Author: Gak Ganti Gambar

  • Kenapa Berbagai Negara Memiliki Colokan yang Berbeda-beda?


    Jakarta

    Colokan stop kontak yang digunakan tiap negara mungkin tidak sama, bergantung pada kebutuhan masyarakat setempat. Hal ini tentu harus diantisipasi sebelum bepergian ke negara terkait untuk beragam keperluan.

    Alasan Berbagai Negara Memiliki Colokan yang Berbeda

    Tipe colokan yang berbeda di tiap negara dilatari perkembangan masyarakat setempat. Misal, aturan keselamatan yang sempat diterapkan dan standar penggunaan energi listrik di negara terkait.

    Berikut penjelasan lengkapnya dikutip dari laman Titus Electrical Services:


    1. Alasan Historis

    Saat listrik pertama kali diperkenalkan pada akhir tahun 1800-an, belum ada standardisasi untuk stop kontak dan colokan listrik. Setiap negara mengembangkan sistemnya sendiri berdasarkan standar dan kebutuhan listrik masing-masing. Sehingga, hal ini menghasilkan berbagai jenis stop kontak dan bentuk colokan.

    2. Standar Listrik

    Faktor selanjutnya adalah standar listrik yang berbeda di berbagai negara. Amerika misalnya, tegangan standar untuk stop kontak adalah 120 volt, sementara di Eropa adalah 220-240 volt.

    Perbedaan ini memerlukan jenis stop kontak dan bentuk colokan yang berbeda. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan kompabilitas dengan perangkat listrik.

    3. Peraturan Keselamatan

    Setiap negara mempunyai peraturan keselamatan yang berbeda mengenai stopkontak dan steker listrik. Contohnya, ada beberapa negara yang mengharuskan stop kontak memiliki penutup bawaan untuk mencegah sengatan listrik. Kebijakan tersebut mengakibatkan jenis stop kontak dan bentuk steker yang berbeda untuk mengakomodasi peraturan keselamatan tersebut.

    Kenapa Bentuk Colokan Tidak Dibuat Seragam?

    Kini sebagian besar rumah di dunia mempunyai akses listrik. Jika diterapkan standar global untuk bentuk colokan listrik, maka perubahan tersebut bisa menghabiskan triliunan rupiah.

    Mulai dari mengubah bentuk colokan, mengubah cara membangun gedung, bahkan cara memproduksi beberapa peralatan. Jadi, tidak heran jika setiap negara mempertahankan bentuk colokan yang sudah ada.

    Jenis Steker yang Digunakan di Berbagai Negara

    Ada steker yang berbentuk bulat, pipih, hingga memiliki tiga cabang persegi panjang. Berikut informasinya.

    1. Tipe A

    Steker tipe A memiliki dua cabang paralel datar dan dirancang untuk perangkat yang memerlukan listrik 120 volt. Jenis steker ini digunakan di Amerika Utara, Amerika Tengah, Jepang, Amerika Selatan, Karibia, dan Asia Timur.

    2. Tipe C

    Steker Tipe C atau europlug mempunyai dua cabang bundar dan dirancang untuk perangkat yang memerlukan listrik 220-240 volt. Jenis steker ini paling umum digunakan di Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

    3. Tipe G

    Tipe G merupakan steker stop kontak listrik yang umum digunakan di Inggris Raya, Irlandia, dan Malta. Steker tersebut memiliki tiga cabang persegi panjang dan dirancang untuk perangkat yang memerlukan listrik 220-240 volt.

    4. Tipe I

    Tipe I adalah steker stop kontak listrik yang memiliki dua colokan datar bersudut dan colokan datar ketiga di tengah. Jenis steker tipe ini paling umum digunakan di Australia, Selandia Baru, dan China. Steker tersebut dirancang untuk perangkat yang memerlukan 220-240 volt.

    5. Tipe L

    Steker Tipe L memiliki tiga cabang bundar dan dirancang untuk perangkat yang memerlukan listrik 220-240 volt. Italia, Chili, serta beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah menggunakan steker ini.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Menghilangkan Bekas Stiker dari Permukaan Kaca


    Jakarta

    Bekas lem di permukaan kaca tentu sangat mengganggu karena terlihat kotor. Karena itu, bekas lem harus segera dibersihkan hingga bersih tanpa jejak.

    Tentunya, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Dengan cara ini, bekas lem bisa dibersihkan tiap saat.

    Cara Menghilangkan Bekas Stiker dari Permukaan Kaca

    Mengutip laman Spruce, berikut sejumlah cara menghilangkan bekas lem dari permukaan kaca:


    1. Alkohol Gosok

    Alkohol gosok dapat digunakan untuk menghilangkan bekas stiker. Bahan ini bertindak sebagai pelarut lem.

    Caranya, basahi bola kapas dengan alkohol gosok. Lalu, tempelkan pada bekas stiker di kaca. Biarkan selama 10 menit dan bersihkan. Jika masih ada sisa, maka ulangi langkah-langkah tersebut dengan bola kapas baru.

    2. Soda Kue dan Air Panas

    Cara membersihkan lem stiker dengan dua bahan ini yaitu dengan merendam wadah kaca dengan air panas dan soda kue. Biarkan sampai airnya dingin.

    Selanjutnya, angkat kaca dan taburi sisa-sisa yang lengket dengan soda kue. Gosok bagian yang lengket dengan kain microfiber lembap.

    Kemudian, cuci gelas dengan air sabun panas dan bilas sampai bersih. Keringkan dengan kain microfiber bebas serabut.

    3. Gunakan Hair Dryer

    Panas dari hair dryer akan melunakkan perekat. Kamu bisa mengikisnya dengan spatula plastik. Atur pengering rambut pada suhu sedang sampai tinggi dan tahan beberapa inci dari bekas lem selama 1-2 menit. Kikis dan ulangi cara ini sampai bekas lem hilang.

    4. Cuka Putih

    Cuka putih ampuh menghilangkan sisa-sisa lem seperti selotip dari kaca. Caranya, gosokkan cuka lem dan gosok dengan kain.

    5. Minyak Sayur

    Minyak akan mengencerkan beberapa jenis lem. Basahi bekas lem di kaca dengan minyak sayur, tutup dengan plastik pembungkus dan biarkan selama 30 menit.
    Lepaskan plastik pembungkus dan kikis bekas lem yang menempel. Bersihkan kaca dengan dengan air sabun panas, lalu bilas, dan keringkan dengan handuk microfiber bebas serabut.

    (elk/row)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Rayap! Ini 5 Tanda Rumah Diserang Semut Kayu



    Jakarta

    Pernahkah mengalami perabotan, pintu, atau jendela dari kayu di rumah terkikis? Penghuni rumah pasti berpikir bahwa ini adalah ulah rayap yang memakan kayu. Namun, ternyata tak hanya rayap, terdapat hewan bernama semut kayu yang juga menjadi penyebab mengapa bahan-bahan kayu di rumah menjadi terkikis.

    Melansir dari situs The Spruce, terdapat 5 tanda adanya semut kayu di rumah.

    Jejak Semut di Malam Hari

    Semut kayu umumnya berwarna hitam dan sedikit lebih besar daripada spesies semut lainnya. Ciri paling mencolok adalah mereka punya area perut yang berbentuk hati. Mereka aktif pada malam hari untuk mencari makanan. Jika penghuni rumah melihat semut kayu berjalan di malam hari artinya mereka sudah menemukan jalan masuk ke dalam rumah.


    Serbuk Kayu Berceceran

    Tanda lain adanya semut kayu adalah tumpukan serbuk atau serutan kayu. Uniknya, semut kayu tidak memakan kayu seperti rayap, tetapi mereka hanya menggali kayu untuk membuat sarang. Inilah yang membuat sisa-sisa serbuk kayu ditemukan di sekitar perabotan kayu atau pintu dan jendela.

    Pada Dinding

    Semut kayu ternyata tidak hanya berjalan di lantai rumah, tetapi juga mereka dapat merayap dinding. Jika melihat banyak semut bersayap di dinding bisa jadi mereka adalah semut kayu yang mencari sarang di rumah.

    Suara Gemerisik

    Terdapat suara-suara yang bisa jadi tanda kehadiran semut kayu, seperti gemerisik atau suara garukan pada dinding. Suara ini bisa jadi adalah suara semut kayu yang sedang menggerogoti kayu di rumah. Mereka biasanya aktif pada malam hari.

    Kayu Rusak atau Membusuk

    Semut kayu umumnya tertarik pada kayu yang lembap atau lapuk, yang dapat terjadi seiring waktu karena adanya air merembes ke celah-celah dinding. Jika ada bahan kayu yang lembap maka itu menjadi target utama semut kayu membangun sarangnya.

    Oleh karena itu, jika penghuni rumah menemukan salah satu dari kelima tanda tersebut, segera cek keberadaan semut kayu. Cek bagian perabotan kayu termasuk jendela dan pintu. Selain itu, cek juga pohon atau tanaman di halaman rumah karena semut kayu juga sering membuat terowongan atau sarang dari kayu-kayu yang mati.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 6 Hal Sepele yang Mengundang Lalat ke Rumah Tanpa Disadari



    Jakarta

    Lalat masuk ke dalam rumah memang sangat mengganggu. Apalagi jika mereka masuk ke bagian dapur dan menghinggapi makanan membuat kita merasa jijik untuk memakannya. Sebab, lalat memang dikenal sebagai hewan yang kotor.

    Biasanya untuk mengusir lalat cukup dengan membiarkan pintu atau jendela terbuka sehingga mereka bisa keluar dengan sendirinya. Namun, penghuni rumah juga harus mencegah lalat masuk dengan memperhatikan hal-hal yang bisa mengundang kehadiran lalat.

    Melansir dari situs The Spruce, berikut terdapat 6 hal yang dapat mengundang lalat ke rumah.


    Cairan Manis

    Tidak hanya semut, lalat juga tertarik dengan cairan manis, seperti kaleng minuman ringan yang ada di atas meja. Mereka juga menyukai botol sirup yang tidak tertutup atau menetes.

    Makanan yang Tidak Tertutup

    Membiarkan makanan terbuka yang segar atau setengah dimakan bisa menarik lalat. Hal ini karena bau makanan akan membuat lalat mendekat.

    Buah Busuk

    Saat buah busuk maka buah mengalami fermentasi dan menghasilkan senyawa seperti etanol dan asam asetat yang bisa menarik lalat. Apalagi, lalat betina sangat tertarik dengan buah busuk sebagai tempat bertelur. Sebab, gula dan lingkungan lembap merupakan tempat ideal bagi larva lalat untuk berkembang.

    Tempat Sampah

    Sudah menjadi hal umum bahwa lalat akan mendekati tempat sampah. Mereka sangat menyukai cairan dan bau yang ada di tempat sampah.

    Saluran Wastafel Kotor

    Jarang membersihkan saluran wastafel di dapur maupun saluran pembuangan di kamar mandi secara teratur membuat lumpur akan terkumpul di sekitar tepi saluran. Nah, lumpur inilah yang disukai lalat sebagai makanan.

    Hewan Mati

    Waspada terhadap hewan yang mati misalnya ada tikus mati di loteng, maka itu pasti akan menarik ratusan lalat ke rumah.

    Untuk mencegah masuknya lalat, maka ikuti langkah berikut.

    • Bersihkan tempat sampah secara teratur.
    • Tutupi semua makanan dan segera bersihkan tumpahan apapun.
    • Bersihkan saluran pembuangan dan wastafel secara teratur.
    • Bersihkan dapur setiap habis memasak.
    • Buang makanan busuk ke tempat sampah di luar. Ikat kantong sampah dengan erat untuk mengurangi bau.
    • Tutup makanan hewan peliharaan dan cuci piring makanan secara teratur.

    Itu dia seputar lalat masuk ke rumah dan cara mencegahnya. Semoga membantu!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Menaruh Tanaman di Dapur Bisa Bikin Layu! Ini Alasannya



    Jakarta

    Menyimpan tanaman di dapur memang dapat menambah keindahan dan menciptakan suasana yang positif dan segar. Namun bukan berarti menempatkan tamanan di dapur tidak ada risiko.

    Menurut penelitian dari Universitas Chapman, seperti dikutip dari situs Backyard Boss, tanaman hijau memang dapat mengurangi stress serta meningkatkan fokus dan kreativitas. Sehingga, tanaman memang kerap ada di berbagai ruangan di rumah.

    Tanaman juga mampu menjernihkan udara karena kemampuannya menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen.


    Namun, menyimpan tanaman di dapur justru berisiko bagi tanaman itu sendiri. Saat memasak menimbulkan udara panas yang menyebar di seluruh ruangan dapur. Suhu tinggi dari udara panas ini bisa membuat tanaman stress dan sulit untuk tumbuh subur. Selain itu, panas berlebih juga bisa membuat daun tanaman kering bahkan terbakar.

    Selain udara, terdapat hal lain yang membahayakan tanaman yaitu minyak dan partikel bekas memasak dapat bertebaran melalui udara lalu hinggap pada daun tanaman menyebabkan pori-pori daun tersumbat. Hal ini dapat mencegah sinar matahari menyerap ke dalam daun tanaman akhirnya menghambat proses fotosintesis.

    Residu partikel minyak tersebut juga bisa menumpuk di tanah hingga memengaruhi kemampuan air untuk mengalir dengan baik pada tanaman. Hal inilah yang juga membuat tanaman menjadi tidak sehat.

    Oleh karena itu, untuk mencegah tanaman semakin tidak sehat, sebaiknya jauhi tanaman dari kompor atau oven. Letakkan tanaman di dekat jendela agar terkena sinar matahari. Saat memasak upayakan selalu membuka jendela dan pintu agar aliran udara lancar. Bersihkan daun dengan kain lap dan ganti tanah secara teratur untuk membersihkan penumpukkan residu.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Sering Gagal Rawat Tanaman? Mungkin Saatnya Beralih ke Tanaman Palsu


    Jakarta

    Banyak orang suka memajang atau memelihara tanaman di dalam rumah agar terasa asri dan sehat. Sayangnya, terkadang tanaman tidak terurus dengan baik, hingga akhirnya kering dan mati.

    Selain itu, ada saja kondisi yang bikin penghuni rumah nggak cocok pelihara tanaman. Misalnya penghuni punya riwayat alergi atau hewan peliharaan.

    Namun, penghuni rumah masih bisa memajang tanaman palsu, kok! Tanaman palsu dapat memberi kesan asri tanpa perlu repot-repot dirawat.


    Lantas, apa saja pertanda lebih baik pajang tanaman palsu ketimbang yang asli ya? Simak ulasannya berikut ini, dikutip dari Better Homes and Gardens.

    7 Pertanda Lebih Baik Pajang Tanaman Palsu di Rumah

    Inilah beberapa ciri-ciri hunian yang sebaiknya memajang tanaman palsu daripada yang asli.

    1. Tanaman Sulit Dipelihara

    Ada tanaman yang kurang cocok dipelihara indoor karena memerlukan intensitas cahaya dan kelembapan tertentu yang hanya ada di luar ruangan. Namun, kalau sangat menyukai tanaman itu, pemilik rumah bisa beralih ke versi palsunya, lho.

    2. Penghuni Jarang di Rumah

    Jika penghuni jarang berada di rumah, sebaiknya memilih tanaman palsu. Penghuni rumah tetap bisa mendapatkan suasana rumah yang asri dari tanaman palsu tanpa perlu repot-repot merawatnya.

    3. Ada Hewan Peliharaan

    Beberapa tanaman indoor populer ternyata beracun bagi hewan peliharaan, lho. Daripada hewan peliharaan keracunan atau mengalami iritasi kulit, ada baiknya memilih tanaman palsu saja.

    4. Penghuni Tidak Pandai Merawat Tanaman

    Jangan bersedih kalau mendapati tanaman sering mati di rumah, pemilik bisa coba beralih ke tanaman palsu. Gunakan tanaman palsu untuk memberi kehijauan pada rumah selagi masih belajar merawat tanaman.

    5. Penghuni Punya Riwayat Alergi

    Sejumlah tanaman indoor dapat memicu alergi pada penghuni rumah. Jika punya riwayat alergi terhadap tanaman tertentu tapi masih ingin memeliharanya, gunakan tanaman palsu saja. Namun jangan lupa untuk rajin membersihkannya dari debu ya.

    6. Penghuni Tidak Suka Kotor dan Serangga

    Tanaman bisa mengundang serangga masuk rumah, lalu media tanam seperti tanah bisa mengotori rumah. Kalau penghuni rumah nggak suka kotor-kotoran dan serangga, tanaman palsu bakal lebih cocok buat dipelihara.

    7. Masih Sewa Tempat Tinggal

    Bagi yang masih menyewa tempat tinggal, mungkin memiliki tanaman asli bakal lebih merepotkan. Sebab, memindahkan tanaman dari satu tempat ke tempat lainnya akan menambah beban bawaan. Selain itu, tanaman asli bisa mengotori rumah sewaan milik orang lain.

    Itulah beberapa pertanda sebaiknya penghuni memajang tanaman palsu daripada memelihara tanaman asli di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Hindari 7 Kesalahan Sepele Ini Saat Mencuci Pakaian



    Jakarta

    Mencuci tidak hanya sekadar memasukkan pakaian ke dalam mesin dan mengeluarkannya ketika sudah bersih. Mencuci butuh persiapan dan kehati-hatian, seperti takaran deterjen dan hal lainnya agar pakaian serta mesin cuci tidak rusak.

    Beberapa kesalahan ketika mencuci mungkin wajar dilakukan, tapi beberapa kesalahan ada yang bisa fatal dan merusak pakaian atau mesin cuci itu sendiri. Untuk itu, melansir dari situs Better Homes & Gardens, berikut deretan kesalahan mencuci yang harus dihindari.

    Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen

    Menggunakan terlalu banyak deterjen bukan berarti pakaian jadi lebih bersih, justru sebaliknya. Menambahkan deterjen dalam jumlah banyak dapat menghasilkan busa tambahan sehingga pakaian tidak dapat terbilas secara menyeluruh. Akibatnya, pada pakaian masih ada residu lengket yang menarik lebih banyak kotoran, debu, dan bakteri. Oleh karena itu, gunakan deterjen secukupnya.


    Tidak Memilah Jenis Pakaian

    Tidak semua jenis pakaian dapat dicuci secara bersamaan, seperti pakaian warna terang harus dipisah dengan pakaian warna gelap. Bahan pada pakaian tertentu seperti jins, sweater, dan kemeja juga harus dipisah. Handuk, seprai, dan kain tebal juga harus dicuci terpisah.

    Tidak Mengosongkan Kantong

    Pastikan kantong-kantong pada baju atau celana dikosongkan sebelum dicuci. Tisu menjadi salah satu benda yang cukup sering ditemukan pada kantong. Maka, buang semua apa yang ada di kantong untuk menghindari kerusakan pakaian.

    Tidak Menutup Ritsleting

    Ritsleting pada celana dapat tersangkut pada pakaian lain di dalam mesin cuci. Hal ini sangat berisiko menimbulkan kerusakan baik bagi pakaian itu sendiri atau mesin cuci. Oleh karena itu, tutup ritsleting sebelum memasukkannya ke dalam mesin cuci. Pada bra, kencangkan kaitnya agar tidak tersangkut.

    Tidak Membuka Kancing Kemeja

    Kemeja harus dibuka seluruh kancingnya sebelum dicuci. Hal ini agar menghindari kemeja robek. Selain itu, kancing dibuka agar mencegah benang kancing mengendur saat dicuci.

    Tidak Membersihkan Noda Sebelum Mencuci

    Terkadang beberapa pakaian memiliki noda membandel yang tidak mudah hilang jika dicuci hanya dengan mesin cuci. Oleh karena itu, sebelum mencuci, periksa seluruh pakaian khususnya yang memiliki noda. Kemudian, hilangkan dulu nodanya bisa dengan air panas, tepuk-tepuk agar kain tidak rusak, baru setelah noda hilang bisa dicuci kembali di mesin cuci.

    Tidak Membuka Pintu Mesin Cuci

    Setelah selesai mencuci sebaiknya buka pintu mesin cuci agar tidak membuat udara di dalamnya terjebak sehingga jadi lembap. Biarkan terbuka sampai mesin cuci mengering dengan sendirinya. Hal ini agar mesin cuci bebas dari bakteri dan bau.

    Itulah beberapa kesalahan umum saat mencuci. Perhatikan dan jangan diulangi lagi, ya!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Dinding Kotor gegara Coretan Krayon? Coba Bersihkan Pakai 6 Bahan Ini


    Jakarta

    Orang tua pasti pernah mendapati dinding rumahnya kotor akibat coretan krayon. Biasanya hal ini terjadi pada keluarga yang memiliki anak kecil usia 10 bulan hingga 4 tahun yang tengah aktif belajar warna, menggambar, dan mencoret-coret.

    Anak-anak tersebut pasti sudah diingatkan untuk mencoret di kertas gambar atau media yang mudah dihapus. Namun, anak-anak kerap penasaran dengan sekitarnya. Melihat dinding yang polos seperti kertas, mereka merasa bisa mencoret di sana.

    Apabila kalian mengalami hal seperti ini, tenang, biarkan anak-anak mencoret-coret sepuasnya. Sebab, krayon sebenarnya bisa dihilangkan, bahkan tanpa harus membeli cat baru untuk menutupi nodanya. Pastikan dahulu, krayon yang dibeli memang mudah dihapus. Biasanya di kemasannya terdapat label “washable” atau “erasable”.


    Dilansir The Spruce, berikut beberapa bahan yang bisa digunakan untuk menghapus krayon di dinding.

    Cara Menghilangkan Noda Krayon Di Dinding

    1. Spons Melamin atau Magic Spons

    Saat ini ada produk bernama spons melamin atau sering juga disebut dengan magic spons. Benda satu ini benar-benar seperti namanya bisa menghilangkan noda-noda membandel seperti sulap. Bahan yang dipakai oleh spons ini memiliki bahan abrasif mikroskopis yang membuatnya berfungsi seperti amplas yang sangat halus saat basah sehingga bisa menghapus noda krayon.

    Spons satu ini cocok untuk membersihkan noda krayon pada dinding dengan finishing glossy atau satin. Cat dengan finishing matte bisa gampang rusak oleh pembersih ini.

    Cara memakainya adalah dengan membasahi spons dengan air lalu gosokkan dengan lembut pada noda. Saat nodanya hilang, jangan gosok lagi dinding tersebut karena dapat merusak dinding.

    2. Cuka Putih

    Cuka putih memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah bisa menghilangkan noda krayon di dinding. Sebab, cara kerjanya di dalam cuka putih mengandung asam yang dapat mengurai lilin dan pigmen pada krayon. Saat membersihkannya, kamu juga tidak perlu menggosok terlalu keras.

    Cara memakainya dengan memasukkan cuka putih ke dalam air, lalu bersihkan noda krayon memakai sikat gigi bersih. Apabila tidak ada sikat gigi, bisa juga gunakan kain mikrofiber.

    3. Odol

    Bahan selanjutnya yang bisa untuk membersihkan noda krayon pada dinding adalah odol. Dalam odol terdapat bahan abrasif yang bisa membersihkan noda. Namun, perhatikan jenis odolnya. Pastikan memakai jenis odol putih biasa, tidak berwarna, tidak mengandung gel gar tidak mengotori dinding.

    Cara membersihkannya cukup dengan memakai sedikit odol ke jarimu, lalu gosokkan ke noda. Ambil sikat gigi lalu gosok noda tersebut hingga menghilang. Bersihkan sisa odol dengan kain lembab, lalu biarkan dinding mengering.

    4. Pengering Rambut

    Selain bahan yang abrasif, ternyata panas dari pengering rambut juga bisa membersihkan noda krayon pada dinding. Sebab, panas tersebut dapat melelehkan lilin pada krayon. Pastikan suhu pengering rambut yang digunakan rendah agar tidak merusak dinding. Setelah lilin mulai meleleh, bersihkan dengan tisu kertas. Lakukan ini dengan cepat agar nodanya tidak menetes dan melebar ke mana-mana.

    5. Soda Kue

    Selain cuka putih, soda kue juga ampuh membersihkan noda krayon pada dinding. Tambahkan beberapa sendok makan soda kue ke dalam mangkuk kecil, lalu tambahkan air secukupnya untuk membuat campuran kental dan konsistensinya seperti odol. Lalu, ambil lap basah untuk menggosok dinding yang terkena noda krayon secara lembut. Setelah krayon hilang, bersihkan area tersebut dengan lap basah dan biarkan mengering.

    6. Kaos dan Setrika

    Cara ini hampir mirip dengan pengering rambut. Panas dapat melelehkan lilin pada krayon. Namun, panas tersebut tidak boleh terkena langsung pada dinding, nanti cat dapat mengelupas. Oleh karena itu, harus memakai kaos atau kain yang tidak begitu tipis sebagai bantalan. Letakkan kain tersebut di atas noda krayon, gunakan serika dengan api sedang di atas noda untuk melelehkan dan mengangkatnya dari dinding ke kain.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Kapan Septic Tank Harus Dikuras? Ini Jawabannya



    Jakarta

    Pemilik rumah perlu tahu kapan septic tank perlu dikuras. Bila tidak, septic tank yang penuh akan menimbulkan risiko berbahaya seperti meledak dan meluap.

    Septic tank berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan rumah, sebagai bagian dari sistem pembuangan rumah. Septic tank berfungsi untuk menampung limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan.

    Di tempat septic tank pula terjadi proses penguraian kotoran yang menghasilkan gas metana. Karena itu, septic tank berisiko meledak jika tidak rutin dikuras dan minim saluran udara berkualitas. Saluran udara menjamin gas metana bisa dikeluarkan dari septic tank, sementara pengurasan untuk menghindari sumbatan.


    Kapan Waktunya Kuras Septic Tank?

    Pemilik PT Argajasa Mandiri, penyedia jasa sedot septic tank, Basuki mengatakan bahwa penyedotan septic tank dilakukan sesuai kebutuhan berdasarkan jenis septic tank yang digunakan. Ada dua jenis septic tank yang biasa ditemui di rumah, yaitu model konvensional dan biotank.

    1. Septic Tank Konvensional

    Septic tank konvensional dasarnya menggunakan tanah. Kotoran, tinja, atau limbah yang masuk septic tank diresapkan ke tanah. Pemiliknya tak perlu sering menguras septic karena tidak akan penuh, meski telah digunakan 10-20 tahun.

    “Kalau bicara berapa lama perlu disedot itu tergantung dari kondisinya. Biasanya kalau di rumah-rumah yang di perkampungan atau di dataran agak tinggi yang tanahnya nggak basah itu bisa 10-20 tahun nggak akan penuh karena dia peresapan tanahnya bagus sehingga air atau kotoran yang masuk itu akan meresap terus,” katanya kepada detikProperti.

    2. Septic Tank Biotank

    Berbeda dengan septic tank konvensional, septic tank biotank membutuhkan perawatan lebih intens. Biotank adalah septic tank yang bentuknya seperti toren air.

    Di dalam septic tank biotank ada filtrasi yang berfungsi untuk mengurai kotoran. Septic tank jenis ini perlu dikuras minimal 1 sampai 2 tahun sekali, supaya tidak lekas penuh.

    “Untuk yang septic tank model begini justru butuh perawatan, jadi dia perlu disedot misalnya 1-2 tahun sekali itu sifatnya hanya untuk treatment saja. Dia nggak disedot selama 5-10 tahun juga nggak masalah, karena dia tetap bersirkulasi terus. Tetapi tetap dianjurkan untuk disedot minimal 1-2 tahun sekali untuk treatment saja,” papar Basuki.

    Dapat disimpulkan, saat yang tepat untuk menguras septic tank tergantung dari jenisnya. Septic tank biotank memerlukan pengurasan lebih sering dibandingkan yang konvensional.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Penting! Ini 5 Posisi Pemasangan AC yang Harus Dihindari


    Jakarta

    AC saat ini menjadi salah satu perangkat modern yang banyak digunakan oleh masyarakat. Bukan hanya di rumah, AC juga banyak dipakai di gedung perkantoran, rumah sakit, restoran, hingga kamar mandi.

    Agar AC dapat berfungsi dengan baik, lokasi penempatannya harus tepat. Salah satunya adalah AC harus berada di ruangan yang tertutup sehingga proses pendinginannya cepat dan tidak banyak udara panas dari luar yang masuk.

    Terdapat beberapa lokasi menurut House Digest yang sebaiknya dihindari untuk meletakkan AC, berikut di antaranya.


    1. Dekat Tempat Sampah

    Pemasangan AC sebaiknya tidak dihadapkan langsung ke tempat sampah. Hal ini dikhawatirkan dapat menyebarkan bau tak sedap dari tempat sampah.

    Bau dari tempat sampah biasanya berasal dari proses pembusukan. Apabila bau tersebut menyebar ke seluruh rumah dan bertahan cukup lama di dalam, tanpa adanya ventilasi dapat berefek pada kesehatan penghuninya.

    Efek jangka pandeknya bisa menyebabkan masalah pernapasan, nyeri dada, hiperreaktivitas saluran napas. Sedangkan dalam jangka panjang seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

    2. Dekat Barang dan Area yang Mudah Terbakar

    Proses pendinginan ruangan akan lebih mudah jika di dalam ruangan tersebut tidak ada sumber panas. Selain itu, AC juga lebih mudah berfungsi apabila ruangan tersebut terisolasi atau tertutup. Ruangan yang di dalamnya terdapat cerobong asap, tungku api, kompor atau dekat oven yang terbuka sebaiknya memaksimalkan ventilasi daripada memasang AC. Ventilasi tersebut juga bisa berbentuk kipas angin atau exhaust fan.

    Dekat dengan sumber panas membuat sistem pendingin AC bekerja dua kali lebih keras karena harus membuat ruangan dingin, sementara sumber panas tetap menyala. Maka dari itu, memakai AC di dapur ada posisi khusus penempatannya yakni tidak boleh anginnya mengarah langsung ke kompor.

    3. Tempat Terpanas di Rumah

    Beberapa bangunan pasti memiliki ruangan yang sering terasa pengap atau panas saat masuk ke sana. Hal ini biasanya dikarenakan ruangan tersebut tidak memiliki luas yang cukup, tidak memiliki ventilasi, atau terlalu banyak barang sehingga sirkulasi di dalamnya minim.

    AC dapat membantu mendinginkan ruangan tersebut, tetapi cara kerjanya akan lebih keras karena perbedaan suhu yang jauh. Hal seperti ini jangan dianggap sebagai kinerja yang bagus dari AC karena jika dibiarkan, AC akan cepat rusak.

    4. Lokasi yang Tersembunyi

    AC sebaiknya tidak ditutupi dengan apa pun agar mesin tersebut bisa mengeluarkan angin dan panas dengan leluasa. Menutup fisik AC atau menempatkan barang lain di depan AC justru membuat AC cepat rusak karena sirkulasi untuk mengeluarkan angin dan panas terhalang.

    Solusinya, bisa dengan menutupinya tetapi jangan meletakkan barang apa pun di depan baling-balingnya sehingga udara panas dapat dibuang.

    5. Tempat yang Banyak Perangkat Elektronik Berdaya Besar

    Saat hendak membeli perangkat elektronik, pastikan pemiliknya sudah tahu kemampuan daya listrik. Misalnya AC, perangkat satu ini memiliki daya yang besar untuk dapat berfungsi.

    Apabila setiap menyalakan AC listrik di rumah sering mati, berarti daya di rumah tidak kuat untuk mengoperasikan banyak perangkat elektronik di waktu bersamaan. Sebaiknya pakai perangkat elektronik secara bergantian sehingga tidak memicu korsleting atau kebakaran ke depannya.

    Itulah beberapa area yang sebaiknya dihindari untuk pemasangan AC.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com