Author: Gak Ganti Gambar

  • Sabun Cuci Piring Habis? Tenang, Coba Gunakan 4 Bahan Alami Ini!



    Jakarta

    Mencuci piring bisa dibilang salah satu aktivitas yang sering dilakukan di dapur. Saking seringnya mencuci piring, kadang tidak terasa sabun cuci piring ternyata sudah habis. Dalam keadaan darurat bisa gunakan beberapa bahan alami sebagai pengganti sabun cuci piring.

    Melansir dari situs The Spruce, Selasa (08/04/2025), berikut 4 bahan alami yang bisa digunakan untuk mencuci piring.

    Soda Kue

    Soda kue dikenal sebagai bahan yang memiliki sifat abrasif yang lembut. Hal ini menjadikan soda kue sebagai pembersih yang baik, bahkan bisa membantu mengendalikan bau.


    Cuka Putih Suling

    Kualitas asam dari cuka putih suling dapat menghilangkan sisa minyak pada piring. Caranya isi mangkuk dengan ½ cangkir cuka lalu bilas pada piring yang penuh noda.

    Air Jeruk Lemon

    Sama seperti cuka, air jeruk lemon mengandung asam ringan yang dapat menghilangkan sisa-sisa makanan di piring. Gunakan ½ cangkir air jeruk lemon sama seperti menggunakan cuka. Namun, pastikan untuk menyaring air jeruk lemon agar tidak ada ampas yang tersisa. Supaya saat mencuci piring kamu tidak menemukan ampas kering.

    Bubuk Minuman Jeruk

    Jika tidak ada air lemon atau jeruk lemon langsung, kamu bisa gunakan bubuk minuman jeruk sebagai penggantinya.

    Itu dia 4 bahan alami yang bisa kamu gunakan untuk mencuci piring. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bagian-bagian Penting Kitchen Set dan Fungsinya di Dapur



    Jakarta

    Kitchen set lahir dari adanya kebutuhan fasilitas yang dapat mewadahi penyimpanan, pencucian, hingga pekerjaan yang ada di dapur. Fasilitas penyimpanan terwujud dalam lemari kabinet dan kulkas, fasilitas cuci terwadahi dalam kitchen sink, sedangkan fasilitas kerja terakomodasi melalui table top, kompor, dan microwave.

    Tingkat kesehatan, keamanan, dan kenyamanan pun bisa meningkat jika menggunakan kitchen set. Selain berfungsi membuat dapur lebih rapi, kitchen set juga dapat didesain semenarik mungkin sehingga dapur bisa terlihat lebih indah dan menawan.

    Melansir dari buku ’46 Inspirasi Desain Kitchen Set’ karya Yunus Aryanto yang terbit pada tahun 2008, kitchen set terdiri dari beberapa bagian yakni:


    Lemari Kabinet

    Lemari kabinet merupakan bagian dari kitchen set yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai peralatan dapur serta kebutuhan memasak lainnya. Berdasarkan letaknya, lemari kabinet terbagi menjadi dua, yaitu lemari kabinet atas dan lemari kabinet bawah.

    Table Top/Counter Top

    Table top atau counter top merupakan bagian dari kitchen set yang berfungsi sebagai meja kerja untuk melakukan pekerjaan persiapan memasak sebelu diolah dengan kompor. Table top harus memiliki bahan atau material yang kuat, bersifat antigores, tahan panas dan air, serta mudah dibersihkan.

    Adapun merujuk pada buku berjudul “Menata Dapur Minimalis” karya Anita Rahmatia dan Putri Dwimirnani, terdapat standar internasional ketinggian counter yang berada di antara 85 – 90 cm. Namun, menurut Gilly Love pada bukunya berjudul “Membuat Dapur Idaman”, ukuran 90 cm mungkin tidak cocok bagi orang jangkung atau pendek yang membuat mereka tidak nyaman bekerja di dapur. Maka,solusinya adalah menerapkan furnitur custom-built atau unit yang bagian dudukannya bisa diatur ketinggiannya.

    Sementara itu, jarak antara top counter dengan kabinet di atasnya pastikan berada pada kisaran 45 – 50 cm.

    Kitchen Sink

    Kitchen sink merupakan salah satu elemen penting pada kitchen set karena berfungsi sebagai tempat mencuci, baik itu bahan makanan ataupun peralatan memasak. Sink memiliki banyak jenis, misalnya sink mangkuk tunggal, sink ganda, sink permanen, maupun sink nonpermanen (yang dapat dilepas).

    Cookerhood

    Cookeerhood merupakan bagian kitchen set yang memiliki fungsi sebagai alat pengisap asap maupun uap dari hasil memasak. Fungsi cookerhood adalah menjadikan udara di ruang dapur lebih bersih dan segar.

    Kulkas

    Kitchen set ada yang memiliki ruang untuk kulkas yang berfungsi sebagai tempat menyimpan sekaligus mendinginkan makanan dan minuman sehingga lebih tahan lama dan tidak cepat busuk.

    Kompor

    Kompor termasuk elemen penting pada kitchen set yang memiliki fungsi sebagai alat memasak. Terdapat dua jenis kompor, yakni kompor portable dan kompor tanam. Selain itu, ada juga kompor induksi yang lagi tren karena tidak menggunakan api.

    Microwave

    Microwave termasuk alat pendukung kitchen set berupa alat elektronik yang digunakan untuk menghangatkan makanan. Penggunaan microwave juga harus diperhatikan karena butuh energi listrik yang besar. Walau demikian, microwave tidak harus selalu ada pada kitchen set.

    Sebagai salah satu fasilitas di dapur yang sering digunakan, pemilihan material pada kitchen set juga harus diperhatikan. Terlebih lagi jika itu dapur kotor atau dapur basah yang sangat rentan dengan kotoran, asap, dan minyak tentu memerlukan material dan finishing yang berbeda dengan dapur kering yang jarang terjadi kegiatan memasak.

    Masih merujuk pada buku yang sama, terdapat beberapa pilihan material dan finishing untuk bagian-bagian kitchen set, yaitu:

    Pilihan Material Dasar Lemari Kabinet

    • Kayu solid
    • Multipleks
    • Teakwood
    • Medium Density Fiberboard (MDF)
    • Particle board

    Pilihan Finishing Tempel Lemari Kabinet

    • Tacon
    • Formika
    • Veneer
    • Decosheet
    • High Pressure Laminate (HPL)
    • Akrilik
    • High gloss panel

    Pilihan Finishing Oles Lemari Kabinet

    • Politur
    • Melamik
    • Cat duko
    • Cat kayu

    Pilihan Material Alas Table Top

    • Keramik
    • Stainless steel
    • Kaca
    • Solid surface
    • Granit
    • Marmer

    Itu dia penjelasan mengenai kitchen set yang berguna untuk memaksimalkan dapur kamu. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Harga Rumah dekat Masjid Belum Tentu Lebih Murah!



    Jakarta

    Indonesia merupakan negara dengan mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Rumah ibadah umat Muslim yakni masjid dan musala jumlahnya ratusan ribu di sini. Lokasinya pun kebanyakan berada di tengah-tengah permukiman masyarakat.

    Namun, ada beberapa kekhawatiran yang muncul, jika rumah berada di dekat masjid atau musala disebut dapat mempengaruhi harga jual rumah tersebut. Bahkan ada yang menyebut jika ingin membeli rumah murah, kita bisa mencari rumah yang berada di dekat masjid atau musala. Apakah benar demikian?

    Menurut Pengamat Properti Anton Sitorus, tidak semua rumah yang berada di dekat masjid dan musala atau rumah ibadah lain bisa dijual dan dibeli murah. Sebab, pasar properti itu unik. Penentuan harga atau nilai properti tersebut akan berbeda-beda tergantung pada lokasi, waktu pembelian, kebutuhan pemilik rumah, hingga kondisi bangunannya.


    “Ciri khas properti itu, unik. Walaupun di lokasi yang sama, di jalan yang sama, di lokasi daerah yang sama. Itu bisa berbeda value-nya karena kita nggak bisa megeneralisasi, pukul rata semua begitu, nggak bisa,” kata Anton saat dihubungi detikProperti, Selasa (8/4/2025).

    Anton menyampaikan besar atau kecil nilai sebuah properti ditentukan oleh permintaan (demand) dan pasokan (supply).

    “Tergantung kondisi setempat. Jadi, kalau misalnya dia (rumah) memang berada di lokasi perumahan yang elit misalnya gitu ya, dia demand-nya tinggi di daerah itu, ya pasti harganya naik. Tiap lokasi bisa berbeda-beda. Makanya kalau properti itu, saya dibilang unik,” jelasnya.

    Ia memberikan contoh rumah yang posisinya hook bisa saja dijual dengan harga berbeda. Bisa saja rumah hook yang berada di ujung jalan yang buntu harganya lebih murah daripada rumah hook di jalan yang sama tetapi lokasinya dekat dengan jalan raya yang lebih mudah akses keluar masuknya.

    Begitu pula dengan rumah dekat masjid atau musala, ada yang merasa rumah dekat rumah ibadah tidak nyaman, dan ada yang justru mengincar posisi tersebut.

    “Semua itu harus kita lihat kasus per kasus, kondisinya seperti apa, dan juga bagaimana kebudayaan, faktor sosial, di daerah itu sangat berpengaruh. Kalau misalnya di satu daerah yang masyarakatnya religius, mungkin malah kalau rumahnya di samping masjid, malah tinggi nilainya,” tuturnya.

    Senada, CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengungkapkan nilai properti rumah di dekat masjid atau musala tergantung pada siapa pembelinya. Apabila kalau pembelinya seorang Muslim kemungkinan rumah tersebut dapat terjual dengan harga yang sesuai dengan pasar. Namun, apabila calon pembelinya bukan seorang Muslim, akan ada pertimbangan, terutama mengenai pengeras suara masjid yang akan sering digunakan untuk mengumandangkan adzan.

    “Pada dasarnya tergantung mayoritas penghuninya. Konsumen mayoritas non muslim, sering tidak mau berdekatan dengan masjid karena dianggap suara speaker mengganggu,” ujar Ali.

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Harus Mencuci Gorden? Ini Kata Ahli



    Jakarta

    Penggunaan gorden atau tirai di rumah diperlukan untuk menyaring sinar matahari yang masuk serta menjaga privasi penghuni di dalamnya. Sama seperti barang-barang lainnya, gorden juga perlu dicuci karena mudah kotor.

    Pada gorden yang panjang hingga menyentuh lantai lebih rawan kotor karena bisa mengumpulkan debu dari waktu ke waktu. Beberapa material gorden juga rentan kotor.

    Lantas, seberapa sering perlu mencuci gorden?


    Dilansir dari The Spruce, mencuci gorden sangat tergantung dari jenis dan bahannya. Tak hanya itu, penempatan gorden juga bisa menentukan seberapa sering pencucian diperlukan. Contohnya, gorden yang ada di kamar tamu bisa dicuci setahun sekali.

    Idealnya, gorden dicuci setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika di rumah ada hewan peliharaan atau dekat pinggir jalan, sebaiknya gorden dicuci setiap tiga bulan sekali.

    “Khususnya gorden dapur, mungkin perlu dicuci lebih sering-sekitar setiap dua hingga tiga bulan-karena gorden menyerap minyak, partikel makanan, dan bau dari masakan. Seiring waktu, penumpukan itu dapat mengubah warna kain dan menyebabkan bau tak sedap di ruangan,” kata pendiri Maid Brigade, Robin Murphy, dikutip dari The Spruce, Rabu (9/4/2025).

    Gorden Jenis Apa yang Harus Dicuci?

    Gorden dengan bahan katun, linen, dan poliester bisa dicuci di rumah. Sementara untuk gorden tipis sebaiknya dicuci dengan siklus pencucian yang lembut dan dengan air dingin.

    Di sisi lain, untuk gorden bahan sutra, beludru, campuran wol, maupun yang berbahan tebal sebaiknya dicuci dengan menggunakan jasa profesional. Sebab, gorden dengan bahan tersebut bisa menyusut, kehilangan bentuk, atau rusak jika dicuci di rumah.

    Sekarang sudah tahu ‘kan detikers kalau gorden juga perlu dicuci. Jangan lupa untuk dicuci ya untuk gorden yang ada di rumah!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Asal, Ini Tips Cuci Gorden yang Benar


    Jakarta

    Mencuci gorden diperlukan agar tetap bersih dan bebas debu. Saat mencucinya tidak bisa sembarangan dan sebaiknya disesuaikan dengan material gorden.

    Waktu yang pas untuk mencuci gorden biasanya tiga sampai enam bulan sekali. Waktu pencucian tersebut tergantung dari bahan gorden maupun lokasi penempatannya.

    Nah, saat ingin mencucinya, ada beberapa yang tips yang bisa dilakukan agar gorden tetap bersih dan dalam keadaan baik. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    Tips Mencuci Gorden

    Bersihkan Debu

    Menurut CEO MaidPro, Patricia Duarte, membersihkan debu pada gorden sebelum mencucinya perlu dilakukan. Hal ini dilakukan agar gorden tidak terlalu kotor sebelum waktu pencuciannya.

    Pemilik rumah bisa membersihkan debu pada gorden dengan menggunakan kemoceng atau vacuum cleaner setiap minggu atau sebulan sekali.

    Cek Gorden Apakah Luntur atau Tidak

    Sebelum mencucinya, pastikan dulu gorden luntur atau tidak. Pastinya pemilik rumah nggak mau ‘kan warna gorden miliknya luntur atau tercampur warna lain jika dicuci bersamaan dengan bahan lainnya.

    Jangan Pakai Pelembut Pakaian

    Menurut Duarte, pelembut pakaian bisa meninggalkan lapisan yang menjebak kotoran dan sabun. Hal ini bisa membuat gorden lebih cepat kotor dan mengurangi kemampuannya untuk menyaring udara.

    Gunakan Siklus Lembut Saat Pencucian atau Pakai Air Dry

    Penggunaan siklus lembut dilakukan agar gorden tetap utuh saat dicuci. Saat menjemurnya, pendiri Maid Brigade, Robin Murphy, menyarankan untuk dilakukan diangin-anginkan. Jika tidak memungkinkan bisa menggunakan pengaturan panas rendah pada pengring pakaian.

    Gantung Gorden Saat Lembap

    Menggantung gorden dalam keadaan agak lembap bisa mengurangi kerutan secara alami. Dengan demikian, pemilik gorden tidak perlu menyetrikanya.

    Tips Mencuci Gorden Berdasarkan Bahannya

    Gorden Renda Tipis

    Gorden ini rapuh, jadi sebaiknya dicuci dengan tangan atau dicuci kering. Setelah dicuci, letakkan di tempat yang datar untuk mengeringkannya.

    Gorden Wol

    Wol tidak tahan air atau panas. Sebaiknya gunakan jasa profesional saat mencucinya agar tidak rusak.

    Gorden Katun

    Bahan katun kuat tetapi dapat menyusut karena panas. Untuk mencucinya, bisa menggunakan air dingin dan detergen lembut. Kemudian, keringkan dengan suhu rendah atau jemur hingga kering.

    Gorden Poliester

    Poliester adalah kain yang lebih mudah dirawat dan tidak mudah rusak. untuk mencucinya bisa menggunakan air dingin atau hangat. Hindari suhu tinggi saat mencucinya.

    Itulah beberapa tips untuk mencuci gorden. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tanda-tanda Septic Tank Penuh dan Rawan Meledak


    Jakarta

    Untuk menghindari kejadian septic tank meledak, kita harus selalu memperhatikan keadaan septic tank. Septic tank tidak boleh dibiarkan terlalu penuh jika tidak ingin meledak.

    Berikut tanda-tanda septic tank penuh dan rawan meledak.

    Apa itu Septic Tank?

    Singkatnya, septic tank merupakan tempat pembuangan kotoran manusia dengan tujuan untuk menjaga lingkungan. Seperti yang kita tau, limbah yang masuk melalui kloset akan dipindahkan menuju ke dalam septic tank melalui pipa.


    Tanda-Tanda Septic Tank Penuh dan Rawan Meledak

    Muncul Bau Tak Sedap

    Tanda pertama untuk mengetahui septic tank penuh adalah munculnya aroma tak sedap dari lubang ventilasi. Septic tank yang baik dilengkapi dengan pipa ventilasi sebagai sirkulasi membatu untuk masuknya bakteri pengurai dalam septic tank dan membantu keluarnya gas sisa pengolahan limbah. Normalnya pipa ventilasi septic tank mengeluarkan aroma kurang sedap namun jika aroma sudah sangat menyengat maka hal ini dikarenakan septic tank sudah mulai penuh.

    Saluran Air Tersumbat

    Tanda selanjutnya adalah saluran air yang tersumbat. Ketika kita menyiram air pada kloset dan air tidak ada pergerakan turun dengan lambat hal ini bisa karena terjadi sumbatan.

    Limbah Muncul di Permukaan Kloset

    Jika kamu menjumpai limbah atau sampah muncul di kloset dalam beberapa waktu namun belum ada yang menggunakan kloset tersebut bisa jadi ini indikasi bahwa septic tank sudah mulai penuh. Akibatnya limbah tidak bisa mengalir sempurna ke dalam septic tank dan akan muncul kembali kepermukaan kloset meskipun sudah disiram dengan air.

    Air yang Menyusut Pada Mangkuk Toilet

    Keberadaan air pada mangkuk kloset dapat menjadi tanda bahwa septic tank dalam keadaan normal. Untuk mengetahui septic tank mu penuh, kamu dapat coba untuk menyiram kloset menggunakan air. Perhatikan pada mangkuk yang ada di bagian dalam kloset tersebut, jika terjadi perubahan air yang ada pada mangkuk kloset atau air menyusut secara perlahan, maka bisa dipastikan bahwa septic tank sudah terisi penuh oleh kotoran.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Rahasia Lantai Kamar Mandi Kuat dan Anti Licin, Begini Cara Bangunnya!



    Jakarta

    Kamar mandi merupakan salah satu ruangan di rumah yang sangat penting karena digunakan setiap hari untuk membersihkan diri. Kamar mandi termasuk ruangan yang paling sering digunakan untuk beraktivitas selama 24 jam. Maka dari itu, setiap interior atau elemen di dalam kamar mandi harus diperhatikan guna keselamatan dan keamanan penghuni rumah termasuk lantainya.

    Permukaan lantai kamar mandi perlu perhatian yang berbeda dari lantai di ruangan lain sebab tidak boleh licin dan tidak boleh ada air yang menyebabkan genangan. Hal ini menjadi penting selain karena keamanan juga menyangkut kekuatan lantai kamar mandi yang akan dibuat.

    Merujuk dari artikel berjudul “Pengaruh Material Bangunan Terhadap Kekuatan Lantai Kamar Mandi pada Rumah Tinggal” yang ditulis oleh Reny Kartika Sary dari Program Studi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Palembang, konstruksi lantai kamar mandi khususnya di rumah dibuat dengan lapisan berikut:


    • Tanah.
    • Pasir uruk dengan tinggi maksimal 10 cm.
    • Lantai kerja dengan tinggi maksimal 5 cm.
    • Spesi atau adukan dengan tinggi 2-3 cm.
    • Bahan penutup berupa kayu, ubin, dan semen.

    Ternyata, konstruksi lantai kamar mandi pada umumnya itu belum dapat memenuhi keselamatan, keamanan, serta kekuatan lantai. Sebab, konstruksi itu rentan akan kebocoran lantai yang membuat air merembes ke bawah sehingga tanah turun atau air merembes ke atas sehingga keramik akan pecah. Selain itu, bahaya lain bisa datang dari binatang-binatang tanah yang muncul dari rongga keramik yang patah.

    Oleh karena itu, pada artikel disebutkan bahan-bahan pada konstruksi lantai kamar mandi perlu ditambah menjadi:

    • Tanah yang sudah dipadatkan.
    • Pasir uruk dengan tinggi 10 cm untuk meratakan tanah yang bergelombang menjadi rata.
    • Lantai kerja dengan tinggi 5-8 cm berfungsi untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    • Waterproofing di atas lantai kerja.
    • Beton ringan dengan ketinggian 6-10 cm (sesuai dengan elevasi yang diperlukan).
    • Plastik cor.
    • Spesi atau adukan 2-3 cm.
    • Terakhir bahan finishing berupa ubin, kayu atau semen.

    Adapun, cara penerapannya adalah sebagai berikut.

    1. Pemadatan tanah, bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama stemper. Tanah ditumbuk dengan menggunakan stemper sampai dengan kepadatan yang maksimal, pemadatan tanah ini berguna agar lantai kamar mandi bisa stabil.
    2. Melakukan pengurugan pasir. Pasir urug ini berguna untuk perataan terhadap tanah yang masih miring sehingga permukaan lantai akan sama dan juga sebagai penghalang air untuk meresap ke atas permukaan lantai.
    3. Lantai kerja berguna untuk menahan air yang berasal dari tanah dan sebagai leveling untuk lantai.
    4. Waterproofing, berguna untuk anti bocor.
    5. Beton ringan, berguna sebagai pengeras konstruksi yang digunakan pada lantai kamar mandi agar tidak patah dan juga berfungsi untuk menahan air supaya tidak turun ke bawah sehingga mengakibatkan longsor atau turunnya lantai kamar mandi.
    6. Plastik cor, berguna untuk menahan air dari atas agar tidak mudah tembus ke bawah.
    7. Spesi (adukan) berfungsi untuk merekatkan keramik pada lantai kamar mandi.
    8. Pemasangan keramik lantai dengan baik dan rata, keramik harus direndam terlebih dahulu di air sebelum dilakukan pemasangan, sehingga antara keramik dan spesi benar-benar bisa merekat dengan sempurna serta hal ini berguna agar keramik tidak mudah meledak dan patah.
    9. Terakhir pemasangan nat, sebaiknya nat kamar mandi menggunakan mortar khusus untuk kamar mandi.

    Dengan langkah-langkah diatas, maka lantai kamar mandi semakin kuat. Standar kemiringan lantai pada kamar mandi juga harus diperhatikan yaitu minimal 1% dari panjang lantai untuk membantu mengarahkan air bekas ke floor drain yang akan diteruskan ke pipa pembuangan.

    Demikian cara membuat lantai kamar mandi rumahmu menjadi aman dan anti licin. Semoga bermanfaat!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Bisa Sembarangan, Begini Cara Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air


    Jakarta

    Saat ini sudah banyak pakaian yang memakai bahan anti air sehingga dapat mencegah pakaian basah. Namun, beberapa di antara penggunanya ada yang belum mengetahui bagaimana cara mencuci pakaian dengan bahan seperti ini. Apakah sama dengan pakaian dengan bahan kain?

    Beberapa di antaranya bahkan ada yang merasa tidak perlu mencucinya terlalu sering karena tidak mudah basah dan cepat mengeringnya. Padahal sama seperti pakaian lainnya, pakaian dengan bahan anti air juga perlu dicuci.

    Lantas, bagaimana cara membersihkan pakaian dengan bahan anti air? Dilansir The Guardian, berikut tipsnya.


    Tips Mencuci Pakaian Berbahan Anti Air

    1. Pakaian Tidak Boleh Dibiarkan Lembap

    Pakaian berbahan anti air tetap perlu dijemur agar benar-benar kering. Sebab, apabila dibiarkan lembap, nantinya minyak dan kotoran yang berada di permukaan bahan dapat merusak pelindung pada bahan tersebut.

    2. Langsung Cuci Pakaian

    Apabila pakaian berbahan anti air terasa lembap, jangan sekali-kali menyimpannya di keranjang pakaian yang tertutup. Kamu harus langsung mencucinya karena apabila dibiarkan beberapa hari jamur bisa tumbuh pada pakaian dan menyebabkan bau tak sedap pada pakaian.

    3. Cuci dengan Mesin Cuci

    Beberapa pakaian berbahan anti air bisa dicuci menggunakan mesin cuci. Namun, kamu harus melihat kembali tata cara pembersihan pakaian di label yang biasa tertera di dalam baju.

    4. Setrika Bahan dengan Pelapis

    Setelah dijemur atau dikeringkan, kamu bisa menyetrika pakaian berbahan anti air agar lebih tahan lama. Namun, ada cara khusus untuk menyetrikanya karena bahan anti air biasanya memakai plastik sehingga tidak tahan terhadap panas.

    Caranya adalah dengan memasang pelapis agar setrika tidak langsung menyentuh pakaian berbahan anti air tersebut. Gunakan panas sedang agar bahan tidak meleleh.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Jemur Baju di Depan Rumah, Ini 5 Risikonya


    Jakarta

    Kita mungkin sering melihat orang menjemur baju di depan rumah. Hal ini seringkali dianggap praktis, bukan?

    Tapi, ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sebaiknya dihindari. Tidak hanya mengganggu pemandangan hingga masalah kesehatan.

    Alasan Tidak Boleh Baju Jemur Baju di Depan Rumah

    Berikut adalah beberapa alasan untuk mempertimbangkan agar tidak menjemur baju di depan rumah:


    1. Menganggu Estetika

    Jemuran baju berdiri atau tali jemuran bagi sebagian orang bisa merusak pemandangan lingkungan. Karena biasanya terlihat tumpukan baju di halaman depan atau tergantung di pagar.

    Hal ini memberikan kesan berantakan dan kurang teratur. Faktor ini juga tentu akan menurunkan nilai estetika dari rumah itu sendiri.

    Di beberapa lingkungan atau area perumahan juga ada aturan mengenai menjemur baju di depan rumah yang ditetapkan oleh Asosiasi Pemilik Rumah (HOA) atau perhimpunan pemilik rumah di suatu komunitas atau kompleks perumahan.

    Menjemur baju di depan rumah dapat dianggap mengganggu pemandangan atau merusak kesan visual. Umumnya, peraturan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai properti di lingkungan tersebut.

    Cara ini dilakukan untuk memastikan bahwa area publik tetap terlihat rapi dan teratur. Oleh karena itu, penghuni yang melanggar aturan ini bisa dikenakan sanksi, di mana ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan bersama.

    2. Cuaca yang Bisa Berubah

    Dilansir Homes and Gardens, pertimbangan cuaca juga termasuk alasan kenapa sebaiknya tidak menjemur pakaian di luar. Cuaca yang terlalu terik bisa membuat baju jadi luntur hingga membuat debu bisa mudah menempel.

    Selain itu, hujan yang tiba-tiba juga terkadang membuat pakaian yang sudah kering jadi basah lagi. Hal ini seringnya membuat kita harus mencucinya lagi.

    Cerah, sedikit berangin, dan kering adalah cuaca ideal untuk menjemur pakaian di luar ruangan.

    3. Membuat Kotoran dan Debu Lebih Mudah Menempel

    Masalah cuaca seperti hujan dan angin juga akan menerbangkan kotoran dan debu ke pakaian yang baru dicuci. Ini merupakan salah satu risiko jika kita menjemur pakaian di depan rumah.

    Menjemur pakaian di depan rumah atau area yang benar-benar terbuka juga rentan terhadap serbuan serangga seperti burung dan kotorannya, lalat, nyamuk, hingga serangga lainnya.

    4. Memungkinkan Muncul Masalah Kesehatan

    COO dan Pakar kebersihan di The Maids, Ken Doty, mengatakan bahwa pada bulan-bulan musim panas dan musim semi, serbuk sari juga menyebabkan alergen.

    Serbuk tersebut umumnya bisa tersangkut di baju, dan menularkannya ke seluruh rumah. Hal ini tidak hanya akan memperparah gejala alergi, namun bisa mengakibatkan kamu harus menghilangkan noda serbuk sari dari kain alias mencuci lagi.

    5. Berisiko Membuat Baju Bau Apek dan Pertumbuhan Jamur

    Baju yang dijemur di luar akan terpapar langsung dengan udara luar. Namun, udara di luar tidak selalu segar dan terkontrol,

    Paparan sinar matahari yang intens atau pakaian yang tidak kering sempurna (lembap) bisa menyebabkan bau yang tidak sedap pada pakaian dan pertumbuhan jamur.

    Selain itu, lingkungan luar yang kotor atau berdebu juga dapat menyebabkan baju menyerap bau yang tidak diinginkan.

    Mengingat kita tidak punya kendali atas kelembapan di luar, mesin pengering pakaian terkadang bisa lebih baik mengeringkan pakaian di dalam ruangan.

    Lalu, Jemur Baju Sebaiknya Di Mana?

    Mengutip laman The National, jika ingin menjemur pakaian di dalam ruangan rumah maka pastikan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Idealnya, area yang paling hangat dan berventilasi paling baik.

    Hindari tempat yang lembap atau memiliki aliran udara yang sedikit, contohnya ruang bawah tanah (kecuali kamu telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ventilasi dan mengurangi kelembapan di area tersebut).

    Buka jendela, agar udara segar dapat bersirkulasi dan membantu keluarnya kelembapan. Hal ini bisa menghindari reaksi alergi, jamur atau lumut pada kain.

    Apabila cuaca terlalu dingin atau tidak memungkinkan untuk membuka jendela, maka pertimbangkan untuk menggunakan kipas angin untuk memperlancar aliran udara. Cara ini juga membantu mempercepat proses pengeringan dan mengurangi risiko kelembapan.

    Jika ingin menjemur di luar ruangan, pastikan areanya terlindung dengan aliran udara yang baik, seperti balkon atau teras.

    Sinar matahari yang baik juga akan membantu baju lebih cepat kering dan membunuh bakteri dan jamur penyebab bau.

    Selain itu, berinvestasilah pada jemuran pakaian yang kokoh, gantungan pakaian yang digantung di langit-langit, maupun rak yang dipasang di dinding.

    Simak juga Video ‘Review Tren Pakaian Di Hari Lebaran:

    (khq/fds)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Bersihkan Noda Bekas Semen yang Menempel di Lantai Keramik


    Jakarta

    Rumah yang baru selesai dibangun atau melakukan renovasi biasanya akan banyak noda tertinggal di lantai keramiknya. Noda tersebut adalah noda semen yang jatuh saat mengerjakan bagian rumah yang lain.

    Semen yang sudah mengeras akan sulit hilang meskipun dipakai air panas sekalipun. Memakai sabun pun terkadang tidak mampu untuk menghilangkan noda semen tersebut.

    Lantas, bagaimana cara menghilangkan noda semen pada lantai keramik?


    Dilansir situs HG, berikut cara menghilangkan noda semen pada lantai keramik.

    1. Cuka

    Cuka merupakan larutan asam yang ampuh menghilangkan noda-noda membandel, salah satunya dalah semen. Caranya dengan mencampurkan cuka dengan air hangat. Lalu tuang ke atas noda semen. Biarkan larutan tersebut menyerap, lalu gosok atau bilas dengan air bersih.

    Namun, jika noda semen menempel pada marmer dapat menyebabkan kerusakan pada permukaannya karena marmer tidak bisa terkena asam. Selain cuka, perasan lemon juga tidak bisa dipakai untuk membersihkan noda semen di marmer.

    2. Amplas

    Apabila di rumah tidak punya amplas, kamu bisa menggunakan amplas. Namun, membersihkannya membutuhkan tenaga yang banyak terutama jika lokasi noda menyebar dan banyak. Amplas bisa didapatkan di toko bangunan.

    Cara Membersihkan Bekas Semen di Nat Lantai

    Selain di permukaan keramik, semen juga bisa menempel pada bagian nat. Dilansir Apartment Theraphy berikut bahan yang bisa dipakai untuk membersihkannya.

    1. Baking Soda

    Siapkan air dan masukkan soda kue dengan perbandingan yang sama. Kemudian, tuang cairan tersebut ke noda pada nat. Tunggu hingga menyerap, lalu gosok permukaannya. Nat akan bersih dari noda.

    2. Cuka

    Cara membersihkan noda keramik pada nat sama dengan yang dilakukan pada permukaan keramik. Bahan yang digunakan pun sama yakni cuka dan air. Setelah itu tuang ke noda dan nat yang kotor. Tunggu hingga menyerap, lalu gosok hingga noda menghilang. Bilas jika sudah bersih.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com