbuhi lumut dalam jangka waktu tertentu. Dan inilah yang mengakibatkan ada lumut yang keluar dari keran.


    Tapi, apa yang menyebabkan tandon air berlumut? Dan adakah cara agar toren tidak lumutan?

    Penyebab Tandon Air Berlumut

    Ada beberapa hal yang membuat tangki air jadi berlumut. Simak penjelasannya berikut.

    1. Sinar Matahari

    Lumut bisa tumbuh di sekeliling bagian dalam toren ketika terkena sinar matahari. Karena umumnya tangki air dipasang di atas rumah, cahaya matahari dapat langsung mengenai tandon.

    2. Air Baku yang Kotor

    Jika kualitas air yang mengisi toren adalah air kotor atau keruh maka lumut dapat muncul. Ini karena air kotor mengandung jamur sehingga perkembangan lumut di dalam tangki bisa lebih cepat.

    3. Udara Lembap

    Tandon yang berisi air memiliki udara yang lembap di dalamnya. Di tempat seperti inilah lumut cepat tumbuhnya. Terlebih jika tangki air terpapar sinar matahari maka lumut akan semakin cepat berkembangnya.

    Cara Mencegah Tandon Air Berlumut

    Nah, walaupun lumut dapat muncul di toren karena sejumlah hal tapi detikers bisa kok mencegahnya untuk tumbuh.

    Berikut tips mencegah tangki air agar tidak lumutan sebagaimana dikutip dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Langkah awal untuk menghindari pertumbuhan lumut yakni dengan menutup toren dengan rapat. Kalau tidak tertutup dengan baik, sinar matahari dapat masuk ke dalam tangki. Dan kemudian bisa memicu berkembangnya lumut.

    2. Pasang Pelindung untuk Tangki

    Toren biasanya dipasang di bagian atas rumah. Spot inilah yang memungkinkan cahaya matahari untuk langsung mengenai tandon. Selain itu, sinar matahari juga dapat menembus tangki air berbahan plastik yang berwarna cerah. Untuk meminimalisir itu terjadi, pelindung seperti atap bisa dibuat di atas tangki.

    3. Pilih atau Cat Tangki Berwarna Gelap

    Sinar matahari diketahui bisa menembus toren yang berwarna cerah. Jika detikers salah satu yang menggunakan tangki air warna cerah, kamu dapat mengaplikasikan cat berwarna gelap ke sekeliling luar tandon.

    Namun jika detikers belum memiliki tandon di rumah dan berniat untuk memasangnya, bisa pilih tandon yang berwarna gelap.

    4. Kuras Tangki Secara Rutin

    Air yang terisi di tangki bisa saja menjadi keruh karena partikel tanah yang ikut terbawa saat memompa air. Karena itu, lumut dapat tumbuh dengan cepat.

    Nah, kalau toren terlanjur lumutan maka detikers dapat mengurasnya. Dan jika tangki terus-menerus berlumut, kamu dapat melakukan menguras secara rutin.

    Lakukan pengurasan tandon setidaknya enam bulan sekali. Apabila lumut berkembang lebih cepat, detikers dapat mengurasnya rutin tiga sampai empat bulan sekali.

    Jadi, kalau tangki air di rumahmu berlumut, ikuti tips pencegahan seperti di atas, ya!

    (fds/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Catat! Ini Hal yang Wajib Dilakukan Kalau Rumah Kamu Rawan Banjir


    Jakarta

    Hujan deras mulai terjadi di berbagai daerah, tak jarang hal ini memicu terjadinya banjir. Sebelum banjir melanda rumah kamu, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan.

    Seperti diketahui, banjir bisa terjadi karena beberapa penyebab contohnya hujan deras hingga saluran pembuangan aur yang tersumbat. Jika saluran air tersumbat bisa membuat air sungai tidak mengalir dengan baik dan justru meluap keluar. Sumbatan tersebut biasanya terjadi karena sampah-sampah yang dibuang sembarangan.

    Nah, ketika banjir melanda rumah bisa saja merusak rumah bahkan menghanyutkan beberapa barang berharga. Dilansir dari Buku Pengetahuan dan Aktivitas Tentang Bencana Alam, Sabtu (6/1/2024), berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum dan saat terjadi banjir.


    Sebelum Terjadi Banjir

    Kamu bisa menyimpan barang berharga dan surat penting seperti sertifikat tanah, akta lahir, ijazah, dan lainnya di tempat yang kedap air, lalu letakkan di tempat yang aman.

    Saat Terjadi Banjir

    – Jauhi benda-benda listrik dan kabel

    – Hindari berenang di air karena air banjir yang kotor menyebabkan penyakit

    – Jika perlu keluar saat banjir, gunakan alat untuk memandu jalan seperti kayu panjang, sapu, tiang payung, dan lainnya agar tidak tersandung atau terperosok di lubang

    – Jika banjir sudah tinggi, segera mengungsi ke tempat uang aman

    – Dikutip dari detikEdu, jika sudah siap untuk evakuasi, amankan rumah atau tempat tinggal terlebih dahulu. Misalnya, Tempatkan perabot di luar rumah atau di tempat yang aman banjir. Barang yang lebih berharga diletakkan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah

    – Matikan semua jaringan listrik, terlebih jika ada instruksi dari pihak berwenang

    – Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik

    – Bersihkan dan siapkan penampungan air untuk berjaga-jaga jika kehabisan air bersih

    Sesudah Terjadi Banjir

    – Hindari air banjir karena ada kemungkinan kontaminasi zat-zat berbahaya dan ancaman kena setrum

    – Waspada dengan instalasi listrik

    – Hindari air yang bergerak

    – Hindari area yang airnya baru saja surut karena jalan berisiko keropos dan amblas

    – Hindari lokasi yang masih terkena bencana, kecuali jika pihak yang berwenang membutuhkan sukarelawan dengan pengetahuan terkait banjir

    – Kembali ke rumah sesuai dengan perintah dari pihak yang berwenang

    – Tetap di luar gedung atau rumah yang masih dikelilingi air

    – Hati-hati saat memasuki gedung karena ada risiko kerusakan yang tidak terlihat seperti kerusakan pada fondasi

    – Perhatikan kesehatan dan keselamatan keluarga dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih jika terkena air banjir

    – Buang makanan yang terkontaminasi air banjir

    – Dengarkan berita atau informasi mengenai kondisi air, serta di mana mendapatkan bantuan perumahan/shelter mengungsi, pakaian, dan makanan

    – Dapatkan perawatan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat

    – Bersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah dari sisa-sisa kotoran setelah banjir

    – Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

    – Jika ada sumur gali di sekitar, ikut kaporitisasi sumur gali

    – Jika ada jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL) di sekitar, ikut perbaikan jamban dan SPAL

    Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan sebelum, saat, dan sesudah banjir melanda rumah. Semoga bermanfaat!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Barang Elektronik Kamu Basah Terendam Banjir, Buruan Rendam Pakai Beras!


    Jakarta

    Sejumlah kawasan di Jabodetabek dilanda banjir setelah hujan mengguyur dalam durasi yang cukup panjang kemarin. Air yang menggenang masuk rumah berpotensi bisa merusak barang elektronik.

    Banjir akan semakin jadi mimpi buruk bila sudah menimbulkan kerusakan terhadap barang-barang elektronik berharga seperti ponsel, laptop, televisi dan lainnya. Bila tak segera ditangani, barang elektronik kesayangan kamu akan rusak dan tak lagi bisa dipakai.

    Namun tenang, ada solusi cepat yang bisa menyelamatkan barang elektronik kamu yang terlanjur tergenang air. Bahannya cukup sederhana, yaitu beras!


    Ya, beras dipercaya salah satu cara yang cukup ampuh untuk menyelamatkan barang elektronik yang terkena air. Sifat beras dipercaya bisa menyerap air dan kelembapan dengan cepat.

    Begini cara menyelamatkan barang elektronik yang terkena air dengan beras:

    1. Jangan Dinyalakan

    Hal pertama yang harus kamu lakukan saat barang elektronik terkena air adalah tidak menyalakannya atau putuskan semua sambungan listrik ke barang tersebut. Jangan coba menghidupkannya dulu, karena aliran listrik yang ada pada perangkat yang terkena air akan menimbulkan korsleting dan berujung pada rusaknya komponen pada barang tersebut.

    2. Buka penutup

    Buka penutup perangkat. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana air masuk ke dalam komponen perangkat. Selain itu, dengan dibukanya penutup perangkat, proses pengeringan bisa lebih cepat. Bila perangkat kamu terdapat baterai seperti ponsel, lepaskan juga baterai dari perangkat tersebut.

    3. Rendam perangkat dengan beras

    Ambil beras secukupnya ke dalam wadah dan masukan barang elektronik ke dalam wadah tersebut. Pastikan seluruh bagian perangkat tersebut tertutup beras dan biarkan hingga 24 jam.. Apabila setelah itu masih bermasalah, segera masukan kembali ke dalam beras untuk 24 jam berikutnya. Ingat, jangan dulu menyalakan perangkat hingga benar-benar kering.

    4. Gunakan Silica Gel

    Silica Gel terkenal sebagai zat penyerap lembab yang baik. Kamu dapat mencoba menggunakan benda ini dengan cara yang sama seperti menggunakan beras.

    5. Jangan pakai hair dryer atau jemur ponsel di bawah sinar matahari langsung

    Cara ini mungkin terlihat instan dan menjanjikan dalam proses pengeringan. Namun perlu kamu ketahui, suhu yang tinggi dapat merusak sebagian komponen dari perangkat kamu.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Biaya Meninggikan Rumah Biar Nggak Kena Banjir Lagi



    Jakarta

    Belakangan ini mulai turun hujan yang sangat deras sehingga memicu terjadinya banjir di berbagai daerah. Jika kamu memiliki rumah di wilayah yang rawan banjir, salah satu cara hal yang bisa kamu lakukan adalah meninggikan rumah.

    Akan tetapi, meninggikan rumah tidak bisa asal dilakukan. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki memberikan beberapa tips untuk meninggikan rumah supaya terhindar dari banjir. Berikut ini tipsnya.

    1. Perkirakan Tinggi Air Ketika Banjir

    Hal itu karena jika langsung meninggikan rumah tanpa tahu tinggi permukaan air maka tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, rumah bisa saja tetap kebanjiran.


    2. Gunakan Bahan Material yang Baik

    Dengan menggunakan bahan material dengan kualitas rendah, bisa saja cepat rusak. Maka dari itu, perlu menggunakan bahan material yang baik dan kokoh agar tahan lama.

    3. Pakai Jasa Profesional

    Meninggikan rumah bukanlah suatu hal yang mudah. Sebaiknya, gunakan jasa profesional untuk perencanaan dan pelaksanaan supaya hasilnya sesuai harapan.

    Untuk meninggikan rumah tentunya memerlukan biaya. Kira-kira berapa ya biaya renovasi untuk meninggikan rumah?

    Biaya Meninggikan Rumah

    Panggah mengatakan, untuk meninggikan seluruh bagian rumah diperkirakan membutuhkan biaya Rp 150-200 juta untuk rumah tipe 36. Namun, tergantung juga dari rencana level ketinggian rumah. Adapun lama pengerjaannya sekitar 3-4 bulan.

    “Harganya berkisar Rp 150-200 juta yang meliputi biayanya peninggian struktur, peninggian dinding, pembongkaran rangka dan atap, pemasangan kembali rangka dan atap, pengurukan lantai, pemasangan keramik lantai baru, pembongkaran rangka plafon dan pemasangan kembali, pemasangan instalasi air dan listrik, plester acian dinding, pengecatan rumah,” jelasnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Senada, CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat menuturkan, biaya meninggikan seluruh bagian rumah untuk tipe 36 bisa mencapai ratusan juta rupiah. Namun, masih tidak semahal ketika membangun rumah baru.

    “Yang jelas, nggak seperti bikin rumah baru. Kalau bangun rumah baru sekitar Rp 4 juta (per meter), kalau ninggiin (rumah) itu per meter sekitar Rp 2,5 juta,” tuturnya.

    “Pengurugan itu didatangin dari luar, 1 kubik (tanah urugan) sudah Rp 500 ribu itu 1 mobil kijang, kalau tipe 36 (mau tinggiin) tinggi setengah meter aja butuh 18 kubik itu bisa 20 mobil kijang datengin. Belum dinding dinaikkan, kalau dinding bata kalau sudah diplester aci itu sekitar Rp 170 ribu per meter, belum plafonnya kalau diganti. Kalau plafon diganti, 1 plafon sekitar Rp 250 ribu, belum kalau atapnya diganti, ya lumayan lah kalau mau ninggiin rumah,” paparnya.

    Jika hanya meninggikan lantainya saja untuk rumah tipe 36 diperkirakan sekitar Rp 10-12 juta. Itu sudah termasuk dengan biaya tukang, tanah urugan, dan keramik.

    “Ya sekitar Rp 10-12 juta kalau tinggiinnya cuma 30 cm. Nggak usah bongkar plafon, (tanpa) bongkar atap,” ujar Taufiq.

    Untuk lama pengerjaannya pun relatif, tergantung dari luas rumah dan desain elevasi rumah yang dilakukan. Jika meninggikan rumah secara total, bisa sekitar 3 bulan tetapi jika hanya meninggikan lantai bisa lebih cepat.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Tinggikan Rumah Demi Cegah Banjir, Perlu Bongkar Fondasi?



    Jakarta

    Meninggikan rumah memang bisa menjadi solusi untuk menghindari banjir di wilayah yang rawan banjir. Apalagi saat ini hujan deras melanda berbagai daerah di Indonesia.

    Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika meninggikan rumah. Misalnya, apakah fondasi rumah perlu dibongkar ketika meninggikan rumah?

    CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat mengatakan, perlu dibongkar atau tidaknya fondasi rumah tergantung dari ketinggian air banjir. Maka dari itu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat ketinggian air banjir, baru menentukan desain elevasi lantai rumah.


    Nah, ternyata meninggikan rumah nggak selalu harus bongkar fondasi rumah. Jika jarak ketinggian antara plafon dengan lantai cukup tinggi, maka tidak perlu membongkar fondasi rumah.

    “Misalnya tinggi plafon rumah 4 meter, kalau naiknya (lantai) cuma 80 cm, itu atap nggak perlu dibongkar juga, itu lebih cepat (selesai meninggikan rumah),” tuturnya kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    Akan tetapi, jika jarak tinggi plafon dengan lantai cukup dekat, maka rumah perlu dibongkar.

    “Misalnya (lantai rumah) ditinggiin 1 meter, berartikan mesti diurug 1 meter, lantainya berubah naik 1 meter, itu harus diurug, dipasang keramik lagi. Selama dipasang keramik kan ada plafon, tinggi plafon yang misalnya 3 meter jadi sisa 2 meter, mentok nanti kepalanya. Ya mesti ditinggiin juga plafonnya,” tuturnya.

    “Kalau plafon ditinggikan, itu cukup nggak keadaan atap, kuda-kuda rumahnya? Kalau misalnya nggak cukup, ya mesti dibongkar atasnya, dimodifikasi,” tambahnya.

    Tak hanya bagian dalam rumah saja yang perlu diperhatikan, tetapi juga bagian garasi. Menurutnya, jika meninggikan rumah, garasi juga perlu ditinggikan agar mobil tidak terkena banjir. Namun, perlu dilihat juga apakah carport tersebut bisa ditinggikan atau tidak.

    “Memungkinkan nggak carport-nya ditinggiin? Kalau kondisi jalannya tetap kan malah susah masuk mobilnya, karena curam (jalan dari garasi ke jalan depan rumah),” ujar Taufiq.

    Maka dari itu, ia kembali menegaskan sebelum meninggikan rumah sebaiknya mencatat ketinggian air banjir yang masuk ke dalam rumah. Setelahnya, baru merencanakan desain elevasi rumahnya seperti apa.

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Membersihkan Kasur Setelah Terendam Banjir


    Jakarta

    Banjir yang melanda rumah bisa saja merusak berbagai perabotan. Jika banjir cukup tinggi, ada kemungkinan merendam kasur.

    Saat banjir mulai surut, biasanya penghuni rumah mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sampah sisa banjir. Salah satu perabotan yang dibersihkan termasuk kasur.

    Dikutip dari detikHealth, Sabtu (6/1/2024), CEO dari penyedia jasa layanan bersih-bersih KliknClean, Hendra memiliki tips untuk membersihkan beberapa furnitur setelah banjir seperti kasur, sofa, dan bantal. Berikut ini tipsnya.


    1. Cuci Kasur di Luar Ruangan

    Lakukan pencucian di luar ruangan. Apabila ingin dilakukan di dalam ruangan, pastikan memiliki ventilasi yang baik.

    2. Cuci dengan Cairan Pembersih

    Cuci kasur dengan cairan pembersih atau disinfektan pada seluruh permukaan kasur dengan cara dimiringkan dan disandarkan pada dinding.

    3. Keringkan Kasur

    Lakukan pengeringan pada seluruh permukaan kasur dan sofa. Bila memungkinkan keringkan dengan mesin ekstraktor (vakum).

    4. Jemur di Bawah Sinar Matahari

    Hasil pencucian akan lebih maksimal jika setelah pengerjaan kasur atau sofa dijemur di luar ruangan terkena sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik.

    Selain itu, ada juga tips untuk membersihkan kasur sesuai dengan jenisnya untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Masih dikutip dari detikHealth, Petugas Kesehatan Lingkungan dari Puskesmas Kecamatan Ampang Jessica Ader Lina membagikan tips membersihkan kasur sesuai dengan jenisnya.

    A. Kasur Kapur

    – Campurkan 5 sendok makan sabun cuci piring cair, cairan disinfektan, dan air bersih dalam 1 wadah

    – Gosokan campuran cairan pada permukaan kasur kapuk menggunakan sikat halus

    – Angkat kasur dan jemur di bawah sinar matahari

    – Pastikan kasur terjemur hingga benar-benar kering agar tidak menyisakan bau apek ketika dipakai kembali

    – Jika sudah kering, angkat kasur dan tebas kasur dengan penebah atau sapu lidi untuk memastikan kotoran dan debu terangkat

    B. Kasur Lateks

    – Semprotkan cuka putih pada kain lap, kemudian gosok kasur dengan lap tersebut

    – Gosokan baking soda pada permukaan kasur sampai berbusa

    – Semprotkan disinfektan pada permukaan kasur, bisa gunakan botol spray

    – Jemur kasur lateks di bawah sinar matahari, pastikan kasur benar-benar kering

    – Angkat kasur, bersihkan dengan penyedot debu untuk mengangkat sisa kotoran

    C. Spring Bed

    – Semprotkan air dingin ke permukaan kasur

    – Gosok dengan kain microfiber

    – Untuk mengangkat noda membandel, terus gosok dan tekan-tekan permukaan kasur dengan kain microfiber

    – Jika ingin kasur yang sudah apek harum kembali, air dingin dalam botol spray bisa dicampurkan dengan cairan pewangi

    – Setelah cairan terserap oleh kasur, jemur spring bed di bawah sinar matahari

    – Untuk membasmi jamur, semprotkan cairan disinfektan pada kasur, kemudian jemur kembali di bawah matahari

    – Setelah kering, bersihkan spring bed dengan alat penyedot debu agar debu dan kotoran pada spring bed benar-benar terangkat

    Setelah dibersihkan, tentunya kasur bisa kembali digunakan. Semoga tipsnya bermanfaat ya detikers!

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com