Author: Gak Ganti Gambar

  • 7 Bahan Gagang Pintu dan Keunggulannya, Pilih yang Paling Bagus


    Jakarta

    Gagang pintu adalah pegangan yang mempermudah akses membuka dan menutup pintu. Kualitas gagang pintu perlu diperhatikan agar dapat digunakan dalam waktu yang lama dan tidak mudah berkarat meski ada perubahan suhu.

    Setiap bentuk gagang pintu juga muncul dengan jenis bahan yang beragam. Dengan begitu konsumen dapat menyesuaikan biaya, keinginan, dengan jenis gagang pintu yang tersedia di pasaran.

    Pemilihan bahan gagang pintu sebaiknya disesuaikan dengan lokasi penempatannya di interior atau eksterior (bagian luar rumah).


    Mengutip dari thelockshop.com, pada Jumat (2/2/2024), berikut beberapa bahan gagang pintu beserta kelebihan dan kekurangannya yang bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum menggunakannya.

    1. Kuningan

    Penggunaan kuningan pada gagang pintu ternyata cocok untuk pintu di bagian dalam rumah. Selain kuat, kuningan juga dipercaya bisa membunuh kuman.

    Sebab logam seperti kuningan, seng, tembaga, dan perak bersifat oligodinamik yakni kemampuan untuk menghambat atau mematikan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus.

    Kelebihan lainnya dari kuningan adalah tidak mudah berkarat dan warna kuningnya tidak mudah memudar.

    Namun, gagang pintu dari kuningan memang sebaiknya digunakan di dalam ruangan karena perubahan suhu berpotensi meningkatkan korosi.

    2. Stainless Steel

    Bahan stainless steel cocok untuk digunakan di luar rumah. Sifat stainless steel tahan terhadap perubahan suhu, harga yang terjangkau, dan tahan karat. Hanya saja, kekurangan stainless steel hanya tersedia warna yang mengkilap karena bahan ini diletakkan sebagai lapisan terluar pegangan pintu.

    3. Aluminium

    Gagang pintu mengkilat bukan hanya berasal dari stainless steel, melainkan ada pula yang terbuat dari aluminium.

    Sayangnya bahan aluminium ini lebih mahal karena ketahanannya dari korosi lebih baik dari stainless steel. Aluminium juga mudah dibersihkan dan cocok digunakan pada pintu luar ruangan atau tempat publik.

    4. Kaca

    Jarang ditemukan bukan berarti tidak pernah digunakan. Kaca juga bisa digunakan sebagai pegangan pintu. Namun memang, alasan kaca jarang digunakan adalah mudah dibobol.

    Seperti sifat dasar kaca, bahan ini mudah pecah dan berbahaya karena memiliki serpihan yang tajam. Bahan ini tetap digunakan sebagai gagang pintu karena mengedepankan estetikanya. Selain itu, gagang pintu berbahan kaca juga mahal harganya karena dibuat dengan tangan satu per satu.

    5. Kayu

    Kayu adalah salah satu bahan gagang pintu yang lumayan banyak digunakan. Namun, lebih baik bahan jenis ini untuk bagian di dalam rumah.

    Sebab kayu cepat lapuk apabila dihadapkan dengan perubahan suhu yang ekstrem, rawan dirusak rayap, dan mudah terbakar.

    6. Plastik

    Meski ringan, gagang pintu ada yang terbuat dari plastik. Lokasi yang tepat untuk memasang gagang pintu berbahan plastik bagian dalam rumah.

    Bahan plastik berpotensi rusak apabila terkena api dan panas, selain itu saat terkena hantaman benda keras dan tajam, permukaannya pun dapat rusak.

    7. MDF

    MDF (Medium Density Fibreboard) adalah kumpulan serpihan kayu yang dipadatkan. Bahan jenis ini cukup ringan dan bisa menjadi alternatif pengganti kayu.

    Namun, sama seperti kayu bahan ini lebih baik digunakan di dalam rumah sebab berpotensi rusak saat lembab.

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • 7 Lokasi Terbaik Letakkan Kotak Pasir Biar Anabul Nggak BAB Sembarangan



    Jakarta

    Jika kamu memelihara kucing, kotak pasir wajib ada di dalam rumah. Dengan adanya kotak pasir, anabul kamu jadi tak buang kotoran sembarangan di rumah. Namun, kamu tidak boleh meletakkan kotak pasir kucing sembarangan.

    Pemilihan lokasinya perlu diperhatikan agar kucing peliharaan merasa nyaman saat membuang kotoran dan mencegah bau tidak sedap di ruangan lainnya. Mengutip dari Pet Safe, Jumat (2/2/2024), berikut tujuh lokasi terbaik untuk meletakkan kotak pasir kucing.

    1. Letakkan pada Lokasi Tertutup

    Kucing menyukai tempat tertutup saat buang kotoran. Jadi, cari lokasi yang memungkinkan kucing memiliki waktu menyendiri. Pastikan lokasi yang dipilih tidak akan diganggu manusia atau hewan peliharaan lainnya masuk secara tidak sengaja ketika kucing sedang buang air. Jika tidak punya ruangan ekstra, kamu dapat menggunakan litter box atau kotak pasir yang punya penutup.


    2. Pilih Tempat yang Tenang

    Kucing takut dan waspada terhadap suara bising. Saat menaruh kotak pasir kucing, pastikan meletakkannya di tempat yang tenang dan jauh dari sumber suara seperti televisi, pengeras suara, atau mesin cuci. Mengagetkan kucing yang sedang buang kotoran dapat membuatnya menghindari kotak pasir sehingga membuang kotoran sembarangan di sejumlah area di rumah.

    3. Pastikan Kotak Pasir Kucing Mudah Diakses

    Kucing akan mencari tempat yang mudah dijangkau untuk membuang kotoran. Jadi, hindari meletakkan kotak pasir kucing di tempat yang sulit dijangkau seperti tumpukan pakaian atau pintu yang akan sering dibuka atau ditutup.

    4. Jauhkan dari Makanan Kucing

    Hindari menaruh kotak pasir kucing berdekatan dengan tempat makan dan minum kucing. Pasalnya, kucing lebih memilih untuk tidak membuang kotoran dekat makanannya. Sebaiknya, kotak pasir tersebut diletakkan di area yang berbeda dari area makan dan minum.

    5. Letakkan Kotak Pasir di Setiap Lantai

    Jika rumah kamu bertingkat, pastikan masing-masing lantai memiliki litter box yang sesuai dengan ketentuan-ketentuan di atas. Hal ini juga berlaku jika kamu memiliki lebih dari satu kucing. Berikan masing-masing kucing litter box berbeda.

    6. Jangan Kunci atau Tutup Pintu Ruangan

    Selanjutnya hindari ruangan yang dapat dengan mudah ditutup pintu. Alternatifnya, pasang pintu khusus kucing pada pintu ruangan dimana kotak pasir berada. Dengan begitu, kamu tetap bisa menutup pintu dan kucing tetap bisa membuang air sesuka hati pada kotak pasirnya.

    7. Hindari di Lokasi yang Lembap

    Cara kerja kotak pasir kucing adalah menyerap cairan dari kotoran kucing. Alhasil, menaruh kotak pasir di kamar mandi, ruang bawah tanah, atau ruang mencuci adalah tempat yang kurang tepat.

    Sebab, ini adalah area dengan kelembapan berlebih sehingga bisa memunculkan cairan ekstra di udara. Kotak pasir kucing akan menyerap cairan ini dan menjadi tercemar atau jenuh lebih cepat. Baunya akan lebih buruk sehingga kotak pasir harus lebih sering diganti. Kotak pasir kucing perlu ditaruh di area dengan ventilasi baik seperti ruang tamu untuk membantu mengurangi bau.

    Demikian 7 lokasi terbaik untuk meletakkan kotak pasir untuk kucing di rumah. Semoga bermanfaat!

    Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke [email protected] dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Gas di Rumahmu Berbau dan Berbunyi Setelah Dipasang? Bisa Jadi Ini Penyebabnya


    Jakarta

    Gas kompor baru saja diganti tetapi tercium bau tidak sedap dan terdengar suara mendesis? Pasti kepikiran ada kebocoran gas atau masalah pada penutup selangnya.

    Anggapan penutupnya tidak rapat kemungkinan benar. Gas di dalamnya bisa lolos jika selang yang dipasang tidak terkunci dengan rapat sehingga terdengar suara seperti mendesis.

    Namun, apakah bau gas berhubungan dengan kebocoran gas? Melansir dari angi.com pada Sabtu (3/2/2024), berikut beberapa penyebab gas kompor mengeluarkan bau dan suara setelah diganti.


    1. Penghubung dan Regulatornya Longgar

    Penyebab utama tercium bau gas setelah mengganti dengan gas baru adalah adanya kelonggaran antara penghubung dan regulator gas. Maka dari itu, saat mencoba menyalakan api di kompor, api tidak langsung menyala dan tercium bau gas menyengat.

    Maka, setiap mengganti gas sendiri tanpa bantuan petugas, pastikan penghubung dan regulatornya telah terpasang di tempat yang tepat dan tidak longgar. Selain itu, cek apakah kondisi karet seal tambahan bagus. Apabila sudah rusak langsung ganti dengan karet seal tambahan yang baru.

    2. Kompor Kotor

    Kata siapa bau gas hanya berasal dari kesalahan teknis pemasangan? Kondisi dapur yang tidak bersih juga memicu bau gas karena kotoran yang menempel pada kompor bisa menghalangi aliran gas tersebut.

    Penting setiap selesai memasak membersihkan noda dan potongan kecil makanan yang tertinggal atau terjatuh saat mengaduk makanan.

    3. Gas Diletakkan di Tempat Minim Ventilasi

    Semua benda yang berpotensi terbakar, sebaiknya jangan diletakkan di ruang kedap udara. Bau dari gas tersebut dapat hilang apabila ada udara di sekelilingnya.

    Udara akan membawa bau itu keluar dan mengganti sirkulasi udara di sekitar dapur. Sehingga apabila tercium bau gas jangan menutup gas dengan apa pun.

    4. Kebocoran Gas

    Tanda gas mengalami kebocoran adalah baunya yang kuat dan lama kelamaan semakin tidak sedap. Selain itu suara mendesis juga terdengar agak keras daripada ketika selang tidak rapat.

    Cara menanganinya adalah lepas selang dari regulator. Bawa gas ke ruang terbuka agar gas tersebut keluar sendirinya. Lalu siapkan handuk basah apabila sudah terlihat api dari gas tersebut. Penanganan gas bocor yang lebih aman bisa menelpon pemadam kebakaran di nomor 113.

    Itulah beberapa penyebab gas yang dipasang berbau dan mengeluarkan suara. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Hati-hati Kulkas di Rumah Bisa ‘Nyetrum’, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Saat menggunakan alat elektronik, sebaiknya berhati-hati ketika memegang bagian-bagian tertentu. Jauhkan alat elektronik dari jangkauan anak-anak, terutama kulkas di rumah. Sebab, ternyata kulkas bisa ‘menyetrum’ yang memegangnya.

    Kulkas atau yang biasa disebut dengan lemari pendingin ini adalah tempat penyimpanan makanan dan minuman agar tidak cepat basi. Alat elektronik ini kerap menjadi favorit anak karena mengeluarkan udara dingin dan banyak makanan yang bisa mereka ambil.

    Namun, tahukah kamu pada bagian tertentu dari badan kulkas sebaiknya dihindari karena mengaliri listrik yang berbahaya saat dipegang?


    Sensasi saat terkena listrik tersebut sering disebut nyetrum atau menyetrum. Aliran listrik tersebut mengejutkan siapapun yang merasakannya dan secara refleks membuat mereka menjauh dari kulkas.

    Mengapa kulkas bisa menyetrum meski sudah dibuat seaman mungkin untuk dipegang? Melansir dari croma.com, Sabtu (3/2/2024), berikut beberapa penyebab kulkas menyetrum atau mengeluarkan arus listrik dan cara mengatasinya.

    1. Tidak Menggunakan Grounding

    Grounding adalah pemasangan kabel sepanjang 30 cm yang ujung-ujungnya sudah dikupas. Setiap ujungnya akan ditempelkan ke bagian kulkas yang menyetrum atau mengaliri arus listrik. Grounding ini juga dapat mencegah kulkas agar tidak sering bergetar.

    2. Air Merusak Komponen Kulkas

    Sama seperti AC, kulkas juga menghasilkan air yang biasa ditampung di belakangnya. Ternyata apabila air ini masuk ke dalam komponen kulkas dapat menyebabkan korsleting listrik. Alhasil arus listrik menjadi error dan mengalir ke seluruh lemari es. Hal ini dapat membahayakan ketika dipegang.

    Cara menanganinya adalah cabut kabel dari stop kontak, lalu cari sumber masalah. Apabila tidak ada bau gosong atau ada komponen yang terbakar, colokkan kembali kabel tetapi dengan posisi terbalik dari posisi awal.

    3. Kabel rusak

    Mirip dengan kondisi korsleting, kabel kulkas yang rusak atau mengelupas karena telah lama digunakan, juga bisa menyebabkan aliran listrik menyebar ke bagian permukaan kulkas.

    Hal ini pertanda kabel tersebut harus segera diganti. Tetapi jika hal itu tidak ampuh, maka kulkas sudah tidak layak untuk digunakan kembali dan sebaiknya membeli yang baru untuk menghindari kecelakaan yang lebih besar.

    Itulah beberapa penyebab kulkas mengalirkan listrik dan cara mengatasi. Semoga bermanfaat!

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tips Memilih ART Jempolan



    Jakarta

    Merekrut asisten rumah tangga (ART) sering jadi cerita yang bikin pemilik rumah panas dingin. Pengalaman negatif sering bikin kita enggan memakai jasa ART, tapi di sisi lain tenaganya sangat diperlukan untuk membantu meringankan pekerjaan rumah.

    Mereka bisa membantu membersihkan rumah, memasak hingga mencucui dan mengurus anak. Maka nggak heran kalau jasa ART banyak dicari oleh banyak orang, terutama oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar.

    Terus bagaimana ya biar terhindar dari risko-risiko yang tidak diinginkan ketika mempekerjakan ART?


    Dari ulasan yang dikutip dari Dilansir dari Lifepal, berikut lima hal yang harus diperhatikan dalam memilih ART.

    1. Gunakan Jasa ART Sesuai Kebutuhan

    Sebelum memutuskan memilih asisten rumah tangga, kamu disarankan untuk memberi tahu kriteria ART yang sedang dicari dan dibutuhkan.

    Jika menggunakan layanan penyalur ART maka sebutkan kriteria jelasnya, seperti usia, pengalaman kerja, hingga keterampilan ART yang ingin dipekerjakan.

    Dengan begitu akan lebih mudah bagi agen penyalur atau teman dan keluarga yang ingin membantu mencarikan asisten rumah tangga untukmu.

    2. Pastikan ART yang Bisa Dipercaya

    Keamanan di dalam rumah sangat penting banget untuk kamu yang pengin mempekerjakan ART. Makanya usahakan mencari orang yang bisa dipercayai buat bekerja di rumah nantinya.

    Selain itu, usahakan juga mendapatkan ART dari sumber yang dipercaya. Kamu juga harus mengetahui pengalaman kerja hingga latar belakang ART tersebut.

    Kamu bisa melakukan wawancara singkat sebelum merekrut mereka. Mengetahui di mana mereka tinggal juga bisa membantu kamu menyelesaikan permasalahan di masa depan.

    3. Negosiasikan Upah dan Jam Kerja dengan Jelas

    Kamu harus menyediakan biaya untuk menggaji ART dari pengeluaran wajib setiap bulannya. Tentu akan berbeda ART yang bekerja full setiap hari dengan ART yang hanya bekerja harian atau pulang-pergi.

    Selain itu, perhatikan juga antara gaji yang diberikan dengan pekerjaan ART. Jangan sampai ART bekerja tanpa mengenal waktu dan melebihi kapasitas pekerjaannya.

    Negosiasikan dengan jelas dengan ART yang mau kamu rekrut untuk mencegah timbulnya kerugian bagi kedua belah pihak.

    4. Buat Kontrak di Atas Hitam Putih

    jika sudah cocok dengan kriteria ART maka langkah selanjutnya adalah membuat surat kontrak kerja secara tertulis. Ini agar hak dan kewajiban kedua belah pihak terpenuhi.

    Hal-hal yang harus ada dalam surat kontrak kerja ini seperti besar gaji, jumlah cuti, jam kerja, tugas harian, dan lainnya. Tidak lupa uang THR hingga benefit lainnya.

    5. Jangan Bayar Gaji dengan Uang Tunai

    Pandemi mengakselerasi digitalisasi di masyarakat Indonesia, termasuk dalam urusan transaksi uang yang kini lebih banyak dilakukan secara online. Hal ini juga bisa digunakan kamu yang mempekerjakan ART di rumah, terutama untuk memberi uang untuk berbelanja hingga menggaji ART.

    Pemberi kerja ART bisa menggunakan berbagai platform seperti dompet digital untuk menggaji ART agar lebih aman dan mudah. Misalnya aplikasi DANA yang dalam rangka kampanye WWB Women Domestic Workers memberikan berbagai keuntungan, baik untuk pemberi kerja maupun untuk ART yang menggunakan aplikasi tersebut.

    Keuntungan tersebut di antaranya pertama, kirim uang bisa langsung ke nomor ponsel dan tanpa rekening bank. Kedua, gratis kirim uang ke kampung, bisa ke sesama DANA & semua bank. Tentu keuntungan kedua ini sangat bermanfaat untuk ART yang merantau dari kampungnya. Ketiga, bisa ditarik tunai di Alfamidi, DAN+DAN, dan pegadaian.

    Keempat, langsung ada bukti transfernya dan tercatat di Riwayat Transaksi. Kelima, bisa sekalian simpan uang juga di DANA Goals. Sebagai catatan, pastikan juga antara pemberi kerja dan ART-nya sudah meng-upgrader DANA Premium untuk menikmati semua kemudahan ini.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • 4 Tanda ART yang Harus Segera Kamu Cut!



    Jakarta

    Kesibukan di ibu kota kadang membuat kita tak memiliki waktu untuk membersihkan rumah atau mengerakan pekerjaan rumah lainnya seperti mencuci piring dan mencuci baju.

    Dalam situasi seperti ini, tenaga asistem rumah tangga (ART) tentu bisa jadi solusi untuk menjawab permasalah tersebut. Tapi, hati-hati dengan ART nakal.

    Mengutip theAsianparent, Minggu (4/2/2024), berikut ini 4 tanda ART yang harus segera kau cut!


    1. Berulangkali Melanggar Aturan di Rumah

    Setiap pemilik rumah tentu memiliki aturan masing-masing di rumah. Seperti, jam bertamu, larangan merokok di dalam ruangan dan sebagainya. Hal itu penting untuk menjaga rumah tetap kondusif seperti yang kita inginkan.

    Tapi, ada kalanya, ART yang kita rekrut abai dengan aturan tersebut meski telah beruang kali diberi tahu. Kalau pelanggaran sudah terjadi berungkali, ada baiknya kamu mulai mempertimbangkan untuk mengucapkan selamat tinggal pada ART kamu.

    2. Bersikap Kasar saat Mengasuh Anak

    Untuk aspek yang satu ini tak ada toleransi.

    Kalau kamu melihat tanda-tanda mencurigakan pada ART kamu seperti sulit mengendalikan emosi, ada baiknya kamu pikir-pikir lagi untuk mempekerjakannya lebih lama.

    Ini juga berlaku untuk perilaku lain yang mungkin meningkatkan risiko anak kamu celaka ketika diserahka di bawah pengawasannya. Perilaku yang dimaksud seperti sering lupa mengunci pintu dan jendela.

    3. Nggak Mau Belajar soal Pekerjaannya

    Tak peduli tingkat pendidikannya, ART sudah sepatutnya mau belajar hal baru mengembangkan keterampilannya dalam menjalankan tugas.

    Adaptasi yang baik dengan lingkungan rumah tempat ia bekerja bisa membantu ART bekerja lebih efektif dan efisien.

    Sering gagal menjalankan tugas menjadi bukti bahwa ART kamu nggak bisa beradaptasi atau bahkan ogah menyesuaikan diri untuk bekerja dengan baik di rumah kamu.

    4. Mencuri

    Aspek yang satu ini nggak perlu dijelaskan panjang lebar. Mencuri itu dilarang, apa lagi kalau itu dilakukan berulang.

    Jangan ragu memberhentikan ART kamu bila sekali saja ketahuan melakukan pencurian di rumah kamu.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Nggak Cukup Cuma Digosok, Ini 5 Cara Hilangkan Kerak Hitam di Wajan dan Panci



    Jakarta

    Masakan yang gosong seringkali meninggalkan kerak hitam yang sulit untuk dihilangkan. Menggosoknya dengan cara biasa bisa jadi nggak cukup ampug menghempas kerak hitam tersebut.

    Memang ada cara lain?

    Dikutip dari ruparupa, Minggu (4/2/2024), ada beberapa cara untuk membersihkan kerak hitam membandel tanpa merusak permukaan wajan dan panci. Berikut ini ada 5 cara membersihkan kerak hitam pada wajan dan panci yakni sebagai berikut.


    1. Air Panas dan Sabun Cuci Piring

    Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan cara merendam wajan atau panci dengan campuran air panas dan sabun pencuci piring. Kamu cukup menunggu selama 15-20 menit terendam agar kerak yang menempel menjadi lunak dan mudah terangkat ketika dicuci. Jika masih menempel, rendam sekali lagi dengan campuran yang baru lalu gunakan spons cuci piring untuk menggosoknya dengan lembut.

    2. Air dan Baking Soda

    Buatlah campuran dengan perbandingan 2:1 atau 3:1 dengan baking soda dan air hingga menjadi kental seperti krim, pastikan tekstur campuran tidak boleh terlalu encer. Oleskan campuran ke bagian yang memiliki kerak dan diamkan sekitar 10-15 menit, gosok dengan sikat baja secara perlahan dan bilas dengan air bersih.

    3. Cuka

    Cuka memiliki kandungan asam asetat yang mampu untuk menghilangkan kerak hitam membandel. Semprotkan atau siram cuka ke area yang berkerak, lalu diamkan selama kurang lebih satu jam, jangan campurkan dengan air. gosok dengan sikat cuci piring kemudian bilas dengan air mengalir.

    4. Saus Tomat

    Siapa sangka bahwa saus tomat ampuh untuk menghilangkan kerak pada alat memasak kamu? Itu karena saus tomat memiliki kandungan asam dan mampu membersihkan kerak dengan cara mengoleskannya ke bagian yang memiliki kerak membandel. Diamkan sekitar 15 menit, lalu cuci bersih dengan sabun cuci piring.

    5. Jeruk Nipis

    Jeruk nipis memiliki kandungan asam tinggi yang dapat menghempas kerak membandel pada alat memasak kamu. Peras jeruk nipis lalu campurkan dengan air panas dan sabun cuci piring, kemudian rendam hingga semalaman sampai kerak hitam mulai terlepas. Cuci permukaan dengan sikat baja dan air hangat, kemudian lanjutkan dengan mencuci wajan dan panci seperti biasa dengan sabun cuci piring dan air mengalir.

    Itulah 5 cara membersihkan kerak hitam pada wajan dan panci. Dengan bahan yang telah disebutkan, kamu bisa mengembalikan alat masak menjadi bersih dan lepas dari kusam dan kotor. Semoga bermanfaat!

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Jurus Jitu Cegah Tagihan PDAM Bengkak



    Jakarta – Selain menggunakan sumur, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi salah satu solusi untuk mendapatkan air bersih. Seperti yang kita sudah ketahui, air bersih sangat penting untuk kebutuhan kehidupan sehari-hari.

    Lewat PDAM kamu akan berlangganan untuk mendapatkan air bersih. Sehingga kamu akan dikenakan biaya tagihan setiap bulannya sesuai dengan jumlah air yang digunakan. Jadi semakin boros kamu menggunakan air, maka tagihan PDAM juga akan membengkak.

    Agar terhindari dari biaya tagihan PDAM yang mahal, maka kamu perlu menghemat penggunaan air PDAM. Untuk memudahkan kamu, berikut ada beberapa tips yang dikutip dari PDAM Pintar, Minggu (4/2/2024), untuk mencegah tagihan air PDAM bengkak.

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Ahok Punya 23 Koleksi Tanah dan Bangunan Rp 43 M Lebih, Ini Rinciannya



    Jakarta

    Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tengah ramai jadi perbincangan setelah mengambil keputusan mundur dari posisi Komisaris Utama PT Pertamina (persero) beberapa waktu lalu.

    Sebagai pejabat publik, sosoknya memang kerap menjadi sorotan. Mendampingi Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, tersandung kasus penistaan agama hingga menduduki posisi bergengsi di Pertamina.

    Ia juga dikenal sebagai pejabat publik yang cukup rajin menyetor laporan harta kekayaan. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK yang disetor 31 Maret 2023, diketahui memiliki harta sebesar Rp 53.667.208.314 (Rp 53 miliaran).


    Di antara aset yang dimilikinya, sebagian besar merupakan aset properti berupa tanah dan bangunan senilai Rp 43,2 miliar yang tersebar di berbagai wilayah seperti Belitung dan Bekasi.

    Rinciannya adalah sebagai berikut:

    1. Tanah dan Bangunan Seluas 20000 m2/1022 m2 di Belitung Timur senilai Rp 238.400.000

    2. Tanah dan Bangunan Seluas 505 m2/1785 m2 di Bekasi seniali Rp 13.304.770.396

    3. Tanah Seluas 212 m2 di Bekasi senilai Rp 1.771.782.680

    4. Tanah Seluas 200 m2 di Bekasi senilai Rp 1.670.078.000

    5. Tanah Seluas 200 m2 di Bekasi senilai Rp 1.670.078.000

    6. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/170 m2 di Bekasi seniali Rp 2.750.965.400

    7. Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/170m2 di Bekasi seniali Rp 2.750.965.400

    8. Tanah dan Bangunan Seluas 383 m2/386.28 m2 di Bekasi seniali Rp 5.268.656.700

    9. Tanah Seluas 172 m2 di Bekasi senilai Rp 1.657.500.102

    10. Tanah Seluas 91 m2 di Bekasi senilai Rp 840.799.479

    11. Tanah Seluas 84 m2 di Bekasi senilai Rp 785.031.250

    12. Tanah Seluas 84 m2 di Bekasi senilai Rp 785.031.250

    13. Tanah Seluas 172 m2 di Bekasi senilai Rp 1.403.359.583

    14. Tanah Seluas 120 m2 di Bekasi senilai Rp 981.450.000

    15. Tanah Seluas 105 m2 di Bekasi seniali Rp 979.335.938

    16. Tanah dan Bangunan Seluas 111 m2/101 m2 di Bekasi senilai Rp 1.720.947.917

    17. Tanah Seluas 76 m2 di Bekasi seniali Rp 170.000.000

    18. Tanah Seluas 90 m2 di Bekasi senilai Rp 404.125.000

    19. Tanah Seluas 105 m2 di Bekasi senilai Rp 979.335.938

    20. Tanah dan Bangunan Seluas 64 m2/65 m2 di Bekasi senilai Rp 790.000.000

    21. Tanah Seluas 131 m2 di Depok senilai Rp 458.500.000

    22. Tanah Seluas 131 m2 di Depok senilai Rp 458.500.000

    23. Tanah dan Bangunan Seluas 96 m2/64 m2 di bekasi senilai Rp 1.380.000.000

    (dna/dna)



    Sumber : www.detik.com

  • Penyebab Keramik Retak Terangkat dan Cara Mengatasinya


    Jakarta

    Pernah mengalami lantai keramik di rumah retak atau terangkat? Ya, jangan heran keramik di rumah bisa saja retak, terangkat bahkan meledak.

    Jika kamu mengalami hal ini, jangan dibiarkan karena harus segera diperbaiki.

    Lalu kenapa lantai tersebut bisa terangkat bahkan meledak?


    Keramik yang terangkat bahkan meledak ini disebut popping. Ada beberapa penyebab hal tersebut bisa terjadi.

    Dilansir dari Instagram resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Sabtu (5/8/2023), berikut ini penyebab meledaknya keramik di lantai.

    1. Udara yang Masuk

    Salah satu penyebab lantai keramik terangkat atau meledak adalah adanya udara yang masuk ke bagian bawah keramik. Udara yang panas bisa membuat nat keramik memuai, sehingga nat keramik mengalami keretakan yang menimbulkan celah atau rongga yang menjadi jalur masuknya udara ke bawah keramik.

    2. Banjir

    Banjir bisa membuat nat keramik terkikis, sehingga menimbulkan celah untuk udara masuk.

    Lantas, bagaimana caranya untuk mencegah keramik lantai terangkat bahkan meledak?

    1. Pasang keramik dengan baik dan benar

    Ya, memasang keramik dengan baik dan benar menggunakan adukan mortar yang tepat bisa meminimalisir lantai terangkat. Selain itu, gunakan perekat khusus keramik yang sifatnya lebih kuat dibandingkan semen biasa.

    2. Cek nat keramik secara berkala

    Mengecek nat keramik secara berkala perlu dilakukan. Lalu, jika ditemukan celah atau rongga segera tutup nat keramik dengan baik dan benar.

    3. Perkirakan potensi banjir

    Jangan lupa untuk memperkirakan potensi banjir pada hunian. Jika hunian rawan banjir, segera tinggikan lantai rumah.

    Itulah penyebab sekaligus tips untuk mencegah keramik lantai terangkat hingga meledak. Semoga bermanfaat!

    (zlf/zlf)



    Sumber : www.detik.com