Author: Gak Ganti Gambar

  • Rumah Suka Diserbu Kaki Seribu? Ini Penyebab dan Cara Basminya


    Jakarta

    Kaki seribu adalah antropoda yang mempunyai banyak kaki. Makhluk kecil ini terkadang ditemukan merayap di dalam rumah.

    Meski bukan hewan yang berbahaya, kehadiran kaki seribu membuat sebagian penghuni nggak nyaman. Ada penghuni yang merasa jijik atau ngeri kalau melihat kaki seribu.

    Bagi penghuni yang tidak suka kaki seribu, ada baiknya tahu penyebab kemunculannya. Dengan begitu, penghuni tahu cara mencegah kaki seribu masuk rumah.


    Lalu, kenapa kaki seribu menyerbu rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Penyebab Kaki Seribu Masuk Rumah

    Inilah beberapa faktor penyebab kaki seribu datang ke rumah.

    1. Ada Celah di Rumah

    Dikutip dari Forbes Home, kaki seribu bisa masuk rumah melalui retakan atau celah pada bangunan rumah seperti fondasi dan pintu. Pastikan untuk menutup celah yang bisa menjadi akses masuk kaki seribu. Selain itu, perbaiki saluran air di rumah yang memungkinkan kaki seribu masuk.

    2. Rumah Lembap

    Kaki seribu hidup di tempat yang lembap. Nah, rumah yang lembap merupakan tempat yang menarik bagi mereka.

    Penghuni sebaiknya menjaga tingkat kelembapan dengan ‘mengeringkan’ bagian-bagian rumah, termasuk kamar mandi. Penghuni juga bisa memanfaatkan dehumidifier untuk menghilangkan kelembapan di rumah.

    3. Ada Tanaman Membusuk

    Kaki seribu merupakan pemakan bahan organik yang sudah mati atau membusuk (saprofit). Penghuni dapat mencegah kedatangannya dengan menyingkirkan rerumputan busuk atau lapisan kompos.

    4. Ada Genangan Air

    Dilansir dari Southern Living, genangan air menarik perhatian kaki seribu. Sebaiknya periksa genangan air di sekitar fondasi rumah dan segera hilangkan.

    Lalu, perbaiki pipa atau keran yang bocor di dalam rumah. Penghuni dapat memasang pelindung percikan, saluran pembuangan, atau pipa untuk mencegah genangan air di sekitar rumah.

    Cara Basmi Kaki Seribu

    Jika rumah diserbu kaki seribu, penghuni bisa membasminya dengan mudah. Berikut ini cara menyingkirkan kaki seribu.

    1. Buang Kaki Seribu

    Cara paling mudah untuk basmi kaki seribu adalah mengangkat dan membuangnya ke luar rumah. Penghuni dapat memakai alat bantu seperti penyedot debu buat membuang kaki seribu.

    2. Cairan Pengusir Kaki Seribu

    Senyemprotkan cairan atau butiran insektisida pada fondasi dan dinding luar rumah. Langkah ini membantu mencegah serangga masuk ke dalam rumah.

    Selain itu, minyak esensial dan cabai rawit bisa menjadi opsi bahan alami buat basmi kaki seribu. Taburkan atau semprotkan bahan tersebut di area yang rawan dilalui kaki seribu.

    Itulah penyebab dan cara mengatasi kaki seribu. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Harus Cuci Seprai? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Seprai merupakan pelindung kasur yang lama kelamaan bisa saja jadi sarang kuman, debu, maupun sel kulit mati. Maka dari itu, menyuci seprai perlu dilakukan agar tidak menjadi sarang kuman.

    Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah seberapa sering cuci seprai harus dilakukan? Sebenarnya, hal ini sangat tergantung dari pemilik kamar.

    Para ahli kesehatan menyarankan setidaknya ganti seprai setiap satu atau dua minggu sekali. Dilansir dari Cleveland Clinic, dermatologist atau dokter kulit Sean McGregor menyarankan untuk mengganti seprai setiap seminggu sekali, namun untuk bantal dan selimut bisa dicuci setiap beberapa bulan sekali. Hal ini untuk membatasi jumlah kuman dan organisme kecil lainnya di kasur.


    Nah, ada beberapa faktor yang memengaruhi seberapa sering mencuci seprai. Apabila pemilik kamar memiliki asma, sering berkeringat, kondisi cuaca panas atau lembap, hewan peliharaan tidur di kasur yang sama, maupun baru sembuh sakit, sebaiknya lebih sering mencuci seprai.

    Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seprai harus segera dicuci, yaitu:

    – Seprai terasa lengket
    – Ada noda
    – Bau tidak sedap
    – Ada kotoran atau serangga yang mengiritasi kulit

    Cara Menjaga Kasur Tetap Bersih

    dr. McGregor memberikan beberapa tips untuk menjaga agar kasur tetap bersih. Berikut ini informasinya.

    1. Rutin Ganti Seprai

    Mengganti seprai setiap seminggu atau dua minggu sekali bisa menjaga kasur tetap bersih. Untuk bantal dan selimut bisa dicuci setiap enam bulan sekali atau ketika diperlukan.

    2. Cuci Pakai Air Panas

    Tips selanjutnya adalah cuci dengan air panas. Air panas bisa membunuh tungau debu dan membuat seprai lebih bersih.

    3. Jangan Langsung Rapikan Kasur saat Bangun Tidur

    Disarankan, jangan langsung merapikan kasur sesudah bangun tidur. Berikan waktu agar keringat kering terlebih dahulu.

    “Ini akan mengurangi kelembapan yang dibutuhkan tungau debu dan bakteri untuk berkembang,” kata dr. McGregor, dikutip dari Cleveland Clinic, Rabu (27/8/2025).

    4. Bersihkan Kasur

    Seperti bantal dan guling, kasur juga perlu dibersihkan setidaknya setiap enam bulan sekali. Gunakan penyedot debut untuk menghilangkan kotoran di kasur dan kebut permukaan kasur untuk menghilangkan tungau debu maupun sel kulit mati.

    Manfaat Seprai Bersih

    Mencuci seprai setidaknya seminggu sekali memiliki beberapa manfaat, seperti meningkatkan kualitas tidur, mengurangi gejala alergi, mengurangi ketidaknyamanan, menghilangkan bau dan noda, serta memastikan kulit yang lebih sehat.

    Itulah informasi mengenai seberapa sering seprai harus dicuci.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Hal Sederhana yang Bikin Nyamuk Nggak Bakal Masuk ke Rumah


    Jakarta

    Nyamuk merupakan salah satu serangga yang kerap mengganggu manusia. Hewan ini sering kali menggigit manusia sehingga bikin kulit jadi bentol dan gatal-gatal.

    Lebih parah lagi, gigitan nyamuk bisa menyebabkan seseorang mengalami demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti.

    Jika nyamuk sering masuk ke dalam rumah, jangan khawatir. Sebab, ada beberapa cara sederhana yang bikin nyamuk ogah datang lagi ke rumah kamu. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    4 Hal Sederhana yang Bikin Nyamuk Nggak Bakal Masuk Rumah

    Dilansir situs Better Homes & Gardens, berikut sejumlah tips sederhana yang dapat mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah:

    1. Tutup Celah di Rumah

    Langkah yang pertama adalah dengan menutup celah di rumah. Sebab, nyamuk bisa masuk lewat lubang tersebut karena memiliki ukuran badan kecil.

    Apabila rumah kamu dilengkapi dengan ventilasi udara dianjurkan memasang jaring. Fungsinya agar nyamuk tidak bisa masuk ke dalam rumah dan ventilasi tetap berfungsi mengalirkan udara.

    Selain itu, tutup pintu saat sore dan malam hari karena pada waktu tersebut nyamuk sering beterbangan. Tutup pintu dengan rapat supaya nyamuk tak bisa masuk ke dalam rumah.

    2. Pakai Pewangi Ruangan

    Kamu juga bisa menambahkan pewangi ruangan di beberapa sudut rumah untuk mencegah nyamuk datang. Agar lebih efektif, pilih wangi yang mengeluarkan aroma menyengat seperti serai, lavender, pepermin, atau kayu manis.

    Pewangi ruangan yang dipasang bisa berupa semprotan, lilin, atau diffuser yang diletakkan di sudut rumah. Jadi fungsinya tak hanya mengusir nyamuk, tapi juga membantu menyegarkan ruangan.

    3. Pasang Tanaman Hias

    Kalau tidak mau menggunakan pewangi ruangan, kamu bisa membeli tanaman hias seperti mint, marigold, lavender, dan serai. Tanaman tersebut diklaim dapat mengusir nyamuk secara efektif.

    Letakkan tanaman hias ini di sudut-sudut ruangan. Pastikan tanaman hias juga disiram dan ditaruh di tempat yang terkena sinar matahari agar tetap tumbuh.

    4. Atur Tingkat Kelembapan

    Mengatur tingkat kelembapan di rumah bisa menjadi salah satu langkah efektif untuk mengusir nyamuk. Salah satu caranya adalah dengan menyalakan AC.

    AC yang menyala dapat mendinginkan sekaligus menurunkan kelembapan ruangan. Kondisi ini dinilai kurang ideal bagi nyamuk untuk bertahan hidup sehingga memilih untuk pergi.

    Demikian empat hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah nyamuk masuk ke rumah. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Serangan Kutu Putih Rusak Tanaman, Begini Cara Basminya


    Jakarta

    Kutu putih adalah serangga yang suka hinggap di tanaman. Pemilik tanaman mesti waspada karena serangga ini suka merusak tanaman.

    Kehadiran kutu putih dapat menghambat pertumbuhan, bahkan mematikan tanaman dengan cara mengisap sarinya. Lalu, biasanya akan muncul residu putih pada tanaman.

    Kemunculan kutu putih bisa dipicu oleh kadar nitrogen dan pertumbuhan lunak tanaman. Kondisi tersebut bisa akibat penghuni memberikan terlalu banyak pupuk.


    Selain itu, serangga putih ini tertarik dengan tanaman yang punya banyak sari buah, misalnya tanaman jeruk dan mangga. Sari buah merupakan makanan kutu putih.

    Jika tanaman sudah terlanjur diserang kutu putih, bagaimana cara basminya ya? Simak tipsnya berikut ini.

    Cara Basmi Kutu Putih

    Inilah beberapa cara untuk membasmi kutu putih yang hinggap pada tanaman, dikutip dari The Spruce dan Martha Stewart.

    1. Siram Air

    Kalau serangan kutu putih tergolong ringan, penghuni dapat mengatasinya dengan menyiram air. Posisikan bagian tanaman yang terdapat kutu putih di bawah keran, lalu alirkan airnya.

    2. Pangkas Sebagian Tanaman

    Penghuni bisa memotong bagian tanaman yang terserang kutu putih yang tergolong cukup berat. Langkah ini untuk mencegah kutu putih menyerang bagian tanaman lain.

    3. Semprot Larutan Minyak Nimba

    Buatlah insektisida organik menggunakan minyak nimba buat basmi kutu putih. Caranya dengan mencampurkan 1-2 sdm minyak nimba dengan 1-2 sdt sabun cuci piring dan 3,7 liter air ke dalam botol semprot.

    Semprotkan cairan itu ke tanaman yang terinfeksi kutu putih pada pagi dan sore hari. Ulangi penyemprotan 1-2 minggu kemudian kalau belum teratasi.

    4. Semprot Cairan Anti Kutu Putih

    Selain itu, penghuni bisa bikin cairan anti kutu putih dari bawang bombai, bawang putih dan bubuk cabai. Semprotkan cairan itu pada bagian tanaman yang terinfeksi selama beberapa hari.

    Cara buatnya dengan blender bahan-bahan hingga menjadi pasta dan tambahkan 1 liter. Diamkan campuran itu selama satu jam, lalu saring menggunakan kain tipis. Lalu, tambahkan sabun cuci piring cair dan aduk hingga rata.

    Masukan cairan ke dalam botol semprot agar siap pakai. Semprotan anti kutu putih ini dapat bertahan selama seminggu di dalam kulkas.

    5. Sebarkan Serangga Predator

    Terakhir, penghuni dapat mengatasi serangan kutu putih ringan dengan menyebarkan serangga predator. Tawon parasitoid (leptomastix dactylopii) dan kumbang Cryptolaemus montrouzieri mampu membutuh kutu putih, tetapi proses pembasmian butuh waktu yang cukup lama.

    Itulah cara mengatasi kutu putih yang menyerang tanaman. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/dhw)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Penyebab Cat Dinding Rumah Lembap dan Mengelupas


    Jakarta

    Dinding rumah perlu dicat agar hunian terlihat lebih berwarna dan estetis. Akan tetapi, dinding rumah bisa saja mengalami kelembapan tinggi sehingga interior rumah terlihat kusam.

    Jika dinding rumah sudah lembap, maka cat yang menempel di tembok dapat terkelupas. Lalu, muncul seperti benjolan dari dalam dinding yang membuat interior rumah jadi terlihat jelek.

    Untuk mencegah hal tersebut, detikers perlu tahu apa saja penyebab cat dinding rumah lembap dan mengelupas. Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel ini.


    Penyebab Cat Dinding Lembap dan Mengelupas

    Ada sejumlah penyebab cat dinding rumah mengalami lembap hingga mengelupas. Dilansir situs Home Building and Renovating, berikut penyebabnya:

    1. Kondensasi

    Faktor utama cat dinding lembap dan mengelupas karena mengalami kondensasi. Perlu diketahui, kondensasi bisa terjadi ketika udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

    Saat udara mendadak dingin secara cepat maka memicu terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya akan menjadi lembap.

    Jika kondensasi ini terus dibiarkan bisa menyebabkan masalah lain yang lebih parah, seperti cat dinding mengelupas dan muncul jamur hitam (black mold) di dinding hingga langit-langit rumah.

    2. Dinding Retak

    Adanya dinding retak di rumah juga bisa menjadi penyebabnya. Seiring waktu, dinding rumah bisa mengalami keretakan dalam bentuk halus ataupun lebar.

    Kondisi itu membuat kelembapan dapat masuk ke dinding lewat celah retakan. Lalu, air yang masuk ke dalam dinding tidak bisa keluar lagi, sehingga menyebabkan bercak lembap di dinding bagian dalam.

    3. Ada Pipa Air yang Bermasalah

    Faktor lainnya disebabkan oleh masalah pada sejumlah pipa air rumah yang bocor. Terkadang, beberapa penghuni rumah menganggap sepele masalah ini karena air yang menetes dalam jumlah kecil.

    Padahal, jika pipa bocor didiamkan selama berbulan-bulan bisa menimbulkan masalah besar, salah satunya dinding menjadi lembap. Soalnya, tetesan air yang keluar dari pipa dan mengenai dinding bisa memicu kelembapan yang sangat tinggi di area tersebut.

    Dalam jangka waktu lama, kelembapan pada dinding akibat pipa air bocor dapat merusak struktur rumah. Kondisi itu menyebabkan korosi pada material bangunan seperti kayu, batu bata, dan semen.

    4. Perubahan Suhu Ekstrem

    Perubahan suhu dan cuaca yang ekstrem juga bisa memicu kelembapan pada cat dinding hingga akhirnya mengelupas. Ketika suhu udara panas bertemu dengan suhu dingin bisa menyebabkan cat dinding rusak. Alhasil, cat yang awalnya menempel dengan erat perlahan akan kendur dan mudah terkelupas.

    Demikian empat penyebab cat dinding rumah mengalami lembap dan mengelupas. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Air Panas Bisa Rusak Pipa Pembuangan, Begini Cara Buang yang Benar



    Jakarta

    Siapa di sini yang masih sering membuang air panas ke bak cucian piring atau wastafel? Bentuk air panasnya seperti air bekas merebus mie, air panas bekas rebusan telur, atau air panas bekas membersihkan botol dot bayi.

    Ternyata air panas nggak bisa dibuang sembarangan apalagi ke bak cucian piring atau wastafel. Efeknya memang tidak terlihat secara langsung, melainkan setelah dilakukan secara berulang, dengan suhu yang sangat panas, dan dalam jumlah yang banyak.

    Dilansir WP Plumbing, air panas merupakan musuh dari saluran pembuangan. Sebagian besar bahan saluran pembuangan tidak didesain untuk menahan suhu tinggi. Apabila disiram air panas secara terus menerus yang terjadi justru dinding pipa akan semakin tipis.


    Perlu diketahui rata-rata material yang dipakai pada pipa pembuangan air di bak cuci piring dan wastafel terbuat dari PVC, Pex, dan CPVC. Bahan-bahan tersebut tidak tahan terhadap panas terutama di atas 60℃.

    Dinding yang tipis dapat menyebabkan kerusakan lanjutan, seperti muncul lubang pada dinding, pipa menciut, pipa berubah bentuk, hingga muncul kebocoran. Lubang-lubang yang muncul juga bisa membuat sisa makanan padat di pipa pembuangan tersangkut karena permukaan dinding dalam tidak mulus.

    Selain itu, air panas juga bisa menyebabkan sisa minyak dan lemak yang menyangkut di dalam pipa, meleleh dan bergerak lebih jauh ke saluran pembuangan. Sisa minyak dan lemak akan semakin sulit dijangkau dan bisa menyumbat pipa saluran pada wastafel.

    Cara Buang Air Panas yang Benar

    Meskipun sebaiknya dihindari, air panas bisa dibuang melalui bak cuci piring atau wastafel. Caranya adalah dengan mencampur air panas dengan air biasa sebelum membuangnya.

    Dengan mencampurkan air panas dengan air biasa, suhu air akan menurun. Untuk takaran antara air biasa dengan air panas tergantung pada banyaknya air panas. Sebelum dibuang wajib mengecek suhu air dengan mencelupkan tangan ke dalam. Apabila masih panas, tambahkan lebih banyak air sampai tidak terasa panas. Cara ini tidak cocok untuk air yang sudah tercampur minyak atau larutan tepung dan kopi karena ampasnya justru bisa menyebabkan penyumbatan pada saluran.

    Apabila air tercampur minyak atau terdapat ampas benda yang cukup padat, sebaiknya dibuang di dalam plastik khusus atau memisahkan benda padat dan cair tersebut sebelum air dibuang.

    Itulah penjelasan soal larangan membuang air panas ke saluran air. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/aqi)



    Sumber : www.detik.com

  • Basmi Kutu Busuk di Kasur Bisa Pakai Alkohol, Begini Caranya


    Jakarta

    Kutu busuk adalah salah satu jenis serangga yang sering muncul di kasur atau sofa. Jika tergigit kutu busuk maka bisa menyebabkan kulit menjadi merah dan gatal-gatal.

    Serangga kecil ini kerap bersembunyi di pinggir dan dalam kasur, terutama area yang jarang terkena sinar matahari. Maka dari itu, perlu ketelitian dalam membasmi kutu busuk agar benar-benar lenyap.

    Penting juga untuk memilih cara yang tepat dalam membasmi kutu busuk, salah satunya menggunakan alkohol. Lantas, bagaimana caranya? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Basmi Kutu Busuk Pakai Alkohol

    Banyak pemilik rumah yang menggunakan cairan alkohol untuk mengusir kutu busuk di kasur. Sebab, kutu busuk dewasa yang terpapar alkohol akan langsung mati.

    Dilansir The Spruce, alkohol bekerja cepat menembus lapisan luar tubuh kutu busuk. Dalam sebuah studi, kutu busuk bisa langsung mati dalam waktu 30 detik setelah terpapar alkohol.

    Meski begitu, penggunaan alkohol dinilai tidak efektif 100% untuk membunuh kutu busuk. Sebab, alkohol yang sudah mengering di kain atau permukaan kasur maka tidak efektif lagi.

    “Alkohol dapat menguap dengan cepat, jadi tidak akan membunuh kutu busuk yang bersentuhan dengan area yang telah disiram alkohol,” kata pakar pengendali hama Georgios Liakopoulos.

    Liakopoulos mengatakan kutu busuk atau telurnya yang bersembunyi di balik kasur mungkin tidak akan mati jika cairan alkohol tidak mengenai tempat persembunyiannya.

    Lebih lanjut, Liakopoulos menyarankan agar menggunakan jenis alkohol berkonsentrasi 70% agar lebih optimal membasmi kutu busuk. Alkohol dengan konsentrasi 90% dan 99% mengandung lebih sedikit air.

    Cara Pakai Alkohol untuk Basmi Kutu Busuk

    Berikut cara menggunakan alkohol untuk membasmi kutu busuk di kasur dengan mudah dan tepat:

    1. Isi botol semprot dengan cairan alkohol berkonsentrasi 70%
    2. Sebelum menyemprotkan cairan alkohol, pastikan jendela dan pintu kamar dibuka lebar agar udara mengalir lewat ventilasi
    3. Semprotkan cairan alkohol di tempat yang terdapat kutu busuk, seperti di jahitan, tepian, dan lipatan kasur
    4. Semprot juga cairan alkohol di bantal, guling, seprai, dan selimut yang terdapat kutu busuk
    5. Untuk bagian rangka kasur, gunakan bola kapas atau kain yang telah dioleskan alkohol. Lalu gosok secara perlahan pada permukaan yang terdapat kutu busuk
    6. Semprotkan cairan alkohol pada retakan atau celah perabot kayu di dekat tempat tidur atau area lainnya yang dihinggapi kutu busuk
    7. Setelah alkohol mengering, sedot sisa-sisa kutu busuk yang sudah mati dengan vacuum cleaner
    8. Lap permukaan rangka kasur yang sebelumnya diolesi alkohol dengan air bersih dan kain.

    Sebagai pengingat, cairan alkohol sangat mudah terbakar jika terkena api. Maka dari itu, jauhkan tempat tidur yang terkena alkohol dari api dan sumber panas.

    Selain itu, semprot atau oleskan alkohol di tempat tidur dengan secukupnya. Hindari merendam kain seperti bantal, guling, atau selimut ke dalam alkohol karena bisa merusak bahan.

    Itu dia cara membasmi kutu busuk di kasur yang tepat dengan alkohol. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Cara Mudah Atasi Cat Dinding Rumah yang Lembap dan Mengelupas


    Jakarta

    Dinding rumah bisa mengalami lembap karena adanya retakan halus, pipa air bocor, atau kondensasi. Jika masalah ini tidak segera diatasi, cat dinding bisa rusak dan akhirnya terkelupas karena kelembapan yang tinggi.

    Sayangnya, tidak semua pemilik rumah tahu bagaimana cara mengatasi cat dinding yang lembap dan mengelupas. Jika salah prosedur malah bisa membuat dinding semakin rusak.

    Ingin tahu cara mudah mengatasi cat dinding yang mengelupas karena lembap? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Cara Atasi Cat Dinding Rumah Lembap dan Mengelupas

    Kalau cat dinding rumah sudah lembap, sebaiknya segera diatasi sebelum kondisinya semakin parah. Dikutip dari New Line Painting, berikut cara mengatasi dinding lembap dan cat mengelupas:

    1. Bersihkan Dinding dari Cat yang Mengelupas

    Langkah pertama adalah membersihkan cat dinding yang mengelupas dengan cara mengikisnya. Cara ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang halus.

    Untuk membersihkan cat dinding yang terkelupas dapat menggunakan alat pengikis khusus. Apabila ada noda atau minyak yang menempel, sebaiknya dibersihkan dulu dengan air, sabun, dan kain.

    2. Cari Tahu Masalahnya

    Setelah mengikis seluruh cat dinding, kini saatnya mengidentifikasi masalahnya. Cari tahu apa yang memicu dinding menjadi lembab, cat mengelupas, dan terdapat noda hitam (black mold).

    Cek juga seluruh permukaan dinding secara teliti untuk melihat apakah ada retakan halus atau cukup lebar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan tindakan pencegahan sesuai masalah yang terjadi.

    3. Amplas Dinding

    Lakukan pengamplasan pada dinding secara perlahan agar permukaan tembok rumah kembali halus. Langkah ini dilakukan jika terdapat retakan halus pada dinding hunian.

    4. Gunakan Cat Primer Berkualitas

    Usai dinding diamplas sampai halus, langkah berikutnya adalah mengecat ulang dinding dengan cat dasar atau primer. Sebaiknya menggunakan cat dasar yang berkualitas agar tahan lama dan hasilnya baik.

    Penggunaan cat dasar dapat meminimalisir cat dinding mengelupas yang disebabkan oleh suhu lembap atau jamur. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

    5. Mengecat Ulang Dinding

    Usai melapiskan cat primer pada dinding, langkah terakhir adalah mengecat ulang seluruh tembok sesuai dengan warna keinginan. Pastikan kamu menggunakan merek cat yang berkualitas tinggi agar memberikan proteksi terbaik sekaligus tahan lama.

    Demikian lima cara mudah mengatasi cat dinding rumah lembap dan mengelupas. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Basmi Belatung di Tempat Sampah Bisa Pakai Pemutih, Ini Caranya!


    Jakarta

    Belatung adalah salah satu hewan yang sering ditemukan di tempat kotor. Belatung biasanya muncul di luar ruangan, tetapi juga bisa ada di dalam rumah seperti di tempat sampah.

    Kehadiran belatung di tempat sampah bikin sebagian orang merasa jijik. Selain itu, kemunculan belatung juga menandakan kalau rumah kamu sangat jorok karena tempat sampah tidak segera dibuang dan dibiarkan menumpuk.

    Bagi kamu yang sedang pusing mencari cara membasmi belatung, jangan khawatir. Sebab, hewan ini dapat dibasmi dengan hanya menggunakan pemutih. Bagaimana caranya? Simak dalam artikel ini.


    Cara Basmi Belatung dengan Pemutih

    Sebagai informasi, belatung adalah lalat muda alias larva lalat. Hewan ini tidak memiliki kaki dan warnanya putih. Dilihat secara sekilas belatung mirip seperti cacing. Hewan ini memiliki 1-2 bintik hitam pada salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai lubang pernapasan.

    Pada umumnya belatung dapat ditemukan dalam jumlah banyak pada satu tempat tertentu. Mereka akan berubah menjadi kepompong, lalu akhirnya menjadi lalat.

    Belatung dapat hilang dengan sendirinya jika sudah menjadi lalat dan memakan semua sumber makanan, sehingga area tersebut tak bisa lagi menjadi tempat bertelur. Faktor cuaca juga dapat membunuh belatung karena tidak dapat bertahan hidup di kondisi terlalu dingin atau panas

    Jika kamu menemukan ada banyak belatung di rumah, terutama di tempat sampah dapur, sebaiknya segera dibasmi sebelum jumlahnya semakin banyak. Cara basmi belatung bisa menggunakan cairan pemutih saja, lho.

    Dilansir situs The Spruce, berikut cara basmi belatung dengan menggunakan pemutih pakaian:

    1. Tuang cairan pemutih ke tisu dapur, jangan terlalu banyak karena membuat tisu hancur
    2. Oleskan tisu yang berisi cairan pemutih ke area yang banyak ditemukan belatung, khususnya di tempat sampah. Jika merasa jijik, gunakan sarung tangan karet saat mengoleskan tisu
    3. Buang tisu yang sudah berisi belatung tersebut ke tempat sampah
    4. Diamkan selama beberapa saat, kemudian cek kembali apakah belatung sudah mati atau belum.

    Selain mengoleskan tisu yang sudah dibasahi cairan pemutih ke tempat sampah, kamu juga dapat membuat obat semprot dari pemutih. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Tuang sekitar 50-100 ml cairan pemutih ke dalam botol semprot, lalu campurkan dengan air secukupnya
    2. Kocok botol hingga pemutih dan air tercampur rata
    3. Semprotkan cairan pemutih ke area yang terdapat belatung di tempat sampah
    4. Tunggu sesaat sampai cairan pemutih bereaksi untuk membunuh belatung.

    Perlu diingat, jauhkan hewan peliharaan dan anak kecil saat menggunakan obat semprot pemutih agar tidak terpapar kandungan zat di dalamnya.

    Demikian cara membasmi belatung hanya dengan cairan pemutih. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Ampuh Hilangkan Bau Pesing! Begini Cara Bersihkan Pipis Kucing di Rumah


    Jakarta

    Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Namun, jika kucing kamu sering pipis di dalam rumah tentu rasanya bikin kesal.

    Pipis kucing dapat mengeluarkan bau tak sedap ke seluruh ruangan. Hal ini bisa membuat kamu atau tamu yang datang ke rumah jadi merasa tidak nyaman.

    Jika kucing peliharaan kamu pipis sembarangan, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak bau dan kotor. Nah, untuk membersihkan pipis kucing juga tidak bisa sembarangan.


    Ingin tahu cara membersihkan pipis kucing di rumah biar nggak bau pesing? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Cara Bersihkan Pipis Kucing di Rumah

    Apabila kucing kamu kedapatan habis pipis sembarangan di rumah, lakukan tiga cara ini agar baunya cepat hilang yang dilansir situs The Vets:

    1. Segera Bersihkan

    Langkah yang pertama adalah segera membersihkan pipis kucing yang ada di lantai rumah. Cara ini dilakukan agar bau pesing tidak menyebar ke seluruh ruangan.

    Saat membersihkan pipis kucing sebaiknya menggunakan sarung tangan. Soalnya, di dalam pipisnya mengandung bakteri dan kuman yang dapat menyebabkan penyakit bagi manusia.

    2. Bersihkan Pakai Kain atau Tisu

    Untuk mengeringkan pipis kucing di lantai bisa dilap dengan tisu atau kain kering. Lalu, segera buang ke kantong sampah dan masukkan ke dalam tempat sampah. Pastikan tidak ada sisa pipis kucing yang berada di lantai.

    Oh ya, tidak disarankan membersihkan pipis kucing dengan air panas. Sebab, bau pipis kucing justru akan lebih sulit hilang.

    3. Siram dengan Cairan Pembersih

    Saat membersihkan bau pipis kucing, sebaiknya menggunakan cairan pembersih agar ampuh menghilangkan bakteri sekaligus membuat lantai wangi. Perlu diingat, hindari menggunakan produk pembersih berbasis amonia.

    Sebab, penggunaan produk pembersih itu dapat memicu kucing untuk pipis lagi di lokasi yang sama. Sebaiknya gunakan produk pembersih yang mengandung enzim seperti campuran baking soda dan cuka putih atau detergen dan air soda.

    Kenapa Kucing Pipis Sembarangan?

    Ada sejumlah penyebab kucing bisa pipis sembarangan. Faktor utamanya karena ada masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah saluran kemih, atau arthritis.

    Jika kucing kesayanganmu akhir-akhir ini lebih sering pipis sembarangan dan terlihat murung, segera bertemu dengan dokter hewan untuk konsultasi.

    Penyebab lainnya karena dipicu stres, kecemasan, atau perasaan ingin menguasai wilayah tertentu. Bisa juga karena kucing tidak nyaman dengan kotak pasir untuk membuang kotoran yang tak pernah dibersihkan.

    Selain itu, mungkin kucing tidak terbiasa untuk membuang kotoran atau pipis di dalam kotak pasir. Hal itu yang membuat kucing jadi sering pipis sembarangan di dalam rumah.

    Demikian tiga cara mudah membersihkan pipis kucing di rumah. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com