Author: Gak Ganti Gambar

  • 5 Cara Ampuh Bikin Kasur Tetap Empuk dan Nyaman Bertahun-Tahun


    Jakarta

    Semua pengguna kasur berharap kasur yang digunakan selalu empuk. Kasur yang empuk memberikan rasa nyaman ketika berbaring, duduk, atau berdiri di atasnya.

    Kasur yang berkurang massanya pasti tidak dapat menahan beban terlalu berat. Rasanya ada bagian yang melesak ke dalam setiap menerima tekanan. Apabila bagian yang ambles ini berada di dada, lama kelamaan akan terasa sesak setiap bangun tidur. Apabila berada di kepada, rasanya seperti kepala tenggelam karena lebih rendah dari badan. Kondisi seperti ini dapat berpengaruh pada kondisi tulang, badan sakit setiap bangun, dan tidur jadi kurang nyenyak.

    Untuk membuat kasur panjang umur dan tetap empuk dalam waktu yang lama, dilansir The Spruce, ini yang harus dilakukan.


    1. Pakai Pelindung Kasur

    Pelindung kasur bukan hanya seprai, melainkan ada lapisan pelindungnya. Fungsinya mirip dengan perlak untuk menahan cairan dari minuman, makanan, keringat, atau kotoran hewan peliharaan yang dapat merusak bahan kasur. Pelindung ini sebaiknya dipasang di bawah seprai dan menutupi seluruh permukaannya.

    2. Rutin Dibersihkan

    Selain menjauhkan dari sumber kotoran, kasur juga harus sering dibersihkan. Meskipun tidak terkena noda basah, tetapi debu halus bisa saja menempel pada kasur, terutama pada saat mengganti pelindung dan seprai.

    Cara paling efektif untuk membersihkan kasur bukan dengan dicuci basah, melainkan dengan memakai mesin uap dan dibersihkan setiap enam bulan sekali.

    3. Kasur Tak Boleh Lembap

    Kasur dapat menyerap kelembapan tubuh. Untuk menjaga agar kasur tidak bau, pelindung kasur sebulan sekali harus dilepas dan dibersihkan. Biarkan kasur tanpa pelindung selama beberapa jam agar kelembapan berkurang.

    4. Pakai Kerangka yang Kokoh

    Kasur perlu didukung dengan kerangka yang kokoh. Hal ini untuk menjaga bentuk kasur agar tidak berubah dalam jangka waktu yang lama.

    5. Jangan Melompat di Atas Kasur

    Setiap pengguna bebas ingin melakukan apa pun di atas kasur, kecuali melompat seperti di trampolin. Melompat di atas kasur dapat membuat per di dalam kasur dan kerangka lainnya cepat rusak.

    Itulah cara menjaga kasur agar tetap empuk dan tahan lama, semoga bermanfaat.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bunga Es Bikin Freezer Penuh? Begini Cara Bersihkannya


    Jakarta

    Freezer yang tidak dibersihkan bisa kotor gegara tumpahan makanan dan tumpukan bunga es. Kondisi seperti ini cukup mengganggu karena bunga es dapat memakan ruang penyimpanan.

    Selain bikin sempit, bunga es membuat fungsi freezer kurang maksimal. Mesin freezer harus bekerja lebih keras buat mendinginkan ruang.

    Oleh karena itu, penghuni rumah harus rutin membersihkan freezer. Apalagi kalau freezer terlanjur ada bunga esnya.


    Bagaimana cara membersihkan freezer ya? Simak penjelasannya berikut ini.

    Cara Bersihkan Freezer

    Inilah langkah-langkah untuk membersihkan freezer, dikutip dari Southern Living.

    1. Kosongkan Freezer

    Pertama, pastikan freezer dalam keadaan kosong. Keluarkan makanan dari freezer dan simpan di dalam cooler supaya tetap dingin. Jangan lupa buat membuang bahan makanan yang sudah tidak layak dimakan.

    2. Cabut Aliran Listrik

    Selanjutnya, cabut aliran listrik freezer agar suhunya meningkat sampai suhu ruangan. Dengan begitu, lapisan es di dalam freezer bakal mencair. Langkah ini bisa dilakukan sambil mengosongkan freezer.

    3. Bersihkan Permukaan Freezer

    Penghuni bisa mulai membersihkan permukaan freezer setelah suhunya mencapai suhu ruang. Bersihkan kotoran yang berceceran di freezer. Penghuni dapat menggunakan sikat gigi buat menghilangkan bekas tumpahan atau noda.

    Bersihkan permukaan freezer menggunakan kain bersih yang sudah dicelupkan ke larutan sabun. Kemudian, biarkan freezer kering dengan sendirinya atau dengan bantuan kain bersih. Terakhir, desinfeksi freezer dengan cuka atau tisu basah anti bakteri.

    4. Bersihkan Pembuat Es

    Jangan lupa untuk membersihkan bagian pembuat es. Bagian yang bisa dilepas dapat dibersihkan dengan cara yang sama, yakni menyikat kotoran, membersihkan, dan mendesinfeksi.

    Setelah alat pembuat es dibersihkan, kembalikan ke tempat semula. Lalu, pastikan filter air terpasang dengan benar dan bersihkan bagian dalam dan luarnya.

    Itulah tips membersihkan freezer dari tumpukan bunga es. Semoga membantu!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Sekadar Privasi, Ini Alasan Pintu Kamar Mandi Harus Selalu Ditutup


    Jakarta

    Saat menggunakan kamar mandi, pintu harus ditutup agar aktivitas di dalam tidak terlihat dari luar. Namun saat kamar mandi tidak dipakai, terkadang pintu dibiarkan terbuka begitu saja.

    Bagi sebagian orang, menutup pintu kamar mandi merupakan suatu keharusan karena banyak yang meyakini kalau di kamar mandi terdapat hal-hal mistis. Jika pintu kamar mandi terbuka, maka aura negatif bisa menyebar ke seluruh rumah.

    Pintu kamar mandi juga harus selalu ditutup agar bau yang berasal dari dalam tidak menyebar ke penjuru ruangan. Bau tak sedap itu bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah yang sedang makan atau bersantai.


    Dalam feng shui, ilmu dari China yang mempelajari tentang keseimbangan dalam tata ruang, menganjurkan untuk selalu menutup pintu kamar mandi. Sebab, pintu yang sering terbuka ternyata dapat memengaruhi aliran energi positif di dalam rumah.

    Selain itu, ada beberapa alasan lain mengapa pintu kamar mandi rumah harus ditutup setiap saat. Simak penjelasannya dalam artikel ini.

    Alasan Pintu Kamar Mandi Wajib Ditutup

    Dikutip dari House Digest, berikut sejumlah alasan pintu kamar mandi harus ditutup menurut feng shui:

    1. Air Melambangkan Kekayaan

    Dalam feng shui, terdapat lima elemen utama dalam keseimbangan energi, yaitu kayu, api, tanah, logam, dan air. Terutama elemen air yang dilambangkan sebagai kelimpahan atau kekayaan karena dapat membawa keberkahan bagi yang memanfaatkannya.

    Air juga disebut sebagai inspirasi dan aura positif karena dapat memberikan kehidupan bagi makhluk di Bumi. Air di rumah bersumber dari beberapa titik, salah satunya dari kamar mandi yang digunakan manusia untuk membersihkan diri dari kotoran.

    Oleh sebab itu, penting untuk selalu menghargai air sebagai salah satu elemen utama feng shui. Dengan memanfaatkan air, maka manusia dapat terhubung dengan elemen-elemen lainnya secara positif.

    2. Membuang Energi Positif

    Alasan lain mengapa pintu kamar mandi harus ditutup karena dapat membuang energi positif secara sia-sia. Sebab, air dapat keluar dari sejumlah peralatan di kamar mandi, seperti pancuran air (shower), wastafel, bathtub, dan kloset.

    Misalnya saat kamu sedang mencuci wajah dengan sabun di wastafel. Seharunya keran air ditutup dahulu saat sedang cuci muka, tapi banyak orang yang membiarkan keran tetap terbuka sehingga air terbuang sia-sia.

    Kebiasaan tersebut dianggap sebagai pemborosan energi positif karena membiarkan air terbuang ke dalam saluran. Padahal, air tersebut masih dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

    Tak hanya itu, cipratan dari keran air bisa saja keluar dari kamar mandi dan membasahi lantai. Kondisi itu bisa membahayakan penghuni rumah karena bikin lantai menjadi licin.

    Ilmu feng shui menganjurkan untuk selalu menutup pintu kamar mandi dengan tujuan baik. Selain mencegah energi positif terbuang sia-sia, tapi juga membantu menghemat listrik dan mencegah risiko terpeleset yang membahayakan penghuni rumah.

    Menutup pintu kamar mandi merupakan hal yang sederhana, tapi terkadang sering dilupakan oleh banyak penghuni rumah. Padahal, menerapkan ilmu feng shui yang satu ini turut menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman di rumah.

    Itu dia penjelasan tentang pentingnya menutup pintu kamar mandi menurut ilmu feng shui. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Biar Nggak Terluka, Begini Cara Aman Bersihkan Pecahan Kaca di Rumah


    Jakarta

    Benda yang terbuat dari kaca, seperti gelas, lampu maupun piring, rentan pecah. Ketika pecah, tentu penghuni rumah harus membersihkannya dengan hati-hati agar tidak terluka.

    Pecahan kaca terkadang sulit dibersihkan karena ukurannya yang kecil dan berserakan ke mana-mana. Hal ini bisa membuat penghuni rumah semakin kesulitan untuk membersihkannya.

    Namun jangan khawatir karena masih ada cara untuk membersihkan pecahan kaca dengan aman. Dilansir dari The Spruce, berikut ini informasinya.


    1. Bersihkan Ruangan dan Persiapkan Diri

    Sesegera mungkin ajak keluarga untuk meninggalkan area tempat adanya pecahan kaca. Pakai sepatu, pelindung mata, dan sarung tangan tebal sebelum memulai proses pembersihan kaca.

    2. Gunakan Cahaya yang Terang

    Untuk membantu penghuni rumah melihat setiap kilauan kaca, gunakan senter LED atau senter pada ponsel sehingga dapat mengarahkannya ke permukaan. Kaca akan berkilau dalam cahaya sehingga memudahkan penghuni rumah menemukan pecahan kaca yang berserakan.

    3. Ambil Pecahan Kaca yang Besar

    Gunakan sarung tangan untuk mengambil pecahan kaca yang besar. Jika tidak memiliki sarung tangan, gunakan penjepit untuk mengambil pecahan kaca.

    Jangan pernah menggunakan tangan kosong, hal ini dapat membahayakan diri. Kemudian, masukkan pecahan kaca ke dalam kantong kertas tebal atau kantong plastik tiga lapis untuk dibuang.

    Gunakan beberapa lapis kertas koran untuk membungkus kaca, hal ini mencegah luka yang tidak disengaja di tempat sampah.

    4. Sapu atau Bersihkan Kaca dengan Vacuum Cleaner

    Apabila pecahan kaca berserakan di karpet, gunakan sikat gosok berbulu kaku untuk mengangkat pecahan kaca ke permukaan kain sebelum disapu atau disedot pakai vacuum cleaner.

    Gunakan sapu berbulu kaku dan pengki untuk menyapu pecahan kaca sebanyak mungkin. Gunakan sapuan pendek dan efisien untuk mencegah pecahan-pecahan kecil berhamburan.

    5. Lakukan Pembersihan Akhir

    Pecahan kaca dapat menempel pada bulu sapu dan pengki. Bawalah pecahan kaca ke luar dan bilas dengan selang taman di atas ember. Buang airnya ke saluran pembuangan air.

    Itulah cara aman untuk membersihkan pecahan kaca di rumah.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (abr/abr)



    Sumber : www.detik.com

  • Bukan Horor, Ternyata Ini 5 Penyebab Lampu Suka Berkedip


    Jakarta

    Lampu yang meredup dan kembali terang berulang kali terkadang membuat suasana rumah agak ngeri bagi sebagian orang. Padahal, bisa saja lampu berkedip karena sudah mendekati akhir masa pakainya.

    “Salah satu alasan paling umum, dan Anda harus selalu mencari hal-hal yang jelas terlebih dahulu, adalah bohlam akan segera putus,” kata Terry Duncan, CEO Mr Electric dikutip dari Family Handyman, Senin (15/9/2025).

    Selain itu, lampu yang berkedip-kedip bisa saja pertanda bohlam ada bagian lampu atau aliran listrik yang rusak. Simak penyebab lampu berkedip berikut ini.


    Penyebab Lampu Berkedip

    Inilah beberapa hal yang membuat lampu berkedip.

    1. Sirkuit Kelebihan Beban

    Lampu bisa berkedip karena sirkuit kelebihan beban. Kondisi ini terjadi ketika ada berbagai perangkai elektronik yang digunakan dalam satu waktu. Sebab, aliran listrik dapat melambat atau menumpuk di satu tempat.

    2. Sakelar Tidak Serasi

    Jika tidak ada masalah pada bohlam, pemilik rumah bisa coba cek sakelar lampu. Dalam beberapa kasus, sakelar terasa panas dan menyetrum ketika dipegang. Lampu bisa berkedip kalau sakelar dan bohlam tidak kompatibel. Oleh karena itu, sakelar dan lampu harus diserasikan agar alirannya setara.

    3. Sakelar Sudah Lama

    Selain itu, sakelar yang sudah berumur biasanya mengalami penurunan dari segi kualitas dan fungsinya. Hal itu dapat mempengaruhi sinyal yang diterima sehingga lampu berkedip.

    4. Soket Harus Diganti

    Soket adalah tempat untuk memasang lampu. Perangkat ini semakin lama bisa mengalami korosi sampai rusak akibat sering terkena panas. Kalau sudah rusak, sebaiknya langsung mengganti soket agar lampunya tidak berkedip.

    5. Masalah Kabel

    Dilansir dari Sunrise Electric, kabel yang kedaluwarsa atau longgar juga dapat mengakibatkan lampu berkedip, bahkan risiko kebakaran. Jika pemilik belum melakukan perubahan atau peningkatan apa pun pada sistem listrik, tetapi lampu berkedip, penyebabnya bisa jadi kabel yang kendor. Pemilik sebaiknya segera mengatasinya dengan bantuan ahli listrik.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (dhw/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Kenapa Tanaman Hias Cepat Layu dan Mati? Ini 5 Penyebabnya


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat mempercantik penampilan rumah sekaligus menjadi hobi yang menyenangkan. Apalagi jika bunganya sudah bermekaran, tentu rasanya sangat bahagia melihat tanaman hias tumbuh subur.

    Sebagai pemilik tanaman hias di rumah, maka kamu harus bertanggung jawab untuk merawatnya secara rutin. Jangan sampai keindahan bunganya hanya mekar sementara karena tanaman jarang dirawat, sehingga jadi layu dan mati.

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman hias jadi cepat layu dan mati. Apa saja? Simak penjelasannya dalam artikel ini.


    Penyebab Tanaman Cepat Layu dan Mati

    Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tanaman jadi cepat layu dan mati. Dikutip dari Rural Sprout, berikut penyebabnya:

    1. Kekurangan Air

    Penyebab yang paling umum adalah tanaman kekurangan air karena jarang atau bahkan tidak pernah disiram. Hal itu membuat tanaman hias yang awalnya cantik dan tumbuh subur malah menjadi layu dan mati.

    Perlu diingat, tanaman membutuhkan air agar bisa memproses nutrisi dari dalam tanah untuk tumbuh. Ciri-ciri paling umum ketika tanaman sudah layu karena kekurangan air dapat dilihat dari daunnya yang kering berwarna kuning atau kecokelatan.

    2. Terlalu Banyak Air

    Di sisi lain, tanaman yang terlalu sering disiram air juga bisa cepat layu dan mati. Terkadang, banyak pemilik rumah yang langsung menyiram tanaman ketika melihat daun sudah menguning.

    Padahal, daun yang menguning dan layu belum tentu disebabkan karena kekurangan air, tapi bisa juga terjadi pembusukan akar akibat terlalu banyak air.

    Maka dari itu, penting untuk mengetahui jenis tanaman yang ditanam di rumah. Apakah termasuk tanaman yang perlu disiram secara rutin atau tidak.

    3. Kurang Mendapatkan Cahaya Matahari

    Tanaman membutuhkan sinar matahari agar bisa tumbuh subur. Namun, tingkat cahaya yang dibutuhkan setiap tanaman bisa berbeda-beda.

    Ada tanaman yang bisa tumbuh di tempat yang minim cahaya, tapi ada juga yang membutuhkan banyak sinar matahari. Jika kamu membeli tanaman yang cenderung membutuhkan cahaya untuk tumbuh, maka jangan diletakkan di tempat yang gelap.

    4. Terpapar Suhu Ekstrem

    Selain karena cahaya matahari, tanaman bisa tumbuh subur karena faktor cuaca. Banyak tanaman hias yang tidak bisa hidup pada kondisi suhu yang ekstrem, sehingga jadi cepat layu dan mati.

    Untuk itu, pilih tanaman yang sesuai dengan suhu di wilayah tempat tinggal. Jika suhu udara cenderung panas, ada beberapa tanaman hias yang dapat tumbuh tanpa perlu disiram secara berkala.

    5. Serangan Hama

    Tanaman hias bisa cepat layu karena dirusak oleh hama, seperti agas dan kutu daun. Kedua hama ini biasanya sering berkumpul di bawah daun dan menyerang tanah. Hama ini dapat menyedot cairan dan menyebabkan daun cepat menguning.

    Demikian lima penyebab tanaman hias di rumah cepat layu dan mati. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/zlf)



    Sumber : www.detik.com

  • Seberapa Sering Seprai dan Sarung Bantal Harus Diganti? Ini Kata Ahli


    Jakarta

    Seprai memiliki fungsi penting agar kulit tidak langsung bersentuhan dengan tempat tidur. Begitu juga dengan sarung bantal, fungsinya untuk melindungi kepala agar tidak langsung menyentuh bantal.

    Seiring penggunaan, seprai dan sarung bantal akan kotor dan bisa mengeluarkan bau tak sedap. Bahkan, seprai dan sarung bisa berubah warna menjadi kuning kecokelatan karena saking kotornya.

    Seprai dan sarung bantal yang kotor dapat menjadi sarang bakteri yang tidak baik untuk kulit serta pernapasan. Maka dari itu, keduanya harus dicuci dan diganti secara berkala.


    Sayangnya, tidak semua orang ingat untuk mengganti dan mencuci seprai secara rutin. Lantas, seberapa sering seprai dan sarung bantal harus diganti? Berikut penjelasannya.

    Seberapa Sering Seprai dan Sarung Bantal Diganti?

    Dilansir BBC, pakar tidur dan psikolog dr Lindsay Browning mengatakan penting untuk mengganti seprai seminggu sekali atau paling telat dua minggu sekali. Sebab, kebersihan adalah faktor penting dalam kamar tidur.

    Saat istirahat di malam hari, terkadang seseorang dapat mengeluarkan keringat dan menempel di sarung bantal serta seprai. Hal itu bisa membuat seprai jadi kotor dan mengeluarkan bau tak sedap.

    “Keringat yang masuk ke seprai tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga menjadi kotor,” kata Browning.

    Selain ada bekas keringat, sel-sel kulit mati juga bisa menempel di seprai dan sarung bantal. Jika tidak segera diganti, maka sel kulit mati bisa menumpuk dan bikin tidak nyaman saat tidur.

    Lebih parah lagi, sel kulit mati yang menumpuk dapat mengundang tungau karena mereka mendapatkan sumber makanan. Serangga kecil itu dapat berkembang biak di kasur dan membuat kamu jadi gatal-gatal dan ruam di kulit akibat gigitannya.

    “Anda tidak hanya akan tidur dalam kondisi yang kotor dan menjijikkan akibat keringat dan sel kulit mati, tapi juga terdapat tungau,” ujar Browning.

    Cara Membersihkan Seprai dengan Tepat

    Apabila seprai milikmu sudah terlihat kotor dan warnanya menguning, sebaiknya segera diganti dengan yang baru. Seprai yang sudah kotor juga perlu dicuci guna membasmi bakteri dan kuman yang menempel.

    Dikutip dari laman Sleep Foundation, berikut cara membersihkan seprai dengan tepat:

    1. Cek label perawatan untuk mengetahui tingkat suhu dan metode pencucian yang tepat pada seprai milikmu
    2. Pada umumnya, seprai dapat dicuci dengan air hangat untuk menghilangkan kotoran dan bakteri secara efektif
    3. Setelah itu, cuci seprai menggunakan mesin cuci dan detergen cair yang lembut dan mengandung anti-bakteri
    4. Usai dicuci, bilas seprai dengan air panas untuk memastikan bakteri dan kuman benar-benar mati
    5. Lalu keringkan seprai dengan mesin pengering dengan suhu rendah
    6. Terakhir, jemur seprai di bawah sinar matahari agar bisa cepat kering.

    Langkah di atas juga bisa dilakukan untuk mencuci sarung bantal yang sudah kotor. Pastikan kamu mencucinya dengan tepat agar noda dan kotoran bisa hilang secara maksimal.

    Namun jika seprai dan sarung bantal sudah sangat kotor dan banyak yang bolong, sebaiknya segera dibuang dan ganti dengan yang baru agar memberikan kenyamanan saat tidur.

    Demikian penjelasan soal seberapa sering mengganti seprai kasur dan sarung bantal. Semoga bermanfaat!

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • 5 Tanaman Hias yang Berumur Panjang, Bisa Hidup Hingga Puluhan Tahun


    Jakarta

    Menanam tanaman hias dapat menciptakan suasana asri dan sejuk pada hunian. Apalagi jika tanaman tersebut bisa tumbuh subur dalam waktu yang sangat lama.

    Ternyata, ada sejumlah tanaman hias yang memiliki umur panjang, lho. Bahkan, tanaman tersebut bisa hidup hingga mencapai puluhan tahun. Namun, dengan catatan tanaman harus dirawat sebaik mungkin.

    Penasaran, apa saja tanaman hias yang memiliki umur panjang sehingga bisa hidup sampai puluhan tahun? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


    Tanaman Hias yang Hidup Hingga Puluhan Tahun

    Ada beberapa tanaman hias yang memiliki umur panjang sehingga dapat hidup sampai bertahun-tahun. Dilansir situs Real Simple dan The Spruce, berikut daftarnya:

    1. Lidah Mertua

    ilustrasi lidah mertuaFoto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

    Tanaman yang satu ini sangat populer dan jadi favorit banyak orang. Selain dapat mempercantik hunian, lidah mertua termasuk tanaman yang dapat tumbuh hingga puluhan tahun.

    Beberapa jenis lidah mertua memiliki masa hidup yang dapat mencapai lebih dari 20 tahun. Namun, awet atau tidaknya lidah mertua juga tergantung dari cara merawatnya.

    Ketika memindahkan lidah mertua ke pot atau repotting, pastikan terdapat lubang drainase untuk meminimalisir pembusukan akar. Disarankan untuk melakukan repotting setiap 2-3 tahun sekali.

    Pakar tanaman dan pendiri Gardenuity Donna Letier mengatakan lidah mertua merupakan tanaman yang mudah dirawat. Tanaman ini sebaiknya disiram sesekali saja saat tanahnya sudah kering.

    “Kesalahan terbesar adalah menyiram tanaman secara berlebihan. Masukkan jari Anda ke dalam tanah, dan jika dua inci bagian atas tanah kering, saatnya menyiram,” kata Donna.

    2. Hosta

    Hosta atau disebut juga keladi tapak kuda merupakan salah satu tanaman yang mudah dirawat. Selain itu, tanaman ini juga bisa berumur panjang asalkan tahu bagaimana cara merawatnya dengan benar.

    Disarankan untuk menempatkan hosta di tempat yang teduh dan sedikit terpapar sinar matahari. Siram tanaman ini secara teratur saat tanah lembap, tapi tidak tergenang oleh air. Kamu dapat menyiram hosta seminggu sekali atau dua kali dalam seminggu agar bisa tumbuh subur.

    Salah satu tantangan saat menanam hosta adalah serangan hama, seperti siput dan bekicot. Jika kamu bisa mengendalikan hama tersebut di halaman, maka hosta bisa tumbuh subur sampai bertahun-tahun.

    3. Parlor Palm

    Parlor palm atau palem merupakan tanaman hias di dalam ruangan yang memiliki masa hidup panjang. Pada umumnya, tanaman ini bisa tumbuh hingga lebih dari 50 tahun.

    Tanaman palem termasuk yang mudah dirawat dan aman untuk hewan peliharaan karena tidak mengandung zat berbahaya. Palem menyukai udara lembap dan daunnya cukup sensitif terhadap sinar matahari, sehingga bisa diletakkan di tempat yang minim cahaya.

    Agar dapat tumbuh subur, kamu bisa menggunakan pot dengan lubang drainase untuk mencegah penumpukan air. Disarankan menyiram palem seminggu sekali karena jika terlalu sering dapat membuat akarnya cepat busuk.

    4. Pakis Boston

    Studio photo shoot of a Nephrolepis exaltata Foto: iStock

    Jika detikers menyukai tanaman hias yang asri dan awet, pakis boston bisa menjadi salah satu pilihan menarik. Selain mudah dirawat, tanaman ini dapat hidup hingga mencapai 50 tahun.

    Cara merawat pakis boston juga mudah, cukup menjaga tanahnya agar tetap lembap dan menyiramnya secara teratur. Selain itu, letakkan tanaman ini di tempat yang cukup sinar matahari agar bisa tumbuh subur.

    5. Tanaman Giok

    Crassula ovata, known as lucky plant or money tree in a white pot in front of a window on a rainy day, selected focus, narrow depth of fieldFoto: Getty Images/iStockphoto/fermate

    Satu lagi tanaman yang dapat bertahan hidup sampai bertahun-tahun, yakni tanaman giok. Disebut juga jade plant, tanaman ini menyukai area dengan banyak sinar matahari.

    Tanaman giok juga tidak perlu disiram secara rutin karena daunnya dapat menyimpan air. Dengan begitu, tanaman ini dapat bertahan hidup meski kamu lupa menyiramnya selama berhari-hari.

    Itulah lima tanaman hias yang memiliki umur panjang. Namun perlu diingat, tanaman tersebut akan bisa hidup selama bertahun-tahun jika dirawat dengan benar.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (ilf/ilf)



    Sumber : www.detik.com

  • Awas Jangan Sampai Salah! Ini 5 Kesalahan Umum Saat Pasang Ubin



    Jakarta

    Ubin kerap menjadi pilihan untuk mempercantik tampilan rumah. Namun, salah memilih dan memasang ubin bisa berakibat fatal, mulai dari lantai yang mengangkat, ubin retak, hingga ruangan tampak kurang menarik.

    Kesalahan kecil dalam proses pemasangan bahkan dapat berujung pada perombakan ulang yang memakan biaya besar. Karena itu, pemilik rumah perlu lebih cermat sebelum menentukan desain, corak, kualitas, dan cara pemasangan ubin.

    Mengutip Ideal Home, ada lima kesalahan umum saat memasang ubin yang sebaiknya dihindari:


    1. Tidak Melihat Sampel Ubin

    Banyak orang langsung membeli ubin tanpa melihat sampelnya terlebih dahulu. Padahal, melihat potongan kecil atau sampel penuh sangat penting untuk memastikan desain dan warna sesuai dengan tampilan ruangan.

    2. Tidak Menentukan Jumlah Ubin yang Dibutuhkan

    Sering kali pemasangan terkendala karena jumlah ubin yang kurang. Hal ini membuat pemilik rumah repot membeli tambahan dalam jumlah kecil, padahal biasanya ubin dijual dalam satu paket.

    3. Membeli Ukuran yang Salah

    Ubin tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari kecil 7,5 x 15 cm hingga besar 60 x 120 cm. Pemilihan ukuran yang tidak sesuai bisa membuat hasil pemasangan terlihat kurang proporsional dan merusak estetika ruangan.

    4. Tidak Merencanakan Layout

    Tanpa perencanaan layout, jumlah ubin dan potongan yang dibutuhkan akan sulit diprediksi. Akibatnya, bisa terjadi kekurangan stok atau pemotongan yang tidak rapi. Layout yang matang membantu efisiensi sekaligus mempercantik hasil akhir.

    5. Tidak Menentukan Jenis Ubin yang Cocok

    Desain ubin yang cantik belum tentu cocok untuk kebutuhan ruang. Finishing dan ketahanan ubin perlu diperhatikan agar tidak mudah retak atau licin, terutama untuk area seperti kamar mandi dan dapur.

    Memilih ubin memang terlihat sederhana, tetapi jika salah perhitungan, biaya dan tenaga yang dikeluarkan bisa jauh lebih besar. Jadi, pastikan kamu teliti sebelum membeli dan memasangnya di rumah.

    (das/das)



    Sumber : www.detik.com

  • Mau Mesin Cuci Tetap Awet? Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini


    Jakarta

    Cukup jarang ditemukan penyebab kerusakan mesin cuci karena digunakan setiap hari. Sebagai perangkat kebersihan tentu mesin cuci diproduksi agar mampu digunakan setiap hari. Lantas, apa yang menyebabkan mesin cuci rusak?

    Setiap perangkat elektronik sebenarnya berpotensi mengalami kerusakan. Penyebabnya beragam, bisa karena kerusakan pada mesin, usia penggunaan yang sudah lama, dampak dari bencana alam, dan yang paling sering disebabkan karena salah penggunaan.

    Dilansir Good House Keeping, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai mesin cuci.


    1. Memasukkan Pakaian Berlebihan

    Sebelum memakai mesin cuci, ketahui dulu bagaimana cara kerjanya. Salah satunya adalah mengetahui seberapa banyak pakaian yang bisa dimasukkan ke dalam wadah. Ada yang mengatakan hanya setengah dari kapasitas tabung dan ada yang 3/4. Berat maksimal ini berguna agar ketika mencuci pakaian tidak sulit memutar dan setiap sisi pakaian dapat bersih merata.

    Mesin cuci yang terlalu penuh bisa menyebabkan proses pencuciannya macet dan selesai lebih lama. Semakin sedikit pakaian yang ada di dalam, proses pencucian akan lebih maksimal dan bersih.

    2. Menggunakan Jenis Detergen yang Salah

    Umumnya mesin cuci menggunakan jenis detergen cair. Produsen juga lebih banyak mengeluarkan detergen cair dengan fungsi ganda agar dapat menghilangkan noda, melembutkan pakaian, hingga memberikan wangi pada pakaian dalam satu produk.

    Beberapa mesin cuci juga ada yang kurang cocok menggunakan detergen bubuk karena bisa meninggalkan kotoran dan menyumbat sistem di dalamnya. Jika ingin menggunakan detergen bubuk sebaiknya dilarutkan dahulu dengan air agar tidak ada bubuk yang tertinggal di dalam wadah.

    3. Lupa Mengeluarkan Benda yang Tertinggal di Pakaian

    Peraturan yang tak kalah penting saat mencuci baju menggunakan mesin cuci adalah keluarkan semua benda yang tidak bisa dicuci. Dengan kata lain, cek dahulu semua kantong di pakaian jangan sampai ada barang yang tidak bisa dicuci. Banyak kejadian, tisu, uang, gelang, jam tangan, hingga ponsel ikut tercuci. Benda-benda tersebut akan berbahaya karena bisa merusak mesin cuci.

    Selain itu, bulu hewan peliharaan atau daun-daunan juga berbahaya jika tertinggal di mesin cuci. Kotoran-kotoran tersebut bisa menyumbat drainase mesin cuci.

    4. Sering Memakai Mesin Cuci Hingga Bergetar

    Mesin cuci yang bergetar biasanya dikarenakan kelebihan muatan atau posisi meletakkannya tidak seimbang. Mesin cuci yang sering bergetar dapat memicu kerusakan pada sistem di dalamnya.

    5. Jarang Membersihkan Mesin Cuci

    Ketika memakai mesin cuci, kebanyakan penggunanya lupa jika mesin cuci juga harus rutin dibersihkan. Meskipun air bisa keluar masuk secara otomatis ketika digunakan, tetapi kotoran akan sulit keluar karena terhalang pakaian.

    Cara membersihkan mesin cuci adalah dengan air hangat, kemudian tuangkan cairan pembersih khusus mesin cuci ke dalamnya. Operasikan mesin cuci seperti biasa. Ketika air berputar, biasanya kotoran yang mengendap akan naik ke atas. Ulangi cara ini sampai tidak terlihat ada kotoran yang mengambang. Setelah itu ambil filter mesin cuci dan sikat hingga bersih.

    Itulah 5 kebiasaan yang membuat mesin cuci cepat rusak, semoga membantu.

    Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

    Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

    (aqi/abr)



    Sumber : www.detik.com