Author: Gak Ganti Gambar

  • Jangan Asal Bikin Tempat Parkir di Rumah, Begini Aturannya



    Jakarta

    Masyarakat yang memiliki kendaraan akan membutuhkan tempat parkir di rumah. Namun, terkadang keterbatasan lahan yang dimiliki membuat mereka kesulitan membangun tempat parkir.

    Lantaran sangat membutuhkan lahan parkir, ada masyarakat yang memutuskan membangun garasi atau tempat parkir di lahan yang tidak seharusnya.

    Misalnya membuat parkiran dengan mengecor saluran air untuk dibangun ‘garasi’ di bagian atasnya. Bahkan, ada yang mengambil ruas jalan untuk dibangun parkiran. Tentunya hal ini melanggar peraturan.


    Sebenarnya sudah ada peraturan tentang area parkir dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan.

    Misalnya pada PP Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan, pada pasal 38 disebutkan bahwa setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 34, pasal 35, pasal 36, dan pasal 37 yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.

    Ruang manfaat jalan yang dimaksud meliputi badan jalan, saluran tepi jalan, dan ambang pengamannya. Ruang manfaat jalan merupakan ruang sepanjang jalan yang dibatasi oleh lebar, tinggi, dan kedalaman tertentu yang ditetapkan oleh penyelenggara jalan yang bersangkutan berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh menteri.

    “Jadi jika depan rumah Anda masih termasuk kategori jalan yang digunakan oleh umum, meskipun Anda parkir di jalan depan rumah Anda dan tidak mengganggu orang lain atau tetangga sekitar, hal tersebut tetap saja dilarang,” ujar Pengamat dan Pengacara Properti Muhammad Rizal Siregar kepada detikcom beberapa waktu lalu.

    Untuk parkir di bahu jalan, maka pengemudi hanya dapat memarkirkan kendaraannya di bahu jalan yang ada rambu lalu lintas atau marka jalan yang menandakan bahwa bahu jalan tersebut dapat digunakan sebagai tempat parkir. Lalu, untuk tempat parkir di apartemen, developer harus menyiapkan lahan parkir di area tersebut.

    “Kemudian, terkait pemilik rumah di perumahan tapak (landed), atau tempat permukiman maka pemilik rumah menyediakan lahan parkirannya sendiri,” paparnya.

    Di setiap daerah, juga memiliki aturannya sendiri terkait parkir kendaraan, misalnya di DKI Jakarta, Solo, Malang, dan lainnya. Bahkan ada juga yang daerah yang mewajibkan bagi pemilik kendaraan, khususnya mobil, harus memiliki garasi di rumah. Jadi, terkait parkir kendaraan ini harus mengikuti aturan yang berlaku di daerah masing-masing.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahan Penghilang Lumut Kamar Mandi, Jadi Bersih dan Kesat


    Jakarta

    Kamar mandi merupakan tempat yang sering lembap, sehingga lumut bisa muncul dengan mudah. Lumut bisa muncul di lantai, dinding, bahkan di dalam bak mandi.

    Selain membuat kotor, lumut yang muncul di lantai bisa membuat licin dan membahayakan penghuni rumah. Untuk itu, jika lumut sudah muncul, itu tandanya harus segera dibersihkan.

    Jika detikers masih bingung cara membersihkannya, simak dulu artikel ini. Ada 5 bahan yang bisa digunakan untuk menghilangkan lumut kamar mandi.


    Bahan-bahan Pembersih Lumut Kamar Mandi

    Dilansir dari Better Homes & Gardens dan Concrete Renovations, berikut ini 5 bahan yang dapat digunakan untuk menghilangkan lumut kamar mandi:

    1. Cuka Putih

    Bahan pertama adalah cuka putih yang ampuh menghilangkan berbagai jenis noda, termasuk lumut di kamar mandi. Bahkan ini cocok dipakai untuk bagian lantai, toilet, hingga saluran pembuangan.

    Caranya ialah dengan menyemprotkan cuka ke tempat yang berlumut. Diamkan sekitar 5-10 menit, lalu bersihkan dengan lap atau spons. Jika lumut membandel, gosoklah dengan sikat.

    2. Soda Kue (Baking Soda)

    Soda kue selain dipakai untuk bahan makanan, juga dikenal bisa untuk membersihkan berbagai noda, salah satunya untuk menghilangkan lumut.

    Caranya dengan menaburkan soda kue ke permukaan lantai atau dinding yang terkena lumut. Diamkan sejenak, lalu bersihkan lap atau sikat.

    3. Boraks

    Boraks dikenal sebagai bahan yang sering disalahgunakan untuk mengawetkan dan mengenyalkan makanan. Boraks sebetulnya adalah bahan pembersih. Bahan ini bisa digunakan untuk menghilangkan lumut di kamar mandi.

    Campurkan satu cangkir boraks dengan sekitar tiga liter air hangat. Setelah merata, masukkan ke botol semprot, lalu semprotkan ke titik yang berlumut atau sekaligus untuk membersihkan lantai. Kemudian bersihkan dengan kain lap bersih, sikat kawat, atau spons.

    4. Cairan Pemutih

    Cairan pemutih pakaian juga bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan lumut membandel di kamar mandi. Cairan ini cukup keras dan berbau menyengat, jadi harus hati-hati menggunakannya.

    Buat campuran bahan ini dan air dengan rasio 1:1. Semprotkan di area berlumut dan titik lain yang bernoda. Pastikan sirkulasi udara kamar mandi baik agar tidak menghirup bau menyengat dari cairan pemutih ini.

    5. Air Panas atau Mendidih

    Selain bahan-bahan di atas, detikers juga bisa mencoba membersihkan lumut dengan air panas atau air mendidih. Lumut akan semakin mudah terangkat setelah disiram air panas. Biasanya cukup dengan menggosok sedikit, maka lumut akan hilang.

    Itulah tadi 5 bahan yang bisa dicoba untuk menghilangkan lumut di kamar mandi. Untuk mencegah lumut membandel, biasakan menyikat kamar mandi secara berkala.

    (bai/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Cara Efektif Cegah Toren Air Berlumut Agar Selalu Bersih


    Jakarta

    Setiap rumah biasanya memiliki tangki atau toren air yang menyimpan cadangan air bersih. Kandungan air itu membuat kondisi tangki menjadi lembap, sehingga rawan ditumbuhi lumut.

    Lumut juga bisa tumbuh di dalam toren air karena paparan sinar matahari. Oleh karena itu, perlu ada langkah pencegahan agar toren air tidak berlumut. Sebab, lumut di toren air bisa mengganggu kebersihan air di rumah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah lumut tumbuh di toren air? Yuk, simak tipsnya berikut ini,dilansir dari akun Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr.


    Cara Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

    Inilah cara mencegah pertumbuhan lumut di dalam toren.

    1. Tutup Tangki dengan Rapat

    Lumut akan tumbuh ketika air terkena sinar matahari. Maka dari itu, kalian perlu pastikan bahwa tangki air tertutup rapat agar tidak ada sinar matahari yang masuk.

    2. Buat Pelindung di Atas Toren Air

    Toren air yang terbuat dari plastik dan berwarna cerah memungkinkan cahaya matahari untuk menembus masuk ke dalam. Untuk menghindarinya, kalian bisa memasang pelindung di bagian atas tangki, misalnya seperti memasang atap.

    3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

    Selain memasang atap, kalian juga bisa mengecat tangki air berbahan plastik dengan warna gelap. Lakukan pengecatan secara tebal dan merata supaya tidak ada cahaya yang menembus dinding tangki.

    4. Rutin Kuras Toren Air

    Pengurasan tangki air secara rutin dapat menghambat pertumbuhan lumbut. Kuras tangki air setidaknya 6 bulan sekali. Apabila lumut tumbuh dengan cepat, tingkatkan frekuensi pengurasan, misalnya jadi 3-4 bulan sekali.

    Itulah cara untuk mencegah pertumbuhan lumut pada toren air di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Bak Cairan Ajaib Serbaguna, Ini 4 Kegunaan Cuka Putih di Rumah


    Jakarta

    Cuka putih biasa digunakan sebagai bahan makanan. Namun, ternyata cairan ini juga punya banyak kegunaan lain, lho.

    Kamu bisa memakai cuka putih untuk membersihkan barang maupun membasmi hewan di rumah. Kandungan asam di dalam cuka bisa mengatasi berbagai masalah.

    Lantas, apa saja kegunaan cuka putih di rumah? Yuk, simak ulasannya berikut ini.


    4 Manfaat Cuka Putih di Rumah

    Inilah beberapa cara menggunakan cuka putih di rumah.

    1. Basmi Jamur di Dinding

    Dilansir dari The Spruce, cuka putih ternyata cukup asam untuk merusak struktur jamur di dinding rumah secara perlahan. Caranya, semprotkan cuka putih murni 100% ke arah jamur yang menempel di dinding rumah.

    Selanjutnya, lap jamur dengan kain mikrofiber atau spons dan biarkan area dinding tersebut mengering. Jika masih terdapat noda gelap, semprotkan kembali dengan mencampurkan cuka putih dengan cairan pembersih rumah tangga.

    2. Hilangkan Bau Apak pada Karpet

    Berdasarkan Pristine Home, kombinasi cuka putih dan soda kue mampu menghilangkan noda dan bau apak pada karpet.

    Berikut langkah-langkah menghilangkan bau apak pada karpet dengan cuka putih dan soda kue:

    • Pastikan karpet dalam keadaan kering.
    • Campur air hangat dan cuka putih dengan rasio 2:1 dalam botol semprot. Semprotkan campuran tersebut di area yang bau pada karpet. Namun, jangan membuatnya terlalu basah.
    • Taburkan soda kue di area berbau. Kamu bisa menggunakan sapu atau sikat untuk meratakannya, lalu gosokkan bubuk soda kue tersebut ke dalam karpet. Alternatifnya, kamu juga bisa menggunakan boraks.
    • Biarkan campuran tersebut meresap semalaman.
    • Vakum bubuk soda kue dari karpet, pastikan tidak ada produk yang tertinggal.

    3. Bersihkan Kencing Tikus

    Dikutip dari Hunker, manfaat lainnya dari cuka putih adalah menghilangkan bau pesing dari kencing tikus. Caranya, kamu cukup mencampurkan cuka putih dengan air dengan perbandingan 1:1.

    Tambahkan juga beberapa tetes minyak esensial, seperti lemon atau kayu putih. Selanjutnya, kocok hingga tercampur rata dan semprotkan ke permukaan atau area yang tercium kencing tikus.

    4. Copot Wallpaper

    Selain untuk membersihkan, cuka putih juga bisa membantu kita saat ingin mencopot wallpaper di rumah. Campuran cuka dan air efektif untuk mencopot wallpaper dengan mudah dari dinding rumah.

    Caranya, semprotkan campuran cuka putih dan air ke wallpaper. Dengan begitu, wallpaper akan cukup basah sehingga bisa terpisah dari dinding dengan sendirinya. Untuk mencegah lantai basah, kamu bisa menutupinya dengan lembaran plastik.

    Itulah beberapa kegunaan cuka putih di rumah. Semoga informasinya bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah, Jangan Anggap Sepele


    Jakarta

    Keberadaan ular di sekitar rumah bisa membahayakan penghuni, terutama jika hewan tersebut berbisa atau sangat buas. Karena itu, keberadaan ular wajib diketahui penghuni sehingga bisa disiapkan langkan pengamanan selanjutnya.

    Ular biasa tinggal d sarang yang hangat dan tersembunyi, sehingga tak mudah ditemukan ular lain atau penghuni rumah.

    Ciri-ciri Ada Sarang Ular di Rumah

    Ada beberapa ciri-ciri adanya sarang ular di rumah yang bisa diketahui. Berikut di antaranya:


    1. Ada Penampakan Jejak Ular

    Ketika berpindah dari tempat satu ke tempat lain, ula menggunakan kontraksi otot tubuh yang mendorong tubuhnya. Mengutip laman Revoke Snake Repellent, ular akan meninggalkan jejak di permukaan yang berdebu atau tertutup tanah. Biasanya jejak ular membentuk huruf, tapi juga bisa bervariasi tergantung pada gerakan ular.

    2. Ada Kulit Mengelupas

    Ular mengalami pergantian kulit yang diawali pengelupasan. Kulit yang telah mati ini ditinggalkan di area sekitar tempatnya tinggal.
    Kalau ditemukan sesuatu yang menyerupai ular tapi tidak bergerak, kemungkinan itu adalah kulit ular. Hal tersebut bisa jadi menandakan ada sarang ular di rumahmu.

    3. Ada Suara Aneh di Tempat yang Gelap dan Sempit

    Suara-suara aneh dari area tersembunyi di dalam atau area sekitar rumah bisa mengindikasikan aktivitas ular. Artinya, ada ular bersarang di tempat yang jarang digunakan atau didatangi. Misal loteng atau kamar mandi yang tidak digunakan.

    4. Hilangnya Hewan Pengerat di Rumah secara Misterius

    Tikus dan hewan pengerat lain yang tinggal di sekitar rumah bisa menjadi korban serangan ular. Jika penghuni rumah melihat satu atau dua tikus di sekitar rumah menghilang tiba-tiba, hewan tersebut kemungkinan menjadi korban ular.

    5. Ada Kotoran Ular

    Kotoran ular mirip feses burung dengan cairan berwarna kuning dan putih yang mengandung urea. Jika menemukan kotoran ular jangan disentuh meski penasaran.

    Menurut laman wildlife removal, kotoran ular mengandung bakeri salmonella yang menyebabkan salmonesis. Kondisi ini adalah keracunan yang menyebabkan gangguan gastrointestinal serius.

    6. Ada Bau yang Aneh

    Keberadaan ular bisa diketahui dari bau aneh, yang muncul dari sarang atau tempatnya beraktivitas. Mengutip laman Accurate Pest Control, apabila bau ini terciun sebaiknya segera hubungi ahli untuk memastikan keberadaan ular.

    Cara Mengusir Ular

    Untuk mengusir ular, gunakan hal-hal yang tidak disukainya seperti asap dan zat berbau. Mengutip laman Call Northwest dan Smith Pets, berikut penjelasannya.

    1. Gunakan Asap

    Ular sensitif terhadap asap. Gali lubang api dan biarkan berasap selama beberapa hari. Cara ini bisa dilakukan untuk mengusir ular dari area rumah.

    2. Gunakan Zat Berbau

    Ular peka terhadap berbagai bau belerang, minyak cengkeh kayu manis, dan cuka. Tuang bahan-bahan ini di sekeliling rumah atau di area yang terdapat aktivitas ular.

    3. Singkirkan Tempat Berlindung Ular

    Selang, tumpukan kayu bakar, atau rumput tinggi bisa jadi tempat ular bersembunyi. Singkirkan spot-spot tersebut, sehingga ular tak bisa lagi bersembunyi.

    4. Singkirkan Sumber Makanan Ular

    Singkirkan hewan-hewan yang menarik perhatian ular dari rumah misal katak, burung, dan hewan pengerat.
    Selain itu, letakkan pakan hewan peliharaan atau ternak di tempat yang tertutup rapat. Makanan ini bisa menarik perhatian tikus dan hewan lain yang menjadi mangsa ular.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Harus Bersihkan Toren Air? Ini Waktu Idealnya



    Jakarta

    Toren air menampung cadangan air bersih untuk kebutuhan penghuni rumah. Kandungan air di dalam tangki perlu dijaga, salah satunya dengan rutin membersihkan atau menguras toren air.

    Meskipun sering digunakan, kebersihan toren air terkadang terlupakan atau terabaikan. Padahal, kandungan airnya berpotensi menjadi kotor karena pertumbuhan lumut atau kontaminasi unsur lain.

    Jika penghuni rumah menggunakan air yang kotor, hal ini akan berdampak pada kesehatan seperti gatal-gatal ataupun diare. Oleh karena itu, penting sekali merawat kebersihan toren air.


    Namun, seberapa sering toren air perlu dibersihkan atau dikuras? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

    Waktu Ideal Bersihkan Toren Air

    Berdasarkan informasi yang dibagikan Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pengurasan toren air bisa dilakukan setidaknya 6 bulan sekali.

    Jangka waktu tersebut akan membantu menghambat pertumbuhan lumut di tangki air. Munculnya lumut biasanya disebabkan karena toren sering terpapar sinar matahari langsung.

    Jika pertumbuhan lumutnya cepat, maka frekuensi pengurasan juga harus dipercepat. Misalnya, menjadi 3-4 bulan sekali.

    Cara Agar Toren Air Tidak Berlumut

    Supaya air selalu dalam keadaan bersih, berikut cara agar toren air tidak berlumut.

    • Rutin dibersihkan
    • Toren air harus ditutup rapat, agar tidak ada sinar matahari yang masuk
    • Membuat pelindung di atas tangki dengan warna cerah, agar meminimalisir cahaya matahari yang masuk
    • Melakukan pengecatan ke toren air agar cahaya tidak mudah menembus dinging tangki

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Amankan Perabotan di Rumah dari Cakaran Kucing dan Anjing


    Jakarta

    Memiliki hewan seperti anjing dan kucing di rumah dipercaya dapat mengurangi stres. Hewan-hewan berbulu yang aktif ini dapat mengalihkan perhatian kita dan membuat tubuh jauh lebih rileks.

    Di satu sisi, anabul bisa juga memicu stress jika kamu tidak siap barang-barang di rumah penuh goresan karena terkena cakaran. Kamu tidak bisa menghentikan mereka karena itu sudah naluri alamiah untuk berburu dan bertahan hidup.

    Mau tidak mau yang harus dilindungi adalah perabotan agar tidak cepat rusak atau membahayakan bagi anabul.


    Dilansir Washington Post, berikut beberapa cara mengamankan perabotan dari cakaran kuku anabul.

    1. Sediakan Tiang Cakaran atau Garukan

    Cara paling aman mengamankan perabotan adalah dengan memberikan benda yang aman dari goresan. Saat ini sudah banyak dijual tiang cakaran yang bisa menjadi tempat main anabul. Benda ini berupa tiang yang bagian bawah dan atasnya datar. Seluruh permukaan tiang cakaran sudah dilapisi dengan serat kait yang aman jika dicakar anabul. Bahan pelapisnya itu terbuat dari karpet, karton, atau sisal. Pastikan tiang cakaran ini diletakkan di dekat mereka sehingga anabul tidak akan mendekat ke perabotan di rumah.

    2. Alihkan Perhatiannya

    Seperti yang disebutkan sebelumnya mencakar benda di sekitarnya adalah sifat alamiah hewan sehingga kamu tidak dapat menghentikan kebiasaan tersebut. Namun, kamu bisa mengalihkan perhatiannya. Salah satunya dengan menyediakan benda yang tidak meninggalkan goresan. Bisa juga kamu memberikan banyak mainan dan mengajak mereka bermain sehingga anabul tidak tertarik untuk mendekati perabotan yang mudah tergores. Mainan kucing tersebut bisa berupa tongkat atau mainan bergerak agar mereka berlarian.

    3. Melapisi Perabotan

    Jika kamu tidak memiliki waktu untuk mengawasi atau bermain dengan anabul. Cara paling aman adalah dengan melapisi perabotan atau mengganti dengan bahan yang aman dari goresan.

    Selimut bisa digunakan untuk melindungi area rawan goresan. Pilihan lainnya adalah dengan membungkus beberapa perabotan dengan menggunakan bahan sisal di bawah kursi atau sofa untuk melindunginya.

    4. Gunakan Penutup Kuku Kucing

    Ada juga yang menyarankan untuk menggunakan penutup pada kuku hewan. Penutup ini juga disebut dengan soft paws. Bahan ini dapat bertahan sekitar satu bulan hingga enam minggu. Pemasangannya juga biasanya dilakukan oleh dokter hewan.

    Namun, pemakaian ini dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan anabul dan membuat mereka tidak nyaman. Jika kamu ingin benar-benar memakaikan kucing dan anjing dengan ini, konsultasikan dahulu dengan dokter hewan.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Syarat, Cara, dan Biaya Mengurus Sertifikat Tanah yang Hilang


    Jakarta

    Sertifikat tanah merupakan salah satu dokumen yang sangat penting. Apabila sertifikat tanah hilang, bagaimana cara mengurusnya?

    Sebagai informasi, sertifikat tanah adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Fungsi dari sertifikat tanah adalah sebagai bukti kepemilikan seseorang atas lahan atau sebidang tanah beserta bangunannya.

    Selain itu, fungsi lain dari sertifikat tanah adalah sebagai landasan untuk berbagai transaksi tanah, seperti jual beli, sewa, atau gadai. Jika sertifikat tanah hilang, maka tidak bisa melakukan transaksi.


    Namun jangan khawatir, sertifikat tanah yang hilang bisa diganti dengan yang baru. Sertifikat baru dapat diterbitkan sebagai pengganti sertifikat yang hilang atas permohonan pemegang hak atas tanah yang namanya tertera di dalam sertifikat.

    Lantas, bagaimana cara mengurus sertifikat tanah hilang? Lalu apa saja syarat-syaratnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Syarat Mengurus Sertifikat Tanah Hilang

    Mengurus sertifikat tanah yang hilang bisa dilakukan di Kantor Pertanahan. Perlu diketahui, untuk proses penggantian sertifikat tanah adalah 40 hari kerja sesuai ketetapan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

    Sebelum mengurusnya, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Dilansir situs Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), berikut syarat-syaratnya:

    1. Menandatangani formulir permohonan dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai
    2. Surat kuasa apabila dikuasakan
    3. Fotokopi identitas pemohon (KTP, KK) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket
    4. Fotokopi sertifikat tanah (jika ada)
    5. Surat Pernyataan di bawah sumpah oleh pemegang hak/yang menghilangkan
    6. Surat tanda lapor kehilangan dari Kepolisian setempat.

    Selain itu, kamu juga harus menyiapkan beberapa persyaratan lainnya untuk mengurus sertifikat hilang, seperti:

    • Identitas diri
    • Luas, letak, dan penggunaan tanah yang dimohon
    • Pernyataan tanah tidak disengketa
    • Pernyataan tanah/bangunan dikuasai secara fisik
    • Pengumuman di surat kabar.

    Biaya Mengurus Sertifikat Tanah Hilang

    Selain memenuhi semua persyaratan, pemohon juga harus menyiapkan biaya untuk mengurus sertifikat tanah yang hilang. Dalam kolom FAQ di situs atrbpn.go.id, biaya untuk menerbitkan sertifikat tanah pengganti sekitar Rp 350.000 per sertifikat. Rincian biayanya sebagai berikut:

    • Rp 200.000 untuk biaya sumpah
    • Rp 100.000 untuk biaya salinan Surat Ukur
    • Rp 50.000 untuk biaya pendaftaran.

    Cara Mendapatkan Sertifikat Tanah Pengganti

    Mengutip catatan detikProperti, ada sejumlah prosedur yang harus dilalui pemohon agar bisa mendapatkan sertifikat tanah pengganti. Berikut alurnya:

    1. Surat laporan kehilangan sertifikat dari kepolisian setempat. Untuk mengajukan laporan kehilangan, pemohon harus membawa persyaratan berupa fotokopi sertifikat yang hilang (jika ada) dan surat keterangan Lurah setempat yang menerangkan bahwa memang benar ada tanah yang tertera dalam fotokopi sertifikat tanah tersebut dan beralamat di kelurahan itu.
    2. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam surat kabar sebanyak 2×2 bulan
    3. Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia sebanyak 2×2 bulan
    4. Fotokopi KTP pemohon yang dilegalisasi
    5. Bukti Kewarganegaraan RI yang dilegalisasi
    6. Bukti Pembayaran Lunas PBB tahun terakhir
    7. Aspek penatagunaan tanah jika terjadi perubahan penggunaan tanah.

    Apabila seluruh dokumen, surat kehilangan, dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari kepolisian sudah lengkap, maka pemohon dapat segera memblokir sertifikat tanah yang hilang. Langkah ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan sertifikat awal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Langkah berikutnya adalah melalui proses pengajuan pembuatan sertifikat pengganti. Simak alurnya di bawah ini:

    1. Mengisi berkas permohonan sertifikat pengganti dan melengkapi persyaratan
    2. Pengambilan sumpah pemilik sertifikat di hadapan Kepala Kantor Pertanahan. Setelah itu, BPN akan mengumumkan berita acara pengambilan sumpah ke media. Jika tidak terdapat sanggahan atau gugatan dari orang lain kurang lebih selama satu tahun, maka proses penggantian sertifikat akan dilanjutkan
    3. Jika dokumen telah lengkap, maka pihak BPN akan meninjau kembali lokasi dan melakukan pengukuran ulang untuk memastikan keadaan tanah masih sama dengan yang tertera dalam Buku Tanah dan fotokopi sertifikat pemohon
    4. Penerbitan Sertifikat Pengganti biasanya dapat terbit dalam kurun waktu tiga bulan, setelah permohonan diterima secara lengkap.

    Demikian syarat, biaya, dan alur mengurus sertifikat tanah yang hilang. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

    (ilf/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Pilih Lokasi Tanah Menurut Adat Jawa, Dipercaya Terhindar Nasib Buruk


    Jakarta

    Sebelum teknologi berkembang pesat, hukum adat menjadi pegangan di masyarakat saat mencari lokasi tanah. Setiap daerah memiliki ketentuannya sendiri yang mereka anggap cara paling tepat dan baik.

    Sebagai contoh bagi masyarakat Jawa mereka berpegangan pada adat Jawa saat hendak menentukan lokasi tanah untuk tempat tinggal. Mereka percaya dengan memperhatikan ketentuan dalam adat, pemilihan tanah mereka jauh dari hal-hal buruk.

    Lantas, bagaimana ketentuan pemilihan lokasi tanah menurut ada Jawa?


    Menurut HJ Wibowo dan Emiliana Sadilah yang dikutip Asti Musman dalam buku Filosofi Rumah Jawa, berikut ini lokasi tanah yang dianggap baik dan membawa keberuntungan:

    Tanah yang Baik dan Menguntungkan untuk Tempat Tinggal

    1. Tanah yang Miring ke Timur

    Ada banyak sekali posisi tanah yang diyakini baik untuk dipilih sebagai tempat tinggal. Pertama adalah lokasi tanah yang letaknya miring ke timur. Posisi tanah seperti disebut pula dengan tanah manikmaya atau baya sangar. Masyarakat Jawa percaya lokasi ini dapat memberikan banyak rezeki bagi penghuninya. Selain itu, lokasi ini menyehatkan jasmani,rohani, dan memberikan ketenteraman.

    2. Tanah yang Membujur ke Utara dan Selatan

    Posisi kedua adalah tanah yang membujur ke utara atau ke selatan. Posisi ini disebut pula dengan tanah darmalangit. Lokasi ini diyakini bisa menguntungkan bila didirikan bangunan rumah karena akan mendatangkan kekayaan.

    3. Tanah Miring ke Timur dan Sisi Utara-Selatannya Terdapat Bukit

    Arah timur menghadap ke matahari terbit. Posisi ini dipercaya dapat memberikan banyak keuntungan dan disegani oleh tetangga. Posisi tanah yang miring ke timur serta sisi utara dan selatannya terdapat bukit atau gunung disebut sebagai tanah arjuna.

    4. Tanah di Atas Jurang

    Kemudian ada tanah yang letaknya berada di atas jurang. Mendirikan rumah di sini disebut baik untuk berolah rohani atau kebatinan. Posisi ini disebut dengan bumi langupulawa.

    5. Tanah di Antara Bukit

    Tanah yang berada di antara bukit atau gunung disebut sebagai tanah sangsang buwono atau kawula katubing kala. Mendirikan rumah di antara bukit niscaya diberikan kemudahan dalam bertetangga, terhindar dari pertengkaran, dan perkataannya akan dipercaya orang lain.

    6. Tanah di Antara Lembah dan Diapit Sumber Air

    Seperti yang kita tahu, saat memilih tanah, kamu harus memastikan kondisi air bersih di sana. Ternyata dalam adat Jawa pun dianjurkan memilih tanah yang dekat dengan sumber air. Tanah tersebut dipercaya dapat mendatangkan rezeki dan membantu penyuburan tanaman di sekitar rumah. Tanah yang berada di antara lembah dan diapit sumber air disebut sri mangempel.

    7. Tanah yang Miring ke Utara

    Rumah yang berdiri di tanah yang miring ke utara dipercaya dapat dipermudah dalam mendapatkan kreativitas dan ide-ide menarik. Posisi yang disarankan jika ingin menghadap agak ke utara jika di kelilingi gunung atau bukit. Tanah yang letaknya miring ke utara disebut tanah indraprastha, telaga ngayuda dan bathara.

    8. Tanah yang Sisi Baratnya Lebih Tinggi daripada Sisi Timur

    Dalam adat jawa rumah yang berdiri di tanah yang sisi baratnya lebih tinggi daripada sisi timur disebut dapat lancar saat kenaikan pangkat. Posisi ini juga disebut tanah sri nugraha.

    9. Tanah yang Bagian Tengahnya Agak Tinggi dari Sekelilingnya

    Tanah yang lokasinya lebih tinggi dari sekelilingnya memang menguntungkan. Dalam adat Jawa lokasi ini dapat memberikan keselamatan bagi penghuninya. Posisi tanah ini disebut sebagai tanah endragana.

    10. Tanah yang Utaranya Tidak Rata

    Tanah yang sisi utaranya tidak rata disebut tanah wisnu manitis. Penghuninya akan mendapatkan kekayaan jika tinggal di lokasi itu.

    Tanah yang Buruk dan Merugikan untuk Tempat Tinggal

    Dalam adat Jawa juga ada ketentuan untuk posisi tanah yang sebaiknya dihindari karena dipercaya berbahaya untuk dijadikan sebagai tempat tinggal. Berikut di antaranya.

    1. Tanah yang Dikelilingi Air

    Tanah yang disarankan yang posisinya berada di dekat air. Namun, jika lokasinya tersebut dikelilingi air ternyata berbeda hukumnya. Lokasi ini disebut tidak tepat untuk digunakan sebagai tempat tinggal karena menimbulkan pertengkaran.

    2. Tanah Tengahnya Ada Sumber Air

    Kemudian tanah yang sumber airnya berada di tengah sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan penyakit bagi penghuni rumah. Posisi tanah ini juga disebut dengan singamita. Cara menolak dampaknya adalah dengan menanam bebatuan di tengah tanah dan dengan membaca Al-Fatihah.

    3. Tanah yang Berwarna Hitam atau Berbau Tidak Sedap/Amis

    Hindari tanah yang berbau tidak sedap dan warnanya hitam.Tanah seperti ini banyak dihuni setan atau jin, dan tidak menguntungkan bagi penghuninya.

    4. Tanah Bekas Kuburan atau Dikelilingi Kuburan

    Dalam adat Jawa ada hukum yang menilai membangun rumah di tanah bekas kuburan atau dikelilingi kuburan dapat mempengaruhi psikologi dan membawa penyakit. Posisi tanah ini disebut dhandhang kukulangan.

    5. Tanah yang Miring ke Barat

    Tanah yang baik disebut mengadap ke timur, condong ke utara atau ke selatan. Ternyata arah yang tidak disarankan adalah barat. Tanah yang letaknya miring ke barat disebut menimbulkan permusuhan. Cara menangkal efek buruknya adalah dengan menanam pohon pisang klutuk di sebelah timur. Posisi tanah di area ini disebut tanah sri sasadana.

    6. Tanah yang Miring ke Selatan

    Meskipun selatan sebenarnya masih diperbolehkan tetapi, jika benar-benar mengadap ke Selatan dipercaya dapat menimbulkan kesulitan ekonomi dan kematian. Untuk menolaknya, tanamlah bara api di bagian tengahnya dan dengan membaca A-Fatihah dan Al-Ikhlas.

    7. Tanah Sisi Timurnya Lebih Tinggi Daripada Barat

    Tanah yang sisi timurnya lebih tinggi daripada sisi baratnya disebut kalawisa. Rumah yang dibangun di sini akan menimbulkan banyak bencana dan penyakit bagi penghuninya.

    8. Tanah yang di Baratnya Ada Bukit

    Tanah yang di sisi baratnya terdapat bukit atau gunung disebut dengan tanah asu ngelak. Tanah ini tidak baik didirikan rumah karena akan menimbulkan cekcok bagi penghuninya.

    Demikian berbagai cara mengetahui tanah yang baik dan buruk untuk dijadikan tempat tinggal menurut adat Jawa.

    Sesuai nilai dan kepercayaan yang dianut tiap orang, cara memilih lokasi tanah menurut adat Jawa ini dapat menjadi bahan pertimbangan. Faktor-faktor lain dapat melengkapi pertimbangan pemilihan lokasi tanah, misal kondisi dan harganya.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Bahaya Pilih Kabel Listrik Rumah Sembarangan, Bisa Picu Kebakaran!


    Jakarta

    Sistem listrik di rumah tidak sesederhana kelihatannya. Semuanya harus dipasang dengan tepat bahkan pemilihan kabelnya pun tidak sembarangan.

    Kabel listrik yang fungsinya sebagai penghantar listrik harus aman saat digunakan. Kualitas yang rendah justru hanya membahayakan penghuni dan rumah itu sendiri. Jangan sampai kamu tergiur dengan harga kabel listrik murah padahal kualitasnya tidak sesuai standar. Apabila sudah terjadi kebakaran, kerugian yang harus ditanggung akan jauh lebih besar.

    Saat membeli kabel listrik lebih baik lakukan riset merek-merek yang berkualitas dan bertanya dengan ahli. Setelah itu, pemasangannya pun harus dengan ahlinya. Apabila hal seperti ini dianggap sepele, akan ada beberapa risiko yang mungkin akan terjadi. Dilansir dari Family Handyman, berikut ini informasinya.


    1. Kebakaran

    Kemungkinan terbesar saat kamu salah menggunakan jenis kabel listrik adalah kebakaran. Pemicunya berasal dari overheating atau arus listrik yang berlebih, kemudian menimbulkan panas. Efeknya apabila arus tersebut bocor adalah dinding isolasi pada kabel akan terbakar dan apinya dapat memantik kebakaran apalagi jika mengenai benda yang mudah terbakar. Overheating ini bisa ditemukan menggunakan alat khusus yang pastinya tidak terjadi kontak langsung.

    2. Korsleting Listrik

    Masih dengan konsep yang sama, saat kabel listrik tidak dapat menahan alur listrik, korsleting listrik mungkin saja terjadi. Aliran listrik yang tidak sesuai atau arus pendek mengalir di dalam rangkaian. Korsleting tidak hanya dapat merusak perangkat elektronik, tetapi juga berpotensi memicu kebakaran.

    3. Kerusakan Perangkat Elektronik

    Memilih kabel dengan spesifikasi yang salah, terutama yang tidak sesuai dengan kebutuhan arus listrik, bisa menyebabkan kerusakan perangkat elektronik. Ini disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil, yang membuat perangkat cepat rusak atau bahkan terbakar.

    Kamu bisa menggunakan kabel dengan ukuran yang tepat sesuai daya yang dibutuhkan oleh perangkat. Misalnya, untuk perangkat besar seperti AC dan kulkas, gunakan kabel dengan diameter yang lebih besar.

    4. Kejutan Listrik (Sengatan Listrik)

    Kejutan listrik dipicu terjadi karena kabel yang dipilih tidak memiliki isolasi yang baik atau rusak. Kondisi arus listrik yang bocor ini dapat memicu korsleting dan kebakaran.

    Untuk menghindari hal seperti ini sebaiknya pilih kabel dengan isolasi yang tebal dan berkualitas baik. Hindari penggunaan kabel yang murah dengan merek yang tidak jelas. Sebab, biasanya kabel tersebut tidak memiliki kualitas isolasi yang bagus.

    5. Biaya Perbaikan yang Tinggi

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, salah memilih kabel listrik risikonya adalah biaya kerugiannya akan jauh lebih besar. Sistem pemasangan listrik pun tidak sederhana sehingga apabila masalahnya berada di kabel yang ditanam, perbaikannya akan jauh lebih sulit. Lebih baik membeli kabel listrik yang mahal dan berkualitas untuk investasi jangka panjang.

    Itulah beberapa bahaya yang kemungkinan bisa terjadi apabila memilih kabel listrik sembarangan di rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com