Author: Gak Ganti Gambar

  • 3 Cara Atasi Lembap di Dinding Samping Rumah


    Jakarta

    Dinding rumah yang lembap bukan cuma bikin tampilan jadi kusam, tapi juga bisa menimbulkan masalah serius. Mulai dari cat yang mengelupas, jamur, hingga potensi penyakit akibat udara lembap yang tidak sehat.

    Masalah ini kerap terjadi di bagian dinding samping rumah yang langsung terpapar hujan, panas, atau kelembapan tanah. Kalau dibiarkan terlalu lama, dinding bisa rusak dan biaya perbaikannya pun jadi membengkak.

    Lalu, bagaimana cara mengatasi dinding lembap, terutama di area samping rumah? Simak 3 langkah berikut, dilansir dari Home Building and Renovating dan New Line Painting.


    1. Bersihkan Cat yang Terkelupas

    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan cat yang sudah terkelupas. Tujuannya agar permukaan dinding kembali rata dan tidak menumpuk jamur atau kotoran.

    Gunakan alat pengikis cat untuk membersihkan bagian yang rusak. Jika ada noda membandel seperti minyak atau lumut, bersihkan terlebih dulu dengan air sabun dan lap bersih. Permukaan yang bersih akan memudahkan proses perbaikan berikutnya.

    2. Cek Sumber Kelembapan

    Setelah dinding dibersihkan, kamu perlu cari tahu penyebab utama kelembapannya. Apakah karena rembesan air hujan, pipa bocor, atau ada retakan kecil di dinding yang membuat air meresap dari luar?

    Retakan halus atau lebar bisa menjadi jalan masuk air yang membuat tembok lembap dari dalam. Di sisi lain, pipa air yang bocor juga sering jadi penyebab yang tak terlihat. Kalau sumber masalahnya tidak diatasi, dinding akan terus-menerus lembap meski sudah dicat ulang berkali-kali.

    3. Gunakan Cat Dasar dan Cat Ulang

    Setelah memastikan dinding kering dan bebas dari masalah struktural, tahap selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar (primer). Pilih primer yang khusus untuk area lembap agar bisa memberikan perlindungan ekstra terhadap jamur dan rembesan air.

    Setelah itu, cat ulang tembok menggunakan cat eksterior berkualitas tinggi yang tahan cuaca. Untuk dinding luar rumah, penting memilih cat yang punya ketahanan terhadap sinar matahari, hujan, dan kelembapan tinggi.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Tips Membuat Rumah Tetap Sejuk Tanpa AC



    Jakarta

    Cuaca belakangan ini terasa makin ekstrem. Siang hari begitu panas menyengat, sementara sore hari bisa tiba-tiba berubah menjadi mendung dan lembap. Akibatnya, kondisi dalam rumah pun kerap terasa gerah dan pengap.

    Mengandalkan pendingin ruangan (AC) memang menjadi solusi cepat untuk mengatasi panas, namun penggunaan AC terus-menerus bisa berdampak pada tagihan listrik yang membengkak. Tak hanya itu, sirkulasi udara yang terlalu tertutup akibat AC juga bisa berpengaruh pada kesehatan, seperti kulit kering atau iritasi saluran pernapasan.

    Lalu, bagaimana agar rumah tetap terasa sejuk tanpa harus bergantung pada AC? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan, dilansir berbagai sumber.


    1. Gunakan Kaca Film Surya

    Salah satu cara efektif mencegah panas masuk ke dalam rumah adalah dengan memasang kaca film surya pada jendela. Kaca film ini bekerja menghalau sinar matahari langsung, sehingga suhu di dalam rumah lebih terjaga.

    Meski sedikit mengurangi pencahayaan alami, kaca film modern saat ini tetap memungkinkan penghuni melihat jelas ke luar, hanya saja dari luar tampak lebih gelap.

    2. Sering Buka Jendela (di Waktu yang Tepat)

    Ventilasi alami tetap jadi kunci penting kenyamanan rumah. Namun, waktu membuka jendela juga perlu diperhatikan.

    Dilansir dari Real Simple, membuka jendela saat cuaca panas justru bisa membuat udara panas masuk. Sebaiknya, buka jendela di pagi hari atau menjelang malam saat udara mulai sejuk, agar aliran udara segar masuk dan sirkulasi di dalam rumah tetap lancar.

    3. Pasang Exhaust Fan

    Exhaust fan biasanya digunakan di dapur atau kamar mandi, tapi sebenarnya bisa dipasang di ruangan lain yang sering terasa pengap. Alat ini berfungsi menghisap udara panas dari dalam dan mengalirkannya ke luar ruangan, membantu udara sejuk masuk dan membuat ruangan lebih nyaman.

    4. Gunakan Tirai atau Gorden Cerah

    Selain kaca film, tirai juga bisa jadi pelindung tambahan dari paparan sinar matahari. Pilih tirai berwarna putih atau terang yang bisa memantulkan panas, bukan menyerapnya. Tirai juga bisa membantu menjaga privasi tanpa membuat ruangan jadi gelap total.

    5. Matikan Alat Elektronik yang Tidak Digunakan

    Tanpa disadari, alat elektronik seperti TV, lampu, komputer, hingga charger bisa menghasilkan panas yang menambah rasa gerah di dalam ruangan. Jadi, saat rumah terasa panas dan tidak nyaman, coba matikan peralatan yang tidak sedang digunakan.

    6. Letakkan Tanaman di Dalam Rumah

    Tanaman hias bukan hanya mempercantik ruangan, tapi juga membantu menyejukkan udara secara alami. Proses transpirasi tanaman-di mana air menguap lewat daun-dapat menurunkan suhu sekitar.

    Pilih tanaman dengan daun lebar seperti monstera, palem, atau peace lily. Letakkan di dekat jendela agar tetap mendapatkan sinar matahari.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Cara Ampuh Hilangkan Karat di Pagar Besi dengan Mudah


    Jakarta

    Banyak orang yang menggunakan pagar rumah dari besi karena dinilai kokoh, mudah dibentuk, dan harganya terjangkau. Namun, pagar besi memiliki satu kekurangan yaitu mudah berkarat.

    Pada umumnya, pagar besi dapat berkarat karena terkena air dan terjadi perubahan suhu. Sebab, air mengandung banyak oksigen terlarut yang mempercepat terjadinya korosi atau munculnya karat pada material besi.

    Selain itu, posisi pagar besi yang berada di luar ruangan membuatnya rentan terkena air hujan yang mengandung elektrolit, yakni asam yang bisa menyebabkan perubahan muatan pada besi sehingga menimbulkan karat.


    Meski mudah berkarat, bukan berarti kamu tidak bisa menggunakan pagar besi untuk melindungi rumah. Kini, ada sejumlah cara ampuh untuk menghilangkan karat di pagar besi. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.

    Cara Ampuh Hilangkan Karat di Pagar Besi

    Pagar besi yang berkarat dapat menimbulkan masalah seiring waktu, seperti penurunan kekuatan struktural, mudah keropos, warna memudar, dan bisa membahayakan kesehatan.

    Namun jangan khawatir, berikut sejumlah cara menghilangkan karat di pagar besi yang dilansir situs Aberdeen Gate:

    1. Bersihkan Permukaan Pagar yang Berkarat

    Langkah pertama adalah dengan membersihkan permukaan pagar yang berkarat. Khusus pagar besi yang permukaannya menunjukkan tanda-tanda mengelupas, kamu bisa menggunakan alat sikat kawat dan kikir.

    Lalu, siapkan roda kawat yang dipasang pada mata bor untuk mengampelas area yang sulit dijangkau. Kamu juga bisa menggunakan sandblaster untuk mencegah pembentukan karat.

    2. Menghilangkan Karat di Besi

    Ternyata, pagar rumah yang berkarat masih bisa dicat ulang agar tampilannya seperti baru lagi. Namun, kamu harus menghilangkan karat tersebut dengan cairan kimia asam fosfat.

    Untuk cara pakainya, oleskan asam fosfat pada permukaan besi yang berkarat, lalu diamkan selama 24 jam agar cairan tersebut bereaksi. Setelah itu, karat akan berubah menjadi serpihan hitam. Nah, serpihan tersebut bisa dengan mudah dihilangkan dengan sikat pembersih.

    Sebagai catatan, gunakan masker dan sarung tangan saat mengoleskan dan melepas serpihan pada pagar besi. Langkah ini dilakukan untuk mencegah uap cat dapat terhirup karena mengandung timbal.

    3. Cat Permukaan Besi

    Setelah permukaan pagar sudah bersih dari karat, kini saatnya dicat agar terlihat indah lagi. Untuk mengecatnya harus menyiapkan dua jenis cat, yakni cat primer dan cat logam. Apa bedanya?

    Cat primer digunakan sebagai dasar untuk pagar besi, sedangkan cat logam untuk permukaan di atasnya. Cat primer sebaiknya berbahan dasar minyak agar melindungi besi dari reaksi karat.

    Saat proses pengerjaan, pastikan kamu menggunakan sarung tangan dan masker agar tidak terhirup dan terpapar cat. Setelah cat primer benar-benar kering, gunakan kuas cat yang baru untuk mengaplikasikan cat logam berbahan dasar minyak.

    Perlu diingat, jangan menggunakan cat eksterior dinding untuk pagar besi. Soalnya, produk cat tersebut tidak mengandung komponen penghambat karat yang dibutuhkan seperti cat DTM (direct-to-metal).

    Demikian tiga cara ampuh menghilangkan karat di pagar besi dengan mudah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ini Alasan Semut Muncul Lagi di Rumah Meski Sudah Diusir


    Jakarta

    Semut merupakan salah satu serangga yang sering dijumpai di rumah. Hewan ini memang ukurannya kecil, tapi kalau sudah berkumpul dalam jumlah banyak tentu akan merepotkan.

    Sebab, semut dapat menggerogoti makanan yang ada di dapur atau meja makan. Padahal, makanan tersebut masih bisa dikonsumsi di lain waktu. Khusus semut merah, mereka termasuk jenis semut yang suka menggigit dan bisa menyebabkan bentol di kulit.

    Sebenarnya, semut bisa diusir dengan menggunakan obat semprot serangga. Meski begitu, kandungan zat dan baunya dapat membahayakan kesehatan manusia jika dihirup dalam jumlah banyak.


    Solusi lainnya adalah dengan menggunakan bahan alami, seperti cuka putih, garam, atau minyak peppermint. Meskipun sudah diusir, tapi terkadang semut bisa datang lagi ke rumah. Apa penyebabnya?

    Penyebab Semut Muncul Lagi di Rumah

    Dilansir situs Eco Care Pest Control, ada sejumlah faktor yang menyebabkan semut muncul lagi di rumah, yaitu:

    1. Mencari Sumber Makanan

    Faktor yang pertama karena semut ingin mencari sumber makanan. Apabila telah menemukan sumber makanan di rumah, semut tidak akan pergi sampat persediaan telah habis.

    Serangga kecil ini kerap menyerbu makanan manis, sisa makanan di lantai, atau makanan milik hewan peliharaan. Jadi, kalau ada sisa makanan di meja makan atau dapur yang tidak dibersihkan, maka tak heran semut akan datang kembali meski sebelumnya sudah diusir.

    2. Membuat Sarang Baru

    Selain itu, semut juga kerap masuk ke rumah karena ingin membangun sarang baru. Semut akan terlihat berlalu-lalang di dinding atau lantai rumah selama sarangnya masih ada dan tidak dibersihkan.

    Perlu diketahui, semut sangat menyukai kayu yang basah dan lapuk. Apabila hunian kamu sering mengalami kerusakan akibat air atau terdapat atap yang bocor, maka sangat rentan dijadikan sarang oleh semut.

    Cara Mengatasi Sarang Semut dengan Bahan Alami

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kamu dapat mengatasi sarang semut di rumah dengan sejumlah bahan alami. Dikutip dari Better Homes & Gardens, berikut langkah-langkahnya:

    1. Cuka Putih

    • Campur 1 sendok makan cuka putih ke dalam wadah berisi air
    • Tuang larutan cuka ke dalam botol semprot
    • Kocok terlebih dahulu sebelum menyemprotkan cairan ke sarang semut
    • Cairan cuka juga bisa disemprot ke jalur semut sehingga mereka tidak akan melaluinya lagi.

    2. Garam

    • Taburkan garam di sekitar sarang semut dalam jumlah banyak agar efektif mengusirnya
    • Bisa juga membuat semprotan garam dengan mencampur air dan garam, lalu dimasukkan ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan ke sarang semut.

    3. Peppermint

    • Campur minyak peppermint dan air
    • Tuang larutan tersebut ke dalam botol semprot
    • Kocok terlebih dahulu sebelum digunakan
    • Semprotkan cairan peppermint ke sarang semut di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Cara Ampuh Cegah Laba-laba Masuk Rumah!


    Jakarta

    Laba-laba seringkali muncul di dalam rumah tanpa disadari. Hewan kecil berkaki delapan ini bisa berkembang biak dan membuat jaring di sudut-sudut rumah yang jarang dibersihkan.

    Jika dibiarkan, sarang laba-laba tak hanya mengganggu estetika, tapi juga menjadi pertanda bahwa rumah dalam kondisi kotor atau tidak terawat. Untuk itu, penting mengetahui cara mencegah laba-laba masuk ke rumah.

    Dilansir dari Real Simple dan Places for People, berikut ini tujuh cara yang bisa dilakukan untuk menghalau laba-laba agar tidak betah tinggal di rumah.


    1. Tutup Celah dan Retakan

    Laba-laba bisa masuk rumah melalui celah kecil di dinding, kusen jendela, maupun pintu. Lakukan pengecekan secara berkala dan segera tutup celah atau retakan dengan dempul agar mereka tak bisa menyelinap masuk.

    2. Rutin Bersihkan Rumah

    Laba-laba senang bersarang di tempat yang gelap dan jarang disentuh. Rutinlah membersihkan rumah, terutama di area langit-langit, kolong furnitur, hingga bagian belakang lemari.

    3. Rapikan Halaman Rumah

    Tanaman liar dan barang tak terpakai di halaman bisa jadi tempat ideal untuk laba-laba membuat sarang. Pastikan halaman tetap bersih, rumput tidak terlalu tinggi, dan barang-barang tertata rapi.

    4. Usir Serangga Lain

    Laba-laba memangsa serangga kecil seperti lalat dan semut. Dengan mengusir serangga lain terlebih dulu, otomatis laba-laba akan kehilangan sumber makanan dan enggan datang ke rumah.

    5. Matikan Lampu Luar Ruangan

    Lampu terang di luar rumah bisa menarik perhatian serangga, yang pada akhirnya mengundang laba-laba. Matikan lampu luar saat tidak digunakan, khususnya di malam hari.

    6. Tanam Tumbuhan Pengusir Laba-laba

    Beberapa tanaman seperti lavender, mint, dan citronella mengeluarkan aroma yang tidak disukai laba-laba. Tanam di sekitar rumah agar sekaligus memperindah halaman dan jadi pengusir alami.

    7. Gunakan Minyak Esensial

    Minyak esensial seperti peppermint dan tea tree juga bisa digunakan. Teteskan di sekitar pintu, jendela, atau sudut ruangan. Aromanya menyengat bagi laba-laba, tapi segar untuk penghuni rumah.

    Dengan langkah-langkah di atas, rumah tidak hanya lebih bersih dan nyaman, tapi juga bebas dari gangguan laba-laba. Selamat mencoba!

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Cara Cek Status Sertifikat Tanah Secara Online


    Jakarta

    Sertifikat tanah merupakan dokumen vital yang membuktikan kepemilikan sah atas suatu bidang tanah di mata hukum. Maka dari itu, penting untuk mengecek keabsahan sertifikat tanah sebelum membeli properti, agar tidak terjebak dalam transaksi bermasalah atau sertifikat palsu.

    Kabar baiknya, kini pengecekan sertifikat tanah tak perlu lagi dilakukan secara manual ke kantor pertanahan. Masyarakat sudah bisa mengeceknya secara online melalui beberapa platform resmi dari Kementerian ATR/BPN.

    Lantas, bagaimana cara mengecek status sertifikat tanah secara online? Simak panduannya berikut ini.


    Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

    Aplikasi Sentuh Tanahku dirancang oleh Kementerian ATR/BPN untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi pertanahan secara digital. Aplikasi ini tersedia di Google Play Store maupun App Store.

    Berikut langkah-langkahnya:

    • Unduh aplikasi Sentuh Tanahku
    • Buka aplikasi dan pilih ‘Masuk’, lalu klik ‘Daftar di Sini’ untuk membuat akun baru
    • Lengkapi data yang diminta, lalu cek email untuk mengaktifkan akun melalui tautan yang dikirim
    • Login menggunakan username dan password yang sudah dibuat
    • Di halaman utama, pilih menu ‘Cari Berkas’
    • Isi data yang diminta, lalu klik ‘Cari Berkas’
    • Jika datanya tersedia, informasi sertifikat tanah akan langsung muncul

    Lewat Situs BHUMI

    Alternatif lain, masyarakat bisa mengecek status bidang tanah melalui situs BHUMI (bhumi.atrbpn.go.id/peta). Layanan ini terintegrasi dengan sistem Geoportal ATLAS yang menampilkan peta bidang tanah yang terdaftar secara resmi.

    Berikut cara menggunakannya:

    • Buka situs bhumi.atrbpn.go.id/peta
    • Klik ikon kaca pembesar di bagian atas halaman (menu ‘Cari Lokasi’)
    • Pilih opsi ‘Pencarian Bidang’ (NIB/HAK/NIBEL)
    • Masukkan nama Kabupaten/Kota serta Desa/Kelurahan
    • Masukkan Nomor Identifikasi Bidang (NIB) atau Nomor Hak
    • Klik ‘Cari Bidang’, lalu sistem akan menampilkan informasi sertifikat jika sudah terdaftar

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 3 Penyebab Lalat Sering Muncul di Rumah dan Cara Cegahnya


    Jakarta

    Lalat merupakan serangga kecil yang dapat mengganggu manusia. Hewan ini memang tidak menggigit, tapi sering hinggap di makanan dan minuman yang kita konsumsi. Masalahnya, lalat dapat membawa kotoran yang bisa menimbulkan berbagai penyakit.

    Sebenarnya membasmi lalat terbilang cukup mudah, yakni bisa menggunakan obat semprotan nyamuk yang dijual bebas. Namun terkadang, lalat masih bisa datang lagi ke rumah meski sebelumnya sudah dibasmi.

    Ada sejumlah penyebab mengapa lalat bisa muncul lagi di rumah. Namun tenang, masalah lalat ini dapat dicegah dengan beberapa cara. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Lalat Sering Muncul di Rumah

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah penyebab lalat kerap muncul di rumah:

    1. Ada yang Membusuk di Dalam Rumah

    Lalat merupakan serangga yang memakan bahan organik. Hewan ini kerap mencari makan di dapur, meja makan, tempat sampah, tumpukan kompos, dan air yang menggenang.

    Lalat juga suka hinggap di bangkai hewan. Kalau kamu mencium aroma tak sedap di dalam rumah dan setelah dicari tahu ternyata ada bangkai hewan, maka tak heran jika menemukan banyak lalat beterbangan.

    Serangga kecil ini juga suka hinggap di makanan yang sudah membusuk. Apabila kamu tidak segera membuang sisa makanan yang ada di dapur atau tempat sampah, maka dapat mengundang lalat untuk datang ke rumah.

    2. Suhu Hangat

    Lalat termasuk hewan yang dapat berkembang biak pada suhu hangat, yakni sekitar 24 derajat Celcius atau lebih. Suhu hangat ini dapat membantu larva lalat cepat matang dalam waktu 4-13 hari saja.

    3. Cepatnya Reproduksi

    Secara umum, banyak dari spesies lalat yang mampu bereproduksi dengan cepat. Rata-rata umur seekor lalat adalah 15-30 hari dan bisa menghasilkan hingga 500 telur sepanjang umurnya.

    Lalu, rata-rata proses pertumbuhan telur hingga menjadi lalat dewasa hanya butuh waktu 7-10 hari saja. Bahkan lalat bisa semakin cepat tumbuh jika berkembang biak di suhu hangat.

    Jika kamu menemukan ada lima lalat betina di rumah, mungkin lalat tersebut dapat berkembang biak dan menghasilkan 2.000 ekor lalat dalam waktu kurang dari satu bulan. Wow!

    Cara Mencegah Lalat Berkembang Biak di Rumah

    Ketiga faktor di atas menjadi penyebab utama lalat kerap datang ke rumah. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya datang lagi. Berikut tipsnya:

    1. Jaga Kebersihan Rumah

    Cara yang paling ampuh adalah dengan selalu menjaga kebersihan rumah. Langkah ini sangat sederhana, yakni:

    • Buang sampah pada tempatnya
    • Segera cuci piring dan gelas setelah dipakai
    • Bersihkan sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai, dapur, atau meja makan
    • Segera buang sampah dapur keluar rumah agar tidak menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap.

    Apabila kamu memiliki hewan peliharaan, segera buang sisa kotoran dan bersihkan tempat untuk BAB-nya agar tidak mengundang lalat. Kamu juga perlu membersihkan tempat makannya agar tetap kering.

    2. Simpan Makanan dengan Baik

    Lalat bisa masuk ke dalam rumah karena menemukan sumber makanan. Jika kamu meletakkan sisa makanan di atas meja, sebaiknya ditutup dengan tisu, piring, atau penutup lainnya agar tidak digerogoti lalat. Bila perlu kamu menyimpan sisa makanan dan minuman ke dalam kulkas.

    3. Tutup Akses Masuk Lalat

    Pada dasarnya lalat hidup di luar ruangan. Serangga ini masuk ke dalam rumah karena ingin mencari makan atau tempat untuk berkembang biak.

    Maka dari itu, cobalah tutup akses masuk lalat dengan cara menutup rapat pintu. Selain itu, kamu juga bisa memasang jaring anti serangga di jendela atau pintu rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Ampuh Hilangkan Bekas Stiker di Permukaan Kaca


    Jakarta

    Melepas stiker yang menempel di permukaan kaca terbilang cukup sulit. Sebab bekas lem stiker terkadang menempel cukup kuat dan susah untuk dibersihkan.

    Jika bekas lem stiker tidak dibersihkan dapat mengganggu pemandangan karena terlihat kotor. Namun jika dibersihkan secara paksa, maka bisa merusak permukaan kaca hingga menimbulkan goresan.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui cara menghilangkan bekas stiker di permukaan kaca dengan tepat. Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Cara Ampuh Hilangkan Bekas Stiker di Permukaan Kaca

    Dilansir situs The Spruce, berikut sejumlah cara ampuh untuk menghilangkan bekas stiker yang menempel di permukaan kaca dengan benar:

    1. Alkohol Gosok

    Cara yang pertama dapat menggunakan alkohol gosok. Cairan ini berfungsi untuk melarutkan lem stiker yang sulit dibersihkan dari permukaan kaca.

    Caranya dengan membasahi bola kapas dengan cairan alkohol gosok, lalu oleskan ke bekas lem stiker di permukaan kaca. Kemudian diamkan selama 10 menit dan bersihkan dengan kain microfiber kering. Jika masih ada sisa bekas stiker, ulangi langkah-langkah tersebut dengan bola kapas baru.

    2. Soda Kue dan Air panas

    Soda kue atau baking soda ternyata juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas stiker di kaca. Agar lebih efektif, kamu perlu mencampur soda kue dengan air panas.

    Setelah dicampur, biarkan larutan soda kue perlahan menjadi dingin. Baru setelah itu tuang larutan tersebut ke bekas stiker di permukaan kaca. Gosok bagian yang lengket secara perlahan dengan kain microfiber lembap.

    Setelah itu, siram kaca dengan air sabun panas agar bekas lem dapat terangkat secara optimal, lalu bilas dengan air bersih untuk melarutkan sabun. Terakhir, lap permukaan kaca dengan kain microfiber kering.

    3. Cuka Putih

    Selain menambah rasa sedap pada makanan, cuka putih ternyata efektif untuk menghilangkan bekas stiker di kaca. Caranya sangat mudah, cukup tuang cuka putih ke kaca yang terdapat bekas lem stiker, lalu gosok perlahan dengan kain halus atau microfiber sampai hilang.

    4. Minyak Sayur

    Cara berikutnya bisa menggunakan minyak sayur. Sebab, minyak dapat melarutkan beberapa jenis lem seperti bekas stiker atau selotip di kaca.

    Cara pakainya, tuang minyak sayur ke bekas stiker di kaca secara menyeluruh, lalu tutup dengan plastik pembungkus dan biarkan selama 30 menit. Kemudian lepas plastik pembungkus dan kikis bekas lem yang menempel.

    Saat mengikis bekas stiker sebaiknya dilakukan secara perlahan agar tidak menimbulkan goresan di kaca. Jika sudah, siram dengan air sabun panas dan bilas dengan air bersih. Terakhir, keringkan permukaan kaca dengan kain microfiber kering.

    5. Hair Dryer

    Panas dari hair dryer ternyata ampuh untuk melunakkan perekat, terutama yang menempel di kaca. Namun, kamu tetap perlu mengikis bekas stiker dengan spatula plastik agar bisa hilang sekaligus tidak menimbulkan goresan.

    Gunakan hair dryer dengan suhu sedang sampai tinggi dan lakukan selama 1-2 menit. Jika masih ada sisa bekas stiker yang belum hilang, ulangi lagi cara tersebut sampai kaca benar-benar bersih.

    Demikian lima cara ampuh bersihkan bekas stiker di permukaan kaca. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Waspada! 3 Tempat di Rumah Ini Bisa Jadi Sarang Belatung


    Jakarta

    Belatung merupakan salah satu hewan yang biasa ditemukan di tempat kotor. Pada umumnya hewan ini sering terlihat di luar ruangan, tapi bisa juga muncul di dalam rumah.

    Dilansir situs Family Handyman, belatung adalah lalat muda alias larva lalat. Hewan ini tidak memiliki kaki dan warnanya putih. Dilihat secara sekilas belatung mirip seperti cacing. Hewan ini memiliki 1-2 bintik hitam pada salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai lubang pernapasan.

    Secara umum, belatung dapat ditemukan dalam jumlah banyak pada satu tempat tertentu. Mereka akan berubah menjadi kepompong, lalu akhirnya menjadi lalat.


    Belatung dapat hilang dengan sendirinya jika sudah menjadi lalat dan memakan semua sumber makanan, sehingga area tersebut tak bisa lagi menjadi tempat bertelur. Faktor cuaca juga dapat membunuh belatung karena tidak dapat bertahan hidup di kondisi terlalu dingin atau panas.

    Meski biasa ditemukan di luar ruangan yang kotor dan bau, bukan berarti belatung tidak dapat muncul di dalam rumah. Ada beberapa tempat yang menjadi ‘sarang’ bagi belatung untuk hidup. Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Belatung Bisa Muncul di Rumah, Ini Tempatnya

    Dikutip situs Homes and Garden, berikut sejumlah tempat di dalam rumah yang sering muncul belatung dalam jumlah banyak:

    1. Tempat Sampah Terbuka

    Salah satu area yang kerap terdapat banyak belatung adalah tempat sampah. Sebab, lalat senang berada di tempat kotor dan bau untuk mencari sumber makanan. Di sisi lain, lalat juga dapat bertelur di tempat sampah karena menyediakan sumber makanan bagi larva.

    Maka dari itu, pastikan kamu selalu rutin membuang sampah yang ada di dalam rumah. Jangan biarkan menumpuk selama berhari-hari karena bisa memicu munculnya belatung.

    Selain itu, jangan biarkan tempat sampah terus terbuka setiap saat. Hal itu juga dapat mengundang lalat untuk datang dan berkembang biak di sana.

    2. Piring Kotor

    Selain di tempat sampah, belatung juga bisa muncul di piring kotor. Soalnya, lalat dapat hinggap dan bertelur di atas piring yang penuh sisa makanan. Lalat menganggap tempat itu sangat sempurna untuk berkembang biak serta sumber makanan bagi belatung.

    Untuk itu, jangan pernah membiarkan piring kotor di wastafel atau di meja makan selama berhari-hari. Segera cuci piring tersebut sampai bersih dan lap menggunakan kain kering.

    Tak hanya piring makan, kamu juga perlu mencuci tempat makan milik hewan peliharaan di rumah. Pastikan tidak ada sisa makanan yang tertinggal karena dapat mengundang lalat dan serangga lainnya untuk datang.

    3. Halaman Rumah

    Belatung juga bisa ditemukan di sekitar perkarangan rumah. Umumnya hal ini disebabkan karena ada kotoran hewan, bangkai binatang, atau kompos yang tidak segera dibersihkan. Maka jangan heran kalau ditemukan banyak lalat dan belatung di halaman.

    Tips Membasmi Belatung di Rumah

    Kamu dapat membasmi belatung dengan menggunakan obat semprotan nyamuk. Jika sudah mati, kamu bisa menyingkirkannya dengan vacuum cleaner atau sapu.

    Jika masih ada sejumlah belatung yang hidup, kamu bisa membasminya dengan membuat larutan alami dari garam dan cuka putih. Berikut langkah-langkahnya:

    • Tuang 2 sendok makan garam ke dalam wadah, lalu campur cuka putih secukupnya
    • Masukkan 2-3 gelas air panas ke dalam wadah, kemudian aduk hingga merata
    • Setelah itu, tuang larutan tersebut ke dalam botol semprot
    • Semprotkan cairan garam dan cuka putih ke area yang terdapat belatung di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Black Mold Bisa Muncul di Dinding Kamar Mandi, Ini Cara Atasinya!


    Jakarta

    Jamur hitam atau black mold dapat muncul di dalam rumah, salah satunya di area kamar mandi. Disebut black mold karena jamur tersebut punya warna hitam.

    Munculnya black mold di kamar mandi tak bisa dianggap sepele. Hal tersebut menandakan kalau sirkulasi udara sangat buruk dan terjadi kelembapan yang berlebih.

    Dilansir situs Real Simple, membersihkan black mold juga tidak bisa sembarangan. Apabila tak sengaja menghirup jamur hitam bisa menyebabkan gangguan pernapasan. Jika menyentuhnya dengan tangan kosong dapat memicu alergi.


    Apabila kamu melihat ada noda hitam di dinding kamar mandi, bisa jadi pertanda bahwa terdapat black mold. Sebaiknya segera diatasi sebelum jamur tersebut makin melebar ke seluruh ruangan.

    Ingin tahu cara mengatasi black mold yang ada di kamar mandi? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

    Cara Atasi Black Mold di Kamar Mandi

    Membasmi black mold di kamar mandi bisa menggunakan sejumlah bahan yang mudah didapat, seperti pemutih atau soda kue. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

    1. Pemutih

    • Tuang 1-2 cangkir pemutih ke dalam wadah berisi air
    • Celupkan spons ke dalam wadah, lalu oleskan spons pada bagian dinding yang terdapat jamur hitam
    • Ambil sejumlah bola kapas dan celupkan ke dalam larutan tersebut, lalu tempelkan di atas jamur hitam
    • Diamkan selama 15 menit, lalu angkat bola kapas dan gosok jamur hitam dengan sikat
    • Bilas dengan air bersih dan biarkan mengering
    • Jika masih menemukan black mold, ulangi langkah ini sampai benar-benar hilang.

    2. Soda Kue

    • Tuang 1/2 cangkir soda kue ke dalam wadah, lalu campurkan dengan 3-4 sendok makan air. Jumlah takaran air bisa disesuaikan hingga menjadi pasta kental
    • Lalu, oleskan pasta soda kue ke area yang terdapat black mold di kamar mandi
    • Diamkan selama 30 menit agar soda kue bereaksi terhadap jamur hitam
    • Setelah itu, gosok dengan sikat dan bilas menggunakan air bersih.

    3. Cuka Putih

    • Tuang 4-5 sendok makan cuka putih ke dalam botol semprot, lalu campur dengan air secukupnya
    • Lalu kocok botol semprot hingga air dan cuka putih tercampur rata
    • Semprotkan larutan cuka pada permukaan dinding yang terkena black mold
    • Diamkan selama 1 jam agar cuka putih bereaksi terhadap jamur hitam
    • Setelah itu, semprot kembali jamur hitam dengan larutan cuka putih dan sikat sampai bersih
    • Bilas dengan air bersih agar jamur hitam ikut larut.

    Sebagai catatan, gunakan masker, sarung tangan karet, dan pelindung mata saat membersihkan black mold di kamar mandi. Selain itu, nyalakan kipas angin atau buka pintu kamar mandi dan jendela untuk meningkatkan ventilasi udara.

    Meski black mold sudah berhasil diatasi, tapi seiring waktu bisa muncul kembali. Hal ini dapat terjadi karena tingkat kelembapan yang tinggi di kamar mandi.

    Untuk mencegah jamur hitam muncul lagi, kamu perlu memiliki ventilasi udara yang baik dan suhunya diusahakan tetap normal. Solusinya adalah dengan memasang exhaust fan di kamar mandi untuk menghilangkan udara lembap, bau tidak sedap, serta mengeluarkan hawa panas.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com