Author: Gak Ganti Gambar

  • 5 Ciri Tukang Bangunan yang Profesional, Jangan Sampai Salah Pilih


    Jakarta

    Cara cari tukang yang cocok tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi jika tidak memiliki kenalan atau pengalaman dalam membangun. Gimana sih cara cari tukang yang cocok dan bisa kerja tepat waktu?

    Sebelum itu, pastikan dahulu pemilik rumah telah menunjuk seorang arsitek dan memiliki desain bangunan. Hal ini juga berlaku bagi yang ingin menambah lantai atau merenovasi rumah. Arsitek harus hadir dan ambil andil dalam masalah konstruksi tersebut.

    Dari menemukan arsitek tersebut, sebenarnya pemilik rumah sudah memiliki akses untuk menemukan tukang yang tepat. Sebab, Arsitek Denny Setiawan mengatakan, arsitek merupakan ‘pilot’ dalam pembangunan yang mengarahkan dan mengawasi jalannya pembangunan. Ketika memakai jasa arsitek, terdapat paket untuk mendapatkan tukang, ahli bangunan, hingga kontraktor.


    Namun, apabila pemilik rumah ingin dikerjakan oleh tukang sendiri, tentu bisa. Kontraktor sekaligus SEO SobatBangun Taufiq Hidayat memberikan beberapa tipsnya.

    Tips Pilih Tukang yang Tepat

    Ini cara mudah memilih tukang yang terampil.

    1. Tanyakan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi

    Tukang merupakan profesi yang memiliki bidang keahlian. Menurut Taufiq, beberapa tukang saat ini sudah bisa mendapatkan sertifikat atau tanda kompetensi profesinya. Sertifikasi ini dapat menjadi bukti bahwa tukang tersebut kompeten dan memiliki kemampuan yang dapat diandalkan untuk membangun rumah.

    Untuk mengetahuinya, pemilik rumah bisa bertanya kepada tukang tersebut, apakah memiliki Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi.

    “Kalau negara kita itu belum terlalu (mengandalkan sertifikat). Jadi tukang itu, sebagian tukang ada yang sudah punya sertifikat keahlian, SKK. Biasanya kalau dia udah, bekerja di bangunan tinggi atau bangunan yang besar,” kata Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

    2. Pertimbangkan Rekomendasi Orang Terdekat

    Selain sertifikasi, cara untuk memastikan keahlian tukang adalah dengan bertanya kepada orang-orang yang pernah bekerja dengannya. Cara mengetahuinya bisa dengan bertanya ke tukang tersebut, proyek terakhir yang dikerjakan di mana, apakah boleh melihat hasilnya, atau apakah ada rumah yang masalahnya sama dengan masalah kita.

    Lebih baik jika tukang tersebut pernah mengerjakan pembangunan atau renovasi rumah tetangga, pernyataannya akan jauh lebih bisa dipercaya. Cara ini juga untuk membantu kita mengetahui sifat dari tukang tersebut karena pembangunan rumah membutuhkan waktu yang lama bisa sampai satu tahun.

    3. Pastikan Identitas Tukang Jelas

    Jangan lupa mengetahui identitas tukang tersebut. Bisa mengecek melalui KTP atau data dirinya. Dari sana pemilik rumah akan lebih mengenal sosok tukang tersebut, terutama soal usia dan asalnya. Jika mereka enggan memberikannya karena bersifat privasi, kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan mengapa membutuhkan data diri mereka.

    4. Cara Pembayaran Tukang

    Hal yang tak kalah penting bagi kedua belah pihak adalah mengenai pembayaran. Hal ini harus dibicarakan sejak awal sebelum pembangunan dimulai. Pembayaran tukang bisa dengan sistem harian atau borongan. Untuk mengetahui yang mana yang paling cocok, coba bertanya pada ahli atau minimal arsitek.

    Taufiq menjelaskan apabila ada pengerjaan hingga malam atau lembur, tukang perlu mendapat bayaran tambahan. Bekerja dari pagi sampai pukul 21.00 WIB setara dengan upah 1 hari, lalu apabila hingga 23.00 WIB upah yang harus dibayarkan senilai 2 hari.

    5. Melihat Proyek Sebelumnya

    Selain mendengar testimoni orang lain, kamu bisa melihat langsung proyek yang sudah dikerjakan tukang tersebut. Apalagi jika mereka baru saja membangun rumah tetangga. Namun, jika tukang tersebut belum punya proyek dekat rumah, kamu bisa minta sendiri hasil pekerjaan mereka.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Jangan Anggap Sepele, Ini 6 Tanda Ada Kutu Busuk di Rumah


    Jakarta

    Kutu busuk merupakan salah satu serangga yang sering ditemukan di rumah. Biasanya, kutu busuk ditemukan di sela-sela dan sudut kasur atau sofa.

    Ukurannya yang kecil membuat banyak penghuni rumah yang tidak sadar kalau ada kutu busuk. Padahal, kehadiran serangga ini dapat mengganggu manusia karena gigitannya bikin gatal-gatal.

    Sebagai pemilik rumah, detikers wajib mengetahui tanda-tanda jika ada sarang kutu busuk. Selain itu, penting juga untuk mengetahui ciri-ciri kutu busuk agar tidak bisa dibasmi secara tepat.


    Ingin tahu tanda-tanda kutu busuk berkembang biak di rumah? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

    Ciri-ciri Kutu Busuk

    Dikutip dari WebMD, Rabu (25/6/2025), kutu busuk dewasa memiliki warna cokelat kemerahan, tidak memiliki sayap, dan ukurannya hampir sama dengan biji apel. Sedangkan anak kutu busuk berbentuk lebih kecil dan berwarna bening atau kekuningan.

    Perlu diketahui, kutu busuk tidak membuat sarang seperti semut atau lebah melainkan cenderung hidup berkelompok di tempat persembunyian. Serangga ini juga tidak terbang, tapi dapat bergerak cepat di atas lantai, dinding, dan langit-langit.

    Tanda-tanda Ada Kutu Busuk di Rumah

    Setelah mengetahui ciri-ciri kutu busuk, cobalah lakukan pengecekan di sekeliling rumah. Apakah kamu melihat ada pergerakan dari serangga kecil tersebut?

    Jika tidak, maka kamu perlu mengetahui juga tanda-tanda adanya kutu busuk di rumah. Dilansir dari Sleep Foundation, berikut tanda-tanda ada kutu busuk di rumah:

    1. Muncul Noda Darah

    Tanda yang pertama adalah munculnya noda darah di atas kasur, sofa, atau karpet. Noda darah berbentuk titik-titik itu diyakini merupakan bekas kutu busuk.

    Sebab, kutu busuk menyukai manusia dan cenderung tinggal di tempat yang banyak dihuni orang-orang. Lalu serangga ini juga dapat menghisap darah layaknya nyamuk.

    Maka dari itu, munculnya noda darah di kasur, karpet, atau sofa mungkin disebabkan karena kutu busuk yang tidak sengaja terinjak.

    2. Menemukan Telur Kutu Busuk

    Jika kamu menemukan ada sebuah telur berbentuk oval dan berwarna putih di sudut-sudut kasur atau sofa, maka bisa jadi hal tersebut merupakan telur kutu busuk. Ukurannya yang kecil dan samar-samar terkadang cukup sulit untuk dikenal, sehingga detikers perlu melihatnya secara teliti.

    3. Muncul Bekas Kotoran

    Kamu juga bisa mendeteksi adanya kutu busuk di rumah dengan cara mengecek adanya bintik-bintik hitam atau cokelat di kasur, sofa, atau karpet. Bintik tersebut diyakini merupakan kotoran kutu busuk.

    4. Kasur Berbau Apak

    Jika kasur tercium aroma bau apak yang bikin tidak nyaman, hal itu bisa disebabkan karena adanya kutu busuk. Tidak hanya di kasur, bau apak ini bisa menyebar ke hampir seluruh tempat tidur. Cobalah cek sela-sela atau sudut tempat tidur kamu untuk memastikan apakah ada kutu busuk atau tidak.

    5. Kulit Bekas Kutu Busuk

    Kutu busuk merupakan serangga yang juga berganti kulit. Sisa kulitnya terkadang ditinggalkan di berbagai tempat, salah satunya di kasur. Apabila kamu menemukan kulit tembus pandang dan berlubang di sepanjang jahitan kasur atau sudut sofa, itu pertanda kalau kutu busuk berkembang biak di tempat tersebut.

    6. Kulit Gatal-gatal

    Tanda-tanda yang terakhir adalah muncul bercak merah dan terasa gatal di kulit setelah tidur di kasur atau duduk di sofa. Apabila kamu mengalami gejala tersebut, maka bisa dipastikan ada kutu busuk yang hidup di sana. Sebab, kutu busuk akan menggigit manusia untuk menyedot darah

    Demikian enam tanda-tanda ada kutu busuk di rumah. Jika mendapati tanda-tanda di atas, sebaiknya segera cek dan basmi kutu busuk agar tidak berkembang biak lebih banyak.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Begini Cara Berhentiin Tukang Bangunan yang Banyak Drama



    Jakarta

    Ada kalanya kendala pada saat pembangunan rumah bukan datang dari desain dan material yang dipilih, melainkan tukang yang mengerjakan. Kendala tersebut bisa disebabkan karena cara kerja mereka yang tak sesuai dengan keinginan arsitek atau pemilik rumah dan ada kesalahan yang terjadi.

    Apabila menemukan tukang seperti ini, cara yang paling tepat untuk menyelesaikannya adalah dengan menegur. Namun, ada tukang yang tetap melakukan hal yang sama bahkan setelah ditegur. Bekerjasama dengan orang seperti itu tentu menyebalkan kan? Rasanya ingin segera mengganti dengan tukang yang baru.

    Namun, profesi apa pun itu, terdapat adab untuk memberhentikan tukang dan tidak boleh asal sesuai kemauan pemilik rumah.


    Kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat mengatakan jika terjadi hal yang tidak menyenangkan dan sudah tidak cocok lagi, pemilik rumah boleh-boleh saja memutuskan kontrak. Namun, agar tidak sama-sama rugi, alangkah baiknya sebelum mulai membangun rumah dan terikat kerjasama, membuat sebuah kontrak yang jelas. Apa saja tugasnya, lama pengerjaannya, dan upahnya. Dengan begitu terdapat panduan dan batasan dalam bekerja.

    “Tukang itu harus diikat kontrak, ‘Ini Pak mau bangun sampai jadi, saya mau sampai jadi’. Kecuali kalau ‘Pak enggak usah jadi pak, cuma temboknya aja’. Ya jadi tembok gitu ya. Nah itu juga jelas, harus diikat kontrak,” kata Taufiq kepada detikProperti pada Kamis (5/9/2024) lalu.

    Sebelum memberhentikan tukang, pemilik rumah juga harus melihat apakah sudah ada desain bangunan yang menjadi acuan bagi tukang, apakah sudah ada cek sertifikasi tukang tersebut, dan apakah material yang digunakan sesuai.

    Pembangunan rumah bukan pekerjaan yang singkat dan instan sehingga berproses. Waktu paling singkat untuk membangun rumah minimal 3 bulan. Kemudian, apabila tukangnya sedikit, pasti pembangunannya akan memakan lebih banyak waktu.

    Kontrak kerja tidak hanya yang tertulis di atas kertas, melalui ucapan pun bisa. Namun, untuk menjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak menyenangkan, kontrak di atas kertas dapat menjadi bukti yang kuat di mata hukum. Apabila ingin lewat ucapan setidaknya memiliki saksi yang menyaksikannya.

    “Ada juga di kontraknya itu bahwa kalau misalnya tidak mampu menyelesaikan progres tepat waktu, maka pihak pertama berhak memutus kontrak. Ada kontraknya. Kalau nggak ada kontraknya, yaudah gentlement agreement aja (perjanjian tidak tertulis dan tidak mengikat secara hukum),” ungkapnya.

    Taufiq menyarankan saat membuat kontrak, pemilik rumah bisa meminta bantuan kepada tenaga ahli seperti arsitek, konsultan, atau orang lainnya di bidang ini. Dengan begitu saat pembangunan dimulai, tidak ada kesalahpahaman.

    “Rencana itu harus jelas dan disepakati. Nah, untuk bikin rencana jelas dan disepakati mesti ada ahli, tukang ahli, atau pemimpin proyek ahli. Kalau meragukan, bisa panggil pihak tiga, konsultan namanya,” sebutnya.

    Kemudian, ia mengingatkan untuk rajin mengawasi pembangunan. Tidak harus datang langsung ke lokasi, bisa juga melalui video call atau meminta arsitek untuk mengecek.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Gampang! Ini 5 Tips Cegah Serangan Kutu Kasur di Rumah


    Jakarta

    Kehadiran kutu kasur di rumah bikin khawatir karena dapat mengganggu kenyamanan. Serangga kecil ini bisa menggigit manusia untuk menyedot darah, sehingga dapat menyebabkan bercak merah dan gatal-gatal di kulit.

    Kalau ditemukan ada kutu kasur di rumah, penghuni perlu segera membasminya. Namun tak cukup hanya membersihkan sofa atau kasur, ada beberapa cara lain untuk mencegah kutu kasur di rumah.

    Sebab, kutu kasur sering bersembunyi di sela-sela atau sudut tempat tidur dan sofa. Selain area itu sulit dijangkau, ukuran kutu kasur yang kecil membuat sebagian orang tak sadar kalau sedang duduk atau tidur bersama serangga itu.


    Agar seluruh penghuni rumah merasa nyaman, simak beberapa tips mencegah kutu kasur dengan mudah di bawah ini:

    Tips Ampuh Mencegah Kutu Kasur dengan Mudah

    Ada sejumlah kiat mudah untuk mencegah kutu kasur di rumah. Dikutip dari United States Environmental Protection Agency (EPA), Rabu (25/6/2025), berikut sejumlah tipsnya:

    1. Cek Seluruh Furnitur di Rumah Secara Rutin

    Periksa seluruh furnitur yang ada di rumah secara rutin. Tak hanya kasur, kutu kasur juga dapat ditemukan di sofa ruang tamu, kursi, karpet, hingga lemari.

    Penghuni rumah perlu mengecek secara rutin dengan mengganti seprai, mengecek bagian dalam sofa, atau melihat bagian tepi karpet. Kalau menemukan ada serangga kecil yang bergerak, patut dicurigai jika itu adalah kutu busuk.

    2. Rutin Menyedot Debu

    Kutu busuk dapat berkembang biak di lipatan sofa atau kasur. Area ini memang cukup jarang terjamah sehingga tidak diketahui kalau ada kutu busuk di dalamnya.

    Sebagai bentuk pencegahan, penghuni dapat menyedot debu dan kotoran di sofa dan kasur secara rutin. Selain mengangkat sisa kotoran, langkah ini juga dapat mencegah munculnya kutu kasur.

    3. Cek Dua Kali saat Membeli Furnitur Bekas

    Jika berniat ingin membeli furnitur bekas seperti kasur, sofa, atau karpet, pastikan untuk melakukan pengecekan sebanyak dua kali. Selain melihat kondisinya, pastikan tidak ada kutu kasur dan telurnya yang hinggap di furnitur tersebut.

    Cara ini dilakukan agar penghuni tidak mendapat barang zonk. Meski harga furnitur tersebut murah meriah dan terlihat bagus, tapi jika di dalamnya ada banyak kutu busuk maka dapat merugikan pembelinya.

    Salah satu kebiasaan buruk yang sering dilakukan orang adalah sengaja menunda mencuci pakaian hingga berminggu-minggu. Alasannya agar pakaian dapat dicuci secara bersamaan dalam jumlah banyak.

    Padahal, kebiasaan ini tidak baik dilakukan karena bisa memicu munculnya kutu kasur di dalam pakaian kotor. Perlu diketahui, kutu kasur dapat berpindah dengan cepat dari satu benda ke benda lain.

    Selain itu, bau pakaian kotor bisa menyebar ke seluruh ruangan sehingga bikin tidak nyaman. Jadi, sebaiknya mencuci pakaian secara rutin.

    5. Jangan Taruh Barang di Atas Sofa dan Kasur

    Beberapa orang kerap meletakkan barang seperti tas atau pakaian kotor di atas sofa dan kasur. Kebiasaan ini ternyata dapat berdampak buruk karena kutu busuk bisa berpindah tempat.

    Selama berada di luar, mungkin kamu tidak sadar duduk di tempat kotor yang ada kutu busuk. Alhasil, serangga itu dapat ‘menumpang’ pada tas dan pakaian yang kamu kenakan.

    Setibanya di rumah, kutu busuk dapat langsung berpindah ke berbagai tempat seperti furnitur, kasur, hingga sofa kesayanganmu. Maka tak heran jika kamu sering merasakan kulit gatal-gatal akibat kebiasaan buruk tersebut.

    Sebaiknya hindari kebiasaan menaruh barang kotor di atas sofa dan kasur mulai sekarang. Selain itu, jangan lupa menjaga kebersihan secara rutin agar tak ada lagi serangga kecil yang mengganggu tempat tinggal kamu.

    Demikian lima tips ampuh mencegah kutu kasur dengan mudah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Warna Cat Dinding Ini Bikin Nyamuk Nggak Betah di Rumah


    Jakarta

    Ada berbagai cara mengusir nyamuk yang sejauh ini terbukti efektif. Tidak harus menggunakan obat nyamuk atau sengatan listrik, ternyata menggunakan permainan warna juga bisa mengecoh nyamuk sehingga tidak bisa mendekat.

    Permainan warna ini maksudnya adalah memakai warna cat yang tidak disukai oleh nyamuk. Menurut beberapa penelitian, ada serangga yang menyukai dan tidak menyukai warna tertentu.

    Apabila mereka menyukai dan tidak terganggu pada sebuah warna, hewan tersebut akan datang mendekat. Sebaliknya, warna yang menurut mereka mengganggu pasti dihindari.


    Sebagai contoh pada nyamuk, hewan kecil ini memiliki indra penglihatan yang sangat sensitif terhadap perubahan warna dan cahaya. Menurut Hyperallergic, cara ini terbukti lewat sebuah studi yang menuliskan bahwa nyamuk menggigit manusia ada hubungannya dengan warna yang ada di sekitar. Ada beberapa warna yang menarik perhatian mereka dan ada pula warna yang tidak bisa mereka lihat sehingga tidak terlihat menarik.

    Lalu, studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penglihatan nyamuk sangat peka terhadap warna dari karbon dioksida di dekatnya. Tanpa karbon dioksida di dekatnya, nyamuk tidak akan mengenali preferensi warna di sekitarnya.

    Nah, hal tersebut dapat diterapkan pada warna cat dinding rumah. Berikut ini beberapa warna yang bisa digunakan agar rumah bebas nyamuk.

    Warna Cat Dinding yang Bikin Rumah Bebas Nyamuk

    Dilansir dari Family Handyman, berikut ini beberapa warna cat dinding yang tidak disukai nyamuk.

    1. Putih

    Ilustrasi ruang kamar rumah minimalis dengan nuansa cat putih.Ilustrasi ruang kamar rumah minimalis dengan nuansa cat putih. Foto: Getty Images/iStockphoto/runna10

    Warna putih ternyata banyak sekali manfaatnya sehingga sering menjadi langganan warna cat dinding pada bangunan. Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk tidak mendekati benda berwarna putih, bahkan saat karbon dioksida disemprotkan. Sebab, nyamuk cenderung menjauhi warna terang yang memantulkan panas.

    2. Ungu

    Bedroom interior. 3d illustrationBedroom interior. 3d illustration Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockernumber2

    Banyak yang bilang warna gelap dapat menarik nyamuk. Namun, berbeda dengan ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya yang tampak.

    Hal ini menyebabkan nyamuk tidak tertarik pada warna ungu dan tidak ingin mendekat. Sementara itu, warna yang memiliki gelombang terpanjang pada spektrum warna adalah warna merah dan oranye.

    3. Biru

    Ilustrasi ruangan kamar anak dengan nuansa warna biru muda dan putih.Ilustrasi ruangan kamar anak dengan nuansa warna biru muda dan putih. Foto: Getty Images/imaginima

    Biru erat kaitannya pada warna air. Dalam sebuah penelitian, tidak banyak nyamuk yang mendatangi benda dengan warna biru. Sebagai catatan, warna biru yang efektif untuk mencegah nyamuk mendekat adalah biru terang atau yang cerah. Warna biru yang gelap justru kemungkinan bisa membuat rumah lebih panas karena tidak dapat memantulkan panas.

    4. Hijau

    Female teenager´s bedroom decorated in natural and aqua palette - Buenos Aires - ArgentinaFemale teenager´s bedroom decorated in natural and aqua palette – Buenos Aires – Argentina Foto: Getty Images/ruizluquepaz

    Warna terakhir yang direkomendasikan adalah hijau. Pada sebuah penelitian, terdapat sarung tangan berwarna hijau. Ketika didekatkan dengan nyamuk. Warna ini tidak menarik perhatian mereka. Kebanyakan justru menghindar dan terbang ke arah lain. Bahkan setelah karbon dioksida disemprotkan ke sekitarnya hasilnya tetap sama, nyamuk tersebut tetap tidak tertarik.

    Itulah beberapa warna cat dinding yang membuat nyamuk ogah mendekat. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Berapa Tinggi Pagar Rumah yang Ideal? Jawabannya Adalah….



    Jakarta

    Batasan rumah biasanya ditandai dengan pagar. Saat membuat pagar, pemilik perlu menentukan ketinggian yang tepat untuk menjaga privasi dan keamanan rumah.

    Jika pagar terlalu rendah, orang luar bisa mudah melihat area hunian dan masuk ke dalam. Sementara pagar yang terlalu tinggi mungkin tampak berlebihan dan bagaikan ‘penjara’.

    Berapa tinggi pagar rumah yang ideal? Simak penjelasannya berikut ini.


    Dilansir dari laman Bisesa Contractor, rata-rata tinggi pagar rumah yang ideal adalah 1,8 meter. Ketinggian tersebut dinilai sudah cukup untuk melindungi rumah dari ancaman bahaya dari luar rumah.

    Berbeda halnya dengan rumah mewah yang dihuni pejabat, selebrita, serta orang penting yang membutuhkan keamanan dan kenyamanan ekstra. Beberapa rumah bisa memasang pagar hingga setinggi 2,5 meter.

    Penghuni rumah bisa menentukan tinggi pagar rumah berdasarkan luas bangunan dan kebutuhan penghuni. Jika ingin mengusung konsep minimalis sederhana, pagar setinggi 1,8 meter terbilang cukup. Sementara untuk rumah yang mewah dan luas, pagar setinggi 2,5 meter dapat memberikan perlindungan ekstra.

    Selain tinggi pagar, pemilik rumah juga perlu mempertimbangkan aspek lainnya. Berikut ini tips memilih pagar.

    Tips Memilih Pagar

    Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika membuat pagar.

    1. Keamanan

    Salah satu faktor utama dalam memilih pagar adalah dari segi keamanan. Jika ingin mencegah maling, pilih panel pagar vertikal agar tidak ada pegangan kaki atau tangan yang dapat digunakan untuk memanjat.

    2. Privasi

    Jika ingin menjaga privasi secara maksimal, sebaiknya meninggikan panel pagar. Panel yang tinggi dan tertutup akan menghalangi pandangan orang dari luar rumah.

    3. Lokasi Pemasangan

    Pemilik rumah harus menentukan lokasi yang tepat buat memasang pagar rumah. Pertimbangkan medan pekarangan rumah dan cek apakah ada penghalang seperti pohon atau batu yang perlu diakali.

    4. Kualitas Material

    Selain itu, memperhatikan kualitas material yang bakal digunakan. Sebaiknya memilih bahan material yang kokoh agar pagar tahan lama.

    5. Faktor Lingkungan

    Pertimbangkan juga faktor lingkungan, misalnya rumah berada di lingkungan yang berangin. Sebaiknya membuat pagar yang kuat menahan kondisi tersebut. Panel semi-solid diklaim paling cocok karena masih memungkinkan angin melewati lubang di sela-sela panel, sehingga tidak membebani tiang penahan pagar.

    Itulah tips seputar pembuatan pagar. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Bangun Rumah Perlu Arsitek atau Cukup Tukang? Ini Penjelasan Para Ahli



    Jakarta

    Ketika ingin memiliki rumah, pilihannya adalah membeli rumah yang sudah jadi atau membangun sendiri. Jika melihat di lapangan, kebanyakan lebih memilih untuk membangun rumah sendiri. Pemiliknya mencari lahan kosong, lalu menggaet tenaga profesional yang memahami soal konstruksi untuk membangun rumah.

    Mungkin yang ada di pikiran banyak orang, saat membangun rumah, kita hanya perlu mencari tukang yang andal. Lalu, membeli materialnya. Namun, sebelum membangun rumah, kita perlu membuat desain bukan? Desain rumah merupakan panduan ketika membangun rumah, kemudian butuh konsultasi mengenai material yang bisa digunakan. Profesi yang cocok untuk bagian ini tidak lain adalah arsitek.

    Jadi, ketika membangun rumah kita butuh arsitek atau tukang saja sudah cukup?


    Arsitek Denny Setiawan mengatakan, dalam setiap pembangunan wajib ada andil arsitek di dalamnya. Baik dalam menggambar hingga pembangunan selesai. Arsitek bukan hanya bertugas untuk menggambar desain rumah, melainkan memastikan bangunan tersebut aman ditempati. Mereka juga berkewajiban mengawasi pembangunan dan memberi arahan kepada kontraktor serta tukang dalam pembangunan.

    “Arsitek itu tidak hanya mampu menggambar dan memvisualisasikan, tapi mereka harus sudah diuji oleh Dewan Arsitek Indonesia bahwa mereka capable (mampu) untuk melakukan pekerjaan arsitektur. Ujian itu juga menyangkut pada kemampuan teknis dalam hal pengawasan,” katanya kepada detikProperti, Rabu (28/5/2025).

    Setiap arsitek juga wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) yang berlaku selama 5 tahun. Setelah itu, arsitek wajib memperbaruinya dengan mengikuti ujian. Cara ini juga bermanfaat untuk memperbarui pengetahuan mereka dengan ilmu arsitektur yang baru dan kekinian.

    Keberadaan arsitek tidak hanya penting dalam proses pembangunan atau renovasi, mereka juga ada yang bertanggung jawab dalam desain tata ruang kawasan atau kota hingga desain furniture atau perabotan.

    Denny mengatakan tukang juga penting, tukang merupakan pekerja konstruksi yang memiliki keterampilan dalam membangun atau memperbaiki bangunan. Namun, dalam pembangunan rumah, keduanya harus terlibat bersama-sama.

    Sementara itu, kontraktor sekaligus CEO Sobat Bangun Taufiq Hidayat menyatakan tukang perlu diawasi oleh seseorang yang dapat memastikan kelancaran pembangunan yakni arsitek dan kontraktor. Sebab, tukang bangunan hanya dibutuhkan tenaga kerjanya saja dan tidak perlu melalui proses konsultasi maupun tanda tangan kontrak sebab jasa ini tidak memiliki izin usaha. Hal ini bisa menyulitkan jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

    “Sementara itu, jika Kamu sempat untuk mengawasi semua baik dari pengelolaan, material, tenaga kerja, upah, dan lain-lain. Maka Kamu bisa pakai jasa tukang bangunan yang hanya tenaga kerjanya saja yang kamu butuhkan. Biasanya penggunaan jasa tukang bangunan ini tidak memiliki izin usaha, tetapi melalui mulut ke mulut sesuai rekomendasi. Pilihan jasa tukang bangunan juga bisa dilihat kredibilitasnya dari sertifikasi tukang bangunan,” ucap Taufiq.

    Terpisah, Profesional Kontraktor PT Gaharu Kontruksindo Utama, Panggah Nuzhul Rizki menyampaikan, tukang bangunan bukan opsi yang tepat untuk menyerahkan pembangunan rumah yang dimulai dari 0. Mereka tidak memiliki kepastian dalam menilai estimasi pengerjaan dan komitmen. Belum lagi angka biaya pengeluaran yang dapat melebar kemana-mana.

    “Lainnya dengan tukang bangunan, karena nggak ada kesepakatan kontrak dan transparansi kemungkinan juga ada kasus seperti ditinggal mandor, dan jika hal itu terjadi tidak ada badan hukum yang bisa mengurus hal itu. Dari segi biaya tidak menentu dan berpotensi angka biaya rumah jebol,” ucap Panggah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Celah di Nat Keramik Bisa Jadi Sarang Rayap! Begini Cara Perbaikannya


    Jakarta

    Lantai keramik terkadang membutuhkan perawatan khusus, apalagi kalau sudah berumur. Nat keramik sewaktu-waktu bisa berongga atau pecah, sehingga membutuhkan perbaikan.

    Oleh karena itu, pemilik rumah sebaiknya memeriksa kondisi lantai secara berkala. Jika menemukan nat keramik berongga, segera perbaiki sebelum muncul masalah baru.

    Nat keramik berongga bisa merusak tampilan lantai. Belum lagi, celah itu bisa jadi tempat munculnya rayap, jamur, dan lumut. Hal itu malah merugikan pemilik rumah dan bikin ruangan gagal estetik.


    Bagaimana cara memperbaiki nat keramik berongga? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Perbaiki Nat Keramik Berongga

    Berikut ini langkah-langkah memperbaiki nat keramik, dikutip dari Angi’s List.

    1. Bersihkan Nat Keramik

    Sebelum memulai, persiapkan diri dengan mengenakan kacamata pengaman, masker, dan sarung tangan. Jika nat rusak, bersihkan dengan menyapu dan menyedot debu. Lalu, bersihkan nat dengan air hangat dan sikat nat.

    2. Hilangkan Nat Rusak

    Hilangkan nat yang sudah rusak menggunakan tangan. Nat yang retak, hancur, atau longgar. terkelupas, atau hancur yang longgar dan mudah dicungkil. Lalu, gunakan gergaji nat untuk memecah sisa nat yang rusak tapi tidak dapat dihilangkan dengan tangan.

    3. Pilih Nat dengan Warna Senada

    Kalau pemilik hanya akan mengganti sebagian nat, jangan lupa untuk memilih warna nat yang sesuai dengan yang sudah ada saat ini. Langkah ini penting kalau mau nat menyatu dengan bagian lantai lain.

    4. Bersihkan Sisa Kotoran

    Bersihkan sisa debu dan kotoran bekas nat menggunakan penyedot debu. Lalu, bersihkan dengan baik lembap dan biarkan kering.

    5. Siapkan Adonan Nat

    Jika membeli nat yang belum tercampur, siapkan adonan nat dengan takaran sesuai anjuran pabrik. Tuang bubuk nat dan air ke dalam mangkuk, lalu aduk menggunakan sekop.

    6. Aplikasikan Nat pada Keramik

    Aplikasikan nat pada celah-celah keramik secara merata. Kerjakan secara perlahan mulai dari bagian kecil dan hindari mengoleskan terlalu banyak nat sekaligus. Kemudian, bersihkan nat berlebih agar permukaan mulus.

    7. Bersihkan Keramik

    Biarkan nat selama 15 hingga 30 menit, lalu bersihkan permukaan keramik menggunakan spons untuk menghilangkan sisa nat. Jangan sampai nat di celah keramik terangkat. Kemudian, bersihkan spons secara berkala.

    8. Biarkan Nat Mengering

    Selanjutnya, biarkan nat mengering secara menyeluruh. Langkah ini bisa memakan waktu 24-72 jam.

    9. Bersihkan Keramik

    Setelah nat kering, kemungkinan akan ada semacam kotoran sisa nat. Bersihkan keramik menggunakan kain lembap, lalu dengan kain kering.

    10. Segel Nat

    Untuk mencegah kerusakan, lapisi nat baru dengan segel. Oleskan cairan penyegel nat dengan kuas.

    Itulah cara memperbaiki nat keramik yang berongga. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi? Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Kecoak merupakan salah satu serangga yang banyak ditakuti orang. Meski tidak menggigit, tetapi gerakannya yang cepat, bisa terbang, dan dapat menyebarkan penyakit membuat orang lebih memilih menghindarinya.

    Namun sayang, kecoak sering kali muncul di dalam rumah, terutama di dalam kamar mandi. Biasanya kecoak kerap berjalan di lantai, dinding, atau bahkan di dalam kloset kamar mandi. Terkadang jumlahnya tidak hanya satu, tapi bisa dua atau lebih.

    Meski kamu sudah menjaga kebersihan, tapi bukan berarti kecoak tidak bisa ‘mampir’ ke rumah kamu. Apa yang menyebabkan kecoak sering muncul di kamar mandi? Berikut penjelasannya.


    Penyebab Kecoak Sering Muncul di Kamar Mandi

    Kehadiran kecoak di kamar mandi tentu bukan tanpa sebab. Dilansir situs Hi Care, Jumat (27/6/2025), berikut sejumlah penyebabnya:

    1. Suhu Lembap

    Kamar mandi merupakan salah satu area di dalam rumah yang sangat lembap. Di sisi lain, kecoak senang tinggal di area yang lembap agar bisa berkembang biak. Maka tak heran kalau serangga tersebut menjadikan kamar mandi sebagai tempat favoritnya.

    2. Terdapat Saluran Pembuangan Air

    Kamar mandi jadi salah satu jalan bagi kecoak untuk bisa masuk ke dalam rumah. Sebab, kamar mandi memiliki beberapa saluran pembuangan air, seperti dari wastafel, kloset, hingga tempat bilas.

    Kecoak dapat merayap melalui pipa saluran air untuk bisa masuk ke dalam kamar mandi. Selain itu, sistem drainase air yang tidak terawat juga mempermudah kecoak untuk masuk ke dalam rumah.

    3. Gelap dan Tersembunyi

    Kecoak merupakan hewan yang menyukai tempat gelap dan tersembunyi. Maka dari itu kamar mandi sangat cocok bagi kecoak untuk bertahan hidup.

    Lampu kamar mandi biasanya dalam kondisi mati setelah digunakan, sehingga membuat kecoak merasa aman. Selain itu, beberapa sudut di kamar mandi seperti di belakang wastafel, celah dinding, atau balik kloset jadi tempat yang nyaman bagi kecoak.

    4. Banyak Pakaian Kotor

    Kecoak biasanya sering bersembunyi di balik pakaian atau handuk kotor. Jika kamu punya kebiasaan menumpuk pakaian kotor, maka tak heran kalau ada banyak kecoak ditemukan di kamar mandi.

    5. Ventilasi Udara yang Buruk

    Faktor berikutnya karena ventilasi udara yang buruk di kamar mandi. Hal tersebut membuat toilet jadi mudah lembap sehingga kecoak akan senang tinggal di sana.

    Cobalah untuk memasang exhaust fan yang berfungsi untuk menghisap atau mengeluarkan udara dari dalam kamar mandi, sehingga mencegah terjadinya lembap.

    6. Sisa Sabun dan Shampoo Bekas yang Tidak Dibuang

    Kecoak memang menyukai sisa-sisa makanan, tetapi serangga tersebut juga tertarik pada produk seperti sabun dan shampoo bekas di kamar mandi. Maka dari itu, sebaiknya segera buang bekas botol sabun, shampoo, atau pasta gigi jika sudah habis agar tidak menumpuk.

    Itulah enam penyebab kecoak sering muncul di kamar mandi. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 9 Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah Selain Sapu dan Pel


    Jakarta

    Isi rumah bukan hanya perabotan atau barang yang akan melekat pada tubuh penghuninya, banyak sekali jenis barang lainnya yang harus tersedia di rumah. Salah satunya adalah alat kebersihan. Tanpa ada alat kebersihan, bagaimana cara memastikan rumah bersih dan layak ditempati?

    Bahkan sebenarnya alat kebersihan merupakan barang yang tersedia sejak awal rumah tersebut selesai dibangun. Sebab, biasanya penghuni yang sedang mengecek hasil pembangunan pasti membutuhkan minimal sapu dan pel untuk membersihkan debu di lantai.

    Selain sapu dan pel, alat kebersihan apa lagi yang harus ada di rumah?


    Dilansir dari Homes and Gardens berikut beberapa alat kebersihan yang tidak boleh terlewat di rumah.

    Alat Kebersihan yang Wajib Ada di Rumah

    1. Pengki

    Dust on a house floor and floor brush with dustpan background. Home cleaning concept.Ilustrasi Pengki Foto: Getty Images/iStockphoto/undefined undefined

    Salah satu alat yang sangat berguna di rumah dan tentunya murah adalah pengki. Alat kebersihan satu ini berguna untuk menampung debu yang sudah dikumpulkan sehingga lebih mudah ketika dibuang. Alat ini bisa bertahan lama selama tidak untuk mengangkat benda berat atau terkena beban yang terlalu berat.

    2. Spons

    Blue whale sponge isolated on white background. Top viewSpons Foto: Istock

    Kebanyakan spons digunakan untuk mencuci piring. Namun, kegunaan barang satu ini lebih daripada itu. Bahannya yang bisa menyerap air sangat berguna untuk mengeringkan berbagai macam permukaan benda. Hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan spons adalah sebisa mungkin sering diganti karena masa pemakaiannya singkat. Apabila tidak diganti, spons akan menjadi sarang bakteri.

    3. Kain Mikrofiber

    Hand is cleaning car headlight with a using red microfiber cloth,Automotive maintenance concept.ilustrasi kain microfiber Foto: Getty Images/iStockphoto/Birdlkportfolio

    Selain spons, siapkan pula kain mikrofiber. Ukurannya beragam dan barang satu ini lebih lebar daripada spons sehingga bisa mempercepat pekerjaan. Kain mikrofiber juga tahan lama, bisa dipakai berulang kali, dan bagus untuk menyerap air.

    Ukuran serat yang kecil pada kain menciptakan listrik statis yang memungkinkannya mengangkat debu, kotoran, buih sabun, dan minyak dengan lebih kuat.

    4. Serbet

    Kitchen utensils, cloth hanging alone on wall.ilustrasi serbet Foto: Getty Images/iStockphoto/blyjak

    Serbet berbeda dengan kain mikrofiber. Serbet merupakan kain biasa yang berfungsi untuk mengelap tangan yang basah. Biasanya letaknya di dapur, dekat wastafel, atau meja makan. Serbet harus sering dicuci karena ketika permukaannya basah atau lembap bisa berpotensi muncul jamur dan jjadi tempat berkembangnya bakteri.

    5. Pembersih Kaca

    Pekerjaan membersihkan kaca gedung kerap dinilai sebagai pekerjaan laki-laki. Namun, wanita ini buktikan ia pun mampu bekerja sebagai pembersih kaca gedung.Pembersih Kaca Foto: AP Photo/Vahid Salemi

    Kaca di rumah juga harus sering-sering dibersihkan. Apabila dibiarkan, kaca akan menjadi buram dan tidak enak dipandang. Membersihkan kaca seminggu sekali juga tidak masalah. Apabila tidak punya alat untuk mengelap kaca, bisa memakai kain mikrofiber.

    6. Kemoceng

    70 Persen warga Desa Tarikolot, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, merupakan pembuat kerajinan tradisional. Mereka memproduksi sapu, kemoceng dan lain-lain.Ilustrasi Kemoceng Foto: Bima Bagaskara

    Kemoceng merupakan alat pembersih untuk membuang debu yang menempel pada perabotan rumah tangga. Alat ini hanya bisa dipakai untuk membersihkan permukaan yang kering. Pengganti kemoceng bisa memakai kain kering atau kain mikrofiber yang kering.

    7. Sikat Gosok

    Sikat LantaiSikat Gosok Foto: iStock

    Bentuknya mirip sapu karena memiliki tongkat yang panjang. Padahal alat kebersihan ini berbeda dengan sapu. Sikat gosok berguna untuk membersihkan noda membandel pada lantai atau dinding. Bagian bawahnya keras, tajam, dan rapat.

    8. Sikat Toilet

    Toilet Brush on White Background.Toilet Brush on White Background. Foto: iStock

    Area kamar mandi sangat membutuhkan sikat toilet. Fungsinya untuk membersihkan toilet agar bersih dari kotoran dan noda yang membandel.

    9. Penyedot Debu (Vacuum Cleaner)

    happy girl cleaning carpet with vacuum cleanerhappy girl cleaning carpet with vacuum cleaner Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios

    Penyedot debu atau vacuum cleaner merupakan alat kebersihan tidak wajib karena tidak semua keluarga bisa membeli barang ini. Namun, apabila kamu memiliki vacuum cleaner, tidak perlu lagi ada pengki atau sapu di rumah karena alat ini bisa menyedot debu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com