Author: Gak Ganti Gambar

  • Cara Mencegah Air Sumur Berwarna Kuning dan Berbau



    Jakarta

    Air sumur masih menjadi sumber utama kebutuhan air bersih bagi sebagian besar masyarakat, mulai dari untuk mandi, mencuci, hingga memasak. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang mengeluhkan air sumur berwarna kuning dan mengeluarkan bau tak sedap. Jika dibiarkan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup sehari-hari.

    Air bersih yang layak konsumsi seharusnya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Jika air sumur di rumahmu tidak memenuhi kriteria ini, bisa jadi sumber air sudah terkontaminasi oleh bakteri atau zat kimia dari dalam tanah.

    Lantas, bagaimana cara mencegah dan mengatasi air sumur yang berbau dan berwarna?


    Penyebab Air Sumur Berbau dan Berwarna

    Menurut Minnesota Department of Health, ada dua penyebab umum air sumur menjadi bau dan berubah warna:

    Gas Hidrogen Sulfida (H₂S)

    Gas ini membuat air beraroma seperti telur busuk. H₂S bisa muncul secara alami akibat proses pembusukan bahan organik di dalam tanah dan bebatuan. Jika kadar gas ini tinggi, air bisa berbahaya untuk digunakan.

    Bakteri Sulfur

    Bakteri ini membantu memproduksi gas H₂S dan merangsang pertumbuhan bakteri lain, seperti bakteri besi. Akibatnya, sistem perpipaan bisa tersumbat lendir, dan muncul noda hitam atau korosi pada logam di rumah.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Air Sumur yang Bau dan Kuning

    Jika air sumur di rumah sudah menunjukkan tanda-tanda bau, keruh, atau menimbulkan kerak hitam pada pipa, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

    1. Gunakan Kaporit

    Kaporit bisa berfungsi sebagai disinfektan untuk menjernihkan sekaligus menghilangkan bau pada air sumur. Namun, setelah ditambahkan kaporit, air tidak bisa langsung digunakan. Tunggu beberapa hari sampai baunya benar-benar hilang.

    2. Bersihkan Dinding Sumur

    Bakteri penyebab bau kerap menempel di dinding sumur. Kamu bisa menggunakan cairan klorin untuk membersihkannya secara menyeluruh agar air kembali jernih dan bebas aroma tak sedap.

    3. Perdalam Galian Sumur

    Air kuning dan keruh bisa terjadi karena sumur terlalu dangkal. Pertimbangkan menggali lebih dalam dan melapisi dinding sumur dengan beton agar tidak mudah tercemar air permukaan.

    4. Disinfeksi Secara Menyeluruh

    Jika bau masih membandel, lakukan disinfeksi menggunakan larutan klorin yang lebih kuat. Untuk hasil maksimal dan aman, sebaiknya gunakan jasa profesional yang ahli dalam sterilisasi air sumur.

    5. Buat Sumur Baru

    Jika semua cara sudah dicoba dan sumber air masih tercemar, membuat sumur baru bisa jadi solusi terakhir. Cari lokasi berbeda yang lebih steril atau pertimbangkan untuk berlangganan air bersih dari penyedia layanan resmi.

    Dengan perawatan dan tindakan yang tepat, air sumur yang kuning dan berbau bisa dihindari. Pastikan untuk selalu rutin mengecek kondisi air di rumah agar tetap aman dan sehat untuk digunakan sehari-hari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tikus Bisa Masuk Rumah? Ini Penyebab dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Tikus terkadang bisa masuk dan bersarang di dalam rumah. Kehadiran tikus sangat merugikan penghuni rumah sehingga perlu diwaspadai.

    Hewan pengerat ini suka mencuri makanan, merusak barang, dan buang kotoran sembarangan. Tikus juga hewan yang sangat kotor dan dapat membawa penyakit yang mengancam penghuni rumah.

    Oleh karena itu, penghuni perlu menjaga agar tikus tidak masuk ke dalam rumah. Simak apa saja yang menarik tikus buat masuk rumah beserta cara mencegahnya berikut ini, dikutip dari The Pest Master, Senin (28/7/2025).


    Penyebab Tikus Masuk Rumah

    Biasanya tikus menyerang rumah untuk mencari makanan, air, dan tempat berlindung. Nah, rumah dapat menyediakan tiga hal itu sehingga tikus tertarik untuk datang.

    1. Sumber Makanan

    Mereka menyukai rumah yang terdapat sumber makanan yang bisa mereka jangkau. Misalnya ada makanan yang dibiarkan terbuka, wadah yang tidak tertutup rapat, makanan hewan peliharaan, dan sisa buah dan sayuran yang jatuh di pekarangan.

    2. Sumber Air

    Selain itu, tikus juga mencari sumber air yang mudah diakses di rumah. Hewan tersebut tertarik dengan rumah yang memiliki keran yang menetes, mangkuk air hewan peliharaan, atau tempat mandi burung.

    3. Tempat Berlindung

    Hama ini senang tinggal di tempat yang aman dan tenang karena cocok buat mereka bersarang dan berkembang biak. Loteng yang berantakan, rongga dinding, dan tumpukan kotak menyediakan tempat perlindungan bagi tikus.

    Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

    Untuk mencegah tikus masuk rumah, penghuni dapat melakukan tips ini.

    1. Tutup Akses Masuk

    Periksa rumah untuk mencari bukaan yang bisa menjadi akses masuk tikus. Tutup lubang dan celah pada bangunan rumah agar tidak dilalui tikus. Pastikan untuk menggunakan penutup yang tidak dapat digerogoti tikus.

    2. Simpan Makanan dan Sampah dengan Benar

    Amankan rumah dari tikus dengan menyimpan makanan dan sampah dengan benar. Caranya dengan menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat dan pastikan tempat sampah memiliki tutup yang rapat. Lalu, segera bersihkan sisa atau tumpahan makanan agar tidak dimakan tikus.

    3. Jaga Kebersihan

    Rumah yang bersih tidak terlalu menarik bagi tikus. Bersihkan dan rapikan rumah, terutama tempat yang berantakan seperti garasi supaya tidak jadi sarang tikus. Pastikan barang-barang tersimpan dengan rapi dan tidak menyentuh lantai.

    4. Rapikan Pekarangan

    Terakhir, rapikan pekarangan dengan memotong ranting pohon dan semak-semak. Sebab, tikus dapat memanjat pohon dan melompat ke atap. Lalu, semak-semak pun bisa menjadi tempat berlindung dan bersembunyi bagi tikus.

    Itulah informasi seputar tikus masuk rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak


    Jakarta

    Kecoak kerap kali masuk rumah untuk mencari sumber makanan. Kehadiran kecoak sangat dibenci penghuni rumah karena tubuhnya yang kotor dan bentuknya mengerikan.

    Kecoak mengandung banyak bakteri sehingga bisa menjadi sumber penyakit. Bayangkan kalau makanan sampai dihinggapi kecoak, tentu akan mengganggu kesehatan penghuni rumah yang mengonsumsi.

    Oleh karena itu, penghuni harus menyimpan makanan dengan benar agar tidak mengundang kecoak. Simak kesalahan penyimpanan makanan yang dapat menarik kecoak.


    Kesalahan Menyimpan Makanan yang Mengundang Kecoak

    Inilah beberapa cara penyimpanan makanan yang perlu dihindari supaya tak ada kecoak.

    1. Wadah Makanan Tidak Tertutup Rapat

    Dilansir dari HiCare, makanan yang disimpan dalam wadah terbuka atau tidak tertutup rapat rawan didatangi kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat untuk mencegah serangan kecoak.

    2. Tidak Bersihkan Tempat Makanan

    Sisa dan tumpahan makanan di kabinet dapur sangat menarik bagi kecoak. Apalagi kabinet gelap dan lembap sehingga cocok buat kecoak bersembunyi. Pastikan untuk rajin mengatur dan membersihkan kabinet untuk mencegah kecoak.

    3. Tempat Penyimpanan Makanan Lembap

    Kecoak menyukai tempat tinggal yang lembap, misalnya di kabinet dapur. Penghuni rumah perlu menghilangkan kelembapan agar mereka sulit bertahan hidup. Salah satu caranya dengan menyimpan gel silika untuk menyerap kelembapan di kabinet.

    4. Kabinet Berlubang

    Dikutip dari situs EPA, kecoak bersembunyi di tempat tertutup, misalnya kabinet dapur. Nah, terkadang ada celah atau lubang yang bisa menjadi akses masuk kecoak. Pastikan untuk menyimpan makanan di tempat yang tidak ada celah dengan menutup lubang atau celah kabinet.

    Itulah beberapa kesalahan dalam menyimpan makanan sehingga mengundang kecoak. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Memanfaatkan Kulit Jeruk untuk Mengusir Kecoa



    Jakarta

    Jeruk tak hanya bisa dimanfaatkan dagingnya saja. Kulit jeruk yang selama ini kita buang, ternyata punya fungsi yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari.

    Kulit jeruk dipercaya bisa dimanfaatkan untuk membasmi kecoa. Bagaimana caranya?

    Dilansir dari detikFood yang mengutip NDTV, kulit jeruk punya senyawa yang disebut limonene. Senyawa ini lah yang memberikan aroma segar pada jeruk. Nah, kecoa justru tidak suka dengan bau kulit jeruk ini.


    Berikut cara selengkapnya:

    Untuk memanfaatkan kulit jeruk dalam membasmi kecoa, kulit jeruk harus dikeringkan. Kulit jeruk harus dijemur yang langsung terkena sinar matahari langsung atau bisa juga dimasukkan ke oven untuk hasil yang lebih cepat.

    Setelah kering, letakkan kulit jeruk di area yang sering didatangi kecoak, seperti di bawah wastafel, di belakang peralatan, atau di sudut gelap dapur. Jangan lupa mengganti kulit jeruk setiap beberapa hari untuk menjaga efektivitasnya.

    Namun, jika jumlah kecoaknya lebih banyak, memang tidak begitu efektif. Kamu bisa mengombinasikan kulit jeruk dengan pembersihan rutin dan penyimpanan makanan yang tepat, kulit jeruk tentu dapat membantu mengurangi keberadaan kecoa.

    Selain untuk membasmi kecoak, kulit jeruk tentu saja dapat digunakan dengan berbagai fungsi untuk membersihkan dapur. Kamu bisa menggunakannya untuk pengharum ruangan dan pembersih dapur.

    Untuk pengharum ruangan, cukup memasukkan kulit jeruk ke dalam air bersama kayu manis dan cengkeh, lalu didihkan selama 15-20 menit. Ramuan alami ini akan membantu menetralkan bau masakan dan menyegarkan dapur.

    Kulit jeruk untuk membersihkan dapur bisa dengan cara merendam kulit jeruk bersama cuka. Diamkan selama beberapa minggu, lalu menyaring cairannya. Cuka yang mengandung jeruk ini sangat cocok untuk mengatasi noda minyak dan lemak yang membandel.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Alat Token Listrik Bunyi? Begini Penyebab dan Cara Matikannya Menurut Orang PLN



    Jakarta

    Token listrik adalah istilah masyarakat buat menyebut layanan listrik prabayar. Saat menggunakan layanan ini, alat KWH meter sewaktu-waktu bisa mengeluarkan bunyi.

    Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari mengatakan KWH meter berfungsi untuk mengukur penggunaan listrik di rumah. Alat ini mengeluarkan bunyi untuk memberikan peringatan bagi pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) prabayar.

    “Sebenarnya token bunyi itu sebagai warning saja ke pelanggan,” ujar Nurmalita kepada detikProperti belum lama ini.


    Lantas, apa saja yang menyebabkan token listrik bunyi? Berikut ini penjelasannya.

    Penyebab Alat Token Listrik Bunyi

    Inilah beberapa kondisi yang membuat alat token listrik bunyi.

    1. Pulsa Listrik Mau Habis

    Biasanya alat token listrik berbunyi untuk menandakan pulsa listrik tinggal sedikit. KWH meter akan mengeluarkan bunyi ketika mencapai batas minimal KWH.

    “Berbunyi itu untuk warning-warning, salah satunya adalah terkait pulsa listrik yang mau habis,” ucapnya.

    Sistem peringatan tersebut sebenarnya untuk kenyamanan pelanggan. Dengan adanya peringatan, pelanggan tahu kapan harus mengisi pulsa sebelum listrik padam.

    Cara mematikan bunyi adalah dengan mengisi token listrik. Pelanggan juga dapat mematikan bunyi sementara untuk beberapa menit dengan memasukkan kode ‘812’.

    Selain itu, pelanggan bisa mengatur ulang kapan KWH meter bunyi dengan memasukkan kode ‘456’ beserta nominal batas KWH yang diinginkan. Misalnya kode ‘45610’ untuk mengatur alat berbunyi saat sisa pulsa 10 KWH.

    2. Masalah Listrik

    Selain pulsa mau habis, bunyi alat token listrik dapat menandakan masalah pada rangkaian listrik di rumah. Tak hanya berbunyi, ada tulisan ‘periksa’ yang tertera pada KWH meter.

    “Kalau ada bunyi tapi tulisannya ‘periksa’, itu segera laporkan aja ke PLN Mobile,” tuturnya.

    Pelanggan perlu melaporkan kalau KWH meter bunyi di PLN Mobile. Nanti petugas PLN akan segera datang dan memeriksa perangkat listrik di rumah.

    Masalah listrik bisa berupa pemasangan kabel yang tidak tepat, kebocoran listrik, bahkan KWH meter yang diotak-atik. Bunyi alat akan mati setelah ada penanganan dari petugas PLN.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Korsleting Listrik


    Jakarta

    Kebakaran rumah sering kali terjadi akibat korsleting listrik. Hal ini merupakan ancaman yang serius, terutama di kawasan Jakarta.

    Wakil Gubernur DK Jakarta Rano Karno belum lama ini menyatakan 90 persen kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Umumnya, korsleting listrik berawal dari kelalaian manusia dan instalasi listrik.

    Hal ini menunjukkan pentingnya mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Berikut adalah lima langkah penting yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah.


    Cara Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

    Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah korsleting listrik, dikutip dari keterangan Schneider Electric.

    1. Cabut Aliran Listrik Perangkat Saat Tidak Digunakan

    Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah korsleting listrik.

    Perangkat seperti dispenser, setrika, kipas angin, dan rice cooker sebaiknya dicabut dari stopkontak setelah digunakan. Tak hanya mengurangi risiko kebakaran, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi listrik harian.

    Selain itu, pastikan stopkontak yang digunakan memiliki kualitas baik dan memenuhi standar keamanan. Stopkontak berbahan plastik tidak tahan panas atau tidak dirancang untuk arus tinggi sehingga berisiko meleleh, terbakar, dan memicu kebakaran.

    2. Periksa dan Rawat Sistem Kelistrikan Secara Teratur

    Kemudian, pemilik juga perlu memeriksa instalasi listrik di rumah secara rutin. Hal ini dapat membantu melindungi rumah dari risiko korsleting listrik.

    Pastikan kabel listrik di area yang sering digunakan seperti dapur, kamar tidur, dan ruang keluarga dalam kondisi baik. Jangan ada stop kontak yang longgar atau kelebihan beban. Lalu, segera ganti perangkat listrik yang sudah usang atau rusak.

    3. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

    Pemilik dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah buat mengantisipasi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik. Tempatkan APAR di titik-titik strategis seperti dapur atau dekat panel listrik. Lalu, pastikan seluruh penghuni tahu cara penggunaan APAR.

    4. Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar Keselamatan

    Pemilik dapat memastikan instalasi listrik di rumah ditangani oleh instalatur yang memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sebagai bukti bahwa teknisi telah memenuhi standar keselamatan kelistrikan nasional dan memiliki kemampuan memasang perangkat listrik dengan benar.

    Selain itu, instalasi listrik juga perlu mengikuti standar teknis yang ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). PUIL mewajibkan penggunaan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dan andal. Salah satu contohnya adalah penggunaan kabel dengan ukuran yang sesuai kapasitas arus listrik guna mencegah panas berlebih atau korsleting.

    Hal ni tak hanya mematuhi regulasi, tapi juga menjaga keselamatan keluarga dan mencegah risiko kebakaran di rumah. Untuk mendukung pemerintah dalam mencegah potensi kebakaran, Schneider Electric menjalankan kampanye nasional ‘Gerakan Listrik Aman’. Kampanye ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi instalatur listrik di lapangan.

    Lebih dari 7.800 instalatur dari 15 asosiasi dan komunitas di 10 kota besar di Indonesia telah menerima pelatihan instalasi listrik hunian dari Schneider Electric. Pelatihan ini tidak menggantikan sertifikasi resmi dari pemerintah, melainkan menjadi pendukung untuk memastikan para instalatur benar-benar siap memasang sistem kelistrikan yang andal dan sesuai regulasi.

    5. Tambahan Proteksi MCB

    Miniature circuit breaker (MCB) atau yang dikenal sebagai anti korsleting adalah perangkat pengaman listrik. Alat ini secara otomatis memutus aliran listrik saat terjadi korsleting atau beban berlebih.

    Pemilik perlu memastikan MCB yang digunakan memiliki kualitas baik dan sesuai standar keamanan. Penggunaan MCB yang murah tanpa jaminan mutu berisiko gagal atau terlambat memutus arus, terutama jika bahan pembuatnya tidak tahan panas.

    Meskipun MCB penting untuk mencegah korsleting dan beban berlebih, perlindungan instalasi listrik tidak cukup dengan satu perangkat saja. Pemilik rumah perlu gawai proteksi arus sisa (GPAS) atau residual current circuit breaker (RCCB). Alat ini berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan arus sekecil 30 mA.

    Penggunaan MCB dan RCCB secara bersamaan menjadi standar wajib dalam instalasi listrik rumah tangga untuk memastikan perlindungan maksimal sesuai regulasi yang berlaku. GPAS atau RCCB Domae dari Schneider Electric memberikan proteksi kelistrikan yang ideal untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen.

    Domae tersedia dalam dua varian sensitivitas. Varian pertama dengan sensitivitas 30 mA membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik. Lalu, varian kedua dengan sensitivitas 300 mA dirancang untuk membantu mencegah potensi bahaya kebakaran akibat arus sisa.

    “Schneider Electric berkomitmen untuk membantu masyarakat mengenali risiko kelistrikan sejak dini dan mendorong penggunaan perangkat proteksi seperti MCB dan RCCB secara tepat. Melalui kampanye Gerakan Listrik Aman, kami secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah nyata untuk mencegah potensi kebakaran di rumah akibat korsleting atau kebocoran arus listrik,” ujar President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

    “Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap sistem kelistrikan yang aman dan sesuai standar, kita dapat melindungi lebih banyak keluarga dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih terlindungi,” sambungnya.

    Peralatan dan alat proteksi listrik adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan rumah. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu menggunakan perangkat yang berkualitas dan andal serta tidak tergoda harga murah.

    Dengan menerapkan lima langkah perlindungan kelistrikan di rumah, pemilik meningkatkan keamanan bagi keluarga. Pemilik juga mencegah risiko korsleting dan kebakaran yang dapat merugikan dari segi materi maupun nyawa.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Lapisan Cat yang Menggelembung Saat Musim Hujan



    Jakarta

    Musim hujan sering membawa masalah baru bagi rumah, salah satunya cat dinding yang menggelembung. Gelembung cat ini biasanya berisi udara atau air, dan jika tidak ditangani dengan benar bisa merusak tampilan bahkan struktur permukaan dinding rumah.

    Lapisan cat yang menggelembung bisa muncul dalam ukuran kecil maupun besar, dan sering kali jadi tanda bahwa ada masalah serius pada tembok-khususnya soal kelembapan.

    Penyebab Cat Dinding Menggelembung

    Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux), Rahman Wijaya menjelaskan, penyebab utama cat menggelembung saat musim hujan adalah munculnya penggumpalan garam alkali (efflorescence). Gejala ini ditandai dengan keluarnya serbuk putih mirip kapur dari permukaan dinding beton atau bata.


    “Makanya pangkal penyakitnya itu mesti kita perbaiki dulu. Dari cat dasarnya dari awal,” kata Rahman kepada detikcom saat ditemui di IndoBuildTech Expo 2025, ICE BSD City, Jumat (4/7/2025) lalu.

    Efflorescence ini muncul akibat garam dari bahan semen, bata, atau mortar yang terdorong keluar oleh kelembapan. Jika langsung ditimpa cat tanpa perlakuan khusus, gelembung bisa muncul kembali bahkan setelah cat baru diaplikasikan.

    Langkah Mengatasi Cat yang Terlanjur Menggelembung

    Jika cat dinding rumah sudah terlanjur menggelembung, jangan langsung ditimpa dengan cat baru. Berikut langkah yang disarankan:

    Kerok cat lama

    Gunakan alat seperti kape untuk mengikis seluruh cat lama hingga bersih. Jangan sisakan bagian yang mengelupas agar tidak mengganggu daya lekat cat baru.

    Pastikan permukaan kering dan tidak lembap

    Dinding yang masih basah bisa membuat masalah kembali muncul. Tunggu hingga benar-benar kering sebelum melanjutkan proses pengecatan.

    Gunakan cat dasar dengan anti alkali

    Pilih cat dasar (primer) yang memiliki kandungan alkali killer. Produk ini biasanya berbahan solvent dan efektif mengunci garam agar tidak keluar ke permukaan.

    Lapisi dengan cat luar (top coat)

    Setelah cat dasar mengering, aplikasikan cat luar minimal 2 lapis agar hasilnya maksimal dan warnanya lebih rata.

    Tips Mencegah Cat Menggelembung di Musim Hujan

    • Pilih lokasi pengecatan yang tidak terkena tampias air hujan langsung.
    • Gunakan bahan bangunan berkualitas untuk mencegah rembesan air dari dalam dinding.
    • Pastikan tembok benar-benar kering sebelum proses pengecatan.
    • Hindari mengecat saat cuaca terlalu lembap atau sedang hujan.

    Dengan perawatan dan proses pengecatan yang benar, dinding rumah tetap awet dan tampil menawan meski musim hujan datang. Jangan abaikan tanda-tanda seperti cat mengelupas atau menggelembung-karena bisa jadi itu awal dari masalah struktural dinding.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Kamar Tidur yang Selalu Lembap Tanpa AC



    Jakarta

    Kamar tidur yang terasa lembap sering bikin tidak nyaman, apalagi jika disertai bau apek atau bahkan muncul jamur di sudut ruangan. Kondisi ini sering terjadi saat musim hujan atau pada rumah dengan sirkulasi udara yang kurang baik. Tapi tenang, ada berbagai cara untuk mengatasi kamar lembap tanpa perlu mengandalkan AC.

    Menurut buku Penyehatan Udara karya Tri Cahyono, SKM, MSi, kelembapan adalah kondisi di mana kandungan uap air di udara terlalu tinggi. Di dalam rumah, hal ini biasanya disebabkan oleh penguapan air yang meresap dari dinding, lantai, atau bahkan dari aktivitas penghuni sendiri.

    Jika dibiarkan, kelembapan berlebih bisa memicu pertumbuhan jamur yang berdampak buruk pada kesehatan. Seperti dijelaskan dalam buku Pencemaran Udara dalam Ruangan karya HJ Mukono, jamur atau mould di kamar bisa menyebabkan masalah pernapasan hingga alergi.


    Lantas, bagaimana cara mengatasi kamar tidur yang selalu lembap tanpa bantuan AC? Simak tipsnya berikut ini:

    8 Cara Mengatasi Kamar Lembap Tanpa AC

    1. Atur Batas Kelembapan

    Idealnya, kelembapan udara di dalam kamar berkisar antara 40-60%. Jika melebihi itu, ruangan sudah tergolong terlalu lembap. Gunakan alat seperti hygrometer untuk memantau tingkat kelembapan secara berkala.

    2. Pastikan Ventilasi Memadai

    Salah satu penyebab utama kamar lembap adalah ventilasi yang buruk. Idealnya, luas ventilasi minimal 10% dari luas ruangan. Ventilasi yang baik akan membantu sirkulasi udara dan menjaga udara kamar tetap segar.

    3. Gunakan Kipas Angin

    Tanpa AC, kipas angin bisa jadi penyelamat. Udara yang berputar dari kipas membantu mengurangi kelembapan, terutama jika diarahkan ke sudut-sudut ruangan yang rentan lembap.

    4. Buka Jendela Secara Rutin

    Cara sederhana namun efektif. Dengan membuka jendela, udara lembap bisa keluar dan tergantikan udara segar dari luar. Ini juga membantu mencegah pertumbuhan jamur.

    5. Gunakan Dehumidifier

    Jika ingin solusi lebih praktis, gunakan dehumidifier. Alat ini bisa menyerap uap air berlebih di udara dan menjaga ruangan tetap kering. Cocok untuk kamar tidur di area yang lembap sepanjang tahun.

    6. Periksa dan Perbaiki Tembok Rembes

    Tembok yang rembes jadi sumber utama kelembapan. Gunakan pelapis kedap air pada permukaan dinding dan pastikan tidak ada kebocoran dari saluran air atau atap.

    7. Rutin Bersihkan Karpet

    Karpet yang jarang dibersihkan bisa menyimpan kelembapan dan jadi tempat tumbuhnya jamur. Cucilah karpet secara rutin atau pertimbangkan untuk menggantinya dengan material yang lebih mudah kering.

    8. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam Kamar

    Menjemur pakaian di dalam kamar akan meningkatkan kadar uap air di udara. Sebisa mungkin jemur pakaian di luar atau di area dengan sirkulasi udara yang baik.

    Kamu juga bisa meletakkan kapur serap lembap (moisture absorber) di sudut kamar. Produk ini mudah ditemukan di toko swalayan atau online, dan cukup ampuh menyerap kelembapan secara pasif.

    Jadi, tak perlu khawatir lagi jika kamar tidur terasa lembap. Dengan langkah-langkah sederhana di atas, kamu bisa menjaga kamar tetap kering, sehat, dan bebas jamur tanpa harus mengandalkan AC.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kode Rahasia dari Orang PLN buat Matikan Bunyi Alat Token Listrik



    Jakarta

    Pengguna layanan listrik prabayar atau lebih dikenal istilah token listrik pasti tidak asing dengan bunyi dari KWH meter. Biasanya alat ini mengeluarkan bunyi untuk menandakan pulsa listrik mau habis.

    Ketika mendengar suara itu, penghuni rumah perlu segera membeli token dan mengisi pulsa pada KWH meter. Jika tidak, alat akan terus berbunyi dan mengganggu ketenangan orang sekitar.

    Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Jawa Barat Nurmalitasari mengatakan alat tersebut akan berbunyi ketika sisa pulsa sudah mencapai batas minimal KWH. Batasan tersebut dapat diatur oleh pelanggan.


    Sistem ini bermaksud untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Bunyi alat menjadi peringatan agar listrik tidak tiba-tiba mati.

    “Sebenarnya itu adalah fasilitas untuk kenyamanan pelanggan ya. Jangan sampai nanti (pulsa) habis di tengah malam, pelanggan nggak tahu,” ucap Nurmalita kepada detikProperti belum lama ini.

    Selain mengisi pulsa, pelanggan PLN bisa mematikan bunyi KWH meter dengan memasukkan kode tertentu. Berikut ini kode yang bisa digunakan.

    Cara Matikan Alat Token Listrik Pakai Kode

    Inilah kode yang bisa digunakan untuk mematikan bunyi token listrik.

    1. Kode 812 untuk Matikan Bunyi untuk Sementara

    Pelanggan dapat mematikan bunyi token listrik dengan memasukkan kode ‘812’ lalu tekan enter. KWH meter akan berhenti mengeluarkan suara untuk beberapa menit, cukup untuk mengulur waktu buat mengisi pulsa sebelum alat kembali berbunyi.

    “Kita bisa pake 812 untuk sementara ya. Cuma kan nanti pasti akan berbunyi lagi karena sudah di bawah batas limitnya,” katanya.

    2. Kode 456XX untuk Mengatur Alarm

    Selain itu, pelanggan juga bisa mematikan bunyi alat dengan mengubah pengaturan batas minimal KWH. Gunakan kode 456 untuk menunda bunyi hingga batas KWH yang ditentukan.

    “Kalau mau diubah itu pakai kode 456 diikuti angka minimal KWH yang diinginkan,” tuturnya.

    Misalnya pelanggan ingin alat berbunyi ketika tersisa 10 KWH, maka kode yang dimasukkan adalah ‘45610’. Jika mau batas pulsa menjadi 5 KWH, masukkan kode ‘45605’.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Mengatasi Cipratan Air AC yang Membasahi Dinding



    Jakarta

    Cipratan air dari unit AC yang menetes ke dinding rumah tentu bikin risih. Selain menimbulkan bercak lembap dan berisiko merusak cat tembok, kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya kebocoran pada sistem pendingin ruangan.

    Masalah ini cukup umum terjadi di rumah-rumah yang menggunakan AC, terutama jika perangkat tidak dirawat secara rutin. Namun sebelum buru-buru memanggil teknisi, penting untuk mengetahui apa saja penyebab cipratan air dari AC dan bagaimana mengatasinya.

    Penyebab AC Menetes dan Membasahi Dinding

    Mengutip Mitsubishi Electric Indonesia, berikut beberapa penyebab umum mengapa air dari AC bisa menetes hingga mengenai dinding:


    Filter Udara Kotor

    Filter yang kotor bisa menghambat aliran udara dan membuat evaporator membeku. Saat es mencair, air yang berlebihan bisa keluar dan menetes ke dinding.

    Pemasangan Tidak Rata

    Posisi AC yang miring ke satu sisi bisa membuat air pembuangan tidak mengalir ke selang dengan baik, dan akhirnya menetes ke luar unit.

    Saluran Pembuangan Tersumbat

    Lumut, jamur, atau kotoran yang menumpuk di saluran pembuangan bisa menghalangi aliran air. Akibatnya, air mencari celah lain dan keluar lewat celah di dekat unit, lalu membasahi dinding.

    Freon Bocor

    Freon yang bocor biasanya menyebabkan AC tidak dingin. Tapi dalam beberapa kasus, kebocoran ini bisa memicu pembentukan embun dan tetesan air yang jatuh ke luar unit.

    Pipa Sudah Tua

    Pipa AC yang sudah usang dan retak bisa jadi penyebab kebocoran. Air yang seharusnya mengalir ke luar rumah justru menetes dari sambungan pipa yang rapuh.

    Cara Mengatasi Cipratan Air dari AC

    Jika kamu sudah menemukan dinding rumah mulai lembap atau cat mengelupas karena tetesan AC, berikut langkah penanganan awal yang bisa dilakukan:

    • Matikan AC dan cabut kabel listriknya untuk mencegah korsleting.
    • Periksa posisi AC, pastikan tidak miring.
    • Cek saluran pembuangan, bersihkan dari sumbatan lumut atau debu.
    • Ganti filter udara jika sudah kotor dan mampet.
    • Gunakan sealant sementara di titik kebocoran pipa jika terlihat ada retakan.

    Bila masalah tetap berlanjut atau sumber kebocoran sulit ditemukan, sebaiknya segera hubungi teknisi AC profesional. Penanganan yang salah bisa memperparah kerusakan dan berdampak pada komponen lainnya.

    Waspadai Ciri-Ciri AC Bocor

    Cipratan air bukan satu-satunya gejala AC bermasalah. Beberapa tanda lain yang perlu diwaspadai antara lain:

    • AC tidak dingin meski suhu sudah disetel rendah
    • Muncul suara kasar dari unit indoor
    • Ada es di bagian kondensor
    • Tetesan air makin banyak setiap harinya
    • Tagihan listrik naik karena AC bekerja lebih keras

    Dengan perawatan rutin dan pengecekan sederhana, kebocoran AC yang menyebabkan dinding lembap bisa dicegah. Jangan abaikan masalah sepele ini, karena bisa berujung pada biaya perbaikan rumah yang lebih besar.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com